Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ difteri”

  • Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka. Isu ini membuat pemerintah […]

    Bagaimana Aturan Pemberian Vaksin Difteri pada Anak ?

    Orang tua menaruh perhatian besar terhadap anak-anak mereka, selain rasa kasih sayang yang dalam.  Mereka akan selalu mengawasi kondisi anak, terutama kesehatannya. Anak masih rentan terhadap penyakit di sekitar karena perkembangannya yang masih belum sempurna. Wabah difteri yang menyebabkan anak meninggal di Indonesia membuat orang tua menjadi khawatir  terhadap anak mereka.

    Isu ini membuat pemerintah cepat menangani wabah sebelum menyebar ke tempat anak-anak lainnya. Salah satu cara pemerintah dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni imunisasi difteri ulang yang dilakukan oleh tiga provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sebelum mengenal regulasi dan juga aturan vaksinnya, yuk kita kenali dulu apa yang dimaksud dengan Difteri ?

    Difteri dan Serangannya

    Penyakit difteri merupakan infeksi yang termasuk ke dalam penyakit menular dan disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphtheriae. Difteri menular melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin atau batuk serta kontak langsung dengan penderitanya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa, terutama pada anak-anak yang belum diimunisasi.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin BCG Pada Anak

    Gejala-gejala Difteri

    Sobat harus waspada bila ada gejala di bawah ini, kemungkinan anak terkena  penyakit difteri:

    • Tenggorokan terasa gatal dan jika dilihat menggunakan senter seperti dilapisi selaput tebal berwarna abu
    • Radang tenggorokan disertai suara yang serak dan sulit berbicara
    • Adanya pembengkakan pada leher dan juga kelenjar
    • Kesulitan menelan bahkan hingga bernafas
    • Demam disertai menggigil
    • Batuk yang keras disertai dahak

    Produk Terkait: Jual Vaksin Difteri Lengkap dari Prosehat

    Kemudian, pada beberapa kasus, difteri diperparah dengan adanya infeksi yang menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung sampai sistem saraf. Tak hanya itu, kulit juga bisa menjadi bagian tubuh yang terserang bakteri ini dan akhirnya meracuni seluruh tubuh. Kondisi  lainnya dapat disertai dengan jantung berdebar dan juga perasaan tidak nyaman, khusus bagi anak-anak akan terus rewel karena rasa sakit pada tenggorokan dan tubuh mereka.

    Aturan Vaksin Difteri

    Agar terlindungi dari penyakit difteri, Sobat bisa langsung datang ke Puskesmas maupun sekolah khusus di 3 provinsi yang sudah disebutkan di atas untuk mendapatkan vaksin difteri. Namun, bila Sobat berada diluar 3 provinsi tersebut, Sobat dapat mendatangi rumah sakit atau puskesmas terdekat. Lalu, bagaimanakah aturan vaksin untuk anak ?

    • Berapa kali dilakukan?
      Anak harus mendapatkan imunisasi difteri minimal enam kali sampai usia 18 tahun. Biasanya vaksin tergabung dalam pemberian vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).
    • Imuniasi 1 – 3 tiga kali imunisasi dilakukan ketika bayi, pada saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan.
    • Imunisasi 4 dilakukan satu tahun setelah mendapat imunisasi yang ketiga tepatnya saat bayi berusia 18 bulan. Jika belum maka selesaikan dulu 3 imunisasi awal.
    • Kemudian Sobat bisa melakukan imunisasi 5 tiga tahun setelah mendapat imunisasi keempat saat anak berusia 5 tahun.
    • Sobat bisa melakukan imunisasi 6 lima tahun setelah mendapat imunisasi kelima saat anak berusia 10-12 tahun.
    • Saat anak berusia 18 tahun dapat diberikan tambahan penguat imunisasi dan dapat diulang setiap 10 tahun.

    Catatan tambahan dimana Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau biasa disebut BIAS, vaksin akan diberikan di sekolah pada anak kelas I, II, dan V dan telah menjadi program sekolah. Sobat bisa memberikan pengajuan atau proposal kepada pemerintah dan menjadikan sekolah anak Sobat sebagai salah satu anggota penerima vaksin.

    Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul, apakah imunisasi harus dilakukan enam kali sesuai panduan ? maka jawaban pastinya adalah YA. Mengapa ?

    Kekebalan terhadap bakteri difteri akan turun 2-3 tahun setelah imunisasi ketiga saat bayi. Sehingga 3 vaksin ketika bayi hanya mencegah sementara saja. Imunisasi lengkap dibutuhkan sampai enamh kali pada anak-anak sehingga perbekalan mereka untuk melawan difteri tercukupi. Setelah dewasa, tubuh akan mencoba melawan bakteri  dengan kekebalan nutrisi yang lebih banyak. Sobat juga bisa membekali tubuh dengan olahraga dan makanan yang sehat serta bernutrisi.

    Baca Juga: Serba Serbi Suntik Difteri yang Perlu Kamu Ketahui

    Bagaimana jika Terlambat ?

    Bagiamana jika Sobat sebagai orang tua atau justru diri Sobat sendiri belum pernah mendapatkan vaksin difteri ? bagaimana jika memang sudah terlambat ?

    Bagi Sobat yang sudah dewasa, vaksin difteri memiliki aturannya sendiri termasuk dosis dan juga boosternya. Sobat dapat mendatangi rumah sakit terdekat, tetapi jika sudah berusia lanjut tidak akan bisa diberikan vaksin. Maksimal usia atau rentang usia hanya sampai 64 tahun itu pun melalui serangkaian tes, apakah memang sudah terjangkit difteri atau belum.

    Bagi anak-anak yang terlambat imunisasi DTP dapat dilakukan imunisasi kejaran yang diberikan dan tidak akan mengulang dari awal. Anak yang masih dibawah usia 7 tahun yang belum pernah melakukan imunisasi DTP ataupun tidak lengkap maka masih bisa diberikan  vaksin difteri dengan imunisasi kejaran sesuai anjuran dokter anak.

    Bagaimana dengan anak sudah memasuki usia 7 tahun dan belum lengkap melakukan vaksin DTP ? terdapat vaksin sejenis yang bernama Tdap untuk diberikan dan bisa berfungsi sama yaitu melindungi tubuh dari bakteri penyebab difteri. Kita sebagai orang tua tidak boleh  menyerah dalam  memberikan anak perlindungan agar sehat dan tidak berpotensi terserang penyakit difteri. Jangan lupa untuk memberikan imunisasi difteri pada anak Sobat agar tidak tertular penyakit yang berbahaya ini.

    Baca Juga: Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

    Untuk yang tidak ingin terlambat mendapatkan layanan vaksinasi, pastikan kamu sudah menginstal aplikasi prosehat yang memberikan informasi seputar vaksinasi dan imunisasi. Prosehat memberikan layanan vaksinasi ke rumah loh jadi tidak perlu khawatir ketika tidak ada waktu untuk ke tempat layanan kesehatan. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Suntik difteri. Siapa yang masih asing dengan suntik ini? Atau siapa di antara kita yang sudah mengenal suntik ini? Sudahkah anak Anda mendapatkan suntik difteri? Suntik difteri merupakan salah satu suntik penting yang sebaiknya tidak dilewatkan karena manfaatnya yang besar untuk anak ke depannya, dan tentu saja manfaat utamanya adalah untuk meminimalisir anak mengalami penyakit […]

    Serba Serbi Suntik Difteri yang Perlu Diketahui

    Suntik difteri. Siapa yang masih asing dengan suntik ini? Atau siapa di antara kita yang sudah mengenal suntik ini? Sudahkah anak Anda mendapatkan suntik difteri? Suntik difteri merupakan salah satu suntik penting yang sebaiknya tidak dilewatkan karena manfaatnya yang besar untuk anak ke depannya, dan tentu saja manfaat utamanya adalah untuk meminimalisir anak mengalami penyakit difteri. Memangnya apa sih yang dimaksud dengan penyakit difteri ini? Apa saja bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh penyakit difteri?

    Penyakit difteri merupakan penyakit menular dan merupakan salah satu infeksi serius dan apabila tidak segera ditangani maka dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Penyakit ini tentu saja akan semakin berbahaya dampaknya ketika menyerang anak kecil, mengingat daya imun anak belum sebagus orang dewasa – alias daya imun anak lebih lemah. Difteri merupakan infeksi bakteri yang akan menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan dan dapat menyerang kulit. Penyakit difteri merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia di mana hal ini didukung oleh pernyataan World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa Indonesia menyumbang 342 kasus dari 7.097 kasus difteri dunia pada tahun 2016.

    Angka yang cukup mengerikan bukan? Tidak heran jika kasus difteri ini membuat Indonesia berada di peringkat ke-dua dunia setelah India. Angka kematian di Indonesia yang  disebabkan difteri pun bisa dibilang tidak sedikit, yaitu dari 3353 kasus difteri tercatat ada 110 orang yang meninggal dunia. Bahkan parahnya lagi, dari 90 persen orang yang terjangkit penyakit difteri ini tidak memiliki riwayat imunisasi difteri lengkap yang berarti saat kecil sebagian besar masyarakat tidak melakukan imunasi difteri. Lho, memangnya ada suntik difteri? Lalu kapankah waktu yang tepat untuk melakukan suntik difteri ini? Apakah ada dampak yang timbul dari melakukan suntik difteri?

    Program Suntik Difteri Pemerintah

    Mengingat betapa bahayanya penyakit difteri di kemudian hari, maka pemerintah menggalakkan suntik difteri sejak dini – alias sejak kanak-kanak. Melakukan suntik difteri sejak kanak-kanak meminimalisir datangnya penyakit ini ketika kita sudah beranjak dewasa dan menariknya lagi suntik difteri ini dibagi menjadi beberapa tahap untuk memperkuat daya tahan tubuh kita mengingat daya kekebalan tubuh kita bisa menurun seiring dengan berjalannya waktu. Beberapa dokter bahkan menyatakan jika imunisasi difteri ini berhasil meminimalisir datangnya penyakit ini di kemudian hari sebanyak 95 persen. Angka yang sangat fantastis bukan? Menariknya lagi, program pemerintah ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis sehingga sayang untuk dilewatkan.

    Lalu kapankah sebaiknya kita memberikan suntik difteri ini untuk anak? Apakah ada batas maksimal usia bagi kita yang sudah dewasa untuk mendapatkan suntik difteri ini? Sebagai orang tua, kita sebaiknya memahami betul apa yang dimaksud dengan suntik difteri ini mengingat banyaknya kabar burung yang beredar mengenai suntik difteri. Yup, diberikannya suntik difteri secara gratis oleh pemerintah justru membuat masyarakat ragu manfaat apakah yang akan kita dapatkan dengan melakukan suntik ini – bahkan tidak sedikit orang yang berasumsi jika suntik difteri tidak halal.

    Apakah suntik difteri ini aman untuk dilakukan? Apakah ada dampak yang mungkin muncul di kemudian hari apabila kita tidak melakukan suntik difteri ini sejak dini? Seberapa sering kita perlu melakukan suntik difteri ini untuk mencegah penyakit difteri datang di kemudian hari? Berikut adalah serba-serbi suntik difteri yang sebaiknya kita ketahui, yaitu kaum orang tua untuk kebaikan anak kita:

    1. Tidak seperti vaksin penyakit lainnya, vaksin penyakit difteri tidak berdiri sendiri alias vaksin disteri ini merupakan kombinasi antara vaksin tetanus dengan pertusis. Jenis dari vaksin disteri sendiri bisa kita bedakan menjadi empat jenis, yaitu DPT, DTaP, DT, TdaP, dan Td. Lalu sebenarnya apa perbedaan dari berbagai jenis vaksin disteri ini?

    2. Yup, jawabannya tepat sekali. Perbedaan dari keempat jenis vaksin disteri ini adalah masa pemberiannya, di mana vaksin DTaP dan DT ditujukan untuk anak yang berusia dua hingga 11 bulan. Kemudian dua jenis vaksin disteri sisanya, yaitu jenis vaksin disteri Tdap dan Td ditujukan untuk anak yang berusia lebih besar, yaitu untuk anak yang sudah berusia di atas tujuh tahun. Kedua jenis vaksin ini juga digunakan untuk kita yang sudah beranjak dewasa hingga batas usia 64 tahun.

    3. Namun, sebenarnya apa sih beda vaksin difteri DTaP dan DT ini? Vaksin  difteri ini jarang menyebabkan demam ringan pada anak, kulit yang menjadi kemerahan, nyeri, serta pembengkakan pada area sekitar penyuntikan. Namun, kita tidak perlu khawatir tentang efek samping yang timbul karena biasanya hanya berlangsung selama satu hingga dua hari. Ketika hal ini terjadi, kita bisa memberikan obat pereda nyeri ataupun dengan memberikan kompres untuk meredakan efek samping yang timbul.

    4. Lalu apa yang dimaksud dengan suntik difteri TdaP dan Td? Kedua jenis suntik ini adalah suntik lanjutan alias suntik yang akan diberikan setelah anak melakukan vaksinasi difteri awal. Suntik difteri ini akan diberikan untuk anak pada rentang usia 7 hingga <19 tahun dan sebaiknya diulangi setiap 10 tahun sekali di mana suntik ini berfungsi sebagai booster, alias penguat daya tahan tubuh kita sehingga difteri tidak akan menyerang kita di kemudian hari.

    5. Kapan sebaiknya kita berhenti melakukan suntik difteri? Suntik difteri merupakan suatu jenis suntik yang sangat disarankan untuk dilakukan dan akan semakin baik apabila kita melakukannya dengan rutin. Suntik difteri sendiri bukan saja hanya meminimalisir datangnya penyakit difteri pada kita, tetapi juga penyakit pertusis dan tetanus yang sama-sama membahayakan keselamatan nyawa kita.

    6. Suntik difteri sangatlah disarankan untuk dilakukan bagi anak kita terutama sejak dini, yaitu di bawah 7 tahun hingga nanti mereka berusia 40 tahun. Melakukan suntik difteri secara lengkap terbukti 90 persen menjauhkan kita dari berbagai penyakit mematikan dan pastinya meningkatkan daya tahan tubuh kita dari waktu ke waktu.

    7. Satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan ketika melakukan suntik difteri adalah anak harus dalam kondisi yang benar-benar fit, alias sedang tidak sakit. Ketika kita akan melakukan suntik difteri sebaiknya kita berkonsultasi pada dokter mengenai ada tidaknya alergi yang dimiliki oleh anak untuk meminimalisir dampak dari suntik difteri yang bisa muncul.

    So, bagaimana? Pastinya sudah paham kan mengenai suntik difteri? Melakukan suntik difteri adalah suatu hal yang sangat disarankan mengingat hal ini sangatlah efektif untuk menimalisir datangnya penyakit berbahaya pada tubuh kita di kemudian hari. So, tunggu apalagi untuk melakukan suntik difteri? Yuk segera ke Puskemas terdekat!

     

    Read More
  • Difteri merupakan penyakit infeksi saluran napas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk Penyakit ini bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang dapat mengakibatkan kematian. Komplikasi dari difteri antara […]

    APAKAH ORANG DEWASA BUTUH VAKSINASI DIFTERI?

    Difteri merupakan penyakit infeksi saluran napas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk Penyakit ini bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang dapat mengakibatkan kematian. Komplikasi dari difteri antara lain peradangan pada jantung (miokarditis), gagal ginjal, neuritis, dan tromobositopenia.

    Sebagai respon atas merebaknya kasus difteri di Indonesia pemerintah mengajurkan untuk melakukan vaksinasi difteri sebagai pencegahan. Kejadian ini di respon pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization) dengan memberikan imunisasi difteri untuk penduduk usia 1-19 tahun yang tinggal di daerah terjangkitnya kasus difteri.

    Walaupun yang diwajibkan oleh pemerintah untuk dilakukan vaksinasi difteri adalah usia 1-19 tahun melalui program ORI, bukan berarti orang dewasa yang berusia lebih dari 19 tahun tidak memerlukan vaksin difteri tersebut. Vaksinasi difteri untuk orang dewasa dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas-fasilitas kesehatan.

    Vaksinasi difteri untuk orang dewasa diberikan jenis vaksinasi Td atau Tdap. Dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi penguat (booster) minimal setiap 10 tahun sekali. Vaksin Tdap adalah vaksin kombinasi untuk menangkal infeksi tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan). Tdap terbuat dari bakteri yang sudah diinaktifkan sehingga tidak menimbulkan reaksi sakit. Sedangkan vaksin Td adalah booster vaksin untuk tetanus dan difteri tanpa komponen pertusis. Pemberian vaksinasi dapat dilakukan kapan saja. Menurut rekomendasi CDC tahun 2013, vaksin ini juga aman diberikan pada usia 65 tahun lebih.

    Sebaiknya orang dewasa yang perlu untuk mendapatkan vaksinasi difteri atau vaksinasi Tdap, terlebih pada kondisi sebagai berikut:

    1. Belum pernah mendapatkan vaksinasi difteri sebelumnya.
    2. Petugas kesehatan yang sering kontak dengan pasien.
    3. Orangtua, kakek, nenek, atau pengasuh bayi yang merawat anak usia di bawah 1 tahun.
    4. Berencana melakukan perjalanan ke daerah yang berpotensi difteri.
    5. Bermukim di wilayah yang terjangkit difteri.
    6. Ibu hamil dengan usia kandungan sekitar 27-36 minggu.

    Jika Anda memiliki riwayat alergi atau sedang mengonsumsi obat rutin jangan lupa sampaikan pada petugas kesehatan. Dengan melakukan vaksinasi Anda telah mencegah terjangkitnya penyakit difteri pada diri Anda dan mencegah penularan kepada orang lain di sekitar Anda. Bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Adult Tetanus, Diphtheria, Pertussis (Td, Tdap) Vaccine [Internet]. WebMD. 2017 [cited 9 February 2018]. Available from: webmd.com
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2018  Available from: depkes.go.id

     

    Read More
  • Difteri merupakan penyakit saluran nafas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang mengakibatkan kematian. Difteri juga menyebabkan berbagai komplikasi seperti peradangan pada jantung (miokarditis), gagal ginjal, neuritis, dan tromobositopenia. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Bakteri […]

    TIPS CEGAH ANAK TERINFEKSI DIFTERI

    Difteri merupakan penyakit saluran nafas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang mengakibatkan kematian. Difteri juga menyebabkan berbagai komplikasi seperti peradangan pada jantung (miokarditis), gagal ginjal, neuritis, dan tromobositopenia.

    Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Bakteri akan dengan mudah menyebar lewat udara dan menginfeksi orang lain. Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk.

    Gejala penyakit difteri antara lain:

    1. Demam berkisar 380C
    2. Nafsu makan menurun
    3. Lesu
    4. Nyeri tenggorokan dan sakit saat menelan.
    5. Sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah
    6. Muncul tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut sebagai bull neck.

    Pencegahan difteri yang optimal dilakukan dengan pemberian imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Vaksin difteri terbukti aman untuk melindungi dari penyakit difteri yang mematikan. Lengkapi imunisasi difteri anak anda sesuai jadwal rekomendasi sebagai berikut:

    USIA VAKSINASI Keterangan
    2 bulan DPT Pemberian vaksinasi bisa berupa vaksin kombinasi dengan penyakit lain misalnya kombinasi 5 penyakit (DPT, Hepatitis B, Hib) atau kombinasi 6 penyakit (DPT, Hepatitis B, Hib dan Polio)
    3 bulan
    4 bulan
    18 bulan
    5 tahun DT
    Lebih dari 7 tahun Td/Tdap

    Mungkin beberapa orangtua khawatir akan efek demam setelah vaksinasi DPT. Tahukah anda, bahwa efek demam dihasilkan dari vaksinasi DPwT dimana menggunakan sel utuh dari pertusis. Untuk itu, kini tersedia vaksinasi DPaT yang menggunakan sebagian sel pertusis sehingga mengurangi efek demam pasca penyuntikan.

    Difteri sangat mudah menyerang pada orang yang tidak memiliki kekebalan terutama anak-anak. Berikut tips cegah bahaya difteri:

    1. Yuk Bunda, segera cek kelengkapan status imunisasi anak.
    2. Jangan tunda pemberian imunisasi difteri. Anak dengan batuk atau pilek ringan TANPA demam tinggi (hasil pengukuran suhu tubuh < 38oC) TETAP bisa mendapatkan imunisasi difteri sesuai usia.
    3. Jangan lupa siapkan buku imunisasi anak untuk ditunjukkan kepada petugas kesehatan.

    Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Amindoni, A. 2017. Wabah difteri di 20 provinsi: Lima hal yang perlu anda ketahui. http://www.bbc.com/indonesia/majalah-42215042
    2. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. 2017. Menkes Minta Produksi Vaksin untuk Difteri Dipercepat. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20171210/3524013/menkes-minta-produksi-vaksin-difteri-dipercepat/
    3. IDAI. 2017. Himbauan IDAI Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kasus Difteri. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/himbauan-idai-tentang-peningkatan-kewaspadaan-terhadap-kasus-difteri
    4. Kemenkes RI. 2017. Meningkatnya Kasus Difteri, 3 Provinsi Sepakat Lakukan Respon Cepat. http://www.depkes.go.id/article/view/17120700003/meningkatnya-kasus-difteri-3-provinsi-sepakat-lakukan-respon-cepat.html

     

    Read More
  • Belakangan ini, difteri mewabah di berbagai daerah di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus difteri sehingga ditetapkan menjadi kejadian luar biasa. Oleh sebab itu, maka diperlukan suatu upaya untuk memutuskan rantai penularan difteri. Baca Juga: Bagaimana  Aturan Pemberian Vaksin Difteri pada Anak? Akibat […]

    Yuk, Kita Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

    Belakangan ini, difteri mewabah di berbagai daerah di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 Kab/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus difteri sehingga ditetapkan menjadi kejadian luar biasa. Oleh sebab itu, maka diperlukan suatu upaya untuk memutuskan rantai penularan difteri.

    Baca Juga: Bagaimana  Aturan Pemberian Vaksin Difteri pada Anak?

    Akibat adanya laporan mengenai Kejadian Luar Biasa, kementrian kesehatan bergerak untuk mencegah penyebarannya dengan melakukan pemberian imunisasi difteri massal. Outbreak Response Immunization (ORI) adalah kegiatan imunisasi tambahan yang khusus dilakukan di daerah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB). Pada putaran pertama upaya pengendalian KLB Difteri telah dilaksanakan pada pertengahan Desember 2017. Bulan Januari 2018 ini merupakan jadwal putaran kedua ORI Difteri. Sementara ORI putaran ketiga dilakukan 6 bulan kemudian.

    Target pemberian imunisasi difteri adalah anak usia 1 tahun sampai 18 tahun. Lokasi ORI Difteri berada di 12 kabupaten/kota di 3 provinsi (DKI Jakarta, Jawa barat, dan Banten). Terpilihnya Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat karena mengingat potensi penyebaran penyakit menular yang masih tinggi. Transmisi yang tinggi itu didorong oleh padatnya jumlah penduduk dan tingginya mobilisasi di tiga provinsi tersebut. Sebagai langkah awal, beberapa daerah yang menjadi target pemberian imunisasi difteri massal antara lain:

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Difteri ke Rumah

    1. Banten : Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan.
    2. DKI Jakarta: Jakarta Barat dan Jakarta Utara
    3. Jawa Barat: Purwakarta, Karawang, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi.

    Difteri merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, dan menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang dapat mengakibatkan kematian. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk.

    Baca Juga: Serba-Serbi Suntik Difteri yang Perlu Diketahui

    Vaksin difteri terbukti aman untuk melindungi dari penyakit difteri yang mematikan. Segera bawa anak anda untuk imunisasi mencegah difteri. Jangan lupa membawa buku imunisasi anak untuk ditunjukkan kepada petugas kesehatan. Namun jika Anda ingin lebih praktis, bisa vaksinasi di rumah loh dengan memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Amindoni, A. 2017. Wabah difteri di 20 provinsi: Lima hal yang perlu anda ketahui. bbc.com
    2. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. 2017. Menkes Minta Produksi Vaksin untuk Difteri Dipercepat. sehatnegeriku.kemkes.go.id
    3. IDAI. 2017. Himbauan IDAI Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kasus Difteri. idai.or.id
    4. Kemenkes RI. 2017. Meningkatnya Kasus Difteri, 3 Provinsi Sepakat Lakukan Respon Cepat. depkes.go.id
    5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2018  Available from: depkes.go.id

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja