Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ imun tubuh”

  • Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, […]

    Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19.

    berpuasa bagi penderita Covid-19

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, menjaga asupan nutrisi, hindari merokok serta menjaga kesehatan mental, selama menjalankan puasa. Berpuasa disebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi virus.

    WHO dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa penderita Covid-19 dapat menjalani puasa selama memperhatikan ketentuan agama dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Apabila penderita Covid-19 merasa kesulitan untuk menjalankan puasa akibat penyakit yang sedang diderita maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan namun puasa tetap harus diganti pada hari lain saat tubuh telah kembali pulih.

    Lalu bagaimana caranya supaya penderita Covid-19 bisa tetap menjalankan puasa selama bulan Ramadan? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Hati-Hati Jika Memiliki Riwayat Komorbid

    Diketahui bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit komorbid (riwayat penyakit penyerta sebelumnya) misalnya penyakit diabetes, karena menjadi lebih rentan terinfeksi Covid-19.

    Penderita diabetes tentu tidak boleh sembarangan ketika menjalankan puasa karena tidak makan dalam kurun waktu tertentu dapat menurunkan jumlah kadar gula darah.

    Kadar gula darah yang turun dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penderita diabetes harus memperhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu jika ingin melaksanakan puasa dan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Konsumsi Buah & Sayur

    Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga baik, penderita Covid 19 sebaiknya rajin mengkonsumsi buah dan sayuran serta makanan bernutrisi lainnya. Hindari konsumsi makanan bergas saat sahur dan buka puasa.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Minum Air Putih Saat Buka & Sahur

    Selama berpuasa seseorang dapat kekurangan asupan cairan sehingga tubuh terasa lemas, pusing, dan bibir kering. Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, sebaiknya minum air putih yang cukup saat sahur maupun buka puasa dengan takaran 6-8 gelas per hari.

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Beristirahat yang Cukup

    Kunci penting supaya Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan puasa meski sedang menderita Covid-19, adalah dengan beristirahat yang cukup selama kurang lebih 8 jam sehari agar sistem kekebalan tubuh tetap baik untuk melawan virus Covid 19.

    Berhenti Merokok

    Penderita Covid-19 disarankan untuk berhenti merokok sebab merokok berpotensi menimbulkan rasa sesak, dan kandungan dalam rokok kurang baik bagi kesehatan tubuh.

    Bagaimana Jika Mengalami Demam Saat Berpuasa?

    Salah satu gejala yang dialami saat terinfeksi Covid-19 adalah demam. Apabila Sahabat tiba-tiba mengalami demam saat berpuasa, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan minum air putih yang cukup serta minum obat penurun demam.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menginginkan informasi lebih lanjut mengenai puasa bagi penderita Covid-19, segera konsultasikan dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Wajibkah Pasien Covid-19 Puasa saat Bulan Ramadhan? Ini Kata WHO dan MUI [Internet]. KOMPAS.tv. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/161115/wajibkah-pasien-covid-19-puasa-saat-bulan-ramadhan-ini-kata-who-dan-mui?page=all
    2. K N. 3 Tips Aman Jalani Puasa Jika Alami Gejala Ringan Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4988783/3-tips-aman-jalani-puasa-jika-alami-gejala-ringan-corona
    3. 4 Tips Puasa Ramadan jika Alami Gejala Ringan Virus Corona COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233700/4-tips-puasa-ramadan-jika-alami-gejala-ringan-virus-corona-covid-19
    4. Panduan WHO agar Aman Jalani Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4237033/panduan-who-agar-aman-jalani-puasa-ramadan-di-tengah-pandemi-covid-19
    5. Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya ——— Artikel ini sudah Terbit di AyoJakarta.com, dengan Judul Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya, pada URL https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya [Internet]. Ayo Jakarta. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya
    Read More
  • Dr. Lucky Aninditha – Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang anak maupun dewasa. Namun, anak lebih berisiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak. Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil Menurut laporan […]

    Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Dr. Lucky Aninditha – Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang anak maupun dewasa. Namun, anak lebih berisiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Menurut laporan WHO tahun 2013, Kasus TB anak yang terjadi di diperkirakan 6%, yaitu sebanyak 530.000 pasien TB Anak / Tahun, sedangkan kasus anak TB dengan HIV sebanyak 74.000 kematian anak  / tahun (8% dari seluruh kematian akibat TB).

    Kasus TB pada anak di Indonesia belum ada laporan pastinya namun diperkirakan jumlah kasus TB anak adalah 7,9% – 12% dari total kasus TB di Indonesia.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Kenali dan waspada terhadap bahaya TB Anak

    Adapun gejala dari penyakit tuberkulosis yang diderita oleh anak seiring dengan perkembangan penyakit ini seperti:

    1. Demam
    2. Lemah dan rewel
    3. Batuk yang berkepanjangan
    4. Nafas yang berat dan cepat
    5. Berkeringat malam, pembesaran kelenjar
    6. Berat badan yang berkurang dan pertumbuhan yang terhambat

    Pada anak yang menderita TB, penyebaran infeksi melewati pembuluh darah bisa berefek pada semua organ di tubuh. Komplikasi parah yang dapat disebabkan oleh penyakit ini adalah meningitis tuberculosis, yang bisa mengganggu otak dan sistem saraf.

    Baca Juga: Pijat Payudara Pada Ibu Menyusui, Apakah Efektif?

    Bagaimanakah cara mencegah anak tertular penyakit TB?

    Pencegahan pada anak agar tidak tertular penyakit TB adalah:

    1. Anak rentan tertular TB bila terdapat kontak terhadap pasien TB aktif baik anak maupun dewasa, jadi sebaiknya hindari anak mendapatkan kontak dengan anggota keluarga atau orang yang positif pengidap penyakit TB ini.
    2. Obati anggota keluarga yang positif TB (ditemukan kuman TB aktif) agar menurunkan risiko anak tertular penyakit TB.
    3. Sistem imunitas anak berperan dalam terjadinya infeksi atau sakit TB pada anak. Tingkatkan sistem imunitas anak dengan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):
      1. Makan makanan yang bergizi, variasikan makanan anak supaya gizi anak optimal,
      2. Perhatikan ventilasi ruangan tempat anak berada. Untuk ventilasi di rumah, bisa dengan cara membuka jendela rumah agar ruangan rumah cukup udara dan sinar matahari,
      3. Rutin menjemur alas tidur anak supaya tidak lembab,
      4. Ajak anak untuk aktif berolahraga,
      5. Jauhi anak dari paparan asap rokok atau larang anak untuk merokok,
      6. Pastikan anak sudah diimunisasi BCG. Imunisasi BCG, sekalipun tidak mencegah infeksi TB tapi dapat menghindari anak dari penyakit TB berat.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Bagaimana manfaat daya tahan tubuh anak terhadap penyakit TB Paru?

    Mekanisme pertahanan daya tahan tubuh terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis bergantung pada interaksi dan kerjasama antara sel monosit-makrofag dan limfosit T serta sitokin. Oleh karena itu sangat penting menjaga nutrisi pada anak, agar pertahanan tubuh terhadap penyakit tuberculosis ini semakin baik.

    Malnutrisi menurut penelitian dapat menyebabkan pertahanan tubuh yang rendah atau disebut juga dengan immunodefisiensi, karena fungsi dari sel makrofag, limfosit T serta sitokin yang tidak berjalan.

    Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk tetap menjaga daya tahan tubuh anak agar tetap kuat. Adapun langkah-langkah kita sebagai orang tua, bagaimana menjaga anak untuk mempunyai daya tahan yang kuat terhadap serangan bakteri khususnya mycobacterium tuberculosis adalah:

    1. Menjaga asupan gizi anak, perbanyak makanan yang sehat mengandung Omega 3, seperti yang terdapat di minyak salmon, mackerel, herring dan ikan tuna dan sayuran. Cobalah untuk selalu memasukkan ikan pada menu anak anda dua kali seminggu.
    2. Makanan yang kaya akan Vitamin C dan karotenoid juga dapat meningkatkan sel darah putih yang dapat melawan infeksi terhadap serangan penyakit.
    3. Jaga waktu tidur sang Anak. Telah diketahui bahwa tidur yang kurang bisa membuat anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dengan turunnya sel natural killer yang menolong sistem daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Jumlah tidur anak yang cukup untuk balita lebih dari 13 jam dan untuk umur 3-12 tahun hingga 12 jam perhari.
    4. Tetaplah memberikan ASI, karena dalam air susu ibu mengandung komponen yang mampu meningkatkan antibodi dan sel darah putih. Kolostrum, cairan encer berwarna kekuningan yang keluar ketika menyusui beberapa hari pertama setelah persalinan, mengandung zat pelawan penyakit yang sangat kuat.

    Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi :

    1. Tuberculosis in Children. Healthy Children. November 2016. [cited from November 2016]. Available from: healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Tuberculosis.aspx
    2. Penanggulangan Tuberkulosis Terpadu. Kementrian Kesehatan Indonesia. 2017. Available from: tbindonesia.or.id/tb-anak/
    3. TB in Children – Getting, diagnosing and preventing TB . Global Health Education. 2016. Available from: tbfacts.org/tb-children/
    4. How to boost your child’s immune system. BBC Good Food. 15 Oktober 2016. Available from: bbcgoodfood.com/howto/guide/how-boost-your-childs-immune-system
    5. TB Indonesia – TB anak. 2017. Available from: tbindonesia.or.id/tb-anak/
    Read More
  • Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, […]

    Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, dan treatment) sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

    asupan bernutrisi untuk kekebalan tubuh

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Sahabat Sehat harus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan berolahraga, menghindari stres, dan mengonsumsi asupan nutrisi secara tepat untuk menjaga sistem imun tubuh tetap baik. Dengan demikian, Sahabat akan terhindar dari infeksi virus, baik secara langsung maupun tidak. Berikut ini adalah asupan nutrisi yang dapat membantu sistem imun tubuh untuk melawan penyakit menular dan berpotensi mematikan, termasuk Covid-19. Asupan nutrisi ini akan membantu Sahabat tetap sehat, sembari menunggu vaksin bisa diedarkan ke masyarakat.

    Vitamin C

    Vitamin C ini sering disebut-sebut sebagai vitamin yang mampu membantu membentuk kekebalan tubuh secara alami dengan mendorong produksi antibodi agar tubuh mampu melawan penyakit.2 Vitamin C dikatakan mampu mencegah infeksi dan mempercepat masa penyembuhan infeksi.3 Sebagai antioksidan, vitamin C mampu melindungi sel dari stres oksidatif yang menyebabkan produksi radikal bebas, memicu kerusakan sel, dan memperburuk peradangan. Vitamin C juga membantu membersihkan kekacauan seluler dengan sel-sel respons imun, termasuk neutrofil, limfosit, dan fagosit.4 Untuk mendapatkan vitamin C, Sahabat bisa mengonsumsi sayur dan buah, seperti bayam, kubis, paprika, stroberi, dan pepaya.3

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin D

    Selain vitamin C, vitamin D juga dikatakan bisa membantu menjaga kekebalan tubuh. Cara paling mudah untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan bangun pagi, lalu merasakan hangat sinar matahari selama 30 menit. Secara alami, vitamin ini bisa dipoduksi dari kulit setelah terpapar sinar matahari. Manfaat lain dari sinar matahari adalah mencegah lemah otot, osteoporosis, nyeri tulang dan punggung, serta rambut rontok. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, minyak ikan, ikan sarden, dan tuna.2

    Vitamin E

    Vitamin mempunyai kandungan yang sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Vitamin ini mudah ditemukan di berbagai makanan dan sering ditambahkan ke produk makanan tertentu.2 Vitamin E berperan dalam pelebaran pembuluh darah dan mencegah terbentuknya gumpalan darah. Sel-sel dalam tubuh memerlukan vitamin E untuk berinteraksi satu sama lain dan melakukan berbagai fungsi penting. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan tubuh merasakan berbagai gejala, seperti mudah lelah, refleks yang lambat, banyak bergerak atau sulit mengambil suatu benda, gangguan penglihatan, kesemutan atau mati rasa di bagian tubuh.2 Vitamin E, seperti vitamin C, juga merupakan antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin E berperan dalam hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting untuk kerja sistem kekebalan. Vitamin E bisa didapatkan dari asupan makanan, seperti kacang almond, biji bunga matahari, safflower atau minyak bunga matahari, dan minyak kedelai kacang hazel.3

    Vitamin A

    Vitamin A merupakan garis pertahanan pertama tubuh yang ikut berperan dalam membentuk penghalang yang berfungsi menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Vitamin ini juga dibutuhkan untuk membantu pembuatan antibodi yang dapat menetralkan patogen penyebab infeksi. Vitamin A bisa Sahabat temukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, sayuran yang mengandung beta-karoten dapat dikonversi tubuh menjadi vitamin A, dapat ditemukan pada pada sayuran hijau, sayuran kuning dan jingga, seperti labu dan wortel.4

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

    Vitamin B

    Vitamin B, terutama B6, B9, dan B12, berperan penting pada respons pertama pertahanan tubuh setelah diketahui adanya patogen. Vitamin B memengaruhi produksi dan aktivitas sel “pembunuh” alami yang menyebabkan kematian sel atau apoptosis. Vitamin B bisa didapatkan dari sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, ikan, ayam, dan daging untuk B6. Sedangkan vitamin B9 atau asam folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan bahkan tepung roti. Vitamin B12 terdapat dalam produk-produk hewani, termasuk telur, daging, susu, serta susu kedelai yang telah diperkaya dengan vitamin tersebut.4

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Zat Besi, Seng, dan Selenium

    Selain vitamin, terdapat zat lain berupa mineral yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh. Mineral yang dibutuhkan tubuh di antaranya adalah zat besi, seng, dan selenium. Zat besi sendiri diketahui dapat membantu mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali dan menargetkan patogen. Seng membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Seng dan selenium bertindak sebagai antioksidan. Keduanya membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Zat besi terkandung dalam daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, serealia utuh, dan sereal. Seng dapat ditemukan dalam tiram dan makanan laut, daging ayam, kacang kering, dan kacang-kacangan. Sementara selenium dapat ditemukan pada kacang Brasil, daging, sereal, dan jamur.4

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Itulah beberapa asupan bernutrisi yang mampu membantu Sahabat untuk menjaga kekebalan tubuh selama pandemi, selagi vaksin Covid-19 belum beredar. Namun, Sahabat jangan sampai terlena walaupun kini sudah ada vaksin di Indonesia. Sebaiknya, Sahabat tidak meninggalkan PHBS dan mengonsumsi nutrisi-nutrisi ini supaya diri Sahabat tetap terjaga dari berbagai serangan penyakit, dan tidak hanya Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut seputar asupan bernutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200312120215-255-482798/vitamin-dan-mineral-untuk-meningkatkan-kekebalan-tubuh
    3. 8 Jenis Vitamin dan Mineral yang Bantu Perkuat Sistem imun [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/12/05/140000568/8-jenis-vitamin-dan-mineral-yang-bantu-perkuat-sistem-imun
    4. Ini nutrisi yang bisa meningkatkan imun tubuh [Internet]. kesehatan.contan.co.id. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-nutrisi-yang-bisa-meningkatkan-imun-tubuh
    Read More
  • Ketika COVID-19 melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020, selain menerapkan 3M dan perilaku bersih hidup sehat, imun tubuh yang kuat juga diperlukan untuk dapat mencegah dan menangkal virus asal Wuhan tersebut. Mendapatkan imun tubuh yang kuat dan alami bisa melalui berbagai macam cara, seperti olahraga atau melakukan aktivitas yang menyenangkan sehingga menimbulkan rasa bahagia. Rasa […]

    Masturbasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi COVID-19?

    Ketika COVID-19 melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020, selain menerapkan 3M dan perilaku bersih hidup sehat, imun tubuh yang kuat juga diperlukan untuk dapat mencegah dan menangkal virus asal Wuhan tersebut. Mendapatkan imun tubuh yang kuat dan alami bisa melalui berbagai macam cara, seperti olahraga atau melakukan aktivitas yang menyenangkan sehingga menimbulkan rasa bahagia. Rasa bahagia akibat hormon endorfin ini menghindarkan diri dari stres yang bisa berlebihan karena pandemi dan malah menurunkan daya imun tubuh sehingga mudah terserang. Mengonsumsi vitamin C juga disebut dapat menciptakan dan membantu imun tubuh yang kuat.

    imun tubuh hadapi covid-19

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Alami Tanpa ke Bioskop

    Berbicara mengenai imun tubuh ini ternyata ada satu cara yang cukup kontroversial untuk dilakukan, yaitu masturbasi. Kegiatan yang satu ini memang cukup tabu untuk dibicarakan di Indonesia yang masih kental budaya dan agamanya, namun ternyata berdasarkan sebuah penelitian kegiatan memuaskan diri sendiri ini mempunyai peran yang cukup untuk menguatkan imun tubuh. Hal ini terlihat pada penelitian di tahun 2004 yang melibatkan 11 pria sebagai partisipan dan sudah dimuat dalam jurnal Neuroimmunodulation.1 Hasilnya menunjukkan bahwa orgasme yang didapat saat masturbasi berhubungan dengan peningkatan sel darah putih. Jumlah sel darah putih setiap peserta itu dicatat 5 menit sebelum dan 45 menit setelah mencapai orgasme. Dalam sistem imun disebutkan bahwa sel darah putih merupakan komponen yang menangkal dan memerangi infeksi.2

    Selain Neuroimmunodulation, jurnal lain bernama The Journal of Sexual Medicine menegaskan hal yang sama. Masturbasi disebut dapat merangsang produksi endoccanabinoid. Ini adalah molekul yang mengikat reseptor cannabinoid yang ditemukan di seluruh sistem saraf jaringan kekebalan tubuh dan endokrin. Para ahli pun memercayai bahwa merangsang sistem endocannabinoid, seperti melalui orgasme, bisa memberikan efek positif pada sistem kekebalan tubuh, mengatasi peradangan, dan mengurangi stres.3

    Namun, Apakah Memang Benar Demikian?

    Ternyata, masturbasi yang digadang dapat membantu mencegah dan melawan infeksi tidak mempunyai penelitian khusus sama sekali seperti yang diungkap Gail Saltz, profesor di New York Prebysterian Hospital Weill-Cornell School of Medicine seperti dilansir dari Grid.id yang dikutip dari Health.1 Bahkan seksolog terkenal, Boyke Nugraha, seperti dilansir dari CNN Indonesia menyatakan bahwa masturbasi hanya memberikan relaksasi dan tidak meningkatkan daya tahan tubuh sama sekali. Masturbasi disebutnya membutuhkan banyak energi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan memuaskan diri sendiri hanya mempunyai manfaat yang sedikit buat kesehatan, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh.3

    Produk Terkait: Vitamin C

    Masturbasi sendiri disebut malah akan menurunkan kualitas sperma jika dilakukan berkali-kali dan setiap hari, serta dapat menurunkan daya rangsangan seksual sehingga tidak ada keinginan untuk berhubungan seksual. Hal ini tentu saja dapat berpengaruh pada yang sudah berpasangan atau berumah tangga. Karena itu, masturbasi dibatasi hanya boleh dilakukan tiga kali seminggu.3

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun Tubuh untuk Lawan Corona

    Dampak buruk lainnya jika sering bermasturbasi adalah:4

    Pria4 Wanita
    Impotensi Cedera ringan pada kemaluan
    Kebocoran katup air mani Menyebabkan keputihan jika tidak bersih5
    Mengalami kebotakan Menyebabkan terkena virus HPV yang berpotensi menjadi kanker serviks6
    Nyeri punggung dan selangkangan  
    Rasa letih sepanjang hari  
    Ejakulasi dini  
    Diliputi rasa bersalah  
    Terkena masturbasi kompulsif  
    Mengalami gangguan varikokel  

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Lalu Apakah Bisa Mendapatkan Imun Tubuh yang Kuat Selain dengan Masturbasi?

    Tentu saja bisa. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekebalan tubuh tanpa harus bermasturbasi, yaitu sebagai berikut:7

    • Tidur yang cukup
    • Konsumsi lebih banyak makanan nabati
    • Konsumsi lebih banyak makanan berfermentasi atau konsumsi suplemen probiotik
    • Olahraga ringan minimal 30 menit per hari atau 150 menit per pekan sesuai anjuran WHO
    • Mengelola stres

    Baca Juga: Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona Seperti Apa?

    Itulah mengenai masturbasi yang berhubungan dengan imun tubuh yang kuat. Masturbasi boleh saja dilakukan asal dalam kewajaran dan tidak berlebihan. Namun, ada baiknya Sobat melakukan hal-hal lain yang lebih positif daripada harus bermasturbasi. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai imunitas tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pramudiarja A. Kalau Masturbasi Bagus untuk Imun Tubuh, Perlukah Weekend Ini Berolahraga? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/sexual-health/d-5236608/kalau-masturbasi-bagus-untuk-imun-tubuh-perlukah-weekend-ini-berolahraga
    2. Masturbasi Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh B. Masturbasi Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Benarkah Pilihan Terbaik Saat Pandemi? – Semua Halaman – Grid Health [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352185955/masturbasi-bisa-tingkatkan-sistem-kekebalan-tubuh-benarkah-pilihan-terbaik-saat-pandemi?page=all
    3. Mengulik Kabar soal Masturbasi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200611134624-255-512214/mengulik-kabar-soal-masturbasi-tingkatkan-daya-tahan-tubuh
    4. Ada 10 Dampak Buruk Buat Pria yang Sering Keluarkan Air Mani, Cowok Wajib Baca! – Tribun Jambi [Internet]. Tribun Jambi. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://jambi.tribunnews.com/2018/04/21/ada-10-dampak-buruk-buat-pria-yang-sering-keluarkan-air-mani-cowok-wajib-baca
    5. Hati-hati, Ini Efek Masturbasi bagi Wanita, Bisa Sebabkan Keputihan? – Sonora.id [Internet]. Sonora.id. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.sonora.id/read/421963191/hati-hati-ini-efek-masturbasi-bagi-wanita-bisa-sebabkan-keputihan
    6. Desideria B. Bahaya Mengintai Perempuan yang Gemar Masturbasi [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/2119394/bahaya-mengintai-perempuan-yang-gemar-masturbasi
    7. Elmira P. 9 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4221534/9-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-secara-alami
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja