Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 51–60 of 110 results

  • Kelenjar tiroid merupakan kelenjar pada leher yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh manusia. Penyakit tiroid terjadi jika terdapat kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Penyakit tiroid bervariasi dari pembesaran kelenjar yang tidak berbahaya sampai keganasan. Kelenjar tiroid yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid disebut hipertiroidisme sedangkan yang terlalu sedikit disebut […]

    Sistem Imun dan Gangguan Tiroid: Apakah Saya Berisiko Lebih Tinggi Terinfeksi Covid-19?

    Kelenjar tiroid merupakan kelenjar pada leher yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh manusia. Penyakit tiroid terjadi jika terdapat kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Penyakit tiroid bervariasi dari pembesaran kelenjar yang tidak berbahaya sampai keganasan. Kelenjar tiroid yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid disebut hipertiroidisme sedangkan yang terlalu sedikit disebut hipotiroidisme.¹

    sistem imun dan gangguan tiroid

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Pada akhir Desember 2019, penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ditemukan di kota Wuhan, China dan menular dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit Covid-19 ini menimbulkan gejala beragam, dari yang tanpa gejala sama sekali, gejala ringan, gejala berat, bahkan sampai mengancam nyawa.² Individu dengan penyakit penyerta diketahui lebih berisiko terinfeksi dan mengalami gejala berat dari Covid-19.³ Bagaimana dengan gangguan tiroid terhadap risiko infeksi Covid-19? Bagaimana pengaruhnya terhadap sistem imun? 

    Penyakit tiroid autoimun terhadap risiko infeksi Covid-19 

    Covid-19 termasuk virus baru, sehingga belum banyak penelitian mengenai dampaknya terhadap penyakit tiroid. Meskipun begitu, sampai sekarang belum ditemukan adanya hubungan antara penyakit tiroid dengan peningkatan risiko infeksi virus secara umum. 

    Penderita penyakit tiroid autoimun tidak berarti memiliki sistem imun yang lemah (immunocompromised). Sistem imun yang terlibat dalam penyakit tiroid autoimun berbeda dari sistem imun yang bekerja melawan infeksi virus, seperti Covid-19. 4  

    Kanker tiroid terhadap sistem imun dan risiko infeksi Covid-19 

    Pasien yang menjalani terapi kanker memang termasuk dalam keadaan immunocompromised. Meskipun demikian, tidak seperti jenis kanker lain, sebagian besar kanker tiroid tidak memerlukan kemoterapi maupun obat-obat lain yang menurunkan sistem imun. Sebagian besar penderita kanker tiroid mendapat obat hormon tiroid yang tidak meningkatkan risiko infeksi Covid-19. Pasien yang sudah menjalani operasi kanker tiroid, baik dengan terapi radioiodin maupun tanpa terapi radioiodin tidak lebih berisiko terinfeksi Covid-19. Pada jenis kanker tiroid yang lebih jarang ditemui, pasien menjalani kemoterapi yang akan meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. 5,6  

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Pengobatan tiroid terhadap sistem imun 

    Baik levotiroksin yang digunakan untuk pengobatan hipotiroidisme maupun karbimazol dan propylthiouracil (PTU) yang digunakan untuk pengobatan hipertiroidisme tidak mengubah maupun melemahkan sistem imun Anda. Pasien yang terinfeksi Covid-19 dapat tetap melanjutkan pengobatan dengan obat antitiroid kecuali jika didapatkan keadaan agranulositosis, yaitu jumlah sel darah putih granulosit <1.0 x 109/L.4  

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pasien dengan penyakit mata tiroid biasanya mengonsumsi steroid dalam dosis yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Beberapa juga mengkonsumsi obat-obat imunosupresif (menurunkan sistem imun) seperti Mycophenolate dan rituximab dalam 9-12 bulan. Obat-obatan tersebut meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter keluarga Anda mengenai hal ini.4

    Penyakit tiroid yang belum terkontrol terhadap risiko infeksi 

    Pasien dengan gangguan tiroid yang belum terkontrol memiliki kadar tiroid yang tidak stabil di dalam tubuhnya walaupun sudah mengkonsumsi obat, sehingga masih menimbulkan berbagai gejala. Jika hal ini terjadi, dokter akan melakukan evaluasi pengobatan dan mengubah dosis obat yang diberikan. Sampai saat ini, belum ada bukti yang mengatakan bahwa pasien dengan gangguan tiroid yang belum terkontrol memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus secara umum. 4  

    Berbeda dengan pasien yang belum terkontrol, pasien yang tidak terkontrol, yaitu mereka yang baru saja memulai pengobatan tiroid atau yang tidak mengkonsumsi obat tiroid sesuai anjuran dokter, mungkin memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit infeksi. Hal ini terutama pada pasien hipertiroidisme, sehingga sangat dianjurkan untuk melanjutkan terapi untuk menurunkan risiko tersebut.4  

    Tips menjaga sistem imun untuk penderita gangguan tiroid 7  

    • Mengonsumsi obat tiroid sesuai anjuran dokter dengan teratur. 
    • Jika Anda menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat imunosupresif, diskusikan dengan dokter Anda mengenai terapi yang Anda jalani maupun rencana isolasi mandiri. 
    • Vitamin dan mineral cukup didapatkan dari makanan bergizi seimbang. Penggunaan suplemen vitamin hanya dibutuhkan jika Anda mengalami kekurangan vitamin. 
    • Menjaga berat badan ideal, makan makanan bergizi, dan berolahraga teratur sambil tetap melakukan physical distancing.

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00007

    Daftar Pustaka 

    1. Ambardekar N. Thyroid problems. WebMD (2019). Available at: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
    2. World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19). 2020. Available at: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-ans wers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19
    3. Center of Disease Control and Prevention. People with certain medical conditions. 2020. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-with-med ical-conditions.html
    4. British Thyroid Foundation. Thyroid disease and coronavirus (COVID-19). 2020. Available at: https://www.btf-thyroid.org/news/thyroid-disease-and-coronavirus-covid-19
    5. American Thyroid Association. Novel Coronavirus (COVID-19) and the thyroid: frequently asked questions. 2020. Available at: https://www.thyroid.org/covid-19/coronavirus-frequently-asked-questions/#hypothyro idism
    6. British Thyroid Foundation. Thyroid cancer and coronavirus (COVID-19). 2020. Available at: https://www.btf-thyroid.org/thyroid-cancer-and-coronavirus 7. British Thyroid Foundation. Your question about COVID-19 and the immune system in thyroid patients. Available at: https://www.btf-thyroid.org/your-questions-about-covid-19-and-the-immune-system
    Read More
  • Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan […]

    Pemerintah Berlakukan PPKM Mikro, Berikut Beberapa Aturannya

    Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan oleh Mendagri Tito Karnavian, serta dilaksanakan mulai 9 Februari hingga 22 Februari 2021.

