Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ imunisasi anak”

Showing 11–16 of 16 results

  • Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu. Baca Juga: […]

    Yuk Kenali dan Pahami Imunisasi Wajib VS Dianjurkan!

    Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu.

    Baca Juga: Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Imunisasi wajib menjadi salah satu program pemerintah yang berisikan pemberian vaksin penyakit tertentu yang dianggap sangat diperlukan untuk perlindungan anak. Imunisasi wajib biasanya diberikan melalui fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas atau posyandu sehingga setiap anak, baik dari kalangan mampu dan tidak mampu mendapatkan perlindungan ini.

    Adapun beberapa imunisasi wajib yang disediakan secara gratis oleh pemerintah Indonesia adalah sebagai berikut:

    1. Hepatitis B

    hepatitis b

    Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari serangan penyakit hepatitis. Vaksin hepatitis B diberikan setelah bayi lahir, paling lambat setelah 12 jam kelahiran. Vaksin ini akan melindungi bayi terhindar dari hepatitis B yang ditularkan lewat ibunya. Bayi yang prematur juga wajib mendapatkan vaksin ini karena daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah dibandingkan bayi pada umumnya.

    2. DPT-HB

    Vaksin ini mempunyai fungsi yang sama seperti vaksin DPT, yakni melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, hanya saja terdapat perlindungan lainnya yakni perlindungan dari penyakit hepatitis B. Pemberian vaksin DPT-HB juga dilakukan sebanyak 3 kali, yakni 2, 3, dan 4 bulan.

    3. Campak

    Imunisasi wajib selanjutnya adalah vaksin campak. Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali pada anak, yakni ketika umur 9 bulan dan penguatan pada usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Vaksin campak kedua tidak diberikan bila anak sudah menerima suntikan MMR. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit campak yang dapat menyebabkan demam tinggi, ruam pada tubuh, kebutaan, gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga kematian.

    4. Polio

    Imunisasi polio juga menjadi salah satu imunisasi wajib dari pemerintah Indonesia. Imunisasi polio diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi polio diberikan ketika anak berusia 0, 2, 3, dan 4 bulan dengan cara diteteskan langsung ke dalam mulut dengan alat tetes khusus.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    5. DPT

    Vaksin DPT berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 6 kali ketika anak berusia 2, 3, dan 4 bulan dengan penguatan pada usia 18 bulan, 5 tahun. DPT 6 diberikan 10-12 tahun dalam bentuk Td/TdaP dan dapat dilakukan penguatan setiap 10 tahun.  Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk kering yang cukup lama, dan diare parah.

     

    6. BCG

    Vaksin BCG diberikan hanya satu kali saja sebelum bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini akan memberikan perlindungan dan pencegahan dari penyakit tuberkulosis. Bentuk vaksin yang kering menyebabkan bekas luka parut pada bagian tubuh yang disuntikkan.

    Produk Terkait: Vaksinasi BCG di Klinik

    7. MR

    Pada mulanya, vaksin MR termasuk ke dalam jenis imunisasi yang dianjurkan. Namun seiring dengan perkembangan di dunia kesehatan, pemerintah Indonesia akhirnya memasukkan vaksin MR ke dalam imunisasi wajib. Saat ini, pemerintah sedang gencarnya mensosialisasikan imunisasi ini.

    Vaksin MR berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Penyakit campak dan rubella sangat mudah menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan demam tinggi, kebutaan, gangguan otak, hingga kematian. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yakni ketika anak berusia 15-18 bulan dan 5 tahun.

    Itulah beberapa imunisasi wajib yang disediakan oleh pemerintah.

    Sedangkan imunisasi yang dianjurkan dan bisa didapatkan di beberapa rumah sakit adalah sebagai berikut:

    1. HiB

    Vaksin HiB adalah vaksin yang berisikan Haemophilus Influenza Tipe B yang berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit selaput radang otak. Vaksin ini diberikan pada anak ketika usia 2,3,4 bulan dengan penguatan pada usia 15-18 bulan.

    2. PCV

    Imunisasi yang dianjurkan selanjutnya adalah vaksin PCV. Vaksin ini diberikan agar anak terlindungi dari penyakit pneumokokus. Vaksin ini diberikan sejak anak berusia 2 bulan sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 4, dan 6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan.

    3. Rotavirus

    Vaksin rotavirus berfungsi untuk melindungi anak dari diare parah yang biasanya berlangsung pada musim pancaroba. Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 2 dan 4 bulan serta 6 bulan (bila vaksin yang diberikan berupa pentavalent).

    4. Varisela

    Vaksin vaerisela dianjurkan untuk diberikan pada anak sejak usia 1 tahun dan akan jauh lebih baik jika diberikan sebelum anak masuk sekolah. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit cacar air.

    5. Influenza

    Imunisasi yang dianjurkan lainnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza akan memberikan perlindungan anak terhadap infeksi saluran pernapasan. Vaksin ini dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu ke Rumah

    6. Tifoid

    Vaksin tifoid berguna untuk melindungi anak dari demam tifus. Diberikan pada anak mulai usia 2 tahun dan diberikan vaksin ulang setiap 3 tahun.

    7. HPV

    Vaksin HPV berguna untuk melindungi sobat dari kanker serviks yang banyak menyerang wanita. Tentu pemberian vaksin ini efektif diberikan jika sebelum menikah.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV

    Itulah beberapa imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak. Meskipun beberapa imunisasi belum sepenuhnya diwajibkan dan dibiayai oleh pemerintah, mari kita dukung sepenuhnya program imunisasi pemerintah yang telah berjalan agar ke depannya pemerintah dapat lebih baik dalam memfasilitasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

    Untuk Sobat Sehat yang ingin melakukan imunisasi bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Imunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah anak agar tidak tertular oleh penyakit tertentu. Orang tua juga harus mempersiapkan anak agar sebelum dilakukan imunisasi. Persiapan imunisasi berupa persiapan fisik dan mental anak. Anak sebaiknya dalam keadaan tidak sakit, sehingga tujuan imunisasi dapat tercapai secara maksimal. Pada anak yang sedang sakit dan lemah atau yang sedang […]

    PERSIAPAN IMUNISASI ANAK DAN KONDISI YANG MEMBUAT ANAK TIDAK DAPAT DIIMUNISASI

    Imunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah anak agar tidak tertular oleh penyakit tertentu. Orang tua juga harus mempersiapkan anak agar sebelum dilakukan imunisasi. Persiapan imunisasi berupa persiapan fisik dan mental anak. Anak sebaiknya dalam keadaan tidak sakit, sehingga tujuan imunisasi dapat tercapai secara maksimal.

    Pada anak yang sedang sakit dan lemah atau yang sedang demam lebih dari 380C pemberian vaksinasi sebaiknya ditunda terlebih dahulu dan diberikan di kemudian hari. Anak dengan batuk, pilek, atau diare boleh diberikan vaksin asalkan tidak demam. Namun, anak yang sedang mengalami mual muntah, sebaiknya ditunda pemberian vaksin dalam bentuk tetes (polio).

    Vaksin sebaiknya tidak diberikan kepada anak dengan penurunan sistem kekebalan tubuh (leukimia, HIV) atau sedang dalam pengobatan sediaan kortikosteroid atau obat penekan kekebalan tubuh lainnya dan memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap komponen vaksin (misalkan alergi berat terhadap telur untuk penerima vaksin influenza atau riwayat alergi berat pada dosis vaksin sebelumnya).

    Tidak ada persiapan khusus bagi anak yang akan divaksinasi. Anak tidak perlu puasa, tidak perlu melakukan hal khusus sebelumnya. Ibu hanya perlu menyiapkan kondisi anak agar lebih tenang saat divaksinasi. Jangan lupa untuk menceritakan semua riwayat penyakit dan alergi yang pernah diderita oleh anak Anda dan membawa kartu imunisasi sebagai tanda anak Anda telah divaksinasi.

    Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    REFERENSI:

    1. World Health Organization. Information sheet observed rate vaccine reactions: Polio Vaccines.2014. [Internet]. Retrieved from: who.int
    2. Hadinegoro SR, Soedjatmiko. Rekomendasi satgas imunisasi. Sari Pediatri. 2006; 8(1):84-92.
    3. Canadian Pediatric Society. A guide to contraindications to childhood vaccination. Canadian Journal Infectious Disease. 2000;11(1).

     

    Read More
  • Imunisasi adalah upaya perlindungan optimal dari penularan infeksi penyakit.  Pemberian imunisasi bertujuan untuk melindungi anak dari infeksi penyakit tertentu, menurunkan angka kejadian penyakit, dan melindungi anak lain di sekitarnya. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85%-95%, tergantung respons individu. Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19? Di lain pihak, muncul […]

    5 Tips Redakan Bengkak dan Nyeri Setelah Imunisasi Anak

    Imunisasi adalah upaya perlindungan optimal dari penularan infeksi penyakit.  Pemberian imunisasi bertujuan untuk melindungi anak dari infeksi penyakit tertentu, menurunkan angka kejadian penyakit, dan melindungi anak lain di sekitarnya. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85%-95%, tergantung respons individu.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Di lain pihak, muncul kekhawatiran pada orangtua akan efek imunisasi karena seringkali timbul bengkak dan nyeri setelah imunisasi. Padahal akibat dari penyakit yang akan muncul karena tidak diimunisasi jauh lebih membahayakan dibandingkan efek nyeri dan bengkak ringan yang dihasilkan. Selain itu, bengkak dan nyeri yang muncul biasanya hanya sekitar beberapa hari setelah penyuntikan.

    Selang beberapa saat setelah imunisasi akan dijumpai bengkak atau rasa nyeri di lokasi suntikan, amankah hal tersebut? Vaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua vaksin memberikan reaksi yang bersifat ringan dan sementara.  Bengkak dan nyeri pasca imunisasi merupakan hal wajar sebagai bentuk respon alami tubuh yang dialami sebagian besar anak. Umumnya keluhan nyeri dan bengkak tersebut akan hilang dalam beberapa hari.

    Baca Juga: Reaksi KIPI Berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter?

    Lantas, jika muncul rasa nyeri dan bengkak pasca imunisasi anak apa sebaiknya yang harus Anda lakukan?

    Berikut beberapa cara untuk meredakan bengkak dan nyeri pasca imunisasi pada anak:

    1. Sebelum imunisasi buat anak relaks dan santai agar ototnya tidak tegang.
    2. Kompres air dingin untuk meredakan nyeri.
    3. Berikan paracetamol sesuai petunjuk dokter untuk mengurangi rasa nyeri.
    4. Hindari memberikan berbagai “ramuan” yang belum terbukti ilmiah karena dikhawatirkan malah memperparah kondisi bekas suntikan.
    5. Hindari terlalu sering menyentuh daerah bekas suntikan.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Kini, hal yang perlu Anda ketahui adalah vaksinasi bisa dilakukan dengan cara praktis, dan bisa dilakukan di rumah melalui Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Penjelasan Kepada Orangtua Mengenai Imunisasi [Internet]. IDAI. 2013 [cited 7 February 2018]. Available from: idai.or.id
    2. Gunardi H. Persepsi yang Salah Tentang Imunisasi (Bagian 2) [Internet]. IDAI. 2014 [cited 7 February 2018]. Available from: idai.or.id
    Read More
  • Pekerjaan kantor yang padat membuat waktu dengan keluarga menjadi berkurang. Dengan  kesibukan Ayah dan Bunda, hal tersebut bisa mengancam jiwanya loh. Loh kok bisa? Karena kesibukan tersebut bisa saja membuat jadwal imunisasi si kecil jadi terlewat dan pada akhirnya penyakit-penyakit berbahaya dapat mengancamnya. Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Lengkap dan Terbaru 2020 Pada […]

    Orangtua Boleh Sibuk Asal Tepat Waktu

    Pekerjaan kantor yang padat membuat waktu dengan keluarga menjadi berkurang. Dengan  kesibukan Ayah dan Bunda, hal tersebut bisa mengancam jiwanya loh. Loh kok bisa? Karena kesibukan tersebut bisa saja membuat jadwal imunisasi si kecil jadi terlewat dan pada akhirnya penyakit-penyakit berbahaya dapat mengancamnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Lengkap dan Terbaru 2020

    Pada laporan Unicef, di tahun 2012 sebanyak 150.000 anak Indonesia meninggal dunia dan lebih dari 400 anak-anak yang meninggal setiap harinya. Tingginya kematian ini diakibatkan dari penyakit pneumonia dan diare. Pada nyatanya untuk mencegah hal tersebut dapat dihindari dengan imunisasi.

    Imunisasi dapat menurunkan tingkat penyakit yang berat hingga mencegah kematian dan kecacatan yang menjadi beban bagi sebagian orang. Hampir 80-95% anak akan terhindari dari penyakit infeksi yang ganas dan semakin banyak bayi atau anak melakukan imunisasi, maka penyebaran penyakit akan semakin sedikit dan rantai penularan menjadi terputus.

    Hal tersebut dapat mencegah penularan dari anak ke anak lain ataupun ke orang dewasa yang tinggal bersamanya. Karena dengan imunisasi yang Ayah dan Bunda lakukan, maka dapat melindungi si kecil dan orang-orang disekitar agar terhindar dari berbagai penyakit. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan jadwal imunisasi yang dapat Bunda atau Ayah lakukan untuk si kecil. Seperti gambar dibawah ini

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Bila Bunda dan Ayah sudah melihat jadwalnya maka jangan sampai terlambat ya, karena imunisasi yang dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil terhadap suatu penyakit.

    Respons kekebalan tubuh terhadap pada imunisasi sebenarnya sangat lemah jika dibandingkan dengan respons pada infeksi alamiah sehingga diperlukan imunisasi penguat (booster). Ada beberapa imunisasi yang perlu dilakukan secara berulang, karena semakin bertambahnya usia si kecil maka tingkat kekebalannya secara perlahan akan memudar.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Anak ke Rumah

    Terutama pada bayi dan anak kecil yang memerlukan imunisasi, hal ini karena sistem imun mereka belum sepenuhnya matang dan produksi asam lambung mereka masih sedikit. Sehingga bakteri dan virus akan mudah masuk dan berkembang biak sehingga rentan terkena penyakit. Maka dari itu perlu memperhatikan tiga hal berikut ini:

    1. Apakah bayi sudah memiliki kekebalan yang berasal dari Bunda. Berapa lama kekebalan yang di dapat secara pasif menurun sehinggga harus imunisasi untuk perlindungan si kecil.
    2. Pada usia berapa penyakit paling sering menyerang sehingga imunisasi diperlukan sebelum anak mencapai usia rentan.
    3. Kenaikan sisitem kekebalan tubuh sebagai respons pada imunisasi yang berbeda-beda untuk setiap penyakit.

    Dengan mengikuti jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hal tersebut untuk memastikan si kecil mendapatkan perlindungan maksimal yang dapat dicapai. Walaupun jadwal tersebut terlewat akibat lupa, sakit ataupun alasan lainnya segera konsultasikan kepada dokter untuk menanyakan kelanjutan imunisasi yang baik untuk si kecil.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Mungkin dokter akan melakukan kejar imunisasi, memberikan vaksin kombinasi serta pemberian beberapa imunisasi pada waktu yang sama, dilihat dari yang terbaik bagi keadaan dan usia anak saat itu. Sebagai orangtua harus memahami keuntungan serta resiko imunisasi dengan informasi yang jelas.

    Kini layanan imunisasi anak di ProSehat dapat membantu Ayah dan Bunda untuk mengatasi jadwal imunisasi si kecil yang mungkin terlewat. Karena di ProSehat, Ayah dan Bunda dapat menyesuaikan jadwal imunisasi dan tempat yang nyaman untuk si kecil saat imunisasi, serta bisa dilakukan di rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    Widodo, Ariani Dewi.”Mengapa Imunisasi Harus Sesuai Jadwal? ”. https://www.tanyadok.com/anak/mengapa-imunisasi-seharus-sesuai-jadwal . Diakses Pada 25 Januari 2018

    IDAI. “Imunisasi Penting Untuk Mencegah Penyakit Berbahaya”. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya. Diakses pada 7 Februari 2018

    Unicef Indonesia. “Sekitar 35 juta balita masih beresiko jika target angka kematian anak tidak tercapai”. https://www.unicef.org/indonesia/id/media_21393.html. Diakses pada 7 Februari 2018

    Read More
  • Mendapatkan buah hati menjadi kebahagiaan Bunda dan Ayah, apapun akan dilakukan demi masa depan si kecil termasuk kesehatannya. Apakah Bunda sudah membawa si kecil untuk melakukan imunisasi? Pastikan Bunda sudah memenuhi semua imunisasi wajib dan imunisasi tambahannya untuk si kecil. Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Sebelum lebih jauh, yuk kenali lebih dekat […]

    Ayo Imunisasi demi Kesehatan Si Kecil

    Mendapatkan buah hati menjadi kebahagiaan Bunda dan Ayah, apapun akan dilakukan demi masa depan si kecil termasuk kesehatannya. Apakah Bunda sudah membawa si kecil untuk melakukan imunisasi? Pastikan Bunda sudah memenuhi semua imunisasi wajib dan imunisasi tambahannya untuk si kecil.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Sebelum lebih jauh, yuk kenali lebih dekat imunisasi itu apa? Imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kekebalan akan muncul karena vaksin yang dimasukkan akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap vaksin tersebut dan pada saat terpapar kuman yang sama sehingga tubuh telah memiliki senjata untuk menangkalnya.

    Nah, sebelum Bunda melakukan imunisasi untuk si kecil, tentu Bunda harus mempersiapkan beberapa hal. Seperti:

    1. Pastikan tubuh si kecil dalam kondisi sehat
    2. Tenangkan sii kecil agar tidak takut saat imunisasi dilakukan
    3. Selalu menginformasikan kepada dokter atau petugas kesehatan bila si kecil memiliki alergi (makanan, obat atau zat tertentu) serta bila memiliki kondisi penyakit kronis atau mengkonsumsi obat-obatan secara rutin diminum.
    4. Jangan lupa membawa buku imunisasi si kecil ya Bunda.

    Apabila si kecil dalam kondisi yang prima, maka imunisasi bisa Bunda lakukan. Nah, Apa saja imunisasi wajib dan imunisasi tambahan untuk si kecil? Cek jadwal imunisasi 2017 rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), berikut ini:

    Untuk imunisasi wajib bagi si kecil yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak. Sedangkan untuk imunisasi tambahan yaitu MMR, HiB, Hepatitis A, Cacar Air dan Influenza. Yuk Bunda lebih mengenal beberapa imunisasi-imunisasi tersebut:

    1.       Imunisasi BCG

    Imunisasi ini untuk melindungi si kecil dari Infeksi primer Tuberkulosis (TBC) atau keparahan penyakit yang ditimbulkan. Imunisasi BCG sangat berguna pada daerah endemik (Kekerapan penyakit untuk muncul tinggi) seperti di Indonesia. Selain itu imunisasi ini dapat merangsang tubuh dan membentuk antibodi terhadap tuberkulosis.

    Imunisasi BCG ini diberikan sebanyak satu kali setelah lahir dengan melakukan tes mantoux pada bayi negatif dan Bunda dalam kondisi tidak sedang menderita TBC. Pemberian imunisasi akan ditunda jika Bunda sedang menderita TBC pada saat hamil, selanjutnya diadakan pemeriksaan lanjutan. Suntikan BCG tidak dapat dilakukan jika pada sisi yang disuntik terdapat sakit pada kulit atau terdapat luka.

    1.       

      Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi satu ini berguna untuk mencegah dari Hepatitis B dan diberikan sebanyak tiga kali pada saat lahir, usia 1 bulan serta usia 6 bulan. Apabila Bunda menderita Hepatitis B saat hamil, maka vaksinasi dapat diulang saat berusia satu tahun.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Untuk pada orang dewasa juga dilakukan sebanyak 3 kali selang 1 bulan setiap kali vaksinasi dengan syarat, kadar HbsAg, anti HBc dan anti HBs dalam darah sesuai dengan indikasi vaksinasi. Tidak ada reaksi yang terjadi setelah vaksinasi dan bila ada biasanya berupa demam ringan atau rasa tidak enak badan yang dapat sembuh secara sendirinya.

    1.       

      Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, tetanus ) dan Polio

    Imunisasi ini berguna untuk mencegah dari penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), tetanus dan polio (lumpuh layu) pada saat bayi. Pemberian imunisasi dilakukan sebanyak 3 kali di usia 3, 4 da 5 bulan. Lalu di ulang kembali pada usia 18 bulan, 6 tahun dan 12 tahun, imunisasi ini akan memberikan si kecil kekebalan seumur hidup.

    1.       Imunisasi Campak

    Imunisasi Campak (morbili) diberikan bersamaan dengan imunisasi Mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman) dan rubella (campak jerman). Imunisasi ini guna mencegah si kecil terkena campak, gondongan dan campak jerman, pemberiannya dilakukan satu kali pada usia 1-2 tahun.

    1.       

      Imunisasi Hepatitis A

    Imunisasi yang berguna mencegah dari penyakit Hepatitis A yang sering mengenai anak-anak dengan tanpa gejala terutama daerah endemik hepatitis A dan penyakit ini dapat sembuh secara sendirinya tanpa komplikasi yang berarti. Namun bila hal ini terjadi pada saat dewasa maka akan menimbulkan gejala yang berat hingga mematikan. Maka imunisasi ini diperlukan pada saat seseorang hendak pergi ke daerah endemik hepatitis A.

    Imunisasi ini diberikan sekali pada usia 12-18 bulan dan saat dewasa suntikan pertama kali dapat memberikan kekebalan selama 4 minggu pertama namun untuk kekebalan jangka panjang harus dilakukan penyuntikan secara berulang.

    1.       Imunisasi Cacar Air (Varicella)

    Untuk mencegah cacar air maka perlu dilakukan imunisasi cacar air atau varicella yang dilakukan sekali saja pada bayi dengan usia 12-18 bulan atau usia lebih dari 12 tahun dan belum terkena cacar air sebelumnya.

    Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Bunda ingin bila si kecil merasa nyaman pada saat imunisasi? Bunda bisa mendapatkan layanan imunisasi di rumah melalui ProSehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    Suci,Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi !!!”. https://www.tanyadok.com/anak/ayo-vaksinasi. Diakses pada 25 Januari 2018

    IDAI. “Imunisasi Penting Untuk Mencegah Penyakit Berbahaya”. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya. Diakses pada 8 Februari 2018

    Read More
  • Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Sobat lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya. […]

    Jadwal Imunisasi atau Vaksinasi Anak dan Bayi Terkini, Jangan Terlewatkan!

    Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Sobat lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Mengapa imunisasi penting? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seorang anak yang mendapat imunisasi, akan terhindar dari penyakit ganas dengan persentase 80 hingga 95%. Dengan banyaknya anak yang dilengkapi dan diberikan imunisasi, penyebaran penyakit pun akan berkurang dan mata rantai penularannya dapat terputus dari anak ke anak lain atau ke orang dewasa yang berada di dalam satu atap. Yup, keuntungan sosial dengan lengkapnya imunisasi anak dapat dirasakan karena 5-20% anak yang bahkan tidak diimunisasi juga akan terlindungi (yang biasa disebut sebagai herd immunity atau kekebalan komunitas). Jadi, bentuk perlindungan sejak si kecil dilahirkan ke dunia selain ASI eksklusif adalah dengan melakukan imunisasi yang akan menurunkan tingkat penyakit berat. Nah, sekarang kita bisa cek jadwal imunisasi anak tahun ini.

    Baca Juga: 6 Fakta dan Mitos Seputar Imunisasi

    Jadwal Imunisasi Anak (Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia)

    Jadwal Vaksin 2016

    Keterangan Tabel:

    1. BCG: Diberikan sejak lahir. Apabila umur > 3 bulan harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu, BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
    2. Hepatitis B: Diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 3 – 6 bulan. Interval dosis minimal 4 minggu.
    3. Polio: Polio-0 diberikan pada saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS OPV diberikan pada saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain).
    4. DTP: Diberikan pada umur >6 minggu, DTwP atau secara kombinasi dengan Hep B atau Hib. Ulangan DTP umur 18 bulan dan 5 tahun. Umur 12 tahun mendapat TT pada program BIAS SD kelas VI.Baca Juga: 8 Penyakit Anak yang Sering Menyerang

       

    5. Campak: Campak-1 umur 9 bulan, campak-2 diberikan pada program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun.
    6. Hib: Diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Diberikan terpisah atau kombinasi.
    7. Pneumokokus (PVC): Pada anak yang belum mendapatkan PCV pada umur ³ 1 tahun PCV diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Pada umur 2 -5 tahun diberikan satu kali.
    8. Influenza: Umur < 8 tahun yang mendapat vaksin influenza trivalen (TIV) pertama kalinya harus mendapat 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    9. Varisela: Vaksin ini dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    10. MMR: Diberikan pada umur 12 bulan, apabila belum mendapatkan vaksin campak umur 9 bulan. Selanjutnya MMR ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun.
    11. Tifoid: Tifoid polisakarida injeksi diberikan pada umur > 2 tahun, diulang setiap 3 tahun.
    12. Hepatitis A: Hepatitis A diberikan pada umur > 2 tahun, dua kali dengan interval 6 – 12 bulan.
    13. HPV: Jadwal vaksin HPV bivalen 0, 1, 6 bulan. Vaksin HPV tetravalem 0, 2, 6 bulan. Dapat diberikan mulai umur 10 tahun.

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Nah, dengan jadwal imunisasi / vaksinasi anak di atas, jangan sampai terlambat memberikan perlindungan demi tabungan kesehatannya di masa depan ya. Tapi ketahui pula bahwa tujuan imunisasi / vaksinasi adalah untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Kekebalan tubuh ternyata paling baik diperoleh dari infeksi alami (sakit), dan imunisasi memungkinkan membentuk kekebalan yang mirip dengan infeksi sesungguhnya tanpa harus melewati penderitaan dan bahaya komplikasi akibat sakit tersebut.

    Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak

    Sepakat ya imunisasi /vaksinasi itu penting, terutama bagi bayi dan anak kecil. Mengapa? Karena sistem imun mereka belum sepenuhnya matang. Akibatnya, bayi dan anak kecil sangat rentan terkena penyakit. Jadi, jangan lupa imunisasi anak Sobat segera. Untuk imunisasi anak Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan imunisasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Jadwal Imunisasi Anak
    • TanyaDok.com: Mengapa Imunisasi Harus Sesuai Jadwal
    • TanyaDok.com: Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi Dokter Anak Indonesia IDAI 
    • IDAI.or.id: Jadwal Imunisasi 2014
    Read More

Showing 11–16 of 16 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com