Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ depresi”

  • Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan […]

    3 Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres.

    Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan siswa sekolah dengan PR yang sangat banyak.

    perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita

    Meskipun begitu, ternyata tidak semua penyebab tersebut dapat langsung menyerang pikiran seseorang dan menjadikannya stres. Dari sebuah penelitian oleh para ahli mengungkapkan bahwa penyebab utama stres sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Berdasarkan penelitian ini, penyebab wanita mengalami stres pada umumnya disebabkan oleh kurangnya penghargaan dari lingkungan sekitar. Sedangkan pria biasanya lebih banyak merasakan stres akibat dari banyaknya pekerjaan yang menumpuk sehingga membuat mereka menjadi tegang.

    Beberapa pakar juga sepakat bahwa proses kerja otak wanita dan pria dalam menghadapi suatu tekanan masalah sangat berbeda. Pria umumnya cenderung lebih santai sedangkan wanita dianggap lebih ‘memikirkan’ masalah tersebut.

    Hal ini telah dijelaskan secara ilmiah pada jurnal Molecular Psychiatry tahun 2010, yaitu sel-sel otak wanita cenderung lebih sensitif terhadap hormon stres yang bernama corticotropinreleasing factor (CFR) dan wanita lebih rentan terhadap stres dua kali lipat dibandingkan pria.

    Uniknya, studi terbaru yang telah di publikasi oleh Jurnal Public Health mengungkapkan bahwa meskipun wanita lebih rentang terhadap stres, namun ternyata pria justru rentan terkena depresi. Berikut ini fakta menarik tentang perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita menurut pengamat psikologi, Dr. Endang Mariani Rahayu, M.Si, yaitu:

    1. Tingkatan stres pada wanita lebih tinggi dibanding pria

    Bedasarkan data penelitian dari American Psychological Association mengungkapkan, hampir setengah dari semua wanita yang disurvei mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dalam lima tahun terakhir, dan hal ini tidak terjadi pada pria.

    Penyebabnya adalah karena wanita lebih sering mengeluhkan kondisi ekonomi yang mereka alami hingga gangguan fisik dan emosional yang lebih besar. Pada wanita yang menikah, tingkatan jumlah stresnya juga lebih besar dibandingkan dengan wanita lajang.

    2. Wanita lebih bisa mengelola stres

    Pada umumnya wanita lebih banyak menyalurkan rasa stres yang dialami dengan lebih ekspresif. Wanita juga lebih mudah bergaul dan terbuka membicarakan rasa stres yang tengah melanda dibanding dengan pria.

    Baca Juga: Coba 4 Makanan Sehat Ini yang Dapat Mengatasi Stres Sahabat

    Karena dengan membicarakan permasalahan atau kendala yang sedang dihadapi merupakan salah satu cara terbaik dalam menghadapi stres. Hal ini jugalah yang mempengaruhi jumlah angka kematian bunuh diri lebih banyak terjadi pada pria menurut WHO.

    3. Kebiasaan yang berbeda pada wanita dan pria ketika stres

    Ketika sedang stres, sebenarnya pria cenderung lebih banyak butuh uang dibandingkan dengan wanita. Berkaitan dengan aspek psikologis, adanya uang akan membuat pria lebih tenang, dan sebaliknya, saat wanita sedang stres justru wanita lebih banyak mengeluarkan uang untuk dibelanjakan.

    Namun, seiring perkembangan jaman, pakar ilmu sosial, budaya, dan komunikasi Universitas Indonesia, Dr. Deive Rahmawatu,I, S.Sos., M.Hum., CPR mengungkapkan, bahwa sejak 1986 sampai saat ini, data menunjukan manusia modern memiliki potensi lima kali lebih stres dibanding manusia di zaman sebelumnya, terutama pada wanita. Hal ini bisa menjadi permasalahan dunia.

    Kelompok yang paling rentan, yakni remaja. Sebab, usia remaja dinilai belum mempunyai pengalaman yang cukup sehingga mereka tidak memiliki banyak referensi.

    Akibatnya, kelompok usia tersebut sangat mudah terjerumus ke arah yang buruk. Dan kemungkinan terburuknya adalah saat orang tersebut merasa benar-benar sendiri ketika stres, mereka dapat mengalami depresi dan sering berakhir pada bunuh diri.

    Faktor apa sajakah yang dapat memengaruhi tingkatan stres pada seseorang?

    Fakta bahwa wanita tiga kali lebih rentang terkena stres dibanding pria ternyata dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti berikut:

    1. Faktor Biologis

    Masa pubertas pada remaja saat ini semakin dini. Sudah bukan merupakan hal baru apabila anak sekolah dasar telah mengalami menstruasi. Proses hormonal ini membuat perempuan secara psikologis jauh lebih stres dibandingkan dengan pria.

    Ketika hormon sedang begejolak, seseorang sangat memerlukan orang lain untuk mendampingi agar mereka tidak berperilaku menyimpang. Oleh sebab itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini.

    2. Faktor Psikologis

    Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuat banyak orang seolah menjadi “zombie”. Hadirnya teknologi digital akan menjadi dampak buruk apabila digunakan tanpa arahan atau bimbingan yang benar.

    Kehidupan sekarang sangat bergantung pada validitas sosial. Setiap hari orang akan terobsesi pada banyaknya likes di sosial media. Sehingga menjadi tidak fokus dalam mengembangkan diri. Selain itu, manusia memang merupakan makhluk egois dan selalu ingin terlihat lebih baik dari orang lain.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial

    Namun sayangnya, budaya digital ini justru malah semakin membuat kita iri dengan pencapaian orang lain. Oleh karena itu, jika tidak bimbing dengan benar penggunaan dari tekologi digital ini justru akan membuat seseorang menjadi stres.

    3. Faktor Sosiologis

    Walaupun dikelilingi oleh teknologi canggih, namun norma-norma sosial yang dipegang oleh remaja masih sangat minim. Banyak orang cenderung lebih memperhatikan penampilan dirinya. Kehadiran media sosial juga membuat seseorang semakin membandingkan dirinya dengan orang lain, dan jika hal ini sudah terjadi, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.

    Pertama, mereka akan berjuang untuk menjadi yang terbaik. Kedua, mereka akan membohongi publik agar menjadi yang terbaik, misalnya dengan menggunakan teknologi agar mereka tampak sempurna dalam foto.

    Dan yang terakhir, depresi yang semakin parah karena merasa tidak ada yang benar-benar menjadi temannya. Meskipun postingan ramai dengan likes dan memiliki jumlah follower yang banyak, namun sebenarnya ia sendirian. Sehingga di saat stres, ia merasa tidak dapat berbagi cerita dengan siapapun.

    Kondisi seperti ini tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan sangat berdampak bagi kesehatan. Meskipun begitu, hal ini ternyata masih dapat sahabat cegah dengan hal-hal positif lainnya, seperti bergabung dengan komunitas yang melakukan kegiatan positif.

    Demikian penjelasan mengenai 3 faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita. Apabila Sahabat merasa sedang mengalami stres, cobalah cari tempat bercerita supaya masalah yang dialami tidak ditanggung sendirian. Mulailah tata kehidupan yang baru dan beristirahat sejenak.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Namun apabila Sahabat tidak dapat mengatasinya sendiri, alangkah baiknya Sahabat segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

    Namun sahabat tidak perlu khawatir jika harus pergi keluar rumah, karena Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. Penyebab Stres Dipengaruhi Jenis Kelamin. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2012/06/06/11052194/Penyebab.%20Stres.Dipengaruhi.Jenis.Kelamin> [Accessed 17 March 2021].
    2. Anwar, F., 2021. Dibanding Wanita, Pria Lebih Rentan Depresi Akibat Stres. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3247668/dibanding-wanita-pria-lebih-rentan-depresi-akibat-stres> [Accessed 17 March 2021].
    3. com. 2021. Pria dan Wanita Punya Tingkatan dan Gaya Stres yang Berbeda. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/2897116/pria-dan-wanita-punya-tingkatan-dan-gaya-stres-yang-berbeda> [Accessed 17 March 2021].
    4. Abdi, H., 2021. Faktor Penyebab Stres, Gejala, dan Cara Menanganinya yang Tepat. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4259506/faktor-penyebab-stres-gejala-dan-cara-menanganinya-yang-tepat> [Accessed 17 March 2021].

     

     

    Read More
  • Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak. Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai […]

    Sahabat, Ketahui Fenomena Ghosting dan Cara Menghadapinya

    Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai ghosting berikut ini.

    fenomena ghosting, ghosting

    Apa Itu Ghosting ?

    Ghosting adalah sebuah istilah psikologi yang berasal dari bahasa Inggris, secara umum diartikan sebagai berbayang. Istilah ini dalam kehidupan sehari-hari merujuk pada kondisi ketika seseorang tiba-tiba mengakhiri komunikasi tanpa adanya penjelasan. Istilah ini juga seringkali disebut PHP, yaitu singkatan dari pemberi harapan palsu.

    Beberapa psikolog menyebut bahwa cara mengakhiri hubungan seperti ini tidak wajar dan tidak sopan, karena dapat memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi para pihak yang ditinggalkan.

    Mengapa Bisa Terjadi?

    Hal ini dapat terjadi ketika dalam suatu hubungan asmara, salah satu pihak merasa tidak adanya ketertarikan dan berupaya mengurangi kontak yang sudah lama terjalin hingga berakhir dengan pemutusan hubungan sepihak.

    Ghosting dianggap sebagai suatu solusi yang praktis dalam mengakhiri hubungan. Pelakunya beranggapan bahwa tidak ada hubungan pribadi atau profesional saat menjalani hubungan asmara. Apalagi ketika hubungan tersebut juga tidak diketahui oleh orang-orang sekitar sehingga pelaku tidak merasa adanya konsekuensi saat memutuskan hubungan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Faktor Penyebab Ghosting

    Baby Jim Aditya, seperti dilansir dari Kompas.com menyebut beberapa faktor penyebab terjadinya fenomena ghosting:

    Tidak Ada Solusi

    Dalam sebuah hubungan asmara bisa saja terjadi ketidakcocokan, namun salah satu pihak enggan membahas atau menyelesaikannya karena merasa tidak ada solusi yang bisa didapatkan.

    Pertahanan Diri

    Pertahanan diri disebut juga menjadi salah satu faktor penyebab ghosting. Hal ini muncul karena ada hal yang tidak dapat ditangani secara emosional oleh pelaku, misal adanya tuntutan kepada pelaku ghosting mengenai pernikahan atau kondisi lainnya yang membuat pelaku merasa tertekan.

    Tidak Ada Keterbukaan

    Keterbukaan merupakan salah satu cara agar hubungan asmara berlangsung harmonis. Namun, dalam beberapa kasus ternyata tidak terjadi demikian sebab ada beberapa pasangan yang tidak dapat terbuka dan tidak mampu mempertahankan hubungan tersebut.

    Tidak Mau Berkomitmen

    Alasan tidak mau serius dalam berkomitmen, seringkali menjadi salah satu penyebab ghosting.

    Memiliki Sifat Pengecut

    Faktor terakhir adalah adanya sifat pengecut atau tidak berani dalam diri, sehingga enggan memutuskan hubungan secara baik-baik karena takut dan tidak bertanggung jawab.

    Bagaimana Cara Mengetahui dan Menghadapinya?

    Ada  beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan, apabila merasa menjadi korban ghosting:

    Berhati-hati dengan Ucapan Pasangan

    Fenomena ghosting, sebenarnya dapat dideteksi dari perkataan dan perbuatan yang dilakukan  pelaku. Misalnya jika pelaku mengatakan akan berjanji bertemu Sahabat pada waktu yang sudah disepakati, namun tiba-tiba membatalkan secara sepihak dan hal ini dilakukan berulang kali. Dari situ, Sahabat dapat menyimpulkan dan mempersiapkan diri jika pasangan tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

    Kenali Tingkah Laku Pasangan

    Sahabat sebaiknya kenali tingkah laku dan tabiat pasangan. Perhatikan apakah sikap pasangan berubah ubah, misalnya terkadang sikapnya hangat dan disaat lain menjadi cuek.

    Serta bicarakan sejak awal hubungan, mengenai tujuan dalam hubungan tersebut. Apabila pasangan belum memiliki rencana berkomitmen secara serius,  besar kemungkinannya pasangan Sahabat dapat melakukan ghosting.

    Baca Juga: 7 Tahap Persiapan Pernikahan dalam Waktu Singkat

    Jangan Hubungi Pasangan Lebih Dulu

    Biasanya hal ini terjadi jika Sahabat mengenal seseorang selama kurun waktu tertentu, namun tidak pernah bertemu secara fisik maupun melalui telepon.

    Dalam kondisi seperti ini, Sahabat diharapkan jangan sampai terjebak dengan perilaku pasangan. Hindari menghubungi pasangan terlebih dahulu, dan perhatikan perilaku pasangan.

    Analisis Kepribadian Pasangan

    Ketika Sahabat ingin menjalani sebuah hubungan yang serius, sebaiknya bicarakan dahulu hal ini dengan pasangan. Apabila pasangan tidak merespon atau mengalihkan topik pembicaraan, Sahabat tidak perlu heran jika suatu saat pasangan menghilang tanpa kabar.

    Jangan Terlalu Dipikirkan

    Apabila pasangan kurang memperhatikan Sahabat, dan terlihat kurang berusaha dalam menjalani hubungan asmara maka sebaiknya jangan terlalu memikirkan hal ini agar Sahabat terhindar dari kekecewaan.

    Cara-cara lain yang bisa Sahabat lakukan untuk menghadapi fenomena ghosting, yaitu :

    • Cari tahu informasi dari orang-orang terdekat
    • Siapkan mental
    • Beri waktu untuk untuk menenangkan diri
    • Hargai diri sendiri

    Apa Dampak Ghosting Secara Psikologis?

    Karena ghosting, merupakan suatu hal yang tidak etis maka hal ini dapat berdampak besar pada pasangan yang ditinggalkan sehingga dapat mengalami beberapa hal berikut :

    • Merasa dirinya tidak berharga dan tidak berguna
    • Merasa kesepian dan sakit hati
    • Sedih berkepanjangan
    • Memikirkan hal secara berlebihan
    • Mengalami trauma dalam menjalin hubungan

    Ghosting Bukan Hanya dalam Urusan Asmara

    Ghosting kerap dikaitkan dengan hubungan asmara, namun sebenarnya perilaku ini bisa juga ditemukan dalam kondisi lain seperti dalam hubungan pertemanan, hubungan bisnis, atau bahkan saat wawancara kerja misalnya salah satu pihak baik HRD maupun kandidat yang tidak memberikan kejelasan mengenai proses perekrutan yang sudah dilakukan.

    Itulah mengenai ghosting yang cukup memberikan dampak psikologis pada salah satu pihak yang ditinggalkan. Sebaiknya hindari hal ini dan jika ingin melakukan pemutusan hubungan, dapat membicarakan secara baik-baik terlebih dahulu.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Apabila Sahabat Sehat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ghosting atau ingin melakukan konsultasi khusus, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Riani A. Fakta-Fakta Psikologi tentang Ghosting, Tindakan yang Dituduhkan pada Kaesang Pangarep [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4501346/fakta-fakta-psikologi-tentang-ghosting-tindakan-yang-dituduhkan-pada-kaesang-pangarep
    2. Media K. Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/08/170300523/ghosting-untuk-mengakhiri-hubungan-asmara-psikolog-sebut-kurang-ajar?page=all
    3. Media K. Penjelasan Psikolog soal Ghosting: Penyebab hingga Cara “Move On” Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/08/072000365/penjelasan-psikolog-soal-ghosting-penyebab-hingga-cara-move-on?page=all
    4. Wibowo I. 6 Tips Menghindari Ghosting Agar Tidak Patah Hati [Internet]. Womantalk | Good lifestyle, relationship and pop culture for Women. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://womantalk.com/love/articles/tips-menghindari-ghosting-agar-tidak-patah-hati-D4gVe
    5. Ekawati Y. 5 Tips Hadapi Pelaku Ghosting Menurut Psikolog [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5484310/5-tips-hadapi-pelaku-ghosting-menurut-psikolog
    6. Apa Itu Ghosting, Sama Enggak dengan PHP? [Internet]. Solopos.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.solopos.com/apa-itu-ghosting-sama-enggak-dengan-php-1111182
    7. Times I, Kusumawati A. 5 Dampak yang Dirasakan Korban Ghosting, Bisa Menimbulkan Trauma [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/life/relationship/aisya-kusumawati-1/5-dampak-yang-dirasakan-korban-ghosting-bisa-menimbulkan-trauma-c1c2-1/5
    8. 5 Jenis Ghosting saat Rekrutmen Kerja, Apa Aja Sih? [Internet]. Urbanasia.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.urbanasia.com/5-jenis-ghosting-saat-rekrutmen-kerja-apa-aja-sih-U26790

     

    Read More
  • Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko. Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain […]

    Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko.

    Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain atau keluarga sendiri menemukannya, tetap saja cara menghadapi dan bagaimana melakukan intervensi atau mencari pengobatan yang tepat itu tidak mudah.

    pertolongan pertama gangguan kesehatan jiwa

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Pertolongan pertama kesehatan jiwa adalah kursus selama 8 jam. Pasien diberi pemahaman dan dikenalkan tentang risiko-risiko dan tanda-tanda awal gangguan jiwa. Pasien dikenalkan dampak dari gangguan jiwa serta cara pengobatannya secara umum.

    Selain itu, pasien juga ikut simulasi dalam menilai seberapa krisis gangguan jiwa, melakukan intervensi, memberikan bantuan awal dan bagaimana cara menguhubungi dokter, teman terdekat, keluarga, serta bantuan dukungan sosial.

    Dekati, kaji dan dengar masalah yang sedang dialami

    Hal yang pertama yang harus Sahabat lakukan adalah melakukan pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap positif, dengarkan masalahnya, dan coba memberi bantuan atau solusi sesuai dengan masalah yang sedang dihadapinya. Step by step melakukan pendekatan juga harus memperhatikan

    • Cara pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap yang nyaman
    • Cari tempat yang nyaman untuk kita maupun orang tersebut, tempat yang nyaman dan tenang untuk bercerita
    • Apabila orang tersebut tidak berinisiatif memulai cerita, maka kita boleh memulai pembicaraan dengan syarat tidak langsung to the point
    • Jika orang tersebut sudah memulai cerita, hormati privasi dan kerahasiaan orang tersebut.

    Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi

    Ketika orang tersebut mulai bercerita, salah satu yang harus anda lakukan yang penting sekali adalah dengarkan dan tahan penilaian anda dahulu,  jangan memotong cerita orang tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran Sahabat, dengarkan dulu sampai selesai, dengarkan dengan rasa empati yang tinggi dan dengarkan secara verbal maupun non verbal.

    Perhatikan juga untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, mengerti apa yang diceritakan kemudian berikan kebebasan untuk berbicara tanpa menghakimi. Ada hal yang harus dilakukan dan jangan sesekali Sahabat lakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan adalah:

    Lakukan

    • Beretika dan lakukan hal yang sewajarnya sesuai dengan budaya, usia dan orang yang kita hadapi
    • Jujur dan dapat dipercaya
    • Hormati keputusan dan hak orang lain
    • Jangan mengungkapkan tentang penilaian pertama terhadap orang tersebut dan berhati-hati dalam menilai
    • Jelaskan ketersediaanmu dalam membantunya kapan saja

    Jangan Lakukan

    • Jangan berlebihan dalam memberikan informasi
    • Jangan berlebihan dalam berbicara
    • Jangan menonjolkan status kita sebagai penolong
    • Jangan memaksa mereka untuk bercerita kepada kita
    • Jangan ambisius, membosankan atau memaksa untuk menolong
    • Jangan menghakiminya karena perilaku dan perasaannya
    • Jangan menceritakan masalahnya ke semua orang maupun sedikit orang

    Berikan informasi dan dukungan

    Setelah seseorang tersebut merasa lebih didengarkan dan merasa ada dukungan lebih, maka ini adalah peluang anda untuk terus melanjutkan bantuan.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Berikan dukungan berupa dukungan emosional seperti memberikan harapan bahwa masalah ini akan selesai dengan kondisi yang membaik dan berikan dukungan seperti berempati apa yang orang tersebut rasakan. Jangan lupa untuk menanyakan atau memberikan informasi tentang bantuan kesehatan jiwa.

    Beri dorongan untuk mendapatkan bantuan profesional

    Ketika mereka sudah mulai terbuka terkait cerita dan masalahnya, sebaiknya langkah selanjutnya Sahabat memberikan pilihan bantuan profesional yang tepat, seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa harus ditangani langsung dengan yang lebih profesional.

    Kita dalam membantu memiliki batasan dan pilihan bantuan terapi ada berbagai macam misalnya dengan obat-obatan, terapi psikis atau konseling, dukungan dari anggota keluarga/terdekat, bantuan/bimbingan aktifitas.

    Beberapa gejala yang harus diperhatikan dan butuh bantuan lebih, yaitu:

    • Orang dengan kondisi serius, yang dapat membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain dan membutuhkan perawatan gawat darurat
    • Orang dengan kondisi yang sangat sedih dan berlarut-larut, sehingga tidak mampu merawat diri sendiri dan anak-anaknya
    • Orang yang hanya membahayakan orang lain

    Setelah itu, beri dorongan untuk mendapatkan bantuan lainnya

    Orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa sangat penting juga untuk mendapatkan bantuan dorongan lainnya, selain bantuan profesional atau bantuan yang tepat, orang-orang di sekitar yang pernah mengalami gangguan kesehatan jiwa bisa untuk membantu mereka yang saat ini sedang mengalami, bantuan dorongannya orang-orang di sekitar saja dan orang-orang terdekat.

    Menurut data World Federation of Mental Health (WFMH) seseorang di suatu tempat di dunia meninggal akibat bunuh diri. Data menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah hidupnya dan mengganggu kesehatan jiwa.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Hal itu karena orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan jiwa ini tidak mendapatkan perhatian dan tidak mendapatkan dukungan psikologis dari orang-orang di sekitar. Apalagi jika masalah psikis mereka dalam keadaan darurat, mengakibatkan banyak sekali orang-orang yang akan mengalami gangguan kesehatan jiwa

    Karena itu, pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa berasal dari orang-orang terdekat dan keluarga, rasa peduli dan perhatian terhadap orang-orang yang dekat dengan kita adalah obat pertama untuk pertolongan awal menghadapi orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Demikianlah mengenai pertolongan pertama pada kesehatan jiwa bagi teman atau saudara yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pertolongan pertama ini dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. RSJ Dr. Radjiman W. Lawang [Internet]. Rsjlawang.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: http://rsjlawang.com/news/detail/154/pertolongan-pertama-pada-gangguan-kesehatan-jiwa
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Kemkes.go.id. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/16101100004/hkjs-2016-pertolongan-pertama-psikologis-dan-kesehatan-jiwa-bagi-semua-.html
    3. Penerapan Metode Algee Dalam Pertolongan Pertama Pada Gangguan Jiwa [Internet]. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://dinkes.bulelengkab.go.id/artikel/penerapan-metode-algee-dalam-pertolongan-pertama-pada-gangguan-jiwa-44

     

    Read More
  • Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan. Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Sebenarnya, konsekuensi […]

    Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan.

    perselingkuhan di tengah pandemi

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Sebenarnya, konsekuensi logis dari tujuan pernikahan adalah diikatkan sebuah komitmen untuk mengarungi sebuah pernikahan dalam waktu yang tidak terbatas, atau bahkan berlangsung seumur hidup, dan selamanya. Namun, realita menunjukkan janji kesetiaan ketika akad nikah seringkali diabaikan.

    Perselingkuhan tentunya akan banyak memberikan dampak negatif karena biasanya mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan dan berdampak dalam jangka panjang. Biasanya muncul perasaan negatif seperti marah, sedih, kecewa, tidak, berharga, dikhianati, dan benci, akan dirasakan oleh korban perselingkuhan,

    Menurut Satiuadarma (2001), perselingkuhan yang dialami oleh korban menghasilkan luka dan sakit hati yang muncul akibat adanya cedera yang dialami pada kesatuan hubungan interpersonal yang diyakini sebagai selubung rasa aman dalam kehidupannya.

    Berikut Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi bagi Kesehatan Mental

    Marah

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental, salah satunya kemarahan. Kemarahan muncul akibat perasaan kehilangan, sehingga menjadi tidak berdaya dan tidak jarang menyebabkan perubahan suasana hari yang berlangsung cepat. Bahkan marah biasanya dapat terjadi dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

    Sedih

    Dampak dari perselingkuhan adalah sedih, karena sedih merupakan perasaan yang paling intens dan wajar terjadi. Kesedihan dan perasaan kehilangan mengakibatkan korban menjadi menutup diri dengan orang lain. Biasanya korban akan mengalami emosi yang mengguncang kestabilan jiwanya. Keguncangan jiwa seorang korban dialami secara bertahap.

    Tahap pertama adalah syok, karena masih sulit mempercayai kenyataan yang terjadi. Baru kemudian akan timbul rada marah dan kecewa. Dan tahap ketiga barulah ada penyesalan. Biasanya korban akan menyalahkan dirinya sendiri, dan akan menelaah dirinya agar menyadari kekurangan-kekurangannya.

    Depresi

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental adalah depresi, salah satunya. Setelah melewati sedih dan menyalahkan diri sendiri, biasanya korban mulai timbul depresi yang berkepanjangan. Terlebih harus mengalami dua pilihan. Yaitu tetap bertahan atau tetap bersama namun rela diselingkuhi.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Namun, bagi pasangan yang memutuskan untuk tetap bertahan dalam hubungannya, dampak negatif akan sangat dirasakan oleh korban. Rasa sakit yang amat dalam membuat korban menjadi mudah marah dan kehilangan kepercayaan diri. Serta juga memiliki trauma yang mendalam atau mempengaruhi pola relasi pasangannya dengan orang lain.

    Kesulitan memercayai orang lain

    Jika suatu hubungan berakhir karena perselingkuhan, pasti ada lapisan yang hancur dan mempengaruhi kepercayaan yang telah dimiliki. Karena perselingkuhan membawa emosi dan pikiran yang sangat kompleks, tentang amarah, sakit hati, ragu, penghinaan, kebingungan, dan ketakutan. Jadi tidak hanya rasa sakit hati yang membuat move on menjadi lebih sulit, namun juga sulitnya percaya lagi kepada orang lain.

    Lemahnya kepercayaan diri

    Bagian yang paling berbahaya dari dampak selingkuh terhadap kesehatan mental adalah hilang atau melemahnya kepercayaan diri korban. Seorang pakar kencan, Cherly Chong mengatakan, berusahalah agar tidak jatuh dalam perangkap membandingkan diri sendiri dengan selingkungan sang mantan.

    Karena biasanya bukan hanya rasa kehilangan yang hadir, namun juga rasa malu karena digantikan oleh orang lain. Sehingga korban terus membandingkan dirinya dengan selingkuhannya. Padahal perbandingan tersbeut bukanlah kenyataan dari situasi yang ada. Korban seharusnya bisa menyadari bahwa selingkuh merupakan keputusan masing-masing individu, dan bukanlah kesalahan korban.

    Apakah Hal ini Juga Berdampak pada Anak?

    Selain berdampak pada korban perselingkuhan, perselingkuhan di tengah pandemi juga mempunyai dampak kepada psikis anak dalam hubungannya. Karena situasi tersebut, anak cenderung mengalami beban mental. Anak yang belum bisa mengekspresikan emosinya, biasanya akan menunjukkan gejala kecemasan.

    Antara lain, mengompol, menyendiri, mengisap jempol, bermimpi buruk, dan memiliki emosi yang tidak stabil. Hal tersebut muncul kepada anak sebagai respons ketakutan, bahwa kebahagiaan keluar mereka akan sirna.

    Sementara, apabila anak sudah mulai beranjak dewasa, maka yang didapatkan adalah rasa marah, dikhianati, dan mungkin akan lebih berani mengekspresikan kekesalannya. Seperti yang dijelaskan oleh psikolog anak, Anna Surti, ketika ada anak yang memergoki secara langsung perselingkuhan orangtuanya, mereka akan kebingungan.

    Dampak perselingkuhan bagi anak lainnya adalah menurunnya prestasi belajar, berkurangnya rasa percaya diri, depresi, dan bisa jadi berlaku kasar. Secara jangka panjang, perselingkuhan bisa membuat anak menyimpan amarah dan luka sekaligus kepada orangtuanya yang berselingkuh.

    Baca Juga: 14 Kesehatan Mental pada Anak

    Bahkan, dampak perselingkuhan bagi anak juga bisa menyebabkan trauma dan memiliki kecemasan dalam membina hubungan intim di kala dewasa nanti. Dan akan sulit percaya pada orang lain, terutama pasangan. Karena merasa teringat perselingkuhan yang telah dilakukan oleh orangtuanya.

    Bahkan, penelitian psikolog klisis Ana Nogales, menunjukkan bahwa perselingkuhan orantua mengakibatkan 75 persen anak jadi merasa dikhianati. Kemudian sebanyak 80 persen, perselingkuhan orangtuanya membawa dampak mereka takut dalam membina hubungan. Serta 70 persen anak akan sulit mempercayai orang lain. Bahkan, penelitian juga menemukan pola berulang yang terjadi pada hubungan si anak saat dewasa.

    Sahabat Sehat, sudah tahu kan dampak dari perselingkuhan  di tengah pandemi terhadap kesehatan mental. Maka dari itu, sebelum melakukan sesuatu, Sahat Sehat harus memikirkannya terlebih dahulu. Jangan sampai melakukan sesuatu yang nantinya berujung merugikan diri sendiri dan orang lain, apalagi orang-orang tersayang.

    Namun sesungguhnya, para korban perselingkuhan, janganlah selalu menyalahkan diri sendiri. Karena pada dasarnya, bukan kalianlah yang salah dalam keretakan hubungan kalian. Namun, karena yang selingkuh memang salah.

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur Selama Pandemi?

    Kondisi di tengah pandemi Covid-19, banyak hal yang bisa membuat hubungan Sahabat Sehat dengan pasangan semakin harmonis, bahkan apabila bertemu di rumah seharian. Sahabat Sehat bisa menciptakan suasan yang nyaman dan damai di rumah selama WFH.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Putri, A., 2021. Perselingkuhan Orangtua Berisiko Merusak Mental Anak – Tirto.ID. [online] tirto.id. Available at: <https://tirto.id/perselingkuhan-orangtua-berisiko-merusak-mental-anak-cAqr> [Accessed 5 March 2021].
    2. liputan6.com. 2021. 2 Dampak Psikologis yang Terjadi Bila Pasangan Selingkuh. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/4106251/2-dampak-psikologis-yang-terjadi-bila-pasangan-selingkuh> [Accessed 5 March 2021].
    3. Adam, A., 2021. Dampak Perselingkuhan Suami Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Istri. [online] Journal.iain-ternate.ac.id. Available at: <http://journal.iain-ternate.ac.id/index.php/alwardah/article/view/291> [Accessed 5 March 2021].

     

     

     

    Read More
  • Banyak cara untuk menghilangkan stres. Selain dengan berolahraga, menonton film, dan membaca buku, menghilangkan stres dan depresi juga dapat dengan berbelanja. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan semua aktivitas berada di rumah, berbelanja online menjadi pilihan yang tepat agar tidak terkena stres berlebihan. Lalu mengapa belanja online bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi stres? […]

    Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres Karena Pandemi Covid-19

    Banyak cara untuk menghilangkan stres. Selain dengan berolahraga, menonton film, dan membaca buku, menghilangkan stres dan depresi juga dapat dengan berbelanja. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan semua aktivitas berada di rumah, berbelanja online menjadi pilihan yang tepat agar tidak terkena stres berlebihan. Lalu mengapa belanja online bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi stres?

    manfaat belanja online

    Baca Juga: Berikut Trik Anti Rugi Belanja Online yang Perlu Dicoba

    Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres

    Dilansir dari Cleveland Clinic, ada beberapa hal yang membuat berbelanja menjadi suatu aktivitas menyenangkan di kala stres terutama di saat pandemi. Apa saja hal-hal itu? Yuk, Sahabat Sehat mari simak bersama di bawah ini:

    Meredakan Perasaan Sedih

    Belanja online mempunyai manfaat pada tubuh yaitu bisa meredakan perasaan sedih yang ditimbulkan dari stres dan depresi. Hal ini berdasarkan sebuah studi tahun 2014 dari Journal of Consumer Psychology. Jurnal tersebut mengungkapkan bahwa kesedihan umumnya berkaitan dengan perasaan bahwa pengendalian situasi adalah hasil dalam kehidupan daripada diri kita sendiri. Pilihan dan hasil ini dapat memulihkan perasaan dan emosi pribadi ketika berbelanja termasuk perasaan sedih.

    Studi lain juga menunjukkan bahwa membeli barang yang disukai secara pribadi dapat 40 kali lebih efektif memberikan rasa kendali daripada tidak berbelanja sama sekali. Dapat diartikan bahwa ada semacam pencapaian pribadi yang positif.

    Mengalihkan Diri dari Rasa Kecemasan

    Hal lain yang membuat belanja online baik untuk tubuh dan kesehatan mental adalah dapat mengalihkan diri rasa kecemasan karena tidak bisa berbuat banyak hal akibat pandemi. Hal ini karena adanya visualisasi produk yang cukup bagus saat Sahabat berbelanja online. Visualisasi berupa tampilan dan warna-warni yang berpadu menciptakan semacam pengalaman indrawi yang cukup imajinatif untuk dapat mengalihkan diri dari realita.

    Baca Juga: Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online

    Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan rasa kepuasan. Secara ilmiah, hal ini juga dikarenakan oleh hormon dopamin yang dilepaskan oleh tubuh bahkan sebelum Sahabat melakukan pembelian. Dopamin inilah yang memengaruhi pikiran di otak sehingga membuat perasaan lebih baik. Bahkan, Sahabat hanya dengan window shopping saja bisa memberikan dampak yang positif pada suasana hati. Dopamin sendiri dapat meningkatkan keinginan Sahabat untuk terus mencari-cari hal-hal yang membuat diri lebih baik.

    Memberikan Mood yang Baik

    Manfaat belanja online lainnya yang dapat menghilangkan stres adalah dapat memberikan mood yang baik. Mood yang diciptakan oleh dopamin ini tercipta tidak hanya ketika memilih barang dan mengambil kerjaan, tetapi juga ketika Sahabat menelusuri barang-barang yang terlihat menarik meskipun pada akhirnya tidak membeli barang tersebut.

    Produk Terkait: Promo Prosehat

    Mood dari Dopamin ini juga terlihat saat Sahabat menunggu paket belanja online tiba. Hal itu dikarenakan juga adanya ketidakpastian saat pengiriman barang. Sahabat membayangkan tampilan barang yang dikemas tersebut sehingga Dopamin muncul, dan Sahabat merasa gembira apalagi ketika paket tiba.

    Kemungkinan Terkena Compulsive Shopping Disorder

    Meski kenyataannya memberikan manfaat yang baik untuk tubuh terutama jika dikaitkan dengan kesehatan mental, Sahabat tentunya harus menghindari kecanduan berbelanja yang disebut dengan compulsive shopping disorder. Ciri-cirinya adalah tidak dapat menolak pembelian barang yang dibutuhkan, mempunyai keasyikan karena belanja yang tidak terkontrol, serta dapat menghabiskan banyak waktu untuk terus-menerus melihat barang yang diinginkan. Jika dibiarkan hal ini tentu akan memengaruhi kondisi finansial Sahabat.

    Baca Juga: Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Cara mengatasi kecanduan berbelanja berlebihan secara online ini adalah sebagai berikut:

    • Uninstall aplikasi belanja di gadget
    • Unfollow akun belanja di media sosial
    • Berhenti berlangganan atau unsubscribe marketing newsletter
    • Hapus aplikasi mobile banking di gadget
    • Hapus data kartu kredit di aplikasi belanja
    • Memberlakukan masa tunggu untuk berbelanja
    • Buatlah rekening belanja khusus

    Itulah mengenai manfaat berbelanja online bagi kesehatan mental terutama di masa pandemi yang mengakibatkan stres, depresi, dan cemas karena harus di rumah saja. Meski begitu, Sahabat jangan lantas menjadi impulsif dengan kalap berbelanja sehingga melupakan hal-hal yang diprioritaskan. Akibatnya, berkomplikasi pada kondisi finansial.

    Baca Juga: Tips Aman Berbelanja Online

    Untuk belanja online di tengah pandemi ini Sahabat bisa berbelanja produk-produk kesehatan di Prosehat termasuk layanan tes Covid-19 ke rumah serta untuk imunitas tubuh seperti vitamin C dan Vitamin E. Tentunya dengan promo-promo yang tidak akan menguras kantong sehingga Sahabat bisa berbelanja dengan puas dan aman. Untuk berbelanja ini, Sahabat bisa mengakses Prosehat melalui website dan aplikasi. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Why Retail “Therapy” Makes You Feel Happier [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/retail-therapy-shopping-compulsion/
    2. Why Compulsive Shopping Disorder Needs to Be Taken More Seriously [Internet]. Verywell Mind. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://www.verywellmind.com/what-is-compulsive-shopping-disorder-2510592#:~:text=Research%20has%20shown%20that%20compulsive,at%20least%2
    3. Coba 7 Tips Mengatasi Kecanduan Belanja Online [Internet]. LIFE GUIDE. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: http://avrist.com/lifeguide/2019/11/21/7-tips-mengatasi-kecanduan-belanja-online/
    Read More
  • Pandemi Corona yang sampai sekarang belum menunjukkan tanda akan berakhir dengan kasus penderita yang semakin meningkat setiap harinya bisa menimbulkan kecemasan, stres, dan depresi yang dapat berujung pada keinginan bunuh diri. Keinginan mengakhiri hidup sendiri itu tentu bukan hanya dialami oleh orang-orang yang terdampak Corona secara ekonomi, tetapi juga para penderita penyakit ini. Tercatat, sudah […]

    Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Pandemi Corona yang sampai sekarang belum menunjukkan tanda akan berakhir dengan kasus penderita yang semakin meningkat setiap harinya bisa menimbulkan kecemasan, stres, dan depresi yang dapat berujung pada keinginan bunuh diri. Keinginan mengakhiri hidup sendiri itu tentu bukan hanya dialami oleh orang-orang yang terdampak Corona secara ekonomi, tetapi juga para penderita penyakit ini. Tercatat, sudah ada dua pasien positif Corona yang bunuh diri karena merasa pesimis akan kondisi yang dialami.

    keinginan bunuh diri, keinginan mengakhiri hidup

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Hingga saat ini, bunuh diri masih menjadi kasus global yang disepelekan, termasuk di Indonesia. International Association for Suicide Prevention (IASP) sebagai organisasi yang menangani pencegahan bunuh diri menyatakan bahwa setiap 40 detik satu orang dunia melakukan bunuh diri dan terdapat 300 percobaan bunuh diri pada 70 negara. Hal ini diungkapkan oleh Murad Khan, Presiden IASP pada Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 September setiap tahunnya.1

    Berdasarkan Data dan Informasi Kesehatan RI pada Oktober 2019 menyebut angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia sebesar 0,71% setiap 100.000 penduduk, yang berarti ada 1.800 jiwa per tahun. Disebutkan juga bahwa kematian akibat bunuh diri banyak terjadi pada usia muda dan produktif, yakni 46% pada usia 25-49 tahun dan 17% pada usia 15-64 tahun. Supaya kasus bunuh diri tidak meningkat terus-menerus, perlu ada upaya bersama untuk bisa mencegah hal tersebut.1 Lalu, seperti apa pencegahan dan tanda-tandanya? Yuk, Sobat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini supaya Sobat bisa mencegah bunuh diri pada diri sendiri dan orang-orang sekitar.

    Cara Mencegah Keinginan Bunuh Diri

    Jangan Menyepelekan Keinginan Orang yang Ingin Bunuh Diri

    Ketika ada seseorang, baik teman atau keluarga yang mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri, sebaiknya janganlah dianggap sepele. Sebab, ungkapan itu merupakan tanda mereka sedang mencari pertolongan. Meskipun Sobat mengambat masalah orang yang ingin bunuh diri itu sepele, sebaiknya Sobat memberi tanggapan dengan mendengarkan yang ia rasakan tanpa memberi penilaian menghakimi yang malah bisa membuat mental mereka tambah down, sehingga keinginan untuk mengakhiri hidup semakin kuat.2

    Jadilah Pendengar yang Baik

    Hanya mendengarkan saja tidaklah cukup jika Sobat tidak menjadi pendengar yang baik ketika orang yang ingin bunuh diri menceritakan masalah yang ia hadapi. Pendengar yang baik adalah pendengar yang benar-benar menunjukkan simpati terhadap segala keluh kesah yang diutarakan. Oleh karena itu, hindari berdebat dan jangan memberikan komentar yang meremehkan. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih atas kepercayaan karena telah mau berbagi cerita. Hindarilah kalimat-kalimat seperti ‘hal ini akan segera berlalu’ atau ‘lihat hikmah dari peristiwa ini’ yang justru membuat kondisi mereka menjadi terpuruk. Apabila Sobat berhasil menjadi pendengar yang baik, Sobat setidaknya telah membantu melepaskan tekanan dan masalah orang yang ingin bunuh diri.2

    Tanyakan Perihal Keinginan Bunuh Dirinya

    Ketika orang yang ingin bunuh diri mengutarakan keinginannya, cobalah untuk bertanya perihal keinginan bunuh dirinya. Dengan bertanya, setidaknya Sobat telah memberikan mereka kesempatan untuk terbuka dan memungkinkan mereka untuk mendapatkan pertolongan.2

    Sarankan untuk Mencari Bantuan Psikolog

    Menjadi pendengar yang baik, serta mau memberikan solusi tanpa menghakimi memang dapat meringankan beban yang dirasakan. Namun, hal itu tidak akan bertahan lama. Untuk penananganan yang tepat, ada baiknya Sobat menyarankan orang yang ingin bunuh diri tersebut untuk segera mencari bantuan profesional dari psikolog.2

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Jangan Selalu Membiarkan Dia Sendirian

    Apabila orang yang Sobat dengarkan itu sudah benar-benar menunjukkan tanda-tanda darurat ingin bunuh diri, sebaiknya jangan selalu membiarkan dia sendirian atau ditinggalkan. Apabila ia ditinggalkan, kesempatan untuk mengakhiri hidupnya semakin besar.2

    Selain mengetahui cara mencegah keinginan bunuh diri, Sobat juga perlu mengetahui tanda-tanda orang yang ingin mengakhiri hidup. Berikut adalah tanda-tandanya.

    Tanda-tanda Keinginan Bunuh Diri

    Membicarakan Keinginan Bunuh Diri

    Tanda pertama yang mesti diketahui dari orang-orang yang sudah mempunyai keinginan mengakhiri hidup sendiri adalah sering membicarakan keinginan untuk melakukan hal tersebut.3 Ciri-ciri yang bisa diketahui adalah:3

    • Keinginan yang begitu kuat untuk mengakhiri hidup
    • Sering membicarakan kematian atau ingin pergi jauh/selama-lamanya
    • Merasa tidak ada harapan; putus asa
    • Tidak ada alasan untuk hidup
    • Merasa menjadi beban bagi orang lain
    • Merasa terjebak
    • Merasa tidak kuat menahan sakit

    Membenci dan Menghujat Diri Sendiri

    Tanda kedua adalah membenci dan menghujat diri sendiri. Biasanya hal itu terlihat pada ucapan seperti malu, merasa bersalah, menjadi beban bagi orang lain. Tidak hanya itu, ternyata orang yang tingkat kepercayaan dirinya rendah juga berpotensi untuk bunuh diri.3

    Mencari Cara Mematikan untuk Bunuh Diri

    Apabila Sobat menemukan orang-orang sekitar yang ternyata mencari akses terhadap senjata tajam, senjata api, racun mematikan, kemudian mencari tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri, dan mencari cara bunuh diri yang paling cepat atau tidak menyakitkan di internet, hal-hal tersebut merupakan tanda-tanda orang yang ingin bunuh diri.3

    Mengatur Segala Hal untuk Ditinggalkan

    Tanda-tanda lain dari orang yang ingin bunuh diri biasanya bisa terlihat dari menulis surat pribadi yang mengandung pesan tersirat atau langsung menulis surat bunuh diri atau surat wasiat. Selain menulis surat pribadi, tanda-tanda lainnya adalah menjual atau memberikan barang berharga kepada orang lain, serta mengatur sendiri proses kematiannya, seperti memesan lahan makam atau membeli peti dengan atau tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya.3

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Mengucapkan Perpisahan

    Apabila Sobat mendapati teman meninggalkan pesan perpisahan secara tiba-tiba kepada orang-orang yang disayangi, seperti mengadakan pertemuan secara mendadak, menelepon dengan pesan-pesan perpisahan, perpisahan di media sosial, dan memberikan kesan seolah-olah tidak akan bertemu lagi, itu pertanda ia akan bunuh diri.3

    Menarik Diri

    Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan dari orang yang ingin bunuh diri adalah menarik dari pergaulan dengan orang lain secara tiba-tiba, tidak aktif secara mendadak, keinginan menyendiri semakin meningkat, menolak atau menghindar untuk dihubungi, kemudian berhenti atau kehilangan semangat akan hobinya. Orang-orang yang baru saja mengalami kehilangan atau peristiwa tragis dalam hidupnya juga berpotensi untuk bunuh diri.3

    Merusak Diri Sendiri

    Merusak diri sendiri juga menjadi tanda bagi orang yang ingin bunuh diri. Biasanya terlihat pada perilaku mereka yang menggunakan narkoba atau zat adiktif lainnya, minum alkohol secara berlebihan, melukai diri sendiri, dan sengaja melakukan tindakan-tindakan berbahaya.3

    Perubahan Fisik dan Mood yang Drastis

    Tanda terakhir dari orang yang ingin bunuh diri adalah adanya perubahan secara drastis pada fisik dan mood, seperti tidur terlalu banyak atau sedikit, perubahan pola makan yang ekstrem, mudah marah, agresif, dan menangis tiba-tiba.3

    Itulah cara mencegah dan tanda-tanda keinginan bunuh diri yang perlu Sobat ketahui. Lalu, bagaimana jika tanda-tanda itu Sobat sendiri yang alami? Yang perlu Sobat lakukan adalah Sobat harus mengetahui bahwa apa yang Sobat hendak lakukan itu adalah emosi sesaat dan bisa berubah, kemudian ingatlah mengenai orang-orang yang sekitar yang masih membutuhkan kehadiran Sobat, serta carilah cara lain yang lebih solutif dalam menghadapi permasalahan yang ada.4

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan mencegah bunuh diri yang tepat, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Data IASP: Setiap 40 Detik, Satu Orang Bunuh Diri di Dunia |Republika Online [Internet]. Republika.co.id. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qgg6w1425/data-iasp-setiap-40-detik-satu-orang-bunuh-diri-di-dunia
    2. Tanda dan Cara Mencegah Bunuh Diri pada Orang Sekitar [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200910112444-255-544819/tanda-dan-cara-mencegah-bunuh-diri-pada-orang-sekitar
    3. Juniman PT. Kenali 8 Tanda Peringatan Bunuh Diri [Internet]. intothelightid. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/tanda-peringatan-bunuh-diri/
    4. Juniman PT. 5 Upaya Hilangkan Pikiran untuk Bunuh Diri [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180910125943-255-329124/5-upaya-hilangkan-pikiran-untuk-bunuh-diri
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja