Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 21–30 of 75 results

  • Selain tes swab melalui hidung dan tenggorokan, rupanya juga ada tes swab melalui lubang pantat atau anal yang dinamakan anal swab atau swab anal. Hal ini ramai dibicarakan karena muncul laporan yang menyatakan bahwa banyak orang di Beijing lebih sering menggunakan metode ini. Para ahli di Cina pun menyebutkan bahwa jenis tes swab ini adalah […]

    Mengenal Anal Swab Test, Tes Swab pada Dubur yang Sedang Viral di Cina

    Selain tes swab melalui hidung dan tenggorokan, rupanya juga ada tes swab melalui lubang pantat atau anal yang dinamakan anal swab atau swab anal. Hal ini ramai dibicarakan karena muncul laporan yang menyatakan bahwa banyak orang di Beijing lebih sering menggunakan metode ini. Para ahli di Cina pun menyebutkan bahwa jenis tes swab ini adalah yang paling akurat untuk mendeteksi virus Covid-19 dan tes ini disarankan untuk meningkatkan tingkat deteksi dan mengurangi proporsi diagnosis yang terlewat.

    anal swab test

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Dilansir dari Kompas.com, metode ini mulai sering digunakan setelah ada anak berusia 9 tahun yang dinyatakan positif terinfeksi varian baru Covid-19 dari Inggris. Namun, sebenarnya, swab anal sudah digunakan sejak 2020, terutama terhadap individu yang berada di zona merah Covid-19 di Cina, seperti Shanghai.

    Lalu, Seperti Apakah Swab Anal Tersebut?

    Seperti dilansir dari Detikcom, berikut adalah fakta-fakta mengenai salah satu tes anal yang sedang populer di Negeri Tirai Bambu tersebut:

    Mengenai Metodenya

    Tes ini merupakan salah satu metode untuk mendeteksi virus dengan cara memasukkan alat swab berukuran 3 sampai 5 sentimeter ke dalam rektum atau dubur. Salah satu ahli kesehatan di Cina, Li Tongzeng dari Rumah Sakit You’an menyebutkan bahwa metode ini lebih akurat dalam mendeteksi virus dan dapat menurunkan kemungkinan kesalahan diagnosis.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Mengenai Deteksinya

    Penggunaan tes swab anal ini rupanya berdasarkan sebuah penelitian bahwa jejak Covid-19 dapat bertahan lebih lama dalam anus dibandingkan dengan di saluran pernapasan. Metode ini dikatakan dapat membantu meminimalkan risiko kambuh setelah pemulihan. Selain itu, metode ini lebih cepat akurat ketika sekelompok peneliti di Cina menemukan bahwa beberapa pasien Covid-19 mengalami infeksi virus usus yang aktif dan berkepanjangan, dan bahkan saat tidak menunjukkan gejala gastrointestinal. Dari hasil swab terlihat bahwa saat memakai swab anal pasien terkonfirmasi positif, sedangkan hasil swab tenggorokan menunjukkan sebaliknya.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Mengenai Kenyamanan

    Apakah metode ini aman dan nyaman? Menurut Li Tongzeng dari Rumah Sakit You’an, Beijing, metode ini tidaklah senyaman swab di tenggorokan atau hidung. Oleh karena itu, penggunaan metode ini hanya untuk orang-orang tertentu yang berada di area karantina Covid-19 atau zona merah. Itulah mengapa, meski sudah populer, masih banyak orang di Cina yang menggunakan tes swab biasa.

    Tanggapan dari Ahli Kesehatan Indonesia

    Tes swab anal yang sedang viral di Cina ini tentu saja mendapat tanggapan dari salah satu ahli kesehatan Indonesia, Ahmad Rusdan Utomo. Dilansir dari CNBC Indonesia, ahli biologi molekuler itu menyatakan tes swab melalui anal atau dubur tidak bisa dijadikan sebagai acuan seseorang terinfeksi Covid-19. Tes ini hanya sebagai pelengkap. Ia juga menilai bahwa tes ini membuat seseorang menjadi malu karena area privasinya dibuka sehingga akan membuat tidak nyaman.

    Selain itu, ia juga mengatakan bahwa swab melalui hidung dan mulut lebih ampuh mendeteksi Covid-19 hingga 70% sementara dengan feses kemungkinan hanya separuhnya. Metode swab melalui anal hanya dilakukan pada saat dokter menemukan gejala Covid-19, namun dinyatakan negatif saat PCR swab hidung dan tenggorok. Ahmad menambahkan, virus Covid-19 umumnya dapat ditemui di saluran pernapasan atas, kemudian pernapasan bawah, lanjut ke pencernaan, hingga berakhir ke saluran pembuangan. Di situlah fungsi rektal swab dapat mendeteksi virus.

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Itulah mengenai tes swab anal yang sedang viral di Cina untuk mendeteksi Covid-19. Meskipun begitu, masih ada tes swab biasa melalui hidung dan mulut yang juga akurat. Untuk Sahabat Sehat yang ingin deteksi dini dengan PCR swab, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dianggap Lebih Akurat Deteksi Covid-19, China Pakai Metode Swab Anal [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/27/154702670/dianggap-lebih-akurat-deteksi-covid-19-china-pakai-metode-swab-anal
    2. 4 Fakta Anal Swab, Metode Tes COVID-19 yang Lagi Hits di China [Internet]. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5352245/4-fakta-anal-swab-metode-tes-covid-19-yang-lagi-hits-di-china
    3. China Test Swab Melalui Anal, Ini Respons Ahli RI [Internet]. cnbcindonesia.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210128165502-37-219490/china-test-swab-melalui-anal-ini-respons-ahli-ri
    Read More
  • Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue. Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium […]

    Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue.

    covid tongue

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Pengertian Covid Tongue dan Gejalanya

    Covid tongue adalah rasa tidak nyaman pada lidah yang dikeluhkan oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19.  Pada Covid tongue, terjadi perubahan warna, bentuk, kondisi permukaan lidah, serta rasa nyeri. Kondisi ini ditemukan oleh Tim Spector, epidemiolog dari King’s College, London, Inggris. Setelah diteliti, ternyata terdapat bercak-bercak atau luka seperti sariawan pada lidah pasien yang terkadang bisa menyebabkan rasa sakit.

    Pada sebuah penelitian lain yang dimuat dalam Jurnal Integrative Medicine Research didapatkan bahwa pasien yang didiagnonis Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang biasanya memiliki lidah berwarna merah terang dengan lapisan putih. Pada pasien Covid-19 dengan gejala berat, ditemukan lidah berwarna ungu atau pucat dengan lapisan kekuningan. Rasa nyeri lidah banyak ditemukan pada pasien dengan gejala berat. Proporsi pasien kritis dengan lidah nyeri meningkat menjadi 75%. Pada lidah pasien Covid-19 juga didapatkan lapisan berminyak. Proporsinya adalah 53,3%, 73,3%, 83,6%, dan 87,5% untuk kategori penyakit ringan, sedang, berat, dan kritis. Selain itu, proporsi lapisan tebal meningkat dari ringan (24,9%) menjadi kritis (50,0%). Metode untuk mengetahui gejala pada lidah ini adalah dengan analisis citra lidah TCM, yaitu mengekstrasi data warna lidah, warna lapisan, bentuk tubuh lidah, dan fitur lapisan yang tepat.

    Dalam sebuah laporan kasus oleh Chaux-Bodard, dkk yang dipublikasikan dalam Journal of Oral Medicine and Oral Surgery (Jomos), seorang pasien wanita berusia 45 tahun mengeluhkan rasa tidak nyaman pada sisi punggung lidah. Sebelumnya, terdapat peradangan di papil lidah yang sangat nyeri selama 24 jam, diikuti munculnya bercak kemerahan selama 24 jam berikutnya, kemudian bercak kemerahan menjadi luka tidak rata dan tidak nyeri. Setelah 10 hari, luka sembuh tanpa bekas luka.

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaaannya?

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Pertanda yang Mengarah ke Covid Tongue?

    Gejala rasa sakit dan tidak nyaman di lidah sebenarnya juga bisa dialami oleh penderita sariawan biasa, herpes, atau lidah geografis. Jadi, ketika Sahabat merasa mengalami gejala tersebut jangan lantas menyimpulkan terkena Covid-19. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

    • Gunakan sikat gigi yang lembut untuk menyikat gigi
    • Sikat lidah atau gunakan pengikis untuk membantu menghilangkan bercak pada lidah
    • Gunakan sedotan untuk mengonsumsi minuman dingin
    • Konsumsi parasetamol atau ibuprofen

    Apa yang Akan Terjadi Jika Covid Tongue Tidak Ditangani?

    Jika tidak ditangani Covid Tongue dapat menyebabkan infeksi serius di mulut. Gejala ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, jika Sahabat mengalami gejala baru ini bersama dengan gejala-gejala lain yang juga mengarah ke Covid-19, segera periksakan diri ke dokter, serta lakukan isolasi mandiri dan tindakan pencegahan untuk memastikan Sahabat tidak terkena Covid-19.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Itulah beberapa hal mengenai Covid Tongue, gejala baru Covid-19 pada lidah. Supaya Sahabat bisa dengan mudah mendeteksi gejala ini, selain dengan menyikat gigi dan lidah atau periksa ke dokter, Sahabat bisa menggunakan jam pintar WISH yang mempunyai teknologi untuk mendeteksi gejala Covid-19 melalui empat parameter, yakni suhu tubuh, detak jantung, kadar oksigen darah, dan analisis citra lidah. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mengenal ‘Covid Tongue’ yang Jadi Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/28/180000068/mengenal-covid-tongue-yang-jadi-gejala-baru-covid-19?page=all
    2. Dokter RSA UGM: Ini Ciri Gejala Baru Covid Tongue [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2021/01/30/134915971/dokter-rsa-ugm-ini-ciri-gejala-baru-covid-tongue?page=all
    3. Chaux-Bodard A, Deneuve S, Desoutter A. Oral manifestation of Covid-19 as an inaugural symptom?. J Oral Med Oral Surg. 2020;26(2):18.
    4. Pang W, Zhang D, Zhang J, Li N, Zheng W, Wang H et al. Tongue features of patients with coronavirus disease 2019: a retrospective cross-sectional study. Integr Med Res. 2020;9(3):100493.
    Read More
  • Setelah 11 bulan dilanda pandemi, Indonesia akhirnya mencatatkan jumlah pengidap positif virus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta, tepatnya 1.012.350 kasus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 26 Januari 2021. Indonesia menyusul negara-negara yang memiliki lebih dari sejuta kasus seperti Amerika Serikat, India, Cina, Italia, dan Ukraina. Baca Juga: Satgas Covid-19 […]

    Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Setelah 11 bulan dilanda pandemi, Indonesia akhirnya mencatatkan jumlah pengidap positif virus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta, tepatnya 1.012.350 kasus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 26 Januari 2021. Indonesia menyusul negara-negara yang memiliki lebih dari sejuta kasus seperti Amerika Serikat, India, Cina, Italia, dan Ukraina.

    covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Dalam Negeri Wajib PCR Swab atau Rapid Antigen

    Lebih dari satu juta kasus Covid-19 ini membuat Indonesia menduduki peringkat 19 dunia dan menjadi negara pertama di Asia Tenggara dengan jumlah kasus sebesar itu. Perincian jumlah hingga 1 jutaan lebih ini adalah 13.094 kasus baru, 820.356 pasien yang sembuh, dan 28.468 meninggal. Kasus Covid-19 di Indonesia ini tersebar di 34 provinsi dan 510 kota dan kabupaten.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 10 daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Posisi pertama tetap diduduki oleh DKI Jakarta, diikuti oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk posisi terakhir ditempati oleh provinsi Bali. Dari 10 daerah tersebut kebanyakan berada di Pulau Jawa. Namun, Yogyakarta tidak termasuk daftar tersebut.

    Perjalanan Covid-19 di Indonesia Hingga Sejuta

    Bagaimana Covid-19 bisa mencapai angka lebih dari sejuta kasus semenjak pandemi ini melanda pada Maret 2020? Setelah ditemukan tiga orang positif Covid-19 pada Maret 2020, diikuti semakin banyaknya pengidap setiap hari dan setiap minggunya, pemerintah mulai memberlakukan PSBB untuk meminimalkan penyebaran virus. Namun, PSBB kemudian mulai dilonggarkan seiring dengan menurunnya jumlah kasus dan kebutuhan ekonomi yang mendesak.

    Setelah PSSB, pemerintah mulai memberlakukan adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Selain itu, pemerintah membuat kebijakan liburan panjang akhir pekan sampai akhir tahun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dari sinilah jumlah pengidap Covid-19 mulai meningkat pesat. Mulai dari angka 100.000 usai libur Idul Fitri di bulan Juli, 500.000 kasus usai libur Maulid di bulan Oktober, dan akhirnya mencapai 1 jutaan kasus pada Januari 2021 yang dipicu oleh liburan akhir tahun pada Desember 2020.

    Respons IDI

    Sebagai organisasi profesi dokter yang merupakan garda utama melawan Covid-19, IDI mengungkap fakta yang berkaitan dengan angka sejuta kasus di Indonesia. Kini, akses untuk mendapatkan ruang inap cukup sulit bagi pasien positif Covid-19 karena tingkat keterisian bed yang di atas 70% terutama di 7 provinsi, dengan yang tertinggi di DKI Jakarta, sekarang hanya tersisa 16%.

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Halik Malik, Humas IDI, seperti dilansir Kumparan pada Rabu, 27 Januari 2021. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah memang telah menginstruksikan rumah sakit untuk menambah kapasitas ruang rawat. Namun, hal tersebut tidak sebanding dengan penambahan jumlah pengidap virus harian.

    Respons Epidemiolog

    Kasus Covid-19 yang mencapai angka sejuta ini juga mendapat respons dari epidemiolog Dicky Budiman. Dilansir dari Suara.com, epidemiolog dari Griffith University, Australia itu meminta kepada pemerintah untuk terus meningkatkan 3T. Sebab, menurutnya, 3T di tanah air masih terbilang rendah sekali, yaitu 32.000 per 1 juta populasi. Ia juga melihat di negara-negara lain yang mempunyai angka 1 juta kasus, namun kemampuan testing di negara lain bisa 5 hingga 6 kali lipat lebih banyak daripada Indonesia. Oleh karena itu, Dicky beranggapan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia sebenarnya sudah lebih dari sejuta. Menurutnya, selama ini strategi 3T tidak dijalankan secara memadai. Pemerintah lebih fokus pada kewajiban melaksanakan 3M di masyarakat dan pesan soal vaksinasi.

    Produk Terkait: Tes Covid-19 Prosehat

    Respons Pemerintah

    Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan di Indonesia, terutama Covid-19, meminta kepada semua pihak untuk bekerja ekstra keras menanggulangi virus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Budi Gunadi Sadikin pada konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 26 Januari 2021, mengenai kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai sejuta.

    Dalam konferensi pers tersebut, Menteri Budi menyebutkan bahwa angka 1 juta kasus Covid-19 di Indonesia ini mempunyai dua makna, yaitu pertama, momen untuk berduka cita atas banyaknya kematian akibat Covid-19, termasuk menghormati 600 tenaga kesehatan yang gugur saat menangani pasien Covid-19. Kedua adalah momen bagi semua pihak untuk bekerja ekstra keras menanggulangi virus agar perjuangan para tenaga kesehatan tidak sia-sia. Di samping meminta masyarakat menjalankan 3M dengan saling mengingatkan satu sama lain, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan 3T supaya jumlah penderita Covid-19 dapat terlacak dengan baik.

    Baca Juga: Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Lampaui Target WHO

    Nah, Sahabat Sehat, karena kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka 1 juta, Sahabat diharapkan tetap melakukan 3M dan PHBS, serta mendukung pemerintah melakukan 3T dengan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses langsung via website dan aplikasi lalu klik Layanan Kesehatan dan pilih Rapid Test Covid-19. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kasus Corona di RI Tembus 1 Juta! [Internet]. detiknews. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5349249/kasus-corona-di-ri-tembus-1-juta
    2. Sejuta Kasus Corona di Indonesia dalam Kurun 11 Bulan [Internet]. cnnindonesia.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210127065201-20-598830/sejuta-kasus-corona-di-indonesia-dalam-kurun-11-bulan
    3. Tembus 1 Juta Kasus Positif Covid-19, Ini 10 Daerah dengan Kasus Terbanyak [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/193400465/tembus-1-juta-kasus-positif-covid-19-ini-10-daerah-dengan-kasus-terbanyak?page=all#page2
    4. Corona 1 Juta, Indonesia Peringkat 19 Dunia dan Juara Asean [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20210126/15/1348149/corona-1-juta-indonesia-peringkat-19-dunia-dan-juara-asean
    5. IDI soal 1 Juta Kasus Corona: Terus Terang, Kini Sulit Akses Ruang Rawat Inap [Internet]. kumparan.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/idi-soal-1-juta-kasus-corona-terus-terang-kini-sulit-akses-ruang-rawat-inap-1v3cV4IFAny
    6. Kasus Covid-19 Capai 1 Juta, Epidemiolog: Genjot 3T, Jangan Prokes Melulu [Internet]. suara.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.suara.com/news/2021/01/27/070828/kasus-covid-19-capai-1-juta-epidemiolog-genjot-3t-jangan-prokes-melulu
    7. Prasasti G. Kasus COVID-19 Tembus Sejuta, Menkes: Ini Momen untuk Berduka dan Bekerja Sangat Keras [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4467394/kasus-covid-19-tembus-sejuta-menkes-ini-momen-untuk-berduka-dan-bekerja-sangat-keras
    Read More
  • Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari […]

    Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari Sandy.

    terapi mengurangi infeksi covid-19

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Sejauh ini, banyak orang mengetahui bahwa sambiloto adalah tanaman herbal yang mempunyai khasiat untuk membantu mengurangi gejala diare dan mencegah flu. Tanaman yang rasanya pahit ini juga akrab bagi penderita asam urat dan rematik. Potensi sambiloto untuk membantu tubuh melawan Covid-19 salah satu jalan pemanfaatan obat herbal di saat para ahli terus berupaya memproduksi obat-obatan dan vaksin untuk pencegahan. Covid-19 termasuk virus yang belum ada obatnya, sama seperti virus-virus yang sudah ada, yaitu flu, ebola, SARS, HIV, dan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Dalam jurnal ini, diungkap bahwa efek sambiloto dalam membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 adalah melalui kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh tanaman tersebut. Senyawa aktif yang dimaksud adalah Andrografolida berupa diterpenoid labdane. Disebut bahwa senyawa ini berpotensi memiliki bermacam kegunaan teurapetik termasuk untuk aktivitas antiinflamasi (mencegah peradangan) dan antiplatelet atau antitrombosit (mencegah kekentalan darah) beserta antineoplastik (mencegah keganasan).

    Produk Terkait: Jual Borobudur Sambiloto Kapsul

    Pada jurnal ini, penulis juga memberikan data-data beberapa tanaman obat yang ada, yaitu kedelai, pare, anggur hitam, jamur polypore, dan jarak pagar. Kelima tanaman ini diketahui juga mempunyai ekstrak-ekstrak yang dapat membantu melawan virus, seperti pare untuk influenza A. Kelima tanaman ini juga sudah diuji efektivitasnya melalui pengujian in-vitro dan in vivo.

    Cara Mendapatkan Senyawa Aktif dari Sambiloto

    Untuk mendapatkan senyawa aktif dari sambiloto berupa Andrographolide adalah dengan mengekstrak tanaman tersebut. Senyawa yang dihasilkan oleh sambiloto ini dapat diisolasi dan diproduksi dengan mudah. Berdasarkan penelitian, senyawa aktif ini berhasil merapat ke daerah utama inhibitor, zat kimia yang dapat menghambat atau memperlambat suatu reaksi kimia, protease Covid-19. Protease adalah enzim yang membentuk selubung protein untuk membentuk virus-virus baru. Skor ikatannya dengan penghambat protease ini adalah -3.094357 Kcal/mol, yang berarti menunjukkan ikatan yang besar jika dibandingkan dengan komponen sintetis.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapkan Jokowi untuk Covid-19

    Penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 juga merunut pada khasiatnya yang tertuang dalam banyak teks kuno karena berpotensi memiliki sifat antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antidiabetes. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa senyawa aktif sambiloto ini juga berpotensi menjadi antivirus bagi chikungunya dan herpes. Selain itu, sambiloto ternyata mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman-tanaman obat lainnya, yaitu:

    • Tidak menghambat metabolisme hati
    • Tidak menghentikan metabolisme teraupetik obat antimaag, antimalaria, dan antikejang
    • Tidak menghentikan metabolisme obat antihipersensitif
    • Tidak menghentikan oksidasi antisteroid

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sambiloto ini memiliki potensi untuk menjadi tanaman obat yang aman untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Jamu Herbal

    Penggunaan Tanaman Obat untuk Membantu Melawan Covid-19

    Semenjak Covid-19 melanda secara global, tanaman obat sudah mulai dilirik sebagai salah satu cara untuk membantu tubuh melawan virus tersebut. Obat-obat yang ada seperti klorokuin fosfat dan hidroklorokuin tidak disetujui oleh FDA untuk mengobati Covid-19 karena belum terbukti efektif dan memberikan efek samping yang berat untuk pasien dengan penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes. Tanaman obat diketahui mempunyai senyawa yang dapat mereduksi Covid-19. Beberapa tanaman diketahui mempunyai senyawa berupa emodin dan luteolin, yaitu lidah, buaya, kelembak, jati cina, seledri, brokoli, cabe hijau, dan jeruk purut. Akan tetapi, banyak penelitian mengenai tanaman obat masih belum terbukti secara ilmiah, sehingga penggunaannya pun harus hati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan dahulu kepada dokter.

    Baca Juga: 11 Brand Minuman Kesehatan Asli Indonesia yang Berkualitas

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai potensi penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi mengenai sambiloto dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nur Azhar, T., & Dwi Hari Sandy, J. (2020). Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi Sars CoV-2. Retrieved 25 January 2021
    2. Mediatama, G. (2021). Terkenal pahit, ini manfaat sambiloto sebagai obat herbal. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Retrieved 25 January 2021, from https://kesehatan.kontan.co.id/news/terkenal-pahit-ini-manfaat-sambiloto-sebagai-obat-herbal
    Read More
  • Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19. […]

    Hubungan Antara Covid-19 dan Disfungsi Ereksi

    Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19.

    covid-19 dan disfungsi ereksi

    Baca Juga: 10 Makanan Peningkat Stamina Pria

    Hal itu diduga karena Covid-19 melibatkan proses dasar terjadinya penyakit yang mirip dengan disfungsi ereksi, seperti proses peradangan, masalah hormonal, stres, kecemasan, depresi, dan disfungsi endotel, yaitu menyempitnya lapisan arteri kecil di saluran reproduksi. Seperti dikutip dari Cleveland Clinic ada tiga faktor penyebab disfungsi ereksi pada pria yang pernah terinfeksi Covid-19.

    Tiga Faktor Penyebab Disfungsi Ereksi Akibat Covid-19

    1. Efek vaskuler

    Efek ini berhubungan dengan organ vaskuler (pembuluh darah) seperti jantung. Keduanya saling berhubungan karena disfungsi ereksi diduga dapat mempredikasi penyakit jantung. Covid-19 disebut juga dapat menyebabkan hiperinflamsi di seluruh tubuh terutama di jantung dan otot di sekitarnya. Akibatnya, pasokan darah ke penis bisa tersumbat atau menyempit akibat kondisi vaskuler baru atau yang memburuk karena virus. Penyempitan dan peradangan vaskuler ini lah yang mungkin menyebabkan disfungsi ereksi.

    2. Efek psikologis

    Efek kedua adalah efek psikologis yang sangat begitu erat kaitannya dengan kesehatan mental. Stres, kecemasan, dan depresi yang disebabkan oleh virus dan pandemi dapat dikaitkan dengan disfungsi seksual dan suasana hati yang buruk.

    3. Penurunan kesehatan tubuh menyeluruh

    Efek ketiga adalah efek penurunan kesehatan secara menyeluruh. Bila seorang pria mengalami disfungsi ereksi, kemungkinan besar terdapat permasalahan kesehatan lain yang mendasarinya. Pria yang mempunyai kesehatan yang buruk berisiko besar terkena disfungsi ini, dan cukup reaktif terhadap Covid-19. Virus ini disebut menyebabkan banyak masalah kesehatan yang bisa berujung menjadi komplikasi.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

    Efek lainnya adalah fungsi penis dapat terganggu setelah terinfeksi Covid-19 namun belum bisa diketahui secara pasti apakah gangguan bersifat permanen, sementara, atau dapat mempengaruhi kesuburan. Selain gangguan pada penis, faktor lain penyebab disfungsi ereksi adalah usia.

    Apakah Permasalahan Ini Dapat Menjadi Long Covid atau Tidak?

    Kemudian timbul pertanyaan apakah ini dapat menjadi masalah yang berkepanjangan atau sebaliknya? Dilansir dari Prevention.com, dr. Amin Herati dari Brady Urological Institute dan John Hopkins University menyatakan bahwa masalah disfungsi ereksi ini bukan merupakan long-covid dan mungkin hanya masalah jangka pendek karena adanya pergantian hormon dan pembuluh darah yang utuh. Meski begitu, dr. Anthony Harris dari WorkCare, masih dilansir dari Prevention.com, menyatakan hal tersebut tidak bisa menjadi jaminan karena dari keadaan di lapangan ada yang mengalami selama 3 bulan, 6 bulan atau bahkan lebih lama. Sejauh ini belum ada penelitian yang cukup untuk hal ini.

    Vaksinasi Sebagai Pencegahan Optimal

    Dr. Harris menyarankan agar yang memiliki masalah disfungsi ereksi akibat Covid-19 sebaiknya segera juga divaksinasi untuk pencegahan infeksi optimal. Efek samping yang didapatkan sama dengan vaksin flu yang setiap tahun diberikan.

    Baca Juga: Masturbasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Itulah mengenai hubungan antara Covid-19 dan disfungsi ereksi yang ternyata bisa bisa berdampak pendek atau panjang. Penelitian mengenai hal ini masih terus dilakukan sehingga cara terbaik adalah melakukan vaksinasi. Nah, Sahabat Sehat, terutama para pria, supaya tidak terkena Covid-19 yang juga berdampak besar ke disfungsi ereksi, tetap patuhi perilaku 3M dan jalankan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Yes, COVID-19 Can Cause Erectile Dysfunction in Men [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/yes-covid-19-can-cause-erectile-dysfunction-in-men/
    2. (www.dw.com) D. COVID-19’s link to erectile dysfunction | DW | 08.12.2020 [Internet]. DW.COM. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.dw.com/en/covid-19s-link-to-erectile-dysfunction/a-55862989
    3. Sansone A, Mollaoli D, Ciocca G. Addressing male sexual and reproductive health in the wake of COVID-19 outbreak. NCBI [Internet]. 2020 [cited 22 January 2021];. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7355084/
    4. Why COVID-19 Might Lead to Erectile Dysfunction in Some People, According to Doctors [Internet]. Prevention. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.prevention.com/health/health-conditions/a34963722/erectile-dysfunction-covid-19-coronavirus/
    Read More
  • Kementerian Kesehatan banyak merevisi pedoman penanganan Covid-19 dan salah satunya adalah mengenai aktivitas di dalam ruangan yang tertutup. Protokol kesehatan harus tetap diwaspadai dan dipatuhi terutama untuk sarana hiburan “bioskop” yang beroperasi kembali di tengah pandemi Covid-19. Para pengusaha  bioskop yang tetap ingin usahanya berjalan diharapkan tidak melanggar peraturan protokol kesehatan dan tetap mematuhi peraturan dengan bijak dan sesuai. Baca […]

    Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Kementerian Kesehatan banyak merevisi pedoman penanganan Covid-19 dan salah satunya adalah mengenai aktivitas di dalam ruangan yang tertutup. Protokol kesehatan harus tetap diwaspadai dan dipatuhi terutama untuk sarana hiburan “bioskop” yang beroperasi kembali di tengah pandemi Covid-19. Para pengusaha  bioskop yang tetap ingin usahanya berjalan diharapkan tidak melanggar peraturan protokol kesehatan dan tetap mematuhi peraturan dengan bijak dan sesuai.

    protokol kesehatan di bioskop

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Tempat hiburan dan usaha daerah yang tetap berjalan diminta untuk selalu tetap mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 sudah melakukan kajian terkait penanganan Covid-19 untuk kembali beroperasinya bioskop atau sinema lainnya pada masa pandemi ini. Kajian yang telah dikaji dalam beberapa minggu ini, sudah mencakup aspek kesehatan masyarakat, ekonomi dan sosial, termasuk waktu operasional bioskop dimulai pukul 16:00 WIB sampai 23:00 WIB.

    Pemerintah DKI Jakarta mengizinkan beroperasinya bioskop selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa transisi dengan beberapa protokol kesehatan yang wajib diterapkan, berikut isi protokol kesehatan:

    1. Penonton wajib menggunakan protokol diri sendiri sebelum masuk ke bioskop, seperti: menggunakan masker, mencuci tangan/menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol dan tetap selalu menjaga jarak dengan penonton lainnya.
    2. Maksimal kapasitas penonton yang ada di dalam ruangan adalah 25% dan penonton dalam kondisi badan yang sehat, terutama tidak mengalami gejala demam, batuk, flu dan sesak napas.
    3. Pemesanan dan pembelian tiket hanya bisa diakses melalui daring dan memaksimalkan dengan metode pembayaran cashless(non-tunai), apabila diperlukan melakukan metode pembayaran  cash (tunai) segera untuk mencuci tangan/membersihkan dengan hand sanitizer setelah melakukan transaksi tunai.
    4. Petugas bioskop harus mengamati jarak bangku penonton dengan penonton lainnya, minimal jarak satu meter dan selalu mengamati langsung penonton upaya tetap mematuhi protokol kesehatan di dalam ruangan bioskop.
    5. Penonton juga dilarang untuk makan dan minum di dalam ruangan bioskop/area bioksop dan tetap menggunakan masker selama di dalam ruangan bioskop.
    6. Di dalam ruangan bioskop, penonton dilarang berpindah-pindah tempat/bangku, karena pengelola/petugas sudah mengatur jarak bangku upaya pencegahan Covid-19.
    7. Pembatasan waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk penayangan film tidak boleh lebih dari 2 jam di dalam ruangan.
    8. Petugas/pelayan bioskop wajib menggunakan faceshield, masker dan sarung tangan ketika bertugas/melayani pelanggan saat antrean dan transaksi. Tetap menjaga jarak dengan penonton saat bertugas.
    9. Mengatur jalur keluar dan masuknya penonton agar jalurnya dipisahkan selama pandemi Covid-19.
    10. Untuk pendataan diri penonton wajib mengisi nama penonton, nomer HP dan 6 digit angka NIK, maksimalkan untuk pendataan diri secara daring

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun Lawan Corona

    Protokol kesehatan untuk pengelola usaha juga harus sangat diperhatikan kelayakan kebersihan tempat bioskop dalam masa pandemi Covid-19 guna pencegahan dan penanganan virus Covid-19. Beberapa protokol kesehatan yang wajib diterapkan di dalam bioskop yaitu:

    1. Menerapkan prosedur kebersihan tangan dengan menyediakan fasilitas/sarana mencuci tangan dengan sabun ditempat-tempat strategis atau menyediakan pembersih tangan berbasis alkohol di setiap titik area akses.
    2. Menerapkan prosedur kebersihan di dalam ruangan bioskop sebelum dan sesudah penayangan film dengan menyemprotkan cairan disinfektan dan membersihkan titik-titik detailnya, seperti tangan bangku bioskop dan daerah rawan sentuh penonton.
    3. Menerapkan prosedur kebersihan dengan cairan disinfektan di area bioskop seperti toilet dan tempat menunggu, dilakukan sebelum dan sesudah beroperasinya bioskop.
    4. Gunakan Vacum Cleaneruntuk membersihkan bangku-bangku bioskop dari macam-macam bakteri, kuman dan virus.
    5. Memaksimalkan penggunaan tempat sampah yang tertutup sangat rapat dan tidak ada sela udara, karena di dalam area bioskop memiliki suhu dingin dan memudahkan virus untuk terpapar melalui udara.
    6. Pelayanan makanan dalam bentuk prasmanan sangat dilarang untuk bioskop dalam masa pandemi Covid-19, karena akan mudah sekali terpapar dan terinfeksi virus.
    7. Perhatikan kelembapan udara dan ventilasi udara di dalam ruangan bioskop.
    8. Gunakan UV-C pada saluran AHU (Air Handling Unit) saat menyemprotkan disinfektan di dalam ruangan bioskop, upaya ruangan steril dari bakteri, kuman, serta virus.

    Bioskop yang beroperasi kembali mempunyai peraturan penerapan Physical Distancing dan jam operasional bioskop tergantung dengan Instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah masing-masing, sehingga pemerintah bersikap tegas dalam memberikan pengawasan dan pembinaan protokol kesehatan secara menyeluruh. Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 membantah peraturan yang menyebutkan saat berlangsungnya penayangan film diwajibkan jeda setiap 30 menit untuk menghirup udara segar, padahal hal tersebut tidak tertuang di dalam peraturan dan protokol beroperasinya bioskop kembali.

    Baca Juga: Stres dan Panik Justru Turunkan Imun Tubuh

    Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Daerah sangat mengharapkan kerja sama dari semua pihak terutama pengusaha yang tetap berjalan dan masyarakat yang menikmati tempat hiburan ini agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan sangat baik untuk mencegah penularan Covid-19.

    Itulah mengenai protokol kesehatan di bioskop. Buat Sahabat Sehat yang ingin menonton dengan aman bisa untuk deteksi dini tes Covid-19 terlebih dahulu di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Covid-19 S. Ingat Protokol ini Saat Nonton di Bioskop [Internet]. hiburan. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20201022155653-225-561610/ingat-protokol-ini-saat-nonton-di-bioskop
    2. Nurul M. Cegah Virus Covid-19, Cinema XXI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Seluruh Bioskop [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/showbiz/read/4437312/cegah-virus-covid-19-cinema-xxi-lakukan-penyemprotan-disinfektan-di-seluruh-bioskop
    3. Sinulingga B. Mulai Beroperasi, Ini Aturan Protokol Kesehatan di Bioskop Kota Bekasi [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4394330/mulai-beroperasi-ini-aturan-protokol-kesehatan-di-bioskop-kota-bekasi
    4. Media K. Bioskop CGV Jakarta Kembali Beroperasi, Berikut Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/hype/read/2020/10/21/122019366/bioskop-cgv-jakarta-kembali-beroperasi-berikut-protokol-kesehatan-yang?page=all
    5. Protokol Kesehatan Saat Nonton di Bioskop Menurut BNPB – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://tirto.id/protokol-kesehatan-saat-nonton-di-bioskop-menurut-bnpb-f221
    Read More
  • Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19. Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi? Protokol kesehatan yang wajib diterapkan di perkantoran atau tempat kerja ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor 1363 tahun 2020 tentang “Protokol […]

    Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19.

    pencegahan dan penanganan covid-19 di tempat kerja

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Protokol kesehatan yang wajib diterapkan di perkantoran atau tempat kerja ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor 1363 tahun 2020 tentang “Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Perkantoran atau Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif”. SK ini adalah turunan dari peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk stabilitas ekonomi masyarakat semua perkantoran wajib menerapkan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan dengan bijak oleh pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengendalikan Laju Covid-19 di Lingkungan Kantor

    Lalu apa saja protokol yang wajib diterapkan di tempat kerja? Berikut rinciannya

    1. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh normal 36,1 derajat Celcius – 37,2 derajat Celcius untuk orang dewasa, di setiap pintu masuk/titik area perkantoran dan perhatikan kondisi badan untuk umum pekerja/tamu
    2. Menyediakan fasilitas/sarana untuk mencuci tangan dan pembersih tangan yang berbasis alkohol di tempat-tempat strategis, seperti pintu masuk, meja lobby utama, area menunggu lift, meja kerja, area tombol absensi, dan akses lainnya.
    3. Pastikan area tempat bekerja selalu dibersihkan secara berkala menggunakan disinfektan dengan sangat detail, karena virus akan bersarang ditempat yang sering disentuh seperti : gagang pintu, meja kerja, tombol lift, tombol absen, gagang tangga dan area besar lainnya untuk perlu disemprotkan disinfektan.
    4. Meminimalkanpenggunaan ruang lebih dan maksimalkan untuk bekerja secara virtual.
    5. Perhatikan sirkulasi keluar masuknya udara dan sinar matahari dalam ruang kerja, karena siapapun bisa terinfeksi melalui udara.
    6. Setiap pekerja diiimbau untuk menggunakan akses/kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan ke
    7. Pihak perusahaan wajib memberikan surat perintah tugas/dinas untuk diperlukan hadir ke tempat kerja.
    8. Pimpinan tempat kerja wajib selalu memperhatikan imbauan atau informasi mengenai Covid-19 dan menginformasikannya kepada seluruh pekerja melalui media.
    9. Wajib menyediakan tisu dan masker untuk pekerja, dan pekerja yang mengalami gejala flu, batuk dan sesak nafas untuk dipisahkan di area kerja tersendiri dan segera diistirahatkan di rumah. bersihkan area kerja sementara yang sudah terkontaminasi dengan diisnfektan
    10. Memberikan arahan dan edukasi kepada pekerja untuk tetap menjaga protokol kesehatan diri sendiri dan selalu menjaga kebersihan
    11. Memberikan perhatian atau peringatan tentang menjaga kebersihan dan terapkan Protokol Kesehatan di media dan tempat strategis, seperti : Poster dan Digital Media di area kantor
    12. Membuat hierarki untuk mencegah penularan Covid-19, seperti :
    • Membatasi jumlah pekerja yang hadir ke kantor maksimal 50% dari semua pekerja
    • Menyesuaikan jam kerja, shift kerja, hari kerja dan sistem kerja virtual untuk beradaptasi dengan pandemi Covid-19
    • Memasang pembatas pekerja seperti : Physical Distancingdi area kerja agar mempunyai jarak dan tidak kontak langsung dengan pekerja lainnya
    • Menghimbau pekerja untuk membawa alat pribadi masing-masing dan tidak campur dengan yang lainnya, seperti : mukena, alat makan, botol minum dan lainnya
    1. Memberikan kebijakan kepada pekerja yang memiliki riwayat perjalanan dari luar kota, memiliki riwayat pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, dan mengalami gejala flu, batuk, demam, dan sesak nafas untuk beristirahat di rumah saja atau bekerja dari rumah
    2. Tidak boleh melakukan pemutusan hubungan kerja dan tetap memberikan hak-hak kepada pekerja yang sedang isolasi mandiri
    3. Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 wajib memantau atau mengamati seluruh pekerja yang memiliki gejala Covid-19 dengan segera memberi peringatan untuk Swab Test (memerikasakan diri) di pelayanan kesehatan terdekat
    4. Setiap pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit dan mengalami gejala seperti demam, flu, batuk dan sesak nafas wajib melaporkan ke Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3, guna untuk dipantau lebih detail apakah pekerja termasuk kedalam kriteria ODP (Orang Dalam Pemantauan) / PDP (Pasien Dalam Pengawasan), kasus probable
    5. Apabila Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerja masuk dalam kriteria ODP, PDP, kasus probabledan bahkan positif Covid-19. Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 harus segera berkoordinasi dengan puskesmas atau pelayanan kesehatan untuk segera diatasi dan dirujuk ke Rumah Sakit
    6. Jika Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerjanya positif Covid-19, ODP, PDP, kasus Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 wajib mengidentifikasi kontak dengan orang-orang yang mempunyai riwayat berinteraksi langsung dengan pekerja yang terinfeksi, dan diwajibkan untuk bekerja dari rumah dan isolasi mandiri.
    7. Untuk perusahaan yang menyediakan fasilitas/layanan umum diharapkan untuk memperketat penggunaan protokol kesehatan diri sendiri dan memperketat kebersihan untuk fasilitas/layananannya.

    Peraturan yang dibuat sudah disahkan, dan perusahaan wajib mengikuti peraturan tersebut. Apabila perusahaan kurang mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dan banyak sekali pekerja yang terinfeksi virus Covid-19. Konsekuensinya perusahaan tersebut ditutup karena target pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan memulihkan perekonomian Indonesia sudah terancam gagal.

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, mengusulkan secara langsung seharusnya pemerintah melaksanakan intervensi langsung, seperti petugas pengawas dan mediator ketenagakerjaan memantau protokol kesehatan secara ketat di setiap perusahaan untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan langsung.

    Produk Terkait: Pemantauan Kesehatan

    Selain itu, Timboel mengusulkan pemerintah untuk membantu perusahaan yang mengalami kesulitan finansial dengan memberikan fasilitas alat pengaman diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya untuk penerepan protokol kesehatan secara detail. BPJS Ketenagakerjaan pun memberikan fasilitas hal seperti program manfaat layanan tambahan (MLT) dan program JHT yang sudah berjalan.

    Baca Juga: Perhatikan Cara Gunakan APD yang Benar

    Itulah mengenai protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 di tempat kerja yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat ingin mencegah mendeteksi Covid-19 Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5f10497477953/penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-kerja-butuh-intervensi-pemerintah?
    2. [Internet]. Covid19.kemkes.go.id. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/download/SE_protokol_pencegahan_Covid-19_di_tempat_kerja.pdf
    3. Media K. 24 Protokol Pencegahan Covid-19 di Perkantoran, Perusahaan Wajib Bentuk Gugus Tugas [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/08/15175061/24-protokol-pencegahan-covid-19-di-perkantoran-perusahaan-wajib-bentuk
    4. Media K. Berapa Sebenarnya Suhu Tubuh Normal Manusia? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/10/151933120/berapa-sebenarnya-suhu-tubuh-normal-manusia?page=all
    Read More
  • Jumlah tes Covid-19 di Indonesia akhirnya melampaui target yang ditetapkan WHO. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, di Grha BNP pada Selasa, 19 Januari 2021. Untuk perinciannya, ia menyebutkan, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan mencapai 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%. Baca […]

    Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Lampaui Target WHO

    Jumlah tes Covid-19 di Indonesia akhirnya melampaui target yang ditetapkan WHO. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, di Grha BNP pada Selasa, 19 Januari 2021. Untuk perinciannya, ia menyebutkan, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan mencapai 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%.

    tes covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Tanpa Gejala

    Lampauan jumlah ini tentu saja merupakan hal yang cukup baik bagi Indonesia yang sudah dilanda pandemi selama 10 bulan. Namun jumlah yang cukup baik itu ternyata juga berimbas pada meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Perlu diketahui, penambahan harian jumlah pengidap virus konsisten di angka 9-10.000 bahkan mencapai rekor tertinggi hingga 14.000 kasus.

    Tes Masih Tidak Merata

    Dalam kesempatan yang sama, Profesor Wiku juga menyatakan bahwa tes Covid-19 massal di Indonesia masih memiliki masalah karena tidak merata di seluruh wilayah. Ia menyebut masih banyak daerah yang belum memenuhi standar jumlah tes WHO. Karena itu, ia meminta para pemerintah daerah untuk serius menerapkan acuan WHO. Profesor Wiku juga meminta pemda agar meningkatkan upaya penelusuran kontak (tracing) yang disebut sebagai kunci kesuksesan penanganan Covid-19.

    Baca Juga: Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Antisipasi Covid-19 di Tempat Pengungsian Akibat Bencana Alam

    Serentetan bencana alam yang terjadi pada Januari ini juga menjadi perhatian Satgas Covid-19. Dimulai dari gempa bumi di Sulawesi Barat, longsor di Sumedang hingga terakhir banjir bandang di Puncak, Bogor. Total ada 154 bencana alam sejak tahun 2021 dimulai. BNPB sebagai badan yang bertanggung jawab langsung terhadap bencana alam di Indonesia, mencatat sudah 140 orang menjadi korban jiwa dan 776 lainnya luka-luka.

    Adanya bencana alam ini tentu saja akan mengakibatkan banyak arus pengungsian ke tempat-tempat yang aman dari bencana, yang tentu saja akan menimbulkan banyak kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19 secara langsung. Karena itu, Satgas Covid-19 menekankan antisipasi pada daerah-daerah dengan tingkat penularan tinggi seperti yang masuk pada zona merah dan kuning.

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Satgas Covid-19 juga meminta kepada para relawan dan petugas untuk tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan saat di daerah bencana supaya tidak jatuh sakit atau tertular Covid-19. Agar tidak terjadi penularan virus di tempat bencana BNPB berencana menggelar rapid swab antigen massal kepada para pengungsi supaya bisa dengan cepat diketahui positif atau tidak Covid-19.

    Demikianlah mengenai jumlah tes Covid-19 di Indonesia yang akhirnya melampaui standar yang ditetapkan WHO. Jumlah yang melampaui tersebut sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta. Bahkan sebelumnya epidemiolog Dicky Budiman menyebutkan bahwa idealnya Indonesia harus melakukan testing 200-300.000 orang per hari. Meski begitu, Sahabat jangan lantas langsung bergembira karena ternyata masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu terus meningkatnya jumlah pengidap Covid-19 di Indonesia.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Yuk, Sahabat tetap terapkan 3M dan jalankan PHBS. Jangan lupa juga untuk melakukan deteksi dini Covid-19  di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Akhirnya Jumlah Tes COVID-19 RI Lampaui Standar WHO [Internet]. kumparan. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/akhirnya-jumlah-tes-covid-19-ri-lampaui-standar-who-1v0ekn4Wn0K
    2. Indonesia C. Satgas Sebut Tes Covid Indonesia Lampaui WHO tapi Tak Merata [Internet]. nasional. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210119200927-20-595870/satgas-sebut-tes-covid-indonesia-lampaui-who-tapi-tak-merata
    3. Indonesia C. Epidemiolog Sebut Testing Ideal di RI 200-300 Ribu Per Hari [Internet]. nasional. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210118195924-20-595337/epidemiolog-sebut-testing-ideal-di-ri-200-300-ribu-per-hari
    Read More
  • Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi. Baca Juga: Inilah […]

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Bagaimana cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19? Tentunya hal ini menjadi pertanyaan para Sahabat mengingat hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit komorbid yang memungkinkan para penderitanya mudah terkena Covid-19. Data dari Satgas Covid-19 pada Oktober lalu menyatakan bahwa dari 1.488 pasien virus Corona sebanyak 50,5% di antaranya adalah penderita hipertensi.

    cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Berdasarkan penuturan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, hipertensi adalah penyakit katastropik yang tidak dapat disembuhkan melainkan dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Jika pencegahan dan pengendalian tidak dapat dilakukan, hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya kasus hipertensi baru yang dampaknya cukup besar.

    Penyebab Penderita Hipertensi Mudah Terkena Covid-19

    Lalu mengapa penderita hipertensi mudah terkena Covid-19? Hal ini disebabkan penyakit darah tinggi umumnya berkaitan dengan faktor usia lanjut dan komplikasi masalah kesehatan lainnya. Selain itu, karena pada beberapa pasien hipertensi telah mengalami perburukan beberapa organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Pada umumnya tidak ada gejala khas tertentu yang ditunjukkan karena memang pada dasarnya penyakit tekanan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang tidak bergejala. Orang yang memiliki hipertensi akan merasa sakit apabila tekanan darah sistoliknya sudah lebih dari 180 mmHg, biasanya ditandai dengan gejala pusing, sakit kepala yang menjalar ke tengkuk belakang, atau bahkan ada yang mengarah ke gejala stroke, sehingga bisa tertutupi dengan gejala Covid-19 itu sendiri.

    Baca Juga: Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19 

    Lalu Bagaimana Cara Penanganannya?

    Kementerian Kesehatan sendiri sudah membuat kebijakan-kebijakan untuk menangani kasus hipertensi ini, yaitu:

    • Mengembangkan dan memperkuat kegiatan deteksi dini hipertensi secara aktif (skrining)
    • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan deteksi dini melalui kegiatan posbindu PTM
    • Meningkatkan akses penderita terhadap pengobatan hipertensi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan, baik secara online maupun offline, yang berkaitan dengan situasi pada masa pandemi Covid-19

    Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Berikut ini adalah cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19, yaitu:

    Ikuti rencana pengobatan untuk hipertensi

    Hal pertama adalah konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang biasa merawat Sahabat mengenai rencana perawatan hipertensi selama pandemi. Penggunaan obat-obatan jangka panjang sangat disarankan untuk dapat mengurangi keparahan Covid-19 dan meningkatkan kelangsungan hidup. Lakukan pengobatan antihipertensi rutin untuk mencegah kunjungan ke rumah sakit yang berisiko terpapar virus. Perbanyaklah persediaan obat-obatan penting di rumah untuk mengobati penyakit ringan.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Lakukan tindakan pencegahan dan keamanan COVID-19

    Tetap di rumah dan batasi kontak dengan orang lain sebisa mungkin dengan menghindari keramaian dan siapa pun yang sedang sakit. Selalu kenakan masker saat pergi keluar, dan jaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain. Sering-seringlah mencuci tangan dengan air hangat dan sabun setidaknya selama 20 detik atau gunakan pembersih berbasis alkohol. Disinfeksilah permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu dan meja dapur.

    Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung

    Diet jantung yang sehat dapat menyembuhkan dan mengubah tubuh Sahabat. Pola makan yang menyehatkan jantung mengandung banyak lemak baik dan kalium, bersama dengan natrium (garam) dan lemak jahat dalam jumlah rendah. Pola makan DASH atau diet Mediterania yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian adalah contoh pola makan yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi makanan dengan pola diet Mediterania bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30%. Karena, makanan yang dianjurkan dalam diet tersebut kaya akan minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan, rendah daging merah atau olahan, sehingga baik untuk dikonsumsi pasien dengan hipertensi.

    Selain itu, ubahlah pola makan sebagai berikut:

    • Meningkatkan asupan serat larut dari makanan, seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan gandum.
    • Menghilangkan lemak trans buatan yang ditemukan dalam makanan olahan dan kemasan, seperti yang terkandung dalam kue kering.
    • Mengonsumsi gula, bersama dengan vitamin dan mineral yang ditemukan secara alami pada buah-buahan.
    • Mengonsumsi lemak baik atau tak jenuh yang terdapat pada makanan, seperti kacang-kacangan, zaitun, alpukat, dan ikan.

    Berolahragalah secara teratur

    Olahraga teratur membantu Sahabat menjaga berat badan yang sehat, membakar lemak tubuh, menurunkan tekanan darah dan gula darah. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hipertensi dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Kehilangan 5-10% berat badan Sahabat berdampak signifikan pada kesehatan. Jika Sahabat belum pernah berolahraga lebih awal, mulailah perlahan sampai Sahabat membangun rutinitas dan stamina. Usahakan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 2-3 kali seminggu. Diskusikan dengan dokter sebelum memulai rutinitas kebugaran baru.

    Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol

    Hilangkan kebiasaan merokok karena dapat meningkatkan tekanan darah, merusak lapisan arteri, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah kalori ekstra, dan menyebabkan kenaikan berat badan. Pria seharusnya tidak lebih dari dua minuman, dan wanita harus membatasi asupan alkohol mereka menjadi satu minuman per hari.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Demikianlah mengenai cara penderita hipertensi menghadapi Covid-19. Semoga cara-cara ini dapat membantu Sahabat yang sedang terkena penyakit tersebut atau teman dan kerabat yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat menginginkan informasi lanjutan mengenai hipertensi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201013/5535336/132-persen-pasien-covid-19-meninggal-memiliki-penyakit-hipertensi/
    2. Media K. Tekanan Darah Tinggi Memperburuk Covid-19, Ini Alasannya! [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/14/182556020/tekanan-darah-tinggi-memperburuk-covid-19-ini-alasannya
    3. Maarif N. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini
    4. Hipertensi dan Penanganannya – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/hipertensi-dan-penanganannya
    5. 5 Tips to Manage Your High Blood Pressure During COVID-19 | Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice [Internet]. Los Gatos Doc Primary Care & Family Practice | Los Gatos Family Physician | Primary Care Clinic & Family Doctor in Los Gatos, Campbell & Saratgoa CA. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.losgatosdoc.com/2020/09/28/5-tips-to-manage-your-high-blood-pressure-during-covid-19/
    Read More
  • Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden. […]

    Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

    Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

    solusi Menkes atasi keterbatasan rumah sakit

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Salah satu solusi yang dikemukakan Menkes adalah meminta kepada orang-orang yang memiliki hasil positif Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini supaya rumah sakit tidak menjadi begitu penuh oleh karena banyaknya pasien Covid-19 yang tentu saja akan berakibat pada kemampuan para tenaga kesehatan.

    Namun apabila rumah yang dijadikan sebagai isolasi mandiri itu tidak memungkinkan keadaannya, misalnya sesak dan sempit, Menkes menyarankan kepada setiap gubernur provinsi untuk membuat tempat-tempat isolasi mandiri seperti Wisma Atlet, Asrama Haji, dan lain sebagainya untuk mengakomodasi. Perlu diketahui bahwa ketersediaan rumah sakit cukup meningkat terutama di DKI Jakarta (84,74%), Banten (84,52%), DI Yogyakarta (83,36%), Jawa Barat (79,77%), Sulawesi Barat (79,31%), Jawa Timur (78,41%), Jawa Tengah (76,27%), Sulawesi Selatan (72,40%), dan Sulawesi Tengah (70,59%).

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Selain perlunya isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tidak bergejala, Menkes juga mengimbau dan meminta semua direktur utama dan pemilik rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur khusus pasien Covid-19 menjadi 30 hingga 40%. Hal ini untuk mengatasi permasalahan pada rumah sakit yang hanya menyediakan tempat tidur sekitar 10% dari jumlah yang ada, yang berakibat banyak pasien Covid-19 yang tidak bisa masuk. Padahal jumlah kasus Covid-19 sendiri per 10 Januari adalah 120.000 kasus aktif.

    Menkes juga menyoroti pada kekurangan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 sehingga ia menganjurkan untuk melakukan relaksasi aturan bagi perawat yang belum memiliki STR boleh langsung bekerja sebanyak 10.000 orang. Selain perawat, Menkes juga akan berkoordinasi dengan IDI untuk menyediakan para dokter di kisaran angka 3.000-4.000 orang. Hal ini cukup darurat untuk mengatasi kekurangan dan keletihan para tenaga medis. Yang tidak kalah penting adalah Menkes akan menyiapkan tambahan obat dan fasilitas serta meminta rumah sakit yang memiliki anggaran sendiri dan pemerintah daerah juga untuk menyiapkannya. Mengenai kekurangan, hal itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

    Di akhir pemaparan solusi Menkes meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan 3M dan PHBS, serta menghormati para tenaga kesehatan yang berjuang agar kasus-kasus Covid-19 tidak terus-menerus meningkat.

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Demikian mengenai solusi yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi keterbatasan kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat pasca liburan. Yuk, bagi Sahabat Sehat yang memang dinyatakan positif namun tanpa gejala agar sebaiknya menjalankan solusi yang dipaparkan Menkes untuk isolasi mandiri. Ketika melakukan isolasi mandiri, Sahabat pun bisa memanfaatkan konsultasi online atau telemedicine dengan para dokter mengenai gejala yang dialami; mengarah pada Covid atau tidak sama sekali. Untuk konsultasi online ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Solusi Menkes Budi Gunadi Atasi ‘Robohnya’ Tenaga Kesehatan Indonesia Akibat Covid-19 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/solusi-menkes-budi-gunadi-atasi-robohnya-tenaga-kesehatan-indonesia-akibat-covid-19.html
    2. News T. Ini Solusi Menteri Kesehatan Hadapi Lonjakan Covid-19 [Internet]. TAGAR. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.tagar.id/ini-solusi-menteri-kesehatan-hadapi-lonjakan-covid19
    3. Rakyat P. Menkes Budi Sampaikan Solusi Tangani Keterbatasan Rumah Sakit guna Menyediakan Kamar Pasien Covid-19 – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011255750/menkes-budi-sampaikan-solusi-tangani-keterbatasan-rumah-sakit-guna-menyediakan-kamar-pasien-covid-19
    Read More

Showing 21–30 of 75 results

Chat Asisten ProSehat aja