Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ gangguan tiroid”

  • Hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang terletak di leher dan berperan dalam proses pertumbuhan, perbaikan sel serta proses metabolisme. Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan Hormon tiroid dapat mengalami berbagai gangguan, misalnya Hipotiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid rendah didalam darah) maupun Hipertiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid tinggi didalam darah).¹ Berikut […]

    Berikut Adalah Fakta Diet dan Tiroid yang Perlu Sahabat Ketahui

    Hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang terletak di leher dan berperan dalam proses pertumbuhan, perbaikan sel serta proses metabolisme.

    fakta diet dan tiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Hormon tiroid dapat mengalami berbagai gangguan, misalnya Hipotiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid rendah didalam darah) maupun Hipertiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid tinggi didalam darah).¹

    Berikut ini panduan makan secara umum untuk pasien dengan gangguan tiroid:

    • Konsumsi beragam buah dan sayur. ²
    • Pilih makanan utama yang mengandung serat seperti kentang, roti, nasi dan pasta. ²
    • Konsumsi makanan sumber protein seperti kacang-kacangan, kacang kedelai, produk olahan susu, telur, ikan, dan daging.²
    • Kurangi makanan berminyak.²
    • Minum air putih minimal 6-8 gelas per hari.²

    Memang tidak mudah untuk mempertahankan asupan makan yang sehat dengan porsi yang tepat setiap harinya, oleh karena itu dapat dibantu dengan asupan suplemen dan multivitamin. Berikut ini suplemen dan vitamin yang direkomendasikan bagi penderita gangguan tiroid :

    Vitamin D

    Vitamin D berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfat yang berperan untuk menjaga kesehatan tulang, gigi dan otot.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Beberapa penelitian mengatakan bahwa orang dengan gangguan tiroid rata-rata memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh.²

    Kalsium

    Kalsium banyak sekali terdapat didalam makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari, seperti ikan, susu, dan suplemen tambahan.

    Pemberian suplemen kalsium dapat mengganggu penyerapan obat antitiroid seperti levotiroksin. Oleh karena itu, suplemen kalsium dan susu dapat diberikan  minimal 4 jam setelah pemberian obat levotiroksin untuk memastikan tidak ada gangguan penyerapan obat. ²

    Yodium

    Bagi orang dengan gangguan tiroid, yodium merupakan zat penting bagi pembentukan hormon tiroksin yang sangat penting terutama bagi ibu hamil untuk perkembangan otak janin.

    Apabila Anda menderita hipotiroid dan sedang menjalani terapi dengan obat levotiroksin maka pemberian suplemen yodium tidak diperlukan.

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Apabila Anda menderita hipertiroid, pemberian suplemen yodium juga tidak diperlukan karena dapat memperparah kondisi hipertiroid. ² Selain itu yodium dapat diperoleh dari mengonsumsi garam dapur.³

    Kacang Kedelai

    Diketahui bahwa kacang kedelai mempengaruhi penyerapan tiroksin, sehingga apabila Anda mengonsumsi obat tiroksin maka perlu menghindari kacang kedelai. Diperlukan jeda waktu yang cukup lama antara mengkonsumsi kacang kedelai dengan minum obat. ²

    Produk Terkait: Jual Melilea Susu Kedelai 500 gram

    Tablet Zat Besi

    Tablet zat besi dapat mengganggu penyerapan tiroksin, dokter umumnya akan menyarankan jeda waktu sekitar 2 jam antara konsumsi tablet besi dengan obat tiroksin.²

    Berikut ini bahan makanan sehari-hari yang dapat membantu atau bahkan memperburuk kondisi tiroid :

    1. Garam

    Garam mengandung sumber yodium yang dibutuhkan bagi kelenjar tiroid. Sumber yodium lainnya dapat diperoleh dari ikan laut dan produk olahan susu. ³

    Produk Terkait: Jual Violet Kitchen Garam Himalaya

    2. Sayuran hijau

    Sayuran hijau seperti bayam dan selada adalah salah satu contoh sayuran yang mengandung magnesium serta mineral penting lainnya yang bermanfaat bagi tubuh.

    Kelelahan, kram pada otot dan jantung berdebar merupakan pertanda bahwa tubuh kekurangan asupan sayuran hijau. ³

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    3. Kacang

    Kacang mede, kacang almond, biji labu, dan biji bunga matahari merupakan bahan makanan yang mengandung zat besi, selenium, dan zink yang berguna bagi kelenjar tiroid³,4

    4. Makanan laut

    Makanan laut seperti ikan, udang dan rumput laut mengandung yodium. Untuk kesehatan kelenjar tiroid, yodium sangat diperlukan.

    Namun  bagi penderita hipertiroid, harus membatasi makanan laut terutama kerang laut karena mengandung tinggi yodium. ³ Dalam 3 ons udang terkandung 20% yodium dari yang direkomendasikan, selain itu kerang dan udang juga mengandung zink.5

    5. Kale

    Diketahui bahwa sayuran kale bermanfaat untuk mencegah kelenjar tiroid kekurangan yodium. Namun, kandungan yodium pada kale tidak terlalu banyak sehingga masih aman dikonsumsi bagi pasien dengan kelainan kelenjar tiroid.

    Selain kale, sayuran lain seperti kol, brokoli, mentimun dan kembang kol juga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid.³

    6. Kacang kedelai

    Pada beberapa kasus ada berbagai kandungan pada kacang kedelai atau edamame yang dapat mempengaruhi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon, apabila tubuh tidak mendapat yodium dalam jumlah yang cukup.³ 

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Pada sebuah penelitian di kelompok vegetarian, diketahui beberapa orang mengalami kekurangan yodium ringan karena tidak mengonsumsi produk hewani dan susu.5 Sama seperti kale, apabila kadar yodium dalam tubuh normal tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi kedelai. ³

    7. Daging Jeroan

    Daging jeroan seperti hati, jantung, dan ginjal mengandung asam lipoat yang dapat mempengaruhi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid.

    Selain itu asam lipoat dapat berinteraksi dengan obat tiroid yang sedang diminum, oleh karena itu berhati-hatilah dalam mengkonsumsi daging jeroan. ³

    8. Yoghurt

    Yoghurt dan produk olahan susu diketahui mengandung yodium. Sumber yodium alami dapat diperoleh dari yoghurt rendah lemak, ataupun yoghurt tanpa rasa yang memenuhi 50% kebutuhan harian yodium.5

    Produk Terkait: Jual Greek Yoghurt

    9. Susu

    Konsumsi segelas susu rendah lemak dapat memenuhi sepertiga kebutuhan yodium harian, selain itu susu yang telah difortifikasi vitamin D juga dapat mencukupi kebutuhan vitamin D terutama bagi pasien hipotiroid.

    Produk olahan susu lainnya seperti keju cheddar, diketahui mengandung 12 mikrogram yodium dan 7 IU vitamin D dalam satu potong keju.5

    10. Buah beri

    Selain yodium, selenium, dan vitamin D, pola makan yang baik untuk kelenjar tiroid juga membutuhkan zat antioksidan. Berdasarkan suatu penelitian di Turki pada tahun 2008, menunjukan pada pasien hipotiroid memiliki kadar radikal bebas yang tinggi dalam tubuh. Buah beri diketahui kaya akan antioksidan, misalnya seperti stroberi, blackberry, goji berry, dan cranberry.5

    Demikianlah mengenai jenis makanan yang baik dan buruk bagi kelenjar dan hormon tiroid, yang dapat diterapkan sehari-hari agar hormon tubuh tetap seimbang.

    Baca Juga: Infografik Diet Bagi Penderita Tiroid

    Apabila membutuhkan info lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00022

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ambardekar N. Thyroid Problems — Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. WebMD. 2019 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics 
    2. Thyroid and diet factsheet [Internet]. British Thyroid Foundation. [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.btf-thyroid.org/thyroid-and-diet-factsheet
    3. Foods that Help or Hurt Your Thyroid [Internet]. WebMD. 2019 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/manage-hypothyroidism-17/balance/slideshow-foods-thyroid
    4. Budania, R. [Internet]. 2018 [cited 19 March 2021]. Available from: https://pharmeasy.in/blog/8-best-foods-for-thyroid/
    5. Masters M. 11 Foods to Eat For Thyroid Health—And 3 To Avoid [Internet]. Health.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.health.com/food/the-best-and-worst-foods-for-your-thyroid

     

    Read More
  • Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu: Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi Mengatur kecepatan pencernaan makanan. […]

    Apa sih Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu:

    1. Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi
    2. Mengatur kecepatan pencernaan makanan.
    3. Mengatur suhu tubuh.
    4. Membantu perbaikan sel tubuh.
    5. Mengatur tumbuh kembang anak.
    6. Mengatur pertumbuhan sel otak dan kemampuan berpikir pada anak.¹-5

    perbedaan hipertiroid dan hipotiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab Hingga Pencegahan

    Kelenjar tiroid memproduksi 3 hormon yaitu hormon tiroksin (T4), hormon triiodothyronine (T3) dan kalsitonin. Kadar hormon di dalam tubuh diatur agar tetap seimbang, sebab apabila kadar hormon berlebihan atau kurang tentunya akan berdampak pada tubuh serta menyebabkan gejala klinis. 15

    Gangguan keseimbangan yang terjadi pada kelenjar tiroid dapat dibagi menjadi dua, yaitu hipertiroid dan hipotiroid.

    Hipertiroid

    Hipertiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid di dalam darah meningkat, kondisi ini tentunya mempengaruhi metabolisme tubuh serta menimbulkan gejala klinis seperti:

    • Leher terlihat membesar atau bengkak karena disebabkan pembesaran kelenjar tiroid.
    • Gelisah, cemas dan
    • Perubahan mood yang cepat, mudah marah atau mudah tersinggung.
    • Sulit
    • Merasa mudah lelah walau tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
    • Mudah terasa kegerahan atau terlalu sensitif terhadap suhu ruangan yang panas.
    • Nyeri otot
    • Gangguan pencernaan, seperti diare.
    • Sering buang air kecil dibandingkan biasanya.
    • Mudah merasa haus.
    • Gatal-gatal pada kulit.
    • Penurunan hasrat seksual.
    • Mudah berkeringat, telapak tangan mudah basah.
    • Rambut rontok.
    • Berat badan menurun drastis.
    • Gangguan menstruasi pada wanita.

    Penyebab hipertiroid dapat bervariasi seperti penyakit graves, autoimun, peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis), kanker tiroid, tumor testis atau tumor ovarium, konsumsi obat atau makanan yang mengandung tinggi yodium. 1

    Hipotiroid

    Hipotiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam darah menurun. Kondisi hipotiroid dapat disebabkan oleh kelainan sistem imun (autoimun), efek samping pengobatan sehingga menghambat produksi hormon tiroid (misalnya menjalani pengobatan dengan obat-obatan anti depresi, dan riwayat operasi pada kelenjar tiroid), kurang mengonsumsi makanan beryodium (garam dapur) atau menderita kanker tiroid. 2

    Baca Juga: Infografik Gangguan Tiroid

    Berbeda dengan gejala hipertiroid, gejala hipotiroid bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Gejala-gejala hipotiroid dapat ringan dan berkembang dengan lambat sampai hitungan tahun. Berikut ini gejala hipotiroid yang mungkin dialami:

    • Mudah lelah.
    • Sensitif terhadap dingin atau tidak kuat pada suhu ruangan yang dingin.
    • Berat badan meningkat tanpa sebab yang jelas.
    • Depresi (perubahan mood menjadi mudah sedih)
    • Konstipasi (sulit buang air besar).
    • Nyeri otot dan mudah kram.
    • Kulit terasa kering dan kuku rapuh atau mudah patah
    • Menstruasi tidak lancar atau perdarahan banyak saat menstruasi.
    • Suara serak dan berat.
    • Mudah lupa.
    • Rambut rontok. 2

    Bagaimana Mendiagnosis Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Untuk mendiagnosis hipertiroid dan hipotiroid, dapat dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter, serta menjalani pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah untuk memeriksa kadar T3, T4 dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

    Rendahnya kadar hormon Tiroid (T3 dan T4) dalam darah dan tingginya hormon TSH dapat menunjukkan bahwa seseorang menderita hipotiroid. Sebaliknya, apabila hormon Tiroid (T3 dan T4) meningkat sedangkan hormon TSH menurun maka dapat disimpulkan bahwa seseorang mengalami hipertiroid. 35

    Penanganan

     Penanganan pada kondisi Hipertiroid dan Hipotiroid bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan kadar hormon didalam darah dan juga mengobati penyebab utamanya. Pada kondisi hipertiroid, terapi dilakukan mulai dari penggunaan obat-obatan, terapi iodium aktif yang berfungsi untuk menyusutkan kelenjar tiroid, dan dapat dilakukan juga prosedur operasi. 35

    Produk Terkait: Cek Lab Kimia Farma

    Sedangkan penanganan pada kondisi hipotiroid, bertujuan untuk mengembalikan kadar hormon serta meringankan gejala. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian hormon tiroid sintetis (Levothyroxine).35

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai dan tiroid dan penananganannya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00020

    Daftar Pustaka

    1. 2019. Hyperthyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. 2019. Hypothyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. Jason Baker., 2020. Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, what’s the difference.Healthline, [online] Available at:<https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism> [Accessed 25 February 2021].
    1. Cleveland Clinic. 2020. Thyroid Disease. [online] Available at: <https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease> [Accessed 25 February 2021].
    1. MandyArmitage, MD.  Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, how do they differ. [online]. Available at:<https://www.goodrx.com/blog/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism-whats-the-difference/> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Penyakit tiroid merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Produksi hormon tiroid berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipertiroidisme dan produksi hormon tiroid rendah dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipotiroidisme.¹ Penyakit-penyakit ini dapat dideteksi dini, sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut. Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga […]

    Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Penyakit tiroid merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Produksi hormon tiroid berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipertiroidisme dan produksi hormon tiroid rendah dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipotiroidisme.¹ Penyakit-penyakit ini dapat dideteksi dini, sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut.

    berisiko tinggi mengalami gangguan tiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Hipertiroidisme

    Penyebab tersering dari hipertiroidisme adalah penyakit Grave (Grave’s disease) dan Goiter Toksik Noduler. Penyakit Grave merupakan suatu kelainan autoimun yang menstimulasi produksi hormon tiroid berlebihan, dengan angka insiden penyakit 20-30 kasus per 100,000 orang per tahun, dan  seringkali diderita oleh wanita. Insiden tertinggi penyakit Grave diderita oleh pasien berusia 30-60 tahun.² Kelainan pada kelenjar hipofisis dan penggunaan obat seperti pil yodium, amiodaron dan interferon, juga diperkirakan dapat menyebabkan timbulnya penyakit hipertiroidisme.²

    Faktor risiko Hipertiroidisme yaitu ²,³:

    • Jenis kelamin perempuan
    • Usia diatas 60 tahun
    • Wanita hamil
    • Memiliki riwayat penyakit autoimun sebelumnya
    • Riwayat penderita penyakit tiroid atau penyakit autoimun dalam keluarga
    • Riwayat gangguan tiroid sebelumnya
    • Konsumsi yodium dalam makanan atau obat

    Gejala yang dapat dirasakan berupa rasa berdebar, hiperaktif, gelisah, mudah merasa panas, gemetaran, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.4

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hipotiroidisme

    Hipotiroidisme atau kondisi hormon tiroid yang kurang aktif, terjadi karena kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid sehingga proses metabolisme dalam tubuh melambat. Penyebab tersering hipotiroidisme adalah kekurangan yodium dan adanya kelainan autoimun kronis (Penyakit Hashimoto). Penyakit hashimoto diperkirakan dialami 5-10 kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria.5

    Faktor risiko Hipotiroidisme yaitu ³,5 :

    • Jenis kelamin perempuan
    • Usia di atas 60 tahun
    • Etnis Kaukasia atau Asia
    • Paparan radiasi pada area leher sebelumnya
    • Memiliki riwayat operasi pada kelenjar tiroid
    • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita penyakit tiroid atau penyakit autoimun
    • Riwayat gangguan autoimun sebelumnya, seperti diabetes tipe I
    • Riwayat menderita penyakit anemia pernisiosa
    • Konsumsi yodium dalam makanan atau obat
    • Perubahan hormon karena hamil, melahirkan atau menopause
    • Konsumsi obat litium (seringkali digunakan pada kondisi gangguan bipolar) dan amiodaron
    • Memiliki kelainan kromosom seperti Down Syndrome atau Sindrom Turner
    • Memiliki abnormalitas kelenjar tiroid dari hasil pemeriksaan fisik

    Keluhan yang dirasakan bervariasi berupa mudah merasa lelah, sensitif terhadap suhu dingin, rambut rontok, kenaikan berat badan, lamban dalam beraktivitas dan berpikir.4

    Baca Juga: Infografik Tanda-tanda Gangguan Tiroid

    Kapan Melakukan Skrining Penyakit Tiroid?

    Jika sebelumnya Sahabat memiliki keluhan yang berkaitan dengan penyakit tiroid, seperti depresi, cemas, mudah merasa panas atau kedinginan, perubahan mendadak pada berat badan, dan memiliki riwayat penyakit autoimun, perlu melakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi penyakit Tiroid.³

    Apabila sebelumnya tidak ada keluhan, maka rekomendasi melakukan pemeriksaan skrining dilakukan pada pria dan wanita berusia di atas 35 tahun yang dapat dilakukan tiap 5 tahun sekali.5

    Pemeriksaan skrining ditujukan untuk orang yang memiliki faktor risiko maupun pada orang tanpa keluhan apapun, yang bertujuan untuk mencegah kerusakan dari kelenjar tiroid lebih lanjut. Pemeriksaan skrining dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan kadar TSH (Thyroid Stimulating Hormone).4

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Deteksi dini merupakan kunci penting sebab dapat mencegah masalah kesehatan yang lebih lanjut, dan jika ada kelainan dapat ditangani dengan lebih baik. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00009 Feb 2021

    Daftar Pustaka

    1. Bano A, Chaker L, Raso F, et al. Thyroid Function and Life Expectancy with and without  Noncommunicable Diseases A Population Based Study. PLOS Medicine. 2019; 16 (10) :1-16.
    2. Kahaly G, Bartalena L, Hegedus L, Leenhardt L, Poppe K, Pearce S. European Thyroid Association Guideline for The Management of Grave’s Hyperthyroidism. European Thyroid Journal. 2018; 7:167-186.
    3. Everyday Health. Are You at Risk for Thyroid Disease [Internet]. 2014 [cited 23 Feb 2021]. Available from: https://www.everydayhealth.com/thyroid-conditions/evaluating-your-thyroid-disease-risk.aspx
    4. Birtwhistle R, Morissette K, Dickinson J, et al. Recommendation on Screening Adults for Asymptomatic Thyroid Dysfunction in Primary Care. Canadian Medical Association Journal. 2019;191:1274-80.
    5. Garber J, Cobin R, Gharib H, et al. Clinical Practice Guidelines for Hypothyroidism in Adults. American Association of Clinical Endocrinologist Medical Guidelines for Clinical Practice.2012; 18 (6): 989-1028.
    Read More
  • Kelenjar tiroid merupakan kelenjar pada leher yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh manusia. Penyakit tiroid terjadi jika terdapat kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Penyakit tiroid bervariasi dari pembesaran kelenjar yang tidak berbahaya sampai keganasan. Kelenjar tiroid yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid disebut hipertiroidisme sedangkan yang terlalu sedikit disebut […]

    Sistem Imun dan Gangguan Tiroid: Apakah Saya Berisiko Lebih Tinggi Terinfeksi Covid-19?

    Kelenjar tiroid merupakan kelenjar pada leher yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh manusia. Penyakit tiroid terjadi jika terdapat kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Penyakit tiroid bervariasi dari pembesaran kelenjar yang tidak berbahaya sampai keganasan. Kelenjar tiroid yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid disebut hipertiroidisme sedangkan yang terlalu sedikit disebut hipotiroidisme.¹

    sistem imun dan gangguan tiroid

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Pada akhir Desember 2019, penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ditemukan di kota Wuhan, China dan menular dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit Covid-19 ini menimbulkan gejala beragam, dari yang tanpa gejala sama sekali, gejala ringan, gejala berat, bahkan sampai mengancam nyawa.² Individu dengan penyakit penyerta diketahui lebih berisiko terinfeksi dan mengalami gejala berat dari Covid-19.³ Bagaimana dengan gangguan tiroid terhadap risiko infeksi Covid-19? Bagaimana pengaruhnya terhadap sistem imun? 

    Penyakit tiroid autoimun terhadap risiko infeksi Covid-19 

    Covid-19 termasuk virus baru, sehingga belum banyak penelitian mengenai dampaknya terhadap penyakit tiroid. Meskipun begitu, sampai sekarang belum ditemukan adanya hubungan antara penyakit tiroid dengan peningkatan risiko infeksi virus secara umum. 

    Penderita penyakit tiroid autoimun tidak berarti memiliki sistem imun yang lemah (immunocompromised). Sistem imun yang terlibat dalam penyakit tiroid autoimun berbeda dari sistem imun yang bekerja melawan infeksi virus, seperti Covid-19. 4  

    Kanker tiroid terhadap sistem imun dan risiko infeksi Covid-19 

    Pasien yang menjalani terapi kanker memang termasuk dalam keadaan immunocompromised. Meskipun demikian, tidak seperti jenis kanker lain, sebagian besar kanker tiroid tidak memerlukan kemoterapi maupun obat-obat lain yang menurunkan sistem imun. Sebagian besar penderita kanker tiroid mendapat obat hormon tiroid yang tidak meningkatkan risiko infeksi Covid-19. Pasien yang sudah menjalani operasi kanker tiroid, baik dengan terapi radioiodin maupun tanpa terapi radioiodin tidak lebih berisiko terinfeksi Covid-19. Pada jenis kanker tiroid yang lebih jarang ditemui, pasien menjalani kemoterapi yang akan meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. 5,6  

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Pengobatan tiroid terhadap sistem imun 

    Baik levotiroksin yang digunakan untuk pengobatan hipotiroidisme maupun karbimazol dan propylthiouracil (PTU) yang digunakan untuk pengobatan hipertiroidisme tidak mengubah maupun melemahkan sistem imun Anda. Pasien yang terinfeksi Covid-19 dapat tetap melanjutkan pengobatan dengan obat antitiroid kecuali jika didapatkan keadaan agranulositosis, yaitu jumlah sel darah putih granulosit <1.0 x 109/L.4  

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pasien dengan penyakit mata tiroid biasanya mengonsumsi steroid dalam dosis yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Beberapa juga mengkonsumsi obat-obat imunosupresif (menurunkan sistem imun) seperti Mycophenolate dan rituximab dalam 9-12 bulan. Obat-obatan tersebut meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter keluarga Anda mengenai hal ini.4

    Penyakit tiroid yang belum terkontrol terhadap risiko infeksi 

    Pasien dengan gangguan tiroid yang belum terkontrol memiliki kadar tiroid yang tidak stabil di dalam tubuhnya walaupun sudah mengkonsumsi obat, sehingga masih menimbulkan berbagai gejala. Jika hal ini terjadi, dokter akan melakukan evaluasi pengobatan dan mengubah dosis obat yang diberikan. Sampai saat ini, belum ada bukti yang mengatakan bahwa pasien dengan gangguan tiroid yang belum terkontrol memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus secara umum. 4  

    Berbeda dengan pasien yang belum terkontrol, pasien yang tidak terkontrol, yaitu mereka yang baru saja memulai pengobatan tiroid atau yang tidak mengkonsumsi obat tiroid sesuai anjuran dokter, mungkin memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit infeksi. Hal ini terutama pada pasien hipertiroidisme, sehingga sangat dianjurkan untuk melanjutkan terapi untuk menurunkan risiko tersebut.4  

    Tips menjaga sistem imun untuk penderita gangguan tiroid 7  

    • Mengonsumsi obat tiroid sesuai anjuran dokter dengan teratur. 
    • Jika Anda menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat imunosupresif, diskusikan dengan dokter Anda mengenai terapi yang Anda jalani maupun rencana isolasi mandiri. 
    • Vitamin dan mineral cukup didapatkan dari makanan bergizi seimbang. Penggunaan suplemen vitamin hanya dibutuhkan jika Anda mengalami kekurangan vitamin. 
    • Menjaga berat badan ideal, makan makanan bergizi, dan berolahraga teratur sambil tetap melakukan physical distancing.

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00007

    Daftar Pustaka 

    1. Ambardekar N. Thyroid problems. WebMD (2019). Available at: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
    2. World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19). 2020. Available at: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-ans wers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19
    3. Center of Disease Control and Prevention. People with certain medical conditions. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-with-med ical-conditions.html
    4. British Thyroid Foundation. Thyroid disease and coronavirus (COVID-19). 2020. Available at: https://www.btf-thyroid.org/news/thyroid-disease-and-coronavirus-covid-19
    5. American Thyroid Association. Novel Coronavirus (COVID-19) and the thyroid: frequently asked questions. 2020. Available at: https://www.thyroid.org/covid-19/coronavirus-frequently-asked-questions/#hypothyro idism
    6. British Thyroid Foundation. Thyroid cancer and coronavirus (COVID-19). 2020. Available at: https://www.btf-thyroid.org/thyroid-cancer-and-coronavirus 7. British Thyroid Foundation. Your question about COVID-19 and the immune system in thyroid patients. Available at: https://www.btf-thyroid.org/your-questions-about-covid-19-and-the-immune-system
    Read More
  • Tiroid  merupakan sebuah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada leher. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar endokrin yang berfungsi untuk memproduksi hormon bagi tubuh. Hormon-hormon dari kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas dalam tubuh, seperti seberapa cepat tubuh membakar kalori hingga seberapa cepat laju detak jantung.¹ Dengan fungsinya yang penting untuk tubuh, maka Sahabat […]

    Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Tiroid  merupakan sebuah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada leher. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar endokrin yang berfungsi untuk memproduksi hormon bagi tubuh. Hormon-hormon dari kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas dalam tubuh, seperti seberapa cepat tubuh membakar kalori hingga seberapa cepat laju detak jantung.¹ Dengan fungsinya yang penting untuk tubuh, maka Sahabat juga perlu mengetahui seputar hal-hal mengenai gangguan yang dapat terjadi pada tiroid. 

    seputar gangguan tiroid

    Baca Juga: Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Hipertiroidisme 

    Hipertiroidisme merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid membentuk hormon tiroid secara berlebihan.² Kondisi ini lebih sering dijumpai apabila Sahabat memiliki riwayat penyakit tiroid di keluarga, masalah kesehatan seperti diabetes tipe 1, mengonsumsi yodium berlebihan, berusia di atas 60 tahun (terutama wanita) atau apabila Sahabat memiliki riwayat hamil  dalam 6 bulan terakhir.²

    Beberapa gejala yang dapat timbul pada penderita hipertiroidisme adalah:³

    • Gelisah
    • Mudah lelah 
    • Tidak tahan panas 
    • Sulit tidur 
    • Diare
    • Terus merasa haus 
    • Mood tidak stabil 

    Penyakit Graves atau Graves’ disease merupakan penyebab paling umum dari hipertiroidisme.² Penyakit ini merupakan penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh berbalik menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan peningkatan produksi hormon tiroid.² Sekitar 1 dari 3 orang dengan hipertiroidisme yang disebabkan oleh penyakit Graves mengalami masalah mata , yang dikenal sebagai penyakit mata tiroid atau ophthalmopathy Graves.³ Masalah mata dapat meliputi rasa kering dan berpasir, sakit pada mata, sensitivitas terhadap cahaya, mata merah atau meradang, penglihatan kabur atau ganda, kelopak mata bengkak atau tertarik ke belakang serta mata melotot.4

    Produk Terkait: Cek Lab

    Diagnosis didasarkan pada gejala dan hasil tes darah yang menilai seberapa baik tiroid Sahabat bekerja.³ Apabila sahabat menderita hipertiroidisme, dokter dapat menyarankan untuk menggunakan obat-obatan yang menurunkan produksi hormon tiroid, terapi radioiodine, atau pembedahan tiroid.² 

    Hipotiroidisme 

    Hipotiroidisme merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid tidak dapat membentuk cukup hormon tiroid. 5 Kondisi ini lebih sering dijumpai pada wanita dan pada orang berusia di atas 60 tahun. 6 Hipotiroidisme dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti penyakit autoimun, respon berlebihan terhadap pengobatan hipertiroidisme, operasi tiroid, terapi radiasi, serta obat-obatan. 7 Kurangnya konsumsi yodium juga dapat menyebabkan hipotiroidisme. 8  Pada penderita hipotiroidisme dapat timbul beberapa gejala seperti: 9      

    • Mudah Lelah
    • Peningkatan berat badan 
    • Tidak tahan dingin 
    • Kulit dan rambut kering 
    • Nyeri otot 
    • Depresi 

    Penyakit Hashimoto atau Hashimoto’s disease merupakan penyebab paling umum hipotiroidisme. Penyakit Hashimoto adalah kelainan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang tiroid. Akibatnya, kelenjar tiroid akan meradang dan tidak lagi dapat menghasilkan cukup hormon tiroid. 5 Penderita penyakit Hashimoto dapat memiliki beberapa tanda seperti wajah terlihat membesar, kulit kering, denyut jantung melambat, dan kelenjar tiroid membesar.5,10  

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Sama seperti kondisi hipertiroidisme, dokter Sahabat mungkin akan menanyakan beberapa hal seperti gejala apa yang Sahabat rasakan, memeriksa leher Sahabat dan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah kelenjar tiroid Sahabat memproduksi hormon yang cukup. Untuk pengobatan hipotiroidisme, dokter Sahabat mungkin akan memberikan obat hormon untuk menggantikan hormon tiroid yang kurang. 5  

    Nodul Tiroid 

    Terkadang Sahabat juga dapat menjumpai sebuah benjolan atau nodul pada kelenjar tiroid. Nodul tiroid merupakan sebuah lesi pada kelenjar tiroid, yang secara radiologis berbeda dengan jaringan tiroid sekitar. Nodul tiroid terkadang dapat menyebabkan gangguan fungsi kelenjar tiroid, namun yang perlu diperhatikan adalah apakah nodul tersebut jinak atau ganas (malignan). 11  

    Untuk menentukan apakah nodul tiroid jinak atau ganas, dokter mungkin akan melakukan tindakan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Tindakan ini merupakan suatu alat yang akurat untuk menentukan tatalaksana lebih lanjut.11  

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah untuk Anda dan Pasangan

    Beberapa hal yang disebutkan di atas merupakan gangguan yang sering ditemukan pada kelenjar tiroid. Sahabat dapat melakukan pemeriksaan pada diri sendiri dengan cara meraba leher Sahabat. Apabila terdapat benjolan yang timbul atau mengalami beberapa tanda atau gejala yang telah disebutkan, Sahabat dapat memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Untuk  informasi lebih lanjut mengenai gangguan tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID: NONT-00007

    Daftar Pustaka 

    1. MedlinePlus. Thyroid Diseases. Accessed January 10, 2021. https://medlineplus.gov/thyroiddiseases.html 
    2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hyperthyroidism (Overactive Thyroid). Accessed January 10, 2021. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/hyperthyroidism 
    3. NHS. Overactive Thyroid (Hyperthyroidism). Accessed January 29, 2021. https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/ 
    4. Mayo Clinic. Graves’ Disease. Accessed January 29, 2021. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/graves-disease/symptoms-causes/syc-20 356240 
    5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hypothyroidism (Underactive Thyroid). Accessed January 11, 2021. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/hypothyroidism 
    6. Garber JR, Cobin RH, Garib H, et al. Clinical Practice Guidelines for Hypothyroidism in Adults: Cosponsored by the American Association of Clinical Endocrinologists and the American Thyroid Association. Endocrine Practice. 2012;18(6):988–1028. 
    7. Mayo Clinic. Hypothyroidism (Underactive Thyroid). Accessed January 29, 2021. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothyroidism/symptoms-causes/syc-2 0350284 
    8. American Thyroid Association. Iodine Deficiency. Accessed January 29, 2021. https://www.thyroid.org/iodine-deficiency/ 
    9. NHS. Underactive Thyroid (Hypothyroidism). Accessed January 29, 2021. https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/ 
    10. MedlinePlus. Hashimoto Thyroiditis. Accessed January 11, 2021. https://medlineplus.gov/genetics/condition/hashimoto-thyroiditis/ 
    11. 11. Popoveniuc G, Jonklaas J. Thyroid Nodules. Med Clin North Am. 2012;96(2):329. doi:10.1016/j.mcna.2012.02.002

     

    Read More

  • Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi […]

    Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi tidak normal, dan energi yang dihasilkan menjadi terlalu cepat. Keadaan ini disebut dengan hipertiroidisme, dan akan membuat Sobat menjadi cepat lelah saat beraktivitas yang ditandai dengan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, dan tubuh dapat mengalami penurunan berat badan yang cepat tanpa olahraga atau diet. Lalu, kebalikan dari hipertiroidisme adalah hipotirodisme, yaitu tubuh memiliki sedikit hormon tiroid yang menyebabkan Sobat merasa lelah, berat badan bertambah, dan tidak kuat pada suhu tertentu terutama suhu dingin.

    gangguan tiroid

    Baca Juga: Sudah Olahraga Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Apa Penyebab Penyakit ini?

    Mengenai penyebab penyakit ini digolongkan menjadi dua, yaitu pada hipertiroidisme dan hipotirodisme. Seperti yang sudah diketahui penyebab utama hipertirodisme adalah produksi hormon tiroid yang berlebihan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipotiroidisme adalah sebagai berikut:

    • Grave diseases atau penyakit grave, yaitu kondisi yang menyebabkan produksi hormon tiroid terlalu banyak
    • Adenoma toksik, yaitu nodul atau benjolan yang berkembang di kelenjar tiroid, dan mengeluarkan hormon. Nodul ini menganggu keseimbangan kimiawi tubuh, dan salah satu contohnya adalah penyakit gondok.
    • Tiroditis sub-akut, yaitu peradangan tiroid yang menyebabkan kelenjar kelebihan hormon sehingga mengakibatkan hipertiroidisme. Penyakit ini dapat terjadi selama berbulan-bulan.
    • Malfungsi kelenjar hipofisis atau pertumbuhan kanker di kelenjar tiroid, penyebab yang satu ini agak jarak, tetapi tidak menutup kemungkinan hipertiroidisme berasal dari sini.

    Sedangkan untuk hipotiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

    • Tiroditis Hashimoto, yaitu kelainan autoimun yang menyebabkan tubuh menyerang jaringan tiroid. Jaringan itu akhirnya mati, dan berhenti memproduksi hormon.
    • Pengangkatan kelenjar tiroid yang terjadi melalui operasi atau yang dihancurkan secara kimiawi
    • Terpapar iodida dalam jumlah yang berlebihan akibat dari penggunaan beberapa obat dan konsumsi pewarna makanan tertentu yang tinggi yodium
    • Penggunaan litium yang digunakan sebagai obat untuk gangguan mental

    Seperti Apa Saja Gejalanya?

    Gejala-gejala terkena gangguan tiroid ini adalah sebagai berikut:

    Hipertiroidisme

    • Mengalami kecemasan, lekas marah, dan gugup
    • Kesulitan tidur
    • Penurunan berat badan
    • Memiliki kelenjar tiroid yang membesar atau gondok
    • Mengalami kelemahan otot dan tremor
    • Mengalami menstruasi tidak teratur atau siklus menstruasi terhenti.
    • Merasa sensitif terhadap panas
    • Mengalami masalah penglihatan atau iritasi mata

    Hipotirodisme

    • Merasa lelah
    • Penambahan erat badan
    • Pikun
    • Memiliki periode menstruasi yang sering dan berat
    • Memiliki rambut kering dan kasar.
    • Memiliki suara yang parau.
    • Mengalami intoleransi terhadap suhu dingin

    Siapa Saja yang Dapat Terkena?

    Penyakit atau gangguan ini dapat menyerang siapa saja, baik itu orang dewasa (lelaki dan perempuan) maupun anak-anak. Namun setelah diteliti perempuan lebih banyak mengidap penyakit ini. Sebanyak 1 dari 8 perempuan mengalaminya sepanjang hidup mereka. Gangguan yang dialami perempuan akibat penyakit ini adalah sebagai berikut:

    • Permasalahan pada periode menstruasi
    • Sulit hamil
    • Permasalahan saat kehamilan

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Penyakit tiroid, terutama hipertiroidisme dapat terjadi saat lahir atau bertambahnya usia. Sobat kemungkinan besar dapat mengalami kelainan tiroid jika memiliki faktor risiko  berikut:

    • Memiliiki riwayat penyakit tiroid dalam keluarga
    • Memiliki kondisi kesehatan sepertianemia pernisiosa, diabetes tipe 1, insufiensi adrenal primer, lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjörgen, dan sindrom Turner
    • Meminum obat dengan kandungan tinggi yodium seperti amiodarone
    • Berusia 60 tahun ke atas terutama pada wanita
    • Pernah menjalani pengobatan untuk gangguan pada tiroid atau kanker

    Bagaimana dengan Penanganannya?

    Segera konsultasikan keluhan Sobat ke dokter. Dokter kemudian akan melakukan beberapa metode melalui beberapa pemeriksaan fisik untuk mendeteksi benjolan pada tiroid. Selain menggunakan pemeriksaan fisik, metode yang juga digunakan adalah USG, CT scan  atau MRI. Setelah nodul atau benjolan terdeteksi, terdapat prosedur lain yang spesifik digunakan seperti tes hormon tiroid (TSH) dan pemindaian tiroid untuk memeriksa adanya hipertiroidisme atau hipotirodisme. Biopsi aspirasi jarum halus juga dapat digunakan untuk mengambil sampel sel dari nodul untuk menentukan apakah nodul mengandung kanker atau tidak.

    Produk Terkait: Cek Hormon Tiroid

    Nodul tiroid yang jinak biasanya tidak mengancam jiwa, sehingga tidak memerlukan pengobatan. Bila nodul tidak hilang, dokter akan merekomendasikan penggunaan yodium radioaktif untuk mengecilkan nodul jika tumbuh besar. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengangkat tiroid melalui operasi. Selain itu, terapi radiasi dan kemotrapi digunakan bila kanker yang dapat terjadi akibat kelainan pada tiroid sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

    Apakah Gangguan ini Dapat Dicegah?

    Tentu saja dapat. Ada beberapa cara yang dapat digunakan supaya terhindar dari penyakit ini, yaitu:

    Hindari makanan olahan

    Makanan olahan mengandung bahan kimia yang dapat mengubah produksi hormon tiroid, dan  berpotensi terkena gangguan

    Konsumsi Makanan Bernutrisi

    Konsumsi makanan-makanan yang bernutrisi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan beberapa kacang-kacangan tertentu. Utamakan juga konsumsi yang mengandung protein tanpa lemak seperti ikan dan kacang-kacangan.

    Kurangi Lemak Jenuh dan Tetap Konsumsi Karbohidrat Kompleks

    Kurangi lemak jenuh yang berpotensi menimbulkan penyakit jantung atau kanker. Lemak ini biasanya berasal dari produk hewani seperti daging dan keju dan lemak trans yang terdapat pada minyak terhidrogenasi pada makanan olahan dan margarin. Gunakan lemak membantu menurunkan kolestrol seperti minyak nabati dan lemak omega-3.

    Tingkatkan Konsumsi Serat

    Serat dapat membantu meningkatkan pencernaan. Usahakan untuk mengonsumsi makanan alami yang kaya akan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Kaplet Suplemen Sayur dan Buah

    Batasi atau Berhenti merokok

    Merokok dapat mengeluarkan racun yang membuat kelenjar tiroid menjadi terlalu sensitif

    Kurangi stres

    Stres merupakan salah satu penyebab utama berbagai gangguan kesehatan termasuk penyakit tiroid. Sobat dapat melakukan relaksasi atau rutin berolahraga untuk mengurangi stres.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah untuk Anda dan Pasangan

    Nah, sekian mengenai gangguan tiroid mulai dari penyebab hingga penanganan. Gangguan ini kenyataannya tidak dapat dianggap remeh karena dapat menyebabkan komplikasi kedepannya. Penting bagi Sobat untuk tetap menjalankan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai gangguan tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan terutama pada penanganan penyakit ini  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Thyroid disease | Womenshealth.gov [Internet]. womenshealth.gov. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/thyroid-disease
    2. Thyroid Disease: Causes, Symptoms, Risk Factors, Testing & Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease#:~:text=Thyroid%20disease%20is%20a%20general,This%20is%20called%20h
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Thyroid Problems — Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
    4. Common Thyroid Gland Diseases and Problems to Watch For [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/common-thyroid-disorders#thyroid-conditions-in-children
    5. Thyroid Disorder | Types, Symptoms, Causes & Prevention [Internet]. Indus Health Plus. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.indushealthplus.com/thyroid-symptoms-causes-types-prevention.html
    6. Publishing H. Healthy eating for a healthy thyroid – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/healthy-eating-for-a-healty-thyroid
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja