Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ hipotiroid”

  • Penyakit graves merupakan salah satu jenis penyakit autoimun (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel sehat dan melawan sel tubuh sendiri). Baca Juga: 9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi pada Tubuh Penyakit graves menyerang kelenjar tiroid sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Hal ini menyebabkan kadar hormon tiroid di dalam tubuh meningkat, dan […]

    Semua yang Ingin Kamu Ketahui Tentang Penyakit Graves

    Penyakit graves merupakan salah satu jenis penyakit autoimun (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel sehat dan melawan sel tubuh sendiri).

    penyakit graves

    Baca Juga: 9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi pada Tubuh

    Penyakit graves menyerang kelenjar tiroid sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Hal ini menyebabkan kadar hormon tiroid di dalam tubuh meningkat, dan kondisi ini disebut hipertiroid. Ada berbagai macam penyebab hipertiroid, namun penyakit graves merupakan penyebab tersering hipertiroid.¹

    Penyakit graves dapat dialami 1 dari 200 orang dan sering kali dialami wanita berusia dibawah 40 tahun, meski dapat pula dialami oleh kaum pria.¹Penyakit graves dapat diatasi dengan penangan yang tepat, namun apabila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang serius.¹

    Gejala Penyakit Graves

    Produksi hormon tiroid yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai gejala, meliputi:

    • Pembesaran kelenjar tiroid.²
    • Tidak tahan panas dan mudah berkeringat.¹
    • Berat badan menurun secara drastis (tanpa melakukan diet atau mengurangi jumlah asupan makanan).1,3
    • Gemetaran.¹
    • Perubahan siklus menstruasi.¹
    • Mudah cemas dan gelisah.¹
    • Perubahan mood.³
    • Menurunnya gairah seksual. ¹
    • Gangguan ereksi.¹
    • Berdebar.¹
    • Kulit kemerahan (jarang).¹
    • Mudah lelah.²
    • Sulit tidur (insomnia). ²,³
    • Kekurangan vitamin B12.³

    Selain gejala di atas, beberapa penderita penyakit graves dapat mengalami gejala lainnya yang khas yaitu gangguan pada mata (oftalmopati graves) dan gangguan pada kulit (dermopati graves). ²

    Gangguan pada mata akibat penyakit graves ditandai dengan ;

    • Mata tampak menonjol dan bengkak. (exophthalmos).4
    • Mata kering dan kemerahan.4
    • Mata terasa tertekan dan nyeri.4
    • Penglihatan kabur dan pandangan ganda.4

    Gangguan kulit pada penyakit graves ditandai dengan kulit menebal dan kemerahan pada area tulang kering kaki (disebut Myxedema) yang dapat disertai rasa nyeri, ataupun tanpa rasa nyeri.

    Seperti gangguan pada mata akibat penyakit graves, gangguan pada kulit juga tidak selalu segera dialami setelah pasien terdiagnosa mengalami Hipertiroid. 4

    Baca Juga: Apa Sih Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Penyebab Penyakit Graves

    Penyakit graves menyerang kelenjar tiroid yang terletak di leher, di bawah jakun. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh.4

    Normalnya hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormon) diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak, yang menstimulasi kelenjar tiroid dan mengatur kadar hormon tiroid.4

    Pada penyakit graves, sistem kekebalan tubuh berikatan pada di permukaan sel tiroid dan menstimulasi sel untuk memproduksi dan mengeluarkan hormon tiroid secara berlebihan yang kita kenal sebagai kondisi Hipertiroid.4

    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit graves ini disebabkan pula karena faktor keturunan maupun faktor lingkungan seperti kebiasaan merokok.1 Kondisi lain yang menyebabkan seseorang berisiko menderita penyakit graves, yaitu:

    • Memiliki riwayat penyakit autoimun sebelumnya, seperti rheumatoid arthritis (radang sendi), diabetes mellitus tipe 1, dan penyakit crohn.¹
    • Wanita hamil atau baru saja melahirkan.¹
    • Kondisi stres fisik maupun stres emosional.¹
    • Usia di bawah 40 tahun.²
    • Perempuan 8 kali lebih beresiko menderita penyakit graves dibandingkan pria.²

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Graves?

    Dokter dapat mendiagnosa berdasarkan keluhan dan pemeriksaan fisik, serta riwayat kesehatan sebelumnya.2 Selain itu, dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosa penyakit graves yaitu:

    1. Pemeriksaan Darah

    Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kadar hormon TSH, dan hormon tiroid yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Penderita penyakit graves memiliki kadar TSH yang lebih rendah dari ambang batas normal, sehingga hormon tiroid di dalam tubuh (hormon T3 dan T4) akan lebih tinggi. Pemeriksaan kadar antibodi TRAb (thyrotropin receptor antibody) juga dapat dilakukan.³

    Produk Terkait: Cek Darah Lengkap

    2. Pemeriksaan USG

    Pemeriksaan USG dilakukan untuk menilai kelenjar tiroid. Pada penyakit graves, ukuran kelenjar tiroid membesar.²

    3. Pemeriksaan Ambilan Yodium Radioaktif

    Tubuh menggunakan iodin untuk menghasilkan hormon tiroid. Untuk melakukan pemeriksaan ini, pasien diminta mengonsumsi sejumlah radioaktif iodin sehingga dapat diukur persentase kelenjar tiroid menyerap iodin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mempermudah dokter mengetahui penyebab tingginya kadar hormon tiroid.³

    Penanganan Penyakit Graves 

    Pengobatan pada penyakit graves bertujuan untuk meredakan gejala serta mengurangi produksi hormon tiroid, yang meliputi :

    1. Obat Antitiroid

    Jenis obat antitiroid yang sering digunakan adalah PTU (propylthiouracil), methimazole dan carbimazole.¹,³,4 Obat-obatan ini bertujuan untuk menghambat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid.

    Gejala akan berkurang kurang lebih dalam 4-6 minggu setelah mulai mengkonsumsi obat ini. Pengobatan mungkin akan tetap dilanjutkan selama 12-18 bulan untuk memastikan tidak muncul lagi penyakit graves.¹

    2. Obat Penghambat Beta 

    Obat golongan penghambat beta tidak mempengaruhi kadar hormon tiroid namun membantu mengurangi gejala seperti berdebar, dan gemetaran.³ Obat golongan penghambat beta bekerja dengan menghambat efek adrenalin, dan sering kali digunakan sebagai terapi tambahan.¹

    3. Operasi

    Operasi atau tiroidektomi dilakukan dengan memotong sebagian atau seluruh kelenjar tiroid, yang disesuaikan dengan tingkat keparahan dari penyakit graves.

    Operasi kelenjar tiroid merupakan cara yang cepat, dan hasilnya permanen sehingga hormon tiroid akan kembali ke kadar normal.¹

    Setelah operasi, pasien mungkin akan mengalami nyeri pada leher dan suara serak yang dapat dialami sementara. Namun, apabila operasi tiroid dilakukan dengan cara mengambil seluruh kelenjar tiroid, maka ada kemungkinan pasien mengalami kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) yang dapat diatasi dengan penggunaan obat pengganti hormon.¹

    Sama seperti operasi lainnya, operasi tiroidektomi juga memiliki resiko yaitu berpotensi mencederai kelenjar paratiroid dan merusak saraf pada pita suara³.

    4. Terapi Radioaktif Iodin

    Terapi radioaktif iodin merupakan penanganan penyakit graves yang sering dilakukan, dengan cara mengkonsumsi radioaktif iodin-131 sehingga dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan terserap ke sel tiroid yang overaktif.²

    Terapi radioaktif iodin dapat membuat ukuran kelenjar tiroid menyusut dan kadar hormon tiroid kembali normal.³ 

    Apa Komplikasi Penyakit Grave?

    Pada kondisi yang ekstrem, penyakit graves dapat menyebabkan badai tiroid (thyroid storm). Meski kondisi tersebut jarang terjadi namun apabila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian.

    Ditandai dengan suhu tubuh, denyut jantung dan tekanan darah meningkat hingga kadar berbahaya akibat kelenjar tiroid yang overaktif dan tidak mendapat penanganan yang baik. Gejala yang dialami seperti:

    • Gelisah 
    • Kebingungan
    • Suhu tubuh meningkat
    • Berdebar
    • Kurang istirahat dan berkeringat

    Apabila mengalami keluhan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke IGD atau dokter terdekat agar mendapat penanganan.³

    Demikian mengenai penyakit graves, yang dapat diatasi dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat sehingga dapat meminimalkan komplikasi dan penderita dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya.

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Sahabat bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai penyakit Grave dengan para dokter di Prosehat secara online. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00023

     

    Daftar Pustaka

    1. Murrell D. Graves’ disease: Symptoms, treatment, and causes [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2019 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/170005#treatment
    2. Wood K. Graves’ Disease [Internet]. Healthline. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/graves-disease
    3. Doheny K, Daniel J. Toft MD P. What Is Graves’ Disease? [Internet]. EndocrineWeb. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.endocrineweb.com/conditions/graves-disease/graves-disease-overview
    4. [Internet]. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.thyroid.org/graves-disease/
    5. Harvard Health Publishing. Graves’ Disease – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2019 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.health.harvard.edu/a_to_z/graves-disease-a-to-z 

     

    Read More
  • Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu: Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi Mengatur kecepatan pencernaan makanan. […]

    Apa sih Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu:

    1. Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi
    2. Mengatur kecepatan pencernaan makanan.
    3. Mengatur suhu tubuh.
    4. Membantu perbaikan sel tubuh.
    5. Mengatur tumbuh kembang anak.
    6. Mengatur pertumbuhan sel otak dan kemampuan berpikir pada anak.¹-5

    perbedaan hipertiroid dan hipotiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab Hingga Pencegahan

    Kelenjar tiroid memproduksi 3 hormon yaitu hormon tiroksin (T4), hormon triiodothyronine (T3) dan kalsitonin. Kadar hormon di dalam tubuh diatur agar tetap seimbang, sebab apabila kadar hormon berlebihan atau kurang tentunya akan berdampak pada tubuh serta menyebabkan gejala klinis. 15

    Gangguan keseimbangan yang terjadi pada kelenjar tiroid dapat dibagi menjadi dua, yaitu hipertiroid dan hipotiroid.

    Hipertiroid

    Hipertiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid di dalam darah meningkat, kondisi ini tentunya mempengaruhi metabolisme tubuh serta menimbulkan gejala klinis seperti:

    • Leher terlihat membesar atau bengkak karena disebabkan pembesaran kelenjar tiroid.
    • Gelisah, cemas dan
    • Perubahan mood yang cepat, mudah marah atau mudah tersinggung.
    • Sulit
    • Merasa mudah lelah walau tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
    • Mudah terasa kegerahan atau terlalu sensitif terhadap suhu ruangan yang panas.
    • Nyeri otot
    • Gangguan pencernaan, seperti diare.
    • Sering buang air kecil dibandingkan biasanya.
    • Mudah merasa haus.
    • Gatal-gatal pada kulit.
    • Penurunan hasrat seksual.
    • Mudah berkeringat, telapak tangan mudah basah.
    • Rambut rontok.
    • Berat badan menurun drastis.
    • Gangguan menstruasi pada wanita.

    Penyebab hipertiroid dapat bervariasi seperti penyakit graves, autoimun, peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis), kanker tiroid, tumor testis atau tumor ovarium, konsumsi obat atau makanan yang mengandung tinggi yodium. 1

    Hipotiroid

    Hipotiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam darah menurun. Kondisi hipotiroid dapat disebabkan oleh kelainan sistem imun (autoimun), efek samping pengobatan sehingga menghambat produksi hormon tiroid (misalnya menjalani pengobatan dengan obat-obatan anti depresi, dan riwayat operasi pada kelenjar tiroid), kurang mengonsumsi makanan beryodium (garam dapur) atau menderita kanker tiroid. 2

    Baca Juga: Infografik Gangguan Tiroid

    Berbeda dengan gejala hipertiroid, gejala hipotiroid bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Gejala-gejala hipotiroid dapat ringan dan berkembang dengan lambat sampai hitungan tahun. Berikut ini gejala hipotiroid yang mungkin dialami:

    • Mudah lelah.
    • Sensitif terhadap dingin atau tidak kuat pada suhu ruangan yang dingin.
    • Berat badan meningkat tanpa sebab yang jelas.
    • Depresi (perubahan mood menjadi mudah sedih)
    • Konstipasi (sulit buang air besar).
    • Nyeri otot dan mudah kram.
    • Kulit terasa kering dan kuku rapuh atau mudah patah
    • Menstruasi tidak lancar atau perdarahan banyak saat menstruasi.
    • Suara serak dan berat.
    • Mudah lupa.
    • Rambut rontok. 2

    Bagaimana Mendiagnosis Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Untuk mendiagnosis hipertiroid dan hipotiroid, dapat dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter, serta menjalani pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah untuk memeriksa kadar T3, T4 dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

    Rendahnya kadar hormon Tiroid (T3 dan T4) dalam darah dan tingginya hormon TSH dapat menunjukkan bahwa seseorang menderita hipotiroid. Sebaliknya, apabila hormon Tiroid (T3 dan T4) meningkat sedangkan hormon TSH menurun maka dapat disimpulkan bahwa seseorang mengalami hipertiroid. 35

    Penanganan

     Penanganan pada kondisi Hipertiroid dan Hipotiroid bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan kadar hormon didalam darah dan juga mengobati penyebab utamanya. Pada kondisi hipertiroid, terapi dilakukan mulai dari penggunaan obat-obatan, terapi iodium aktif yang berfungsi untuk menyusutkan kelenjar tiroid, dan dapat dilakukan juga prosedur operasi. 35

    Produk Terkait: Cek Lab Kimia Farma

    Sedangkan penanganan pada kondisi hipotiroid, bertujuan untuk mengembalikan kadar hormon serta meringankan gejala. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian hormon tiroid sintetis (Levothyroxine).35

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai dan tiroid dan penananganannya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00020

    Daftar Pustaka

    1. 2019. Hyperthyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. 2019. Hypothyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. Jason Baker., 2020. Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, what’s the difference.Healthline, [online] Available at:<https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism> [Accessed 25 February 2021].
    1. Cleveland Clinic. 2020. Thyroid Disease. [online] Available at: <https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease> [Accessed 25 February 2021].
    1. MandyArmitage, MD.  Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, how do they differ. [online]. Available at:<https://www.goodrx.com/blog/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism-whats-the-difference/> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja