Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ gangguan jiwa”

  • Sobat Sehat pasti sudah sering mendengar tentang istilah gangguan kesehatan jiwa. Tetapi apakah Sobat sudah mengetahui secara persis apa arti dari istilah tersebut? Jadi, gangguan kesehatan jiwa atau gangguan mental didefinisikan sebagai sebuah penyakit yang dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang. Gangguan ini bisa terjadi karena dua faktor utama, yakni faktor biologis dan […]

    Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Sobat Sehat pasti sudah sering mendengar tentang istilah gangguan kesehatan jiwa. Tetapi apakah Sobat sudah mengetahui secara persis apa arti dari istilah tersebut? Jadi, gangguan kesehatan jiwa atau gangguan mental didefinisikan sebagai sebuah penyakit yang dapat mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang. Gangguan ini bisa terjadi karena dua faktor utama, yakni faktor biologis dan faktor psikologis. Faktor biologis umumnya berupa kelainan genetik maupun kelainan yang terjadi pada bagian otak tertentu. Sedangkan faktor psikologis berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang mengguncang psikologis penderita.

    gangguan kesehatan jiwa, gangguan kesehatan mental

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Menurut Riskesdas 2019, sebanyak 450 juta orang di dunia menderita gangguan kesehatan mental. Di Indonesia sendiri terdapat 13,4% atau 14 juta orang yang menderita gangguan ini. WHO sendiri menyatakan dalam peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2020 pada 1 Oktober menyatakan bahwa 1 milyar orang di dunia hidup dengan gangguan kejiwaan, dan 1 orang meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri.

    Nah, ternyata pandemi Covid-19 yang merebak sejak Maret 2020 juga membuat banyak orang mengalami gangguan jiwa akibat berbagai tekanan kehidupan, seperti kondisi ekonomi yang menjadi tidak stabil. Apalagi selama masa pandemi ini, pelayanan kesehatan mental pun terganggu sehingga cukup menghambat penyembuhan jiwa orang-orang yang terganggu mentalnya.

    Apa Saja Penyebab Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Penyebabnya terdiri dari beberapa hal, yaitu:

    • Adanya gangguan pada fungsi sel darah di otak
    • Kelainan bawaan atau cedera di otak
    • Kekurangan nutrisi terutama nutrisi otak
    • Penyalahgunaan NAPZA dalam jangka waktu panjang
    • Mengalami peristiwa traumatik seperti kecelakaan, kekerasan, dan lain-lain

    Lalu Bagaimana Gejalanya?

    Terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai, yaitu:

    • Delusi (meyakini sesuatu yang tidak nyata)
    • Halusinasi (melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang tidak nyata)
    • Mood swing(suasana hati yang mudah berubah)
    • Perasaan sedih dan cemas yang berlarut-larut (berminggu-minggu hingga berbulan-bulan)
    • Perubahan pola tidur (mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur, atau sampai mengalami gangguan pernapasan saat tidur)
    • Marah berlebihan (mengamuk hingga melakukan tindak kekerasan)
    • Sering melakukan perilaku yang tidak wajar (berteriak tidak jelas dan berbicara atau tertawa tanpa sebab)

    Meski begitu, seseorang yang memiliki gejala-gejala di atas tidak bisa secara langsung mengklaim dirinya mengalami gangguan jiwa, karena sebenarnya bisa saja gejala itu muncul sementara akibat stres biasa dalam menjalani kehidupannya.

    Apakah penyakit ini ada jenis-jenisnya?

    Gangguan kesehatan jiwa sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah tipe-tipenya. 

    Gangguan kecemasan (anxiety disorder)

    Gangguan kecemasan adalah jenis gangguan jiwa yang diidap oleh seseorang saat merespons suatu objek atau situasi. Biasanya penderita akan mengalami ketakutan yang hebat disertai dengan perubahan tanda fisik seperti detak jantung yang semakin cepat, berkeringat, merasa pusing, serta sulit berkonsentrasi atau tidur. Hal lainnya adalah kecemasan saat berada di tempat umum, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu. Penderita gangguan ini hidup dengan perasaan penuh kecemasan, ketakutan serta kekhawatiran yang berlebihan.

    Gangguan suasana hati (mood disorder)

    Gangguan suasana hati atau disebut juga dengan gangguan afektif adalah gangguan yang membuat penderitanya merasa sedih terus-menerus atau bahagia secara berlebihan. Perpindahan emosional atau fluktuasi dari perasaan bahagia menjadi sedih secara ekstrem (bipolar disorder) juga termasuk di dalamnya. Beberapa contoh gangguan lainnya seperti depresi jangka panjang, gangguan afektif musiman, perubahan suasana hati dan iritabilitas yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma Depresi

    Gangguan psikotik (psychotic disorder)

    Gangguan psikotik termasuk gangguan jiwa yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya yang termasuk didalamnya adalah penyakit skizofrenia dan gangguan jiwa parah. Gejala yang paling umum adalah halusinasi serta delusi.

    Gangguan makan (eating disorder)

    Gangguan kesehatan jiwa lainnya adalah eating disorder. Gangguan ini termasuk penyakit serius dan sering kali fatal akibat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Gangguan paling umum adalah anoreksia (menganggap diri kelebihan berat badan padahal tidak), bulimia nervosa (makan dalam jumlah besar yang kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya muntah), dan binge-eating (makan berlebihan dan sulit dihentikan). 

    Gangguan obsesif-kompulsif (obsessive-compulsive disorder-OCD)

    Seseorang dengan gangguan OCD selalu memiliki pikiran atau obsesi yang konstan terhadap sesuatu sehingga mendorongnya untuk melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Salah satu contohnya adalah orang yang merasa ketakutan terhadap kuman atau debu yang membuatnya terus-menerus mencuci tangan atau anggota tubuh lainnya.

    Gangguan kontrol impuls dan kecanduan (impulse control and addition disorder-ICAD)

    Orang yang mengalami gangguan dengan tipe seperti ini biasanya tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Beberapa contohnya adalah pyromania (menyulut api hingga menyebabkan kebakaran) dan kleptomania (mencuri). Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan atau kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau belanja.

    Gangguan kepribadian (personality disorder)

    Gangguan kepribadian merupakan gangguan pada kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dari kebanyakan orang. Gangguan ini mempunyai 10 jenis, antara lain borderline personality disorder, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil. Jenis gangguan lainnya adalah antisocial personality disorder yang membuatnya seperti mengabaikan perasaan atau kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan buruk yang dilakukan, dan sebagainya.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Selain dua jenis gangguan kepribadian itu, jenis lainnya adalah:

    • Paranoid, selalu curiga dan tidak percaya pada orang lain bahkan teman, keluarga, dan pasangannya sendiri
    • Skizoid, suka menyendiri, tak ingin berhubungan sosial dan seksual, tak peduli pada orang lain, dan tak memiliki respons emosional
    • Skizotipal, takut pada interaksi sosial dan menganggap orang lain berbahaya
    • Historionik, merasa tak memiliki rasa harga diri, sering menarik perhatian, dan mendramatisasi atau memainkan peran agar didengar dan dilihat
    • Narsistik, memiliki perasaan ekstrem mengenai kepentingan sendiri, tidak memilik empati, serta siap berbohong dan mengeksploitasi orang lain demi tujuannya
    • Dependen, kurang percaya diri dan butuh bantuan dalam membuat keputusan sehari-hari dan menyerahkan keputusan hidup yang penting kepada orang lain
    • Avoidant, atau menghindar, yaitu percaya dirinya tidak kompeten, inferior, dan terus-menerus takut dipermalukan atau dikritik
    • Anankastik, teliti berlebihan pada aturan, rincian, daftar, urutan organisasi atau jadwal. Termasuk kategori perfeksionis ekstrem

    Gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder-PTSD)

    Gangguan ini dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tidak terduga dari orang yang dicintai atau bencana alam. Kenangan tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan membuat penderitanya cenderung mati rasa secara emosional. 

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Gangguan Disosiatif (dissociative disorder)

    Gangguan disosiatif adalah gangguan kejiwaan parah atau perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri mereka dan lingkungan penderita. Gangguan disosiatif ini biasanya dikaitkan dengan stres luar biasa yang diakibatkan oleh peristiwa traumatis yang dialami atau disaksikan oleh penderita. Contohnya, gangguan identitas kepribadian ganda.

    Bagaimanakah Cara Mengatasinya?

    Apabila melihat gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa gangguan kesehatan jiwa atau mental adalah hal-hal yang perlu diwaspadai karena bisa berdampak negatif untuk diri sendiri dan orang lain. Sayangnya, di Indonesia masalah gangguan ini sering disepelekan bahkan pengidapnya sering dianggap sebagai ‘orang gila’ atau kerap mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan. Bahkan, satu keluarga bisa saja memasung salah satu anggota keluarganya jika ada yang mengalami gangguan ini. Padahal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap bisa menjaga kesehatan mental supaya tidak mengalami gangguan jiwa.

    Menjalin hubungan baik dengan orang lain

    Cara pertama ini dapat meningkatkan harga diri, memberikan kesempatan berbagai pengalaman positif sampai memberikan dukungan emosional. Alih-alih menyendiri coba sesekali luangkan waktu bersama teman atau keluarga. Jika tidak memungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung, coba manfaatkan media sosial dan lain-lain.

    Katakan sesuatu yang positif pada diri sendiri

    Cara pandang dalam menilai diri sendiri sangat mempengaruhi kondisi perasaan. Ketika mempersepsikan diri dengan sudut pandang positif seseorang jadi memiliki tambahan kekuatan untuk mengerjakan sesuatu. Sebaliknya, cara pandang negatif dapat menurunkan motivasi dan harga diri sendiri.

    Aktif bergerak dan rajin olahraga

    Tubuh yang aktif bergerak tentunya berdampak baik bagi kesehatan fisik, tetapi juga berdampak baik pada kesehatan jiwa dan mental. Aktif bergerak dapat meningkatkan harga diri, memotivasi diri sendiri, dan mengubah kimia di otak menjadi lebih positif. Cukup olahraga yang mudah saja dengan rutin beranjak dari tempat duduk setiap 20 menit untuk jalan kaki mengambil minum atau ke kamar mandi. Jika ingin semakin prima rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, dan lakukan di luar ruangan yang bisa membantu meredakan stres. 

    Mempelajari Keterampilan Baru

    Mempelajari keterampilan baru ternyata juga dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan terhindar dari gangguan jiwa. Saat mempelajari ilmu atau pengetahuan baru kepercayaan diri dan harga diri seseorang jadi meningkat. Selain itu, mempelajari keterampilan baru membuka peluang seseorang terhubung dengan orang lain. Untuk melakukannya bisa dengan santai dan rileks serta tidak muluk-muluk menerapkan target. Cukup temukan dan rutin jalankan.

    Membantu orang lain

    Dengan membantu orang lain, perasaan jadi lebih positif dan muncul rasa menghargai diri sendiri. Selain itu, membantu orang lain juga bisa membuat seseorang terhubung dengan orang lain untuk saling bersosialisasi.

    Membangun kesadaran dan fokus

    Membangun kesadaran dengan memperhatikan hal yang terjadi dapat mencegah emosi yang negatif. Seseorang dapat terbebas dari masa lalu atau kekhawaoram pada satu hal yang belum tentu terjadi jika fokus pada hal yang dikerjakan saat ini. Karena itu, fokuslah pada yang sedang dilakukan. Apabila pikiran sudah kemana-mana, coba tarik kembali perhatian pada rasa, bau, suara, atau sensasi fisik yang sedang dirasakan saat itu.

    Konsumsi makanan bergizi seimbang

    Menerapkan pola makan bergizi seimbang juga bagian dari cara menjaga kesehatan mental. Karbohidrat dapat meningkatkan hormon yang membangun suasana hati agar positif. Seperti karbohidrat, sayur dan buah juga dapat memberi makan sel tubuh termasuk mengontrol suasana hati lebih positif, serta protein yang juga dapat meningkatkan zat kimia di otak yang membantu tubuh tetap waspada. Pastikan juga tubuh mendapatkan pasokan lemak sehat seperti dari ikan dan kacang-kacangan. 

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Rehat

    Rehat menjadi cara alternatif untuk dapat menjaga kesehatan jiwa jika segala sesuatunya mulai terasa membebani pikiran. Cobalah beristirahat dengan melakukan latihan pernapasan sederhana. Pejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam selama 10 kali. Saat mengambil, menahan, dan mengeluarkan napas, masing-masing lakukan dalam empat hitungan.

    Tidur yang Cukup

    Tidur yang cukup rupanya juga mampu menjaga kesehatan mental dengan baik sebab jika kurang tidur bisa berdampak negatif.  Karena itu, pastikan untuk tidur yang cukup selama 6-8 jam setiap hari. Bangun kebiasaan baik dengan tidur secara teratur di jam yang sama setiap hari. Jika susah tidur, coba segera cari solusinya.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur di Malam Hari Nih!

    Cari Bantuan Medis

    Kalau Sobat sudah kewalahan terhadap permasalahan kesehatan jiwa, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional. Apalagi jika sobat merasakan suasana hati yang tak kunjung membaik sampai menganggu kehidupan sehari-hari. Ahli nantinya akan memberikan saran paling pas, baik itu lewat terapi atau obat-obatan.

    Itulah mengenai gangguan kesehatan jiwa yang ternyata bukanlah permasalahan yang harus dianggap sepele sehingga harus segera ditangani karena akan berdampak sangat negatif pada diri sendiri dan orang lain yang tentu saja harus dihindari. Apabila Sobat memerlukan informasi dan penanganan lebih lanjut beserta produk-produk yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hari Kesehatan Mental Dunia 2020: Dampak Pandemi & Hasil Survei WHO – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://tirto.id/hari-kesehatan-mental-dunia-2020-dampak-pandemi-hasil-survei-who-f5Ne
    2. [Internet]. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/20031100001/situasi-kesehatan-jiwa-di-indonesia.html+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. [Internet]. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.tokopedia.com/blog/penyakit-gangguan-jiwa-penyebab-gejala-cara-mengobati/
    4. Alfari S. 9 Macam Gangguan Mental, Joker Termasuk yang Mana? [Internet]. Blog.ruangguru.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://blog.ruangguru.com/9-macam-gangguan-mental-joker-termasuk-yang-mana
    5. [Internet]. Beritagar.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/apa-itu-gangguan-kepribadian
    6. Media K. 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/11/090100068/10-cara-menjaga-kesehatan-mental?
    Read More
  • Pernahkah Sobat merasa sedih yang berkepanjangan, merasa tidak berguna, tidak semangat hidup lagi, merasa ada suara-suara tidak terlihat di sekitar atau merasa semua orang memperhatikan gerak gerik Sobat? Hati-hati, ya, bila Sobat mengalami hal tersebut dalam jangka waktu lama karena itu adalah beberapa gejala dari gangguan jiwa. Wah, masa iya?Seram sekali. Makanya, bila Sobat atau […]

    5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Pernahkah Sobat merasa sedih yang berkepanjangan, merasa tidak berguna, tidak semangat hidup lagi, merasa ada suara-suara tidak terlihat di sekitar atau merasa semua orang memperhatikan gerak gerik Sobat? Hati-hati, ya, bila Sobat mengalami hal tersebut dalam jangka waktu lama karena itu adalah beberapa gejala dari gangguan jiwa. Wah, masa iya?Seram sekali. Makanya, bila Sobat atau orang di sekitar ada yang mengalami hal tersebut perlu ditelusuri seberapa sering mengalami hal tersebut. Gangguan jiwa bukan perkara main-main karena pengobatannyapun biasanya cukup lama dan perlu pengawasan dari psikiater.

    Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 di Indonesia menunjukkan bahwa angka kejadian gangguan mental emosional yang dengan gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang. Sedangkan, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Cukup banyak ya ternyata.

    conversation with a therapist

    Gangguan jiwa ini merupakan kondisi seseorang yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, pada gangguan jiwa berat dapat terjadi gangguan pada aktifitas sehari-hari seperti tidak mau makan, sulit tidur,atau tidak mau mandi. Gangguan jiwa ini bukan hanya berlangsung sementara loh, tapi dapat terjadi seterusnya sepanjang hidup. Oleh karena itu, perlu diperhatikan bila Sobat atau orang di sekitar mengalami gejala yang mengarah pada gangguan jiwa dan berlangsung lama. Pertolongan kita amat berarti dalam kehidupan mereka, misal dengan konsultasi ke psikiater.

    Gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah faktor somatogenik (berhubungan dengan saraf dan faktor saat di dalam kandungan), faktor psikogenik (interaksi abnormal anak-orang tua, peranan ayah, bersaing dengan saudara kandung, tingakt perkembangan emosi,dsb), serta faktor sosiogenik (kestabilan keluarga, pola asuh anak, ekonomi, tempat tinggal, pendidikan, fasilitas kesehatan, dsb). Jadi, kita dapat menelusuri penyebab dari gangguan jiwa.

    Gangguan jiwa banyak sekali jenisnya, tetapi ada beberapa gangguan jiwa yang sering dialami oleh orang dewasa. Nah, berikut adalah beberapa gangguan jiwa tersebut. Yuk, kita cek:

    Skizofrenia

    Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang sering terjadi dan melibatkan 23 juta orang di dunia. Gangguan ini ditandai dengan penyimpangan pada cara berpikir, persepsi, bahasa, emosi serta perilaku. Gejala yang sering dialami antara lain halusinasi (melihat, mendengar, merasakan sesuatu yang tidak ada), dan delusi (kepercayaan yang salah atau kecurigaan yang mendalam).

    Gangguan bipolar

    Gangguan bipolar merupakan gangguan mental emosional yang ditandai dengan perubahan perasaan yang tiba-tiba (mood swing) dari sedih (depresi) menjadi sangat bahagia (manik) maupun sebaliknya. Seringkali orang dengan gangguan bipolar tidak menyadari bahwa ia mengalaminya, bahkan terkadang gangguan tersebut berpengaruh buruk terhadap hubungan keluarganya. Gangguan jiwa ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga peran keluarga dan orang sekitar sangat penting agar gangguan ini dapat segera ditangani.

    Gangguan depresi dan cemas

    Gangguan depresi merupakan salah satu gangguan mental emosional yang diikuti dengan rasa sedih berkepanjangan, kehilangan minat, perasaan bersalah atau rendah diri, gangguan tidur atau makan, perasaan lelah berlebihan dan konsentrasi yang buruk. Gejala ini dialami sekurang-kurangnya selama 2 minggu.

    Gangguan cemas merupakan gangguan yang juga sering terjadi di sekitar kita. Pernahkah kalian melihat orang yang terkena serangan panik?Nah, mereka biasanya mengalami gangguan kecemasan karena sebab tertentu. Gejala yang dapat dirasakan antara lain panik, perasaan takut berlebihan, gangguan tidur, rasa dingin dan berkeringat, sangat gelisah, dan jantung berdebar-debar. Nah, bila Sobat atau orang sekitar ada yang mengalami hal ini, jangan segan untuk segera mencari bantuan dan menolongnya, ya.

    Post Traumtic Stress Disorders (PTSD)

    PTSD merupakan gangguan jiwa yang dicetuskan oleh peristiwa yang sangat mengerikan dalam hidup seseorang dan mempengaruhinya dalam aktifitasnya setiap hari. PTSD banyak terjadi pada veteran perang, korban perkosaan, atau masyarakat yang pernah mengalami bencana alam seperti tsunami, banjir, gempa, angina topan,dsb. Mereka seringkali merasakan kejadian mengerikan itu kembali (flashback), mimpi buruk karena kejadian itu, dan menyebabkan stres bila mengingatnya.

    Obsesive Compulsive Disorders (OCD)

    OCD merupakan gangguan mental kronis dimana penderitanya tidak dapat mengontrol pikirannya (obsesif) atau perilakunya (kompulsif). Gangguan ini ditandai dengan takut terhadap bakteri dan lingkungan kotor, senang melihat sesuatu yang simetris atau urutan yang sempurna, pikiran agresif terhadap diri sendiri atau orang lain, mencuci tangan berulang-ulang, melakukan pemeriksaan berulang kali, dan berhitung berulang-ulang. Biasanya OCD sering disertai dengan perasaan cemas akan sesuatu buruk terjadi pada dirinya padahal tidak.

    Nah, itulah beberapa gangguan jiwa yang sering terjadi. Bila Sobat atau orang sekitar mengalaminya, jangan tinggal diam, segera konsultasikan ke psikiater agar diperoleh penanganan yang tepat. Kualitas hidup orang dengan gangguan jiwa akan meningkat dengan penanganan dari dokter yang tepat. Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dan Salam Sehat!

    Referensi:
    1. Kementerian Kesehatan RI. Stop stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa. 2014. [Internet]. Availabel at: depkes.go.id/article/view/201410270011/stop-stigma-dan-diskriminasi-terhadap-orang-dengan-gangguan-jiwa-odgj.html
    2. Putri AW, Wibhawa B, Gutama AS. Kesehatan mental masyarakat Indonesia (pengetahuan dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental. Prosiding KS: Riset dan PKM. 2010;2;2;147-300.
    3. World Health Organization. Mental disorder. 2018. [Internat]. Available at: who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders (05.10.18)
    4. Mayo Clinic Staff. Bipolar disorder. [Internet]. Available at: mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955 (05.10.18)
    5. WebmD. All about anxiety disorder. 2018.[Internet]. Available at: webmd.com/anxiety-panic/guide/anxiety-disorders#1 (05.10.18)
    6. Mayo Clinic Staff. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). 2018.[ Internet]. Available at: mayoclinic.org/diseases-conditions/post-traumatic-stress-disorder/symptoms-causes/syc-20355967 (05.10.18)

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja