Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kanker”

Showing 1–10 of 11 results

  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit […]

    5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Sahabat Ketahui

    Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun, di tahun 2016, kondisinya kembali memburuk dan pada akhirnya Julia Perez harus menyerah melawan kanker serviks.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kisah lainnya dari pejuang kanker serviks yaitu Ibu Elly Mawati yang merupakan salah satu anggota CISC (Cancer Information & Support Center) yang aktif menyebarkan kepedulian tentang Kanker serviks dan HPV. Ibu Elly harus merasakan mimpi-mimpinya terenggut di tahun 2015.  Ibu Elly mengeluh keputihan yang tidak wajar yang ia alami. Keputihan yang parah tersebut membuat Ibu Elly memilih menggunakan pembalut setiap harinya dan 2 jam sekali harus buang air kecil.

    Ibu Elly memutuskan untuk melakukan pap smear dengan hasil ia positif mengidap kanker serviks. Hatinya hancur berkeping-keping menerima kenyataan bahwa ia menderita kanker serviks. Saat mengetahui kanker serviks tersebut masih stadium awal, Ia melakukan operasi pengangkatan rahim. Dorongan orang-orang sekitar dan para rekan di komunitasmembuat Ibu Elly yakin dapat melewatinya.  

    Kemudian cerita lain juga dialami oleh Ibu Evie Trefina yang menderita kanker serviks stadium 3B dan telah menjalani delapan kali kemoterapi, 25 kali radioterapi eksternal serta tiga kali radioterapi internal enam tahun yang lalu. Biaya yang dikeluarkan Ibu Evie tidaklah sedikit, pasalnya untuk satu kali kemoterapi, Ibu Evie harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp 20 juta. Gejala yang dialami Ibu Evie hampir sama dengan Ibu Elly yaitu keputihan yang berlebihan, hanya saja Ibu Evie harus mengalami pendarahan. Tidak lama setelah itu Ibu Evie menemukan flek darah yang lama-lama semakin banyak.

    Kisah dari Julia Perez, Ibu Elly dan Ibu Evie menjadi pelajaran agar kita perlu waspada terhadap gejala-gejala kanker serviks stadium awal. Biasanya gejala pada stadium awal tidak menunjukkan apapun, gejala baru akan terlihat saat stadium lanjut. Oleh karena itu, mari kita kenali lebih lanjut gejala-gejala kanker serviks:

    1. Pendarahan yang Tidak Biasa

    Pendarahan yang tidak biasa menjadi salah satu gejala kanker serviks di stadium awal yang harus ditangani lebih cepat dan serius. Pendarahan biasa disertai dengan keluarnya cairan-cairan atau flek berwarna dan bau  yang tidak biasa. Pendarahan hebat juga bisa terjadi setelah berhubungan seksual.

    2. Rasa Nyeri Bagian Panggul

    Apabila anda merasakan nyeri dibagian panggul, segera periksakan ke dokter karena nyeri panggul dapat menjadi salah satu gejala dari kanker serviks yang efek nyerinya menyebar ke bagian panggul. Hal ini disebabkan karena reaksi peradangan  yang ditimbulkan dari kanker serviks menjalar ke saraf di daerah panggul.

    3. Tubuh Mudah Lemas

    Apabila badan terasa lemah, lesu dan letih dalam jangka waktu yang lama, berhati-hatilah. Apalagi bila disertai dengan penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun banyak faktor yang dapat menurunkan kondisi badan, ada baiknya memeriksakan diri untuk menyingkirkan gejala dari kanker serviks.

    Baca Juga: Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    4. Perubahan Pola Buang Air Besar atau Kecil

    Apabila Kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, gejala yang dirasakan juga menjadi bervariasi tergantung pada penyebaran kankernya. Letak serviks di ruang panggul berdekatan dengan usus besar dan kandung kemih. Invasi sel kanker ke kandung kemih dan usus dapat menyebabkan perubahan pada pola buang air besar/kecil. Sembelit, kencing ada darah, hingga sering mengompol karena hilangnya kontrol terhadap kandung kemih dapat terjadi.

    5. Keluarnya Cairan Berbau

    Kanker serviks sering ditandai dengan keputihan tidak normal berupa cairan berwarna putih atau hijau kekuningan dalam jumlah yang banyak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada organ intim Anda. Segera periksa diri Anda bila memiliki keluhan keputihan seperti ini.

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV di Masa Pandemi Corona?

    Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan yang dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dini gejala-gejalanya. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat seperti berolahraga, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Selain itu, vaksinasi HPV merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk terhindar dari kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Vaksinasi kanker serviks bisa Sahabat dapatkan di Prosehat layanan kesehatan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    1. BBC. “Julia Perez Tutup Usia Setelah Tiga  Tahun Melawan Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    2. CegahKankerServiks. Kicks. “Komunitas dan Keluarga adalah Payung Saya Dalam Melawan Badai”. Diakses pada 9 Maret 2018
    3. CnnIndonesia. Taylor, Gloria Safira. “Cerita Perjuangan Evie Trefina, PenyintasKankerServiks”. Diaksespada 9 Maret 2018
    4. TanyaDok. “Gejala Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    5. Tanyadok. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. Diakses pada 9 Maret 2018
    6. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    7. TanyaDok. “Haid Tidak Teratur”. Diakses pada 9 Maret 2018
    8. Tanyadok. Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim Dengan Vaksinasi”. Diakses pada 9 Maret 2018
    Read More
  • Kanker merupakan penyakit kritis penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Sel-sel kanker yang bersifat abnormal ini dapat berkembang terus-menerus tak terkendali pada bagian tubuh mana pun, tak terkecuali organ reproduksi wanita. Dua faktor utama penyebab terjadinya kanker adalah faktor lingkungan dan faktor keturunan, di  mana faktor lingkungan lebih berpengaruh besar. Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama? Nah, perlu diketahui, ada […]

    Yuk, Mulai Waspadai Beberapa Faktor Penyebab Kanker pada Wanita!

    Kanker merupakan penyakit kritis penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Sel-sel kanker yang bersifat abnormal ini dapat berkembang terus-menerus tak terkendali pada bagian tubuh mana pun, tak terkecuali organ reproduksi wanita. Dua faktor utama penyebab terjadinya kanker adalah faktor lingkungan dan faktor keturunan, di  mana faktor lingkungan lebih berpengaruh besar.

    penyebab kanker pada wanita

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Nah, perlu diketahui, ada beberapa jenis kanker yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Yuk, kita bahas satu-persatu supaya kamu bisa mengantisipasi dan mendeteksinya sejak dini.

    1.Kanker Kolorektal

    Kanker kolorektal merupakan pertumbuhan abnormal dari sel kanker pada bagian usus besar hingga rektum. Jenis kanker ini sangat berbahaya, bahkan menjadi penyebab kematian nomor satu dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Kanker kolorektal dapat dialami oleh kaum pria maupun wanita. 1 dari 24 wanita bisa berisiko mengalami ini, lebih umum terjadi dibandingkan pada pria. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kanker kolorektal:

    • Obesitas
    • Merokok
    • Mengidap diabetes tipe 2
    • Tidak menjaga pola hidup yang sehat
    • Mengkonsumsi daging dengan olahan yang tinggi
    • Memiliki riwayat penyakit radang usus
    • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit kanker kolorektal atau polip

    2. Kanker Paru-paru

    Kanker paru-paru bisa berisiko terjadi pada kaum pria maupun wanita. Namun dalam 41 tahun terakhir, angka kejadian pada pria sudah menurun 35% dan pada wanita justru meningkat sebesar 87%. Kanker paru-paru sebenarnya banyak jenisnya, namun yang paling umum terjadi pada wanita adalah adenokarsinoma. Beberapa faktor penyebab kanker paru-paru, antara lain:

    • Perokok aktif maupun pasif
    • Riwayat menjalani radioterapi
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker paru-paru
    • Bertempat tinggal dilingkungan yang tercemar zat berbahaya
    • Sering terpapar polusi udara saat di luar

    3. Kanker Tiroid

    Kanker tiroid tiga kali lebih cepat berkembang pada wanita daripada pria, apalagi pada wanita berusia muda. Perkembangan penyakitnya sendiri ada yang terjadi sangat lambat dan ada juga yang sangat cepat. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kanker tirotid, yaitu:

    • Mengidap penyakittiroid seperti gondok atau peradangan kelenjar tiroid
    • Memiliki riwayat paparan radiasi seperti radioterapi
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker tiroid
    • Obsesitas

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    4. Kanker Payudara

    Tidak asing lagi ketika mendengar kanker payudara, yang juga merupakan penyebab kematian paling umum pada wanita. Adapun peluang wanita akan mengalami kanker payudara adalah sebanyak 1 banding 8. Kanker jenis ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

    • Faktor genetik, adanya mutasi gen BRCA1 dan BRCA2
    • Memasuki usia menopause
    • Wanita yang mengalami menstruasi di bawah 12 tahun dan menopause di atas 55 tahun
    • Payudara padat yang lebih banyak jaringan ikat dibandingkan lemak
    • Memilikiriwayat kanker payudara sebelumnya
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker payudara
    • Pernah mengalami terapi radiasi dibagian dada seperti perawatan Limfoma Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening

    5. Kanker Rahim

    Kanker endometrium atau yang sering dikenal sebagai kanker rahim adalah jenis kanker yang tumbuh di bagian dinding rahim. Gejala kanker rahim yang paling umum terjadi adalah terjadinya pendarahan dari vagina diluar masa haid atau saat sudah memasuki masa menopause, kehilangan nafsu makan, cepat kenyang, perut kembung, bengkak dan nyeri pada panggul. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kanker rahim adalah:

    • Berusia di atas 50 tahun
    • Mulai menstruasi usia terlalu dini dan menopause terlambat
    • Obesitas
    • Pola makan yang tinggi akan lemak dan kalori
    • Menderita diabetes
    • Memilikiriwayat kanker payudara atau kanker ovarium
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker rahim
    • Menderita pertumbuhan berlebih pada jaringan endometrium
    • Memiliki riwayat keluargadengan kanker rahim atau kolorektal
    • Mengikuti hormone repalcement therapy

    6. Kanker Serviks

    Penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim ini terjadi karena adanya virus HPV tipe 16 dan 18. Kanker serviks terjadi paling sering pada wanita yang berusia 35-55 tahun. Tapi, kanker serviks tidak akan terjadi pada wanita yang belum melakukan hubungan seksual. Adapun beberapa faktor terjadinya kanker serviks adalah sebagai berikut:

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    • Kebiasaan merokok
    • Hubungan seksual pertamadi usia muda
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Menggunakan jeniskontrasepsi oral dalam waktu panjang
    • Infeksi human papillomavirus(HPV)
    • Menderita penyakit menular seksual sepertigonore, sifilis, klamidia, ataupun kutil kelamin
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker serviks

    7. Kanker vulva

    Kanker vulva terjadi akibat pertumbuhan sel yang abnormal pada bagian bibir vagina, yang awal mulanya dari penyakit menular seksual. Kanker ini berupa benjolan yang terasa sangat gatal, rapuh, dan terasa nyeri pada bibir vagina dan bisa dideteksi dengan biopsi. Beberapa faktor penyebab kanker vulva, adalah:

    • Kebiasaan merokok
    • Infeksi Human papillomavirus(HPV)
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Melakukan hubungan seksual sejak dini
    • Peradangan vulva menahun
    • Mempunyai penyakit kulit pada area vulva

    8. Kanker Vagina

    Kanker vagina juga memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama dengan kanker serviks. Kanker jenis ini merupakan kanker yang langka terjadi, namun tidak boleh sesekali disepelekan karena bisa mengancam jiwa. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kanker vagina:

    • Kebiasaan merokok
    • Berusia lebih dari 60 tahun
    • Memiliki riwayat infeksi HIV
    • Infeksi Human papillomavirus(HPV)
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Penggunaanobat diethylstilboestrol
    • Mempunyai riwayat kanker serviks

    9. Kanker Saluran Tuba

    Saluran tuba falopi yang merupakan jalur sperma menuju sel telur juga bisa terserang kanker, yang disebut dengan kanker saluran tuba. Pada umumnya, wanita yang mengidap kanker saluran tuba tidak merasakan gejala apapun dan kanker ini memang jarang terjadi pada wanita. Sampai saat ini penyebab kanker saluran tuba juga belum ditemukan.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Itulah Sahabat Sehat mengenai beberapa faktor penyebab kanker pada wanita. Supaya Sahabat tidak terkena salah satu kanker di atas, yaitu kanker serviks, Sahabat bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi kanker HPV di Prosehat. Layanan vaksinasi ini bisa datang ke rumah, dan mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Media K. 6 Jenis Kanker yang Menyerang Sistem Reproduksi Wanita Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2016/11/15/170500523/6.jenis.kanker.yang.menyerang.sistem.reproduksi.wanita?page=all
    2. Sendari A. 8 Jenis Kanker yang Rentan Dialami Wanita, Waspadai [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4200344/8-jenis-kanker-yang-rentan-dialami-wanita-waspadai
    3. Kanker pada Organ Reproduksi Wanita – RS Awal Bros [Internet]. RS Awal Bros. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: http://awalbros.com/kebidanan-dan-kandungan/kanker-pada-organ-reproduksi-wanita/
    4. 5 Jenis Penyakit Kanker yang Kerap Menyerang Wanita [Internet]. Pfimegalife.co.id. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/5-jenis-penyakit-kanker-yang-kerap-menyerang-wanita
    5. Media K. 3 Penyebab Kanker Vagina yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/06/180500168/3-penyebab-kanker-vagina-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    6. Media K. 6 Penyebab Kanker Tiroid yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/31/133300068/6-penyebab-kanker-tiroid-yang-perlu-diwaspadai?page=all

     

    Read More
  • Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping […]

    Pengaruh Diet & Pola Makan Penderita Kanker

    Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping obat-obatan yang sedang mereka minum maupun efek samping dari kemoterapi dan radiasi yang sedang mereka jalani juga menyebabkan nafsu makan menurun. Akibat gangguan makan yang mereka alami selama menderita kanker, hal ini justru akan memperparah kondisi tubuh penderita kanker dan akan jatuh ke dalam situasi kekurangan gizi (malnutrisi).

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hubungan antara diet dan pola makan pada pasien penderita kanker, ada baiknya kita mengenal apakah penyakit kanker itu, apa penyebab dan apakah gejalanya.

    Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel dalam tubuh tidak normal. Kanker disebut juga tumor ganas atau neoplasia yang menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya. Gejala dari kanker umumnya beragam sesuai dengan lokasi organ yang terserang kanker. Kanker dapat menyerang bagian tubuh manapun, seperti kanker otak, kanker hati, kanker paru-paru, kanker ovarium, kanker mulut rahim, kanker usus, kanker tulang, kanker kulit dan masih banyak lainnya. Berikut ini jenis kanker terbanyak di Indonesia:

    Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia

    Menurut data Kemenkes RI pada tahun 2014, kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Insiden penyakit kanker meningkat 12,7 juta kasus dengan angka kematian 7,6 juta orang pada tahun 2008 dan meningkat pada tahun 2012 dengan 14,1 juta kasus kanker dan angka kematian 8,2 juta orang.

    Gejala yang ditimbulkan kanker umumnya beragam, tergantung dari organ mana yang terserang kanker. Namun secara umum, berikut ini gejala dari kanker:

    • Nyeri
    • Mudah lelah
    • Sesak nafas atau sulit bernafas
    • Mual
    • Diare
    • Berat badan menurun secara drastis

    Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa timbulnya jenis kanker dapat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi keadaan geografis dan rasial, berkaitan dengan gaya hidup, serta pola makan yang berbeda. Penelitian menunjukkan orang Jepang yang tinggal di Amerika lebih banyak mengalami kanker kolon. Asupan zat gizi diketahui merupakan faktor penting yang dapat menunjang terjadinya kanker. Masyarakat yang vegetarian mempunyai risiko kanker lebih rendah dibandingkan dengan non vegetarian. Sampai saat ini penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, diduga penyebab kanker berasal dari keturunan atau genetik, kebiasaan yang buruk seperti merokok, minum alkohol, seks bebas tanpa alat pelindung. Paparan radiasi dan infeksi virus maupun bakteri juga diduga dapat menyebabkan kanker.

    Lalu apa kaitannya asupan gizi dengan penyakit kanker? Asupan gizi yang tidak baik bagi tubuh dapat dianggap mencetuskan kanker. Sebaliknya, setelah terjadi kanker, maka akan memengaruhi asupan makanan yang dapat memengaruhi status gizi pasien kanker.

    Gangguan zat gizi yang dilami penderita kanker dapat disebabkan asupan makanan yang kurang maupun gangguan penyerapan nutrien gizi di usus akibat kanker yang dialami.

    Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyakit kanker yaitu asupan lemak, konsumsi lemak dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kanker, sebab lemak mempunyai sifat Cancer Promoting. Misalnya konsumsi lemak berlebih, akan memicu peningkatan hormon esterogen yang merangsang tumbuhnya kanker payudara.

    Selain itu, konsumsi lemak berlebih akan merangsang keluarnya cairan empedu berlebih, selanjutnya mikroorganisme di usus akan diubah menjadi zat karsinogenik. Lemak yang biasa dikonsumsi biasanya adalah lemak jahat atau PUFA (Asam lemak poliunsaturated) yang mengalami proses hidrogenasi akan membentuk asam lemak trans, yang akan merangsang timbulnya kanker.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Seseorang yang divonis kanker akan mengalami ketakutan, kecemasan dan stres yang merangsang hormon katekolamin, yaitu hormon yang dapat menurunkan nafsu makan (anoreksia). Penurunan nafsu makan akan diikuti dengan penurunan berat badan yang drastis, yang akan berakibat kakesia (ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan zat gizi yang dibutuhkan tubuh), kakesia yang berlangsung lama akan menyebabkan kekurangan gizi (malnutrisi). Sebanyak 20-50% penderita kanker akan mengalami masalah gizi malnutrisi. Selain karena efek samping dari kondisi psikologis pasien kanker, malnutrisi juga dapat disebabkan karena efek samping pengobatan kanker, yang menyebabkan efek samping mual, muntah, gangguan menelan, diare atau gangguan penyerapan makanan pada usus.

    Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat dibutuhkan, dengan cara memberikan motivasi pada penderita kanker agar mengonsumsi makanan untuk mendukung daya tahan tubuhnya. Keluarga sebaiknya mengawasi makanan agar pasien kanker tidak semakin parah. Asupan gizi sangat berperan penting sejak penderita kanker didiagnosis, pelaksanaan pengobatan sampai penyembuhan.

    Pada penderita kanker, kebutuhan gizi akan meningkat akibat proses keganasannya. Selain itu, pengobatan penyakit kanker, radioterapi dan kemoterapi akan lebih berguna apabila status gizi pasien dalam keadaan baik. Penatalaksanaan makanan dengan memaksimalkan asupan makanan sangat berguna untuk mengurangi gejala akan efek samping pengobatan sehingga pengobatan dapat dilakukan secara maksimal sampai tahap terakhir.

    Berikut ini anjuran asupan makanan yang baik bagi penderita kanker :

    1. Konsumsi makanan yang mengandung cukup karbohidrat seperti nasi, gandum, kentang dan umbi-umbian. Karbohidrat sangat baik bagi kanker sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan selama proses pengobatan, agar tidak terjadi efek samping pengobatan seperti lemas dan rentan terhadap infeksi bakteri, virus maupun jamur.
    2. Konsumsi sayur dan buah. Makanan yang mengandung sayur dan buah, kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, serta mineral dan antioksidan yang bermanfaat mencegah sembelit atau konstipasi. Selain itu, antioksidan berfungsi untuk melarutkan sisa metabolisme obat kemoterapi dalam tubuh, sel kanker yang rusak atau sel kanker yang mati dalam tubuh akibat pengobatan.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging, telur, tahu, tempe dan susu. Protein berfungsi sebagai zat pembangun bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak akibat kanker maupun akibat pengobatan kanker. Selain itu, protein berfungsi sebagai sumber energi tambahan apabila sumber energi dari lemak dan karbohidrat kurang di dalam tubuh.

    Baca Juga: Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Kolon pada Dewasa Muda

    Nah, Sahabat itulah ulasan seputar diet dan pola makan pada penderita kanker. Informasi kesehatan maupun produk kesehatan terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Kusumawardani N. PENANGANAN NUTRISI PADA PENDERITA KANKER [Internet]. Ejournal.litbang.depkes.go.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/940
    2. [Internet]. Iccc.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: iccc.id/uploads/201801/TERAPI_NUTRISI_PADA_PASIEN_KANKER.pdf
    3. Danty Putri S, Adiningsih S. Peranan Dukungan Pendamping dan Kebiasanaan Makan Pasien Kanker Selama Menjalani Terapi. Universitas Airlangga [Internet]. 2018 [cited 25 September 2018];:1-9. Available from: webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Z1C2VXkeomoJ : e-journal.unair.ac.id/MGI/article/download/3376/2417+&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id
    4. Coa K, Epstein J, Ettinger D, Jatoi A, McManus K, Platek M et al. The Impact of Cancer Treatment on the Diets and Food Preferences of Patients Receiving Outpatient Treatment. Nutrition and Cancer. 2015;67(2):339-353.
    5. Nutrition and Physical Activity During and After Cancer Treatment: Answers to Common Questions [Internet]. Cancer.org. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-and-physical-activity-during-and-after-cancer-treatment.html
    Read More
  • Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. […]

    Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. Namun yang perlu diingat, sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor jinak atau non kanker bersifat tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak menciptakan tumor baru. Sedangkan kanker ganas menyusuri sel sehat , mengganggu fungsi dari tubuh dan menarik nutrisi dari jaringan tubuh.

    Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Kanker akan terus tumbuh dan menyebar melalui perluasan langsung atau melalui proses yang disebut metastasis, dimana sel–sel ganas akan berjalan melalui jalur limfatik atau pembuluh darah dan akhirnya membentuk tumor baru di bagian tubuh lainnya.

    Ada 5 jenis utama kanker yaitu karsinoma, sarcoma, melanoma, limfoma, dan leukemia. Karsinoma, merupakan kanker yang paling sering didiagnosis, dapat berasal dari kulit, paru–paru, payudara, pankreas dan organ kelenjar lainnya. Limfoma adalah kanker limfosit. Leukimia adalah kanker darah, biasanya tidak membentuk tumor padat.  Sarkoma dapat muncul di tulang, otot, lemak, pembuluh darah, tulang rawan, jaringan lunak, atau jaringan ikat lainnya dari tubuh. Sedangkan melanoma adalah kanker yang muncul di sel–sel yang membuat pigmen kulit.

    Kanker telah ada dari dahulu kala, tapi pengetahuannya hingga sekarang masih berkembang. Dokter yang ahli di bidang kanker atau disebut sebagai dokter onkologi telah membuat kemajuan luar biasa dalam diagnosis, pencegahan, dan pengobatan kanker. Hingga hari ini, lebih banyak orang yang telah terdiagnosis kanker dapat hidup lebih lama, tapi beberapa bentuk kanker tetap sulit ditangani. Perawatan modern yang terdapat saat ini secara umum meningkatkan kualitas hidup dan dapat memperpanjang kelangsungan hidup.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Semakin cepat kanker terdiagnosis dan diobati, maka semakin baik juga peluangnya untuk sembuh. Beberapa jenis kanker seperti pada kulit, payudara, mulut, testis, prostat dan rektum dapat dideteksi dengan pemeriksaan dini rutin sebelum menjadi gejala serius lainnya muncul.

    Diagnosis kanker dimulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan riwayat medis lengkap. Pemeriksaan darah, urin dan tinja dapat pula dilakukan. Ketika tumor dicurigai, pemeriksaan seperti x ray, CT scan, MRI USG dan pemeriksaan endoskopi dapat membantu dokter untuk menentukan lokasi serta ukuran dari kanker. Biopsi perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis yaitu sampel jaringan yang diduga tumor dikeluarkan dari tubuh dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa apakah terdapat sel kanker.

    Jika sudah terdiagnosis positif kanker, tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter ialah memastikan apakah terdapat penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Jika hasil biopsi telah positif untuk kanker, Sahabat dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter onkologi sebelum pengobatan dimulai.

    Sedangkan untuk pengobatan menghilangkan tumor atau memperlambat pertumbuhannya, tergantung dari jenis dan stadium dari kanker, seperti:  

    • Operasi, merupakan prosedur yang akan digunakan oleh dokter bedah untuk menghilangkan kanker dari tubuh Sobat.
    • Radioterapi, pilihan terapi ini akan menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor.
    • Kemoterapi, terapi dengan menggunakan Sobat untuk membunuh sel kanker.
    • Terapi hormon, digunakan untuk membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dari kanker payudara dan prostat.
    • Imunoterapi, terapi ini membantu imunitas tubuh untuk melawan kanker.

    Pilihan dari teknik pengobatan yang akan dipilih oleh dokter onkologi tentunya merupakan kombinasi dari pilihan terapi. Kombinasi terapi ini tidak luput dari efek samping yang dapat diderita oleh pasien kanker. Efek samping dapat terjadi karena terapi tidak hanya membunuh sel kanker, namun juga membunuh dan memperlambat sel-sel sehat lainnya. Efek samping yang sering dikeluhkan seperti kelelahan, mual, muntah dan rambut rontok.

    Baca Juga:  10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Perawatan suportif dari perawat dan keluarga juga sangat penting pada pengobatan kanker. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya, menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan dukungan baik secara emosional, psikologi, dan logistik kepada pasien. 

    Olahraga ringan juga baik dilakukan untuk mengendalikan kelelahan, ketegangan otot, dan kecemasan pada mereka yang menderita kanker. Olahraga juga telah terbukti meningkatkan hasil terkait pengobatan kanker.

    Pengendalian dari nutrisi juga berperan penting dalam mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kanker lebih umum terjadi pada beberapa orang dengan pola diet tertentu, seperti kanker kolorektal (usus besar) lebih sering terjadi pada orang yang sering mengonsumsi daging. Dari penelitan juga ditemukan beberapa suplemen dapat meningkatkan risiko kanker, seperti risiko kanker paru pada perokok yang rutin mengonsumsi beta karoten dan risiko kanker prostat pada pria yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.

    Nah Sahabat, semoga pembahasan mengenai kanker dan pengobatannya ini dapat membantu, terutama jika teman atau kerabat Sobat terdiagnosis kanker. Ingat, segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter ahli. Lalu, bagi Sahabat yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Understanding Cancer- Diagnosis and Treatment – webmd.com/cancer/understanding-cancer-treatment#1, diakses pada tanggal 17-11-2018
    2. 5 of The Most Common Types of Cancer – ccsoncology.com/5-of-the-most-common-types-of-cancer/ , diakses pada tanggal 17-11-2018
    3. Know the Most Common Types of Cancer – everydayhealth.com/cancer/know-the-most-common-types-of-cancer.aspx, diakses pada tanggal 17-11-2018
    4. Common cancer types – cancer.gov/types/common-cancers, diakses pada tanggal 17-11-2018
    5. Types of cancer treatment – cancer.gov/about-cancer/treatment/types, diakses pada tanggal 17-11-2018
    Read More
  • Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker 

    Penyebab Kanker

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual, dan muntah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita. Untuk kanker serviks ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi HPV ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Kanker dan tumor merupakan penyakit yang sukar dibedakan. Terkadang kita masyarakat awam yang tidak mengenal secara detail di dunia kesehatan akan sulit membedakannya. Sebenarnya apa saja perbedaan tumor dan kanker? Simak ulasan 5 perbedaan tumor dan kanker di bawah ini. Perbedaan Tumor dan Kanker 1. Tumor Membengkak, Kanker Bermutasi Pada dasarnya tumor merupakan benjolan dan […]

    Inilah 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sahabat Ketahui

    Kanker dan tumor merupakan penyakit yang sukar dibedakan. Terkadang kita masyarakat awam yang tidak mengenal secara detail di dunia kesehatan akan sulit membedakannya. Sebenarnya apa saja perbedaan tumor dan kanker? Simak ulasan 5 perbedaan tumor dan kanker di bawah ini.

    beda tumor dan kanker

    Perbedaan Tumor dan Kanker

    1. Tumor Membengkak, Kanker Bermutasi

    Pada dasarnya tumor merupakan benjolan dan terdapat pada selaput yang menyelimutinya. Sedangkan kanker merupakan kerusakan DNA yang menyebabkan proses mutasi sel kanker. Dari sini dapat diketahu kanker lebih berbahaya.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Pacu Kanker Payudara

    2. Tumor Jinak dan Ganas, Kanker Bisa Saja Tumor Ganas

    Tumor dapat dibagi menjadi dua, yakni tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak sangat mudah untuk diatasi, misalnya saja mengangkat sel tumor dalam tubuh. Sedangkan sel ganas sulit untuk diatasi. Kanker merupakan tumor yang sangat ganas. Jadi kanker bisa juga disebut dari perkembangan tumor yang amat ganas.

    3. Pertumbuhan Tumor Lambat, Pertumbuhan Kanker Sangat Cepat

    Pertumbuhan pada tumor cenderung lambat, memerlukan proses bertahun-tahun baru dapat diketahui petumbuhannya dan dapat dirasakan sakitnya. Sedangkan sel-sel kanker tumbuh dengan sangat cepat.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda Dari Kanker Serviks

    4. Tumor Mudah Diatasi, Kanker Membutuhkan Waktu Lama untuk Mengatasinya

    Tumor, terutama tumor jinak tidaklah berbahaya jika dekatahui sejak dini dan dapat segera dioperasi. Setelah operasi tumor dinyatakan sembuh. Beda halnya dengan kanker, kanker tidak bisa disembuhkan dengan operasi instan. Kanker hanya bisa disembuhkan dengan kemoterapi dan perawatan khusus secara berkala.

    5. Benjolan Kanker akan Terasa Keras, Benjolan Tumor Cenderung Lebih Kenyal

    Dalam penyakit kanker payudara benjolan dapat dirasakan secara jelas. Benjolan yang terjadi karena kanker biasanya akan terasa keras dan padat ketika diraba. Beda halnya dengan benjolan tumor yang cenderung lebih kenyal.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

    Kelima hal mendasar itulah yang harus diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini berguna agar masyarakat tidak menyalah artikan dan salah konsep mengenai tumor dan kanker. Kanker juga menjadi perhatian oleh pemerintah. Karena kanker sangat berbahaya dan mematikan.

    Demikian artikel mengenai “5 Perbedaan Tumor dan Kanker“. Kenali perbedaan tumor dan kanker, hindari kedua penyakit tersebut dan jagalah tubuh agar tetap sehat. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya.

    Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap tentang tumor dan kanker, serta memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Diulas oleh: dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
  • Menurut World Health Organization (WHO) , Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Presentasi kasus kanker di seluruh Dunia berdasarkan data Globocan 2018 dari International Agency for Research on Cancer disebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dan […]

    Aktivitas Pemicu Kanker #KamiSehat

    Menurut World Health Organization (WHO) , Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Presentasi kasus kanker di seluruh Dunia berdasarkan data Globocan 2018 dari International Agency for Research on Cancer disebutkan bahwa terdapat 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia pada tahun 2018. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2012, karena terdapat 14 juta kasus baru kanker dan 8,2 kasus kematian akibat kanker di seluruh dunia.

    Kanker yang terbanyak pada wanita secara global adalah kanker payudara (2,4%), kanker kolorektal (9,4%), kanker paru (8,4%), kanker serviks (6,6%) dan kanker tiroid (5,5%). Sedangkan kanker yang terbanyak pada pria antara lain kanker paru (14,5%), kanker prostat (13,5%), kanker kolorektal (10,9%), kanker lambung (7,2%) dan kanker hati (6,3%).

    Baca Juga: 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Bagaimana presentase kanker di Indonesia? Kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker tiroid dan kanker paru merupakan 5 besar jenis kanker terbanyak pada wanita. Kanker payudara masih menempati posisi 1 kemudian diikuti oleh kanker serviks di urutan ke 2.Terjadi perbedaan pada presentase kanker serviks pada wanita dimana berdasarkan presentase di seluruh dunia menempati urutan ke 4 sedangkan di Indonesia masih di posisi ke 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.

    Nah, sebenarnya apakah aktivitas yang dapat memicu terjadinya kanker itu?

    • Indeks massa tubuh yang tinggi. Yang berarti berat badan berlebih/obesitas meningkatkan risiko terjadinya kanker .
    • Kurang aktivitas fisik. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang buruk dan gaya hidup yang tidak aktif adalah 2 faktor utama yang yang dapat meningkatkan risiko kanker seseorang. Berdasarkan data dari (Kemenkes tahun 2014) Kelebihan berat badan, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik, yang menyebabkan 274.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya)
    • Kurang konsumsi buah dan sayur
    • Banyak konsumsi makanan olahan dan daging merah
      Menurut perkiraan terbaru oleh Global Burden of Disease Project, sekitar 34.000 kematian akibat kanker per tahun di seluruh dunia disebabkan oleh diet tinggi daging olahan. Memasak pada suhu tinggi atau dengan makanan yang bersentuhan langsung dengan nyala api atau permukaan yang panas, seperti pada memanggang atau menggoreng, menghasilkan lebih banyak jenis bahan kimia karsinogenik tertentu (seperti hidrokarbon aromatik polisiklik aromatik dan amina aromatik heterosiklik).
    • Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
      Asap rokok terdiri dari lebih dari 7.000 bahan kimia, dan lebih dari 70 diketahui dapat menyebabkan kanker (karsinogen). Beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok meliputi: Nikotin,Sianida, Benzene, Formaldehida, Metanol (alkohol kayu), Acetylene (bahan bakar yang digunakan dalam obor las), Amonia, Gas racun karbon monoksida dan nitrogen oksida, Vinil klorida, Etilen oksida, Arsenikum, Chromium, Kadmium, Nitrosamin, Hidrokarbon aromatik polynuclear. Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Contohnya adalah kanker paru dan esofagus akibat bahan kimia pada rokok, dan berbagai macam kanker lainnya.
      Konsumsi alkohol berlebihan, yang menyebabkan sekitar 351.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya . Penggunaan alkohol jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hati. Biasanya, penggunaan alkohol dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Hal ini, pada akhirnya, dapat meningkatkan risiko kanker hati. Penggunaan alkohol telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari kanker usus besar dan rektum. Hal tersebut umumnya lebih sering pada pria dibandingkan pada wanita. Ancaman terakhir dari konsumsi alkohol jangka panjang adalah kanker payudara
    • Terpapar zat karsinogenik
      Karsinogen sendiri adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Sedangkan karsinogenik merupakan substansi yang menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko timbulnya kanker. Jenis paparannya dapat berupa:
      – Fisik: sinar UV dan radiasi sinar X
      – Kimiawi: Polusi udara (di luar maupun di dalam ruangan), yang menyebabkan sekitar 71.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
      Karsinogen di lingkungan kerja, yang menyebabkan setidaknya 152.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya.
      Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.
    • Biologis: Infeksi virus, bakteri (Hepatitis Virus, virus Epstein Barr dapat menyebabkan kanker esofagus, kanker perut, dan limfoma. dan HPV yang menyebabkan kanker serviks)

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Di seluruh dunia, infeksi terkait dengan kanker sekitar 15% sampai 20%. Persentase ini bahkan lebih tinggi di negara-negara berkembang, tetapi lebih rendah di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.

    Wanita  yang memiliki  kebiasaan dalam  pola konsumsi makanan  berlemak dapat menyebabkan  tubuh menghasilkan lebih banyak  estrogen dan akan memicu proses pembelahan  sel yang tidak normal. Senyawa lemak juga menghasilkan  radikal bebas sehingga dapat memicu pertumbuhan sel kanker.  Lemak yang menumpuk dalam tubuh akan memengaruhi hormon yang pada akhirnya membuat sel-sel tumbuh  menjadi tidak normal dan menjadi kanker.

    Sebagai tambahan juga mengenai penjelasan sebelumnya mengenai perbedaan persentase kanker serviks. Secara global kanker serviks menjadi penyebab nomor 4 kanker pada wanita. Namun data di Indonesia masih menunjukkan posisi nomor 2. Hal tersebut disebabkan secara global sudah meningkat kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan pencegahannya. Namun di Indonesia tingkat kesadaran tersebut masih rendah sehingga kanker serviks masih menjadi nomor 2 penyebab kanker pada wanita di Indonesia.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

    Apakah semua virus HPV akan menyebabkan kanker serviks atau hanya jenis tertentu? Bagaimana ciri” atau tanda awal kanker serviks? Penyebab utama dari kanker serviks adalah virus HPV dengan tipe 16 dan 18. Gejala kanker serviks yang muncul umumnya adalah rasa sakit saat berhubungan, keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina, dan perdarahan. Selain itu, perdarahan setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause merupakan gejalanya juga.

    Pap smear pada wanita yang sudah aktif berhubungan seksual sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali kemudian jika hasilnya negatif dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi HPV untuk mencegah kejadian kanker serviks.

    Apakah aktivitas yang dapat menjadi pemicu kanker serviks?

    Beberapa aktivitas pemicu kanker serviks:

    1. Hubungan seksual di usia muda
    2. Berganti-ganti pasangan seksual
    3. Terdapat penyakit menukar seksual
    4. Merokok
    5. Melahirkan lebih dari 3 kali
    6. Pemakaian pil KB

    Apakah aktivitas kantor yang dapat memicu kanker?

    Beberapa aktivitas di kantor yang dapat memicu kanker adalah:

    • Aktivitas fisik yang kurang seperti terlalu banyak duduk.
    • Keadaan stres karena pekerjaan kantor yang terlalu banyak dapat menurunkan imunitas tubuh dan lebih meningkatkan risiko terjadinya kanker.
    • Konsumsi makanan fast-food (makanan cepat saji yang pastinya mengandung tinggi kalori dan lemak tapi rendah nutrisi yang lain) berlebihan saat makan siang.
    • Tidak menggunakan tabir surya sehingga kulit terpapar sinar UV.
    • Adanya shift malam yang membuat ritme sirkadian tubuh terganggu, sehingga tubuh lebih rentan terjangkit kanker.
    • Jenis pekerjaan seseorang yang bekerja di tempat yang mengandung banyak debu, zat kimia seperti asbes, gas, dan zat radioaktif.

    Baca Juga: Kanker Serviks Si Pembunuh Banyak Wanita

    Apakah jenis pekerjaan yang rentan terpapar zat pemicu kanker?

    Contoh pekerjaannya seperti yang bekerja di bidang industri pertanian, pabrik, konstruksi. Pekerjaan tersebut membuat seseorang banyak terpapar bahan seperti asbes, gas kimia, benzena, silika, debu dan zat kimia lainnya. Pekerja yang banyak bekerja di luar ruangan yang membuat lebih lama terkena paparan sinar matahari (UV) juga memiliki risiko kanker lebih tinggi dibandingkan dengan yang bekerja di ruangan.

    Apakah meletakkan ponsel dekat kepala dapat memicu kanker otak?

    Kemungkinan bahwa ponsel dapat menyebabkan kanker saat ini masih kontroversial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ponsel tidak berpengaruh pada risiko kanker. Namun, ini adalah penelitian jangka pendek yang tidak dapat secara jelas menunjukkan dampak radiasi ponsel dalam jangka panjang. Hingga saat ini, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara ponsel dan kanker. Berdasarkan penelitian National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) menunjukkan bahwa energi radiofrekuensi dari ponsel tidak menyebabkan kerusakan DNA yang bisa berakibat pada kanker.

    Bagaimana korelasi penggunaan pil KB dapat memicu kanker serviks?

    Mengenai PIL KB yang meningkatkan risiko terjadinya kanker adalah karena faktor hormonal yang terdapat dalam PIL KB itu sendiri. Berdasarkan penelitian wanita yang menggunakan pil KB selama 5 tahun memiliki risiko 10 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan pil KB sama sekali. Kemudian, wanita yang menggunakan pil kb 5-9 tahun risiko meningkat hingga 60%.Selain kanker serviks, pil KB juga meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara dan kanker endometrium. Namun, jangan takut untuk menggunakan pil KB, ya Sobat. Selama dalam pengawasan dokter tetap aman dikonsumsi.

    Apakah bra berkawat dapat menjadi salah satu pemicu kanker payudara?

    Sampai saat ini belum ada penelitian atau data medis yang cukup kuat untuk membuktikan isu bahwa bra kawat jadi salah satu penyebab kanker payudara. Penelitian yang paling akurat di tahun 2014 dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention berhasil mencatat bahwa tidak ada kaitan antara bra kawat dan kanker payudara.

    Baca Juga: Hubungan Antar Menyusui dengan Kanker Payudara

    Aktivitas apa yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara?

    Aktivitas yang dapat memicu kanker payudara yaitu tingginya konsumsi lemak, obesitas, merokok, stres, dan kurangnya tidur.

     

    Itulah, Sahabat Sehat, mengenai aktivitas kanker. Yuk, segera periksakan diri jika Sahabat terindikasi mengarah ke kanker HPV di Prosehat yang mempunyai layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Meninggalnya Chadwick Boseman, sang pemeran Black Panther, pada 28 Agustus 2020 akibat kanker kolon atau kanker usus besar atau kolorektal di usia 43 tahun semakin mengindikasikan bahwa penyakit ini ternyata tidak hanya menyerang orang tua dengan rentang usia 50-60 tahun, tetapi juga menyerang usia muda, terutama di usia produktif dengan rentang usia 20-40 tahun. Hal […]

    Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Kolon pada Dewasa Muda

    Meninggalnya Chadwick Boseman, sang pemeran Black Panther, pada 28 Agustus 2020 akibat kanker kolon atau kanker usus besar atau kolorektal di usia 43 tahun semakin mengindikasikan bahwa penyakit ini ternyata tidak hanya menyerang orang tua dengan rentang usia 50-60 tahun, tetapi juga menyerang usia muda, terutama di usia produktif dengan rentang usia 20-40 tahun. Hal ini juga diperkuat oleh studi dari American Cancer Society yang menyatakan bahwa jumlah penderita kanker usus besar di bawah usia 50 tahun mulai mengalami peningkatan sejak tahun 90-an.1

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker

    Pada tahun 2012 hingga 2016, tercatat angka kejadian kanker kolon pada kelompok dewasa muda meningkat 2,2% setiap tahun. Sedangkan pada usia 50 hingga 64 tahun, kasus kanker kolon menurun sejak tahun 2000-an dan pada tahun 2011 hingga 2016 menurun sebesar 3,3%. Pada tahun 2008 hingga 2017, kasus kematian akibat kanker kolon pada dewasa muda di bawah 50 tahun melonjak 1,3% setiap tahunnya.1

    Mengapa kanker kolon saat ini semakin banyak menyerang kelompok usia muda? Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan gaya hidup, seperti pola pakan yang lebih menyukai konsumsi makanan cepat saji, konsumsi alkohol, obesitas, dan kurang berolahraga.2 Tidak hanya itu, ternyata faktor genetik juga berpengaruh terhadap peningkatan risiko kanker kolon.3

    Nah, supaya Sobat dapat menghindari penyakit yang mematikan ini, ada baiknya Sobat memperhatikan gejala dan mengetahui upaya pencegahannya. Seperti apa itu? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak!

    Gejala Kanker Kolon

    Nyeri

    Gejala pertama yang dapat muncul adalah nyeri. Nyeri perut terjadi akibat adanya gas yang menetap dan berlangsung lama. Hal ini bisa dibandingkan dengan kram otot di perut.2 Selain itu, nyeri juga dapat disertai kembung karena adanya perubahan kebiasaan buang air besar.4

    Lelah Terus Menerus

    Gejala lain dari kanker kolon adalah kelelahan yang dirasakan terus-menerus. Kelelahan ini dapat terjadi karena kehilangan darah internal atau perdarahan polip. Anemia yang muncul tanpa sebab juga dapat menyebabkan kelelahan. Lelah dan letih juga merupakan efek samping dari sel kanker yang banyak menggunakan energi tubuh.2, 4

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Berat Badan Menurun

    Berat badan menurun mungkin saja merupakan hal umum yang menggembirakan bagi sebagian orang. Akan tetapi, jika berat badan menurun secara tidak normal atau mendadak hingga sebanyak 5 kilogram dalam beberapa bulan, maka harus diwaspadai sebagai salah satu gejala kanker, termasuk kanker usus besar.2

    Perdarahan

    Selain berat badan yang menurun tiba-tiba, gejala lain yang harus Sobat perhatikan adalah perdarahan yang muncul saat buang air besar dan warna tinja menjadi sangat gelap.4

    Perubahan Kebiasaan Buang Air Besar

    Perubahan kebiasaan buang air besar atau inkontinensia adalah salah satu gejala kanker kolorektal. Kotoran menjadi lebih tipis dan lebih cair akibat adanya tumor, sehingga dapat timbul diare dan sembelit kronik. Apabila salah satu gejala tersebut muncul, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat.4

    Terdapat beberapa upaya yang Sobat Sehat bisa lakukan untuk mencegah kanker kolon. Berikut ini adalah beberapa langkahnya.

    Pencegahan Kanker Kolon

    Skrining

    Pencegahan pertama yang bisa dilakukan adalah skrining atau tes untuk mendeteksi kanker sebelum tanda dan gejalanya berkembang. Pada pemeriksaan kolorektal, seringkali ditemukan pertumbuhan sel di usus besar atau rektum, membentuk massa yang disebut polip. Sebelum berubah menjadi kanker, polip dapat diangkat. Dengan skrining, kanker kolon juga bisa ditemukan lebih awal. Ketika berhasil dideteksi secara dini, keberhasilan perawatan kanker lebih mungkin tercapai. American Cancer Society merekomendasikan skrining dimulai saat usia 45 tahun untuk orang dengan risiko rata-rata. Supaya lebih jelas, hendaknya konsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan mengenai waktu memulai skrining dan jenis pemeriksaan yang tepat.5

    Banyak Konsumsi Buah dan Sayur

    Selain skrining, banyak mengonsumsi buah dan sayur, serta biji-bijian juga merupakan salah satu upaya pencegahan kanker kolon. Sebaiknya, Sobat juga mulai mengurangi konsumsi daging merah, baik itu sapi maupun kambing, dan daging olahan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.5

    Baca Juga: Pengaruh Diet dan Pola Makan Penderita Kanker

    Olahraga Secara Teratur

    Bagaimanapun olahraga merupakan hal penting untuk mencegah serangan berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular. Orang yang kurang aktif secara fisik ternyata berisiko lebih besar terkena kanker kolon. Aktivitas fisik merupakan salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko kanker kolon.5

    Berat Badan Ideal

    Obesitas meningkatkan risiko kanker dan kematian akibat kanker kolon. Oleh karena itu, upayakan untuk selalu makan makanan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik agar berat badan tetap ideal.5

    Tidak Merokok

    Kebiasaan merokok, terutama perokok jangka panjang, berkaitan risiko kanker kolon yang lebih tinggi. Apabila Sobat adalah perokok, cobalah mengurangi merokok secara perlahan hingga sama sekali tidak merokok. Mintalah bantuan para ahli supaya Sobat bisa berhenti merokok dengan sukses.5

    Tidak Mengonsumsi Alkohol

    Upaya terakhir untuk mencegah terjadinya kanker kolon adalah hindari alkohol. Apabila Sobat adalah seorang pecandu alkohol, mulailah untuk membatasi minum, tidak lebih dari dua porsi untuk pria dan satu porsi untuk wanita.5

    Itulah hal-hal mengenai gejala dan pencegahan kanker kolon pada dewasa muda yang bisa Sobat ketahui dan lakukan. Usia muda adalah usia produktif yang amat sayang bila dilewatkan karena menderita penyakit berbahaya, seperti kanker kolon ini. Intinya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Terlebih lagi, pengobatan kanker yang terdiri dari berbagai modalitas terapi, misalnya saja kemoterapi, membutuhkan biaya yang sangat besar. Meskipun terasa sulit, dengan mengubah gaya hidup, Sobat sebenarnya melakukan investasi kesehatan jangka panjang agar terhindar dari berbagai penyakit yang mematikan dan sulit diobati.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat Dimulai dari Sekarang

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kanker kolon, produk dan pemeriksaan kesehatan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Studi: Penderita Kanker Kolon Semakin Muda [Internet]. CNN Indonesia. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200831185106-255-541284/studi-penderita-kanker-kolon-semakin-muda
    2. Kanker Usus Besar Serang Usia Muda I. Kanker Usus Besar Serang Usia Muda, Ini Gejala dan Cara Mencegah [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/351982797/kanker-usus-besar-serang-usia-muda-ini-gejala-dan-cara-mencegah?page=all
    3. Anak Muda Rentan Terserang Kanker Usus, Kok Bisa? [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/indianamalia/kenapa-anak-muda-rentan-terserang-kanker-usus-besar/4
    4. 5 Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/03/193207220/5-gejala-kanker-usus-besar-yang-sering-diabaikan?page=all#page2
    5. Media K. Cara Mencegah Risiko Kanker Kolon, Perenggut Nyawa Chadwick Boseman Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/29/152348520/cara-mencegah-risiko-kanker-kolon-perenggut-nyawa-chadwick-boseman?page=all
    Read More
  • Makanan Pencegah Kanker Serviks – Kanker Serviks tentu kata yang tidak asing di dengar. Penyakit satu ini paling banyak menyerang kaum wanita di dunia. Penyakit yang disebabkan virus HPV ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker serviks menjadi kanker kedua terbanyak di Indonesia yang menyerang wanita setelah kanker payudara. Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat juga […]

    10 Makanan Si Pencegah Kanker Serviks

    Makanan Pencegah Kanker Serviks – Kanker Serviks tentu kata yang tidak asing di dengar. Penyakit satu ini paling banyak menyerang kaum wanita di dunia. Penyakit yang disebabkan virus HPV ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker serviks menjadi kanker kedua terbanyak di Indonesia yang menyerang wanita setelah kanker payudara.

    Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat juga dapat memperburuk Sahabat dan meningkatkan risiko terjadinya kanker. Berdasarkan American Cancer Society yang dikutip dari CNN Indonesia, konsumsi sayuran setiap hari dapat menurunkan risiko wanita terserang kanker serviks.

    Makanan sehat apa saja untuk mencegah kanker serviks? Berikut 10 Makanan si pencegah kanker serviks

    1.   Sayuran Hijau

    Sayuran hijau adalah salah satu makanan sehat yang cocok Sahabat konsumsi.  Sayuran hijau kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, enzim dan serat. Konsumsilah sayuran setiap harinya minimal 3 porsi, ya Sahabat. Anda dapat memilih bayam, kangkung, bokcoy atau sayuran hijau lain untuk dikonsumsi.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    1. Brokoli

    sumber: jambonewspot

    Siapa yang tidak suka sayuran satu ini? Brokoli kaya akan glutathione yang dikenal sebagai “Master antioksidan” yang mampu menangkal radikal bebas. Selain itu, Brokoli menjadi salah satu makanan yang berkhasiat membersihkan dan menghabiskan estrogen atau mencegah penyebab kanker dalam tubuh. Jadi, sangat cocok bagi wanita agar terhindar dari kanker payudara dan kanker rahim.

    1. Keluarga Berry
    keluarga berry

    source: isanook

    Siapa sangka keluarga berry yang kecil dan lucu ini ternyata memiliki banyak manfaat. Buah berry dapat membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen, menurunkan risiko penyakit jantung dan menangkal radikal bebas salah satu pemicu kanker.

    1. Buah dan sayuran berwarna jingga

    Makanan si pencegah kanker selanjutnya yaitu buah dan sayuran berwarna jingga. Buah dan sayur berwarna jingga ini sering kita temui seperti wortel, buah labu, dan sebagainya.  Namun, masih banyak yang belum mengetahui manfaat dari buah dan sayuran yang berwarna jingga. Beberapa khasiatnya adalah meningkatkan fungsi mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu masalah kulit serta mencegah terjadinya kanker.

    1. Herbal dan rempah-rempah

    Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan rempah-rempahnya. Rempah-rempah tidak hanya menambahkan rasa pada makanan, tetapi rempah-rempah memiliki dampak positif untuk kesehatan. Sebagai contohnya, kunyit dan jahe, dua rempah ini memiliki manfaat dalam mengurangi risiko terkena kanker.

    1. Daging Organik

    source: healthfreedoms

    Daging organik menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan untuk melawan kanker. Daging dianggap sebagai makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti vitamin A, B, D dan Zinc yang baik untuk Sahabat. Pastikan untuk mengolah daging dengan baik dan benar agar terhindar dari parasit-parasit dalam daging.

    Baca Juga: 6 Fakta dan Mitos Seputar Imunisasi

    1. Kacang

    Kabar gembira bagi penggemar kacang. Kacang tidak hanya mengurangi risiko penyakit jantung, tetapi juga bermanfaat mencegah kanker. Kandungan asam p-coumaric dan vitamin E di dalamnya dapat menurunkan risiko kanker perut, paru-paru, hati dan kanker lainnya. Cobalah cara lain untuk menikmati kacang dengan menggunakan roti gandum dan selai kacang.

    1. Teh

            Teh menjadi salah satu minuman favorit keluarga saat bersantai. Tahukah Sahabat, teh mengndung senyawa katekin yang bermanfaat untuk kesehatan. Katekin mampu menghambat pertumbuhan kanker. Peminum teh hijau memiliki risiko lebih rendah pada pengembangan kanker dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi, berdasarkan studi di China.

    1. Whole wheat bread

    Source: King Arthur Flour

    Makanan selanjutnya yaitu roti gandum. Namun saat membeli, pastikan memilih roti gandum yang berlabel whole wheat, ya. Whole wheat bread merupakan roti gandum utuh yang tinggi nutrisi seperti vitamin B, serat, fitonutrien, lemak baik dan mineral. Nutrisi-nutrisi itu sangat bermanfaat membantu melawan kanker.

    Baca Juga: 10 Test Kesehatan Pranikah Untuk Anda dan Pasangan

    1. Jamur

    Sayuran satu ini memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sumber antioksidan, mengontrol berat badan dan melawan kanker juga loh. Jamur kaya akan antioksidan yang dapat membersihkan tubuh dari radikal bebas. Kandungan beta-glukan dan asam linoleat dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

    Jadi, itulah 10 makanan si pencegah kanker serviks dan kanker lainnya yang dapat membantu Sahabat. Selain menjaga pola hidup, perlindungan tambahan juga diperlukan untuk mencegah kanker serviks dengan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV bisa Sahabat dapatkan di ProSehat Aplikasi Panggil Dokter ke Rumah.

    Sahabat dapat berkonsultasi seputar vaksinasi HPV bersama Maya (Asisten Kesehatan ProSehat) melalui Telp/ SMS/ WhatsApp: 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com. Jangan lupa  install Aplikasi ProSehat di Google Play atau Apps Store.

    Sumber:

    1. Dr.Axe. “Top 12 Cancer-Fighting Foods” Diakses pada 4 April 2018
    2. Haurissa, Andreas Erick. “10 Makanan yang harus Dikonsumsi oleh Wanita”. Diakses pada 4 April 2018
    3. Suara. Utami, Esti. “5 Rempah untuk Melawan Kanker”. Diakses pada 4 April 2018
    4. Merdeka. Ananda, Kun Sila. “Daging Organik Mengandung Lebih Banyak Parasit?”. Diakses pada 4 April 2018
    5. Kompas.com. “8 Manfaat Kacang Tanah Bagi Kesehatan”. Diakses pada 4 April 2018
    6. Kompas.com. “12 Makanan Super Pelawan Kanker”. Diakses pada 4 April 2018
    7. I. R. D, Anjarsari. (2016). Katekin Teh Indonesia: Prospek dan Manfaatnya. Jurnal Kultivasi, Vol. 15(2), 99
    8. Mother & Baby Indonesia. “5 Makanan ini dapat Cegah Kanker Serviks”. Diakses pada 4 April 2018
    9. K. Febrianti Diah. “5 Manfaat Penting Jamur Untuk Kesehatan Tubuh”. Diakses pada 4 April 2018
    10. S. Eddy Tri. “Manfaat Jamur Bagi Kesehatan”. Diakses pada 4 April 2018

     

    Read More

Showing 1–10 of 11 results

Chat Asisten ProSehat aja