Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ darah tinggi”

  • Ketika membicarakan topik mengenai tekanan darah, umumnya kita lebih sering  mendengar kiat-kiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, mulai dari gaya hidup dan makanan yang dapat dikonsumsi. Padahal tidak hanya tekanan darah tinggi, banyak juga yang mengalami kondisi sebaliknya atau tekanan darah rendah. Sama seperti tekanan darah tinggi, penderita tekanan darah rendah pun juga merasakan berbagai […]

    Alami Tekanan Darah Rendah? Siapkan 6 Jenis Makanan Ini di Rumah

    Ketika membicarakan topik mengenai tekanan darah, umumnya kita lebih sering  mendengar kiat-kiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, mulai dari gaya hidup dan makanan yang dapat dikonsumsi. Padahal tidak hanya tekanan darah tinggi, banyak juga yang mengalami kondisi sebaliknya atau tekanan darah rendah. Sama seperti tekanan darah tinggi, penderita tekanan darah rendah pun juga merasakan berbagai keluhan.

    Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi dimana angka tekanan darah Anda di bawah nilai rata-rata normal. Tekanan darah normal biasanya sekitar 120/80 mmHg, dan angka sedikit di atas atau di bawah nilai ini, masih dikatakan normal tergantung dengan kondisi, usia, riwayat penyakit yang ada, kondisi secara umum. Anda akan didiagnosis tekanan darah rendah bila tekanan darah di bawah 90/60 mmHg, disertai keluhan seperti lemas, pandangan kabur, pusing, oleng, sulit berkonsentrasi, hingga pingsan. Jika keluhan disertai dengan tanda-tanda syok seperti kulit yang dingin dan pucat, nadi cepat, serta nafas cepat dan pendek, maka harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan karena kondisi tersebut merupakan kegawatan/emergensi.

    Penyebab tekanan darah rendah sangat banyak dan bervariasi, tidak selalu sama pada masing-masing individu. Berikut beberapa contoh kondisi yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah, yaitu:

    1. Perubahan posisi tiba-tiba (hipotensi ortostatik)
    2. Anemia
    3. Gangguan sistem saraf otonom
    4. Dehidrasi
    5. Diet yang kurang tepat
    6. Stres
    7. Kadar gula darah yang rendah
    8. Berbagai kondisi penyakit lainnya seperti penyakit jantung, infeksi berat, reaksi alergi hebat, dan lain-lain.

    Jika diperhatikan dengan saksama, ternyata banyak sekali penyebab tekanan darah rendah. Melihat penyebabnya yang cukup beragam, maka penanganan yang dapat dilakukan sebenarnya bervariasi tergantung dari apa yang menyebabkan tekanan darah Anda rendah. Jika tidak disebabkan oleh penyakit yang spesifik dan memerlukan berbagai obat-obatan maupun penanganan emergensi, maka Anda dapat mencoba beberapa tips dan makanan yang telah terbukti dapat membantu meningkatkan tekanan darah berikut:

    1. MINUMLAH AIR YANG BANYAK

    Kekurangan cairan di dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah rendah, seperti yang terjadi pada kondisi dehidrasi. Penelitian menunjukkan bahwa minum air 2 liter lebih banyak dari biasanya dapat secara signifikan meningkatkan tekanan darah Anda menjadi normal dan mengurangi gejala pusing yang biasanya muncul. Yuk Sobat, biasakan untuk minum air yang cukup.

    1. KONSUMSI MAKANAN KAYA VITAMIN B-12

    Setiap individu dengan tekanan darah rendah perlu memperbanyak konsumsi vitamin B-12 setiap harinya. Hal ini karena kekurangan vitamin B-12 dapat menyebabkan anemia yang berujung menyebabkan tekanan darah yang rendah. Bahkan penelitian juga menemukan bahwa kekurangan vitamin B-12 dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, yaitu tekanan darah yang turun karena perubahan posisi tiba-tiba. Anda dapat menemukan makanan kaya vitamin B-12 seperti telur, susu, sereal, kacang-kacangan, daging sapi, dan lain-lain. Hindari konsumsi alkohol karena dapat menyebabkan gangguan penyerapan vitamin B-12.

    1. ASAM FOLAT

    Mirip dengan vitamin B-12, kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia yang juga berujung menyebabkan tekanan darah Anda rendah loh. Makanan yang mengandung asam folat tinggi adalah asparagus, hati sapi, miju-miju atau lentil, kacang-kacangan seperti buncis atau kacang panjang, telur, bayam, pisang, dan brokoli.

    Contoh jenis makanan mengandung asam folat tinggi

    1. KONSUMSI MAKANAN TINGGI GARAM

    Berbeda dengan individu yang mengalami tekanan darah tinggi, yang diharuskan untuk mengurangi konsumsi garam, mereka dengan tekanan darah rendah justru harus meningkatkan konsumsi garam. Garam atau natrium dapat meningkatkan tekanan darah di dalam tubuh melalui berbagai mekanisme dan pengaturan fungsi hormon. Anda dapat menambah garam lebih banyak dalam masakan Anda sehari-hari atau mengonsumsi makanan kaya natrium tinggi seperti ikan asin, keju, berbagai macam daging, buttermilk, roti, biskuit, dan olive. Tapi ingat ya Sobat, konsumsi garam juga tidak boleh berlebihan.

    Berbagai makanan kaya akan sodium

    1. TEH AKAR MANIS (LICORICE TEA)

    Licorice atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai akar manis yang berasal dari tumbuhan Glycyrrhizia glabra, biasanya digunakan sebagai zat perasa pada berbagai makanan dan minuman untuk memberikan cita rasa manis. Penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi teh akar manis licorice ini terbukti dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga sangat baik bagi mereka dengan tekanan darah rendah. Hal ini disebabkan karena akar tanaman tersebut mengandung zat glycyrrhizin yang berinteraksi dengan ginjal dan berujung pada peningkatan tekanan darah.

    Akar manis atau licorice

    1. KAFEIN

    Kafein tentu sudah sangat terkenal dapat meningkatkan tekanan darah yang bersifat sementara. Jika Anda merasa tekanan darah Anda sedang turun tiba-tiba dan mengalami sedikit pusing, kafein dapat membantu meningkatkan tekanan darah Anda dengan cepat melalui efeknya yang meningkatkan kemampuan pompa jantung dan frekuensi nadi. Tentunya Anda dapat menemukan kafein pada kopi maupun teh.

    Selain mencoba beberapa makanan yang telah dijelaskan di atas, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya tekanan darah rendah, yaitu:

    1. Hindari berolahraga terlalu berat pada kondisi cuaca yang terlalu panas untuk menghindari terjadinya dehidrasi.
    2. Jangan terlalu cepat dalam berubah posisi (seperti dari duduk lalu berdiri), tapi biasakan untuk lebih perlahan dan bertahap.
    3. Hindari tidur terlalu lama.
    4. Bila perlu coba gunakan stocking yang cukup ketat untuk membantu melancarkan peredaran darah.

    Jadi, bagi Anda yang memiliki tekanan darah rendah, cobalah serangkaian tips yang diuraikan di atas. Bila keluhan tidak membaik atau bahkan tetap memburuk, sebaiknya segera periksakan diri Sobat ke dokter. Lalu, untuk mencari produk makanan sehat maupun informasi kesehatan lainnya, Anda bisa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Olsen N. Raise low blood pressure naturally through diet. Updated 19 September 2017. Diakses 19 September 2018. Available at: healthline.com/health/low-blood-pressure-diet#what-to-eat
    2. Jormeus A, Karlsson S, Dahlgren C, Lindstrm T, Nystrom FH. Doubling of water intake increases daytime blood pressure and reduces vertigo in healthy subjects. Clinical and Experimental Hypertension. 2010;32(7): 439–43.
    3. Ganjehei L, Massumi A, Razavi M, Wilson JM. Orthostatic hypotension as a manifestation of vitamin B12 deficiency. Tex Heart Inst J. 2012;39(5):722–3.
    4. Zhang Q, Lv XY, Yang YM. Megaloblastic anemia with hypotension and transient delirium as the primary symptoms: Report of a case. International Journal of Clinical and Experimental Medicine. 2015;8(10):18879–83.
    5. Olsen N. Why is folate good to you? Updated 26 Juni 2018. Diakses 19 September 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/287677.php
    6. NDTV food desk. 6 foods to have for those who have low blood pressure. Updated 25 April 2018. Diakses 19 September 2018. Available at: food.ndtv.com/food-drinks/6-foods-to-have-for-those-who-have-low-blood-pressure-1842647
    7. Allcock E, Cowdery J. Hypertension induced by liquorice tea. BMJ Case Reports. 2015;2015:10–12.
    Read More
  • Moms, sadarkah Anda bahwa makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit terutama darah tinggi (hipertensi), apalagi jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan. Sebelumnya, kita harus mengenal apa yang dimaksud dengan darah tinggi. Darah tinggi atau dalam bahasa kedokteran disebut hipertensi, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah. Dikatakan tekanan […]

    Waspada! 7 Asupan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Darah Tinggi

    Moms, sadarkah Anda bahwa makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit terutama darah tinggi (hipertensi), apalagi jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan.

    Sebelumnya, kita harus mengenal apa yang dimaksud dengan darah tinggi. Darah tinggi atau dalam bahasa kedokteran disebut hipertensi, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah. Dikatakan tekanan darah tinggi bila tekanan darah di atas atau sama dengan 140/90 mmHg. Faktor penyebab darah tinggi tidaklah hanya berasal dari makanan berlemak saja, tetapi seperti obesitas atau kegemukan, alkohol, stres, kafein, mengonsumsi makanan yang asin atau dengan tinggi garam, keturunan (riwayat darah tinggi dalam keluarga), kurangnya aktivitas fisik dan olahraga dapat meningkatkan tekanan darah.

    Terkadang kita tidak menyadari makanan yang kita konsumsi berisiko meningkatkan tekanan darah, yakni:

    1. GARAM

    Garam yang biasa disebut Natrium sangat berpotensi meningkatkan tekanan darah, batas konsumsi garam per hari bagi orang dewasa adalah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh di bawah dari batas asupan normal per harinya. Namun, kenyataannya rata-rata masyarakat mengonsumsi garam lebih tinggi dari batas anjuran, sumber garam tidak hanya berasal dari makanan utama saja, terkadang kita mengonsumsi garam berlebih berasal dari makanan tambahan atau snack seperti mie instan, keripik, biskuit, dan lain sebagainya. Sehingga, rata-rata masyarakat mengonsumsi 3000-5000 mg sodium per hari.

    Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah karena sodium atau garam akan menahan (meretensi) air dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume plasma darah kemudian akan meningkatkan beban kerja jantung. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi asupan garam per harinya ya, Moms.

    2. GULA

    Gula merupakan hal yang penting harus kita waspadai sebagai salah satu makanan penyebab tekanan darah tinggi. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa rata-rata sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa.

    Tingginya asupan gula setiap hari dapat membuat cadangan lemak dalam tubuh meningkat sehingga menyebabkan risiko obesitas, bila penumpukan lemak dalam pembuluh darah terjadi maka akan meningkatkan beban kerja jantung kemudian dapat meningkatkan risiko darah tinggi.

    3. MAKANAN TINGGI LEMAK

    Makanan tinggi lemak seperti misalnya daging berlemak, kulit ayam, jeroan (otak sapi, paru ayam), susu tinggi lemak dan makanan yang digoreng, dapat meningkatkan kolesterol total dalam darah terutama kolesterol jahat atau yang biasa dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat, dengan meningkatnya kolesterol dalam darah, mengakibatkan lemak menumpuk dan membuat plak di sepanjang pembuluh darah. Setelah terjadi sumbatan, maka pompa darah oleh jantung terganggu, jantung harus memompa darah lebih keras, hal ini membuat tekanan darah meningkat. Bila hal ini berlangsung secara terus-menerus, maka dapat memperparah hipertensi bahkan menimbulkan penyakit jantung koroner.

    4. MAKANAN CEPAT SAJI

    Pada zaman modern seperti sekarang ini, rata-rata masyarakat lebih gemar  mengonsumsi makanan cepat saji karena lebih praktis dan rasanya yang lebih gurih sehingga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terkadang lebih memilih konsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, dan kentang goreng mudah sekali untuk ditemui.

    Makanan seperti ini sangat tidak baik bagi kesehatan karena mengandung minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan kolesterol total dalam darah, dan makanan cepat saji kadang mengandung bumbu penyedap dan garam dalam jumlah berlebih, ditambah lagi daging pada makanan cepat saji bukanlah daging segar melainkan daging yang sudah diawetkan.

    Melihat kondisi di atas, sebaiknya batasi asupan makanan fast food atau makanan cepat saji ya, Moms.

    5. MINUMAN BERSODA

    Siapa yang tidak pernah merasakan minuman bersoda? Dibalik rasanya yang manis, minuman bersoda ternyata mengandung gula yang sangat tinggi.  Gula ternyata memiliki nama samaran dalam kemasan misalnya sukrosa atau HFCS (High Fructose Corn Syrup). Seperti yang telah dijelaskan di atas, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas yang secara tidak langsung dapat menyebabkan risiko tekanan darah tinggi.

    6. KAFEIN

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Ketika kafein masuk ke dalam sistem pencernaan, sebanyak 99% akan diserap ke pembuluh darah dan mencapai kadar puncak di pembuluh darah dalam waktu 45-60 menit. Setelah itu, kafein dalam pembuluh darah mengikat reseptor Adenosin yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan hormon kortisol. Hal ini yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah naik, pompa jantung meningkat. Jadi, otomatis bila Anda mengonsumsi kopi terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Umumnya kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    7. ALKOHOL

    Minuman beralkohol seperti wine (anggur merah), bir, makanan yang mengandung alkohol seperti tape juga dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah. Batas konsumsi alkohol 1-2 kali dalam sehari atau 100 ml–350 ml per hari.

    Tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, hal ini dapat mengganggu sistem organ tubuh lainnya seperti:

    • Kerusakan Pembuluh Darah

    Tekanan darah yang tinggi terus-menerus dapat menyebabkan pembuluh darah kurang kelenturannya atau sifat elastisitasnya, sehingga lemak dan kolesterol sangat memungkinkan lebih cepat menumpuk, dengan adanya penumpukan ini maka darah yang mengalir akan tersumbat, darah akan lambat sampai ke seluruh tubuh, kerja jantung akan semakin berat sehingga dapat menyebabkan jantung koroner, gangguan irama listrik jantung, serta sianosis (oksigen ke jaringan berkurang karena darah lambat sampai ke jaringan tubuh).

    • Kerusakan Organ Jantung

    Beban jantung akan semakin berat karena memompa darah lebih keras akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah, maka semakin lama dinding otot jantung semakin melebar sehingga menyebabkan perbesaran otot jantung.

    • Kerusakan Organ Paru-Paru

    Bila pompa jantung terganggu, otomatis akan terjadi penumpukan darah paru-paru menuju jantung, sehingga darah akan terbendung di pembuluh darah paru dan jaringan paru sehingga menyebabkan pasien mudah lelah, keringat dingin malam hari, sesak napas ketika melakukan aktivitas fisik berlebihan. Bila kondisi ini berlangsung lama, maka akan mengakibatkan gagal jantung dan paru.

    • Kerusakan Organ Ginjal

    Bila terjadi gangguan pada sirkulasi darah dan pompa jantung maka darah yang melewati ginjal pun akan terganggu sehingga dapat menyebabkan gagal ginjal.

    • Kerusakan Otak

    Tidak hanya sumbatan ke jantung dan paru-paru saja yang dapat terjadi, adanya gangguan aliran darah dapat mengganggu kerja otak. Bila asupan oksigen menuju otak terhambat maka otak dalam keadaan iskemik (kekurangan oksigen) sehingga pasien dapat jatuh ke dalam kondisi stroke.

    Moms, melihat beberapa komplikasi penyakit lain yang mungkin timbul akibat peningkatan tekanan darah, maka kita harus mencegah risiko timbulnya peningkatan tekanan darah. Dimulai dengan langkah yang mudah yaitu mewaspadai segala asupan makanan sehari-hari, batasi asupan kalori untuk mencegah kenaikan berat badan, melakukan olahraga fisik secara teratur minimal 3-5 kali seminggu selama 30 menit per hari, ganti makanan berlemak dengan makanan yang lebih sehat seperti sayur dan buah-buahan, hindari makanan cepat saji, serta hindari makanan yang digoreng. Apabila Moms gemar makanan yang digoreng, Moms dapat mengganti minyak goreng dengan olive oil atau minyak sunflower yang lebih sehat.

    Walaupun Moms tidak sedang menderita hipertensi, ada baiknya tetap memeriksakan kesehatan diri secara berkala ke dokter karena seringkali hipertensi muncul secara tidak kita sadari. Selain itu, jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
    2. Ha S. Dietary Salt Intake and Hypertension. Electrolytes & Blood Pressure [Internet]. 2014 [cited 22 August 2018];12(1):7-18. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4105387/
    3. WHO | Obesity, high blood pressure, high cholesterol, alcohol and tobacco: The World Health Organization’s response [Internet]. Who.int. 2018 [cited 22 August 2018]. Available from: who.int/whr/media_centre/factsheet3/en/
    4. Husain K, Ansari R, Ferder L. Alcohol-induced hypertension: Mechanism and prevention. World Journal of Cardiology [Internet]. 2014 [cited 22 August 2018];6(5):245. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4038773/
    5. Bazzano L, Green T, Harrison T, Reynolds K. Dietary Approaches to Prevent Hypertension. Current Hypertension Reports [Internet]. 2013 [cited 22 August 2018];15(6):694-702. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4366416/

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja