Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ gejala gangguan tiroid”

  • Penyakit tiroid merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Produksi hormon tiroid berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipertiroidisme dan produksi hormon tiroid rendah dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipotiroidisme.¹ Penyakit-penyakit ini dapat dideteksi dini, sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut. Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga […]

    Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Penyakit tiroid merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Produksi hormon tiroid berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipertiroidisme dan produksi hormon tiroid rendah dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipotiroidisme.¹ Penyakit-penyakit ini dapat dideteksi dini, sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut.

    berisiko tinggi mengalami gangguan tiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Hipertiroidisme

    Penyebab tersering dari hipertiroidisme adalah penyakit Grave (Grave’s disease) dan Goiter Toksik Noduler. Penyakit Grave merupakan suatu kelainan autoimun yang menstimulasi produksi hormon tiroid berlebihan, dengan angka insiden penyakit 20-30 kasus per 100,000 orang per tahun, dan  seringkali diderita oleh wanita. Insiden tertinggi penyakit Grave diderita oleh pasien berusia 30-60 tahun.² Kelainan pada kelenjar hipofisis dan penggunaan obat seperti pil yodium, amiodaron dan interferon, juga diperkirakan dapat menyebabkan timbulnya penyakit hipertiroidisme.²

    Faktor risiko Hipertiroidisme yaitu ²,³:

    • Jenis kelamin perempuan
    • Usia diatas 60 tahun
    • Wanita hamil
    • Memiliki riwayat penyakit autoimun sebelumnya
    • Riwayat penderita penyakit tiroid atau penyakit autoimun dalam keluarga
    • Riwayat gangguan tiroid sebelumnya
    • Konsumsi yodium dalam makanan atau obat

    Gejala yang dapat dirasakan berupa rasa berdebar, hiperaktif, gelisah, mudah merasa panas, gemetaran, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.4

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hipotiroidisme

    Hipotiroidisme atau kondisi hormon tiroid yang kurang aktif, terjadi karena kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid sehingga proses metabolisme dalam tubuh melambat. Penyebab tersering hipotiroidisme adalah kekurangan yodium dan adanya kelainan autoimun kronis (Penyakit Hashimoto). Penyakit hashimoto diperkirakan dialami 5-10 kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria.5

    Faktor risiko Hipotiroidisme yaitu ³,5 :

    • Jenis kelamin perempuan
    • Usia di atas 60 tahun
    • Etnis Kaukasia atau Asia
    • Paparan radiasi pada area leher sebelumnya
    • Memiliki riwayat operasi pada kelenjar tiroid
    • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita penyakit tiroid atau penyakit autoimun
    • Riwayat gangguan autoimun sebelumnya, seperti diabetes tipe I
    • Riwayat menderita penyakit anemia pernisiosa
    • Konsumsi yodium dalam makanan atau obat
    • Perubahan hormon karena hamil, melahirkan atau menopause
    • Konsumsi obat litium (seringkali digunakan pada kondisi gangguan bipolar) dan amiodaron
    • Memiliki kelainan kromosom seperti Down Syndrome atau Sindrom Turner
    • Memiliki abnormalitas kelenjar tiroid dari hasil pemeriksaan fisik

    Keluhan yang dirasakan bervariasi berupa mudah merasa lelah, sensitif terhadap suhu dingin, rambut rontok, kenaikan berat badan, lamban dalam beraktivitas dan berpikir.4

    Baca Juga: Infografik Tanda-tanda Gangguan Tiroid

    Kapan Melakukan Skrining Penyakit Tiroid?

    Jika sebelumnya Sahabat memiliki keluhan yang berkaitan dengan penyakit tiroid, seperti depresi, cemas, mudah merasa panas atau kedinginan, perubahan mendadak pada berat badan, dan memiliki riwayat penyakit autoimun, perlu melakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi penyakit Tiroid.³

    Apabila sebelumnya tidak ada keluhan, maka rekomendasi melakukan pemeriksaan skrining dilakukan pada pria dan wanita berusia di atas 35 tahun yang dapat dilakukan tiap 5 tahun sekali.5

    Pemeriksaan skrining ditujukan untuk orang yang memiliki faktor risiko maupun pada orang tanpa keluhan apapun, yang bertujuan untuk mencegah kerusakan dari kelenjar tiroid lebih lanjut. Pemeriksaan skrining dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan kadar TSH (Thyroid Stimulating Hormone).4

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Deteksi dini merupakan kunci penting sebab dapat mencegah masalah kesehatan yang lebih lanjut, dan jika ada kelainan dapat ditangani dengan lebih baik. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00009 Feb 2021

    Daftar Pustaka

    1. Bano A, Chaker L, Raso F, et al. Thyroid Function and Life Expectancy with and without  Noncommunicable Diseases A Population Based Study. PLOS Medicine. 2019; 16 (10) :1-16.
    2. Kahaly G, Bartalena L, Hegedus L, Leenhardt L, Poppe K, Pearce S. European Thyroid Association Guideline for The Management of Grave’s Hyperthyroidism. European Thyroid Journal. 2018; 7:167-186.
    3. Everyday Health. Are You at Risk for Thyroid Disease [Internet]. 2014 [cited 23 Feb 2021]. Available from: https://www.everydayhealth.com/thyroid-conditions/evaluating-your-thyroid-disease-risk.aspx
    4. Birtwhistle R, Morissette K, Dickinson J, et al. Recommendation on Screening Adults for Asymptomatic Thyroid Dysfunction in Primary Care. Canadian Medical Association Journal. 2019;191:1274-80.
    5. Garber J, Cobin R, Gharib H, et al. Clinical Practice Guidelines for Hypothyroidism in Adults. American Association of Clinical Endocrinologist Medical Guidelines for Clinical Practice.2012; 18 (6): 989-1028.
    Read More
  • Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi […]

    Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi tidak normal, dan energi yang dihasilkan menjadi terlalu cepat. Keadaan ini disebut dengan hipertiroidisme, dan akan membuat Sobat menjadi cepat lelah saat beraktivitas yang ditandai dengan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, dan tubuh dapat mengalami penurunan berat badan yang cepat tanpa olahraga atau diet. Lalu, kebalikan dari hipertiroidisme adalah hipotirodisme, yaitu tubuh memiliki sedikit hormon tiroid yang menyebabkan Sobat merasa lelah, berat badan bertambah, dan tidak kuat pada suhu tertentu terutama suhu dingin.

    gangguan tiroid

    Baca Juga: Sudah Olahraga Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Apa Penyebab Penyakit ini?

    Mengenai penyebab penyakit ini digolongkan menjadi dua, yaitu pada hipertiroidisme dan hipotirodisme. Seperti yang sudah diketahui penyebab utama hipertirodisme adalah produksi hormon tiroid yang berlebihan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipotiroidisme adalah sebagai berikut:

    • Grave diseases atau penyakit grave, yaitu kondisi yang menyebabkan produksi hormon tiroid terlalu banyak
    • Adenoma toksik, yaitu nodul atau benjolan yang berkembang di kelenjar tiroid, dan mengeluarkan hormon. Nodul ini menganggu keseimbangan kimiawi tubuh, dan salah satu contohnya adalah penyakit gondok.
    • Tiroditis sub-akut, yaitu peradangan tiroid yang menyebabkan kelenjar kelebihan hormon sehingga mengakibatkan hipertiroidisme. Penyakit ini dapat terjadi selama berbulan-bulan.
    • Malfungsi kelenjar hipofisis atau pertumbuhan kanker di kelenjar tiroid, penyebab yang satu ini agak jarak, tetapi tidak menutup kemungkinan hipertiroidisme berasal dari sini.

    Sedangkan untuk hipotiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

    • Tiroditis Hashimoto, yaitu kelainan autoimun yang menyebabkan tubuh menyerang jaringan tiroid. Jaringan itu akhirnya mati, dan berhenti memproduksi hormon.
    • Pengangkatan kelenjar tiroid yang terjadi melalui operasi atau yang dihancurkan secara kimiawi
    • Terpapar iodida dalam jumlah yang berlebihan akibat dari penggunaan beberapa obat dan konsumsi pewarna makanan tertentu yang tinggi yodium
    • Penggunaan litium yang digunakan sebagai obat untuk gangguan mental

    Seperti Apa Saja Gejalanya?

    Gejala-gejala terkena gangguan tiroid ini adalah sebagai berikut:

    Hipertiroidisme

    • Mengalami kecemasan, lekas marah, dan gugup
    • Kesulitan tidur
    • Penurunan berat badan
    • Memiliki kelenjar tiroid yang membesar atau gondok
    • Mengalami kelemahan otot dan tremor
    • Mengalami menstruasi tidak teratur atau siklus menstruasi terhenti.
    • Merasa sensitif terhadap panas
    • Mengalami masalah penglihatan atau iritasi mata

    Hipotirodisme

    • Merasa lelah
    • Penambahan erat badan
    • Pikun
    • Memiliki periode menstruasi yang sering dan berat
    • Memiliki rambut kering dan kasar.
    • Memiliki suara yang parau.
    • Mengalami intoleransi terhadap suhu dingin

    Siapa Saja yang Dapat Terkena?

    Penyakit atau gangguan ini dapat menyerang siapa saja, baik itu orang dewasa (lelaki dan perempuan) maupun anak-anak. Namun setelah diteliti perempuan lebih banyak mengidap penyakit ini. Sebanyak 1 dari 8 perempuan mengalaminya sepanjang hidup mereka. Gangguan yang dialami perempuan akibat penyakit ini adalah sebagai berikut:

    • Permasalahan pada periode menstruasi
    • Sulit hamil
    • Permasalahan saat kehamilan

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Penyakit tiroid, terutama hipertiroidisme dapat terjadi saat lahir atau bertambahnya usia. Sobat kemungkinan besar dapat mengalami kelainan tiroid jika memiliki faktor risiko  berikut:

    • Memiliiki riwayat penyakit tiroid dalam keluarga
    • Memiliki kondisi kesehatan sepertianemia pernisiosa, diabetes tipe 1, insufiensi adrenal primer, lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjörgen, dan sindrom Turner
    • Meminum obat dengan kandungan tinggi yodium seperti amiodarone
    • Berusia 60 tahun ke atas terutama pada wanita
    • Pernah menjalani pengobatan untuk gangguan pada tiroid atau kanker

    Bagaimana dengan Penanganannya?

    Segera konsultasikan keluhan Sobat ke dokter. Dokter kemudian akan melakukan beberapa metode melalui beberapa pemeriksaan fisik untuk mendeteksi benjolan pada tiroid. Selain menggunakan pemeriksaan fisik, metode yang juga digunakan adalah USG, CT scan  atau MRI. Setelah nodul atau benjolan terdeteksi, terdapat prosedur lain yang spesifik digunakan seperti tes hormon tiroid (TSH) dan pemindaian tiroid untuk memeriksa adanya hipertiroidisme atau hipotirodisme. Biopsi aspirasi jarum halus juga dapat digunakan untuk mengambil sampel sel dari nodul untuk menentukan apakah nodul mengandung kanker atau tidak.

    Produk Terkait: Cek Hormon Tiroid

    Nodul tiroid yang jinak biasanya tidak mengancam jiwa, sehingga tidak memerlukan pengobatan. Bila nodul tidak hilang, dokter akan merekomendasikan penggunaan yodium radioaktif untuk mengecilkan nodul jika tumbuh besar. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengangkat tiroid melalui operasi. Selain itu, terapi radiasi dan kemotrapi digunakan bila kanker yang dapat terjadi akibat kelainan pada tiroid sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

    Apakah Gangguan ini Dapat Dicegah?

    Tentu saja dapat. Ada beberapa cara yang dapat digunakan supaya terhindar dari penyakit ini, yaitu:

    Hindari makanan olahan

    Makanan olahan mengandung bahan kimia yang dapat mengubah produksi hormon tiroid, dan  berpotensi terkena gangguan

    Konsumsi Makanan Bernutrisi

    Konsumsi makanan-makanan yang bernutrisi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan beberapa kacang-kacangan tertentu. Utamakan juga konsumsi yang mengandung protein tanpa lemak seperti ikan dan kacang-kacangan.

    Kurangi Lemak Jenuh dan Tetap Konsumsi Karbohidrat Kompleks

    Kurangi lemak jenuh yang berpotensi menimbulkan penyakit jantung atau kanker. Lemak ini biasanya berasal dari produk hewani seperti daging dan keju dan lemak trans yang terdapat pada minyak terhidrogenasi pada makanan olahan dan margarin. Gunakan lemak membantu menurunkan kolestrol seperti minyak nabati dan lemak omega-3.

    Tingkatkan Konsumsi Serat

    Serat dapat membantu meningkatkan pencernaan. Usahakan untuk mengonsumsi makanan alami yang kaya akan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Kaplet Suplemen Sayur dan Buah

    Batasi atau Berhenti merokok

    Merokok dapat mengeluarkan racun yang membuat kelenjar tiroid menjadi terlalu sensitif

    Kurangi stres

    Stres merupakan salah satu penyebab utama berbagai gangguan kesehatan termasuk penyakit tiroid. Sobat dapat melakukan relaksasi atau rutin berolahraga untuk mengurangi stres.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah untuk Anda dan Pasangan

    Nah, sekian mengenai gangguan tiroid mulai dari penyebab hingga penanganan. Gangguan ini kenyataannya tidak dapat dianggap remeh karena dapat menyebabkan komplikasi kedepannya. Penting bagi Sobat untuk tetap menjalankan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai gangguan tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan terutama pada penanganan penyakit ini  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Thyroid disease | Womenshealth.gov [Internet]. womenshealth.gov. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/thyroid-disease
    2. Thyroid Disease: Causes, Symptoms, Risk Factors, Testing & Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease#:~:text=Thyroid%20disease%20is%20a%20general,This%20is%20called%20h
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Thyroid Problems — Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
    4. Common Thyroid Gland Diseases and Problems to Watch For [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/common-thyroid-disorders#thyroid-conditions-in-children
    5. Thyroid Disorder | Types, Symptoms, Causes & Prevention [Internet]. Indus Health Plus. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.indushealthplus.com/thyroid-symptoms-causes-types-prevention.html
    6. Publishing H. Healthy eating for a healthy thyroid – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/healthy-eating-for-a-healty-thyroid
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com