Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ gula”

  • Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes […]

    Sakit Gula Bikin Jantungan

    Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes tipe 2.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang memiliki banyak komplikasi. Salah satu komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Setiap organ di tubuh kita memiliki pembuluh darah, sehingga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada seluruh organ tubuh. Terutama organ-organ vital, seperti jantung, otak, ginjal hingga sampai ke organ kecil seperti mata, jari kaki hingga organ vital pada pria.

    Bagaimana hubungan penyakit diabetes dengan jantung? Kita tahu bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Beberapa faktor risiko yang banyak diketahui orang adalah kolesterol yang tinggi, kegemukan, dan terakhir adalah diabetes melitus. 

    Baca Juga: 5 Tanda Diabetes dan Kencing Manis

    Pada diabetes yang melibatkan penyakit jantung, pembuluh darah koroner merupakan targetnya. Sehingga, diabetes dapat merusak pembuluh darah koroner. Maka tanpa adanya faktor resiko berupa kenaikan kolesterol, diabetes sendiri mampu membuat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan serangan jantung. Perlu diingat bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia.

    Diabetes dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung koroner sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal, meningkatkan risiko gagal jantung 2 hingga 5 kali lipat dari normal, dan meningkatkan risiko stroke sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal.

    Gejala penyakit jantung harus kita waspadai adalah nyeri di bagian dada, lengan, pundak, leher, rahang dan juga bagian punggung dan sesak napas. Bila sahabat mengalami ini, maka segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan cepat sehingga tidak berdampak buruk ke depannya.

    Nah, penting bagi kita menyadari bahwa mengontrol gula dan diabetes merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Faktor risiko terpenting yang harus dikontrol pada pasien-pasien yang mengalami diabetes atau prediabetes adalah menurunkan berat badan. Selain itu, mengubah pola hidup menjadi sehat seperti cek kesehatan berkala, konsumsi makanan sehat yang kaya sayur dan buah, serta perbanyak aktivitas fisik dan olahraga. Melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari selama 5 kali seminggu atau 150 jam dalam satu minggu dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus sebanyak 58%.

    Baca Juga: 8 Fakta Lawan Diabetes

    Bagaimana tanda awal serangan jantung?

    Tanda awal serangan jantung adalah nyeri di dada sebelah kiri, nyeri dada terhebat yang pernah dirasakan dan kuncinya adalah nyeri tersebut biasanya menjalar ke lengan dan tidak bisa ditunjuk posisi nyerinya. Biasanya disertai dengan mual muntah dan keringat dingin.

    Apa yg harus dilakukan orang dengan diabetes agar terhindar dari penyakit jantung?

    Pada penderita diabetes, rutin melakukan pengecekan terhadap gula darah, konsumsi obat anti diabetes sesuai dengan saran dokter dan menjaga berat badan ideal merupakan beberapa cara agar dapat terhindar dari penyakit jantung.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, […]

    Madu atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, lalu salah satunya adalah madu.

    Nah, madu atau gula yang cocok untuk penderita diabetes? Yuk,Sobat mari pahami dengan baik dan temukan alasannya.

    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada era modern saat ini, dengan jumlah penyandang diabetes lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2010, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga kira-kira 438 juta penyandang diabetes tahun 2030.Diabetes melitus adalah kadar gula di dalam darah tinggi yang disebabkan karena kegagalan fungsi hormon insulin akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik seperti konsumsi gula atau makanan/minuman manis yang berlebihan. Kemudian muncul ide madu untuk pengganti gula sebagai pemanis. Tapi tahukah Sobat, ternyata madu baik dikonsumsi untuk para penyandang diabetes, bahkan penelitian terbaru saat ini menyatakan bahwa madu memiliki efek antidiabetes.

    Kalori dan Indeks Glikemik

    Apa bedanya madu dan gula biasa? Jika dibandingkan, satu sendok gula pasir mengandung 46 kalori, sedangkan satu sendok madu mengandung 64 kalori. Wah, madu ternyata mengandung lebih tinggi kalori. Namun jangan sedih dulu, satu sendok gula jika dibandingkan dengan satu sendok madu menghasilkan tingkat kemanisan yang berbeda. Madu tentu lebih manis dan lebih pekat. Kurang lebih untuk mendapatkan rasa manis yang setara dengan satu sendok gula, hanya dibutuhkan setengah atau sepertiga sendok madu, sehingga mengurangi jumlah kalori dan baik untuk penyandang diabetes.

    Indeks glikemik menggambarkan kemampuan suatu zat dalam meningkatkan kadar gula darah dan kadar insulin. Semakin tinggi indeks glikemik suatu zat, maka semakin cepat dan besar kenaikan gula darah yang disebabkan zat tersebut. Kabar baiknya, madu memiliki indeks glikemik yang rendah dibandingkan dengan gula, artinya madu diserap masuk ke dalamperedaran darah secara perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang hebat dan tentu sangat baik untuk penyandang diabetes.

    Kandungan dan Manfaat

    Gula mengandung 100% karbohidrat, yang tersusun dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula yang hanya dapat dipecah oleh organ hati. Konsumsi gula yang berlebihan terbukti dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak diinginkan seperti peningkatan berat badan yang dapat berujung menjadi obesitas, perlemakan hati, dan peningkatan trigliserida.

    Madu juga terdiri dari gula, tapi hanya 30% glukosa dan 40% fruktosa. Tapi tidak hanya itu, madu mengandung berbagai elemen lain yang baik untuk kesehatan, seperti protein, berbagai vitamin yaitu vitamin B2 atau riboflavin, vitamin B5 atau pantothenic acid, vitamin B3 atau niasin, vitamin B9 atau asam folat, vitamin B6, vitamin C, dan mineral baik seperti fosfor, potasium atau kalium, zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc. Tidak hanya itu, di dalam madu juga terkandung berbagai jenis antioksidan seperti pinobanksin, chrysin, dan pinocembrin. Penelitian terbaru bahkan menyatakan bahwa konsumsi madu ternyata dapat menurunkan gula darah dan berperan sebagai antidiabetes.

    Kesimpulannya, madu aman dikonsumsi penderita diabetes. Jika Sobat membutuhkan produk madu, gula rendah kalori atau artikel kesehatan menarik lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madu vs. Gula pasir: mana yang baik untuk diabetes? Diupdate 24 November 2015. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/madu-vs-gula-pasir-mana-yang-baik-untuk-diabetes
    2. Bobiş O, Dezmirean DS, Moise AR. Honey and Diabetes: The Importance of Natural Simple Sugars in Diet for Preventing and Treating Different Type of Diabetes. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2018;2018:4757893.
    3. Honey vs. Granulated sugar: which sweetener’s better for diabetes? Diupdate 31 Oktober 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/sweeteners-honey-vs-granulated-sugar#1
    4. Can people with type 2 diabetes eat honey? Diupdate 28 Mei 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/317662.php
    5. Erejuwa OO, Sulaiman SA, Wahab MSA. Honey – A Novel Antidiabetic Agent. International Journal of Biological Sciences. 2012;8(6):913-934.
    Read More
  • Memiliki masalah kesehatan memang membuat seseorang dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Hal ini juga berlaku bagi Sobat yang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Sobat tidak boleh asal makan karena tentunya beberapa makanan bisa menjadi penyebab tingginya kadar gula darah. Namun, beberapa makanan juga baik untuk gula darah bahkan mampu membantu untuk menurunkan […]

    Panduan Asupan Sehat untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

    Memiliki masalah kesehatan memang membuat seseorang dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Hal ini juga berlaku bagi Sobat yang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Sobat tidak boleh asal makan karena tentunya beberapa makanan bisa menjadi penyebab tingginya kadar gula darah.

    Namun, beberapa makanan juga baik untuk gula darah bahkan mampu membantu untuk menurunkan kadarnya. Pada pembahasan kali ini, akan dijelaskan beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah sesuai dengan gula darah yang Sobat miliki.

    1. Mengonsumsi Sayuran

    Apapun jenis sayuran yang Sobat pilih, sayuran sangat membantu menurunkan kadar gula darah pada tubuh. Akan tetapi, Sobat perlu memerhatikan cara pengolahannya. Dalam menurunkan kadar gula darah, sebaiknya sayuran tersebut di makan langsung mentah yang terlebih dahulu telah dicuci bersih, atau dipanggang maupun dioven. Bahan tambahan yang diperbolehkan untuk memperkaya rasa yaitu bawang putih, rosemary, atau paprika merah. Kurangi penggunaan gula dan garam.

    2. Kurangi Minuman Berkalori

    Minuman yang memiliki kandungan kalori yang tinggi akan membuat kadar gula darahmu naik. Minuman jenis ini tentunya akan memperburuk kondisi kesehatanmu. Olehkarena itu, lebih baik Sobat meminum air putih yang memang terbukti mampu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dan menurunkan kadar gula darah. Jika Sobat ingin meminum minuman yang memiliki rasa agar tidak bosan dengan air putih saja, Sobat bisa mencoba membuat infus water sendiri di rumah. Infus water bisa menjadi pilihan minuman yang memiliki rasa tetapi rendah kalori. Sobat bisa memilih lemon atau mentimun agar infus water segar dan sehat.

    3. Melon dan beri-berian

    Buah tersebut juga mampu menurunkan dan menjaga kadar gula darahmu. Meski memiliki rasa yang manis, kandungan kalori dan kadar gulanya masih tergolong normal dan baik abgi tubuhmu. Sobat bisa mencoba mengkreasikan buah tersebut dengan menambahkan yoghurt agar tidak membosankan.

    4. Makanan Berserat Tinggi

    Sobat juga perlu memakan bahan makanan yang berserat tinggi. Jenis makanan yang demikian juga mampu menurunkan kadar gula darah. Banyak sekali bahan makanan yang mengandung banyak serat. Akan tetapi, diutamakan untuk mengonsumsi biji-bijan yang paling banyak mengandung serat, misalnya seperti kacangkenari (almond), kacang polong, atau pistacio. Sobat bisa mengolahnya dengan mencampurkan bersama sayur sayuran kesukaan.

    5. Protein

    Menyeimbangkan komposisi nutrisimu dengan mengonsumsi protein juga sangat penting sebagai upaya menurunkan kadar gula darah. Namun, pastikan bahwa protein yang Sobat pilih tersebut tidak mengandung lemak jahat agar penyakit diabetesmu tidak semakin parah. Sobat bisa memenuhi kebutuhan protein dengan mengonsumsi keju dalam porsi sedikit, telur, daging merah, yogurt, dan protein baik lainnya. Lalu, tambahkan beberapa makanan yang mengandung lemak non jahat pula jika disukai, seperti alpukat, minyak ikan, olive oil, dan lainnya.

    Jika Sobat memiliki kadar gula darah yang tinggi karena diabetes, maka Sobat tak perlu khawatir sebab kadar gula darah dapat diturunkan. Hal utama yang perlu diingat yaitu perlunya kedisiplinan dalam mengatur pola dan porsi makanan. Jangan sembarang mengonsumsi jenis makanan atau minuman yang nantinya justru membuat kadar gula darahmu semakin memburuk.

    Selain itu, sempatkan untuk memiliki waktu berolahraga agar gula dalam darah terbakar dan menyebabkan tubuhmu berkeringat. Berkeringat setiap hari juga akan membuatmu semakin sehat dan secara tidak langsung menurunkan kadar gula darah. Memiliki jadwal tidur yang teratur juga diperlukan agar tubuhmu memiliki metabolisme yang terjaga baik. Jangan lupa untuk mengonsultasikan kondisi Sobat kepada dokter untuk penanganan diabetes lebih lanjut.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi: webmd.com/diabetes/features/diabetic-diet-6-foods-control-blood-sugar#1

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja