Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ ibu melahirkan”

  • Sebelum membahas jauh mengenai anestesi pada lahiran normal, kita harus ingat bahwa mengandung dan memiliki anak merupakan impian hampir seluruh wanita di dunia ini. Namun, tak sedikit pula yang memiliki ketakutan jika hamil, yaitu ketakutan saat melahirkan nanti, sebagian takut merasa nyeri yang hebat saat melahirkan apalagi dengan apa yang beredar di masyarakat bahwa nyeri […]

    Anestesi pada Lahiran Normal, Mungkinkah?

    Sebelum membahas jauh mengenai anestesi pada lahiran normal, kita harus ingat bahwa mengandung dan memiliki anak merupakan impian hampir seluruh wanita di dunia ini. Namun, tak sedikit pula yang memiliki ketakutan jika hamil, yaitu ketakutan saat melahirkan nanti, sebagian takut merasa nyeri yang hebat saat melahirkan apalagi dengan apa yang beredar di masyarakat bahwa nyeri melahirkan adalah nyeri yang paling hebat atau melahirkan adalah proses mempertaruhkan nyawa, yang sebenarnya ada benarnya. Terobosan dunia kedokteran mengenai sectio caesarea yang aman telah berkembang sejak awal abad ke-19 dan membawa angin segar bagi masalah persalinan. Namun, masalah baru muncul dimana banyak keyakinan di masyarakat bahwa persalinan normallah yang menjadikan seseorang wanita yang sesungguhnya ditambah beredarnya isu-isu bahwa adanya komplikasi perkembangan atau pertumbuhan pada anak yang dilahirkan secara sectio caesarea, sehingga menyebabkan banyak wanita masih mendambakan persalinan normal, sangat ingin melahirkan normal tapi takut terhadap rasa nyerinya demikian  permasalahan yang menuntun pada pertanyaan, apakah ada cara mengurangi rasa sakit yang timbul? Apakah anestesi dapat dilakukan pada lahiran normal? Setiap wanita merasakan nyeri saat melahirkan dengan tingkat yang berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi rasa nyeri tersebut, termasuk ukuran dan posisi janin, kekuatan kontraksi dan ambang atau batasan nyeri yang mampu ditoleransi masing-masing orang. Namun, ada pula yang tidak memerlukan pereda nyeri atau anestesi saat melahirkan, beberapa hanya dengan relaksasi dan latihan pernafasan, hipnotis dan masase atau pemijatan.

    Anestesi berasal dari istilah anaesthesia atau loss of sensation yang berarti hilang rasa atau sensasi. Rasa atau sensasi yang dimaksud adalah semua sensasi yang mungkin dirasakan namun yang paling utama adalah sensasi nyeri. Anestesi secara cakupannya dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu anestesi lokal, anestesi regional, anestesi umum, sedasi dan kombinasi. Dari semua jenis anestesi tersebut yang sering digunakan dan dianggap aman ialah anestesi regional dengan epidural, blok spinal atau kombinasi keduanya, sedangkan dengan sedasi, efek yang dirasakan sangatlah sedikit bahkan tidak mampu membendung nyeri saat lahiran normal. Anestesi epidural telah ramai dipergunakan, di Britania misalnya diperkirakan setidaknya ada 100.000 kelahiran normal yang menggunakan anestesi epidural setiap tahunnya. Diperkirakan pula sekitar 60% atau 2,4 juta lahiran normal di seluruh dunia menggunakan anestesi ini atau kombinasi dengan blok spinal.

    Anestesi epidural dilakukan dengan cara memasang kateter (selang halus) melalui pembedahan kecil dengan bantuan anestesi lokal terlebih dahulu ke dalam rongga lumbar epidural (rongga tulang belakang di pinggang bagian bawah) kemudian obat-obatan anestesi lokal  atau opioid dimasukkan ke dalam. Sedangkan blok spinal dilakukan dengan cara penyuntikan obat-obatan tersebut pada lokasi yang sama. Pada anestesi epidural, hal ini akan menghilangkan rasa nyeri dari pinggang ke bawah tanpa memengaruhi fungsi motorik (gerak) sedangkan efeknya baru mulai dirasakan pada 10 hingga 20 menit kemudian. Pada anestesi blok spinal, rasa nyeri yang hilang mulai dari dada ke bawah dan efeknya lebih cepat (langsung). Namun, pada praktiknya anestesi epidural lebih sering digunakan, hal ini disebabkan anestesi epidural dapat digunakan selama apapun karena dosis obat dapat ditambah atau dikurangi secara leluasa sedangkan anestesi dengan blok spinal hanya dapat digunakan dengan durasi 1 hingga 2 jam. Sebagai sesama anestesi regional, umumnya kedua jenis anestesi ini memiliki komplikasi atau risiko yang sama pula, pada ibu misalnya, komplikasinya adalah sebagai berikut:

    • Efeknya dapat menyebabkan gangguan saat mengejan maupun kencing,
    • Jika efeknya dirasa hingga ke dada, hal ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan,
    • Jika jarum yang digunakan mencederai selaput pembungkus saraf tulang belakang, hal ini akan menyebabkan nyeri kepala hingga beberapa hari, namun dapat ditangani dengan obat-obatan.
    • Tekanan darah dapat turun mendadak, jika ini terjadi maka akan diberikan tambahan cairan dan obat-obatan yang dapat menaikkannya.
    • Anda juga dapat merasa pusing serta rasa mual saat atau setelah tindakan anestesi,
    • Jika jarum epidural menyentuh saraf tulang belakang, dapat menyebabkan sensasi tersengat listrik pada salah satu sisi kaki bahkan dapat menyebabkan cedera saraf,
    • Walaupun jarang, kemungkinan infeksi, bekuan darah atau abses epidural sangat mungkin terjadi
    • Pada blok spinal, efek dapat tiba-tiba berkurang, berbeda pada epidural yang dosisnya dapat ditambah untuk mengantisipasi kemungkinan itu terjadi.

    Sedangkan pada janin, komplikasinya adalah sebagai berikut:

    • Bayi Anda mungkin akan tertidur dan akan sangat menyulitkan pada inisiasi menyusui dini.
    • Penurunan mendadak dari tekanan darah ibu dapat mengakibatkan denyut jantung bayi dan laju pernafasannya melambat.

    Komplikasi-komplikasi atau risiko di atas dapat diperkecil dengan penilaian awal dari dokter untuk mengantisipasi hingga memberikan tatalaksana pencegahan sebelum proses lahiran normal. Penggunaan anestesi saat proses lahiran  normal bukanlah suatu kesalahan, justru Anda harus menyadari batas-batasan yang Anda punya, oleh  sebab itu, ketika Anda merasa tidak kuat jangan segan-segan mengemukakannya pada dokter untuk kemudian mendiskusikan alternatif-alternatif yang ada. Betapapun majunya atau menguntungkannya suatu tindakan kedokteran, tetap tidak terlepas dari kemungkinan adanya komplikasi atau efek samping yang mungkin terjadi, terutama jika prosedur yang seharusnya dilakukan ternyata tanpa sengaja dilakukan secara keliru. Oleh sebab itu, penting untuk Anda berkonsultasi atau ditangani oleh orang yang tepat. Jadi, selamat mencoba dan mempertimbangkan apakah dalam proses lahiran normal,  Anda ingin menggunakan anestesi atau tidak, sebaiknya keputusan diambil bersama pasangan karena dukungan dari pasangan sangat membantu, terutama setelah berkonsultasi dengan dokter.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Anaesthesia Explained [Internet]. Oxford: Oxford University Hospital; 2016 [cited 9 December 2018]. Available from: ouh.nhs.uk
    2. Fyneface-Ogan S, Mato C, Anya S. Epidural anesthesia: Views and outcomes of women in labor in a Nigerian hospital. Annals of African Medicine. 2009;8(4):250.
    3. Anaesthesia for Labor and Delivery [Internet]. Intermountain Healthcarel [cited 9 December 2018]. Available from: intermountainhealthcare.org
    4. Moore M. Regional Anesthesia and Analgesia for Labor and Delivery. Survey of Anesthesiology. 2003;47(5):273.
    5. Using Epidural Anesthesia During Labor: Benefits and Risks [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 9 December 2018]. Available from: americanpregnancy.org/labor-and-birth/epidural/
    Read More
  • Back to nature merupakan konsep dari gentle birth. Hal ini terinspirasi dari proses persalinan yang dilakukan oleh para wanita dari suku pedalaman di Indonesia. Mereka sudah dan masih melakukan gentle birth ini, di pinggir sungai dan hanya ditemani oleh suami. (sumber: National Geographic) Apa Itu Gentle Birth? Gentle birth adalah metode melahirkan yang tenang dan […]

    Serba Serbi Gentle Birth

    Back to nature merupakan konsep dari gentle birth. Hal ini terinspirasi dari proses persalinan yang dilakukan oleh para wanita dari suku pedalaman di Indonesia. Mereka sudah dan masih melakukan gentle birth ini, di pinggir sungai dan hanya ditemani oleh suami. (sumber: National Geographic)

    Apa Itu Gentle Birth?

    Gentle birth adalah metode melahirkan yang tenang dan nyaman di mana sang ibu dapat melahirkan di mana saja, tidak harus di rumah sakit. Konsep gentle birth ini diawali dengan melakukan senam hamil yang tepat, yoga dan teknik self-hypnosis atau hipnotis diri jauh sebelum waktu kelahiran agar sang ibu siap secara mental dan fisik dalam melahirkan. Pendampingan tenaga medis seperti dokter kandungan atau bidan sebaiknya tetap dilakukan terutama bagi ibu yang baru pertama kali melakukan persalinan.

    gentle birth

    Proses persalinan dengan metode gentle birth tidak akan diramaikan oleh suara teriakan sang ibu yang kesakitan, namun hanya suara erangan 1 atau 2 kali, terciptalah proses kelahiran yang sakral dan suci, di mana sang ibu menyaksikan dan melakukan sendiri proses kelahiran buah hatinya. How magical is that!

    Siapa Saja yang Boleh Melakukan Gentle Birth?

    Para wanita yang sudah mempersiapkan rohani dan jasmani dari sebelum hamil, saat masa kehamilan dan beberapa saat menjelang kelahiran. Apa saja yang harus dipersiapkan dari segi rohani dan jasmani? Percaya bahwa kearifan alam adalah yang terbaik. Percaya dengan alam dan kekuatan yang akan menemani proses persalinan Anda. Self-hypnosis juga dapat membentuk kepercayaan bahwa melahirkan itu sebuah hal yang indah dan magis sehingga sang ibu tidak akan mengalami rasa nyeri atau sakit dalam prosesnya. Sementara untuk persiapan jasmani, dari awal masa kehamilan sang ibu sudah rajin berolahraga yang nantinya dapat membuat tubuhnya bugar saat akan menjalani persalinan dan sebaiknya dimulai dari trimester pertama dengan rajin olahraga low-impact seperti yoga dan berjalan kaki.

    Sedangkan untuk hal-hal terkait medis yang perlu diperhatikan oleh ibu dan keluarga adalah:

    • Kehamilan tidak berada pada rentang usia hamil berisiko tinggi (umur ibu <19 tahun atau di atas 35 tahun)
    • Bukan kehamilan kembar
    • Tidak ditemukannya masalah kesehatan ibu selama 30 minggu kehamilan
    • Posisi janin, plasenta, dan tali pusat normal ketika cek USG terakhir (misalnya di minggu ke-30)
    • Janin sehat, tunggal, cukup bulan, dan tidak memiliki kelainan
    • Tidak adanya gejala ketuban pecah dini
    • Tidak adanya riwayat komplikasi pada persalinan sebelumnya

    2 Jenis Metode Gentle Birth yang Umum di Indonesia

    1. Water Birth

    Water birth atau teknik melahirkan di dalam air adalah teknik melahirkan di mana sang ibu menjalani proses kelahiran di dalam bak atau bathtub mandi berisi air hangat. Teori di balik melahirkan di dalam air adalah bahwa bayi telah berada di dalam kantung ketuban selama 9 bulan. Melahirkan di lingkungan yang sama atau serupa dapat mempernyaman bayi dan mengurangi stres bagi ibu. Walaupun teknik ini dapat mengurangi stres saat kelahiran dan dipercaya juga dapat mengurangi komplikasi.

    Beberapa keuntungan bagi ibu jika melahirkan di dalam air adalah sebagai berikut:

    • Lingkungan air dapat membuat nyaman,  menenangkan, dan santai. Nampaknya air dapat meningkatkan energi sang ibu pada saat stadium akhir persalinan.
    • Air dapat mengurangi atau memperingan tekanan pada area perut. Daya apung dapat mengurangi berat tubuh sang ibu, sehingga memungkinkan pergerakan dan pengaturan posisi yang lebih bebas dan leluasa. Daya apung menghemat tenaga ibu karena tidak terbeban oleh gravitasi. Daya apung itu sendiri juga dapat membuat kontraksi rahim lebih efisien dan sirkulasi darah yang lebih baik, sehingga oksigenasi otot rahim menjadi lebih baik, mengurangi nyeri untuk ibu, dan memberi lebih banyak oksigen untuk bayi.
    • Berendam di dalam air seringkali dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh rasa cemas.
    • Berendam di dalam air dapat menstimulasi sensor saraf sentuh dan temperatur, serta meningkatkan ambang batas nyeri (yang disebut juga Gate Theory of Pain), sehingga mengurangi keperluan pembiusan.
    • Air tampaknya dapat menurunkan produksi hormon stres, sehingga tubuh ibu dapat lebih memproduksi endorfin, yang bersifat anti nyeri. Air dapat menyebabkan miss V menjadi lebih elastis dan rileks, sehingga mengurangi angka kejadian dan keparahan robekan, demikian pula untuk kebutuhan episiotomy (pengguntingan untuk pelebaran jalan lahir) dan jahitan.

    Setelah sang ibu dapat rileks secara mental, maka ia dapat mengkonsentrasikan usahanya ke dalam proses persalinan. Air memberikan rasa privasi, yang mengurangi rasa malu, kecemasan, dan ketakutan. Di sisi lain, keuntungan bagi bayi adalah lingkungan yang serupa dengan kantung ketuban, dan mengurangi stres bayi dengan memberikan rasa aman.

    2. Hypnobirthing

    Hypnobirthing adalah suatu bentuk terapi alternatif holistik yang membantu sang ibu untuk rileks, tenang, dan tetap dalam keadaan sadar sepenuhnya. Hypnobirthing adalah salah satu cabang dari Hypnosis. Hypnosis telah diakui oleh WHO sebagai terapi alternatif di luar Ilmu Kedokteran Barat yang sah. Hypnobirthing dilakukan oleh ibu dan pasangannya dalam keadaan relaksasi mendalam. Setelah masuk dalam keadaan relaksasi mendalam, dilakukanlah suatu penanaman sugesti ke otak mengenai hal-hal positif saat proses persalinan, misalnya bahwa proses persalinan itu tidak menyakitkan.

    Pada praktiknya, sang ibu diajarkan untuk memasukkan kata-kata positif ke dalam dirinya. Sang suami juga diharapkan ikut menanamkan kata-kata positif kepada istrinya. Pada awalnya ibu akan dibantu oleh terapis dalam prosesnya, selanjutnya ibu tersebut bisa melakukannya sendiri atau dengan bersama suami di rumah. Hypnobirthing dapat juga dilakukan dengan alat bantu CD (Compact Disc) rekaman suara sugesti. Kelas hypnobirthing biasanya dilakukan dalam tiga kali pertemuan, sekali seminggu dalam waktu satu setengah jam. Seorang ibu dapat mulai mengikuti kelas ini pada usia kehamilan sedini mungkin, tetapi tidak menutup kemungkinan kelas ini diikuti oleh ibu yang usia kehamilannya telah diatas enam bulan.

    Keuntungan hypnobirthing:

    • Kondisi tenang selama kehamilan akan direkam oleh janin dan membentuk kepribadian serta kecerdasan sejak di dalam rahim
    • Mengurangi rasa mual, muntah, dan pusing
    • Menciptakan keadaan yang seimbang sehingga pertumbuhan fisik dan psikis bayi lebih sehat
    • Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit
    • Meningkatkan produksi ASI
    • Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan
    • Mencegah kelelahan yang berlebih saat proses persalinan

    Dengan melihat penjelasan diatas dapat dinilai bahwa gentle birth atau teknik melahirkan yang dapat menjadi alternatif selain melahirkan di rumah sakit ataupun teknik caesar. Manakah yang menjadi pilihan Anda?

    Referensi:

    • TanyaDok: Nyamannya Melahirkan dalam Air
    • TanyaDok: Melahirkan Kini Tak Sakit Lagi dengan Hypnobirthing
    • TanyaDok: Terapi Musik untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Persalinan
    • AyahBunda: Metode Persalinan Gentle Birth
    • BellyBelly: Water Birth; Everything You Need to Know
    • NationalGeographic: Metode Gentle Birth untuk Proses Kelahiran yang Suci dan Damai
    • TanyaDok: Teknik Melahirkan di Dalam Air Amankah?
    • TanyaDok: Melahirkan Kini Tak Sakit Lagi dengan Hypnobirthing
    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja