Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ imunisasi”

Showing 21–30 of 42 results

  • Penyakit memang dikhawatirkan oleh banyak orang, khususnya anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Begitupun dengan penyakit Haemophilus Influenzae tipe B atau biasa disingkat HiB. Penyakit ini mungkin jarang didengar tetapi faktanya banyak orang yang tidak tahu bahaya atau bakteri yang bisa menyebabkan masalah besar pada anak Sobat ini. Bagi Sobat yang belum pernah […]

    5 Manfaat Vaksin HiB (Haemophilus Influenza Tipe B) pada Anak!

    Penyakit memang dikhawatirkan oleh banyak orang, khususnya anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Begitupun dengan penyakit Haemophilus Influenzae tipe B atau biasa disingkat HiB. Penyakit ini mungkin jarang didengar tetapi faktanya banyak orang yang tidak tahu bahaya atau bakteri yang bisa menyebabkan masalah besar pada anak Sobat ini.

    Bagi Sobat yang belum pernah mendengar atau khawatir akan penyakit ini dan ingin tahu pembahasan lengkapnya maka bisa membaca sampai akhir pembahasannya dalam artikel ini, mulai dari kondisi pasien, gejala hingga vaksin HiB dan manfaat yang akan didapatkannya.

    Pengertian dan Gejala Penyakit

    Sama seperti namanya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae type B. Salah satu penyakit yang disebabkan HiB yaitu meningitis yang merujuk pada kondisi radang selaput otak. Hal ini bukan hanya terjadi  pada remaja atau dewasa karena dapat terjadi pada anak-anak tanpa ada faktor yang jelas. HiB banyak ditemukan di Amerika Serikat dan sekitarnya, meskipun masalah ini jarang terjadi di Indonesia. Namun, faktanya penyakit HiB ini pernah terjadi dan bisa membahayakan jika tidak dicegah.

    Gejala dari penyakit ini  bila menyerang selaput otak (meningitis) adalah demam, kejang, mula dengan/tanpa muntah, penurunan kesadaran, gejala kaku gerak atau kaku duduk pada anak, serta sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Bila bakteri ini menyerang paru akan menyebabkan pneumonia yang gejalanya adalah demam, batuk, berkeringat, nyeri dada, sakit kepala, sulit bernafas dan mengalami sesak.

    Penularan HiB

    Penyakit ini dapat menular dengan mudah karena menghuni saluran nafas  kita maka ketika batuk dan memercikan dahak, bakteri akan ikut tertular juga ke orang yang disekitarnya. Bahkan, kuman dapat menetap di saluran pernapasan tanpa orangnya mangalami sakit dan dapat menularkan ke orang lain. Anak-anak juga mudah terkena bakteri  yang tersebar di udara, meskipun penyakit atau kumannya hanya flu ataupun batuk biasa. Oleh karena itu, pemerintah berusaha mengurangi kemungkinan terjadinya wabah atau masalah di Indonesia dengan menggunakan vaksin khusus bernama vaksin HiB, lantas bagaimana aturannya ?

    Semua anak yang usianya masih dibawah lima tahun atau sebelum memasuki balita sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HiB. Bayi dan anak sangat rentan terhadap penyakit yang diakibatkan infeksi oleh kuman HiB. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, aturan diberikannya vaksin adalah pada usia 2, 3, 4 bulan dan penguatan (booster) diberikan antara usia 15 bulan hingga 18 bulan

    Bagaimana dengan anak diatas usia  5 tahun? anak yang usianya masih lima tahun atau sudah lebih maka tidak memerlukan vaksin HiB lagi karena penyakit ini menyerang anak di bawah usia 5 tahun.

    Pada beberapa kondisi orang dewasa dan anak yang menderita HIV, asplenia (riwayat operasi pengangkatan limpa), ataupun anemia sel sabit direkomendasikan untuk diberikan vaksin HiB. Hal ini bukan tanpa sebab karena mereka sangat mudah terserang bakteri termasuk HiB ini.

    Pantangan Vaksin

    Ada beberapa anak dengan kondisi tertentu yang tidak bisa menerima vaksin HiB, diantaranya yaitu :

    • Usianya kurang dari 6 minggu
    • Menderita alergi khususnya setelah diberikan suntik HiB
    • Sedang sakit berat atau memiliki penyakit berat
    • Kurang sehat dan juga kondisi yang sedang masa parah

    Manfaat Vaksin HiB

    Setelah tahu masalah dan kemungkinan HiB menyerang anak lantas apa sebenarnya manfaat vaksinasi HiB ? Pastinya, vaksin ini Melindungi anak dari penyakit yang disebabkan HiB.

    Semua orang tua pasti ingin anaknya sehat dan tumbuh sempurna, tetapi terkadang kita sendiri tidak tahu dimana dan kapan bakteri atau virus menyerang dan menyebabkan anak menjadi sakit termasuk salah satunya adalah  bakteri HiB.

    Prinsipnya yakni lebih baik mencegah dibandingkan mengobati, tentu hal ini menjadi prinsip utama juga orang tua yang ingin melindungi anaknya. Pencegahan HiB disediakan dalam bentuk vaksin, sehingga anakpun terlindungi. Penyakit yang dapat disebabkan kuman ini antara lain:

    1. Mencegah dari penyakit pneumonia

    Menurut WHO, pada tahun 2015 sekitar 6 juta anak meninggal dunia dan 16 persennya karena pneumonia. Di Indonesia, sebanyak 14 persen dari 147.000 balita meninggal karena penyakit ini yang salah satu kumannya disebabkan oleh HiB. Sobat pasti khawatir bila anak  menderita penyakit ini. Oleh karena itu, vaksin HiB merupakan salah satu solusi untuk pencegahannya.

    1. Mengurangi resiko meningitis

    HiB bukan jenis penyakit yang banyak menyerang masyarakat tetapi dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Meningitis bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga dewasa. Vaksin HiB nyatanya bisa mengurangi resiko atau kemungkinan terserang meningitis terutama pada anak-anak, penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada otak.

    1. Mencegah penyakit jantung

    HiB bisa memberikan efek buruk hingga dapat menyerang jantung bila bakteri menyebar ke dalam darah. Masalah ini juga dapat menyerang anak-anak tanpa ampun, tentu jika hal ini terjadi maka akan memberikan efek atau dampak buruk. Penyakit yang menyerang jantung bukanlah penyakit yang ringan dan juga mudah disembuhkan. Sehingga, vaksin HiB dapat mencegah komplikasi akibat kuman HiB yang mengenai jantung.

    1. Menghindari kerusakan telinga

    HiB dapat menyebabkan kerusakan telinga pada anak. Kerusakan telinga akan berimbas pada banyak hal seperti kehilangan keseimbangan sampai kondisi tuli dan tidak mendengar. Sehingga, vaksin HiB sangatlah penting untuk bisa terhindar  dari penyakit menakutkan ini.

    1. Menghindari kelainan kulit akibat HiB

    Kuman HiB dapat menyebabkan kelainan kulit yang disebut dengan selulitis. Kelainan ini menyerang bagian dalam pipi (daerah bukal) dan daerah sekitar mata. Vaksin HiB dapat mencegah Sobat dan anak terkena kelainan kulit ini.

    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun. Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sobat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru. Sobat dapat mengkonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak. Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    1. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama. Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandungpun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    1. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    1. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan. Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk. Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    1. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas. Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    1. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    1. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak. TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sobat.

    Untuk pencegahan, sobat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antri untuk melakukan vaksinasi. Ingat Sehat Ingat Prosehat

    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Namun, semua kembali pada kemauan Sobat dan tekat sebagai ibu yang melindungi janinnya. Rubella yang menyerang ibu hamil berpotensi untuk merugikan dan menularkan kembali pada anak Sobat yang lainnya atau orang disekitarnya. Usahakan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

     

    Read More
  • Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya. Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin […]

    Virus Rubella – Gejala, Resiko, Penyebab dan Pencegahannya

    Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya.

    Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin berhasil mengurangi masalah atau kasus rubella hingga 95%. Indonesia terbebas dari masalah tersebut, meskipun masih ada beberapa daerah yang harus hidup dalam sanitasi yang buruk dan rentan terkena Rubella. Nah, berikut ini akan dibahas mengenai virus rubella dan serba-serbinya.

    Apa itu Virus Rubella

    Rubella biasa disebut juga sebagai campak jerman, dimana penyakit menular ini berasal dari virus yang bernama virus Rubella. Gejala yang ditimbulkan pertama kali yakni ruam disertai dengan masalah tubuh lainnya. Meskipun gejalanya hampir sama dengan demam berdarah tetapi rubella tidak menimbulkan demam tinggi hanya demam ringan saja.

    Mereka yang terserang rubella memang tidak separah terserang virus lainnya seperti polio. Rubella biasa terjadi pada anak dan remaja terutama untuk mereka yang belum mendapatkan vaksin. Walaupun begitu, tetap saja masih banyak masyarakat tidak mengenal apa itu rubella dan belum sadar seberapa penting vaksin rubella untuk tubuh.

    Jika berbicara soal penyerangan apakah virus rubella hanya bisa menyerang anak-anak ? maka jawabannya tidak. Hal ini karena virus dapat juga menyerang orang dewasa bahkan ibu hamil sekalipun, bahayannya pada ibu hamil rubella mempengaruhi perkembangan janin ketika di perut.

    Usia berapapun ibu hamil yang kemungkinan terserang rubella berpotensi mengalami cacat bawaan ataupun kematian janin. Kasus atau masalah ini dinamakan sebagai Sindroma Rubella Kongenital (CRS).  Menurut data WHO, dari semua kasus yang ada di dunia minimal 100.000 bayi di dunia lahir setiap tahunnya akibat CRS ini. jelas hal yang sebenarnya bisa dicegah menjadi polemik tersendiri bagi penderitanya.

    Gejala-gejala Rubella

    Beberapa kasus menjelaskan bahwa pasien anak-anak yang terjangkit rubella lebih ringan dibandingkan penderita dewasa. Namun, Sobat tetap tidak bisa menyepelekan gejala dari penyakit ini. Adapun gejala umum yang bisa dikenali jika ada pasien atau anak yang terjangkit virus rubella, yaitu :

    • Tanda atau gejala ini akan muncul 14-21 hari dari serangan, sehingga gejala tidak akan berhenti selama kurun waktu tersebut
    • Demam disertai dengan sakit kepala berkala dan sulit hilang meskipun sudah menggunakan obat generik atau obat biasa
    • Menurunnya nafsu makan
    • Mata merah dan adanya pembengkakan di bagian dekat telinga dan belakang kepala.
    • Adanya ruam yang muncul di wajah kemudian menyebar di bagian tangan dan kaki serta seluruh badan khususnya punggung. Ruam ini bisa berlangsung selama 1-3 hari setelah muncul demam.
    • Nyeri sendi yang berlebih khususnya pada

    Penyebab Rubella

    Jika berbicara soal penyebab maka sudah jelas penyebabnya adalah virus Rubella yang bertengger dan memperbanyak diri di dalam tubuh manusia khususnya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Penyebab rubella memang tidak bisa ditebak dimana saja dan kapan saja, sehingga vaksin jelas memudahkan perlindungan yang sudah ada dalam tubuh anak-anak tanpa perlu khawatir membatasi gerak dan area mereka.

    Penyebab rubella juga bisa jadi kondisi anak yang tidak fit atau sedang tidak sehat, virus bersama dengan bakteri dan biasa disebut bakteriofage yang masuk kedalam tubuh, serta makanan yang kurang sehat menyebabkan penyakit rubella ini bisa masuk dalam tubuh.

    Metode Penanganan Rubella

    Rubella memang tidak membutuhkan penanganan khusus jika gejalanya masih ringan, pengobatan saja sudah cukup terutama Sobat yang tinggal cukup jauh dari rumah sakit atau klinik layaknya di daerah. Namun, jika Sobat memiliki kesempatan untuk ke dokter baiknya Sobat konsultasikan kondisi tubuh Sobat.

    Berikut ini ada beberapa tips mencegah rubella selain dari mendapatkan vaksin dari rumah sakit atua klinik :

    • Istirahatlah yang cukup dan berkualitas, jangan terganggu oleh smartphone atau gadget dan alat elektronik lainnya. Tidur yang berkualitas tentu akan membentuk sistem imun yang bagus juga.
    • Mengonsumsi air putih sebanyak mungkin agar bisa mencegah dehidrasi yang dialami
    • Mengurangi nyeri sendi sementara akibat rubella dengan antinyeri yang bisa menurunkan demam sekaligus.
    • Vaksinasi rutin

    Rubella dan Kematian

    Meskipun rubella masuk kedalam virus yang hampir sejenis dengan flu, tetapi bukan berarti virus ini tidak bisa menyebabkan kematian atau masalah serius yang bisa membahayakan. Jarang memang terjadi tetapi ada beberapa penyakit yang mengakibatkan komplikasi serius setelah terjangkit virus ini.

    Dalam satu dari 6.000 kasus, penyakit rubella yang menyerang manusia bisa menyebabkan radang otak. Selain itu satu dari 3000 kasus rubella yang menyerang dapat mempengaruhi pembekuan darah yang dilakukan tubuh. Masa inkubasi rubella adalah 14-21 hari, kebanyakan orang mengalami ruam antara 14-17 hari setelah paparan, sebaiknya dalam masa inkubasi tersebut Sobat mengistirahatkan tubuh dan membiarkan tubuh membaik.

    Tingkat kematian rubella memang tidak setinggi virus dan penyakit lainnya tetapi bukan berarti Sobat bisa bebas dari gangguan dan juga ancaman virus rubella. Penularannya cukup mudah yaitu dari udara, kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang terjangkit dan dimana tempat yang sanitasinya bersih. Segera lakukan vaksin yang akan mencegah terkena Rubella.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu. Imunisasi wajib […]

    Yuk Kenali dan Pahami Imunisasi WAJIB VS DIANJURKAN!

    Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu.

    Imunisasi wajib menjadi salah satu program pemerintah yang berisikan pemberian vaksin penyakit tertentu yang dianggap sangat diperlukan untuk perlindungan anak. Imunisasi wajib biasanya diberikan melalui fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas atau posyandu sehingga setiap anak, baik dari kalangan mampu dan tidak mampu mendapatkan perlindungan ini.

    Adapun beberapa imunisasi wajib yang disediakan secara gratis oleh pemerintah Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. Hepatitis B

    hepatitis b

    Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari serangan penyakit hepatitis. Vaksin hepatitis B diberikan setelah bayi lahir, paling lambat setelah 12 jam kelahiran. Vaksin ini akan melindungi bayi terhindar dari hepatitis B yang ditularkan lewat ibunya. Bayi yang prematur juga wajib mendapatkan vaksin ini karena daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah dibandingkan bayi pada umumnya.

    6. DPT-HB

    Vaksin ini mempunyai fungsi yang sama seperti vaksin DPT, yakni melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, hanya saja terdapat perlindungan lainnya yakni perlindungan dari penyakit hepatitis B. Pemberian vaksin DPT-HB juga dilakukan sebanyak 3 kali, yakni 2, 3, dan 4 bulan.

     

    3. Campak

    Imunisasi wajib selanjutnya adalah vaksin campak. Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali pada anak, yakni ketika umur 9 bulan dan penguatan pada usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Vaksin campak kedua tidak diberikan bila anak sudah menerima suntikan MMR. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit campak yang dapat menyebabkan demam tinggi, ruam pada tubuh, kebutaan, gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga kematian.

    4. Polio

    Imunisasi polio juga menjadi salah satu imunisasi wajib dari pemerintah Indonesia. Imunisasi polio diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi polio diberikan ketika anak berusia 0, 2, 3, dan 4 bulan dengan cara diteteskan langsung ke dalam mulut dengan alat tetes khusus.

    5. DPT

    Vaksin DPT berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 6 kali ketika anak berusia 2, 3, dan 4 bulan dengan penguatan pada usia 18 bulan, 5 tahun. DTP 6 diberikan 10-12 tahun dalam bentuk Td/TdaP dan dapat dilakukan penguatan setiap 10 tahun.  Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk kering yang cukup lama, dan diare parah.

     

    6. BCG

    Vaksin BCG diberikan hanya satu kali saja sebelum bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini akan memberikan perlindungan dan pencegahan dari penyakit tuberkulosis. Bentuk vaksin yang kering menyebabkan bekas luka parut pada bagian tubuh yang disuntikkan.

    7. MR

    Pada mulanya, vaksin MR termasuk ke dalam jenis imunisasi yang dianjurkan. Namun seiring dengan perkembangan di dunia kesehatan, pemerintah Indonesia akhirnya memasukkan vaksin MR ke dalam imunisasi wajib. Saat ini, pemerintah sedang gencarnya mensosialisasikan imunisasi ini.

    Vaksin MR berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Penyakit campak dan rubella sangat mudah menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan demam tinggi, kebutaan, gangguan otak, hingga kematian. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yakni ketika anak berusia 15-18 bulan dan 5 tahun.

    Itulah beberapa imunisasi wajib yang disediakan oleh pemerintah. Sedangkan imunisasi yang dianjurkan dan bisa didapatkan di beberapa rumah sakit adalah sebagai berikut:

    1. HiB

    Vaksin HiB adalah vaksinyang berisikan Haemophilus Influenza Tipe B yang berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit selaput radang otak. Vaksin ini diberikan pada anak ketika usia 2,3,4 bulan dengan penguatan pada usia 15-18 bulan.

    2. PCV

    Imunisasi yang dianjurkan selanjutnya adalah vaksin PCV. Vaksin ini diberikan agar anak terlindungi dari penyakit pneumokokus. Vaksin ini diberikan sejak anak berusia 2 bulan sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 4, dan 6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan.

    3. Rotavirus

    Vaksin rotavirus berfungsi untuk melindungi anak dari diare parah yang biasanya berlangsung pada musim pancaroba. Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 2 dan 4 bulan serta 6 bulan (bila vaksin yang diberikan berupa pentavalent).

    4. Varisela

    Vaksin vaerisela dianjurkan untuk diberikan pada anak sejak usia 1 tahun dan akan jauh lebih baik jika diberikan sebelum anak masuk sekolah. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit cacar air.

    5. Influenza

    Imunisasi yang dianjurkan lainnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza akan memberikan perlindungan anak terhadap infeksi saluran pernapasan. Vaksin ini dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan.

    6. Tifoid

    Vaksin tifoid berguna untuk melindungi anak dari demam tifus. Diberikan pada anak mulai usia 2 tahun dan diberikan vaksin ulang setiap 3 tahun.

    7. HPV

    Vaksin hpv berguna untuk melindungi sobat dari kanker serviks yang banyak menyerang wanita. Tentu pemberian vaksin ini efektif diberikan jika sebelum menikah.

    Itulah beberapa imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak. Meskipun beberapa imunisasi belum sepenuhnya diwajibkan dan dibiayai oleh pemerintah, mari kita dukung sepenuhnya program imunisasi pemerintah yang telah berjalan agar ke depannya pemerintah dapat lebih baik dalam memfasilitasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

    Read More
  • Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka. Isu ini membuat pemerintah […]

    Bagaimana Aturan Pemberian Vaksin Difteri pada Anak ?

    Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka.

    Isu ini membuat pemerintah cepat menangani wabah sebelum menyebar ke tempat anak-anak lainnya. Salah satu cara pemerintah dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni imunisasi difteri ulang yang dilakukan oleh tiga provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sebelum mengenal regulasi dan juga aturan vaksinnya, yuk kita kenali dulu apa yang dimaksud dengan Difteri ?

    Difteri dan Serangannya

    Penyakit difteri merupakan infeksi yang termasuk ke dalam penyakit menular dan disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphtheriae. Difteri menular melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin atau batuk serta kontak langsung dengan penderitanya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa, terutama pada anak-anak yang belum diimunisasi.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin BCG Pada Anak

    Gejala-gejala Difteri

    Sobat harus waspada bila ada gejala di bawah ini, kemungkinan anak terkena  penyakit difteri:

    • Tenggorokan terasa gatal dan jika dilihat menggunakan senter seperti dilapisi selaput tebal berwarna abu
    • Radang tenggorokan disertai suara yang serak dan sulit berbicara
    • Adanya pembengkakan pada leher dan juga kelenjar
    • Kesulitan menelan bahkan hingga bernafas
    • Demam disertai menggigil
    • Batuk yang keras disertai dahak

    Produk Terkait: Jual Vaksin Difteri Lengkap dari Prosehat

    Kemudian, pada beberapa kasus, difteri diperparah dengan adanya infeksi yang menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung sampai sistem saraf. Tak hanya itu, kulit juga bisa menjadi bagian tubuh yang terserang bakteri ini dan akhirnya meracuni seluruh tubuh. Kondisi  lainnya dapat disertai dengan jantung berdebar dan juga perasaan tidak nyaman, khusus bagi anak-anak akan terus rewel karena rasa sakit pada tenggorokan dan tubuh mereka.

    Aturan Vaksin Difteri

    Agar terlindungi dari penyakit difteri, Sobat bisa langsung datang ke Puskesmas maupun sekolah khusus di 3 provinsi yang sudah disebutkan di atas untuk mendapatkan vaksin difteri. Namun, bila Sobat berada diluar 3 provinsi tersebut, Sobat dapat mendatangi rumah sakit atau puskesmas terdekat. Lalu, bagaimanakah aturan vaksin untuk anak ?

    • Berapa kali dilakukan?
      Anak harus mendapatkan imunisasi difteri minimal enam kali sampai usia 18 tahun. Biasanya vaksin tergabung dalam pemberian vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).
    • Imuniasi 1 – 3 tiga kali imunisasi dilakukan ketika bayi, pada saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan.
    • Imunisasi 4 dilakukan satu tahun setelah mendapat imunisasi yang ketiga tepatnya saat bayi berusia 18 bulan. Jika belum maka selesaikan dulu 3 imunisasi awal.
    • Kemudian Sobat bisa melakukan imunisasi 5 tiga tahun setelah mendapat imunisasi keempat saat anak berusia 5 tahun.
    • Sobat bisa melakukan imunisasi 6 lima tahun setelah mendapat imunisasi kelima saat anak berusia 10-12 tahun.
    • Saat anak berusia 18 tahun dapat diberikan tambahan penguat imunisasi dan dapat diulang setiap 10 tahun.

    Catatan tambahan dimana Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau biasa disebut BIAS, vaksin akan diberikan di sekolah pada anak kelas I, II, dan V dan telah menjadi program sekolah. Sobat bisa memberikan pengajuan atau proposal kepada pemerintah dan menjadikan sekolah anak Sobat sebagai salah satu anggota penerima vaksin.

    Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul, apakah imunisasi harus dilakukan enam kali sesuai panduan ? maka jawaban pastinya adalah YA. Mengapa ?

    Kekebalan terhadap bakteri difteri akan turun 2-3 tahun setelah imunisasi ketiga saat bayi. Sehingga 3 vaksin ketika bayi hanya mencegah sementara saja. Imunisasi lengkap dibutuhkan sampai enamh kali pada anak-anak sehingga perbekalan mereka untuk melawan difteri tercukupi. Setelah dewasa, tubuh akan mencoba melawan bakteri  dengan kekebalan nutrisi yang lebih banyak. Sobat juga bisa membekali tubuh dengan olahraga dan makanan yang sehat serta bernutrisi.

    Baca Juga: Serba Serbi Suntik Difteri yang Perlu Kamu Ketahui

    Bagaimana jika Terlambat ?

    Bagiamana jika Sobat sebagai orang tua atau justru diri Sobat sendiri belum pernah mendapatkan vaksin difteri ? bagaimana jika memang sudah terlambat ?

    Bagi Sobat yang sudah dewasa, vaksin difteri memiliki aturannya sendiri termasuk dosis dan juga boosternya. Sobat dapat mendatangi rumah sakit terdekat, tetapi jika sudah berusia lanjut tidak akan bisa diberikan vaksin. Maksimal usia atau rentang usia hanya sampai 64 tahun itu pun melalui serangkaian tes, apakah memang sudah terjangkit difteri atau belum.

    Bagi anak-anak yang terlambat imunisasi DTP dapat dilakukan imunisasi kejaran yang diberikan dan tidak akan mengulang dari awal. Anak yang masih dibawah usia 7 tahun yang belum pernah melakukan imunisasi DTP ataupun tidak lengkap maka masih bisa diberikan  vaksin difteri dengan imunisasi kejaran sesuai anjuran dokter anak.

    Bagaimana dengan anak sudah memasuki usia 7 tahun dan belum lengkap melakukan vaksin DTP ? terdapat vaksin sejenis yang bernama Tdap untuk diberikan dan bisa berfungsi sama yaitu melindungi tubuh dari bakteri penyebab difteri. Kita sebagai orang tua tidak boleh  menyerah dalam  memberikan anak perlindungan agar sehat dan tidak berpotensi terserang penyakit difteri. Jangan lupa untuk memberikan imunisasi difteri pada anak Sobat agar tidak tertular penyakit yang berbahaya ini.

    Baca Juga: Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

    Untuk yang tidak ingin terlambat mendapatkan layanan vaksinasi, pastikan kamu sudah menginstal aplikasi prosehat yang memberikan informasi seputar vaksinasi dan imunisasi. Prosehat memberikan layanan vaksinasi ke rumah loh jadi tidak perlu khawatir ketika tidak ada waktu untuk ke tempat layanan kesehatan. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis. Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil. Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama. Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin diatas juga tersedia di ProSehat loh. Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah maka prosehat bisa jadi pilihan tepatmu.

    Read More
  • Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imuninsasi, di mana program ini rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih […]

    5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi yang Sering Diajukan

    Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imuninsasi, di mana program ini rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih sebenarnya imunisasi ini? Imunisasi adalah sebuah program yang dilakukan secara gratis oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan penyakit menular dengan cara memberikan vaksin pada satu orang dan orang lainnya yang setelah orang tersebut menerima vaksin pastinya akan lebih resisten alias lebih kebal terhadap penyakit tertentu.

    Memangnya di mana sih kita bisa mendapatkan imunisasi? Jawabannya tentu saja di pelayanan kesehatan terdekat, seperti di Puskesmas, Posyandu, atau bahkan di sekolah anak kita. Lalu bagaimana cara vaksin diberikan pada kita? Ternyata vaksin tidak hanya diberikan dengan metode suntik saja lho! Wah, yang benar nih? Yup, vaksin bisa diberikan dengan berbagai metode seperti dengan cara diteteskan ke dalam mulut dan melalui penyuntikan.Beberapa jenis vaksin ada yang perlu diberikan secara berkala alias tidak cukup hanya diberikan sekali seumur hidup dan vaksin lainnya ada yang cukup hanya diberikan sekali.

    Apakah anak bisa sehat tanpa mendapatkan vaksin? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul di benak kita mengingat banyaknya angka bayi di Indonesia yang belum mendapatkan vaksin. Pemberian vaksin bukan saja hanya digalakkan di Indonesia saja, tetapi juga menjadi program wajib di beberapa negara maju. Program vaksin yang digalakkan di berbagai negara terbukti sukses meminimalisir timbulnya berbagai penyakit berbahaya pada anak, contohnya saja dalam beberapa tahun terakhir kita hampir tidak pernah mendengar kasus tentang polio liar di Indonesia. Polio merupakan suatu penyakit yang menakutkan karena dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.

    Apakah hanya vaksin polio saja yang bisa diberikan pada anak? Kapankah sebaiknya vaksin mulai diberikan? Berbagai pertanyaan sering kali diajukan mengenai vaksin anak terlebih kapankah saat yang tepat dan jenis vaksin apa sajakah yang bisa diberikan untuk anak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, vaksin bisa diberikan pada anak sejak anak berusia beberapa bulan alias sejak bayi. Namun, apakah vaksin hanya cukup perlu dilakukan sekali saja? Pada usia berapakah anak sudah bisa diberikan vaksin? Berikut adalah beberapa pertanyaan seputar vaksin bayi yang sering ditanyakan dan harus kita ketahui jawabannya sehingga kita tidak ragu lagi untuk melakukan vaksin bayi:

    1. Kapankah saat yang tepat untuk melakukan vaksin bayi?

    Vaksin bayi sudah dapat diberikan sejak anak lahirm lebih tepatnya dalam jangka waktu 12 jam setelah lahir. Vaksin yang dimaksud di sini adalah vaksin hepatitis B (HB) di mana sebelumnya juga akan dilakukan suntikan vitamin K1. Vaksin hepatitis juga perlu dilakukan secara rutin yaitu mulai dari bayi lahir, usia 2, 3, 4 bulan. Selain vaksin hepatitis, sebelum bayi dibawa pulang ke rumah kita juga perlu memberikan vaksin polio dari lahir, 2, 3, 4 bulan. Kita bisa memberikan jenis vaksin lainnya apabila anak sudah berada pada usia tertentu.

    1. Apa saja jenis vaksin yang wajib diberikan untuk bayi?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, pemberian vaksin sangatlah penting untuk diberikan pada bayi bahkan beberapa jenis vaksin sebaiknya diberikan sebelum bayi dibawa pulang. Terdapat empat jenis vaksin yang seharusnya diberikan sebelum bayi menginjak usia satu tahun, yaitu vaksin polio, DPT, campak, BCG, serta hepatitis B. Vaksin hepatitis B hanya diberikan satu kali sebelum bayi menginjak usia dua bulan dan setelahnya kita perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu sebelum pemberian vaksin BCG dilanjutkan. Vaksin DPT adalah vaksin yang wajib diberikan berikutnya di mana vaksin ini merupakan vaksin gabungan untuk meminimalisir datangnya penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), serta tetanus. Vaksin DPT ini perlu diberikan sebanyak lima kali ketika anak menginjak usia dua bulan hingga lima tahun.

    1. Apakah efek samping yang biasanya timbul setelah bayi mendapatkan vaksin?

    Faktanya, kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena efek samping yang timbul ketika vaksin diberikan hanyalah sementara dan tidak akan mengancam keselamatan jiwa anak. Beberapa efek samping yang biasanya timbul adalah timbulnya ruam merah serta daerah yang cukup bengkak dan nyeri pada daerah suntikan dan hal ini hanyalah berlangsung beberapa jam atau hingga dua hari. Penanganan efek paska suntikan bukanlah suatu perkara yang sulit karena yang perlu kita lakukan hanyalah mengompres dingin daerah suntikan dan lama-lama bengkak akan hilang dengan sendirinya dan bayi pun tidak akan merasa nyeri lagi. Bayi juga biasanya akan mengalami demam ringan serta tidak selera makan seperti biasanya dan kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena hanya berlangsung selama satu hingga dua hari.

    1. Apa jadinya jika kita terlambat memberikan vaksin pada bayi?

    Pertanyaan ini sering kali diajukan terlebih bagi orang tua yang sudah rutin memberikan vaksin pada anaknya. Kabar baiknya, tidak akan ada efek samping ketika kita terlambat memberikan vaksin lanjutan apabila kita sudah memberikan vaksin wajib terlebih dahulu. Kita juga bisa menunda pemberian vaksin pada anak ketika mereka dalam kondisi yang sedang tidak fit, seperti anak sedang flu, batuk, demam, ataupun diare. Meskipun penyakit ini terlihat sepele, sebaiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu terhadap dokter agar tidak timbul efek samping yang dapat membahayakan anak kita

    1. Kenapa sih bayi perlu mendapatkan vaksin?

    Pertanyaan yang satu ini merupakan pertanyaan yang paling mendasar sebelum kita melakukan vaksin pada anak. Tentu saja jawabannya sangat jelas, yaitu untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya pada anak kita sejak dini dan mencegah anak tertular penyakit infeksi dari orang lain. Kita juga tidak perlu khawatir ketika anak mengalami demam ringan setelah diberikan vaksin karena hal ini adalah reaksi alami terhadap imun yang dimasukkan melalui vaksin dan pastinya membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat. Ketika anak tidak mendapatkan imunisasi justru hal ini akan membahayakan kesehatan anak bahkan dapat menyebabkan kecatatan pada anak karena penyakit tertentu bahkan berujung pada kematian.

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah jelas kan mengenai pentingnya melakukan vaksin pada bayi? Setelah kita paham tentang hal yang satu ini pastinya tidak ada alasan lagi kan untuk menunda memberikan vaksin pada bayi kita. So, tunggu apalagi? Yuk, berikan vaksin pada bayi di fasilitas kesehatan terdekat!

    Read More
  • Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini. Apa itu […]

    Apa itu Rubella? Berikut Pembahasan Lengkapnya

    Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini.

    Apa itu Rubela?

    Rubela adalah penyakit yang biasa disebut campak Jerman yang disebabkan oleh virus yang menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO di tahun 2016, anak-anak yang terserang sudah 800 penderita dan terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Masalah dan kasus ini terjadi di Indonesia.

    Penyakit ini jarang terjadi di banyak negara, tetapi jika sudah terjangkit maka kemungkinan virus menyerang sangat tinggi karena virus Rubela dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan terjadi melalui cairan yang dikeluarkan penderita berupa batuk atau bersin.

    Rubela dan Kehamilan

    Bagaimana dengan Rubela dan kehamilan?Ibu hamil yang terserang Rubela akan menularkan pada bayi yang dikandungnya. Rubela pada wanita yang sedang hamil  sebelum tiga bulan dapat menyebabkan sindrom Rubela kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

    Sindrom ini menyebabkan bayi cacat lahir mulai dari tuli, katarak, penyakit jantung bawaan hingga kerusakan otak yang menyebabkan keterlambatan perkembangan.

    Gejala-gejala Rubela

    Penyakit seperti ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari dari terinfeksi hingga timbulnya gejala. Pada anak, gejala ini diantaranya adalah :

    • Demam disertai sakit kepala
    • Hidung tersumbat dan juga pilek
    • Batuk
    • Tidak nafsu makan
    • Mata merah disertai pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan juga leher
    • Ruam berbentuk bintik kemerahan yang diawal muncul di wajah dan tangan setelah itu ruam akan menyebar selama 1 – 3 hari.

    Jika sudah terinfeksi, virus ganas akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu, dimana potensi tertinggi penderita untuk menularkan Rubela mulai dari ruam muncul. Jika gejala sudah muncul maka Sobat harus segera mengisolasi penderita dan pergi ke dokter, mengingat virus ini bisa saja menular pada siapapun dan membuatnya jadi wabah.

    Langkah Pencegahan Rubella

    Pencegahan Rubela yang paling efektif dan bisa digunakan yaitu dengan vaksinasi, sehingga banyak orang terselamatkan dan juga jauh dari wabah menakutkan ini. Pencegahan Rubela yang bisa dilakukan untuk wanita hamil adalah pemberian vaksin pada wanita sebelum merencanakan kehamilan, bukan saat dia hamil.

    Pemerintah  menggunakan vaksin MR dan menggantikan vaksin MMR sebagai pencegahan terhadap Rubela. Vaksin MR ini merupakan perlindungan yang dibuat untuk menghidnari campak (measles) dan Rubela sekaligus, sedangkan untuk MMR merupakan vaksin yang mencegah Rubela dan tergabung untuk menghindari campak dan gondongan (mumps).

    Vaksin MR direkomendasikan dalam usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun dan diberikan melalui suntikan di bagian lengan atas. Vaksin MR diberikan sebagai penguat saat anak berusia 5 tahun. Apakah orang dewasa bisa mendapatkan vaksin ? tentu saja jawabannya bisa dimana orang dewasa mendapat satu kali suntikan MMR dan vaksin MR diusia berapapun.

    Ada juga beberapa cara untuk menghindari Rubela setelah melalui vaksin untuk mencegah penularan dan penyebaran Rubela juga penting. Cara-caranya meliputi:

    1. Jika bisa Sobat hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin terutama untuk ibu hamil. Apalagi Sobat yang merupakan anggota keluarga yang terkena rubela, memiliki risiko tinggi terkena Rubela.
    2. Isolasi atau pindahkan penderita ke ruangan yang terpisah atau khusus, menunggu pasien untuk dilarikan ke rumah sakit. Hal ini untuk mengurangi penyebaran wabah yang dialami karena akan sulit dialami jika yang terkena Rubela akan lebih dari satu orang.
    3. Menjaga kebersihan juga bisa jadi cara mudah yang bisa mengusir virus rubela. Selain itu Sobat bisa bepergian, makan dan melakukan kontak dengan penderita dari radius beberapa meter. Usahakan tidak terjadi kontak fisik

    Itulah penjelasan lengkap mengenai penyakit rubela. Virus tidak pernah diketahui kapan dan dimana menyerangnya. Rubela juga bukan virus kecil yang bisa dihilangkan secara ringan melainkan virus yang berbahaya dan ganas. Jangan lupa untuk segara melakukan vaksinasi MR sebagai pencegahan utama dari Rubela.

    Untuk kamu yang berencana melakukan vaksinasi Rubela, bisa pilih prosehat yang bisa melayani vaksinasi / imunisasi ke rumah. Tidak perlu repot – repot antri karena dokter langsung datang ke rumah kamu. Ingat sehat, ingat prosehat.

     

    Read More
  • Sobat pasti sudah tidak asing kan dengan flu atau influenza ? penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang saluran pernafasan manusia. Biasanya, influenza menyerang tiba-tiba kemudian menular ke banyak orang disekitarnya. Flu rata-rata terjadi tidak terlalu lama sekitar 7-10 hari dan biasanya hilang setelah istirahat serta mengonsumsi obat. Namun, bila terlalu lama diderita, flu […]

    7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

    Sobat pasti sudah tidak asing kan dengan flu atau influenza ? penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyerang saluran pernafasan manusia. Biasanya, influenza menyerang tiba-tiba kemudian menular ke banyak orang disekitarnya. Flu rata-rata terjadi tidak terlalu lama sekitar 7-10 hari dan biasanya hilang setelah istirahat serta mengonsumsi obat. Namun, bila terlalu lama diderita, flu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan dapat mengurangi produktivitas kerja.

    Mungkin banyak yang menyepelekan, tetapi menurut penelitian setiap tahunnya ada sekitar 15% kasus flu menyerang  250.000 – 500.000 orang di sebuah negara secara rutin. Selain itu, jenis baru dari influenza A (H1N1) bahkan dapat menyerang dan menyebabkan wabah pada Juni 2009.  Flu seringkali timbul pada musim dingin atau ketika suhu menurun.

    Sebagian orang dapat terserang flu bahkan lebih dari 4 kali dalam setahun, hal tersebut terjadi karena virus menyerang tiba-tiba atau karena tertular kembali dari orang lain. Yuk, mari kita bahas tentang 7 cara menangani flu dengan cepat dan mudah selengkapnya.

    1. Perbanyak cairan

    Flu biasanya memberikan rasa tidak nyaman seperti hidung mampet di malam hari sedangkan hidung akan meler mengeluarkan cairan di siang hari. Hal seperti ini akan membuat tubuh kekurangan cairan akibat pilek yang dialami, khususnya anak-anak. Pemberian air putih ataupun jeruk hangat yang ditambahkan madu dapat mengurangi gejala tidak enak yang dialami saat flu.

    Baca Juga: 10 Ciri – Ciri Terkena Hepatitis B

    Saat kita flu, hindari dulu soda, kopi dan berbagai jenis minuman yang dingin karena akan menambah virus flu dalam tubuh. Bila flu bertambah parah disertai dengan demam, badan akan  terasa lelah dan metabolisme tubuh turun. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Perbanyak konsumsi air putih agar tubuh anda cepat pulih dari flu.

    1. Makan sup ayam hangat

    Siapa sangka sup ayam hangat dapat meredakan gejala flu ringan? Penelitian menyebutkan bahwa sup ayam hangat mengandung bahan-bahan bermanfaat seperti sistein, asam amino dan vitamin yang dapat meredakan gejala flu. Nafsu makan Sobat hilang karena flu? Segera konsumsi makanan ini sebagai penambah energi agar cepat sembuh.

    1. Berikan probiotik

    Jika yang menderita flu ringan adalah anak-anak, lebih mudah memberikan probiotik untuk mengusir flu dibandingkan obat. Berikan yoghurt atau susu yang mengandung probiotik agar daya tahan tubuh anak meningkat dan gejala flu reda. Bakteri baik pada probiotik akan membantu mengusir dan melawan virus di dalam tubuh. Minuman seperti ini cukup mudah didapatkan, Sobat tinggal pergi ke pasar swalayan atau toko kelontong untuk mendapatkannya. Jangan lupa, ya,  untuk memberikan asupan nutrisi yang bergizi sehingga mereka cepat pulih kembali.

    Produk Terkait: Nature’s Plus Acidophilus 90’s-Probiotik

    1. Istirahat Maksimal

    Orang dewasa atau anak-anak yang terserang flu membutuhkan istirahat yang cukup. Tidur akan membuat sistem kekebalan mengatur ulang kembali tubuh yang tadinya kurang sehat menjadi sehat kembali. Jangan ragu untuk meliburkan anak jika memang flu yang dilanda sudah cukup berat. Maksimalkan istirahat anak untuk mengembalikan tenaga mereka.

    1. Uap Air

    Sekarang ini, banyak ibu muda yang membawa anak atau bayinya yang sedang flu ke rumah sakit untuk di uap. Cara tersebut baik dilakukan ketika anak/bayi mengalami kesulitan bernafas. Namun, jika Sobat sedang tidak berada di perkotaan yang dekat dengan rumah sakit, Sobat bisa melakukannya sendiri di rumah untuk mengatasi flu yang menyerang.

    Baca Juga: 8 Home Remedy Untuk Obat Batuk Anak

    Sobat dapat menuangkan air panas di mangkok ataupun wadah, lalu dudukan anak tersebut di depan baskom dan kerudungi dengan handuk basah. Jaga anak agar tidak menyentuh air panas dan diamkan wajahnya didekat uap air tersebut. Sobat juga dapat menambahkan minyak kayu putih di air panas tersebut agar bisa terhirup oleh hidung dan melegakan pernafasan anak-anak.

    1. Mandi Air Hangat

    Banyak orang tua menghindari memandikan anak ketika pilek atau flu karena khawatir penyakitnya semakin parah. Padahal, tidak ada salahnya memandikan anak saat mereka flu. Jika Sobat tidak memandikannya sama sekali, tubuh anak akan terasa tidak nyaman dan juga lengket.

    Sobat bisa menggunakan handuk yang dicelupkan ke air hangat kemudian membasuhnya pada anak, sehingga mereka tidak akan merasa lengket dan nyaman setelahnya. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan merendam anak di air hangat dan membasuh dalam waktu singkat. Badan bersih dan diharapkan anak dapat pulih dengan cepat.

    1. Vaksin Flu

    Hal terakhir yang paling ampuh untuk mencegah flu adalah vaksin. Vaksin flu aman diberikan kepada dewasa dan anak. Vaksin ini dapat mencegah sobat terkena flu selama satu tahun ke depan.

    Banyak yang masih menyepelekan vaksin flu karena merasa penyakit ini dapat  disembuhkan tanpa menggunakan vaksin. Pada dasarnya Sobat tidak pernah tahu, kan jenis flu apa yang dapat menyerang, sehingga vaksin menjadi pilihan utama agar terhindar dari flu yang mengganggu kesehatan.

    Nah, Sobat, sudah tahu kan, apa saja yang dapat dilakukan bila flu menyerang. Jangan menunggu flu menyerang terlalu lama, ya. Segera lakukan hal di atas agar  Sobat dapat pulih kembali secepatnya. Semoga lekas sembuh, ya. Ingat sehat, ingat Prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More

Showing 21–30 of 42 results

WhatsApp Asisten Maya saja