Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ gula darah”

  • Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh memetabolisme glukosa, yang merupakan sumber energi utama tubuh Sahabat. Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2 Diabetes tipe 2 memerlukan pemantauan secara berkala dan perawatan sepanjang hidup. Bila tidak diobati dengan benar, diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada sistem organ tubuh […]

    Langkah Berkelanjutan Diabetes Melitus Tipe 2 Seperti Apa?

    Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh memetabolisme glukosa, yang merupakan sumber energi utama tubuh Sahabat.

    diabetes melitus tipe 2, diabetes tipe 2

    Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Diabetes tipe 2 memerlukan pemantauan secara berkala dan perawatan sepanjang hidup. Bila tidak diobati dengan benar, diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada sistem organ tubuh lainnya.¹

    Peranan Insulin dalam Tubuh

    Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh pankreas yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Tugas utama insulin adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Pada setiap kali makan, karbohidrat terurai menjadi gula dan masuk ke aliran darah dalam bentuk glukosa.

    Produk Terkait: Produk Herbal Diabetes

    Pankreas akan merespons dengan memproduksi insulin, yang menyebabkan gula masuk ke dalam jaringan. Kelebihan glukosa akan disimpan di hati dalam bentuk glikogen, apabila kadar insulin rendah, hati akan mengeluarkan glikogen ke dalam aliran darah dalam bentuk gula sehingga kadar gula darah tetap dalam stabil. ²6

    Apa yang Terjadi pada Diabetes Tipe 2 ?

    Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh Sahabat tidak dapat merespons dengan baik atau melawan efek insulin. Sehingga tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal.¹

    Bagaimana  Sahabat Mendeteksi Diabetes Tipe 2?

    Gejala utama dari penyakit diabetes tipe 2 adalah mudah merasa haus, sering buang air kecil terutama pada malam hari, mudah lapar, terjadi penurunan berat badan drastis, mati rasa pada tangan dan kaki, penglihatan kabur, lemah, gatal di daerah kemaluan ataupun lipat paha,mulu kering, dan luka yang lambat sembuh.

    Untuk memastikan diagnosis diabetes tipe 2, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang meliputi tes gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan HbA1c.7

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pemeriksaan Normal
    Kadar glukosa hemoglobin (A1C) 6,5%
    Kadar glukosa darah puasa 

    (kondisi tidak makan apapun selama minimal 8 jam)

    126 mg/dL 

    (7.0 mmol/l)

    Kadar glukosa plasma secara acak pada pasien dengan gejala klasik  <200 mg/dl

    (11,1 mmol/l)

    Tabel 1. Kriteria Diagnosis Diabetes.8

    Bagaimana Mengelola Diabetes Tipe 2?

    Dalam manajemen diabetes tipe 2, Sahabat memegang peran penting melalui beberapa langkah sederhana berikut 7,9,10:

    1. Merencanakan pola makan yang sehat dan seimbang.
    2. Berolahraga secara teratur.
    3. Minum obat anti diabetes oral seperti yang ditentukan sesuai dengan instruksi dokter.
    4. Melakukan kontrol kadar gula darah dan tekanan darah di rumah.

    Mengapa Mengontrol Gula Darah Penting ?

    Pasien diabetes tipe 2 dapat menjalani hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang tepat, yaitu menyeimbangkan asupan makanan dan minuman serta melakukan olahraga rutin. Kontrol ketat gula darah dapat mencegah atau memperlambat perkembangan berbagai komplikasi diabetes. 

    Gula darah yang tinggi akan menyebabkan masalah jangka pendek yang serius seperti hipoglikemia (kondisi apabila kadar gula darah dibawah batas normal), hiperglikemia (kondisi apabila kadar gula darah tinggi), dan diabetes ketoasidosis.

    Sedangkan dalam jangka panjang, gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah yang memasok darah ke organ penting seperti jantung, ginjal, mata, dan syaraf.8,1214

    Jika Sahabat menderita diabetes tipe 2, jangan khawatir. Kabar baiknya adalah dengan mengontrol gula darah, dapat membantu Sahabat tetap sehat dan mencegah komplikasi di kemudian hari.14

    Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes

    Apabila memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100363-V1.0 (03/2021)

    REFERENSI

    1. Type 2 diabetes – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020. Available at: http://www.mayoclinic.com/health/type-2-diabetes/DS00585. [Terakhir diakses Januari 2014]
    2. UpToDate [Internet]. Uptodate.com. 2020. Available at: http://www.uptodate.com/contents/diabetes-mellitus-type-2-overview-beyond-the-basics. [Terakhir diakses Januari 2014]
    3. Insulin & Other Injectables | ADA [Internet]. Diabetes.org. 2020. Available from: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin [Terakhir diakses Januari 2014]
    4. Insulin – Diabetes [Internet]. Diabetes. 2020. Available at: http://www.diabetes.co.uk/body/insulin.html. [Terakhir diakses Januari 2014]
    5. Health and wellness resources [Internet]. Ghc.org. 2020. Available at: http://www.ghc.org/healthAndWellness/?itern.–/common/healthAndWellness/conditions/diabetes/foodProcess.html. [Terakhir diakses Maret 2014]
    6. Diabetes Treatment [Internet]. 2020. Available at: http://www.mayoclinic.com/health/diabetes-treatment/DA00010. [Terakhir diakses Januari 2014]
    7. Diabetes Mellitus: Types, Risk Factors, Symptoms, Treatments [Internet]. Cleveland Clinic. 2020. Available at: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7104-diabetes-mellitus-an-overview. [Terakhir diakses Januari 2014]
    8. Introduction: Standards of Medical Care in Diabetes [Internet]. American Diabetes Association. 2020. Available at: https://care.diabetesjournals.org/content/43/Supplement_1/S1
    9. Non-farmakologis Diabetes. Pedoman Pengelolaan Diabetes Tipe 2. Available at:  http://icmr.nic.in/guidelines_diabetes/section6.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    10. Farmakologi Pengobatan Diabetes. Pedoman Pengelolaan Diabetes Tipe 2. Available at: http://lcmr.nic.in/guidelines_diabetes/sectionl.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    11. Tentang Diabetes Tipe 2 [Internet]. 2020. Available at: https://www.diabetes.org.nz/about_diabetes/type_2_diabetes . [Terakhir diakses Februari 2014]
    12. Diabetes Control: Why its so important? [Internet]. 2020. Available online at: http://teenshealth.org/teen/diabetescenter/basics/diabetes_control.html?tracking=T_RelatedArticle. [Terakhir diakses Februari 2014]
    13. Tight Diabetes Control [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-wfth-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/tight-diabetes-control.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    14. Davidson NK. Moreland P. Mengapa kontrol gula darah sangat penting? [Internet]. 2020.Available at: http://www.mayoclinic.org/diseasesconditions/diabetes/expert-blog/ blood -sugar-control.[Terakhir diakses Januari 2014]
    Read More
  • SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Cuci tangan hingga bersih Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih Selalu lakukan tes pengamanan Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik Simpan insulin […]

    Bagaimana Cara Memakai SoloSTAR®? Simak Penjelasan Berikut!

    SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    1. Cuci tangan hingga bersih
    2. Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih
    3. Selalu lakukan tes pengamanan
    4. Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan
    5. Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik
    6. Simpan insulin SoloStar yang baru di lemari es
    7. Pastikan insulin SoloStar tidak membeku
    8. Setelah digunakan, insulin SoloStar dapat disimpan di suhu ruangan

    Cara Menggunakan SoloStar Secara Efektif

    cara memakai SoloStar, cara menggunakan SoloStar

    Sebelum menggunakan insulin SoloStar, pastikan Sahabat telah menggunakan insulin yang benar. Lantus SoloStar berwarna abu-abu dengan tombol suntik berwarna ungu polos pada bagian atasnya. Sementara Apidra SoloStar berwarna biru dengan tombol suntik berwarna biru tua dan terdapat penonjolan berbentuk lingkaran pada bagian atasnya.

    Sebelum melakukan penyuntikan, bukalah tutup pena. Periksa insulin apakah tampak jernih atau tidak. Jangan gunakan SoloStar jika insulin terlihat keruh, berubah warna, atau terdapat  butiran-butiran.

    Langkah Penyuntikan

    Berikut adalah langkah-langkah penyuntikan insulin :

    1. Memasang Jarum Baru

    Berikut beberapa langkah untuk memasang jarum baru:

    • Ambil jarum baru dan lepaskan label pelindung jarum.
    • Selalu gunakan jarum baru setiap kali penyuntikan untuk mencegah kontaminasi dan sumbatan pada jarum.
    • Gunakan jarum yang sesuai dengan SoloStar. Sejajarkan jarum dengan pena, pasang jarum baru ke SoloStar secara tegak lurus.
    1.   Tes Pengamanan

    Tes pengamanan dilakukan untuk mendapatkan dosis yang akurat dan memastikan pena dan jarum dapat bekerja dengan baik, serta membuang gelembung udara. Tes pengamanan dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

    • Putarlah penunjuk dosis sampai menunjukkan angka 2.
    • Buka penutup luar jarum dan simpan.
    • Buka penutup jarum dalam dan buang
    • Pegang pena dengan posisi jarum di sebelah atas dan ketukan catridge agar gelembung udara naik ke arah jarum.
    • Dengan posisi jarum mengarah keatas, tekan tombol suntik sedalam mungkin dan periksa apakah insulin keluar dari jarum.
    • Jika insulin tidak tampak pada ujung jarum, lakukan tes pengamanan ini hingga insulin keluar
    • Pasang kembali penutup pena dan simpan di suhu ruangan hingga penyuntikan berikutnya. 

     Pertanyaan yang Sering Ditanyakan:

    1. Bagaimana saya mengetahui bahwa saya sudah mendapatkan insulin yang saya butuhkan?
    • Jika Sahabat sudah mencapai ujung akhir dari catridge, mungkin tidak akan cukup insulin untuk memenuhi kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat tidak dapat memutar dosis yang Sahabat kehendaki, jangan dipaksa. Pengaturan dosis tidak dapat diputar melebihi unit yang tersisa di dalam catridge SoloStar.
    • Jika menggunakan SoloStar yang baru atau terdapat gelembung udara di dalam catridge, lakukanlah tes pengamanan beberapa kali.
    • Jika insulin tidak keluar setelah 3 kali tes, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. 

          2. Pengaturan Dosis

    Pengaturan dosis dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut :

    • Atur dosis yang diinginkan, dosis bisa diatur dalam kelipatan 1 unit sampai dengan maksimal 80 unit. 
    • Jika diputar melebihi dosis yang diinginkan, Sahabat bisa mengoreksi dengan memutar ke arah sebaliknya. 

         3. Penyuntikan Insulin

    Sahabat harus mengikuti petunjuk dokter mengenai area penyuntikan yang tepat. Suntikan dilakukan pada area yang berbeda setiap kali menyuntik, ikuti cara penyuntikan sesuai instruksi dokter. Berikut beberapa langkah dalam penyuntikan insulin:

    • Cubit kulit Sahabat dan suntikkan jarum langsung ke area yang dicubit tersebut.
    • Masukkan insulin dengan menekan tombol suntik insulin sedalam mungkin. Angka dosis akan kembali ke 0 setelah selesai penyuntikan.
    • Tetap tekan tombol suntik, hitung perlahan sampai hitungan ke 10. Insulin masih akan mengalir keluar hingga 10 detik setelah menekan tombol suntik sedalam mungkin. Hal ini penting untuk memastikan Sahabat mendapatkan dosis sempurna.
    • Cabut jarum suntik dari kulit Sahabat.

           4. Lepaskan Jarum

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melepaskan jarum:

    • Selalu lepaskan jarum dan simpan SoloStar tanpa jarum didalamnya, setiap selesai melakukan penyuntikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi maupun infeksi, masuknya gelembung udara ke dalam catridge, serta kebocoran insulin.
    • Pasang kembali penutup jarum luar untuk mengurangi resiko terjadinya luka, jangan pernah memasang kembali penutup jarum dalam.
    • Gunakan penutup jarum luar untuk melepaskan jarum.
    • Buang jarum yang telah dipakai sesuai petunjuk dokter.
    • menyuntikkan insulin yang tersisa dalam catridge dan kekurangannya dapat ditambahkan dari SoloStar yang baru, atau Sahabat dapat menggunakan SoloStar yang baru untuk memenuhi seluruh kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat menghadapi masalah lainnya dengan SoloStar, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. Jarum yang tersumbat atau bengkok dapat menyebabkan masalah pada pena namun mudah untuk diselesaikan.

    5. Bagaimana Cara Menyimpan SoloStar?

    • Simpan SoloStar yang belum terpakai di dalam lemari es pendingin dengan suhu 2-8oC sampai Sahabat memerlukannya. Simpan di dalam kardusnya, jangan sampai SoloStar membeku karena dapat merusak insulin di dalamnya.
    • Jangan pernah menyimpan SoloStar di dalam freezer (lemari es beku). Ketika Sahabat akan menggunakan SoloStar yang baru, keluarkan dari lemari es 1-2 jam sebelum melakukan penyuntikan dan simpan di suhu ruangan. Begitu Sahabat telah menggunakan SoloStar yang sudah di keluarkan dari lemari es, insulin dalam SoloStar dapat bertahan hingga 4 minggu. Setelah itu, Sahabat harus membuang Solostar.
    • Selama 4 minggu, Sahabat harus menjaga SoloStar pada suhu ruangan dibawah 30oC. Jangan menyimpan kembali pada lemari es dan jangan meletakan pada tempat yang terlalu panas, misalnya pada tepi jendela atau di dalam mobil di bawah terik matahari.
    • Jangan menggunakan SoloStar jika rusak atau bila Sahabat tidak yakin bahwa alat tersebut dapat bekerja dengan baik.
    • Selalu sediakan cadangan SoloStar sebagai antisipasi bila hilang atau rusak.
    • Sahabat dapat membaca petunjuk lengkap dalam brosur kemasan Solostar

    Bila Sahabat memiliki pertanyaan lain mengenai SoloStar, insulin, maupun diabetes hubungi dokter atau PT Aventis Pharma (021) 4892208-4895608. 

    MAT-ID-2100364-V1.0 (03/2021)

    Referensi

    1. Sanofi. Lantus® Dosage and Administration [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.lantus.com/hcp/dosing-injection/injection-guide
    2. Sanofi. Apidra®: How to Use [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.apidra.com/about/how-to-use
    3. Trend-UK Limited. Best Practice Guideline to Support Correct Injection Technique in Diabetes Care [Internet]. 2018 (Diakses 5 November 2020). Tersedia di: https://trend-uk.org/wp-content/uploads/2018/11/ITM-Guideline_v9-FINAL-251018.pdf 
    Read More
  • Apa itu hipoglikemia? Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl. Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan […]

    Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

    Apa itu hipoglikemia?

    Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl.

    mengenal hipoglikemia

    Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.¹ Oleh sebab itu,  penting untuk kita, terutama penderita diabetes untuk memahami gejala, pencegahan, hingga penanganannya.

    Apa saja tanda dan gejala hipoglikemia?

    Deteksi dini tanda dan gejala hipoglikemia agar dapat melakukan penanganan dengan cepat dan menghindari komplikasi yang berat.²

    1. Gemetar, gugup dan gelisah ¹
    2. Keringat dingin, menggigil, dan sangat kelelahan ¹
    3. Mudah marah, tidak sabar, emosi tidak stabil¹
    4. Tampak kebingungan ¹
    5. Berdebar-debar atau denyut jantung meningkat ¹
    6. Pening atau pusing ¹
    7. Sakit kepala ¹
    8. Kelaparan dan mual ¹
    9. Mengantuk, berkurangnya koordinasi dan konsentrasi¹
    10. Penglihatan kabur ¹
    11. Kesemutan atau baal pada bibir dan lidah¹
    12. Mimpi buruk atau menangis selama tidur ¹
    13. Kejang ¹
    14. Tidak sadar atau koma ¹

    Gula darah dapat turun dengan sangat cepat tanpa mengalami gejala ringan terlebih dahulu. Segera periksa gula darah Sahabat jika memungkinkan.³

    Apa penyebab hipoglikemia?

    Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes maupun pada orang tanpa diabetes. 

    Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: ³,4,5

    1. Aktivitas fisik berlebihan tanpa makan yang cukup. 
    2. Menyuntikkan insulin dengan dosis terlalu besar dan tidak diimbangi dengan makan yang cukup.
    3. Hipoglikemia dapat terjadi saat melewatkan, menunda, atau makan terlalu sedikit.

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Hal lain yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah:

    1. Obat-obatan tertentu, seperti kina.
    2. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak.
    3. Kondisi medis tertentu, seperti hepatitis atau gangguan ginjal.
    4. Produksi insulin yang berlebihan, seperti pada tumor pankreas.

    Bagaimana mencegah hipoglikemia?³,4,5

    1. Menyuntikkan insulin sesuai dosis anjuran dokter.
    2. Makan dengan jam yang teratur, tidak menunda maupun melewatkan makan.
    3. Menyeimbangkan aktivitas fisik dengan konsumsi makanan.
    4. Hindari konsumsi alkohol berlebih.
    5. Selalu membawa camilan ke mana saja.
    6. Periksa glukosa darah secara teratur.

    Apa yang harus dilakukan jika terjadi hipoglikemia? ¹,²,³

    1. Segera konsumsi 15-20 gram glukosa atau atau setara dengan:
    •       setengah cangkir jus atau soda biasa
    •       satu sendok makan madu
    •       lima sampai enam buah permen keras, atau 
    •       satu sendok makan gula.

          2.Periksa kembali glukosa darah Sahabat setelah mengonsumsi makanan tersebut di atas.

          3. Jika gula darah masih dibawah normal, ulangi seluruh langkah di atas sampai kadar glukosa darah normal, yaitu di atas 70 mmHg.

         4. Setelah glukosa darah kembali normal, jaga kadar glukosa darah dengan makan makanan ringan yang sehat.

         5. Jika gejala tidak membaik atau Anda mengalami gejala hipoglikemia yang berat, seperti penurunan kesadaran, kejang, maupun koma, segera ke IGD terdekat. Hipoglikemia berat membutuhkan pemberian glukosa secara intravena (melalui infus) segera.

    Bawalah selalu ID medis!

    ID medis adalah tanda pengenal berisi informasi medis. ID medis biasanya dipakai sebagai gelang, kalung ataupun sekarang sudah tersedia di berbagai aplikasi. Bagi kelompok orang yang rentan mengalami hipoglikemia, salah satunya pengguna insulin, ID medis wajib dibawa setiap saat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Saat terjadi hipoglikemia berat, kecelakaan lalu lintas, ataupun keadaan gawat darurat lainnya, ID medis memudahkan penolong pertama untuk mengetahui informasi medis yang penting, seperti fakta bahwa Sahabat menderita diabetes, apakah Sahabat menggunakan insulin, riwayat alergi, dll. ¹

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipoglikemia dengan cara cek gula darah, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100216-V1.0 (02/2021)

    Referensi:

    1. American diabetes association. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/ treatment-and care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    2. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    3. Healthline. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    4. Mayoclinic. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.mayoclinic.com/health /hypoglycemia/DS00198/ DSECTION=causes> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    5. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.diabetescare.net/ content_detail. asp?id=796>. (Terakhir diakses Februari 2014).
    Read More
  • Apakah kalian termasuk orang yang menjalani hidup sehat? Apa yang biasa kalian lakukan sebagai cara untuk menjalani pola hidup sehat? Pastinya di antara kita tidak ada yang mau terserang penyakit – terlebih penyakit mematikan yang dapat mengancam keselamatan kita bukan? Sayangnya, datangnya sebuah penyakit tidak dapat diprediksi meskipun kita sudah menjalani pola hidup yang sehat. […]

    Berikut 5 Menu Harian yang Cocok Stabilkan Gula Darah

    Apakah kalian termasuk orang yang menjalani hidup sehat? Apa yang biasa kalian lakukan sebagai cara untuk menjalani pola hidup sehat? Pastinya di antara kita tidak ada yang mau terserang penyakit – terlebih penyakit mematikan yang dapat mengancam keselamatan kita bukan? Sayangnya, datangnya sebuah penyakit tidak dapat diprediksi meskipun kita sudah menjalani pola hidup yang sehat. Salah satu penyakit mematikan yang menjadi momok masyarakat Indonesia adalah kadar gula darah yang tinggi atau biasa dikenal dengan diabetes. Kabar baiknya, diabetes bisa dikenali dengan berbagai gejala sehingga penanganan yang diberikan tidak terlambat.

    Beberapa gejalanya antara lain adalah badan yang cepat merasa lelah, nafsu makan yang meningkat, berat badan yang turun drastis, sering merasa haus, serta sering bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil.

    Sebenarnya kapan sih kita dikatakan mengalami diabetes? Tentu saja ketika kadar gula kita melebihi batas normal, di mana angka batas normal kadar gula seseorang berkisar antara 70 hingga 200 mg/dL saat tidak puasa. Tidak salah jika seseorang dikatakan mengalami hiperglikemia ketika kadar gulanya mencapai angka lebih dari 200 mg/dL dan sebaliknya kadar gula dikatakan rendah ketika berada di bawah angka 70 mg/dL. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kadar gula darah kita dalam batas normal? Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mengonsumsi berbagai makanan sehat yang bermanfaat untuk menjaga kadar gula kita dalam batas normal.

    Berikut adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk menstabilkan gula darah:

    1. Salmon

    Siapa sih di antara kita yang suka mengonsumsi ikan? Siapa sangka jika salmon efektif untuk menstabilkan gula darah? Salmon adalah salah satu jenis ikan yang kaya akan kandungan protein dan lemak tak jenuh di mana kedua hal ini eektif untuk menstabilkan kadar gula darah. Bukan hanya itu saja, salmon juga berfungsi untuk menjaga jantung dan hati tetap sehat dan bekerja dengan efektif.

    2. Chamomile

    Apakah kalian suka mengonsumsi teh? Jenis teh apakah yang menjadi favorit kalian? Apakah kalian tahu jika chamomile adalah salah satu jenis teh yang mampu untuk menjaga kadar gula tetap stabi? Ketika kita memadukan chamomile dengan kayu manis maka minuman yang satu ini menjadi minuman menyehatkan dan dianjurkan untuk dikonsumsi supaya kita terhindar dari hiperglikemia. Cara membuatnya pun sangat mudah yaitu dengan mencampurkan ½ sendok makan bubuk kayu manis dan 1 sendok makan teh chamomile dengan air panas secukupnya. Kita perlu menunggu air ini untuk dingin terlebih dahulu, yaitu kurang lebih 10 menit agar aman untuk dikonsumsi dan pastinya tidak melukai lidah.

    3. Wortel

    Wortel adalah salah satu jenis sayuran yang efektif untuk menstabilkan kadar gula darah kita. Kok bisa? Tentu saja jawabannya ada pada kandungan wortel, yaitu kaya akan kandungan vitamin A. Untuk mendapatkan manfaat yang satu ini kita hanya perlu merebusnya atau bisa kita olah menjadi jus supaya cita rasanya lebih lezat.

    4. Blueberry

    Blueberry adalah salah satu buah yang efektif untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh kita sehingga kita tidak perlu lagi khawatir mengenai hiperglikemia. Mengonsumsi blueberry dengan rutin sangatlah efektif untuk memperbaiki metabolisme glukosa kita yang berarti buah ini berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah kita.

    5. Teh hijau

    Teh hijau adalah salah satu jenis minuman yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat mengingat banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari minuman yang satu ini. Mengonsumsi teh hijau setiap kali setelah makan sangatlah efektif untuk menstabilkan kadar gula darah kita dan pastinya aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.

    Nah itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang efektif untuk menstabilkan kadar gula darah kita – alias menjauhkan kita dari penyakit hiperglikemia. Pastinya sekarang sudah tidak khawatir lagi kan jika penyakit ini datang sewaktu-waktu? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar terhindar dari berbagai penyakit. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja