Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 61–70 of 110 results

  • Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari […]

    Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari Sandy.

    terapi mengurangi infeksi covid-19

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Sejauh ini, banyak orang mengetahui bahwa sambiloto adalah tanaman herbal yang mempunyai khasiat untuk membantu mengurangi gejala diare dan mencegah flu. Tanaman yang rasanya pahit ini juga akrab bagi penderita asam urat dan rematik. Potensi sambiloto untuk membantu tubuh melawan Covid-19 salah satu jalan pemanfaatan obat herbal di saat para ahli terus berupaya memproduksi obat-obatan dan vaksin untuk pencegahan. Covid-19 termasuk virus yang belum ada obatnya, sama seperti virus-virus yang sudah ada, yaitu flu, ebola, SARS, HIV, dan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Dalam jurnal ini, diungkap bahwa efek sambiloto dalam membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 adalah melalui kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh tanaman tersebut. Senyawa aktif yang dimaksud adalah Andrografolida berupa diterpenoid labdane. Disebut bahwa senyawa ini berpotensi memiliki bermacam kegunaan teurapetik termasuk untuk aktivitas antiinflamasi (mencegah peradangan) dan antiplatelet atau antitrombosit (mencegah kekentalan darah) beserta antineoplastik (mencegah keganasan).

    Produk Terkait: Jual Borobudur Sambiloto Kapsul

    Pada jurnal ini, penulis juga memberikan data-data beberapa tanaman obat yang ada, yaitu kedelai, pare, anggur hitam, jamur polypore, dan jarak pagar. Kelima tanaman ini diketahui juga mempunyai ekstrak-ekstrak yang dapat membantu melawan virus, seperti pare untuk influenza A. Kelima tanaman ini juga sudah diuji efektivitasnya melalui pengujian in-vitro dan in vivo.

    Cara Mendapatkan Senyawa Aktif dari Sambiloto

    Untuk mendapatkan senyawa aktif dari sambiloto berupa Andrographolide adalah dengan mengekstrak tanaman tersebut. Senyawa yang dihasilkan oleh sambiloto ini dapat diisolasi dan diproduksi dengan mudah. Berdasarkan penelitian, senyawa aktif ini berhasil merapat ke daerah utama inhibitor, zat kimia yang dapat menghambat atau memperlambat suatu reaksi kimia, protease Covid-19. Protease adalah enzim yang membentuk selubung protein untuk membentuk virus-virus baru. Skor ikatannya dengan penghambat protease ini adalah -3.094357 Kcal/mol, yang berarti menunjukkan ikatan yang besar jika dibandingkan dengan komponen sintetis.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapkan Jokowi untuk Covid-19

    Penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 juga merunut pada khasiatnya yang tertuang dalam banyak teks kuno karena berpotensi memiliki sifat antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antidiabetes. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa senyawa aktif sambiloto ini juga berpotensi menjadi antivirus bagi chikungunya dan herpes. Selain itu, sambiloto ternyata mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman-tanaman obat lainnya, yaitu:

    • Tidak menghambat metabolisme hati
    • Tidak menghentikan metabolisme teraupetik obat antimaag, antimalaria, dan antikejang
    • Tidak menghentikan metabolisme obat antihipersensitif
    • Tidak menghentikan oksidasi antisteroid

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sambiloto ini memiliki potensi untuk menjadi tanaman obat yang aman untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Jamu Herbal

    Penggunaan Tanaman Obat untuk Membantu Melawan Covid-19

    Semenjak Covid-19 melanda secara global, tanaman obat sudah mulai dilirik sebagai salah satu cara untuk membantu tubuh melawan virus tersebut. Obat-obat yang ada seperti klorokuin fosfat dan hidroklorokuin tidak disetujui oleh FDA untuk mengobati Covid-19 karena belum terbukti efektif dan memberikan efek samping yang berat untuk pasien dengan penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes. Tanaman obat diketahui mempunyai senyawa yang dapat mereduksi Covid-19. Beberapa tanaman diketahui mempunyai senyawa berupa emodin dan luteolin, yaitu lidah, buaya, kelembak, jati cina, seledri, brokoli, cabe hijau, dan jeruk purut. Akan tetapi, banyak penelitian mengenai tanaman obat masih belum terbukti secara ilmiah, sehingga penggunaannya pun harus hati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan dahulu kepada dokter.

    Baca Juga: 11 Brand Minuman Kesehatan Asli Indonesia yang Berkualitas

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai potensi penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi mengenai sambiloto dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nur Azhar, T., & Dwi Hari Sandy, J. (2020). Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi Sars CoV-2. Retrieved 25 January 2021
    2. Mediatama, G. (2021). Terkenal pahit, ini manfaat sambiloto sebagai obat herbal. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Retrieved 25 January 2021, from https://kesehatan.kontan.co.id/news/terkenal-pahit-ini-manfaat-sambiloto-sebagai-obat-herbal
    Read More
  • Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19. […]

    Hubungan Antara Covid-19 dan Disfungsi Ereksi

    Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19.

    covid-19 dan disfungsi ereksi

    Baca Juga: 10 Makanan Peningkat Stamina Pria

    Hal itu diduga karena Covid-19 melibatkan proses dasar terjadinya penyakit yang mirip dengan disfungsi ereksi, seperti proses peradangan, masalah hormonal, stres, kecemasan, depresi, dan disfungsi endotel, yaitu menyempitnya lapisan arteri kecil di saluran reproduksi. Seperti dikutip dari Cleveland Clinic ada tiga faktor penyebab disfungsi ereksi pada pria yang pernah terinfeksi Covid-19.

    Tiga Faktor Penyebab Disfungsi Ereksi Akibat Covid-19

    1. Efek vaskuler

    Efek ini berhubungan dengan organ vaskuler (pembuluh darah) seperti jantung. Keduanya saling berhubungan karena disfungsi ereksi diduga dapat mempredikasi penyakit jantung. Covid-19 disebut juga dapat menyebabkan hiperinflamsi di seluruh tubuh terutama di jantung dan otot di sekitarnya. Akibatnya, pasokan darah ke penis bisa tersumbat atau menyempit akibat kondisi vaskuler baru atau yang memburuk karena virus. Penyempitan dan peradangan vaskuler ini lah yang mungkin menyebabkan disfungsi ereksi.

    2. Efek psikologis

    Efek kedua adalah efek psikologis yang sangat begitu erat kaitannya dengan kesehatan mental. Stres, kecemasan, dan depresi yang disebabkan oleh virus dan pandemi dapat dikaitkan dengan disfungsi seksual dan suasana hati yang buruk.

    3. Penurunan kesehatan tubuh menyeluruh

    Efek ketiga adalah efek penurunan kesehatan secara menyeluruh. Bila seorang pria mengalami disfungsi ereksi, kemungkinan besar terdapat permasalahan kesehatan lain yang mendasarinya. Pria yang mempunyai kesehatan yang buruk berisiko besar terkena disfungsi ini, dan cukup reaktif terhadap Covid-19. Virus ini disebut menyebabkan banyak masalah kesehatan yang bisa berujung menjadi komplikasi.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

    Efek lainnya adalah fungsi penis dapat terganggu setelah terinfeksi Covid-19 namun belum bisa diketahui secara pasti apakah gangguan bersifat permanen, sementara, atau dapat mempengaruhi kesuburan. Selain gangguan pada penis, faktor lain penyebab disfungsi ereksi adalah usia.

    Apakah Permasalahan Ini Dapat Menjadi Long Covid atau Tidak?

    Kemudian timbul pertanyaan apakah ini dapat menjadi masalah yang berkepanjangan atau sebaliknya? Dilansir dari Prevention.com, dr. Amin Herati dari Brady Urological Institute dan John Hopkins University menyatakan bahwa masalah disfungsi ereksi ini bukan merupakan long-covid dan mungkin hanya masalah jangka pendek karena adanya pergantian hormon dan pembuluh darah yang utuh. Meski begitu, dr. Anthony Harris dari WorkCare, masih dilansir dari Prevention.com, menyatakan hal tersebut tidak bisa menjadi jaminan karena dari keadaan di lapangan ada yang mengalami selama 3 bulan, 6 bulan atau bahkan lebih lama. Sejauh ini belum ada penelitian yang cukup untuk hal ini.

    Vaksinasi Sebagai Pencegahan Optimal

    Dr. Harris menyarankan agar yang memiliki masalah disfungsi ereksi akibat Covid-19 sebaiknya segera juga divaksinasi untuk pencegahan infeksi optimal. Efek samping yang didapatkan sama dengan vaksin flu yang setiap tahun diberikan.

    Baca Juga: Masturbasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Itulah mengenai hubungan antara Covid-19 dan disfungsi ereksi yang ternyata bisa bisa berdampak pendek atau panjang. Penelitian mengenai hal ini masih terus dilakukan sehingga cara terbaik adalah melakukan vaksinasi. Nah, Sahabat Sehat, terutama para pria, supaya tidak terkena Covid-19 yang juga berdampak besar ke disfungsi ereksi, tetap patuhi perilaku 3M dan jalankan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Yes, COVID-19 Can Cause Erectile Dysfunction in Men [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/yes-covid-19-can-cause-erectile-dysfunction-in-men/
    2. (www.dw.com) D. COVID-19’s link to erectile dysfunction | DW | 08.12.2020 [Internet]. DW.COM. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.dw.com/en/covid-19s-link-to-erectile-dysfunction/a-55862989
    3. Sansone A, Mollaoli D, Ciocca G. Addressing male sexual and reproductive health in the wake of COVID-19 outbreak. NCBI [Internet]. 2020 [cited 22 January 2021];. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7355084/
    4. Why COVID-19 Might Lead to Erectile Dysfunction in Some People, According to Doctors [Internet]. Prevention. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.prevention.com/health/health-conditions/a34963722/erectile-dysfunction-covid-19-coronavirus/
    Read More
  • Kementerian Kesehatan banyak merevisi pedoman penanganan Covid-19 dan salah satunya adalah mengenai aktivitas di dalam ruangan yang tertutup. Protokol kesehatan harus tetap diwaspadai dan dipatuhi terutama untuk sarana hiburan “bioskop” yang beroperasi kembali di tengah pandemi Covid-19. Para pengusaha  bioskop yang tetap ingin usahanya berjalan diharapkan tidak melanggar peraturan protokol kesehatan dan tetap mematuhi peraturan dengan bijak dan sesuai. Baca […]

    Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Kementerian Kesehatan banyak merevisi pedoman penanganan Covid-19 dan salah satunya adalah mengenai aktivitas di dalam ruangan yang tertutup. Protokol kesehatan harus tetap diwaspadai dan dipatuhi terutama untuk sarana hiburan “bioskop” yang beroperasi kembali di tengah pandemi Covid-19. Para pengusaha  bioskop yang tetap ingin usahanya berjalan diharapkan tidak melanggar peraturan protokol kesehatan dan tetap mematuhi peraturan dengan bijak dan sesuai.

    protokol kesehatan di bioskop

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Tempat hiburan dan usaha daerah yang tetap berjalan diminta untuk selalu tetap mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 sudah melakukan kajian terkait penanganan Covid-19 untuk kembali beroperasinya bioskop atau sinema lainnya pada masa pandemi ini. Kajian yang telah dikaji dalam beberapa minggu ini, sudah mencakup aspek kesehatan masyarakat, ekonomi dan sosial, termasuk waktu operasional bioskop dimulai pukul 16:00 WIB sampai 23:00 WIB.

    Pemerintah DKI Jakarta mengizinkan beroperasinya bioskop selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa transisi dengan beberapa protokol kesehatan yang wajib diterapkan, berikut isi protokol kesehatan:

    1. Penonton wajib menggunakan protokol diri sendiri sebelum masuk ke bioskop, seperti: menggunakan masker, mencuci tangan/menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol dan tetap selalu menjaga jarak dengan penonton lainnya.
    2. Maksimal kapasitas penonton yang ada di dalam ruangan adalah 25% dan penonton dalam kondisi badan yang sehat, terutama tidak mengalami gejala demam, batuk, flu dan sesak napas.
    3. Pemesanan dan pembelian tiket hanya bisa diakses melalui daring dan memaksimalkan dengan metode pembayaran cashless(non-tunai), apabila diperlukan melakukan metode pembayaran  cash (tunai) segera untuk mencuci tangan/membersihkan dengan hand sanitizer setelah melakukan transaksi tunai.
    4. Petugas bioskop harus mengamati jarak bangku penonton dengan penonton lainnya, minimal jarak satu meter dan selalu mengamati langsung penonton upaya tetap mematuhi protokol kesehatan di dalam ruangan bioskop.
    5. Penonton juga dilarang untuk makan dan minum di dalam ruangan bioskop/area bioksop dan tetap menggunakan masker selama di dalam ruangan bioskop.
    6. Di dalam ruangan bioskop, penonton dilarang berpindah-pindah tempat/bangku, karena pengelola/petugas sudah mengatur jarak bangku upaya pencegahan Covid-19.
    7. Pembatasan waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk penayangan film tidak boleh lebih dari 2 jam di dalam ruangan.
    8. Petugas/pelayan bioskop wajib menggunakan faceshield, masker dan sarung tangan ketika bertugas/melayani pelanggan saat antrean dan transaksi. Tetap menjaga jarak dengan penonton saat bertugas.
    9. Mengatur jalur keluar dan masuknya penonton agar jalurnya dipisahkan selama pandemi Covid-19.
    10. Untuk pendataan diri penonton wajib mengisi nama penonton, nomer HP dan 6 digit angka NIK, maksimalkan untuk pendataan diri secara daring

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun Lawan Corona

    Protokol kesehatan untuk pengelola usaha juga harus sangat diperhatikan kelayakan kebersihan tempat bioskop dalam masa pandemi Covid-19 guna pencegahan dan penanganan virus Covid-19. Beberapa protokol kesehatan yang wajib diterapkan di dalam bioskop yaitu:

    1. Menerapkan prosedur kebersihan tangan dengan menyediakan fasilitas/sarana mencuci tangan dengan sabun ditempat-tempat strategis atau menyediakan pembersih tangan berbasis alkohol di setiap titik area akses.
    2. Menerapkan prosedur kebersihan di dalam ruangan bioskop sebelum dan sesudah penayangan film dengan menyemprotkan cairan disinfektan dan membersihkan titik-titik detailnya, seperti tangan bangku bioskop dan daerah rawan sentuh penonton.
    3. Menerapkan prosedur kebersihan dengan cairan disinfektan di area bioskop seperti toilet dan tempat menunggu, dilakukan sebelum dan sesudah beroperasinya bioskop.
    4. Gunakan Vacum Cleaneruntuk membersihkan bangku-bangku bioskop dari macam-macam bakteri, kuman dan virus.
    5. Memaksimalkan penggunaan tempat sampah yang tertutup sangat rapat dan tidak ada sela udara, karena di dalam area bioskop memiliki suhu dingin dan memudahkan virus untuk terpapar melalui udara.
    6. Pelayanan makanan dalam bentuk prasmanan sangat dilarang untuk bioskop dalam masa pandemi Covid-19, karena akan mudah sekali terpapar dan terinfeksi virus.
    7. Perhatikan kelembapan udara dan ventilasi udara di dalam ruangan bioskop.
    8. Gunakan UV-C pada saluran AHU (Air Handling Unit) saat menyemprotkan disinfektan di dalam ruangan bioskop, upaya ruangan steril dari bakteri, kuman, serta virus.

    Bioskop yang beroperasi kembali mempunyai peraturan penerapan Physical Distancing dan jam operasional bioskop tergantung dengan Instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah masing-masing, sehingga pemerintah bersikap tegas dalam memberikan pengawasan dan pembinaan protokol kesehatan secara menyeluruh. Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 membantah peraturan yang menyebutkan saat berlangsungnya penayangan film diwajibkan jeda setiap 30 menit untuk menghirup udara segar, padahal hal tersebut tidak tertuang di dalam peraturan dan protokol beroperasinya bioskop kembali.

    Baca Juga: Stres dan Panik Justru Turunkan Imun Tubuh

    Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Daerah sangat mengharapkan kerja sama dari semua pihak terutama pengusaha yang tetap berjalan dan masyarakat yang menikmati tempat hiburan ini agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan sangat baik untuk mencegah penularan Covid-19.

    Itulah mengenai protokol kesehatan di bioskop. Buat Sahabat Sehat yang ingin menonton dengan aman bisa untuk deteksi dini tes Covid-19 terlebih dahulu di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Covid-19 S. Ingat Protokol ini Saat Nonton di Bioskop [Internet]. hiburan. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20201022155653-225-561610/ingat-protokol-ini-saat-nonton-di-bioskop
    2. Nurul M. Cegah Virus Covid-19, Cinema XXI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Seluruh Bioskop [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/showbiz/read/4437312/cegah-virus-covid-19-cinema-xxi-lakukan-penyemprotan-disinfektan-di-seluruh-bioskop
    3. Sinulingga B. Mulai Beroperasi, Ini Aturan Protokol Kesehatan di Bioskop Kota Bekasi [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4394330/mulai-beroperasi-ini-aturan-protokol-kesehatan-di-bioskop-kota-bekasi
    4. Media K. Bioskop CGV Jakarta Kembali Beroperasi, Berikut Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/hype/read/2020/10/21/122019366/bioskop-cgv-jakarta-kembali-beroperasi-berikut-protokol-kesehatan-yang?page=all
    5. Protokol Kesehatan Saat Nonton di Bioskop Menurut BNPB – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://tirto.id/protokol-kesehatan-saat-nonton-di-bioskop-menurut-bnpb-f221
    Read More
  • Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19. Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi? Protokol kesehatan yang wajib diterapkan di perkantoran atau tempat kerja ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor 1363 tahun 2020 tentang “Protokol […]

    Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19.

    pencegahan dan penanganan covid-19 di tempat kerja

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Protokol kesehatan yang wajib diterapkan di perkantoran atau tempat kerja ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor 1363 tahun 2020 tentang “Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Perkantoran atau Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif”. SK ini adalah turunan dari peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk stabilitas ekonomi masyarakat semua perkantoran wajib menerapkan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan dengan bijak oleh pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengendalikan Laju Covid-19 di Lingkungan Kantor

    Lalu apa saja protokol yang wajib diterapkan di tempat kerja? Berikut rinciannya

    1. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh normal 36,1 derajat Celcius – 37,2 derajat Celcius untuk orang dewasa, di setiap pintu masuk/titik area perkantoran dan perhatikan kondisi badan untuk umum pekerja/tamu
    2. Menyediakan fasilitas/sarana untuk mencuci tangan dan pembersih tangan yang berbasis alkohol di tempat-tempat strategis, seperti pintu masuk, meja lobby utama, area menunggu lift, meja kerja, area tombol absensi, dan akses lainnya.
    3. Pastikan area tempat bekerja selalu dibersihkan secara berkala menggunakan disinfektan dengan sangat detail, karena virus akan bersarang ditempat yang sering disentuh seperti : gagang pintu, meja kerja, tombol lift, tombol absen, gagang tangga dan area besar lainnya untuk perlu disemprotkan disinfektan.
    4. Meminimalkanpenggunaan ruang lebih dan maksimalkan untuk bekerja secara virtual.
    5. Perhatikan sirkulasi keluar masuknya udara dan sinar matahari dalam ruang kerja, karena siapapun bisa terinfeksi melalui udara.
    6. Setiap pekerja diiimbau untuk menggunakan akses/kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan ke
    7. Pihak perusahaan wajib memberikan surat perintah tugas/dinas untuk diperlukan hadir ke tempat kerja.
    8. Pimpinan tempat kerja wajib selalu memperhatikan imbauan atau informasi mengenai Covid-19 dan menginformasikannya kepada seluruh pekerja melalui media.
    9. Wajib menyediakan tisu dan masker untuk pekerja, dan pekerja yang mengalami gejala flu, batuk dan sesak nafas untuk dipisahkan di area kerja tersendiri dan segera diistirahatkan di rumah. bersihkan area kerja sementara yang sudah terkontaminasi dengan diisnfektan
    10. Memberikan arahan dan edukasi kepada pekerja untuk tetap menjaga protokol kesehatan diri sendiri dan selalu menjaga kebersihan
    11. Memberikan perhatian atau peringatan tentang menjaga kebersihan dan terapkan Protokol Kesehatan di media dan tempat strategis, seperti : Poster dan Digital Media di area kantor
    12. Membuat hierarki untuk mencegah penularan Covid-19, seperti :
    • Membatasi jumlah pekerja yang hadir ke kantor maksimal 50% dari semua pekerja
    • Menyesuaikan jam kerja, shift kerja, hari kerja dan sistem kerja virtual untuk beradaptasi dengan pandemi Covid-19
    • Memasang pembatas pekerja seperti : Physical Distancingdi area kerja agar mempunyai jarak dan tidak kontak langsung dengan pekerja lainnya
    • Menghimbau pekerja untuk membawa alat pribadi masing-masing dan tidak campur dengan yang lainnya, seperti : mukena, alat makan, botol minum dan lainnya
    1. Memberikan kebijakan kepada pekerja yang memiliki riwayat perjalanan dari luar kota, memiliki riwayat pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, dan mengalami gejala flu, batuk, demam, dan sesak nafas untuk beristirahat di rumah saja atau bekerja dari rumah
    2. Tidak boleh melakukan pemutusan hubungan kerja dan tetap memberikan hak-hak kepada pekerja yang sedang isolasi mandiri
    3. Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 wajib memantau atau mengamati seluruh pekerja yang memiliki gejala Covid-19 dengan segera memberi peringatan untuk Swab Test (memerikasakan diri) di pelayanan kesehatan terdekat
    4. Setiap pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit dan mengalami gejala seperti demam, flu, batuk dan sesak nafas wajib melaporkan ke Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3, guna untuk dipantau lebih detail apakah pekerja termasuk kedalam kriteria ODP (Orang Dalam Pemantauan) / PDP (Pasien Dalam Pengawasan), kasus probable
    5. Apabila Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerja masuk dalam kriteria ODP, PDP, kasus probabledan bahkan positif Covid-19. Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 harus segera berkoordinasi dengan puskesmas atau pelayanan kesehatan untuk segera diatasi dan dirujuk ke Rumah Sakit
    6. Jika Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerjanya positif Covid-19, ODP, PDP, kasus Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 wajib mengidentifikasi kontak dengan orang-orang yang mempunyai riwayat berinteraksi langsung dengan pekerja yang terinfeksi, dan diwajibkan untuk bekerja dari rumah dan isolasi mandiri.
    7. Untuk perusahaan yang menyediakan fasilitas/layanan umum diharapkan untuk memperketat penggunaan protokol kesehatan diri sendiri dan memperketat kebersihan untuk fasilitas/layananannya.

    Peraturan yang dibuat sudah disahkan, dan perusahaan wajib mengikuti peraturan tersebut. Apabila perusahaan kurang mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dan banyak sekali pekerja yang terinfeksi virus Covid-19. Konsekuensinya perusahaan tersebut ditutup karena target pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan memulihkan perekonomian Indonesia sudah terancam gagal.

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, mengusulkan secara langsung seharusnya pemerintah melaksanakan intervensi langsung, seperti petugas pengawas dan mediator ketenagakerjaan memantau protokol kesehatan secara ketat di setiap perusahaan untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan langsung.

    Produk Terkait: Pemantauan Kesehatan

    Selain itu, Timboel mengusulkan pemerintah untuk membantu perusahaan yang mengalami kesulitan finansial dengan memberikan fasilitas alat pengaman diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya untuk penerepan protokol kesehatan secara detail. BPJS Ketenagakerjaan pun memberikan fasilitas hal seperti program manfaat layanan tambahan (MLT) dan program JHT yang sudah berjalan.

    Baca Juga: Perhatikan Cara Gunakan APD yang Benar

    Itulah mengenai protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 di tempat kerja yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat ingin mencegah mendeteksi Covid-19 Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5f10497477953/penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-kerja-butuh-intervensi-pemerintah?
    2. [Internet]. Covid19.kemkes.go.id. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/download/SE_protokol_pencegahan_Covid-19_di_tempat_kerja.pdf
    3. Media K. 24 Protokol Pencegahan Covid-19 di Perkantoran, Perusahaan Wajib Bentuk Gugus Tugas [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/08/15175061/24-protokol-pencegahan-covid-19-di-perkantoran-perusahaan-wajib-bentuk
    4. Media K. Berapa Sebenarnya Suhu Tubuh Normal Manusia? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/10/151933120/berapa-sebenarnya-suhu-tubuh-normal-manusia?page=all
    Read More
  • Jumlah tes Covid-19 di Indonesia akhirnya melampaui target yang ditetapkan WHO. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, di Grha BNP pada Selasa, 19 Januari 2021. Untuk perinciannya, ia menyebutkan, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan mencapai 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%. Baca […]

    Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Lampaui Target WHO

    Jumlah tes Covid-19 di Indonesia akhirnya melampaui target yang ditetapkan WHO. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, di Grha BNP pada Selasa, 19 Januari 2021. Untuk perinciannya, ia menyebutkan, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan mencapai 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%.

    tes covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Tanpa Gejala

    Lampauan jumlah ini tentu saja merupakan hal yang cukup baik bagi Indonesia yang sudah dilanda pandemi selama 10 bulan. Namun jumlah yang cukup baik itu ternyata juga berimbas pada meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Perlu diketahui, penambahan harian jumlah pengidap virus konsisten di angka 9-10.000 bahkan mencapai rekor tertinggi hingga 14.000 kasus.

    Tes Masih Tidak Merata

    Dalam kesempatan yang sama, Profesor Wiku juga menyatakan bahwa tes Covid-19 massal di Indonesia masih memiliki masalah karena tidak merata di seluruh wilayah. Ia menyebut masih banyak daerah yang belum memenuhi standar jumlah tes WHO. Karena itu, ia meminta para pemerintah daerah untuk serius menerapkan acuan WHO. Profesor Wiku juga meminta pemda agar meningkatkan upaya penelusuran kontak (tracing) yang disebut sebagai kunci kesuksesan penanganan Covid-19.

    Baca Juga: Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Antisipasi Covid-19 di Tempat Pengungsian Akibat Bencana Alam

    Serentetan bencana alam yang terjadi pada Januari ini juga menjadi perhatian Satgas Covid-19. Dimulai dari gempa bumi di Sulawesi Barat, longsor di Sumedang hingga terakhir banjir bandang di Puncak, Bogor. Total ada 154 bencana alam sejak tahun 2021 dimulai. BNPB sebagai badan yang bertanggung jawab langsung terhadap bencana alam di Indonesia, mencatat sudah 140 orang menjadi korban jiwa dan 776 lainnya luka-luka.

    Adanya bencana alam ini tentu saja akan mengakibatkan banyak arus pengungsian ke tempat-tempat yang aman dari bencana, yang tentu saja akan menimbulkan banyak kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19 secara langsung. Karena itu, Satgas Covid-19 menekankan antisipasi pada daerah-daerah dengan tingkat penularan tinggi seperti yang masuk pada zona merah dan kuning.

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Satgas Covid-19 juga meminta kepada para relawan dan petugas untuk tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan saat di daerah bencana supaya tidak jatuh sakit atau tertular Covid-19. Agar tidak terjadi penularan virus di tempat bencana BNPB berencana menggelar rapid swab antigen massal kepada para pengungsi supaya bisa dengan cepat diketahui positif atau tidak Covid-19.

    Demikianlah mengenai jumlah tes Covid-19 di Indonesia yang akhirnya melampaui standar yang ditetapkan WHO. Jumlah yang melampaui tersebut sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta. Bahkan sebelumnya epidemiolog Dicky Budiman menyebutkan bahwa idealnya Indonesia harus melakukan testing 200-300.000 orang per hari. Meski begitu, Sahabat jangan lantas langsung bergembira karena ternyata masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu terus meningkatnya jumlah pengidap Covid-19 di Indonesia.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Yuk, Sahabat tetap terapkan 3M dan jalankan PHBS. Jangan lupa juga untuk melakukan deteksi dini Covid-19  di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Akhirnya Jumlah Tes COVID-19 RI Lampaui Standar WHO [Internet]. kumparan. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/akhirnya-jumlah-tes-covid-19-ri-lampaui-standar-who-1v0ekn4Wn0K
    2. Indonesia C. Satgas Sebut Tes Covid Indonesia Lampaui WHO tapi Tak Merata [Internet]. nasional. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210119200927-20-595870/satgas-sebut-tes-covid-indonesia-lampaui-who-tapi-tak-merata
    3. Indonesia C. Epidemiolog Sebut Testing Ideal di RI 200-300 Ribu Per Hari [Internet]. nasional. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210118195924-20-595337/epidemiolog-sebut-testing-ideal-di-ri-200-300-ribu-per-hari
    Read More
  • Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi. Baca Juga: Inilah […]

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi.

    cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Berdasarkan penuturan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, hipertensi adalah penyakit katastropik yang tidak dapat disembuhkan melainkan dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Jika pencegahan dan pengendalian tidak dapat dilakukan, hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya kasus hipertensi baru yang dampaknya cukup besar.

    Penyebab Penderita Hipertensi Mudah Terkena Covid-19

    Lalu mengapa penderita hipertensi mudah terkena Covid-19? Hal ini disebabkan penyakit darah tinggi umumnya berkaitan dengan faktor usia lanjut dan komplikasi masalah kesehatan lainnya. Selain itu, karena pada beberapa pasien hipertensi telah mengalami perburukan beberapa organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Pada umumnya tidak ada gejala khas tertentu yang ditunjukkan karena memang pada dasarnya penyakit tekanan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang tidak bergejala. Orang yang memiliki hipertensi akan merasa sakit apabila tekanan darah sistoliknya sudah lebih dari 180 mmHg, biasanya ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala yang menjalar ke tengkuk belakang, atau bahkan ada yang mengarah ke gejala stroke, sehingga bisa tertutupi dengan gejala Covid-19 itu sendiri.

    Baca Juga: Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19 

    Lalu Bagaimana Cara Penanganannya?

    Kementerian Kesehatan sendiri sudah membuat kebijakan-kebijakan untuk menangani kasus hipertensi ini, yaitu:

    • Mengembangkan dan memperkuat kegiatan deteksi dini hipertensi secara aktif (skrining)
    • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan deteksi dini melalui kegiatan posbindu PTM
    • Meningkatkan akses penderita terhadap pengobatan hipertensi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan, baik secara online maupun offline, yang berkaitan dengan situasi pada masa pandemi Covid-19

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Berikut ini adalah cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19, yaitu:

    Ikuti rencana pengobatan untuk hipertensi

    Hal pertama adalah konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang biasa merawat Sahabat mengenai rencana perawatan hipertensi selama pandemi. Penggunaan obat-obatan jangka panjang sangat disarankan untuk dapat mengurangi keparahan Covid-19 dan meningkatkan kelangsungan hidup. Lakukan pengobatan antihipertensi rutin untuk mencegah kunjungan ke rumah sakit yang berisiko terpapar virus. Perbanyaklah persediaan obat-obatan penting di rumah untuk mengobati penyakit ringan.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Lakukan tindakan pencegahan dan keamanan COVID-19

    Tetap di rumah dan batasi kontak dengan orang lain sebisa mungkin dengan menghindari keramaian dan siapa pun yang sedang sakit. Selalu kenakan masker saat pergi keluar, dan jaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain. Sering-seringlah mencuci tangan dengan air hangat dan sabun setidaknya selama 20 detik atau gunakan pembersih berbasis alkohol. Disinfeksilah permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu dan meja dapur.

    Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung

    Diet jantung yang sehat dapat menyembuhkan dan mengubah tubuh Sahabat. Pola makan yang menyehatkan jantung mengandung banyak lemak baik dan kalium, bersama dengan natrium (garam) dan lemak jahat dalam jumlah rendah. Pola makan DASH atau diet Mediterania yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian adalah contoh pola makan yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi makanan dengan pola diet Mediterania bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30%. Karena, makanan yang dianjurkan dalam diet tersebut kaya akan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan, rendah daging merah atau olahan, sehingga baik untuk dikonsumsi pasien dengan hipertensi.

    Selain itu, ubahlah pola makan sebagai berikut:

    • Meningkatkan asupan serat larut dari makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan gandum.
    • Menghilangkan lemak trans buatan yang ditemukan dalam makanan olahan dan kemasan, seperti yang terkandung dalam kue kering.
    • Mengonsumsi gula, bersama dengan vitamin dan mineral yang ditemukan secara alami pada buah-buahan.
    • Mengonsumsi lemak baik atau tak jenuh yang terdapat pada makanan, seperti kacang-kacangan, zaitun, alpukat, dan ikan.

    Berolahragalah secara teratur

    Olahraga teratur membantu Sahabat menjaga berat badan yang sehat, membakar lemak tubuh, menurunkan tekanan darah dan gula darah. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hipertensi dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Kehilangan 5-10% berat badan Sahabat berdampak signifikan pada kesehatan. Jika Sahabat belum pernah berolahraga lebih awal, mulailah perlahan sampai Sahabat membangun rutinitas dan stamina. Usahakan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 2-3 kali seminggu. Diskusikan dengan dokter sebelum memulai rutinitas kebugaran baru.

    Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

    Hilangkan kebiasaan merokok karena dapat meningkatkan tekanan darah, merusak lapisan arteri, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah kalori ekstra, dan menyebabkan kenaikan berat badan. Pria seharusnya tidak lebih dari dua minuman, dan wanita harus membatasi asupan alkohol mereka menjadi satu minuman per hari.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Demikianlah mengenai cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19. Semoga cara-cara ini dapat membantu Sahabat yang sedang terkena penyakit tersebut atau teman dan kerabat yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat menginginkan informasi lanjutan mengenai hipertensi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201013/5535336/132-persen-pasien-covid-19-meninggal-memiliki-penyakit-hipertensi/
    2. Media K. Tekanan Darah Tinggi Memperburuk Covid-19, Ini Alasannya! [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/14/182556020/tekanan-darah-tinggi-memperburuk-covid-19-ini-alasannya
    3. Maarif N. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini
    4. Hipertensi dan Penanganannya – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/hipertensi-dan-penanganannya
    5. 5 Tips to Manage Your High Blood Pressure During COVID-19 | Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice [Internet]. Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice | Los Gatos Family Physician | Primary Care Clinic & Family Doctor in Los Gatos, Campbell & Saratgoa CA. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.losgatosdoc.com/2020/09/28/5-tips-to-manage-your-high-blood-pressure-during-covid-19/
    Read More
  • Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden. […]

    Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

    Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

    solusi Menkes atasi keterbatasan rumah sakit

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Salah satu solusi yang dikemukakan Menkes adalah meminta kepada orang-orang yang memiliki hasil positif Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini supaya rumah sakit tidak menjadi begitu penuh oleh karena banyaknya pasien Covid-19 yang tentu saja akan berakibat pada kemampuan para tenaga kesehatan.

    Namun apabila rumah yang dijadikan sebagai isolasi mandiri itu tidak memungkinkan keadaannya, misalnya sesak dan sempit, Menkes menyarankan kepada setiap gubernur provinsi untuk membuat tempat-tempat isolasi mandiri seperti Wisma Atlet, Asrama Haji, dan lain sebagainya untuk mengakomodasi. Perlu diketahui bahwa ketersediaan rumah sakit cukup meningkat terutama di DKI Jakarta (84,74%), Banten (84,52%), DI Yogyakarta (83,36%), Jawa Barat (79,77%), Sulawesi Barat (79,31%), Jawa Timur (78,41%), Jawa Tengah (76,27%), Sulawesi Selatan (72,40%), dan Sulawesi Tengah (70,59%).

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Selain perlunya isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tidak bergejala, Menkes juga mengimbau dan meminta semua direktur utama dan pemilik rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur khusus pasien Covid-19 menjadi 30 hingga 40%. Hal ini untuk mengatasi permasalahan pada rumah sakit yang hanya menyediakan tempat tidur sekitar 10% dari jumlah yang ada, yang berakibat banyak pasien Covid-19 yang tidak bisa masuk. Padahal jumlah kasus Covid-19 sendiri per 10 Januari adalah 120.000 kasus aktif.

    Menkes juga menyoroti pada kekurangan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 sehingga ia menganjurkan untuk melakukan relaksasi aturan bagi perawat yang belum memiliki STR boleh langsung bekerja sebanyak 10.000 orang. Selain perawat, Menkes juga akan berkoordinasi dengan IDI untuk menyediakan para dokter di kisaran angka 3.000-4.000 orang. Hal ini cukup darurat untuk mengatasi kekurangan dan keletihan para tenaga medis. Yang tidak kalah penting adalah Menkes akan menyiapkan tambahan obat dan fasilitas serta meminta rumah sakit yang memiliki anggaran sendiri dan pemerintah daerah juga untuk menyiapkannya. Mengenai kekurangan, hal itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

    Di akhir pemaparan solusi Menkes meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan 3M dan PHBS, serta menghormati para tenaga kesehatan yang berjuang agar kasus-kasus Covid-19 tidak terus-menerus meningkat.

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Demikian mengenai solusi yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi keterbatasan kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat pasca liburan. Yuk, bagi Sahabat Sehat yang memang dinyatakan positif namun tanpa gejala agar sebaiknya menjalankan solusi yang dipaparkan Menkes untuk isolasi mandiri. Ketika melakukan isolasi mandiri, Sahabat pun bisa memanfaatkan konsultasi online atau telemedicine dengan para dokter mengenai gejala yang dialami; mengarah pada Covid atau tidak sama sekali. Untuk konsultasi online ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Solusi Menkes Budi Gunadi Atasi ‘Robohnya’ Tenaga Kesehatan Indonesia Akibat Covid-19 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/solusi-menkes-budi-gunadi-atasi-robohnya-tenaga-kesehatan-indonesia-akibat-covid-19.html
    2. News T. Ini Solusi Menteri Kesehatan Hadapi Lonjakan Covid-19 [Internet]. TAGAR. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.tagar.id/ini-solusi-menteri-kesehatan-hadapi-lonjakan-covid19
    3. Rakyat P. Menkes Budi Sampaikan Solusi Tangani Keterbatasan Rumah Sakit guna Menyediakan Kamar Pasien Covid-19 – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011255750/menkes-budi-sampaikan-solusi-tangani-keterbatasan-rumah-sakit-guna-menyediakan-kamar-pasien-covid-19
    Read More
  • Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu […]

    Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama dan membuang-buang waktu?

    metode tes covid-19, metode tes covid-19 5 menit, tes covid-19 5 menit

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Peneliti di Inggris, mengemukakan penelitian mengenai metode tes Covid-19 yang cepat yang merupak terobosan pertama di dunia. Metode tes ini setara dengan metode standar emas pemeriksaan Covid-19, yaitu swab PCR. Tentunya hal ini dapat membantu untuk mengetahui hasilnya dengan cepat dan membuat semua orang dapat beraktivitas kembali secara normal tanpa rasa takut.

    Hasil tes laboratorium dan analisis menunjukkan teknologi yang dikembangkan ini dapat mendeteksi virus dalam sampel RNA hanya dalam dua menit. Dalam beberapa minggu depan teknologi ini akan digunakan untuk menguji ribuan sampel yang selanjutnya akan digunakan pada masyarakat untuk mendeteksi oang yang terinfeksi. Teknologi yang dikembangkan ini juga dapat digunakan untuk menguji virus lain dengan cepat seperti flu, Ebola, dan bahkan kanker.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Cara kerja tes Covid-19 5 menit ini adalah dengan meludah ke dalam tabung berisi substansi kimia khusus di dalamnya kemudian tabung akan ditutup dan dimasukkan ke dalam mesin uji portable. Kemudian selanjutnya tinggal menekan sebuah tombol dan dalam dua menit atau lebih lalu mesin akan berbunyi seperti microwave dan hasilnya pun kelua. Proses yang sama dapat digunakan dengan swab, sampel darah, urine atau feses yang punya RNA di dalamnya.

    Tes ini juga terbilang praktis karena tidak memerlukan sampel untuk diolah pada suhu yang lebih tinggi, dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium standar sehingga mudah diterapkan di masyarakat. Kotak pemrosesan yang ada untuk tes Covid lainnya juga dapat digunakan kembali. Hingga berita ini diturunkan tes ini sedang diajukan tim Universitas Birmingham sendiri untuk penggunaannya.

    Tes Covid-19 5 Menit Lainnya

    Selain tes yang dikembangkan oleh Universitas Birmingham, sebelumnya juga ada tes serupa yang dikembangkan oleh Universitas Ilinois, Amerika Serikat. Tes ini berupa penggunaan sensor elektrokimia berbasis kertas yang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam waktu kurang dari lima menit. Keberadaan tes menggunakan sensor ini tentu saja untuk mengatasi kendala pada tes-tes Covid-19 yang sudah ada seperti PCR swab seperti penyelesaian pengujian, kebutuhan akan personel khusus, ketersediaan peralatan untuk reagen, dan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil tesnya.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Sensor yang dikembangkan berbasis graphene dan mempunyai biaya produksi yang rendah, dan perputaran deteksi yang cepat dengan pengaturan pembacaan listrik untuk mendeteksi keberadaan materi genetik SARS-CoV-2 secara selektif. Dalam sensor berbasis kertas ini terdapat dua komponen, yaitu platform untuk mengukur pembacaan listrik dan probe untuk mendeteksi keberadaan RNA virus.

    Cara kerja menggunakan sensor ini adalah dengan menggunakan sampel positif dan negatif Covid-19. Sensor tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam tegangan sampel positif jika dibandingkan dengan sampel negatif. Selain itu, sensor ini untuk memastikan adanya materi genetik virus dalam waktu kurang dari lima menit. Platform ini juga praktis karena bersifat portabel dan biayanya rendah serta dapat diintegrasikan dengan smartphone melalui Bluetooth atau WIFI. Tidak hanya di fasilitas kesehatan saja sensor berbasis kertas ini juga bisa digunakan di kantor atau rumah. Sensor ini juga diusahakan untuk bisa mendeteksi penyakit selain Covid-19 ke depannya.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah mengenai tes Covid-19 yang bisa diketahui hasilnya dalam waktu 5 menit sehingga membuat yang dites tidak perlu harap-harap cemas dalam waktu lama dan bisa membantu pemerintah dengan cepat mendeteksi pengidap virus tersebut termasuk di Indonesia. Untuk saat ini, Sahabat bisa menggunakan metode tes yang cepat namun akurat mendekati PCR swab dengan harga terjangkau, yaitu rapid swab antigen. Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Peneliti Inggris Temukan Tes Covid-19 yang Bisa Memberi Hasil dalam Lima Menit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/06/220953270/peneliti-inggris-temukan-tes-covid-19-yang-bisa-memberi-hasil-dalam-lima?page=all
    2. Hidayat M. Sensor Berbasis Kertas untuk Deteksi Covid-19 Kurang dari 5 Menit [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/4429315/sensor-berbasis-kertas-untuk-deteksi-covid-19-kurang-dari-5-menit
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Oxford University Develops 5-Minute COVID-19 Test [Internet]. WebMD. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/news/20201018/oxford-university-develops-5-minute-covid-19-test
    Read More
  • Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan. Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19 Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya […]

    Mengenal Disease X, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19

    Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan.

    disease x, penyakit x, pandemi disease x

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya muncul ke permukaan pada akhir 2019 dan berkembang di sepanjang 2020 hingga menyebabkan banyak krisis kesehatan dan ekonomi. Selain Covid-19, penyakit X yang juga sudah muncul adalah adalah SARS dan Ebola. Bersama dengan Covid, mereka adalah selusin patogen yang mematikan. Hal ini yang membuat WHO menjadikannya sebagai prioritas utama penelitian karena berpotensi meyebabkan pandemi.

    Penyakit X disebut sedang dalam tahap proses memunculkan diri di saat banyak negara sedang memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara luas. Diketahui bahwa penyakit ini muncul di salah satu negara di Afrika, Republik Demokratik Kongo. Kemunculan inilah yang banyak membuat negara lain menjadi waspada termasuk Rusia yang dikabarkan tengah memantau situasi setelah adanya laporan tersebut. Otoritas Kesehatan Rusia juga masih berasumsi bahwa adanya penyakit dari Kongo itu karena sifat alami virus sehubungan dengan masih terbatasnya informasi soal penyakit misterius ini.

    Gejala-gejala Apa Saja yang Ditimbulkan?

    Berdasarkan sebuah laporan gejala-gejala yan baru diketahui hingga hari ini adalah demam berdarah seperti yang dialami oleh seorang pasien wanita di Ingende, sebuah kota di Republik Demokratik Kongo. Awalnya gejala itu dianggap sebagai gejala terkena Ebola. Namun, saat dites hasil yang ditunjukkan malah negatif begitu juga saat dites virus yang lain. Wanita tersebut pada akhirnya sembuh tetapi dokter tidak dapat memastikan asal penyakit yang gejala lainnya juga tampak seperti infeksi Ebola.

    Mengapa Disease X Bisa Muncul?

    Kemunculan penyakit X adalah sebuah fenomena yang berulang, dan timbul ketika ada pengabaian yang sudah berulang kali dilakukan sejak ribuan tahun silam. Ketika SARS dan Ebola muncul sebagai wabah besar dunia bergegas untuk segera mengumpulkan sumber daya untuk perlahan menghilangkannya. Namun, ketika wabah mereba, dukungan segera dihentikan. Selain itu, fokus global pada pandemi Covid-19 tanpa disadari telah mengalihkan sumber daya dari beberapa bidang penelitian untuk mencegah pandemi berikutnya.

    Baca Juga: Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegahnya?

    Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya mengenai wabah yang sudah sering terjadi dalam sejarah umat manusia, para ahli meyarankan warga supaya memperketat larangan makanan yang dikonsumsi dari hewan liar, menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS untuk mencegah Disease X menjadi pandemi baru. Hal Ini karena beberapa penyakit yang mewabah seperti Covid-19, Ebola, dan AIDS diketahui muncul dari virus yang ada pada hewan ke manusia. Oleh karena itu pemerintah menyarankan untuk memperketat konsumsi hewan di masyarakat, baik yang berupa ternak dan non-ternak. Di Indonesia ada beberapa etnis tertentu yang mengonsumsi hewan liar. Selain hewan liar atau non-ternak, monitor juga diperlukan pada hewan ternak yang juga berpotensi memunculkan virus akibat lalainya regulator dalam pengawasan. Dalam banyak kasus banyak peternak yang menjual langsung hewannya untuk kebutuhan Idul Adha tanpa verifikasi.

    Sedangkan untuk PHBS, kegiatan  tidak sebatas pada cuci tangan tetapi juga mencakup pada peningkatan daya tahan tubuh, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Pemerintah disarankan dalam hal ini untuk segera membuat sistem-sistem seperti penyediaan fasilitas, teknis penelitian, dan anggaran yang dapat mendorong ilmuwan meneliti virus terbaru.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Demikian mengenai Disease X yang diramalkan dapat menjadi pandemi baru setelah Covid-19 namun masih belum banyak informasi yang didapatkan sejauh ini. Bagaimana pun pencegahan adalah cara yang terbaik seperti yang sudah-sudah dilakukan pada wabah-wabah sebelumnya. Karena itu, Sahabat Sehat konsumsilah makanan dan minuman yang benar-benar higienis serta menerapkan PHBS. Apabila Sahabat memerlukan informasi mengenai pencegahan penyakit menular dengan makanan sehat dan PHBS, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Apa Itu Disease X, Pandemi yang Akan Muncul di Masa Depan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/04/080000723/apa-itu-disease-x-pandemi-yang-akan-muncul-di-masa-depan-?page=all
    2. K N. Disease X Berpotensi Jadi Pandemi, Para Ilmuwan Waspadai Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5321167/disease-x-berpotensi-jadi-pandemi-para-ilmuwan-waspadai-gejala-ini
    3. Indonesia C. Ahli Ungkap Cara Tak Tertular Disease X Agar Tak Jadi Pandemi [Internet]. teknologi. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210104094656-199-589095/ahli-ungkap-cara-tak-tertular-disease-x-agar-tak-jadi-pandemi
    4. Iserson K. The Next Pandemic: Prepare for “Disease X”. Western Journal of Emergency Medicine. 2020;21(4).
    5. Simpson S, Kaufmann M, Glozman V, Chakrabarti A. Disease X: accelerating the development of medical countermeasures for the next pandemic. The Lancet Infectious Diseases. 2020;20(5):e108-e115.
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah […]

    Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus, pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, membuat berbagai langkah-langkah kebijakan termasuk protokol-protokol kesehatan yang disarankan WHO ataupun karantina wilayah (lockdown) dengan pembatasan berbagai macam jenis aktivitas. Namun sampai saat ini, hal-hal tersebut belumlah terlalu efektif menekan kehadiran virus.

    infodemik

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sahabat Ketahui tentang Virus Covid-19

    Pengertian Infodemik

    Di tengah merebaknya virus yang sudah menjadi pandemi ini, muncul sebuah istilah bernama infodemik. Menurut Wikipedia, infodemik adalah gabungan dari dua kata, yaitu informasi dan pandemik yang merujuk pada sesuatu yang bergerak sangat cepat dan menyebar cukup luas mengenai hal-hal yang bersifat akurat dan tidak akurat seperti informasi tentang penyakit tertentu. Definisi ini juga sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa infodemik adalah upaya yang disengaja untuk menyebarkan informasi yang salah untuk merusak respons kesehatan masyarakat dan memajukan agenda alternatif kelompok atau individu.

    Kesalahan informasi mengenai Covid-19, misalnya yang menyatakan bahwa Covid-19 termasuk bagian dari konspirasi dunia atau Covid-19 sebenarnya tidak ada, sering muncul di masa pandemi seperti saat ini. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat menjadi abai dan tidak peduli mengenai bahayanya virus. Harry Sufehmi, pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, seperti dilansir dari Kemenkominfo menyatakan karena salah informasi berupa obat Covid-19 seperti bawang putih yang terbukti hoaks masyarakat pun menjadi tidak lagi peduli.

    Dampaknya

    Kesalahan dari informasi ini tentunya dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental orang banyak, meningkatkan stigmatisasi, maupun mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat, sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi upaya negara dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Tak mengherankan jika Sekjen WHO, Tedros Adhenom Ghebreyesus, menyatakan bahwa yang sedang dihadapi sebenarnya adalah infodemik dan bukan pandemi. Demikian hal itu ia ungkapkan pada Konferensi Keamanan di Munchen, Jerman, 2020 lalu.

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu Sindemi?

    Apabila dibiarkan, infodemik ini tentu saja akan menghalangi upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi virus selain mengakibatkan korban jiwa tentunya. Apalagi setiap pemerintah di dunia sedang berlomba untuk melakukan vaksinasi massal seiring dengan sudah adanya beberapa vaksin yang dianggap mampu mencegah Covid-19 secara luas. Tes diagnostik tidak digunakan, kampanye vaksinasi imunisasi tidak berkembang efektif alias tidak memenuhi target, sehingga virus terus-menerus berkembang. Selain itu, disinformasi memolarisasi debat publik tentang topik yang terkait dengan Covid-19; memperkuat ujaran kebencian; mempertinggi risiko konflik, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia; dan mengancam prospek jangka panjang untuk memajukan demokrasi, hak asasi manusia, dan kohesi sosial. 

    Cara Mengatasinya

    Karena infodemik merupakan hal yang benar-benar berbahaya serta dapat menghambat penanganan virus secara benar untuk mengatasinya tentunya diperlukan aksi koordinasi antara elit politik global, korporat, dan komunitas sains untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas para ahli profesional serta membangun kembali kepercayaan masyarakat. Untuk hal ini, WHO juga sudah menyarankan kepada setiap negara sebagai berikut:

    • Mengetahui infodemik adalah tsunami informasi (beberapa akurat, beberapa tidak) yang menyebar bersamaan dengan pandemi dan perhatikan bahwa infodemik tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikelola
    • Mengakui bahwa manajemen infodemik dapat mengurangi dampak negatif langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan penduduk, serta meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah, ilmu pengetahuan, dan tenaga kesehatan yang telah memicu polarisasi masyarakat
    • Tekankan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menangani infodemik
    • Mendukung pendekatan seluruh masyarakat dan terlibat dengan komunitas dalam produksi, verifikasi, dan penyebaran informasi yang mengarah pada perilaku sehat selama epidemi dan pandemi
    • Berkomitmen untuk menemukan solusi dan wadah yang konsisten dengan kebebasan berekspresi, untuk mengelola infodemik yang mencakup penggunaan teknologi digital dan data sains
    • Berusaha keras untuk membuat sains lebih mudah diakses, transparan, dan dapat dipahami, memelihara sumber informasi tepercaya, dan mempromosikan kebijakan berdasarkan bukti sehingga menumbuhkan kepercayaan orang terhadapnnya
    • Belajar dari praktik manajemen infodemik Covid-19 dan bagikan pengalaman tentang kemitraan yang memiliki nilai tambah

    Baca Juga: Prosehat Bekerja Sama dengan Dinkes DKI Didukung Botika untuk “Jakarta Tanggap Covid-19”

    Itulah mengenai infodemik yang kini tengah dihadapi semua masyarakat dunia karena adanya Covid-19 yang masih saja dianggap sebuah kebohongan hingga saat ini meskipun sudah banyak bukti orang yang terkena dan meninggal karena virus tersebut. Sahabat Sehat tentunya haruslah bersikap bijak dalam menghadapi informasi-informasi yang ada berkaitan dengan Covid-19 ini mulai dari protokol-protokol kesehatan hingga vaksinasi. Karena itu, percayakan saja pada sumber-sumber yang valid dan terpercaya agar tidak ada misinformasi yang akibatnya sungguh fatal. Untuk informasi mengenai Covid-19 lebih lanjut, Sahabat bisa mengakses Prosehat sebagai salah satu sumber terpercaya. Selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Managing the COVID-19 infodemic: Promoting healthy behaviours and mitigating the harm from misinformation and disinformation [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/23-09-2020-managing-the-covid-19-infodemic-promoting-healthy-behaviours-and-mitigating-the-harm-from-misinformation-and-disinformation
    2. Infodemic [Internet]. En.wikipedia.org. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Infodemic
    3. KOMINFO P. Ancaman Infodemik Dapat Memperburuk Pandemi COVID-19 [Internet]. Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kominfo.go.id/content/detail/25895/ancaman-infodemik-dapat-memperburuk-pandemi-covid-19/0/virus_corona
    4. Call for Action: Managing the Infodemic [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/11-12-2020-call-for-action-managing-the-infodemic
    5. The Lancet Infectious Diseases. The COVID-19 infodemic. The Lancet Infectious Diseases [Internet]. 2020 [cited 11 January 2021];20(8):875. Available from: https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30565-X/fulltext
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja