Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 41–50 of 136 results

  • Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, […]

    Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19.

    berpuasa bagi penderita Covid-19

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, menjaga asupan nutrisi, hindari merokok serta menjaga kesehatan mental, selama menjalankan puasa. Berpuasa disebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi virus.

    WHO dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa penderita Covid-19 dapat menjalani puasa selama memperhatikan ketentuan agama dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Apabila penderita Covid-19 merasa kesulitan untuk menjalankan puasa akibat penyakit yang sedang diderita maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan namun puasa tetap harus diganti pada hari lain saat tubuh telah kembali pulih.

    Lalu bagaimana caranya supaya penderita Covid-19 bisa tetap menjalankan puasa selama bulan Ramadan? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Hati-Hati Jika Memiliki Riwayat Komorbid

    Diketahui bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit komorbid (riwayat penyakit penyerta sebelumnya) misalnya penyakit diabetes, karena menjadi lebih rentan terinfeksi Covid-19.

    Penderita diabetes tentu tidak boleh sembarangan ketika menjalankan puasa karena tidak makan dalam kurun waktu tertentu dapat menurunkan jumlah kadar gula darah.

    Kadar gula darah yang turun dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penderita diabetes harus memperhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu jika ingin melaksanakan puasa dan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Konsumsi Buah & Sayur

    Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga baik, penderita Covid 19 sebaiknya rajin mengkonsumsi buah dan sayuran serta makanan bernutrisi lainnya. Hindari konsumsi makanan bergas saat sahur dan buka puasa.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Minum Air Putih Saat Buka & Sahur

    Selama berpuasa seseorang dapat kekurangan asupan cairan sehingga tubuh terasa lemas, pusing, dan bibir kering. Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, sebaiknya minum air putih yang cukup saat sahur maupun buka puasa dengan takaran 6-8 gelas per hari.

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Beristirahat yang Cukup

    Kunci penting supaya Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan puasa meski sedang menderita Covid-19, adalah dengan beristirahat yang cukup selama kurang lebih 8 jam sehari agar sistem kekebalan tubuh tetap baik untuk melawan virus Covid 19.

    Berhenti Merokok

    Penderita Covid-19 disarankan untuk berhenti merokok sebab merokok berpotensi menimbulkan rasa sesak, dan kandungan dalam rokok kurang baik bagi kesehatan tubuh.

    Bagaimana Jika Mengalami Demam Saat Berpuasa?

    Salah satu gejala yang dialami saat terinfeksi Covid-19 adalah demam. Apabila Sahabat tiba-tiba mengalami demam saat berpuasa, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan minum air putih yang cukup serta minum obat penurun demam.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menginginkan informasi lebih lanjut mengenai puasa bagi penderita Covid-19, segera konsultasikan dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Wajibkah Pasien Covid-19 Puasa saat Bulan Ramadhan? Ini Kata WHO dan MUI [Internet]. KOMPAS.tv. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/161115/wajibkah-pasien-covid-19-puasa-saat-bulan-ramadhan-ini-kata-who-dan-mui?page=all
    2. K N. 3 Tips Aman Jalani Puasa Jika Alami Gejala Ringan Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4988783/3-tips-aman-jalani-puasa-jika-alami-gejala-ringan-corona
    3. 4 Tips Puasa Ramadan jika Alami Gejala Ringan Virus Corona COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233700/4-tips-puasa-ramadan-jika-alami-gejala-ringan-virus-corona-covid-19
    4. Panduan WHO agar Aman Jalani Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4237033/panduan-who-agar-aman-jalani-puasa-ramadan-di-tengah-pandemi-covid-19
    5. Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya ——— Artikel ini sudah Terbit di AyoJakarta.com, dengan Judul Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya, pada URL https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya [Internet]. Ayo Jakarta. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya
    Read More
  • Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat […]

    Apa Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental?

    Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain.

    dampak April Mop bagi kesehatan mental

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental

    Menganggap Berita Benar Menjadi Hoax

    April Mop identikkan dengan berita tidak benar (hoax), maka segala berita yang ada di tanggal 1 April dianggap bohong meskipun kenyataannya berita tersebut benar.

    Contohnya pada saat Tsunami yang terjadi pada tanggal 1 April 2008 silam di Hawaii, awalnya dianggap hoax oleh banyak orang sehingga diabaikan begitu saja.

    Mengalami Gangguan Cemas

    Seseorang yang sering dijahili selama April Mop, dikhawatirkan dapat mengalami gangguan cemas yang ditandai dengan munculnya rasa cemas yang berlebihan sehingga berdampak pada kondisi emosional dan psikologis.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Gejala cemas bervariasi, misalnya keringat berlebihan, nyeri dada hingga sesak napas. Cara untuk mengatasinya cukup mudah, yaitu dengan menenangkan diri dan melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mengalihkan dari rasa cemas.

    Namun, jika gangguan cemas dirasa mengganggu aktivitas sehari hari maka sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Memicu Emosi Berlebihan

    Dampak April Mop bagi kesehatan mental lainnya adalah dapat menimbulkan emosi yang berlebihan. Hal ini dapat terjadi pada orang yang sering menerima kabar bohong pada April Mop.

    Bagaimana Dengan April Mop di Masa Pandemi?

    Menggunakan pandemi Covid-19 sebagai sebuah lelucon dianggap kurang etis dan tidak lucu karena pandemi Covid-19 adalah salah satu tragedi terburuk sepanjang masa yang telah merenggut nyawa hingga puluhan ribu jiwa di seluruh dunia.

    Apabila pandemi digunakan sebagai lelucon, hal ini dapat menyebabkan kebingungan, ketakutan, dan kepanikan, serta memunculkan perselisihan.

    Baca Juga: Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Sahabat Sehat sebaiknya tidak menggunakan Covid-19 sebagai sebuah lelucon di hari April Mop dan bijaklah dalam bercanda terutama di masa pandemi.

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bahaya April Mop [Internet]. MerahPutih. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://merahputih.com/post/read/bahayanya-april-mop-untuk-kesehatan-mental
    2. Alasan Tidak Gunakan Tema Virus Corona Sebagai Lelucon April Mop [Internet]. Telkomsel. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/alasan-tidak-gunakan-tema-virus-corona-sebagai-lelucon-april-mop
    Read More
  • Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi. Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi? Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di […]

    Lebih Tenang dan Terlindungi Berkat Asuransi Simedis dari Equity Life

    Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi.

    asuransi simedis, asuransi kesehatan Prosehat

    Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia tinggi. Berdasarkan laporan di laman covid-19.go.id (15/3), persentase kematian di Indonesia mencapai 2,7% per 14 Maret 2021. Ini artinya, sudah 38.000 lebih penduduk Indonesia meninggal dunia dari total kasus yang mencapai 1,4 juta lebih.

    Jika dibandingkan presentasenya dengan tingkat rata-rata kasus kematian secara global, tingkat kematian akibat di Indonesia lebih tinggi. Menuru laporan dari World Health Organization (WHO) di hari yang sama, tingkat kematian di dunia mencapai 2,6 juta dari 119,2 juta total kasus. Sehingga, persentasenya lebih rendah dari Indonesia yaitu 2,2%.

    Kombinasi Pencegahan dan Perlindungan

    Ancaman tingkat kematian yang tinggi tersebut tentunya meresahkan kita. Dari fakta yang menguatirkan tersebut, langkah ideal yang bisa kita pilih adalah dengan mengombinasikan antara pencegahan terhadap infeksi virus Corona dan tak kalah penting, perlindungan serta jaminan yang pasti terhadap potensi tertular penyakit yang sangat mengancam tersebut.

    Kombinasi antara upaya pencegahan dengan menerapkan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Membatasi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan) dengan dengan membekali diri dengan jaminan dari asuransi terpercaya menjadi kombinasi ideal yang akan memberi keamanan dan kenyamanan.

    Untuk memberi manfaat tersebut bagi para Sahabat Sehat, Prosehat bekerja sama dengan Asuransi Medis (Simedis) dari Equity Life. Layanan perlindungan asuransi ini berlaku untuk setiap pembelian paket PCR Swab COVID-19 di semua kanal Prosehat.

    Tidak sebatas itu, Sahabat Sehat juga akan mendapatkan jaminan perlindungan finansial terhadap risiko meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan serta memberikan tambahan manfaat meninggal dunia dan santunan biaya perawatan harian Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19.

    Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya!

    Manfaat Maksimal dengan Biaya Minimal

    Siapapun tentu ingin mendapatkan manfaat maksimal dengan pengeluaran minimal, bukan? Anda tidak salah. Begitu pula dengan memanfaat perlindungan dari Simedis ini.

    Ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh. Secara garis besar, terdapat manfaat utama dan manfaat tambahan yang tersedia. Untuk manfaat utama, peserta Simedis mendapatkan jaminan jika meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan.

    Jika tertanggung meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang terjadi dalam masa asuransi (90 hari), penanggung akan membayarkan 100% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa kepesertaan asuransi, maka maksimum manfaat meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang dibayarkan adalah sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta Rupiah).

    Manfaat utama yang kedua adalah jaminan jika tertanggung meninggal dunia akibat Covid-19. Jika tertanggung meninggal dunia karena secara pasti terinfeksi Virus COVID-19, Penanggung akan membayarkan tambahan Manfaat Meninggal Dunia sebesar 50% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maksimum tambahan manfaat meninggal dunia karena COVID-19 yang dibayarkan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta Rupiah)

    Bagaimana dengan manfaat tambahannya? Tak kalah menarik, yaitu jika tertanggung menjalani perawatan di Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19 yang terjadi dalam masa asuransi, akan diberikan santunan biaya perawatan Rumah Sakit sebesar 1% per hari dari Manfaat Meninggal Dunia karena Penyakit atau Kecelakaan dengan maksimum 14 (empat belas) hari per Masa Kontrak Asuransi.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Sebagai catatan, manfaat ini hanya diberikan 1 (satu) kali selama masa asuransi. Dan, jika Tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maka maksimum santunan harian rawat inap yang dibayarkan sebesar Rp200.000 (dua ratus ribu Rupiah) per hari

    Segera manfaatkan layanan plus jaminan kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan membeli paket pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Promo kerjasama ini dapat dapat Anda nikmati selama satu tahun,  mulai dari 8 Maret 2021 hingga 7 Maret 2022.

    Anda pun dapat mendapatkan layanan ini secara mudah. Sahabat Sehat tinggal menanyakan paket ini kepada petugas kami baik secara langsung di klinik Prohsehat atau melalui layanan chat Asisten Kesehatan Maya 08111816800. Petugas Prosehat akan melayani dan mendata Anda sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Baca Juga: 8 Tips Memilih Asuransi yang Tepat di Tengah Pandemi

    Tidak ribet, kan? Yuk, makin lindungi diri dan keluarga Anda dengan layanan kesehatan komprehensif dari Prosehat, yang di dalamnya meliputi jaminan asuransi. Dalam kondisi yang seperti sekarang ini, apalagi yang Anda cari selain kesehatan serta rasa aman?

    Read More
  • Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu […]

    Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021.

    amankah vaksin AstraZeneca

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu banyak yang tahu seperti apa reaksi  yang diterima. Pemberitaan banyak menyebutkan bahwa AstraZeneca akan memberikan efek samping berupa bengkak, demam, muntah, diare, dan bahkan sakit perut.

    Selain efek samping itu, terdapat isu-isu yang cukup meresahkan seperti kejang, dan tentu saja kehalalan vaksin. Di Sulawesi Utara, pemberian AstraZeneca sementara dihentikan karena efek samping yang dirasakan seperti demam, menggigil, panas.

    Namun sebenarnya bagaimana efek samping atau KIPI dari AstraZeneca tersebut?

    Sri Rezeki Hadinegoro dari ITAGI menyatakan bahwa efek samping yang dirasakan adalah ringan dan tidak akan menyebabkan penerimanya dirawat di rumah sakit.

    Demikian ia ungkapkan dalam keterangan pers di YouTube “Penjelasan KIPI Terkait Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Covax Facilty” pada Selasa, 30 Maret 2021.

    AstraZeneca merupakan produk vaksin yang aman karena dikombinasikan dengan adenovirus sehingga virus Corona tidak berkembang dalam tubuh. AstraZeneca bahkan dalam prosesnya sudah menjalani uji klinis 20.000 relawan di Amerika Serikat dan Jepang.

    Terkait dengan gangguan pembekuan darah beliau menyatakan bahwa itu hal yang alami terjadi namun tidak akan menambah risiko. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak manfaat yang akan didapatkan. Untuk Indonesia sendiri vaksin yang digunakan diambil langsung dari pabriknya sehingga aman.

    Lalu apakah AstraZeneca Aman?

    Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komnas KIPI, Indra Himawan pada keterangan pers tersebut yang menyatakan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca adalah ringan.

    Hal ini berkaitan dengan yang terjadi di Sulawesi Utara mengenai efek samping yang dirasakan penerima ternyata berhubungan dengan kecemasan, dan yang mengalami efek samping berdasarkan investigasi Komnas sudah sembuh.

    Dengan demikian, vaksinasi dengan AstraZeneca direkomendasikan tetap dilanjutkan dan harus dimasukkan ke dalam program vaksinasi nasional.

    Pemerintah Tidak Sembarangan Memilih Vaksin

    Dr. Siti Nadia Tarmizi sebagai juru bicara vaksinasi Covid-19 menyatakan bahwa pemerintah tidak sembarangan dalam memilih vaksin karena melalui beberapa kajian yang mendetail, baik oleh WHO, ITAGI, dan Komnas KIPI. Pemberian izin darurat dari BPOM pun tidak sembarangan karena sudah melalui uji klinis 1,2, dan 3.

    Bahkan dr. Nadia juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya efek samping berat dan mematikan dalam proses penyuntikan vaksin dengan AstraZeneca. Demam di angka >38 derajat Celcius dan nyeri di tempat suntikan merupakan hal yang wajar dan normal.

    Baca Juga: BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Indonesia lalu disebutnya sudah mengamankan pasokan vaksin demi mencapai kekebalan kelompok, dengan kebutuhan vaksin 436 juta, dan per Jumat 26 Maret sudah 10 juta orang divaksinasi dari 500.000 pemberian vaksin per hari yang selanjutnya ditargetkan menjadi 1 juta per hari.

    Tentunya ini bukanlah hal yang mudah karena Indonesia bersama dengan 130 negara lainnya berebut mendapatkan vaksin, dan vaksinasi yang dilakukan Indonesia menempatkannya sebagai 4 besar negara non-produsen vaksin dengan penyuntikan vaksin terbesar.

    Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin karena manfaatnya yang lebih besar untuk pencegahan yang optimal terutama pada kelompok prioritas seperti lansia yang angka kematiannya 3 kali lebih tinggi.

    Pandangan WHO dan UNICEF Indonesia

    Mengenai manfaat vaksin juga dipaparkan oleh Vinod Bura dari WHO Indonesia berkaitan dengan yang sudah dipaparkan oleh Komnas KIPI dan Kemenkes. Disebutnya bahwa AstraZeneca berkualitas tinggi, dan WHO sudah mengecek faktor keamanan yang ada.

    Vinod Bura bahwa yang terjadi di Sulawesi Utara berdasarkan investigasi dari Komnas KIPI tidak berhubungan sama sekali dengan efek samping vaksin

    Mengenai pengentalan darah juga tidak ada hubungannya dengan efek samping yang dirasakan. Demikian yang diungkapkan oleh Rizki Ika Syafitri dari UNICEF Indonesia. Ia juga menyatakan AstraZeneca aman untuk orangtua, dan sudah dijamin keamanannya oleh BPOM.

    Kesimpulan

    Intinya adalah vaksin AstraZeneca aman karena efek samping yang diberikan termasuk ringan serta wajar dalam vaksinasi.

    Karena itu, Sahabat Sehat, jangan ragu untuk divaksin sebab vaksin itu baik dan perlu serta dapat mencegah secara optimal Covid-19.

    Namun tetap ingat jangan lupa tetap terapkan perilaku 5M dan pola hidup bersih dan sehat meskipun sudah divaksin.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi, konsultasikan saja dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun rupanya turut mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) secara global, termasuk Indonesia. Demikian yang diungkapkan oleh Jose Luis Castro, Presiden dan CEO sebuah organisasi kesehatan di New York, Amerika Serikat. Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin? Dalam tulisan yang dimuat di The […]

    Pelayanan TBC Selama Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun rupanya turut mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) secara global, termasuk Indonesia. Demikian yang diungkapkan oleh Jose Luis Castro, Presiden dan CEO sebuah organisasi kesehatan di New York, Amerika Serikat.

    pelayanan TBC di masa pandemi Covid-19

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin?

    Dalam tulisan yang dimuat di The Jakarta Post berjudul “Covid-19 Causes Major Setbacks for RI as TB High Burden Country”, terdapat beberapa pandangan mengenai pelayanan TBC di Indonesia selama masa pandemi Covid 19. Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu dari 3 negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak setelah Cina dan India.

    Besarnya jumlah penderita tersebut tentunya harus diiringi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang baik. Secara global, sebelum terjadinya pandemi Covid-19 telah terjadi peningkatan pelayanan kasus TBC yang ditandai dengan angka penurunan penderita TBC mencapai 9% pada periode 2015-2019.

    Namun tercatat sekitar 3 juta orang penderita TBC secara global tidak terdiagnosa atau tidak dilaporkan ke badan kesehatan yang berwenang untuk penanganan TBC, demikian menurut laporan World Health Organization (WHO).

    WHO juga menyebutkan bahwa pada tahun 2019 sekitar 465.000 orang terdiagnosa TBC yang resisten terhadap obat, dan kurang dari 40% penderita dapat mengakses pengobatan TBC. Hal itu turut didukung karena keterbatasan akses pengobatan untuk mencegah penyakit tersebut.

    Bagaimana Pelayanan TBC Selama Pandemi Covid 19 ?

    Pandemi Covid-19 kenyataannya turut mempengaruhi pelayanan TBC yang sebelumnya merupakan salah satu layanan kesehatan yang diprioritaskan. Hal ini ditandai dengan alokasi pelayanan yang lebih difokuskan pada penanganan Covid 19.

    WHO menyatakan bahwa telah terjadi penurunan laporan secara signifikan dalam pelaporan kasus TBC mencapai 25-30% yang terjadi pada negara-negara dengan jumlah penderita TBC terbesar, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2020, angka jumlah kematian akibat TBC diperkirakan mencapai 400.000 jiwa pada 2020.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Kuat

    Apabila pelayanan kesehatan masih difokuskan untuk penanganan Covid-19, diprediksikan bahwa jumlah penderita TBC akan meningkat hingga mencapai 6,3 juta kasus pada 2020 hingga 2025. Sehingga pemerintah baik secara global dan di Indonesia memerlukan strategi khusus penanganan TBC selama masa pandemi Covid 19, yaitu dengan melakukan pelacakan, pengujian, dan pengisolasian pada setiap kasus TBC.

    TBC dapat dicegah melalui pemberian vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin) sebagai salah satu bentuk pencegahan yang tepat, dengan efektivitas mencapai 70-80% terutama pada anak-anak.

    Pemberian vaksin BCG merupakan suatu keharusan sebagai cara pencegahan sekaligus peningkatan pelayanan kesehatan di negara dengan angka penderita TBC terbanyak. Vaksinasi harus tetap dilaksanakan meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid 19 agar dapat menekan angka kesakitan TBC selama masa pandemi Covid 19.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya!

    Mengingat vaksinasi BCG sangat penting sebagai salah satu cara pencegahan penyakit TBC, Sahabat dapat melakukan vaksinasi di Prosehat yang memiliki layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Post T. COVID-19 causes major setbacks for RI as TB high burden country [Internet]. The Jakarta Post. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://www.thejakartapost.com/index.php/academia/2021/03/26/covid-19-causes-major-setbacks-for-ri-as-tb-high-burden-country.html
    Read More
  • Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19) yang mulai berlaku pada 1 April 2021. Baca Juga: Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Wajib PCR Atau Antigen Surat edaran yang sudah ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19 pada 26 Maret […]

    Beragam Syarat Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Ada GeNose!

    Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19) yang mulai berlaku pada 1 April 2021.

    syarat perjalanan dalam negeri terbaru

    Baca Juga: Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Wajib PCR Atau Antigen

    Surat edaran yang sudah ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19 pada 26 Maret 2021 merupakan pembaharuan dari surat edaran sebelumnya, yaitu SE Nomor 7 Tahun 2021. Surat edaran terbaru ini bertujuan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 yang berpotensi terus meningkat melalui perjalanan.

    Peraturan perjalanan dalam negeri ini ditujukan untuk tujuan ke Pulau Bali, Jawa, dan luar Jawa. Berikut ketentuan yang perlu Sahabat ketahui :

    Syarat Perjalanan ke Pulau Bali

    Berikut syarat perjalanan melalui udara untuk tujuan ke pulau bali :

    • Pemeriksaan RT-PCR, maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan
    • Pemeriksaan antigen, maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan
    • Tes GeNose di bandara

    Berikut syarat perjalanan melalui laut dan darat:

    • Pemeriksaan RT-PCR atau antigen, maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan
    • Tes GeNose di pelabuhan atau terminal

    Syarat Perjalanan ke Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa

    Berikut syarat perjalanan melalui udara untuk tujuan ke pulau jawa dan luar pulau jawa :

    • Pemeriksaan RT-PCR, maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan
    • Pemeriksaan antigen, maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan
    • Tes GeNose di bandara

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Berikut syarat perjalanan melalui laut:

    • Pemeriksaan RT-PCR/Antigen, maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan
    • Tes GeNose di pelabuhan

    Berikut syarat perjalanan darat bagi kendaraan umum:

    • Tes acak antigen/GeNose oleh Satgas Covid-19 lokal

    Berikut syarat perjalanan darat bagi kendaraan pribadi:

    • Pemeriksaan RT-PCR/antigen, maksimal 3×24 jam atau tes GeNose di rest area sebelum keberangkatan

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Berikut syarat perjalanan dengan kereta api antar kota:

    • Pemeriksaan RT PCR/Antigen, maksimal 3×24 jam atau tes GeNose di stasiun kereta api sebelum keberangkatan

    Berikut syarat perjalanan untuk penyeberangan laut:

    • Pemeriksaan RT PCR/Antigen, maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan
    • Tes GeNose di pelabuhan

    Tes GeNose Menjadi Opsi Syarat Perjalanan

    Yang menarik dalam aturan baru tersebut adalah ditambahkannya pemeriksaan GeNose sebagai salah satu syarat perjalanan bagi semua moda transportasi.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Seperti diketahui bahwa tes GeNose ini awalnya hanya diberlakukan untuk perjalanan yang menggunakan kereta api sejak 5 Februari 2021. Tes GeNose dilakukan dengan cara meniup kantong udara yang kemudian akan dianalisis melalui sebuah alat.

    Bila hasil tes GeNose positif, yang bersangkutan akan diisolasi secara mandiri di ruang kesehatan stasiun dan tidak diperkenankan menaiki kereta api, untuk uang tiket perjalanan akan dikembalikan. Rata-rata harga tes GeNose dipatok sebesar Rp 20.000.

    Produk Terkait: Tes Covid-19 Prosehat

    Bagi Sahabat yang ingin melakukan perjalanan dalam negeri, mari lakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Berlaku Mulai 1 April, Inilah Edaran Terbaru Satgas COVID-19 tentang Perjalanan Dalam Negeri [Internet]. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://setkab.go.id/berlaku-mulai-1-april-inilah-edaran-terbaru-satgas-covid-19-tentang-perjalanan-dalam-negeri/
    2. Diah F. Baru! Syarat Perjalanan Mulai 1 April [Internet]. detikTravel. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5511515/baru-syarat-perjalanan-mulai-1-april
    3. Diah F. Tes GeNose C19 Jadi Opsi Syarat Perjalanan Mulai 1 April [Internet]. detikTravel. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5511606/tes-genose-c19-jadi-opsi-syarat-perjalanan-mulai-1-april
    4. Mediatama G. Syarat dan tata cara tes GeNose C19 untuk aturan perjalanan kereta api jarak jauh [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/syarat-dan-tata-cara-tes-genose-c19-untuk-aturan-perjalanan-kereta-api-jarak-jauh?page=all#:~:text=tes%20GeNose%20C19.-,Metode%20pemeriksaan%20Covid%2D19
    Read More
  • Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021 pada 23 Maret 2021, hal ini dikarenakan masih tingginya angka penularan Covid-19 di Indonesia. Larangan ini berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, karyawan swasta, dan seluruh masyarakat. Baca Juga: Ini Dia 8 Tips Mudik Lebaran Bebas Stres Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir, dalam […]

    Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Berikut Alasan dan Sanksinya!

    Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021 pada 23 Maret 2021, hal ini dikarenakan masih tingginya angka penularan Covid-19 di Indonesia. Larangan ini berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, karyawan swasta, dan seluruh masyarakat.

    mudik lebaran 2021

    Baca Juga: Ini Dia 8 Tips Mudik Lebaran Bebas Stres

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir, dalam konferensi pers virtual Jumat, 26 Maret 2021 menyatakan bahwa larangan ini akan dimulai pada 6-17 Mei 2021. Meski demikian, pemerintah tidak meniadakan cuti bersama Idul Fitri yang sudah ditetapkan sebelumnya.

    Selain masih tingginya angka penularan Covid-19 di Indonesia, larangan mudik ini diharapkan dapat mempercepat proses pemberian vaksin ke semua kalangan seperti yang sedang dilaksanakan baru-baru ini.

    Kenaikan Penderita Covid-19 Akibat Libur Panjang

    Hingga Minggu, 28 Maret 2021, jumlah penderita Covid 19 di Indonesia sudah mencapai 1.496.085 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah libur panjang keagamaan di Indonesia semenjak virus mewabah pada Maret 2020, termasuk salah satunya akibat libur Lebaran di tahun 2020.

    Berdasarkan data dari Satuan Tugas Covid-19, rata-rata jumlah kasus harian pada libur lebaran tahun 2020 meningkat hingga 68-93% dengan penambahan kasus harian mencapai 413-559 kasus serta jumlah kasus mingguan berkisar 2.889-3.917 kasus.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat bahwa setiap libur panjang, akan  berdampak pada peningkatan kasus sekitar 30-50%, baik dari kasus terkonfirmasi positif maupun kasus aktif Covid-19.

    Kenaikan kasus akibat libur panjang juga tidak diiringi dengan kapasitas rumah sakit yang sudah tidak mampu menampung lagi para penderita Covid-19, sehingga banyak pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit

    Untuk mengantisipasi atas kemungkinan terjadinya pelanggaran saat penerapan larangan mudik, Kemenkes akan menyiapkan posko pelayanan kesehatan di jalur mudik.

    Apa Sanksi Bagi Pelanggar?

    Menteri Muhadjir menyatakan bahwa sanksi bagi pelanggar yang melakukan mudik lebaran 2021 ini masih sama dengan sanksi pada 2020. Adapun sanksinya sebagai berikut:

    • Untuk transportasi darat, para pelanggar akan diminta putar balik atau membayar denda sebesar Rp 100 juta atau penjara selama 1 tahun.
    • Untuk transportasi udara, maskapai yang tetap menerbangkan penumpang akan dikenai sanksi berupa pencabutan izin rute dan penumpang akan dijamin dengan pengembalian dana pembelian tiket sebesar 100%.

    Terdapat beberapa jenis transportasi darat yang diperbolehkan melintas saat larangan mudik diterapkan, yaitu:

    • Kendaraan pengangkut kebutuhan pokok
    • Kendaraan pengangkut alat kesehatan
    • Kendaraan pengangkut petugas
    • Pemadam kebakaran
    • Mobil jenazah dan ambulans

    Sedangkan pada transportasi udara, pengecualian terdapat pada:

    • Pesawat lembaga tinggi NKRI
    • Pesawat kedutaan
    • Pesawat khusus repatriasi
    • Pesawat kargo
    • Pesawat TNI-Polri

    Jika merujuk pada aturan larangan mudik tahun 2020, penerapan akan dilakukan pada wilayah dengan zona merah dan wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah disebut akan tetap membuat beberapa aturan baru yang berkaitan dengan larangan mudik lebaran 2021 ini.

    Demikian mengenai larangan mudik 2021 yang ditetapkan pemerintah untuk menekan laju kasus Covid-19 dan mempercepat program vaksinasi.

    Meski hal ini dapat membuat Sahabat kecewa karena tidak bisa lagi bertemu dengan sanak saudara, namun Sahabat dapat tetap menjalin silaturahmi secara virtual.

    Rasa kecewa dan sedih tentunya dapat berdampak secara tidak langsung pada kondisi tubuh Sahabat, karena itu Sahabat sebaiknya tetap jaga kesehatan tubuh dengan konsumsi multivitamin dan jangan lupa melakukan vaksinasi flu di Prosehat sebagai tindakan pencegahan yang tepat apalagi di saat cuaca juga sedang tidak menentu.

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun Lawan Corona

    Vaksinasi di Prosehat dapat dilakukan di rumah dan terdapat banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sorongan T. Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang! Ternyata Begini Alasannya [Internet]. news. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210326224108-4-233273/mudik-lebaran-2021-resmi-dilarang-ternyata-begini-alasannya
    2. Yang Perlu Kamu Tahu soal Pelarangan Mudik Lebaran 2021 oleh Pemerintah [Internet]. kumparan. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/yang-perlu-kamu-tahu-soal-pelarangan-mudik-lebaran-2021-oleh-pemerintah-1vQruu89yml
    3. Media K. UPDATE 28 Maret: Tambah 4.083, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.496.085 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/28/17062151/update-28-maret-tambah-4083-kasus-covid-19-di-indonesia-kini-1496085
    4. Larangan Mudik 2021: Fakta-fakta, Aturan, dan Sanksi [Internet]. suara.com. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/news/2021/03/28/172548/larangan-mudik-2021-fakta-fakta-aturan-dan-sanksi
    5. Belum Ada Aturan Detail untuk Larangan Mudik Lebaran 2021 [Internet]. kumparan. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/belum-ada-aturan-detail-untuk-larangan-mudik-lebaran-2021-1vRlSAfxErr/full
    Read More
  • World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap […]

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Beserta Alasannya

    World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes.

    cara tepat memantau berat badan

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap orang disarankan untuk selalu memantau berat badannya.

    Bahkan, memantau berat badan secara rutin telah menjadi kampanye yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau (Germas). Dan pada akhirnya, setiap orang disarankan agar selalu menjaga bobot tubuhnya, agar jangan sampai obesitas.

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Sehat atau Tidak

    Berikut beberapa cara tepat memantau berat badan Sahabat Sehat masih masuk ke dalam kategori sehat atau tidak:

    Lingkar pinggang

    Jika ada orang yang berat badannya mungkin tidak terlalu tinggi, namun memiliki perut yang buncit, bisa dikatakan tidak sehat dan berisiko terkena diabetes serta penyakit jantung. Riset yang dilakukan di Newcastle University juga membuktikan bahwa pinggang dan perut yang besar bisa berkaitan dengan risiko penyakit kanker usus.

    Sahabat Sehat bisa memantau berat badan dengan cara mengukur lingkar pinggang dengan cara memasang tali meteran tepat di atas tulang pinggul, sekitaran pusar. Bagi pria, lingkar pinggang yang wajar adalah berada di bawah sekitar 100 cm. sedangkan bagi wanita lingkar pinggang yang wajar adalah di bawah 90 cm.

    Denyut jantung istirahat

    Sahabat Sehat bisa mengukur denyut jantung istirahat apabila sedang istirahat dan tidak habis melakukan aktivitas melelahkan. Caranya dengan meletakkan dua buah jari di nadi yang terletak di sekitar tangan atau leher, kemudian hitung berapa banyak jumlah denyut yang ada dalam waktu satu menit.

    Ukuran yang normal, seharusnya pada setiap menit ada sebanyak 60 sampai 100 denyutan. Apabila seseorang menganut gaya hidup yang minim olahraga, denyut jantungnya akan lebih cepat dari jumlah denyut normal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hal tersebut terjadi karena harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal tersebut bisa berisiko bagi penyakit jantung jadi meningkat.

    Menghitung rata-rata tingkat metabolime basal

    Rata-rata tingkat metabolisme basal atau yang biasa disebut basal metabolic rate (BMR) adalah menghitung faktor tinggi, berat, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas untuk menghitung jumlah kalori yang dibakar seseorang ketika dirinya sedang beristirahat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Dan biasanya dari ukuran tersebut, Sahabat Sehat bisa mengetahui berapa banyak jumlah kalori yang harus dipangkas setiap harinya, guna mencapai target berat badan yang normal. Namun, cara mengukurnya bisa dilakukan sendiri ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi pengukur yang telah tersedia.

    Persentase lemak tubuh

    Angka persentase lemak tubuh bisa menunjukkan prediksi jumlah lemak berlebih yang dimiliki oleh tubuh. Biasanya untuk mengetahuinya diperlukan bantuan alat yang bisa bekerja dengan cara mengirimkan sinyal elektrik ke seluruh tubuh.

    Serta kemudian bisa juga menghitung berapa banyak jumlah lemak yang ada di dalam tubuh dan berapa jumlah jaringan padat lainnya.

    Bagi pria, lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah sekitar tujuh sampai 18%. Sedangkan bagi wanita, ukuran lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah 20-32%.

    Alasan Harus Memantau Berat Badan Secara Rutin

    Ahli kesehatan menyarankan, setiap orang agar memantau berat badannya secara rutin. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara agar menghindari terkenanya obesitas.

    Saat Sahabat Sehat memantau berat badan, Sahabat Sehat bisa tahu apakah berat badan mulai naik atau turun. Sehingga Sahabat Sehat bisa memulai memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat dan menambah aktivitas fisil lainnya, seperti olahraga.

    Baca Juga: Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, disebutkan bahwa angka obesitas di Indonesia meningkat sejak tahun 2013. Dari yang semula 14% menjadi 21%, atau bisa dibilang naik sebanyak 7%. Yang artinya, semakin banyak masyarakat Indonesia mengalami kenaikan berat badan.

    Dan berdasarkan data pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, yang memiliki obesitas ada sebanyak 40,4%. Jadi, memantau berat badan sangatlah penting, guna menyebabkan beberapa penyakit yang membahayakan jiwa.

    Berikut beberapa penyakit yang disebabkan karena obesitas atau apabila tidak memantau berat berat badan secara rutin:

    Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi

    Perlu diketahui, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi adalah konsisi yang bisa membuat penyakit jantung atau stroke lebih mungkin terjadi.

    Produk Terkait: Sedia Obat Kolesterol

    Diabetes

    Apabila Sahabat Sehat tidak menjaga berat badan, bahkan memakan apa saja tanpa batas bisa menyebabkan penyakit diabetes.

    Kanker

    Kanker yang bisa terjadi karena obesitas diantaranya adalah kanker usus besar, kanker payudara (terjadi setelah menopause), kanker rahim (endometrium), kanker ginjal, dan kanker esophagus yang terkait dengan obesitas.

    Penyakit kandung empedu dan batu empedu

    Penyakit osteoarthritis

    Penyakit ini adalah kondisi sendi umum yang paling sering terjadi dan mempengaruhi lutut, pinggul, dan juga punggung.

    Encok

    Penyakit yang mempengaruhi sendi. Dan bisa terjadi ketika memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat dapat membentuk kristal yang tersimpan di dalam sendi.

    Sleep Apnea

    Kondisi ini adalah kondisi pernapasan yang terkait dengan kelebihan berat badan. Sleep apnea ini adalah yang menyebabkan seseorang mendengkur berat saat tidur atau sebentar berhenti bernapas di saat tidur. Bahkan sleep apnea bisa menyebabkan kantuk di siang hari.

    Cara Menurunkan Berat Badan

    Supaya berat badan tidak bertambah naik, Sahabat bisa mencegahnya dengan cara-cara berikut:

    • Kurangi asupan energi 500 kkal per hari
    • Tidak mengurangi jumlah konsumsi makanan secara drastis
    • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga
    • Tidak menggunakan obat-obatan untuk menurunkan berat badan secara sembarangan tanpa pengawasan tenaga kesehatan

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah paham kan pentingnya menjaga atau memantau berat badan. Cara untuk menurunkan risiko dari penyakit tersebut adalah dengan menjaga berat badan agar tetap seimbang, dengan cara memantau berat badan secara rutin.

    Baca Juga: Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya. Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi  Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anwar, F., 2021. 4 Cara Untuk Melihat Berat Badan Sehat atau Tidak. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-3204420/4-cara-untuk-melihat-berat-badan-sehat-atau-tidak/5/#news> [Accessed 25 March 2021].
    2. tirto.id. 2021. Pentingnya Memantau Berat Badan Secara Rutin – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/pentingnya-memantau-berat-badan-secara-rutin-dbcs> [Accessed 25 March 2021].
    3. Tarigan, M., 2021. Pentingnya Anda Memantau Berat Badan Secara Berkala. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1152870/pentingnya-anda-memantau-berat-badan-secara-berkala/full&view=ok> [Accessed 25 March 2021].
    4. Bagaimana cara menurunkan berat badan yang baik? – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/8/bagaimana-cara-menurunkan-berat-badan-yang-baik
    5. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    6. Jaga fisik dan berat badan tubuh agar tetap ideal dengan rajin melakukan aktivitas fisik – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    7. 30 Easy Ways to Lose Weight Naturally (Backed by Science) [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/30-ways-to-lose-weight-naturally
    8. Maintaining a Healthy Weight [Internet]. Nhlbi.nih.gov. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/control.htm
    Read More
  • Pada 24 Maret 2021 yang bertepatan dengan Hari Tuberkulosis Sedunia telah dilakukan peluncuran aplikasi digital oleh Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Sub Direktorat Tuberkulosis Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung pelayanan TBC secara online. Aplikasi tersebut bernama SOBAT TB dan EMPATI Client. Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19? Selain sebagai pendukung layanan TBC, keduanya juga sebagai media edukasi, dan […]

    Prosehat Mendukung Pendekatan Digital Aplikasi Kesehatan di Tengah Pandemi dalam Upaya Eliminasi Tuberkulosis

    Pada 24 Maret 2021 yang bertepatan dengan Hari Tuberkulosis Sedunia telah dilakukan peluncuran aplikasi digital oleh Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Sub Direktorat Tuberkulosis Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung pelayanan TBC secara online. Aplikasi tersebut bernama SOBAT TB dan EMPATI Client.

    pendekatan digital aplikasi di tengah pandemi

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19?

    Selain sebagai pendukung layanan TBC, keduanya juga sebagai media edukasi, dan membangun jejaring dalam upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia.

    Peluncuran ini tentunya berhubungan dengan penanganan TBC yang sebenarnya tidak kalah penting meskipun berada di masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020.

    TBC masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Penerapan pembatasan mobilitas berdampak pada menurunnya aktivitas investigasi kontak dan penemuan kasus TBC, termasuk pelaksanaan investigasi kontak dan pemantauan  pengobatan pasien TB, terutama pasien TB resistan obat.

    Kondisi ini kemudian menjadi tantangan dalam mendukung upaya  penanggulangan TBC di tengah masyarakat agar dapat tetap berjalan dalam situasi pandemi.

    Kondisi ini mendorong perlunya pemanfaatan teknologi digital dan telemidisin dalam mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat di situasi pandemi karena mampu meminimalkan kontak fisik dalam memberikan layanan dan menjangkau setiap wilayah.

    Baca Juga: Manfaatkan Telemedisin bagi yang Memiliki Penyakit Kronis

    Keduanya dikembangkan dalam rangka berkontribusi terhadap capaian program penanggulangan TB. SOBAT TB diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan penemuan kasus TB melalui peningkatan akses terhadap informasi TBC yang akurat dan penilaian mandiri untuk skrining TBC.

    Sedangkan EMPATI Client diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kepatuhan pasien TB RO melalui pemantauan minum obat dan pemantauan terjadinya efek samping pasien TBC RO secara virtual.

    “SOBAT TB menjadi solusi digital di tengah pandemi untuk dapat membantu komunitas TBC di tiap daerah tetap dapat memberikan edukasi bagi masyarakat. Serta membantu faskes dalam penemuan kasus TBC melalui fitur skrining mandiri. Harapannya semoga SOBAT TB dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga target kita untuk eliminasi TBC pada 2030 dapat terwujud,” ujar dr. Imran Pambudi, MPHM, Koordinator Tuberkulosis Kemenkes RI.

    Sementara EMPATI, e-TB Mobile untuk pendampingan Pasien TBC dikembangkan untuk membantu pendampingan dan memastikan pasien khususnya TBC Resistan Obat (TBC RO) menyelesaikan pengobatan. EMPATI Client dikembangkan dengan menambahkan fungsi pemantauan pengobatan mandiri, melalui fitur Video Observed Treatment (VOT).

    Melalui EMPATI Client, pasien TBC RO dapat merekam video saat minum obat yang tersimpan secara otomatis dan dapat dilihat oleh pendamping.

    “Pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan oleh YKI merupakan salah satu cara organisasi non-Pemerintah dapat berkontribusi secara inovatif untuk program kesehatan di Indonesia terlebih di tengah situasi pandemi COVID-19. Pengembangan kedua aplikasi ini merupakan wujud konkret yang dapat dilakukan dalam mencapai target Eliminasi Tuberkulosis (TBC) di tahun 2030,” ujar dr. Jhon Sugiharto, Direktur Eksekutif Yayasan KNCV Indonesia.

    Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedisin bagi Kesehatan Anak

    Dalam hal pemanfaatan telemedisin untuk penanganan TBC secara maksimal di masa pandemi ini, Prosehat sepenuhnya mendukung layanan tersebut melalui layanan chat dokter 24 jam untuk konsultasi online. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi. Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar […]

    Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin Covid 19?

    TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi.

    penderita TBC menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.

    Kemudian berdasarkan data Kementerian Kesehatan terbaru seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Siti Nadia Tarmizi pada Selasa, 23 Maret 2021, estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia pada 2020 mencapai 845.000. Namun sepanjang 2020 tersebut hanya ditemukan sekitar 349.000-350.00 kasus.

    Angka kematian akibat TBC terbilang cukup tinggi, diperkirakan 13 orang per jam meninggal karena TBC. Di masa pandemi Covid-19 para penderita TBC harus lebih waspada karena baik TBC maupun Covid-19 adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur (droplet), dan rentan menyerang anak, lansia serta penderita gangguan kronis paru.

    Gejala TBC hampir mirip dengan Covid-19, yaitu batuk, demam, hingga lemas. Meski demikian terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada kondisi TBC tidak mengalami nyeri kepala maupun gangguan penciuman dan pengecap.

    Kedua penyakit tersebut sama-sama menyerang saluran pernapasan, sehingga penderita TBC menjadi lebih rentan terserang Covid-19. Bagaimana cara penderita TBC menjaga kesehatan di masa pandemi Covid 19? Mari kita simak penjelasan berikut :

    Cara Penderita TBC Menghadapi Pandemi Covid-19

    Minum Obat Secara Teratur

    Para penderita TBC disarankan untuk minum obat sesuai jadwal agar tetap menjaga daya tahan tubuh hingga dinyatakan sembuh.

    Menerapkan Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi, para penderita TBC disarankan untuk tetap kontrol ke dokter agar diketahui perkembangan kondisinya.

    Terapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika kontrol ke dokter, meliputi mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Menerapkan Etika Batuk yang Tepat

    Agar tidak menularkan penyakit dan mencegah tertular penyakit maka penderita TBC perlu menerapkan etika batuk yang tepat ketika batuk maupun bersin, yaitu:

    • Mengenakan masker
    • Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.
    • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu sekali pakai, dan buang di tempat sampah.
    • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik.

    Gunakan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

    Penderita TBC dapat menggunakan layanan konsultasi kesehatan online untuk tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi sehingga memudahkan dalam mendapatkan penanganan secara medis.

    Apakah Penderita TBC Boleh Divaksinasi Covid-19?

    Pada awalnya, para penderita TBC tidak diperkenankan mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena TBC merupakan salah satu penyakit komorbid yang kronis. Jika diberikan vaksin, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan efek samping.

    Namun berdasarkan peraturan terbaru mengenai pemberian vaksin, penderita TBC diperbolehkan diberikan vaksin Covid-19 dengan catatan kondisi penyakit telah terkendali, membawa surat keterangan layak vaksinasi dari dokter, dan sudah menjalani pengobatan TBC lebih dari 2 minggu.

    Pemberian vaksin Covid-19 bagi penderita TBC diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap infeksi Covid-19.

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita TBC namun khawatir keluar rumah, mari manfaatkan layanan berobat dan konsultasi online dari Prosehat sehingga Sahabat tetap merasa aman dan nyaman. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 W. Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan dengan COVID-19 – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/waspada-tuberculosis-di-tengah-pandemi-ini-perbedaan-dengan-covid-19
    2. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200324/0633499/pasien-tbc-harus-lebih-waspadai-corona/
    3. Yustiawan A. Penderita TBC Diminta Harus Lebih Mewaspadai Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4212442/penderita-tbc-diminta-harus-lebih-mewaspadai-virus-corona-covid-19
    4. COVID-19 W. Etika Batuk yang Baik – Masyarakat Umum | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/etika-batuk-yang-baik
    5. Alam S. Syarat Baru Vaksinasi, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Disuntik Vaksin Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5374231/syarat-baru-vaksinasi-ini-yang-boleh-dan-tak-boleh-disuntik-vaksin-corona
    6. Cara Sama Tanggulangi TBC dan COVID-19l [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210323/1937312/cara-sama-tanggulangi-tbc-dan-covid-19l/
    Read More
Chat Dokter 24 Jam