Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ jantung”

Showing 11–14 of 14 results

  • Mungkin masih sebagian besar dari Sobat asing dengan penyakit jantung bengkak? Jantung bengkak atau cardiomegaly merupakan kondisi  terjadi pembengkakan jantung yang disebabkan volume bilik jantung yang membesar diakibatkan melonggarkan otot-otot jantung. Pembengkakan ini disebut sebagai dilated cardiomyopathy. Sedangkan ada lagi kondisi pembengkakan jantung yang diakibatkan penebalan pada otot-otot jantung, kondisi ini dinamakan sebagai hypertrophic cardiomyopathy. […]

    8 Makanan Untuk Jantung Bengkak Yang Aman Dikonsumsi

    Mungkin masih sebagian besar dari Sobat asing dengan penyakit jantung bengkak? Jantung bengkak atau cardiomegaly merupakan kondisi  terjadi pembengkakan jantung yang disebabkan volume bilik jantung yang membesar diakibatkan melonggarkan otot-otot jantung. Pembengkakan ini disebut sebagai dilated cardiomyopathy. Sedangkan ada lagi kondisi pembengkakan jantung yang diakibatkan penebalan pada otot-otot jantung, kondisi ini dinamakan sebagai hypertrophic cardiomyopathy. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita jantung bengkak atau tidak, dibutuhkan pemeriksaan rontgen di bagian dada.

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Meskipun kondisi jantung bengkak dapat membaik, tetapi kebanyakan penderita jantung bengkak membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama bahkan seumur hidup agar bisa sembuh total. Jika Sobat menderita penyakit jantung bengkak, Sobat tak hanya perlu melakukan perawatan ataupun pengobatan ke dokter. Penting pula untuk memperhatikan apa saja yang Sobat konsumsi sehari harinya.

    Nah, berikut ini ada beberapa makanan-makanan yang sangat aman dikonsumsi bagi penderita jantung bengkak:

    1. Buah-buahan Yang Kaya Anti Oksidan

    Buah-buahan yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi akan sangat baik untuk dikonsumsi bagi penerita jantung bengkak. Antioksidan ini dapat membantu mengeluarkan toksin yang mengendap di dalam tubuh. Adapun buah-buahan yang mengandung antioksidan antara lain seperti tomat, jeruk,anggur dan lainnya. pada buah jeruk, kandungan vitamin C, antioksidan serta asam folat akan sangat baik bagi organ jantung. Sedangkan pada buah anggur dan apel, kandungan flavonoidnya yang berguna bagi jantung. Sahabat bisa mengonsumsi buah-buahan tersebut langsung ataupun diolah dalam bentuk jus.

    Produk Terkait: Suntik Vitamin C

    2. Sayuran

    Tak hanya buah, penting pula bagi Sahabat untuk mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti sawi, brokoli, bayam, dan lainnya. Namun, perhatikan proses pengolahan yang Sahabat lakukan. Jangan memasak sayuran hingga terlalu matang, hal ini menyebabkan nutrisi yang baik bagi jantung dapat berkurang selama proses memasakan. Bayam dan brokoli memiliki kandungan asam folat yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    3. Kacang-kacangan

    Jenis kacang seperti kacang almond, membantu untuk meminimalisasi terjadinya pembesaran pada otot-otot jantung. Kacang-kacangan ini menjadi salah satu makanan yang sangat baik agar dapat menjaga kerja jantung tetap stabil.

    4. Makanan Yang Mengandung Omega-3

    Beberapa jenis ikan seperti sarden, salmon, tuna, dan makarel menjadi jenis-jenis ikan yang memiliki kandungan yang kaya akan omega-3. Jika Sahabat bisa mengolahnya dengan benar, maka ikan dapat menjadi salah satu makanan terbaik bagi Sahabat penderita jantung bengkak. Untuk mengolah ikan-ikan ini, jangan terlalu banyak menggunakan santan atau minyak yang malah dapat berakibat buruk untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: 8 Makanan Pereda Stres yang Bisa Kamu Coba

    5. Buah Berry Berry-an

    Senyawa antosianin yang ada di dalam blueberry merupakan senyawa yang sangat baik untuk menyehatkan organ jantung. Selain itu, acai berry dan strawbbery juga memiliki manfaat yang tak kalah baiknya untuk penderita jantung bengkak.

    6. Buah Alpukat

    Alpukat merupakan buah-buahan lainnya yang sangat dianjurkan bagi Sahabat yang menderita jantung bengkak. Kandungan di dalam buah alpukat dapat membantu mengontrol ketegangan yang terjadi pada arteri serta kolestrol di dalam tubuh. Kandungan natrium dan kalium ini lah yang memiliki peran yang sangat besar untuk menjaga kesehatan jantung.

    7. Kedelai

    Kandungan serat dan protein di dalam kedelai dapat membantu menurunkan kadar kolestrol serta membantu untuk mengatasi penyakit jantung bengkak. Olahan-olahan berbahan dasar kedelai lainnya seperti temped an susu juga baik untuk Sahabat konsumsi agar jantung tetap sehat

    8. Buah zaitun

    Buah zaitun sudah dipercaya sejak lama memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk segala macam penyakit jantung. Apalagi jika Sahabat mengonsumsinya dalam bentuk minyak.

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Nah itu tadi 8 makanan-makanan sehat yang bisa Sahabat masukkan ke dalam menu makanan sehari hari agar menjaga organ jantung tetap sehat dan terhindar dari resiko-resiko penyakit lainnya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Sahabat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal makanan yang tepat untuk jantung,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Serangan jantung atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sindrom koroner akut ialah masalah kesehatan yang sangat serius baik bagi pria maupun wanita. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 3,8 juta pria dan 3,4 juta wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung yang fatal dan paling banyak disebabkan karena […]

    Serangan Jantung pada Wanita dan Pria, Sejauh Mana Perbedaannya?

    Serangan jantung atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sindrom koroner akut ialah masalah kesehatan yang sangat serius baik bagi pria maupun wanita. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 3,8 juta pria dan 3,4 juta wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung yang fatal dan paling banyak disebabkan karena serangan jantung. Di Inggris, 1 dari 3 pria dan 1 dari 4 wanita meninggal karena serangan jantung dan sekitar 188.000 orang mengalami serangan jantung setiap tahunnya. Baik di negara maju, maupun negara berkembang, serangan jantung masih menjadi momok yang menakutkan.

    Tentu Sobat sekalian sudah sering mendengar berbagai informasi terkait serangan jantung dan gejala yang ditimbulkan. Meskipun benar gejala serangan jantung pada umumnya adalah nyeri pada dada kiri, namun apakah gejala serangan jantung pada wanita dan pria sepenuhnya sama? Hal ini penting untuk diketahui karena gejala serangan jantung perlu disadari dengan cepat agar tidak terlambat mendapatkan penanganan dan intervensi medis, apalagi kita semua tahu bahwa jantung merupakan organ yang sangat vital. Nah untuk dapat memahaminya, yuk Sobat baca lebih lanjut.

    Sindrom koroner akut merupakan kumpulan gejala dan spektrum penyakit yang umumnya disebabkan karena adanya plak aterosklerosis yang menyumbat pembuluh darah koroner jantung. Kondisi ini akan menyebabkan gejala berupa:

    • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada kiri seperti tertekan beban berat yang menjalar ke daerah leher, bahu, lengan, dagu, atau punggung.
    • Gejala lain yang dapat menyertai: sesak nafas, mual dan muntah, berkeringat dingin, berdebar-debar, dan sinkop.

    Gejala-gejala tersebut biasanya tidak membaik dengan istirahat. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang telah diketahui dapat menyebabkan serangan jantung seperti:

    • Hipertensi,
      Diabetes melitus,
    • Dislipidemia atau kadar lemak darah yang tinggi,
    • Merokok,
    • Riwayat serangan jantung pada keluarga atau faktor genetik,
    • Obesitas,
    • Konsumsi alkohol, dan
    • Depresi.

    Setiap gejala yang dicurigai mengarah kepada serangan jantung perlu dipastikan dengan pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung dan pemeriksaan enzim jantung. Serangan jantung jika tidak tertangani dengan segera dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti kerusakan katup dan struktur jantung lainnya, kegagalan pompa jantung, gangguan irama jantung, hingga kematian.

    Penanganan yang cepat harus dilakukan agar dapat mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diharapkan. Namun agar bisa mendapatkan penangan yang optimal dan maksimal, tentu tidak boleh sampai terlambat menyadari gejala dari serangan jantung itu sendiri. Permasalahannya tidak sesederhana itu loh ternyata! Banyak yang tidak menyadari bahwa gejala yang sedang dialami adalah gejala serangan jantung yang tidak khas sehingga terlambat mengunjungi fasilitas kesehatan dan terlambat mendapatkan penanganan. Sobat semua perlu ingat bahwa gejala dari serangan jantung tidak selalu sama seperti gejala yang dicantumkan di atas. Banyak sekali faktor yang menyebabkan gejala serangan jantung menjadi tidak spesifik, seperti usia, adanya penyakit penyerta lainnya seperti diabetes melitus, dan bahkan jenis kelamin. Mungkin cukup mengagetkan namun hal tersebut terbukti benar bahwa jenis kelamin menjadi salah satu faktor penting.

    Ternyata penelitian melihat adanya beberapa perbedaan serangan jantung pada wanita dan pria. Data menunjukkan bahwa serangan jantung ialah penyebab kematian pada wanita yang paling tinggi, lebih tinggi dibandingkan kanker payudara, kanker serviks, ataupun berbagai jenis kanker lainnya yang biasanya lebih ditakuti oleh wanita. Wanita cenderung lebih lama untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terkait keluhan serangan jantung yang dialaminya, sehingga sering terlambat mendapatkan penanganan yang maksimal.

    Gejala serangan jantung pada wanita seringkali menunjukkan gejala yang tidak khas. Banyak dari wanita yang mengalami serangan jantung tanpa mengeluhkan adanya nyeri dada sama sekali, namun keluhan yang muncul berupa nyeri punggung, nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, mual dan muntah, dan terasa lemas pada seluruh tubuh, meskipun masih ada sebagian kecil yang mengalami nyeri dada yang khas.

    Hal ini sangat berbeda dengan pria, di mana gejala nyeri dada kiri yang disertai keringat dingin hebat adalah yang paling sering dikeluhkan. Pria sangat jarang mengeluhkan nyeri ulu hati dan mual muntah sebagai gejala dari serangan jantung. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat serangan jantung pada wanita juga lebih tinggi dibandingkan pria akibat keluhan pada wanita yang kurang spesifik dan semakin tua usia wanita mengalami serangan jantung.

    Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa hal ini dapat terjadi. Wanita pada awalnya cukup ‘terlindungi‘ dari serangan jantung oleh hormon estrogen yang dimilikinya. Namun saat menopause terjadi, maka produksi estrogen seorang wanita menurun drastis yang dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas dan peningkatan tekanan darah. Hal ini menyebabkan risiko serangan jantung pada wanita menjadi sama besar dengan pria saat memasuki periode menopause. Selain itu, rata-rata usia wanita yang mengalami serangan jantung lebih tua dibandingkan pria dan seringkali disertai dengan penyakit penyerta lain seperti diabetes melitus, kadar lemak darah tinggi, dan depresi. Hal inilah yang menyebabkan keluhan serangan jantung yang dialami oleh wanita seringkali tidak spesifik dibandingkan dengan pria.

    Serangan jantung pada wanita dan pria ternyata cukup berbeda bukan? Mulai dari gejala yang cenderung lebih tidak khas pada wanita dan berbagai faktor penyebab yang mendasarinya, sehingga hal ini pun perlu menjadi perhatian bagi setiap kita untuk lebih sadar akan kemungkinan gejala serangan jantung yang seringkali tidak khas. Setelah mengetahui mengenai hal ini, Sobat jangan lupa untuk ikut memberikan edukasi bagi orang tua ataupun saudara dan sahabat agar setiap kita semua lebih berhati-hati dan sadar akan kemungkinan gejala serangan jantung. Sobat bisa mencari informasi kesehatan lainnya dengan cara mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ralston SH, Penman ID, Strachan MWJ, Hobson RP. Davidson’s principles and practice of medicine. 23rd ed. China: Elsevier; 2018. p. 484-6.
    2. Morrow DA. Myocardial infactions: a companion to Braunwald’s heart disease. China: Elsevier; 2017. p. 11.
    3. Patel H, Rosengren A, Ekman I. Symptoms in acute coronary syndromes: does sex make a difference? American Heart Journal. 2004;148(1):27–33.
    4. Ferri FF. Ferri’s clinical advisor. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 31-2.
    5. Devon HA, Ryan CJ, Ochs AL, Shapiro M. Symptoms across the continuum of acute coronary syndromes: differences between women and men. American Journal of Critical Care. 2008;17:14-25.
    6. Arslanian-Engoren C, Patel A, Fang J, Armstrong D, Kline-Rogers E, Cuvernoy CS, et al. Symptoms of men and women presenting with acute coronary syndromes. Am J Cardiol. 2006;98:1177–1181.
    7. Canto JG, Rogers WJ, Goldberg RJ, Peterson ED, Wenger NK, Vaccarino V, et al. Association of age and sex with myocardial infarction symptom presentation and in-hospital mortality. JAMA. 2012;307(8):813-822.
    8. Maas AHEM, Appelman YEA. Gender differences in coronary heart disease. Neth Heart J 2010;18:598-603.

    Read More
  • Saat ini berita tentang serangan jantung yang menyerang kaum muda semakin sering kita dengar. Memang serangan jantung tak pandang usia, penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit ini menduduki peringkat pertama terbanyak, yaitu 15 dari 1000 orang mengidap penyakit jantung di Indonesia. Penyebab jantung yang terbanyak akibat dari penyempitan pembuluh darah jantung. Kelompok usia yang […]

    Mengapa Anak Muda Zaman Now Mudah Terkena Penyakit Jantung?

    Saat ini berita tentang serangan jantung yang menyerang kaum muda semakin sering kita dengar. Memang serangan jantung tak pandang usia, penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit ini menduduki peringkat pertama terbanyak, yaitu 15 dari 1000 orang mengidap penyakit jantung di Indonesia. Penyebab jantung yang terbanyak akibat dari penyempitan pembuluh darah jantung. Kelompok usia yang sering terkena penyakit jantung rata-rata usia lanjut, walau begitu, dapat juga menyerang usia muda.

    Angka kematian akibat jantung sangat tinggi, berdasar data dari WHO, ada 17,5 juta dari 56,5 juta orang yang mengalami sakit jantung meninggal. Mengetahui hal tersebut, mungkin Sobat menjadi takut karena anak muda dapat terkena penyakit jantung, namun Sobat jangan takut dulu karena penyakit jantung ada prosesnya dan dapat dikendalikan.

    Penyakit jantung tidak secara mendadak terjadi, segala sesuatu pasti ada prosesnya. Misal pada penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh jantung. Dari penelitian-penelitian yang ada, penyempitan terjadi secara bertahap sejak usia muda hingga usia lanjut. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung yaitu diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, kegemukan, jarang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, stres, dan minum minuman beralkohol. Dengan mengendalikan kebiasaan hidup sehat, Sobat dapat terhindar dari penyakit jantung.

    Untuk mempermudah mengingat cara mencegah penyakit jantung Sobat cukup ingat “CERDIK”. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah anak muda zaman now terkena penyakit jantung:

    C: Cek kesehatan rutin

    Cek kesehatan secara rutin meliputi konseling ke dokter, pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, meliputi lemak darah dan gula darah.

    E: Enyahkan asap rokok

    Merokok meningkatkan terkena penyakit jantung 2-4 kali dari yang tidak merokok dan setelah berhenti merokok selama 1 tahun, dapat menurunkan secara drastis terkena penyakit jantung.

    R: Rajin aktivitas fisik

    Kolesterol dalam darah yang tinggi meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Dengan aktivitas fisik yang berkala dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL kolesterol), begitu juga dengan kolesterol total. dan meningkatkan kolesterol yang baik (HDL kolesterol) dalam darah.

    D: Diet seimbang

    Menjaga pola makan yang seimbang penting untuk hidup sehat, termasuk mencegah penyakit jantung. Berdasarkan Survei Konsumsi Makanan Indonesia menyatakan bahwa secara garis besar penduduk Indonesia mengonsumsi lemak, gula, dan garam melebihi dari kebutuhan sehari-hari. Batas konsumsi lemak, gula, dan garam per hari yang dianjurkan: lemak sebanyak 67 gram atau setara dengan 5 sendok makan minyak sayur, gula sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan, dan garam sebanyak 1 sendok teh.

    I: Istirahat cukup

    Kurang tidur berhubungan dengan kejadian hipertensi, yang merupakan salah satu penyebab dari penyakit jantung. Durasi tidur yang dianjurkan yaitu 8-10 jam untuk remaja dan 7-9 jam untuk dewasa.

    K: Kelola stres

    Stres masih belum diketahui secara pasti bagaimana caranya membuat seseorang terkena penyakit jantung, tetapi beberapa penelitian menyatakan ada hubungan stres dengan penyakit jantung. Stres juga dapat memicu terjadinya hipertensi, mati mendadak, dan gangguan pola kebiasaan seperti pola tidur, pola makan, dan aktivitas fisik, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

    Dengan menjalani tips-tips di atas, anak muda zaman now diharapkan bisa mengikuti langkah tersebut. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati? Selain itu, jika Sobat ingin mencari tahu informasi seputar kesehatan lain, akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Daftar Pustaka

    1. Nhlbi.nih.gov. (2018). What Are the Risk Factors for Heart Disease?, HHS, NIH, NHLBI. [online] Available at: nhlbi.nih.gov/health/educational/hearttruth/lower-risk/risk-factors.htm [Accessed 17 Sep. 2018].
    2. Depkes.go.id. (2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html [Accessed 17 Sep. 2018].
    3. Smoking and Tobacco Use. (2018). CDC – Fact Sheet – Health Effects of Cigarette Smoking – Smoking & Tobacco Use. [online] Available at: cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/index.htm [Accessed 17 Sep. 2018].
    4. Nagai, M., Hoshide, S. and Kario, K. (2009). Sleep Duration as a Risk Factor for Cardiovascular Disease- a Review of the Recent Literature. Current Cardiology Reviews, 999(999), pp.1-8.
    5. Paruthi, S., Brooks, L., D’Ambrosio, C., Hall, W., Kotagal, S., Lloyd, R., Malow, B., Maski, K., Nichols, C., Quan, S., RoParuthi, S., Brooks, L., D’Ambrosio, C., Hall, W., Kotagal, S., Lloyd, R., Malow, B., Maski, K., Nichols, C., Quan, S., Rosen, C., Troester, M. and Wise, M. (2016). Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations: A Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(06), pp.785-786.sen, C., Troester, M. and Wise, M. (2016). Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations: A Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(06), pp.785-786.
    6. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., Buysse, D., Dinges, D., Gangwisch, J., Grandner, M., Kushida, C., Malhotra, R., Martin, J., Patel, S., Quan, S. and Tasali, E. (2015). Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society on the Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: Methodology and Discussion. Journal of Clinical Sleep Medicine.
    7. Esch, T, B Stefano G & Fricchione G, Benson H. (2002). Stress in cardiovascular disease. Medical science monitor : international medical journal of experimental and clinical research. 8. RA93-RA101.
    8. Depkes.go.id. (2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: depkes.go.id/article/view/17103100004/healthy-starting-from-my-food-plate.html.

    Read More
  • Angka kematian penderita jantung koroner di Indonesia membengkak hingga 7,6 juta orang per tahun. (republika.co.id, 26/9-2013) Penyakit ini banyak menyerang lansia dan orang-orang yang obesitas. Banyak dari mereka tidak bertahan hidup. Beberapa bahkan tidak berhasil diselamatkan sebelum ke rumah sakit. Kabar baiknya adalah bahwa serangan jantung bisa dihindari. Berikut adalah langkah-langkah dan kebiasaan-kebiasaan yang akan […]

    5 Tips Mencegah Serangan Jantung

    Angka kematian penderita jantung koroner di Indonesia membengkak hingga 7,6 juta orang per tahun. (republika.co.id, 26/9-2013) Penyakit ini banyak menyerang lansia dan orang-orang yang obesitas. Banyak dari mereka tidak bertahan hidup. Beberapa bahkan tidak berhasil diselamatkan sebelum ke rumah sakit. Kabar baiknya adalah bahwa serangan jantung bisa dihindari. Berikut adalah langkah-langkah dan kebiasaan-kebiasaan yang akan membantu Anda meningkatkan kesehatan Anda, memperkuat jantung dan mengurangi risiko serangan jantung Anda.

    Ketahui Risiko

    Kunjungi dokter Anda dan bicara dengannya tentang risiko pribadi Anda untuk penyakit jantung. Hal ini bisa dilakukan segera setelah Anda mengetahui indikator/angka-angka kualitas jantung Anda. Meskipun Anda tidak dapat mengubah beberapa faktor – seperti usia, jenis kelamin dan keturunan – yang meningkatkan risiko serangan jantung, Anda masih dapat mengurangi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko serangan jantung Anda.

    Faktor risiko yang masih dapat Anda kontrol meliputi: konsumsi rokok, tekanan darah, kadar kolesterol, gaya hidup, berat badan dan kadar gula darah. Dokter Anda dapat menilai kesehatan Anda dan riwayat pribadi serta memberikan saran tentang apa yang perlu Anda lakukan untuk mengurangi risiko serangan jantung.

    Ketahui Hasil Tes Kesehatan

    Melacak tekanan darah, kolesterol dan kadar gula darah Anda serta berat badan Anda serta menempatkan setiap tes laboratorium atau laporan dari dokter di folder dapat membantu pola hidup Anda yang lebih sehat. Pantau angka-angka tersebut dan perhatikan bagaimana mereka berubah dari waktu ke waktu. Misalnya, tekanan darah atau berat badan beringsut lebih tinggi, Anda dapat mengambil tindakan untuk menurunkan tekanan darah atau menurunkan berat badan sebelum menjadi masalah yang signifikan.

    Mulai Gaya Hidup Sehat

    Hidup sehat, hidup lebih aktif dengan diet seimbang yang mencakup banyak buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak atau unggas. Mulai berolahraga hampir setiap hari dalam seminggu.

    Minum Obat Teratur (Yang Diresepkan Dokter)

    Jika anda sudah terdiagnosa penyakit jantung, Anda harus bekerja sama dengan dokter Anda untuk mengontrol kondisi kronis – seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes – yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung Anda dan mematuhi jam-jam anda harus minum obat.

    Berkomitmen Kuat

    Jangan biarkan tekad Anda goyah. Mengurangi risiko serangan jantung adalah sesuatu yang harus Anda lakukan untuk sisa hidup Anda. Pada kenyataannya, bahkan orang-orang yang saat ini tidak memiliki faktor risiko mungkin ingin hidup sehat sekarang karena risiko serangan jantung mereka akan naik dengan bertambahnya usia mereka.

    Read More

Showing 11–14 of 14 results

Chat Asisten ProSehat aja