Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ diabetes tipe 2”

  • Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk […]

    Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2

    Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk mencegah keparahan dari diabetesnya.

    Tapi benarkah hal itu? Apa sih sebenarnya insulin itu dan apa manfaat terapi insulin?

    Apa Itu Insulin?

    Insulin adalah hormon yang membantu mengubah makanan menjadi energi. Insulin pada seseorang dengan diabetes tipe 2 tidak mampu bekerja dengan baik. Kondisi ini disebut resistensi insulin. Seseorang dengan diabetes tipe 2 yang telah dikupas di sini, memerlukan suntikan insulin jika kadar glukosa darah mereka tidak dapat dikontrol dengan baik bahkan setelah dilakukan pengaturan pola makan, olahraga, penurunan berat badan, dan obat-obatan untuk diabetes tipe 2 rutin ditebus resep dan diminum teratur setiap hari.

    Fungsi insulin di dalam tubuh pasien diabetes tipe 2 adalah menurunkan kadar glukosa darah dengan memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Glukosa dalam sel digunakan untuk menyediakan energi. Insulin menurunkan kadar glukosa darah, baik ketika makan maupun ketika tidak. Oleh karena itu, penting untuk menyinkronkan pola makan dengan suntik insulin.

    Jenis

    Terdapat 5 jenis insulin yang dikategorikan berdasarkan puncak dan jangka waktu efeknya:

      • Insulin kerja cepat: mulai bekerja sekitar 15 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 1 jam kemudian, dan lama kerjanya 2 sampai 4 jam.
      • Insulin kerja pendek: mulai bekerja sekitar 30 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 2-3 jam kemudian, dan lama kerjanya 3 sampai 6 jam.
      • Insulin kerja sedang: mulai bekerja sekitar 2-4 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 4-12 jam kemudian, dan lama kerjanya 12 sampai 18 jam.
      • Insulin kerja panjang: mulai bekerja sekitar 4-6 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 10-18 jam, dan lama kerjanya sampai 24 jam.
      • Gabungan insulin kerja cepat dan kerja sedang (pre-mixed insulin): Insulin premixed dapat bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami kesulitan menggunakan dua atau lebih jenis insulin dan sulit mengikuti arahan dan dosis yang tepat. Insulin ini juga cocok bagi orang-orang dengan diabetes yang telah stabil dengan kombinasi insulin ini. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk terapi insulin jenis ini.

    Masing-masing jenis bekerja pada kecepatan yang berbeda dan untuk periode waktu yang berbeda. Sebagian orang mungkin disarankan menggunakan kombinasi dua atau lebih jenis insulin.

    Baca Juga: 8 Olahraga Aman Saat Puasa

    Terapi

    Terapi insulin biasa diberikan dalam bentuk suntikan karena insulin berbahan dasar protein. Jika insulin dikonsumsi sebagai pil, insulin akan dipecah dan dicerna bahkan sebelum sampai ke dalam darah untuk menurunkan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, insulin hanya tersedia dalam bentuk suntikan sampai saat ini. Seseorang dapat menyuntikkan insulin ke beberapa tempat pada tubuhnya:

    • Suntikan insulin di area perut bekerja paling cepat.
    • Suntikan insulin di area paha bekerja paling lambat.
    • Suntikan insulin di lengan bekerja dengan kecepatan sedang.

    Konsultasi dengan dokter yang menangani Anda diperlukan untuk menunjukkan cara yang tepat untuk menyuntikkan insulin dan di bagian mana dari tubuh untuk menyuntikkannya. Sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 memerlukan minimal 2 suntikan insulin sehari untuk kontrol glukosa darah yang baik. Sebagian orang memerlukan 3 atau 4 suntikan sehari untuk kontrol diabetes yang lebih fleksibel. Tapi jangan lupa untuk mengatur dosis suntikan insulin per individu melalui diskusi dengan tenaga kesehatan, ya karena efek yang mungkin terjadi pada penggunaan insulin adalah kondisi kadar glukosa darah rendah dalam tubuh (hipoglikemia) dan penambahan berat badan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Panduan Terapi

    Dokter yang menangani pasien diabetes tipe 2 akan bekerja sama untuk menentukan jenis insulin yang terbaik. Keputusan pilihan ini akan tergantung pada beberapa hal:

    • Lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap insulin
    • Berapa lama insulin tetap aktif bervariasi per individu
    • Jenis makanan yang dimakan
    • Konsumsi alkohol
    • Intensitas olahraga
    • Kesediaan pasien untuk mendapat berapa banyak suntikan per hari
    • Seberapa sering pasien memeriksa gula darah
    • Usia
    • Tujuan pasien mengelola gula darah

    Nah, itu tadi penjelasan tentang terapi insulin yang harus dijalani oleh pasien diabetes tipe 2. Jadi sekarang tidak perlu lagi takut akan momok suntik insulin kan? Suntik insulin bukan berarti akhir dari segalanya. Suntik insulin akan bantu pasien diabetes mendapat kontrol gula darah yang lebih baik. Suntikan insulin juga tidak boleh terlewatkan. Jadi jangan sampai keluarga atau orang yang disayangi kehabisan suntikan insulinnya. Ingat selalu untuk menebus resep suntikan insulin dan obat diabetes lainnya. Tebus resep online mudah dan hemat hanya di ProSehat. Obat asli diantar tanpa harus antri atau macet.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Narasumber: dr. Novita Liman

    Referensi:

    • American Diabetes Association. Insulin Administration. Diabetes Care 2004;27(Suppl. 1):S106–S109.
    • American Diabetes Association. Low-Calorie Sweeteners. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin/insulin-basics.html
    • Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Petunjuk Praktis Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus. [Internet]. 2006 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.pbpapdi.org/images/file_guidelines/13_Petunjuk%20Praktis%20Terapi%20Insulin%20pada%20Pasien%20Diabetes%20Melitus.PDF.
    Read More
  • Banyak yang mengira penyakit diabetes hanya menyerang orang tua dan yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya. Tapi hal tersebut salah besar! Agar tidak salah persepsi lagi, kita bahas beberapa fakta dan mitos diabetes (kencing manis) berikut ini. Fakta dan Mitos Diabetes (Kencing Manis) ‘Makan terlalu banyak nasi bikin diabetes’. ‘Diabetes tidak ada gejalanya sama sekali’. […]

    Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes

    Banyak yang mengira penyakit diabetes hanya menyerang orang tua dan yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya. Tapi hal tersebut salah besar! Agar tidak salah persepsi lagi, kita bahas beberapa fakta dan mitos diabetes (kencing manis) berikut ini.

    Fakta dan Mitos Diabetes (Kencing Manis)

    ‘Makan terlalu banyak nasi bikin diabetes’. ‘Diabetes tidak ada gejalanya sama sekali’. ‘Diabetes menyerang orang obesitas’. ‘Diabetes itu penyakit turunan’. Banyak sekali ya, fakta dan mitos diabetes yang seliweran tentang diabetes. Tapi apakah semuanya fakta, atau mitos belaka? Daripada semakin ngawur, kita cek fakta dan mitos diabetes ini yuk.

    Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik ketika seseorang memiliki gula darah tinggi (gula darah), karena produksi insulin tidak memadai, atau karena sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin. Pasien dengan gula darah tinggi biasanya akan mengalami sering kencing (poliuria), mereka akan menjadi semakin haus (polidipsia) dan lapar (polifagia).

    Lanjut ke fakta dan mitos diabetes (kencing manis), yuk!

    1. Mitos atau Fakta: diabetes adalah penyakit keturunan.

    Mitos! 95% kasus diabetes terjadi bukan karena genetik, melainkan disebabkan oleh beberapa masalah yang terjadi pada insulin: 1. pankreas tidak menghasilkan hormon insulin, sehingga gula dari makanan tidak dapat dipecah oleh sel-sel tubuh (diabetes tipe I), 2. adanya resistensi insulin, yaitu gula yang masuk ke tubuh diproses dengan lambat oleh si kurir ini atau resistensi sel, yaitu ketika gula yang dibawa insulin tidak semuanya diterima oleh sel-sel tubuh (they’re being picky!). Dari kedua akibat itu, terjadilah kekurangan atau kejenuhan insulin, dan akibatnya timbul kelebihan kadar gula darah. Tapi banyak juga penderita diabetes dengan orang tua yang juga penderita lho. Ternyata, penderita diabetes tidak mewarisi penyakit ini dari orangtuanya, tapi mewarisi/meniru kebiasaan makan orang tua yang salah (makanan manis dan karbohidrat). Mereka tidak beralih ke pemanis buatan yang rendah kalori sebagai trik untuk memuaskan sweet-tooth mereka. Kebiasaan ini berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun hingga menguras habis cadangan insulinnya.

    2. Mitos atau Fakta: ada 2 jenis diabetes, yaitu kering dan basah.

    Mitos! Dalam ilmu kedokteran tidak ada istilah diabetes kering atau basah. Kedua istilah ini merupakan istilah yang timbul dari gejala diabetes tipe II, yaitu penurunan berat badan drastis (kering) karena tidak ada gula yang diantar oleh insulin (kurir) ke sel-sel tubuh untuk dijadikan energi. Diabetes basah atau luka yang tidak kunjung sembuh dan tak jarang bahkan bernanah sehingga basah, sebenarnya adalah komplikasi dari diabetes itu sendiri. Baik “diabetes kering” maupun “diabetes basah” tetap diabetes dan sama-sama berbahaya dan perlu dikendalikan dengan obat supaya tidak timbul komplikasi lainnya yang lebih fatal.

    3. Mitos atau Fakta: rasa air kencing penderita diabetes manis (kencing manis)

    Mitos! Pada jaman dahulu memang banyak orang mendeteksi penyakit diabetes dengan memperhatikan apa yang terjadi pada air kencing mereka. Logikanya, karena kadar gula darah yang tinggi, lantas air kencing yang disekresikan ginjal pun akan terasa manis. Tapi rasa air kencing tidak manis! Jangan dicoba, ya! Perlu dilakukan tes laboratorium terlebih dahulu untuk mendeteksi kadar gula dalam air kencing. Agar terhindar dari kencing manis, beralihlah ke produk pemanis buatan yang rendah kalori.

    4. Mitos: puasa mengurangi risiko terkena diabetes

    Mitos! Puasa tidak mengurangi risiko diabetes, karena ada dua tipe diabetes itu tadi, yaitu tipe I, ketika tidak ada produksi insulin sama sekali pada tubuh si penderita, dan diabetes tipe II, ketika insulin mengalami beberapa masalah sehingga tidak dapat mengantar gula ke sel-sel tubuh untuk dipecah menjadi energi. Mau puasa setahun lamanya, kalau kalian diabetes tipe I, tidak akan merubah apapun. Begitu juga yang diabetes tipe II, tidak makan sama sekali malah memperburuk kesehatan yang lain, karena masalah pada penyakit diabetes itu terletak pada insulinnya itu sendiri.

    Jadi, kita semua harus berhati-hati karena penyakit diabetes termasuk silent disease lho. Tidak ada gejala yang muncul dari penyakit ini. Umumnya keluhan khas penderita diabetes adalah trias-poli yang sudah kita bahas sebelumnya: sering kencing (poliuria), sering haus (polidipsia) dan lapar (polifagia). Cara terbaik untuk mengetahui kondisi diabetes adalah rutin cek gula darah yang dapat dilakukan sendiri di rumah dengan alat cek kadar gula darah.

    Pencegahan terbaik untuk diabetes adalah kendalikan berat badan dengan olahraga rutin dan rutin kontrol kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu, beralih ke makanan yang rendah kalori misalnya penggunaan pemanis buatan rendah kalori untuk mengurangi asupan gula dan untuk mengendalikan berat badan. Yuk, kita mulai dari sekarang!

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja