Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ imunisasi”

Showing 21–30 of 46 results

  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari – di mana pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya di mana gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan – lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Untuk sobat prosehat yang mau vaksinasi namun tidak mau antri maka kamu bisa melakukan vaksinasi di prosehat. Prosehat memberikan layanan imunisasi pneumonia lengkap dan terjangkau. Yuk vaksinasi sekarang.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
  • Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus […]

    Gejala Tifus dan Pencegahannya

    Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus di Indonesia mencapai angka 2 juta tiap tahunnya. Yup benar, penyakit tifus adalah salah satu jenis penyakit yang umum ditemui dalam negara berkembang dan apabila penangannya terlambat tentu saja dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    Dari manakah tifus berasal? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul mengingat tifus sering kali muncul tiba-tiba pada seseorang dan menyebabkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal seperti biasanya bila terserang penyakit yang satu ini. Timbulnya tifus pada tubuh seseorang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh dan ketika hal ini terjadi fungsi tubuh lainnya akan terganggu dengan cepat. Bakteri yang satu ini juga sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya, terutama melalui makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi.

    Apakah tifus hanya bisa ditularkan melalui makanan dan dengan hal ini berarti kita hanya perlu waspada terhadap jenis makanan yang kita konsumsi? Penularan tifus melalui fekal-oral, makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan bakteri penyakit ini. Oleh sebab itu bukanlah suatu hal yang mengherankan jika mereka yang terserang tifus sering kali disebabkan ruangan mereka yang tidak terlalu bersih. Bukan hanya karena ruangan kotor, infeksi bakteri Salmonella typhi ini juga dengan mudah menyerang mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah – alias mereka yang sedang dalam kondisi tidak fit.

    Apa akibatnya jika penyakit tifus tidak segera ditangani, alias penanganan penyakit tifus pada seseorang terlambat? Penyebaran penyakit tifus ke bagian tubuh lainnya terbilang sangat cepat dan hal ini berarti juga memicu timbulnya berbagai penyakit lain yang dapat membahayakan keselamatan jiwa kita. Infeksi ginjal serta pankreas, radang selaput jantung (miokarditis), hingga terjadinya radang selaput otak (meningitis) adalah beberapa contoh penyakit lainnya yang biasanya muncul ketika penanganan tifus terlambat. Penyakit yang cukup menyeramkan bukan? Lalu, kapan kita mengetahui jika kita mengalami infeksi bakteri Salmanellla typhi?

    Gejala Tifus

    Yup, benar sekali, untuk mengetahui kapan kita mengalami infeksi bakteri Salmonella typhi maka berarti kita perlu mengenal apa saja gejala dari penyakit tifus. Pengetahuan gejala dari suatu penyakit merupakan hal yang wajib untuk diketahui mengingat perlu segera dilakukan penanganan dan mencegah penyakit menyebar ke bagian tubuh lainnya. Masa inkubasi bakteri ini berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya, di mana biasanya ini terjadi dalam kurun waktu 3 hingga 30 hari dan gejala tifus pun akan muncul bersamaan dengan proses ini berlangsung. Nah berikut adalah beberapa gejala tifus yang harus kita waspadai:

    1. Demam tinggi

    Demam tinggi merupakan gejala utama dari penyakit tifus dan suhu tubuh seseorang bisa mencapai 390C hingga 400C. Tentu saja demam tidak hanya berlangsung sehari alias demam tinggi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu dan disertai dengan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Demam pada penderita tifus seringkali memburuk saat malam hari dan sebaliknya jika suhu tubuh seseorang tetap konstan selama demam kemungkinan bukan mengalami tifus, mengingat gejala tifus ini mirip dengan gejala demam berdarah.

    1. Muncul ruam atau bintik merah

    Gejala tifus berikutnya sangat mudah diobservasi, di mana ruam atau bintik merah ini biasanya muncul pada beberapa hari awal terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Bintik merah pada penderita tifus ini tidak akan hilang meskipun ditekan keras dengan jari.

    1. Terjadinya gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan merupakan gejala yang khas dari tifus, di mana penderita tifus biasanya mengalami sakit perut hingga diare yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Bukan hanya itu saja, biasanya mereka juga akan mengalami turunnya nafsu makan karena kondisi yang tidak fit sehingga bukan suatu hal mengherankan jika penderita tifus akan kehilangan berat badan dalam angka yang tidak sedikit. Ketika penanganan tifus terlambat, maka sembelit juga bisa muncul sewaktu-waktu.  Tidak jarang juga pasien mengeluhkan perutnya terasa kembung dan hal ini disebabkan oleh terjadinya pembengkakan hati serta empedu.

    1. Terjadinya komplikasi

    Komplikasi sangat mungkin terjadi pada penderita tifus, terlebih lagi ketika penanganan tifus terlambat atau pasien tidak kunjung sembuh meskipun tifus sudah berlangsung selama beberapa minggu. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul pada penderita tifus antara lain adalah hepatitis atau peradangan hati, hipovolemia atau terjadinya penurunan volume darah, atau bisa juga terjadi pendarahan gastrointestinal alias terjadinya pendarahan dalam usus yang disebabkan karena usus pecah.

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, gejala dari penyakit tifus ini sering kali dianggap mirip dengan gejala dari penyakit demam berdarah (DBD) sehingga tidak jarang jika banyak orang tua yang melakukan penanganan kurang tepat ketika penyakit tifus muncul. Perbedaan mencolok antara gejala demam berdarah dan tifus adalah penderita DBD sering kali mengalami nyeri sendi dan otot hingga menimbulkan sensasi tulang seperti retak atau biasa dikenal dengan break bones. Pada tifus, gejala dapat kembali muncul dua atau tiga minggu setelah demam hillang – alias ketika suhu tubuh kita kembali normal.

    Pencegahan Tifus

    Apakah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit tifus datang menyerang anak? Yup, seperti yang kita tahu, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati dan karena itu sebisa mungkin kita melakukan berbagai cara untuk menjaga anak tetap sehat dan pastinya bakteri akan enggan menyerang anak. Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya tifus pada anak atau diri kita sendiri:

    1. Membiasakan mencuci tangan. Meskipun kelihatannya sepele, hal yang satu ini sangatlah efektif untuk menangkal berbagai penyakit datang pada kita, tak terkecuali untuk penyakit tifus. Kita bisa membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan. Kebiasaan yang satu ini juga lebih dianjurkan dilakukan ketika kita buang air atau membersihkan kotoran, mengingat banyaknya bakteri yang bisa menempel pada permukaan tangan kita dan dapat menyebabkan penyakit sewaktu-waktu.
    2. Memperhatikan tempat kita membeli makanan. Hal ini sering kali tidak diperhatikan oleh kita dan seringkali kita membeli makanan di pinggir jalan. Sayangnya, makanan di pinggir jalan sering kali tidak terjamin kebersihannya dan menjadi sumber bakteri yang tentu saja bisa menjadi penyakit untuk kita. Sebaiknya kita menghindari membeli makanan di pinggir jalan dan sebagai gantinya kita bisa membeli makanan di warung yang sudah terjamin kebersihannya.
    3. Membersihkan kamar mandi secara teratur.  Yup, kamar mandi adalah salah satu bagian dari rumah yang sering kali menjadi sarang penyakit  terlebih karena kondisi ruangan yang lebih lembab daripada bagian rumah lainnya. Kita perlu membersihkan toliet secara rutin dan sebisa mungkin tidak menggunakan air mentah ketika berkumur karena kemungkinan air mentah yang kita konsumsi tidak higenis dan menjadi sarang penyakit. Hindari bertukar barang-barang pribadi, seperti handuk ataupun sikat gigi untuk meminimalisir penyebaran bakteri dari satu orang ke orang lainnya.
    4. Memberikan Imunisasi Tipes. Pembeerian imunisasi tipes terbukti mengurangi angka terjadinya tipes. Sobat bisa melakukan vaksinasi tipes ditempat kesehatan terdekat.

    Nah, itu tadi adalah sekilas tentang penyakit tifus, lebih tepatnya mengenai gejala dan bagaimana cara mencegah penyakit tifus datang menyerang kita. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat agar badan tetap fit dan pastinya meminmalisir datangnya berbagai penyakit pada kita. So, apakah kalian sudah siap untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin tifus di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • merdeka.com/sehat/gejala-tifus-kln.html
    • liputan6.com/health/read/3558433/gejala-tifus-dan-cara-pengobatannya-di-segala-usia
    • tanyadok.com/artikel-konsultasi/benarkah-gejala-awal-db-mirip-dengan-tifus
    Read More
  • Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang […]

    Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang penyakit.

    Salah satu penyakit yang sering menyerang adalah campak. Penyakit ini dapat dikatakan musuh besar orang tua karena kedatangannya yang tidak diharapkan dan tentu saja terkadang tidak menampilkan gejala yang jelas bagi beberapa anak. Dalam artikel ini Sobat dapat mempelajarinya sekaligus mengetahui cara mencegahnya.

    Pengertian Campak

    Penyakit campak merupakan infeksi yang disebabkan virus  Morbili yang ditandai adanya bercak merah (ruam) di seluruh tubuh yang sangat menular. Saat campak menyerang anak dan tidak ditangani serius maka akan terjadi komplikasi yang lebih buruk. Gejala campak mulai muncul kurang lebih 2 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Campak ini ditakuti banyak orang tua karena selain penyakitnya mudah menular, juga menyiksa anak dengan rasa sakitnya ataupun rasa kurang nyaman karena infeksi virus ini. Akibatnya, banyak orang tua baru yang kewalahan ketika anaknya terkena campak.

    Penderita Campak di Indonesia

    Berbicara soal penderita campak yang ada di Indonesia khususnya anak-anak, pemerintah sudah sadar bahwa campak berbahaya dan telah melakukan program imunisasi sejak tahun 1982. Selain itu, data dari Departemen Kesehatan di tahun 2015 mengemukakan tentang cakupan imunisasi campak di Indonesia yang merupakan kategori sedang di Asia Tenggara.

    Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan imunisasi dari 84% menjadi 95% di tahun 2020. Sehingga, tidak ada alasan masyarakat Indonesia terkena campak khususnya anak. Alasannya karena campak masuk kedalam 10 besar penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia.

    Gejala Campak

    Adapun beberapa gejala jelas yang dapat ibu kenali ketika anaknya terserang virus campak, adalah:

    • Mata merah dan menjadi lebih sensitif pada cahaya atau bisa dikatakan mata mudah silau dengan lampu yang terang.
    • Tanda seperti pilek, batuk, radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat muncul secara tiba-tiba
    • Adanya ruam berwarna merah kecoklatan dan biasanya muncul di kulit dalam beberapa hari kemudian. Adanya bercak di bagian telinga, sekitar kepala serta leher menjadi ciri khas paling terlihat.Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.
    • Adanya bercak putih keabu-abuan yang muncul di bagian mulut serta tenggorokan.
    • Gejala lainnya hampir sama dengan penyakit pada umumnya seperti demam, sakit kepala, tidak nafsu makan.

    Penyebaran Virus Campak

    Virus campak dapat menyebar di dalam percikan cairan yang dikeluarkan oleh penderita karena bersin maupun batuk. Virus campak juga bisa menulari siapa saja yang menghirup percikan cairan ini.

    Virus campak dapat bertahan di luar makhluk hidup selama beberapa jam dan dapat menempel ke benda lain dengan cepat. Hal inilah yang menyebabkan anda bisa terkena campak meskipun orang yang menderita sudah tidak ada di lingkungan tersebut. terutama ketika Sobat menyentuhnya maka benda yang sudah ada virusnya akan menempel di tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

    Pengobatan Campak

    Bagaimana jika sebagian anak Sobat sudah terkena campak atau memiliki gejala campak ? sistem kekebalan tubuh manusia memang berjalan secara alami dan akan melawan virus. Namun, komplikasi yang dapat terjadi bisa menjadi sangat parah, sehingga dibutuhkan perawatan di rumah sakit terutama untuk anak-anak yang kondisinya sedang tidak fit.

    Ada beberapa cara untuk mencegah anak sampai terkena masalah campak atau penyakit campak.

    1. Istirahat yang cukup

    Anak-anak mengeluarkan energi dengan sangat tinggi, jika tidak dibarengi dengan istirahat jelas akan menyebabkan masalah pada tubuhnya. Bila daya tahan tubuh menurun, virus seperti campak mungkin saja menyerang tanpa gejala dan juga aba-aba. Anda harus tahu bahwa imun anak adalah yang terpenting, belum lagi campak bisa saja menular ke anak-anak yang lainnya.

    1. Konsultasikan ke dokter

    Bawalah ke dokter anak bila buah hati Sobat terkena campak dan usahakan konsultasi sesegera mungkin. Nantinya dokter akan memutuskan apakah anak anda harus di isolasi di rumah sakit atau bisa dirawat dirumah. Hal ini untuk menghindari adanya wabah campak yang berkembang di keluarga anda yang mungkin menular ke adik atau kakaknya. Hal ini juga sering diingatkan oleh para dokter untuk langsung memisahkan peralatan makan dan sejenisnya ketika ada yang terkena campak.

    1. Imunisasi Campak

    Terakhir jelas dengan imunisasi campak sejak kecil. Anak-anak yang mendapatkan imunisasi campak akan membentuk imun yang bagus dengan vaksin didalam tubuhnya. Sehingga sejak awal virus campak  akan sulit menerobos masuk dan menyebabkan penyakit. Imunisasi bisa dikatakan cara untuk mencegah dibandingkan sudah terjangkit dan mengobati. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dengan penguatan di usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Namun, imunisasi campak kedua (penguatan) tidak diberikan bila anak telah mendapatkan MMR pada usia 15 bulan.

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi namun terkendala waktu maka sobat bisa melakukan vaksinasi bersama Prosehat. Prosehat memberikan layanan vaksinasi campak lengkap dan terjangkau untuk sobat semua. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih […]

    Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih sering ditemui di Indonesia? Jika iya, seberapa seringkah seseorang mengalami penyakit ini?

    Polio merupakan salah satu penyakit yang sangat sering menyerang balita bahkan juga bisa menyerang kita yang sudah tidak muda lagi. Seperti layaknya penyakit campak ataupun cacar, penyakit polio sangat mudah menyerang mereka yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Data UNICEF menyatakan jika 20 tahun silam setidaknya 1.000 anak menjadi lumpuh karena penyakit ini. Dampak yang sangat mengerikan dari polio bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit polio?

    Dokter melakukan gerakan inovatif, lebih tepatnya Gerakan Pemberantasan Polio Global yang digalakkan sejak tahun 1988. Apakah gerakan ini berhasil? Kabar bahagianya, pada tahun 2004 hanya ditemukan 1.266 kasus polio di seluruh dunia berkat dilakukannya gerakan ini. Penurunan yang cukup drastis bukan? Lalu, bagaimana dengan kasus polio di Indonesia setelah dilakukannya gerakan ini? Apakah juga menurun layaknya di negara lain?

    Angka Polio Indonesia

    Apakah Gerakan Pemberantasan Polio Global juga memiliki pengaruh positif di Indonesia? Sayangnya kasus polio ini muncul kembali di Indonesia pada tahun 2005, di mana kasus ini terjadi pada anak berusia 20 bulan. Semenjak kasus ini terjadi, polio juga mulai bermunculan di berbagai daerah Indonesia lainnya – terlebih anak yang belum mendapatkan imunisasi polio. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara di peringkat ke 16 yang kembali terserang virus polio bahkan dikhawatirkan dapat menjadi pengekspor virus polio ke negara tetangga, bahkan Asia Timur. Lalu, apa upaya pemerintah untuk mengatasi hal ini?

    Yup, bukan rahasia lagi jika virus polio adalah virus ganas yang dapat menyebabkan kelumpuhan bagi penderitanya; baik cepat ataupun lambat. Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang mampu mengatasi polio sehingga WHO (World Health Organization) menggalakkan program imunisasi polio dan hal ini juga dilakukan di Indonesia. Kabar baiknya, sejak tahun 2014 Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio seperti halnya beberapa negara di Asia Tenggara, Eropa, Pasifik Barat, juga Amerika Serikat. Sebemarnya bagaimana sih asal mula polio ini terjadi? Kapan kita tahu seseorang terjangkit virus mematikan yang satu ini?

    Diagnosis Polio

    Meskipun Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio, bukan berarti kita sudah 100 persen aman dari penyakit ini. Ketika seseorang terserang virus polio, cepat atau lambat virus ini akan menyerang sistem pusat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu – terutama pada bagian kaki. Virus polio  merupakan salah satu virus yang cepat menyebar dari satu orang ke orang lainnya terutama melalui makanan ataupun minuman yang sudah terkontaminasi dengan tinja virus tersebut (fekal-oral). Seramnya lagi, virus polio juga bisa menyebar dengan cepat melalui udara atau lebih tepatnya ketika sesorang bersin ataupun batuk. Lalu, siapa saja yang rentan terserang virus polio?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, virus polio sangatlah rentan menyerang kita yang tidak memiliki daya imun yang bagus. Namun, bukan hanya itu saja, virus polio juga mudah menyerang mereka yang bepergian ke suatu tempat yang masih rawan virus polio seperti beberapa negara di Afrika; misalnya saja Nigeria, Afganistan, ataupun Pakistan. Seseorang yang juga sudah melakukan operasi amandel juga lebih mudah mengalami penyakit polio karena daya tahan tubuh yang lebih rendah daripada orang lainnya. Kapan kita bisa mengetahui seseorang terjangkit polio? Gejala apakah yang biasanya muncul dari penyakit polio ini?

    Gejala Polio

    Apa saja, ya kira-kira gejala dari penyakit polio? Sebelum kita membahas apa saja gejala polio, ada baiknya kita mengetahui apa saja jenis dari penyakit polio. Wah, memangnya polio terdiri dari berbagai jenis ya?

    Penyakit polio sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu polio non-paralisis, polio paralisis, serta sindrom pasca-polio. Memangnya, apa sih perbedaan antara satu jenis polio dengan jenis polio lainnya? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    1. Polio non-paralisis

    Jenis penyakit polio yang pertama sering kali dikenal dengan poli non-paralisis. Jenis polio yang satu ini tidak berbahaya seperti jenis polio lainnya alias tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejala polio non-paralisis antara lain adalah radang selaput otak (meningitis) yang biasanya ditandai dengan kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Kemudian, gejala polio non-paralisis lainnya adalah merasa cepat lelah, sakit tenggorokan, demam, melemahnya otot serta rasa sakit pada bagian kaki, tangan, leher serta punggung.

    2. Polio paralisis

    Jenis polio berikutnya adalah jenis polio yang berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu. Lalu bagaimana dengan gejala polio paralisis? Gejalanya sendiri sama dengan gejala polio non-paralisis dan biasanya berlangsung dalam rentang waktu satu pekan. Sedangkan kelumpuhan sendiri bisa terjadi sewaktu-waktu alias tanpa prediksi yang jelas, contohnya saja bisa terjad dalam hitungan jam setelah kita terinfeksi virus polio ataupun dalam hitungan hari.

    3. Sindrom pasca-polio

    Jenis polio terakhir biasa kita kenal dengan sindrom pasca-polio, terjadi pada seseorang yang mengalami polio sebelumnya dan muncul pada usia sudah dewasa – lebih tepatnya dalam rentang usia 30 hingga 40 tahun. Beberapa gejala yang menandakan kita mengalami sindrom pasca-polio adalah sebagai berikut:

    • Sulit berkonsentrasi atau bahkan mudah lupa;
    • Bagian persendian atau otot yang melemah atau sering terasa sakit;
    • Mengalami depresi atau suasana hati yang mudah berubah;
    • Kesulitan untuk tidur disertai dengan kesulitan bernafas;
    • Tidak kuat terhadap suhu dingin.

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai polio. Yup, polio adalah sebuah penyakit yang mudah untuk menular sehingga kita perlu rutin melakukan vaksin polio sehingga kita tidak terserang penyakit mematikan ini. Vaksin polio sendiri sudah bisa diberikan sejak balita, lebih tepatnya sejak anak lahir, usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan yang terakhir adalah ketika anak berusia 18 bulan sesuai dengan rekomendasi pemerintah. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak mendapatkan vaksin polio ketika kecil?

    Menariknya, kita yang sudah beranjak dewasa tetapi belum pernah mendapatkan vaksin polio sebelumnya juga bisa mendapatkan vaksin ini sebanyak tiga kali. Vaksin polio untuk orang dewasa bisa dilakukan sebanyak tiga kali, di mana rentang antara vaksin pertama dengan vaksin kedua adalah 1 hingga 2 bulan sedangkan dengan vaksin ke-tiga dengan rentang waktu antara 6 hingga 12 bulan. Tentu saja kita bisa mendapatkan vaksin ini pada pelayanan kesehatan terdekat sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas melakukan vaksin polio. Pastinya sekarang sudah tidak takut lagi dengan penyakit polio bukan?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin polio di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/anak/polio-tidak-hanya-menyerang-kaki-anda
    Read More
  • Penyakit memang dikhawatirkan oleh banyak orang, khususnya anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Begitupun dengan penyakit Haemophilus Influenzae tipe B atau biasa disingkat HiB. Penyakit ini mungkin jarang didengar tetapi faktanya banyak orang yang tidak tahu bahaya atau bakteri yang bisa menyebabkan masalah besar pada anak Sobat ini. Baca Juga: Jika Anak Sering […]

    5 Manfaat Vaksin HiB (Haemophilus Influenza Tipe B) pada Anak!

    Penyakit memang dikhawatirkan oleh banyak orang, khususnya anak-anak yang rentan dan masih dalam tahap perkembangan. Begitupun dengan penyakit Haemophilus Influenzae tipe B atau biasa disingkat HiB. Penyakit ini mungkin jarang didengar tetapi faktanya banyak orang yang tidak tahu bahaya atau bakteri yang bisa menyebabkan masalah besar pada anak Sobat ini.

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Bagi Sobat yang belum pernah mendengar atau khawatir akan penyakit ini dan ingin tahu pembahasan lengkapnya maka bisa membaca sampai akhir pembahasannya dalam artikel ini, mulai dari kondisi pasien, gejala hingga vaksin HiB dan manfaat yang akan didapatkannya.

    Pengertian dan Gejala Penyakit

    Sama seperti namanya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae type B. Salah satu penyakit yang disebabkan HiB yaitu meningitis yang merujuk pada kondisi radang selaput otak. Hal ini bukan hanya terjadi  pada remaja atau dewasa karena dapat terjadi pada anak-anak tanpa ada faktor yang jelas. HiB banyak ditemukan di Amerika Serikat dan sekitarnya, meskipun masalah ini jarang terjadi di Indonesia. Namun, faktanya penyakit HiB ini pernah terjadi dan bisa membahayakan jika tidak dicegah.

    Gejala dari penyakit ini  bila menyerang selaput otak (meningitis) adalah demam, kejang, mula dengan/tanpa muntah, penurunan kesadaran, gejala kaku gerak atau kaku duduk pada anak, serta sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Bila bakteri ini menyerang paru akan menyebabkan pneumonia yang gejalanya adalah demam, batuk, berkeringat, nyeri dada, sakit kepala, sulit bernafas dan mengalami sesak.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza

    Penularan HiB

    Penyakit ini dapat menular dengan mudah karena menghuni saluran nafas  kita maka ketika batuk dan memercikan dahak, bakteri akan ikut tertular juga ke orang yang disekitarnya. Bahkan, kuman dapat menetap di saluran pernapasan tanpa orangnya mangalami sakit dan dapat menularkan ke orang lain. Anak-anak juga mudah terkena bakteri  yang tersebar di udara, meskipun penyakit atau kumannya hanya flu ataupun batuk biasa. Oleh karena itu, pemerintah berusaha mengurangi kemungkinan terjadinya wabah atau masalah di Indonesia dengan menggunakan vaksin khusus bernama vaksin HiB, lantas bagaimana aturannya ?

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi ke Rumah

    Semua anak yang usianya masih dibawah lima tahun atau sebelum memasuki balita sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HiB. Bayi dan anak sangat rentan terhadap penyakit yang diakibatkan infeksi oleh kuman HiB. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, aturan diberikannya vaksin adalah pada usia 2, 3, 4 bulan dan penguatan (booster) diberikan antara usia 15 bulan hingga 18 bulan

    Bagaimana dengan anak diatas usia  5 tahun? anak yang usianya masih lima tahun atau sudah lebih maka tidak memerlukan vaksin HiB lagi karena penyakit ini menyerang anak di bawah usia 5 tahun.

    Pada beberapa kondisi orang dewasa dan anak yang menderita HIV, asplenia (riwayat operasi pengangkatan limpa), ataupun anemia sel sabit direkomendasikan untuk diberikan vaksin HiB. Hal ini bukan tanpa sebab karena mereka sangat mudah terserang bakteri termasuk HiB ini.

    Pantangan Vaksin

    Ada beberapa anak dengan kondisi tertentu yang tidak bisa menerima vaksin HiB, diantaranya yaitu :

    • Usianya kurang dari 6 minggu
    • Menderita alergi khususnya setelah diberikan suntik HiB
    • Sedang sakit berat atau memiliki penyakit berat
    • Kurang sehat dan juga kondisi yang sedang masa parah

    Manfaat Vaksin HiB

    Setelah tahu masalah dan kemungkinan HiB menyerang anak lantas apa sebenarnya manfaat vaksinasi HiB ? Pastinya, vaksin ini Melindungi anak dari penyakit yang disebabkan HiB.

    Semua orang tua pasti ingin anaknya sehat dan tumbuh sempurna, tetapi terkadang kita sendiri tidak tahu dimana dan kapan bakteri atau virus menyerang dan menyebabkan anak menjadi sakit termasuk salah satunya adalah  bakteri HiB.

    Prinsipnya yakni lebih baik mencegah dibandingkan mengobati, tentu hal ini menjadi prinsip utama juga orang tua yang ingin melindungi anaknya. Pencegahan HiB disediakan dalam bentuk vaksin, sehingga anakpun terlindungi. Penyakit yang dapat disebabkan kuman ini antara lain:

    1. Mencegah penyakit pneumonia

    Menurut WHO, pada tahun 2015 sekitar 6 juta anak meninggal dunia dan 16 persennya karena pneumonia. Di Indonesia, sebanyak 14 persen dari 147.000 balita meninggal karena penyakit ini yang salah satu kumannya disebabkan oleh HiB. Sobat pasti khawatir bila anak  menderita penyakit ini. Oleh karena itu, vaksin HiB merupakan salah satu solusi untuk pencegahannya.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    1. Mengurangi risiko meningitis

    HiB bukan jenis penyakit yang banyak menyerang masyarakat tetapi dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Meningitis bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga dewasa. Vaksin HiB nyatanya bisa mengurangi resiko atau kemungkinan terserang meningitis terutama pada anak-anak, penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada otak.

    1. Mencegah penyakit jantung

    HiB bisa memberikan efek buruk hingga dapat menyerang jantung bila bakteri menyebar ke dalam darah. Masalah ini juga dapat menyerang anak-anak tanpa ampun, tentu jika hal ini terjadi maka akan memberikan efek atau dampak buruk. Penyakit yang menyerang jantung bukanlah penyakit yang ringan dan juga mudah disembuhkan. Sehingga, vaksin HiB dapat mencegah komplikasi akibat kuman HiB yang mengenai jantung.

    1. Menghindari kerusakan telinga

    HiB dapat menyebabkan kerusakan telinga pada anak. Kerusakan telinga akan berimbas pada banyak hal seperti kehilangan keseimbangan sampai kondisi tuli dan tidak mendengar. Sehingga, vaksin HiB sangatlah penting untuk bisa terhindar  dari penyakit menakutkan ini.

    1. Menghindari kelainan kulit akibat HiB

    Kuman HiB dapat menyebabkan kelainan kulit yang disebut dengan selulitis. Kelainan ini menyerang bagian dalam pipi (daerah bukal) dan daerah sekitar mata. Vaksin HiB dapat mencegah Sobat dan anak terkena kelainan kulit ini.

    Apabila Sobat menginginkan layanan vaksinasi di rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun. Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sobat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru. Sobat dapat mengkonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak. Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    1. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama. Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandungpun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    1. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    1. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan. Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk. Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    1. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas. Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    1. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    1. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak. TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sobat.

    Untuk pencegahan, sobat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antri untuk melakukan vaksinasi. Ingat Sehat Ingat Prosehat

    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Namun, semua kembali pada kemauan Sobat dan tekat sebagai ibu yang melindungi janinnya. Rubella yang menyerang ibu hamil berpotensi untuk merugikan dan menularkan kembali pada anak Sobat yang lainnya atau orang disekitarnya. Usahakan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

     

    Read More
  • Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya. Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin […]

    Virus Rubella – Gejala, Resiko, Penyebab dan Pencegahannya

    Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya.

    Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin berhasil mengurangi masalah atau kasus rubella hingga 95%. Indonesia terbebas dari masalah tersebut, meskipun masih ada beberapa daerah yang harus hidup dalam sanitasi yang buruk dan rentan terkena Rubella. Nah, berikut ini akan dibahas mengenai virus rubella dan serba-serbinya.

    Apa itu Virus Rubella

    Rubella biasa disebut juga sebagai campak jerman, dimana penyakit menular ini berasal dari virus yang bernama virus Rubella. Gejala yang ditimbulkan pertama kali yakni ruam disertai dengan masalah tubuh lainnya. Meskipun gejalanya hampir sama dengan demam berdarah tetapi rubella tidak menimbulkan demam tinggi hanya demam ringan saja.

    Mereka yang terserang rubella memang tidak separah terserang virus lainnya seperti polio. Rubella biasa terjadi pada anak dan remaja terutama untuk mereka yang belum mendapatkan vaksin. Walaupun begitu, tetap saja masih banyak masyarakat tidak mengenal apa itu rubella dan belum sadar seberapa penting vaksin rubella untuk tubuh.

    Jika berbicara soal penyerangan apakah virus rubella hanya bisa menyerang anak-anak ? maka jawabannya tidak. Hal ini karena virus dapat juga menyerang orang dewasa bahkan ibu hamil sekalipun, bahayannya pada ibu hamil rubella mempengaruhi perkembangan janin ketika di perut.

    Usia berapapun ibu hamil yang kemungkinan terserang rubella berpotensi mengalami cacat bawaan ataupun kematian janin. Kasus atau masalah ini dinamakan sebagai Sindroma Rubella Kongenital (CRS).  Menurut data WHO, dari semua kasus yang ada di dunia minimal 100.000 bayi di dunia lahir setiap tahunnya akibat CRS ini. jelas hal yang sebenarnya bisa dicegah menjadi polemik tersendiri bagi penderitanya.

    Gejala-gejala Rubella

    Beberapa kasus menjelaskan bahwa pasien anak-anak yang terjangkit rubella lebih ringan dibandingkan penderita dewasa. Namun, Sobat tetap tidak bisa menyepelekan gejala dari penyakit ini. Adapun gejala umum yang bisa dikenali jika ada pasien atau anak yang terjangkit virus rubella, yaitu :

    • Tanda atau gejala ini akan muncul 14-21 hari dari serangan, sehingga gejala tidak akan berhenti selama kurun waktu tersebut
    • Demam disertai dengan sakit kepala berkala dan sulit hilang meskipun sudah menggunakan obat generik atau obat biasa
    • Menurunnya nafsu makan
    • Mata merah dan adanya pembengkakan di bagian dekat telinga dan belakang kepala.
    • Adanya ruam yang muncul di wajah kemudian menyebar di bagian tangan dan kaki serta seluruh badan khususnya punggung. Ruam ini bisa berlangsung selama 1-3 hari setelah muncul demam.
    • Nyeri sendi yang berlebih khususnya pada

    Penyebab Rubella

    Jika berbicara soal penyebab maka sudah jelas penyebabnya adalah virus Rubella yang bertengger dan memperbanyak diri di dalam tubuh manusia khususnya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Penyebab rubella memang tidak bisa ditebak dimana saja dan kapan saja, sehingga vaksin jelas memudahkan perlindungan yang sudah ada dalam tubuh anak-anak tanpa perlu khawatir membatasi gerak dan area mereka.

    Penyebab rubella juga bisa jadi kondisi anak yang tidak fit atau sedang tidak sehat, virus bersama dengan bakteri dan biasa disebut bakteriofage yang masuk kedalam tubuh, serta makanan yang kurang sehat menyebabkan penyakit rubella ini bisa masuk dalam tubuh.

    Metode Penanganan Rubella

    Rubella memang tidak membutuhkan penanganan khusus jika gejalanya masih ringan, pengobatan saja sudah cukup terutama Sobat yang tinggal cukup jauh dari rumah sakit atau klinik layaknya di daerah. Namun, jika Sobat memiliki kesempatan untuk ke dokter baiknya Sobat konsultasikan kondisi tubuh Sobat.

    Berikut ini ada beberapa tips mencegah rubella selain dari mendapatkan vaksin dari rumah sakit atua klinik :

    • Istirahatlah yang cukup dan berkualitas, jangan terganggu oleh smartphone atau gadget dan alat elektronik lainnya. Tidur yang berkualitas tentu akan membentuk sistem imun yang bagus juga.
    • Mengonsumsi air putih sebanyak mungkin agar bisa mencegah dehidrasi yang dialami
    • Mengurangi nyeri sendi sementara akibat rubella dengan antinyeri yang bisa menurunkan demam sekaligus.
    • Vaksinasi rutin

    Rubella dan Kematian

    Meskipun rubella masuk kedalam virus yang hampir sejenis dengan flu, tetapi bukan berarti virus ini tidak bisa menyebabkan kematian atau masalah serius yang bisa membahayakan. Jarang memang terjadi tetapi ada beberapa penyakit yang mengakibatkan komplikasi serius setelah terjangkit virus ini.

    Dalam satu dari 6.000 kasus, penyakit rubella yang menyerang manusia bisa menyebabkan radang otak. Selain itu satu dari 3000 kasus rubella yang menyerang dapat mempengaruhi pembekuan darah yang dilakukan tubuh. Masa inkubasi rubella adalah 14-21 hari, kebanyakan orang mengalami ruam antara 14-17 hari setelah paparan, sebaiknya dalam masa inkubasi tersebut Sobat mengistirahatkan tubuh dan membiarkan tubuh membaik.

    Tingkat kematian rubella memang tidak setinggi virus dan penyakit lainnya tetapi bukan berarti Sobat bisa bebas dari gangguan dan juga ancaman virus rubella. Penularannya cukup mudah yaitu dari udara, kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang terjangkit dan dimana tempat yang sanitasinya bersih. Segera lakukan vaksin yang akan mencegah terkena Rubella.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu. Imunisasi wajib […]

    Yuk Kenali dan Pahami Imunisasi WAJIB VS DIANJURKAN!

    Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu.

    Imunisasi wajib menjadi salah satu program pemerintah yang berisikan pemberian vaksin penyakit tertentu yang dianggap sangat diperlukan untuk perlindungan anak. Imunisasi wajib biasanya diberikan melalui fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas atau posyandu sehingga setiap anak, baik dari kalangan mampu dan tidak mampu mendapatkan perlindungan ini.

    Adapun beberapa imunisasi wajib yang disediakan secara gratis oleh pemerintah Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. Hepatitis B

    hepatitis b

    Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari serangan penyakit hepatitis. Vaksin hepatitis B diberikan setelah bayi lahir, paling lambat setelah 12 jam kelahiran. Vaksin ini akan melindungi bayi terhindar dari hepatitis B yang ditularkan lewat ibunya. Bayi yang prematur juga wajib mendapatkan vaksin ini karena daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah dibandingkan bayi pada umumnya.

    6. DPT-HB

    Vaksin ini mempunyai fungsi yang sama seperti vaksin DPT, yakni melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, hanya saja terdapat perlindungan lainnya yakni perlindungan dari penyakit hepatitis B. Pemberian vaksin DPT-HB juga dilakukan sebanyak 3 kali, yakni 2, 3, dan 4 bulan.

     

    3. Campak

    Imunisasi wajib selanjutnya adalah vaksin campak. Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali pada anak, yakni ketika umur 9 bulan dan penguatan pada usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Vaksin campak kedua tidak diberikan bila anak sudah menerima suntikan MMR. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit campak yang dapat menyebabkan demam tinggi, ruam pada tubuh, kebutaan, gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga kematian.

    4. Polio

    Imunisasi polio juga menjadi salah satu imunisasi wajib dari pemerintah Indonesia. Imunisasi polio diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi polio diberikan ketika anak berusia 0, 2, 3, dan 4 bulan dengan cara diteteskan langsung ke dalam mulut dengan alat tetes khusus.

    5. DPT

    Vaksin DPT berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 6 kali ketika anak berusia 2, 3, dan 4 bulan dengan penguatan pada usia 18 bulan, 5 tahun. DTP 6 diberikan 10-12 tahun dalam bentuk Td/TdaP dan dapat dilakukan penguatan setiap 10 tahun.  Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk kering yang cukup lama, dan diare parah.

     

    6. BCG

    Vaksin BCG diberikan hanya satu kali saja sebelum bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini akan memberikan perlindungan dan pencegahan dari penyakit tuberkulosis. Bentuk vaksin yang kering menyebabkan bekas luka parut pada bagian tubuh yang disuntikkan.

    7. MR

    Pada mulanya, vaksin MR termasuk ke dalam jenis imunisasi yang dianjurkan. Namun seiring dengan perkembangan di dunia kesehatan, pemerintah Indonesia akhirnya memasukkan vaksin MR ke dalam imunisasi wajib. Saat ini, pemerintah sedang gencarnya mensosialisasikan imunisasi ini.

    Vaksin MR berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Penyakit campak dan rubella sangat mudah menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan demam tinggi, kebutaan, gangguan otak, hingga kematian. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yakni ketika anak berusia 15-18 bulan dan 5 tahun.

    Itulah beberapa imunisasi wajib yang disediakan oleh pemerintah. Sedangkan imunisasi yang dianjurkan dan bisa didapatkan di beberapa rumah sakit adalah sebagai berikut:

    1. HiB

    Vaksin HiB adalah vaksinyang berisikan Haemophilus Influenza Tipe B yang berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit selaput radang otak. Vaksin ini diberikan pada anak ketika usia 2,3,4 bulan dengan penguatan pada usia 15-18 bulan.

    2. PCV

    Imunisasi yang dianjurkan selanjutnya adalah vaksin PCV. Vaksin ini diberikan agar anak terlindungi dari penyakit pneumokokus. Vaksin ini diberikan sejak anak berusia 2 bulan sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 4, dan 6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan.

    3. Rotavirus

    Vaksin rotavirus berfungsi untuk melindungi anak dari diare parah yang biasanya berlangsung pada musim pancaroba. Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 2 dan 4 bulan serta 6 bulan (bila vaksin yang diberikan berupa pentavalent).

    4. Varisela

    Vaksin vaerisela dianjurkan untuk diberikan pada anak sejak usia 1 tahun dan akan jauh lebih baik jika diberikan sebelum anak masuk sekolah. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit cacar air.

    5. Influenza

    Imunisasi yang dianjurkan lainnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza akan memberikan perlindungan anak terhadap infeksi saluran pernapasan. Vaksin ini dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan.

    6. Tifoid

    Vaksin tifoid berguna untuk melindungi anak dari demam tifus. Diberikan pada anak mulai usia 2 tahun dan diberikan vaksin ulang setiap 3 tahun.

    7. HPV

    Vaksin hpv berguna untuk melindungi sobat dari kanker serviks yang banyak menyerang wanita. Tentu pemberian vaksin ini efektif diberikan jika sebelum menikah.

    Itulah beberapa imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak. Meskipun beberapa imunisasi belum sepenuhnya diwajibkan dan dibiayai oleh pemerintah, mari kita dukung sepenuhnya program imunisasi pemerintah yang telah berjalan agar ke depannya pemerintah dapat lebih baik dalam memfasilitasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

    Read More
  • Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka. Isu ini membuat pemerintah […]

    Bagaimana Aturan Pemberian Vaksin Difteri pada Anak ?

    Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka.

    Isu ini membuat pemerintah cepat menangani wabah sebelum menyebar ke tempat anak-anak lainnya. Salah satu cara pemerintah dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni imunisasi difteri ulang yang dilakukan oleh tiga provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sebelum mengenal regulasi dan juga aturan vaksinnya, yuk kita kenali dulu apa yang dimaksud dengan Difteri ?

    Difteri dan Serangannya

    Penyakit difteri merupakan infeksi yang termasuk ke dalam penyakit menular dan disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphtheriae. Difteri menular melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin atau batuk serta kontak langsung dengan penderitanya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa, terutama pada anak-anak yang belum diimunisasi.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin BCG Pada Anak

    Gejala-gejala Difteri

    Sobat harus waspada bila ada gejala di bawah ini, kemungkinan anak terkena  penyakit difteri:

    • Tenggorokan terasa gatal dan jika dilihat menggunakan senter seperti dilapisi selaput tebal berwarna abu
    • Radang tenggorokan disertai suara yang serak dan sulit berbicara
    • Adanya pembengkakan pada leher dan juga kelenjar
    • Kesulitan menelan bahkan hingga bernafas
    • Demam disertai menggigil
    • Batuk yang keras disertai dahak

    Produk Terkait: Jual Vaksin Difteri Lengkap dari Prosehat

    Kemudian, pada beberapa kasus, difteri diperparah dengan adanya infeksi yang menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung sampai sistem saraf. Tak hanya itu, kulit juga bisa menjadi bagian tubuh yang terserang bakteri ini dan akhirnya meracuni seluruh tubuh. Kondisi  lainnya dapat disertai dengan jantung berdebar dan juga perasaan tidak nyaman, khusus bagi anak-anak akan terus rewel karena rasa sakit pada tenggorokan dan tubuh mereka.

    Aturan Vaksin Difteri

    Agar terlindungi dari penyakit difteri, Sobat bisa langsung datang ke Puskesmas maupun sekolah khusus di 3 provinsi yang sudah disebutkan di atas untuk mendapatkan vaksin difteri. Namun, bila Sobat berada diluar 3 provinsi tersebut, Sobat dapat mendatangi rumah sakit atau puskesmas terdekat. Lalu, bagaimanakah aturan vaksin untuk anak ?

    • Berapa kali dilakukan?
      Anak harus mendapatkan imunisasi difteri minimal enam kali sampai usia 18 tahun. Biasanya vaksin tergabung dalam pemberian vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).
    • Imuniasi 1 – 3 tiga kali imunisasi dilakukan ketika bayi, pada saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan.
    • Imunisasi 4 dilakukan satu tahun setelah mendapat imunisasi yang ketiga tepatnya saat bayi berusia 18 bulan. Jika belum maka selesaikan dulu 3 imunisasi awal.
    • Kemudian Sobat bisa melakukan imunisasi 5 tiga tahun setelah mendapat imunisasi keempat saat anak berusia 5 tahun.
    • Sobat bisa melakukan imunisasi 6 lima tahun setelah mendapat imunisasi kelima saat anak berusia 10-12 tahun.
    • Saat anak berusia 18 tahun dapat diberikan tambahan penguat imunisasi dan dapat diulang setiap 10 tahun.

    Catatan tambahan dimana Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau biasa disebut BIAS, vaksin akan diberikan di sekolah pada anak kelas I, II, dan V dan telah menjadi program sekolah. Sobat bisa memberikan pengajuan atau proposal kepada pemerintah dan menjadikan sekolah anak Sobat sebagai salah satu anggota penerima vaksin.

    Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul, apakah imunisasi harus dilakukan enam kali sesuai panduan ? maka jawaban pastinya adalah YA. Mengapa ?

    Kekebalan terhadap bakteri difteri akan turun 2-3 tahun setelah imunisasi ketiga saat bayi. Sehingga 3 vaksin ketika bayi hanya mencegah sementara saja. Imunisasi lengkap dibutuhkan sampai enamh kali pada anak-anak sehingga perbekalan mereka untuk melawan difteri tercukupi. Setelah dewasa, tubuh akan mencoba melawan bakteri  dengan kekebalan nutrisi yang lebih banyak. Sobat juga bisa membekali tubuh dengan olahraga dan makanan yang sehat serta bernutrisi.

    Baca Juga: Serba Serbi Suntik Difteri yang Perlu Kamu Ketahui

    Bagaimana jika Terlambat ?

    Bagiamana jika Sobat sebagai orang tua atau justru diri Sobat sendiri belum pernah mendapatkan vaksin difteri ? bagaimana jika memang sudah terlambat ?

    Bagi Sobat yang sudah dewasa, vaksin difteri memiliki aturannya sendiri termasuk dosis dan juga boosternya. Sobat dapat mendatangi rumah sakit terdekat, tetapi jika sudah berusia lanjut tidak akan bisa diberikan vaksin. Maksimal usia atau rentang usia hanya sampai 64 tahun itu pun melalui serangkaian tes, apakah memang sudah terjangkit difteri atau belum.

    Bagi anak-anak yang terlambat imunisasi DTP dapat dilakukan imunisasi kejaran yang diberikan dan tidak akan mengulang dari awal. Anak yang masih dibawah usia 7 tahun yang belum pernah melakukan imunisasi DTP ataupun tidak lengkap maka masih bisa diberikan  vaksin difteri dengan imunisasi kejaran sesuai anjuran dokter anak.

    Bagaimana dengan anak sudah memasuki usia 7 tahun dan belum lengkap melakukan vaksin DTP ? terdapat vaksin sejenis yang bernama Tdap untuk diberikan dan bisa berfungsi sama yaitu melindungi tubuh dari bakteri penyebab difteri. Kita sebagai orang tua tidak boleh  menyerah dalam  memberikan anak perlindungan agar sehat dan tidak berpotensi terserang penyakit difteri. Jangan lupa untuk memberikan imunisasi difteri pada anak Sobat agar tidak tertular penyakit yang berbahaya ini.

    Baca Juga: Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

    Untuk yang tidak ingin terlambat mendapatkan layanan vaksinasi, pastikan kamu sudah menginstal aplikasi prosehat yang memberikan informasi seputar vaksinasi dan imunisasi. Prosehat memberikan layanan vaksinasi ke rumah loh jadi tidak perlu khawatir ketika tidak ada waktu untuk ke tempat layanan kesehatan. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More

Showing 21–30 of 46 results

Chat Asisten ProSehat aja