Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ jantung koroner”

  • Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh yang perlu didukung dengan kondisi jantung yang baik. Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan Apabila kondisi jantung lemah, tidak dapat menyuplai darah dan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini ditandai dengan munculnya keluhan […]

    Mengenal Gagal Jantung Kongestif dan Pencegahannya

    Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh yang perlu didukung dengan kondisi jantung yang baik.

    gagal jantung kongestif

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Apabila kondisi jantung lemah, tidak dapat menyuplai darah dan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini ditandai dengan munculnya keluhan mudah lelah, sesak napas, hingga dapat menyebabkan kematian.

    Kondisi ini disebut gagal jantung kongestif, yaitu kondisi ketika bilik jantung masih berfungsi dengan baik namun dinding otot jantung tidak kuat menahan aliran darah.

    Penyebab Gagal Jantung Kongestif

    Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

    Penyakit Jantung Koroner

    Penyakit jantung koroner disebabkan karena tersumbatnya pembuluh darah arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung sehingga mengakibatkan penurunan aliran darah ke  otot jantung.

    Serangan Jantung

    Hal ini terjadi ketika pembuluh darah utama jantung tersumbat, sehingga menghentikan aliran darah ke otot jantung. Serangan jantung merusak otot jantung, menimbulkan bekas luka pada jantung sehingga fungsi jantung menurun.

    Kardiomiopati

    Kardiomiopati atau kerusakan otot jantung, dapat disebabkan karena gangguan pada pembuluh darah arteri, infeksi dalam tubuh atau akibat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

    Kondisi Lain

    Tekanan darah tinggi, gangguan katup jantung, penyakit tiroid, penyakit ginjal, diabetes, atau cacat jantung bawaan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.

    Selain kondisi-kondisi di atas, kondisi berikut juga dapat menyebabkan gagal jantung kongestif, yaitu:

    • Kegemukan
    • Merokok
    • Kurang darah (anemia)
    • Gangguan tiroid, termasuk hipertiroidisme dan hipotiroidisme
    • Penyakit autoimun (misalnya lupus)
    • Radang otot jantung (miokarditis)
    • Gangguan irama jantung (aritmia, fibrilasi atrium)
    • Kondisi ketika zat besi menumpuk di dalam di jaringan (hemochromatosis)

    Gejala Gagal Jantung Kongestif

    Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami pada pasien gagal jantung kongestif:

    Sesak Napas

    Cairan yang menumpuk di paru-paru dapat menyebabkan sesak nafas, dan batuk ketika seseorang sedang beristirahat dan berbaring.

    Bengkak

    Gagal jantung kongestif dapat menimbulkan keluhan bengkak pada pergelangan kaki, tungkai, dan perut, bahkan peningkatan berat badan

    Kelelahan dan Pusing

    Penurunan jumlah darah yang mencapai organ tubuh dapat menyebabkan kelelahan, dan bila penurunan aliran darah ke otak maka dapat menyebabkan pusing.

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Detak Jantung Tidak Teratur

    Jantung memompa darah lebih cepat, dan pelepasan hormon stres meningkat yang dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur.

    Bagaimana Cara Mendeteksi Gagal Jantung Kongestif ?

    Selain dengan pemeriksaan fisik, berikut beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendeteksi gagal jantung kongestif :

    Tes Darah dan Urine

    Tes darah dan tes urine berguna untuk memeriksa jumlah darah, fungsi hati, fungsi kelenjar tiroid, dan fungsi ginjal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Rontgen Dada

    Rontgen dada dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung dan paru. Pada kondisi gagal ginjal kongestif, akan ditemukan pembesaran jantung dan paru-paru akibat penumpukan cairan.

    Elektrokardiogram (EKG)

    Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dapat merekam aktivitas listrik dan ritme jantung, serta dapat memperkirakan kerusakan jantung akibat serangan jantung.

    Ekokardiogram

    Pemindaian ekokardiogram dilakukan untuk memeriksa kemampuan pompa jantung.

    Selain dengan pemeriksaan diatas, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan berikut:

    Tes Stres Treadmill

    Tes stres treadmill dapat dilakukan untuk mengetahui respon jantung, dilakukan dengan cara pasien berjalan atau berlari di treadmill dalam kurun waktu tertentu.

    Tes Darah Peptida Natriuretik (BNP) tipe-B

    Pelepasan BNP ke dalam darah terjadi jika jantung bekerja terlalu keras dalam jangka waktu yang lama, misalnya pada kondisi gagal jantung. Umumnya kadar BNP akan berkurang setelah mendapatkan pengobatan.

    Angiogram

    Pemeriksaan angiogram dilakukan dengan menyuntikkan pewarna ke dalam pembuluh darah utama jantung untuk membantu mendeteksi penyakit jantung koroner atau penyempitan pembuluh darah arteri, yang dapat menyebabkan gagal jantung.

    Penanganan Gagal Jantung Kongestif

    Penanganan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan obat obatan dan pada beberapa kasus dapat menjalani prosedur operasi (misalnya pada kondisi : gangguan katup jantung).

    Bagaimana Cara Mencegah Gagal Jantung Kongestif ?

    Pencegahan lebih baik daripada mengobati, karena itu sebelum Sahabat menderita gagal jantung kongestif sebaiknya lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

    • Hentikan kebiasaan merokok
    • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang
    • Berolahraga secara teratur minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu
    • Beristirahat yang cukup

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Demikian mengenai penyakit gagal jantung kongestif yang dapat Sahabat cegah dan atasi dengan pemberian obat maupun menjalani prosedur operasi.

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut mengenai penanganan jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Is It Congestive Heart Failure? [Internet]. Healthline. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/congestive-heart-failure
    2. Congestive heart failure: Causes, symptoms, and treatments [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/156849#types
    3. Ba, Social Distancing Q. Congestive Heart Failure and Heart Disease [Internet]. WebMD. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/heart-disease/guide-heart-failure
    Read More
  • “Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya blokade atau penyumbatan aliran darah menuju jantung. Kebanyakan hal tersebut terjadi karena adanya penumpukan lemak, kolestrol dan zat – zat kimia lainnya yang akan membentuk sumbatan di pembuluh darah yang menyuplai jantung. Adanya gangguan pada aliran darah ke jantung dapat melukai atau bahkan merusak bagian otot jantung.” Baca Juga: […]

    Hubungan Obesitas dengan Penyakit Jantung Koroner

    “Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya blokade atau penyumbatan aliran darah menuju jantung. Kebanyakan hal tersebut terjadi karena adanya penumpukan lemak, kolestrol dan zat – zat kimia lainnya yang akan membentuk sumbatan di pembuluh darah yang menyuplai jantung. Adanya gangguan pada aliran darah ke jantung dapat melukai atau bahkan merusak bagian otot jantung.”

    penyakit jantung koroner

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Kurang lebih seperti itulah penjelasan tentang penyakit jantung koroner. Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah adanya penumpukan lemak. Dengan kata lain, obesitas dapat menjadi salah satu faktor pemicu serangan jantung. Adapun hubungan antara obesitas dengan penyakit jantung koroner antara lain:

    • Obesitas atau kelebihan berat badan sudah jelas akan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, khususnya penyakit jantung koroner koroner. Hal ini disebabkan karena perubahan aliran darah yang terblokir karena lemak yang tertimbun di dalam tubuh. Penimbunan lemak ini juga dapat mengakibatkan kolestrol jahat semakin banyak tertimbun dan kolesterol baik mengalami penurunan.

    Baca Juga: Hati – Hati Obesitas Pada Anak

    • Salah satu penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan Obesitas adalah Lemah Jantung (Kardiomiopati). Lemah jantung sendiri adalah penyakit yang berhubungan dengan miokard atau otot jantung. Penyakit ini tidak berkaitan dengan penyakit arteri jantung, katup jantung, atau darah tinggi. Tetapi memiliki beberapa tingkatan disfungsi otot jantung yang dapat disebabkan oleh penyakit lain. Dan salah satu penyebab besar yang berpengaruh pada disfungsi otot jantung adalah Obesitas.
    • Penyakit jantung koroner koroner juga akan mengalami peningkatan sepuluh kali lebih banyak pada tubuh manusia yang mengalami obesitas dibandingkan dengan tubuh manusia yang memilih tubuh standar. Hal ini disebabkan karena bagi penderita obesitas akan mempengaruhi beratnya kerja jantung saat memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.

    Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak dengan 5 Resep Berikut

    • Orang dengan kelebihan berat juga sering memiliki kadar LDL kolestrol yang tinggi. Terlalu banyak kolestrol yang menyumbat arteri atau aterosklerosis, dapat juga menyebabkan serangan jantung atau stroke. Kelebihan berat badan juga bisa menjadi tanda Anda menyakiti jantung Anda. Banyak orang mengalami kelebihan berat badan karena makan makanan tinggi lemak dan menghindari olahraga
    • Seseorang yang mengalami gagal jantung biasanya akan merasakan sesak nafas dan tungkai akan mulai membengkak. Selain itu ada fakta lain yang harus diketahui juga bahwa kegemukan atau obesitas dapat menaikan tekanan darah ke jantung karena meyempitnya pembuluh darah oleh lemak. Jantung yang mengalami pembesaran ruang-ruang jantung dan ditambah dengan kurangnya asupan oksigen dapat mempengaruhi gagal jantung. Hal inilah yang menyebabkan seseorang yang mengalami obesitas lebih mudah terkena serangan jantung.

    Baca Juga: Efek Berat Badan Seimbang Pada Jantung

    Bagaimana? Apakah kamu mulai tergerak untuk menjadikan berat badanmu lebih ideal agar terhindar dari Obesitas yang sekaligus menjadi penyebab penyakit jantung koroner? Menjaaga tubuh agar berukuran ideal tentu tidak ada ruginya. Sebab, selain penyakit jantung koroner Obesitas juga memiliki pengaruh terhadap beberapa penyakit berbahaya lainnya. Kamu juga bisa mendapatkan aneka produk herbal jantung di Prosehat. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Read More
  • Apa Itu Jantung Koroner? Jantung koroner adalah sebuah penyakit dengan kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena peranannya yang penting di dalam tubuh, organ berukuran sebesar kepalan tangan ini menjadi organ vital pada manusia. Ada banyak jenis penyakit jantung, namun yang paling menyita perhatian karena banyaknya kasus yang terjadi adalah penyakit […]

    Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner!

    Apa Itu Jantung Koroner?

    Jantung koroner adalah sebuah penyakit dengan kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena peranannya yang penting di dalam tubuh, organ berukuran sebesar kepalan tangan ini menjadi organ vital pada manusia. Ada banyak jenis penyakit jantung, namun yang paling menyita perhatian karena banyaknya kasus yang terjadi adalah penyakit jantung koroner.

    tanda jantung koroner

    Baca Juga: Benarkah Stres Pemicu Penyakit Jantung?

    Penyakit jantung koroner yang juga terkenal dengan istilah penyakit jantung iskemik merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Di Indonesia sendiri, kematian akibat penyakit ini memang lebih besar, sekitar 35 persen. Angka kematian secara global menurut Federasi Jantung Dunia mencapai hingga 1,8 juta kasus pada tahun 2014. Penyebab pasti dari penyakit ini disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke jantung. Sumbatan ini sering disebabkan oleh lemak yang menumpuk. Adanya lemak dalam saluran pembuluh darah jantung disebabkan oleh plak yang dikenal sebagai aterosklerosis. Penimbunan lemak di dalam arteri jantung ini merupakan akibat dari pola hidup yang tidak sehat serta kolesterol jahat yang terlalu mendominasi tubuh.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas Pada Anak!

    Aterosklerosis ini sendiri mengurangi suplai darah ke jantung yang menyebabkan mudah terbentuknya penggumpalan darah atau thrombosis. Jika hal ini terjadi maka aliran darah ke jantung pun akan tertutup sepenuhnya, hingga serangan jantung yang tidak ditunggu pun menyerang. Penyebab kondisi asteroklerosis ini sendiri meliputi kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan berat badan, dan kolesterol yang tinggi.

    Seperti Apa Gejala Jantung Koroner?

    Kenali tanda dan gejala penyakit jantung koroner, karena semua orang memiliki resiko untuk terkena penyakit jantung koroner.

    • Bagian perut yang membengkak
    • Detak jantung yang tidak teratur
    • Nyeri pada dada
    • Sesak nafas
    • Merasa mual berujung nafsu makan menurun
    • Produksi keringat berlebih terutama pada telapak tangan, meskipun tidak beraktifitas
    • Rasa lelah tanpa aktifitas yang berat
    • Pembengkakkan pada pergelangan kaki dan perut
    • Rasa nyeri pada tangan kanan atau lengan kiri

    Apa yang Harus Dilakukan?

    Segera temui dokter jika gejala di atas sudah dirasakan. Setelah mempelajari gaya hidup dan pola makan seseorang, beserta riwayat jantung keluarga, dokter akan segera menyarankan untuk menjalani pemeriksaan seperti tes darah, angiografi koroner, CT Scan, MRI Scan atau elektrokardiogram (EKG).

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Itulah mengenai gejala jantung koroner. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal jantung koroner dan produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja