Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 31–40 of 75 results

  • Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu […]

    Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama dan membuang-buang waktu?

    metode tes covid-19, metode tes covid-19 5 menit, tes covid-19 5 menit

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Peneliti di Inggris, mengemukakan penelitian mengenai metode tes Covid-19 yang cepat yang merupak terobosan pertama di dunia. Metode tes ini setara dengan metode standar emas pemeriksaan Covid-19, yaitu swab PCR. Tentunya hal ini dapat membantu untuk mengetahui hasilnya dengan cepat dan membuat semua orang dapat beraktivitas kembali secara normal tanpa rasa takut.

    Hasil tes laboratorium dan analisis menunjukkan teknologi yang dikembangkan ini dapat mendeteksi virus dalam sampel RNA hanya dalam dua menit. Dalam beberapa minggu depan teknologi ini akan digunakan untuk menguji ribuan sampel yang selanjutnya akan digunakan pada masyarakat untuk mendeteksi oang yang terinfeksi. Teknologi yang dikembangkan ini juga dapat digunakan untuk menguji virus lain dengan cepat seperti flu, Ebola, dan bahkan kanker.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Cara kerja tes Covid-19 5 menit ini adalah dengan meludah ke dalam tabung berisi substansi kimia khusus di dalamnya kemudian tabung akan ditutup dan dimasukkan ke dalam mesin uji portable. Kemudian selanjutnya tinggal menekan sebuah tombol dan dalam dua menit atau lebih lalu mesin akan berbunyi seperti microwave dan hasilnya pun kelua. Proses yang sama dapat digunakan dengan swab, sampel darah, urine atau feses yang punya RNA di dalamnya.

    Tes ini juga terbilang praktis karena tidak memerlukan sampel untuk diolah pada suhu yang lebih tinggi, dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium standar sehingga mudah diterapkan di masyarakat. Kotak pemrosesan yang ada untuk tes Covid lainnya juga dapat digunakan kembali. Hingga berita ini diturunkan tes ini sedang diajukan tim Universitas Birmingham sendiri untuk penggunaannya.

    Tes Covid-19 5 Menit Lainnya

    Selain tes yang dikembangkan oleh Universitas Birmingham, sebelumnya juga ada tes serupa yang dikembangkan oleh Universitas Ilinois, Amerika Serikat. Tes ini berupa penggunaan sensor elektrokimia berbasis kertas yang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam waktu kurang dari lima menit. Keberadaan tes menggunakan sensor ini tentu saja untuk mengatasi kendala pada tes-tes Covid-19 yang sudah ada seperti PCR swab seperti penyelesaian pengujian, kebutuhan akan personel khusus, ketersediaan peralatan untuk reagen, dan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil tesnya.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Sensor yang dikembangkan berbasis graphene dan mempunyai biaya produksi yang rendah, dan perputaran deteksi yang cepat dengan pengaturan pembacaan listrik untuk mendeteksi keberadaan materi genetik SARS-CoV-2 secara selektif. Dalam sensor berbasis kertas ini terdapat dua komponen, yaitu platform untuk mengukur pembacaan listrik dan probe untuk mendeteksi keberadaan RNA virus.

    Cara kerja menggunakan sensor ini adalah dengan menggunakan sampel positif dan negatif Covid-19. Sensor tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam tegangan sampel positif jika dibandingkan dengan sampel negatif. Selain itu, sensor ini untuk memastikan adanya materi genetik virus dalam waktu kurang dari lima menit. Platform ini juga praktis karena bersifat portabel dan biayanya rendah serta dapat diintegrasikan dengan smartphone melalui Bluetooth atau WIFI. Tidak hanya di fasilitas kesehatan saja sensor berbasis kertas ini juga bisa digunakan di kantor atau rumah. Sensor ini juga diusahakan untuk bisa mendeteksi penyakit selain Covid-19 ke depannya.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah mengenai tes Covid-19 yang bisa diketahui hasilnya dalam waktu 5 menit sehingga membuat yang dites tidak perlu harap-harap cemas dalam waktu lama dan bisa membantu pemerintah dengan cepat mendeteksi pengidap virus tersebut termasuk di Indonesia. Untuk saat ini, Sahabat bisa menggunakan metode tes yang cepat namun akurat mendekati PCR swab dengan harga terjangkau, yaitu rapid swab antigen. Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Peneliti Inggris Temukan Tes Covid-19 yang Bisa Memberi Hasil dalam Lima Menit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/06/220953270/peneliti-inggris-temukan-tes-covid-19-yang-bisa-memberi-hasil-dalam-lima?page=all
    2. Hidayat M. Sensor Berbasis Kertas untuk Deteksi Covid-19 Kurang dari 5 Menit [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/4429315/sensor-berbasis-kertas-untuk-deteksi-covid-19-kurang-dari-5-menit
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Oxford University Develops 5-Minute COVID-19 Test [Internet]. WebMD. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/news/20201018/oxford-university-develops-5-minute-covid-19-test
    Read More
  • Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan. Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19 Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya […]

    Mengenal Disease X, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19

    Pandemi Covid-19 belum usai tetapi masyarakat dunia kemungkinan sudah harus menghadapi pandemi baru lagi yang disebabkan oleh penyakit bernama Disease X. Penyakit ini disebut demikian karena namanya belum diketahui secara umum tapi mempunyai kemampuan menular yang cukup parah alias lebih mematikan.

    disease x, penyakit x, pandemi disease x

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Covid-19 juga merupakan Disease X yang akhirnya muncul ke permukaan pada akhir 2019 dan berkembang di sepanjang 2020 hingga menyebabkan banyak krisis kesehatan dan ekonomi. Selain Covid-19, penyakit X yang juga sudah muncul adalah adalah SARS dan Ebola. Bersama dengan Covid, mereka adalah selusin patogen yang mematikan. Hal ini yang membuat WHO menjadikannya sebagai prioritas utama penelitian karena berpotensi meyebabkan pandemi.

    Penyakit X disebut sedang dalam tahap proses memunculkan diri di saat banyak negara sedang memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara luas. Diketahui bahwa penyakit ini muncul di salah satu negara di Afrika, Republik Demokratik Kongo. Kemunculan inilah yang banyak membuat negara lain menjadi waspada termasuk Rusia yang dikabarkan tengah memantau situasi setelah adanya laporan tersebut. Otoritas Kesehatan Rusia juga masih berasumsi bahwa adanya penyakit dari Kongo itu karena sifat alami virus sehubungan dengan masih terbatasnya informasi soal penyakit misterius ini.

    Gejala-gejala Apa Saja yang Ditimbulkan?

    Berdasarkan sebuah laporan gejala-gejala yan baru diketahui hingga hari ini adalah demam berdarah seperti yang dialami oleh seorang pasien wanita di Ingende, sebuah kota di Republik Demokratik Kongo. Awalnya gejala itu dianggap sebagai gejala terkena Ebola. Namun, saat dites hasil yang ditunjukkan malah negatif begitu juga saat dites virus yang lain. Wanita tersebut pada akhirnya sembuh tetapi dokter tidak dapat memastikan asal penyakit yang gejala lainnya juga tampak seperti infeksi Ebola.

    Mengapa Disease X Bisa Muncul?

    Kemunculan penyakit X adalah sebuah fenomena yang berulang, dan timbul ketika ada pengabaian yang sudah berulang kali dilakukan sejak ribuan tahun silam. Ketika SARS dan Ebola muncul sebagai wabah besar dunia bergegas untuk segera mengumpulkan sumber daya untuk perlahan menghilangkannya. Namun, ketika wabah mereba, dukungan segera dihentikan. Selain itu, fokus global pada pandemi Covid-19 tanpa disadari telah mengalihkan sumber daya dari beberapa bidang penelitian untuk mencegah pandemi berikutnya.

    Baca Juga: Penyakit Polio Menular atau Tidak?

    Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegahnya?

    Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya mengenai wabah yang sudah sering terjadi dalam sejarah umat manusia, para ahli meyarankan warga supaya memperketat larangan makanan yang dikonsumsi dari hewan liar, menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS untuk mencegah Disease X menjadi pandemi baru. Hal Ini karena beberapa penyakit yang mewabah seperti Covid-19, Ebola, dan AIDS diketahui muncul dari virus yang ada pada hewan ke manusia. Oleh karena itu pemerintah menyarankan untuk memperketat konsumsi hewan di masyarakat, baik yang berupa ternak dan non-ternak. Di Indonesia ada beberapa etnis tertentu yang mengonsumsi hewan liar. Selain hewan liar atau non-ternak, monitor juga diperlukan pada hewan ternak yang juga berpotensi memunculkan virus akibat lalainya regulator dalam pengawasan. Dalam banyak kasus banyak peternak yang menjual langsung hewannya untuk kebutuhan Idul Adha tanpa verifikasi.

    Sedangkan untuk PHBS, kegiatan  tidak sebatas pada cuci tangan tetapi juga mencakup pada peningkatan daya tahan tubuh, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Pemerintah disarankan dalam hal ini untuk segera membuat sistem-sistem seperti penyediaan fasilitas, teknis penelitian, dan anggaran yang dapat mendorong ilmuwan meneliti virus terbaru.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksinasi Flu?

    Demikian mengenai Disease X yang diramalkan dapat menjadi pandemi baru setelah Covid-19 namun masih belum banyak informasi yang didapatkan sejauh ini. Bagaimana pun pencegahan adalah cara yang terbaik seperti yang sudah-sudah dilakukan pada wabah-wabah sebelumnya. Karena itu, Sahabat Sehat konsumsilah makanan dan minuman yang benar-benar higienis serta menerapkan PHBS. Apabila Sahabat memerlukan informasi mengenai pencegahan penyakit menular dengan makanan sehat dan PHBS, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Apa Itu Disease X, Pandemi yang Akan Muncul di Masa Depan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/04/080000723/apa-itu-disease-x-pandemi-yang-akan-muncul-di-masa-depan-?page=all
    2. K N. Disease X Berpotensi Jadi Pandemi, Para Ilmuwan Waspadai Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5321167/disease-x-berpotensi-jadi-pandemi-para-ilmuwan-waspadai-gejala-ini
    3. Indonesia C. Ahli Ungkap Cara Tak Tertular Disease X Agar Tak Jadi Pandemi [Internet]. teknologi. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210104094656-199-589095/ahli-ungkap-cara-tak-tertular-disease-x-agar-tak-jadi-pandemi
    4. Iserson K. The Next Pandemic: Prepare for “Disease X”. Western Journal of Emergency Medicine. 2020;21(4).
    5. Simpson S, Kaufmann M, Glozman V, Chakrabarti A. Disease X: accelerating the development of medical countermeasures for the next pandemic. The Lancet Infectious Diseases. 2020;20(5):e108-e115.
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah […]

    Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Pandemi Covid-19 yang muncul sejak November 2019 dan mengglobal pada awal 2020 hingga saat ini bukanlah sebuah virus yang dianggap biasa saja. Kehadirannya tidak hanya berpengaruh pada bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, perdagangan, dan pariwisata yang berakibat hilangnya langsung pekerjaan semua orang di seluruh dunia akibat mengganasnya virus tersebut. Untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus, pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, membuat berbagai langkah-langkah kebijakan termasuk protokol-protokol kesehatan yang disarankan WHO ataupun karantina wilayah (lockdown) dengan pembatasan berbagai macam jenis aktivitas. Namun sampai saat ini, hal-hal tersebut belumlah terlalu efektif menekan kehadiran virus.

    infodemik

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sahabat Ketahui tentang Virus Covid-19

    Pengertian Infodemik

    Di tengah merebaknya virus yang sudah menjadi pandemi ini, muncul sebuah istilah bernama infodemik. Menurut Wikipedia, infodemik adalah gabungan dari dua kata, yaitu informasi dan pandemik yang merujuk pada sesuatu yang bergerak sangat cepat dan menyebar cukup luas mengenai hal-hal yang bersifat akurat dan tidak akurat seperti informasi tentang penyakit tertentu. Definisi ini juga sejalan dengan WHO yang menyatakan bahwa infodemik adalah upaya yang disengaja untuk menyebarkan informasi yang salah untuk merusak respons kesehatan masyarakat dan memajukan agenda alternatif kelompok atau individu.

    Kesalahan informasi mengenai Covid-19, misalnya yang menyatakan bahwa Covid-19 termasuk bagian dari konspirasi dunia atau Covid-19 sebenarnya tidak ada, sering muncul di masa pandemi seperti saat ini. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat menjadi abai dan tidak peduli mengenai bahayanya virus. Harry Sufehmi, pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, seperti dilansir dari Kemenkominfo menyatakan karena salah informasi berupa obat Covid-19 seperti bawang putih yang terbukti hoaks masyarakat pun menjadi tidak lagi peduli.

    Dampaknya

    Kesalahan dari informasi ini tentunya dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental orang banyak, meningkatkan stigmatisasi, maupun mengarah pada kepatuhan yang buruk terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat, sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi upaya negara dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Tak mengherankan jika Sekjen WHO, Tedros Adhenom Ghebreyesus, menyatakan bahwa yang sedang dihadapi sebenarnya adalah infodemik dan bukan pandemi. Demikian hal itu ia ungkapkan pada Konferensi Keamanan di Munchen, Jerman, 2020 lalu.

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu Sindemi?

    Apabila dibiarkan, infodemik ini tentu saja akan menghalangi upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi virus selain mengakibatkan korban jiwa tentunya. Apalagi setiap pemerintah di dunia sedang berlomba untuk melakukan vaksinasi massal seiring dengan sudah adanya beberapa vaksin yang dianggap mampu mencegah Covid-19 secara luas. Tes diagnostik tidak digunakan, kampanye vaksinasi imunisasi tidak berkembang efektif alias tidak memenuhi target, sehingga virus terus-menerus berkembang. Selain itu, disinformasi memolarisasi debat publik tentang topik yang terkait dengan Covid-19; memperkuat ujaran kebencian; mempertinggi risiko konflik, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia; dan mengancam prospek jangka panjang untuk memajukan demokrasi, hak asasi manusia, dan kohesi sosial. 

    Cara Mengatasinya

    Karena infodemik merupakan hal yang benar-benar berbahaya serta dapat menghambat penanganan virus secara benar untuk mengatasinya tentunya diperlukan aksi koordinasi antara elit politik global, korporat, dan komunitas sains untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas para ahli profesional serta membangun kembali kepercayaan masyarakat. Untuk hal ini, WHO juga sudah menyarankan kepada setiap negara sebagai berikut:

    • Mengetahui infodemik adalah tsunami informasi (beberapa akurat, beberapa tidak) yang menyebar bersamaan dengan pandemi dan perhatikan bahwa infodemik tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikelola
    • Mengakui bahwa manajemen infodemik dapat mengurangi dampak negatif langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan penduduk, serta meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah, ilmu pengetahuan, dan tenaga kesehatan yang telah memicu polarisasi masyarakat
    • Tekankan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menangani infodemik
    • Mendukung pendekatan seluruh masyarakat dan terlibat dengan komunitas dalam produksi, verifikasi, dan penyebaran informasi yang mengarah pada perilaku sehat selama epidemi dan pandemi
    • Berkomitmen untuk menemukan solusi dan wadah yang konsisten dengan kebebasan berekspresi, untuk mengelola infodemik yang mencakup penggunaan teknologi digital dan data sains
    • Berusaha keras untuk membuat sains lebih mudah diakses, transparan, dan dapat dipahami, memelihara sumber informasi tepercaya, dan mempromosikan kebijakan berdasarkan bukti sehingga menumbuhkan kepercayaan orang terhadapnnya
    • Belajar dari praktik manajemen infodemik Covid-19 dan bagikan pengalaman tentang kemitraan yang memiliki nilai tambah

    Baca Juga: Prosehat Bekerja Sama dengan Dinkes DKI Didukung Botika untuk “Jakarta Tanggap Covid-19”

    Itulah mengenai infodemik yang kini tengah dihadapi semua masyarakat dunia karena adanya Covid-19 yang masih saja dianggap sebuah kebohongan hingga saat ini meskipun sudah banyak bukti orang yang terkena dan meninggal karena virus tersebut. Sahabat Sehat tentunya haruslah bersikap bijak dalam menghadapi informasi-informasi yang ada berkaitan dengan Covid-19 ini mulai dari protokol-protokol kesehatan hingga vaksinasi. Karena itu, percayakan saja pada sumber-sumber yang valid dan terpercaya agar tidak ada misinformasi yang akibatnya sungguh fatal. Untuk informasi mengenai Covid-19 lebih lanjut, Sahabat bisa mengakses Prosehat sebagai salah satu sumber terpercaya. Selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Managing the COVID-19 infodemic: Promoting healthy behaviours and mitigating the harm from misinformation and disinformation [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/23-09-2020-managing-the-covid-19-infodemic-promoting-healthy-behaviours-and-mitigating-the-harm-from-misinformation-and-disinformation
    2. Infodemic [Internet]. En.wikipedia.org. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Infodemic
    3. KOMINFO P. Ancaman Infodemik Dapat Memperburuk Pandemi COVID-19 [Internet]. Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kominfo.go.id/content/detail/25895/ancaman-infodemik-dapat-memperburuk-pandemi-covid-19/0/virus_corona
    4. Call for Action: Managing the Infodemic [Internet]. Who.int. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.who.int/news/item/11-12-2020-call-for-action-managing-the-infodemic
    5. The Lancet Infectious Diseases. The COVID-19 infodemic. The Lancet Infectious Diseases [Internet]. 2020 [cited 11 January 2021];20(8):875. Available from: https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30565-X/fulltext
    Read More
  • Satgas Covid-19 kembali mengeluarkan peraturan berupa Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini merupakan perpanjangan dari Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur tentang peraturan perjalanan selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang berakhir pada 8 Januari […]

    Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Dalam Negeri Wajib PCR Swab Test atau Rapid Swab Antigen

    Satgas Covid-19 kembali mengeluarkan peraturan berupa Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini merupakan perpanjangan dari Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur tentang peraturan perjalanan selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang berakhir pada 8 Januari 2021. Adapun SE yang baru dikeluarkan ini berlaku dari tanggal 9 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021, dan dapat diperpanjang tergantung pada keadaan.

    perjalanan dalam negeri wajib PCR swab dan rapid swab antigen

    Baca Juga: Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin pentingnya

    Dasar pengeluaran SE ini adalah karena semakin meningkatnya kembali jumlah pengidap Covid-19 di Tanah Air serta untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. Karena itu, dalam SE ini terdapat pengetatan protokol-protokol kesehatan seperti:

    • Memakai masker kain 3 lapis atau medis
    • Tidak diperkenankan berbicara selama di dalam transportasi, baik udara, darat, dan laut
    • Tidak diperkenankan makan dan minum untuk perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal ini tidak berlaku bagi individu yang diharuskan mengonsumsi obat pada waktu-waktu tertentu supaya tidak membahayakan jiwanya

    Produk terkait: Jual Masker Kain

    Selain pengetatan protokol kesehatan isi paling penting dalam SE terbaru ini adalah hasil negatif PCR swab test atau rapid swab antigen yang ditunjukkan melalui surat keterangan pada seluruh perjalanan di dalam negeri melalui moda transportasi, baik udara, darat, dan laut. Untuk ke Pulau Bali Sahabat harus menunjukkan surat negatif PCR swab atau rapid swab antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan jika menggunakan transportasi udara. Selain itu, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Hal yang sama berlaku bagi Sahabat yang ke Pulau Bali melalui laut dan darat, dengan transportasi umum atau pribadi. Waktu maksimal untuk pengambilan sampel tes-tes Covid-19 ini adalah 3×24 jam.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Untuk ke Pulau Jawa SE juga memberlakukan peraturan yang sama. Sahabat yang hendak melakukan perjalanan di Pulau Jawa, baik antarkota maupun kabupaten diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif PCR swab atau rapid swab antigen. Ketentuannya adalah sebagai berikut:

    • Jika menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan PCR swab atau rapid antigen dalam waktu maksimal 3×24 jam dan 2×24 jam sebelum keberangkatan
    • Transportasi laut dan kereta api wajib menunjukkan PCR swab atau rapid antigen maksimal 3×24 jam
    • Pengguna kendaraan pribadi juga wajib, dengan waktu maksimal 3×24 jam

    Adapun para pelaku perjalanan dalam negeri di Pulau Jawa juga sama seperti di Bali wajib mengisi e-HAC Indonesia, dan Satgas Covid-19 daerah berhak melakukan tes rapid antigen secara acak bagi yang menggunakan moda transportasi umum di darat. Meski begitu, ketentuan wajib menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid antigen ini tidak berlaku bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun, dan perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan transportasi laut serta aglomerasi perkotaan seperti Jabodetabek. Namun, Satgas Covid-19 di daerah berwenang untuk melakukan tes antigen acak jika diperlukan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19 Prosehat

    Lalu bagaimana dengan perjalanan ke luar Jawa dan Bali?

    Untuk wilayah di luar kedua pulau tersebut peraturan menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid antigen juga berlaku, dan sama dengan di wilayah Jawa dan Bali. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dari SE ini adalah jika Sahabat negatif PCR swab atau rapid swab antigen namun menunjukkan gejala, tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan, melakukan PCR swab test ulang, dan wajib melakukan isolasi selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. Selain itu, jangan sekali-kali melakukan pemalsuan pada surat keterangan negatif yang bisa berakibat pada pemidanaan sesuai undang-undang.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Itulah Sahabat Sehat mengenai SE pembatasan perjalanan dalam negeri yang dirilis untuk mencegah Covid-19 secara luas, dan Sahabat tetap wajib menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Untuk PCR swab atau rapid antigen ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Hasil tes-tes ini tentunya dilengkapi dengan surat keterangan negatif. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Satgas Covid-19; 2021.
    Read More
  • Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat […]

    Apa Saja Organ-organ Tubuh yang Terdampak Covid-19?

    Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat diserang oleh covid-19? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini.

    organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Paru-paru

    Seperti sudah disebut di awal, Covid-19 erat kaitannya dengan paru-paru karena penyakit ini menyerang saluran sistem pernapasan, yang ditandai dengan gejala berupa batuk, demam, kesulitan, bernapas, dan demam. Akibatnya adalah pasien memiliki kerusakan alveolar difus klasik yang disebabkan oleh gangguan pada sel endotel dan alveolar sehingga terjadilah pengeluaran cairan dan sel-sel serta pembentukan membran hialin. Beberapa terapi dapat digunakan untuk mengatasinya seperti pemberian oksigen melalui saluran hidung dengan aliran yang tinggi dan pemberian ventilasi non-invasif.

    Jantung

    Efek Covid-19 pada jantung kebanyakan menyerang pasien jantung koroner. Hal ini disebabkan oleh pecahnya plak, thrombosis, serta tidak kuatnya suplai oksigen. Komplikasi jantung akibat Covid-19 dapat terjadi tanpa harus didahului komplikasi yang terjadi pada paru-paru. Efek komplikasi ini berupa peradangan, gagal jantung, dan cedera jantung dapat bertahan begitu lama meskipun si penderita pulih dari virus.

    Produk Terkait: Layanan Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Otak

    Ternyata Covid-19 juga sangat berdampak buruk pada otak, organ tubuh yang digunakan manusia untuk berpikir. Pada penderita penyakit yang lebih parah dapat mengakibatkan berubahnya tingkat oksigen dan karbon dioksida dalam otak. Akibat yang ditimbulkan adalah pusing, sakit kepala, gangguan kesadaran termasuk kebingungan, mengigau, dan ketidakmampuan untuk bangun. Efek pada otak akibat Covid-19 adalah delirium yang dapat menyebabkan gangguan kognitif jangka panjang termasuk defisit memori. Hal lainnya dari Covid-19 pada otak adalah dapat menyebabkan radang otak, edema, dan kejang. Tak hanya itu, efek ini juga dapat menyebabkan stroke meskipun si penderita tidak punya riwayat penyakit ini. Stroke pada pasien Covid-19 terjdi karena hiperkoagulabilitas dan cedera endotel. Efek lainnya adalah pendarahan pada otak.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Mata

    Tidak banyak orang yang menyangka jika Covid-19 juga dapat berdampak buruk pada mata, dan hal ini terjadi pada kondisi yang cukup berat. Infeksinya dapat ditemukan pada sel permukaan mata di kornea, yaitu di dalam kelopak mata dan di bagian putih mata. Hal lainnya adalah konjungtivis dan lebih sering terjadi pada pasien yang sakit. Covid-19 memasuki mata melalui sel permukaan okuler, dan dapat bertahan selama 3 minggu.

    Hidung

    Covid-19 disebut mampu berdampak buruk pada hidung, dengan melumpuhkan saraf penciuman yang dalam organ tersebut sehingga mengakibatkan hilangnya indera penciuman manusia secara normal. Gejala ini disebut dengan anosmia, dan banyak terjadi pada pasien-pasien pengidap Covid-19.

    Hati

    Hati merupakan salah satu organ cukup vital dalam tubuh, dan ternyata organ ini juga dapat terdampak Covid-19. Sebanyak 50% pasien Covid-19 ternyata mengalami kenaikan enzim hati seperti SGOT, SGPT, dan Bilirubin. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan hati mudah terserang Covid-19, salah satunya adalah penggunaan obat virus di rumah sakit, virus yang menyerang sel hati, dan penggunaan imun yang berlebihan.

    Ginjal

    Organ tubuh lainnya yang juga terdampak Covid-19 dan cukup vital adalah ginjal. Organ tubuh ini disebut mengalami kerusakan parah akibat terkena virus asal Wuhan tersebut yang berakibat pada meningkatnya risiko kematian.  Virus terdapat pada sel glomerulus, epitel tubular, dan podosit ginjal. Efek yang dihasilkan berupa cedera ginjal akut. Cedera ini juga dapat terjadi akibat rhabdomyolysis akibat hiperventilasi atau obat-obatan termasuk antivirus seperti remdesivir.

    Produk Terkait: Cek Lab Fungsi Ginjal

    Saluran Pencernaan

    Saluran pencernaan terutama usus disebut terdampak sebanyak 20% terjadi pada pasien Covid-19. Akibat yang ditimbulkan kebanyakan adalah diare. Selain diare, efek lainnya berupa kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan hal-hal lain yang buat tidak nyaman tubuh. Virus dapat diketahui pada kotoran pasien, dan pasien dengan virus pada kotorannya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membersihkannya.

    Kulit

    Organ tubuh terakhir yang terdampak Covid-19 adalah kulit. Efek yang dapat ditimbulkan adalah jerawat, eksim, psoriasis, dan rosasea. Masalah yang berhubungan dengan Covid-19 pada kulit dapat dimediasi oleh neurogenik, mikrotrombotis atau imun yang kompleks. Efek lain yang dapat ditimbulkan adalah ruam eritematosa yang tidak merata dengan warna kemerahan dan keunguan, gatal-gatal, cacar air, dan campak.

    Baca Juga: Perlunya Memakai Sunscreen di Rumah dan Cara Memilihnya

    Itulah organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19 yang perlu Sahabat ketahui sehingga dapat disimpulkan bahwa Covid-19 bukanlah virus yang dapat dianggap sepele. Pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan 3M dan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Informasi selengkapnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Effect of Covid-19 on the Organs [Internet]. Cureus; 2020 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7470660
    2. Covid-19 and The Liver [Internet]. NCBI; 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7295524/
    3. [Internet]. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/341553844_The_Effects_of_COVID-19_Pandemic_in_Otolaryngology_Practice_A_Review_of_the_Literature
    4. [Internet]. Ejinme.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ejinme.com/article/S0953-6205(20)30228-4/pdf

     

    Read More
  • Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai […]

    Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181, 5 Juta Jiwa

    Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai komorbid tidak terkontrol.

    kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Jumlah penduduk Indonesia untuk kebutuhan herd immunity mencapai 181.554.465 orang. Tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mendapat prioritas sebagai pihak-pihak pertama yang divaksin. Sisanya adalah masyarakat yang rentan tertular virus dan masyarakat lainnya pada usia 18-59 tahun Baik tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mulai divaksin pada gelombang 1, yaitu Januari-April 2021 dan kelompok sisanya adalah pada gelombang 2, yaitu pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Adapun jumlah kelompok-kelompok yang divaksin adalah sebagai berikut:

    • Tenaga Kesehatan: 1,3 juta jiwa, dan tersebar di 34 provinsi
    • Petugas pelayanan publik: 17,4 juta jiwa
    • Masyarakat yang rentan tertular: 63,9 juta jiwa
    • Masyarakat lainnya: 77,4 juta jiwa

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lansia yang disebut tidak boleh menerima vaksin Covid-19 diperkirakan akan mendapat vaksinasi. Kemudian, sekitar 21,5 juta lansia di Indonesia kemungkinan juga akan  divaksinasi. Kelompok ini akan divaksinasi jika mendapatkan informasi mengenai keamanan vaksin yang dipakai. Selain lansia, penderita penyakit komorbid terkendali juga kemungkinan akan diperbolehkan mendapatkan vaksinasi tetapi harus menunggu rekomendasi dari ahli.

    Mengenai ketersediaan vaksin, jumlah pengadaan dosisnya akan mencukupi hingga kuartal pertama 2022. Total kebutuhan adalah 426.800.000, dan berasal dari vaksin Corona yang pengadaannya sudah ada dalam Peraturan Kementerian Kesehatan sebelumnya mengenai vaksin-vaksin dari perusahaan yang ditunjuk seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer. Sejauh ini yang baru sampai adalah Sinovac yang datang pada Desember 2020 sementara AstraZeneca dan Pfizer diperkirakan tiba di Indonesia pada kuartal 2021-2022 dan kuartal 3 2021 dan kuartal 1 2022.

    Strategi penanganan Covid-19 pasca liburan yang angkanya semakin meningkat perlu intervensi khusus dari pemerintah pusat terhadap 6 wilayah yang cukup rawan penderita virus ini, yaitu Bandung, Sleman, Jakarta, Jember, Semarang, dan Makassar.  Intervensi khusus ini berupa langkah-langkah antisipasi seperti optimalisasi rumah sakit pemerintah dan swasta dan pendirian rumah sakit darurat di lapangan jika rumah sakit rujukan sudah penuh.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sekian mengenai kebutuhan jumlah vaksin dan ketersediaannya untuk penduduk Indonesia. Yuk, Sahabat Sehat jangan ragu-ragu untuk divaksinasi ketika pemerintah sudah menggelar vaksinasi Covid-19 massal karena vaksin itu baik dan perlu, dan bisa melindungi Sahabat dan sekitar sehingga penyebaran Covid-19 akan mudah diminimalkan melalui pencegahan ini. Sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Materi Press Conference Penanganan Covid-19 29 Desember 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.

     

    Read More
  • Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin […]

    Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin diedarkan secara resmi, Sahabat juga sebaiknya mengetahui ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal. Apa saja ciri-cirinya? Yuk, mari kita simak bersama!

    vaksin Covid-19 yang ideal

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Mempunyai Faktor Keamanan yang Cukup Kuat

    Faktor pertama adalah keamanan, dan merupakan merupakan hal paling penting sebelum sebuah vaksin disetujui oleh BPOM untuk kemudian diedarkan secara luas. Para ilmuwan mengujinya sehingga keefektifan dan keamanan vaksin benar-benar terjamin. Terdapat 4 fase untuk menguji keamanan vaksin ini sebelum didistribusikan secara luas, yaitu:

    • Fase 1, yaitu merupakan uji coba kecil yang hanya melibatkan 20 hingga 100 relawan, dan hanya berlangsung beberapa bulan. Tujuan dari uji coba tahap pertama ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dasar dan mengidentifikasi reaksi yang sangat umum
    • Fase 2, yaitu uji coba besar yang melibatkan beberapa ratus peserta. Uji coba ini berlangsung beberapa bulan hingga dua tahun dan mengumpulkan informasi tambahan tentang keamanan dan kemanjuran. Data yang diperoleh dalam  uji coba fase 2 ini dapat digunakan untuk menentukan komposisi vaksin, dosis yang diperlukan, dan profil reaksi yang umum
    • Fase 3, yaitu fase uji coba yang cukup besar dan melibatkan beberapa ratus hingga beberapa ribu sukarelawan. Uji coba ini berlangsung beberapa tahun. Dalam uji  coba fase ini para peneliti dapat mengindentifikasi reaksi vaksin yang sebenarnya karena kelompok yang divaksinasi dapat dibandingkan dengan kelompok yang belum menerima vaksin
    • Fase 4, yaitu fase setelah semua uji coba klinis dilakukan. Dalam hal ini vaksin sudah dilisensikan dan direkomendasikan untuk digunakan secara luas di masyarakat. Keamanan dan efektivitas vaksin terus dipantau yang  bisa saja diperbarui jika ditemukan hal-hal yang terjadi di lapangan

    Setelah tahapan tersebut, syarat sebuah vaksin dikatakan aman adalah:

    • Pure, yaitu bebas dari bahan yang dibuat selama produksi
    • Sterile, bebas dari mikroorganisme dari luar
    • Potent, efekti dan bekerja sebagaimana mestinya

    Selain itu, BPOM tentunya akan menyetujui penggunaan vaksin jika mempunyai risiko efek samping yang minimal.

    Mempunyai Khasiat

    Ciri kedua vaksin yang ideal adalah mempunyai khasiat berupa efektivitas dan efikasinya. Efektivitas yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat heterogen secara luas. Setelah antibodi muncul dari vaksinasi, vaksin dapat menurunkan kejadian penyakit dengan membandingkan kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak divaksin. Efektivitas vaksin dipengaruhi beberapa hal seperti penerima vaksin, usia komorbid, riwayat infeksi sebelumnya.

    Sedangkan efikasi adalah kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan di kondisi ideal dan terkontrol yang dapat dilihat dari hasil uji  klinik vaksin di laboratorium pada populasi dalam jumlah yang terbatas. Selain efektivitas dan efikasi, juga terdapat serokonversi, yaitu vaksin dapat membangkitkan respons imun yang ditandai dengan terdeteksinya antibodi pada sistem tubuh seseorang yang divaksin. WHO sendiri telah menyatakan untuk standar efektivitas vaksin adalah minimal 50%.

    Dapat Digunakan Pada Semua Golongan

    Vaksin dapat dikatakan ideal jika diberikan dan dapat digunakan pada semua golongan termasuk kelompok khusus seperti orang tua dan penyandang penyakit komorbid atau yang mempunyai kekebalan tubuh yang rendah. Alasannya adalah karena kelompok khusus ini berisiko tinggi terjangkit suatu penyakit infeksi berat yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun, beberapa vaksin seperti vaksin-vaksin Covid-19 golongan yang direkomendasikan pemberiannya adalah usia 18 hingga 60 tahun.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Lolos Uji Klinis

    Lolos uji klinis merupakan hal terpenting dari syarat ideal sebuah vaksin. Lolos uji klinis ini didapatkan dari uji klinis tahap 3 yang kemudian BPOM akan mengevaluasi uji klinis secara keseluruhan kemudian memberikan persetujuan untuk mengedarkan vaksin ke masyarakat. Namun vaksin bisa saja digunakan tanpa perlu menyelesaikan uji klinis tahap 3 jika memang kondisi yang dihadapi cukup darurat dan BPOM bisa mengeluarkan EUA atau emergency use authorization dengan syarat temuan awal uji klinis fase 3 dan keseluruhan uji-uji klinis sebelumnya terbukti aman.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal sehingga Sahabat bisa mengetahui serta menilai vaksin yang siap diedarkan. Selain ciri-ciri tadi yang perlu diperhatikan adalah proses produksi, penyimpanan, dan distribusi serta penerimaan masyarakat akan vaksin tersebut terutama menyangkut halal-haram kandungan bahan vaksin. Vaksin Covid-19 masih dalam proses untuk diedarkan, Sahabat jangan lupa tetap berperilaku 3M, menjalankan PHBS, dan melakukan deteksi dini Covid-19 seperti PCR swab-rapid test-rapid swab antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakes via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. S. Vaccine Safety – Overview, History, and How It Works | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/ensuringsafety/history/index.html
    2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations-process.html
    3. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety.html
    4. Covid-19 S. Satgas Covid-19 Ungkap Kriteria Ideal Vaksin Berkualitas [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211142339-25-580943/satgas-covid-19-ungkap-kriteria-ideal-vaksin-berkualitas
    5. Tarigan M. Selain Bikin Kekebalan Tubuh, Simak Syarat Vaksin yang Ideal [Internet]. Tempo. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1374049/selain-bikin-kekebalan-tubuh-simak-syarat-vaksin-yang-ideal/full&view=ok
    Read More
  • Mulai 1 Januari 2021, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, melarang WNA atau warga negara asing berkunjung ke Indonesia sebagai dampak dari ditemukannya varian baru virus Covid-19 di Inggris. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, melalui konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020. Pelarangan bagi WNA ini […]

    WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Mulai 1 Januari 2021, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, melarang WNA atau warga negara asing berkunjung ke Indonesia sebagai dampak dari ditemukannya varian baru virus Covid-19 di Inggris. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, melalui konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020. Pelarangan bagi WNA ini berlaku hingga 14 Januari 2020.1

    WNA dilarang masuk Indonesia

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Sebelumnya, Satgas Covid-19 melalui juru bicara, Profesor Wiku Adisasmito, menyatakan sudah menyempurnakan regulasi pengawasan ketat pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa, dan Australia sehubungan dengan varian virus Covid-19 tersebut. Dasar pengetatan perjalanan adalah Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.1

    Pelarangan kedatangan WNA yang baru dimulai pada 1 Januari tersebut tentu saja tidak berlaku bagi WNA yang sudah datang ke Indonesia dari 28 sampai 31 Desember 2020. Meski begitu, mereka diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR swab yang berlaku selama 2×24 jam sebelum keberangkatan.1 Jika hasilnya negatif, WNA yang bersangkutan akan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 5 hari di hotel khusus dengan biaya pribadi. Hal yang sama berlaku pada WNI dari luar negeri, terutama dari Inggris. Namun, WNI akan dikarantina selama 5 hari di fasilitas khusus milik pemerintah yang tentunya dengan biaya dari pemerintah. Tentunya selama karantina mereka akan melakukan PCR swab ulang. Jika negatif, diperbolehkan melanjutkan perjalanan.2

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Lalu, bagaimana jika positif?

    Baik WNI maupun WNA akan dirujuk ke fasilitas kesehatan. WNI dibiayai oleh pemerintah sedangkan WNA dengan biaya sendiri. Namun, larangan ini tidak berlaku bagi pejabat pemerintah seperti menteri atau di atasnya, dan datang dengan tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan. Jika mereka terkonfirmasi positif, mereka perlu melakukan karantina mandiri di tempat yang sudah ditentukan.3

    Produk Terkait: Tes PCR Swab Prosehat

    Seperti diketahui varian baru Covid-19 tersebut bernama SARS CoV-2 VUI 202012/01 ditemukan di Inggris, Belanda, Denmark, Australia, dan Afrika Selatan. Disebut bahwa varian baru ini tidak berpengaruh terhadap vaksin Covid-19, namun dapat bermutasi sepanjang waktu. Meski begitu varian ini belum terbukti mematikan dari varian sebelumnya.2

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Itulah mengenai pelarangan WNA datang ke Indonesia oleh pemerintah agar varian Covid-19 tidak memasuki Tanah Air sehingga tidak menjadi beban karena virus yang sebelumnya belum hilang sama sekali. Nah, Sahabat Sehat, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Supaya dapat mengetahui positif atau negatif Covid-19, yuk segera lakukan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Indonesia Tutup Pintu untuk Semua WNA Per 1 Januari 2021 [Internet]. nasional. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201228163122-20-587072/indonesia-tutup-pintu-untuk-semua-wna-per-1-januari-2021
    2. Infografik Pengawasan perjalanan cegah penyebaran virus corona varian baru – ANTARA News [Internet]. Antara News. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/infografik/1914464/pengawasan-perjalanan-cegah-penyebaran-virus-corona-varian-baru
    3. Mediatama G. Seluruh WNA dilarang masuk ke Indonesia, kecuali pejabat setingkat menteri [Internet]. kontan.co.id. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://nasional.kontan.co.id/news/seluruh-wna-dilarang-masuk-ke-indonesia-kecuali-pejabat-setingkat-menteri
    Read More
  • Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan […]

    Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan diabetes dengan risiko kematian sebesar 9 dan 8,3 kali lipat. Kemudian ada hipertensi dan autoimun dengan risiko kematian sebesar 6 kali lipat.

    cara penderita penyakit ginjal menghadapi covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Mengapa Penderita Penyakit Ginjal Rentan Terkena Covid-19?

    Perlu diketahui bahwa seseorang yang menderita penyakit ginjal umumnya mempunyai imun yang rendah karena kerusakan pada ginjal menyebabkan tubuh tidak bisa membuang racun sehingga menumpuk di dalam tubuhnya. Pasien penderita ginjal yang tertular Covid-19 selain harus mengurangi gejala Covid-19 dengan rutin mengonsumsi obat tertentu, mereka juga harus tetap cuci carah untuk menghilangkan racun di tubuhnya.

    Produk Terkait: Jual Pengobatan Ginjal

    Bagaimana Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19?

    Ada beberapa tips yang dianjurkan bagi penderita ginjal saat menghadapi Covid-19, yaitu:

    Tetap Berada di Rumah

    Cara terbaik bagi penderita ginjal selama masa pandemi dan supaya tidak rentan tertular adalah tetap berada di dalam rumah dan menghindari kerumunan dengan orang-orang sekitar yang berpotensi terkena Covid-19 dan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, apabila harus keluar rumah karena urusan yang sangat penting tetaplah untuk menjaga jarak sejauh 1,5-2 meter dari orang lain, memakai masker, mencuci tangan serta tutupilah hidung dan mulut ketika batuk dan bersin.

    Cucilah Tangan Sesering Mungkin

    Mencuci tangan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan selama masa pandemi, dan merupakan bagian dari perilaku 3M. Gunakanlah sabun dan air dan cucilah pada air yang mengalir selama 20 detik atau lebih. Apabila sabun tidak tersedia, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

    Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Sebaik Mungkin

    Meningkatkan daya tahan tubuh juga merupakan salah satu cara supaya penderita ginjal terhindar dari Covid-19. Caranya adalah mengonsumsi makanan yang bergizi, hindari gula, garam dan lemak berlebihan. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen yang diperlukan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Hubungi Layanan Kesehatan Setempat untuk Ketersediaan Obat-obatan

    Penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 pasti membutuhkan obat-obatan untuk tetap sehat. Silakan hubungi penyedia layanan kesehatan untuk ketersediaan obat-obatan. Minumlah obat yang telah diresepkan, dan jangan mengganti obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dari penyedia layanan tersebut.

    Mintalah Bantuan Pada Fasilitas Layanan Terdekat

    Apabila Sahabat menunjukkan gejala-gejala Covid-19 segera lakukan tes Covid-19 pada fasililtas kesehtatan terdekat. Lakukan isolasi diri di rumah atau milik pemerintah selama 10 hari, jika memang terkonfirmasi positif. Selama itu pula jangan bepergian langsung ke unit penanganan ginjal, dokter umum, dan apotek. Sahabat harus terlebih dahulu menghubungi via telepon. Pada pasien ginjal yang harus menjalani dialisis, segera hubungi unit dialisisis untuk mengetahui kapan bisa melakukannya. Apabila selama isolasi 10 hari gejala yang dirasakan memburuk segera hubungi Satgas Covid-19 setempat.

    Ikuti Protokol Kesehatan Saat Cek dan Cuci Darah

    Apabila Sahabat memang diharuskan untuk cek darah rutin yang dianggap riskan pada masa pandemik Covid-19, Sahabat dapat menghubungi penyedia layanan kesehatan setempat untuk menentukan tes bisa ditunda atau tidak. Apabila dokter merasa tes harus dilakukan rutin dan sesuai jadwal, usahakan untuk meminta laboratorium tempat tes agar tes bisa dilakukan di rumah. Perhatikan apakah lab dapat menerima sampel urine yang dikirim melalui kurir. Apabila cek darah tidak bisa dilakukan di rumah, dan Sahabat harus mendatangi laboratorium, jangan khawatir. Biasanya laboratorium tempat Sahabat mengecek darah sudah menerapkan protokol 3M, dan memeriksa suhu setiap orang yang datang. Apabila ada yang positif, akan dilakukan isolasi di lab tersebut.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Begitulah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 karena mereka termasuk yang rentan terkena. Para penderita diharapkan untuk tidak abai terhadap protokol 3M dan rutin memeriksakan darah di laboratorium. Supaya Sahabat Sehat tidak mengalami masalah pada ginjal berikut beberapa hal yang bisa Sahabat lakukan dengan perilaku CERDIK yaitu:

    • C: Cek kesehatan rutin/berkala
    • E: Enyahkan asap rokok
    • R: Rajin aktivitas fisik
    • D: Diet sehat dengan kalori seimbang
    • I: Istirahat yang cukup
    • K: Kelola stres

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Satgas: Pasien Covid Komorbid Ginjal Paling Berisiko Kematian [Internet]. nasional. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201216144409-20-582945/satgas-pasien-covid-komorbid-ginjal-paling-berisiko-kematian
    2. Media K. Penyakit Ginjal Komorbid Paling Berisiko Sebabkan Kematian Pasien Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/15/21030961/penyakit-ginjal-komorbid-paling-berisiko-sebabkan-kematian-pasien-covid-19?page=all
    3. Azizah K. Risiko Kematian Virus Corona Pada Pasien Gagal Ginjal Tinggi [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4937422/risiko-kematian-virus-corona-pada-pasien-gagal-ginjal-tinggi
    4. Panduan Bagi Orang dengan Faktor Risiko dan Penyandang PTM di Era Pandemi Covid-19 (1) – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/panduan-bagi-orang-dengan-faktor-risiko-dan-penyandang-ptm-di-era-pandemi-covid-19-1
    5. COVID-19: Kidney disease [Internet]. National Kidney Foundation. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidney.org/coronavirus/kidney-disease-covid-19#:~:text=Various%20COVID%2D19%2Drelated%20effects,direct%20infection%20of
    6. Coronavirus (Covid-19) guidance for patients with kidney disease [Internet]. Kidney Care UK. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidneycareuk.org/news-and-campaigns/coronavirus-advice/#symptomscovid
    7. Direktur P2PTM : CERDIK! Cara Terhindar dari Risiko Penyakit Ginjal – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/direktur-p2ptm-cerdik-cara-terhindar-dari-risiko-penyakit-ginjal
    Read More
  • Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan […]

    Daftar Orang-Orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan vaksin untuk semua orang Indonesia dan gratis. Berikut ini adalah orang-orang yang tidak boleh diberikan vaksin virus Covid-19.

    orang yang tidak boleh menerima vaksin covid-19

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Orang yang Sakit

    Orang pertama yang tidak boleh diberikan vaksin adalah orang-orang yang sedang sakit. Dengan kata lain, vaksin hanya untuk orang-orang sehat. Apabila yang hendak divaksin sedang sakit, dia harus sembuh terlebih dahulu. Sebab, jika dipaksakan akan menyebabkan efek yang cukup parah pada penyakit yang sedang diderita.

    Memiliki Penyakit Penyerta

    Orang kedua yang tidak boleh divaksin adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti ginjal, jantung, diabetes, dan hipertensi. Jika diberikan dikhawatirkan akan memberikan efek samping yang cukup parah pada kondisi tubuh yang divaksinasi. Karena itu, penting sekali bagi orang-orang dengan penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat, dan pengecekan kondisi tubuh akan diberlakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit penyerta tersebut.

    Anak-anak dan Lansia

    Pemerintah sudah menetapkan bahwa orang-orang yang mendapat vaksin Covid-19 adalah kelompok usia 18-59 tahun. Itu berarti anak-anak dan lansia tidak diperbolehkan. Alasannya, lansia adalah kelompok yang cukup rentan seperti halnya penderita penyakit komorbid sehingga akan berdampak cukup buruk jika diberikan, dan bagi anak-anak sejauh ini belum ada penelitian vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Memiliki Riwayat Autoimun

    Orang-orang yang memiliki riwayat autoimun juga tidak diperbolehkan untuk divaksin covid-19. Alasannya adalah jika mereka divaksin malah akan membuat autoimun yang dideritanya kambuh akibat antibodi yang dibentuk menyerang tubuh sendiri. Karena itu, untuk mengetahui ada tidaknya autoimun dalam tubuh, orang tersebut perlu diperiksa sebelum divaksinasi.

    Wanita Hamil

    Wanita hamil juga tidak disarankan divaksin Covid-19 sebab hal tersebut akan dapat memengaruhi kesuburan kandungan. Namun hal ini masih dalam sebuah penelitian karena jika melihat pada vaksin-vaksin seperti Hepatitis A, Hepatitis B, dan Tetanus tidak menyebabkan hal yang demikian.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Hepatitis A untuk Dewasa ke Rumah

    Orang dengan Alergi Parah Terhadap Bahan Vaksin

    CDC mengatakan bahwa orang-orang dengan alergi parah terhadap suatu bahan tertentu dalam vaksin juga tidak diperbolehkan divaksin sehingga mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Namun hal ini menjadi pengecualian bagi yang memiliki alergi parah terhadap makanan, hewan, lingkungan, dan obat-obatan yang bersifat oral.

    Apakah Penyintas Covid-19 Termasuk Daftar yang Tidak Menerima Vaksin?

    Selain orang-orang di atas yang tidak boleh menerima vaksin akan timbul pertanyaan apakah para penyintas Covid-19 atau yang pernah terkena virus tersebut juga tidak menerima vaksin? Ternyata para penyintas ini boleh menerima vaksin walaupun harus di urutan paling akhir. Alasannya seperti diungkapkan oleh Kepala Petugas Medis WebMD, Jhon Whyte, para penyintas ini telah membentuk antibodi Covid-19 dalam tubuhnya sehingga dinilai bisa terlindungi dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Demikianlah mengenai daftar orang yang tidak boleh menerima vaksin Covid-19 sehingga Sahabat bisa mengetahui apakah masuk atau tidak dalam penerima vaksin. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa ya, Sahabat, untuk tetap menerapkan perilaku 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat melakukan deteksi dini Covid-19 berupa PCR swab dan rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Azizah K. Catat! Ini Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Divaksin COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5303625/catat-ini-daftar-orang-orang-yang-tidak-boleh-divaksin-covid-19
    2. Dwianto A. Kenapa Pengidap Autoimun Tak Boleh Sembarangan Divaksin? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4814157/kenapa-pengidap-autoimun-tak-boleh-sembarangan-divaksin
    3. Mediatama G. Wanita hamil jangan disuntik vaksin Covid-19, ini penjelasannya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/wanita-hamil-jangan-disuntik-vaksin-covid-19-ini-penjelasannya?page=all
    4. Indonesia C. Ahli: Penyintas Covid-19 Masih Perlu Divaksin [Internet]. teknologi. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201215183854-199-582553/ahli-penyintas-covid-19-masih-perlu-divaksin
    5. CDC Buat Pedoman Bagi Penderita Alergi Vaksin Covid-19 [Internet]. Rmol.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://dunia.rmol.id/read/2020/12/20/466701/cdc-buat-pedoman-bagi-penderita-alergi-vaksin-covid-19
    Read More

Showing 31–40 of 75 results

Chat Asisten ProSehat aja