Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ jantung”

Showing 1–10 of 11 results

  • Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan berperan hampir 1/3 seluruh kematian di seluruh dunia. Diet berperan penting dalam kesehatan jantung dan dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung. Konsumsi beberapa makanan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Berbagai jenis buah dan sayur banyak yang baik bagi jantung. Contoh makanan yang baik bagi […]

    7 Makanan Penguat Jantung yang Harus Kamu Coba

    Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan berperan hampir 1/3 seluruh kematian di seluruh dunia. Diet berperan penting dalam kesehatan jantung dan dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung. Konsumsi beberapa makanan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Berbagai jenis buah dan sayur banyak yang baik bagi jantung. Contoh makanan yang baik bagi jantung adalah ikan, biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan, serta segelas anggur atau sepotong cokelat hitam. Sebaiknya sederetan list makanan harian yang bernutrisi perlu banyak dijadwalkan dengan baik.

    Berikut ini 7 makanan penguat jantung yang harus dicoba yaitu.

    Makan ikan yang kaya akan omega 3

    Makanan ikan seperti salmon, tuna, dan sarden. Ikan berlemak ini dikenal sangat baik untuk kesehatan jantung. Sebuah studi pada 324 orang menunjukkan bahwa konsumsi salmon tiga kali seminggu selama 8 minggu dapat menurunkan tekanan darah diastolik. Studi lain menunjukkan bahwa mengkonsumsi ikan jangka  panjang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida darah, kadar gula darah puasa, dan tekanan darah sistolik. Setiap 3.5 ons (100 gram) penurunan konsumsi ikan mingguan akan terkait dengan 19% faktor risiko yang lebih tinggi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau obesitas. Apabila Anda tidak mengkonsumsi makanan laut, minyak ikan dapat menjadi pilihan konsumsi asam lemak omega 3. Suplemen minyak ikan dipercaya dapat mengurangi trigliserida darah, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.

    Baca Juga: Hindari 7 Makanan Berikut Untuk Menjaga Jantung Sehat

    Segenggam kacang-kacangan yang baik untuk jantung

    Kacang-kacangan seperti almond atau walnut baik untuk membantu mengatasi lapar dan membantu meningkatkan kesehatan jantung. Almond merupakan nutrien yang sangat baik bagi tubuh, dengan kandungan berbagai vitamin dan mineral yang berperan penting bagi kesehatan jantung. Almond merupakan sumber baik bagi jantung dengan kandungan kaya monounsaturated fats dan serat, yaitu dua nutrien penting yang melawan penyakit jantung. Mengkonsumsi almond akan memiliki efek baik yang bermanfaat pada kadar kolesterol juga. Suatu studi pada 48 orang dengan kadar kolesterol tinggi menunjukkan bahwa mengkonsumsi 1.5 ons (43 gram) almond harian selama 6 minggu akan mengurangi lemak di perut dan kadar kolesterol jahat (LDL), dua faktor risiko penyakit jantung. Mengonsumsi almond juga akan membantu meningkatkan kadar kolesterol baik di dalam tubuh (HDL) yang membantu mengurangi plak dan menjaga arteri tetap bersih dari plak.

    Beri yang kaya akan fitonutrien yang bernutrisi bagi jantung

    Selain itu, beri juga mengandung serat yang bersifat larut di dalam tubuh. Cobalah berbagai beri, seperti blueberry, strawberry, cranberry, atau raspberry pada sereal atau yoghurt. Selain itu, beri juga kaya akan antioksidan, yang melindungi tubuh dari stress oksidatif dan inflamasi yang berperan dalam penyakit jantung. Hasil studi menunjukkan bahwa makan banyak buah beri akan mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Salah satu contohnya adalah sebuah studi pada 27 orang dewasa dengan sindrom metabolic menunjukkan bahwa minum minuman yang terbuat dari strawberry selama 8 minggu akan menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekitar 11%. Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi blueberry harian akan meningkatkan fungsi sel yang berperan pada pembuluh darah, yang mengontrol tekanan darah dan pembekuan darah. Beri merupakan makanan penutup yang rendah kalori nan enak.

    Baca Juga: 6 Makanan yang Dilarang Bagi Penderita Jantung

    Cokelat hitam baik bagi kesehatan jantung

    Cokelat seperti ini paling sedikit mengandung 70% cocoa. Cokelat hitam kaya akan antioksidan seperti flavonoid, yang membantu meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi cokelat akan menurunkan risiko penyakit jantung. Suatu studi menunjukkan bahwa seseorang yang mengkonsumsi cokelat paling sedikit 5 kali seminggu akan memiliki 57% risiko terkena penyakit jantung koroner lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi cokelat. Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi cokelat paling tidak dua kali  per minggu akan terkait dengan 32% risiko timbulnya plak pada arteri yang lebih rendah.

    Buah-buahan seperti alpukat baik untuk jantung

    Alpukat merupakan sumber baik bagi jantung karena kandungannya yang kaya akan monounsaturated fats, yang berperan dalam penurunan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Konsumsi alpukat akan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dipercaya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Alpukat juga kaya akan kalium, nutrien yang berperan penting pada kesehatan jantung.

    Biji-bijian

    Jenis biji-bijian yang paling umum yaitu gandum, nasi merah, bubur gandum. Biji-bijian ini mengandung serat yang tinggi yang menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan risiko serangan jantung. Studi lain menunjukkan bahwa mengkonsumsi biji-bijian akan menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan, sehingga dapat mengurangi risiko stroke.

    Bagaimana Sahabat. Yuk, mulai mengkonsumsi 7 makanan penguat jantung ini dan rasakan manfaatnya sesegera mungkin. Selain itu, jangan lupa untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan olahraga teratur, makanan sehat bergizi, dan kelola stress anda.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:
    1. Heart and vascular team. 15 heart-healthy foods to work into diet. 2015.[Internet]. Available at: health.clevelandclinic.org/15-heart-healthy-foods-to-work-into-your-diet/ (1.12.18)
    2. Link R. 15 incredibly heart-healthy foods. 2018. [Internet]. Available at: healthline.com/nutrition/heart-healthy-foods#section15 (1.12.18)

    Read More
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan […]

    Hindari 7 Faktor Ini Bila Ingin Jantung Tetap Sehat

    Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan jantung, terdapat penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk jantung. Apabila penumpukan semakin banyak, maka pembuluh darah koroner akan menyempit bahkan dapat tersumbat secara total. Hal ini menyebabkan penurunan asupan nutrisi dan oksigen secara tiba-tiba ke jantung, sehingga terjadilah serangan jantung. Bedanya pada stroke, penyumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memberikan nutrisi dan oksigen ke otak sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. Serangan jantung dan stroke terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan segera.

    Faktor gaya hidup berperan penting dalam terbentuknya penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor tersebut meliputi kualitas nutrisi yang buruk, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Pilihan gaya hidup yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatanyang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), peningkatan gula darah (diabetes), dan peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia). Meskipun serangan jantung dan stroke dapat berakibat fatal, kedua penyakit tersebut dapat dicegah dengan menginvestasikan sedikit waktu dan usahamu, Sobat. Nah, apa saja 7 faktor yang harus dihindari agar jantung kita tetap sehat?

    1. DAGING MERAH & PRODUK OLAHAN SUSU YANG TINGGI LEMAK

    Ladies harus membatasi konsumsi daging merah dan produk olahan susu yang kaya akan lemak untuk melindungi diri dari kemungkinan penyakit jantung. Daging memiliki kandungan protein, zat besi, zink, dan vitamin B dalam jumlah yang tinggi. Namun, daging, terutama daging merah, memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang juga tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein), atau biasa disebut kolesterol jahat, dalam tubuh kita. LDL yang berlebihan berperan dalam penumpukan lemak pada pembuluh darah yang terjadi pada serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daging merah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penyakit jantung dibandingkan daging unggas, ikan, dan sumber protein nabati lainnya.

    Produk olahan susu sebenarnya juga kaya akan nutrisi dan berperan penting bagi tubuh kita. Namun, sebagian besar produk olahan susu (susu yang tinggi lemak, keju, krim, dan mayones) memiliki komponen lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Selain itu, peningkatan kadar lemak dalam darah juga bisa meningkatkan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur.

    Selain kedua makanan tersebut, kuning telur, margarin, mentega, otak, hati, gorengan, minyak kelapa, dan makanan ringan juga memiliki kadar kolesterol dan lemak dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tersebut dibatasi. Andadisarankan untuk meningkatkan konsumsi produk olahan susu yang rendah lemak, meningkatkan konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, serta mengurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

    1. KONSUMSI MAKANAN POKOK SECARA BERLEBIHAN

    Sebagian besar orang Asia mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokoknya. Nasi putih, tepung maizena, dan tepung gandum termasuk dalam kelompok karbohidrat halus. Karbohidrat jenis ini berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes dan obesitas serta memiliki efek tidak langsung terhadap penyakit jantung. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat secara berlebihan akan meningkatkan kadar LDL dan mengurangi kadar HDL (high density lipoprotein), biasa disebut kolesterol baik, pada tubuh. Selain itu, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur, konsumsi karbohidrat yang tinggi juga berkaitan dengan peningkatan lingkar pinggang, peningkatan kadar gula dalam darah, dan peningkatan resistensi sel terhadap insulin sehingga dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan gula pada makanan dan minuman manis, yang umumnya dalam bentuk sukrosa, memiliki kalori yang tinggi serta dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, minuman dengan pemanis buatan juga tinggi akan jenis gula yang diabsorbsi dengan cepat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu yang singkat. Sobat disarankan untuk membatasi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti sirup, minuman ringan, minuman bersoda, permen, dan kue.

    1. MAKANAN YANG TERLALU ASIN

    Makanan dengan kadar garam yang tinggi merupakan salah satu faktor yang harus dihindari agar jantung tetap sehat. Garam merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk fungsi fisiologis tubuh. Konsumsi garam yang melebihi kebutuhan fisiologis dapat menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu faktor penyebab utama penyakit jantung. Untuk menjaga tekanan darah, dianjurkan tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram/hari, mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet (MSG), makanan kemasan, makanan cepat saji yang biasanya memiliki kadar garam yang tinggi.

    1. ROKOK

    Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang berperan dalam terbentuknya berbagai penyakit. Rokok mengandung senyawa toxic yang dapat merusak paru-paru, pembuluh darah, dan jantung. Senyawa tersebut menggantikan oksigen dalam darah sehingga fungsi jantung dan otak menjadi terganggu. Apabila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok, orang yang merokok 6x lebih berisiko untuk terkena serangan jantung dan risiko ini meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per harinya.

    1. ALKOHOL

    Konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi menyebabkan masalah kesehatan, nutrisi, dan sosial. Salah satu masalah kesehatan yang ditimbulkan adalah gangguan pada jantung dan hati. Sepertiga dari kasus hipertensi disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, dimana hipertensi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    1. MALAS BEROLAHRAGA

    Faktor terakhir yang harus dihindari agar jantung tetap sehat ialah rasa malas untuk berolahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat. Salah satunya yakni membakar kalori yang berasal dari makanan, memperkuat kerja jantung, dan meningkatkan kepekaan sel tubuh terhadap insulin. Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, diabetes, obesitas, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, Sobat sebaiknya melakukan olahraga jenis aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, dan bersepeda selama 150 menit/minggu untuk menghindari berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Kini, Sobat sudah lebih memahami bukan faktor-faktor yang harus dihindari supaya jantung tetap sehat? Jika Anda membutuhkan produk kesehatan atau informasi kesehatan lainnya, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Coronary Heart Disease: How Your Diet Can Help [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: aafp.org/afp/2003/0415/p1769.html
    2. Preventing Heart Disease [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/cardiovascular-disease/preventing-cvd/
    3. Moliterno P, Cerruti F. Dairy fat consumption and mortality due to cardiovascular disease. Does source of fats matter? Food and Public Health. 2016;6(2):52–7.
    4. Cardiac Diet Guidelines for Your Heart [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: indianjmedsci.org/cardiac-diet/
    5. Anand SS, Hawkes C, deSouza RJ, Mente A, Dehghan M, Nugent R, dkk. Food consumption and its impact on cardiovascular disease: Importance of solutions focused on the globalized food system: A report from the workshop convented by the World Heart Federation. J Am Coll Cardiol. 2015;66(14):1590–614.
    6. World Health Organization. Avoiding Heart Attacks and Strokes. Prancis: WHO; 2005.
    7. Reddy KS, Katan MB. Diet, nutrition and the prevention of hypertension and cardiovascular diseases. Public Health Nutr. 2004;7(1A);167–186.
    8. S. Department of Health and Human Services. Your Guide to A Healthy Heart. NIH; 2005.
    9. Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional recommendations for cardiovascular disease prevention. Nutrients. 2013;5:3646–83.
    10. Hobbs FDR. Prevention of cardiovascular diseases. BMC Med. 2015;13:261.
    11. Stewart J, Manmathan G, Wilkinson P. Primary prevention of cardiovascular disease: A review of contemporary guidance and literature. J R Soc Med. 2017;6:1–9.
    Read More
  • Salah satu nasihat yang sering kita dengaruntukmenjagakesehatanjantungadalahpola makan yang harus sangat terjaga. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan jantung dengan nutrisi makanan dan pola diet. Namun di balik itu,  kita tetap bisa menyajikan makanan enak dalam menu keseharian. Pola makan yang sehat adalah pola makan yang tetap menyertakan banyak jenis makanan […]

    6 Tips Bisa Makan Enak, Tapi Jantung Tetap Sehat

    Salah satu nasihat yang sering kita dengaruntukmenjagakesehatanjantungadalahpola makan yang harus sangat terjaga. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan jantung dengan nutrisi makanan dan pola diet.

    Namun di balik itu,  kita tetap bisa menyajikan makanan enak dalam menu keseharian. Pola makan yang sehat adalah pola makan yang tetap menyertakan banyak jenis makanan dan menjaga keseimbangannya. Sobat penasaran bagaimana menerapkan pola makan yang sehat untuk jantung? Yuk, disimak!

    1. JANGAN MELEWATKAN WAKTU MAKAN

    Terkadang kita melewatkan waktu sarapan dan menggabungnya dengan makan siang menjadi “brunch” atau justru melewatkan waktu makan malam dengan harapan agar tubuh tidak cepat gemuk. Sesungguhnya ini pola yang keliru. Ketika sobat melewatkan jam makan, tubuh akan mengirim sinyal ke otak agar “meminta” makanan lebih pada jam makan berikutnya. Pola makan yang teratur dapat dibagi menjadi 3 kali dalam sehari, atau 5-6 kali dengan porsi yang lebih sedikit. Mulai sekarang harus makan dengan pola yang teratur ya, Sobat.

    1. MAKAN LEMAK YANG DIANJURKAN

    Sobat harus tahu ada berbagai jenis lemak. Lemak yang tidak dianjurkan dalam menjaga kesehatan jantung ialah kelompok lemak jenuh dan lemak trans.  Menu lemak sehat yang terdiri dari lemak monounsaturated dan polyunsaturateddapatSobat temukan dalam minyak zaitun, kanola, dan minyak yang terkandung dalam kacang-kacangan dan biji-bijian. Sobat juga bisa mengonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega-3 seperti sarden, salmon, dan tuna. Asam lemak omega-3 akan menurunkan kadar trigliserida, melawan pembentukan sumbatan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah serta risiko kelainan irama jantung.

    Lemak jenuh adalah lemak yang akan memadat pada suhu kamar. Lemak jenuh dari produk nabati seperti minyak kelapa, margarin, minyak kelapa sawit. Lemak jenuh yang berasal dari hewan meliputi menu olahan susu seperti krim, susu, keju, mentega, lalu menu daging dan lemak. Lemak jenuh dari makanan kemasan seperti makanan ringan, biskuit, kue, dan lainnya. Hindari menu yang mengandung minyak sayur terhidrogenasi untuk menghindari lemak trans. Untuk produk seperti susu, keju dan yoghurt pilihlah jenis yang rendah lemak. Pembatasan lemak jenuh dalam satu harinya yaitu 5-6% dari kebutuhan kalori total.

    1. PILIH SUMBER PROTEIN YANG TEPAT

    Batasi konsumsi makanan berprotein yang sudah melewati banyak pengolahan dan pengawetan seperti hot dog, sosis, nugget ayam. Kita disarankan untuk mengonsumsi sumber protein yang belum terlalu banyak diolah, apalagi dengan cara yang kurang sehat, karena selain berisiko mengurangi manfaat nutrisinya, dapat meningkatkan kandungan lemak di dalamnya.

    Kandungan protein bisa Sobat dapatkan dalam kacang-kacangan, ayam, ikan, daging, dan lainnya. Protein pada kacang-kacangandapatdiolahdari menu kedelai, almond, walnut, dan sebagainya. Cara pengolahan pada menu ikan dan daging juga menentukan sehat atau tidaknya. Misalnya, ayam yang diolah dengan direbus atau dikukus saja dan tanpa kulit tentu memiliki kandungan lemak jauh lebih rendah dibanding ayam yang melalui pengolahan berminyak. Jika Sobat hendak memilih menu daging, maka pilihlah daging dengan kandungan lemak yang rendah seperti sirloin dibanding potongan daging yang lain.

    American Heart Association menyarankan kita untuk mengonsumsi dua porsi 3,5 ons ikan setiap minggunya. Sehingga ikan sangat baik untuk selalu mengisi menu protein kita sehari-hari. Dengan mencoba berbagai resep, tentunya menu ikan tidak akan membosankan.

    1. KURANGI GARAM, BERKREASILAH DENGAN RASA BARU

    Makanan yang enak biasanya identik dengan garam. Garam bersifat menarik cairan ke dalam sirkulasi darah dan meningkatkan beban jantung serta tekanan darah, sehingga konsumsi berlebihan akan menjadi tidak baik untuk jantung. Sobat bisa menghindari penggunaan garamuntukkesehatanjantungdengan mencoba beralih ke bumbu herbal dan rempah. Kamu bisa mencoba berbagai kreasi rasa baru agar menu makanan selalu menarik dan enak di lidah. Contohnya, Sobat bisa berkreasi dengan bumbu seperti rosemary, bawang dan daun sage untuk menu ayam.  Lalu daun dill dan tarragon untuk menu ikan, dan masih banyak rempah dan herba lain yang bisa kamu coba.Untuk menjaga tekanan darah, sebaiknya Sobat membatasi konsumsi garam, tidak lebih dari 2,3 gram per hari, atau hingga 1-1,5 gram saja.

    1. KONSUMSI LEBIH BANYAK SAYUR, BUAH, GANDUM UTUH

    Serat yang terkandung dalam menu makanan akan membantu menurukan kolesterol LDL. LDL yang tinggi tidak baik bagi kesehatan jantung karena akan membantu pembentukan sumbatan pembuluh darah.Kita disarankan untuk mengonsumsi 5 cangkir buah-buahan dan sayur, serta 1 ons gandum utuh setiap harinya.Selain menyertakannya dalam setiap waktu makan, kamu juga bisa membuat kreasi menu dari sayur dan buah, seperti menu salad dan jus. Mengisi waktu camilan dengan jus tentu jauh lebih baik daripada mengonsumsi minuman tinggi gula yang seringkali terlihat “kekinian”.

    1. OLAHRAGA RUTIN

    American Heart Association merekomendasikan agar kita melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150 menit atau 75 menit untuk intensitas berat, atau kombinasi keduanya setiap minggu. Jika Sobat kesulitan untuk meluangkan waktu, cobalah bagi menjadi sesi singkat selama 10 menit dalam beberapa hari selama seminggu. Tubuh yang aktif akan memperbaiki aliran darah, memperkuat otot jantung, mengendalikan gula darah, meningkatkan kolesterol HDL yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

    Itulah 6tips menu makanan enak sambil menjaga kesehatan jantung. Yuk Sobat, dicoba mulai hari ini!Jika kamu butuh produk-produk kesehatan lain, bisa dipesan dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Berciano S, Ordovás JM. Nutrition and cardiovascular health. Rev Esp Cardiol (Engl Ed). 2014 Sep;67(9):738-47.
    2. 2.Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional Recommendations for Cardiovascular Disease Prevention. Nutrients. 2013 Sep; 5(9): 3646–3683.
    3. American Heart Association. The American Heart Association’s Diet and Lifestyle Recommendations. 2015. [https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/aha-diet-and-lifestyle-recommendations]
    4. National Heart, Lung, and Blood Institute. Heart-Healthy Lifestyle Changes. [https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/heart-healthy-lifestyle-changes]
    5. Steinbaum, Suzanne R. Delicious Foods That Are Heart-Healty.  2017. [https://www.webmd.com/cholesterol-management/guide/heart-healthy-diet
    Read More
  • Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak. Penyakit jantung koroner merupakan keadaan dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh […]

    6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung

    Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak.

    Penyakit jantung koroner merupakan keadaan dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak. Selain itu, merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

    Analogi sumbatan pada pembuluh darah oleh kolesterol

    Gejala yang mungkin ditimbulkan akibat rusaknya elastisitas pembuluh darah yang dapat mengurangi suplai darah yang membawa oksigen ke jantung dapat menyebabkan seseorang terasa sesak. Gejala awal yang ditimbulkan hampir sama dengan gejala sakit maag yaitu mual, nyeri ulu hati, sakit kepala, kemudian gejala berkembang seiring keparahan sumbatan yaitu berupa nyeri dada yang menjalar sampai ke pundak dan lengan tangan.

    Nyeri dada atau dalam istilah awamnya merupakan angin duduk atau dalam bahasa medis disebut angina, terdiri dari dua tipe yaitu angina stabil dan tidak stabil. Angina stabil adalah jenis nyeri dada dan sesak napas yang timbul ketika jantung bekerja lebih keras yaitu saat melakukan aktivitas atau pekerjaan fisik berat. Angina stabil dapat segera diatasi dengan istirahat serta minum obat sesuai anjuran dokter. Dibandingkan angina stabil, angina tidak stabil lebih mengancam jiwa, tapi angina stabil pun tentunya tetap harus diwaspadai. Angina tidak stabil timbul pada saat pasien istirahat, dan secara tiba-tiba, hal ini merupakan kegawatdaruratan dan perlu tindakan segera karena dapat mengancam jiwa.

    Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%, dan yang mengalami penyakit kardiovaskular adalah negara dengan penghasilan menengah sampai rendah.

    Persentase kematian akibat PJK menurut WHO dibanding penyakit tidak menular lainnya

    Seperti yang disebutkan diatas, bahwa makanan yang kita makan terutama yang mengandung tinggi lemak dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Maka dari itu, kita dapat menimbang-nimbang makanan apa yang baik bagi tubuh dan yang tidak baik bagi tubuh. Berikut ini makanan yang dilarang bagi pasien dengan Penyakit Jantung Koroner:

    1. MAKANAN TINGGI KARBOHIDRAT

    Makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, kue, pasta, sereal dan roti dapat meningkatkan gula darah serta meningkatkan cadangan lemak tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas, apabila cadangan lemak meningkat maka lemak akan membentuk plak di sepanjang dinding pembuluh darah. Selain itu, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi atau disebut diabetes yang dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah (arterosklerosis).

    Lalu, hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, sebagai gantinya Sobat dapat mengganti nasi dengan kentang, gandum dan biji-bijian. Lalu, perbanyaklah minum air putih. Minum air putih yang cukup dapat membantu mengurangi rasa lapar diluar jam makan sehingga dapat mencegah Anda untuk mengonsumsi camilan atau makanan sampingan tinggi karbohidrat seperti cokelat, kue, dan roti.

    2. MAKANAN & MINUMAN YANG MENGANDUNG TINGGI GULA

    Seperti yang dijelaskan di atas, makanan yang mengandung gula secara tidak langsung dapat memperparah risiko penyakit jantung koroner. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula didapatkan bisa dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa.

    Tingginya asupan gula setiap harinya dapat meningkatkan cadangan lemak dalam tubuh sehingga menyebabkan risiko obesitas, bila penumpukan lemak dalam pembuluh darah terjadi, maka bisa meningkatkan beban kerja jantung kemudian, dan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya lalu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

    Oleh karena itu, batasi asupan gula seperti mengindari minuman bersoda serta makan yang mengandung gula seperti roti, biskuit dan lain sebagainya.

    3. MAKANAN YANG MENGANDUNG TINGGI GARAM

    Seperti yang diketahui bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan arterosklerosis akibat kerusakan elastisitas pembuluh darah. Hipertensi terutama disebabkan karena tingginya konsumsi makanan tinggi garam.

    Batas konsumsi garam per hari pada orang dewasa ialah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh dibawah dari batas asupan normal per harinya. Namun, kenyataannya rata-rata masyarakat mengonsumsi garam lebih tinggi dari batas anjuran, sumber garam tidak hanya berasal dari makanan utama saja, terkadang kita mengonsumsi garam berlebih berasal dari makanan tambahan atau snack seperti mie instan, keripik, biskuit dan lain sebagainya. Sehingga, rata-rata masyarakat mengonsumsi 3000-5000 mg sodium per hari.

    Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah karena sodium atau garam akan menahan (meretensi) air dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume plasma darah kemudian akan meningkatkan beban kerja jantung lalu pembuluh darah kehilangan elastisitasnya.

    4. MAKANAN YANG MENGANDUNG LEMAK BERLEBIH

    Makanan tinggi lemak seperti misalnya daging berlemak, kulit ayam, jeroan (otak sapi, paru ayam), susu tinggi lemak dan makanan yang digoreng, dapat meningkatkan kolesterol total dalam darah terutama kolesterol jahat atau yang biasa dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat. Bila kolesterol dalam darah meningkat, akibatnya lemak menumpuk dan membuat plak di sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis). Setelah terjadi sumbatan, maka pompa darah oleh jantung terganggu, jantung harus memompa darah lebih keras. Hal ini menyebabkan tekanan darah meningkat. Bila hal ini berlangsung secara terus- menerus, maka dapat memperparah hipertensi dan meningkatkan keparahan penyakit jantung koroner.

    5. MAKANAN CEPAT SAJI

    Makanan cepat saji masih menjadi primadona makanan zaman sekarang, karena rasanya yang gurih serta mudah didapatkan menyebabkan makanan cepat saji ini banyak diminati dari segala kalangan. Namun tahukah Anda, di balik gurihnya makanan cepat saji mengandung kalori serta kolesterol tinggi?

    Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, dan kentang goreng adalah contoh makanan yang sangat tidak baik bagi kesehatan karena mengandung minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan kolesterol total dalam darah meningkat, dan makanan cepat saji kadang mengandung bumbu penyedap dan garam dalam jumlah berlebih ditambah lagi daging pada makanan cepat saji bukanlah daging segar melainkan daging yang sudah diawetkan.

    6. MINUMAN YANG MENGANDUNG KAFEIN

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Setelah itu, kafein dalam pembuluh darah mengikat reseptor Adenosin yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan hormon kortisol. Hal ini yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah naik, pompa jantung meningkat. Apabila mengonsumsi kopi terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Umumnya kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    Melihat bahaya dari penyakit jantung koroner serta penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak, sudah saatnya kita mulai menjaga kalori serta asupan makanan yang dikonsumsi seperti perbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayur dan buah, hindari makanan cepat saji dan makanan yang digoreng. Selain makanan, Sobat perlu menghindari kebiasaan merokok serta lakukan olah raga teratur dan istirahat yang cukup guna menjaga kesehatan jantung. Apabila sudah mengalami gejala seperti penyakit jantung koroner, jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter, minum obat dan kontrol secara teratur kesehatan jantung Anda.

    Nah Sobat, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jilid 3. Jakarta: Interna Publishing; 2009. Page : 367-368.
    2. Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia [Internet]. Who.int. 2014 [cited 7 September 2018]. Available from: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf
    3. Ha S. Dietary Salt Intake and Hypertension. Electrolytes & Blood Pressure [Internet]. 2014 [cited 5 September 2018];12(1):7. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4105387/
    4. Johnston C. Functional Foods as Modifiers of Cardiovascular Disease. American Journal of Lifestyle Medicine [Internet]. 2009 [cited 5 September 2018];3(1_suppl):39S-43S. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2847297/
    5. Dalen J, Devries S. Diets to Prevent Coronary Heart Disease 1957-2013: What Have We Learned?. The American Journal of Medicine [Internet]. 2014 [cited 7 September 2018];127(5):364-369. Available from: amjmed.com/article/S0002-9343(13)01111-X/fulltext

     

    Read More
  • Jika sudah mendengar tentang jantung semua akan tertuju pada kesehatan jantung dan semua akan ngeri jika mendengar penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyakit menakutkan setelah stroke karena penyakit jantung adalah penyakit paling mematikan di seantero dunia. Sangat penting sekali dianjurka untuk menjaga kesehatan jantung dan mengonsumsi makanan yang bisa membuat jantung kita sehat. Pola hidup […]

    10 Makanan Sehat Untuk Jantung Yang Perlu Kamu Coba

    Jika sudah mendengar tentang jantung semua akan tertuju pada kesehatan jantung dan semua akan ngeri jika mendengar penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyakit menakutkan setelah stroke karena penyakit jantung adalah penyakit paling mematikan di seantero dunia. Sangat penting sekali dianjurka untuk menjaga kesehatan jantung dan mengonsumsi makanan yang bisa membuat jantung kita sehat. Pola hidup yang baik dan sehat adalah hal yang disarankan, apalagi melakukan olahraga adalah hal yang paling wajib dilakukan. Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung adalah hal yang wajib dilakukan, agar jantung kita sehat.

    Makanan Sehat Untuk Jantung Yang Bisa Kamu Coba:

    1. Oatmeal

    Oatmeal merupakan makanan yang sehat untuk jantung, oatmeal adalah makanan yang berasal dari biji-bijian. Mengapa oatmeal bisa menyebabkan jantung sehat? Karena adanya serat beta glucan yang terdapat didalamnya. Betaglucan mempunyai hal yang sama dengan Omega 3. Betaglucan juga dinilai mampu menurunkan kolestrol yang biasa dikenal dengan LDL. Jumlah HDL/kolestrol baik mempunyai peran memerangi radikal bebas. Anda juga harus melakukan pola makan dengan baik dan sehat, serta diimbangi oleh olahraga yang teratur.

    2. Alpukat

    Buah yang satu ini juga sering kita temui. Bukan hanya itu saja, buah alpukat adalah buah yang paling populer di dunia kesehatan. Buah alpukat juga bisa membuat jantung anda sehat karena adanya kandungan asam folat yang memiliki peran penting untuk menjaga jantung agar tetap sehat dan terjaga. Asam folat merupakan lemak baik yang sangat diperlkan untuk tubuh. Kesehatan jantung akan terjaga jika anda mengonsumsinya dengan rutin. Jika anda tidak terbiaa memakan langsung buah alpukat, anda bisa membuat jus alpukat. Alpukat akan sangat berguna bagi kesehatan jantung anda.

    3. Walnut

    Walnut mengandung asam lemak omega 3 yang sangat penting bagi kesehatan jantung anda. Walnut sejenis kacang yang paling menyehatkan bagi tubuh kita karena terdapat kandungan linoleat dan asam arakidonat yang bisa menurunkan kadar kolestrol yang tidak baik.

    4. Salmon

    Salmon adalah jenis ikan yang sangat baik dikonsumsi dan mempunyai rasa nikmat dan lezat. Salmon juga disarankan untuk dikonsumsi agar mempunyai jantung yang sehat. Salmon merupakan makanan sehat yang mempunyai peran penting untuk kesehatan jantung, salmon mempunyai kandungan omega 3 yang sangat tinggi dalam salmon. Pakar nutrisi Rachel Johnson mengatakan bahwa mega 3 pada salmon mempunyai kemampuan untuk memperlancar aliran darah yang membuat jantung anda sehat dan terjaga

    5. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun juga sangat berperan penting di dunia kesehatan. Minyak zaitun terbuat dari biji zaitun yang ditumbuk atau dihancurkan. Minyak zaitun mengandung antioksidan yang baik untuk jantung. Minyak zaitun juga berguna untuk melindungi pembuluh darah.

    6. Tahu

    Tahu juga sangat baik untuk kesehatan jantung anda. Tahu mengandung protein yang baik untuk jantung. Tahu mengandung mineral, lemak tak jenuh ganda dan serat. Tahu yang anda makan dapat menyerap saus yang anda gunakan untuk memasak setiap harinya.

    Jika anda ingin memasak tahu yang harus anda lakukan adalah, potong tahu dan beri bumbu. Anda bisa memanggangnya maupun menumis tahu tersebut, jangan menggunakan banyak minyak atau anda bisa menambahkan tahu dalam sup untuk protein yang rendah lemak.

    7. Jeruk

    Jeruk sangat kaya dengan vitamin C yang baik untuk tubuh dan kesehatan. Jeruk mempunyai serat perctin yang bisa melawan kolestrol. Jeruk juga mempunyai kalium yang bisa mengendalikan tekanan darah. Meminum dua cangkir jus jeruk perhari bisa meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jeruk juga bisa menurunkan tekanan darah pada pria. Konsumsilah jeruk karena dalam jeruk yang berukuran sedang mempunyai kandungan kurang lebih 62 kalori dan 3 gr serat. Maka dari itu jeruk sangat direkomendasikan untuk kesehatan jantung

    8. Ubi Jalar Pengganti Kentang

    Ubi jalar merupakan makanan yang familiar dan sering kita temui. Ubi jalar tidak menyebabkan gula darah menjadi naik. Makanlah ubi jalar sebagai pengganti kentang. Beberapa kandungan yang terdapat di ubi jalar adalah vitamin A, serat dan lycopene. Jika anda ingin menambah rasa manis pada ubi jalar, anda bisa menambahkan kayu manis.

    9. Apel

    Konsumsilah apel 1-2 apel perhari karena dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Apel sangat efektif untuk membunuh kolestrol jahat di tubuh anda dan bisa mengatur gula darah anda. Apel mengandung senyawa epicatechin dan fitonutrien yang berguna untuk mengurangi tekanan darah dan antioksidant bagi tubuh kita

    10. Teh Hijau

    Teh hijau juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan jantung anda, minumlah teh hijau sebanyak lima cangkir saja per hari. Jika lebih dari itu tidak baik untuk kesehatan tubuh anda.

    Artikel diatas sudah memaparkan tentang makanan yang baik untuk kesehatan jantung anda. Bukan hanya itu, jika anda ingin terhindar dari penyakit jantung, mulailah hidup sehat dari sekarang. Hindarilah minum alkohol serta merokok, salah satu penyebab penyakit jantung adalah kurangnya mengonsumsi makanan sehat dan pola hidup yang tidak sehat. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk anda.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Memilih makanan sehat untuk jantung adalah hal yang penting untuk dilakukan, terutama bagi kamu yang sudah memasuki rentang usia 30-40 tahun. Padatnya jadwal pekerjaan sehari-hari, belum lagi harus membagi waktu antara kantor dan keluarga, terkadang membuat kita mengabaikan faktor kesehatan jantung, yang tanpa kita sadari terus bekerja tanpa henti demi mendukung aktivitas kita setiap harinya. […]

    10 Makanan Sehat Untuk Jantung yang Bisa Kamu Coba

    Memilih makanan sehat untuk jantung adalah hal yang penting untuk dilakukan, terutama bagi kamu yang sudah memasuki rentang usia 30-40 tahun. Padatnya jadwal pekerjaan sehari-hari, belum lagi harus membagi waktu antara kantor dan keluarga, terkadang membuat kita mengabaikan faktor kesehatan jantung, yang tanpa kita sadari terus bekerja tanpa henti demi mendukung aktivitas kita setiap harinya.

    Belum lagi ditambah pola hidup yang tidak sehat, jam makan yang tidak teratur, terlalu sering makan makanan fast food, kopi, alkohol, rokok, semuanya adalah faktor yang apabila dibiarkan akan dapat membahayakan kondisi jantung.

    Coba bayangkan apabila jantung yang setiap hari bekerja untuk memastikan kegiatan kita berjalan lancar tersebut melemah kondisinya karena asupan-asupan tidak sehat yang kita konsumsi. Tentunya akan fatal, dan bahkan dapat menyebabkan fungsi jantung berhenti sama sekali, atau dengan kata lain, kematian.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mulai memilih serta mengonsumsi makanan-makanan yang sehat untuk jantung agar kita dapat terus menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik, dan terus dapat menghabiskan waktu dengan keluarga yang kita cintai.

    Secara umum, jenis makanan sehat untuk jantung itu adalah makanan yang kaya akan kandungan fitonutrien, yang merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran..

    Senyawa fitonutrien diyakini dapat melindungi tumbuhan dari serangan hama pengganggu, kuman, serta fungi alias jamur. Lalu untuk manusia, senyawa ini diyakini akan dapat membantu keseluruhan fungsi tubuh kita berjalan dengan baik.

    Selain senyawa fitonutrien, beberapa zat lainnya yang baik untuk jantung adalah Omega-3, flavonoid, dan juga antioksidan.

    Berikut ini, kami akan memberikan 10 makanan sehat untuk jantung yang bisa kamu coba:

    1. Kacang Merah

    Kacang merah merupakan salah satu jenis makanan yang kaya akan fitonutrien, serat, dan air, sehingga akan membuat jantung kita tetap sehat, dan juga akan membuat kita akan cepat merasa kenyang, yang akan berguna untuk mengurangi konsumsi kalori yang berlebihan sehari-harinya.

    Cobalah mulai memakan kacang merah hingga tiga cangkir dalam seminggu, guna memperbanyak senyawa fitonutrien yang diserap oleh tubuh sehingga menyehatkan jantung.

    2. Beras Merah

    Mengonsumsi beras merah setiap harinya akan mengurangi risiko kita terkena penyakit jantung. Hal ini karena kandungan serat, protein, vitamin B, mineral (zat besi, zinc, dan magnesium), dan antioksidan yang ada di dalam beras merah merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama oleh jantung.

    3. Bawang Putih

    Bawang putih yang aman dikonsumsi sehari-hari dapat berperan sebagai pengganti garam di dalam menu makanan yang kita santap. Tingginya kadar garam yang kita konsumsi, akan semakin meningkatkan risiko terkena penyakit darah tinggi (hipertensi), yang kemudian akan dapat memicu terjadinya stroke dan juga penyakit jantung.

    4. Buah Strawberry

    Buah stroberi ini juga sangat baik dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Hal ini karena buah ini mengandung antioksidan serta kaya akan serat, sehingga diyakini akan mampu membantu dalam meminimalisir peluang terjadinya penyakit jantung tersebut.

    5. Buah Anggur

    Selain diyakini dapat mencegah terjadinya tekanan darah tinggi, buah Anggur juga diduga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kandungan flavonoid dan serat yang ada di dalam Anggur akian dapat membantu dalam mencegah terjadinya kerusakan jantung.

    6. Ikan Salmon

    Kandungan Omega-3 yang terdapat di dalam ikan salmon, dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung seperti Arrhythmia dan juga hipertensi. Asosiasi Kesehatan Amerika Serikat merekomendasikan untuk mengkonsumsi 2 ekor salmon setiap minggunya.

    7. Ikan Tuna

    Sama seperti ikan Salmon, kandungan Omega 3 yang ada di dalam ikan tuna akan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, terutama ikan tuna putih (White Tuna). Ikan tuna bisa dikonsumsi dalam bentuk steak dan sebaiknya jangan menggunakan minyak saat memasaknya supaya tetap sehat bagi jantung.

    8. Buah Apel

    Menkonsumsi 1-2 Apel juga dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung karena Apel mengandung fitonutrien dan epicatechin yang juga baik untuk jantung.

    9. Teh Hijau

    Meminum lima cangkir atau lebih teh hijau setiap harinya diperkirakan akan dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Namun di satu sisi, mengonsumsi lebih dari lima cangkir teh hijau setiap hari akan dapat berdampak buruk bagi ginjal, karena akan dapay meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

    10. Kacang dan Biji-bijian Utuh

    Selain kacang merah dan beras merah yang sudah disebutkan di atas, jenis kacang lainnya serta biji-bijian utuh seperti gandum dan jagung, juga akan dapat mengurangi risiko berbagai penyakit.

    Kacang mengandung fitonutrien seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sementara biji-bijian utuh seperti jagung atau gandum mengandung zat-zat yang berguna seperti pada beras merah.

    Sebagai catatan, kita juga sebainya harus mengurangi konsumsi garam supaya menghindari kita dari terkena hipertensi yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke.

    Namun tentunya, mengonsumsi makanan-makanan di atas tidaklah cukup dalam mengurangi risiko terkena penyakit jantung apabila tidak dibarengi dengan olahraga yang teratur, serta mengurangi atau menghindari rokok.

    Tidak perlu olahraga yang berat, cukup dengan jogging setiap pagi sebelum berangkat ke kantor atau bersepeda atau bahkan cukup dengan berjalan kaki mengitari area perumahan secara rutin setiap harinya sudah cukup untuk menguatkan dan meningkatkan ketahanan jantung.

    Semoga 10 makanan sehat untuk jantung yang kami sebutkan di atas dapat membantu kehidupanmu semakin sehat, sehingga kamu bisa terus menjalani aktivitas dan dapat meluangkan waktu bersama istri dan anak tercinta.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    lifestyle.kompas.com/read/2018/06/04/230000120/mengenal-ragam-makanan-sehat-untuk-jantung
    webmd.com/heart-disease/ss/slideshow-foods-to-save-your-heart
    webmd.com/heart-disease/guide/exercise-healthy-heart#1

    Read More
  • Makanan Cokelat adalah salah satu makanan yang sangat terkenal di masyarakat karena rasanya yang nikmat dan pas di mulut banyak orang. Selain rasanya yang enak cokelat juga memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh. Biji kokoa adalah bahan dasar pembuatan cokelat dan sangat banyak sekali mengandung polifenol yang kadarnya sangatlah tinggi. Cokelat juga sangat mudah didapatkan […]

    7 Manfaat Coklat untuk Jantung yang Perlu Kamu Ketahui

    Makanan Cokelat adalah salah satu makanan yang sangat terkenal di masyarakat karena rasanya yang nikmat dan pas di mulut banyak orang. Selain rasanya yang enak cokelat juga memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh. Biji kokoa adalah bahan dasar pembuatan cokelat dan sangat banyak sekali mengandung polifenol yang kadarnya sangatlah tinggi. Cokelat juga sangat mudah didapatkan karena tidak hanya di supermarket di warung-warung biasapun kini sangat banyak dijual, walau tingkat ke asliannya tidak bisa ditentukan.

    Manfaat Coklat untuk Jantung:

    1. Meningkatkan sirkulasi darah.

    Sirkulasi darah ternyata dapat ditingkatkan dengan cara mengonsumsi coklat karena coklat memiliki kandungan zat flavonoid yang sangat tinggi. Zat flavonoid memiliki fungsi untuk mencegah penyumbatan arteri yang disebabkan oleh lemak yang menemel dan menimbulkan sebuah penyumbatan aliran darah.

    Alasan yang kedua adalah karena cokelat dapat meningkatkan sirkulasi darah. Cokelat mengandung zat flavonoid yang cukup tinggi. Fungsi dari zat ini adalah untuk mencegah penyumbatan arteri dikarenakan lemak yang menempel dan akhirnya menjadi plak penyumbat.

    2. Menstabilkan detak jantung

    Cokelat adalah salah satu cara untuk menstabikan kondisi detak jantung. Coklat juga dapat menurunkan hipertensi yang fungsinya untuk memperbaiki kerja detak jantung dan dapat memompa darah ke seluruh bagian tubuh anda.

    3. Menurunkan resiko stroke

    Stroke adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti karena penyakit ini adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya. Cokelat hitam adalah salah satu makanan yang dapat menurunkan resiko penyakit stroke.

    4. Melawan kolesterol jahat (LDL) penyebab penyakit

    Cokelat ternyata memiliki fungsi untuk memerangi kolestrol jahat(LDL). Saat anda teridentifikasi memiliki kelebihan kolesterol, salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterolnya adalah dengan mengonsumsi cokelat hitam. Bila kadar kolestrol turun akan membuat keadaan jantung menjadi sehat sehingga tidak terkena penyakitjantung lainnya.

    6. Cokelat menghilangkan stres

    Cokelat juga dapat berfungsi sebagai makanan yang dapat menghilangkan stress.Hal ini sangat diketahui banyak masyakarat sejak jaman dulu, karena dengan mengonsumsi cokelat dapat memperbaiki mood seorang menjadi lebih sehat. Stres adalah suatu hal yang sangat dihindari manusia karena dengan stres terkadang seseorang berada dalam kondisi tak menentu. cokelat disini hanya berfungsi sebagai salah satu cara mengurangi stres karena coklat rasanya enak.

    7. Mencegah penyakit berbahaya

    Coklat adalah salah satu makanan yang dapat mencegah penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh. Banyak sekali penyakit berbahaya yang dapat dicegah seperti jantung koroner dan juga penyakit tentu pencegahan dapat dilakukan dengan memakan coklat sesuai aturan.

    Itulah beberapa manfaat dari cokelat yang sangat baik bagi kesehatan. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi dan dapat dijadikan ilmu baru untuk mengetahui manfaat dari mengonsumsi Cokelat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Mungkin masih sebagian besar dari Sahabat asing dengan penyakit jantung bengkak? Jantung bengkak atau cardiomegaly merupakan kondisi dimana terjadi pembengkakan jantung yang disebabkan volume bilik jantung yang membesar diakibatkan melonggarkan otot-otot jantung. Pembengkakan ini disebut sebagai dilated cardiomyopathy. Sedangkan ada lagi kondisi pembengkakan jantung yang diakibatkan penebalan pada otot-otot jantung, kondisi ini dinamakan sebagai hypertrophic […]

    8 Makanan Untuk Jantung Bengkak Yang Aman Dikonsumsi

    Mungkin masih sebagian besar dari Sahabat asing dengan penyakit jantung bengkak? Jantung bengkak atau cardiomegaly merupakan kondisi dimana terjadi pembengkakan jantung yang disebabkan volume bilik jantung yang membesar diakibatkan melonggarkan otot-otot jantung. Pembengkakan ini disebut sebagai dilated cardiomyopathy. Sedangkan ada lagi kondisi pembengkakan jantung yang diakibatkan penebalan pada otot-otot jantung, kondisi ini dinamakan sebagai hypertrophic cardiomyopathy. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita jantung bengkak atau tidak, dibutuhkan pemeriksaan rontgen di bagian dada.

    Meskipun kondisi jantung bengkak dapat membaik, tetapi kebanyakan penderita jantung bengkak membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama bahkan seumur hidup agar bisa sembuh total. Jika Sahabat menderita penyakit jantung bengkak, Sahabat tak hanya pelru melakukan perawatan ataupun pengobatan ke dokter. Penting pula untuk memperhatikan apa saja yang Sahabat konsumsi sehari harinya.

    Nah, berikut ini ada beberapa makanan-makanan yang sangat aman dikonsumsi bagi penderita jantung bengkak:

    1. Buah-buahan Yang Kaya Anti Oksidan

    Buah-buahan yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi akan sangat baik untuk dikonsumsi bagi penerita jantung bengkak. Antioksidan ini dapat membantu mengeluarkan toksin yang mengendap di dalam tubuh. Adapun buah-buahan yang mengandung antioksidan antara lain seperti tomat, jeruk,anggur dan lainnya. pada buah jeruk, kandungan vitamin C, antioksidan serta asam folat akan sangat baik bagi organ jantung. Sedangkan pada buah anggur dan apel, kandungan flavonoidnya yang berguna bagi jantung. Sahabat bisa mengonsumsi buah-buahan tersebut langsung ataupun diolah dalam bentuk jus.

    2. Sayuran

    Tak hanya buah, penting pula bagi Sahabat untuk mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti sawi, brokoli, bayam, dan lainnya. Namun, perhatikan proses pengolahan yang Sahabat lakukan. Jangan memasak sayuran hingga terlalu matang, hal ini menyebabkan nutrisi yang baik bagi jantung dapat berkurang selama proses memasakan. Bayam dan brokoli memiliki kandungan asam folat yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    3. Kacang-kacangan

    Jenis kacang seperti kacang almond, membantu untuk meminimalisasi terjadinya pembesaran pada otot-otot jantung. Kacang-kacangan ini menjadi salah satu makanan yang sangat baik agar dapat menjaga kerja jantung tetap stabil.

    4. Makanan Yang Mengandung Omega-3

    Beberapa jenis ikan seperti sarden, salmon, tuna, dan makarel menjadi jenis-jenis ikan yang memiliki kandungan yang kaya akan omega-3. Jika Sahabat bisa mengolahnya dengan benar, maka ikan dapat menjadi salah satu makanan terbaik bagi Sahabat penderita jantung bengkak. Untuk mengolah ikan-ikan ini, jangan terlalu banyak menggunakan santan atau minyak yang malah dapat berakibat buruk untuk kesehatan jantung.

    5. Buah Berry Berry an

    Senyawa antosianin yang ada di dalam blueberry merupakan senyawa yang sangat baik untuk menyehatkan organ jantung. Selain itu, acai berry dan strawbbery juga memiliki manfaat yang tak kalah baiknya untuk penderita jantung bengkak.

    6. Buah Alpukat

    Alpukat merupakan buah-buahan lainnya yang sangat dianjurkan bagi Sahabat yang menderita jantung bengkak. Kandungan di dalam buah alpukat dapat membantu mengontrol ketegangan yang terjadi pada arteri serta kolestrol di dalam tubuh. Kandungan natrium dan kalium ini lah yang memiliki peran yang sangat besar untuk menjaga kesehatan jantung.

    7. Kedelai

    Kandungan serat dan protein di dalam kedelai dapat membantu menurunkan kadar kolestrol serta membantu untuk mengatasi penyakit jantung bengkak. Olahan-olahan berbahan dasar kedelai lainnya seperti temped an susu juga baik untuk Sahabat konsumsi agar jantung tetap sehat

    8. Buah zaitun

    Buah zaitun sudah dipercaya sejak lama memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk segala macam penyakit jantung. Apalagi jika Sahabat mengonsumsinya dalam bentuk minyak.

    Nah itu tadi 8 makanan-makanan sehat yang bisa Sahabat masukkan ke dalam menu makanan sehari hari agar menjaga organ jantung tetap sehat dan terhindar dari resiko-resiko penyakit lainnya. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Sahabat.

     

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Serangan jantung atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sindrom koroner akut ialah masalah kesehatan yang sangat serius baik bagi pria maupun wanita. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 3,8 juta pria dan 3,4 juta wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung yang fatal dan paling banyak disebabkan karena […]

    Serangan Jantung pada Wanita dan Pria, Sejauh Mana Perbedaannya?

    Serangan jantung atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sindrom koroner akut ialah masalah kesehatan yang sangat serius baik bagi pria maupun wanita. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 3,8 juta pria dan 3,4 juta wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit jantung yang fatal dan paling banyak disebabkan karena serangan jantung. Di Inggris, 1 dari 3 pria dan 1 dari 4 wanita meninggal karena serangan jantung dan sekitar 188.000 orang mengalami serangan jantung setiap tahunnya. Baik di negara maju, maupun negara berkembang, serangan jantung masih menjadi momok yang menakutkan.

    Tentu Sobat sekalian sudah sering mendengar berbagai informasi terkait serangan jantung dan gejala yang ditimbulkan. Meskipun benar gejala serangan jantung pada umumnya adalah nyeri pada dada kiri, namun apakah gejala serangan jantung pada wanita dan pria sepenuhnya sama? Hal ini penting untuk diketahui karena gejala serangan jantung perlu disadari dengan cepat agar tidak terlambat mendapatkan penanganan dan intervensi medis, apalagi kita semua tahu bahwa jantung merupakan organ yang sangat vital. Nah untuk dapat memahaminya, yuk Sobat baca lebih lanjut.

    Sindrom koroner akut merupakan kumpulan gejala dan spektrum penyakit yang umumnya disebabkan karena adanya plak aterosklerosis yang menyumbat pembuluh darah koroner jantung. Kondisi ini akan menyebabkan gejala berupa:

    • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada kiri seperti tertekan beban berat yang menjalar ke daerah leher, bahu, lengan, dagu, atau punggung.
    • Gejala lain yang dapat menyertai: sesak nafas, mual dan muntah, berkeringat dingin, berdebar-debar, dan sinkop.

    Gejala-gejala tersebut biasanya tidak membaik dengan istirahat. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang telah diketahui dapat menyebabkan serangan jantung seperti:

    • Hipertensi,
      Diabetes melitus,
    • Dislipidemia atau kadar lemak darah yang tinggi,
    • Merokok,
    • Riwayat serangan jantung pada keluarga atau faktor genetik,
    • Obesitas,
    • Konsumsi alkohol, dan
    • Depresi.

    Setiap gejala yang dicurigai mengarah kepada serangan jantung perlu dipastikan dengan pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung dan pemeriksaan enzim jantung. Serangan jantung jika tidak tertangani dengan segera dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti kerusakan katup dan struktur jantung lainnya, kegagalan pompa jantung, gangguan irama jantung, hingga kematian.

    Penanganan yang cepat harus dilakukan agar dapat mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diharapkan. Namun agar bisa mendapatkan penangan yang optimal dan maksimal, tentu tidak boleh sampai terlambat menyadari gejala dari serangan jantung itu sendiri. Permasalahannya tidak sesederhana itu loh ternyata! Banyak yang tidak menyadari bahwa gejala yang sedang dialami adalah gejala serangan jantung yang tidak khas sehingga terlambat mengunjungi fasilitas kesehatan dan terlambat mendapatkan penanganan. Sobat semua perlu ingat bahwa gejala dari serangan jantung tidak selalu sama seperti gejala yang dicantumkan di atas. Banyak sekali faktor yang menyebabkan gejala serangan jantung menjadi tidak spesifik, seperti usia, adanya penyakit penyerta lainnya seperti diabetes melitus, dan bahkan jenis kelamin. Mungkin cukup mengagetkan namun hal tersebut terbukti benar bahwa jenis kelamin menjadi salah satu faktor penting.

    Ternyata penelitian melihat adanya beberapa perbedaan serangan jantung pada wanita dan pria. Data menunjukkan bahwa serangan jantung ialah penyebab kematian pada wanita yang paling tinggi, lebih tinggi dibandingkan kanker payudara, kanker serviks, ataupun berbagai jenis kanker lainnya yang biasanya lebih ditakuti oleh wanita. Wanita cenderung lebih lama untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terkait keluhan serangan jantung yang dialaminya, sehingga sering terlambat mendapatkan penanganan yang maksimal.

    Gejala serangan jantung pada wanita seringkali menunjukkan gejala yang tidak khas. Banyak dari wanita yang mengalami serangan jantung tanpa mengeluhkan adanya nyeri dada sama sekali, namun keluhan yang muncul berupa nyeri punggung, nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, mual dan muntah, dan terasa lemas pada seluruh tubuh, meskipun masih ada sebagian kecil yang mengalami nyeri dada yang khas.

    Hal ini sangat berbeda dengan pria, di mana gejala nyeri dada kiri yang disertai keringat dingin hebat adalah yang paling sering dikeluhkan. Pria sangat jarang mengeluhkan nyeri ulu hati dan mual muntah sebagai gejala dari serangan jantung. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat serangan jantung pada wanita juga lebih tinggi dibandingkan pria akibat keluhan pada wanita yang kurang spesifik dan semakin tua usia wanita mengalami serangan jantung.

    Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa hal ini dapat terjadi. Wanita pada awalnya cukup ‘terlindungi‘ dari serangan jantung oleh hormon estrogen yang dimilikinya. Namun saat menopause terjadi, maka produksi estrogen seorang wanita menurun drastis yang dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas dan peningkatan tekanan darah. Hal ini menyebabkan risiko serangan jantung pada wanita menjadi sama besar dengan pria saat memasuki periode menopause. Selain itu, rata-rata usia wanita yang mengalami serangan jantung lebih tua dibandingkan pria dan seringkali disertai dengan penyakit penyerta lain seperti diabetes melitus, kadar lemak darah tinggi, dan depresi. Hal inilah yang menyebabkan keluhan serangan jantung yang dialami oleh wanita seringkali tidak spesifik dibandingkan dengan pria.

    Serangan jantung pada wanita dan pria ternyata cukup berbeda bukan? Mulai dari gejala yang cenderung lebih tidak khas pada wanita dan berbagai faktor penyebab yang mendasarinya, sehingga hal ini pun perlu menjadi perhatian bagi setiap kita untuk lebih sadar akan kemungkinan gejala serangan jantung yang seringkali tidak khas. Setelah mengetahui mengenai hal ini, Sobat jangan lupa untuk ikut memberikan edukasi bagi orang tua ataupun saudara dan sahabat agar setiap kita semua lebih berhati-hati dan sadar akan kemungkinan gejala serangan jantung. Sobat bisa mencari informasi kesehatan lainnya dengan cara mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ralston SH, Penman ID, Strachan MWJ, Hobson RP. Davidson’s principles and practice of medicine. 23rd ed. China: Elsevier; 2018. p. 484-6.
    2. Morrow DA. Myocardial infactions: a companion to Braunwald’s heart disease. China: Elsevier; 2017. p. 11.
    3. Patel H, Rosengren A, Ekman I. Symptoms in acute coronary syndromes: does sex make a difference? American Heart Journal. 2004;148(1):27–33.
    4. Ferri FF. Ferri’s clinical advisor. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 31-2.
    5. Devon HA, Ryan CJ, Ochs AL, Shapiro M. Symptoms across the continuum of acute coronary syndromes: differences between women and men. American Journal of Critical Care. 2008;17:14-25.
    6. Arslanian-Engoren C, Patel A, Fang J, Armstrong D, Kline-Rogers E, Cuvernoy CS, et al. Symptoms of men and women presenting with acute coronary syndromes. Am J Cardiol. 2006;98:1177–1181.
    7. Canto JG, Rogers WJ, Goldberg RJ, Peterson ED, Wenger NK, Vaccarino V, et al. Association of age and sex with myocardial infarction symptom presentation and in-hospital mortality. JAMA. 2012;307(8):813-822.
    8. Maas AHEM, Appelman YEA. Gender differences in coronary heart disease. Neth Heart J 2010;18:598-603.

    Read More
  • Saat ini berita tentang serangan jantung yang menyerang kaum muda semakin sering kita dengar. Memang serangan jantung tak pandang usia, penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit ini menduduki peringkat pertama terbanyak, yaitu 15 dari 1000 orang mengidap penyakit jantung di Indonesia. Penyebab jantung yang terbanyak akibat dari penyempitan pembuluh darah jantung. Kelompok usia yang […]

    Mengapa Anak Muda Zaman Now Mudah Terkena Penyakit Jantung?

    Saat ini berita tentang serangan jantung yang menyerang kaum muda semakin sering kita dengar. Memang serangan jantung tak pandang usia, penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit ini menduduki peringkat pertama terbanyak, yaitu 15 dari 1000 orang mengidap penyakit jantung di Indonesia. Penyebab jantung yang terbanyak akibat dari penyempitan pembuluh darah jantung. Kelompok usia yang sering terkena penyakit jantung rata-rata usia lanjut, walau begitu, dapat juga menyerang usia muda.

    Angka kematian akibat jantung sangat tinggi, berdasar data dari WHO, ada 17,5 juta dari 56,5 juta orang yang mengalami sakit jantung meninggal. Mengetahui hal tersebut, mungkin Sobat menjadi takut karena anak muda dapat terkena penyakit jantung, namun Sobat jangan takut dulu karena penyakit jantung ada prosesnya dan dapat dikendalikan.

    Penyakit jantung tidak secara mendadak terjadi, segala sesuatu pasti ada prosesnya. Misal pada penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh jantung. Dari penelitian-penelitian yang ada, penyempitan terjadi secara bertahap sejak usia muda hingga usia lanjut. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung yaitu diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, kegemukan, jarang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, stres, dan minum minuman beralkohol. Dengan mengendalikan kebiasaan hidup sehat, Sobat dapat terhindar dari penyakit jantung.

    Untuk mempermudah mengingat cara mencegah penyakit jantung Sobat cukup ingat “CERDIK”. Berikut ini beberapa tips untuk mencegah anak muda zaman now terkena penyakit jantung:

    C: Cek kesehatan rutin

    Cek kesehatan secara rutin meliputi konseling ke dokter, pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, meliputi lemak darah dan gula darah.

    E: Enyahkan asap rokok

    Merokok meningkatkan terkena penyakit jantung 2-4 kali dari yang tidak merokok dan setelah berhenti merokok selama 1 tahun, dapat menurunkan secara drastis terkena penyakit jantung.

    R: Rajin aktivitas fisik

    Kolesterol dalam darah yang tinggi meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Dengan aktivitas fisik yang berkala dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL kolesterol), begitu juga dengan kolesterol total. dan meningkatkan kolesterol yang baik (HDL kolesterol) dalam darah.

    D: Diet seimbang

    Menjaga pola makan yang seimbang penting untuk hidup sehat, termasuk mencegah penyakit jantung. Berdasarkan Survei Konsumsi Makanan Indonesia menyatakan bahwa secara garis besar penduduk Indonesia mengonsumsi lemak, gula, dan garam melebihi dari kebutuhan sehari-hari. Batas konsumsi lemak, gula, dan garam per hari yang dianjurkan: lemak sebanyak 67 gram atau setara dengan 5 sendok makan minyak sayur, gula sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan, dan garam sebanyak 1 sendok teh.

    I: Istirahat cukup

    Kurang tidur berhubungan dengan kejadian hipertensi, yang merupakan salah satu penyebab dari penyakit jantung. Durasi tidur yang dianjurkan yaitu 8-10 jam untuk remaja dan 7-9 jam untuk dewasa.

    K: Kelola stres

    Stres masih belum diketahui secara pasti bagaimana caranya membuat seseorang terkena penyakit jantung, tetapi beberapa penelitian menyatakan ada hubungan stres dengan penyakit jantung. Stres juga dapat memicu terjadinya hipertensi, mati mendadak, dan gangguan pola kebiasaan seperti pola tidur, pola makan, dan aktivitas fisik, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

    Dengan menjalani tips-tips di atas, anak muda zaman now diharapkan bisa mengikuti langkah tersebut. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati? Selain itu, jika Sobat ingin mencari tahu informasi seputar kesehatan lain, akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Daftar Pustaka

    1. Nhlbi.nih.gov. (2018). What Are the Risk Factors for Heart Disease?, HHS, NIH, NHLBI. [online] Available at: nhlbi.nih.gov/health/educational/hearttruth/lower-risk/risk-factors.htm [Accessed 17 Sep. 2018].
    2. Depkes.go.id. (2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html [Accessed 17 Sep. 2018].
    3. Smoking and Tobacco Use. (2018). CDC – Fact Sheet – Health Effects of Cigarette Smoking – Smoking & Tobacco Use. [online] Available at: cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/index.htm [Accessed 17 Sep. 2018].
    4. Nagai, M., Hoshide, S. and Kario, K. (2009). Sleep Duration as a Risk Factor for Cardiovascular Disease- a Review of the Recent Literature. Current Cardiology Reviews, 999(999), pp.1-8.
    5. Paruthi, S., Brooks, L., D’Ambrosio, C., Hall, W., Kotagal, S., Lloyd, R., Malow, B., Maski, K., Nichols, C., Quan, S., RoParuthi, S., Brooks, L., D’Ambrosio, C., Hall, W., Kotagal, S., Lloyd, R., Malow, B., Maski, K., Nichols, C., Quan, S., Rosen, C., Troester, M. and Wise, M. (2016). Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations: A Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(06), pp.785-786.sen, C., Troester, M. and Wise, M. (2016). Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations: A Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine. Journal of Clinical Sleep Medicine, 12(06), pp.785-786.
    6. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., Buysse, D., Dinges, D., Gangwisch, J., Grandner, M., Kushida, C., Malhotra, R., Martin, J., Patel, S., Quan, S. and Tasali, E. (2015). Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society on the Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: Methodology and Discussion. Journal of Clinical Sleep Medicine.
    7. Esch, T, B Stefano G & Fricchione G, Benson H. (2002). Stress in cardiovascular disease. Medical science monitor : international medical journal of experimental and clinical research. 8. RA93-RA101.
    8. Depkes.go.id. (2018). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: depkes.go.id/article/view/17103100004/healthy-starting-from-my-food-plate.html.

    Read More

Showing 1–10 of 11 results

WhatsApp Asisten Maya saja