Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ imunisasi”

Showing 11–20 of 42 results

  • Dewasa ini, suntik rubella menjadi hal baru bagi seluruh masyarakat. Anjuran melakukan suntik rubella bagi anak digencarkan dengan berbagai cara. Namun, di saat itu pula banyak kontroversi terkait bolehkah dan amankah suntik rubella tersebut? Masih banyak orang tua yang takut akan kehalalan, higienis, dan manfaat dari suntik rubella tersebut meski anjuran ini langsung ditegaskan oleh […]

    Suntik Rubella Amankah Buat Anak?

    Dewasa ini, suntik rubella menjadi hal baru bagi seluruh masyarakat. Anjuran melakukan suntik rubella bagi anak digencarkan dengan berbagai cara. Namun, di saat itu pula banyak kontroversi terkait bolehkah dan amankah suntik rubella tersebut? Masih banyak orang tua yang takut akan kehalalan, higienis, dan manfaat dari suntik rubella tersebut meski anjuran ini langsung ditegaskan oleh menteri kesehatan.

    Lantas amankah suntik rubella bagi anak? Mari baca penjelasan di bawah ini.

    Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program suntik rubella. Tentu program ini memiliki tujuan sebagai bentuk pencegahan agar terhindar dari penyakit yang dibawanya saat lahir seperti kelainan jantung, gangguan pendengaran, dan gangguan mental akibat adanya virus pada rahim ibu. Mengetahui tujuan dari suntik rubella tentu dapat disimpulkan bahwa upaya ini memang memberi manfaat yang baik bagi kesehatan anak Sobat kelak.

    Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakat terutama anak-anak. Tentunya upaya ini tidak akan dikampanyekan jika memberikan dampak buruk bagi warganya. Pemerintah telah memikirkan dengan matang upaya pencegahan penyakit rubella dengan melakukan vaksinasi.Jadi, tak seharusnya timbul keraguan pada diri orang tua untuk melakukan suntik rubella. Terlebih di negara lain, rubella menjadi penyebab terbesar beragam penyakit bawaan yang menjangkit anak. Sehingga upaya ini seharusnya benar-benar dijalankan dengan baik.

    Penyakit rubella merupakan penyakit yang umumnya menjangkit anak-anak. Penyakit ini memang bersifat ringan. Meski demikian, tidak seharusnya masyarakat mengabaikan upaya suntik rubella sebagai pencegahan. Sebab apabila penyakit ini menular pada ibu hamil, virus akan merusak janin yang dikandung dan berdampak pada kelahiran bayi yang tidak normal atau dengan membawa penyakit bawaan sejak lahir.

    Selain berakibat buruk bagi bayi yang lahir nantinya, ini juga akan berakibat pada kandungan saat belum lahir yaitu keguguran karena janin tidak mampu bertahan hidup meneriama serangan virus penyebab rubella. Justru dapat disimpulkan penyakit ini ringan bagi anak tetapi berdampak buruk bagi ibu hamil yang tertular.

    Oleh karena itu, semakin diyakini bukan bahwa suntik rubella memang sangat diperlukan bagi setiap kalangan masyarakat dari usia berapapun. Pencegahan selalu menjadi prioritas sebelum terjangkit penyakit yang berbahaya. Hal ini juga sudah diperbolehkan oleh MUI terkait aman tidaknya pemberikan suntik rubella.

    MUI memperbolehkan karena suntik rubella adalah upaya pencegahan demi kebaikan masa depan. Selain MUI, suntik ini juga telah direkomendasikan oleh badan kesehatan internasional dan sudah digunakan oleh ratusan negara di dunia. Lantas apa yang menyebabkan suntik rubella tidak aman?

    Pemberian obat akan selalu memberikan efek samping bagi penggunanya. Begitu juga suntik rubella yang akan memberikan reaksipascaimunisasi yang ringan seperti:
    • Demam
    • Luka pada lengan akibat disuntik
    • Ruam
    • Merasapegalkaku di lengan

    Efek ini tidak akan memberi dampak berbahaya sebab tidak akan terjadi pada jangka waktu yang lama. Jadi Sobat tak perlu khawatir apabila mengalami hal demikian. Hal di atas adalah bentuk respon tubuh terhadap zat baru yang masuk dan dikenali oleh tubuhmu.

    Namun, jika memang efek samping tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama, Sobat tak perlu khawatir dan segeralah ke dokter untuk mendapat perawatan medis dari dokter. Dokter akan memberikan beberapa penanganan yang sesuai dengan kondisi dan keluhanmu. Percayakan kesehatan kepada dokter dan tak perlu algi melakukan suntik rubella terutama kepada anak.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/mmr-vaccine.html
    presidenri.go.id/berita-aktual/pentingnya-imunisasi-campak-dan-rubella.html

    Read More
  • Flu adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus. Gejala penyakit flu pada umumnya adalah bersin-bersin, hidung meler, dan kadang disertai sakit tenggorokan, batuk dan demam. Penyakit flu yang mudah menular harus dicegah dengan sebuah vaksinasi flu. Vaksinasi Flu adalah sebuah vaksinasi yang kegunaannya untuk melindungi tubuh dari serangan flu. Dunia internasional yang […]

    Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Flu adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus. Gejala penyakit flu pada umumnya adalah bersin-bersin, hidung meler, dan kadang disertai sakit tenggorokan, batuk dan demam. Penyakit flu yang mudah menular harus dicegah dengan sebuah vaksinasi flu. Vaksinasi Flu adalah sebuah vaksinasi yang kegunaannya untuk melindungi tubuh dari serangan flu. Dunia internasional yang diwakilkan melalui badan World Health Organization (WHO) menjelaskan tentang bahaya penularan penyakit flu, untuk itu WHO merekomendasikan untuk semua orang melakukan vaksinasi flu setiap tahunnya.

    Vaksinasi flu memiliki cara kerja dengan membentuk sebuah benteng untuk mencegah masuknya berbagai virus flu. Saat diberikan suntikan vaksinasi flu, perlu waktu minimal 2 minggu untuk merasakan dampak positifnya dan reaksi antibodinya. Indonesia merupakan negara tropis yang menyebabkan tidak terbacanya kapan virus flu akan menyebar secara cepat, sehingga penggunaan vaksinasi ini akan sangat tepat.

    Seberapa penting vaksinasi flu?

    Vaksinasi flu sangatlah penting karena dapat mencegah manusia untuk tertular infeksi flu yang sangat berbahaya bagi tubuh. Banyak orang sehat yang tiba-tiba sakit flu dan kemudian berdampak pada kinerja sehari-hari di kantor karena harus absen. Tidak hanya dari Kementrian Kesehatan yang menganjurkan melakukan vaksinasi tapi WHO pun sangat menganjurkan untuk melakukan suntik vaksinasi flu.

    Siapa saja yang harus dapat vaksinasi flu?

    Semua orang memang memerlukan vaksinasi flu untuk dapat terhindar dari penularan penyakit ini. Namun, ada beberapa kriteria yang harus melakukan vaksinasi diantaranya berusia diatas 6 bulan, memiliki riwayat penyakit yang kronis dan wanita yang sedang hamil. Saat akan berpergian jauhpun perlu dilakukan vaksinasi flu demi mencegah penularan flu dari dunia luar seperti saat akan melaksanakan umroh karena di sana seringkali kita akan bertemu dengan berbagai manusia yang berasal dari berbagai kalangan dan memiliki tingkat penyakit yang bervariasi.

    Siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksinasi flu:

    Penularan penyakit memang sangatlah cepat dan berbahaya. Namun, tidak semua orang dapat melakukan vaksinasi dikarenakan berbagai alasan dan orang-orang yang tidak boleh diberi vaksinasi flu adalah anak-anak yang usianya masih dibawah 6 bulan, memiliki alergi terhadap telur dan memiliki riwayat penyakit lumpuh. Bahkan ada orang yang memiliki alergi tehadap komponen vaksin flu sangat tidak dianjurkan karena akan berbahaya bagi kesehatan dan kelangsungan hidupnya.

    Apa yang harus saya lakukan sebelum mendapatkan vaksinasi flu?

    Jagalah kondisi badan Sobat bila hendak diberikan vaksinasi flu. Bila Sobat merasa kurang sehat dan sedikit demam, vaksinasi hendaklah ditunda terlebih dahulu hingga Sobat sudah sembuh. Tidak ada ketentuan khusus yang harus dilakukan sebelum dilaksanakannya vaksinasi flu.

    Reaksi pasca vaksinasi flu?

    Selain manfaat yang didapat dari vaksinasi flu ada juga beberapa reaksi yang mungkin terjadi setelah menerima vaksinasi flu diantaranya rasa pegal, merah dan bengkak di lokasi penyuntikan. Namun, reaksi ini tidak akan membuat hal yang berbahaya pada tubuh dan lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter bila reaksi lokal ini berlangsung lama.

    Itulah beberapa manfaat yang didapat dari vaksinasi flu yang menjelaskan seberapa pentingnya kegunaan vaksinasi flu bagi kesehatan dan pencegahan tubuh dari penularan penyakit flu. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi terbaik untuk terhindar dari virus flu yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    vivahealth.co.id/article/detail/12271/seberapa-penting-vaksinasi-influenza

    Read More
  • Campak adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus dan gejala campak biasanya batuk dan bersin-bersin. Walau semua orang dapat mengalami penyakit ini, tetapi kebanyakan yang terkena campak adalah anak kecil. Salah satu cara untuk mengatasi penularan penyakit campak adalah dengan cara melakukan vaksinasi. Bahayakah jika anak tidak menerima vaksinasi campak? Tentu […]

    Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Campak adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus dan gejala campak biasanya batuk dan bersin-bersin. Walau semua orang dapat mengalami penyakit ini, tetapi kebanyakan yang terkena campak adalah anak kecil. Salah satu cara untuk mengatasi penularan penyakit campak adalah dengan cara melakukan vaksinasi.

    Bahayakah jika anak tidak menerima vaksinasi campak?

    Tentu sangat berbahaya kalo anak tidak pernah mendapatkan vaksinasi campak. Vaksinasi campak menjadi cara yang paling efektif bagi kesehatan karena dapat mencegah dari penyebaran penyakit campak. Vaksinasi berguna untuk kesehatan kita tetapi juga berguna untuk mencegah penyebaran penyakit terhadap orang lain yang disebabkan oleh kita.

    Penggunaan vaksinasi campak sangatlah baik bagi kesehatan dan sangat efektif untuk mencegah penyakit menular seperti campak. Pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi dunia yaitu WHO sangat menganjurkan untuk melakukannya.

    Penyakit campak bahayanya akan semakin bertambah apalagi kalo anak yang menderita campak juga sedang mengalami gizi buruk dan mengalami penyakit tertentu. Campak paling utamanya akan menyerang sistem pernapasan dan kekebalan tubuh, itulah penyebab mengapa seseorang memiliki penyakit campak akan rentan terkena penyakit lainnya seperti diare.

    Kapan waktu pemberian vaksinasi campak bagi anak?

    Ikatan Dokter Indonesia(IDAI) mengingatkan kepada masyarakat khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 9 bulan untuk segera melakukan vaksinasi campak dan berulang ketika bayi sudah berusia 59 bulan. Bagi seorang anak yang terlambat untuk melakukan vaksinasi dan sudah lewat waktu 9 bulan segeralah bawa anak untuk melakukan vaksinasi campak.

    Apakah orang dewasa perlu melakukan vaksinasi campak?

    Sebenarnya tidak melulu anak-anak yang mendapatkan vaksinasi campak karena orang dewasapun sangat perlu mendapatkan vaksinasi ini tentunya dengan dosis yang berbeda. Meskipun, fokus pemerintah sekarang ada pada anak-anak.

    Apakah ada reaksi pasca penyuntikan dari vaksinasi campak?

    Vaksinasi campak dapat menimbulkan beberapa reaksi ringan dan berat pasca penyuntikannya. Reaksi lokal yang dapat timbul adalah kemerahan dan bengkak pada bekas suntikan. Kemudian, reaksi lain yang mungkin timbul adalah demam ringan yang dapat diredakan dengan pemberian obat penurun panas dosis anak.

    Salah satu program pemerintah mengenai campak adalah Health Universal Coverage yang artinya bahwa program ini mengharuskan seluruh anak mendapatkan vaksinasi campak. Tahap demi tahap terus dilakukan pemerintah agar program pemberian vaksinasi campak bakal sampai ke semua anak yang berada di seluruh Insonesia.

    Vaksinasi campak ini sifatnya wajib bagi anak-anak yang lahir di seluruh penjuru nusantara. Program pemberian vaksinasi campak dilakukan di beberapa tempat seperti sekolah, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes).

    Vaksinasi juga ada yang dikombinasikan salah satunya adalah Vaksinasi MR. Vaksinasi MR adalah sebuah pemberian vaksinasi yang mengkombinasikan 2 vaksin sekaligus yaitu vaksin campak dan rubella dan kombinasi kedua vaksin ini telah mendapat persetujuan dari WHO dan Badan POM. Vaksinasi MR bahkan sudah digunakan di berbagai belahan dunia dan telah memberikan jaminan kesehatan pada banyak anak.

    Itulah beberapa ulasan singkat mengenai vaksinasi campak yang telah menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Pro dan kontra mengenai program ini sangatlah banyak dan pemerintah tetap berkomitmen untuk menjangkau seluruh anak yang ada di seluruh Indonesia. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi dan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi campak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Campak. Siapa sih yang tidak kenal dengan penyakit berbahaya yang satu ini? Campak adalah salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang ketika tidak segera diberikan penanganan alias penanganan yang diberikan terlambat. Memang apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit campak? Penyakit campak adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling […]

    Bahaya Bila Anak Tidak Menerima Vaksin Campak

    Campak. Siapa sih yang tidak kenal dengan penyakit berbahaya yang satu ini? Campak adalah salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang ketika tidak segera diberikan penanganan alias penanganan yang diberikan terlambat. Memang apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit campak? Penyakit campak adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering menyerang anak-anak atau lebih tepatnya mereka yang masih berusia di bawah lima tahun (balita). Lalu gejala apa yang biasanya muncul ketika anak terserang campak?

    Gejala campak sendiri biasanya akan timbul setelah beberapa hari, yaitu sekitar 8 hingga 10 hari setelah terjadi infeksi virus campak. Virus campak sangat mudah untuk ditularkan dari satu orang ke orang lainnya, di mana virus ini dapat bertahan hidup hingga 2 jam di udara sebelum seseorang terjangkit virus tersebut. Salah satu gejala utama dari penyakit campak ini adalah timbulnya ruam di seluruh tubuh serta muncul bercak pada mulut serta terjadinya radang tenggorokan pada anak.

    Apakah hanya itu saja gejala dari penyakit campak? Tentu saja tidak! Masih banyak gejala campak lainnya, seperti demam, mata merah, nyeri tenggorokan dan diare. Diare yang dialami anak pun juga bisa berlangsung selama beberapa hari dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi pada anak. Bukan hanya itu saja, anak juga biasanya akan mengalami radang telinga dan hal ini pastilah juga menimbulkan rasa sakit pada telinga anak.

    Pastinya kita tidak mau kan melihat anak kita tersiksa karena penyakit campak? Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit campak pada anak? Yup, jawabannya tepat sekali yaitu dengan melakukan vaksinasi campak. Namun, sayangnya banyak orang tua masih enggan melakukan vaksinasi campak karena berbagai isu alias kabar burung mengenai dampak yang akan timbul setelah anak mendapatkan vaksinasi campak. Namun, apa jadinya jika anak tidak mendapatkan vaksinasi campak sejak dini?

    Waktu Vaksinasi Campak

    Yup, pastinya banyak dari kita bertanya-tanya kapankah saat yang tepat untuk memberikan vaksinasi ini pada anak. Jawabannya adalah vaksinasi campak ini harus diberikan sedini mungkin, lebih tepatnya ketika anak sudah menginjak usia 9 bulan. Vaksin campak lebih dikenal dengan vaksin MMR atau MR di mana vaksin ini bukan saja hanya berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak namun juga jenis penyakit berbahaya lainnya, seperti virus rubella ataupun gondok. Apakah vaksin campak hanya perlu diberikan sekali pada anak?

    Tentu saja tidak! Vaksinasi campak perlu diberikan secara bertahap, alias sebanyak tiga kali. Setelah dilakukan vaksinasi campak pertama pada anak, kita perlu mengulangi vaksin campak ini ketika anak berusia 18 bulan dan vaksinasi campak terakhir ketika anak menginjak usia 6 hingga 7 tahun. Namun, kita tidak perlu melakukan vaksinasi kedua, atau tepatnya ketika anak berusia 18 bulan apabila vaksinasi pertama yang diberikan berupa vaksinasi MMR.

    Bahaya Campak

    Pertanyaan berikutnya yang sering muncul di benak kita adalah apa dampak dari penyait campak ketika anak terlambat melakukan vaksinasi – atau justru tidak melakukan vaksinasi sama sekali sejak mereka masih kanak-kanak. Tentu saja dampaknya sangat fatal, di mana penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi dan tentu saja memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Memangnya apa yang dimaksud dengan penyakit berbahaya di sini? Tentu saja banyak, salah satu contohnya adalah komplikasi campak dapat memicu terjadinya radang paru atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia, radang otak (meningitis) yang dapat menyebabkan kebutaan bahkan kematian. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Bahaya dari campak bukan saja hanya akan dirasakan ketika kita masih kanak-kanak, tetapi dapat mengenai Ibu hamil yang akan menyebabkan dampak panjang yang pastinya tidak diinginkan oleh siapapun. Yup, benar sekali, komplikasi penyakit campak dapat menyebabkan terjadinya gangguan kehamilan dan pastinya hal ini juga mengganggu janin ibu. Beberapa kasus yang sering terjadi terkait dengan ibu hamil adalah mereka mengalami keguguran, lahir prematur, ataupun berat badan bayi lahir rendah.

    Nah, itu tadi adalah beberapa informasi mengenai campak yang harus kita tahu. Pastinya sekarang sudah tahu kan mengenai pentingnya melakukan vaksinasi campak pada anak? Selain itu, pastinya kita sudah tidak ragu lagi kan melakukan vaksinasi campak sejak dini? So, tunggu apalagi untuk melakukan vaksinasi campak? Yuk, bawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    lifestyle.kompas.com/read/2016/05/26/200500823/Kenali.Gejala.Campak.dan.Pencegahannya
    presidenri.go.id/berita-aktual/pentingnya-imunisasi-campak-dan-rubella.html

    Read More
  • Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan. Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa […]

    Jika Imunisasi Terlambat, Apa Dampaknya?

    Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan.

    Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa untuk kesehatan anak. Bahkan beberapa orang tuaberanggapan bahwa pemberian imunisasi akan menyebabkan anak terjangkit penyakit pasca imunisasi. Padahal, pembuatan jadwal imunisasi yang telah dirancang oleh dokterdanpemerintah tentunya perlu ditaati dan dijalankan agar memberikan efek yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Lantas, apa akibatnya jika imunisasi diabaikan? Berikut penjelasan yang perlu kamu ketahui.

    Pemberian imunisasi tepat waktu tentunya memiliki tujuan agar anak segera memiliki bentuk proteksi terhadap tubuh. Dengan memiliki proteksi lebih dini tentunya merupakan salah satu bentuk upaya dini pencegahan terjangkitnya suatu penyakit. Dokter mengatakan tidak ada kata terlambat melakukan imunisasi selama anak masih dalam keadaan yang sehat. Tapi, hal itu tentunya akan meningkatkan resiko bagi anak untuk cepat terkena beragam penyakit.

    Kebanyakan orang tua mungkin menunda imunisasi akibat adanya reaksipascaimunisasi setelah pemberian imunisasi seperti demam ringan,bengkakdannyeri di lokasipenyuntikan. Orang tua beranggapan pemberian imunisasi justru memberikan masalah kesehatan pada anak. Padahal, pernyataan tersebut keliru. Hal tersebut hanyalah respon tubuh yang baru mengenali zat pembentuk daya tahan tubuh. Hal ini normal dan tidak berbahaya sebab beberapa hari kemudian tubuh anak akan kembali normal. Jadi, tak ada alasan yang dapat mendukung anak harus terlambat mendapatkan imunisasi.

    Menunda imunisasi masih diperbolehkan oleh dokter ketika anak sedang tidak fit saat memasuki jadwal imunisasi. Namun, penundaan ini tidak boleh berjangka waktu terlalu lama. Sebab semakin terlambat tubuh menerima pembentukan daya tahan tubuh, semakin tinggi pula resiko terkena penyakit. Selain alasan tersebut, dokter juga menjelaskan bahwa tubuh memiliki antibodi alami yang justru akan memerangi imunisasi yang diberikan ketika waktunya tidak tepat. Alhasil, imunisasi tidak akan berperan maksimal dalam menjaga kesehatan anak.

    Bagi kamu para orang tua, ada beberapa manfaat yang perlu diketahui agar tidak menunda memberikan imunisasi. Pemberian imunisasi sangat penting agar mencegah tubuh terjangkit penyakit yang membahayakan tubuh. Selain itu, pemberian imunisasi juga mengurangi tingkat resiko tubuh mengalami kematian dan cacat. Tidak hanya itu, imunisasi juga merupakan investasi kesehatan terbesar yang dapat dilakukan. Mengapa demikian? Bukankah mencegah selalu menjadi langkah terbaik sebelum mengobati? Pemberian imunisasi tersebut merupakan upaya pencegahan agar menghemat biaya yang bisa jadi dikeluarkan saat terkena penyakit nantinya.

    Dari penjelasan di atasdapat ditarik kesimpulan bahwa melakukan imunisasi justru lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan masalah. Reaksi pasca imunisasi mungkin dapat mengkhawatirkan orang tua, padahal reaksi tersebut dapat ditangani.

    Perlu diingat pula bahwa menunda imunisasi, berarti pula bahwa kamu menunda pemberian daya tahan tubuh kepada anak sekaligus meningkatkan resiko terjangkit penyakit yang serius yang pada akhirnya membuat anak cacat dan mengalami kematian akibat penyakit tersebut. Jika kamu masih saja ragu terhadap manfaat imunisasi dan memilih tidak memberikan hak tersebut pada anak, maka konsultasikan hal tersebut pada dokter. Dokter akan memberikan penjelasan dan membuka pandangan pada kamu bahwa imunisasi sangat penting dilakukan demi kesehatan tubuh di masa depan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitupun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa, dimana ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agara terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, dimana anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari – di mana pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya di mana gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan – lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Untuk sobat prosehat yang mau vaksinasi namun tidak mau antri maka kamu bisa melakukan vaksinasi di prosehat. Prosehat memberikan layanan imunisasi pneumonia lengkap dan terjangkau. Yuk vaksinasi sekarang.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
  • Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus […]

    Gejala Tifus dan Pencegahannya

    Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus di Indonesia mencapai angka 2 juta tiap tahunnya. Yup benar, penyakit tifus adalah salah satu jenis penyakit yang umum ditemui dalam negara berkembang dan apabila penangannya terlambat tentu saja dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    Dari manakah tifus berasal? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul mengingat tifus sering kali muncul tiba-tiba pada seseorang dan menyebabkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal seperti biasanya bila terserang penyakit yang satu ini. Timbulnya tifus pada tubuh seseorang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh dan ketika hal ini terjadi fungsi tubuh lainnya akan terganggu dengan cepat. Bakteri yang satu ini juga sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya, terutama melalui makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi.

    Apakah tifus hanya bisa ditularkan melalui makanan dan dengan hal ini berarti kita hanya perlu waspada terhadap jenis makanan yang kita konsumsi? Penularan tifus melalui fekal-oral, makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan bakteri penyakit ini. Oleh sebab itu bukanlah suatu hal yang mengherankan jika mereka yang terserang tifus sering kali disebabkan ruangan mereka yang tidak terlalu bersih. Bukan hanya karena ruangan kotor, infeksi bakteri Salmonella typhi ini juga dengan mudah menyerang mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah – alias mereka yang sedang dalam kondisi tidak fit.

    Apa akibatnya jika penyakit tifus tidak segera ditangani, alias penanganan penyakit tifus pada seseorang terlambat? Penyebaran penyakit tifus ke bagian tubuh lainnya terbilang sangat cepat dan hal ini berarti juga memicu timbulnya berbagai penyakit lain yang dapat membahayakan keselamatan jiwa kita. Infeksi ginjal serta pankreas, radang selaput jantung (miokarditis), hingga terjadinya radang selaput otak (meningitis) adalah beberapa contoh penyakit lainnya yang biasanya muncul ketika penanganan tifus terlambat. Penyakit yang cukup menyeramkan bukan? Lalu, kapan kita mengetahui jika kita mengalami infeksi bakteri Salmanellla typhi?

    Gejala Tifus

    Yup, benar sekali, untuk mengetahui kapan kita mengalami infeksi bakteri Salmonella typhi maka berarti kita perlu mengenal apa saja gejala dari penyakit tifus. Pengetahuan gejala dari suatu penyakit merupakan hal yang wajib untuk diketahui mengingat perlu segera dilakukan penanganan dan mencegah penyakit menyebar ke bagian tubuh lainnya. Masa inkubasi bakteri ini berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya, di mana biasanya ini terjadi dalam kurun waktu 3 hingga 30 hari dan gejala tifus pun akan muncul bersamaan dengan proses ini berlangsung. Nah berikut adalah beberapa gejala tifus yang harus kita waspadai:

    1. Demam tinggi

    Demam tinggi merupakan gejala utama dari penyakit tifus dan suhu tubuh seseorang bisa mencapai 390C hingga 400C. Tentu saja demam tidak hanya berlangsung sehari alias demam tinggi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu dan disertai dengan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Demam pada penderita tifus seringkali memburuk saat malam hari dan sebaliknya jika suhu tubuh seseorang tetap konstan selama demam kemungkinan bukan mengalami tifus, mengingat gejala tifus ini mirip dengan gejala demam berdarah.

    1. Muncul ruam atau bintik merah

    Gejala tifus berikutnya sangat mudah diobservasi, di mana ruam atau bintik merah ini biasanya muncul pada beberapa hari awal terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Bintik merah pada penderita tifus ini tidak akan hilang meskipun ditekan keras dengan jari.

    1. Terjadinya gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan merupakan gejala yang khas dari tifus, di mana penderita tifus biasanya mengalami sakit perut hingga diare yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Bukan hanya itu saja, biasanya mereka juga akan mengalami turunnya nafsu makan karena kondisi yang tidak fit sehingga bukan suatu hal mengherankan jika penderita tifus akan kehilangan berat badan dalam angka yang tidak sedikit. Ketika penanganan tifus terlambat, maka sembelit juga bisa muncul sewaktu-waktu.  Tidak jarang juga pasien mengeluhkan perutnya terasa kembung dan hal ini disebabkan oleh terjadinya pembengkakan hati serta empedu.

    1. Terjadinya komplikasi

    Komplikasi sangat mungkin terjadi pada penderita tifus, terlebih lagi ketika penanganan tifus terlambat atau pasien tidak kunjung sembuh meskipun tifus sudah berlangsung selama beberapa minggu. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul pada penderita tifus antara lain adalah hepatitis atau peradangan hati, hipovolemia atau terjadinya penurunan volume darah, atau bisa juga terjadi pendarahan gastrointestinal alias terjadinya pendarahan dalam usus yang disebabkan karena usus pecah.

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, gejala dari penyakit tifus ini sering kali dianggap mirip dengan gejala dari penyakit demam berdarah (DBD) sehingga tidak jarang jika banyak orang tua yang melakukan penanganan kurang tepat ketika penyakit tifus muncul. Perbedaan mencolok antara gejala demam berdarah dan tifus adalah penderita DBD sering kali mengalami nyeri sendi dan otot hingga menimbulkan sensasi tulang seperti retak atau biasa dikenal dengan break bones. Pada tifus, gejala dapat kembali muncul dua atau tiga minggu setelah demam hillang – alias ketika suhu tubuh kita kembali normal.

    Pencegahan Tifus

    Apakah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit tifus datang menyerang anak? Yup, seperti yang kita tahu, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati dan karena itu sebisa mungkin kita melakukan berbagai cara untuk menjaga anak tetap sehat dan pastinya bakteri akan enggan menyerang anak. Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya tifus pada anak atau diri kita sendiri:

    1. Membiasakan mencuci tangan. Meskipun kelihatannya sepele, hal yang satu ini sangatlah efektif untuk menangkal berbagai penyakit datang pada kita, tak terkecuali untuk penyakit tifus. Kita bisa membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan. Kebiasaan yang satu ini juga lebih dianjurkan dilakukan ketika kita buang air atau membersihkan kotoran, mengingat banyaknya bakteri yang bisa menempel pada permukaan tangan kita dan dapat menyebabkan penyakit sewaktu-waktu.
    2. Memperhatikan tempat kita membeli makanan. Hal ini sering kali tidak diperhatikan oleh kita dan seringkali kita membeli makanan di pinggir jalan. Sayangnya, makanan di pinggir jalan sering kali tidak terjamin kebersihannya dan menjadi sumber bakteri yang tentu saja bisa menjadi penyakit untuk kita. Sebaiknya kita menghindari membeli makanan di pinggir jalan dan sebagai gantinya kita bisa membeli makanan di warung yang sudah terjamin kebersihannya.
    3. Membersihkan kamar mandi secara teratur.  Yup, kamar mandi adalah salah satu bagian dari rumah yang sering kali menjadi sarang penyakit  terlebih karena kondisi ruangan yang lebih lembab daripada bagian rumah lainnya. Kita perlu membersihkan toliet secara rutin dan sebisa mungkin tidak menggunakan air mentah ketika berkumur karena kemungkinan air mentah yang kita konsumsi tidak higenis dan menjadi sarang penyakit. Hindari bertukar barang-barang pribadi, seperti handuk ataupun sikat gigi untuk meminimalisir penyebaran bakteri dari satu orang ke orang lainnya.
    4. Memberikan Imunisasi Tipes. Pembeerian imunisasi tipes terbukti mengurangi angka terjadinya tipes. Sobat bisa melakukan vaksinasi tipes ditempat kesehatan terdekat.

    Nah, itu tadi adalah sekilas tentang penyakit tifus, lebih tepatnya mengenai gejala dan bagaimana cara mencegah penyakit tifus datang menyerang kita. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat agar badan tetap fit dan pastinya meminmalisir datangnya berbagai penyakit pada kita. So, apakah kalian sudah siap untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin tifus di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • merdeka.com/sehat/gejala-tifus-kln.html
    • liputan6.com/health/read/3558433/gejala-tifus-dan-cara-pengobatannya-di-segala-usia
    • tanyadok.com/artikel-konsultasi/benarkah-gejala-awal-db-mirip-dengan-tifus
    Read More
  • Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang […]

    Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang penyakit.

    Salah satu penyakit yang sering menyerang adalah campak. Penyakit ini dapat dikatakan musuh besar orang tua karena kedatangannya yang tidak diharapkan dan tentu saja terkadang tidak menampilkan gejala yang jelas bagi beberapa anak. Dalam artikel ini Sobat dapat mempelajarinya sekaligus mengetahui cara mencegahnya.

    Pengertian Campak

    Penyakit campak merupakan infeksi yang disebabkan virus  Morbili yang ditandai adanya bercak merah (ruam) di seluruh tubuh yang sangat menular. Saat campak menyerang anak dan tidak ditangani serius maka akan terjadi komplikasi yang lebih buruk. Gejala campak mulai muncul kurang lebih 2 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Campak ini ditakuti banyak orang tua karena selain penyakitnya mudah menular, juga menyiksa anak dengan rasa sakitnya ataupun rasa kurang nyaman karena infeksi virus ini. Akibatnya, banyak orang tua baru yang kewalahan ketika anaknya terkena campak.

    Penderita Campak di Indonesia

    Berbicara soal penderita campak yang ada di Indonesia khususnya anak-anak, pemerintah sudah sadar bahwa campak berbahaya dan telah melakukan program imunisasi sejak tahun 1982. Selain itu, data dari Departemen Kesehatan di tahun 2015 mengemukakan tentang cakupan imunisasi campak di Indonesia yang merupakan kategori sedang di Asia Tenggara.

    Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan imunisasi dari 84% menjadi 95% di tahun 2020. Sehingga, tidak ada alasan masyarakat Indonesia terkena campak khususnya anak. Alasannya karena campak masuk kedalam 10 besar penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia.

    Gejala Campak

    Adapun beberapa gejala jelas yang dapat ibu kenali ketika anaknya terserang virus campak, adalah:

    • Mata merah dan menjadi lebih sensitif pada cahaya atau bisa dikatakan mata mudah silau dengan lampu yang terang.
    • Tanda seperti pilek, batuk, radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat muncul secara tiba-tiba
    • Adanya ruam berwarna merah kecoklatan dan biasanya muncul di kulit dalam beberapa hari kemudian. Adanya bercak di bagian telinga, sekitar kepala serta leher menjadi ciri khas paling terlihat.Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.
    • Adanya bercak putih keabu-abuan yang muncul di bagian mulut serta tenggorokan.
    • Gejala lainnya hampir sama dengan penyakit pada umumnya seperti demam, sakit kepala, tidak nafsu makan.

    Penyebaran Virus Campak

    Virus campak dapat menyebar di dalam percikan cairan yang dikeluarkan oleh penderita karena bersin maupun batuk. Virus campak juga bisa menulari siapa saja yang menghirup percikan cairan ini.

    Virus campak dapat bertahan di luar makhluk hidup selama beberapa jam dan dapat menempel ke benda lain dengan cepat. Hal inilah yang menyebabkan anda bisa terkena campak meskipun orang yang menderita sudah tidak ada di lingkungan tersebut. terutama ketika Sobat menyentuhnya maka benda yang sudah ada virusnya akan menempel di tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

    Pengobatan Campak

    Bagaimana jika sebagian anak Sobat sudah terkena campak atau memiliki gejala campak ? sistem kekebalan tubuh manusia memang berjalan secara alami dan akan melawan virus. Namun, komplikasi yang dapat terjadi bisa menjadi sangat parah, sehingga dibutuhkan perawatan di rumah sakit terutama untuk anak-anak yang kondisinya sedang tidak fit.

    Ada beberapa cara untuk mencegah anak sampai terkena masalah campak atau penyakit campak.

    1. Istirahat yang cukup

    Anak-anak mengeluarkan energi dengan sangat tinggi, jika tidak dibarengi dengan istirahat jelas akan menyebabkan masalah pada tubuhnya. Bila daya tahan tubuh menurun, virus seperti campak mungkin saja menyerang tanpa gejala dan juga aba-aba. Anda harus tahu bahwa imun anak adalah yang terpenting, belum lagi campak bisa saja menular ke anak-anak yang lainnya.

    1. Konsultasikan ke dokter

    Bawalah ke dokter anak bila buah hati Sobat terkena campak dan usahakan konsultasi sesegera mungkin. Nantinya dokter akan memutuskan apakah anak anda harus di isolasi di rumah sakit atau bisa dirawat dirumah. Hal ini untuk menghindari adanya wabah campak yang berkembang di keluarga anda yang mungkin menular ke adik atau kakaknya. Hal ini juga sering diingatkan oleh para dokter untuk langsung memisahkan peralatan makan dan sejenisnya ketika ada yang terkena campak.

    1. Imunisasi Campak

    Terakhir jelas dengan imunisasi campak sejak kecil. Anak-anak yang mendapatkan imunisasi campak akan membentuk imun yang bagus dengan vaksin didalam tubuhnya. Sehingga sejak awal virus campak  akan sulit menerobos masuk dan menyebabkan penyakit. Imunisasi bisa dikatakan cara untuk mencegah dibandingkan sudah terjangkit dan mengobati. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dengan penguatan di usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Namun, imunisasi campak kedua (penguatan) tidak diberikan bila anak telah mendapatkan MMR pada usia 15 bulan.

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi namun terkendala waktu maka sobat bisa melakukan vaksinasi bersama Prosehat. Prosehat memberikan layanan vaksinasi campak lengkap dan terjangkau untuk sobat semua. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih […]

    Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Polio. Siapa sih di antara kita yang tidak asing dengan penyakit ini? Atau siapa sih di antara kita yang tidak mengenal penyakit ini? Penyakit polio merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena merupakan salah satu penyakit berbahaya dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Apakah penyakit berbahaya yang satu ini masih sering ditemui di Indonesia? Jika iya, seberapa seringkah seseorang mengalami penyakit ini?

    Polio merupakan salah satu penyakit yang sangat sering menyerang balita bahkan juga bisa menyerang kita yang sudah tidak muda lagi. Seperti layaknya penyakit campak ataupun cacar, penyakit polio sangat mudah menyerang mereka yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Data UNICEF menyatakan jika 20 tahun silam setidaknya 1.000 anak menjadi lumpuh karena penyakit ini. Dampak yang sangat mengerikan dari polio bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit polio?

    Dokter melakukan gerakan inovatif, lebih tepatnya Gerakan Pemberantasan Polio Global yang digalakkan sejak tahun 1988. Apakah gerakan ini berhasil? Kabar bahagianya, pada tahun 2004 hanya ditemukan 1.266 kasus polio di seluruh dunia berkat dilakukannya gerakan ini. Penurunan yang cukup drastis bukan? Lalu, bagaimana dengan kasus polio di Indonesia setelah dilakukannya gerakan ini? Apakah juga menurun layaknya di negara lain?

    Angka Polio Indonesia

    Apakah Gerakan Pemberantasan Polio Global juga memiliki pengaruh positif di Indonesia? Sayangnya kasus polio ini muncul kembali di Indonesia pada tahun 2005, di mana kasus ini terjadi pada anak berusia 20 bulan. Semenjak kasus ini terjadi, polio juga mulai bermunculan di berbagai daerah Indonesia lainnya – terlebih anak yang belum mendapatkan imunisasi polio. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara di peringkat ke 16 yang kembali terserang virus polio bahkan dikhawatirkan dapat menjadi pengekspor virus polio ke negara tetangga, bahkan Asia Timur. Lalu, apa upaya pemerintah untuk mengatasi hal ini?

    Yup, bukan rahasia lagi jika virus polio adalah virus ganas yang dapat menyebabkan kelumpuhan bagi penderitanya; baik cepat ataupun lambat. Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang mampu mengatasi polio sehingga WHO (World Health Organization) menggalakkan program imunisasi polio dan hal ini juga dilakukan di Indonesia. Kabar baiknya, sejak tahun 2014 Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio seperti halnya beberapa negara di Asia Tenggara, Eropa, Pasifik Barat, juga Amerika Serikat. Sebemarnya bagaimana sih asal mula polio ini terjadi? Kapan kita tahu seseorang terjangkit virus mematikan yang satu ini?

    Diagnosis Polio

    Meskipun Indonesia sudah dinyatakan sebagai salah satu negara yang bebas polio, bukan berarti kita sudah 100 persen aman dari penyakit ini. Ketika seseorang terserang virus polio, cepat atau lambat virus ini akan menyerang sistem pusat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu – terutama pada bagian kaki. Virus polio  merupakan salah satu virus yang cepat menyebar dari satu orang ke orang lainnya terutama melalui makanan ataupun minuman yang sudah terkontaminasi dengan tinja virus tersebut (fekal-oral). Seramnya lagi, virus polio juga bisa menyebar dengan cepat melalui udara atau lebih tepatnya ketika sesorang bersin ataupun batuk. Lalu, siapa saja yang rentan terserang virus polio?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, virus polio sangatlah rentan menyerang kita yang tidak memiliki daya imun yang bagus. Namun, bukan hanya itu saja, virus polio juga mudah menyerang mereka yang bepergian ke suatu tempat yang masih rawan virus polio seperti beberapa negara di Afrika; misalnya saja Nigeria, Afganistan, ataupun Pakistan. Seseorang yang juga sudah melakukan operasi amandel juga lebih mudah mengalami penyakit polio karena daya tahan tubuh yang lebih rendah daripada orang lainnya. Kapan kita bisa mengetahui seseorang terjangkit polio? Gejala apakah yang biasanya muncul dari penyakit polio ini?

    Gejala Polio

    Apa saja, ya kira-kira gejala dari penyakit polio? Sebelum kita membahas apa saja gejala polio, ada baiknya kita mengetahui apa saja jenis dari penyakit polio. Wah, memangnya polio terdiri dari berbagai jenis ya?

    Penyakit polio sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu polio non-paralisis, polio paralisis, serta sindrom pasca-polio. Memangnya, apa sih perbedaan antara satu jenis polio dengan jenis polio lainnya? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    1. Polio non-paralisis

    Jenis penyakit polio yang pertama sering kali dikenal dengan poli non-paralisis. Jenis polio yang satu ini tidak berbahaya seperti jenis polio lainnya alias tidak menyebabkan kelumpuhan. Gejala polio non-paralisis antara lain adalah radang selaput otak (meningitis) yang biasanya ditandai dengan kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Kemudian, gejala polio non-paralisis lainnya adalah merasa cepat lelah, sakit tenggorokan, demam, melemahnya otot serta rasa sakit pada bagian kaki, tangan, leher serta punggung.

    2. Polio paralisis

    Jenis polio berikutnya adalah jenis polio yang berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan sewaktu-waktu. Lalu bagaimana dengan gejala polio paralisis? Gejalanya sendiri sama dengan gejala polio non-paralisis dan biasanya berlangsung dalam rentang waktu satu pekan. Sedangkan kelumpuhan sendiri bisa terjadi sewaktu-waktu alias tanpa prediksi yang jelas, contohnya saja bisa terjad dalam hitungan jam setelah kita terinfeksi virus polio ataupun dalam hitungan hari.

    3. Sindrom pasca-polio

    Jenis polio terakhir biasa kita kenal dengan sindrom pasca-polio, terjadi pada seseorang yang mengalami polio sebelumnya dan muncul pada usia sudah dewasa – lebih tepatnya dalam rentang usia 30 hingga 40 tahun. Beberapa gejala yang menandakan kita mengalami sindrom pasca-polio adalah sebagai berikut:

    • Sulit berkonsentrasi atau bahkan mudah lupa;
    • Bagian persendian atau otot yang melemah atau sering terasa sakit;
    • Mengalami depresi atau suasana hati yang mudah berubah;
    • Kesulitan untuk tidur disertai dengan kesulitan bernafas;
    • Tidak kuat terhadap suhu dingin.

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai polio. Yup, polio adalah sebuah penyakit yang mudah untuk menular sehingga kita perlu rutin melakukan vaksin polio sehingga kita tidak terserang penyakit mematikan ini. Vaksin polio sendiri sudah bisa diberikan sejak balita, lebih tepatnya sejak anak lahir, usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan yang terakhir adalah ketika anak berusia 18 bulan sesuai dengan rekomendasi pemerintah. Lalu, bagaimana dengan kita yang tidak mendapatkan vaksin polio ketika kecil?

    Menariknya, kita yang sudah beranjak dewasa tetapi belum pernah mendapatkan vaksin polio sebelumnya juga bisa mendapatkan vaksin ini sebanyak tiga kali. Vaksin polio untuk orang dewasa bisa dilakukan sebanyak tiga kali, di mana rentang antara vaksin pertama dengan vaksin kedua adalah 1 hingga 2 bulan sedangkan dengan vaksin ke-tiga dengan rentang waktu antara 6 hingga 12 bulan. Tentu saja kita bisa mendapatkan vaksin ini pada pelayanan kesehatan terdekat sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk malas melakukan vaksin polio. Pastinya sekarang sudah tidak takut lagi dengan penyakit polio bukan?

    Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin polio di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/anak/polio-tidak-hanya-menyerang-kaki-anda
    Read More

Showing 11–20 of 42 results

WhatsApp Asisten Maya saja