Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ covid 19”

Showing 101–110 of 136 results

  • Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai […]

    Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181, 5 Juta Jiwa

    Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai komorbid tidak terkontrol.

    kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Jumlah penduduk Indonesia untuk kebutuhan herd immunity mencapai 181.554.465 orang. Tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mendapat prioritas sebagai pihak-pihak pertama yang divaksin. Sisanya adalah masyarakat yang rentan tertular virus dan masyarakat lainnya pada usia 18-59 tahun Baik tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mulai divaksin pada gelombang 1, yaitu Januari-April 2021 dan kelompok sisanya adalah pada gelombang 2, yaitu pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Adapun jumlah kelompok-kelompok yang divaksin adalah sebagai berikut:

    • Tenaga Kesehatan: 1,3 juta jiwa, dan tersebar di 34 provinsi
    • Petugas pelayanan publik: 17,4 juta jiwa
    • Masyarakat yang rentan tertular: 63,9 juta jiwa
    • Masyarakat lainnya: 77,4 juta jiwa

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lansia yang disebut tidak boleh menerima vaksin Covid-19 diperkirakan akan mendapat vaksinasi. Kemudian, sekitar 21,5 juta lansia di Indonesia kemungkinan juga akan  divaksinasi. Kelompok ini akan divaksinasi jika mendapatkan informasi mengenai keamanan vaksin yang dipakai. Selain lansia, penderita penyakit komorbid terkendali juga kemungkinan akan diperbolehkan mendapatkan vaksinasi tetapi harus menunggu rekomendasi dari ahli.

    Mengenai ketersediaan vaksin, jumlah pengadaan dosisnya akan mencukupi hingga kuartal pertama 2022. Total kebutuhan adalah 426.800.000, dan berasal dari vaksin Corona yang pengadaannya sudah ada dalam Peraturan Kementerian Kesehatan sebelumnya mengenai vaksin-vaksin dari perusahaan yang ditunjuk seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer. Sejauh ini yang baru sampai adalah Sinovac yang datang pada Desember 2020 sementara AstraZeneca dan Pfizer diperkirakan tiba di Indonesia pada kuartal 2021-2022 dan kuartal 3 2021 dan kuartal 1 2022.

    Strategi penanganan Covid-19 pasca liburan yang angkanya semakin meningkat perlu intervensi khusus dari pemerintah pusat terhadap 6 wilayah yang cukup rawan penderita virus ini, yaitu Bandung, Sleman, Jakarta, Jember, Semarang, dan Makassar.  Intervensi khusus ini berupa langkah-langkah antisipasi seperti optimalisasi rumah sakit pemerintah dan swasta dan pendirian rumah sakit darurat di lapangan jika rumah sakit rujukan sudah penuh.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sekian mengenai kebutuhan jumlah vaksin dan ketersediaannya untuk penduduk Indonesia. Yuk, Sahabat Sehat jangan ragu-ragu untuk divaksinasi ketika pemerintah sudah menggelar vaksinasi Covid-19 massal karena vaksin itu baik dan perlu, dan bisa melindungi Sahabat dan sekitar sehingga penyebaran Covid-19 akan mudah diminimalkan melalui pencegahan ini. Sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Materi Press Conference Penanganan Covid-19 29 Desember 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.

     

    Read More
  • Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin […]

    Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin diedarkan secara resmi, Sahabat juga sebaiknya mengetahui ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal. Apa saja ciri-cirinya? Yuk, mari kita simak bersama!

    vaksin Covid-19 yang ideal

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Mempunyai Faktor Keamanan yang Cukup Kuat

    Faktor pertama adalah keamanan, dan merupakan merupakan hal paling penting sebelum sebuah vaksin disetujui oleh BPOM untuk kemudian diedarkan secara luas. Para ilmuwan mengujinya sehingga keefektifan dan keamanan vaksin benar-benar terjamin. Terdapat 4 fase untuk menguji keamanan vaksin ini sebelum didistribusikan secara luas, yaitu:

    • Fase 1, yaitu merupakan uji coba kecil yang hanya melibatkan 20 hingga 100 relawan, dan hanya berlangsung beberapa bulan. Tujuan dari uji coba tahap pertama ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dasar dan mengidentifikasi reaksi yang sangat umum
    • Fase 2, yaitu uji coba besar yang melibatkan beberapa ratus peserta. Uji coba ini berlangsung beberapa bulan hingga dua tahun dan mengumpulkan informasi tambahan tentang keamanan dan kemanjuran. Data yang diperoleh dalam  uji coba fase 2 ini dapat digunakan untuk menentukan komposisi vaksin, dosis yang diperlukan, dan profil reaksi yang umum
    • Fase 3, yaitu fase uji coba yang cukup besar dan melibatkan beberapa ratus hingga beberapa ribu sukarelawan. Uji coba ini berlangsung beberapa tahun. Dalam uji  coba fase ini para peneliti dapat mengindentifikasi reaksi vaksin yang sebenarnya karena kelompok yang divaksinasi dapat dibandingkan dengan kelompok yang belum menerima vaksin
    • Fase 4, yaitu fase setelah semua uji coba klinis dilakukan. Dalam hal ini vaksin sudah dilisensikan dan direkomendasikan untuk digunakan secara luas di masyarakat. Keamanan dan efektivitas vaksin terus dipantau yang  bisa saja diperbarui jika ditemukan hal-hal yang terjadi di lapangan

    Setelah tahapan tersebut, syarat sebuah vaksin dikatakan aman adalah:

    • Pure, yaitu bebas dari bahan yang dibuat selama produksi
    • Sterile, bebas dari mikroorganisme dari luar
    • Potent, efekti dan bekerja sebagaimana mestinya

    Selain itu, BPOM tentunya akan menyetujui penggunaan vaksin jika mempunyai risiko efek samping yang minimal.

    Mempunyai Khasiat

    Ciri kedua vaksin yang ideal adalah mempunyai khasiat berupa efektivitas dan efikasinya. Efektivitas yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat heterogen secara luas. Setelah antibodi muncul dari vaksinasi, vaksin dapat menurunkan kejadian penyakit dengan membandingkan kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak divaksin. Efektivitas vaksin dipengaruhi beberapa hal seperti penerima vaksin, usia komorbid, riwayat infeksi sebelumnya.

    Sedangkan efikasi adalah kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan di kondisi ideal dan terkontrol yang dapat dilihat dari hasil uji  klinik vaksin di laboratorium pada populasi dalam jumlah yang terbatas. Selain efektivitas dan efikasi, juga terdapat serokonversi, yaitu vaksin dapat membangkitkan respons imun yang ditandai dengan terdeteksinya antibodi pada sistem tubuh seseorang yang divaksin. WHO sendiri telah menyatakan untuk standar efektivitas vaksin adalah minimal 50%.

    Dapat Digunakan Pada Semua Golongan

    Vaksin dapat dikatakan ideal jika diberikan dan dapat digunakan pada semua golongan termasuk kelompok khusus seperti orang tua dan penyandang penyakit komorbid atau yang mempunyai kekebalan tubuh yang rendah. Alasannya adalah karena kelompok khusus ini berisiko tinggi terjangkit suatu penyakit infeksi berat yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun, beberapa vaksin seperti vaksin-vaksin Covid-19 golongan yang direkomendasikan pemberiannya adalah usia 18 hingga 60 tahun.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Lolos Uji Klinis

    Lolos uji klinis merupakan hal terpenting dari syarat ideal sebuah vaksin. Lolos uji klinis ini didapatkan dari uji klinis tahap 3 yang kemudian BPOM akan mengevaluasi uji klinis secara keseluruhan kemudian memberikan persetujuan untuk mengedarkan vaksin ke masyarakat. Namun vaksin bisa saja digunakan tanpa perlu menyelesaikan uji klinis tahap 3 jika memang kondisi yang dihadapi cukup darurat dan BPOM bisa mengeluarkan EUA atau emergency use authorization dengan syarat temuan awal uji klinis fase 3 dan keseluruhan uji-uji klinis sebelumnya terbukti aman.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal sehingga Sahabat bisa mengetahui serta menilai vaksin yang siap diedarkan. Selain ciri-ciri tadi yang perlu diperhatikan adalah proses produksi, penyimpanan, dan distribusi serta penerimaan masyarakat akan vaksin tersebut terutama menyangkut halal-haram kandungan bahan vaksin. Vaksin Covid-19 masih dalam proses untuk diedarkan, Sahabat jangan lupa tetap berperilaku 3M, menjalankan PHBS, dan melakukan deteksi dini Covid-19 seperti PCR swab-rapid test-rapid swab antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakes via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. S. Vaccine Safety – Overview, History, and How It Works | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/ensuringsafety/history/index.html
    2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations-process.html
    3. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety.html
    4. Covid-19 S. Satgas Covid-19 Ungkap Kriteria Ideal Vaksin Berkualitas [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211142339-25-580943/satgas-covid-19-ungkap-kriteria-ideal-vaksin-berkualitas
    5. Tarigan M. Selain Bikin Kekebalan Tubuh, Simak Syarat Vaksin yang Ideal [Internet]. Tempo. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1374049/selain-bikin-kekebalan-tubuh-simak-syarat-vaksin-yang-ideal/full&view=ok
    Read More
  • Mulai 1 Januari 2021, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, melarang WNA atau warga negara asing berkunjung ke Indonesia sebagai dampak dari ditemukannya varian baru virus Covid-19 di Inggris. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, melalui konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020. Pelarangan bagi WNA ini […]

    WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Mulai 1 Januari 2021, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, melarang WNA atau warga negara asing berkunjung ke Indonesia sebagai dampak dari ditemukannya varian baru virus Covid-19 di Inggris. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, melalui konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020. Pelarangan bagi WNA ini berlaku hingga 14 Januari 2020.1

    WNA dilarang masuk Indonesia

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Sebelumnya, Satgas Covid-19 melalui juru bicara, Profesor Wiku Adisasmito, menyatakan sudah menyempurnakan regulasi pengawasan ketat pelaku perjalanan dari Inggris, Eropa, dan Australia sehubungan dengan varian virus Covid-19 tersebut. Dasar pengetatan perjalanan adalah Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.1

    Pelarangan kedatangan WNA yang baru dimulai pada 1 Januari tersebut tentu saja tidak berlaku bagi WNA yang sudah datang ke Indonesia dari 28 sampai 31 Desember 2020. Meski begitu, mereka diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR swab yang berlaku selama 2×24 jam sebelum keberangkatan.1 Jika hasilnya negatif, WNA yang bersangkutan akan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 5 hari di hotel khusus dengan biaya pribadi. Hal yang sama berlaku pada WNI dari luar negeri, terutama dari Inggris. Namun, WNI akan dikarantina selama 5 hari di fasilitas khusus milik pemerintah yang tentunya dengan biaya dari pemerintah. Tentunya selama karantina mereka akan melakukan PCR swab ulang. Jika negatif, diperbolehkan melanjutkan perjalanan.2

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Lalu, bagaimana jika positif?

    Baik WNI maupun WNA akan dirujuk ke fasilitas kesehatan. WNI dibiayai oleh pemerintah sedangkan WNA dengan biaya sendiri. Namun, larangan ini tidak berlaku bagi pejabat pemerintah seperti menteri atau di atasnya, dan datang dengan tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan. Jika mereka terkonfirmasi positif, mereka perlu melakukan karantina mandiri di tempat yang sudah ditentukan.3

    Produk Terkait: Tes PCR Swab Prosehat

    Seperti diketahui varian baru Covid-19 tersebut bernama SARS CoV-2 VUI 202012/01 ditemukan di Inggris, Belanda, Denmark, Australia, dan Afrika Selatan. Disebut bahwa varian baru ini tidak berpengaruh terhadap vaksin Covid-19, namun dapat bermutasi sepanjang waktu. Meski begitu varian ini belum terbukti mematikan dari varian sebelumnya.2

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Itulah mengenai pelarangan WNA datang ke Indonesia oleh pemerintah agar varian Covid-19 tidak memasuki Tanah Air sehingga tidak menjadi beban karena virus yang sebelumnya belum hilang sama sekali. Nah, Sahabat Sehat, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Supaya dapat mengetahui positif atau negatif Covid-19, yuk segera lakukan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Indonesia Tutup Pintu untuk Semua WNA Per 1 Januari 2021 [Internet]. nasional. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201228163122-20-587072/indonesia-tutup-pintu-untuk-semua-wna-per-1-januari-2021
    2. Infografik Pengawasan perjalanan cegah penyebaran virus corona varian baru – ANTARA News [Internet]. Antara News. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/infografik/1914464/pengawasan-perjalanan-cegah-penyebaran-virus-corona-varian-baru
    3. Mediatama G. Seluruh WNA dilarang masuk ke Indonesia, kecuali pejabat setingkat menteri [Internet]. kontan.co.id. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://nasional.kontan.co.id/news/seluruh-wna-dilarang-masuk-ke-indonesia-kecuali-pejabat-setingkat-menteri
    Read More
  • Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan […]

    Daftar Orang-Orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan vaksin untuk semua orang Indonesia dan gratis. Berikut ini adalah orang-orang yang tidak boleh diberikan vaksin virus Covid-19.

    orang yang tidak boleh menerima vaksin covid-19

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Orang yang Sakit

    Orang pertama yang tidak boleh diberikan vaksin adalah orang-orang yang sedang sakit. Dengan kata lain, vaksin hanya untuk orang-orang sehat. Apabila yang hendak divaksin sedang sakit, dia harus sembuh terlebih dahulu. Sebab, jika dipaksakan akan menyebabkan efek yang cukup parah pada penyakit yang sedang diderita.

    Memiliki Penyakit Penyerta

    Orang kedua yang tidak boleh divaksin adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti ginjal, jantung, diabetes, dan hipertensi. Jika diberikan dikhawatirkan akan memberikan efek samping yang cukup parah pada kondisi tubuh yang divaksinasi. Karena itu, penting sekali bagi orang-orang dengan penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat, dan pengecekan kondisi tubuh akan diberlakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit penyerta tersebut.

    Anak-anak dan Lansia

    Pemerintah sudah menetapkan bahwa orang-orang yang mendapat vaksin Covid-19 adalah kelompok usia 18-59 tahun. Itu berarti anak-anak dan lansia tidak diperbolehkan. Alasannya, lansia adalah kelompok yang cukup rentan seperti halnya penderita penyakit komorbid sehingga akan berdampak cukup buruk jika diberikan, dan bagi anak-anak sejauh ini belum ada penelitian vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Memiliki Riwayat Autoimun

    Orang-orang yang memiliki riwayat autoimun juga tidak diperbolehkan untuk divaksin covid-19. Alasannya adalah jika mereka divaksin malah akan membuat autoimun yang dideritanya kambuh akibat antibodi yang dibentuk menyerang tubuh sendiri. Karena itu, untuk mengetahui ada tidaknya autoimun dalam tubuh, orang tersebut perlu diperiksa sebelum divaksinasi.

    Wanita Hamil

    Wanita hamil juga tidak disarankan divaksin Covid-19 sebab hal tersebut akan dapat memengaruhi kesuburan kandungan. Namun hal ini masih dalam sebuah penelitian karena jika melihat pada vaksin-vaksin seperti Hepatitis A, Hepatitis B, dan Tetanus tidak menyebabkan hal yang demikian.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Hepatitis A untuk Dewasa ke Rumah

    Orang dengan Alergi Parah Terhadap Bahan Vaksin

    CDC mengatakan bahwa orang-orang dengan alergi parah terhadap suatu bahan tertentu dalam vaksin juga tidak diperbolehkan divaksin sehingga mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Namun hal ini menjadi pengecualian bagi yang memiliki alergi parah terhadap makanan, hewan, lingkungan, dan obat-obatan yang bersifat oral.

    Apakah Penyintas Covid-19 Termasuk Daftar yang Tidak Menerima Vaksin?

    Selain orang-orang di atas yang tidak boleh menerima vaksin akan timbul pertanyaan apakah para penyintas Covid-19 atau yang pernah terkena virus tersebut juga tidak menerima vaksin? Ternyata para penyintas ini boleh menerima vaksin walaupun harus di urutan paling akhir. Alasannya seperti diungkapkan oleh Kepala Petugas Medis WebMD, Jhon Whyte, para penyintas ini telah membentuk antibodi Covid-19 dalam tubuhnya sehingga dinilai bisa terlindungi dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Demikianlah mengenai daftar orang yang tidak boleh menerima vaksin Covid-19 sehingga Sahabat bisa mengetahui apakah masuk atau tidak dalam penerima vaksin. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa ya, Sahabat, untuk tetap menerapkan perilaku 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat melakukan deteksi dini Covid-19 berupa PCR swab dan rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Azizah K. Catat! Ini Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Divaksin COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5303625/catat-ini-daftar-orang-orang-yang-tidak-boleh-divaksin-covid-19
    2. Dwianto A. Kenapa Pengidap Autoimun Tak Boleh Sembarangan Divaksin? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4814157/kenapa-pengidap-autoimun-tak-boleh-sembarangan-divaksin
    3. Mediatama G. Wanita hamil jangan disuntik vaksin Covid-19, ini penjelasannya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/wanita-hamil-jangan-disuntik-vaksin-covid-19-ini-penjelasannya?page=all
    4. Indonesia C. Ahli: Penyintas Covid-19 Masih Perlu Divaksin [Internet]. teknologi. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201215183854-199-582553/ahli-penyintas-covid-19-masih-perlu-divaksin
    5. CDC Buat Pedoman Bagi Penderita Alergi Vaksin Covid-19 [Internet]. Rmol.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://dunia.rmol.id/read/2020/12/20/466701/cdc-buat-pedoman-bagi-penderita-alergi-vaksin-covid-19
    Read More
  • Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini […]

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin Pentingnya

    Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini berlaku mulai dari 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Seperti diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito bahwa ketentuan dalam surat edaran tersebut adalah bagian dari upaya menanggulangi Covid-19. SE dikeluarkan karena melihat pengalaman liburan-liburan sebelumnya yang selalu diikuti oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19.

    protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Terdapat beberapa poin penting yang perlu diketahui dalam surat edaran yang memuat protokol kesehatan untuk liburan akhir tahun 2020 ini. Apa saja itu? Yuk, Sahabat, mari kita simak bersama-sama!

    Pengetatan Perilaku 3M

    Perilaku 3M sudah menjadi hal yang wajib di saat pandemi Covid-19 ini mulai dari mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak. Namun selama perjalanan sahabat diwajibkan mengetatkan salah satu perilaku 3M tersebut, yaitu memakai masker. Penggunaannya wajib dilakukan dengan benar dan menutupi hidung sedangkan jenis yang dipakai adalah masker kain 3 lapis atau masker medis. Tak hanya pengetatan pada masker, protokol lainnya juga melarang penumpang selama perjalanan melepas masker untuk makan dan minum bagi perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan tertentu, yang jika tidak diperbolehkan dapat mengancam keselamatan jiwanya.

    Wajib PCR Swab dan Rapid Antigen

    Selain pengetatan perilaku 3M, hal yang perlu Sahabat perhatikan adalah kewajiban PCR swab dan rapid antigen saat melakukan perjalanan. PCR swab diwajibkan bagi Sahabat yang ingin ke Pulau Bali melalui transportasi udara paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk yang ingin ke Bali melalui jalur laut dan darat atau ke wilayah-wilayah bukan Bali, terutama di Pulau Jawa  wajib melakukan rapid swab antigen paling lama 3×24 jam. Selain wajib PCR swab maupun rapid antigen, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Namun pengisian ini tidak wajib bagi yang menggunakan kereta api. Rapid test antibodi masih diperbolehkan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Anak-anak di Bawah Usia 12 Tahun Tidak Wajib Tes Covid-19

    Sempat muncul pertanyaan ketika pemberlakuan wajib PCR swab dan rapid swab antigen ini juga berlaku untuk anak-anak? Namun hal tersebut kenyataannya tidak melalui poin dalam surat edaran ini. Hal ini tentu saja melegakan bagi Sahabat yang berniat membawa anak dalam perjalanan. Namun, tetap hal tersebut harus diikuti dengan protokol-protokol kesehatan yang berlaku supaya anak-anak tidak mudah terjangkit Covid-19.

    Baca Juga: Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Untuk Mobilitas dalam Wilayah Jabodetabek Tidak Perlu Rapid Swab Antigen

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 juga menyatakan bahwa bagi Sahabat yang masih berlalu-lalang di dalam wilayah Jabodetabek tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Hal itu juga berlaku untuk transportasi laut di Pulau Jawa yang bersifat rutin, yaitu melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan antardomestik dalam satu wilayah aglomerasi.

    Hasil Negatif atau Non-Reaktif dengan Gejala Harus PCR Swab

    Apabila Sahabat dinyatakan negatif atau non-reaktif dari hasil rapid antibodi dan antigen namun menunjukkan gejala, Sahabat tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dan wajib melakukan PCR swab dan isolasi mandiri selama waktu tunggu pemeriksaan.

    Bagi WNI yang Baru Tiba dari Luar Negeri Harus Negatif PCR Swab

    Apabila Sahabat datang dari luar negeri ke Indonesia di saat libur Natal dan Tahun Baru, Sahabat harus negatif PCR swab yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku sejak tiba 3×24 jam, dan ada dalam e-HAC Indonesia. Setelah tiba, Sahabat akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dengan diukur suhu tubuh, validasi surat keterangan, dan pemeriksaan ulang PCR swab yang tidak hanya bagi WNI tetapi juga WNA. Setelah pemeriksaan Sahabat wajib dikarantina untuk menunggu hasil. Karantina ini berupa fasilitas milik pemerintah. Untuk WNA karantina berupa hotel atau penginapan yang disediakan pemerintah dengan sertifkasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dan harus membayar secara pribadi.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Seperti itulah protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 supaya perjalanan aman, sehat, dan nyaman dari Covid-19 sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa dikendalikan. Supaya Sahabat terhindar dari Covid-19 dan mengetahui positif atau negatif sebelum melakukan perjalanan, yuk jangan lupa melakukan PCR swab dan rapid swab antigen di Prosehat. Selain itu, Sahabat akan mendapatkan surat keterangan bebas dari Covid-19 sebagai bukti untuk divalidasi saat di bandara, terminal, dan pelabuhan. Caranya mudah: Sahabat tinggal akses Prosehat melalui aplikasi atau website lalu pilih kategori Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test-Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. umar E. Protokol Kesehatan Libur Natal dan Tahun Baru, Begini Isi Surat Edaran Satgas Covid-19 [Internet]. Fajar.CO.ID. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://fajar.co.id/2020/12/20/protokol-kesehatan-libur-natal-dan-tahun-baru-begini-isi-surat-edaran-satgas-covid-19/
    2. Harsono F. Surat Edaran Satgas COVID-19 Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk Tanggulangi Penularan Virus Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4438339/surat-edaran-satgas-covid-19-perjalanan-libur-natal-dan-tahun-baru-untuk-tanggulangi-penularan-virus-corona
    3. COVID-19 S. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 – Regulasi | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://covid19.go.id/p/regulasi/surat-edaran-nomor-3-tahun-2020
    Read More
  • Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping […]

    Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping vaksin ini memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi biasanya tidak berlangsung lama.

    efek samping vaksin covid-19, efek samping vaksin virus covid-19, efek samping vaksin virus Corona

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Mengenal Efek Samping Vaksin Virus

    Efek samping vaksin Covid-19 yang dapat dilihat dari pengunaan beberapa vaksin yang sudah memasuki uji klinis tahap ketiga (Pfizer, Moderna, Sinovac, dan Sputnik dari Rusia) di antaranya adalah kebas dan bengkak di lokasi suntikan, demam, panas, dingin, dan sakit kepala.1 Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terdapat laporan bahwa vaksin ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi berat, sehingga orang dengan riwayat alergi berat tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi.2

    Meskipun efek vaksinasi Covid-19 sendiri disebut-sebut menyerupai gejala Covid-19 (seperti, demam, sakit kepala). Namun, perlu ditekankan bahwa hal ini bukan berarti orang yang diberikan vaksinasi akan terkena Covid-19. Saat seseorang diberikan vaksin, akan muncul rangsangan untuk membangun kekebalan tubuh untuk melawan virus. Lagi pula, mRNA dari vaksin tidak secara permanen memengaruhi sel. Sebaliknya, mRNA itu hanyalah cetak biru dari lonjakan protein yang terletak di permukaan virus dan bersifat sangat rapuh, sehingga vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat dingin sebelum digunakan. Setelah Sahabat divaksinasi tubuh akan menghilangkan cetak biru tersebut, namun antibodi yang dikembangkan sebagai respons akan tetap ada.1

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Lalu bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Virus Covid-19?

    Meskipun bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya, Sahabat bisa mengatasi efek samping vaksin ini dengan mengikuti beberapa anjuran dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat. Langkah-langkah yang direkomendasikan CDC adalah sebagai berikut:3

    Berkonsultasi dengan Dokter

    CDC menyarankan agar Sobat berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang dirasakan setelah vaksinasi. Dokter mungkin akan menyarankan Sahabat menggunakan obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk mengatasi rasa sakit atau ketidaknyamanan.3

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg (biru)

    Menempatkan Kain Lap Basah yang Dingin

    Anjuran kedua adalah menempatkan kain lap basah yang dingin di atas lengan atau di bagian tubuh yang disuntik. Hal ini dilakukan untuk meredam rasa tidak nyaman setelah disuntik. Jangan lupa juga untuk melatih tangan supaya tidak kaku dan tegang karena vaksinasi.3

    Tetap Terhidrasi dan Gunakan Pakaian Tipis

    Sahabat disarankan untuk memperbanyak cairan dalam tubuh dengan minum air putih teratur setiap hari. Kondisi dehidrasi akan memperparah efek samping berupa pusing, sakit kepala, dan lemas. Pakaian tipis dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam.3

    Itulah beberapa hal mengenai efek samping vaksin virus Covid-19 dan cara mengatasinya. Sekali lagi, efek samping adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Lebih baik mengalami efek samping yang sifatnya sementara daripada terkena Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Vaksinasi itu penting dan vaksin itu baik. Kenyatannya, vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar, termasuk keluarga dan teman terdekat.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Meskipun sudah divaksin, Sahabat jangan lupa untuk tetap menerapkan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk meningkatkan efektivitas vaksin dan memberantas Covid-19. Dengan demikian, vaksinasi menjadi tidak sia-sia. Jangan lupa untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sembari menunggu vaksin Covid-19 beredar secara resmi, yuk jangan lupa untuk deteksi dini dengan PCR swab, rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Caranya adalah akses melalui website atau aplikasi dan pilih Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Yang harus Anda tahu soal efek samping vaksin COVID-19 [Internet]. Antara News. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1899648/yang-harus-anda-tahu-soal-efek-samping-vaksin-covid-19
    2. Azizah K. CDC Beberkan Efek Samping Pasca Vaksinasi COVID-19 dan Cara Menanganinya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5296845/cdc-beberkan-efek-samping-pasca-vaksinasi-covid-19-dan-cara-menanganinya
    3. Oktarianisa S. Maaf Bukan Menakuti, Vaksin Disebut Bisa Sebabkan Sakit Ini [Internet]. tech. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201216062701-37-209377/maaf-bukan-menakuti-vaksin-disebut-bisa-sebabkan-sakit-ini
    4. CDC Buat Panduan Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19 [Internet]. suara.com. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/12/16/140349/cdc-buat-panduan-cara-mengatasi-efek-samping-vaksin-covid-19?page=all
    Read More
  • Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, […]

    Ingin Liburan ke Bali dengan Sehat dan Aman? Yuk, PCR Swab dan Rapid Swab Antigen Dulu di Prosehat!

    Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dengan Menko Marves Luhut Panjaitan sehari sebelumnya.1

    liburan ke Bali dengan sehat dan aman

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Tindakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali ini bertujuan mencegah penularan Covid-19 agar tidak meluas di provinsi andalan wisata Indonesia tersebut. Dalam surat keputusan tersebut, Pemprov Bali juga melarang secara luas perayaan Tahun Baru 2021 serta mengetatkan protokol-protokol kesehatan di kafe, hotel, ruang publik, dan tempat makan. Apabila melanggar, akan segera ditindak oleh aparat dari TNI-Polri serta Satpol PP. Dampak dari pemberlakuan harus menunjukkan hasil PCR Swab dan rapid antigen yang negatif membuat beberapa antrean yang cukup membludak. Hal itulah yang terlihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada 17 Desember 2020. Antrean itu adalah karena petugas bandara harus memvalidasi surat keterangan bebas dari Corona yang dibawa penumpang sebagai syarat untuk terbang.2

    Produk Terkait: Rapid-PCR Swab

    Selain antrean panjang yang membuat pelayanan dan mobilitas penumpang menjadi terhambat, serta menyebabkan kerumunan, dampak lain yang dirasakan adalah adanya banyak pembatalan secara sepihak yang dilakukan oleh para calon wisatawan. Hal inilah yang dikeluhkan oleh para pengusaha wisata di Bali melalui Sekretaris Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) wilayah Bali, Putu Asita. Ia menilai kebijakan pemerintah ini sangat mendadak sekali dan membuat calon wisatawan mengurungkan niat ke Bali untuk liburan akhir tahun 2020 bersama keluarga.3

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Biaya rapid antigen disebutnya menjadi penghalang karena dibanderol pada kisaran mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per orang. Kebanyakan yang membatalkan adalah wisatawan dari Pulau Jawa.3 Dampak pembatalan tidak hanya dirasakan oleh pihak pengusaha Bali melalui Asita, tetapi juga melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani. Dilansir dari CNN Indonesia, Haryadi mengungkapkan pembatalan melalui pengembalian tiket atau refund mencapai Rp 317 miliar, berasal dari refund 133 ribu tiket pesawat. Pembatalan ini sendiri, menurutnya, sangat berdampak pada perekonomian Bali yang mencapai Rp 967 miliar.1

    Sahabat Sehat sebetulnya tidak perlu membatalkan liburan ke Bali hanya karena aturan PCR swab dan rapid antigen. Agar Sahabat tidak terbebani dengan aturan pemerintah mengenai perlunya PCR swab dan rapid antigen yang dinilai memberatkan dari harga, Sahabat sebenarnya bisa melakukannya di Prosehat. Mengapa Prosehat?

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Tempat Rapid Test di Jakarta

    Karena Prosehat menyediakan layanan PCR swab dan rapid antigen yang berkualitas dengan harga yang terjangkau sehingga tidak menguras kantong sama sekali. Selain itu, Sahabat mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 yang juga diperlukan sebagai tanda bahwa Sahabat tidak terinfeksi Covid-19, dan juga sebagai pegangan ketika sedang berada di Bali. Untuk mendapatkan layanan tes Covid-19 dari Prosehat caranya Sahabat bisa mengakses Prosehat melalui website atau aplikasi untuk memesan langsung atau konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Prosehat. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Refund Tiket Tembus Rp317 M usai Wajib Swab Antigen ke Bali [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216181823-92-583089/refund-tiket-tembus-rp317-m-usai-wajib-swab-antigen-ke-bali
    2. Antrean Cek Surat Swab Test di Bandara Soetta Membeludak, Hotman Paris Beraksi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/antrean-cek-surat-swab-test-di-bandara-soetta-membeludak-hotman-paris-beraksi-1unOgcWy3lI
    3. Indonesia C. Pengusaha soal Wajib Rapid Antigen: Banyak Pesanan Dibatalkan [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216113208-92-582812/pengusaha-soal-wajib-rapid-antigen-banyak-pesanan-dibatalkan
    Read More
  • Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti […]

    Fase Pandemic Fatigue, Kelelahan Penyebab Abai Perilaku 3M

    Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti perlindungan kesehatan saat pandemi. Hal ini muncul secara bertahap dari waktu ke waktu, dan mempengaruhi  emosi, pengalaman, dan persepsi seseorang.

    fase pandemic fatigue

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol-protokol kesehatan yang sudah dianjurkan sehingga tingkat kepatuhan menjadi rendah. Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus menurun pada November 2020. Adapun protokol-protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau yang disebut juga dengan 3M. Angka kepatuhan masyarakat menggunakan masker sebesar 59,32% dan menjaga jarak 43,46%. Padahal yang dibutuhkan untuk menurunkan angka kasus Covid-19 angka kepatuhannya sebesar 75% dari populasi penduduk.

    Ciri-ciri Terkena Pandemic Fatigue

    Adapun orang yang terkena situasi ini biasanya mengalami  kelelahan secara fisik dan mental dengan gejala yang berbeda pada tiap orang. Beberapa gejala yang sering kali muncul adalah perasaan gelisah, sedih, mudah tersinggung, mood berubah secara cepat, kurang motivasi, dan sulit berkonsentrasi. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengabaikan protokol kesehatan, dan Sahabat malah akhirnya juga mengikutinya.

    Sementara dari segi fisik, Sahabat biasanya akan merasakan tubuh yang sangat lelah meskipun kegiatan sangat sedikit. Selain itu, Sahabat selalu merasa lesu dan tidak bersemangat melakukan apa pun, dan hanya ingin rebahan saja. Fase pandemic fatigue ini juga membuat Sahabat mengalami perubahan dalam konsumsi makanan atau pola tidur yang biasanya menjadi lebih sedikit atau justru menjadi lebih banyak dari biasanya.

    Tips-tips Mengatasinya

    Terdapat beberapa tips yang bisa Sahabat lakukan untuk mengatasi pandemic fatigue yang akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

    Membuat Komitmen

    Pandemi Covid-19 memang membuat segalanya berubah sehingga protokol kesehatan seperti memakai masker dijadikan sebagai gaya hidup. Hal tersebut tentu saja mengejutkan dan menjadi sesuatu yang tidak biasa. Supaya tidak terkejut dengan perilaku baru yang ada, cara terbaiknya adalah Sahabat dapat membuat komitmen terhadap diri sendiri seperti saat sebelum pandemi tiba. Apabila di masa sebelum pandemi Sahabat sering mematuhi peraturan-peraturan yang ada seperti dalam berlalu lintas, disiplin memakai peralatan berupa helm saat berkendara motor atau sepeda, tentunya hal tersebut bisa Sahabat terapkan saat menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Hal ini pun akan bisa menjaga diri Sahabat dan orang lain tetap aman dan nyaman.

    Cepat Tanggap Terhadap Perubahan

    Perubahan gaya hidup pada akhirnya memang mengubah cara pandang orang terhadap virus Covid-19. Orang yang terkonfirmasi positif terkadang tidak bergejala sama sekali. Hal ini sering menyebabkan orang bingung dan tidak percaya bila mereka terkonfirmasi positif COVID. Sahabat kemudian akan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan. Sahabat harus menerimanya, dan terus mengikuti perkembangan dari sumber informasi yang terpercaya agar kesehatan, baik fisik maupun mental tetap terjaga.

    Mulailah Kebiasaan dari Pencegahan

    Pencegahan merupakan hal yang tepat dilakukan saat pandemik Covid-19, dan hal ini bisa menjadi sebuah kebiasaan. Saat melakukannya jangan biarkan diri Sahabat berpikir sedang mengerjakan tugas yang harus harus dilakukan tetapi kerjakanlah seperti rutinitas. Jika dilakukan dengan komitmen, Sahabat akan menemukan momentum saat mengenakan masker atau mencuci tangan menjadi sebuah kebiasaan baru yang baik tanpa perlu dipikirkan terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Siapkan Persediaan

    Masker, hand sanitizer, atau barang-barang lainnya yang dapat menunjang merupakan barang-barang yang penting saat pandemi dan tidak boleh dilupakan sama sekali. Sehingga, Sahabat sebaiknya mempersiapkan barang-barang tersebut dengan baik seperti menyiapkan cadangannya. Hal ini juga untuk mengurangi hambatan dalam memakai masker atau hand sanitizer. Selain itu, simpanlah pada tempat-tempat yang biasa dan mudah dijangkau.

    Mengambil Pelajaran dari Orang Lain

    Covid-19 penyebarannya cukup massif di seluruh dunia hingga menyebabkan ratusan ribu orang menderita, tetapi Sebagian orang masih menganggap virus ini tidak ada atau perkara yang dibuat-buat. Kenyataannya, virus ini nyata dan dapat menyerang siapa saja. Beberapa penyintas sering membagikan ceritanya saat berjuang melawan virus ini. Sahabat dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut dan menjadi lebih waspada.

    Beradaptasilah

    Pandemi Covid-19 mungkin tidak akan hilang dalam waktu dekat biarpun telah ditemukan vaksin sebagai pencegahannya. Nah,  cara terbaik untuk mengatasi pandemi ini adalah mencoba untuk beradaptasi bdan melakukan kegiatan dengan cara-cara baru yang lebih aman sesuai dengan prosedur kesehatan yang dianjurkan. Menerima kenyataan baru dan tetap berkomitmen pada kebiasaan yang baik dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

    Baca Juga: 5 Persiapan untuk Kondisi New Normal

    Itulah mengenai fase pandemic fatigue yang mulai menghinggapi sebagian besar orang di dunia termasuk di Indonesia karena pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai sehingga semua pada lelah dan mulai abai terhadap protokol-protokol kesehatan. Sahabat memang harus bersabar dan tetap yakin bahwa kondisi yang dihadapi akan segera berlalu. Untuk itu, tetap jalankan perilaku 3M dan berpikir positif. Apabila Sahabat memerlukan informasi lanjutan soal pandemic fatigue dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengenal Apa Itu Pandemic Fatigue, Alasan Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/070500665/mengenal-apa-itu-pandemic-fatigue-alasan-masyarakat-abaikan-protokol?page=all
    2. Shidqiyyah S. Ciri-Ciri Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya, Agar Tak Terlena Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4411097/ciri-ciri-pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-agar-tak-terlena-virus-corona-covid-19
    3. Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya [Internet]. kumparan. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/lifeatkumparan/pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-1ufFbtDobao/full
    Read More
  • Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3 Baca Juga: Vitamin C, […]

    Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3

    gangguan delirium

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Delirium, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah gangguan mental yang ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik.4 Definisi ini sejalan dengan definisi yang diberikan oleh dr. Gina Anindyajati SpKJ dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, seperti dilansir Kompas.com. Disebutnya bahwa orang yang mengalami delirium biasanya menunjukkan gangguan tingkat kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang terjadi secara fluktuatif.3 Berdasarkan sebuah studi umumnya, delirium kerap dialami oleh pasien Covid-19 yang berusia lanjut.5

    Seperti Apa Gejala dan Pemicunya?

    Delirium biasanya mempunyai gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari, sering berfluktuasi sepanjang hari, dan memburuk pada malam hari. Meski begitu, ada periode dimana delirium tidak menunjukka gejala apa pun. Sejumlah penelitian juga telah mempelajari manifestasi Covid-19 pada sistem saraf. Delirium dan keadaan kebingungan adalah gejala yang cukup umum dialami oleh pasien Covid-19 yang dapat terjadi sejak hari pertama. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh JAMA Network seperti dilansir dari Detik.com, terdapat 817 pasien lansia positif Covid-19. Sebanyak 28% mengalami delirium saat presentasi, yang merupakan gejala keenam yang paling umum dari semua gejala dan tanda yang muncul. Di antara pasien yang mengigau, sebanyak 16% menunjukkan delirium sebagai gejala utama dan 37% tidak memiliki gejala Covid-19 yang khas seperti batuk atau demam.6

    Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa delirium harus dimasukkan pada daftar periksa pasien yang menunjukkan tanda dan gejala Covid-19. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu delirium, yaitu:6

    • Hipoksia, ketika jaringan otak kekurangan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema otak serta menyebabkan kerusakan eksternal dan internal di otak
    • Peradangan, ketika sistem kekebalan menjadi terlalu aktif sehingga menyerang organ-organ juga serta mengubah atau merusak fungsi otak
    • Toksisitas neuronal, ketika virus SARS-CoV-2 secara langsung menganggu fungsi saraf pada tingkat sel bahkan sebelum mencapai paru (komplikasi ini jarang terjadi)
    • Hiperkoagulasi, pengentalan darah yang hebat sehingga menganggu aliran darah ke otak

    Bagaimana Cara Mengobatinya?

    Pengobatan untuk orang-orang yang terkena delirium harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan infeksi, pengobatan ditujukan untuk menghilangkan sumber infeksinya. Namun, jika disebabkan pengentalan darah yang berlebihan, perlu diberikan terapi agar kekentalan darahnya berkurang. Selain itu, terapi juga diperlukan untuk pasien yang mengalami delirium bergejala reorientasi. Orang-orang yang mengalami hal ini juga perlu dirawat pada ruangan yang cukup nyaman, cukup pencahayaan dan tenang, serta suhu ruangan yang hangat.3

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Apakah Delirium Merupakan Gejala Baru?

    Delirium disebut merupakan gejala baru, namun, menurut Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, delirium bukanlah gejala baru. Dilansir dari Kompas TV, Ketua Satgas Covid-19 dari IDI, Zuhairi Djoerban, menyatakan bahwa gejala ini sebenarnya sudah pernah dipublikasikan sebelumnya di beberapa media di Amerika Serikat dan Inggris.5

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbebani Kapan Covid-19 Berakhir

    Demikianlah mengenai delirium yang belakangan ini menyita perhatian semua orang karena berkaitan dengan Covid-19. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi mengenai delirium dan gejala-gejala Covid-19 lainnya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk deteksi dini seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mediatama G. Mengenal happy hypoxia dan bahayanya jika menyerang pasien Covid-19 [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/mengenal-happy-hypoxia-dan-bahayanya-jika-menyerang-pasien-covid-19?page=all
    2. Anindita K. Deretan Gejala COVID-19 yang Tak Terbayangkan, Anosmia hingga Delirium [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5293529/deretan-gejala-covid-19-yang-tak-terbayangkan-anosmia-hingga-delirium
    3. Media K. Kenali Tanda-tanda Mengalami Delirium, Gejala Baru Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/12/091000465/kenali-tanda-tanda-mengalami-delirium-gejala-baru-covid-19?page=all
    4. Setiawan E. Arti kata delirium – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online [Internet]. Kbbi.web.id. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kbbi.web.id/delirium
    5. IDI: Delirium Bukan Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/129881/idi-delirium-bukan-gejala-baru-covid-19
    6. Nabila F. Kenali Pemicu Delirium, Gejala Baru yang Diidap Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5292222/kenali-pemicu-delirium-gejala-baru-yang-diidap-pasien-covid-19
    Read More
  • Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR […]

    Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR ini cukup mahal, sehingga membuat orang-orang harus berpikir terlebih lebih dahulu sebelum mengeluarkan uang. Akibatnya, banyak orang lebih memilih metode rapid test yang lebih murah dan cepat, meskipun hasil yang didapat belum tentu akurat.1

    tes air liur covid-19, tes air ludah covid-19, saliva based testing

    Baca Juga: Rapid Swab Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Tes menggunakan air liur atau saliva-based testing ini disebut tidak kalah akurat dibandingkan PCR swab. Seperti kita ketahui, prosedur tes swab belakang hidung atau tenggorokan sering menyebabkan ketidaknyamanan. Pemeriksaan swab seringkali membuat orang yang diperiksa merasakan geli, mengeluarkan air mata, batuk-batuk, bahkan muntah. Berbeda dari metode swab, tes air air liur dapat dilakukan secara mandiri, sehingga tidak perlu ke tempat pemeriksaan. Cara ini diharapkan dapat mengurangi beban tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan Covid-19 dan meminimalkan paparan virus dari pasien yang terinfeksi.1

    Yale University menguji akurasi tes air liur dibandingkan tes swab. Tim peneliti mengidentifikasi 70 pasien rumah sakit yang telah terkonfirmasi Covid-19 melalui swab. Setiap kali pasien melalukan tes swab, peneliti juga meminta pasien untuk menjalani tes air liur. Hasilnya, tes air liur bekerja lebih baik dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2. Dalam lima hari pertama setelah diagnosis, sebanyak 81% tes air liur kembali positif apabila dibandingkan dengan tes swab sebesar 71%. Kesenjangan serupa tetap ada hingga 10 hari setelah diagnosis. Selain itu, para peneliti mendeteksi lebih banyak salinan materi genetik virus dalam air liur pasien dibandingkan dengan sampel yang diambil dari bagian belakang rongga hidung.2

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Hokkaido University di Jepang juga melakukan penelitian serupa. Tim peneliti dari universitas tersebut menguji 1.924 orang yang tidak menunjukkan gejala Covid-19 dengan menggunakan sampel air liur dan tes swab di Bandara Haneda, Tokyo, dan Bandara Internasional Kansai di Osaka. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa air liur memiliki keakuratan sekitar 90% dalam mengidentifikasi kasus positif, dengan hampir tidak ada positif palsu. Para peneliti dalam pengujian tersebut juga memaparkan mengenai kemudahan tes, yakni dengan hanya meludah di sebuah cangkir kecil.3

    Sejauh ini, tes air liur Covid-19 sudah digunakan oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Amerika Serikat sudah mendapatkan rekomendasi dari FDA untuk memulai tes ini dengan status open source, yang artinya tes dilakukan melalui laboratorium rekomendasi dari Yale University sebagai penguji. Tes air liur juga sudah diuji coba pada pemain basket profesional NBA.4 Inggris juga sudah mulai menguji tes ini pada para mahasiswa dan pelajar di negara tersebut,5 sedangkan Singapura sudah mendapat persetujuan langsung dari Advance MedTech untuk menggunakan tes ini secara massal.6

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Harga Diklaim Lebih Murah

    Dari sisi biaya, seperti yang dilansir dari Kompas.com, harga tes liur ini dimulai dari US$ 10 per sampel atau Rp 140.547,96 jika dirupiahkan dengan mengacu pada konversi mata uang dolar ke rupiah pada saat ini. Dengan harga yang terjangkau tersebut, tes ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin melakukan tes secara akurat, namun dengan harga yang cukup murah, serta hasil yang didapat kurang dari tiga jam.2

    Penggunaan tes air liur sendiri dalam mendeteksi penyakit sebenarnya bukanlah hal yang baru karena sebelum ada Covid-19 air liur sudah digunakan untuk mendeteksi kanker mulut, mendeteksi DNA seseorang, dapat digunakan untuk menelusuri kondisi kesehatan seseorang.7-9

    Baca Juga: Perlunya Nilai Cycle Treshold dalam Tes Corona

    Demikianlah mengenai tes air liur Covid-19 yang dapat menjadi alternatif di masa-masa semakin meningkatnya kasus Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tes Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ada Kemungkinan Tes COVID-19 Bisa Dilakukan dari Sampel Air Liur [Internet]. detikinet. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://inet.detik.com/science/d-5156094/ada-kemungkinan-tes-covid-19-bisa-dilakukan-dari-sampel-air-liur
    2. Deteksi Covid-19 dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Peneliti [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/17/100000323/deteksi-covid-19-dari-air-liur-diklaim-lebih-cepat-dan-murah-ini-kata?page=all
    3. Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi dengan Adanya Tes Air Liur [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/01/121933/peneliti-jepang-tes-swab-tidak-diperlukan-lagi-dengan-adanya-tes-air-liur
    4. FDA Izinkan Tes Covid-19 dengan Air Liur |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qf9mpb463/fda-izinkan-tes-covid19-dengan-air-liur
    5. Inggris Membuat Tes Air Liur untuk Deteksi Virus Corona Hanya 15 Menit! [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/24/083144/inggris-membuat-tes-air-liur-untuk-deteksi-virus-corona-hanya-15-menit
    6. Lebih Nyaman dan Mudah, Singapura Mulai Uji Covid-19 Lewat Air Liur [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/internasional/12/12/2020/lebih-nyaman-dan-mudah-singapura-mulai-uji-covid-19-lewat-air-liur/
    7. Tes Air Liur untuk Deteksi Kanker Mulut [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1895619/tes-air-liur-untuk-deteksi-kanker-mulut
    8. Berapa harga tes DNA di Indonesia? [Internet]. Antara News. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1327530/berapa-harga-tes-dna-di-indonesia
    9. Ketahui kondisi kesehatanmu lewat pemeriksaan air liur selama 1 menit [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/ketahui-kondisi-kesehatanmu-lewat-pemeriksaan-air-liur-selama-1-menit.html
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja