Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 71–80 of 136 results

  • Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa besarnya biaya perawatan pasien Covid-19 tidak main-main. Pada satu pasien Covid-19, biaya yang dikeluarkan dapat mencapai hingga ratusan juta rupiah. Mahalnya biaya perawatan pasien Covid-19 ini tergantung pada kebutuhan dan permintaan yang diperlukan selama masa pengobatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi besaran biaya perawatan, misalnya berapa lama pasien dirawat inap, obat […]

    Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya

    Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa besarnya biaya perawatan pasien Covid-19 tidak main-main. Pada satu pasien Covid-19, biaya yang dikeluarkan dapat mencapai hingga ratusan juta rupiah. Mahalnya biaya perawatan pasien Covid-19 ini tergantung pada kebutuhan dan permintaan yang diperlukan selama masa pengobatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi besaran biaya perawatan, misalnya berapa lama pasien dirawat inap, obat dan multivitamin apa saja yang dikonsumsi, alat penunjang hidup apa saja yang dibutuhkan untuk membantu pengobatan, dan sebagainya.

    biaya perawatan covid-19, biaya pengobatan covid-19

    Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Keluarga Tercinta!

    Rincian Biaya Perawatan Pasien Covid-19

    1. Pasien Suspek/Probable/Konfirmasi Tanpa Penyakit Komplikasi
    • ICU dan ventilator Rp 15,5 juta per hari
    • ICU non-ventilator Rp 12 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif dan ventilator Rp 10,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif non-ventilator Rp 7,5 juta per hari
    • Isolasi non-tekanan negatif dan ventilator Rp 10,5 juta per hari
    • Isolasi non-tekanan negatif non-ventilator Rp 7,5 juta per hari
    1. Pasien Suspek/Probable/Konfirmasi dengan Penyakit Komplikasi
    • ICU dan ventilator Rp 16,5 juta per hari
    • ICU non-ventilator Rp 12,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif dan ventilator Rp 14,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif non-ventilator Rp 9,5 juta per hari
    • Isolasi non tekanan negatif dan ventilator Rp 14,5 juta per hari
    • Isolasi non tekanan negatif non-ventilator Rp 9,5 juta per hari
    1. Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19
    • Perawatan jenazah Rp 550.000
    • Kantong jenazah Rp 100.000
    • Peti jenazah Rp 1,75 juta
    • Plastik erat Rp 260.000
    • Desinfektan jenazah Rp 100.000
    • Mobil jenazah Rp 500.000
    • Desinfektan mobil jenzah Rp 100.000

    Rincian di atas merupakan gambaran besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan perawatan jika terinfeksi Covid-19.

    Biaya Perawatan Covid-19 Gratis, Ditanggung Pemerintah

    Namun, Sahabat tidak perlu khawatir karena biaya perawatan tersebut ditaggung oleh pemerintah. Ketentuan ini berlaku di seluruh rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, termasuk rumah sakit rujukan atau yang bukan rumah sakit rujukan Covid-19.

    Baca Juga: Kenali dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah

    Dalam Undang-Undang Wabah Penyakit Menular, pemerintah wajib menanggung seluruh pembiayaan pengobatan masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

    Pelayanan Kesehatan Apa Saja yang Dibiayai oleh Pemerintah?

    • Administrasi pelayanan
    • Fasilitas rawat inap (kamar dan fasilitas ruang gawat darurat, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi)
    • Jasa dokter
    • Bantuan di ruangan
    • Penggunaan ventilator
    • Cek laboratorium dan radiologi
    • Alat medis sekali pakai
    • Obat dan vitamin
    • Alat kesehatan dan APD
    • Fasilitas ambulans
    • Perawatan jenazah
    • Pelayanan kesehatan untuk indikasi medis

    Apa Saja Biaya yang Tidak Ditanggung Pemerintah?

    • Layanan khusus di atas standar perawatan Covid-19 yang diminta pasien dan keluarganya. Selisih biaya tersebut yang akan ditagih oleh pihak rumah sakit kepada pasien.
    • Pelayanan di luar tanggungan BPJS
    • Obat-obatan untuk pasien dengan gejala berat, seperti intravenous immunoglobulin therapyatau IVIG, toclizumab, plasma konvalesen.

    Hal yang Perlu Diketahui tentang Klaim Pembiayaan Rumah Sakit

    Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di Indonesia, terutama dalam pemberian pelayanan kesehatan yang sempurna bagi masyarakat, maka seluruh fasilitas pelayanan kesehatan perlu dilibatkan agar penanganan pasien Covid-19 berjalan optimal.

    1. Jenis rumah sakit

    Hanya rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging (PIE) tertentu dan rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas administrasi dan pelayanan kesehatan rujukan pasien Covid-19 yang dapat melakukan klaim biaya pengobatan Covid-19, termasuk rumah sakit lapangan/darurat.

    1. Pelayanan yang dibiayai

    Pelayanan pengobatan dan perawatan yang dapat dibiayai oleh pemerintah, yaitu administrasi, fasilitas kamar dan ruang gawat darurat, ruang rawat intensif, ruang rawat inap, ruang isolasi, jasa dokter, tindakan di ruangan, penggunaan ventilator, cek laboratorium dan radiologi, bahan medis sekali pakai, alat kesehatan dan APD, ambulans, perawatan jenazah, dan pelayanan kesehatan indikasi medis lainnya.

    1. Kriteria untuk pasien rawat jalan
    • Pasien suspek dengan atau tanpa penyakit bawaan/penyakit penyerta, dapat melampirkan bukti cek laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax (ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan jiwa dan gaduh gelisah dapat pengecualian untuk bukti x-ray foto thorax dengan catatan membawa surat keterangan dari dokter penanggung jawab pasien atau DPJP).
    • Pasien konfirmasi Covid-19 dengan atau tanpa penyakit bawaan/penyakit penyerta, dapat memberikan bukti hasil cek laboratorium RT-PCR dari rumah sakit atau faskes lainnya.
    1. Kriteria pasien rawat inap
    • Pasien suspek usia 60 tahun ke atas tanpa penyakit penyerta, pasien berusia di bawah 60 tahun dengan penyakit penyerta, pasien ISPA berat/pneumonia berat yang butuh perawatan di rumah sakit dan tidak memiliki penyebab lain dari gambaran medis.
    • Pasien probable atau pasien dengan suspek ISPA berat atau terjadi gagal napas dikarenakan aveoli paru dipenuhi cairan/distres pernapasan akut atau meninggal dengan gambaran klinis ke arah Covid-19 dan belum ada hasil cek laboratorium RT-PCR.
    • Pasien konfirmasi
    1. Tanpa gejala dan tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri dengan menyerahkan surat keterangan dari kepala puskesmas.
    2. Tanpa gejala dan penyakit penyerta
    3. Dengan gejala ringan, sedang, berat/kritis
    4. Suspek/probable/konfirmasi co-insidens

    5. Bukti identitas

    • WNA: passport, KITAS, nomor indentitas United Nation High Commissiner for Refugees (UNHCR)
    • WNI: nomor induk kependudukan, kartu keluarga (KK), atau surat keterangan dari kelurahan
    • Orang terlantar: surat keterangan dari dinas sosial

    Jika semua identitas di atas tidak dapat dibuktikan, maka dapat menggunakan surat keterangan data pasien yang ditandatangani dan distempel oleh kepala dinas kesehatan setempat yang diajukan oleh rumah sakit.

    Cara Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 mengenai Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu untuk rumah sakit yang menyediakan layanan Covid-19 untuk mempermudah pembayaran biaya pasien yang dirawat akibat Covid-19

    1. Rumah sakit mengajukan klaim biaya secara kolektif ke Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dan ditembuskan ke BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat untuk verifikasi melalui email.
    2. Berkas klaim yang dapat diajukan ke rumah sakit adalah untuk pasien yang dirawat sejak 28 Januari 2020 dan dapat diajukan setiap 14 hari kerja.
    3. Berita Acara Verifikasi Pembayaran Klaim Tagihan Pelayanan akan dikeluarkan paling lambat 7 hari kerja sejak klaim diterima BPJS Kesehatan.
    4. Kemudian, Kementrian Kesehatan akan membayar biaya tersebut ke rumah sakit dalam waktu 3 hari kerja setelah Berita Acara Hasil Verifikasi diterima.

    Kendala Pengajuan Klaim Biaya Rumah Sakit

    • Belum adanya petunjuk teknis untuk mengklaim pembiayaan pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta.
    • Adanya perbedaan pandangan antara dokter penanggung jawab pasien dengan verifikator mengenai diagnosis komorbid atau penyakit penyerta, kriteria pulang dan kriteria akhir penjaminan.
    • Terapi tambahan seperti IVIG, plasma konvalesen, anti-interleukin, dan stem sel yang masih dalam tahap uji klinis dan tidak dapat di klaim Kemenkes.
    • Perawatan bagi bayi yang terlahir dari ibu yang terinfeksi Covid-19.
    • Terapi obat yang dapat ditanggung oleh BPJS.

    Kendala pada Fasilitas Kesehatan

    Permasalahan administrasi menjadi salah satu penyebab banyaknya tunggakan akibat klaim pelayanan kesehatan pasien Covid-19 yang belum dibayar pemerintah. Selain itu, adanya pengajuan klaim rumah sakit yang baru dilakukan pada akhir tahun 2020 sehingga pengajuan baru akan diproses pada awal tahun ini. Sedangkan anggaran untuk klaim rumah sakit juga diproses Kementrian Keuangan. Keterlambatan pada proses klaim inilah yang menjadi kendala.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Besarnya biaya pengobatan dan perawatan Covid-19 yang begitu mahal, walaupun gratis tidak semua dapat ditanggung pemerintah. So, tidak ada salahnya sahabat jika mengantisipasi perlindungan dari sekarang. Caranya, Sahabat hanya perlu daftarkan diri dan keluarga melalui asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Sebut Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Mahal, Memangnya Berapa? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5276740/kemenkes-sebut-biaya-perawatan-pasien-covid-19-mahal-memangnya-berapa
    2. 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Klaim Biaya Pasien Covid-19 di Rumah Sakit [Internet] KOMPAS.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/25/093000665/5-hal-yang-perlu-diketahui-soal-klaim-biaya-pasien-covid-19-di-rumah-sakit
    3. RS Bisa Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19, Begini Teknisnya [Internet]. kemkes.go.id. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200409/0733623/rs-klaim-biaya-perawatan-pasien-covid-19-begini-teknisnya/
    4. Ini Biaya Perawatan Pasien Covid-19 yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung Pemerintah[Internet]. cermati.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.cermati.com/artikel/ini-biaya-perawatan-pasien-covid-19-yang-ditanggung-dan-tidak-ditanggung-pemerintah
    5. 4 Kendala Pengajuan Klaim Penanganan Corona Rumah Sakit pada BPJS Kesehatan [Internet]. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/4-kendala-pengajuan-klaim-penanganan-corona-rumah-sakit-pada-bpjs-kesehatan.html?page=2
    Read More
  • Sejak pandemi Corona melanda, banyak sekali orang yang terdampak, termasuk mereka yang mengadakan pernikahan. Tidak dapat dipungkiri, acara pernikahan dapat menjadi wadah penyebaran virus Corona apabila timbul kerumunan selama pelaksanaan acara. Hal ini membuat banyak orang yang ingin menikah berpikir berulang kali. Sebenarnya, menikah di tengah pandemi Covid-19 bukan suatu hal yang salah karena menikah […]

    Persiapan Menikah di Tengah Corona Seperti Apa?

    Sejak pandemi Corona melanda, banyak sekali orang yang terdampak, termasuk mereka yang mengadakan pernikahan. Tidak dapat dipungkiri, acara pernikahan dapat menjadi wadah penyebaran virus Corona apabila timbul kerumunan selama pelaksanaan acara. Hal ini membuat banyak orang yang ingin menikah berpikir berulang kali. Sebenarnya, menikah di tengah pandemi Covid-19 bukan suatu hal yang salah karena menikah merupakan kebutuhan biologis setiap manusia. Namun, mengadakan pesta pernikahan di tengah pandemi tentunya berbeda dan membutuhkan banyak persiapan khusus, selain persiapan fisik dan mental. Lalu, seperti apa persiapannya? Yuk, Sahabat Sehat yang ingin menikah silakan simak poin-poin di bawah ini!

    menikah di tengah corona, persiapan menikah di tengah corona

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini

    Persiapan Menikah di Tengah Pandemi Corona

    Periksa Kembali Daftar Tamu dengan Teliti

    Pandemi Corona memang membuat aktivitas di luar rumah dan semua hal yang berhubungan dengan keramaian serba dibatasi. Hal ini tentu saja membuat orang-orang tidak bisa bepergian dengan bebas, termasuk ke pesta pernikahan. Pembatasan mobilitas ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara masif.

    Ketika Sahabat ingin mengadakan pesta pernikahan di masa pandemi, hendaknya Sobat melihat kembali daftar para tamu yang akan diundang secara teliti. Usahakan jangan mengundang terlalu banyak tamu dan hanya mengudang beberapa orang terdekat saja, termasuk keluarga. Selain itu, jangan memaksakan orang-orang yang berhalangan hadir untuk datang karena Sahabat mungkin tidak tahu apakah mereka rentan terkena virus atau tidak.

    Tetap Jalin Komunikasi dengan Vendor Pernikahan

    Apabila Sahabat ingin mengadakan pesta pernikahan dalam gedung dan memakai jasa vendor, sebaiknya Sahabat menjalin komunikasi dengan vendor untuk mengantisipasi dan menerapkan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi. Komunikasikan hal apa saja yang harus dilakukan jika Sahabat tetap berniat mengadakan pesta pernikahan.

    Yang perlu diperhatikan juga adalah pilihlah vendor yang ramah, kooperatif, dan sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan pesta pernikahan di masa pandemi. Hal tersebut bisa Sobat telusuri melalui internet atau mencari referensi dari kerabat, teman, dan saudara. Jangan lupa untuk memilih jasa vendor yang sesuai dengan kebutuhan Sobat.

    Pesanlah Gaun dan Cincin Secara Online

    Ternyata, Sahabat bisa membeli keperluan pernikahan secara online, termasuk gaun dan cincin. Cara ini tentunya lebih aman dan nyaman. Sahabat tidak perlu khawatir terpapar virus yang mungkin bisa terjadi bila membeli langsung. Meski begitu, Sahabat tetap perlu memperhatikan beberapa hal, seperti ukuran tubuh dan jari. Apabila Sahabat memesan khusus, sedari awal mulailah memberikan informasi lengkap kepada si pembuat. Untuk panduannya, Sahabat bisa melihatnya di internet.

    Mengadakan Pernikahan dengan Siaran Langsung

    Pernikahan di masa pandemi Corona tidak dapat dilaksanakan dalam kondisi yang ramai. Untuk mengatasinya, Sahabat bisa mengadakan siaran langsung atau live streaming di YouTube, Instagram, dan Facebook. Cara ini setidaknya akan membuat pernikahan Sahabat di tengah pandemi tetap bermakna dan menjadi sesuatu yang memorable.

    Baca Juga: Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

    Sediakan Tempat Sanitasi dan Jaga Jarak

    Sahabat harus mempersiapkan hal yang satu ini, yaitu protokol kesehatan. Selain para tamu undangan yang wajib memakai masker, tentunya tempat sanitasi untuk mencuci tangan juga harus tersedia. Jangan lupa untuk meminta para tamu menjaga jarak saat agar pesta pernikahan yang digelar tidak menyebabkan penyebaran virus.

    Jangan Makan Prasmanan

    Penyediaan makanan juga harus diperhatikan. Sangat disarankan untuk tidak menyediakan makanan secara prasmanan karena lebih berpotensi menyebarkan virus. Sebaiknya, makanan disajikan dalam bentuk paket nasi kotak, lalu para tamu undangan dapat makan di tempat masing-masing atau langsung dibawa pulang.

    Selain beberapa hal di atas, di sisi lain masa pandemi membuat Sahabat dapat mengadakan pesta pernikahan yang hemat biaya karena adanya larangan tidak boleh berkumpul dalam satu tempat. Sahabat mungkin tidak perlu pusing lagi soal biaya tempat, konsumsi, atau biaya untuk jasa make-up artist yang terlalu besar. Terlebih lagi, semua biaya yang dihemat tersebut bisa Sahabat alokasikan untuk berbagai tes kesehatan sebelum menikah.

    Pentingnya Tes-tes Kesehatan Sebelum Menikah

    Tes kesehatan sebelum menikah di tengah Corona merupakan hal yang sangat penting karena tes tersebut setidaknya dapat melindungi Sahabat dari berbagai macam penyakit termasuk Covid-19. Tes sebelum menikah ini dimaksudkan untuk mengenali riwayat penyakit, risiko penyakit, atau kondisi kesehatan yang dimiliki masing-masing pasangan. Dengan tes ini, pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga saat menjalani rumah tangga Sahabat tidak akan terkejut.

    Adapun tes kesehatan sebelum menikah itu meliputi:

    • Pemeriksaan darah
    • Pemeriksaan golongan darah dan rhesus
    • Mendeteksi hepatitis B surface antigen (HBsAg)
    • Pemeriksaan kadar gula darah
    • Tes TORCH
    • Pemeriksaan infeksi menular seksual
    • Pemeriksaan urine
    • Pemeriksaan organ reproduksi

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pranikah

    Selain serangkaian tes di atas, yang tak kalah pentingnya adalah pemeriksaan Covid-19 dengan rapid antigen untuk mendeteksi dini infeksi Covid-19. Pemeriksaan ini sebaiknya tak hanya dilakukan Sahabat, tetapi juga para kerabat dan tamu yang diundang dalam jumlah yang minimal.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Itulah beberapa persiapan yang perlu Sahabat lakukan ketika hendak menikah di tengah pandemi Corona. Selain pemeriksaan sebelum menikah, Sahabat juga bisa melakukan vaksinasi pranikah di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan Pernikahan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. orori.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.orori.com/ororeads/persiapan-pernikahan-di-tengah-pandemi-covid-19
    2. 8 Tips Hemat Menyelenggarakan Pernikahan di Masa Pandemi [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2020/12/09/233700426/8-tips-hemat-menyelenggarakan-pernikahan-di-masa-pandemi?page=all
    3. Tarigan M. Pandemi Membuat Persiapan Pernikahan Kilat dan Tidak Ruwet [Internet]. Tempo. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1395349/pandemi-membuat-persiapan-pernikahan-kilat-dan-tidak-ruwet
    4. Mau Nikah Dalam Waktu Dekat? Jangan Lupa Jalani Tes Kesehatan Pra Nikah! [Internet]. Grid.ID. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.grid.id/read/042514008/mau-nikah-dalam-waktu-dekat-jangan-lupa-jalani-tes-kesehatan-pra-nikah?page=all
    Read More
  • Anosmia adalah salah satu gejala Covid-19 yang ditandai dengan hilangnya indera penciuman. Kondisi ini pun dapat membuat nafsu makan berkurang yang tentu saja dapat memperlambat masa pemulihan. Hal itu ditambah dengan kondisi psikologis yang bisa menyebabkan stres. Kondisi ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih. Sejauh ini belum ada obat yang bisa secara […]

    Bahan Makanan Pereda Anosmia untuk Membantu Mengatasi Gejala

    Anosmia adalah salah satu gejala Covid-19 yang ditandai dengan hilangnya indera penciuman. Kondisi ini pun dapat membuat nafsu makan berkurang yang tentu saja dapat memperlambat masa pemulihan. Hal itu ditambah dengan kondisi psikologis yang bisa menyebabkan stres. Kondisi ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih. Sejauh ini belum ada obat yang bisa secara tepat mengatasi anosmia. Namun, terdapat beberapa bahan makanan pereda anosmia yang disarankan untuk dapat membantu mengatasi gejala ini.

    bahan makanan pereda anosmia

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaannya?

    Bahan Makanan Membantu Meredakan Anosmia

    Lalu apa sajakah bahan makanan tersebut? Yuk, Sahabat Sehat simak penjelasannya di bawah ini:

    Bubuk Cabai Merah dan Cabai Rawit

    Makanan pertama yang dapat membantu meredakan anosmia adalah bubuk cabai merah dan cabai rawit. Keduanya memang belum terbukti secara sains alias baru sebatas pada hal yang berlangsung di masyarakat saja. Meski begitu, kedua bubuk ini mempunyai capsaicin yang disebut dapat secara efektif membersihkan hidung yang tersumbat, mengaktifkan indera, dan meningkatkan fungsi indera penciuman. Keduanya juga sering digunakan untuk membantu menghilangkan flu. Untuk penggunaan, campurkan dengan secangkir air atau tambahkan madu.

    Bawang Putih

    Bawang putih termasuk salah satu bahan makanan yang cukup populer. Selama pandemi keberadaannya juga digunakan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh. Mengonsumsi bawang putih berkhasiat untuk meredakan pembengkakan dan peradangan di sekitar saluran hidung. Manfaat lainnya adalah untuk memudahkan pernapasan serta membantu memulihkan indera penciuman dan perasa lebih cepat. Untuk penggunaannya Sahabat bisa membuat ramuan panas dari bawang putih yang dihancurkan dan diberi air.

    Jahe

    Bahan makanan pereda anosmia lainnya yang bisa Sahabat gunakan adalah jahe yang merupakan salah satu bahan makanan paling populer dalam kehidupan sehari-hari. Jahe sendiri merupakan salah satu tumbuhan herbal yang merupakan ekspetoran alami serta mempunyai sifat anti mikroba dan pereda nyeri yang ampih untuk membantu mengobati infeksi di saluran hidung dan membersikan partikel rematik dari hidung. Cara menggunakannya adalah konsumsilah jahe dengan diseduh atau dikunyah langsung.

    Produk Terkait: Jual Kapsul Jahe Borobudur Isi 100

    Minyak Jarak

    Sahabat juga bisa menggunakan minyak jarak untuk membantu meredakan anosmia yang Sahabat alami. Diketahui bahwa minyak ini adalah salah satu bahan makanan yang mengandung sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi. Minyak ini juga sering digunakan untuk orang-orang yang sering menderita gejala nyeri sinusitis dan alergi untuk mengurangi pertumbuhan polip hidung sehingga bermanfaat dalam meredakan gejala batuk, pilek, dan membangun kembali indera penciuman.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Beberapa Cara Lain untuk Membantu Meredakan Anosmia

    Berikut ini adalah beberapa cara lain untuk membantu meredakan anosmia selain bahan makanan.

    Melakukan Terapi Penciuman

    Terapi ini bisa Sahabat gunakan untuk membantu meredakan, yaitu dengan menggunakan minyak esensial. Tujuan penggunaan minyak ini adalah untuk mengembalikan kemampuan indera penciuman dan pengecap. Menurut beberapa penelitian, terapi ini cukup efektif merangsang mekanisme pemulihan alami tubuh yang tidak peka terhadap bau. Beberapa jenis minyak esensial yang disarankan adalah beraroma tajam seperti kayu manis, vanilla, jeruk, dan pisang. Caranya adalah dengan menghirup minyak selama 20-40 detik. Lakukanlah sebanyak 2-3 kali sehari.

    Produk Terkait: Jual Owellness Pure Bliss Diffuser Oil

    Berhenti Merokok

    Ternyata kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan anosmia dan malah memperparah hal tersebut. Hal itu karena rokok dapat menumpulkan kepekaan beragam indera termasuk penciuman. Untuk itu cara terbaik adalah berhenti merokok agar dapat bisa mencium bau kembali.

    Operasi

    Ini adalah cara terakhir untuk membantu meredakan anosmia yang berkaitan dengan penyumbatan saluran pernapasan seperti polip, tumor, atau kelainan bentuk tulang di dalam hidung yang terkadang tidak bisa disembuhkan dengan obat. Dokter umumnya merekomendasikan operasi untuk mengangkat polip, tumor untuk melapangkan saluran pernapasan yang tersumbat tersebut.

    Baca Juga: Inilah 5 Perbedaan Kanker dan Tumor yang Perlu Sahabat Ketahui

    Itulah beberapa bahan makanan pereda anosmia yang bisa Sahabat gunakan untuk membantu meredakan gejala tersebut. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai bahan makanan tradisional dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nabila F. 5 Makanan yang Bisa Bantu Mengatasi Hilangnya Penciuman dan Rasa [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5311487/5-makanan-yang-bisa-bantu-mengatasi-hilangnya-penciuman-dan-rasa
    2. 5 Cara Alami Atasi Anosmia [Internet]. CNNIndonesia.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201208131733-255-579361/5-cara-alami-atasi-anosmia
    3. Media K. 4 Cara Mengatasi Anosmia dengan Obat dan Secara Alami [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/12/04/101000668/4-cara-mengatasi-anosmia-dengan-obat-dan-secara-alami?page
    Read More
  • Pengertian Mutasi Virus Corona Baru-baru ini banyak negara yang melaporkan tentang adanya kasus baru dari virus Corona. Ahli Mikrobiologi Universitas Padjajaran, Dr Mia Miranti, M.P, mengatakan virus corona merupakan kelompok virus RNA. RNA merupakan salah satu jenis asam nukleat yang menjadi ciri bahwa virus dikategorikan sebagai makhluk hidup. Baca Juga: Panduan Nutrisi untuk Mencegah Corona […]

    Mutasi Virus Corona yang Perlu Sahabat Tahu

    Pengertian Mutasi Virus Corona

    Baru-baru ini banyak negara yang melaporkan tentang adanya kasus baru dari virus Corona. Ahli Mikrobiologi Universitas Padjajaran, Dr Mia Miranti, M.P, mengatakan virus corona merupakan kelompok virus RNA. RNA merupakan salah satu jenis asam nukleat yang menjadi ciri bahwa virus dikategorikan sebagai makhluk hidup.

    mutasi virus Corona, mutasi virus covid-19

    Baca Juga: Panduan Nutrisi untuk Mencegah Corona Seperti Apa?

    Hasil penelitian juga menyebut, virus RNA lebih mudah mengalami mutasi. Disebutkan, virus Corona sebenarnya sudah sering mengalami mutasi. Mutasi dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan sel inangnya. Sejak awal virus Corona muncul di Wuhan, Tiongkok, sebenarnya sudah mengalami mutasi, sehingga bisa bertahan di suhu yang berbeda-beda.

    Saat menyebar ke Iran dan kawasan Timur Tengah, diperkirakan virus telah mengalami mutasi yang memungkinkan virus bertahan di suhu panas. Virus Corona di Indonesia sendiri sudah mengalami mutasi, sesuai laporan dari Eijkman Institute, virus Corona di Indonesia memiliki strain yang berbeda dengan virus di Wuhan.

    Beberapa Mutasi Virus

    • Varian Virus Corona B.1.1.7

    Varian virus corona B.1.1.7 ini pertama kali terdeteksi di Inggris. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah memperingatkan kemunculan strain virus corona ini yang dapat memperburuk pandemi. Dilaporkan lebih dari 300 kasus Covid-19 dengan varian baru virus corona ini ditemukan di 28 negara bagian. Mutasi virus Corona ini membuat varian baru yang lebih mudah memasuki sel di tubuh manusia. Namun, para ilmuan meyakinkan banyak orang, bahwa sistem kekebalan manusia bisa melawan dan menghadapi varian virus corona B.1.1.7 asal Inggris ini dengan cara menerapkan protokol kesehatan.

    • Varian Virus Corona B.1.351

    Varian virus corona yang satu ini terdeteksi di Afrika Selatan atau biasa dikenal sebagai strain 501Y.V2. Virus ini dilaporkan pertama kali di Amerika Serikat. Beberapa hari kemudian, varian virus ini juga ditemukan di Maryland. Menurut World Health Organization (WHO), strain virus Corona Afrika Selatan telah berada di 30 negara lebih. Varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan telah menyebar dengan cepat keluar Afrika Selatan dan kemungkinan besar beredar di sejumlah negara Afrika. Dengan pola mutasi yang berbeda, nampaknya virus ini lebih menyebabkan banyak perubahan fisik pada struktur protein spike, yaitu bagian virus yang menginfeksi sel inangnya.

    Produk Terkait: Tes Corona

    • Varian Virus Corona P.1

    Varian mutasi virus SARS-CoV-2 dengan varian baru juga terdeteksi di Brasil. Varian ini yang diduga memicu lonjakan penyebaran virus Corona di Brasil. Varian ini juga dilaporkan telah memasuki Minnesota, yang sudah terdeteksi sejak Januari lalu. Virus varian baru mutasi E484K ditemukan pada 42 persen spesimen dalam satu survei yang dilakukan di Kota Manaus, Amazon, Brasil. Bahkan, pejabat Jepang juga menemukan varian yang sama, terdapat di empat pelancong yang berasal dari Brasil. Munculnya virus mutasi Corona ini tentu menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penularan, ataupun kecenderungan infeksi untuk masing-masing orang.

    • Varian Virus Corona L452R

    Varian virus Corona jenis ini terlihat di California dan juga di berbagai negara Amerika Serikat lainnya. Para ahli sendiri belum mengetahui tentang varian baru ini. Nampaknya, masih perlu banyak dilakukan penelitian untuk menunjukkan apakah varian virus Corona ini bisa meningkatkan penyebaran virus atau tidak. Pasalnya, saat ini Amerika Serikat telah memiliki kasus Covid-19 lebih dari 25 juta dan lebih dari 430.000 kematian. Namun, Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan Universitas Washington saat ini telah mulai memasukkan varian virus baru ini ke dalam proyeksinya. Diperlukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Dampak Mutasi Virus Bagi Indonesia

    Apabila varian baru dari mutasi virus Corona menyebar di Indonesia, sudah diduga dampaknya akan lebih memperburuk kondisi pandemi di tanah air. Hal tersebut tentunya menjadi kekhawatiran untuk banyak orang. Pasalnya, kapasitas rumah sakit sudah overload.

    Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, dengan adanya temuan varian baru virus, ancaman Covid-19 di Indonesia semakin tidak boleh diremehkan. Walaupun belum ada buktinya kalau varian baru virus Corona sudah menyebar di Indonesia, dua negara tetangga, seperti Australia dan Singapura, telah mendeteksi adanya varian baru. Intinya, semua masyarakat Indonesia harus mulai lebih berhati-hati.

    Saran WHO dan CDC

    WHO dan CDC telah mengeluarkan saran terkait beberapa temuan varian baru virus Corona. Antara lain, memberi perhatian terhadap kemungkinan menurunnya kinerja test PCR yang menargetkan gen S virus. Kemudian, harus dilakukannya studi epidemiologi dan virologi mengenai pengaruh mutasi virus terhadap perubahan fungsi virus, dalam hal kemampuan virus menginfeksi dan menimbulkan penyakit. Dan yang terakhir, disarankan untuk meningkatkan Whole Genome Sequencing (WGS) secara rutin terhadap virus SARS-CoV-2, serta berbagi data WGS secara internasional apabila ditemukan mutasi virus yang sama.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat sudah paham kan tentang mutasi virus Corona? Maka dari itu, mulai sekarang jangan kendurkan protokol kesehatannya, ya. Tetap terapkan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan. Hal tersebut bisa mencegah Sahabat Sehat agar terhindar dari berbagai virus. Juga jangan lupa untuk deteksi dini tes Corona di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via aplikasi dan website lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Universitas Padjadjaran. 2021. Mengapa Virus Corona Bisa Bermutasi? Ini Penjelasannya – Universitas Padjadjaran. [online] Available at: https://www.unpad.ac.id/2020/12/mengapa-virus-corona-bisa-bermutasi-ini-penjelasannya [Accessed 13 February 2021].
    2. Media, K., 2021. Yang Perlu Kita Tahu tentang Mutasi Virus Corona Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/01/13/140000568/yang-perlu-kita-tahu-tentang-mutasi-virus-corona?page=all [Accessed 13 February 2021].
    3. Media, K., 2021. Varian Baru Virus Corona Terus Bermunculan, Ini 4 Mutasi Virus yang Diketahui Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/01/162700723/varian-baru-virus-corona-terus-bermunculan-ini-4-mutasi-virus-yang?page=all [Accessed 13 February 2021].
    4. Media, K., 2021. Menristek Jelaskan Mutasi Virus Corona dan Dampaknya jika Menyebar di Indonesia Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/31/063000265/menristek-jelaskan-mutasi-virus-corona-dan-dampaknya-jika-menyebar-di?page=all [Accessed 13 February 2021].

     

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja […]

    Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja selalu ada rumor yang meragukan keamanan vaksin tersebut.

    vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Hal terakhir adalah disebut bahwa vaksin Covid-19 akan membuat kemandulan pada wanita karena adanya kandungan yang dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan bagi perkembangan plasenta, organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi pada bayi. Anggapan ini tentu saja akan memberikan ketakutan pada wanita terutama wanita hamil sehingga enggan divaksin. Padahal, pemerintah tengah berupaya melakukan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok minimal 70% sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang  berjumlah 271,34 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk 2020.

    Anggapan ini tentu saja akan menyulitkan upaya pemerintah. Tak hanya jumlah penduduk yang banyak untuk mencapai kekebalan kelompok, tetapi juga distribusi vaksin itu harus merata di 34 provinsi.

    Tanggapan WHO

    Anggapan tersebut tentu saja cukup meresahkan sehingga WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia harus turun tangan untuk dapat menyangkal anggapan tersebut. Dalam sebuah cuitan di Twitter, WHO melalui dr. Kate O’Brien, Direktur Program Imunisasi, menyatakan bahwa anggapan tersebut keliru sehingga tidak benar jika vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan. Sebab, sejauh ini berdasarkan beragam studi yang ada telah menunjukkan bahwa vaksin yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan serta dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Lalu Bagaimana dengan Tanggapan dari Para Dokter?

    Senada dengan WHO, para dokter, juga ilmuwan menyatakan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan mandul itu tidak benar. Dilansir dari Tempo, Michael Cackovic, dokter spesialis kandungan di Pusat Medis Wexner Universitas Ohio, menyatakan bahwa vaksin membuat mandul hanya karena adanya berita mengenai kandungan vaksin yang mengandung protein lonjakan atau syncytin-1 tidaklah benar sebab lonjakan Covid-19 sama sekali tidak mirip dengan syncytin-1.

    Ia menegaskan tidak ada alasan untuk percaya memblokir syncytin-1 menyebabkan kemandulan. Hal seripa diungkapkan pakar penyakit menular di Johns Hopkins Centre for Health Security, Amesh  A. Adalja. Intinya, tidak ada bukti sama sekali bahwa vaksin Covid-19 sangat berdampak pada kesuburan wanita.

    American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) juga menyetujui hal tersebut, dam merekomendasikan vaksinasi bagi indivudu yang berusaha untuk hamil atau sedang mempertimbangkan hamil dan memenuhi kriteria untuk vaksinasi. Sahabat tidak perlu menunda kehamilan setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin Covid-19.

    Meski begitu, dokter spesialis penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mendesak wanita yang ingin hamil untuk mempertimbangkan risiko tidak mendapatkan vaksinasi. Risiko itu adalah potensi penyakit parah dan persalinan prematur jika sedang hamil. Ia juga menyarankan bagi setiap wanita untuk berbicara kepada dokter langsung mengenai aman-tidaknya vaksin bagi wanita hamil, dan bukan dari internet.

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Demikianlah mengenai anggapan bahwa vaksin Covid-19 itu menyebabkan kemandulan itu salah dan hoaks. Bagi Sahabat untuk tetap mendapatkan informasi-informasi terpercaya soal vaksin Covid-19 sehingga hal tersebut akan meyakinkan Sahabat bahwa vaksin itu baik dan perlu karena dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang valid tersebut Sahabat bisa berkonsultasi 24 jam dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Anwar F. WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5365327/who-bantah-rumor-vaksin-covid-19-bisa-bikin-mandul
    2. Media K. Jumlah Penduduk Indonesia Terkini Mencapai 271,34 Juta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/090554926/jumlah-penduduk-indonesia-terkini-mencapai-27134-juta?page=all
    3. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19
    4. Widiyarti Y. Vaksin Covid-19 Bikin Mandul? Simak Penjelasan Pakar [Internet]. Tempo. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1421877/vaksin-covid-19-bikin-mandul-simak-penjelasan-pakar
    Read More
  • Setelah pandemi berakhir apa yang harus Sahabat lakukan? Inilah pertanyaan yang muncul ketika Covid-19 masih terus mewabah hingga saat ini sehingga beberapa negara kembali memutuskan karantina wilayah. Meskipun program vaksinasi di seluruh dunia sudah dilangsungkan, epidemiolog meminta kepada orang-orang yang sudah divaksin untuk melaksanakan protokol kesehatan 5M mengingat vaksinasi baru akan efektif jika kekebalan kelompok […]

    Apa yang Sahabat Harus Lakukan Setelah Pandemi Berakhir?

    Setelah pandemi berakhir apa yang harus Sahabat lakukan? Inilah pertanyaan yang muncul ketika Covid-19 masih terus mewabah hingga saat ini sehingga beberapa negara kembali memutuskan karantina wilayah. Meskipun program vaksinasi di seluruh dunia sudah dilangsungkan, epidemiolog meminta kepada orang-orang yang sudah divaksin untuk melaksanakan protokol kesehatan 5M mengingat vaksinasi baru akan efektif jika kekebalan kelompok sudah mencapai minimum 70% atau setara dengan jumlah 181 juta penduduk Indonesia dari keseluruhan 270 juta.

    setelah pandemi berakhir

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Setelah Covid-19 berakhir, apakah kehidupan akan kembali normal sehingga Sahabat bisa dengan mudahnya berjalan-jalan ke luar rumah, ke mal, tempat wisata, ke kantor, atau berkumpul dengan sanak famili tanpa memakai masker dan tidak menjaga jarak?

    Kenyataannya, Sahabat masih harus menerapkan protokol kesehatan dan PHBS. Tujuannya supaya Sahabat tidak lengah sehingga juga menjadi kebiasaan dan disiplin bagi diri sendiri. Demikian yang diungkapkan oleh tim pakar Satgas Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah, seperti dilansir dari Republika. Menerapkan protokol kesehatan dan PHBS tetaplah  penting karena hal itu akan mengurangi risiko tertular virus atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit tertentu seperti rajin mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir terutama sebelum dan sesudah makan.

    Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap perlu menerapkan etika atau tata cara saat batuk dan bersin supaya tidak sembarangan serta menggunakan siku tangan sebagai penahan percikan air liur atau droplet. Ketika pandemi berakhir, Dr. Dewi mengatakan penggunaan masker lama-kelamaan akan ditinggalkan sehingga tidak diperlukan lagi.

    Perilaku-perilaku kesehatan ini harus terus dilakukan. Meskipun awalnya dalam keadaan terpaksa, lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi kebiasaan di masa mendatang. Efek jangka panjang lainnya adalah pola-pola kehidupan yang dibentuk sejak masa pandemi seperti tidur dan makan teratur serta berolahraga akan menjadi suatu hal yang terus-menerus dilakukan sehingga setelah pandemi berakhir tidak ada lagi orang yang akan terkena sakit sama sekali.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lalu Bagaimana Kehidupan Setelah Covid-19 Benar-benar Berakhir?

    Selain masih perlunya prokes dan PHBS, beberapa kebiasaan yang terbentuk selama masa pandemi diperkirakan akan tetap ada seperti bekerja dari rumah atau WFH yang ternyata dapat mengurangi jam-jam sibuk terutama di pagi dan sore hari bahkan membantu mengurangi polusi udara. Hal lainnya adalah sekolah tanpa tatap muka langsung diperkirakan masih ada walau sedikit jumlahnya. Pertunjukan-pertunjukan seni akan mulai kembali didatangi banyak orang jika mengacu pada pandemi sebelumnya yang sudah pernah ada dan berakhir, yaitu Flu Spanyol pada awal abad ke-20. Selain itu, ketergantungan akan teknologi masih akan berlangsung, dan tentu saja pulihnya ekonomi namun bukan dalam waktu yang cepat.

    Namun, yang perlu diperhatikan juga saat pandemi berakhir adalah pentingnya penanganan kesehatan fisik dan mental bagi anak-anak usia sekolah yang sepertinya terkejut karena sudah harus dihadapkan dengan kegiatan belajar jarak jauh. Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada tumbuh-kembang mereka di usia sekolah.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Seperti itulah yang perlu Sahabat lakukan setelah pandemi berakhir. Perilaku hidup sehat tetap menjadi hal nomor satu yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Tentunya ini sebagai antisipasi ke depan. Yuk, Sahabat tetap terapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa akses melalui website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bagaimana Kehidupan Setelah Pandemi Berakhir? |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qdxhhc414/bagaimana-kehidupan-setelah-pandemi-berakhir
    2. Jaga Perilaku Hidup Bersih & Sehat Meski Pandemi COVID-19 Usai – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://tirto.id/jaga-perilaku-hidup-bersih-sehat-meski-pandemi-covid-19-usai-f99a
    3. Indonesia B. Seperti Apa Kehidupan Kita Nanti Setelah Pandemi Corona Berakhir? [Internet]. detiknews. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://news.detik.com/bbc-world/d-5009831/seperti-apa-kehidupan-kita-nanti-setelah-pandemi-corona-berakhir
    4. What will life be like after the coronavirus pandemic ends? [Internet]. Science News. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.sciencenews.org/article/covid-19-coronavirus-life-after-pandemic-ends-predictions
    Read More
  • Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah. Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, […]

    Risiko Perdarahan pada Pasien Covid-19

    Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.

    risiko perdarahan

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gangguan Pembekuan Darah

    Pembekuan darah terjadi ketika seseorang mengalami luka akibat cedera dari benturan untuk mencegah hilangnya banyak darah dalam tubuh. Darah yang menggumpal akibat luka tersebut atau trombi akan dapat menyumbat pembuluh sehingga cukup berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Pada Covid-19, virus tersebut menyebabkan gangguan pembekuan darah yang disebut dengan koagulopati. Gangguan ini dapat menyebabkan trombosis vena dalam yang berkomplikasi pada stroke dan serangan jantung. Untuk dapat memeriksa apakah ada gumpalan darah, pasien Covid-19 biasanya akan diperiksa D-dimer-nya, yaitu fragmen protein yang muncul ketika bekuan darah larut dalam tubuh.

    Gumpalan darah tersebut kemudian oleh tubuh dipecah dengan terus menyesuaikan aktivitas protein dalam darah atau plasminogen oleh aktivator plasminogen jaringan (TPA) yang mendorong pemecahan gumpalan darah atau trombolisis. Trombosis ini dimunculkan inihibitor aktivator plasminogen-1. Keduanya adalah protein lain dalam darah yang mempunyai peran dalam tindakan penyeimbangan setelah terjadinya pembekuan dan penggumpalan.

    Untuk mengatasi pembekuan darah berlebihan ini biasanya para ahli menyarankan pemberian obat antikoagulan dengan dosis tinggi kepada pasien Covid-19 di rumah sakit. Akan tetapi berdasarkan sebuah studi baru oleh para peneliti di Michigan Medicine dan University of Michigan di Ann Harbor yang dimuat di Scientific Report, hal tersebut bukanlah yang terbaik.

    Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Hal ini karena berdasarkan penelitian, baik TPA maupun inhibitor aktivator plasminogen-1 merupakan kedua protein yang berkaitan dengan kesulitan pernapasan. Namun dari keduanya tingkat TPA yang tinggi mempunyai korelasi yang kuat dengan kematian. Tingkat aktivator plasminogen yang sangat tinggi secara signifikan mempunyai kecenderungan tinggi untuk memecah gumpalan darah. Para peneliti berupaya mengatasinya dengan trombin untuk mendorong pembekuan.

    Risiko Terjadi Akibat TPA yang Sangat Tinggi?

    Mengenai risiko perdarahan sendiri, terdapat 4,8% pasien Covid-19 yang menderita hal tersebut. Angkanya kemudian meningkat menjadi 7,6%. Kebanyakan mempunyai tingkat TPA yang sangat tinggi. Para ahli menyarankan supaya pemberian dengan koagulan harus dilakukan secara selektif dan hati-hati agar risiko perdarahan bisa diminimalkan. Selain itu, mereka menyarankan penelitian lebih lanjut apakah TPA adalah penanda yang benar-benar dapat mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi pendarahan. Terjadinya risiko perdarahan tinggi ini oleh Yu Zhuo, reumatolog di Michigan Medicine merupakan hal yang sama pentingnya di saat para tenaga medis berupaya meminimalkan pembekuan darah.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Itulah Sahabat Sehat mengenai risiko perdarahan akibat Covid-19 yang ternyata berkaitan dengan pembekuan darah yang berlebihan. Yuk, Sahabat supaya terhindar dari Covid-19 tetap terapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Some COVID-19 patients have a higher risk of bleeding [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/some-covid-19-patients-have-a-higher-risk-of-bleeding
    2. Zuo Y, Warnock M, Harbaugh A, Yalavarthi S. Plasma tissue plasminogen activator and plasminogen activator inhibitor-1 in hospitalized COVID-19 patients. Scientific Reports. 2021
    3. Pramudiarja A. Dahlan Iskan Singgung ‘D-dimer’ Pasien COVID-19, Istilah Apa Itu? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5366839/dahlan-iskan-singgung-d-dimer-pasien-covid-19-istilah-apa-itu
    Read More
  • Liburan panjang akhir pekan kembali datang pada 2021 ini tepatnya di hari Jumat, 12 Februari 2021 yang bertepatan dengan Tahun Baru Cina atau Imlek. Kedatangan liburan panjang ini tentu saja sangat tidak begitu diharapkan di saat kasus Covid-19 di Indonesia masih mempunyai penularan yang sangat tinggi. Pelonjakan kasus terutama terjadi setelah libur panjang di akhir […]

    Libur Panjang Akhir Pekan Imlek 2021, Yuk Tetap di Rumah Aja!

    Liburan panjang akhir pekan kembali datang pada 2021 ini tepatnya di hari Jumat, 12 Februari 2021 yang bertepatan dengan Tahun Baru Cina atau Imlek. Kedatangan liburan panjang ini tentu saja sangat tidak begitu diharapkan di saat kasus Covid-19 di Indonesia masih mempunyai penularan yang sangat tinggi. Pelonjakan kasus terutama terjadi setelah libur panjang di akhir pekan.

    libur panjang akhir pekan imlek 2021

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Meski begitu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tetap memutuskan Imlek sebagai hari libur karena merupakan hari raya keagamaan. Seperti dilansir dari Republika, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyebut bahwa libur Imlek yang ada saat ini akan dilaksanakan di saat PPKM Mikro diberlakukan. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk sebaiknya di rumah saja saat libur tiba, dan menerapkan 5M.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia meminta kepada umat Konghucu yang merayakan Imlek untuk merayakannya dengan cara mengadaptasi kebiasaan baru seperti merayakan hanya di dalam rumah serta menyarankan penggunaan teknologi digital sebagai sarana pendukung perayaan. Selain itu, Menkes menyarankan pemberian angpau selama masa pandemi ini dengan cara transfer atau melalui bantuan ojek online. Untuk Barongsai yang juga menjadi daya tarik Imlek sebaiknya diganti dengan menonton di Youtube. Ia berharap agar Imlek di masa pandemi menjadi momen penting untuk bisa menciptakan harapan dan keberuntungan yang baru di tahun yang baru.

    Larangan Bepergian bagi ASN

    Sementara itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengatakan akan memberlakukan larangan bepergian ke luar kota atau melakukan perjalanan jauh bagi ASN, anggota TNI, anggota Polri, staf BUMN, dan pekerja swasta selama libur Imlek. Hal ini untuk mendukung keberhasilan pemberlakuan PPKM Mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan Covid-19.  Larangan pemberlakuan ini kemudian sudah disahkan oleh MenPANRB, Tjahjo Kumolo, pada 10 Februari 2021 melalui sebuah surat edaran.

    Baca Juga: Liburan Panjang Akhir Pekan Bulan Oktober? Yuk, di Rumah Aja!

    Wajib Tes Covid-19 untuk Perjalanan

    Bagi masyarakat yang tetap bersikeras ingin melakukan perjalanan selama Imlek, pemerintah melalui Satgas Covid-19 mewajibkan tes Covid-9 sebelum keberangkatan. Dilansir dari Kompas.com, juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito meminta pemeriksaan harus dilakukan paling tidak 1×24 jam sebelum keberangkatan karena berkaitan dengan pemberlakuan PPKM Mikro dari tanggal 9 Februari-22 Februari 2021. Tes Covid-19 yang wajib dilakukan bisa berupa PCR swab, rapid antigen, atau GeNose sebagai opsi jika Sahabat tidak mau menggunakan 2 tes pertama.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Itulah Sahabat Sehat mengenai libur panjang akhir pekan yang datang kembali pada 2021 ini karena Imlek. Karena Covid-19 masih ada, Sahabat sebaiknya liburan tetap di rumah saja untuk melindungi diri sendiri dan orang lain sembari melakukan hal-hal yang menyenangkan.  Sahabat juga dapat memanfaatkan diri untuk belanja produk-produk kesehatan di Prosehat yang disertai dengan promo-promo menarik. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website dan aplikasi. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pemerintah Tetap Putuskan Imlek 2021 Libur |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qny863423/pemerintah-tetap-putuskan-imlek-2021-libur
    2. Media K. Libur Panjang Datang Lagi, Masyarakat Diingatkan Tetap di Rumah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/09/07162351/libur-panjang-datang-lagi-masyarakat-diingatkan-tetap-di-rumah?page=all
    3. PNS dan Pegawai BUMN Dilarang Liburan Saat Tahun Baru Imlek [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4478037/pns-dan-pegawai-bumn-dilarang-liburan-saat-tahun-baru-imlek#:~:text=PNS%20dan%20Pegawai%20BUMN%20Dilarang%20Liburan%20Saat%20Tahun%20Baru%20Imlek,-Liputan6.com&text=%22Pelarangan%20bepergian%20ke%20luar%20kota,8%2F2%2F
    4. ASN Dilarang Bepergian Saat Libur Imlek [Internet]. menpan.go.id. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://menpan.go.id/site/berita-terkini/asn-dilarang-bepergian-saat-libur-imlek#:~:text=%E2%80%9CPegawai%20ASN%20dan%20keluarganya%20dilarang,pe
    Read More
  • Kelenjar tiroid merupakan kelenjar pada leher yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh manusia. Penyakit tiroid terjadi jika terdapat kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Penyakit tiroid bervariasi dari pembesaran kelenjar yang tidak berbahaya sampai keganasan. Kelenjar tiroid yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid disebut hipertiroidisme sedangkan yang terlalu sedikit disebut […]

    Sistem Imun dan Gangguan Tiroid: Apakah Saya Berisiko Lebih Tinggi Terinfeksi Covid-19?

    Kelenjar tiroid merupakan kelenjar pada leher yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh manusia. Penyakit tiroid terjadi jika terdapat kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Penyakit tiroid bervariasi dari pembesaran kelenjar yang tidak berbahaya sampai keganasan. Kelenjar tiroid yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid disebut hipertiroidisme sedangkan yang terlalu sedikit disebut hipotiroidisme.¹

    sistem imun dan gangguan tiroid

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Pada akhir Desember 2019, penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ditemukan di kota Wuhan, China dan menular dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit Covid-19 ini menimbulkan gejala beragam, dari yang tanpa gejala sama sekali, gejala ringan, gejala berat, bahkan sampai mengancam nyawa.² Individu dengan penyakit penyerta diketahui lebih berisiko terinfeksi dan mengalami gejala berat dari Covid-19.³ Bagaimana dengan gangguan tiroid terhadap risiko infeksi Covid-19? Bagaimana pengaruhnya terhadap sistem imun? 

    Penyakit tiroid autoimun terhadap risiko infeksi Covid-19 

    Covid-19 termasuk virus baru, sehingga belum banyak penelitian mengenai dampaknya terhadap penyakit tiroid. Meskipun begitu, sampai sekarang belum ditemukan adanya hubungan antara penyakit tiroid dengan peningkatan risiko infeksi virus secara umum. 

    Penderita penyakit tiroid autoimun tidak berarti memiliki sistem imun yang lemah (immunocompromised). Sistem imun yang terlibat dalam penyakit tiroid autoimun berbeda dari sistem imun yang bekerja melawan infeksi virus, seperti Covid-19. 4  

    Kanker tiroid terhadap sistem imun dan risiko infeksi Covid-19 

    Pasien yang menjalani terapi kanker memang termasuk dalam keadaan immunocompromised. Meskipun demikian, tidak seperti jenis kanker lain, sebagian besar kanker tiroid tidak memerlukan kemoterapi maupun obat-obat lain yang menurunkan sistem imun. Sebagian besar penderita kanker tiroid mendapat obat hormon tiroid yang tidak meningkatkan risiko infeksi Covid-19. Pasien yang sudah menjalani operasi kanker tiroid, baik dengan terapi radioiodin maupun tanpa terapi radioiodin tidak lebih berisiko terinfeksi Covid-19. Pada jenis kanker tiroid yang lebih jarang ditemui, pasien menjalani kemoterapi yang akan meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. 5,6  

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Pengobatan tiroid terhadap sistem imun 

    Baik levotiroksin yang digunakan untuk pengobatan hipotiroidisme maupun karbimazol dan propylthiouracil (PTU) yang digunakan untuk pengobatan hipertiroidisme tidak mengubah maupun melemahkan sistem imun Anda. Pasien yang terinfeksi Covid-19 dapat tetap melanjutkan pengobatan dengan obat antitiroid kecuali jika didapatkan keadaan agranulositosis, yaitu jumlah sel darah putih granulosit <1.0 x 109/L.4  

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pasien dengan penyakit mata tiroid biasanya mengonsumsi steroid dalam dosis yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Beberapa juga mengkonsumsi obat-obat imunosupresif (menurunkan sistem imun) seperti Mycophenolate dan rituximab dalam 9-12 bulan. Obat-obatan tersebut meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter keluarga Anda mengenai hal ini.4

    Penyakit tiroid yang belum terkontrol terhadap risiko infeksi 

    Pasien dengan gangguan tiroid yang belum terkontrol memiliki kadar tiroid yang tidak stabil di dalam tubuhnya walaupun sudah mengkonsumsi obat, sehingga masih menimbulkan berbagai gejala. Jika hal ini terjadi, dokter akan melakukan evaluasi pengobatan dan mengubah dosis obat yang diberikan. Sampai saat ini, belum ada bukti yang mengatakan bahwa pasien dengan gangguan tiroid yang belum terkontrol memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus secara umum. 4  

    Berbeda dengan pasien yang belum terkontrol, pasien yang tidak terkontrol, yaitu mereka yang baru saja memulai pengobatan tiroid atau yang tidak mengkonsumsi obat tiroid sesuai anjuran dokter, mungkin memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit infeksi. Hal ini terutama pada pasien hipertiroidisme, sehingga sangat dianjurkan untuk melanjutkan terapi untuk menurunkan risiko tersebut.4  

    Tips menjaga sistem imun untuk penderita gangguan tiroid 7  

    • Mengonsumsi obat tiroid sesuai anjuran dokter dengan teratur. 
    • Jika Anda menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat imunosupresif, diskusikan dengan dokter Anda mengenai terapi yang Anda jalani maupun rencana isolasi mandiri. 
    • Vitamin dan mineral cukup didapatkan dari makanan bergizi seimbang. Penggunaan suplemen vitamin hanya dibutuhkan jika Anda mengalami kekurangan vitamin. 
    • Menjaga berat badan ideal, makan makanan bergizi, dan berolahraga teratur sambil tetap melakukan physical distancing.

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00007

    Daftar Pustaka 

    1. Ambardekar N. Thyroid problems. WebMD (2019). Available at: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
    2. World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19). 2020. Available at: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-ans wers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19
    3. Center of Disease Control and Prevention. People with certain medical conditions. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-with-med ical-conditions.html
    4. British Thyroid Foundation. Thyroid disease and coronavirus (COVID-19). 2020. Available at: https://www.btf-thyroid.org/news/thyroid-disease-and-coronavirus-covid-19
    5. American Thyroid Association. Novel Coronavirus (COVID-19) and the thyroid: frequently asked questions. 2020. Available at: https://www.thyroid.org/covid-19/coronavirus-frequently-asked-questions/#hypothyro idism
    6. British Thyroid Foundation. Thyroid cancer and coronavirus (COVID-19). 2020. Available at: https://www.btf-thyroid.org/thyroid-cancer-and-coronavirus 7. British Thyroid Foundation. Your question about COVID-19 and the immune system in thyroid patients. Available at: https://www.btf-thyroid.org/your-questions-about-covid-19-and-the-immune-system
    Read More
  • Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan […]

    Pemerintah Berlakukan PPKM Mikro, Berikut Beberapa Aturannya

    Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan oleh Mendagri Tito Karnavian, serta dilaksanakan mulai 9 Februari hingga 22 Februari 2021.

    PPKM Mikro

    Baca Juga: PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Adapun PPKM ini berlaku di 7 provinsi yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Ketujuh provinsi ini diketahui merupakan tempat tinggi penularan Covid-19, terutama di DKI Jakarta. Adapun ketujuh provinsi itu adalah:

    • DKI Jakarta meliputi seluruh kota administratif
    • Jawa Barat meliputi bagian dari Jabodetabek dan Bandung Raya, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
    • Banten meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang
    • Jawa Tengah meliputi Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Surakarta, dan sekitarnya
    • DI Yogyakarta meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo
    • Jawa Timur meliputi Surabaya Raya, Madiun Raya, dan Malang Raya
    • Bali meliputi Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan sekitarnya

    Aturan-aturannya

    Terdapat beberapa aturan yang berubah dalam PPKM Mikro ini seperti ketentuan WFH dan WFO serta jam buka pusat perbelanjaan. Namun yang tidak berubah sama sekali adalah kegiatan belajar-mengajar yang tetap dilaksanakan secara online. Berikut ini adalah beberapa aturan yang berubah tersebut:

    Aktivitas Perkantoran, Rumah Makan, dan Tempat Ibadah

    Pada PPKM mikro ini aktivitas perkantoran dibatasi 50%, dan sisanya bekerja dari rumah atau WFH dari sebelumnya 25%. Bagi yang bekerja di kantor harap tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Untuk pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi hingga jam 9 malam dari sebelumnya hanya sampai jam 8 malam. Untuk kapasitas maksimum makan di restoran dibatasi hanya sampai 50%.  Alasan pelonggaran ini seperti diutarakan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, karena melihat protokol kesehatan di mal sudah berjalan baik, dan juga karena alasan ekonomi. Selain itu, ia melihat mobilitas masyarakat di mal juga jarang daripada di tingkat RT/RW, desa, atau kelurahan.

    Terakhir, aktivitas di tempat ibadah diizinkan dengan maksimal 50%. Kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Untuk kegiatan di fasilitas umum atau fasilitas sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

    Pembentukan Posko Penanganan Covid-19

    PPKM Mikro juga memberikan instruksi untuk membentuk posko penanganan Covid-19 yang berada di tingkat desa atau keluarahan. Posko ini berisikan berbagai unsur masyarakat, yaitu:

    • Ketua RT
    • Kepala Desa
    • Babinsa
    • Bhabinkamtibmas
    • Satpol PP
    • PKK
    • Dasawisma
    • Karang taruna
    • Tokoh masyarakat
    • Relawan

    Posko yang dibentuk ini bertugas melakukan pengendalian infeksi Covid-19 mulai dari sosialiasi, protokol kesehatan, penegakan dan pendataan pelanggaran protokol kesehatan hingga pelaporan perkembangan penanganan Covid-19 secara berjenjang ke level atas. Untuk biaya kebutuhan, desa dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja desa sedangkan kelurahan ditanggung APBD kabupaten/kota.

    Terdapat Zonasi Pengendalian Wilayah

    Terdapat penerapan zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT pada PPKM Mikro untuk dapat dengan mudah mengendalikan Covid-19. Kriteria zonasi dibagi menjadi zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah. Zona merah ditetapkan bila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif. Untuk zona ini terdapat PPKM tingkat RT yang mencakup pelacakan kontak erat, isolasi mandiri penutupan rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Selain itu, terdapat larangan berkerumun lebih dari 3 orang, pembatasan keluar masuk RT maksimal hingga jam 10 malam, dan kegitan sosial yang berpotensi menyebarkan virus harus ditiadakan.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Zona oranye diberlakukan jika terdapat 6-10 rumah dengan kasus konfirmasi positif falam 7 hari terakhir. Penanganan dilakukan dengan melacak kontak erat dan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, serta tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Zona kuning bila terdapat 1 hingga 5 rumah dengan kasus positif Covid-19 selama 7 hari terakhir diharuskan melakukan pelacakan kontak erat. Untuk zona hijau yang tidak ada sama sekali kasus aktif di tingkat RT, perlu dilakukan tes pada suspek secara aktif.

    Aturan Perjalanan Dalam Negeri dan Luar Negeri

    Untuk aturan perjalanan pada PPKM Mikro ini sebenarnya masih sama seperti pada aturan-aturan perjalanan sebelumnya, yaitu wajib melakukan PCR swab jika ke Bali dengan pesawat maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau tes antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk laut adalah adalah wajib PCR swab atau antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

    Begitu juga untuk perjalanan darat dari Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Akan ada tes antigen yang dilaksanakan secara acak oleh Satgas Covid-19. Selain itu, Satgas akan memberlakukan GeNose sebagai tambahan apabila diperlukan. GeNose ini juga diberlakukan bagi Sahabat Sehat yang melakukan perjalanan darat di Pulau Jawa dengan kereta api sebagai opsi selain PCR Swab atau tes antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Namun untuk libur panjang keagamaan wajib tes Covid-19 adalah maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Untuk perjalanan dari luar negeri akan tetap ada pemeriksaaan suhu tubuh dan validasi hasil tes PCR swab yang negatif, yang berlaku 3×24 jam sebelum keberangkatan di setiap pintu kedatangan. Kemudian ada tes ulang yang ditanggung pemerintah untuk WNI dan biaya sendiri untuk WNA. Jika positif akan diarahkan untuk dikarantina selama 5×24 jam. Bagi WNI yang tidak mampu dari segi ekonomi akan diisolasi di karantina khusus, dengan biaya ditanggung pemerintah. Namun, ada syaratnya, yaitu surat tanda tidak mampu sementara WNA dikarantina di rumah pribadi.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Itulah mengenai PPKM Mikro yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali untuk meminimalkan penularan Covid-19. Yuk, Sahabat Sehat, mari laksanakan dengan baik PPKM ini supaya Sahabat tidak tertular virus. Tetap terapkan 5M dan PHBS, tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 4 Poin Penting PPKM Mikro yang Dimulai Hari Ini, dari Jam Buka Restoran hingga Zonasi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/09/062700065/4-poin-penting-ppkm-mikro-yang-dimulai-hari-ini-dari-jam-buka-restoran?page=all
    2. Media K. PPKM Mikro di Jabodetabek : Sekolah Tetap Online, WFH Diperlonggar Jadi 50 Persen [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/09/07371891/ppkm-mikro-di-jabodetabek-sekolah-tetap-online-wfh-diperlonggar-jadi-50
    3. Adinda Putri C. PPKM Mikro Hari Ini, Berikut Zonasi dan Ketentuannya! [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210209084007-4-222030/ppkm-mikro-hari-ini-berikut-zonasi-dan-ketentuannya
    Read More
Chat Dokter 24 Jam