Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ jantung sehat”

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan […]

    Hindari 7 Faktor Ini Bila Ingin Jantung Tetap Sehat

    Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan jantung, terdapat penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk jantung. Apabila penumpukan semakin banyak, maka pembuluh darah koroner akan menyempit bahkan dapat tersumbat secara total. Hal ini menyebabkan penurunan asupan nutrisi dan oksigen secara tiba-tiba ke jantung, sehingga terjadilah serangan jantung. Bedanya pada stroke, penyumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memberikan nutrisi dan oksigen ke otak sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. Serangan jantung dan stroke terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan segera.

    Faktor gaya hidup berperan penting dalam terbentuknya penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor tersebut meliputi kualitas nutrisi yang buruk, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Pilihan gaya hidup yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatanyang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), peningkatan gula darah (diabetes), dan peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia). Meskipun serangan jantung dan stroke dapat berakibat fatal, kedua penyakit tersebut dapat dicegah dengan menginvestasikan sedikit waktu dan usahamu, Sobat. Nah, apa saja 7 faktor yang harus dihindari agar jantung kita tetap sehat?

    1. DAGING MERAH & PRODUK OLAHAN SUSU YANG TINGGI LEMAK

    Ladies harus membatasi konsumsi daging merah dan produk olahan susu yang kaya akan lemak untuk melindungi diri dari kemungkinan penyakit jantung. Daging memiliki kandungan protein, zat besi, zink, dan vitamin B dalam jumlah yang tinggi. Namun, daging, terutama daging merah, memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang juga tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein), atau biasa disebut kolesterol jahat, dalam tubuh kita. LDL yang berlebihan berperan dalam penumpukan lemak pada pembuluh darah yang terjadi pada serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daging merah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penyakit jantung dibandingkan daging unggas, ikan, dan sumber protein nabati lainnya.

    Produk olahan susu sebenarnya juga kaya akan nutrisi dan berperan penting bagi tubuh kita. Namun, sebagian besar produk olahan susu (susu yang tinggi lemak, keju, krim, dan mayones) memiliki komponen lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Selain itu, peningkatan kadar lemak dalam darah juga bisa meningkatkan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur.

    Selain kedua makanan tersebut, kuning telur, margarin, mentega, otak, hati, gorengan, minyak kelapa, dan makanan ringan juga memiliki kadar kolesterol dan lemak dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tersebut dibatasi. Andadisarankan untuk meningkatkan konsumsi produk olahan susu yang rendah lemak, meningkatkan konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, serta mengurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

    1. KONSUMSI MAKANAN POKOK SECARA BERLEBIHAN

    Sebagian besar orang Asia mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokoknya. Nasi putih, tepung maizena, dan tepung gandum termasuk dalam kelompok karbohidrat halus. Karbohidrat jenis ini berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes dan obesitas serta memiliki efek tidak langsung terhadap penyakit jantung. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat secara berlebihan akan meningkatkan kadar LDL dan mengurangi kadar HDL (high density lipoprotein), biasa disebut kolesterol baik, pada tubuh. Selain itu, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur, konsumsi karbohidrat yang tinggi juga berkaitan dengan peningkatan lingkar pinggang, peningkatan kadar gula dalam darah, dan peningkatan resistensi sel terhadap insulin sehingga dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan gula pada makanan dan minuman manis, yang umumnya dalam bentuk sukrosa, memiliki kalori yang tinggi serta dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, minuman dengan pemanis buatan juga tinggi akan jenis gula yang diabsorbsi dengan cepat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu yang singkat. Sobat disarankan untuk membatasi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti sirup, minuman ringan, minuman bersoda, permen, dan kue.

    1. MAKANAN YANG TERLALU ASIN

    Makanan dengan kadar garam yang tinggi merupakan salah satu faktor yang harus dihindari agar jantung tetap sehat. Garam merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk fungsi fisiologis tubuh. Konsumsi garam yang melebihi kebutuhan fisiologis dapat menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu faktor penyebab utama penyakit jantung. Untuk menjaga tekanan darah, dianjurkan tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram/hari, mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet (MSG), makanan kemasan, makanan cepat saji yang biasanya memiliki kadar garam yang tinggi.

    1. ROKOK

    Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang berperan dalam terbentuknya berbagai penyakit. Rokok mengandung senyawa toxic yang dapat merusak paru-paru, pembuluh darah, dan jantung. Senyawa tersebut menggantikan oksigen dalam darah sehingga fungsi jantung dan otak menjadi terganggu. Apabila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok, orang yang merokok 6x lebih berisiko untuk terkena serangan jantung dan risiko ini meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per harinya.

    1. ALKOHOL

    Konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi menyebabkan masalah kesehatan, nutrisi, dan sosial. Salah satu masalah kesehatan yang ditimbulkan adalah gangguan pada jantung dan hati. Sepertiga dari kasus hipertensi disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, dimana hipertensi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    1. MALAS BEROLAHRAGA

    Faktor terakhir yang harus dihindari agar jantung tetap sehat ialah rasa malas untuk berolahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat. Salah satunya yakni membakar kalori yang berasal dari makanan, memperkuat kerja jantung, dan meningkatkan kepekaan sel tubuh terhadap insulin. Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, diabetes, obesitas, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, Sobat sebaiknya melakukan olahraga jenis aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, dan bersepeda selama 150 menit/minggu untuk menghindari berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Kini, Sobat sudah lebih memahami bukan faktor-faktor yang harus dihindari supaya jantung tetap sehat? Jika Anda membutuhkan produk kesehatan atau informasi kesehatan lainnya, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Coronary Heart Disease: How Your Diet Can Help [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: aafp.org/afp/2003/0415/p1769.html
    2. Preventing Heart Disease [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/cardiovascular-disease/preventing-cvd/
    3. Moliterno P, Cerruti F. Dairy fat consumption and mortality due to cardiovascular disease. Does source of fats matter? Food and Public Health. 2016;6(2):52–7.
    4. Cardiac Diet Guidelines for Your Heart [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: indianjmedsci.org/cardiac-diet/
    5. Anand SS, Hawkes C, deSouza RJ, Mente A, Dehghan M, Nugent R, dkk. Food consumption and its impact on cardiovascular disease: Importance of solutions focused on the globalized food system: A report from the workshop convented by the World Heart Federation. J Am Coll Cardiol. 2015;66(14):1590–614.
    6. World Health Organization. Avoiding Heart Attacks and Strokes. Prancis: WHO; 2005.
    7. Reddy KS, Katan MB. Diet, nutrition and the prevention of hypertension and cardiovascular diseases. Public Health Nutr. 2004;7(1A);167–186.
    8. S. Department of Health and Human Services. Your Guide to A Healthy Heart. NIH; 2005.
    9. Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional recommendations for cardiovascular disease prevention. Nutrients. 2013;5:3646–83.
    10. Hobbs FDR. Prevention of cardiovascular diseases. BMC Med. 2015;13:261.
    11. Stewart J, Manmathan G, Wilkinson P. Primary prevention of cardiovascular disease: A review of contemporary guidance and literature. J R Soc Med. 2017;6:1–9.
    Read More
  • Ada sudah mencoba diet jantung? Atau masih belum mengetahui apa sih diet jantung itu. Diet jantung yaitu sebuah susunan pola makanan (diet) yang diperuntukan untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung. Diet Jantung tersebut harus dimulai sejak kanak-kanak loh Sahabat, menurut situs American Heart Association (AHA) dilansir dari TanyaDok.com, penyakit jantung menjadi kematian nomor satu di […]

    Makanan yang Tepat Untuk Jantung Si Kecil

    Ada sudah mencoba diet jantung? Atau masih belum mengetahui apa sih diet jantung itu. Diet jantung yaitu sebuah susunan pola makanan (diet) yang diperuntukan untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung. Diet Jantung tersebut harus dimulai sejak kanak-kanak loh Sahabat, menurut situs American Heart Association (AHA) dilansir dari TanyaDok.com, penyakit jantung menjadi kematian nomor satu di Amerika Serikat.

    Terdapat 7 kebiasaan hidup sehat yang dapat meningkatkan kesehatan jantung serta pembuluh darah serta mengurangi risiko atau memperlambat timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti berikut:

    1.       Menghindari merokok

    Karena rokok dapat mempengaruhi kesehatan Sahabat. Seperti kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.

    1.       Berat badan dalam batas normal
    2.       Rutin melakukan aktifitas fisik secara teratur
    3.       Makan makanan sehat
    4.       Mengatur tekanan darah
    5.       Mengurangi kolesterol
    6.       Menjaga gula darah dalam batas normal

    Lalu apa hubungannya antara penyakit jantung dengan anak-anak? Ya, walaupun penyakit jantung jarang ditemukan pada usia anak-anak, namun kita harus tetap memperhatikan resiko dan kebiasaan sejak kecil dapat mempercepat timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini dimulai dengan proses atherosklerotik adanya penumpukan materi lemak di dalam penumpukan darah.

    Penumpukan darah atau plak ini akan memperlambat aliran darah, khususnya aliran darah yang mengalir ke jantung sehingga menyebabkan nyeri pada dada, serangan jantung hingga stroke. Proses atherosklerotik dimulai dari usia muda dari faktor resiko yang ada sehingga berlanjut menjadi sebuah penumpukan plak di pembuluh darah di usia dewasa.

    Faktor-faktor resiko yang dapat memperbesar resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, antara lain memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung dan pembuluh darah, terpapar rokok, nutrisi yang kurang, memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, obesitas, kurangnya aktifitas fisik dan diabetes.

    Anak-anak sangat membutuhkan makanan dan minuman dengan kadar nutrisi yang baik dan seimbang demi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Pola diet jantung sehat untuk anak lebih dari 2 tahun yang direkomendasi oleh AHA, secara umum lebih mengutamakan buah-buahan, sayur-sayuran, gandum, makanan tanpa lemak atau rendah lemak, kacang-kacangan, ikan  dan daging dengan kadar yang lebih rendah.

    Selain itu kita harus menyesuaikan porsi ukuran dan pemilihan makanan yang tepat untuk si kecil, dengan menyeimbangkan kalori makanan dengan aktifitas fisik merupakan pertumbuhan yang normal. Sebaiknya lakukan 60menit aktifitas fisik atau bermain setiap harinya agar si kecil tetap bergerak. Jangan lupa untuk mengurangi kadar garam saat memproses makanan untuk si kecil.

    Makanan sehat dan bergizi bisa Sahabat dapatkan di ProSehat.com. Selain itu produk-produknya aman dan berkualitas. Sahabat juga bebas bertanya dengan Maya sebagai Asisten Kesehatan ProSehat, klik d www.prosehat.com atau melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800.

    Sumber:

    Corry, Vina. “Ini Dia Makanan Agar Jantung Anak Sehat”. https://www.tanyadok.com/anak/ini-dia-makanan-agar-jantung-anak-sehat. Diakses pada 22 Januari 2018

    Kumala,Vinka. “Rokok Mengeroposi Badanmu Perlahan-lahan”. https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/rokok-mengeroposi-badanmu-perlahan-lahan. Diakses pada 22 Januari 2018

    Read More
  • Check Up Rutin Jantung – Sebagai manusia sehat dan bugar, pasti sering melalaikan kesehatan dan beranggapan kalau sakit itu karena ini ataupun itu. Tapi nggak boleh ya, nggak ada salahnya loh adanya kesadaran akan pentingnya melakukan check up secara rutin kesehatan kita termasuk kesehatan jantung kita. Penyakit jantung merupakan orang yang penting dalam memompa darah […]

    Penting Nggak Check Up Rutin Untuk Jantung?

    Check Up Rutin Jantung – Sebagai manusia sehat dan bugar, pasti sering melalaikan kesehatan dan beranggapan kalau sakit itu karena ini ataupun itu. Tapi nggak boleh ya, nggak ada salahnya loh adanya kesadaran akan pentingnya melakukan check up secara rutin kesehatan kita termasuk kesehatan jantung kita. Penyakit jantung merupakan orang yang penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh, bila terjadi masalah maka menjadi hal yang fatal untuk kelangsungan organ lainnya.

    Hal tersebut dapat meliputi hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah arteri perifer dan penyakit pembuluh darah vena. Faktor-faktor apa saja sih yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung seseorang?

    1.       Faktor Usia

    Semakin tua usia Sahabat maka resiko penyakit jantung semakin meningkat. Melewati usia 55 tahun, resiko penyakit jantung akan meningkat 2 kali lipat setiap 10 tahun.

    1.       Faktor Genetik

    Punya riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung? Hal ini memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan keluarga yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Faktor ini salah satu faktor yang penting untuk melihat dan menilai resiko seseorang untuk bila menderita penyakit jantung dikemudian hari.

    1.       Faktor Gender

    Pada umumnya penderita penyakit jantung terbanyak terjadi pada pria. Kenapa bukan wanita? Karena wanita lebih terlindungi karena memiliki faktor hormon estrogen yang ada pada wanita yang akan menurun sedikit demi sedikit hingga mencapai masa menopause.

    1.       Faktor Gaya Hidup

    Memiliki kebiasaan merokok? Maka resiko penyakit jantung semakin meningkat. Terlebih lagi jika Sahabat mulai merokok diusia muda. Selain merokok, minum minuman beralkoholl juga dapat memberikan efek protektif bila dikonsumsi dalam dosis yang lebih sedikit nmaun dapat memberikan efek buruk bagi otot-otot jantung bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

    1.       Faktor Pola Makan

    Kebiasaan mengkonsumsi makanan fast food, goreng-gorengan dan sebagainya akan meningkatkan lemak dalam tubuh dan beresiko terkena penyakit jantung yang meningkat sebanyak 31% dan resiko terjadinya stroke sebanyak 11%. Terlebih lagi jika Anda memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan resiko diabetes dan juga penyakit jantung di kemudian hari.

    1.       Kurang Beraktifitas Fisik (Olahraga)

    Kurangnya berolahraga atau beraktifitas fisik dapat meningkatkanresiko terkena penyakit jantung sebanyak 50% dalam hidup Anda.

    Dalam melakukan check up rutin untuk jantung dapat dilakukan oleh anak-anak hingga dewasa. Pada umumnya untuk pemeriksaan pada anak-anak dan remaja tidak diperlukan, namun jika Anak Sahabat memiliki familial hypercholestrolemia (FH) deteksi awal sangat diperlukan untuk mencegah penyakit jantung koroner di kemudian hari.

    Sedangkan untuk dewasa, lakukanlah skrining setiap 5 tahun sekali serta pemeriksaan kolesterol secara rutin. Lalu kapan kita harus mulai melakukan check up jantung? Pemeriksaan pada jantung sangatlah bervariasi menurut usia dan faktor resiko yang dimilikinya. Namun pemeriksaan dapat dilakukan sejak dini dan jenis pemeriksaan dibedakan berdasarkan tingkat usia.

    Untuk menurunkan risiko penyakit jantung, beberapa hal ini perlu Sahabat lakukan  seperti konsumsi makanan sehat sesuai kebutuhan, berolahraga, stop merokok, kurangi berat badan berlebih, hindari stres dan kenali risiko penyakit lainnya yang dapat memicu penyakit jantung serta konsultasikan dengan dokter mengenai penyakit ini.

    Namun untuk urusan dapatkan obat yang aman dan berkualitas untuk kesehatan Sahabat, ya di ProSehat saja. Sahabat bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan dan juga vaksinasi, selain itu Sahabat bisa bertanya langsung dengan Maya yang siap membantu Sahabat sebagai asisten kesehatan dari ProSehat. Yuk belanja sekarang juga melalui www.prosehat.com

    Sumber:

    Tios, Aisa. “Jantung Anda, Masa Depan Anda: Pentingnya Check Up Rutin”. Diakses pada 19 Januari 2018
    Hutapea, Ruth Normalianti. “ Kenali Gejala Awal Penyakit Jantung”. Diakses pada 19 Januari 2018

    Read More
  • Stress Pemicu Jantung – Akhir-akhir ini Sahabat merasakan stres? Karena pekerjaan atau keluarga? Stres  juga perlu sebagai tujuan Anda untuk mendapatkan cita-cita, namun jika stres terlalu banyak serta terus menerus maka dapat merusak kesehatan Sahabat loh. Selain itu dapat mempengaruhi organ tubuh, hormon hingga metabolisme tubuh. Stres yang berlebih dapat memicu terjadinya depresi, karena hormon […]

    Benarkah Stres Pemicu Penyakit Jantung?

    Stress Pemicu Jantung – Akhir-akhir ini Sahabat merasakan stres? Karena pekerjaan atau keluarga? Stres  juga perlu sebagai tujuan Anda untuk mendapatkan cita-cita, namun jika stres terlalu banyak serta terus menerus maka dapat merusak kesehatan Sahabat loh. Selain itu dapat mempengaruhi organ tubuh, hormon hingga metabolisme tubuh.

    Stres yang berlebih dapat memicu terjadinya depresi, karena hormon yang dimiliki (adrenalin, kortisol) meningkat dan dapat menjadi racun pada saraf serta organ lainnya lalu daya tahan tubuh menurun. Dengan perubahan seperti itu maka menimbulkan perubahan pada struktur pembuluh darah otak yang dapat memicu terjadinya stroke.

    Saat Sahabat mengalami stres maka menimbulkan rangsangan saraf simpatis sehingga irama detak jantung menjadi tak teratur sehingga menimbulkan gangguan pada pembuluh darah jantung (jantung koroner). Pada akhirnya, belakangan ini terungkap bahwa depresi dapat menyebabkan hiperagrefasi trombosit dan juga hiperkortisolemia yang dapat memperparah penyumbatan pembuluh darah koroner.

    Ketidakcukupan suplai darah ke jaringan (Iskemia) pada jantung maka menunjukkan keadaan kekurangan oksigen yang disebabkan karena perfusi yang tidak memadai, sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan juga pasokan oksigen. Stres ini hadir bersama dengan depresi meningkatkan hiperaktivitas saraf simpatis.

    Hiperaktivitas simpatis sendiri mengkontraksikan pembulun darah  (pembuluh mengecil) sehingga terjadi hipertensi yang akan mempercepat kerusakan sel-sel dinding pembuluh darah sehingga terbentuk atheroma (penebalan) pada lapisan dalam pembuluh darah. Maka dari itu perlu Anda ketahui gejala-gejala awal depresi dan cara menanganinya agar kondisi tersebut tidak berkembang semakin parah.

    Depresi melibatkan 3 unsur dalam kehidupan individu yaitu sebagai berikut:

    1. Hambatan dalam aktivitas psikomotor yaitu merasa gelisah (agitasi) atau retardasi psikomotor, adanya kehilangan minat atau rasa senang dalam aktifitas yang biasa dilakukannya dan biasanya akan merasa gelisah.
    2. Hambatan dalam aspek kognitif dan fungsi sosial sehinggamengakibatkan individu merasa kesulitan dalam berkonsentrasi dan tampak seperti berkurangnya perhatian individu terhadap lingkungan sekitar.
    3. Hambatan dalam penghayatan alam perasaan, yang dimaksud adalah individu akan mengalami perasaan sedih, murung, harga diri menjadi berkurang, iritabel, putus asa dan timbulnya pikiran-pikiran ingin bunuh diri dan bisa saja terjadinya tindakan bunuh diri.

    Pada akhirnya penyakit jantung iskemia, suatu penyakit dengan kecenderungan kronis dan untuk pengobatannya belum menemukan cara yang tepat. Sahabat perlu melakukan pencegahan dan penanganan secara menyeluruh dalam mengatasi depresi yang dapat menyebabkan penyakit jantung kronis. Lalu bacai mana cara pencegahannya?

    Mengatur diri Sahabat dengan menjalankan pola hidup sehat (tidak obesitas) dengan konsumsi makanan seimbang, melakukan olahraga yang rutin, tidak merokok, berpikiran positif, istirahat yang cukup istirahat untuk jaga daya tahan tubuh Anda. Pastikan Sahabat melakukan kontrol ke dokter secara teratur untuk mengendalikan tekanan darah, kolesterol, diabetes melitus, otot jantung, memperbaiki depresi serta menghindari stres.

    Stres tersebut dipengaruhi oleh diri Sahabat, kita perlu mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Cobalah memulai untuk memaknai dengan baik (positif) setiap peristiwa yang terjadi. Meditasi dapat membantu menghilangkan stres dan menghindari menyalahkan kesalahan serta hilangkan penyesalan di masa lalu untuk masa depan sahabat.

    Sahabat mencari produk kesehatan dan produk herbal jantung yang berkualitas dan aman? Di ProSehat saja, sahabat bisa mendapatkan produk yang baik dan bebas tanya Maya sebagai asisten kesehatan ProSehat. Hubungi Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik di ProSehat.com.

    Sumber :

    Hendrata, Maria I. “Mengenal Hubungan Stres & Depresi dengan Penyakit Jantung”. https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/mengenal-hubungan-stres-dan-depresi-dengan-penyakit-jantung. Diakses 19 Januari 2018

    Read More
  • Olahraga Untuk Jantung Sehat – Sahabat mempunyai kesibukan yang padat dan tidak punya waktu untuk berolahraga? Dan takut pekerjaan menjadi berantakan? Jangan begitu ya Sahabat,  kita harus tetap beraktifitas fisik untuk menghindari Sahabat dari berbagai penyakit termasuk penyakit jantung.   Namun untuk memulai aktifitas fiisik secara rutin, cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau […]

    Olahraga Ini Cocok Untuk Jantung Sehat

    Olahraga Untuk Jantung Sehat – Sahabat mempunyai kesibukan yang padat dan tidak punya waktu untuk berolahraga? Dan takut pekerjaan menjadi berantakan? Jangan begitu ya Sahabat,  kita harus tetap beraktifitas fisik untuk menghindari Sahabat dari berbagai penyakit termasuk penyakit jantung.  

    Namun untuk memulai aktifitas fiisik secara rutin, cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan mengenai olahraga yang aman untuk Sahabat berolahraga. Terlebih lagi untuk penderita jantung harus mengetahui olahraga yang tepat. Salah satu olahraga yang baik untuk jantung yaitu aerobik yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Beberapa manfaat aerobik diantara lain:

    1.       Aerobik dapat meningkatkan kinerja jantung dan sistem kardiovaskular
    2.       Meningkatkan sirkulasi darah sehingga oksigen tersebut dapat di terima oleh tubuh kita
    3.       Tubuh tidak mudah lelah dan daya tahan tubuh menjadi meningkat
    4.       Dapat meningkatkan massa dan kekoaran otot
    5.       Istirahat menjadi mudah dan terasa rileks
    6.       Nampak lebih sehat dan bugar.

    Sebelum mulai aerobik, lebih baik lakukanlah streching terlebih dahulu untuk menghindari cidera pada saat berolahraga. Streching yang dilakukan, mulailah dari lengan dan kaki agar otot-otot tidak menjadi keram dan tubuh menjadi fleksibel dengan melakukan streching yang benar. Selanjutnya gerakan kardiovaskular atau aerobik yang lebih kita kenal tentunya olahraga ini dapat meningkatkan kekuatan jantung, paru serta tubuh dalam menangkap oksigen.

    Selain itu melakukan aerobik secara rutin dapat menurunkan denyut nadi serta tekanan darah dan meningkatkan pola nafas kita. Aerobik sendiri meliputi dari olahraga-olahraga lainnya seperti jogging, lompat tali, bersepeda hingga renang. Lakukanlah kegiatan ini sebanya tiga hingga empat kali seminggu dengan minimal waktu 20-30 menit setiap aktifitasnya.

    Saat melakukan aktifitas fisik, pastikan untuk selalu menghitung denyut nadi dan laju nafas saat mendekati waktu istirahat (breaktime). Bagaimana sih cara cek denyut nadi kita?

    1.       Letakkan jari kita pada pergelangan tangan untuk merasakan denyutannya. Tapi kok saya tidak bisa rasakan denyut di pergelangan tangan saya ya? Tenang saja, jika sahabat tidak bisa merasakan denyut nadi pada pergelangan tangan, maka dapat menggantinya pada sisi leher.
    2.       Jika Sahabat sudah merasakan denyut nadi pada pergelangan tangan ataupun sisi leher, maka hitunglah denyut nadi selama 30 detik dan hasil yang Sahabat dapatkan dapat dikali 2 (dua) sehingga didapat jumlah denyut nadi selama satu menit.
    3.       Untuk denyut jantung yang normaol saat melakukan aktifitas fisik dengan intensitas sedang  kurang lebih 50-70 persen dari detak jantung. Sedangkan detak jantung maksimum diperkirakan sebesar 220 dikurangi usia.

    Dalam seminggu kita memerlukan 150 jam untuk aktifitas fisik dengan tingkat sedang. Menurut HealthDay yang dilansir melalui TanyaDok.com, berikut ada aktifitas fisik lainnya yang dapat Sahabat coba seperti:

    1.       Berjalan Kaki

    Lakukanlah berjalan kaki paling tidak 11 menit selama dua kali sehari secara rutin. Setelah itu tingkatkan secara perlahan 14 atau 45 menit sehari.

    1.       Berlari

    Untuk Sahabat yang menginginkan aktifitas fisik yang lebih berat, maka berlari menjadi olahraga selanjutnya. Lakukan berlari minimal 75 menit dalam seminggu yang dilakukan secara bertahap mulai dari berlari 25 menit 3 kali seminggi atau 15 menit 5 kali seminggu.

    Jangan lupa untuk kenalkan si kecil pada olahraga minimal 1 jam setiap harinya. Lalu saat berolahraga pastikan untuk mengisi asupan tubuh dengan baik agar terhindar dari dehidrasi, minumlah air putih saat beraktifitas minimal 8 gelas per hari.  Bila Anda merasa pusing,sesak nafas coba menghentikan olahraga sejenak dan perhatikan denyut nadi Sahabat. Lakukan penanganan lebih lanjut jika terasa nyeri pada dada, leher, lengan atau bahu Sahabat.

    Produk kesehatan yang aman dan berkualitas bisa Sahabat dapatkan di ProSehat. Selain mendapatkan produk kesehatan juga produk herbal jantung, Sahabat dapat bertanya pada Maya yang siap membantu sebagai asisten kesehatan dari ProSehat. Jadi tunggu apalagi segera akses www.prosehat.com atau hubungi Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800.

    Sumber:
    Effendi, Bonita. “Mau Jantung Sehat? Olahraga, Yuk!”. https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/exercise-for-better-heart/2. Diakses 22 Januari 2018

    Read More
  • Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Anda. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki jantung yang sehat, Anda dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung anda. Lihatlah jumlah kolesterol total Anda Jumlahnya […]

    5 Indikator Jantung Sehat

    Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Anda. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki jantung yang sehat, Anda dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung anda.

    1. Lihatlah jumlah kolesterol total Anda

    Jumlahnya harus kurang dari 200mg/dL. Jika lebih tinggi dari 240mg/dL, maka kolesterol Anda dianggap tinggi. Jika bekisar antara 200-239, angka-angka tersebut dianggap sebagai batas sehingga target kolesterol total Anda harus lebih rendah dari 200mg/dL.

    Baca Juga: Makanan yang Tepat Untuk Jantung Si Kecil

    1. Ketahui jumlah kolesterol LDL

    Kolesterol LDL atau Low-Density Lipoprotein dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Kesehatan jantung Anda tergantung pada banyak faktor yang berbeda tetapi dokter menyatakan orang-orang yang berada di ‘risiko rendah’ untuk penyakit jantung harus memiliki kadar LDL yang tidak melebihi 160mg/dL. Orang-orang yang berisiko tinggi harus menjaga LDL mereka agar kurang dari 100 mg/dL.

    1. Monitor kolesterol baik Anda

    Jumlah kolesterol baik (HDL: High-Density Lipoprotein) untuk seorang wanita adalah 50 mg/dL atau lebih tinggi dan seorang pria dengan jumlah 40 mg/dL atau lebih.

    Baca Juga: 8 Persiapan Liburan dengan Penderita Jantung

    1. Ukur tekanan darah Anda

    Tekanan darah Anda harus kurang dari 120/80 mg/dL. Jumlah glukosa yang terbaik adalah ketika kurang dari 100 mg/dL. Namun, jika turun ke 70 atau di bawah, seseorang dianggap sebagai hipoglikemik dan massa tubuh Anda harus sekitar 25 kg/m.

    1. Ukur lebar pinggang Anda

    Lebar atau tidaknya pinggang Anda juga dapat menjadi indikasi jantung sehat Anda. Seorang wanita dengan kelebihan 35 inci dari ukuran normal pinggangnya dan laki-laki dengan kelebihan 40 inci untuk ukuran pinggangnya, masih dalam kisaran yang sehat.

    Produk Terkait: Herbal Jantung Terbaik

    Perlu diingat bahwa Anda memiliki sebuah catatan khusus indikator-indikator ini dari waktu ke waktu. Selain itu, indikator ini belum semuanya jadi, tetap merujuk pada hasil tes kesehatan dan hasil laboratorium Anda. Bila didapatkan hasil yang di luar dari angka sasaran, maka Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik bagi jantung sehat.

    Beritahu dokter bahwa Anda juga ingin memantau kesehatan dan jangan lupa untuk minta salinan hasil laboratorium. Pastikan hasil laboratorium Anda tidak melebihi batas normal di atas ya!

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja