Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ jantung”

Showing 1–10 of 16 results

  • Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa. Baca Juga: […]

    Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis!

    Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa.

    tips puasa bagi penderita penyakit kronis

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

    Berikut tips puasa bagi penderita penyakit kronis:

    Sebelum mulai berpuasa, Sahabat Sehat bisa melakukan konsultasi ke dokter dahulu untuk mengetahui apakah kondisi tubuh stabil dan memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa. Jika dokter mengatakan boleh berpuasa, maka pastikan mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter.

    Penyakit kronis diabetes melitus

    Tips berpuasa bagi penderita diabetes melitus adalah, yang pertama harus memastikan keadaan atau kondisi gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol, yang artinya tidak mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

    Produk Terkait: Jual Produk Diabetes

    Agar kadar gula darah bisa terus stabil, penderita diabetes melitus sebaiknya melakukan kontrol ke dokter terkait dosis obat yang dianjurkan.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus adalah meminum tah manis dengan gula khusus, mengonsumsi beras merah, atau kentang rebus.

    Apabila ingin minum es, maka usahakan yang berbahan dasar sirup atau gula merah khusus diet. Sedangkan, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang berkuah santan, seperti opor ayam dan rendang, es buah yang memiliki kadar gula tinggi, serta teh tawar tanpa gula.

    Penyakit kronis hipertensi

    Bagi penderita penyakit hipertensi, untuk dapat berpuasa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu kondisi penyakit dalam stadium ringan, sedang tidak dalam keadaan kritis, tekanan darah terkontrol, dan mendapat persetujuan dari dokter untuk melaksanakan puasa.

    Adapun menu yang dianjurkan bagi penderita hipertensi adalah makanan yang memiliki tinggi kalium, seperti belimbing, seledri, wortel, melon dan pisang. Selain itu juga makanan yang mengandung saponin, seperti tempe dan kacang-kacangan.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan olahan, junk food, dan makanan siap saji. Alasannya adalah karena makanan tersebut mengandung banyak garam dan natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah.

    Penyakit kronis jantung

    Ada 3 syarat utama berpuasa bagi orang dengan penyakit jantung yaiitu, tidak sedang dalam pengobatan rawat jalan, bukan merupakan pasien serangan jantung mendadak, dan bukan pasien dengan gagal jantung akut. Jika semua itu terpenuhi, maka diperbolehkan berpuasa.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita penyakit jantung adalah makanan dengan karbohidrat kompleks. Contohnya adalah beras merah, havermut, serta buah-buahan atau sayuran yang memang mengandung banyak serat.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Sementara itu, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang memiliki karbohidrat simpel. Contohnya seperti mie instan, daging merah, dan makanan cepat saji.

    Penyakit ginjal kronik

    Bila Sahabat Sehat menderita penyakit gagal ginjal kronik, bila ingin berpuasa harus mendapat izin dari dokter dahulu apa diperbolehkan atau tidak. Biasanya jika kondisinya sedang tidak stabil ataupun dalam stadium berat, dokter tidak menganjurkan untuk berpuasa.

    Nah, tips berpuasa bagi penderita penyakit ini adalah makanlah makanan yang memiliki rendah kalori, rendah kalium dan fosfat, serta konsumsi air tidak lebih dari 300 cc.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang tinggi kalium seperti produk susu, buah, dan sayur. Selain itu, tidak juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang tinggi fosfat seperti daging merah, kacang-kacangan, cokelat dan gandum.

    Penyakit kronis maag

    Bagi penderita penyakit asam lambung atau maag atau GERD sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter sebelum memulai ibadah puasa. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki penyakit kronis asam lambung yang ingin tetap berpuasa, sebaiknya tidak sedang sering kambuh-kambuhan, tidak dalam keadaan kritis, ataupun sedang dalam pengobatan rawat jalan.

    Tips puasa bagi penderita penyakit maag adalah pilihlah makanan yang memiliki kalori rendah serta tidak merangsang asam lambung dan hindari makan makanan pedas, asam, serta makanan yang mengandung gas seperti kol, durian, sawi, minuman bersoda, susu full cream, dan kopi.

    Selain itu, hindari juga makanan yang berlemak di saat sahur. Walaupun makanan yang serba digoreng sangat menggoda selera, namun sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita penyakit maag karena bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka pada lambung serta rasa tidak nyaman selama seharian berpuasa.

    Disarankan, untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut dan tidak berlemak, seperti sup dan makanan rebus.

    Untuk mencegah gejala penyakit maag dapat kumat selama berpuasa, jangan langsung tidur setelah sahur. Walaupun rasa kantuk melanda, sebaiknya Sahabat Sehat yang menderita penyakit maag menunda hal itu, karena bisa mengakibatkan asam lambung akan naik.

    Baca Juga: Seperti Apa Diet Lambung Bagi Penderita Maag?

    Namun jikapun tetap ingin tidur, dianjurkan dengan memberi jeda setidaknya dua jam. Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik.

    Pada saat berbuka puasa, makanlah makanan secara bertahap dengan porsi yang sedikit-sedikit. Jadi jangan langsung mengonsumsi makanan utama dalam porsi yang banyak ya.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui tips puasa bagi penderita penyakit kronis. Semoga informasi ini bisa membantu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini ya!

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung Halaman all. – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/19/120200068/6-tips-puasa-untuk-penderita-asam-lambung?page=all.> [Accessed 25 April 2021].
    2. HD, M., 2021. Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/ulasan-khas/d-3228390/panduan-singkat-buka-puasa-bagi-pasien-penyakit-kronis> [Accessed 25 April 2021].
    3. Gaya hidup. 2021. 5 Tips Puasa Bagi Pengidap Maag dan GERD – Halaman 2. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210420135322-255-632223/5-tips-puasa-bagi-pengidap-maag-dan-gerd/2> [Accessed 25 April 2021].
    4. Universitas Islam Indonesia. 2021. Tips Tetap Fit Berpuasa Bagi Penderita Penyakit Kronis | UII. [online] Available at: <https://www.uii.ac.id/tips-tetap-fit-berpuasa-bagi-penderita-penyakit-kronis/> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya pada tanggal 25 November 2020. Mantan pesepak bola yang terkenal dengan ‘Gol Tangan Tuhan’-nya ke gawang Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 yang turut membawa Argentina menjadi juara dunia itu dikatakan meninggal […]

    Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung yang Perlu Sahabat Ketahui

    Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya pada tanggal 25 November 2020. Mantan pesepak bola yang terkenal dengan ‘Gol Tangan Tuhan’-nya ke gawang Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 yang turut membawa Argentina menjadi juara dunia itu dikatakan meninggal karena henti jantung.1 Seminggu sebelumnya, pada hari Sabtu, 21 November 2020, peristiwa serupa menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Senayan.2

    perbedaan henti jantung dan serangan jantung

     

    Baca Juga: Yuk, Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

    Sebenarnya, apa itu henti jantung? Tentu masih banyak yang menyamakan henti jantung dengan serangan jantung. Padahal, kedua kondisi ini berbeda, meskipun sama-sama mengenai jantung yang merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Lalu, apa sajakah perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung? Yuk, Sahabat Sehat, simaklah penjelasan berikut ini.

    Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

    Berikut ini adalah perbedaan henti jantung dan serangan jantung:

    Henti Jantung

    Henti jantung merupakan kondisi jantung benar-benar berhenti berdetak, sehingga mengakibatkan gangguan distribusi darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini kerap terjadi tanpa adanya peringatan sama sekali. Biasanya dipicu oleh kelainan pada jantung yang menyebabkan detak jantung yang tidak teratur atau aritimia. Saat jantung berhenti, jantung tidak mampu memompa darah ke otak, paru, dan organ tubuh lainnya. Beberapa detik setelahnya, orang yang mengalami henti jantung bisa kehilangan kesadarannya, hingga tidak memiliki denyut nadi sama sekali. Pertanda orang terkena henti jantung adalah secara tiba-tiba kehilangan kesadaran, tidak bernapas sama sekali, tiba-tiba lemas, warna kulit menjadi kebiruan dan pucat, serta denyut nadi atau detak jantung tidak bisa ditemukan sama sekali.3

    Serangan Jantung

    Serangan jantung berbeda dari henti jantung. Seperti kita ketahui, struktur jantung itu sendiri terdiri dari otot yang memerlukan suplai darah kaya akan oksigen. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang bertugas untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke jantung. Serangan jantung umumnya terjadi karena adanya penyumbatan pada arteri koroner. Penyumbatan biasanya diakibatkan oleh penumpukan lemak, kolestrol, yang disebut plak dan kemudian dapat membentuk gumpalan. Akibat adanya sumbatan tersebut, aliran darah terganggu dan jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Keadaan ini menyebabkan disfungsi organ yang dapat berujung pada kematian. Saat terjadi serangan jantung, gejala yang dapat dirasakan adalah nyeri dada, nyeri di tubuh bagian atas, berkeringat, pingsan, tidak sadarkan diri, pusing, pucat, dan denyut nadi tidak teratur.3

    Produk Terkait: Jual Herbal Jantung

    Cara Mencegah Keduanya

    Setelah mengetahui perbedaan henti jantung dan serangan jantung, sekarang kita beralih ke cara mencegah kedua kondisi ini. Pada prinsipnya pencegahan yang dilakukan serupa, yaitu dengan melakukan pemeriksaan atau medical check-up rutin dan menjalani pola hidup sehat, seperti:4

    • Tidak merokok
    • Kurangi makan makanan berlemak
    • Tidur yang cukup
    • Kelola stres
    • Kurangi konsumsi alkohol
    • Berolahraga secara teratur

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Penanganan

    Bila terjadi henti jantung, Sahabat bisa melakukan penanganan dengan menghubungi pihak medis. Namun, sebelum tenaga medis datang, Sahabat bisa memberikan pertolongan awal dengan melakukan tindakan resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang terdiri dari kompresi dada dan pemberian napas buatan.5

    Henti Jantung

    Untuk henti jantung, pertolongan awal yang bisa Sahabat lakukan adalah sebagai berikut:5,6

    • Amankan lokasi kejadian
    • Apabila penderita tidak memberikan respon/reaksi, teriaklah untuk mendapatkan pertolongan terdekat. Aktifkan sistem tanggap darurat melalui telpon seluler. Apabila tersedia, ambil atau minta seseorang untuk mengambil defibrilator eksternal otomatis atau automated external defibrillator(AED)
    • Perhatikan penderita apakah benar-benar tidak bernapas, atau napas tersengal/tidak normal, dan periksa denyut nadi secara bersamaan. Pastikan apakah denyut nadi terasa atau tidak terasa dalam 10 detik
    • Apabila penderita tidak bernapas dan tidak terasa denyut nadi, lakukan CPR
    • Posisikan penderita hingga berbaring telentang di atas landasan yang datar dan cukup keras, seperti lantai. Posisi kepala sedikit menengadah karena dalam posisi ini saluran napas terbuka lebar dan lurus
    • Penolong berlutut di samping penderita. Lutut dekat dengan tubuh penderita
    • Pompa atau kompresi pada dinding dada dilakukan dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpu. Tidak semua telapak tangan menyentuh dinding dada, hanya bagian tumit telapak tangan yang menumpu pada dinding dada
    • Selanjutnya, posisi telapak tangan, siku, hingga bahu lurus (posisi lengan lurus dengan siku terkunci). Hal ini agar tenaga yang dihasilkan besar dan penolong tidak kelelahan
    • Sumber tenaga untuk memompa adalah sendi bahu. Jadi, gerakan memompa bukan berasal dari tenaga lengan bawah ataupun lengan atas, tetapi dari gerakan naik turunnya bahu
    • Tumit tangan diletakkan di tulang tengah dada, di pertengahan setengah bawah tulang dada. Pada laki-laki, posisinya kira-kira sejajar puting susu, sedangkan pada perempuan sejajar lipatan kulit bawah payudara
    • Kompresi diberikan berirama dengan kecepatan 100-120 kali permenit tanpa interupsi.
    • Kompresi diberikan dengan kekuatan yang menyebabkan dinding dada terdorong ke dalam sejauh 5 sentimeter
    • Berikan kesempatan untuk dada mengembang kembali sempurna setelah setiap kompresi
    • Pastikan interupsi pada kompresi seminimal mungkin
    • Setiap 2 menit, periksa kembali nadi penderita apakah sudah teraba atau belum
    • Napas buatan boleh diberikan. Namun, napas buatan tidak perlu dilakukan bila penolong adalah orang awam yang tidak terlatih
    • Kompresi dada terus diberikan hingga bantuan medis datang. Bila penolong lelah, tindakan ini dapat digantikan oleh penolong lain
    • Kompresi dada dapat dihentikan bila petugas medis datang, penolong kelelahan dan tidak ada penolong lainnya, atau tindakan ini telah diberikan dalam waktu 20 menit tanpa perbaikan (penderita masih tidak sadar, tidak bernapas, dan nadi tidak ada).

    Serangan Jantung

    Penanganan awal serangan jantung dilakukan sebagai berikut:

    Jika korban yang mengalami serangan jantung masih terbangun dan masih bisa memberikan respons, lakukan hal-hal berikut:6,7

    • Stop aktivitas dan duduk/berbaring
    • Jangan berikan air atau makanan
    • Berikan tablet aspilet 160-320 mg
    • Tunggu 5 menit dan evaluasi
    • Jika penderita diberikan resep nitrogliserin oleh dokter, berikan pada penderita ketika merasa nyeri dada. Nitrogliserin diberikan tiap 3-5 menit (maksimal 3 kali)
    • Jaga kenyamanan korban dan buat daftar obat-obatan jika mereka memilikinya
    • Apabila nyeri menetap, segera cari pertolongan tanggap darurat

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Jika korban tidak sadarkan diri, namun masih bernapas secara normal, pindahkan korban ke permukaan yang rendah dan biarkan kepala korban rileks dalam posisi tegak. Posisi ini untuk menghindari korban mengalami tersedak dengan membiarkan saliva mengering dari dalam mulut. Segera cari pertolongan tanggap darurat.7

    Jika korban tidak sadarkan diri dan tidak bernapas, lakukan CPR sambil menunggu bantuan tenaga medis. Studi menyatakan bahwa melakukan CPR pada korban sebelum dilarikan ke rumah sakit bisa meningkatkan rasio keselamatan hingga 12%.7 Langkah CPR sama seperti yang dibahas pada penanganan henti jantung sebelumnya.

    Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Demikianlah perbedaan henti jantung dan serangan jantung yang selama ini kerap dianggap sama. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat Sehat untuk mencegah, mengenali gejala-gejalanya, dan memberikan pertolongan pertama bila menghadapi kedua kondisi gawat darurat ini. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi lebih lanjut mengenai jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Prasatya R. Kronologi Meninggalnya Diego Maradona [Internet]. sport.detik.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-5270224/kronologi-meninggalnya-diego-maradona
    2. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
    3. Kenali Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200219093532-255-476002/kenali-beda-serangan-jantung-dan-henti-jantung
    4. 7 Cara Mencegah Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/23/193400268/7-cara-mencegah-serangan-jantung?page=all
    5. Henti Jantung: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/05/05/175000068/henti-jantung-gejala-penyebab-hingga-cara-mengatasinya?page=all
    6. Buku Ajar Kursus Bantuan Hidup Jantung Dasar BCLS Indonesia Edisi 2019. Jakarta: PERKI; 2019.
    7. Tips Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/29/073048820/tips-pertolongan-pertama-pada-penderita-serangan-jantung?page=all
    Read More
  • Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1 Baca Juga: […]

    Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1

    kesehatan gigi yang buruk, kesehatan gigi yang tidak baik

    Baca Juga: Perilaku Merusak Gigi yang Sering Dilakukan dan Dianggap Sepele

    Kebiasaan tidak menjaga kebersihan gigi, seperti malas menyikat gigi menyebabkan penumpukan plak pada gigi, sehingga terjadi infeksi dan mengakibatkan gingivitis atau gusi meradang. Gingivitis ditandai dengan gusi kemerahan dan membengkak. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, Sobat harus segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika diabaikan, infeksi yang bermula di gusi ini bisa menyebabkan kuman masuk ke pembuluh darah dan terbawa aliran darah. Kemudian, kuman tersebut dapat berlabuh di organ lainnya.3 Oleh karena itu, kesehatan gigi yang buruk juga bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis secara tidak langsung.4 Apa saja penyakit-penyakit kronis itu? Yuk, Sobat Sehat, kita simak bersama-sama di bawah ini.

    Penyakit Jantung

    Siapa sangka jika kesehatan gigi yang buruk ternyata dapat mengakibatkan salah satu penyakit kronis paling berbahaya di dunia, yaitu penyakit jantung. Infeksi kronis pada gusi dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dengan mempengaruhi aliran darah.2 Penyakit gusi menyebabkan peradangan pembuluh darah dan saat disertai penumpukan lemak dalam darah, akan membantu terbentuknya plak yang menumpuk di arteri.2, 4 Selain itu, kuman dari mulut ini bisa melaju dalam aliran darah dan hinggap di jantung, lalu menginfeksi katup jantung.1

    Diabetes

    Diabetes atau kencing manis ternyata juga berhubungan dengan buruknya perawatan gigi. Diabetes dapat menyebabkan kelainan di pembuluh darah. Selain itu, pada pasien diabetes biasanya ditemukan kadar kimiawi inflamasi (misalnya, interleukin) yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Kadar gula yang tinggi menciptakan lingkungan yang ideal untuk infeksi.4

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Stroke

    Stroke yang juga dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan ternyata juga berhubungan dengan kesehatan gigi yang buruk. Dalam suatu penelitian, dilaporkan bakteri cnm-positif yang ditemukan di dalam air liur dapat masuk ke pembuluh darah, melewati pembatas darah dan otak, kemudian menyebabkan perdarahan.5

    Penyakit Ginjal

    Kesehatan gigi dan mulut sangat penting bagi penderita penyakit ginjal. Soalnya, saat menderita penyakit kronis seperti penyakit ginjal, sistem kekebalan tubuh cenderung lebih lemah. Bakteri yang dibiarkan di mulut karena jarang menyikat gigi, bahkan hingga ada gigi yang berlubang, dapat menyerang tubuh dengan sistem imun yang lemah dan menyebabkan infeksi serius.1 Penyakit ginjal juga dihubungkan dengan penyakit gusi. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang tidak bergigi memiliki kemungkinan menderita penyakit ginjal kronis lebih besar dibandingkan orang dewasa yang giginya masih cukup lengkap.6

    Pneumonia

    Buruknya kesehatan gigi dan mulut, juga dapat menyebabkan penyakit lain bermunculan, salah satunya pneumonia. Pada pneumonia, terjadi infeksi paru, sehingga kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kesehatan mulut yang buruk ternyata memberi ruang untuk bakteri yang berperan dalam risiko berkembangnya pneumonia.2

    Penyakit Paru Kronis

    Mungkin tidak ada yang menyangka jika buruknya kesehatan gigi juga dapat memperberat gangguan pernapasan pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit paru kronis, seperti emfisema. Penyebabnya adalah bakteri dari mulut yang menyerang saluran pernapasan.2

    Alzheimer

    Bakteri pada mulut yang timbul akibat buruknya kesehatan gigi juga bisa menyebabkan alzheimer. Berdasarkan penelitian, salah satu bakteri penyebab infeksi gusi, yaitu Porphyromonas gingivalis (Pg) ditemukan pada jaringan otak pasien alzheimer, sehingga bakteri mulut ini diduga dapat menjadi akar penyakit alzheimer. Alzheimer sendiri merupakan kondisi seseorang mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, dan perubahan perilaku yang disebabkan oleh gangguan otak. Bahkan, jika mengidap alzheimer dengan kondisi berat, penderitanya dapat mengalami halusinasi dan delusi.2 Penyakit gusi juga dikaitkan dengan penurunan kognitif dan perkembangan demensia yang lebih cepat.4

    Osteoporosis

    Penyakit kronis lain akibat malas menjaga kebersihan dan merawat gigi adalah osteoporosis. Penelitian baru dari National Institute of Health Osteoporosis and related Bone Diseases National Resource Center menyatakan penyakit gusi dan osteoporosis dapat menyebabkan kerusakan tulang. Selan itu, terdapat hubungan antara inflamasi dan kesehatan tulang.4

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Itulah berbagai penyakit kronis yang dapat dipicu oleh kesehatan gigi yang buruk. Semuanya berawal dari bakteri atau kuman dari mulut yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.4 Oleh karena itu, Sobat Sehat harus menjaga kebersihan gigi dengan rajin menyikat gigi dua kali sehari dan memeriksa gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali. Semoga dengan mengetahui hubungan antara kesehatan gigi yang buruk dan penyakit kronis ini menyadarkan kita bahwa kesehatan gigi tidak boleh diabaikan. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Malas Sikat Gigi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis, Benarkah? [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/malas-sikat-gigi-bisa-tingkatkan-risiko-penyakit-kronis-benarkah-1rn9vQePPPd/full
    2. Ini 3 Penyakit Serius Akibat Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi [Internet]. listerine.co.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/ini-3-penyakit-serius-akibat-tidak-menjaga-kesehatan-gigi-dan-gusi
    3. Penyakit Kronis Bisa Berawal dari Kuman Gigi [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2013/05/04/13542032/penyakit.kronis.bisa.berawal.
    4. Jangan Remehkan K. Jangan Remehkan, Kesehatan Mulut Berhubungan dengan Penyakit Kronis [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307582/jangan-remehkan-kesehatan-mulut-berhubungan-dengan-penyakit-kronis
    5. Jangan Anggap Sepele, Radang Gusi Bisa Picu Berbagai Penyakit [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/351849618/jangan-anggap-sepele-radang-gusi-bisa-picu-berbagai-penyakit-kronis?page=all
    6. Selamatkan Ginjal dengan Gigi yang Sehat [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/230007/selamatkan-ginjal-dengan-gigi-yang-sehat
    Read More
  • Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia, juga di Indonesia, dan bahkan menduduki peringkat pertama penyebab kematian. Setelah jantung, posisi kedua diduduki oleh stroke dan diabetes di posisi ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit jantung adalah penyumbang terbesar kematian di Indonesia. Menurut data Riskesdas 2019, jumlah penderita penyakit ini di Indonesia adalah 2.784.064 […]

    10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia, juga di Indonesia, dan bahkan menduduki peringkat pertama penyebab kematian. Setelah jantung, posisi kedua diduduki oleh stroke dan diabetes di posisi ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit jantung adalah penyumbang terbesar kematian di Indonesia. Menurut data Riskesdas 2019, jumlah penderita penyakit ini di Indonesia adalah 2.784.064 orang, dan kebanyakan diderita oleh kelompok usia muda. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penderita penyakit jantung bukan terjadi hanya pada orang tua namun justru banyak juga dialami pada usia 20-40 tahun ke atas.

    serangan penyakit jantung, makanan pencegah serangan penyakit jantung

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Banyaknya kejadian serangan jantung pada dewasa muda dikarenakan pola hidup yang lebih instan akibat kebiasaan makan makanan cepat saji atau junk food dan berlemak jenuh tinggi, serta kebiasan merokok, mengonsumsi alkohol, dan jarang berolahraga. Nah, supaya Sobat sebagai kaum muda milenial tidak mengalami hal yang demikian, ada baiknya Sobat mulai memperhatikan apa-apa saja yang perlu dikonsumsi. Apa saja itu? Yuk, mari simak!

    Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Sayuran Hijau

    Makanan pertama yang perlu dikonsumsi untuk mencegah serangan jantung adalah sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi. Ketiga sayuran ini kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Jenis sayuran tersebut merupakan sumber vitamin K dan nitrat yang baik untuk membantu melindungi arteri jantung, mengurangi tekanan darah, mengurangi kekakuan pembuluh darah, dan meningkatkan fungsi sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi sayuran hijau berisiko lebih  rendah terkena penyakit jantung.

    Gandum Utuh

    Makanan kedua yang disarankan untuk mencegah serangan jantung adalah biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, gandum hitam, dan quinoa yang mengandung serat cukup tinggi. Makanan tersebut bisa membantu mengurangi kadar kolestrol LDL dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner!

    Beri-berian

    Beri-berian, yaitu stroberi, bluberi, blackberi, dan raspberi adalah buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi seperti anthocyanin yang mampu melindungi diri dari stres oksidatif dan peradangan yang menjadi penyebab penyakit jantung.

    Alpukat

    Alpukat sangat dianjurkan sebagai makanan yang dikonsumsi agar jantung Sobat tidak bermasalah. Buah ini merupakan sumber lemak tak jenuh yang sehat untuk kesehatan jantung. Alpukat mengandung kalium tinggi yang dibutuhkan tubuh dalam sehari sehingga bisa menurunkan tekanan darah, kadar kolestrol dalam darah, dan mencegah terjadinya penyakit jantung.

    Ikan berlemak

    Salmon, makarel, sarden, dan tuna mengandung tinggi asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Menurut sebuah studi, mengonsumsi salmon tiga kali semiggu  selama 8 minggu dapat secara signifikan menurunkan tekanan darah diastolik.

    Cokelat Hitam

    Cokelat hitam dikenal kaya akan antioksidan seperti flavonoid yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Mengonsumsi cokelat hitam setidaknya dua kali per minggu terbukti memiliki 32% risiko yang lebih rendah mengalami plak kalsifikasi di arteri jantung. Namun, supaya benar-benar ampuh, pilihlah cokelat hitam yang berkualitas tinggi dan mengandung kakao minimal 70%.

    Tomat

    Tomat adalah sayuran yang mengandung likopen tinggi, dan merupakan antikoksidan alami yang bisa menetralkan radikal bebas, mencegah terjadinya kerusakan oksidatif, dan mencegah peradangan penyebab serangan jantung. Selain mencegah penyakit jantung datang, tomat juga dapat mencegah stroke dan penyakit kolestrol.

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Bawang Putih

    Bawang putih yang selama ini digunakan sebagai salah satu bumbu dasar memasak ternyata juga mempunyai khasiat yang baik untuk jantung. Sebab, bawang ini mengandung senyawa allicin yang diyakini memiliki banyak efek terapeutik. Ekstrak bawang putih bisa menghambat penumpukan trombosit yang dapat mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke. Untuk hasil terbaik, pastikan mengonsumsi bawang putih mentah atau yang sudah dihancurkan dan dibiarkan selama beberapa menit sebelum dimasak.

    Minyak Zaitun

    Minyak zaitun mengandung antioksidan yang dapat meredakan peradangan dan mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung. Faktanya, orang yang mengonsumsi minyak zaitun secara teratur memiliki risiko 35% lebih rendah terkena penyakit jantung.

    Edamame

    Makanan terakhir yang dianjurkan untuk dikonsumsi supaya tidak terkena penyakit jantung adalah edamame. Edamame merupakan kacang yang mengandung isoflavon kedelai, yakni sejenis flavonoid yang dapat membantu menurunkan kadar kolestrol dan meningkatkan kesehatan jantung. Mengonsumsi edamame bisa menurunkan risiko kematian sebanyak 15% akibat penyakit jantung.

    Produk Terkait: Herbal Jantung

    Selain mengonsumsi makanan-makanan yang dianjurkan seperti di atas, Sobat juga sebaiknya memperhatikan beberapa hal lain, yaitu:

    • Batasi kolestrol, yaitu dengan mengurangi atau tidak mengonsumsi sama sekali daging merah atau susu tinggi lemak yang dapat meningkatkan kadar kolestrol darah terutama pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung
    • Makan secara teratur, karena pola makan yang teratur akan membantu Sobat yang terkena penyakit jantung atau ingin mencegah penyakit tersebut untuk mengontrol gula darah, membakar lemak lebih efisien, dan mengatur kadar kolestrol.
    • Kurangi garam, karena terlalu banyak garam tidak baik untuk tekanan darah. Sebagai gantinya, gunakan saja bumbu berbahan rempah-rempah atau bumbu alami dapur untuk membumbui makanan.
    • Tetap terhidrasi, agar Sobat akan merasa energik dan makan lebih sedikit. Minumlah 32 hingga 64 ons atau sekitar 1 hingga 2 liter air setiap hari.
    • Tetap sajikan sesuai takaran, bisa dengan cara menggunakan piring dan gelas yang lebih kecil, dan untuk memeriksa label makanan melihat berapa banyak porsi makanan karena lebih mudah untuk makan lebih banyak daripada yang dipikirkan.

    Itulah makanan yang bisa Sobat konsumsi untuk mencegah serangan jantung. Meskipun begitu, Sobat tetap diharuskan untuk berolahraga, tidak merokok, jangan sampai obesitas, tidak mengonsumsi alkohol, serta secara rutin memeriksakan kesehatan jantung. Apabila Sobat ingin mengetahui makanan yang sehat untuk jantung, silakan tonton video berikut ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Jika Sobat memerlukan informasi lebih lanjut dan produk-produk yang berkaitan dengan kesehatan jantung, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Cegah Serangan Jantung dengan Konsumsi 10 Makanan Sehat Ini [Internet]. kumparan. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/cegah-serangan-jantung-dengan-konsumsi-10-makanan-sehat-ini-1srzPl2LnLl/full
    2. 5 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia, Mulai Jantung hingga Diabetes Militus | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/5-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia-mulai-jantung-hingga-diabetes-militus.html
    3. Media K. Penyakit Jantung Menghantui Orang Indonesia, Ini Sebabnya… Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2019/04/12/154951023/penyakit-jantung-menghantui-orang-indonesia-ini-sebabnya?page=all#:~:text=Berdasarkan%20data%20Riset%20Kesehatan%20Dasar,di%20Indon
    4. [Internet]. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5e9a470f952f2/jantung-koroner-pembunuh-nomor-satu-di-indonesia
    5. 9 Cara Diet Tepat Bagi Penderita Penyakit Jantung – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://tirto.id/9-cara-diet-tepat-bagi-penderita-penyakit-jantung-flvc
    6. [Internet]. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://www.tokopedia.com/blog/cara-mencegah-penyakit-jantung-hlt/
    Read More
  • Penyakit jantung pada remaja adalah penyakit jantung yang menyerang di usia remaja. Menurut WHO, usia remaja adalah usia 17 hingga 24 tahun. Usia ini merupakan usia produktif, dan sebenarnya, jarang terserang penyakit jantung. Penyakit mematikan ini biasanya dialami oleh orang tua atau yang berumur 40 tahun ke atas. Namun, sebuah studi dari American College of Cardiology menyatakan […]

    Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Penyakit jantung pada remaja adalah penyakit jantung yang menyerang di usia remaja. Menurut WHO, usia remaja adalah usia 17 hingga 24 tahun. Usia ini merupakan usia produktif, dan sebenarnya, jarang terserang penyakit jantung. Penyakit mematikan ini biasanya dialami oleh orang tua atau yang berumur 40 tahun ke atas. Namun, sebuah studi dari American College of Cardiology menyatakan bahwa serangan jantung rupanya cukup banyak juga dialami oleh orang-orang yang berumur 20 hingga 30 tahun ke atas.1

    penyakit jantung pada anak muda, penyakit jantung pada dewasa muda

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner!

    Para ilmuwan mengatakan bahwa ateroklerosis atau penyumbatan pembuluh darah membuat orang usia muda di rentang usia 20-an terkena penyakit ini. Di Indonesia sendiri, sudah banyak orang usia muda atau remaja yang terkena penyakit jantung, seperti Mike Mohede dan Cecep Reza.1 Lalu mengapa mereka bisa terkena penyakit jantung? Berikut ini adalah penyebabnya:

    Penyebab Penyakit Jantung Pada Remaja

    Obesitas di Usia Muda

    Penyebab pertama mengapa remaja bisa terkena dan rentan serangan jantung adalah obesitas. Contohnya di Amerika, pada dekade 70-an, banyak sekali anak muda yang mengalami obesitas berat. Obesitas itu sendiri sangat sulit dikurangi jumlahnya karena banyak remaja yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak. Hal itu kemudian diperparah dengan minimnya aktivitas fisik pada remaja, sebab kebanyakan orang berusia muda menghabiskan waktu di depan layar.1

    Lemak yang menumpuk pada orang dengan obesitas dapat melepaskan bahan kima yang menyebabkan peradangan sehingga menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung.1

    Merokok di Usia Muda

    Merokok merupakan hal yang jamak ditemukan pada anak-anak usia muda, bahkan saat mereka masih di bangku sekolah. Tentu saja kebiasaan ini sangat berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Satu batang rokok sehari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga hampir 50%. Ternyata, bukan hanya rokok biasa yang dapat menyebabkan serangan jantung, melainkan juga rokok elektronik atau vape yang malah dapat menyebabkan risiko penyakit jantung 40%, serta risiko stroke 71% lebih tinggi daripada orang yang tidak menggunakan vape.1

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini!

    Mudah Terkena Stres

    Stres juga dapat memicu tekanan darah tinggi. Stres biasanya diikuti dengan kebiasaan buruk termasuk makan dan minum tinggi kalori secara berlebihan serta tidak berolahraga yang pada akhirnya dapat berujung pada obsesitas. Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang yang mengalami stres permanen di tempat kerja atau di rumah memiliki risiko lebih daru dua kali lipat mengalami penyakit jantung.1

    Abai Terhadap Risiko dan Gejala

    Penyebab terakhir adalah banyak remaja yang abai dan meremehkan risiko dan gejala penyakit jantung. Sebab, kebanyakan orang usia muda yakin mereka tidak mungkin terkena penyakit jantung.1

    Di bawah ini adalah gejala penyakit jantung yang harus diketahui para remaja supaya mereka menjadi waspada dan tidak abai.

    Gejala Penyakit Jantung Pada Remaja

    Detak Jantung Tidak Teratur

    Sungguh suatu hal yang wajar jika Sobat Sehat yang masih dalam usia remaja mengalami rasa gugup atau semangat yang begitu kencang. Namun, apabila Sobat terlalu sering merasakan jantung berdetak tidak beraturan, Sobat sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Detak jantung yang tidak teratur kerap disebabkan oleh banyaknya kafein dalam tubuh atau kurang tidur. Namun, ada kalanya kondisi tersebut menandakan atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung.2

    Cepat Sekali Lelah

    Sering merasakan tubuh cepat sekali lelah? Jika ya, Sobat harus segera mewaspadai karena itu merupakan salah satu gejala penyakit jantung di usia muda. Kelelahan ini dapat dirasakan setelah melakukan aktivitas ringan sekalipun, seperti menaiki tangga atau membawa barang belanjaan.2

    Nyeri di Dada

    Selain cepat sekali lelah, gejala penyakit jantung yang paling umum dirasakan adalah nyeri dada. Saat pembuluh darah jantung tersumbat, Sobat kemungkinan akan merasakan sakit, sesak, atau tekanan di dada. Sebagian orang mengeluhkan rasa seperti terbakar atau seperti ada benda berat yang menekan dada. Perasaan nyeri ini biasanya berlangsung lebih dari beberapa menit. Selain itu, nyeri dada bisa terjadi ketika Sobat sedang beristirahat atau melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga. Pada remaja wanita, gejala lain yang bisa terdeteksi adalah sesak napas, tekanan punggung atas, atau sakit perut bagian atas yang sering disalahartikan sebagai maag atau gangguan pencernaan.2

    Baca Juga: 6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung

    Nyeri yang Menjalar ke Lengan

    Nyeri yang dirasakan bukan hanya pada bagian dada, melainkan juga adanya nyeri yang menjalar ke sisi kiri tubuh. Awalnya, perasaan nyeri hanya akan terasa di tengah dada kemudian bergerak ke bagian kiri tubuh. Selain lengan, terkadang rasa sakit juga bisa menyebar ke dagu atau punggung.2

    Darah Tinggi

    Tekanan darah yang tinggi bisa menjadi gejala lain dari penyakit jantung pada dewasa muda dan memang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, pada usia 20-an dan awal 30-an, setidaknya sekitar 7% pria dan 4% wanita udah memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung. Mulai dari serangan jantung, gagal jantung, stroke, aneurisma, atau penyakit arteri perifer.2

    Batuk yang Tidak Berhenti

    Batuk bukanlah gejala khas dari penyakit jantung. Meski begitu, Sobat tetap perlu waspada bila sudah mengetahui bahwa tubuh Sobat memiliki risiko penyakit jantung. Batuk berdahak lendir putih atau merah muda disertai sesak bisa menjadi tanda gagal jantung. Sesak biasanya memberat dengan posisi tertirudr dan membaik dengan posisi duduk. Hal tersebut bisa terjadi ketika jantung tidak dapat memenuhi tuntutan kerja tubuh sehingga menyebabkan darah bocor kembali ke paru-paru.2

    Pusing Disertai Sesak

    Gejala terakhir penyakit jantung di usia muda adalah adanya pusing, kepala terasa ringan, hingga pingsan tiba-tiba. Bila Sobat sering merasa pusing seolah-olah hendak pingsan kemungkinan besar ini adalah salah satu gejala penyakit jantung. Umumnya pusing akan disertai nyeri dada atau sesak.2

    Setelah Sobat mengetahui penyebab dan gejala penyakit jantung pada remaja, ada baiknya Sobat juga mengetahui cara mencegahnya supaya Sobat tidak mengalaminya. Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan.

    Pencegahan Penyakit Jantung Pada Remaja

    Yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan jantung di usia muda adalah memperhatikan gaya hidup, mulai dari makan makanan bergizi, tidak merokok, pandai mengelola stress, olahraga secukupnya, dan menjaga tekanan darah, serta konsultasi ke dokter. Selain itu, Sobat disarankan konsisten menjaga pola hidup sehat dan mulai berhati-hati dalam memilih jenis makanan yang berpotensi meingkatkan risiko serangan jantung seperti makanan cepat saji. Apabila penyakit jantung yang dimiliki adalah penyakit jantung bawaan, disarankan untuk segera mengkonsultasikannya ke dokter dan melakukan pengecekan secara berkala.3

    Baca Juga: Penting Nggak Check-Up Rutin untuk Jantung?

    Itulah hal-hal mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan penyakit jantung pada remaja yang kerap tidak disadari dan bahkan diremehkan meskipun sudah menunjukkan gejala yang serius. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penyakit jantung dan penanganannya serta produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Penyebab Makin Banyak Orang Muda Alami Serangan Jantung [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/03/095411720/penyebab-makin-banyak-orang-muda-alami-serangan-jantung?page=all
    2. Never Ignore These 11 Heart Symptoms [Internet]. WebMD. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.webmd.com/heart-disease/features/never-ignore-symptoms#1
    3. Cara Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda [Internet]. CNN Indonesia. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200218101254-255-475628/cara-mencegah-serangan-jantung-di-usia-muda
    Read More
  • Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan berperan hampir 1/3 seluruh kematian di seluruh dunia. Diet berperan penting dalam kesehatan jantung dan dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung. Konsumsi beberapa makanan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Berbagai jenis buah dan sayur banyak yang baik bagi jantung. Contoh makanan yang baik bagi […]

    7 Makanan Penguat Jantung yang Harus Kamu Coba

    Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan berperan hampir 1/3 seluruh kematian di seluruh dunia. Diet berperan penting dalam kesehatan jantung dan dapat mempengaruhi risiko penyakit jantung. Konsumsi beberapa makanan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Berbagai jenis buah dan sayur banyak yang baik bagi jantung. Contoh makanan yang baik bagi jantung adalah ikan, biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan, serta segelas anggur atau sepotong cokelat hitam. Sebaiknya sederetan list makanan harian yang bernutrisi perlu banyak dijadwalkan dengan baik.

    Healthy food on a heart shape cutting board. Love of food concept with fruit, vegetables, grains and high fibre foods. Rustic wood textures

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Berikut ini 7 makanan penguat jantung yang harus dicoba yaitu.

    Makan ikan yang kaya akan omega 3

    Makanan ikan seperti salmon, tuna, dan sarden. Ikan berlemak ini dikenal sangat baik untuk kesehatan jantung. Sebuah studi pada 324 orang menunjukkan bahwa konsumsi salmon tiga kali seminggu selama 8 minggu dapat menurunkan tekanan darah diastolik. Studi lain menunjukkan bahwa mengkonsumsi ikan jangka  panjang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida darah, kadar gula darah puasa, dan tekanan darah sistolik. Setiap 3.5 ons (100 gram) penurunan konsumsi ikan mingguan akan terkait dengan 19% faktor risiko yang lebih tinggi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau obesitas. Apabila Anda tidak mengkonsumsi makanan laut, minyak ikan dapat menjadi pilihan konsumsi asam lemak omega 3. Suplemen minyak ikan dipercaya dapat mengurangi trigliserida darah, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.

    Baca Juga: Hindari 7 Makanan Berikut Untuk Menjaga Jantung Sehat

    Segenggam kacang-kacangan yang baik untuk jantung

    Kacang-kacangan seperti almond atau walnut baik untuk membantu mengatasi lapar dan membantu meningkatkan kesehatan jantung. Almond merupakan nutrien yang sangat baik bagi tubuh, dengan kandungan berbagai vitamin dan mineral yang berperan penting bagi kesehatan jantung. Almond merupakan sumber baik bagi jantung dengan kandungan kaya monounsaturated fats dan serat, yaitu dua nutrien penting yang melawan penyakit jantung. Mengkonsumsi almond akan memiliki efek baik yang bermanfaat pada kadar kolesterol juga. Suatu studi pada 48 orang dengan kadar kolesterol tinggi menunjukkan bahwa mengkonsumsi 1.5 ons (43 gram) almond harian selama 6 minggu akan mengurangi lemak di perut dan kadar kolesterol jahat (LDL), dua faktor risiko penyakit jantung. Mengonsumsi almond juga akan membantu meningkatkan kadar kolesterol baik di dalam tubuh (HDL) yang membantu mengurangi plak dan menjaga arteri tetap bersih dari plak.

    Beri yang kaya akan fitonutrien yang bernutrisi bagi jantung

    Selain itu, beri juga mengandung serat yang bersifat larut di dalam tubuh. Cobalah berbagai beri, seperti blueberry, strawberry, cranberry, atau raspberry pada sereal atau yoghurt. Selain itu, beri juga kaya akan antioksidan, yang melindungi tubuh dari stress oksidatif dan inflamasi yang berperan dalam penyakit jantung. Hasil studi menunjukkan bahwa makan banyak buah beri akan mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Salah satu contohnya adalah sebuah studi pada 27 orang dewasa dengan sindrom metabolic menunjukkan bahwa minum minuman yang terbuat dari strawberry selama 8 minggu akan menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekitar 11%. Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi blueberry harian akan meningkatkan fungsi sel yang berperan pada pembuluh darah, yang mengontrol tekanan darah dan pembekuan darah. Beri merupakan makanan penutup yang rendah kalori nan enak.

    Baca Juga: 6 Makanan yang Dilarang Bagi Penderita Jantung

    Cokelat hitam baik bagi kesehatan jantung

    Cokelat seperti ini paling sedikit mengandung 70% cocoa. Cokelat hitam kaya akan antioksidan seperti flavonoid, yang membantu meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi cokelat akan menurunkan risiko penyakit jantung. Suatu studi menunjukkan bahwa seseorang yang mengkonsumsi cokelat paling sedikit 5 kali seminggu akan memiliki 57% risiko terkena penyakit jantung koroner lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi cokelat. Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi cokelat paling tidak dua kali  per minggu akan terkait dengan 32% risiko timbulnya plak pada arteri yang lebih rendah.

    Buah-buahan seperti alpukat baik untuk jantung

    Alpukat merupakan sumber baik bagi jantung karena kandungannya yang kaya akan monounsaturated fats, yang berperan dalam penurunan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Konsumsi alpukat akan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dipercaya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Alpukat juga kaya akan kalium, nutrien yang berperan penting pada kesehatan jantung.

    Biji-bijian

    Jenis biji-bijian yang paling umum yaitu gandum, nasi merah, bubur gandum. Biji-bijian ini mengandung serat yang tinggi yang menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan risiko serangan jantung. Studi lain menunjukkan bahwa mengkonsumsi biji-bijian akan menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan, sehingga dapat mengurangi risiko stroke.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Bagaimana Sahabat. Yuk, mulai mengkonsumsi 7 makanan penguat jantung ini dan rasakan manfaatnya sesegera mungkin. Selain itu, jangan lupa untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan olahraga teratur, makanan sehat bergizi, dan kelola stres anda.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan yang tepat untuk jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka:
    1. Heart and vascular team. 15 heart-healthy foods to work into diet. 2015.[Internet]. Available at: health.clevelandclinic.org/15-heart-healthy-foods-to-work-into-your-diet/ (1.12.18)
    2. Link R. 15 incredibly heart-healthy foods. 2018. [Internet]. Available at: healthline.com/nutrition/heart-healthy-foods#section15 (1.12.18)

    Read More
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan […]

    Hindari 7 Faktor Ini Bila Ingin Jantung Tetap Sehat

    Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan jantung, terdapat penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk jantung. Apabila penumpukan semakin banyak, maka pembuluh darah koroner akan menyempit bahkan dapat tersumbat secara total. Hal ini menyebabkan penurunan asupan nutrisi dan oksigen secara tiba-tiba ke jantung, sehingga terjadilah serangan jantung. Bedanya pada stroke, penyumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memberikan nutrisi dan oksigen ke otak sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. Serangan jantung dan stroke terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan segera.

    Faktor gaya hidup berperan penting dalam terbentuknya penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor tersebut meliputi kualitas nutrisi yang buruk, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Pilihan gaya hidup yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatanyang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), peningkatan gula darah (diabetes), dan peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia). Meskipun serangan jantung dan stroke dapat berakibat fatal, kedua penyakit tersebut dapat dicegah dengan menginvestasikan sedikit waktu dan usahamu, Sobat. Nah, apa saja 7 faktor yang harus dihindari agar jantung kita tetap sehat?

    1. DAGING MERAH & PRODUK OLAHAN SUSU YANG TINGGI LEMAK

    Ladies harus membatasi konsumsi daging merah dan produk olahan susu yang kaya akan lemak untuk melindungi diri dari kemungkinan penyakit jantung. Daging memiliki kandungan protein, zat besi, zink, dan vitamin B dalam jumlah yang tinggi. Namun, daging, terutama daging merah, memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang juga tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein), atau biasa disebut kolesterol jahat, dalam tubuh kita. LDL yang berlebihan berperan dalam penumpukan lemak pada pembuluh darah yang terjadi pada serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daging merah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penyakit jantung dibandingkan daging unggas, ikan, dan sumber protein nabati lainnya.

    Produk olahan susu sebenarnya juga kaya akan nutrisi dan berperan penting bagi tubuh kita. Namun, sebagian besar produk olahan susu (susu yang tinggi lemak, keju, krim, dan mayones) memiliki komponen lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Selain itu, peningkatan kadar lemak dalam darah juga bisa meningkatkan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur.

    Selain kedua makanan tersebut, kuning telur, margarin, mentega, otak, hati, gorengan, minyak kelapa, dan makanan ringan juga memiliki kadar kolesterol dan lemak dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tersebut dibatasi. Andadisarankan untuk meningkatkan konsumsi produk olahan susu yang rendah lemak, meningkatkan konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, serta mengurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

    1. KONSUMSI MAKANAN POKOK SECARA BERLEBIHAN

    Sebagian besar orang Asia mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokoknya. Nasi putih, tepung maizena, dan tepung gandum termasuk dalam kelompok karbohidrat halus. Karbohidrat jenis ini berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes dan obesitas serta memiliki efek tidak langsung terhadap penyakit jantung. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat secara berlebihan akan meningkatkan kadar LDL dan mengurangi kadar HDL (high density lipoprotein), biasa disebut kolesterol baik, pada tubuh. Selain itu, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur, konsumsi karbohidrat yang tinggi juga berkaitan dengan peningkatan lingkar pinggang, peningkatan kadar gula dalam darah, dan peningkatan resistensi sel terhadap insulin sehingga dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan gula pada makanan dan minuman manis, yang umumnya dalam bentuk sukrosa, memiliki kalori yang tinggi serta dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, minuman dengan pemanis buatan juga tinggi akan jenis gula yang diabsorbsi dengan cepat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu yang singkat. Sobat disarankan untuk membatasi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti sirup, minuman ringan, minuman bersoda, permen, dan kue.

    1. MAKANAN YANG TERLALU ASIN

    Makanan dengan kadar garam yang tinggi merupakan salah satu faktor yang harus dihindari agar jantung tetap sehat. Garam merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk fungsi fisiologis tubuh. Konsumsi garam yang melebihi kebutuhan fisiologis dapat menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu faktor penyebab utama penyakit jantung. Untuk menjaga tekanan darah, dianjurkan tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram/hari, mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet (MSG), makanan kemasan, makanan cepat saji yang biasanya memiliki kadar garam yang tinggi.

    1. ROKOK

    Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang berperan dalam terbentuknya berbagai penyakit. Rokok mengandung senyawa toxic yang dapat merusak paru-paru, pembuluh darah, dan jantung. Senyawa tersebut menggantikan oksigen dalam darah sehingga fungsi jantung dan otak menjadi terganggu. Apabila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok, orang yang merokok 6x lebih berisiko untuk terkena serangan jantung dan risiko ini meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per harinya.

    1. ALKOHOL

    Konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi menyebabkan masalah kesehatan, nutrisi, dan sosial. Salah satu masalah kesehatan yang ditimbulkan adalah gangguan pada jantung dan hati. Sepertiga dari kasus hipertensi disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, dimana hipertensi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    1. MALAS BEROLAHRAGA

    Faktor terakhir yang harus dihindari agar jantung tetap sehat ialah rasa malas untuk berolahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat. Salah satunya yakni membakar kalori yang berasal dari makanan, memperkuat kerja jantung, dan meningkatkan kepekaan sel tubuh terhadap insulin. Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, diabetes, obesitas, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, Sobat sebaiknya melakukan olahraga jenis aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, dan bersepeda selama 150 menit/minggu untuk menghindari berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Kini, Sobat sudah lebih memahami bukan faktor-faktor yang harus dihindari supaya jantung tetap sehat? Jika Anda membutuhkan produk kesehatan atau informasi kesehatan lainnya, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Coronary Heart Disease: How Your Diet Can Help [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: aafp.org/afp/2003/0415/p1769.html
    2. Preventing Heart Disease [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/cardiovascular-disease/preventing-cvd/
    3. Moliterno P, Cerruti F. Dairy fat consumption and mortality due to cardiovascular disease. Does source of fats matter? Food and Public Health. 2016;6(2):52–7.
    4. Cardiac Diet Guidelines for Your Heart [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: indianjmedsci.org/cardiac-diet/
    5. Anand SS, Hawkes C, deSouza RJ, Mente A, Dehghan M, Nugent R, dkk. Food consumption and its impact on cardiovascular disease: Importance of solutions focused on the globalized food system: A report from the workshop convented by the World Heart Federation. J Am Coll Cardiol. 2015;66(14):1590–614.
    6. World Health Organization. Avoiding Heart Attacks and Strokes. Prancis: WHO; 2005.
    7. Reddy KS, Katan MB. Diet, nutrition and the prevention of hypertension and cardiovascular diseases. Public Health Nutr. 2004;7(1A);167–186.
    8. S. Department of Health and Human Services. Your Guide to A Healthy Heart. NIH; 2005.
    9. Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional recommendations for cardiovascular disease prevention. Nutrients. 2013;5:3646–83.
    10. Hobbs FDR. Prevention of cardiovascular diseases. BMC Med. 2015;13:261.
    11. Stewart J, Manmathan G, Wilkinson P. Primary prevention of cardiovascular disease: A review of contemporary guidance and literature. J R Soc Med. 2017;6:1–9.
    Read More
  • Salah satu nasihat yang sering kita dengaruntukmenjagakesehatanjantungadalahpola makan yang harus sangat terjaga. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan jantung dengan nutrisi makanan dan pola diet. Namun di balik itu,  kita tetap bisa menyajikan makanan enak dalam menu keseharian. Pola makan yang sehat adalah pola makan yang tetap menyertakan banyak jenis makanan […]

    6 Tips Bisa Makan Enak, Tapi Jantung Tetap Sehat

    Salah satu nasihat yang sering kita dengaruntukmenjagakesehatanjantungadalahpola makan yang harus sangat terjaga. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan jantung dengan nutrisi makanan dan pola diet.

    Namun di balik itu,  kita tetap bisa menyajikan makanan enak dalam menu keseharian. Pola makan yang sehat adalah pola makan yang tetap menyertakan banyak jenis makanan dan menjaga keseimbangannya. Sobat penasaran bagaimana menerapkan pola makan yang sehat untuk jantung? Yuk, disimak!

    1. JANGAN MELEWATKAN WAKTU MAKAN

    Terkadang kita melewatkan waktu sarapan dan menggabungnya dengan makan siang menjadi “brunch” atau justru melewatkan waktu makan malam dengan harapan agar tubuh tidak cepat gemuk. Sesungguhnya ini pola yang keliru. Ketika sobat melewatkan jam makan, tubuh akan mengirim sinyal ke otak agar “meminta” makanan lebih pada jam makan berikutnya. Pola makan yang teratur dapat dibagi menjadi 3 kali dalam sehari, atau 5-6 kali dengan porsi yang lebih sedikit. Mulai sekarang harus makan dengan pola yang teratur ya, Sobat.

    1. MAKAN LEMAK YANG DIANJURKAN

    Sobat harus tahu ada berbagai jenis lemak. Lemak yang tidak dianjurkan dalam menjaga kesehatan jantung ialah kelompok lemak jenuh dan lemak trans.  Menu lemak sehat yang terdiri dari lemak monounsaturated dan polyunsaturateddapatSobat temukan dalam minyak zaitun, kanola, dan minyak yang terkandung dalam kacang-kacangan dan biji-bijian. Sobat juga bisa mengonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega-3 seperti sarden, salmon, dan tuna. Asam lemak omega-3 akan menurunkan kadar trigliserida, melawan pembentukan sumbatan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah serta risiko kelainan irama jantung.

    Lemak jenuh adalah lemak yang akan memadat pada suhu kamar. Lemak jenuh dari produk nabati seperti minyak kelapa, margarin, minyak kelapa sawit. Lemak jenuh yang berasal dari hewan meliputi menu olahan susu seperti krim, susu, keju, mentega, lalu menu daging dan lemak. Lemak jenuh dari makanan kemasan seperti makanan ringan, biskuit, kue, dan lainnya. Hindari menu yang mengandung minyak sayur terhidrogenasi untuk menghindari lemak trans. Untuk produk seperti susu, keju dan yoghurt pilihlah jenis yang rendah lemak. Pembatasan lemak jenuh dalam satu harinya yaitu 5-6% dari kebutuhan kalori total.

    1. PILIH SUMBER PROTEIN YANG TEPAT

    Batasi konsumsi makanan berprotein yang sudah melewati banyak pengolahan dan pengawetan seperti hot dog, sosis, nugget ayam. Kita disarankan untuk mengonsumsi sumber protein yang belum terlalu banyak diolah, apalagi dengan cara yang kurang sehat, karena selain berisiko mengurangi manfaat nutrisinya, dapat meningkatkan kandungan lemak di dalamnya.

    Kandungan protein bisa Sobat dapatkan dalam kacang-kacangan, ayam, ikan, daging, dan lainnya. Protein pada kacang-kacangandapatdiolahdari menu kedelai, almond, walnut, dan sebagainya. Cara pengolahan pada menu ikan dan daging juga menentukan sehat atau tidaknya. Misalnya, ayam yang diolah dengan direbus atau dikukus saja dan tanpa kulit tentu memiliki kandungan lemak jauh lebih rendah dibanding ayam yang melalui pengolahan berminyak. Jika Sobat hendak memilih menu daging, maka pilihlah daging dengan kandungan lemak yang rendah seperti sirloin dibanding potongan daging yang lain.

    American Heart Association menyarankan kita untuk mengonsumsi dua porsi 3,5 ons ikan setiap minggunya. Sehingga ikan sangat baik untuk selalu mengisi menu protein kita sehari-hari. Dengan mencoba berbagai resep, tentunya menu ikan tidak akan membosankan.

    1. KURANGI GARAM, BERKREASILAH DENGAN RASA BARU

    Makanan yang enak biasanya identik dengan garam. Garam bersifat menarik cairan ke dalam sirkulasi darah dan meningkatkan beban jantung serta tekanan darah, sehingga konsumsi berlebihan akan menjadi tidak baik untuk jantung. Sobat bisa menghindari penggunaan garamuntukkesehatanjantungdengan mencoba beralih ke bumbu herbal dan rempah. Kamu bisa mencoba berbagai kreasi rasa baru agar menu makanan selalu menarik dan enak di lidah. Contohnya, Sobat bisa berkreasi dengan bumbu seperti rosemary, bawang dan daun sage untuk menu ayam.  Lalu daun dill dan tarragon untuk menu ikan, dan masih banyak rempah dan herba lain yang bisa kamu coba.Untuk menjaga tekanan darah, sebaiknya Sobat membatasi konsumsi garam, tidak lebih dari 2,3 gram per hari, atau hingga 1-1,5 gram saja.

    1. KONSUMSI LEBIH BANYAK SAYUR, BUAH, GANDUM UTUH

    Serat yang terkandung dalam menu makanan akan membantu menurukan kolesterol LDL. LDL yang tinggi tidak baik bagi kesehatan jantung karena akan membantu pembentukan sumbatan pembuluh darah.Kita disarankan untuk mengonsumsi 5 cangkir buah-buahan dan sayur, serta 1 ons gandum utuh setiap harinya.Selain menyertakannya dalam setiap waktu makan, kamu juga bisa membuat kreasi menu dari sayur dan buah, seperti menu salad dan jus. Mengisi waktu camilan dengan jus tentu jauh lebih baik daripada mengonsumsi minuman tinggi gula yang seringkali terlihat “kekinian”.

    1. OLAHRAGA RUTIN

    American Heart Association merekomendasikan agar kita melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150 menit atau 75 menit untuk intensitas berat, atau kombinasi keduanya setiap minggu. Jika Sobat kesulitan untuk meluangkan waktu, cobalah bagi menjadi sesi singkat selama 10 menit dalam beberapa hari selama seminggu. Tubuh yang aktif akan memperbaiki aliran darah, memperkuat otot jantung, mengendalikan gula darah, meningkatkan kolesterol HDL yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

    Itulah 6tips menu makanan enak sambil menjaga kesehatan jantung. Yuk Sobat, dicoba mulai hari ini!Jika kamu butuh produk-produk kesehatan lain, bisa dipesan dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Berciano S, Ordovás JM. Nutrition and cardiovascular health. Rev Esp Cardiol (Engl Ed). 2014 Sep;67(9):738-47.
    2. 2.Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional Recommendations for Cardiovascular Disease Prevention. Nutrients. 2013 Sep; 5(9): 3646–3683.
    3. American Heart Association. The American Heart Association’s Diet and Lifestyle Recommendations. 2015. [https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/aha-diet-and-lifestyle-recommendations]
    4. National Heart, Lung, and Blood Institute. Heart-Healthy Lifestyle Changes. [https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/heart-healthy-lifestyle-changes]
    5. Steinbaum, Suzanne R. Delicious Foods That Are Heart-Healty.  2017. [https://www.webmd.com/cholesterol-management/guide/heart-healthy-diet
    Read More
  • Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak. Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan Penyakit jantung koroner merupakan keadaan pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti […]

    6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung

    Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Penyakit jantung koroner merupakan keadaan pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak. Selain itu, merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

    Analogi sumbatan pada pembuluh darah oleh kolesterol

    Gejala yang mungkin ditimbulkan akibat rusaknya elastisitas pembuluh darah yang dapat mengurangi suplai darah yang membawa oksigen ke jantung dapat menyebabkan seseorang terasa sesak. Gejala awal yang ditimbulkan hampir sama dengan gejala sakit maag yaitu mual, nyeri ulu hati, sakit kepala, kemudian gejala berkembang seiring keparahan sumbatan yaitu berupa nyeri dada yang menjalar sampai ke pundak dan lengan tangan.

    Nyeri dada atau dalam istilah awamnya merupakan angin duduk atau dalam bahasa medis disebut angina, terdiri dari dua tipe yaitu angina stabil dan tidak stabil. Angin stabil adalah jenis nyeri dada dan sesak napas yang timbul ketika jantung bekerja lebih keras yaitu saat melakukan aktivitas atau pekerjaan fisik berat. Angina stabil dapat segera diatasi dengan istirahat serta minum obat sesuai anjuran dokter. Dibandingkan angina stabil, angina tidak stabil lebih mengancam jiwa, tapi angina stabil pun tentunya tetap harus diwaspadai. Angina tidak stabil timbul pada saat pasien istirahat, dan secara tiba-tiba, hal ini merupakan kegawatdaruratan dan perlu tindakan segera karena dapat mengancam jiwa.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Jantung

    Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%, dan yang mengalami penyakit kardiovaskular adalah negara dengan penghasilan menengah sampai rendah.

    Persentase kematian akibat PJK menurut WHO dibanding penyakit tidak menular lainnya

    Seperti yang disebutkan diatas, bahwa makanan yang kita makan terutama yang mengandung tinggi lemak dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Maka dari itu, kita dapat menimbang-nimbang makanan apa yang baik bagi tubuh dan yang tidak baik bagi tubuh. Berikut ini makanan yang dilarang bagi pasien dengan Penyakit Jantung Koroner:

    1. Makanan tinggi karbohidrat

    Makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, kue, pasta, sereal dan roti dapat meningkatkan gula darah serta meningkatkan cadangan lemak tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas, apabila cadangan lemak meningkat maka lemak akan membentuk plak di sepanjang dinding pembuluh darah. Selain itu, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi atau disebut diabetes yang dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah (arterosklerosis).

    Lalu, hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, sebagai gantinya Sobat dapat mengganti nasi dengan kentang, gandum dan biji-bijian. Lalu, perbanyaklah minum air putih. Minum air putih yang cukup dapat membantu mengurangi rasa lapar diluar jam makan sehingga dapat mencegah Anda untuk mengonsumsi camilan atau makanan sampingan tinggi karbohidrat seperti cokelat, kue, dan roti.

    2. Makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula

    Seperti yang dijelaskan di atas, makanan yang mengandung gula secara tidak langsung dapat memperparah risiko penyakit jantung koroner. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula didapatkan bisa dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa.

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Tingginya asupan gula setiap harinya dapat meningkatkan cadangan lemak dalam tubuh sehingga menyebabkan risiko obesitas, bila penumpukan lemak dalam pembuluh darah terjadi, maka bisa meningkatkan beban kerja jantung kemudian, dan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya lalu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

    Oleh karena itu, batasi asupan gula seperti mengindari minuman bersoda serta makan yang mengandung gula seperti roti, biskuit dan lain sebagainya.

    3. Makanan yang mengandung tinggi garam

    Seperti yang diketahui bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan arterosklerosis akibat kerusakan elastisitas pembuluh darah. Hipertensi terutama disebabkan karena tingginya konsumsi makanan tinggi garam.

    Batas konsumsi garam per hari pada orang dewasa ialah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh dibawah dari batas asupan normal per harinya. Namun, kenyataannya rata-rata masyarakat mengonsumsi garam lebih tinggi dari batas anjuran, sumber garam tidak hanya berasal dari makanan utama saja, terkadang kita mengonsumsi garam berlebih berasal dari makanan tambahan atau snack seperti mie instan, keripik, biskuit dan lain sebagainya. Sehingga, rata-rata masyarakat mengonsumsi 3000-5000 mg sodium per hari.

    Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah karena sodium atau garam akan menahan (meretensi) air dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume plasma darah kemudian akan meningkatkan beban kerja jantung lalu pembuluh darah kehilangan elastisitasnya.

    4. Makanan yang mengandung lemak berlebih

    Makanan tinggi lemak seperti misalnya daging berlemak, kulit ayam, jeroan (otak sapi, paru ayam), susu tinggi lemak dan makanan yang digoreng, dapat meningkatkan kolesterol total dalam darah terutama kolesterol jahat atau yang biasa dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat. Bila kolesterol dalam darah meningkat, akibatnya lemak menumpuk dan membuat plak di sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis). Setelah terjadi sumbatan, maka pompa darah oleh jantung terganggu, jantung harus memompa darah lebih keras. Hal ini menyebabkan tekanan darah meningkat. Bila hal ini berlangsung secara terus- menerus, maka dapat memperparah hipertensi dan meningkatkan keparahan penyakit jantung koroner.

    5. Makanan cepat saji

    Makanan cepat saji masih menjadi primadona makanan zaman sekarang, karena rasanya yang gurih serta mudah didapatkan menyebabkan makanan cepat saji ini banyak diminati dari segala kalangan. Namun tahukah Anda, di balik gurihnya makanan cepat saji mengandung kalori serta kolesterol tinggi?

    Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, dan kentang goreng adalah contoh makanan yang sangat tidak baik bagi kesehatan karena mengandung minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan kolesterol total dalam darah meningkat, dan makanan cepat saji kadang mengandung bumbu penyedap dan garam dalam jumlah berlebih ditambah lagi daging pada makanan cepat saji bukanlah daging segar melainkan daging yang sudah diawetkan.

    6. Minuman yang mengandung kafein

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Setelah itu, kafein dalam pembuluh darah mengikat reseptor Adenosin yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan hormon kortisol. Hal ini yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah naik, pompa jantung meningkat. Apabila mengonsumsi kopi terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Umumnya kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    Baca Juga: Alami Tekanan Darah Rendah? Siapkan 6 Jenis Makanan Ini di Rumah

    Melihat bahaya dari penyakit jantung koroner serta penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak, sudah saatnya kita mulai menjaga kalori serta asupan makanan yang dikonsumsi seperti perbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayur dan buah, hindari makanan cepat saji dan makanan yang digoreng. Selain makanan, Sobat perlu menghindari kebiasaan merokok serta lakukan olah raga teratur dan istirahat yang cukup guna menjaga kesehatan jantung. Apabila sudah mengalami gejala seperti penyakit jantung koroner, jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter, minum obat dan kontrol secara teratur kesehatan jantung Anda.

    Nah Sobat, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi dan produk yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jilid 3. Jakarta: Interna Publishing; 2009. Page : 367-368.
    2. Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia [Internet]. Who.int. 2014 [cited 7 September 2018]. Available from: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf
    3. Ha S. Dietary Salt Intake and Hypertension. Electrolytes & Blood Pressure [Internet]. 2014 [cited 5 September 2018];12(1):7. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4105387/
    4. Johnston C. Functional Foods as Modifiers of Cardiovascular Disease. American Journal of Lifestyle Medicine [Internet]. 2009 [cited 5 September 2018];3(1_suppl):39S-43S. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2847297/
    5. Dalen J, Devries S. Diets to Prevent Coronary Heart Disease 1957-2013: What Have We Learned?. The American Journal of Medicine [Internet]. 2014 [cited 7 September 2018];127(5):364-369. Available from: amjmed.com/article/S0002-9343(13)01111-X/fulltext

     

    Read More
  • Jika sudah mendengar tentang jantung semua akan tertuju pada kesehatan jantung dan semua akan ngeri jika mendengar penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyakit menakutkan setelah stroke karena penyakit jantung adalah penyakit paling mematikan di seantero dunia. Sangat penting sekali dianjurka untuk menjaga kesehatan jantung dan mengonsumsi makanan yang bisa membuat jantung kita sehat. Pola hidup […]

    10 Makanan Sehat Untuk Jantung Yang Perlu Kamu Coba

    Jika sudah mendengar tentang jantung semua akan tertuju pada kesehatan jantung dan semua akan ngeri jika mendengar penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyakit menakutkan setelah stroke karena penyakit jantung adalah penyakit paling mematikan di seantero dunia. Sangat penting sekali dianjurka untuk menjaga kesehatan jantung dan mengonsumsi makanan yang bisa membuat jantung kita sehat. Pola hidup yang baik dan sehat adalah hal yang disarankan, apalagi melakukan olahraga adalah hal yang paling wajib dilakukan. Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung adalah hal yang wajib dilakukan, agar jantung kita sehat.

    Makanan Sehat Untuk Jantung Yang Bisa Kamu Coba:

    1. Oatmeal

    Oatmeal merupakan makanan yang sehat untuk jantung, oatmeal adalah makanan yang berasal dari biji-bijian. Mengapa oatmeal bisa menyebabkan jantung sehat? Karena adanya serat beta glucan yang terdapat didalamnya. Betaglucan mempunyai hal yang sama dengan Omega 3. Betaglucan juga dinilai mampu menurunkan kolestrol yang biasa dikenal dengan LDL. Jumlah HDL/kolestrol baik mempunyai peran memerangi radikal bebas. Anda juga harus melakukan pola makan dengan baik dan sehat, serta diimbangi oleh olahraga yang teratur.

    2. Alpukat

    Buah yang satu ini juga sering kita temui. Bukan hanya itu saja, buah alpukat adalah buah yang paling populer di dunia kesehatan. Buah alpukat juga bisa membuat jantung anda sehat karena adanya kandungan asam folat yang memiliki peran penting untuk menjaga jantung agar tetap sehat dan terjaga. Asam folat merupakan lemak baik yang sangat diperlkan untuk tubuh. Kesehatan jantung akan terjaga jika anda mengonsumsinya dengan rutin. Jika anda tidak terbiaa memakan langsung buah alpukat, anda bisa membuat jus alpukat. Alpukat akan sangat berguna bagi kesehatan jantung anda.

    3. Walnut

    Walnut mengandung asam lemak omega 3 yang sangat penting bagi kesehatan jantung anda. Walnut sejenis kacang yang paling menyehatkan bagi tubuh kita karena terdapat kandungan linoleat dan asam arakidonat yang bisa menurunkan kadar kolestrol yang tidak baik.

    4. Salmon

    Salmon adalah jenis ikan yang sangat baik dikonsumsi dan mempunyai rasa nikmat dan lezat. Salmon juga disarankan untuk dikonsumsi agar mempunyai jantung yang sehat. Salmon merupakan makanan sehat yang mempunyai peran penting untuk kesehatan jantung, salmon mempunyai kandungan omega 3 yang sangat tinggi dalam salmon. Pakar nutrisi Rachel Johnson mengatakan bahwa mega 3 pada salmon mempunyai kemampuan untuk memperlancar aliran darah yang membuat jantung anda sehat dan terjaga

    5. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun juga sangat berperan penting di dunia kesehatan. Minyak zaitun terbuat dari biji zaitun yang ditumbuk atau dihancurkan. Minyak zaitun mengandung antioksidan yang baik untuk jantung. Minyak zaitun juga berguna untuk melindungi pembuluh darah.

    6. Tahu

    Tahu juga sangat baik untuk kesehatan jantung anda. Tahu mengandung protein yang baik untuk jantung. Tahu mengandung mineral, lemak tak jenuh ganda dan serat. Tahu yang anda makan dapat menyerap saus yang anda gunakan untuk memasak setiap harinya.

    Jika anda ingin memasak tahu yang harus anda lakukan adalah, potong tahu dan beri bumbu. Anda bisa memanggangnya maupun menumis tahu tersebut, jangan menggunakan banyak minyak atau anda bisa menambahkan tahu dalam sup untuk protein yang rendah lemak.

    7. Jeruk

    Jeruk sangat kaya dengan vitamin C yang baik untuk tubuh dan kesehatan. Jeruk mempunyai serat perctin yang bisa melawan kolestrol. Jeruk juga mempunyai kalium yang bisa mengendalikan tekanan darah. Meminum dua cangkir jus jeruk perhari bisa meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jeruk juga bisa menurunkan tekanan darah pada pria. Konsumsilah jeruk karena dalam jeruk yang berukuran sedang mempunyai kandungan kurang lebih 62 kalori dan 3 gr serat. Maka dari itu jeruk sangat direkomendasikan untuk kesehatan jantung

    8. Ubi Jalar Pengganti Kentang

    Ubi jalar merupakan makanan yang familiar dan sering kita temui. Ubi jalar tidak menyebabkan gula darah menjadi naik. Makanlah ubi jalar sebagai pengganti kentang. Beberapa kandungan yang terdapat di ubi jalar adalah vitamin A, serat dan lycopene. Jika anda ingin menambah rasa manis pada ubi jalar, anda bisa menambahkan kayu manis.

    9. Apel

    Konsumsilah apel 1-2 apel perhari karena dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Apel sangat efektif untuk membunuh kolestrol jahat di tubuh anda dan bisa mengatur gula darah anda. Apel mengandung senyawa epicatechin dan fitonutrien yang berguna untuk mengurangi tekanan darah dan antioksidant bagi tubuh kita

    10. Teh Hijau

    Teh hijau juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan jantung anda, minumlah teh hijau sebanyak lima cangkir saja per hari. Jika lebih dari itu tidak baik untuk kesehatan tubuh anda.

    Artikel diatas sudah memaparkan tentang makanan yang baik untuk kesehatan jantung anda. Bukan hanya itu, jika anda ingin terhindar dari penyakit jantung, mulailah hidup sehat dari sekarang. Hindarilah minum alkohol serta merokok, salah satu penyebab penyakit jantung adalah kurangnya mengonsumsi makanan sehat dan pola hidup yang tidak sehat. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk anda.

    instal aplikasi prosehat

    Read More

Showing 1–10 of 16 results

Chat Dokter 24 Jam