Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 61–70 of 136 results

  • Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]

    Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis.

    obesitas rentan covid-19

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa penderita obesitas ternyata berpeluang cukup besar untuk terinfeksi Covid-19 dengan angka mencapai 30,2%. Selain obesitas, kondisi hipertensi (26,2%), diabetes (20,5%), dan gagal jantung juga berpeluang terinfeksi Covid 19.

    Studi yang sama juga dilampirkan oleh para peneliti dari John Hopkins University dan World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi pada negara yang sekitar 50% populasinya mengalami obesitas.

    Lebih lanjut studi ini juga menyatakan bahwa sekitar 90% atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian Covid-19 di dunia, terjadi di negara dengan tingkat angka obesitas yang tinggi. Dalam laporan ini, Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang paling banyak melaporkan kematian akibat Covid-19 pada penderita obesitas.

    Di Inggris tercatat 184 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dan 63,7% populasinya mengalami obesitas sementara di Amerika Serikat tercatat 152,49 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dengan 67,9% populasinya mengalami obesitas. Hal ini cukup kontras dengan negara asia seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat persentase penderita Covid-19 tinggi namun angka persentase obesitasnya rendah.

    Bagaimana di Indonesia?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 21,8% penduduk di Indonesia mengalami obesitas. Kebanyakan terjadi pada masyarakat perkotaan dengan persentase sebesar 25,1% jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, hanya 17,8% yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat pedesaan yang melakukan aktivitas fisik.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas pada Anak!

    Selain kurangnya aktivitas fisik, juga terdapat faktor budaya seperti kepercayaan masyarakat apabila seseorang berpostur gemuk maka menandakan makmur dan apabila balita terlihat gemuk maka dianggap lucu. Hal ini tentu saja menganggap bahwa obesitas merupakan hal yang biasa.

    Obesitas dan Pandemi Covid-19

    Obesitas atau kelebihan berat badan di masa pandemi Covid-19 rupanya cukup dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya akibat kebijakan pemerintah untuk meminta warga berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari dalam rumah yang berakibat masyarakat menjadi semakin konsumtif dalam mengkonsumsi makanan secara daring.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Akibatnya, tanpa disadari hal tersebut mengarah pada kondisi obesitas yang juga dapat menyebabkan timbulnya risiko penyakit diabetes. Kebijakan beraktivitas dari rumah juga menyebabkan berkurangnya pergerakan fisik.

    Mengapa Obesitas Bisa Rentan Terpapar Covid-19?

    Hal ini dikarenakan obesitas menyebabkan banyak perubahan pada fungsi kekebalan tubuh. Penyakit diabetes yang salah satu faktor resikonya akibat obesitas, dapat membuat kadar gula darah tinggi merusak fungsi sel darah putih dan kondisi tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.

    Lalu Bagaimana Cara Menghindari Obesitas Selama Masa Pandemi?

    Berikut ini adalah beberapa langkah penderita obesitas dalam menghadapi pandemi dan cara menghindarinya selain melakukan protokol kesehatan:

    Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi yang Seimbang

    Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. RR Dhian Proboyekti seperti dilansir dari Liputan6.com, meminta masyarakat untuk tetap dapat memenuhi gizi yang seimbang. Mulai dari membiasakan konsumsi makanan pokok, membatasi asupan makanan camilan yang manis, asin, dan berlemak. Biasakan diri untuk membaca label pada kemasan makanan untuk memastikan komposisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

    Berikut kadar gula, garam dan lemak yang dianjurkan dalam makanan sehari hari:

    • Gula: 50 gram per hari
    • Garam: 5 gram per hari
    • Lemak: 67 gram per hari

    Yang terpenting mengatur jumlah gula, garam, dan lemak tanpa menghindari asupan tersebut dalam makanan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik seperti olahraga bagaimanapun tetap harus dilakukan untuk menghindari obesitas dan menurunkan risiko obesitas selama masa pandemi. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi setiap orang.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Itulah mengenai kondisi obesitas, yang cukup rentan terinfeksi Covid 19. Yuk, Sahabat Sehat tetap jaga kesehatan selama masa pandemi dan apabila Sahabat ingin informasi kesehatan lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. O’Hearn M, Liu J, Cudhea F, Micha R, Mozaffarian D. Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in the United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Journal of the American Heart Association [Internet]. 2021 [cited 5 March 2021];10(5). Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.120.019259
    2. Anwar F. Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5481734/obesitas-jadi-faktor-pendorong-terbesar-kematian-covid-19-di-dunia
    3. Hari Obesitas Dunia, Perbanyak Aktivitas Fisik dan Jaga Pola Makan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4498419/hari-obesitas-dunia-perbanyak-aktivitas-fisik-dan-jaga-pola-makan
    4. Hari Obesitas Sedunia, Kenali dan Cegah Bahayanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/fotohealth/d-5480387/hari-obesitas-sedunia-kenali-dan-cegah-bahayanya/10/#photos
    5. Media K. Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Saat Terinfeksi Covid-19? Berikut Alasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/122500665/kenapa-orang-dengan-obesitas-rentan-saat-terinfeksi-covid-19-berikut?page=all
    Read More
  • Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan. Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan Bermain […]

    Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Masa Pandemi

    Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan.

    Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan

    Bermain game melalui gadget di masa pandemi, memang cukup membantu mengisi waktu luang selama beraktivitas dari rumah. Namun tanpa disadari, banyak orang bermain game tanpa mengenal waktu hingga melupakan keadaan di sekitarnya.

    Hal ini tentu saja tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, tubuh dapat mengalami kelelahan, mata kering dan terasa lelah, ambeien, hingga dapat mengalami sindrom terowongan karpal. Secara mental, dampak yang dapat ditimbulkan yaitu mengalami gaming disorder atau perilaku bermain game yang tidak terkendali dan mengganggu aktivitas.

    Mengapa Banyak Anak dan Remaja yang Kecanduan?

    Kecanduan game online biasanya dialami anak dan remaja. Ada beberapa faktor penyebab mengapa anak dan remaja bisa kecanduan game online, terutama di masa pandemi Covid-19 yaitu :

    Jenis Game yang Selalu Berkembang

    Jenis dan tema game dari waktu ke waktu selalu berkembang. Para pengembang game selalu membuat dan memperbanyak fitur dalam game seperti karakter, senjata, dan yang lainnya. Hal ini tentu tidak akan membuat para gamer bosan dan selalu penasaran untuk bermain tanpa henti.

    Game Lebih Bersifat Interaktif

    Kebanyakan game yang dimainkan sekarang bersifat lebih interaktif, seperti halnya media sosial. Hal ini tentunya menjadi daya tarik terutama bagi gamers dalam komunitas yang sama.

    Berbagai Kompetisi dengan Hadiah yang Menjanjikan

    Bermain game online pada akhirnya bukan hanya sekedar bermain game seperti yang biasa dilakukan di jaman dulu, karena saat ini banyak komunitas game yang seringkali menggelar acara kompetisi bahkan dalam skala global. Kompetisi yang diselenggarakan menjadi daya tarik bagi para gamers karena banyak hadiah yang ditawarkan.

    Tantangan dan Kemampuan yang Selalu Bertambah

    Game yang dimainkan juga menuntut para gamers untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada, hal ini tentu menambah rasa penasaran. Setiap tantangan yang diselesaikan akan menambah kemampuan para pemain, dan hal ini dapat memberikan kepuasan tersendiri.

    Menimbulkan Emosi yang Beragam

    Banyaknya tantangan dalam game dapat menimbulkan berbagai emosi bagi para gamers, misalnya rasa tegang, cemas, marah, atau bahkan bahagia. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan di dunia nyata, emosi menjadi tidak stabil bahkan dapat mengalami cemas dan gelisah jika tidak memainkan game hingga selesai.

    Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

    Menciptakan Dunia Imajinasi

    Beberapa permainan dalam game memungkinkan para gamers membangun dunia sesuai imajinasi, seperti membentuk sebuah karakter. Hal tersebut terasa menyenangkan, namun juga dapat menjadi sebuah pelarian dari dunia nyata yang membuat para gamers tenggelam dalam imajinasi yang diciptakan.

    Seperti Apa Tanda Kecanduan Game?

    Berikut ini adalah beberapa tanda kecanduan bermain game online yang dapat dialami anak dan remaja:

    • Terlalu asyik bermain game
    • Jikadipaksa berhenti bermain, muncul rasa sedih, cemas, hingga marah
    • Bermain game lebih banyak untuk menghabiskan waktu
    • Tidak mampu mengurangi waktu bermain
    • Kehilangan minat pada kegiatan lain
    • Terus bermain meskitahu dapat menimbulkan permasalahan
    • Berbohong, mengenai jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game
    • Bermain untuk menghilangkan suasana hati yang buruk

    Lalu Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Kecanduan game online di masa pandemi memang merupakan hal yang kurang baik bagi kesehatan sehingga dapat mengkhawatirkan. Namun hal ini dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut:

    Menata Kembali Aktivitas Harian

    Bermain game online dengan durasi yang cukup lama hingga seharian, dapat mengganggu aktivitas lain yang lebih penting hingga terlupakan.

    Karena itu, Sahabat bisa mencegahnya dengan menata kembali aktivitas harian, membuat skala prioritas aktivitas, masukkan aktivitas harian yang menyenangkan dan bermanfaat, dan kurangi waktu bermain game.

    Lakukan Kegiatan Lain yang Bermanfaat

    Untuk mengatasi rasa bosan, dapat dialihkan dengan melakukan kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat misalnya melakukan olahraga ringan dan membaca buku serta menonton kanal-kanal yang memberikan informasi bermanfaat.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua, bisa memberikan contoh yang baik pada anak dan remaja untuk melakukan aktivitas bermanfaat seperti membersihkan rumah bersama sama.

    Batasi Penggunaan Gadget dan Kurangi Budget Bermain Game

    Kemudahan mengakses game melalui gadget atau smartphone tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mencegah sekaligus mengobati kecanduan game online. Sahabat bisa meminta anak dan remaja untuk mengurangi penggunaan gadget terutama pada jam istirahat siang dan malam.

    Selain itu mulailah untuk mengalokasikan dana yang biasa dipakai anak dan remaja untuk bermain game, untuk hal yang lebih penting dan berguna di masa depan.

    Lakukan Secara Bertahap

    Ketika Sahabat hendak mencegah dan mengurangi kecanduan game online pada anak dan remaja, tentunya harus dilakukan secara bertahap. Jika dilakukan mendadak, hal tersebut dapat menimbulkan pemberontakan yang luar biasa dari anak dan remaja.

    Perubahan bisa dimulai dengan mengurangi waktu bermain game dalam sehari. Jika biasanya bermain selama 1 jam, lalu kurangi menjadi 30 menit dan seterusnya. Hal ini tentu demi kebaikan anak.

    Hubungi Tenaga Profesional

    Apabila semua cara diatas tidak berhasil dilakukan, Sahabat bisa menghubungi tenaga profesional psikolog maupun dokter psikiater untuk berkonsultasi lebih lanjut.

    Baca Juga: Dampak Buruk Bullying pada Kesehatan Mental Remaja

    Seperti itulah cara mencegah kecanduan game online di tengah pandemi supaya tidak berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kecanduan game online dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    1. Wuragil Z. Kecanduan Game Online di Masa Pandemi, Waspada Gaming Disorder [Internet]. Tempo. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1395728/kecanduan-game-online-di-masa-pandemi-waspada-gaming-disorder
    2. Alasan Kecanduan Main Game dan Cara Berhenti dari kecanduan – Cermati.com [Internet]. Cermati.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.cermati.com/artikel/alasan-kecanduan-main-game-dan-cara-berhenti-dari-kecanduan
    3. Anak Kecanduan Game, Bagaimana Mengatasinya? – Yayasan Pulih [Internet]. Yayasanpulih.org. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: http://yayasanpulih.org/2020/07/anak-kecanduan-game-bagaimana-mengatasinya/
    4. Tanhati S. Tanda-tanda Anak Kecanduan Game [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/sysilia-tanhati/bahaya-kecanduan-game-pada-anak
    5. Dampak Buruk Main Game Bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/453922/dampak-buruk-main-game-bagi-kesehatan

     

    Read More
  • Masker sudah menjadi bagian gaya hidup dari banyak orang di seluruh dunia saat pandemi Corona ini. Hal ini karena masker berfungsi untuk mencegah penularan virus dan memakai masker menjadi sebuah keharusan untuk setiap orang saat beraktivitas di luar rumah. Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya Keberadaan masker sebagai salah satu benda wajib […]

    Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya?

    Masker sudah menjadi bagian gaya hidup dari banyak orang di seluruh dunia saat pandemi Corona ini. Hal ini karena masker berfungsi untuk mencegah penularan virus dan memakai masker menjadi sebuah keharusan untuk setiap orang saat beraktivitas di luar rumah.

    kalung tali masker, manfaat kalung tali masker

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Keberadaan masker sebagai salah satu benda wajib ini ternyata juga membuat beberapa orang berinovasi. Baru-baru ini, muncul tren penggunaan tali masker yang dikaitkan dengan sebuah kalung. Tujuan aksesoris ini adalah agar masker dapat dengan mudah dilepas dan kemudian digantung di dekat dada, terutama saat makan dan minum.

    Namun, dari sisi medis, ternyata tren kalung tali masker ini tidak dianjurkan oleh Satgas Covid-19. Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisastomo menyatakan bahwa penggunaan kalung tali masker berpotensi menurunkan fungsi masker sebagai penangkal virus.

    Ia menjelaskan bahwa pemakaian kalung pada masker malah akan mengurangi sifat higienis masker karena bagian dalam masker sudah terkontaminasi saat seseorang berbicara, batuk atau bersin. Apabila bagian dalam yang sudah terkontaminasi droplet ini dibiarkan di ruang terbuka, potensinya cukup besar untuk menginfeksi orang lain.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Hal serupa diungkapkan oleh Ketua Bidang Penanganan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Ia mengatakan ketika kalung tali masker diturunkan, tentunya masker akan mengenai baju dan hijab yang berpotensi menyebarkan virus, sehingga penggunaan kalung tali masker sangat tidak dianjurkan. Apalagi, pemakaian kalung tali masker ini sering dilepas-pasang yang dapat menyebabkan virus menempel di permukaan, hidung, dan mata apabila disentuhkan pada wajah melalui tangan yang terkontaminasi.

    Bagaimana Pandangan dari Ahli?

    Seperti dilansir dari Kompas.com, dokter umum yang juga merupakan kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University, Adam Prabata, menyatakan bahwa tali masker yang dikaitkan dengan kalung cukup berpotensi menimbulkan kontaminasi silang akibat droplet yang dapat menempel ke area dalam masker.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona?

    Lalu, Seperti Apa Seharusnya Menyimpan Masker yang Benar saat Hendak Makan dan Minum?

    Ketika Sahabat hendak makan dan minum, tentu masker harus dilepas, namun cara terbaik sebenarnya adalah dengan disimpan, bukan digantung atau dikalungkan. Dilansir dari Detikcom, Anne Liu, ahli penyakit menular di Stanford Health Care mengatakan sebaiknya masker disimpan dalam plastik kedap udara.

    Oleh karena itu, Sahabat harus menyediakan kantong plastik dengan klep penutup berkedap udara. Selain kantong plastik, Sahabat juga disarankan membawa kantong kertas cokelat sebagai tempat menyimpan masker dengan aman jika berada di luar rumah. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah saat melepas masker, pastikan tangan tidak menyentuh bagian luar masker dan sebelum melepas usahakan tangan dibersihkan dengan mencuci tangan terlebih dahulu.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Itulah Sahabat Sehat mengenai kalung tali masker yang ternyata tidak disarankan dan kurang bermanfaat. Oleh karena itu, Sahabat harus tetap memakai masker sesuai prosedur yang benar. Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hastuti R. Ngetren Gantungan Masker, Satgas Covid Ingatkan Bahaya Ini [Internet]. lifestyle. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210225192809-33-226241/ngetren-gantungan-masker-satgas-covid-ingatkan-bahaya-ini
    2. Media K. Satgas Covid-19 Sebut Kalung Tali Masker Berbahaya, Ini Alasannya Halaman [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/25/070000023/satgas-covid-19-sebut-kalung-tali-masker-berbahaya-ini-alasannya?page=all
    3. Azizah K. Pakai Tali Masker Berisiko, Begini Cara Aman Simpan Masker [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5435285/pakai-tali-masker-berisiko-begini-cara-aman-simpan-masker
    Read More
  • Menikah di tengah pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi para calon pengantin. Mulai dari pro-kontra nikah secara online atau virtual wedding sampai dengan susunan acara dan teknis pelaksaannya yang harus dirombak mengikuti protokol kesehatan. Namun, semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Terlepas dari tantangan pernikahan online yang akan dihadapi, mari simak bagaimana hukum […]

    Virtual Wedding di Tengah Pandemi, Bagaimana Hukum dan Keuntungannya?

    Menikah di tengah pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi para calon pengantin. Mulai dari pro-kontra nikah secara online atau virtual wedding sampai dengan susunan acara dan teknis pelaksaannya yang harus dirombak mengikuti protokol kesehatan. Namun, semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Terlepas dari tantangan pernikahan online yang akan dihadapi, mari simak bagaimana hukum nikah online dan apa saja keuntungannya?

    virtual wedding di tengah pandemi

    Baca Juga: Serba-serbi Protokol Kesehatan Pernikahan di Tengah Pandemi

    Bagaimana Hukum Nikah Secara Online Saat Pandemi Covid-19?

    Pernikahan adalah momen pengikatan janji suci nikah yang dilaksanakan oleh dua orang untuk meresmikan ikatan perkawinan secara agama, hukum dan sosial. Pernikahan memiliki beberapa rukun dan syarat yang akan mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan tersebut. Nah, apakah menikah secara online dapat memenuhi rukun dan syarat pernikahan? Ini penjelasannya.

    Ada 5 rukun nikah yang telah disepakati oleh para ulama, yaitu adanya mempelai pria, ada mempelai wanita, ada wali nikah, ada ijab kabul dan adanya dua orang saksi. Saat ini dengan kemajuan teknologi, beberapa rukun nikah dapat dilakukan secara jarak jauh dengan dibantu teknologi. Misalnya, seperti mempelai pria yang mengucap ijab Kabul dengan tempat yang berjauhan dengan mempelai wanita, wali dan dua saksi.

    Namun, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat memaparkan penjelasan perihal hukumnya menikah secara online, yaitu terdapat dua pendapat yang berbeda dari ulama mengenai sah atau tidaknya pernikahan yang dilaksanakan secara online. Meski terdapat perbedaan pandangan, para ulama menyaratkan penggunaan lafal nikah dalam ijab kabul. Lanjutnya, bahwa ada beberapa ulama yang tegas melarang pernikahan secara online, karena pernikahan merupakan akad sakral dan bukan hanya sekedar muamalah biasa sehingga perlu dihadiri secara langsung oleh kedua belah pihak dalam ruangan yang sama.

    Akan tetapi, ulama yang lain mengizinkan dengan syarat pernikahan online hanya dapat dilakukan apabila dalam kondisi darurat. Seperti salah satu calon mempelai sedang masa isolasi tetapi sudah melakukan persiapan pernikahan atau salah satu mempelai terjebak di negara lain yang sedang melakukan lockdown sehingga tidak dapat pulang ke tanah air, maka pernikahan secara online dapat dilaksanakan.

    Pernikahan online

    Saat ini menggelar acara pernikahan akan terasa berbeda dari acara pernikahan pada umumnya. Meski begitu, masih ada acara lain yang dapat kalian tempuh seperti melaksanakan acara pernikahan secara online atau virtual wedding. Pelaksaan virtual wedding pun hanya dengan memanfaatkan teknologi yang ada seperti video call, sehingga tamu undangan tetap dapat melihat prosesi acara dan pasangan mempelai yang sedang berbahagia.

    Baca Juga: Persiapan Menikah di Tengah Corona Seperti Apa?

    Walaupun begitu, tentu saja tetap akan terasa seperti ada yang kurang karena melakukan pernikahan tidak seperti biasanya. Akan tetapi, hal tersebut dapat diminimalisir dengan memaksimalkan acaranya, yaitu dengan tetap menggunakan busana pernikahan impian kalian, mengundang orang-orang terdekat, mengucapkan janji pernikahan dengan lantang dan melakukan dansa pernikahan. Intinya semakin kalian menormalkan suasana pernikahan, maka sesuatu yang kurang itu akan semakin tidak terasa dan tertutupi oleh kebahagiaan yang kalian lakukan.

    Keuntungan Melaksanakan Pernikahan Online

    Pernikahan online banyak dilakukan oleh pasangan pada saat pandemi. Hal ini boleh dilakukan meskipun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian, ada beberapa keuntungan bila melaksanakan pernikahan secara online, antara lain:

    • Katering Lebih Murah

    Umumnya katering merupakan salah satu yang paling besar anggarannya, karena sangat bergantung pada tamu yang diundang. Namun, karena saat ini sedang pandemi maka kalian wajib mengikuti protokol kesehatan dengan membatasi jumlah tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan. Artinya, tentu saja jumlah makanan yang harus disediakan tidak perlu sebanyak sebelumnya. Tetapi, apabila kalian memang memiliki anggaran yang cukup maka kalian dapat mengubah menu makanan sebelumnya dengan yang lebih “mewah” dengan porsi sesuai dengan jumlah tamu undangan berdasarkan prosedur protokol kesehatan.

    • Souvenir Anti Mainstream

    Kipas, gantungan kunci, gelas, dan pajangan lainnya sudah sangat umum ditemukan di acara pernikahan sebelum pandemi. Namun, suasana pandemi ini sebetulnya dapat kalian gunakan untuk memberikan souvenir anti mainstream seperti masker, hand sanitizer, sabun kertas dan alat perlindungan diri lainnya. Selain sangat berguna untuk para tamu, souvenir seperti ini juga dapat menolong perekonomian UMKM.

    • Undangan Virtual

    Kalian tidak perlu lagi repot mencetak dan menyebar undangan kepada calon tamu undangan. Selain untuk menghemat anggaran, hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir potensi penularan dan menghemaat waktu juga tenaga. Kalian cukup dengan membuat desain undangan digital dan membagikannya dengan cara virtual, bisa melalui whatsapp, line, telegram, hingga upload di sosial media seperti Instagram maupun facebook.

    • Amplop Virtual

    Gunakan cashless demi mengurangi risiko penyebaran virus, sangat dianjurkan bagi kalian yang ingin menyelenggarakan pernikahan untuk tidak menerima “uang kondangan” dalam bentuk cash. Namun, kalian tidak perlu khawatir karena teknologi sekarang sudah mendukung untuk membantu kamu menerima amplop dalam bentuk virtual hanya dengan scan barcode.

    • Suasana Intimatedengan Tamu

    Momen ini dapat anda manfaatkan untuk mengenal lebih dekat dengan anggota keluarga dari kedua belah pihak. Anda dapat menggunakan konsep garden party dan kedua pengantin dapat berkeliling menyapa tamu undangan dengan santai.

    • Live Streaming

    Dengan jumlah tamu yang terbatas, tidak akan jadi halangan bagi kerabat yang ingin menyaksikan hari bahagiamu. Kamu dapat melakukan siaran online melalui zoom, skype, youtube, live Instagram, atau video streaming lainnya. Namun kalian juga perlu memilih aplikasi terbaik yang dapat menjangkau banyak orang serta memiliki suara dan gambar yang lebih bagus.

    Kalian juga perlu memperhatikan koneksi internet yang akan dipakai nantinya. Maka, sebelum memutuskan ada baiknya kamu mencari-cari informasi terlebih dahulu mengenai aplikasi dan provider mana yang lebih baik digunakan saat virtual wedding.

    • Anggaran Dapat Dialokasikan ke Hal Lain

    Setelah hal-hal diatas telah membuat kalian cukup menghamat anggaran, maka anggaran sisa dari target anggaran awal dapat kalian alokasikan ke hal lain. Misalnya seperti dokumentasi, kalian dapat menggunakan jasa dokumentasi yang lebih professional agar moment pernikahan kamu dapat terdokumentasikan dengan baik. Sebagai tambahan DP Rumah, investasi, atau pun untuk ber-bulan madu.

    Meskipun telah diperbolehkan dimata hukum dan didukung dengan banyaknya keuntungan yang didapat bila melaksanakan virtual wedding, tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi disi dan keluarga lebih awal dengan melakukan vaksinasi pranikah plus rapid antigen sebelum melaksanakan pesta pernikahan. Karena dengan melakukan vaksinasi, tentunya Sahabat akan lebih aman dan lebih nyaman dalam bergaul dengan para tamu undangan sehingga siap nikah.

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini

    Kini sahabat tidak perlu khawatir untuk melakukan vaksinasi di luar, karena Prosehat telah memiliki layanan vaksinasi pranikah di rumah. Layanan vaksinasi pranikah di rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. id. 2021. Hukum Nikah Online di Tengah Pandemi Covid-19 | Republika ID. [online] Available at: <https://www.republika.id/posts/12962/hukum-nikah-online-di-tengah-pandemi-covid-19> [Accessed 25 February 2021].
    2. Wedding Market Artikel. 2021. Menggelar Virtual Wedding Di Tengah Pandemi • Wedding Market Artikel. [online] Available at: <https://weddingmarket.com/artikel/menggelar-virtual-wedding> [Accessed 25 February 2021].
    3. MONEY, S., 2021. [online] http://smart-money.co. Available at: <https://smart-money.co/perencanaan-keuangan/keuntungan-menikah-di-tengah-pandem> [Accessed 25 February 2021].
    4. 2021. Panduan Susunan Acara Pernikahan di Masa Pandemi. [online] Available at: <https://www.loket.com/blog/susunan-acara-pernikahan> [Accessed 25 February 2021].

     

     

    Read More
  • Tentu hal yang menyenangkan ketika Sahabat akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun setelah sembuh tersebut, mungkin Sahabat akan merasakan gejala sisa seperti nafas yang pendek, cepat lelah, penciuman belum normal, sakit kepala, perubahan metabolisme, kekebalan tubuh, hingga hilangnya stamina tubuh. Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19 Hal tersebut terjadi karena […]

    Bagaimana Cara Memulihkan Stamina Tubuh Setelah Sembuh dari Covid-19?

    Tentu hal yang menyenangkan ketika Sahabat akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun setelah sembuh tersebut, mungkin Sahabat akan merasakan gejala sisa seperti nafas yang pendek, cepat lelah, penciuman belum normal, sakit kepala, perubahan metabolisme, kekebalan tubuh, hingga hilangnya stamina tubuh.

    memulihkan stamina tubuh setelah sembuh dari covid-19

    Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Hal tersebut terjadi karena tubuh tentu saja membutuhkan waktu untuk pemulihan. Masih adanya gejala sisa ini dapat menganggu ritme kehidupan sehari-hari yang akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Karena itu, berikut ini adalah cara supaya Sahabat dapat memulihkan stamina tubuh setelah sembuh dari Covid-19.

    Tetap Melakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik yang dimaksud adalah dengan berolahraga. Aktivitas ini sebenarnya bukanlah hal yang mudah dilakukan karena tubuh sendiri masih dalam kondisi lemah setelah sembuh dari Covid-19. Namun hal ini perlu dilakukan, karena virus tersebut ternyata dapat memicu dan mempercepat hilangnya kekuatan otot dan energi secara alami.

    Untuk bisa berolahraga dan mengembalikan fungsi tubuh setelah dinyatakan negatif dari infeksi Covid-19, Sahabat bisa melakukan olahraga ringan selama maksimal 30 menit, dan lakukanlah secara bertahap.

    Konsumsi Makanan Bergizi Tinggi

    Mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi tinggi sangat diperlukan agar stamina tubuh cepat pulih. Sahabat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung protein supaya fungsi otot yang hilang saat terkena infeksi virus Corona dapat segera kembali kuat.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Protein ini juga nantinya akan membantu memproduksi antibodi dan sel sistem kekebalan, selain mengembalikan energi dalam tubuh. Tentu saja ini tak hanya akan meremajakan organ-organ tubuh, tetapi juga memberikan kekuatan untuk dapat menjalankan fungsi sehari-hari. Selain konsumsi makanan bergizi tinggi, sebaiknya juga mengonsumsi suplemen tambahan jika perlu.

    Latih Kekuatan Otak

    Tidak hanya pada otot yang menjadi lemah setelah sembuh dari Covid-19, tetapi otak juga. Karena kenyataannya, infeksi virus Corona dapat memberikan dampak negatif pada kemampuan kognisi otak sehingga mempengaruhi proses berpikir.

    Baca Juga: Long-Hauler, Paparan Virus Covid Berkepanjangan

    Hal ini tentu saja akan dapat menurunkan kinerja Sahabat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kehilangan fokus dan konsentrasi saat beraktivitas. Untuk bisa mengembalikan fungsi otak seperti semula, mulailah latih otak kembali dengan melakukan beberapa permainan, seperti puzzle dan teka-teki silang. 

    Istirahat yang Cukup

    Istirahat merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, bahkan saat dalam masa pemulihan diri setelah sembuh dari Covid-19. Sahabat perlu beristirahat secara maksimal agar tubuh dapat juga dengan maksimal pulih kembali. Jangan memaksakan dahulu melakukan kegiatan seperti sebelum terserang virus.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Tubuh Pria yang Perlu Dicoba

    Itulah beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan untuk dapat memulihkan stamina tubuh setelah sembuh dari Covid-19. Selain cara-cara di atas, Sahabat juga hendaknya jangan takabur atau merasa yakin aman bakal tidak terserang Covid kembali karena bagaimanapun reinfeksi orang yang pernah terkena virus cukup besar.

    Untuk itu, Sahabat hendaknya tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan saat kembali beraktivitas, dan lakukanlah semua aktivitas yang biasa dilakukan secara perlahan, dan jangan dipaksakan. Apabila Sahabat merasakan sinyal yang kurang enak dari tubuh segera beristirahat, dan konsultasikanlah ke dokter.

    Untuk info selanjutnya mengenai stamina tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Lahitani S. Baru Sembuh dari Covid-19, Ini 4 Cara Membangun Kembali Stamina Anda [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/citizen6/read/4400623/baru-sembuh-dari-covid-19-ini-4-cara-membangun-kembali-stamina-anda
    2. developer m. Ini yang Harus Dilakukan Setelah Sembuh dari Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://mediaindonesia.com/weekend/349070/ini-yang-harus-dilakukan-setelah-sembuh-dari-covid-19
    3. 2021 L. Cara Memulihkan Diri Pasca Sembuh dari COVID-19 [Internet]. rri.co.id. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://rri.co.id/makassar/sosial-budaya/932761/cara-memulihkan-diri-pasca-sembuh-dari-covid-19
    4. Mediatama G. Setelah sembuh dari corona, ini yang harus kamu lakukan [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/setelah-sembuh-dari-corona-ini-yang-harus-kamu-lakukan?page=all
    Read More
  • Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut). Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan […]

    Cara Mencegah Virus Corona Di Sekolah

    Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut).

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Meskipun virus ini masih baru dan banyak orang yang masih mencari tahu tentang virus ini, masyarakat perlu mengambil tindakan untuk mencegah penularannya, guna mengurangi dampak dari wabah ini. terutama membuat perlindungan bagi anak di fasilitas pendidikan.

    Protokol Utama di Area Pendidikan

    Di Indonesia sendiri telah menerbitkan prokol utama dalam penanganan kasus penyebaran Covid-19. Salah satunya protokol di area pendidikan, terdapat 15 poin di dalamnya yang harus diperhatikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), serta satuan pendidikan di daerah masing-masing. Antara lain:

    – Disdik melakukan koordinasi dengan Dinkes setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid-19.

    – Menyediakan sarana untuk cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol yang terletak di beberapa titik sekolah, sesuai jumlah yang dibutuhkan.

    – Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk cuci tangan dengan air dan sabun serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan jajanan sehat dan membuang sampah pada tempatnya.

    – Membersihkan ruangan di lingkungan sekolah secara rutin dengan disinfektan. Khususnya pada tempat atau barang yang sering tersentuh oleh banyak orang. Serta memonitor ketidakhadiran warga sekolah, apabila ada yang tidak hadir karena sakit disarankan segera ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat untuk memeriksakan diri.

    – Memberikan imbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala Covid-19 untuk isolasi diri di rumah dan tidak melakukan kontak dengan orang lain.

    – Tidak memberlakukan hukuman atau sanksi bagi siswa yang tidak masuk karena sakit.

    – Apabila tidak hadir karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan dalam jumlah besar, Disdik berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengambil tindakan pencegahan lebih lanjut.

    – Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu.

    – Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga sekolah yang mengeluh sakit. Selanjutkan akan dilakukan koordinasi dengan Dinkes untuk dilakukan pemeriksaan.

    – Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan dimasak dengan matang.

    – Mengimbau warga sekolah agar tidak berbagi makanan dan minuman. Termasuk juga peralatan makan, minum, dan alat musik tiup.

    – Menginstruksikan agar menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya.

    – Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Seperti berkemah dan studi wisata.

    – Melakukan skrining awal, seperti pengukuran suhu tubuh terhadap semua yang datang ke institusi pendidikan.

    Langkah-Langkah Pencegahan Corona di Lingkungan Sekolah:

    – Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

    CTPS adalah singkatan dari Cuci Tangan Pakai Sabun. Guru dan orangtua harus bisa mengajarkan dan membiasakan anak-anak untuk rajin mencuci tangan. Cuci tangan bisa dilakukan saat akan memulai pelajaran di kelas, saat mau makan, setelah selesai dari kamar mandi, setelah bermain atau berkegiatan, dan saat tiba di rumah sepulang dari sekolah.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Sekolah dan orangtua perlu menyediakan tempat cuci tangan yang memang layak. Seperti memiliki akses air bersih dan juga sabun. Lebih baik lagi apabila disediakan juga hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, dan tempat sampah untuk membuang sampah.

    – Mengaktifkan Ruang UKS

    Ruang UKS digunakan untuk penanganan awal apabila terdapat anak yang mulai ada gejala Covid-19. Hal ini untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan teman-temannya. Namun, selanjutnya langkah yang tepat adalah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Apapun penyakitnya, penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah penyakit bertambah parah.

    – Menyemprot Ruang Kelas Dengan Disinfektan

    Pencegahan Covid-19 di sekolah yang paling penting salah satunya adalah melakukan penyemprotan ruang kelas dan seluruh kawasan sekolah secara rutin. Apalagi mengingat ruang kelas umumnya tertutup dan potensi penyebaran virusnya akan lebih besar.

    Bahkan barang-barang yang ada di ruang kelas seperti meja, buku, dan mainan yang sering disentuh oleh banyak orang sebaiknya dibersihkan juga secara rutin. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi berkembangbiaknya virus maupun bakteri.

    – Gunakan Masker Dengan Benar

    Masker merupakan komponen yang paling penting dalam mencegah penularan virus Covid-19, karena pada dasarnya penularan virus melalui udara. Dan pemakaian masker bisa mengurangi penularan sampai 80 persen. Ajak anak menggunakan masker dengan benar, sehingga menutupi bagian mulut dan hidung.

    – Membawa Bekal Dari Rumah

    Makanan bisa menjadi salah satu penyebaran virus apabila terkena bersin atau tersentuh tangan orang yang sedang sakit. Maka dari itu, sebaiknya orangtua membekali anak dengan makanan rumah yang lebih terjamin kebersihannya. Disarankan makanan dimasak sampai matang, jangan mentah ataupun setengah matang, hal tersebut guna mengurangi paparan bakteri atau virus.

    – Sekolah mempromosikan pembatasan social (Social distancing)

    Tindakan social distancing bisa memperlambat penyebaran penyakit Covid-19. Sekolah bisa membatasi acara pertemuan dengan jumlah peserta yang banyak. Kemudian  mengikuti perkembangan fakta terbaru dan mengetahui informasi tentang Covid-19, seperti gejala, komplikasi, cara penyebarannya, cara menghentikannya, dsb. Tentunya informasi yang didapat harus berasal dari sumber-sumber terpercaya, seperti UNICEF, WHO, dan Kementerian Kesehatan.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan guna mencegah Covid-19 di sekolah, kalian bisa terapkan apabila sudah kembali masuk ke sekolah. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 3M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Selain dengan menerapkan protokol kesehatan Sahabat juga dapat memantau kesehatan dengan WISH Health Watch, smartwatch yang dapat diintegrasikan dengan ponsel cerdas Sahabat. Smartwatch akan membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referesi

    1. Media, K., 2021. 7 Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://edukasi.kompas.com/read/2020/03/03/12104981/7-langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. 2021. Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah – BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. [online] Available at: <https://pauddikmaskaltim.kemdikbud.go.id/langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah/> [Accessed 18 February 2021].
    3. Who.int. 2021. [online] Available at: <https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/pesan-dan-kegiatan-utama-pencegahan-dan-pengendalian-covid-19-di-sekolah—indonesian–march-2020.pdf?sfvrsn=5cdfea17_2> [Accessed 18 February 2021].
    Read More
  • Masa pandemi Corona pada kenyataannya mendorong berbagai pihak untuk melakukan berbagai macam inovasi terutama yang berkaitan dengan tes Covid-19. Setelah GeNose dan CePAD, kali ini kembali hadir sebuah karya anak negeri bernama i-nose C-19. Alat ini merupakan screener Covid-19 yang mendeteksi virus melalui bau keringat di ketiak. Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini […]

    Mengenal i-nose c-19, Alat Deteksi Corona Melalui Keringat Ketiak

    Masa pandemi Corona pada kenyataannya mendorong berbagai pihak untuk melakukan berbagai macam inovasi terutama yang berkaitan dengan tes Covid-19. Setelah GeNose dan CePAD, kali ini kembali hadir sebuah karya anak negeri bernama i-nose C-19. Alat ini merupakan screener Covid-19 yang mendeteksi virus melalui bau keringat di ketiak.

    i-nose-c-19

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    i-nose C-19 sendiri dibuat dan dikembangkan oleh guru besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Riyanarto Sarno. Seperti dilansir dari Kompas.com, alat ini merupakan yang pertama di dunia mendeteksi virus melalui bau keringat ketiak atau auxillary sweat odor. Keberadaannya tentu saja untuk mempercepat proses pendeteksian orang-orang yang terkena Covid-19 atau tidak.

    Sampai tulisan ini dibuat, alat deteksi Corona tersebut sudah pada tahap penambahan sampel untuk proses uji profiling. Karena itu, alat ini kemudian diserahkan ke RSI Jemursari, Surabaya, untuk pengujian. Selain RSI Jemursari, i-nose c-19 juga akan diuji di RSUD dr. Soetomo dan National Hospital. Sebelumnya, alat deteksi Covid-19 ini sudah diujikan di Kemenristek. 

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Cara kerja i-nose-c-19 ini adalah mendeteksi bau yang berasal dari Volatile Organic Compound (VOC) yang ada dalam keringat ketiak. Sampel diambil dengan mengisap bau keringat melalui selang kecil kemudian disalurkan ke deretan sensor (sensor array) pada alat. Setelah itu, gas yang menghasilkan bau tersebut diubah menjadi sinyal listrik lalu diolah menggunakan kecerdasan buatan. Supaya alat benar-benar akurat dan efektif perlu banyak uji coba terhadap orang dengan kondisi tertentu, yaitu orang yang terkena penyakit TBC namun negatif Covid, orang yang positif namun tidak mempunyai gejala, dan lain-lain.

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Berapa Tingkat Akurasinya?

    Tingkat akurasi i-nose-c-19 ini adalah 91% setelah diuji di RSI Jemursari. Namun tingkat akurasi ini masih bisa meningkat karena akan ada uji diagnostik sebelum izin edar. Selain tingkat akurasi, salah satu alat deteksi Corona ini juga mempunyai kelebihan lain daripada GeNose, yaitu karena hanya menempelkan pada ketiak, dan tidak perlu membuka masker untuk meniup.

    Seperti dilansir dari IDN Times, Dirut RS Jemursari Surabaya, dr. Bangun Trapsila Purwaka, menyatakan bahwa GeNose meniupkan karbon dioksida dari dalam tubuh ke kantong plastik yang disediakan, dan dapat berpengaruh terhadap penyebaran kuman.

    Berapa harganya?

    Profesor Riyanarto Sarno selaku pembuat dan pengembang menyatakan bahwa harga tes Corona melalui i-nose adalah Rp 10.000 untuk 1 kali tes, dan hasil bisa didapatkan dalam waktu 3,5 menit.

    Baca Juga: Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Itulah Sahabat Sehat mengenai i-nose c-19 yang dibuat untuk membantu pengetesan orang-orang positif Covid-19 atau tidak. Namun, Profesor Riyanarto menyatakan bahwa alat ini hanyalah untuk screening awal dan alternatif sehingga tidak dimaksudkan untuk mengganti PCR swab yang merupakan tes corona paling akurat.

    Mengenai tes Covid-19, Sahabat juga bisa melakukannya di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Deteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Ketiak, ITS Kembangkan i-nose c-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2021/01/18/164234971/deteksi-covid-19-lewat-bau-keringat-ketiak-its-kembangkan-i-nose-c-19?page=all
    2. Haryono A. Alat Deteksi COVID-19 Karya Profesor ITS i-Nose C-19 Diujicoba di RSI Surabaya [Internet]. SINDOnews.com. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://daerah.sindonews.com/read/343594/704/alat-deteksi-covid-19-karya-profesor-its-i-nose-c-19-diujicoba-di-rsi-surabaya-1614009736
    3. developer m. I-nose C-19 ITS Siap Diuji Cobakan di Rumah Sakit [Internet]. medcom.id. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/xkEyVPZk-i-nose-c-19-its-siap-diuji-cobakan-di-rumah-sakit
    4. Times I, Fajar A. Perbandingan i-nose c-19 dengan GeNose Versi Direktur RSI Jemursari [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://jatim.idntimes.com/news/jatim/ardiansyah-fajar/perbandingan-i-nose-c-19-dengan-genose-versi-direktur-rsi-jemursari

     

    Read More
  • Bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan rapid antigen dapat dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet untuk isolasi mandiri, namun tentunya melalui berbagai tahapan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, anggota bidang tracking Satgas Covid-19, Masdalina Pane, menyebutkan tahapan tersebut dimulai dari orang yang berstatus sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Baca […]

    Positif Covid-19 melalui Rapid Antigen Bisa Isolasi Mandiri di Rumah Sakit Darurat

    Bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan rapid antigen dapat dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet untuk isolasi mandiri, namun tentunya melalui berbagai tahapan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, anggota bidang tracking Satgas Covid-19, Masdalina Pane, menyebutkan tahapan tersebut dimulai dari orang yang berstatus sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

    positif covid-19 melalui rapid antigen

    Baca Juga: WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Pasien Covid-19

    Begitu dinyatakan sebagai orang yang memiliki kontak erat, pemerintah akan melakukan pemeriksaan menggunakan rapid antigen. Jika hasilnya positif, orang dengan status kontak erat tersebut akan melakukan tes PCR swab 24 jam kemudian. Jika kembali positif, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Untuk isolasi ini juga tergantung gejalanya. Apabila tanpa gejala hingga begejala ringan, boleh isolasi mandiri di rumah. Namun, jika gejala yang dialami sedang, orang dengan kontak erat tersebut akan dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet. Jika gejalanya berat, harus dirawat di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit rujukan Covid-19.

    Namun apabila orang dengan kontak erat tersebut menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan rapid antigen, yang bersangkutan tetap harus menjalani isolasi mandiri selama 5 hari. Di hari kelima, mereka harus dilakukan pemeriksaan swab PCR. Apabila negatif, ia sudah tidak perlu lagi menjalankan isolasi mandiri.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Usaha pelacakan kontak erat melalui rapid antigen berhubungan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan penggunaan rapid antigen sebagai salah satu tes untuk mendeteksi kasus positif Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 446 Tahun 2021, dan diharapkan akan menambah jumlah kontak erat yang dapat diperiksa dalam satu kasus positif dari 5-10 orang menjadi 20-30 orang.

    Alasan pengoptimalan karena masih terbatasnya pemeriksaan melalui swab PCR sebagai pemeriksaan paling akurat untuk Covid-19 di Indonesia. Hal itu diakibatkan juga masih terbatasnya jumlah laboratorium PCR di seluruh Indonesia. Pengoptimalan rapid antigen ini nantinya akan disebar ke seluruh puskesmas di Tanah Air, dan gratis.

    Optimalisasi rapid antigen ini akan difokuskan pada 98 kabupaten/kota yang sedang melaksanakan PPKM, dan pemberlakuan rapid antigen di puskesmas hanya untuk kepentingan epidemiologi sehingga tetap terpisah dengan tes antigen untuk screening sebagai sebuah syarat perjalanan.

    Baca Juga: 6 Alasan Pentingnya Rapid Swab Antigen yang Perlu Sahabat Ketahui

    Itulah tahapan mengenai pasien positif Covid-19 melalui rapid antigen yang bisa dirujuk ke rumah sakit darurat covid seperti Wisma Atlet. Semoga upaya pemerintah dalam menemukan kontak erat ini dapat berjalan optimal sehingga kasus positif Covid-19 dapat dikurangi secara maksimal.

    Yuk, Sahabat Sehat mari bantu pemerintah dengan deteksi rapid antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mediatama G. Pemerintah akselerasi pemeriksaan Covid-19 dengan rapid antigen [Internet]. kontan.co.id. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-akselerasi-pemeriksaan-covid-19-dengan-rapid-antigen
    2. Indonesia C. Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet [Internet]. nasional. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210222192450-20-609522/tahapan-pasien-positif-antigen-dirujuk-ke-rs-wisma-atlet
    Read More
  • Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang […]

    Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang memilih bekerja sembari rebahan atau tiduran saat WFH.

    bekerja sembari rebahan saat wfh, bekerja sambil tiduran

    Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Bagi yang Sahabat Tidak Bisa WFH 

    Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian pada November 2020 bahwa sebanyak 72% dari 1.000 orang di AS bekerja dari rumah selama 24 jam hingga 40 jam sambil rebahan. Ini karena banyak orang yang menganggap bahwa rebahan merupakan hal yang begitu favorit selama dilakukan selama WFH. Padahal, bekerja sembari tidur-tiduran tersebut mempunyai akibat yang tidak baik bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

    Apa sajakah itu? Yuk, Sahabat Sehat, yang sedang WFH dan menjadi kaum rebahan, simak penjelasan-penjelasannya di bawah ini!

    1. Menurunkan Produktivitas Kerja

    Dampak pertama yang akan Sahabat rasakan adalah produktivitas kerja menjadi turun. Hal itu karena ketika bekerja sambil tiduran, baik di atas tempat tidur atau karpet, kita sudah menganggap rebahan sebagai aktivitas untuk beristirahat total sedangkan ketika bekerja di kantor kita menganggap bahwa kantor adalah tempat untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Apabila Sahabat benar melakukan hal tersebut, yang justru terjadi adalah Sahabat akan merasakan kekacauan pikiran karena tidak ada batas yang jelas antara kegiatan untuk bekerja dan rebahan. Ini tentunya juga akan memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh seperti menimbulkan rasa sakit pada punggung, leher, dan pinggul yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Tentunya hal-hal tersebut membuat produktivitas kerja Sahabat menurun dan selanjutnya bisa mempengaruhi penilaian atasan terhadap Sahabat. Karena itu, para ahli menyarankan supaya tidak bekerja sambil tiduran, dan harus membuat batasan tegas antara kerja dan istirahat. Sebab, bekerja dengan cara seperti itu sebentar saja malah akan membuat fokus bekerja cepat hilang.

    2. Menimbulkan Insomnia

    Akibat kedua adalah Sahabat akan merasakan insomnia. Hal ini terjadi karena secara psikologis Sahabat sudah tidak bisa membedakan lagi aktivitas untuk bekerja dan untuk beristirahat akibat Sahabat mencampuradukkannya menjadi satu. Campur-aduk tersebut membuat Sahabat sulit untuk berhenti bekerja dan menciptakan ketidakseimbangan yang sehat antara rutinitas harian dan pekerjaan.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Belum lagi jika Sahabat sering bangun telat dan baru mulai bekerja siang hari sehingga baru bisa menyelesaikannya malam hari. Tentu hal ini membuat siklus tidur akan menjadi kacau dan menyebabkan Sahabat jadi kesulitan untuk tidur karena beban fikiran pekerjaan yang belum selesai.

    3. Memicu Perilaku Tidak Higienis

    Tanpa disadari bekerja sembari rebahan akan memicu perilaku tidak higienis atau jorok. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan bakteri pada seprai tempat tidur akibat beberapa hari tidak dicuci. Bakteri-bakteri yang menumpuk tersebut berasal dari 15 juta sel kulit manusia yang setiap malam dilepaskan, dan ini tentu saja bisa memengaruhi risiko kesehatan secara keseluruhan yang berakibat Sahabat menjadi rentan sakit.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH 

    Itulah beberapa akibat yang timbul dari bekerja sembari rebahan saat WFH. Supaya Sahabat tidak merasakan dampak-dampak tersebut, Sahabat disarankan untuk tidak bekerja dengan tiduran alias bekerjalah dengan duduk seperti halnya di kantor. Selain itu, Sahabat sebaiknya memindahkan ruang kerja di tempat tidur yang memang untuk istirahat ke ruang lainnya seperti ruang tamu atau ruang makan untuk mendukung produktivitas, dan Sahabat semakin semangat bekerja dari rumah.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai WFH dan produk-produk kesehatan untuk mendukung produktivitas saat WFH silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Alam S. Catat! Ini Efek Samping Terlalu Sering WFH di Atas Tempat Tidur [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5400780/catat-ini-efek-samping-terlalu-sering-wfh-di-atas-tempat-tidur
    2. Alasan Ilmiah Kenapa Jangan Bekerja di Atas Tempat Tidur Saat WFH [Internet]. suara.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://jatim.suara.com/read/2020/07/01/152519/alasan-ilmiah-kenapa-jangan-bekerja-di-atas-tempat-tidur-saat-wfh
    3. Media K. “Work From Home” Jangan Kerja Sambil Rebahan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/174600020/work-from-home-jangan-kerja-sambil-rebahan?page=all

     

    Read More
  • Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal. Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff […]

    Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal.

    masker N95 saat di rumah sakit

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff

    Seperti dilansir dari Kompas.com, adapun masker yang disarankan dipakai di area rumah sakit adalah N95 atau KN95. Artinya, Satgas tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker kain saat di rumah sakit untuk berobat atau mengunjungi orang sakit.

    Produk Terkait: Jual Masker N95 

    Masker kain juga tidak disarankan digunakan di area publik seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan hanya boleh digunakan saat di lingkungan rumah atau lokasi yang sudah diketahui dengan baik. Adapun untuk area publik, satgas menyarankan untuk menggunakan masker medis.

    Mengapa Satgas Menyarankan Masker N95 di Rumah Sakit?

    Berdasarkan efektivitasnya, masker N95 atau KN95 disebut mampu memberikan perlindungan hingga lebih dari 95%. Sementara masker medis melindungi 70 hingga 80% dan masker kain hanya memberikan perlindungan 40 sampai 45%.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan pada Masker dan Tips Memakainya

    Mengenai Masker N95

    FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat menyatakan bahwa masker N95 merupakan jenis masker respirator untuk menyaring udara dari partikel yang sangat kecil. National Institute for Occupational Safety and Health menyebut bahwa N95 ini mampu menyaring virus dan bakteri, termasuk Covid-19.

    Masker respirator ini dibagi berdasarkan kemampuannya masing-masing, yaitu menyaring udara, menahan air, dan minyak melalui kode N, R, dan P.

    Berikut keterangan dari kode-kode tersebut:

    • N berarti tidak tahan minyak
    • R berarti tahan minyak
    • P berarti kedap minyak

    Jika berdasarkan kode tersebut, masker N95 adalah masker respirator yang tidak tahan minyak dengan kemampuan filtrasi partikel hingga 95%. Partikel yang disaring tersebut berukuran lebih besar dari 0,3 mikron seperti virus dan polutan. Selain itu, masker dilengkapi dengan lapisan karbon aktif yang dirancang supaya melekat pada mulut. Hal tersebut mungkin dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga masker ini tidak disarankan untuk anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Demikianlah mengenai pemakaian masker N95 saat ke rumah sakit oleh masyarakat demi mencegah penularan virus Corona. Tidak hanya syarat dan pemakaian masker saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara membuang masker yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Satgas: Gunakan Masker N95 di Area RS dan Mengunjungi Orang Sakit [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/21/13522331/satgas-gunakan-masker-n95-di-area-rs-dan-mengunjungi-orang-sakit
    2. Alam S. Ada Kode N95 pada Masker Tenaga Medis, Apa Sih Artinya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4992463/ada-kode-n95-pada-masker-tenaga-medis-apa-sih-artinya
    Read More
Chat Dokter 24 Jam