Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 31–40 of 136 results

  • Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali. Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan. […]

    Seperti Apa Protokol Kesehatan Di Tempat Wisata di Masa Pandemi?

    Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali.

    protokol kesehatan di tempat wisata

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan.

    Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi telah mengesahkan prokes di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Prokes tersebut disusun oleh Kemenparekraf bersama dengan pemangku kepentingan serta kementerian terkait.

    Prokes juga telah disahkan melalui KMK Nomor HK HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Nah, Sahabat Sehat selama kalian bepergian ke tempat wisata ataupun tempat hiburan, jangan lupa tetap menerapkan prokes agar terhindar dari virus Covid-19.

    Bagi Pengelola Tempat Wisata atau Hiburan

    Membatasi Jumlah Pengunjung Tempat Wisata

    Dalam penerapan Prokes di tempat wisata atau hiburan, pengelola wisata wajib membatasi jumlah pengunjung yang datang.

    Bahkan, pengelola tempat wisata atau hiburan disankan menggunakan sistem daring, yang artinya para pengunjung mendaftar melalui online sebelum datang langsung ke tempat wisata atau hiburan.

    Prokes di tempat wisata atau hiburan seperti ini, bisa mengendalikan atau menghindari pengunjung yang akan berkerumun di pintu masuk saat membeli tiket ataupun saat berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Mengatur Jam Operasional

    Selain membatasi jumlah pengunjung, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus mengatur jam operasionalnya, hal tersebut biasanya mengikuti aturan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah masing-masing.

    Melakukan Pengawasan Ekstra

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus melakukan pengawasan yang lebih ekstra dibanding biasanya, terutama di titik-titik favorit pengunjung.

    Seperti contohnya di lokasi atau spot foto, jangan sampai berkerumun. Dan pastikan juga para pengunjung tetap mematuhu prokes yang ada selama berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Membatasi Jumlah Fasilitas

    Apabila di tempat wisata memiliki fasilitas yang biasanya membuat pengunjung berdesakan, seperti naik kendaraan wisata atau lainnya, pengelola tempat wisata atau hiburan harus membatasinya. Jangan sampai membuat pengunjung berdesakan dan abai akan prokes di tempat wisata atau hiburan

    Mengatur Jarak Antrean

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus mengatur jarak antar sesama pengunjung. Bisa dilakukan dengan memberi penanda di masing-masing lantai minimal dengan jarak satu meter.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan di Tempat Kerja

    Mengoptimalkan Ruang Terbuka

    Pengelola tempat wisata atau hiburan bisa menggunakan ruang terbuka untuk tempat berjualan atau transaksi, untuk mencegah terjadinya kerumunan pengunjung.

    Menggunakan Pembatas

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus memberikan pembatas atau partisi di meja ataupun counter. Hal tersebut digunakan sebagai perlindungan tambahan bagi para pekerja atau sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang sedang bertugas di loket pembelian tiket.

    Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

    Menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun harus wajib dilakukan oleh pengelola tempat wisata dan hiburan. Karena mencuci tangan saat ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sediakan Cek Suhu

    Pengelola tempat wisata atau hiburan wajib mengecek suhu para pengunjung yang datang saat di pintu masuk. Hal tersebut guna mendeteksi apakah ada pengunjung yang sakit atau tidak.

    Selain itu, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus memberikan edukasi terkait penerapan prokes kepada para pengunjung. Bisa melalui media banner yang terpasang di tempat wisata atau hiburan, terkait penerapan prokes.

    Bagi Pengunjung Tempat Wisata

    Pastikan Kondisi Sehat

    Sebelum Sahabat Sehat pergi ke tempat wisata atau hiburan, hal pertama yang paling penting adalah memastikan diri dalam kondisi yang sehat. Jangan sampai saat kondisi tidak sehat malah memaksakan untuk pergi ke tempat wisata atau hiburan. Hal tersebut bisa merugikan diri sendiri dan pengunjung lainnya.

    Apabila memang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, sebaiknya istirahat di rumah saja serta istirahat yang cukup. Pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum Sahabat Sehat memutuskan untuk keluar rumah.

    Pastikan Tidak Melepas Masker

    Walaupun Sahabat Sehat sudah merasa aman keluar rumah, namun pastikan tidak melepas masker saat berada di tempat wisata.

    Karena di tempat wisata banyak orang yang tidak dikenal dan pengunjung berasal darimana saja, sehingga akan sangat sulit dilakukan tracing saat ada salah satu pengunjung yang terpapar Covid-19.

    Maka dari itu, pastikan Sahabat Sehat terus menggunakan masker selama berada di tempat wisata atau hiburan.

    Hindari Mengajak Anak dan Lansia

    Jika Sahabat Sehat ingin pergi ke tempat wisata atau hiburan, sebaiknya hindari untuk membawa anak-anak ataupun lansia. Karena anak-anak dan lansia merupakan orang yang rentan terpapar Covid-19.

    Produk Terkait: Perawatan Lansia

    Jika terpaksa mengajak anak, Sahabat Sehat bisa memberitahu sang anak agar tetap menggunakan masker saat berada di tempat wisata atau hiburan.

    Bersihkan Diri Setelah Pulang Dari Tempat Wisata

    Setelah Sahabat Sehat tiba di rumah, pastikan langsung mandi dan mengganti pakaian. Serta jangan lupa juga untuk membersihkan peralatan yang telah dibawa ke tempat wisata atau hiburan.

    Sahabat Sehat bisa membersihkan ponsel, kacamata, tas, ataupun barang-barang lainnya dengan menggunakan disinfektan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui barang-barang yang dibawa.

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan prokes apa saja yang harus dilakukan saat berada di tempat wisata atau hiburan. Yang terpenting adalah tetap terapkan prokes 5M dimana pun Sahabat Sehat berada!

    Untuk membantu Sahabat terhindar dari  Covid-19, Sahabat bisa menggunakan jam tangan WISH yang dilengkapi dengan fitur geofencing dan terintegrasi dengan ponsel.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi

    Tertarik? Segera hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZWJEk-protokol-kesehatan-yang-harus-dipatuhi-di-tempat-wisata
    2. Cegah Covid-19 di Tempat Wisata saat Libur Panjang, Lakukan Prokes Ini : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/11/481/2376001/cegah-covid-19-di-tempat-wisata-saat-libur-panjang-lakukan-prokes-ini?page=2
    3. Menparekraf ingatkan tetap jaga protokol kesehatan di objek wisata [Internet]. Antara News. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2079474/menparekraf-ingatkan-tetap-jaga-protokol-kesehatan-di-objek-wisata

     

    Read More
  • Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama satu tahun lebih. Salah satu dampaknya adalah  peningkatan awareness terhadap kesehatan dari masing–masing individu. Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja! Mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan medical check up yang artinya memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan tubuh dan mendeteksi ada atau tidaknya […]

    Pentingnya Medical Check Up di Masa Pandemi

    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama satu tahun lebih. Salah satu dampaknya adalah  peningkatan awareness terhadap kesehatan dari masing–masing individu.

    medical check up di masa pandemi

    Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan medical check up yang artinya memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan tubuh dan mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada tubuh kita.

    Medical check up sebaiknya dilakukan secara berkala karena dinilai untuk memastikan kondisi kesehatan diri. Masih banyak di antara kita yang menganggap bahwa medical check up dilakukan demi keperluan tertentu saja, seperti melamar pekerjaan atau syarat saat bekerja ke luar negeri.

    Padahal prosedur pengecekkan kondisi tubuh secara menyeluruh juga dibutuhkan oleh perempuan ataupun laki-laki, baik yang berusia muda ataupun usia lanjut.

    Manfaat Medical Check Up di Masa Pandemi

    Selain melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan tanda vital tubuh, pasien akan ditanya mengenai kondisi kesehatan yang sedang dirasakan serta riwayat kesehatan, baik diri sendiri ataupun keluarga. Tujuannya adalah untuk mendeteksi risiko penyakit yang kemungkinan diderita.

    Jika terdapat kelainan, biasanya dokter akan merekomendasikan metode penanganan dan pengobatan yang paling tepat, sebelum penyakit tersebut berprogress lebih jauh.

    Dengan rutin melakukan medical check up, maka Sahabat Sehat bisa mendeteksi sedini mungkin penyakit dengan gejala yang sering tidak tampak.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Seperti contohnya, penyakit hipertensi, diabetes melitus, kelainan lemak, penyakit darah, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit paru, dan lain sebagainya.

    Bahkan, dengan dilakukannya medical check up bisa mencegah penyakit dan komplikasinya. Pengobatan bisa dilakukan tanpa menunggu keadaan lanjut sehingga terkait pengeluaran biaya pun menjadi lebih hemat.

    Siapa yang Perlu Medical Check Up?

    Sahabat Sehat harus ingat, medical check up bukan dibutuhkan bagi orang dewasa saja. Seluruh anggota keluarga yang berasal dari tahapan usia membutuhkan medical check up untuk memantau risiko penyakitnya masing-masing.

    Terlebih lagi bagi anggota keluarga yang sudah berusia lebih dari 40 tahun atau anggota keluarga yang mengidap suatu penyakit tertentu, medical check up sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai kebutuhannya.

    Baca Juga: Sahabat Ingin Menikah? Yuk, Tes Check-Up Kesehatan Pranikah

    Beberapa orang mungkin memiliki rasa takut untuk melakukan medical check up, alasannya pun beragam. Mulai dari takut saat diambil sampel darahnya, hingga takut jika mendapatkan hasil yang tidak normal atau tidak sesuai ekspektasi. Namun, perlu diingat mencegah tetap lebih baik dibandingkan mengobati.

    Kapan Waktu Medical Check Up?

    Bagi orang yang berusia di bawah 50 tahun, sebaiknya melakukan medical check up minimal tiga tahun sekali. Namun, bagi lansia yang berusia di atas 50 tahun, setidaknya harus melakukan pengecekkan kondisi kesehatan satu kali dalam setahun.

    Namun, apabila Sahabat Sehat ingin memberikan self-reward, Sahabat Sehat bisa melakukan medical check up setidaknya satu kali dalam setahun. Hal tersebut dilakukan juga agar lebih mudah diingat, apabila melakukan medical check up satu tahun sekali.

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah tahu kan manfaat dari medical check up. Jadi, sebenarnya medical check up bisa dilakukan tanpa harus menunggu gangguan kesehatan, akrena tidak sedikit penyakit yang gejala awalnya tidak terlihat.

    Baca Juga: 8 Alasan Pentingnya Melakukan Medical Check Up

    Karena meski fisik terlihat sehat dan bugar, bukan berarti Sahabat Sehat bisa terbebas dari ancaman penyakit. Untuk itu, Sahabat Sehat penting untuk memantau kondisi kesehatan tubuh dengan melakukan medical check up secara rutin.

    Ingin medical check up yang praktis dan mudah? Yuk, ke Prosehat aja. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Resolusi Kesehatan 2021: Yuk Pahami Pentingnya Medical Check Up! [Internet]. kumparan. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/resolusi-kesehatan-2021-yuk-pahami-pentingnya-medical-check-up-1usK5Jjnhwd
    2. <em>General Medical Check up </em>Kian Penting Saat Pandemi |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/qedk5s368/emgeneral-medical-check-up-emkian-penting-saat-pandemi
    3. Sambut Tahun Baru 2021, Ini Waktu yang Tepat untuk Medical Check-Up [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/18/12/2020/sambut-tahun-baru-2021-ini-waktu-yang-tepat-untuk-medical-check-up/

     

    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, Sahabat Sehat mungkin bertanya tanya apakah boleh melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti tes Swab (PCR dan antigen) karena dikhawatirkan membatalkan puasa? Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya! Mengenai hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa tes swab tetap boleh dilaksanakan selama bulan Ramadan dan tidak membatalkan puasa. […]

    Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Memasuki bulan Ramadan, Sahabat Sehat mungkin bertanya tanya apakah boleh melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti tes Swab (PCR dan antigen) karena dikhawatirkan membatalkan puasa?

    tes swab selama bulan ramadan

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Mengenai hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa tes swab tetap boleh dilaksanakan selama bulan Ramadan dan tidak membatalkan puasa. Hal ini tertuang dalam  Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 Saat Berpuasa yang berbunyi sebagai berikut:

    “Tes Swab adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dengan cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian pada tenggorokan bagian atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut) dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan).”

    Dilansir dari Merdeka.com, Ketua Bidang Hukum MUI, Noor Achmad mengungkapkan bahwa tes swab merupakan suatu metode memasukkan sesuatu ke hidung atau mulut namun tidak sampai ke perut dan tidak bersifat mengenyangkan. Untuk rapid test yang metodenya memakai sampel darah juga dianggap tidak membatalkan puasa.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Tes swab selama bulan Ramadan juga diperbolehkan karena pemeriksaan tersebut bersifat darurat. Demikian pula dengan vaksinasi Covid-19 yang tetap boleh dilaksanakan selama bulan puasa.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Dengan dikeluarkannya Fatwa MUI ini, Sahabat Sehat yang tengah menjalankan ibadah puasa tidak perlu khawatir dan dapat menjalani puasa dengan tenang sembari melakukan tes Covid-19 selama bulan Ramadan untuk deteksi dini Covid-19.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Sahabat Sehat dapat melakukan berbagai tes Covid 19 di Prosehat. Info lebih lengkap, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 Saat Berpuasa. [Internet]. 1st ed. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia; 2021 [cited 12 April 2021].
    2. MUI: Tes Swab dan Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4527312/mui-tes-swab-dan-vaksinasi-covid-19-tidak-membatalkan-puasa#:~:text=Liputan6.com%2C%20Jakarta%20%2D%20Komisi,batal%20jika%20mel

     

    Read More
  • Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini. Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau […]

    7 Tips Mengusir Bosan Selama Pandemi, Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini.

    Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya

    Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk melakukan segala kegiatan dari dalam rumah.

    mengusir bosan selama pandemi

    Panjangnya masa pemberlakuan PSBB pastinya telah membuat sebagian besar masyarakat menjadi bosan dan jenuh akibat menghabiskan banyak waktu di rumah saja tanpa bebas berpergian.

    Namun, demi keselamatan bersama, tetap berada di rumah saja merupakan tindakan terbaik sebagai pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini telah menyandang status pandemi dunia.

    Lantas, bagaimana cara untuk mengusir bosan selama  pandemi? Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan.

    1. Memasak

    Bagi Sahabat yang berjiwa kreatif dan berkeinginan untuk mencoba hal baru, memasak adalah hal yang tepat untuk dilakukan selama masa pandemi seperti saat ini. Tidak perlu pergi keluar, yang penting selalu ingin menciptakan kreasi makanan dari rumah.

    Hal ini selain dapat menambah kreativitas dan kemampuan memasak, tentunya juga dapat mengusir rasa bosan dan jenuh selama di rumah. Mengajak pasangan atau buah hati untuk memasak bersama akan menambah keseruan dalam menciptakan menu masakan baru untuk keluarga.

    Sahabat dapat memulainya dengan membuat roti panggang, sandwich, salad, ataupun cemilan sehat lainnya. Untuk menghindari kesalahan, bisa juga dengan melihat resep dari buku panduan maupun internet. Jangan lupa untuk menyiapkan bahan-bahan makanan yang lengkap agar kegiatan memasak jadi lebih menyenangkan.

    2. Olahraga di Pagi Hari

    Melakukan olahraga di pagi hari merupakan hal yang baik untuk tubuh, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Sahabat dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan keliling kompleks maupun olahraga fisik seperti cardio dan yoga di dalam rumah.

    Tentunya jangan lupa untuk tetap melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) ketika berolahraga di luar rumah. Pastikan juga kondisi tubuh saat berolahraga memang sedang fit agar dapat melakukannya dengan penuh semangat.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Selain dapat membuat badan menjadi lebih prima, berolahraga di pagi hari juga dapat menghilangkan bosan akibat rutinitas yang begitu-gitu saja di rumah.

    Lebih dari itu, berolahraga secara tidak langsung juga dapat memperbaiki mental, karena paparan sinar matahari pagi dipercaya memiliki khasiat yang baik dalam mengatasi depresi maupun penyakit mental lainnya.

    3. Berkebun

    Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berkebun sekaligus berkreasi bersama pasangan maupun buah hati. Jika tidak memiliki pekarangan di rumah, Sahabat dapat berkreasi menggunakan tanaman di pot.

    Karena berkebun akan menciptakan pengalaman baru yang menyenangkan, serta membuat rumah menjadi lebih asri. Berkebun juga dapat melatih anak untuk belajar bertanggung jawab, mencintai dan menjaga lingkungan, serta mengenal berbagai tumbuh-tumbuhan.

    4. Berkreasi dengan seni

    Melakukan kegiatan seperti menggambar dan mewarnai bersama buah hati akan menjadi hal yang menyenangkan untuk mengusir rasa bosan.

    Kegiatan seperti ini juga dapat mengasah bakat anak dalam berkreasi dengan bentuk dan warna. Selain itu, dengan menggambar dan mewarnai juga dapat membangun rasa percaya diri pada anak, membuatnya senang, dan melatih imajinasnya.

    Bukan hanya menggambar, tapi bisa juga mengajak si kecil untuk bernyanyi, main musik, hingga menari bersama. Kegiatan positif seperti ini akan meningkatkan keterampilan motorik kasar si kecil serta menyeimbangkan koordinasi antara tangan dengan matanya. Selain itu, Sahabat juga dapat memberikan pilihan minat kepada si kecil sejak dini.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    5. Movie night

    Akan sangat mengasyikan apabila Sahabat menyempatkan waktu untuk menonton film bersama keluarga. Cukup siapkan proyektor dan layar sederhana untuk menciptakan suasana menonton film seperti sedang di bioskop. Pemilihan film yang akan diputar pun juga tidak kalah penting.

    Izinkan semua orang untuk menulis daftar film pilihannya di selembar kertas, lalu kumpulkan jadi satu di sebuah wadah dan buat pilihan baru di setiap minggu.

    Agar tidak hanya sebatas menonton film, ajaklah pasangan dan buah hati untuk mendiskusikan film tersebut, seperti pesan moral atau pembelajaran apa yang dapat diambil dari film tersebut. Jika ingin suasana lebih seru, bisa juga disertai kuis dengan hadiah yang menarik.

    6. Game night

    Bermain game di gadget tentunya sudah sering dilakukan, atau bahkan sudah ditahap bosan akibat terlalu sering memainkannya di masa pandemi saat ini. Gunakan kesempatan ini untuk bermain bersama keluarga.

    Sahabat dapat mengusulkan permainan yang dapat dilakukan bersama-sama, misalnya seperti permainan congklak, bola bekel, papan monopoli, atau petak umpet.

    Dengan melakukan permainan-permainan tersebut, Sahabat dapat memperkenalkan permainan jaman dulu kepada anak-anak, sembari menceritakan kenangan berharga dimasa lampau.

    7. Lakukan hobi yang tertunda

    Padatnya rutinitas sehari-hari pasti membuat waktu terasa lebih sempit atau bahkan tidak memiliki waktu sama sekali untuk melakukan hobi.

    Nah, panjangnya masa pemberlakuan PSBB tentunya akan membuat bosan karena memiliki banyak waktu dirumah. Hal ini justru dapat dimanfaatkan untuk melakukan kembali hobi yang disenangi, seperti berkebun, memasak, melukis, dan sebagainya. Selain untuk mengusir rasa bosan, Sahabat juga akan merasakan manfaat pada kesehatan fisik maupun mental.

    Demikian beberapa ide kegiatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah untuk mengusir bosan selama pandemi Covid-19. Meskipun merasa jenuh dan bosan,  Sahabat Sehat tetap harus patuhi anjuran pemerintah untuk sebisa mungkin beraktifitas dari rumah.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Apabila Sahabat ingin berpergian, maka jangan lupa untuk selalu terapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

    Apabila memiliki masalah atau pertanyaan mengenai kesehatan mental, Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

      

    Referensi

    1. com. 2021. 9 Aktivitas Penghilang Rasa Bosan Selama di Rumah Aja – Cermati.com. [online] Available at: <https://www.cermati.com/artikel/9-aktivitas-penghilang-rasa-bosan-selama-di-rumah-aja> [Accessed 6 April 2021].
    2. Brownlee, D., 2021. Got Bored Kids? Here Are 20 Fun Activities For A Pandemic Summer. [online] Forbes. Available at: <https://www.forbes.com/sites/danabrownlee/2020/07/14/got-bored-kids-here-are-20-fun-activities-for-a-pandemic-summer/> [Accessed 6 April 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Menghilangkan Rasa Bosan Anak di Rumah saat Pandemi Corona, Patut Dicoba – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/lifestyle/2020/05/01/5-cara-menghilangkan-rasa-bosan-anak-di-rumah-saat-pandemi-corona-patut-dicoba?page=3> [Accessed 6 April 2021].
    Read More
  • Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19? Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri […]

    7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

    Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

    barang penting selama bulan ramadan

    Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi Covid agar tidak menggangu jalannya ibadah puasa selama bulan suci ini. Berikut merupakan 7 barang yang perlu dipersiapkan selama Bulan Ramadan saat pandemi Covid-19.

    1. Hand sanitizer

    Penerapan PSBB membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, tetap ada saatnya Sobat harus keluar rumah karena urusan mendesak. Terkadang, tidak semua tempat menyediakan wastafel untuk mencuci tangan.

    Produk Terkait: Jual Hand Sanitizer

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu membawa hand sanitizer setiap keluar rumah. Hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70% dapat membunuh virus yang menempel di permukaan tangan.

    2. Masker

    Apabila Sobat hendak bepergian keluar rumah menggunakan angkutan umum, sepeda motor, maupun mobil pribadi, masker wajib dikenakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Penelitian membuktikan bahwa pengunaan masker, baik itu masker N95, masker medis, dan masker kain dapat menghambat penyebaran virus dan mencegah virus langsung masuk ke hidung ataupun mulut.

    3. Desinfektan

    Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.

    Baca Juga: Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Desinfektan?

    Desinfektan dapat digunakan untuk membunuh berbagai jenis virus dan bakteri, termasuk virus corona. Desinfektan berbahan dasar hydrogen peroksida atau alkohol ampuh untuk mensterilkan permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, kunci rumah, dan sebagainya.

    4. Sabun cuci tangan

    Penelitian membuktikan bahwa sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membunuh virus corona yang ada di permukaan tangan.

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyediakan sabun cuci tangan di rumah dan mencuci tangan sebelum sahur, sebelum berbuka, sebelum menyentuh wajah, dll, untuk menjaga kebersihan diri dan menekan penyebaran virus corona.

    5. Vitamin C

    Kekurangan vitamin C membuat seseorang rentan terhadap infeksi dan menurunnya kekebalan tubuh. Sebaliknya, asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan fungsi imun tubuh, yang sangat penting untuk mencegah corona.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin C mudah didapat melalui buah-buahan dan tersedia pula dalam bentuk suplemen makanan. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas sepanjang hari.

    6. Vitamin E

    Selain vitamin C, vitamin E juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin E merupakan senyawa yang larut dalam lemak dan berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Vitamin E yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Benarkah Vitamin C dan E Tingkatkan Antibodi untuk Cegah Corona?

    7. Makanan Bergizi

    Selama menunaikan ibadah puasa, tubuh menahan haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, Sobat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur dan buka puasa.

    Dengan mengonsumsi makanan bergizi, nutrisi tubuh akan tetap terpenuhi sehingga tidak mudah sakit.1 Makanan bergizi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk mencegah virus corona.1

    Menyiapkan barang-barang di atas dapat membantu Sobat untuk tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalankan ibadah puasa dengan kondisi pandemi Covid-19 memang tidak mudah, namun bulan Ramadan tetap harus dimaknai sebagai bulan yang suci dan membawa berkah.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Childs, Calder, & Miles. (2019). Diet and Immune Function. Nutrients11(8), 1933. doi: 10.3390/nu11081933
    2. Gold NA, Avva U. Alcohol Sanitizer. [Updated 2020 Feb 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513254/
    3. Ma, Q., Shan, H., Zhang, H., Li, G., Yang, R., & Chen, J. (2020). Potential utilities of mask-wearing and instant hand hygiene for fighting SARS-CoV-2. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25805
    4. Carr, A., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients9(11), 1211. doi: 10.3390/nu9111211
    5. Lewis, E., Meydani, S., & Wu, D. (2018). Regulatory role of vitamin E in the immune system and inflammation. IUBMB Life71(4), 487-494. doi: 10.1002/iub.1976
    6. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    7. org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. How can you prevent a coronavirus infection? 2020 Mar 26 [Updated 2020 Mar 26].Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555498/
    Read More
  • Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyempatkan diri mengunjungi program vaksinasi Bandara City Mall, Dadap, Kosambi, 10 April 2021. Pada hari kedua pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Husada, Rumah Sakit Bun, LPPM Atmajaya, dan puskesmas-puskemas di Kecamatan Kosambi tersebut, Bupati Zaki terlihat memantau pelaksanaan vaksinasi yang menyasar pada […]

    Bupati Kabupaten Tangerang Kunjungi Program Vaksinasi Bandara City Mall

    Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyempatkan diri mengunjungi program vaksinasi Bandara City Mall, Dadap, Kosambi, 10 April 2021.

    Foto: Firman Fakhrudin/Prosehat

    Pada hari kedua pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Husada, Rumah Sakit Bun, LPPM Atmajaya, dan puskesmas-puskemas di Kecamatan Kosambi tersebut, Bupati Zaki terlihat memantau pelaksanaan vaksinasi yang menyasar pada kelompok prioritas seperti lansia dan pekerja layanan publik.

    Baca Juga: Prosehat Menggelar Vaksinasi Massal di Bandara City Mall

    Dalam kesempatan itu ia cukup mengapresiasi terhadap program vaksinasi ini khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

    Karena program ini, menurutnya, dapat membantu fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan yang ada seperti puskesmas, rumah sakit, dan target Kabupaten Tangerang untuk vaksinasi 15.000 orang per hari bisa tercapai.

    Foto: Firman Fakhrudin/Prosehat

    Ia juga menyatakan bahwa acara berjalan cukup lancar, aman, dan tertib selama dua hari penyelenggaraan, dan terlihat banyak masyarakat yang cukup antusias mengikuti vaksinasi ini, yang terlihat dari jumlah peserta.

    Di hari pertama ia menyebut ada 400, dan hari kedua ada 600 orang. Ke depannya ia mengharapkan terdapat jumlah pasokan vaksin Covid-19 yang cukup khususnya di Kabupaten Tangerang.

    Baca Juga: Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Tak lupa Bupati Zaki meminta masyarakat  setelah divaksinasi supaya tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Menimimalkan Penyebaran Covid-19

    Selain selain penerapan protokol kesehatan ia juga berpesan kepada masyarakat supaya tetap menjaga imunitas tubuh dan berolahraga.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

     

    Read More
  • Setelah melarang mudik pada 23 Maret 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi […]

    Sah! Pemerintah Resmi Larang Mudik 6-17 Mei 2021

    Setelah melarang mudik pada 23 Maret 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

    pemerintah resmi larang mudik 6-17 Mei 2021

    Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Berikut Alasan dan Sanksinya

    Surat edaran yang diterbitkan pada 8 April 2021 ini turut mencantumkan larangan mudik bagi semua jenis moda transportasi yang mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021.

    Adapun tujuan dikeluarkannya surat edaran yang telah ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, adalah untuk memantau dan mengevaluasi penyebaran Covid-19 selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

    Larangan Tidak Berlaku Bagi…

    Meski demikian terdapat pengecualian larangan mudik sesuai surat edaran tersebut, bagi orang yang melakukan perjalanan mendesak dan pelayanan distribusi logistik.

    Yang dimaksud dengan perjalanan mendesak, meliputi:

    • Bekerja atau melakukan perjalanan dinas.
    • Kunjungan kepada keluarga yang sakit.
    • Kunjungan kepada anggota keluarga yang meninggal.
    • Ibu hamil yang didampingi 1 keluarga.
    • Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.

    Baca Juga: Beragam Syarat Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Ada GeNose

    Persyaratan Perjalanan Darurat

    Bagi pelaku perjalanan yang hendak melakukan perjalanan darurat harus tetap memiliki surat izin keluar masuk (SIKM). Adapun SIKM yang disyaratkan berbeda bagi setiap pelaku perjalanan.

    ASN/TNI/Polri

    Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari pejabat setingkat eselon II yang dilengkapi dengan tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    Pegawai Swasta

    Bagi pegawai swasta, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    Pekerja Sektor Informal

    Bagi pekerja sektor informal, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari pekerja sektor informal dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    Masyarakat Non Pekerja

    Bagi masyarakat non pekerja, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    SIKM berlaku bagi setiap individu untuk satu kali perjalanan dan wajib dibawa bagi pelaku perjalanan yang sudah berusia 17 tahun ke atas. Namun SIKM tidak berlaku bagi para pelaku perjalanan yang berada di wilayah aglomerasi perkotaan, seperti Jabodetabek.

    Pihak Satgas Covid 19 akan memberikan sanksi berupa denda, sanksi sosial, kurungan ataupun pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Demikianlah Sahabat Sehat, mengenai larangan mudik yang telah resmi dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 demi menekan penyebaran Covid-19.

    Baca Juga: Tips Mengelola Stres Karena Dilarang Mudik Lebaran

    Yuk, Sahabat Sehat tetap lakukan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi) serta terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Sahabat Sehat, jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah [Internet]. 1st ed. Jakarta: Satgas Covid-19; 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/April/SE%20Ka%20Satgas%20Nomor%2013%20Tahun%202021%20Larangan%20Mudik%20Hari%20Raya%20Idul%20Fitri%20dan%20Pengendalian%20COVID-19%20selama%20Bulan%20Suci%20Ramadhan%201442H.pdf
    Read More
  • Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC ternyata memiliki berbagai perbedaan. Walaupun ada juga kesamaannya, Sahabat Sehat harus bisa membedakan antara TBC dan Covid-19. Agar Sahabat Sehat dapat segera aware terhadap penyakit yang diderita TBC Tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan salah satu penyakit yang  sangat mengancam keselamatan jiwa, sama […]

    Mari Kenali Perbedaan TBC dan Covid-19

    Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC ternyata memiliki berbagai perbedaan. Walaupun ada juga kesamaannya, Sahabat Sehat harus bisa membedakan antara TBC dan Covid-19. Agar Sahabat Sehat dapat segera aware terhadap penyakit yang diderita

    perbedaan tbc dan covid-19

    TBC

    Tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan salah satu penyakit yang  sangat mengancam keselamatan jiwa, sama seperti Covid-19.

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin?

    Menurut WHO, setiap detiknya paling tidak ada satu orang yang treinfeksi TBC di dunia. Indonesia sendiri telah menempati urutan atau peringkat kedua sebagai negara dengan kasus penyakit TBC terbanyak setelah India.

    TBC bahkan menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Namun sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari atau bahkan tidak tahu tentang penyakit TBC.

    Kebanyakan, orang biasanya tidak menyadari saat mengalami gejala penyakit TBC dan bingung membedakannya dengan penyakit lain, karena memang tidak mudah untuk mengenalinya. Padahal sebenarnya, gejala penyakit TBC dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

    Gejala TBC

    Biasanya pasien sering mengalami satu atau dua gejala ringan yang membuat tidak bisa mengenali gejala penyakit apa tersebut.

    Mengidentifikasi gejala penyakit TBC sendiri bisa membantu seseorang mencegah komplikasi seperti infeksi PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) pada organ tubuh lainnya. Berikut gejala penyakit TBC:

    – Batuk terus-menerus

    Batuk sendiri merupakan gejala umum dari penyakit TBC. Apabila Sahabat Sehat batuk yang terus menerus dan menyakitkan selama lebih dari dua minggu, sebaiknya segera periksa ke dokter.

    – Batuk darah

    Selain batuk yang tidak juga kunjung sembuh, penderita TBC biasanya juga mengalami batuk darah. Oleh karena itu waspadalah ketika ada noda darah ketika batuk.

    – Penurunan berat badan

    Penderita TBC juga biasanya mengalami penurunan berat badan. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya bakteri TB yang berkembang di dalam tubuh penderita penyakit TBC.

    – Demam

    Biasanya setiap penderita infeksi TBC disertai dengan demam.

    – Lemah

    Sahabat Sehat harus tahu, biasanya penyakit TBC bisa membuat tubuh menjadi cepat merasa lemah.

    – Rasa sakit di paru-paru

    TBC sendiri merupakan penyakit yang menginfeksi paru-paru. Jika Sahabat Sehat merasakan nyeri tajam di paru-paru dan merasa kesakitan ketika menghembuskan udara, maka bisa dipastikan memiliki infeksi paru-paru yang parah.

    – Infeksi yang tidak kunjung sembuh

    Selain membuat infeksi paru-paru, TBC juga dapat menginfeksi setiap bagian tubuh seperti perut, hati, bahkan otak. Jika Sahabat Sehat memiliki infeksi di daerah tersebut lebih dari 3 minggu, sebaiknya periksakanlah hal tersebut ke dokter.

    Baca Juga: Pelayanan TBC Selama Masa Pandemi Covid-19

    – Menggigil di malam hari

    Jika Sahabat Sehat menggigil di malam hari padahal udara sedang tidak dingin atau bisa dibilang normal, hal ini bisa juga menjadi tanda TBC. Sebab, infeksi dari bakteri TBC ini biasanya akan menyebabkan menggigil di malam hari.

    – Kelelahan

    Gejala yang lain adalah Sahabat Sehat akan mudah sekali lelah karena daya tahan tubuh mulai melemah saat menderita penyakit TBC.

    – Urine kemerahan

    Sahabat Sehat bisa mengamati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. hal ini juga merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya.

    Covid-19

    Berbeda dari pneumonia, Covid-19 muncul akibat adanya virus corona jenis SARS-CoV-2 yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

    Virus ini dapat menyebabkan pneumonia. Maka dari itu, biasanya penderita yang terinfeksi lebih sering dilaporkan menderita batuk, demam, dan juga kesulitan bernapas.

    Baca Juga: Kiat Penderita Asma Menghadapi Covid-19

    Dalam kasus serius, penderita Covid-19 bisa menyebabkan terjadinya kegagalan organ. Bahkan, penderita Covid-19 yang meninggal, hal tersebut dikarenakan mereka memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

    Kemudian, terkait proses pemulihannya. Setiap orang yang menderita Covid-19 memiliki sistem kekebalan tubuh, yang nantinya akan berpengaruh terhadap proses pemulihan Covid-19.

    Gejala Covid-19

    – Batuk terus-menerus

    – Demam tinggi

    – Kehilangan indera perasa dan penciuman

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Sakit tenggorokan

    – Nyeri otot yang tidak biasa

    – Diare

    – Sesak dada

    – Sakit perut

    Persamaan TBC dan Covid-19

    Persamaan TBC dan Covid-19 adalah dapat menular melalui droplet atau percikan ludah dan saluran pernapasan. Penularannya pun bisa berasal dari orang-orang yang memang tidak memiliki gejala (asimptomatik).

    Namun, Covid-19 juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui kontak pada permukaan, seperti pada mata, hidung, dan mulut, jika sebelumnya virus terdapat di permukaan tubuh.

    Terkait pengendalian infeksi penyakitnya, TBC dan Covid-19 dapat dikendalikan lewat tindakan administratif termasuk triase pasien berdasarkan gejala pernapasan serta menyarankan pasien atau penderita untuk menggunakan masker.

    Baca Juga: Tepat dan Efektifkah  Masker Berlapis untuk Menangkal Covid-19?

    Selain menggunakan masker, tindakan lingkungan atau penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bisa mempercepat pemulihan masing-masing penyakit tersebut. Seperti memberikan ventilasi dengan aliran udara yang baik.

    Nah, kini Sahabat Sehat sudah mengetahui perbedaan dan persamaan dari penyakit TBC dan Covid-19. Sahabat Sehat bisa memeriksakan apabila sudah mulai ada gejala yang sudah disebutkan di atas.

    Namun, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, guna mengecek kepastian, Sahabat Sehat bisa langsung melakukan tes swab atau sebagainya guna mengecek kesehatan pada Sahabat Sehat masing-masing.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Untuk TBC Sahabat bisa mencegahnya dengan vaksinasi BCG di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ansori, A., 2021. Wajib Tahu Beda Penularan TBC dengan COVID-19. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/4331285/wajib-tahu-beda-penularan-tbc-dengan-covid-19> [Accessed 5 April 2021].
    2. merdeka.com. 2021. Pahami Perbedaan TBC dengan Covid-19 di Tengah Pandemi | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/pahami-perbedaan-tbc-dengan-covid-19-di-tengah-pandemi.html> [Accessed 5 April 2021].
    3. liputan6.com. 2021. 10 Gejala Penyakit TBC dan Cara Pengobatannya, Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/3874937/10-gejala-penyakit-tbc-dan-cara-pengobatannya-kenali-sejak-dini-sebelum-terlambat> [Accessed 5 April 2021].
    4. Media, K., 2021. 15 Gejala Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/133000565/-15-gejala-covid-19-yang-perlu-diwaspadai?page=2> [Accessed 5 April 2021].
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang kesulitan dalam membedakan antara penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya. Salah satunya adalah dengan penyakit pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan peradangan jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut Banyak orang yang sulit membedakan penyakit Covid-19 dengan Pneumonia […]

    Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang kesulitan dalam membedakan antara penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya. Salah satunya adalah dengan penyakit pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan peradangan jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

    perbedaan pneumonia dan covid-19

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Banyak orang yang sulit membedakan penyakit Covid-19 dengan Pneumonia karena kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang hampir serupa. Bahkan, pneumonia sama seperti Covid-19 bisa bersifat dan menyebabkan kematian.

    Namun bukan berarti kedua penyakit tersebut tidak memiliki perbedaan. Berikut perbedaan antara Pneumonia dan Covid-19.

    Pneumonia

    Penyakit peradangan jaringan paru-paru mengakibatkan kantung udara di ujung pernapasan di paru-paru terisi oleh cairan. Pneumonia berisiko pada orang yang biasanya memiliki sistem kekebalan atau imunitasnya rendah. Bisa menyerang usia berapa pun, mulai dari bayi, orang tua, perokok, peminum berat dan lainnya.

    Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), pneumonia atau radang paru-paru menjadi penyebab kematian pada balita dan juga anak tersebesar di Indonesia.

    Sedangkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat pneumonia menyumbang  14 sampai 16% dari total kematian anak yang ada di Indonesia.

    Pneumonia dapat memiliki derajat berat maupun ringan. Hal tersebut dipengaruhi oleh jenis kuman penyebab infeksi, usia, dan kondisi kesehatan penderita dari penyakit pneumonia itu sendiri.

    Dalam kasus pneumonia ringan, biasanya penderita hanya memerlukan waktu beberapa hari atau satu minggu untuk bisa kembali sehat.

    Namun, jika dalam kasus yang parah, pneumonia bisa memerlukan waktu sampai dengan enam bulan, agar penderita pulih atau sehat kembali. Bahkan bisa juga menyebabkan kematian.

    Pada seseorang dengan kesehatan yang buruk atau dengan sistem kekebalan yang lemah, Pneumonia yang tidak diobati dapat menyebabkan kadar oksigen turun sehingga jaringan tubuh akan berpengaruh.

    Penyakit pneumonia ini juga bisa menular lewat percikan cairan pernapasan saat penderita batuk, bersin, ataupun bernapas.

    Gejala Pneumonia

    Gejala dari pneumonia biasanya mirip dengan influenza sehingga penderita bisa merasakan gejala yang umum terjadi, seperti:

    – Demam atau suhu tinggi

    – Menggigil

    – Batuk

    – Kehilangan nafsu makan

    – Merasa sakit di sisi dada

    – Jantung berdebar

    – Tidak selera makan

    – Batuk berdarah

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Badan terasa nyeri

    – Nyeri sendi dan otot

    – Linglung atau merasa bingung, terutama biasanya terjadi pada orang lansia

    Penyakit pneumonia bisa diketahui lewat pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Dokter pada umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, kemudian merekomendasikan rontgen dada, tes dahak, atau juga melakukan tes darah.

    Produk Terkait: Jual Vaksinasi Pneumonia Dewasa

    Apabila memang bisa mengancam jiwa, penyakit ini seharusnya bisa segera ditangani atau diobati. Penderita juga perlu minum banyak air putih dan banyak istirahat selama atau dalam proses pemulihan.

    Covid-19

    Berbeda dari pneumonia, Covid-19 muncul akibat adanya virus corona yang bernama SARS-CoV-2 yang belum pernah ditemukan sebelumnya, di mana pun. Virus ini juga bisa menyebabkan pneumonia. Maka dari itu, biasanya penderita yang terinfeksi lebih sering dilaporkan menderita batuk, demam, dan juga kesulitan bernapas.

    Dalam kasus serius, penderita Covid-19 bisa menyebabkan terjadinya kegagalan organ. Bahkan, seperti yang sama-sama diketahui, banyak penderita Covid-19 yang meninggal, hal tersebut dikarenakan mereka memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

    Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Kemudian, terkait proses pemulihannya. Setiap orang yang menderita Covid-19 memiliki sistem kekebalan tubuh, yang nantinya akan berpengaruh terhadap proses pemulihan Covid-19.

    Gejala Covid-19

    – Batuk terus-menerus

    – Demam tinggi

    – Kehilangan indera perasa dan penciuman

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Sakit tenggorokan

    – Nyeri otot yang tidak biasa

    Diare

    – Sesak dada

    – Sakit perut

    Nah, Sahabat Sehat sudah mengetahui kan perbedaan dari Pneumonia dan juga Covid-19. Namun, guna memastikan dan mengecek kebenaran, sebaiknya apabila sudah bergejala, Sahabat Sehat bisa melakukan tes swab. Sehingga nantinya tidak hanya menerka-nerka jenis penyakit apa yang ada di tubuh Sahabat Sehat.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Tetaplah berperilaku hidup sehat, senantiasa patuh dan taat dalam menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga mencuci tangan dengan sabun.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Sahabat Wajib Punya di Masa Pandemi!

    Pneumonia sendiri bisa dicegah dengan vaksinasi. Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Kenali Apa Itu Pneumonia, Gejala, dan Penyebabnya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/11/12/170100868/kenali-apa-itu-pneumonia-gejala-dan-penyebabnya?page=all#page2.> [Accessed 5 April 2021].
    2. [online] Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/16/151500565/apa-bedanya-pneumonia-dengan-covid-19-yang-disebabkan-virus-corona?page=2> [Accessed 5 April 2021].
    3. suara.com. 2021. Punya Gejala Mirip, Ini Cara Membedakan Pneumonia dan Covid-19. [online] Available at: <https://www.suara.com/health/2020/11/07/094431/punya-gejala-mirip-ini-cara-membedakan-pneumonia-dan-covid-19> [Accessed 5 April 2021].
    4. Widiyarti, Y., 2021. Kenali Beda Pneumonia dan Covid-19. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1405686/kenali-beda-pneumonia-dan-covid-19/full&view=ok> [Accessed 5 April 2021].
    5. Media, K., 2021. 15 Gejala Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/133000565/-15-gejala-covid-19-yang-perlu-diwaspadai?page=2> [Accessed 5 April 2021]
    Read More
  • Virus Covid-19 diketahui telah bermutasi, kali ini dalam bentuk varian baru yang disebut E484K atau EEK yang berasal dari Jepang. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa varian baru virus Corona E484K lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya, seperti B117 dari Inggris. Baca Juga: Mengenal Varian Baru B117 yang Sudah Masuk ke Indonesia Kementerian Kesehatan (Kemenkes) […]

    Waspada! Varian Baru Virus Corona E484K Sudah Masuk Indonesia

    Virus Covid-19 diketahui telah bermutasi, kali ini dalam bentuk varian baru yang disebut E484K atau EEK yang berasal dari Jepang.

    Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa varian baru virus Corona E484K lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya, seperti B117 dari Inggris.

    varian baru virus corona E484K

    Baca Juga: Mengenal Varian Baru B117 yang Sudah Masuk ke Indonesia

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memastikan bahwa varian baru virus Corona, E484K telah masuk ke Indonesia.

    Kemenkes melalui juru bicara vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyatakan akan tetap menelusuri asal virus dan meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat serta mengikuti program vaksinasi yang saat ini tengah dilaksanakan.

    Seperti dilansir dari CNN Indonesia, kemunculan varian baru virus Corona E4848K in terjadi pada pertengahan bulan Februari-Maret 2021.

    Sekitar 70% pasien yang dites di sebuah rumah sakit di Tokyo dilaporkan terinfeksi virus Corona varian E484K, dan sebanyak 10 dari 14 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tokyo Medical and Dental University Medical Hospital ternyata telah terinfeksi varian baru virus Corona E484K.

    Seperti Apa Varian Baru Virus Corona E484K?

    Dilansir dari Detikcom, varian baru virus Corona E484K (EEK) sebenarnya bukanlah varian baru virus Covid-19 melainkan mutasi yang terjadi pada virus Corona.

    Varian baru virus Corona E484K (EEK) disebut sebagai escaped mutant, yakni versi mutan virus Corona yang terbukti dapat lepas dari antibodi tubuh yang dibentuk oleh vaksin.

    Baca Juga: Mutasi Virus Corona yang Perlu Sahabat Tahu

    Mutasi ini awalnya ditemukan pada mutasi virus Corona asal Afrika Selatan, yakni varian B 1351. Namun seiring perkembangannya, mutasi juga ditemukan pada varian B117 di Inggris dan P1 di Brasil.

    Pengaruh Mutasi Varian Virus Corona E484K pada Vaksinasi

    Berdasarkan sebuah penelitian di Afrika Selatan, varian baru virus Corona E484K disebut kebal terhadap vaksin yang diberikan pada tubuh karena kemampuannya membentuk kombinasi dengan mutasi lain.

    Uji vaksinasi yang telah dilaksanakan di University of Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan, dengan menggunakan vaksin AstraZeneca diketahui dapat mengurangi gejala ringan hingga sedang mencapai 22%.

    Vaksin Novavax diketahui memiliki efektivitas 89%, dalam uji klinis fase 3 yang telah dilakukan di Inggris. Sementara vaksin Johnson & Johnson diketahui memiliki efektivitas mencapai 72% dalam uji klinis fase 3 di Amerika Serikat dan mencapai 57% dalam uji klinis fase 3 di Afrika Selatan.

    Saat ini mutasi baru virus Corona E484K (EEK) telah masuk ke Indonesia, yuk Sahabat Sehat mari tetap lakukan perilaku 5M yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, mengenakan masker, menjaga jarak, membatasi mobilisasi, dan menghindari kerumunan.

    Baca Juga: Setahun Covid di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru Virus dari Inggris

    Sahabat Sehat, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan lakukan pemeriksaan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Tertarik untuk melakukan pemeriksaan Covid 19 di Prosehat? Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Varian Virus Corona Eek Muncul di Jepang, Beda dari Inggris [Internet]. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210405125243-199-626061/varian-virus-corona-eek-muncul-di-jepang-beda-dari-inggris
    2. Virus Corona Varian Eek Masuk RI, Kemenkes Lacak Kontak [Internet]. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210405124656-20-626058/virus-corona-varian-eek-masuk-ri-kemenkes-lacak-kontak
    3. Pinandhita V. Hebohkan Dunia ‘Per-COVID-an’ Jepang, Sebenarnya Varian ‘Eek’ Itu Apa Sih? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5520559/hebohkan-dunia-per-covid-an-jepang-sebenarnya-varian-eek-itu-apa-sih
    Read More
Chat Dokter 24 Jam