Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ gejala”

  • Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu: Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi Mengatur kecepatan pencernaan makanan. […]

    Apa sih Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu:

    1. Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi
    2. Mengatur kecepatan pencernaan makanan.
    3. Mengatur suhu tubuh.
    4. Membantu perbaikan sel tubuh.
    5. Mengatur tumbuh kembang anak.
    6. Mengatur pertumbuhan sel otak dan kemampuan berpikir pada anak.¹-5

    perbedaan hipertiroid dan hipotiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab Hingga Pencegahan

    Kelenjar tiroid memproduksi 3 hormon yaitu hormon tiroksin (T4), hormon triiodothyronine (T3) dan kalsitonin. Kadar hormon di dalam tubuh diatur agar tetap seimbang, sebab apabila kadar hormon berlebihan atau kurang tentunya akan berdampak pada tubuh serta menyebabkan gejala klinis. 15

    Gangguan keseimbangan yang terjadi pada kelenjar tiroid dapat dibagi menjadi dua, yaitu hipertiroid dan hipotiroid.

    Hipertiroid

    Hipertiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid di dalam darah meningkat, kondisi ini tentunya mempengaruhi metabolisme tubuh serta menimbulkan gejala klinis seperti:

    • Leher terlihat membesar atau bengkak karena disebabkan pembesaran kelenjar tiroid.
    • Gelisah, cemas dan
    • Perubahan mood yang cepat, mudah marah atau mudah tersinggung.
    • Sulit
    • Merasa mudah lelah walau tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
    • Mudah terasa kegerahan atau terlalu sensitif terhadap suhu ruangan yang panas.
    • Nyeri otot
    • Gangguan pencernaan, seperti diare.
    • Sering buang air kecil dibandingkan biasanya.
    • Mudah merasa haus.
    • Gatal-gatal pada kulit.
    • Penurunan hasrat seksual.
    • Mudah berkeringat, telapak tangan mudah basah.
    • Rambut rontok.
    • Berat badan menurun drastis.
    • Gangguan menstruasi pada wanita.

    Penyebab hipertiroid dapat bervariasi seperti penyakit graves, autoimun, peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis), kanker tiroid, tumor testis atau tumor ovarium, konsumsi obat atau makanan yang mengandung tinggi yodium. 1

    Hipotiroid

    Hipotiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam darah menurun. Kondisi hipotiroid dapat disebabkan oleh kelainan sistem imun (autoimun), efek samping pengobatan sehingga menghambat produksi hormon tiroid (misalnya menjalani pengobatan dengan obat-obatan anti depresi, dan riwayat operasi pada kelenjar tiroid), kurang mengonsumsi makanan beryodium (garam dapur) atau menderita kanker tiroid. 2

    Baca Juga: Infografik Gangguan Tiroid

    Berbeda dengan gejala hipertiroid, gejala hipotiroid bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Gejala-gejala hipotiroid dapat ringan dan berkembang dengan lambat sampai hitungan tahun. Berikut ini gejala hipotiroid yang mungkin dialami:

    • Mudah lelah.
    • Sensitif terhadap dingin atau tidak kuat pada suhu ruangan yang dingin.
    • Berat badan meningkat tanpa sebab yang jelas.
    • Depresi (perubahan mood menjadi mudah sedih)
    • Konstipasi (sulit buang air besar).
    • Nyeri otot dan mudah kram.
    • Kulit terasa kering dan kuku rapuh atau mudah patah
    • Menstruasi tidak lancar atau perdarahan banyak saat menstruasi.
    • Suara serak dan berat.
    • Mudah lupa.
    • Rambut rontok. 2

    Bagaimana Mendiagnosis Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Untuk mendiagnosis hipertiroid dan hipotiroid, dapat dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter, serta menjalani pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah untuk memeriksa kadar T3, T4 dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

    Rendahnya kadar hormon Tiroid (T3 dan T4) dalam darah dan tingginya hormon TSH dapat menunjukkan bahwa seseorang menderita hipotiroid. Sebaliknya, apabila hormon Tiroid (T3 dan T4) meningkat sedangkan hormon TSH menurun maka dapat disimpulkan bahwa seseorang mengalami hipertiroid. 35

    Penanganan

     Penanganan pada kondisi Hipertiroid dan Hipotiroid bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan kadar hormon didalam darah dan juga mengobati penyebab utamanya. Pada kondisi hipertiroid, terapi dilakukan mulai dari penggunaan obat-obatan, terapi iodium aktif yang berfungsi untuk menyusutkan kelenjar tiroid, dan dapat dilakukan juga prosedur operasi. 35

    Produk Terkait: Cek Lab Kimia Farma

    Sedangkan penanganan pada kondisi hipotiroid, bertujuan untuk mengembalikan kadar hormon serta meringankan gejala. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian hormon tiroid sintetis (Levothyroxine).35

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai dan tiroid dan penananganannya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00020

    Daftar Pustaka

    1. 2019. Hyperthyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. 2019. Hypothyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. Jason Baker., 2020. Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, what’s the difference.Healthline, [online] Available at:<https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism> [Accessed 25 February 2021].
    1. Cleveland Clinic. 2020. Thyroid Disease. [online] Available at: <https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease> [Accessed 25 February 2021].
    1. MandyArmitage, MD.  Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, how do they differ. [online]. Available at:<https://www.goodrx.com/blog/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism-whats-the-difference/> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sel darah kita. Leukimia menyerang sel darah putih, tapi beberapa jenis leukemia dapat muncul pada jenis sel darah lain. Jenis leukemia banyak, tergantung apakah terjadinya baru (akut) atau sudah lama (kronik) dan mulainya pada sel mieloid atau limfoid. Gejala leukemia seringkali tidak terlihat oleh mata. Namun, gejala […]

    Yuk, Kita Kenali Gejala Leukimia Sejak Dini

    Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sel darah kita. Leukimia menyerang sel darah putih, tapi beberapa jenis leukemia dapat muncul pada jenis sel darah lain. Jenis leukemia banyak, tergantung apakah terjadinya baru (akut) atau sudah lama (kronik) dan mulainya pada sel mieloid atau limfoid.

    Gejala leukemia seringkali tidak terlihat oleh mata. Namun, gejala umum yang dapat dirasakan antara lain, demam, kelelahan, sering terkena infeksi, pembesaran kelenjar getah bening, hati atau limpa, berat badan yang tiba-tiba menurun, mimisan yang berulang, mudah memar/berdarah, nyeri pada tulang dan keringat berlebihan.

    Baca Juga: 10 Tanya Jawab Seputar Leukemia

    Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya leukemia pada seseorang antara lain:

    1. Riwayat keluarga menderita leukemia
    2. Merokok
    3. Terpapar bahan kimia seperti benzene yang sering ditemukan pada industri kimia dan bahan bakar mobil.
    4. Kelainan genetik
    5. Riwayat terapi kanker sebelumnya.

    Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit ini antara lain dengan pemeriksaan darah, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan sum-sum tulang belakang. Pada pemeriksaan darah ditemukan peningkatan sel darah putih yang sangat tinggi diikuti dengan penurunan sel darah merah dan trombosit.

    Mengapa kanker darah ini seringkali lambat terdeteksi?Hal ini karena gejala yang dialami tidak terlalu kelihatan dan gejalanya tidak spesifik. Belum lagi terkadang kita tidak terlalu memperhatikan kesehatan diri dan melewati jadwal Medical Check Up tiap tahunnya.

    Baca Juga: Kupas Tuntas Leukemia Pada Anak

    Lalu, bila sudah terkena leukemia apakah bisa sembuh?Kesembuhan penderita leukemia tergantung beberapa faktor antara lain stadium saat pertama kali didiagnosa, usia penderita, dan terapi yang memadai. Jadi, bukan tergantung dari berapa lama penyakit leukimia sudah diderita pasien. Hal ini karena penderita leukemia yang sudah sembuh pun masih harus check up rutin, karena masih ada kemungkinan kambuh kembali.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. cancer.org/cancer/leukemia.html
    2. mayoclinic.org/diseases-conditions/leukemia/symptoms-causes/syc-20374373
    3. tanyadok.com/artikel-konsultasi/penyakit-leukemia-bisakah-sembuh
    Read More
Chat Dokter 24 Jam