Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 41–50 of 75 results

  • Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini […]

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin Pentingnya

    Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini berlaku mulai dari 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Seperti diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito bahwa ketentuan dalam surat edaran tersebut adalah bagian dari upaya menanggulangi Covid-19. SE dikeluarkan karena melihat pengalaman liburan-liburan sebelumnya yang selalu diikuti oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19.

    protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Terdapat beberapa poin penting yang perlu diketahui dalam surat edaran yang memuat protokol kesehatan untuk liburan akhir tahun 2020 ini. Apa saja itu? Yuk, Sahabat, mari kita simak bersama-sama!

    Pengetatan Perilaku 3M

    Perilaku 3M sudah menjadi hal yang wajib di saat pandemi Covid-19 ini mulai dari mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak. Namun selama perjalanan sahabat diwajibkan mengetatkan salah satu perilaku 3M tersebut, yaitu memakai masker. Penggunaannya wajib dilakukan dengan benar dan menutupi hidung sedangkan jenis yang dipakai adalah masker kain 3 lapis atau masker medis. Tak hanya pengetatan pada masker, protokol lainnya juga melarang penumpang selama perjalanan melepas masker untuk makan dan minum bagi perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan tertentu, yang jika tidak diperbolehkan dapat mengancam keselamatan jiwanya.

    Wajib PCR Swab dan Rapid Antigen

    Selain pengetatan perilaku 3M, hal yang perlu Sahabat perhatikan adalah kewajiban PCR swab dan rapid antigen saat melakukan perjalanan. PCR swab diwajibkan bagi Sahabat yang ingin ke Pulau Bali melalui transportasi udara paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk yang ingin ke Bali melalui jalur laut dan darat atau ke wilayah-wilayah bukan Bali, terutama di Pulau Jawa  wajib melakukan rapid swab antigen paling lama 3×24 jam. Selain wajib PCR swab maupun rapid antigen, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Namun pengisian ini tidak wajib bagi yang menggunakan kereta api. Rapid test antibodi masih diperbolehkan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Anak-anak di Bawah Usia 12 Tahun Tidak Wajib Tes Covid-19

    Sempat muncul pertanyaan ketika pemberlakuan wajib PCR swab dan rapid swab antigen ini juga berlaku untuk anak-anak? Namun hal tersebut kenyataannya tidak melalui poin dalam surat edaran ini. Hal ini tentu saja melegakan bagi Sahabat yang berniat membawa anak dalam perjalanan. Namun, tetap hal tersebut harus diikuti dengan protokol-protokol kesehatan yang berlaku supaya anak-anak tidak mudah terjangkit Covid-19.

    Baca Juga: Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Untuk Mobilitas dalam Wilayah Jabodetabek Tidak Perlu Rapid Swab Antigen

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 juga menyatakan bahwa bagi Sahabat yang masih berlalu-lalang di dalam wilayah Jabodetabek tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Hal itu juga berlaku untuk transportasi laut di Pulau Jawa yang bersifat rutin, yaitu melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan antardomestik dalam satu wilayah aglomerasi.

    Hasil Negatif atau Non-Reaktif dengan Gejala Harus PCR Swab

    Apabila Sahabat dinyatakan negatif atau non-reaktif dari hasil rapid antibodi dan antigen namun menunjukkan gejala, Sahabat tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dan wajib melakukan PCR swab dan isolasi mandiri selama waktu tunggu pemeriksaan.

    Bagi WNI yang Baru Tiba dari Luar Negeri Harus Negatif PCR Swab

    Apabila Sahabat datang dari luar negeri ke Indonesia di saat libur Natal dan Tahun Baru, Sahabat harus negatif PCR swab yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku sejak tiba 3×24 jam, dan ada dalam e-HAC Indonesia. Setelah tiba, Sahabat akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dengan diukur suhu tubuh, validasi surat keterangan, dan pemeriksaan ulang PCR swab yang tidak hanya bagi WNI tetapi juga WNA. Setelah pemeriksaan Sahabat wajib dikarantina untuk menunggu hasil. Karantina ini berupa fasilitas milik pemerintah. Untuk WNA karantina berupa hotel atau penginapan yang disediakan pemerintah dengan sertifkasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dan harus membayar secara pribadi.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Seperti itulah protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 supaya perjalanan aman, sehat, dan nyaman dari Covid-19 sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa dikendalikan. Supaya Sahabat terhindar dari Covid-19 dan mengetahui positif atau negatif sebelum melakukan perjalanan, yuk jangan lupa melakukan PCR swab dan rapid swab antigen di Prosehat. Selain itu, Sahabat akan mendapatkan surat keterangan bebas dari Covid-19 sebagai bukti untuk divalidasi saat di bandara, terminal, dan pelabuhan. Caranya mudah: Sahabat tinggal akses Prosehat melalui aplikasi atau website lalu pilih kategori Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test-Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. umar E. Protokol Kesehatan Libur Natal dan Tahun Baru, Begini Isi Surat Edaran Satgas Covid-19 [Internet]. Fajar.CO.ID. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://fajar.co.id/2020/12/20/protokol-kesehatan-libur-natal-dan-tahun-baru-begini-isi-surat-edaran-satgas-covid-19/
    2. Harsono F. Surat Edaran Satgas COVID-19 Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk Tanggulangi Penularan Virus Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4438339/surat-edaran-satgas-covid-19-perjalanan-libur-natal-dan-tahun-baru-untuk-tanggulangi-penularan-virus-corona
    3. COVID-19 S. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 – Regulasi | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://covid19.go.id/p/regulasi/surat-edaran-nomor-3-tahun-2020
    Read More
  • Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping […]

    Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping vaksin ini memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi biasanya tidak berlangsung lama.

    efek samping vaksin covid-19, efek samping vaksin virus covid-19, efek samping vaksin virus Corona

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Mengenal Efek Samping Vaksin Virus

    Efek samping vaksin Covid-19 yang dapat dilihat dari pengunaan beberapa vaksin yang sudah memasuki uji klinis tahap ketiga (Pfizer, Moderna, Sinovac, dan Sputnik dari Rusia) di antaranya adalah kebas dan bengkak di lokasi suntikan, demam, panas, dingin, dan sakit kepala.1 Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terdapat laporan bahwa vaksin ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi berat, sehingga orang dengan riwayat alergi berat tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi.2

    Meskipun efek vaksinasi Covid-19 sendiri disebut-sebut menyerupai gejala Covid-19 (seperti, demam, sakit kepala). Namun, perlu ditekankan bahwa hal ini bukan berarti orang yang diberikan vaksinasi akan terkena Covid-19. Saat seseorang diberikan vaksin, akan muncul rangsangan untuk membangun kekebalan tubuh untuk melawan virus. Lagi pula, mRNA dari vaksin tidak secara permanen memengaruhi sel. Sebaliknya, mRNA itu hanyalah cetak biru dari lonjakan protein yang terletak di permukaan virus dan bersifat sangat rapuh, sehingga vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat dingin sebelum digunakan. Setelah Sahabat divaksinasi tubuh akan menghilangkan cetak biru tersebut, namun antibodi yang dikembangkan sebagai respons akan tetap ada.1

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Lalu bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Virus Covid-19?

    Meskipun bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya, Sahabat bisa mengatasi efek samping vaksin ini dengan mengikuti beberapa anjuran dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat. Langkah-langkah yang direkomendasikan CDC adalah sebagai berikut:3

    Berkonsultasi dengan Dokter

    CDC menyarankan agar Sobat berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang dirasakan setelah vaksinasi. Dokter mungkin akan menyarankan Sahabat menggunakan obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk mengatasi rasa sakit atau ketidaknyamanan.3

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg (biru)

    Menempatkan Kain Lap Basah yang Dingin

    Anjuran kedua adalah menempatkan kain lap basah yang dingin di atas lengan atau di bagian tubuh yang disuntik. Hal ini dilakukan untuk meredam rasa tidak nyaman setelah disuntik. Jangan lupa juga untuk melatih tangan supaya tidak kaku dan tegang karena vaksinasi.3

    Tetap Terhidrasi dan Gunakan Pakaian Tipis

    Sahabat disarankan untuk memperbanyak cairan dalam tubuh dengan minum air putih teratur setiap hari. Kondisi dehidrasi akan memperparah efek samping berupa pusing, sakit kepala, dan lemas. Pakaian tipis dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam.3

    Itulah beberapa hal mengenai efek samping vaksin virus Covid-19 dan cara mengatasinya. Sekali lagi, efek samping adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Lebih baik mengalami efek samping yang sifatnya sementara daripada terkena Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Vaksinasi itu penting dan vaksin itu baik. Kenyatannya, vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar, termasuk keluarga dan teman terdekat.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Meskipun sudah divaksin, Sahabat jangan lupa untuk tetap menerapkan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk meningkatkan efektivitas vaksin dan memberantas Covid-19. Dengan demikian, vaksinasi menjadi tidak sia-sia. Jangan lupa untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sembari menunggu vaksin Covid-19 beredar secara resmi, yuk jangan lupa untuk deteksi dini dengan PCR swab, rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Caranya adalah akses melalui website atau aplikasi dan pilih Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Yang harus Anda tahu soal efek samping vaksin COVID-19 [Internet]. Antara News. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1899648/yang-harus-anda-tahu-soal-efek-samping-vaksin-covid-19
    2. Azizah K. CDC Beberkan Efek Samping Pasca Vaksinasi COVID-19 dan Cara Menanganinya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5296845/cdc-beberkan-efek-samping-pasca-vaksinasi-covid-19-dan-cara-menanganinya
    3. Oktarianisa S. Maaf Bukan Menakuti, Vaksin Disebut Bisa Sebabkan Sakit Ini [Internet]. tech. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201216062701-37-209377/maaf-bukan-menakuti-vaksin-disebut-bisa-sebabkan-sakit-ini
    4. CDC Buat Panduan Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19 [Internet]. suara.com. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/12/16/140349/cdc-buat-panduan-cara-mengatasi-efek-samping-vaksin-covid-19?page=all
    Read More
  • Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, […]

    Ingin Liburan ke Bali dengan Sehat dan Aman? Yuk, PCR Swab dan Rapid Swab Antigen Dulu di Prosehat!

    Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dengan Menko Marves Luhut Panjaitan sehari sebelumnya.1

    liburan ke Bali dengan sehat dan aman

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Tindakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali ini bertujuan mencegah penularan Covid-19 agar tidak meluas di provinsi andalan wisata Indonesia tersebut. Dalam surat keputusan tersebut, Pemprov Bali juga melarang secara luas perayaan Tahun Baru 2021 serta mengetatkan protokol-protokol kesehatan di kafe, hotel, ruang publik, dan tempat makan. Apabila melanggar, akan segera ditindak oleh aparat dari TNI-Polri serta Satpol PP. Dampak dari pemberlakuan harus menunjukkan hasil PCR Swab dan rapid antigen yang negatif membuat beberapa antrean yang cukup membludak. Hal itulah yang terlihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada 17 Desember 2020. Antrean itu adalah karena petugas bandara harus memvalidasi surat keterangan bebas dari Corona yang dibawa penumpang sebagai syarat untuk terbang.2

    Produk Terkait: Rapid-PCR Swab

    Selain antrean panjang yang membuat pelayanan dan mobilitas penumpang menjadi terhambat, serta menyebabkan kerumunan, dampak lain yang dirasakan adalah adanya banyak pembatalan secara sepihak yang dilakukan oleh para calon wisatawan. Hal inilah yang dikeluhkan oleh para pengusaha wisata di Bali melalui Sekretaris Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) wilayah Bali, Putu Asita. Ia menilai kebijakan pemerintah ini sangat mendadak sekali dan membuat calon wisatawan mengurungkan niat ke Bali untuk liburan akhir tahun 2020 bersama keluarga.3

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Biaya rapid antigen disebutnya menjadi penghalang karena dibanderol pada kisaran mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per orang. Kebanyakan yang membatalkan adalah wisatawan dari Pulau Jawa.3 Dampak pembatalan tidak hanya dirasakan oleh pihak pengusaha Bali melalui Asita, tetapi juga melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani. Dilansir dari CNN Indonesia, Haryadi mengungkapkan pembatalan melalui pengembalian tiket atau refund mencapai Rp 317 miliar, berasal dari refund 133 ribu tiket pesawat. Pembatalan ini sendiri, menurutnya, sangat berdampak pada perekonomian Bali yang mencapai Rp 967 miliar.1

    Sahabat Sehat sebetulnya tidak perlu membatalkan liburan ke Bali hanya karena aturan PCR swab dan rapid antigen. Agar Sahabat tidak terbebani dengan aturan pemerintah mengenai perlunya PCR swab dan rapid antigen yang dinilai memberatkan dari harga, Sahabat sebenarnya bisa melakukannya di Prosehat. Mengapa Prosehat?

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Tempat Rapid Test di Jakarta

    Karena Prosehat menyediakan layanan PCR swab dan rapid antigen yang berkualitas dengan harga yang terjangkau sehingga tidak menguras kantong sama sekali. Selain itu, Sahabat mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 yang juga diperlukan sebagai tanda bahwa Sahabat tidak terinfeksi Covid-19, dan juga sebagai pegangan ketika sedang berada di Bali. Untuk mendapatkan layanan tes Covid-19 dari Prosehat caranya Sahabat bisa mengakses Prosehat melalui website atau aplikasi untuk memesan langsung atau konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Prosehat. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Refund Tiket Tembus Rp317 M usai Wajib Swab Antigen ke Bali [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216181823-92-583089/refund-tiket-tembus-rp317-m-usai-wajib-swab-antigen-ke-bali
    2. Antrean Cek Surat Swab Test di Bandara Soetta Membeludak, Hotman Paris Beraksi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/antrean-cek-surat-swab-test-di-bandara-soetta-membeludak-hotman-paris-beraksi-1unOgcWy3lI
    3. Indonesia C. Pengusaha soal Wajib Rapid Antigen: Banyak Pesanan Dibatalkan [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216113208-92-582812/pengusaha-soal-wajib-rapid-antigen-banyak-pesanan-dibatalkan
    Read More
  • Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti […]

    Fase Pandemic Fatigue, Kelelahan Penyebab Abai Perilaku 3M

    Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti perlindungan kesehatan saat pandemi. Hal ini muncul secara bertahap dari waktu ke waktu, dan mempengaruhi  emosi, pengalaman, dan persepsi seseorang.

    fase pandemic fatigue

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol-protokol kesehatan yang sudah dianjurkan sehingga tingkat kepatuhan menjadi rendah. Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus menurun pada November 2020. Adapun protokol-protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau yang disebut juga dengan 3M. Angka kepatuhan masyarakat menggunakan masker sebesar 59,32% dan menjaga jarak 43,46%. Padahal yang dibutuhkan untuk menurunkan angka kasus Covid-19 angka kepatuhannya sebesar 75% dari populasi penduduk.

    Ciri-ciri Terkena Pandemic Fatigue

    Adapun orang yang terkena situasi ini biasanya mengalami  kelelahan secara fisik dan mental dengan gejala yang berbeda pada tiap orang. Beberapa gejala yang sering kali muncul adalah perasaan gelisah, sedih, mudah tersinggung, mood berubah secara cepat, kurang motivasi, dan sulit berkonsentrasi. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengabaikan protokol kesehatan, dan Sahabat malah akhirnya juga mengikutinya.

    Sementara dari segi fisik, Sahabat biasanya akan merasakan tubuh yang sangat lelah meskipun kegiatan sangat sedikit. Selain itu, Sahabat selalu merasa lesu dan tidak bersemangat melakukan apa pun, dan hanya ingin rebahan saja. Fase pandemic fatigue ini juga membuat Sahabat mengalami perubahan dalam konsumsi makanan atau pola tidur yang biasanya menjadi lebih sedikit atau justru menjadi lebih banyak dari biasanya.

    Tips-tips Mengatasinya

    Terdapat beberapa tips yang bisa Sahabat lakukan untuk mengatasi pandemic fatigue yang akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

    Membuat Komitmen

    Pandemi Covid-19 memang membuat segalanya berubah sehingga protokol kesehatan seperti memakai masker dijadikan sebagai gaya hidup. Hal tersebut tentu saja mengejutkan dan menjadi sesuatu yang tidak biasa. Supaya tidak terkejut dengan perilaku baru yang ada, cara terbaiknya adalah Sahabat dapat membuat komitmen terhadap diri sendiri seperti saat sebelum pandemi tiba. Apabila di masa sebelum pandemi Sahabat sering mematuhi peraturan-peraturan yang ada seperti dalam berlalu lintas, disiplin memakai peralatan berupa helm saat berkendara motor atau sepeda, tentunya hal tersebut bisa Sahabat terapkan saat menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Hal ini pun akan bisa menjaga diri Sahabat dan orang lain tetap aman dan nyaman.

    Cepat Tanggap Terhadap Perubahan

    Perubahan gaya hidup pada akhirnya memang mengubah cara pandang orang terhadap virus Covid-19. Orang yang terkonfirmasi positif terkadang tidak bergejala sama sekali. Hal ini sering menyebabkan orang bingung dan tidak percaya bila mereka terkonfirmasi positif COVID. Sahabat kemudian akan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan. Sahabat harus menerimanya, dan terus mengikuti perkembangan dari sumber informasi yang terpercaya agar kesehatan, baik fisik maupun mental tetap terjaga.

    Mulailah Kebiasaan dari Pencegahan

    Pencegahan merupakan hal yang tepat dilakukan saat pandemik Covid-19, dan hal ini bisa menjadi sebuah kebiasaan. Saat melakukannya jangan biarkan diri Sahabat berpikir sedang mengerjakan tugas yang harus harus dilakukan tetapi kerjakanlah seperti rutinitas. Jika dilakukan dengan komitmen, Sahabat akan menemukan momentum saat mengenakan masker atau mencuci tangan menjadi sebuah kebiasaan baru yang baik tanpa perlu dipikirkan terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Siapkan Persediaan

    Masker, hand sanitizer, atau barang-barang lainnya yang dapat menunjang merupakan barang-barang yang penting saat pandemi dan tidak boleh dilupakan sama sekali. Sehingga, Sahabat sebaiknya mempersiapkan barang-barang tersebut dengan baik seperti menyiapkan cadangannya. Hal ini juga untuk mengurangi hambatan dalam memakai masker atau hand sanitizer. Selain itu, simpanlah pada tempat-tempat yang biasa dan mudah dijangkau.

    Mengambil Pelajaran dari Orang Lain

    Covid-19 penyebarannya cukup massif di seluruh dunia hingga menyebabkan ratusan ribu orang menderita, tetapi Sebagian orang masih menganggap virus ini tidak ada atau perkara yang dibuat-buat. Kenyataannya, virus ini nyata dan dapat menyerang siapa saja. Beberapa penyintas sering membagikan ceritanya saat berjuang melawan virus ini. Sahabat dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut dan menjadi lebih waspada.

    Beradaptasilah

    Pandemi Covid-19 mungkin tidak akan hilang dalam waktu dekat biarpun telah ditemukan vaksin sebagai pencegahannya. Nah,  cara terbaik untuk mengatasi pandemi ini adalah mencoba untuk beradaptasi bdan melakukan kegiatan dengan cara-cara baru yang lebih aman sesuai dengan prosedur kesehatan yang dianjurkan. Menerima kenyataan baru dan tetap berkomitmen pada kebiasaan yang baik dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

    Baca Juga: 5 Persiapan untuk Kondisi New Normal

    Itulah mengenai fase pandemic fatigue yang mulai menghinggapi sebagian besar orang di dunia termasuk di Indonesia karena pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai sehingga semua pada lelah dan mulai abai terhadap protokol-protokol kesehatan. Sahabat memang harus bersabar dan tetap yakin bahwa kondisi yang dihadapi akan segera berlalu. Untuk itu, tetap jalankan perilaku 3M dan berpikir positif. Apabila Sahabat memerlukan informasi lanjutan soal pandemic fatigue dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengenal Apa Itu Pandemic Fatigue, Alasan Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/070500665/mengenal-apa-itu-pandemic-fatigue-alasan-masyarakat-abaikan-protokol?page=all
    2. Shidqiyyah S. Ciri-Ciri Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya, Agar Tak Terlena Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4411097/ciri-ciri-pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-agar-tak-terlena-virus-corona-covid-19
    3. Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya [Internet]. kumparan. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/lifeatkumparan/pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-1ufFbtDobao/full
    Read More
  • Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3 Baca Juga: Vitamin C, […]

    Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3

    gangguan delirium

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Delirium, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah gangguan mental yang ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik.4 Definisi ini sejalan dengan definisi yang diberikan oleh dr. Gina Anindyajati SpKJ dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, seperti dilansir Kompas.com. Disebutnya bahwa orang yang mengalami delirium biasanya menunjukkan gangguan tingkat kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang terjadi secara fluktuatif.3 Berdasarkan sebuah studi umumnya, delirium kerap dialami oleh pasien Covid-19 yang berusia lanjut.5

    Seperti Apa Gejala dan Pemicunya?

    Delirium biasanya mempunyai gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari, sering berfluktuasi sepanjang hari, dan memburuk pada malam hari. Meski begitu, ada periode dimana delirium tidak menunjukka gejala apa pun. Sejumlah penelitian juga telah mempelajari manifestasi Covid-19 pada sistem saraf. Delirium dan keadaan kebingungan adalah gejala yang cukup umum dialami oleh pasien Covid-19 yang dapat terjadi sejak hari pertama. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh JAMA Network seperti dilansir dari Detik.com, terdapat 817 pasien lansia positif Covid-19. Sebanyak 28% mengalami delirium saat presentasi, yang merupakan gejala keenam yang paling umum dari semua gejala dan tanda yang muncul. Di antara pasien yang mengigau, sebanyak 16% menunjukkan delirium sebagai gejala utama dan 37% tidak memiliki gejala Covid-19 yang khas seperti batuk atau demam.6

    Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa delirium harus dimasukkan pada daftar periksa pasien yang menunjukkan tanda dan gejala Covid-19. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu delirium, yaitu:6

    • Hipoksia, ketika jaringan otak kekurangan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema otak serta menyebabkan kerusakan eksternal dan internal di otak
    • Peradangan, ketika sistem kekebalan menjadi terlalu aktif sehingga menyerang organ-organ juga serta mengubah atau merusak fungsi otak
    • Toksisitas neuronal, ketika virus SARS-CoV-2 secara langsung menganggu fungsi saraf pada tingkat sel bahkan sebelum mencapai paru (komplikasi ini jarang terjadi)
    • Hiperkoagulasi, pengentalan darah yang hebat sehingga menganggu aliran darah ke otak

    Bagaimana Cara Mengobatinya?

    Pengobatan untuk orang-orang yang terkena delirium harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan infeksi, pengobatan ditujukan untuk menghilangkan sumber infeksinya. Namun, jika disebabkan pengentalan darah yang berlebihan, perlu diberikan terapi agar kekentalan darahnya berkurang. Selain itu, terapi juga diperlukan untuk pasien yang mengalami delirium bergejala reorientasi. Orang-orang yang mengalami hal ini juga perlu dirawat pada ruangan yang cukup nyaman, cukup pencahayaan dan tenang, serta suhu ruangan yang hangat.3

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Apakah Delirium Merupakan Gejala Baru?

    Delirium disebut merupakan gejala baru, namun, menurut Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, delirium bukanlah gejala baru. Dilansir dari Kompas TV, Ketua Satgas Covid-19 dari IDI, Zuhairi Djoerban, menyatakan bahwa gejala ini sebenarnya sudah pernah dipublikasikan sebelumnya di beberapa media di Amerika Serikat dan Inggris.5

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbebani Kapan Covid-19 Berakhir

    Demikianlah mengenai delirium yang belakangan ini menyita perhatian semua orang karena berkaitan dengan Covid-19. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi mengenai delirium dan gejala-gejala Covid-19 lainnya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk deteksi dini seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mediatama G. Mengenal happy hypoxia dan bahayanya jika menyerang pasien Covid-19 [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/mengenal-happy-hypoxia-dan-bahayanya-jika-menyerang-pasien-covid-19?page=all
    2. Anindita K. Deretan Gejala COVID-19 yang Tak Terbayangkan, Anosmia hingga Delirium [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5293529/deretan-gejala-covid-19-yang-tak-terbayangkan-anosmia-hingga-delirium
    3. Media K. Kenali Tanda-tanda Mengalami Delirium, Gejala Baru Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/12/091000465/kenali-tanda-tanda-mengalami-delirium-gejala-baru-covid-19?page=all
    4. Setiawan E. Arti kata delirium – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online [Internet]. Kbbi.web.id. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kbbi.web.id/delirium
    5. IDI: Delirium Bukan Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/129881/idi-delirium-bukan-gejala-baru-covid-19
    6. Nabila F. Kenali Pemicu Delirium, Gejala Baru yang Diidap Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5292222/kenali-pemicu-delirium-gejala-baru-yang-diidap-pasien-covid-19
    Read More
  • Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR […]

    Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR ini cukup mahal, sehingga membuat orang-orang harus berpikir terlebih lebih dahulu sebelum mengeluarkan uang. Akibatnya, banyak orang lebih memilih metode rapid test yang lebih murah dan cepat, meskipun hasil yang didapat belum tentu akurat.1

    tes air liur covid-19, tes air ludah covid-19, saliva based testing

    Baca Juga: Rapid Swab Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Tes menggunakan air liur atau saliva-based testing ini disebut tidak kalah akurat dibandingkan PCR swab. Seperti kita ketahui, prosedur tes swab belakang hidung atau tenggorokan sering menyebabkan ketidaknyamanan. Pemeriksaan swab seringkali membuat orang yang diperiksa merasakan geli, mengeluarkan air mata, batuk-batuk, bahkan muntah. Berbeda dari metode swab, tes air air liur dapat dilakukan secara mandiri, sehingga tidak perlu ke tempat pemeriksaan. Cara ini diharapkan dapat mengurangi beban tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan Covid-19 dan meminimalkan paparan virus dari pasien yang terinfeksi.1

    Yale University menguji akurasi tes air liur dibandingkan tes swab. Tim peneliti mengidentifikasi 70 pasien rumah sakit yang telah terkonfirmasi Covid-19 melalui swab. Setiap kali pasien melalukan tes swab, peneliti juga meminta pasien untuk menjalani tes air liur. Hasilnya, tes air liur bekerja lebih baik dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2. Dalam lima hari pertama setelah diagnosis, sebanyak 81% tes air liur kembali positif apabila dibandingkan dengan tes swab sebesar 71%. Kesenjangan serupa tetap ada hingga 10 hari setelah diagnosis. Selain itu, para peneliti mendeteksi lebih banyak salinan materi genetik virus dalam air liur pasien dibandingkan dengan sampel yang diambil dari bagian belakang rongga hidung.2

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Hokkaido University di Jepang juga melakukan penelitian serupa. Tim peneliti dari universitas tersebut menguji 1.924 orang yang tidak menunjukkan gejala Covid-19 dengan menggunakan sampel air liur dan tes swab di Bandara Haneda, Tokyo, dan Bandara Internasional Kansai di Osaka. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa air liur memiliki keakuratan sekitar 90% dalam mengidentifikasi kasus positif, dengan hampir tidak ada positif palsu. Para peneliti dalam pengujian tersebut juga memaparkan mengenai kemudahan tes, yakni dengan hanya meludah di sebuah cangkir kecil.3

    Sejauh ini, tes air liur Covid-19 sudah digunakan oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Amerika Serikat sudah mendapatkan rekomendasi dari FDA untuk memulai tes ini dengan status open source, yang artinya tes dilakukan melalui laboratorium rekomendasi dari Yale University sebagai penguji. Tes air liur juga sudah diuji coba pada pemain basket profesional NBA.4 Inggris juga sudah mulai menguji tes ini pada para mahasiswa dan pelajar di negara tersebut,5 sedangkan Singapura sudah mendapat persetujuan langsung dari Advance MedTech untuk menggunakan tes ini secara massal.6

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Harga Diklaim Lebih Murah

    Dari sisi biaya, seperti yang dilansir dari Kompas.com, harga tes liur ini dimulai dari US$ 10 per sampel atau Rp 140.547,96 jika dirupiahkan dengan mengacu pada konversi mata uang dolar ke rupiah pada saat ini. Dengan harga yang terjangkau tersebut, tes ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin melakukan tes secara akurat, namun dengan harga yang cukup murah, serta hasil yang didapat kurang dari tiga jam.2

    Penggunaan tes air liur sendiri dalam mendeteksi penyakit sebenarnya bukanlah hal yang baru karena sebelum ada Covid-19 air liur sudah digunakan untuk mendeteksi kanker mulut, mendeteksi DNA seseorang, dapat digunakan untuk menelusuri kondisi kesehatan seseorang.7-9

    Baca Juga: Perlunya Nilai Cycle Treshold dalam Tes Corona

    Demikianlah mengenai tes air liur Covid-19 yang dapat menjadi alternatif di masa-masa semakin meningkatnya kasus Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tes Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ada Kemungkinan Tes COVID-19 Bisa Dilakukan dari Sampel Air Liur [Internet]. detikinet. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://inet.detik.com/science/d-5156094/ada-kemungkinan-tes-covid-19-bisa-dilakukan-dari-sampel-air-liur
    2. Deteksi Covid-19 dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Peneliti [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/17/100000323/deteksi-covid-19-dari-air-liur-diklaim-lebih-cepat-dan-murah-ini-kata?page=all
    3. Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi dengan Adanya Tes Air Liur [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/01/121933/peneliti-jepang-tes-swab-tidak-diperlukan-lagi-dengan-adanya-tes-air-liur
    4. FDA Izinkan Tes Covid-19 dengan Air Liur |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qf9mpb463/fda-izinkan-tes-covid19-dengan-air-liur
    5. Inggris Membuat Tes Air Liur untuk Deteksi Virus Corona Hanya 15 Menit! [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/24/083144/inggris-membuat-tes-air-liur-untuk-deteksi-virus-corona-hanya-15-menit
    6. Lebih Nyaman dan Mudah, Singapura Mulai Uji Covid-19 Lewat Air Liur [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/internasional/12/12/2020/lebih-nyaman-dan-mudah-singapura-mulai-uji-covid-19-lewat-air-liur/
    7. Tes Air Liur untuk Deteksi Kanker Mulut [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1895619/tes-air-liur-untuk-deteksi-kanker-mulut
    8. Berapa harga tes DNA di Indonesia? [Internet]. Antara News. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1327530/berapa-harga-tes-dna-di-indonesia
    9. Ketahui kondisi kesehatanmu lewat pemeriksaan air liur selama 1 menit [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/ketahui-kondisi-kesehatanmu-lewat-pemeriksaan-air-liur-selama-1-menit.html
    Read More
  • Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain […]

    Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain Sinovac, Indonesia ternyata juga sudah menetapkan vaksin-vaksin Covid-19 lain.

    vaksin lain selain Sinovac

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Vaksin Lain Selain Sinovac

    Berikut ini adalah vaksin-vaksin lain selain Sinovac yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Vaksin-vaksin itu adalah:

    Bio Farma

    Di urutan pertama adalah vaksin buatan Bio Farma, BUMN yang bergerak di bidang farmasi dan obat-obatan. Vaksin yang sedang diproduksi dan dikembangkan ini adalah Vaksin Merah Putih yang pembuatannya bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Selain akan memproduksi Vaksin Merah Putih, Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan Sinovac dalam pembuatan dan distibusi vaksin Sinovac curah.

    AstraZeneca

    Vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dari Inggris ini bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di dunia, Universitas Oxford. Berdasarkan sebuah laporan vaksin AstraZeneca ini 90% efektif mencegah Covid-19. Harga vaksin ini diklaim jauh lebih murah dan lebih sedikit menimbulkan masalah dalam hal distribusi dan administrasi.

    Moderna

    Di tempat selanjutnya adalah vaksin buatan Moderna yang merupakan vaksin lain selain Sinovac. Vaksin ini diklaim oleh Moderna sendiri memiliki efektivitas hampir 95%. Moderna mengklaim bahwa vaksin Covid-19 miliknya dapat disimpan dalam keadaan beku di suhu minus 20 derajat Celcius, dan dalam lemari es, vaksin ini mampu bertahan selama sebulan. Pemberiannya membutuhkan dua dosis. Dosis pertama dan kedua diberikan dengan jarak 4 minggu. Apabila disetujui, ia akan menjadi vaksin pertama yang menggunakan teknologi RNA.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sinopharm

    Selain Sinovac, Indonesia juga sudah menetapkan vaksin lainnya dari Cina, yaitu Sinopharm, dan dilaporkan sudah masuk tahap uji klinis pada manusia. Vaksin buatan Sinopharm bekerja dengan melemahkan virus Corona atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim yang pertama menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus di dunia.

    Pfizer

    Terakhir adalah vaksin buatan Pfizer asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan BioNTech. Vaksin ini merupakan vaksin yang sangat dinantikan, dan efektivitasnya lebih dari 90%. Vaskin Pfizer inilah yang direkomendasikan mampu mengakhiri pandemi. Seperti halnya Moderna, vaksin ini menggunakan teknologi RNA. Dalam pemberiannya Pfizer membutuhkan dua dosis. Satu dosis untuk menjaga tubuh dan dosis lainnya untuk meningkatkan respons. Jarak pemberian dosis yakni tiga minggu.

    Itulah vaksin-vaksin lain selain Sinovac, yang bagi pemerintah Indonesia terbuka kemungkinan untuk dijajaki kerja sama. Adapun syarat-syarat vaksin yang dijajaki untuk bekerja sama sebagai berikut:

    • Kandidat vaksin dikaji mendalam berdasarkan kaidah keilmuan
    • Lolos uji klinis tahap ketiga
    • Memperoleh emergency use authorization(EUA) dari BPOM
    • Sesuai karakter masyarakat Indonesia
    • Sesuai dengan sarana pendukung lainnya

    Lalu bagaimanakah dengan efek samping?

    Mengenai efek samping sudah pasti dalam semua vaksin yang diproduksi manusia. Efek samping yang dihasilkan ini merupakan hal yang wajar, dan karena tubuh sedang belajar cara merespons imun yang sedang diberikan. Efek samping yang dilaporkan dari sejumlah vaksinasi yang telah diuji coba seperti Pfizer, Moderna, dan Sinovac adalah nyeri karena suntikan, kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, dan nyeri otot yang berlangsung 1-2 hari. Namun hal ini lebih baik daripada terkena Covid-19 yang belum tentu diketahui waktu penyembuhannya.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Nah, Sahabat jangan ragu untuk melakukan vaksinasi saat vaksinasi Covid-19 sudah dimulai oleh pemerintah sebab vaksinasi itu baik untuk pencegahan. Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih banyak soal vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi di Prosehat, dan apabila Sahabat ingin melindungi diri selain melakukan 3M dengan rapid test dan PCR swab, sahabat juga bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Karnesyia A. 1 dari 6 Jenis Vaksin COVID-19 Tiba di Indonesia, Simak Cara Dapatnya [Internet]. trending. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20201207094609-93-178213/1-dari-6-jenis-vaksin-covid-19-tiba-di-indonesia-simak-cara-dapatnya
    2. MEDIA P. Perbedaan 3 Vaksin [Internet]. akurat.co. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://akurat.co/news/id-1238057-read-perbedaan-3-vaksin
    3. Efek Samping Vaksin Jauh Lebih Ringan daripada Kena Covid-19 |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qkquj9414/efek-samping-vaksin-jauh-lebih-ringan-daripada-kena-covid19
    Read More
  • Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung. Baca Juga: […]

    Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Vaksin-vaksin buatan Sinovac itu dibawa melalui pesawat charter dari Garuda Indonesia. Seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang sebelumnya sudah diuji secara klinis di Bandung.

    vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Penerimaan 1,2 juta vaksin ke depannya akan meningkat seiring dengan kebutuhan penanganan pandemi di Indonesia. Indonesia selanjutnya akan mengupayakan kedatangan 1,8 juta dosis vaksin yang menurut rencana akan tiba pada awal Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, juga akan ada vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang selanjutnya akan diproses oleh Bio Farma. Jumlah vaksin curah yang tiba itu 15 juta dosis pada Desember dan 30 juta dosis pada Januari.

    Kedatangan vaksin merupakan upaya untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. Meski begitu, vaksin Sinovac yang sudah resmi datang ini tidak langsung digunakan karena harus menunggu persetujuan izin edar dari BPOM sebagai lembaga resmi yang mempunyai wewenang dalam masalah perizinan obat-obatan dan vaksin di Indonesia. Mengenai pelaksanaan vaksinasi ke depannya, ada 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    • Memastikan seluruh prosedur harus dilalui dengan baik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat serta efektivitas vaksin
    • Persiapan sistem distribusi vaksin ke daerah yang mencakup peralatan pendukung, sumber daya manusia, dan tata kelola vaksinasi
    • Memantau dan mengikuti pengumuman dan petunjuk-petunjuk terkait pelaksanaan vaksinasi
    • Tetap menjalankan protokol 3M yang sudah dianjurkan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak meskipun vaksin sudah ada. Pelaksanaan 3M ini tetap penting karena juga membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 dan efektivitas vaksin yang ada

    Cara Mendapat Vaksin Covid-19?

    Pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur hingga roadmap pembagian vaksin. Terdapat dua jalur yang sudah disiapkan, yaitu jalur pemerintah dan mandiri. Jalur pemerintah ini ialah program vaksinasi yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis kepada yang penerima prioritas seperti tenaga medis, aparat hukum, tokoh agama, tenaga pendidik, aparatur pemerintah pusat  sampai daerah hingga BPJS penerima bantuan subsidi sedangkan jalur mandiri menyasar pada masyarakat yang berusia 19-59 tahun, dengan jumlah sekitar 57 orang. Kebutuhan vaksinnya mencapau 115 juta dosis. Yang membedakan dari jalur pertama dan jalur kedua adalah jalur kedua berbayar. Sekadar info, harga vaksin Sinovac ini berkisar mulai dari Rp 200.000 per dosis.

    Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Proses vaksinasi jalur mandiri akan dilakukan secara digital melalui sebuah aplikasi khusus yang menurut rencana selesai pada Desember 2020 ini. Masyarakat yang akan memilih jalur mandiri harus mengikuti beberapa langkah sebelum dan sesudah vaksinasi, yaitu:

    • Mengisi data diri berupa KTP, nomor telepon, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, kartu keluarga jika ingin mendaftar bersama keluarga
    • Setelah mendaftar peserta yang ingin melakukan vaksinasi mandiri otomatis dianggap sudah melakukan pre-order, dan harus melakukan pembayaran
    • Saat mendekati hari vaksinasi, peserta akan mendapatkan pemberitahuan untuk datang di waktu yang ditentukan di klinik, fasilitas kesehatan rumah yang sakit yang dipilih. Peserta perlu untuk mengisi consent/assentform untuk mendapatkan kode khusus berupa QR code. Kode ini akan digunkan untuk validasi saat imunisasi, dan setelah diimunisasi peserta akan mendapatkan sertifikasi vaksinasi yang dapat dijadikan sebagai bukti telah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Demikianlah Sahabat Sehat mengenai informasi tibanya vaksin Sinovac di Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 di Tanah Air, dan cara mendapatkannya, baik melalui pemerintah atau secara mandiri. Meski begitu, Sahabat harus tetap ingat pesan ibu untuk selalu melakukan 3M sebagai cara yang dapat membantu mengendalikan virus dan efektivitas vaksin. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 dan produk-produk penanganan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Vaksin COVID-19 Tiba di Tanah Air- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia [Internet]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://setkab.go.id/vaksin-covid-19-tiba-di-tanah-air/
    2. Media K. 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Tiba di Indonesia [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/06/22485551/12-juta-dosis-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-tiba-di-indonesia
    3. detikcom T. Vaksin Sinovac yang Baru Tiba Akan Digunakan untuk Tenaga Kesehatan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5284550/vaksin-sinovac-yang-baru-tiba-akan-digunakan-untuk-tenaga-kesehatan
    4. Begini Cara Dapat dan Beli Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri, Berikut Inilah Syarat yang Harus Disiapkan – Tribun Sumsel [Internet]. Tribun Sumsel. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://sumsel.tribunnews.com/2020/12/07/begini-cara-dapat-dan-beli-vaksin-covid-19-jalur-mandiri-berikut-inilah-syarat-yang-harus-disiapkan?page=all
    5. Azizah K. Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Intip Lagi Harganya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5284517/vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia-intip-lagi-harganya
    Read More
  • Mencari tempat rapid swab antigen di Jabodetabek sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Sahabat Sehat yang memang menginginkan melakukan salah satu tes Corona selain rapid test dan PCR swab. Rapid swab test ini merupakan salah satu  metode tes Corona yang mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam waktu dari 30 menit hingga 60 menit seperti halnya rapid […]

    List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Mencari tempat rapid swab antigen di Jabodetabek sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Sahabat Sehat yang memang menginginkan melakukan salah satu tes Corona selain rapid test dan PCR swab. Rapid swab test ini merupakan salah satu  metode tes Corona yang mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam waktu dari 30 menit hingga 60 menit seperti halnya rapid test. Metode rapid antigen ini sama halnya dengan PCR swab, yaitu dengan mengusapkan alat pada hidung dan tenggorokan. Tingkat akurasinya sendiri di bawah tes swab. Karena itulah, rapid antigen lebih akurat dari rapid test, dan dapat menjadi pilihan alternatif bagi Sahabat Sehat yang menginginkan tes yang lebih akurat namun terkendala biaya. Sebab, selama ini yang paling akurat dari semua tes Corona yang ada hanyalah PCR swab. Namun, biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal bisa mencapai hingga Rp 5 juta meskipun pemerintah sendiri sudah memutuskan batas maksimal untuk tes Swab adalah Rp 900.000.

    tempat rapid swab antigen di Jabodetabek, list tempat rapid swab antigen di Jabodetabek, biaya tempat rapid swab antigen di Jabodetabek

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Corona dari Rapid Test hingga PCR Swab

    Diketahui bahwa untuk rapid swab test ini biaya yang dikeluarkan dimulai dari angka Rp 350.000 hingga Rp 750.000. Berikut ini adalah fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan klinik di Jabodetabek yang menyediakan layanan tersebut, serta dilengkapi juga dengan biayanya untuk Sahabat jadikan sebagai rujukan terutama bagi Sahabat yang berencana berlibur di akhir tahun.

    Untuk layanan rapid antigen lebih lanjut, Sahabat silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Rumah Sakit

    Jakarta

    Rumah Sakit Omni Pulomas

    Rumah sakit pertama di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen ini adalah Rumah Sakit Omni yang merupakan salah satu jaringan Omni Hospital. Di Jakarta rumah sakit ini berada di Pulomas, Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Pulomas Barat VI Nomor 20 RT 1 RW 1 Kayu Putih, Pulogadung. Biaya untuk layanan di rumah sakit ini berkisar dari harga Rp 575.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Rumah Sakit Atmajaya

    Rumah sakit kedua di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen adalah Rumah Sakit Atmajaya. Rumah sakit ini terletak di Jalan Pluit Raya Nomor 2, Penjaringan, Jakarta Utara. Layanan rapid swab di rumah sakit ini berkisar dari angka Rp 600.000. Untuk info lebih lanjut silakan klik tautan berikut ini.

    Rumah Sakit Siloam

    Rumah sakit ketiga di Jabodetabek yang bisa Sahabat jadikan sebagai rujukan untuk tes antigen adalah Rumah Sakit Siloam Grup, yang jaringannya tersebar di hampir seluruh Indonesia. Untuk rapid antigent pada rumah sakit yang punya 3 alamat di Jakarta ini, yaitu di Kebon Jeruk, Semanggi, dan T.B. Simatupang ini harga yang dipatok mulai dari Rp 499.000 hingga Rp 699.000. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Cendana

    Rumah sakit lainnya di Jabodetabek untuk rujukan swab antigen adalah Rumah Sakit Cendana. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Kedoya Raya Nomor 2 RT 7 RW 3 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Biaya layanan rapid antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 277.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129863838.

    Bogor

    Rumah Sakit Siloam Bogor

    Untuk wilayah Bogor yang masuk Jabodetabek rumah sakit yang mempunyai layanan rapid antigen adalah Rumah Sakit Siloam Bogor. Rumah sakit ini terletak di Jalan Raya Pajajaran Nomor 27, Tegallega, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi 02518303911.

    Bekasi

    Rumah Sakit Siloam Bekasi

    Rumah Sakit Siloam tidak hanya ada di Jakarta dan Bogor saja, tetapi juga ada di Bekasi, yaitu Rumah Sakit Siloam Bekasi yang juga mempunyai layanan rapid antigen. Di kota ini Rumah Sakit Siloam berada di Rawalumbu dan Bekasi Timur. Layanan swab antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 499.000 hingga Rp 690.000. Informasi lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Omni Bekasi

    Terletak di Jalan Pulo Ribung Nomor 1 RT 001/RW 021 Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Rumah Sakit Omni Bekasi menyediakan layanan rapid antigen yang dimulai dari harga Rp 575.000. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Tangerang

    Rumah Sakit Siloam Tangerang

    Tangerang sendiri juga mempunyai rumah sakit yang melayani rapid antigen. Tepatnya di rumah sakit Siloam Tangerang. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Siloam Nomor 6 Lippo Karawaci 1600 Tangerang. Harga layanan swab antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 499.000 hingga Rp 699.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Omni Alam Sutera

    Selain Rumah Sakit Siloam Tangerang, juga terdapat Rumah Sakit Omni Alam Sutera yang mempunyai layanan rapid antigen. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Alam Sutera Boulevard Kavling 25, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Harga layanan rapid antigen di rumah sakit ini dimulai dari Rp 575.000 hingga Rp 700.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Laboratorium dan Klinik

    Selain rumah sakit, tempat rapid swab antigen di Jabodetabek lainnya adalah laboratorium dan klinik yang bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan. Berikut adalah laboratorium dan klinik tersebut.

    Laboratorium Helix Lab

    Helix Lab merupakan salah satu laboratorium di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen. Laboratorium ini beralamat di Jalan Profesor Lafran Pane Nomor 13, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 350.000. Untuk info lebih lengkap silakan klik di sini.

    Poliklinik Cellscience

    Cellscience adalah salah satu poliklinik di Jabodetabek yang beralamat di banyak di mal di Jakarta seperti Lippo Mal Kemang dan Puri, serta Mal Kota Kasablanka. Poliklinik ini menyediakan layanan swab antigen yang  dimulai dari harga Rp 420.000. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi 081511112023.

    Klinik Tridatama

    Klinik Tridatama adalah salah satu klinik di Jabodetabek yang juga menyediakan layanan swab antigen adalah klinik Tridatama yang beralamat di CIBIS Park Nomor 2 Jalan T.B. Simatupang Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Layanan swab antigen di klinik ini dikenakan dari angka Rp 349.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 021331069999.

    Klinik Gloskin Aesthetic

    Beralamat di Ruko Grand Soepomo Jalan Profesor Dr. Soepomo Nomor 73A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Gloskin Aesthetic adalah salah satu klinik yang menyediakan layanan rapid antigen. Tarifnya sendiri dimulai dari harga Rp 665.000, dan hasilnya dikirimkan lewat email. Info lebih lengkap silakan hubungi 02128543511.

    Klinik NK Health

    Terkenal sebagai salah satu klinik fisioterapi di Jabodetabek, NK Health ternyata juga mempunyai layanan rapid antigen. Beralamat di Jalan Tatalogam Tower Lantai 3 Jalan Arjuna Utara Nomor 89 RT 9/RW1, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini mempunyai tarif yang dimulai dari harga Rp 387.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 087877620119.

    Klinik Mayapada

    Berlokasi di Kavling 27, Jalan Jenderal Sudirman, Kuningan, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Mayapada merupakan salah satu klinik yang juga menyediakan layanan swab antigen. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 550.000, dan hasilnya dapat dikirimkan via email. Info lebih lengkap silakan hubungi 087881906546.

    Klinik Miracle

    Klinik lainnya di Jabodetabek yang juga mempunyai layanan swab antigen adalah Klinik Miracle. Klinik ini beralamat di Sudirman Plaza-Indofood Tower Lantai 8 Jalan Jenderal Sudirman Kav 76-78 Setiabudi, Jakarta Selatan. Tarif untuk rapid antigen di klinik ini dimulai dari Rp 550.000, dan hasilnya bisa dikirimkan via email. Info lebih lengkap silakan hubungi 081283391220.

    Klinik Medizen

    Klinik Medizen adalah klinik yang beralamat di Menara Standard Chartered Lantai Lower Ground Podium Blok 004B Jalan Profesor Dr. Satrio Nomor 64, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 500.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 082210383388.

    Klinik Merial Health

    Beralamat di Jalan Dewi Sartika Nomor 132, Cawang, Jakarta Timur, Merial Health adalah salah satu klinik di Jabodetabek yang menyediakan rapid antigen. Tarif layanan ini dimulai dari harga Rp 450.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik An Nafi

    Klinik An-Nafi adalah klinik yang beralamat di Jalan Puma Raya, Sertajaya, Cikarang Pusat, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Klinik ini mempunyai layanan swab antigen yang dimulai dari harga Rp 750.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik Mitra Pandawa

    Beralamat di Jalan A Karang Anyar Nomor 61 RT 15/RW 4, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Klinik Mitra Pandawa adalah salah satu klinik yang juga mempunyai layanan swab antigen yang dimulai dari harga Rp 200.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik Kasih

    Klinik Kasih adalah salah satu klinik yang juga menyediakan layanan swab antigen. Terletak di Jalan Palmerah Barat Nomor 45, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini mematok harga dimulai dari Rp 150.000 untuk rapid antigen. Untuk info lebih lengkap dan pemesanan silakan klik tautan berikut.

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Prosehat

    Selain di rumah sakit, laboratorium, dan klinik, tempat rapid swab antigen di Jabodetabek yang bisa Sahabat jadikan rujukan adalah Prosehat yang menyediakan rapid antigen ke rumah. Layanan ini tentu saja mempermudah Sahabat yang bisa saja tidak mempunyai waktu sama sekali atau merasa kemahalan jika melakukan tes antigen di rumah sakit. Untuk layanan dari Prosehat ini Sahabat akan mendapat banyak keuntungan, yaitu bisa konsultasi secara online dengan dokter melalui WA, konfirmasi jadwal, dan dokter datang tepat waktu. Cara mengakses layanan ini cukup mudah, cukup buka website atau aplikasi, dan pilih ke Rapid Test Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan layanan rapid swab antigen lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Daftar Lokasi Swab Test di Jakarta, Tarif Mulai dari Rp875 Ribu! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/daftar-lokasi-swab-test-di-jakarta/
    2. Indonesia C. Mengenal Swab Antigen Covid-19, Lebih Cepat dari Tes PCR [Internet]. teknologi. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200809142754-199-533785/mengenal-swab-antigen-covid-19-lebih-cepat-dari-tes-pcr
    3. detikHealth T. 5 Fakta Swab Antigen yang Dipakai Anies Baswedan Sebelum Positif COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5277794/5-fakta-swab-antigen-yang-dipakai-anies-baswedan-sebelum-positif-covid-19
    4. Cari dokter dan buat janji dengan dokter pilihan Anda – Siloam Hospitals [Internet]. Appointment.siloamhospitals.com. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://appointment.siloamhospitals.com/paket-tes-covid-19-siloam-hospitals
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak […]

    Bagaimana Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19?

    Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak 81% mengetahui statusnya dan 67% telah menerima pengobatan. Setiap tahunnya juga sekitar 1,7 juta orang terinfeksi virus ini, dan 690.000 orang dilaporkan meninggal dunia. Di Indonesia sendiri jumlah penderita menurut data Kementerian Kesehatan pada triwulan II 2020 seperti yang dilansir dari Tempo.co diperkirakan mencapai 543.100 orang. Dari jumlah itu baru 398.784 orang yang sudah ditemukan, dan baru 205.945 orang yang mengonsumsi obat antiretroviral atau ARV sebagai obat untuk menurunkan komplikasi HIV/AIDS.

    penderita hiv/aids menghadapi covid-19

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Data di atas menunjukkan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang sama berbahayanya dengan Covid-19. Namun, wabah ini justru  membuat HIV/AIDS tidak terlihat sama sekali, dan terkesan diabaikan. Jika dikaitkan dengan Covid-19, para penderita HIV/AIDS atau ODHA disebut 3 kali lebih besar berpeluang untuk meninggal jika terkena virus asal Wuhan tersebut apabila dikaitkan dengan imun tubuh yang dimiliki dan saluran pernapasan. Hal itu berdasarkan temuan penderita HIV/AIDS di Afrika Selatan oleh departemen kesehatan negara tersebut yang juga menderita Covid-19. Karena itulah, WHO meminta ODHA yang belum pernah menjalani terapi ARV agar segera melakukannya supaya terhindar dari virus.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Seperti dilansir dari Avert.org, penderita HIV/AIDS yang berpotensi terinfeksi Covid-19 adalah mereka yang mempunyai tingkat CD4 atau sel darah putih limfosit yang rendah (dengan jumlah kurang dari 200 per sel), memiliki viral load yang tinggi, dan memiliki infeksi oportunistik akibat virus, jamur, dan bakteri yang menyerang pada tubuh dengan imun yang lemah.

    Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19

    Lalu bagaimana cara penderita HIV/AIDS menghadapi Covid-19? Masih dikutip dari situs yang sama, berikut ini adalah cara-caranya, dan tidak jauh berbeda dari cara-cara yang sudah ada, yaitu:

    • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 40 detik.
    • Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol seperti hand sanitizer dalam situasi tidak ada akses mencuci dengan sabun pada air yang mengalir
    • Hindari menyentuh wajah karena ini salah satu cara virus masuk ke tubuh
    • Hindari orang yang merasa tidak enak badan
    • Tutupi hidung dan mulut dengan tisu bersih saat Sahabat bersin atau batuk kemudian cucilah tangan. Jika tidak ada tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutupi mulut dan hidung
    • Batasi kontak fisik jika merasa berisiko terkena Covid-19 dengan di rumah saja
    • Apabila sudah merasakan gejala-gejala seperti batuk kering yang terus-menerus serta tidak bisa mencium sesuatu, segera hubungi petugas kesehatan terdekat
    • Pastikan memiliki stok obat ARV untuk maksimal 30 hari
    • Pastikan Sahabat juga sudah divaksinasi terakhir sebelum di rumah saja, baik itu flu maupun pneumokokus
    • Menjalankan pola makan yang baik
    • Istirahat teratur
    • Berolahraga terutama olahraga ringan
    • Tetap terhubung dengan orang-orang sekitar melalui pemanfaatan teknologi online agar tidak mengalami gangguan kesehatan mental dan stres

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Sekian mengenai tips yang perlu dilakukan penderita HIV/AIDS atau ODHA dalam menghadapi Covid-19. Intinya, Sahabat Sehat harus bersikap waspada namun juga tenang serta mau dan disiplin menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Ini dilakukan agar Sahabat jangan sampai terpapar Covid-19 yang tentunya akan menambah penderitaan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai HIV/AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jember P. Sejarah Hari AIDS Sedunia yang Diperingati 1 Desember dan Tema dari Tahun ke Tahun – Portal Jember [Internet]. Portal Jember. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://portaljember.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-161039326/sejarah-hari-aids-sedunia-yang-diperingati-1-desember-dan-tema-dari-tahun-ke-tahun
    2. Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19 [Internet]. Tempo. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1410430/kemenkes-bilang-hivaids-tak-boleh-luput-dari-perhatian-semasa-pandemi-covid-19/full&view=ok
    3. Kena Covid-19, Pengidap HIV/AIDS Berpeluang 3 Kali Lebih Besar untuk Mati | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200611/106/1251218/kena-covid-19-pengidap-hivaids-berpeluang-3-kali-lebih-besar-untuk-mati
    4. Orang yang Hidup dengan HIV-AIDS (ODHA) Rentan Terinfeksi COVID-19? – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://tirto.id/orang-yang-hidup-dengan-hiv-aids-odha-rentan-terinfeksi-covid-19-f7eD
    5. Coronavirus (COVID-19) and HIV [Internet]. Avert. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.avert.org/coronavirus/covid19-HIV
    Read More

Showing 41–50 of 75 results

Chat Asisten ProSehat aja