Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ kanker”

  • Menurut Cancer Worldwide Data tahun 2018, tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker diseluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Cancer Worldwide Data tahun 2018, tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker diseluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual dan muntah.

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita, jika Anda masih membutuhkan artikel maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. […]

    Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. Namun yang perlu diingat, sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor jinak atau non kanker bersifat tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak menciptakan tumor baru. Sedangkan kanker ganas menyusuri sel sehat , mengganggu fungsi dari tubuh dan menarik nutrisi dari jaringan tubuh.

    Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Kanker akan terus tumbuh dan menyebar melalui perluasan langsung atau melalui proses yang disebut metastasis, dimana sel–sel ganas akan berjalan melalui jalur limfatik atau pembuluh darah dan akhirnya membentuk tumor baru di bagian tubuh lainnya.

    Ada 5 jenis utama kanker yaitu karsinoma, sarcoma, melanoma, limfoma, dan leukemia. Karsinoma, merupakan kanker yang paling sering didiagnosis, dapat berasal dari kulit, paru–paru, payudara, pankreas dan organ kelenjar lainnya. Limfoma adalah kanker limfosit. Leukimia adalah kanker darah, biasanya tidak membentuk tumor padat.  Sarkoma dapat muncul di tulang, otot, lemak, pembuluh darah, tulang rawan, jaringan lunak, atau jaringan ikat lainnya dari tubuh. Sedangkan melanoma adalah kanker yang muncul di sel–sel yang membuat pigmen kulit.

    Kanker telah ada dari dahulu kala, tapi pengetahuannya hingga sekarang masih berkembang. Dokter yang ahli di bidang kanker atau disebut sebagai dokter onkologi telah membuat kemajuan luar biasa dalam diagnosis, pencegahan, dan pengobatan kanker. Hingga hari ini, lebih banyak orang yang telah terdiagnosis kanker dapat hidup lebih lama, tapi beberapa bentuk kanker tetap sulit ditangani. Perawatan modern yang terdapat saat ini secara umum meningkatkan kualitas hidup dan dapat memperpanjang kelangsungan hidup.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Semakin cepat kanker terdiagnosis dan diobati, maka semakin baik juga peluangnya untuk sembuh. Beberapa jenis kanker seperti pada kulit, payudara, mulut, testis, prostat dan rektum dapat dideteksi dengan pemeriksaan dini rutin sebelum menjadi gejala serius lainnya muncul.

    Diagnosis kanker dimulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan riwayat medis lengkap. Pemeriksaan darah, urin dan tinja dapat pula dilakukan. Ketika tumor dicurigai, pemeriksaan seperti x ray, CT scan, MRI USG dan pemeriksaan endoskopi dapat membantu dokter untuk menentukan lokasi serta ukuran dari kanker. Biopsi perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis yaitu sampel jaringan yang diduga tumor dikeluarkan dari tubuh dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa apakah terdapat sel kanker.

    Jika sudah terdiagnosis positif kanker, maka tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter ialah memastikan apakah terdapat penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Jika hasil biopsi telah positif untuk kanker, Sobat dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter onkologi sebelum pengobatan dimulai.

    Sedangkan untuk pengobatan menghilangkan tumor atau memperlambat pertumbuhannya, tergantung dari jenis dan stadium dari kanker, seperti:  

    • Operasi, merupakan prosedur yang akan digunakan oleh dokter bedah untuk menghilangkan kanker dari tubuh Sobat.
    • Radioterapi, pilihan terapi ini akan menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor.
    • Kemoterapi, terapi dengan menggunakan Sobat untuk membunuh sel kanker.
    • Terapi hormon, digunakan untuk membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dari kanker payudara dan prostat.
    • Imunoterapi, terapi ini membantu imunitas tubuh untuk melawan kanker.

    Pilihan dari teknik pengobatan yang akan dipilih oleh dokter onkologi tentunya merupakan kombinasi dari pilihan terapi. Kombinasi terapi ini tidak luput dari efek samping yang dapat diderita oleh pasien kanker. Efek samping dapat terjadi karena terapi tidak hanya membunuh sel kanker, namun juga membunuh dan memperlambat sel-sel sehat lainnya. Efek samping yang sering dikeluhkan seperti kelelahan, mual, muntah dan rambut rontok.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Perawatan suportif dari perawat dan keluarga juga sangat penting pada pengobatan kanker. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya, menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan dukungan baik secara emosional, psikologi, dan logistik kepada pasien. 

    Olahraga ringan juga baik dilakukan untuk mengendalikan kelelahan, ketegangan otot, dan kecemasan pada mereka yang menderita kanker. Olahraga juga telah terbukti meningkatkan hasil terkait pengobatan kanker.

    Pengendalian dari nutrisi juga berperan penting dalam mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kanker lebih umum terjadi pada beberapa orang dengan pola diet tertentu, seperti kanker kolorektal (usus besar) lebih sering terjadi pada orang yang sering mengonsumsi daging. Dari penelitan juga ditemukan beberapa suplemen dapat meningkatkan risiko kanker, seperti risiko kanker paru pada perokok yang rutin mengonsumsi beta karoten dan risiko kanker prostat pada pria yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.

    Nah Sobat, semoga pembahasan mengenai kanker dan pengobatannya ini dapat membantu Anda, terutama jika teman atau kerabat Sobat terdiagnosis kanker. Ingat, segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter ahli. Lalu, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Understanding Cancer- Diagnosis and Treatment – webmd.com/cancer/understanding-cancer-treatment#1, diakses pada tanggal 17-11-2018
    2. 5 of The Most Common Types of Cancer – ccsoncology.com/5-of-the-most-common-types-of-cancer/ , diakses pada tanggal 17-11-2018
    3. Know the Most Common Types of Cancer – everydayhealth.com/cancer/know-the-most-common-types-of-cancer.aspx, diakses pada tanggal 17-11-2018
    4. Common cancer types – cancer.gov/types/common-cancers, diakses pada tanggal 17-11-2018
    5. Types of cancer treatment – cancer.gov/about-cancer/treatment/types, diakses pada tanggal 17-11-2018
    Read More
  • Menurut World Health Organization (WHO) , Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Presentasi kasus kanker di seluruh Dunia berdasarkan data Globocan 2018 dari International Agency for Research on Cancer disebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dan […]

    Aktivitas Pemicu Kanker #KamiSehat

    Menurut World Health Organization (WHO) , Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Presentasi kasus kanker di seluruh Dunia berdasarkan data Globocan 2018 dari International Agency for Research on Cancer disebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia pada tahun 2018. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2012, dimana terdapat 14 juta kasus baru kanker dan 8,2 kasus kematian akibat kanker di seluruh dunia.

    Kanker yang terbanyak pada wanita secara global adalah kanker payudara (2,4%), kanker kolorektal (9,4%), kanker paru (8,4%), kanker serviks (6,6%) dan kanker tiroid (5,5%). Sedangkan kanker yang terbanyak pada pria antara lain kanker paru (14,5%), kanker prostat (13,5%), kanker kolorektal (10,9%), kanker lambung (7,2%) dan kanker hati (6,3%).

    Baca Juga: 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Bagaimana presentase kanker di Indonesia? Kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker tiroid dan kanker paru merupakan 5 besar jenis kanker terbanyak pada wanita. Kanker payudara masih menempati posisi 1 kemudian diikuti oleh kanker serviks di urutan ke 2.Terjadi perbedaan pada presentase kanker serviks pada wanita dimana berdasarkan presentase di seluruh dunia menempati urutan ke 4 sedangkan di Indonesia masih di posisi ke 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.

    Nah, sebenarnya apakah aktivitas yang dapat memicu terjadinya kanker itu?

    • Indeks massa tubuh yang tinggi. Yang berarti berat badan berlebih/obesitas meningkatkan risiko terjadinya kanker .
    • Kurang aktivitas fisik. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang buruk dan gaya hidup yang tidak aktif adalah 2 faktor utama yang yang dapat meningkatkan risiko kanker seseorang. Berdasarkan data dari (Kemenkes tahun 2014) Kelebihan berat badan, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik, yang menyebabkan 274.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya)
    • Kurang konsumsi buah dan sayur
    • Banyak konsumsi makanan olahan dan daging merah
      Menurut perkiraan terbaru oleh Global Burden of Disease Project, sekitar 34.000 kematian akibat kanker per tahun di seluruh dunia disebabkan oleh diet tinggi daging olahan. Memasak pada suhu tinggi atau dengan makanan yang bersentuhan langsung dengan nyala api atau permukaan yang panas, seperti pada memanggang atau menggoreng, menghasilkan lebih banyak jenis bahan kimia karsinogenik tertentu (seperti hidrokarbon aromatik polisiklik aromatik dan amina aromatik heterosiklik).
    • Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
      Asap rokok terdiri dari lebih dari 7.000 bahan kimia, dan lebih dari 70 diketahui dapat menyebabkan kanker (karsinogen). Beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok meliputi: Nikotin,Sianida, Benzene, Formaldehida, Metanol (alkohol kayu), Acetylene (bahan bakar yang digunakan dalam obor las), Amonia, Gas racun karbon monoksida dan nitrogen oksida, Vinil klorida, Etilen oksida, Arsenikum, Chromium, Kadmium, Nitrosamin, Hidrokarbon aromatik polynuclear. Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Contohnya adalah kanker paru dan esofagus akibat bahan kimia pada rokok, dan berbagai macam kanker lainnya.
      Konsumsi alkohol berlebihan, yang menyebabkan sekitar 351.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya . Penggunaan alkohol jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hati. Biasanya, penggunaan alkohol dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Hal ini, pada akhirnya, dapat meningkatkan risiko kanker hati. Penggunaan alkohol telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari kanker usus besar dan rektum. Hal tersebut umumnya lebih sering pada pria dibandingkan pada wanita. Ancaman terakhir dari konsumsi alkohol jangka panjang adalah kanker payudara
    • Terpapar zat karsinogenik
      Karsinogen sendiri adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Sedangkan karsinogenik merupakan substansi yang menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko timbulnya kanker. Jenis paparannya dapat berupa:
      – Fisik: sinar UV dan radiasi sinar X
      – Kimiawi: Polusi udara (di luar maupun di dalam ruangan), yang menyebabkan sekitar 71.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
      Karsinogen di lingkungan kerja, yang menyebabkan setidaknya 152.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
      Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.
    • Biologis: Infeksi virus, bakteri (Hepatitis Virus, virus Epstein Barr dapat menyebabkan kanker esofagus, kanker perut, dan limfoma. dan HPV yang menyebabkan kanker serviks)

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Di seluruh dunia, infeksi terkait dengan kanker sekitar 15% sampai 20%. Persentase ini bahkan lebih tinggi di negara-negara berkembang, tetapi lebih rendah di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.

    Wanita  yang memiliki  kebiasaan dalam  pola konsumsi makanan  berlemak dapat menyebabkan  tubuh menghasilkan lebih banyak  estrogen dan akan memicu proses pembelahan  sel yang tidak normal. Senyawa lemak juga menghasilkan  radikal bebas sehingga dapat memicu pertumbuhan sel kanker.  Lemak yang menumpuk dalam tubuh akan memengaruhi hormon yang pada akhirnya membuat sel-sel tumbuh  menjadi tidak normal dan menjadi kanker.

    Sebagai tambahan juga mengenai penjelasan sebelumnya mengenai perbedaan persentase kanker serviks. Secara global kanker serviks menjadi penyebab nomor 4 kanker pada wanita. Namun data di Indonesia masih menunjukkan posisi nomor 2. Hal tersebut disebabkan secara global sudah meningkat kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan pencegahannya. Namun di Indonesia tingkat kesadaran tersebut masih rendah sehingga kanker serviks masih menjadi nomor 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

    Apakah semua virus HPV akan menyebabkan kanker serviks atau hanya jenis tertentu? Bagaimana ciri” atau tanda awal kanker serviks? Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus HPV dengan tipe 16 dan 18. Gejala kanker serviks yang muncul umumnya adalah rasa sakit saat berhubungan, keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina, dan perdarahan. Selain itu, perdarahan setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause merupakan gejalanya juga.

    Pap smear pada wanita yang sudah aktif berhubungan seksual sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali kemudian jika hasilnya negatif dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi HPV untuk mencegah kejadian kanker serviks.

    Apakah aktivitas yang dapat menjadi pemicu kanker serviks?

    Beberapa aktivitas pemicu kanker serviks:

    1. Hubungan seksual di usia muda
    2. Berganti-ganti pasangan seksual
    3. Terdapat penyakit menukar seksual
    4. Merokok
    5. Melahirkan lebih dari 3 kali
    6. Pemakaian pil KB

    Apakah aktivitas kantor yang dapat memicu kanker?

    Beberapa aktivitas di kantor yang dapat memicu kanker adalah:

    • Aktivitas fisik yang kurang seperti terlalu banyak duduk.
    • Keadaan stres karena pekerjaan kantor yang terlalu banyak dapat menurunkan imunitas tubuh dan lebih meningkatkan risiko terjadinya kanker.
    • Konsumsi makanan fast-food (makanan cepat saji yang pastinya mengandung tinggi kalori dan lemak tapi rendah nutrisi yang lain) berlebihan saat makan siang.
    • Tidak menggunakan tabir surya sehingga kulit terpapar sinar UV.
    • Adanya shift malam yang membuat ritme sirkadian tubuh terganggu, sehingga tubuh lebih rentan terjangkit kanker.
    • Jenis pekerjaan seseorang yang bekerja di tempat yang mengandung banyak debu, zat kimia seperti asbes, gas, dan zat radioaktif.

    Baca Juga: Kanker Serviks Si Pembunuh Banyak Wanita

    Apakah jenis pekerjaan yang rentan terpapar zat pemicu kanker?

    Contoh pekerjaannya seperti yang bekerja di bidang industri pertanian, pabrik, konstruksi. Pekerjaan tersebut membuat seseorang banyak terpapar bahan seperti asbes, gas kimia, benzena, silika, debu dan zat kimia lainnya. Pekerja yang banyak bekerja di luar ruangan yang membuat lebih lama terkena paparan sinar matahari (UV) juga memiliki risiko kanker lebih tinggi dibandingkan dengan yang bekerja di ruangan.

    Apakah meletakkan ponsel dekat kepala dapat memicu kanker otak?

    Kemungkinan bahwa ponsel dapat menyebabkan kanker saat ini masih kontroversial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ponsel tidak berpengaruh pada risiko kanker. Namun, ini adalah penelitian jangka pendek yang tidak dapat secara jelas menunjukkan dampak radiasi ponsel dalam jangka panjang. Hingga saat ini, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara ponsel dan kanker. Berdasarkan penelitian National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) menunjukkan bahwa energi radiofrekuensi dari ponsel tidak menyebabkan kerusakan DNA yang bisa berakibat pada kanker.

    Bagaimana korelasi penggunaan pil KB dapat memicu kanker serviks?

    Mengenai PIL KB yang meningkatkan risiko terjadinya kanker adalah karena faktor hormonal yang terdapat dalam PIL KB itu sendiri. Berdasarkan penelitian wanita yang menggunakan pil KB selama 5 tahun memiliki risiko 10 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan pil KB sama sekali. Kemudian, wanita yang menggunakan pil kb 5-9 tahun risiko meningkat hingga 60%.Selain kanker serviks, pil KB juga meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara dan kanker endometrium. Namun, jangan takut untuk menggunakan pil KB, ya Sobat. Selama dalam pengawasan dokter tetap aman dikonsumsi.

    Apakah bra berkawat dapat menjadi salah satu pemicu kanker payudara?

    Sampai saat ini belum ada penelitian atau data medis yang cukup kuat untuk membuktikan isu bahwa bra kawat jadi salah satu penyebab kanker payudara. Penelitian yang paling akurat di tahun 2014 dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention berhasil mencatat bahwa tidak ada kaitan antara bra kawat dan kanker payudara.

    Baca Juga: Hubungan Antar Menyusui dengan Kanker Payudara

    Aktivitas apa yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara?

    Aktivitas yang dapat memicu kanker payudara yaitu tingginya konsumsi lemak, obesitas, merokok, stres, dan kurangnya tidur.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker dimana penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping […]

    Pengaruh Diet & Pola Makan Penderita Kanker

    Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker dimana penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping obat-obatan yang sedang mereka minum maupun efek samping dari kemoterapi dan radiasi yang sedang mereka jalani juga menyebabkan nafsu makan menurun. Akibat gangguan makan yang mereka alami selama menderita kanker, hal ini justru akan memperparah kondisi tubuh penderita kanker dan akan jatuh ke dalam situasi kekurangan gizi (malnutrisi).

    Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hubungan antara diet dan pola makan pada pasien penderita kanker, ada baiknya kita mengenal apakah penyakit kanker itu, apa penyebab dan apakah gejalanya.

    Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel dalam tubuh tidak normal. Kanker disebut juga tumor ganas atau neoplasia yang menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya. Gejala dari kanker umumnya beragam sesuai dengan lokasi organ yang terserang kanker. Kanker dapat menyerang bagian tubuh manapun, seperti kanker otak, kanker hati, kanker paru-paru, kanker ovarium, kanker mulut rahim, kanker usus, kanker tulang, kanker kulit dan masih banyak lainnya. Berikut ini jenis kanker terbanyak di Indonesia:

    Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia

    Menurut data Kemenkes RI pada tahun 2014, kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Insiden penyakit kanker meningkat 12,7 juta kasus dengan angka kematian 7,6 juta orang pada tahun 2008 dan meningkat pada tahun 2012 dengan 14,1 juta kasus kanker dan angka kematian 8,2 juta orang.

    Gejala yang ditimbulkan kanker umumnya beragam, tergantung dari organ mana yang terserang kanker. Namun secara umum, berikut ini gejala dari kanker:

    • Nyeri
    • Mudah lelah
    • Sesak nafas atau sulit bernafas
    • Mual
    • Diare
    • Berat badan menurun secara drastis

    Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa timbulnya jenis kanker dapat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi keadaan geografis dan rasial, berkaitan dengan gaya hidup, serta pola makan yang berbeda. Penelitian menunjukkan orang Jepang yang tinggal di Amerika lebih banyak mengalami kanker kolon. Asupan zat gizi diketahui merupakan faktor penting yang dapat menunjang terjadinya kanker. Masyarakat yang vegetarian mempunyai risiko kanker lebih rendah dibandingkan dengan non vegetarian. Sampai saat ini penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, diduga penyebab kanker berasal dari keturunan atau genetik, kebiasaan yang buruk seperti merokok, minum alkohol, seks bebas tanpa alat pelindung. Paparan radiasi dan infeksi virus maupun bakteri juga diduga dapat menyebabkan kanker.

    Lalu apa kaitannya asupan gizi dengan penyakit kanker? Asupan gizi yang tidak baik bagi tubuh dapat dianggap mencetuskan kanker. Sebaliknya, setelah terjadi kanker, maka akan memengaruhi asupan makanan yang dapat memengaruhi status gizi pasien kanker.

    Gangguan zat gizi yang dilami penderita kanker dapat disebabkan asupan makanan yang kurang maupun gangguan penyerapan nutrien gizi di usus akibat kanker yang dialami.

    Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyakit kanker yaitu asupan lemak, konsumsi lemak dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kanker, sebab lemak mempunyai sifat Cancer Promoting. Misalnya konsumsi lemak berlebih, akan memicu peningkatan hormon esterogen yang merangsang tumbuhnya kanker payudara.

    Selain itu, konsumsi lemak berlebih akan merangsang keluarnya cairan empedu berlebih, selanjutnya mikroorganisme di usus akan diubah menjadi zat karsinogenik. Lemak yang biasa dikonsumsi biasanya adalah lemak jahat atau PUFA (Asam lemak poliunsaturated) yang mengalami proses hidrogenasi akan membentuk asam lemak trans, yang akan merangsang timbulnya kanker.

    Seseorang yang divonis kanker akan mengalami ketakutan, kecemasan dan stres yang merangsang hormon katekolamin, yaitu hormon yang dapat menurunkan nafsu makan (anoreksia). Penurunan nafsu makan akan diikuti dengan penurunan berat badan yang drastis, yang akan berakibat kakesia (ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan zat gizi yang dibutuhkan tubuh), kakesia yang berlangsung lama akan menyebabkan kekurangan gizi (malnutrisi). Sebanyak 20-50% penderita kanker akan mengalami masalah gizi malnutrisi. Selain karena efek samping dari kondisi psikologis pasien kanker, malnutrisi juga dapat disebabkan karena efek samping pengobatan kanker, yang menyebabkan efek samping mual, muntah, gangguan menelan, diare atau gangguan penyerapan makanan pada usus.

    Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat dibutuhkan, dengan cara memberikan motivasi pada penderita kanker agar mengonsumsi makanan untuk mendukung daya tahan tubuhnya. Keluarga sebaiknya mengawasi makanan agar pasien kanker tidak semakin parah. Asupan gizi sangat berperan penting sejak penderita kanker didiagnosis, pelaksanaan pengobatan sampai penyembuhan.

    Pada penderita kanker, kebutuhan gizi akan meningkat akibat proses keganasannya. Selain itu, pengobatan penyakit kanker, radioterapi dan kemoterapi akan lebih berguna apabila status gizi pasien dalam keadaan baik. Penatalaksanaan makanan dengan memaksimalkan asupan makanan sangat berguna untuk mengurangi gejala akan efek samping pengobatan sehingga pengobatan dapat dilakukan secara maksimal sampai tahap terakhir.

    Berikut ini anjuran asupan makanan yang baik bagi penderita kanker :

    1. Konsumsi makanan yang mengandung cukup karbohidrat seperti nasi, gandum, kentang dan umbi-umbian. Karbohidrat sangat baik bagi kanker sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan selama proses pengobatan, agar tidak terjadi efek samping pengobatan seperti lemas dan rentan terhadap infeksi bakteri, virus maupun jamur.
    2. Konsumsi sayur dan buah. Makanan yang mengandung sayur dan buah, kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, serta mineral dan antioksidan yang bermanfaat mencegah sembelit atau konstipasi. Selain itu, antioksidan berfungsi untuk melarutkan sisa metabolisme obat kemoterapi dalam tubuh, sel kanker yang rusak atau sel kanker yang mati dalam tubuh akibat pengobatan.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging, telur, tahu, tempe dan susu. Protein berfungsi sebagai zat pembangun bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak akibat kanker maupun akibat pengobatan kanker. Selain itu, protein berfungsi sebagai sumber energi tambahan apabila sumber energi dari lemak dan karbohidrat kurang di dalam tubuh.

    Nah, Sobat itulah ulasan seputar diet dan pola makan pada penderita kanker. Informasi kesehatan maupun produk kesehatan lain, dapat diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Kusumawardani N. PENANGANAN NUTRISI PADA PENDERITA KANKER [Internet]. Ejournal.litbang.depkes.go.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/940
    2. [Internet]. Iccc.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: iccc.id/uploads/201801/TERAPI_NUTRISI_PADA_PASIEN_KANKER.pdf
    3. Danty Putri S, Adiningsih S. Peranan Dukungan Pendamping dan Kebiasanaan Makan Pasien Kanker Selama Menjalani Terapi. Universitas Airlangga [Internet]. 2018 [cited 25 September 2018];:1-9. Available from: webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Z1C2VXkeomoJ : e-journal.unair.ac.id/MGI/article/download/3376/2417+&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id
    4. Coa K, Epstein J, Ettinger D, Jatoi A, McManus K, Platek M et al. The Impact of Cancer Treatment on the Diets and Food Preferences of Patients Receiving Outpatient Treatment. Nutrition and Cancer. 2015;67(2):339-353.
    5. Nutrition and Physical Activity During and After Cancer Treatment: Answers to Common Questions [Internet]. Cancer.org. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-and-physical-activity-during-and-after-cancer-treatment.html
    Read More
  • Makanan Pencegah Kanker Serviks – Kanker Serviks tentu kata yang tidak asing di dengar. Penyakit satu ini paling banyak menyerang kaum wanita di dunia. Penyakit yang disebabkan virus HPV ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker serviks menjadi kanker kedua terbanyak di Indonesia yang menyerang wanita setelah kanker payudara. Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat juga […]

    10 Makanan Si Pencegah Kanker Serviks

    Makanan Pencegah Kanker Serviks – Kanker Serviks tentu kata yang tidak asing di dengar. Penyakit satu ini paling banyak menyerang kaum wanita di dunia. Penyakit yang disebabkan virus HPV ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker serviks menjadi kanker kedua terbanyak di Indonesia yang menyerang wanita setelah kanker payudara.

    Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat juga dapat memperburuk Sahabat dan meningkatkan risiko terjadinya kanker. Berdasarkan American Cancer Society yang dikutip dari CNN Indonesia, konsumsi sayuran setiap hari dapat menurunkan risiko wanita terserang kanker serviks.

    Makanan sehat apa saja untuk mencegah kanker serviks? Berikut 10 Makanan si pencegah kanker serviks

    1.   Sayuran Hijau

    Sayuran hijau adalah salah satu makanan sehat yang cocok Sahabat konsumsi.  Sayuran hijau kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, enzim dan serat. Konsumsilah sayuran setiap harinya minimal 3 porsi, ya Sahabat. Anda dapat memilih bayam, kangkung, bokcoy atau sayuran hijau lain untuk dikonsumsi.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    1. Brokoli

    sumber: jambonewspot

    Siapa yang tidak suka sayuran satu ini? Brokoli kaya akan glutathione yang dikenal sebagai “Master antioksidan” yang mampu menangkal radikal bebas. Selain itu, Brokoli menjadi salah satu makanan yang berkhasiat membersihkan dan menghabiskan estrogen atau mencegah penyebab kanker dalam tubuh. Jadi, sangat cocok bagi wanita agar terhindar dari kanker payudara dan kanker rahim.

    1. Keluarga Berry
    keluarga berry

    source: isanook

    Siapa sangka keluarga berry yang kecil dan lucu ini ternyata memiliki banyak manfaat. Buah berry dapat membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen, menurunkan risiko penyakit jantung dan menangkal radikal bebas salah satu pemicu kanker.

    1. Buah dan sayuran berwarna jingga

    Makanan si pencegah kanker selanjutnya yaitu buah dan sayuran berwarna jingga. Buah dan sayur berwarna jingga ini sering kita temui seperti wortel, buah labu, dan sebagainya.  Namun, masih banyak yang belum mengetahui manfaat dari buah dan sayuran yang berwarna jingga. Beberapa khasiatnya adalah meningkatkan fungsi mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu masalah kulit serta mencegah terjadinya kanker.

    1. Herbal dan rempah-rempah

    Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan rempah-rempahnya. Rempah-rempah tidak hanya menambahkan rasa pada makanan, tetapi rempah-rempah memiliki dampak positif untuk kesehatan. Sebagai contohnya, kunyit dan jahe, dua rempah ini memiliki manfaat dalam mengurangi risiko terkena kanker.

    1. Daging Organik

    source: healthfreedoms

    Daging organik menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan untuk melawan kanker. Daging dianggap sebagai makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti vitamin A, B, D dan Zinc yang baik untuk Sahabat. Pastikan untuk mengolah daging dengan baik dan benar agar terhindar dari parasit-parasit dalam daging.

    Baca Juga: 6 Fakta dan Mitos Seputar Imunisasi

    1. Kacang

    Kabar gembira bagi penggemar kacang. Kacang tidak hanya mengurangi risiko penyakit jantung, tetapi juga bermanfaat mencegah kanker. Kandungan asam p-coumaric dan vitamin E di dalamnya dapat menurunkan risiko kanker perut, paru-paru, hati dan kanker lainnya. Cobalah cara lain untuk menikmati kacang dengan menggunakan roti gandum dan selai kacang.

    1. Teh

            Teh menjadi salah satu minuman favorit keluarga saat bersantai. Tahukah Sahabat, teh mengndung senyawa katekin yang bermanfaat untuk kesehatan. Katekin mampu menghambat pertumbuhan kanker. Peminum teh hijau memiliki risiko lebih rendah pada pengembangan kanker dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi, berdasarkan studi di China.

    1. Whole wheat bread

    Source: King Arthur Flour

    Makanan selanjutnya yaitu roti gandum. Namun saat membeli, pastikan memilih roti gandum yang berlabel whole wheat, ya. Whole wheat bread merupakan roti gandum utuh yang tinggi nutrisi seperti vitamin B, serat, fitonutrien, lemak baik dan mineral. Nutrisi-nutrisi itu sangat bermanfaat membantu melawan kanker.

    Baca Juga: 10 Test Kesehatan Pranikah Untuk Anda dan Pasangan

    1. Jamur

    Sayuran satu ini memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sumber antioksidan, mengontrol berat badan dan melawan kanker juga loh. Jamur kaya akan antioksidan yang dapat membersihkan tubuh dari radikal bebas. Kandungan beta-glukan dan asam linoleat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

    Jadi, itulah 10 makanan si pencegah kanker serviks dan kanker lainnya yang dapat membantu Sahabat. Selain menjaga pola hidup, perlindungan tambahan juga diperlukan untuk mencegah kanker serviks dengan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV bisa Sahabat dapatkan di ProSehat Aplikasi Panggil Dokter ke Rumah.

    Sahabat dapat berkonsultasi seputar vaksinasi HPV bersama Maya (Asisten Kesehatan ProSehat) melalui Telp/ SMS/ WhatsApp: 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com. Jangan lupa  install Aplikasi ProSehat di Google Play atau Apps Store.

    Sumber:

    1. Dr.Axe. “Top 12 Cancer-Fighting Foods” Diakses pada 4 April 2018
    2. Haurissa, Andreas Erick. “10 Makanan yang harus Dikonsumsi oleh Wanita”. Diakses pada 4 April 2018
    3. Suara. Utami, Esti. “5 Rempah untuk Melawan Kanker”. Diakses pada 4 April 2018
    4. Merdeka. Ananda, Kun Sila. “Daging Organik Mengandung Lebih Banyak Parasit?”. Diakses pada 4 April 2018
    5. Kompas.com. “8 Manfaat Kacang Tanah Bagi Kesehatan”. Diakses pada 4 April 2018
    6. Kompas.com. “12 Makanan Super Pelawan Kanker”. Diakses pada 4 April 2018
    7. I. R. D, Anjarsari. (2016). Katekin Teh Indonesia: Prospek dan Manfaatnya. Jurnal Kultivasi, Vol. 15(2), 99
    8. Mother & Baby Indonesia. “5 Makanan ini dapat Cegah Kanker Serviks”. Diakses pada 4 April 2018
    9. K. Febrianti Diah. “5 Manfaat Penting Jamur Untuk Kesehatan Tubuh”. Diakses pada 4 April 2018
    10. S. Eddy Tri. “Manfaat Jamur Bagi Kesehatan”. Diakses pada 4 April 2018

     

    Read More
  • Gejala Kanker Serviks – Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di […]

    5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala Kanker Serviks – Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun, di tahun 2016, kondisinya kembali memburuk dan pada akhirnya Julia Perez harus menyerah melawan kanker serviks.

    Kisah lainnya dari pejuang kanker serviks yaitu Ibu Elly Mawati yang merupakan salah satu anggota CISC (Cancer Information & Support Center) yang aktif menyebarkan kepedulian tentang Kanker serviks dan HPV. Ibu Elly harus merasakan mimpi-mimpinya terenggut di tahun 2015.  Ibu Elly mengeluh keputihan yang tidak wajar yang ia alami. Keputihan yang parah tersebut membuat Ibu Elly memilih menggunakan pembalut setiap harinya dan 2 jam sekali harus buang air kecil.

    Ibu Elly memutuskan untuk melakukan pap smear dengan hasil ia positif mengidap kanker serviks. Hatinya hancur berkeping-keping menerima kenyataan bahwa ia menderita kanker serviks. Saat mengetahui kanker serviks tersebut masih stadium awal, Ia melakukan operasi pengangkatan rahim. Dorongan orang-orang sekitar dan para rekan di komunitasmembuat Ibu Elly yakin dapat melewatinya.  

    Kemudian cerita lain juga dialami oleh Ibu Evie Trefina yang menderita kanker serviks stadium 3B dan telah menjalani delapan kali kemoterapi, 25 kali radioterapi eksternal serta tiga kali radioterapi internal enam tahun yang lalu. Biaya yang dikeluarkan Ibu Evie tidaklah sedikit, pasalnya untuk satu kali kemoterapi, Ibu Evie harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp 20 juta. Gejala yang dialami Ibu Evie hampir sama dengan Ibu Elly yaitu keputihan yang berlebihan, hanya saja Ibu Evie harus mengalami pendarahan. Tidak lama setelah itu Ibu Evie menemukan flek darah yang lama-lama semakin banyak.

    Kisah dari Julia Perez, Ibu Elly dan Ibu Evie menjadi pelajaran agar kita perlu waspada terhadap gejala-gejala kanker serviks stadium awal. Biasanya gejala pada stadium awal tidak menunjukkan apapun, gejala baru akan terlihat saat stadium lanjut. Oleh karena itu, mari kita kenali lebih lanjut gejala-gejala kanker serviks:

    1. Pendarahan yang Tidak Biasa

    Pendarahan yang tidak biasa menjadi salah satu gejala kanker serviks di stadium awal yang harus ditangani lebih cepat dan serius. Pendarahan biasa disertai dengan keluarnya cairan-cairan atau flek berwarna dan bau  yang tidak biasa. Pendarahan hebat juga bisa terjadi setelah berhubungan seksual.

    2. Rasa Nyeri Bagian Panggul

    Apabila anda merasakan nyeri dibagian panggul, segera periksakan ke dokter karena nyeri panggul dapat menjadi salah satu gejala dari kanker serviks yang efek nyerinya menyebar ke bagian panggul. Hal ini disebabkan karena reaksi peradangan  yang ditimbulkan dari kanker serviks menjalar ke saraf di daerah panggul.

    3. Tubuh Mudah Lemas

    Apabila badan terasa lemah, lesu dan letih dalam jangka waktu yang lama, berhati-hatilah. Apalagi bila disertai dengan penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun banyak faktor yang dapat menurunkan kondisi badan, ada baiknya memeriksakan diri untuk menyingkirkan gejala dari kanker serviks.

    4. Perubahan Pola Buang Air Besar atau Kecil

    Apabila Kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, gejala yang dirasakan juga menjadi bervariasi tergantung pada penyebaran kankernya. Letak serviks di ruang panggul berdekatan dengan usus besar dan kandung kemih. Invasi sel kanker ke kandung kemih dan usus dapat menyebabkan perubahan pada pola buang air besar/kecil. Sembelit, kencing ada darah, hingga sering mengompol karena hilangnya kontrol terhadap kandung kemih dapat terjadi.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    5. Keluarnya Cairan Berbau

    Kanker serviks sering ditandai dengan keputihan tidak normal berupa cairan berwarna putih atau hijau kekuningan dalam jumlah yang banyak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada organ intim Anda. Segera periksa diri Anda bila memiliki keluhan keputihan seperti ini.

    Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan yang dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dini gejala-gejalanya. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat seperti berolahraga, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Selain itu, vaksinasi HPV merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk terhindar dari kanker serviks.

    Vaksinasi kanker serviks bisa Anda dapatkan di ProSehat layanan kesehatan vaksinasi ke rumah. Vaksin terjamin asli dan Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter profesional dengan jadwal penyuntikan yang fleksibel. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi kanker serviks, Anda bisa bertanya langsung dengan Maya (Asisten Kesehatan ProSehat) melaluiTelp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik di www.prosehat.com

    Sumber:

    BBC. “Julia Perez Tutup Usia Setelah Tiga  Tahun Melawan Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018

    CegahKankerServiks. Kicks. “Komunitas dan Keluarga adalah Payung Saya Dalam Melawan Badai”. Diakses pada 9 Maret 2018

    CnnIndonesia. Taylor, Gloria Safira. “Cerita Perjuangan Evie Trefina, PenyintasKankerServiks”. Diaksespada 9 Maret 2018

    TanyaDok. “Gejala Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018

    Tanyadok. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. Diakses pada 9 Maret 2018

    TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018

    TanyaDok. “Haid Tidak Teratur”. Diakses pada 9 Maret 2018

    Tanyadok. Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim Dengan Vaksinasi”. Diakses pada 9 Maret 2018

    Read More
  • Mungkin banyak yang mengira bahwa penyakit kanker hanya menyerang orang tua. Menurut dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A., kanker dapat terjadi pada setiap orang, tidak pandang bulu usia, jenis kelamin atau bahkan ras. Ya, kanker dapat menyerang setiap orang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan angka kejadian kanker anak diperkirakan berkisar antara 2-3% dari kasus […]

    Kanker Juga Bisa Menyerang Anak

    Mungkin banyak yang mengira bahwa penyakit kanker hanya menyerang orang tua. Menurut dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A., kanker dapat terjadi pada setiap orang, tidak pandang bulu usia, jenis kelamin atau bahkan ras. Ya, kanker dapat menyerang setiap orang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan angka kejadian kanker anak diperkirakan berkisar antara 2-3% dari kasus kanker secara keseluruhan.

    kanker anak

    Jika persentase tersebut disuguhkan dalam bentuk angka yang nyata, kurang lebih 4.100 kasus kanker anak terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Angka tersebut tentunya bukan angka yang kecil. Antara tahun 2006 sampai 2009, di Rumah Sakit Kanker Darmais sendiri kasus kanker anak meningkat perlahan namun pasti. Hal ini juga ditegaskan oleh WHO yang memprediksi bahwa pada tahun 2020 jumlah kasus kanker di negara-negara berkembang akan meningkat hingga 50% dibandingkan tahun ini.

    Kemudian apa yang harus dilakukan untuk mencegah kanker menyerang anak? Jawabannya mungkin terdengar klise, tapi kanker pada anak tidak dapat dicegah. Dari sekian jumlah kanker pada anak, hanya 1 jenis kanker yang dapat dideteksi secara dini. Membangun kesadaran akan bahaya kanker dan mengupas tuntas gejala-gejala yang timbul menjadi satu-satunya cara untuk memperkecil risiko kanker tersebut.

    Penyebab Kanker Anak

    Mungkin banyak orang tua yang merasa kecolongan dan akhirnya menyalahkan diri mereka sendiri yang tidak dapat melihat gejala dari suatu kanker yang menyerang anak mereka. Hingga kemudian mereka bertanya, apa penyebab kanker pada anak? Jawabannya sulit dan hampir semua bahan bacaan tentang kanker di dunia menyatakan bahwa penyebab kanker pada anak hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Bahkan beberapa pakar di belahan dunia lain sempat mencoba mengaitkan kejadian kanker anak dengan lingkungan yang ada di sekitar anak-anak. Hal tersebut masih berupa perkiraan, belum menjadi suatu teori yang jelas dan pasti.

    Upaya yang tepat untuk mengatasi kanker pada anak dengan permasalahan yang ditemui untuk perawatan mereka adalah dengan melakukan sosialisasi terhadap orang tua tentang gejala-gejala kanker pada anak mereka. Mungkin tindakan ini tidak akan berpengaruh terhadap lonjakan kasus kanker anak yang terus meningkat, namun hal ini tentunya dapat membangun kesadaran untuk dengan cepat mengetahui gejala yang muncul pada stadium awal. Secara teori, jika seorang anak dengan kanker ditemukan masih dalam keadaan stadium awal, kemungkinan ia sembuh lebih besar dibandingkan ketika ia ditemukan dalam keadaan stadium lanjut.

    Menurut Departemen Onkologi Anak RSKD, jumlah kasus kanker pada anak yang dirawat dan sudah dalam keadaan stadium lanjut sekitar 43% dari keseluruhan kasus kanker. Mengetahui hal tersebut, dilakukanlah sosialisasi secara gencar dengan memanfaatkan berbagai media yang ada. Kemudian pada tahun 2008, jumlahnya turun hingga 35%. Dan pada tahun 2009, jumlahnya turun hingga 34,3%. Perubahan tersebut sangat signifikan.

    Melalui tulisan ini dan tulisan lain yang akan kami share pada minggu pertama bulan Februari ini, semoga akan lebih banyak lagi orang tua yang mengerti dengan jelas gejala apa saja yang harus diwaspadai bila dicurigai si kecil terkena kanker. Dan jika sudah yakin, jangan ragu untuk segera membawa si kecil ke rumah sakit untuk mengkonfirmasi gejala yang timbul tersebut apakah benar kanker atau bukan. Oleh karena itu, jangan pernah bosan mensosialisasikan gejala kanker pada anak, khususnya kepada orang tua.

    Narasumber:

    dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A. (TanyaDok.com)

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja