Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ imunisasi bayi”

  • Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan. Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk […]

    Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan.

    Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati.

    Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk si buah hati, ada baiknya kita jabarkan kembali mengenai imunisasi itu sendiri.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    jadwal vaksinasi bayi

    Apakah Imunisasi Itu?

    Imunisasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit.

    Prosesnya dilakukan dengan memberikan vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal terhadap penyakit yang menyerang tubuh.

    Imunisasi sangat diperlukan terutama bagi orang-orang yang tinggal di kawasan yang sanitasinya tidak bagus, dan berpotensi menimbulkan wabah-wabah yang mematikan, dan mudah menyerang siapa pun, baik itu oran dewasa, anak kecil, atau bayi.

    Mengapa Diperlukan Imunisasi?

    Imunisasi bayi adalah imunisasi yang diberikan kepada bayi yang baru lahir atau baru berumur beberapa bulan. Lebih tepatnya berumur 0-9 bulan. Sebenarnya ketika baru lahir bayi sudah memiliki antibodi alami yang disebut dengan kekebalan pasif, dan didapatkan dari sang ibu ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

    Akan tetapi, rupanya kekebalan ini hanya dapat bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Karena sifatnya yang hanya sebentar itulah, bayi kemudian akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Karena itulah, imunisasi bayi sangat diperlukan.

    Imunisasi Seperti Apakah yang Perlu Diberikan?

    Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis  B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. Imunisasi ini mempunyai manfaat dapat memberikan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh terhadap virus hepatitis B.

    Hepatitis B sendiri adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi organ hati yang berpotensi menimbulkan penyakit kronis seperti kanker hati dan sirosis hati. Karena itu, bagi Sobat yang sudah mempunyai bagi dianjurkan untuk melakukan imunisasi supaya si buah hati terhindar penyakit-penyakit kronis tersebut.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Imunisasi Polio

    Imunisasi kedua yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi polio atau imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit polio yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya.

    Manfaat pemberian imunisasi ini salah satunya untuk kekebalan sistem tubuh terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan. Apalagi ternyata penyakit ini termasuk penyakit menular.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberculosis atau TBC, dan merupakan salah satu penyakit menular, dan biasanya menyerang salah satu organ pernapasan penting manusia, yaitu paru-paru.

    Karena merupakan penyakit yang mudah menular, bayi pun rentan terkena penyakit ini karena belum memiliki sistem imun yang kuat. Karena itulah, imunisasi BCG sangat diperlukan untuk memberikan kekebalah tubuh pada bayi.

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPTadalah imunisasi yang juga perlu diberikan kepada bayi untuk mencegah tiga penyakit yang berbahaya dan mematikan, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus yang disebabkan oleh bakteri, dan karenanya imunisasi ini tidak boleh terlewatkan.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi terakhir yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi campak yang berguna melindungi bayi dari serangan penyakit campak.

    Penyakit campak adalah penyakit yang akan menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, sulit bernapas, dan bintik-bintik merah pada bagian kulit. Tak hanya itu, campak ternyat dapat juga menyebabkan kematian.

    Adakah Efek Sampingnya?

    Setiap vaksin yang diberikan kepada bayi tentu saja mempunyai efek samping. Efek-efek samping itu adalah sebagai berikut:

    Imunisasi Hepatitis B

    Untuk hepatitis B efek sampingnya adalah akan muncul reaksi seperti demam ringan dan bengkak pada bagian kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Polio

    Efek samping yang dihasilkan dari imunisasi polio adalah menimbulkan demam hingga 39 derajat Celcius, dan menyebabkan gatal-gatal, kulit kemerahan, sulit bernapas, sulit menelan, serta menimbulkan bengkak pada wajah.

    Imunisasi BCG

    Untuk imunisasi BCG adalah munculnya reaksi seperti demam ringan dan sakit di bagian tubuh bekas suntikan. Namun reaksi ini hanya berlangsung selama 1 atau 2 hari, dan akan sembuh sendiri.

    Imunisasi DPT

    Efek samping dari imunisasi DPT adalah bayi akan mengalami demam yang terjadi sekitar satu hingga tiga hari sehingga membuat tidak nyaman, dan menyebabkan si bayi menangis. Efek samping lainnya adalah bengkak pada kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Campak

    Pada imunisasi campak efek samping yang akan dihasilkan adalah nyeri dan kemerahan pada tubuh yang disuntik, demam ringan, ruam, dan nyeri otot pada kulit bekas bagian suntikan.

    Seperti Apakah Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat?

    Setelah Sobat mengetahui manfaat, jenis imunisasi, dan efek samping pada bayi, kini Sobat juga harus mengetahui jadwal imunisasi bayi yang tepat.

    Di Indonesia, jadwal imunisasi untuk si buah hati ini bisa Sobat lihat pada jadwal yang sudah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI yang dapat dengan gratis diunduh dan dilihat secara lengkap.

    IDAI sendiri sebagai organisasi untuk kesehatan ibu dan anak mengeluarkan panduan jadwal imunisasi sebagai berikut:

    • Bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi hepatitis B
    • Bayi berusia 1 bulan: BCG dan Polio 1
    • Bayi berusia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
    • Bayi berusia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio Suntik, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 9  bulan: Campak atau MR

    Kemenkes dan IDAI juga mengingatkan bahwa imunisasi dasar secara lengkap saja tidak cukup untuk bayi, dan karena itu bayi juga perlu diberikan imunisasi secara rutin dan lengkap, dengan melanjutkan jadwal imunisasi dasar ke imunisasi lanjutan.

    Untuk imunisasi lanjutan bagi bayi di bawah 2 tahun, hanya perlu imunisasi DPT-HB-Hib, dan campak/MR yang diberikan ketika mereka sudah mencapai 18 bulan. Imunisasi lanjutan ini akan berlanjut saat bayi sudah menjadi anak kelas 1 dan 2 SD.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Mengapa Harus Sesuai Jadwal?

    Menurut IDAI, untuk melindungi tubuh dari penuyakit, vaksin dari imunisasi bekerja dengan cara membentuk zat antibodi yang punya kadar tertentu hingga mencapai kadar protektif.

    Supaya kadar perlindungan yang maksimal tercapai, imunisasi diberikan dalam dua periode, yaitu imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Ada jenis-jenis vaksin yang cukup diberikan hanya sekali, namun ada pua yang berulang supaya pertahanan tubuh maksimal. 

    Jadwal imunisasi yang sudah ditentukan bukanlah jadwal yang disusun secara asal dan acak, melainkan telah melewati berbagai penelitian klinis. Untuk Indonesia, jadwal yang ada dibuat berdasarkan rekomendasi dari WHO dan organiasi profesi.

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Manfaat yang didapat dari pemberian jadwal yang rutin dan terstruktur tentu saja akan memberikan kekebalan pada tubuh bayi secara bertahap dari serangan penyakit-penyakit yang menular dan mematikan.

    Selain itu, jadwal imunisasi yang rutin juga akan membuat pertumbuhan bayi menjadi normal, tidak ada cacat sekalipun, yang tentu saja ini akan berpengaruh pada usia dewasa.

    Dengan demikian, hal ini akan memberikan jaminan keselamatan pada si buah hati, dan tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua mempunyai bayi yang tumbuh normal.

    Adakah Dampak Jika Tidak Sesuai Jadwal?

    Apabila Sobat terlambat memberikan vaksin kepada bayi atau tidak sesuai jadwal sebenarnya tidak akan mengurangi efektivitas vaksin untuk memberikan kekebalan tubuh.

    Meski begitu, dampak yang akan ditimbulkan tetap saja ada, yaitu antibodi bayi akan melemah dan rentan terhadap serangan penyakit.

    Apabila memang Sobat terlambat memberikan, Sobat tidak perlu mengulang pemberian vaksin dari awal, tetapi cukup memberikan vaksinasi lanjutan. 

    Di Mana Bisa Melakukan Imunisasi?

    Sobat bisa melakukan imunisasi untuk bayi di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dalam fasilitas-fasilitas yang disebut di atas. Apabila Sahabat menginginkan pemberian vaksin secara gratis, Sahabat bisa melakukannya di posyandu. 

    Salah satu fasilitas kesehatan ini menyediakan semua jenis imunisasi utama sesuai anjuran dari Kemenkes dan IDAI. Namun apabila Sobat menginginkan pemberian vaksin yang bukan sekadar vaksin utama saja, Sobat bisa mengunjungi puskesmas atau rumah sakit. Tentu saja pemberian vaksin ini dipungut biaya.

    Berapa Biayanya?

    Biaya vaksinasi untuk bayi tentu saja beragam sesuai dengan jenis vaksinasi yang diberikan. Untuk hepatitis B dimulai dari harga Rp 90.000 hingga hingga Rp 120.000.

    Untuk Polio adalah Rp 85.000 hingga Rp 300.000, BCG Rp 250.000 hingga Rp 275.000, DTP Rp 135.000 hingga Rp 300.000, dan Campak Rp 130.000 hingga Rp 155.000.

    Apa saja Kendala Jadwal Imunisasi Bayi Secara Tepat?

    Pemberian jadwal imunisasi yang tepat untuk bayi tentu saja mempunyai beberapa kendala meskipun sudah disusun secara teratur oleh otoritas kesehatan terkait untuk memudahkan para orang tua.

    Kendala-kendala yang dialami biasanya berpusar pada masalah orang tua, anak sedang sakit, jarak fasilitas kesehatan yang jauh atau biaya yang tidak terjangkau. 

    Apalagi pada masa pandemi Corona, banyak sekali orang tua yang khawatir dan waswas apakah tetap harus ke fasilitas-fasilitas kesehatan untuk memberikan vaksin pada anaknya sesuai dengan jadwal yang berlaku.

    Cara yang dilakukan supaya vaksinasi tetap aman adalah memisahkan ruang untuk anak yang sehat dan sakit untuk mencegah penularan virus. Selain itu, orang tua bisa membuat janji terlebih dahulu dengan pihak fasilitas kesehatan.

    Cara lainnya adalah melakukan imunisasi di  rumah dengan memanggil dokter melalui layanan imunisasi anak ke rumah yang disediakan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sahabat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Jadwal imunisasi anak, pastikan tidak ada yang terlambat, Parents [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/jadwal-imunisasi-anak
    2.  Jenis Imunisasi untuk Bayi Baru Lahir [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/jenis-imunisasi-untuk-bayi-baru-lahir-1534680301428105127/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.generasimaju.co.id/hal-ini-perlu-bunda-pertimbangkan-saat-memilih-tempat-imunisasi
    4. Alizanovic V. Biaya Vaksinasi Tahun 2020 untuk Bayi Usia 0-3 Tahun [Internet]. Imaos. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.imaos.id/neraca/biaya-vaksinasi-bayi-2020/
    5. Yang Perlu Orang Tua Pahami Soal Jadwal Imunisasi Bayi Saat Pandemi Virus Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/yang-perlu-orang-tua-pahami-soal-jadwal-imunisasi-bayi-saat-pandemi-virus-corona-1t5madFNVMc/full
    Read More
  • Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap. Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang […]

    Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap.

    Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang sama sekali belum diimunisasi atau belum lengkap sama sekali status pemberian imunisasinya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    vaksinasi dasar lengkap

    Hal inilah yang menyebabkan kondisi kesehatan anak-anak di Indonesia sangat rentan terhadap segala penyakit termasuk penyakit menular yang mematikan sehingga upaya pemberian imunisasi harus terus digalakkan supaya dapat menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

    Tentu Sobat Sehat akan bertanya-tanya apakah imunisasi dasar yang dimaksud dan bagaimana cara pemberiannya? Tanpa berlama-lama silakan disimak poin-poin berikut di bawah ini.

    Apakah Imunisasi Dasar Lengkap Itu?

    Imunisasi dasar yang sudah disinggung pada paragraf awal mempunyai pengertian, yaitu pemberian imunisasi dasar secara lengkap kepada bayi yang berumur 0-9 bulan. Imunisasi ini merupakan salah satu program wajib dari pemerintah di bidang kesehatan berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. 

    Untuk Apa Tujuannya dan Seberapa Penting?

    Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk membuat bayi yang baru lahir atau sudah berumur beberapa bulan kebal terhadap segala serangan penyakit seperti TBC, Hepatitis B, difteri, polio, dan campak. Karena tujuannya seperti itu, pemberian imunisasi melalui vaksin merupakan hal yang cukup penting.

    Sebab, imunisasi itu sendiri pada dasarnya adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk merangsang keluarnya antibodi sehingga tubuh sudah tahu cara melawan ketika ada virus sejenis yang menyerang.

    Pemberian vaksin selain mencegah penularan penyakit berbahaya pada bayi, juga untuk mencegah menularkan penyakit tersebut pada orang lain sampai usia dewasa.

    Apabila bayi atau anak tidak diimunisasi, risiko terkena penyakit menular yang berbahaya akan lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Selain cepat dan aman, imunisasi juga hampir 100% efektif, dan apabila anak ternyata masih tetap terkena penyakit menular, gejalanya pun lebih ringan.

    Baca Juga: Vaksinasi Antre? Yuk, Vaksinasi di Rumah Saja

    Imunisasi Apa Sajakah yang Harus Diberikan?

    Untuk imunisasi dasar ini terdapat  5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi, yaitu:

    • Hepatitis B
    • Polio
    • BCG
    • Pentavalen (DPT, HB, HIB)
    • Campak

    Seperti Apakah Prosedurnya?

    Prosedur pemberian imunisasi dasar ini tentu harus berdasarkan usia. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI, yang tentu saja membuat prosedur ini berdasarkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    Untuk prosedurnya adalah sebagai berikut:

    Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B diberikan pada saat bayi baru lahir, yaitu paling lambat 12 jam setelah lahir. Manfaatnya adalah untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

    Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Harus Suntik Hepatitis B

    Polio

    Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan, yaitu pada saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini kepada bayi untuk mencegah tertularnya bayi terkena penyakit polio.

    Produk Terkait: Vaksinasi Polio

    Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan, dan dapat mengakibarkan kelumpuhan kaki, tangan, otot pernapasan sehingga menyebabkan kematian.

    BCG

    Vaksin BCG diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin ini berfungsi mencegah anak terkena kuman penyebab penyakit tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

    Produk Terkait: Vaksinasi BCG

    Pentavalen

    Pentavalen adalah vaksin yang merupakan gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) ini mampu mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri (infeksi selaput lendir hidung dan tenggorokan), pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin diberikan pada saat bayi mencapai usia 2,3, dan 4 bulan.

    Campak

    Terakhir adalah vaksin campak yang diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bisa menyerang otak.

    Produk Terkait: Imunisasi Campak

    Sampai Kapan Pemberiannya?

    Kelima jenis imunisasi dasar lengkap di atas tersebut harus diberikan pada bayi dan anak sebelum mereka berusia 1 tahun.

    Meski begitu, ada tiga jenis vaksin yang perlu diulang di usia batita atau di bawah tiga tahun, yaitu vaksin polio, campak, dan DPT karema kadar antibodinya akan turun setelah setahun. Sedangkan, imunisasi BCG cukup sekali saja karena antibodinya yang tidak pernah turun.

    Seperti Apa Cara Pemberiannya?

    Untuk pemberian vaksin imunisasi ini terdiri dari dua macam, yaitu bisa dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh melalui penyuntikkan cairan ke dalam bagian otot, atau disuntikkan di bagian bawah lapisan kulit. Selain dengan cara disuntik, cara lainnya adalah dengan meneteskan cairan ke bagian mulut atau oral. Semua disesuaikan dengan jenis vaksin yang akan diberikan.

    Untuk Penyuntikan, Di Manakah Lokasinya Pada Tubuh?

    Lokasi penyuntikan pada tubuh biasanya pada paha atas dan lengan atas. Untuk paha atas, biasanya diberikan pada anak-anak berusia di bawah 12 bulan. Sedangkan untuk lengan atas pada anak-anak di atas 12 bulan. Jenis suntikannya disebut dengan subkutan atau SC. Selain jenis suntikan SC, ada lagi jenis suntikan bernama IM untuk penyuntikan vaksin intramuscular, yang diberikan pada anak berusai di bawah 12 bulan, dengan menyuntikkan bagian paha atas.

    Baca Juga: Imunisasi Polio Tetes vs Suntik, Yuk Disimak Penjelasannya

    Di Manakah Tempat Mendapatkan Imunisasi Dasar Ini?

    Untuk bisa mendapatkan imunisasi dasar, Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua bisa mendapatkanya untuk bayi dan anak Sobat dengan mendatangi posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktek dokter anak atau bidan. Untuk puskesmas vaksin yang digunakan disediakan langsung dari pemerintah sementara untuk vaksin tambahan seperti rotavirus, influenza, varicella, PCV, atau hepatitis A yang tidak disediakan langsung dapat diperoleh di rumah sakit atau dokter anak.

    Adakah Efek Samping yang Dihasilkan?

    Mengenai efek samping dari imunisasi wajib untuk bayi dan anak tentu saja ada, dan biasa disebut dengan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI. Biasanya, bayi atau anak yang terkena KIPI akan mengalami demam ringan hingga tinggi, kemudian mengalami bengkak, kemerahan, dan menjadi agak rewel.

    Umumnya KPI akan hilang dalam waktu 3-4 hari meskipun juga bisa berlangsung lebih lama. Selama bayi dan anak mengalami KIPI, sobat tidak perlu panik. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah memberikan obat penurun panas tiap 4 jam, mengompres dahi dengan air hangat, memberikan ASI, susu, atau jus buah apabila sudah bisa mengonsumsi makanan padat. KIPI biasanya tidak sampai mengakibatkan penyakit berat apalagi kelumpuhan, serta kematian.Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera hubungi atau bawa ke dokter.

    Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Imunisasi Dasar?

    Setelah Sobat memberikan semua vaksin dari imunisasi dasar secara lengkap, dan sesuai usia, bukan berarti pemberian imunisasi selesai begitu saja sebab ada yang namanya imunisasi lanjutan. Imunisasi jenis ini juga tercakup dalam program pemerintah di bidang kesehatan, dan masuk pada imunisasi rutin lengkap sebagai pengembangan dari imunisasi dasar lengkap. Pemberian imunisasi lanjutan ini diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal mengingat imunisasi dasar saja ternyata belum cukup memberikan kekebalan.

    Adapun vaksin yang diberikan saat imunisasi lanjutan mencakup vaksin-vaksin yang sudah pernah diberikan pada imunisasi dasar seperti polio, campak, hepatitis B, dan DPT, lalu ditambahkan beberapa vaksin seperti MMR, Influenza, hingga hepatitis A. Imunisasi lanjutan dimulai dari anak berusia 12 bulan hingga 18 tahun.

    Bagaimanakah Supaya Pemberian Imunisasi Lancar?

    Supaya pemberian imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan anak itu lancar, Sobat  perlu memperhatikan pada jadwal pemberian imunisasi yang telah disusun oleh Kemenkes dan IDAI, serta berdasarkan rekomendasi dari WHO. Di dalamnya ada pemberian vaksin sesuai usia. Selain itu, yang  perlu diperhatikan adalah jadwal jeda pemberian vaksin satu dengan yang lainnya terutama untuk vaksin hidup.

    Apabila yang diberikan adalah vaksin hidup dalam imunisasi, jeda waktu pemberiannya adalah 4 minggu. Hal ini untuk mengurangi terjadinya intervensi atau reaksi antibodi yang saling berinteraksi antara satu vaksin dan yang lainnya. Meski begitu, untuk vaksin hidup yang pemberiannya dilakukan dengan meneteskan cairan ke mulut seperti polio dan rotavirus, pemberiannya tidak harus menunnggu jeda waktu minimal dengan proses pemberian vaksin jenis lainnya, dan berlaku juga untuk jenis vaksin mati.

    Baca Juga: Reaksi KIPI Berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter?

    Karena itu, pemberian imunisasi sesuai  jadwal sangatlah penting sebab bila tidak sesuai jadwal akan mempengaruhi kekebalan tubuh pada bayi dan anak sehingga anak mereka akan rentan terhadap penyakit. Meski begitu, ada saja kendala-kendala yang dialami mulai dari kondisi anak yang tidak sehat, permasalahan orang tua, dan virus Corona.

    Salah satu solusi paling tepat untuk masalah ini adalah mengadakan layanan vaksinasi dengan memanggil dokter ke rumah supaya vaksinasi tetap berjalan lancar dan aman yang diberikan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sobat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sahabat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Daftar Lengkap Imunisasi Dasar untuk Bayi Rekomendasi dari Kemenkes – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://tirto.id/daftar-lengkap-imunisasi-dasar-untuk-bayi-rekomendasi-dari-kemenkes-dk2Y
    2. [Internet]. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/
    3. Cara Tepat Pemberian Vaksin/Imunisasi Yang Wajib Anda Ketahui [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/cara-tepat-pemberian-vaksin-imunisasi-yang-wajib-anda-ketahui
    4. Harsono F. Imunisasi Dasar Lengkap Belum Cukup Lindungi Anak dari Penyakit [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3948967/imunisasi-dasar-lengkap-belum-cukup-lindungi-anak-dari-penyakit
    5. Memahami KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/memahami-kipi-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-1qxGY3P6TN
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja