Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ hipertensi”

  • Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis. Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan […]

    Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi Seperti Apa?

    Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis.

    trik berpuasa bagi penderita hipertensi

    Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis

    Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan lancar.

    Kontrol Tekanan Darah

    Sebelum mulai berpuasa, ada baiknya Sahabat Sehat yang menderita hipertensi berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk berpuasa. Rutin memeriksa tekanan darah agar terkontrol dengan baik. Tekanan darah yang diukur nantinya dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan boleh atau tidaknya berpuasa.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Menu Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita hipertensi, tentu harus memperhatikan menu makanan saat sahur dan berbuka puasa.

    Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih. Hindari makanan yang digoreng dan batasi asupan makanan kemasan karena mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Makanan bersantan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah.

    Baca Juga: Menu Buka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minum kopi dan teh saat sahur dan berbuka, karena keduanya turut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

    Rutin Berolahraga

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat yang menderita hipertensi tetap diperbolehkan berolahraga untuk menghindari resiko penyakit jantung dan stroke. Pilih jenis olahraga yang ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda. Lakukanlah selama minimal 30 menit dalam sehari.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa trik berpuasa yang bisa Sahabat lakukan selama berpuasa. Sahabat Sehat ingin informasi lebih lengkap mengenai hipertensi?

    Yuk, konsultasikan segera dengan para dokter online 24 jam di Prosehat. Hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Tips Puasa Sehat untuk Penderita Hipertensi, Perbanyak Sayur dan Cek Tensi Rutin Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/20/164500365/tips-puasa-sehat-untuk-penderita-hipertensi-perbanyak-sayur-dan-cek-tensi?page=all> [Accessed 30 April 2021].
    2. com. 2021. Tips Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/tribunners/2017/06/05/tips-berpuasa-bagi-penderita-hipertensi> [Accessed 30 April 2021]

     

     

    Read More
  • Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi. Baca Juga: Inilah […]

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi.

    cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Berdasarkan penuturan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, hipertensi adalah penyakit katastropik yang tidak dapat disembuhkan melainkan dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Jika pencegahan dan pengendalian tidak dapat dilakukan, hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya kasus hipertensi baru yang dampaknya cukup besar.

    Penyebab Penderita Hipertensi Mudah Terkena Covid-19

    Lalu mengapa penderita hipertensi mudah terkena Covid-19? Hal ini disebabkan penyakit darah tinggi umumnya berkaitan dengan faktor usia lanjut dan komplikasi masalah kesehatan lainnya. Selain itu, karena pada beberapa pasien hipertensi telah mengalami perburukan beberapa organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Pada umumnya tidak ada gejala khas tertentu yang ditunjukkan karena memang pada dasarnya penyakit tekanan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang tidak bergejala. Orang yang memiliki hipertensi akan merasa sakit apabila tekanan darah sistoliknya sudah lebih dari 180 mmHg, biasanya ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala yang menjalar ke tengkuk belakang, atau bahkan ada yang mengarah ke gejala stroke, sehingga bisa tertutupi dengan gejala Covid-19 itu sendiri.

    Baca Juga: Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19 

    Lalu Bagaimana Cara Penanganannya?

    Kementerian Kesehatan sendiri sudah membuat kebijakan-kebijakan untuk menangani kasus hipertensi ini, yaitu:

    • Mengembangkan dan memperkuat kegiatan deteksi dini hipertensi secara aktif (skrining)
    • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan deteksi dini melalui kegiatan posbindu PTM
    • Meningkatkan akses penderita terhadap pengobatan hipertensi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan, baik secara online maupun offline, yang berkaitan dengan situasi pada masa pandemi Covid-19

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Berikut ini adalah cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19, yaitu:

    Ikuti rencana pengobatan untuk hipertensi

    Hal pertama adalah konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang biasa merawat Sahabat mengenai rencana perawatan hipertensi selama pandemi. Penggunaan obat-obatan jangka panjang sangat disarankan untuk dapat mengurangi keparahan Covid-19 dan meningkatkan kelangsungan hidup. Lakukan pengobatan antihipertensi rutin untuk mencegah kunjungan ke rumah sakit yang berisiko terpapar virus. Perbanyaklah persediaan obat-obatan penting di rumah untuk mengobati penyakit ringan.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Lakukan tindakan pencegahan dan keamanan COVID-19

    Tetap di rumah dan batasi kontak dengan orang lain sebisa mungkin dengan menghindari keramaian dan siapa pun yang sedang sakit. Selalu kenakan masker saat pergi keluar, dan jaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain. Sering-seringlah mencuci tangan dengan air hangat dan sabun setidaknya selama 20 detik atau gunakan pembersih berbasis alkohol. Disinfeksilah permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu dan meja dapur.

    Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung

    Diet jantung yang sehat dapat menyembuhkan dan mengubah tubuh Sahabat. Pola makan yang menyehatkan jantung mengandung banyak lemak baik dan kalium, bersama dengan natrium (garam) dan lemak jahat dalam jumlah rendah. Pola makan DASH atau diet Mediterania yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian adalah contoh pola makan yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi makanan dengan pola diet Mediterania bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30%. Karena, makanan yang dianjurkan dalam diet tersebut kaya akan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan, rendah daging merah atau olahan, sehingga baik untuk dikonsumsi pasien dengan hipertensi.

    Selain itu, ubahlah pola makan sebagai berikut:

    • Meningkatkan asupan serat larut dari makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan gandum.
    • Menghilangkan lemak trans buatan yang ditemukan dalam makanan olahan dan kemasan, seperti yang terkandung dalam kue kering.
    • Mengonsumsi gula, bersama dengan vitamin dan mineral yang ditemukan secara alami pada buah-buahan.
    • Mengonsumsi lemak baik atau tak jenuh yang terdapat pada makanan, seperti kacang-kacangan, zaitun, alpukat, dan ikan.

    Berolahragalah secara teratur

    Olahraga teratur membantu Sahabat menjaga berat badan yang sehat, membakar lemak tubuh, menurunkan tekanan darah dan gula darah. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hipertensi dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Kehilangan 5-10% berat badan Sahabat berdampak signifikan pada kesehatan. Jika Sahabat belum pernah berolahraga lebih awal, mulailah perlahan sampai Sahabat membangun rutinitas dan stamina. Usahakan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 2-3 kali seminggu. Diskusikan dengan dokter sebelum memulai rutinitas kebugaran baru.

    Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

    Hilangkan kebiasaan merokok karena dapat meningkatkan tekanan darah, merusak lapisan arteri, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah kalori ekstra, dan menyebabkan kenaikan berat badan. Pria seharusnya tidak lebih dari dua minuman, dan wanita harus membatasi asupan alkohol mereka menjadi satu minuman per hari.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Demikianlah mengenai cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19. Semoga cara-cara ini dapat membantu Sahabat yang sedang terkena penyakit tersebut atau teman dan kerabat yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat menginginkan informasi lanjutan mengenai hipertensi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201013/5535336/132-persen-pasien-covid-19-meninggal-memiliki-penyakit-hipertensi/
    2. Media K. Tekanan Darah Tinggi Memperburuk Covid-19, Ini Alasannya! [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/14/182556020/tekanan-darah-tinggi-memperburuk-covid-19-ini-alasannya
    3. Maarif N. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini
    4. Hipertensi dan Penanganannya – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/hipertensi-dan-penanganannya
    5. 5 Tips to Manage Your High Blood Pressure During COVID-19 | Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice [Internet]. Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice | Los Gatos Family Physician | Primary Care Clinic & Family Doctor in Los Gatos, Campbell & Saratgoa CA. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.losgatosdoc.com/2020/09/28/5-tips-to-manage-your-high-blood-pressure-during-covid-19/
    Read More
  • Apakah Moms saat ini sedang berbadan dua? Takut mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan? Seberapa sering Anda memeriksakan kesehatan kehamilan?Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tekanan darah yang berada di dalam pembuluh darah besar (arteri) setiap jantung memompakan darah. Tekanan darah yang tinggi disebut dengan hipertensi. Hipertensi dapat menjadi suatu keadaan yang […]

    Bumil Perlu Waspada Hipertensi Saat Hamil

    Apakah Moms saat ini sedang berbadan dua? Takut mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan? Seberapa sering Anda memeriksakan kesehatan kehamilan?Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tekanan darah yang berada di dalam pembuluh darah besar (arteri) setiap jantung memompakan darah. Tekanan darah yang tinggi disebut dengan hipertensi. Hipertensi dapat menjadi suatu keadaan yang berbahaya karenamengakibatkan jantung bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

    Hipertensi dalam kehamilan atau hipertensi gestasional adalah tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHg yang baru muncul setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu tanpa ada riwayat hipertensi sebelumnya. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan yang disebut dengan pre-eklampsia atau yang lebih dikenal pada bahasa awam sebagai keracunan kehamilan. Pre-eklampsia sendiri ditandai dengan peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam air seni (urin) sebagai akibat dari kerusakan ginjal.

    Pre-eklampsia yang tidak diobati dapat menjadi eklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang, serta dapat berakibat fatal baik bagi ibu maupun janin. Hipertensi dalam kehamilan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin, beberapa dampaknya seperti pertumbuhan janin yang terhambat, bayi lahir prematur, terpisahnya plasenta atau ari-ari sebelum persalinan (abrupsio plasenta), hingga bayi meninggal dalam kandungan. Hal tersebut dapat terjadi akibat tingginyatekanan darah pada ibu yang sedang mengandung dan akhirnya mengakibatkan kurangnya aliran darah, oksigen serta nutrisi ke janin lalu akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan perkembangan dari janin di dalam perut. sedangkan bagi ibu sendiri akan berakibat pada peningkatan risiko terkenanya penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung.

    Ingat sering kali tekanan darah tinggi tidak menimbulkan gejala yang signifikan, sehingga sering terlambat untuk disadari.Jadi, jangan sampai menunggu adanya keluhan dahulu, baru memeriksakan tekanan darah ya, Moms.

    Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dari tekanan darah tinggi adalah merokok, berat badan berlebih atau obesitas, kurangnya aktivitas fisik, stres, usia lanjut, genetik, riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, penyakit ginjal kronis, kelainan hormon tiroid dan adrenal serta karena pola makan yang kurang baik.

    Berikut ini adalah daftar makanan yang perlu dihindari untuk mencegah terjadinya hipertensi dalam kehamilan:

    1. Garam

    Tingginya kadar sodium yang dimakan dapat berdampak pada tekanan darah. Sebaiknya dibatasi penggunaan garam untuk mencegah terjadinya hipertensi. Penggunaan garam yang dianjurkan setiap harinya  hanya sebanyak 2.300 miligram atau sekitar 1 sendok teh. Tetapi hal ini tentunya perlu tetap dikonsultasikan dengan dokter kandungan, apakah Anda perlu menjaga sampai 1.500 miligram, mengingat ada tidaknya riwayat hipertensi dalam diri Anda dan keluarga. Jangan lupa menghindari makanan olahan/kaleng dan fast foods (makanan siap saji), karena secara umum mengandung kadar garam yang tinggi.

    1. Alkohol

    Alkohol diduga dapat membuat ketidak seimbangan pada sistem saraf pusat yang berujung pada meningkatnya tekanan darah. Mengurangi konsumsi alkohol dapat membantu mencegah peningkatan tekanan darah.

    1. Gula, makanan dan minuman manis lainnya

    Selama ini garam diketahui selalu dibatasi bagi orang yang hipertensi. Tetapi konsumsi gula dan makanan serta minuman yang manis berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan hingga obesitas. Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.

    1. Lemak jenuh

    Hindarilah  makanan yang banyak mengandung lemak jenuh seperti gorengan, kulit ayam, dan daging merah. Makan makanan yang banyak mengandung lemak dapat menyebabkan gangguan maupun sumbatan pada pembuluh darah sehingga berdampak pada tingginya tekanan darah.

    Banyak orang yang tidak terlalu memerhatikan seberapa banyak yang mereka makan dan minum dalam seharinya. Moms dianjurkan membuat buku harian mengenai apa yang dimakan atau diminum serta berapa banyak, dengan melakukan hal ini setiap harinya tentunya Anda dapat mengontrol pola makan agar tidak terlalu berlebih kalori yang dimakan per harinya.

    Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran segar serta makanan dan minuman yang banyak mengandung kalsium dan vitamin D. Kandungan vitamin dan antioksidan pada buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi risiko terjadinya hipertensi dalam kehamilan, begitu pula kalsium seperti susu dan vitamin D. Sayur-sayuran dapat terdiri dari brokoli, wortel, ubi, tomat dan sayuran berdaun hijau. Buah yang dianjurkan dapat berupa kelapa yang kaya akan kalium. Perbanyak juga konsumsi produk turunan susu seperti yoghurt dan skim milk.

    Ayo Moms, khususnya yang sedang hamil, mulai sekarang menjaga pola makan agar selalu sehat dan bergizi sehingga tidak akan terjadi gangguan selama kehamilan khususnya hipertensi  yang tentunya dapat membahayakan tidak hanya diri Anda, namun juga buah hati tercinta. Bagi yang sudah memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, jangan berkecil hati, tetaplah menjaga pola makan dengan baik. Tekanan darah harus terkontrol selama kehamilan untuk memperkecil risiko dan komplikasi, sehingga dianjurkan untuk rutin kontrol dan rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Pastikan Moms selalu memberikan yang terbaik untuk buah hati.

    Nah, jika Anda membutuhkan aneka makanan sehat maupun informasi kesehatan lain, bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Schoenaker DAJM, Soedamah-Muthu SS, Mishra GD. The Association between Dietary Factors and Gestational Hypertension and Pre-eclampsia: A Systematic Review and Meta Analysis of Observational Studies. BMC Medicine. 2014;12:157.
    2. Oken E,Ning Y, Gillman MW. Diet During Pregnancy and Risk of Preeclampsia or Gestational Hypertension. Ann of Epidemiol. 2017;17(9):
    3. Butler N. Eating with High Blood Pressure: Food and Drinks to Avoid. Healthline. [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension/foods-to-avoid.
    4. WebMD. Cause of High Blood Pressure. [cited 19 September 2018]. Available from: webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/blood-pressure-causes#1.
    5. WebMD. High Blood Pressure Diet. [cited 19 September 2018]. Available from: webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/high-blood-pressure-diet#1.
    6. Husain K, Ansari RA, Ferder L. Alcohol-induced Hypertension: Mechanism and Prevention. World J. Cardiol. 2014;6(5):245-252.
    Read More
  • Sobat, kenalkah Anda dengan orang-orang yang mengalami hipertensi? Atau mungkin orangtua, sanak saudara atau rekan kerja Anda mengalami tekanan darah tinggi? Biasanya masalah kesehatan ini disebut hipertensi, yaitu suatu keadaan dimana aliran darah menjadi bertambah kencang untuk dapat melewati tekanan pada pembuluh darah. Setiap orang dikatakan menderita hipertensi apabila didapati tekanan darah ≥140/≥90 yang didapati […]

    Hipertensi? Stop Konsumsi 7 Asupan Berikut!

    Sobat, kenalkah Anda dengan orang-orang yang mengalami hipertensi? Atau mungkin orangtua, sanak saudara atau rekan kerja Anda mengalami tekanan darah tinggi? Biasanya masalah kesehatan ini disebut hipertensi, yaitu suatu keadaan dimana aliran darah menjadi bertambah kencang untuk dapat melewati tekanan pada pembuluh darah. Setiap orang dikatakan menderita hipertensi apabila didapati tekanan darah ≥140/≥90 yang didapati pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak >2 jam. Penyakit hipertensi ini tentunya tidak dapat dianggap enteng, karena hipertensi menjadi risiko terbesar terhadap penyakit gagal jantung dan stroke.

    Selain menyebabkan kedua penyakit di atas, hipertensi juga merupakan penyakit yang dapat merusak organ tubuh lain, contohnya ginjal dan mata. Penyebab gagal ginjal terbanyak kedua setelah diabetes adalah hipertensi. Hal ini dapat terjadi karena pengerasan pembuluh darah yang ditimbulkan oleh hipertensi membuat organ tubuh, terutama jantung untuk memompa darah dan ginjal untuk menyaring darah, harus bekerja lebih keras dalam menjalani fungsinya. Sebelum terjadi kegagalan organ, maka kita perlu mencegah terjadinya penyebab dari kegagalan organ itu.

    Hipertensi yang telah dikatakan sebagai penyebab terbanyak kegagalan organ ini juga memiliki beberapa penyebabnya. Penyebab terbesar terjadinya hipertensi adalah gaya hidup kita sendiri. Pengobatan dari hipertensi juga cenderung pada perubahan gaya hidup. Gaya hidup yang perlu diubah adalah mengenai nutrisi atau asupan makanan minuman kita sehari-hari. Tentunya Sobat semua perlu mengenal jenis makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi.

    Berikut adalah 7 makanan yang dilarang pada penderita hipertensi:

    1. MAKANAN YANG MENGANDUNG LEMAK JENUH TINGGI

    gorengan

    Apa sebenarnya yang dimaksud sebagai makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi? Makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi ialah makanan yang dapat memberikan kenaikan signifikan pada kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita. Contoh dari makanan tinggi lemak jenuh ini yaitu makanan-makanan yang biasanya paling digemari oleh masyarakat, yaitu gorengan, camilan yang terutama mengandung produk susu (mentega, susu, keju, whipped cream, dll) seperti biskuit dan makanan ringan lainnya. Daging sapi, daging babi, dan kambing, serta kulit ayam juga dikatakan memiliki kandungan lemak jenuh tinggi.

    Makanan yang telah disebutkan di atas termasuk dalam makanan yang dilarang pada penderita hipertensi. Hal ini disebabkan kandungan lemak jenuh akan diubah menjadi kolesterol yang akan menumpuk pada pembuluh darah. Penumpukan kolesterol ini akan disebut sebagai plak dan efek buruk dari plak tersebut adalah mengganggu aliran darah yang melewati tempat tersebut. Selain dari terganggunya aliran darah yang lewat, penumpukan plak juga dapat membuat pengerasan pada pembuluh darah tersebut. Akibat dari proses ini adalah kenaikan tekanan darah hingga penyumbatan total dari pembuluh darah, penyebab utama dari serangan jantung dan stroke.

    1. MAKANAN TINGGI GARAM

    Garam sangat berperan dalam terjadinya hipertensi karena kandungan sodium di dalamnya. Sodium, suatu mineral dalam tubuh yang berperan dalam regulasi aliran darah. Ginjal bertugas untuk menyaring darah dengan membuang sebagian aliran darah yang terdapat di pembuluh darah untuk keluar sebagai urin. Proses ini melibatkan kandungan sodium dan potassium yang ada pada tubuh. Apabila didapati kandungan sodium yang tinggi, maka aliran darah yang berlebih tersebut tidak dapat ditarik keluar untuk dibentuk menjadi urin, dan hal ini berujung pada aliran darah yang semakin banyak. Apabila hal ini terus dipertahankan dalam waktu yang lama, maka tekanan darah tinggi dapat terjadi.

    Asupan sodium yang direkomendasikan oleh American Heart Association  bagi penderita hipertensi untuk dikonsumsi per harinya adalah tidak lebih dari 1500 miligram. Satu sendok teh garam sendiri sudah mengandung 2400 miligram sodium. Selain garam, makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) tinggi juga memiliki kadar sodium yang tinggi.

    1. MAKANAN TINGGI GULA

    Makanan manis yang banyak ditemukan pada makanan penutup, camilan, dan makanan ringan biasanya adalah makanan yang memiliki kalori tinggi, tapi sedikit kandungan nutrisi. Glukosa merupakan komponen terbanyak yang ditemukan pada jenis makanan ini. Glukosa yang rutin dikonsumsi dalam jumlah banyak akan mengakibatkan metabolisme insulin terganggu.

    Apabila metabolisme insulin terganggu, maka glukosa tidak lagi dapat berfungsi pada organ tubuh, melainkan akan menumpuk di pembuluh darah. Sama seperti penumpukan kolesterol, penumpukan glukosa ini juga menyebabkan terjadinya kerusakan pembuluh darah. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, hipertensi sering disebabkan akibat kerusakan pembuluh darah. Maka, makanan tinggi gula juga dimasukkan ke dalam makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi.

    1. KOPI

    Kopi memiliki kandungan kafein yang tinggi dan melalui penelitian didapatkan bahwa kafein dapat meningkatkan tekanan darah dalam ≥3 jam setelah konsumsi. Peningkatan tekanan darah ini memang tidak bertahan lama, setelah kafein dibuang dari aliran darah, tekanan darah biasanya akan kembali pada kisaran biasanya. Namun, apabila konsumsi kafein dilakukan dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini dapat menimbulkan perubahan pada pembuluh darah yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya hipertensi. Pada penderita hipertensi, pembuluh darah sudah mengalami perubahan, ditambah dengan konsumsi kafein, maka tekanan darah akan semakin meningkat dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada pembuluh darah.

    1. ALKOHOL

    Kandungan alkohol dalam minuman dipercaya dapat menaikkan tekanan darah. Hal ini sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian yang menyatakan bahwa tekanan darah pada orang-orang yang terbiasa minum alkohol (dalam kisaran 300 mL/minggu) didapati lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak terbiasa minum. Selain itu, pada penderita hipertensi, pengurangan konsumsi alkohol juga terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah. Maka dari itu, alkohol menjadi asupan yang dilarang pada penderita hipertensi.

    1. MINUMAN BERENERGI

    Minuman berenergi menjadi asupan favorit bagi para pekerja yang butuh tenaga lebih untuk menyelesaikan pekerjaannya. Adakah hubungan antara minuman berenergi dengan hipertensi? Tentu ada! Minuman berenergi ini mengandung kadar gula yang sangat tinggi dan juga kadar kafein! Nah, sebelumnya Sobat sudah membaca mengenai efek kadar gula yang tinggi dan efek kafein dengan terjadinya hipertensi, bukan? Jadi, minuman berenergi termasuk dilarang bagi penderita hipertensi.

    1. SUPLEMEN VITAMIN YANG MENGANDUNG TINGGI SODIUM, MAGNESIUM, POTASSIUM

    Suplemen yang mengandung tinggi sodium, magnesium, dan potassium berperan dalam terjadinya hipertensi karena adanya gangguan pada regulasi aliran darah. Jadi, suplemen vitamin juga dapat menjadi makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi, Sobat!

    Nah, itulah 7 asupan yang sebaiknya dihindari untuk penderita hipertensi! Jangan salah paham bahwa penderita hipertensi tidak dapat melahap makanan apapun. Saat ini telah dikeluarkan rekomendasi asupan nutrisi yang baik untuk dikonsumsi rutin bagi para penderita hipertensi, yaitu buah, sayuran, dan makanan yang rendah lemak jenuh. Makanan dengan lemak jenuh yang rendah contohnya minyak olive, kacang-kacangan, daging dan lemak ikan, dll. Sobat, ayo kita cegah hipertensi dengan kurangi asupan makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi seperti ulasan sebelumnya. Selain itu, jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan lainnya, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. U.S Department of Health and Human Services. Your Guide to Lowering Blood Pressure. National Heart, Lung, and Blood Institute. 2015
    2. Bazzano LA, Green T, Harrison TN, Reynolds K. Dietary Approaches to Prevent Hypertension. Curr Hypertens Rep. 2013 December ;15(6):694-702.
    3. Zhao D, Qi Y, Zheng Z, Wang Y, Zhang XY, Li HJ, et al. Dietary factors associated with hypertension. Nat Rev Cardiol. 2011 August;8:456-65.
    4. Nguyen H, Odelola OA, Rangaswami J, Amanullah A. Review Article : A Review of Nutritional Factors in Hypertension Management. International Journal of Hypertension. 2013 March:1-12.
    5. Heart UK The Cholesterol Charity. Fact Sheet: Diet and Blood Pressure. 2015.
    6. Mesas AE, Munoz LM, Artalejo FR, Garcia EL. The effect of coffee on blood pressure and cardiovascular disease in hypertensive individuals: a systematic review and meta analysis. The American Journal of Clinical Nutrition. 2011 August;94:1113-26.
    Read More
  • Liburan kali ini akan lebih memorable ketika seluruh anggota keluarga dapat ikut serta dalam rencana liburan Anda akhir tahun ini apakah ke pantai di Bali, “Disneyland”, sampai olahraga ski di Swiss atau destinasi menarik lainnya. Persiapkan dengan perencanaan yang matang apabila anggota keluarga kita ada yang menderita hipertensi / darah tingi. Pastikan keluarga atau Anda […]

    10 Persiapan Penting Liburan Dengan Penderita Hipertensi

    Liburan kali ini akan lebih memorable ketika seluruh anggota keluarga dapat ikut serta dalam rencana liburan Anda akhir tahun ini apakah ke pantai di Bali, “Disneyland”, sampai olahraga ski di Swiss atau destinasi menarik lainnya. Persiapkan dengan perencanaan yang matang apabila anggota keluarga kita ada yang menderita hipertensi / darah tingi. Pastikan keluarga atau Anda yang hipertensi masih tetap dapat menikmati perjalanan liburan akhir tahun ini. 10 persiapan penting ini perlu dipenuhi karena risiko untuk melakukan perjalanan dengan penderita hipertensi cukup besar:

    prosehat hipertensi

    1. Konsultasi dengan dokter Anda terkait rencana liburan akhir tahun Anda dan keluarga, apakah berbahaya untuk melakukan perjalanan melalui udara. Dr. Irene Gavras, salah satu Professor di Universitas Boston menyatakan bahwa selama tekanan darah Anda dalam level normal, melakukan perjalanan udara aman untuk dilakukan.

    Baca juga: 8 Persiapan Penting Berlibur dengan Penderita Penyakit Jantung

    2. Konsultasi dengan dokter terkait jumlah dan jenis obat-obatan rutin yang harus dibawa. Dan apakah harus membawa stok obat resep ekstra ketika melakukan perjalanan liburan kali ini.

    3. Lakukan penelitian terkait destinasi liburan, apakah di ketinggian. Butuh persiapan ekstra dan konsultasi lebih dalam lagi dengan dokter ketika merencanakan liburan ke daerah ketinggian.

    4. Jangan lupa barang wajib bawa seperti tensimeter untuk cek tekanan darah dengan mudah dan kotak p3k keluarga sebagai obat-obatan yang dapat meredakan gejala hipertensi yang dirasakan saat liburan.

    5. Konsultasi dengan dokter tentang oksigen tambahan yang mungkin harus dibawa selama liburan. Anda bisa membawa oksigen can bila gejala hipertensi yang kambuh sudah terasa. Namun hal ini harus dipertimbangkan jika Anda melakukan perjalanan lewat udara.

    Baca Juga: Kolesterol Penyebab Serangan Jantung

    6. Cek tekanan darah Anda seminggu sebelum melakukan perjalanan liburan.

    7. Seminggu sebelum keberangkatan, pastikan Anda menjalani diet hipertensi dengan menghindari penggunaan garam di dalam makanan Anda.

    8. Pastikan tekanan darah Anda dalam level normal seminggu sebelum melakukan perjalanan liburan Anda.

    9. Pastikan Anda sudah merencanakan titik destinasi untuk beristirahat. Terlalu lama duduk di dalam kendaraan tidak baik bagi penderita hipertensi. Untuk itu rencanakan kapan Anda harus beristirahat dalam perjalanan menuju destinasi liburan Anda kali ini.

    10. Rencanakan tempat untuk liburan serta jenis kegiatan yang akan dilakukan saat liburan agar Anda dapat menghemat tenaga untuk cegah sakit dan letih saat liburan.

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    Dengan persiapan yang matang, rencana liburan Anda dengan kerabat yang menderita hipertensi tidak akan berantakan. Selalu konsultasi dengan dokter Anda yang memang menangani kondisi tekanan darah Anda sehingga ia dapat memberikan saran dan penanganan yang tepat.

    Selamat liburan!

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Referensi:

    • Airline Travel with High Blood
    • Can You Fly If You Suffer From High Blood Pressure?
    • Blood Pressure UK
    • Things to Consider When Traveling with High Blood Pressure
    • Is air travel dangerous for people with high blood pressure or heart disease?
    • Don’t Let Pulmonary Hypertension Keep You From Traveling
    • CDC.GOC: Health Status
    • Travelers with Chronic Illnesses
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja