Dampak Konsumsi Serat Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Serat merupakan elemen penting dalam pemenuhan nutrisi bagi tubuh selain protein karena berkaitan dengan mineral, termasuk kalsium, magnesium, seng, dan zat besi. Keberadaan zat gizi ini memiliki  peran dalam metabolisme tubuh meskipun tidak mudah dicerna ketika memasuki sistem pencernaan.  Serat mampu memperlancar pencernaan sehingga menyebabkan Sobat Sehat lancar buang air besar, dan tidak mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar (BAB). Selain itu, serat mampu membuat perut menjadi kenyang lebih lama sehingga cocok untuk dimasukkan sebagai salah satu menu diet yang mengutamakan tinggi serat. Diet ini dikhususkan bagi Sobat yang menderita diabetes mellitus tipe 2 dan yang bermasalah terhadap kolestrol. Manfaat lainnya adalah serat mampu memperlambat pengosongan lambung dan memperlambat penyerapan glukosa.

konsumsi serat berlebihan

Baca Juga: 5 Resep untuk Penuhi Kebutuhan Protein dan Serat Anda

Meski ternyata sangat bermanfaat terhadap tubuh untuk pemenuhan nutrisi, kenyataannya mengonsumsi serat terlalu banyak atau berlebihan juga sebenarnya tidak baik, lho! Idealnya, serat dikonsumsi 30 gram per hari untuk pria dewasa dan 25 gram per hari untuk wanita dewasa sedangkan untuk mereka yang berusia 50 tahun disarankan 30 gram per hari untuk pria dan 21 gram per hari untuk wanita. Pada wanita hamil dan ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi 28 gram serat per hari. Artinya, serat yang dikonsumsi berlebihan atau lebih dari 40-70 gram per hari berdampak negatif bagi tubuh. Apa saja dampaknya? Yuk, mari simak bersama-sama!

Dampak Konsumsi Serat Berlebihan

Sembelit/konstipasi

Ternyata kebanyakan mengonsumsi serat dapat menyebabkan sembelit yang selama ini dikaitkan dengan kondisi kekurangan serat. Terjadinya sembelit pada serat yang dikonsumsi secara berlebihan bahkan bisa lebih buruk daripada kurang konsumsi makanan berserat. Mengapa bisa demikian? Hal ini karena serat membuat gerakan usus lebih besar yang membantu fermentasi dan pembentukan gas di perut. Ketika Sobat ingin meningkatkan asupan serat, hendaknya dilakukan secara perlahan.

Produk Terkait: Jual Microlax

Mengurangi Vitamin dan Mineral

Serat memang berperan penting dalam pemenuhan nutrisi. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dalam tubuh. Hal itu karena nutrisi yang ada memengaruhi penyerapan zat besi, kalsium, tembaga, magnesium, dan vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, serat yang larut tersebut dapat mengurangi pencernaan protein di dalam usus kecil.

Kembung

Perut menjadi kembung dan bergas merupakan dampak yang paling sering dialami akibat mengonsumsi serat secara berlebihan. Adanya gas dalam perut disebabkan oleh proses mikrobiota dalam pencernaan di usus. Gas inilah yang kemudian menyebabkan sendawa, perut kembung, dan mengakibatkan ketidaknyamanan di dalam perut. Makanan kaya serat yang dapat menyebabkan hal ini ketika dikonsumsi secara berlebihan adalah jenis kacang-kacangan dan sayur-sayuran seperti kubis, kangkung, dan kecambah. Sehingga, serat hendaknya dikonsumsi dalam batas yang wajar.

Baca Juga: Berikut 9 Trik Mengusir Perut Kembung yang Perlu Sobat Coba

Kram Perut

Mengalami kram di perut memang suatu hal yang menyakitkan, dan terjadinya kram ini dapat terjadi karena konsumsi serat yang berlebihan. Penyebabnya adalah gas-gas yang dilepaskan oleh pemecahan serat dalam jumlah besar. Gas tersebut kemudian menumpuk dalam usus besar lalu memberikan tekanan pada dinding usus.

Usus Tersumbat

Kelebihan mengonsumsi serat dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran pencernaan termasuk usus. Hal ini karena massa serat yang besar terperangkap di dalam sistem pencernaan dan cara mengunyah makanan yang tidak sempurna. Kondisi ini dinamakan dengan phytobezoar.

Lalu apakah kelebihan serat ini bisa diatasi? Tentu saja bisa. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasinya.

Ketahui perbedaan serat larut dan tidak larut

Cara mengatasi pertama yang bisa Sobat lakukan adalah mengetahui perbedaan serat larut dan tidak larut. Serat yang larut umumnya mudah larut ke dalam air dan bisa menyebabkan gas di dalam tubuh sedangkan yang tidak larut sebaliknya; hanya sedikit gas yang dihasilkan.

Seimbangkan Konsumsi Serat

Menyeimbangkan konsumsi serat juga berperan dalam mengatasi masalah akibat konsumsi serat yang berlebihan. Oleh karena itu, dalam setiap menu yang disajikan, cobalah untuk memasukkan serat larut dan tidak larut secara bersamaan. Misal, Sobat menyediakan oat bran yang merupakan serat larut dan wheat bran sebagai serat tidak larut dalam satu menu.

Produk Terkait: Jual Diasweet Litebite Apple Cookies With Instant Oat

Hindari Sayur-sayuran yang Mengandung Serat Larut

Kembang kol, brokoli, dan kubis merupakan sayuran yang mengandung serat yang larut dan sebaiknya dihindari atau dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang mengandung serat tidak larut seperti bayam dan selada. Usahakan tidak mengonsumsi sayur dalam keadaan mentah. Sebaiknya dikukus terlebih dahulu.

Masukkan Serat Secara Perlahan ke dalam Menu Diet

Bagi Sobat Sehat yang baru saja memulai diet, usahakan untuk tidak memasukkan serat secara berlebihan ke dalam menu diet karena hal tersebut malah akan menyebabkan gangguan pada pencernaan seperti kembung dan sembelit. Hal ini perlu supaya tubuh dapat melakukan penyesuaian. Mulailah dengan 5 gram serat per hari selama 1-2 minggu.

Konsumsi Serat dalam Jumlah Ideal

Konsumsi serat yang baik secara ideal adalah 20 hingga 35 gram per hari, dan tidak disarankan lebih dari itu. Pada anak kecil yang tidak mampu mencapai jumlah yang disarankan ini, ada baiknya mereka diberikan biji utuh, buah segar, dan sayuran hijau untuk membangun toleransi serat dalam tubuh.

Minum Air Putih Setiap Kali Makan

Meminum air putih juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi kelebihan serat dalam tubuh sebab air putih ternyata mampu mendorong serat melalui sistem pencernaan. Air juga dapat mencegah serat menjadi keras yang bisa menghalangi usus. Kekurangan air putih pada kenyataannya menyebabkan dehidrasi sehingga serat menumpuk dalam tubuh.

Periksa dan Konsultasi ke Dokter Jika Sudah Mengalami Gejala Serius

Hal terakhir yang bisa Sobat lakukan dalam mengatasi kelebihan serat dalam tubuh adalah periksakan diri ke dokter dan berkonsultasilah jika memang sudah mengalami gejala yang cukup serius. Gejala ini berupa kembung, perut bergas dan bersendawa yang tidak hilang sama sama sekali dan mengakibatkan sakit perut yang hebat, feses berdarah, pengurangan berat badan yang tidak diharapkan, dan sakit pada dada. Kemungkinan besar usus dalam tubuh mengalami masalah.

Baca Juga: 10 Sayur dan Buah Atasi Sembelit pada Ibu Hamil

Itulah mengenai dampak negatif mengonsumsi banyak serat dan cara mengatasinya. Serat memang penting bagi tubuh namun harus dikonsumsi secara wajar supaya tidak mengalami masalah-masalah kesehatan. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai serat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Media K. 9 Buah yang Mengandung Serat Tinggi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 4 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/06/07/100000868/9-buah-yang-mengandung-serat-tinggi?page=all
  2. Kelebihan Serat Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 4 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20180405/106/780435/kelebihan-serat-ternyata-kurang-baik-untuk-kesehatan
  3. Sendari A. 7 Efek Samping Akibat Terlalu Banyak Serat, Konsumsi dengan Wajar [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 4 November 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4064342/7-efek-samping-akibat-terlalu-banyak-serat-konsumsi-dengan-wajar
  4. Dressen D. How much fiber is too much. [Internet]. 2018 [cited  8 November 2020]. Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321286
Read More