    PPKM Mikro

    Baca Juga: PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Adapun PPKM ini berlaku di 7 provinsi yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Ketujuh provinsi ini diketahui merupakan tempat tinggi penularan Covid-19, terutama di DKI Jakarta. Adapun ketujuh provinsi itu adalah:

    • DKI Jakarta meliputi seluruh kota administratif
    • Jawa Barat meliputi bagian dari Jabodetabek dan Bandung Raya, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
    • Banten meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang
    • Jawa Tengah meliputi Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Surakarta, dan sekitarnya
    • DI Yogyakarta meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo
    • Jawa Timur meliputi Surabaya Raya, Madiun Raya, dan Malang Raya
    • Bali meliputi Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan sekitarnya

    Aturan-aturannya

    Terdapat beberapa aturan yang berubah dalam PPKM Mikro ini seperti ketentuan WFH dan WFO serta jam buka pusat perbelanjaan. Namun yang tidak berubah sama sekali adalah kegiatan belajar-mengajar yang tetap dilaksanakan secara online. Berikut ini adalah beberapa aturan yang berubah tersebut:

    Aktivitas Perkantoran, Rumah Makan, dan Tempat Ibadah

    Pada PPKM mikro ini aktivitas perkantoran dibatasi 50%, dan sisanya bekerja dari rumah atau WFH dari sebelumnya 25%. Bagi yang bekerja di kantor harap tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Untuk pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi hingga jam 9 malam dari sebelumnya hanya sampai jam 8 malam. Untuk kapasitas maksimum makan di restoran dibatasi hanya sampai 50%.  Alasan pelonggaran ini seperti diutarakan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, karena melihat protokol kesehatan di mal sudah berjalan baik, dan juga karena alasan ekonomi. Selain itu, ia melihat mobilitas masyarakat di mal juga jarang daripada di tingkat RT/RW, desa, atau kelurahan.

    Terakhir, aktivitas di tempat ibadah diizinkan dengan maksimal 50%. Kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Untuk kegiatan di fasilitas umum atau fasilitas sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

    Pembentukan Posko Penanganan Covid-19

    PPKM Mikro juga memberikan instruksi untuk membentuk posko penanganan Covid-19 yang berada di tingkat desa atau keluarahan. Posko ini berisikan berbagai unsur masyarakat, yaitu:

    • Ketua RT
    • Kepala Desa
    • Babinsa
    • Bhabinkamtibmas
    • Satpol PP
    • PKK
    • Dasawisma
    • Karang taruna
    • Tokoh masyarakat
    • Relawan

    Posko yang dibentuk ini bertugas melakukan pengendalian infeksi Covid-19 mulai dari sosialiasi, protokol kesehatan, penegakan dan pendataan pelanggaran protokol kesehatan hingga pelaporan perkembangan penanganan Covid-19 secara berjenjang ke level atas. Untuk biaya kebutuhan, desa dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja desa sedangkan kelurahan ditanggung APBD kabupaten/kota.

    Terdapat Zonasi Pengendalian Wilayah

    Terdapat penerapan zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT pada PPKM Mikro untuk dapat dengan mudah mengendalikan Covid-19. Kriteria zonasi dibagi menjadi zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah. Zona merah ditetapkan bila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif. Untuk zona ini terdapat PPKM tingkat RT yang mencakup pelacakan kontak erat, isolasi mandiri penutupan rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Selain itu, terdapat larangan berkerumun lebih dari 3 orang, pembatasan keluar masuk RT maksimal hingga jam 10 malam, dan kegitan sosial yang berpotensi menyebarkan virus harus ditiadakan.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Zona oranye diberlakukan jika terdapat 6-10 rumah dengan kasus konfirmasi positif falam 7 hari terakhir. Penanganan dilakukan dengan melacak kontak erat dan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, serta tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Zona kuning bila terdapat 1 hingga 5 rumah dengan kasus positif Covid-19 selama 7 hari terakhir diharuskan melakukan pelacakan kontak erat. Untuk zona hijau yang tidak ada sama sekali kasus aktif di tingkat RT, perlu dilakukan tes pada suspek secara aktif.

    Aturan Perjalanan Dalam Negeri dan Luar Negeri

    Untuk aturan perjalanan pada PPKM Mikro ini sebenarnya masih sama seperti pada aturan-aturan perjalanan sebelumnya, yaitu wajib melakukan PCR swab jika ke Bali dengan pesawat maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau tes antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk laut adalah adalah wajib PCR swab atau antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

    Begitu juga untuk perjalanan darat dari Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Akan ada tes antigen yang dilaksanakan secara acak oleh Satgas Covid-19. Selain itu, Satgas akan memberlakukan GeNose sebagai tambahan apabila diperlukan. GeNose ini juga diberlakukan bagi Sahabat Sehat yang melakukan perjalanan darat di Pulau Jawa dengan kereta api sebagai opsi selain PCR Swab atau tes antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Namun untuk libur panjang keagamaan wajib tes Covid-19 adalah maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Untuk perjalanan dari luar negeri akan tetap ada pemeriksaaan suhu tubuh dan validasi hasil tes PCR swab yang negatif, yang berlaku 3×24 jam sebelum keberangkatan di setiap pintu kedatangan. Kemudian ada tes ulang yang ditanggung pemerintah untuk WNI dan biaya sendiri untuk WNA. Jika positif akan diarahkan untuk dikarantina selama 5×24 jam. Bagi WNI yang tidak mampu dari segi ekonomi akan diisolasi di karantina khusus, dengan biaya ditanggung pemerintah. Namun, ada syaratnya, yaitu surat tanda tidak mampu sementara WNA dikarantina di rumah pribadi.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Itulah mengenai PPKM Mikro yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali untuk meminimalkan penularan Covid-19. Yuk, Sahabat Sehat, mari laksanakan dengan baik PPKM ini supaya Sahabat tidak tertular virus. Tetap terapkan 5M dan PHBS, tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 4 Poin Penting PPKM Mikro yang Dimulai Hari Ini, dari Jam Buka Restoran hingga Zonasi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/09/062700065/4-poin-penting-ppkm-mikro-yang-dimulai-hari-ini-dari-jam-buka-restoran?page=all
    2. Media K. PPKM Mikro di Jabodetabek : Sekolah Tetap Online, WFH Diperlonggar Jadi 50 Persen [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/09/07371891/ppkm-mikro-di-jabodetabek-sekolah-tetap-online-wfh-diperlonggar-jadi-50
    3. Adinda Putri C. PPKM Mikro Hari Ini, Berikut Zonasi dan Ketentuannya! [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210209084007-4-222030/ppkm-mikro-hari-ini-berikut-zonasi-dan-ketentuannya
    Read More
  • Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap […]

    Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap tidak lagi relevan.

    perilaku 5M

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Hal itu diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman yang menilai 3M tidak cukup untuk meminimalkan penyebaran virus berkaitan dengan jumlah penderita Covid-19 di Indonesia yang semakin hari semakin naik. Apalagi jumlah penderita virus ini di Tanah Air sudah mencapai angka 1 juta. Karena kondisi yang demikian, Dicky menyarankan untuk semua orang melakukan 5M.

    Apa Itu 5M?

    5M merupakan protokol kesehatan sebagai pelengkap 3M. Itu artinya, ada dua hal baru yang ditambahkan dalam 5M ini. Berikut yang termasuk 5M tersebut:

    • Memakai masker
    • Mencuci tangan memakai sabun di air yang mengalir
    • Menjaga jarak
    • Menjauhi kerumunan
    • Membatasi mobilisasi dan interaksi

    Mengapa 5M Perlu?

    Seperti diungkapkan oleh Dicky Budiman, 5M adalah untuk menjawab permasalahan perkembangan pandemi. Ia menilai bahwa perkembangan pandemi bersifat dinamis, dan tidak bisa berpatokan pada satu metode saja secara statis. Apabila pemerintah tidak melaksanakan 5M, penanganan Covid-19 yang ada akan tidak optimal sama sekali, dan akan terus menambah jumlah kasus. 5M ini perlu untuk membantu strategi isolasi, karantina, dan 3T. Untuk pelaksanaannya pun harus merata di seluruh Indonesia. Ia juga berpendapat bahwa 5M hendaknya tetap dilaksanakan hingga dua tahun mendatang untuk mengoptimalkan kekebalan dari vaksinasi yang mulai dijalankan pemerintah.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Perlu Konsistensi

    Pakar kesehatan sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Cissy Kartasasmita mengungkapkan bahwa 5M yang dijalankan haruslah konsisten dijalankan terutama oleh para selebritis yang kerap dijadikan contoh oleh masyarakat. Melibatkan para selebritis adalah upaya tepat untuk menjalankan 5M secara utuh dan menyeluruh. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjalankannya saat tak hanya berada di depan kamera. Selain selebritis, pelibatan para tokoh agama juga hal yang penting supaya 5M benar-benar dijalankan sehingga upaya mengurangi penyebaran virus akan semakin optimal.

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Menjaga Jarak 5 Langkah

    Itulah mengenai 5M sebagai pengganti 3M yang tidak lagi relevan untuk dapat meminimalkan penyebaran virus secara efektif serta mengakhiri pandemi. Dengan catatan, semua dijalankan secara benar dan konsisten. Yuk, Sahabat Sehat, mulailah terapkan 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ekonomi W. 3M Tak Lagi Relevan, Epidemiolog Usul Terapkan 5M untuk Cegah Covid-19 [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read321713/3m-tak-lagi-relevan-epidemiolog-usul-terapkan-5m-untuk-cegah-covid-19?page=all
    2. Mediatama G. ​Inilah 5M untuk pencegahan Covid-19 dan bedanya dengan 3M serta 3T [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-5m-untuk-pencegahan-covid-19-dan-bedanya-dengan-3m-serta-3t
    3. Ekonomi W. Pakar Epidemiologi: Protokol Kesehatan 5M Akan Bertahan Hingga 2 Tahun ke Depan [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read324451/pakar-epidemiologi-protokol-kesehatan-5m-akan-bertahan-hingga-2-tahun-ke-depan
    4. Pakar Ingatkan Figur Publik Harus Konsisten Terapkan 5M [Internet]. Antara News. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1955288/pakar-ingatkan-figur-publik-harus-konsisten-terapkan-5m
    Read More
  • Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat […]

    Long-Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat bertahan hingga 6 minggu. Long-hauler dapat menyerang siapa saja, tidak peduli muda, tua, sehat, penderita penyakit kronis, yang dirawat di rumah sakit atau tidak.

    long hauler

    Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Seperti Apa Gejalanya?

    Meskipun informasinya terbatas mengenai gejala panjang yang dialami oleh penyintas Covid-19, beberapa kasus melaporkan bahwa gejala persisten ditandai  sebagai berikut:

    • Batuk
    • Sesak di dada
    • Sesak napas
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Diare

    Gejala lain yang dilaporkan seperti:

    • Kelelahan
    • Brain fog
    • Sulit berkonsentrasi
    • Penciuman tidak setajam di awal

    Apakah Gejala pada kondisi Ini Menular?

    Tentu saja gejala pada kondisi ini menular, dan penularannya dapat hilang setelah seminggu atau lebih. Orang-orang yang terkena gejala ini diketahui akan memilikinya dalam waktu sebulan atau lebih meskipun sudah didiagnosis negatif saat tes swab. Selain itu, disebutkan bahwa gejala ini dapat memberi efek jangka panjang penuh yang dapat berpengaruh pada organ-organ tubuh seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

    Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia. Yuk, Kenali Perbedaannya!

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gejala Ini dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Segera hubungi dokter setelah 28 hari terkena Covid-19 tetapi Sahabat masih merasakan gejala sisanya. Selain dengan pengobatan ke dokter, cara lain yang bisa dilakukan secara mandiri adalah selalu meminum banyak cairan agar tetap terhidrasi, istirahat yang cukup, kelola stres dengan baik, dan makan yang teratur.

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Covid-19 pada Lidah

    Itulah Sahabat mengenai long-hauler Covid yang dirasakan oleh penyintas Covid-19, kondisi gejala sisa yang bertahan cukup lama meskipun penderita dinyatakan sembuh. Yuk, Sahabat, tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. What It Means to Be a Coronavirus “Long-Hauler” [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/what-it-means-to-be-a-coronavirus-long-hauler/
    2. Callard F, Perego E. How and why patients made long Covid. Social Science and Medicine.2021:268;113426.
    3. Center for Diseases Control. Late sequelae of Covid-19. 2020. [Internet]. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-care/late-sequelae.html(cited February 3,2021).
    Read More
  • Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.   Baca Juga: Kasus […]

    Kisah Para Nakes Menghadapi Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui

    Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.

    kisah para nakes menghadapi Covid-19

     

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Tingginya risiko menderita burnout syndrome akibat stres yang luar biasa ini dapat mengakibatkan efek jangka panjang. Salah satunya adalah sistem imun yang menurun sehingga menganggu kualitas pelayanan medis. Magister Kedokteran Kerja FKUI mencatat bahwa ada 83% tenaga kesehatan di Indonesia yang mengalami hal tersebut.

    Meski begitu, kenyataannya masih banyak masyarakat yang terlihat abai terhadap kondisi yang dialami para nakes. Mereka menganggap remeh kerja nakes yang sudah luar biasa dalam penanganan sampai harus mengorbankan waktu untuk diri sendiri dan keluarga demi melayani masyarakat. Tidak jarang para nakes juga menjadi korban cemooh masyarakat. Nah, Sahabat Sehat berikut ini kami sajikan beberapa kisah para nakes yang berjuang menangani Covid-19 supaya Sahabat benar-benar tahu seperti apa yang mereka lakukan.

    Rela Berkeringat Penuh Karena Memakai APD

    Di masa pandemi Covid-19 para nakes diwajibkan memakai APD atau alat perlindungan diri untuk melindungi dari paparan Covid-19 secara langsung. Namun jangan dibayangkan jika memakai APD ini enak. Seperti dilansir dari Detik, seorang perawat di Makassar bernama I mengungkapkan bahwa dirinya merasakan panas yang luar biasa sehingga berkeringat penuh ketika APD dibuka.

    Tidak hanya mandi keringat akibat panas luar biasa itu, I mengatakan juga mengalami sejumlah permasalahan pada kulitnya seperti tangan yang memutih dan mengerut. Selain itu, ia mengalami luka di bagian pipi dan hidung setelah memakai APD. Luka itu terbentuk oleh tali di masker . I sendiri mengatakan bahwa ia hanya sanggup memakai APD selama 3 jam. Meski mengalami masalah-masalah di atas, I tetap menunjukkan profesionalitas dan sisi kemanusiaannya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

    Rela Berpisah dari Keluarga

    Cerita lain dari nakes yang berjuang melawan Covid-19 datang dari Chitra, seorang perawat di salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jakarta. Sejak virus melanda Indonesia ia mengerahkan kemampuan terbaik, tenaga, dan semangat untuk merawan pasien positif virus. Tentu saja hal ini tidaklah mudah karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, ia sadar dengan apa yang dilakukannya bukanlah sekadar profesi tetapi juga untuk kemanusiaan.

    Baca Juga: Mengapa Covid-19 di DKI Jakarta Terus-Menerus Meningkat?

    Ia pun rela berpisah dari keluarga karena dirinya dikhawatirkan akan membawa virus, dan karena itu ia ditempatkan di sebuah hotel oleh pihak rumah sakit. Meski begitu, Chitra mengakui juga membutuhkan hiburan karena stres yang cukup parah dari aktivitas tiada henti yang dilakukan untuk menangani pasien Covid-19. Satu-satunya cara untuk menghibur diri adalah melepas kangen dengan keluarga melalui video-call.

    Rela Terpapar Virus

    Meskipun sudah dilengkapi APD bukan berarti para nakes tidak bisa terkena virus. Kenyataannya, potensi terkena virus cukup besar karena persinggungan langsung dengan para pasien positif Covid-19. Hal ini yang dialami oleh AH, salah seorang perawat di Puskesmas Kalisat, Jember. Ia terkena Covid-19 yang berasal dari pasien puskesmas. Tidak hanya dirinya, tetapi juga keluarganya. Dimulai sang bapak yang diketahui memiliki penyakit komorbid kencing manis lalu merambat pada semua anggota keluarga. Sang Bapak kemudian meninggal dunia. Ia bersama anggota keluarga yang lain kemudian diisolasi di sebuah RSD dr. Soebandi.

    Atas kejadian yang menimpanya ia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan jangan meremehkan Covid-19 karena ia yang patuh saja terkena apalagi yang tidak. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk jujur apabila sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19. Sebab, apabila tidak jujur hal itu akan sangat berdampak pada orang lain terutama perawat.

    Itulah kisah-kisah para nakes sebagai garda terdepan yang berjuang melawan Covid-19. Mereka merelakan diri bermandi keringat memakai APD, mengalami masalah pada kulit saat memakai APD dan masker, rela berpisah dari keluarga sehingga harus melupakan hal-hal yang menyenangkan dan menghibur, serta rela terpapar virus dalam risiko pekerjaan sebagai nakes. Tentunya hal ini seharusnya menjadi hal bagi Sahabat untuk terus mengapresiasi mereka dan membantu mereka dengan tetap melakukan 3M dan PHBS, serta tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan yang cukup mendesak. Jangan sampai pengorbanan mereka sia-sia untuk kemanusiaan ini, dan jangan menyepelekan.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Menggunakannya

    Apabila Sahabat merasa perlu deteksi dini tes Covid-19, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Cara mengakses cukup mudah, Sahabat bisa akses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alam S. Curhat Perawat Soal Gerahnya Pakai APD, Kulit Sampai Keriput dan Terluka [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4970644/curhat-perawat-soal-gerahnya-pakai-apd-kulit-sampai-keriput-dan-terluka
    2. Concerns H. Apresiasi Tenaga Medis yang Telah Berjuang Melawan COVID-19 – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/01/18/apresiasi-tenaga-medis-yang-telah-berjuang-melawan-covid-19
    3. Media K. Cerita Satu Keluarga Tenaga Kesehatan Berjuang Sembuh dari Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/10/10/15114661/cerita-satu-keluarga-tenaga-kesehatan-berjuang-sembuh-dari-covid-19?page=all
    4. Cerita Inspiratif Tenaga Medis Covid-19, Pisah dengan Keluarga dan Butuh Hiburan [Internet]. iNews.ID. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.inews.id/travel/destinasi/cerita-inspiratif-tenaga-medis-covid-19-pisah-dengan-keluarga-dan-butuh-hiburan
    Read More
  • Apakah obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh? Jawabannya tentu saja bisa karena obat tradisional juga mempunyai khasiat yang baik untuk memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Akan tetapi, khasiat yang didapatkan kebanyakan dari data empiris, yaitu penggunaan turun-temurun di masyarakat. Ketika obat tradisional dinyatakan berkhasiat untuk daya tahan […]

    Penggunaan Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh

    Apakah obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh? Jawabannya tentu saja bisa karena obat tradisional juga mempunyai khasiat yang baik untuk memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Akan tetapi, khasiat yang didapatkan kebanyakan dari data empiris, yaitu penggunaan turun-temurun di masyarakat. Ketika obat tradisional dinyatakan berkhasiat untuk daya tahan tubuh, sebenarnya obat harus melalui penelitian ilmiah.

    obat tradisional untuk daya tahan tubuh

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Terdapat beberapa jenis penelitian ilmiah, yaitu:

    • Uji in-vitro atau penelitian pada laboratorium
    • Uji in-vivo atau uji ke hewan percobaan
    • Uji klinis pada manusia

    Akan tetapi, dalam praktiknya, obat tradisional masih mungkin dimanfaatkan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh. Beberapa obat yang secara turun-temurun terbukti berkhasiat di masyarakat dapat dimanfaatkan asalkan mempunyai dasar data ilmiah yang mendukung pembuktian untuk daya tahan tubuh.

    Produk Terkait: Jamu-Herbal

    Lalu, Apakah Sistem Daya Tahan Tubuh Itu?

    Sebelum berlanjut ke pemanfaatan obat tradisional, kita terlebih dahulu membahas mengenai daya tahan tubuh. Sistem daya tahan tubuh adalah sistem kompleks yang terintegrasi dari sel, jaringan, organ, dan mediator terlarut yang terlibat dalam mempertahankan tubuh terhadap serangan asing yang mengancam integritasnya.

    Bagaimana Sistem Ini Bekerja?

    Cara kerja sistem ini adalah mengaktivasi dua sistem kekebalan dalam tubuh yang terdiri dari kekebalan alami (innate immune) dan kekebalan adaptif (adaptive immune). Sistem kekebalan alami melibatkan sel-sel pembunuh alami atau natural killer cell, yaitu neutrofil (leukosit) yang dikenal sebagai makrofag. Sementara sistem kekebalan adaptif melibatkan limfosit (sel T dan B) dengan menghasilkan antibodi sebagai respons imun. Apabila kondisi tubuh terlihat baik, kedua sistem kekebalan ini akan bekerja bersama-sama untuk mempertahankan daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Cara Memanfaatkan Obat Tradisional

    Ada dua cara untuk memanfaatkan obat tradisional, yaitu:

    • Menggunakan produk jadi
    • Meracik dan mengolah sendiri

    Menggunakan produk jadi

    Sahabat dapat mendapatkan obat tradisional dalam bentuk produk jadi dengan cara offline atau online. Toko offline meliputi apotek, toko obat, swalayan, atau minimarket resmi, sedangkan toko online seperti toko resmi (official store) atau website resmi. Ketika membeli produk, Sahabat perlu melakukan cek label dan cek “klik” yang merupakan kependekan dari cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluwarsa.

    Cek label meliputi:

    • Indikasi, yaitu klaim khasiat yang disetujui pada umumnya, seperti membantu memperbaiki atau memelihara daya tahan tubuh
    • Aturan pakai, gunakan sesuai aturan pakai yang tercantum di label. Artinya, obat tidak boleh digunakan secara berlebihan
    • Peringatan/perhatian, yaitu merujuk pada jika terdapat peringatan atau perhatian terhadap produk tertentu
    • Kontraindikasi, berarti produk yang bersangkutan tidak boleh digunakan oleh penderita kondisi tertentu

    Untuk cek klik meliputi

    • Cek kemasan, untuk memastikan obat dalam kondisi yang dikemas dengan baik
    • Cek label, yaitu membaca keseluruhan informasi produk, seperti zat aktif dalam obat dan cara menyimpan
    • Cek izin edar, yaitu untuk memastikan apakah obat tersebut telah memiliki izin edar dari BPOM
    • Cek kedaluwarsa, yaitu untuk memastikan obat yang dibeli tidak melewati tanggal kedaluwarsa sehingga layak dikonsumsi

    Baca Juga: Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi penyimpanan dan efek yang tidak diinginkan. Kondisi penyimpanan merujuk pada bagaimana cara menyimpan obat yang sesuai sedangkan efek yang tidak diinginkan adalah apabila obat yang dikonsumsi menimbulkan efek samping yang cukup parah. Apabila timbul efek yang tidak diinginkan, Sahabat harus segera menghentikan konsumsi obat dan segera hubungi dokter

    Meracik dan Mengolah Sendiri

    Cara kedua adalah meracik dan mengolah sendiri obat-obatan dari sumbernya langsung berupa simplisia nabati. Dengan cara ini, Sahabat mencari dan mengumpulkan sendiri bahan-bahan untuk obat-obatan yang ada, yang bisa didapatkan di sekitar rumah. Sahabat harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan kebersihan bahan. Setelah itu, Sahabat bisa mulai mengolah bahan-bahan, dari mencuci hingga merebus untuk kemudian mengonsumsinya.

    Baca Juga: Simplisia Nabati: Pengertian, Jenis, Pengolahan, Tumbuhan, dan Lain-lain

    Apa yang Harus Diperhatikan Ketika Memanfaatkan Obat Tradisional?

    Yang perlu Sahabat perhatikan adalah sebagai berikut:

    • Reaksi alergi: ada beberapa orang atau individu yang mempunyai reaksi alergi yang cukup parah terhadap obat tradisional tertentu
    • Kelompok yang berisiko: obat-obatan tidak dianjurkan untuk kelompok berisiko, yaitu bayi, anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia serta yang mempunyai kondisi penyakit tertentu sehingga membutuhkan konsultasi dokter
    • Takaran dan kombinasi: hindarilah takaran dan kombinasi yang berlebihan
    • Konsultasi dengan dokter: konsultasilah dengan dokter terlebih dahulu jika Sahabat hendak mengonsumsi obat bersamaan dengan obat nontradisional
    • Penggunaan jangka panjang: peringatan/perhatian terhadap efek yang tidak diinginkan

    Baca Juga: Arti Lingkaran Berwarna Kemasan Obat

    Itulah beberapa hal seputar obat tradisional yang bisa digunakan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh. Sahabat Sehat juga harus tetap memperhatikan aspek-aspek yang ada pada obat tradisional yang hendak dikonsumsi supaya tidak terjadi dampak yang tidak diinginkan. Untuk obat yang resmi dan terpercaya, Sahabat bisa membelinya di Prosehat. Informasi selengkapnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Sugiarti, Herawaty, Riani. Buku Saku Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh. 1st ed. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2020.
    2. BPOM Ingatkan Pentingnya Cek KLIK [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/25/10193531/bpom-ingatkan-pentingnya-cek-klik
    Read More
  • World Health Organization (WHO) kembali merilis aturan baru bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dalam aturan baru itu, pasien harus mempunyai pulse oximeter atau oksimetri nadi. Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen, sehingga dapat membantu pasien mengidentifikasi apabila ada perburukan kondisi dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Demikian hal tersebut diungkap oleh […]

    WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

    World Health Organization (WHO) kembali merilis aturan baru bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dalam aturan baru itu, pasien harus mempunyai pulse oximeter atau oksimetri nadi. Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen, sehingga dapat membantu pasien mengidentifikasi apabila ada perburukan kondisi dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Demikian hal tersebut diungkap oleh juru bicara WHO, Margaret Harris, pada briefing PBB di Jenewa, Swiss, seperti dilansir dari Reuters, 26 Januari 2021. Selain itu, ia juga menyarankan kepada para dokter untuk menempatkan pasien dalam posisi tengkurap agar kadar oksigennya meningkat.

    pulse oximeter

    Baca Juga: Isolasi Mandiri di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Apakah Pulse Oximeter itu?

    Dalam laman resminya WHO menyebutkan bahwa pulse oximeter adalah perangkat medis untuk memantau kadar oksigen dalam darah pasien, dan sebagai pedoman bagi petugas medis untuk melakukan intervensi secara cepat jika kadar oksigen yang ditunjukkan turun di bawah standar. Alat ini penting untuk memantau kadar oksigen dalam operasi, kondisi gawat darurat dan perawatan intensif, serta perawatan dan pemulihan di ruang rawat inap rumah sakit. Bentuknya berupa perangkat kecil seperti klip yang ditempelkan pada tubuh, yaitu pada jari atau daun telinga. Namun, alat ini paling sering digunakan pada jari tangan.

    Produk Terkait: Jual Beurer Pulse Oximeter

    Tujuan Penggunaan

    Tujuan penggunaan pulse oximeter adalah untuk memeriksa kadar oksigen dalam tubuh.  Alat ini biasanya digunakan untuk memantau pasien dengan kondisi-kondisi berikut:

    • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
    • Asma
    • Radang paru
    • Kanker paru
    • Anemia
    • Serangan jantung atau gagal jantung
    • Penyakit jantung bawaan

    Lalu, terdapat sejumlah kasus penggunaan yang berbeda dari alat ini, yaitu:

    • Untuk menilai seberapa baik kinerja obat paru-paru
    • Mengevaluasi apakah seseorang membutuhkan bantuan pernapasan atau tidak
    • Mengevaluasi seberapa baik kinerja ventilator
    • Memantau kadar oksigen selama atau setelah prosedur pembedahan yang membutuhkan sedasi
    • Menentukan seberapa efektif terapi oksigen tambahan, terutama bila pengobatannya baru
    • Menilai kemampuan seseorang untuk mentoleransi peningkatan aktivitas fisik
    • Mengevaluasi apakah seseorang berhenti bernapas sejenak saat tidur, seperti dalam kasus sleep apnea

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Alat ini dipasang di jari tangan, jari kaki, atau daun telinga. Seberkas cahaya kecil akan melewati darah di jari dan mengukur kadar oksigen dengan mengukur perubahan penyerapan cahaya dalam darah yang mengandung oksigen dan yang tidak. Prosesnya tidak menyakitkan sama sekali. Setelah itu, pulse oximeter akan memberi tahu Sahabat kadar oksigen bersama dengan denyut jantung. Supaya lebih efektif, disarankan untuk menghapus kuteks pada kuku jari.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Dalam beberapa kasus, Sahabat disarankan menggunakan probe untuk memantau denyut nadi dan saturasi oksigen sesuai kebutuhan. Misalnya, ketika memantau kemampuan aktivitas fisik, alat akan terus dipasang selama latihan dan ketika pemulihan. Untuk penggunaan saat operasi, probe akan dipasang sebelumnya dan dilepas setelah Sahabat bangun dan tidak lagi dalam pengawasan. Terkadang, alat ini hanya digunakan untuk pembacaan satu kali secara cepat. Setelah tes selesai, klip atau probe akan dilepas.

    Seperti Apa Cara Membacanya?

    Cara membaca alat ini adalah berdasarkan angka yang tertera pada alat. Kadar oksigen yang normal adalah 95%. Jika di bawah itu, berarti ada potensi hipoksemia atau kekurangan oksigen dalam tubuh.

    Prosedur Penggunaan Alat

    Alat digunakan untuk pasien rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Namun, saat pandemi Covid-19, alat ini sangat disarankan untuk pasien isolasi mandiri di rumah dengan gejala ringan.

    Produk Terkait: Jual Pulse Oximeter Icare

    Tips Memilih Pulse Oximeter yang Tepat

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk memilih alat yang tepat:

    • Pilihlah alat yang berkualitas dan memiliki kredibilitas. Sebaiknya beli alat di toko yang menjual barang medis atau toko medis terpercaya
    • Tes terlebih dahulu pada orang dengan kondisi saturasi oksigen normal supaya terlihat jelas akurasinya, yaitu 95% untuk orang normal

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Nah, itulah Sahabat mengenai perlunya penggunaan pulse oximeter untuk pasien isolasi mandiri Covid-19 berdasarkan aturan baru WHO. Buat Sahabat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, Sahabat bisa membeli pulse oximeter di Prosehat yang menjual barang berkualitas dengan harga terjangkau dan terpercaya. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. WHO issues new clinical advice on treating COVID-19 patients [Internet]. reuters.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-who-idUSKBN29V134
    2. Pulse oximetry [Internet]. who.int. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.who.int/patientsafety/safesurgery/pulse_oximetry/en/
    3. Pulse Oximetry: Uses, Readings, and How It Works [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/pulse-oximetry
    4. Dokter Bagikan Tips Pilih Oximeter yang Tepat untuk Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5351689/dokter-bagikan-tips-pilih-oximeter-yang-tepat-untuk-pasien-covid
    Read More
  • Selain tes swab melalui hidung dan tenggorokan, rupanya juga ada tes swab melalui lubang pantat atau anal yang dinamakan anal swab atau swab anal. Hal ini ramai dibicarakan karena muncul laporan yang menyatakan bahwa banyak orang di Beijing lebih sering menggunakan metode ini. Para ahli di Cina pun menyebutkan bahwa jenis tes swab ini adalah […]

    Mengenal Anal Swab Test, Tes Swab pada Dubur yang Sedang Viral di Cina

    Selain tes swab melalui hidung dan tenggorokan, rupanya juga ada tes swab melalui lubang pantat atau anal yang dinamakan anal swab atau swab anal. Hal ini ramai dibicarakan karena muncul laporan yang menyatakan bahwa banyak orang di Beijing lebih sering menggunakan metode ini. Para ahli di Cina pun menyebutkan bahwa jenis tes swab ini adalah yang paling akurat untuk mendeteksi virus Covid-19 dan tes ini disarankan untuk meningkatkan tingkat deteksi dan mengurangi proporsi diagnosis yang terlewat.

    anal swab test

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Dilansir dari Kompas.com, metode ini mulai sering digunakan setelah ada anak berusia 9 tahun yang dinyatakan positif terinfeksi varian baru Covid-19 dari Inggris. Namun, sebenarnya, swab anal sudah digunakan sejak 2020, terutama terhadap individu yang berada di zona merah Covid-19 di Cina, seperti Shanghai.

    Lalu, Seperti Apakah Swab Anal Tersebut?

    Seperti dilansir dari Detikcom, berikut adalah fakta-fakta mengenai salah satu tes anal yang sedang populer di Negeri Tirai Bambu tersebut:

    Mengenai Metodenya

    Tes ini merupakan salah satu metode untuk mendeteksi virus dengan cara memasukkan alat swab berukuran 3 sampai 5 sentimeter ke dalam rektum atau dubur. Salah satu ahli kesehatan di Cina, Li Tongzeng dari Rumah Sakit You’an menyebutkan bahwa metode ini lebih akurat dalam mendeteksi virus dan dapat menurunkan kemungkinan kesalahan diagnosis.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Mengenai Deteksinya

    Penggunaan tes swab anal ini rupanya berdasarkan sebuah penelitian bahwa jejak Covid-19 dapat bertahan lebih lama dalam anus dibandingkan dengan di saluran pernapasan. Metode ini dikatakan dapat membantu meminimalkan risiko kambuh setelah pemulihan. Selain itu, metode ini lebih cepat akurat ketika sekelompok peneliti di Cina menemukan bahwa beberapa pasien Covid-19 mengalami infeksi virus usus yang aktif dan berkepanjangan, dan bahkan saat tidak menunjukkan gejala gastrointestinal. Dari hasil swab terlihat bahwa saat memakai swab anal pasien terkonfirmasi positif, sedangkan hasil swab tenggorokan menunjukkan sebaliknya.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Mengenai Kenyamanan

    Apakah metode ini aman dan nyaman? Menurut Li Tongzeng dari Rumah Sakit You’an, Beijing, metode ini tidaklah senyaman swab di tenggorokan atau hidung. Oleh karena itu, penggunaan metode ini hanya untuk orang-orang tertentu yang berada di area karantina Covid-19 atau zona merah. Itulah mengapa, meski sudah populer, masih banyak orang di Cina yang menggunakan tes swab biasa.

    Tanggapan dari Ahli Kesehatan Indonesia

    Tes swab anal yang sedang viral di Cina ini tentu saja mendapat tanggapan dari salah satu ahli kesehatan Indonesia, Ahmad Rusdan Utomo. Dilansir dari CNBC Indonesia, ahli biologi molekuler itu menyatakan tes swab melalui anal atau dubur tidak bisa dijadikan sebagai acuan seseorang terinfeksi Covid-19. Tes ini hanya sebagai pelengkap. Ia juga menilai bahwa tes ini membuat seseorang menjadi malu karena area privasinya dibuka sehingga akan membuat tidak nyaman.

    Selain itu, ia juga mengatakan bahwa swab melalui hidung dan mulut lebih ampuh mendeteksi Covid-19 hingga 70% sementara dengan feses kemungkinan hanya separuhnya. Metode swab melalui anal hanya dilakukan pada saat dokter menemukan gejala Covid-19, namun dinyatakan negatif saat PCR swab hidung dan tenggorok. Ahmad menambahkan, virus Covid-19 umumnya dapat ditemui di saluran pernapasan atas, kemudian pernapasan bawah, lanjut ke pencernaan, hingga berakhir ke saluran pembuangan. Di situlah fungsi rektal swab dapat mendeteksi virus.

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Itulah mengenai tes swab anal yang sedang viral di Cina untuk mendeteksi Covid-19. Meskipun begitu, masih ada tes swab biasa melalui hidung dan mulut yang juga akurat. Untuk Sahabat Sehat yang ingin deteksi dini dengan PCR swab, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dianggap Lebih Akurat Deteksi Covid-19, China Pakai Metode Swab Anal [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/27/154702670/dianggap-lebih-akurat-deteksi-covid-19-china-pakai-metode-swab-anal
    2. 4 Fakta Anal Swab, Metode Tes COVID-19 yang Lagi Hits di China [Internet]. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5352245/4-fakta-anal-swab-metode-tes-covid-19-yang-lagi-hits-di-china
    3. China Test Swab Melalui Anal, Ini Respons Ahli RI [Internet]. cnbcindonesia.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210128165502-37-219490/china-test-swab-melalui-anal-ini-respons-ahli-ri
    Read More
  • Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue. Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium […]

    Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue.

    covid tongue

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Pengertian Covid Tongue dan Gejalanya

    Covid tongue adalah rasa tidak nyaman pada lidah yang dikeluhkan oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19.  Pada Covid tongue, terjadi perubahan warna, bentuk, kondisi permukaan lidah, serta rasa nyeri. Kondisi ini ditemukan oleh Tim Spector, epidemiolog dari King’s College, London, Inggris. Setelah diteliti, ternyata terdapat bercak-bercak atau luka seperti sariawan pada lidah pasien yang terkadang bisa menyebabkan rasa sakit.

    Pada sebuah penelitian lain yang dimuat dalam Jurnal Integrative Medicine Research didapatkan bahwa pasien yang didiagnonis Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang biasanya memiliki lidah berwarna merah terang dengan lapisan putih. Pada pasien Covid-19 dengan gejala berat, ditemukan lidah berwarna ungu atau pucat dengan lapisan kekuningan. Rasa nyeri lidah banyak ditemukan pada pasien dengan gejala berat. Proporsi pasien kritis dengan lidah nyeri meningkat menjadi 75%. Pada lidah pasien Covid-19 juga didapatkan lapisan berminyak. Proporsinya adalah 53,3%, 73,3%, 83,6%, dan 87,5% untuk kategori penyakit ringan, sedang, berat, dan kritis. Selain itu, proporsi lapisan tebal meningkat dari ringan (24,9%) menjadi kritis (50,0%). Metode untuk mengetahui gejala pada lidah ini adalah dengan analisis citra lidah TCM, yaitu mengekstrasi data warna lidah, warna lapisan, bentuk tubuh lidah, dan fitur lapisan yang tepat.

    Dalam sebuah laporan kasus oleh Chaux-Bodard, dkk yang dipublikasikan dalam Journal of Oral Medicine and Oral Surgery (Jomos), seorang pasien wanita berusia 45 tahun mengeluhkan rasa tidak nyaman pada sisi punggung lidah. Sebelumnya, terdapat peradangan di papil lidah yang sangat nyeri selama 24 jam, diikuti munculnya bercak kemerahan selama 24 jam berikutnya, kemudian bercak kemerahan menjadi luka tidak rata dan tidak nyeri. Setelah 10 hari, luka sembuh tanpa bekas luka.

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaaannya?

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Pertanda yang Mengarah ke Covid Tongue?

    Gejala rasa sakit dan tidak nyaman di lidah sebenarnya juga bisa dialami oleh penderita sariawan biasa, herpes, atau lidah geografis. Jadi, ketika Sahabat merasa mengalami gejala tersebut jangan lantas menyimpulkan terkena Covid-19. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

    • Gunakan sikat gigi yang lembut untuk menyikat gigi
    • Sikat lidah atau gunakan pengikis untuk membantu menghilangkan bercak pada lidah
    • Gunakan sedotan untuk mengonsumsi minuman dingin
    • Konsumsi parasetamol atau ibuprofen

    Apa yang Akan Terjadi Jika Covid Tongue Tidak Ditangani?

    Jika tidak ditangani Covid Tongue dapat menyebabkan infeksi serius di mulut. Gejala ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, jika Sahabat mengalami gejala baru ini bersama dengan gejala-gejala lain yang juga mengarah ke Covid-19, segera periksakan diri ke dokter, serta lakukan isolasi mandiri dan tindakan pencegahan untuk memastikan Sahabat tidak terkena Covid-19.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Itulah beberapa hal mengenai Covid Tongue, gejala baru Covid-19 pada lidah. Supaya Sahabat bisa dengan mudah mendeteksi gejala ini, selain dengan menyikat gigi dan lidah atau periksa ke dokter, Sahabat bisa menggunakan jam pintar WISH yang mempunyai teknologi untuk mendeteksi gejala Covid-19 melalui empat parameter, yakni suhu tubuh, detak jantung, kadar oksigen darah, dan analisis citra lidah. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mengenal ‘Covid Tongue’ yang Jadi Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/28/180000068/mengenal-covid-tongue-yang-jadi-gejala-baru-covid-19?page=all
    2. Dokter RSA UGM: Ini Ciri Gejala Baru Covid Tongue [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2021/01/30/134915971/dokter-rsa-ugm-ini-ciri-gejala-baru-covid-tongue?page=all
    3. Chaux-Bodard A, Deneuve S, Desoutter A. Oral manifestation of Covid-19 as an inaugural symptom?. J Oral Med Oral Surg. 2020;26(2):18.
    4. Pang W, Zhang D, Zhang J, Li N, Zheng W, Wang H et al. Tongue features of patients with coronavirus disease 2019: a retrospective cross-sectional study. Integr Med Res. 2020;9(3):100493.
    Read More
  • Setelah 11 bulan dilanda pandemi, Indonesia akhirnya mencatatkan jumlah pengidap positif virus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta, tepatnya 1.012.350 kasus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 26 Januari 2021. Indonesia menyusul negara-negara yang memiliki lebih dari sejuta kasus seperti Amerika Serikat, India, Cina, Italia, dan Ukraina. Baca Juga: Satgas Covid-19 […]

    Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Setelah 11 bulan dilanda pandemi, Indonesia akhirnya mencatatkan jumlah pengidap positif virus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta, tepatnya 1.012.350 kasus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 26 Januari 2021. Indonesia menyusul negara-negara yang memiliki lebih dari sejuta kasus seperti Amerika Serikat, India, Cina, Italia, dan Ukraina.

    covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Dalam Negeri Wajib PCR Swab atau Rapid Antigen

    Lebih dari satu juta kasus Covid-19 ini membuat Indonesia menduduki peringkat 19 dunia dan menjadi negara pertama di Asia Tenggara dengan jumlah kasus sebesar itu. Perincian jumlah hingga 1 jutaan lebih ini adalah 13.094 kasus baru, 820.356 pasien yang sembuh, dan 28.468 meninggal. Kasus Covid-19 di Indonesia ini tersebar di 34 provinsi dan 510 kota dan kabupaten.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 10 daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Posisi pertama tetap diduduki oleh DKI Jakarta, diikuti oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk posisi terakhir ditempati oleh provinsi Bali. Dari 10 daerah tersebut kebanyakan berada di Pulau Jawa. Namun, Yogyakarta tidak termasuk daftar tersebut.

    Perjalanan Covid-19 di Indonesia Hingga Sejuta

    Bagaimana Covid-19 bisa mencapai angka lebih dari sejuta kasus semenjak pandemi ini melanda pada Maret 2020? Setelah ditemukan tiga orang positif Covid-19 pada Maret 2020, diikuti semakin banyaknya pengidap setiap hari dan setiap minggunya, pemerintah mulai memberlakukan PSBB untuk meminimalkan penyebaran virus. Namun, PSBB kemudian mulai dilonggarkan seiring dengan menurunnya jumlah kasus dan kebutuhan ekonomi yang mendesak.

    Setelah PSSB, pemerintah mulai memberlakukan adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Selain itu, pemerintah membuat kebijakan liburan panjang akhir pekan sampai akhir tahun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dari sinilah jumlah pengidap Covid-19 mulai meningkat pesat. Mulai dari angka 100.000 usai libur Idul Fitri di bulan Juli, 500.000 kasus usai libur Maulid di bulan Oktober, dan akhirnya mencapai 1 jutaan kasus pada Januari 2021 yang dipicu oleh liburan akhir tahun pada Desember 2020.

    Respons IDI

    Sebagai organisasi profesi dokter yang merupakan garda utama melawan Covid-19, IDI mengungkap fakta yang berkaitan dengan angka sejuta kasus di Indonesia. Kini, akses untuk mendapatkan ruang inap cukup sulit bagi pasien positif Covid-19 karena tingkat keterisian bed yang di atas 70% terutama di 7 provinsi, dengan yang tertinggi di DKI Jakarta, sekarang hanya tersisa 16%.

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Halik Malik, Humas IDI, seperti dilansir Kumparan pada Rabu, 27 Januari 2021. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah memang telah menginstruksikan rumah sakit untuk menambah kapasitas ruang rawat. Namun, hal tersebut tidak sebanding dengan penambahan jumlah pengidap virus harian.

    Respons Epidemiolog

    Kasus Covid-19 yang mencapai angka sejuta ini juga mendapat respons dari epidemiolog Dicky Budiman. Dilansir dari Suara.com, epidemiolog dari Griffith University, Australia itu meminta kepada pemerintah untuk terus meningkatkan 3T. Sebab, menurutnya, 3T di tanah air masih terbilang rendah sekali, yaitu 32.000 per 1 juta populasi. Ia juga melihat di negara-negara lain yang mempunyai angka 1 juta kasus, namun kemampuan testing di negara lain bisa 5 hingga 6 kali lipat lebih banyak daripada Indonesia. Oleh karena itu, Dicky beranggapan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia sebenarnya sudah lebih dari sejuta. Menurutnya, selama ini strategi 3T tidak dijalankan secara memadai. Pemerintah lebih fokus pada kewajiban melaksanakan 3M di masyarakat dan pesan soal vaksinasi.

    Produk Terkait: Tes Covid-19 Prosehat

    Respons Pemerintah

    Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan di Indonesia, terutama Covid-19, meminta kepada semua pihak untuk bekerja ekstra keras menanggulangi virus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Budi Gunadi Sadikin pada konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 26 Januari 2021, mengenai kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai sejuta.

    Dalam konferensi pers tersebut, Menteri Budi menyebutkan bahwa angka 1 juta kasus Covid-19 di Indonesia ini mempunyai dua makna, yaitu pertama, momen untuk berduka cita atas banyaknya kematian akibat Covid-19, termasuk menghormati 600 tenaga kesehatan yang gugur saat menangani pasien Covid-19. Kedua adalah momen bagi semua pihak untuk bekerja ekstra keras menanggulangi virus agar perjuangan para tenaga kesehatan tidak sia-sia. Di samping meminta masyarakat menjalankan 3M dengan saling mengingatkan satu sama lain, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan 3T supaya jumlah penderita Covid-19 dapat terlacak dengan baik.

    Baca Juga: Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Lampaui Target WHO

    Nah, Sahabat Sehat, karena kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka 1 juta, Sahabat diharapkan tetap melakukan 3M dan PHBS, serta mendukung pemerintah melakukan 3T dengan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses langsung via website dan aplikasi lalu klik Layanan Kesehatan dan pilih Rapid Test Covid-19. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kasus Corona di RI Tembus 1 Juta! [Internet]. detiknews. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5349249/kasus-corona-di-ri-tembus-1-juta
    2. Sejuta Kasus Corona di Indonesia dalam Kurun 11 Bulan [Internet]. cnnindonesia.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210127065201-20-598830/sejuta-kasus-corona-di-indonesia-dalam-kurun-11-bulan
    3. Tembus 1 Juta Kasus Positif Covid-19, Ini 10 Daerah dengan Kasus Terbanyak [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/193400465/tembus-1-juta-kasus-positif-covid-19-ini-10-daerah-dengan-kasus-terbanyak?page=all#page2
    4. Corona 1 Juta, Indonesia Peringkat 19 Dunia dan Juara Asean [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20210126/15/1348149/corona-1-juta-indonesia-peringkat-19-dunia-dan-juara-asean
    5. IDI soal 1 Juta Kasus Corona: Terus Terang, Kini Sulit Akses Ruang Rawat Inap [Internet]. kumparan.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/idi-soal-1-juta-kasus-corona-terus-terang-kini-sulit-akses-ruang-rawat-inap-1v3cV4IFAny
    6. Kasus Covid-19 Capai 1 Juta, Epidemiolog: Genjot 3T, Jangan Prokes Melulu [Internet]. suara.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.suara.com/news/2021/01/27/070828/kasus-covid-19-capai-1-juta-epidemiolog-genjot-3t-jangan-prokes-melulu
    7. Prasasti G. Kasus COVID-19 Tembus Sejuta, Menkes: Ini Momen untuk Berduka dan Bekerja Sangat Keras [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4467394/kasus-covid-19-tembus-sejuta-menkes-ini-momen-untuk-berduka-dan-bekerja-sangat-keras
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja