Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ checklist”

  • Ibu masih menyusui ASI dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Anda yang masih menyusui ASI dengan bayinya ketika naik pesawat sebagai petunjuk bagi Anda sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 […]

    8 Checklist Ibu Menyusui dengan Bayinya Saat Naik Pesawat

    Ibu masih menyusui ASI dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Anda yang masih menyusui ASI dengan bayinya ketika naik pesawat sebagai petunjuk bagi Anda sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 checklist wajib yang harus diperhatikan:

    1.Double-check jadwal penerbangan: pastikan Anda yakin jadwal keberangkatan dan waktu kedatangan tidak berubah. Jika ada perubahan jadwal, bayi Anda akan terlunta-lunta di bandara. Walaupun akhirnya harus menunggu pesawat yang delay, jangan lupa menggunakan pakaian santai yang memungkinkan Ibu menyusui bayi dengan mudah di nursing room.

    2. Pastikan beberapa hal ini saat booking tiket: Pastikan waktu terbang, kursi tambahan, seat, dan pesan tempat duduk di depan (bulkhead seat) sudah Anda perhitungkan sebelumnya. Bulkhead seat memiliki ruang lebih untuk kaki Anda dan letaknya lebih jauh dari mesin pesawat yang bising. Bayi Anda dapat tidur dengan nyaman selama dalam perjalanan. Anda juga dapat menyusui dengan lebih mudah dan aman tanpa harus malu.

    3. Pastikan maskapai penerbangan membolehkan bayi terbang: ketentuan setiap maskapai berbeda-beda. Jadi pastikan maskapai penerbangan Anda membolehkan si kecil terbang. Beberapa maskapai mengizinkan bayi minimum usia 2 hari, dan ada pula yang minimum usia 14 hari aman untuk melakukan perjalanan di udara. Maskapai penerbangan juga akan meminta Surat Keterangan Medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi Anda cukup sehat untuk terbang. Sementara usia terbaik bayi untuk naik pesawat adalah minimal 3 bulan karena daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat dalam menghadapi perubahan suhu udara.

    4. Perhatikan kondisi kesehatan bayi: Sebaiknya 2 minggu sebelum perjalanan, perhatikan kondisi buah hati Anda. Apabila dalam rentang waktu 2 minggu ia mengidap flu atau batuk, konsultasikan ke dokter Anda mengenai hal tersebut. Jangan lalai dalam point ini karena jika bayi Anda flu berat, gendang telinganya bisa pecah ketika di udara akibat perbedaan tekanan udara yang ia alami!

    Baca juga: 7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    5. Cek kelengkapan dokumen bayi: Banyak maskapai menerapkan peraturan bahwa bayi harus duduk di pangkuan penumpang dewasa. Setiap 1 penumpang dewasa hanya dibolehkan membawa 1 bayi. Walaupun tidak memiliki tempat duduk sendiri, bayi tetap membutuhkan tiket, bukti usia seperti akte lahir, dan tentunya paspor ketika terbang ke luar negeri. Pastikan dokumen miliknya sudah lengkap.

    6. Jangan lupa perlengkapan dan kebutuhan bayi: double checklist perlengkapan dan kebutuhan si buah hati ini yang harus berada di dalam kabin bersama Anda. Pastikan tas yang membawa kebutuhan ini tidak terlalu besar.

    • Susu formula hangat 2-3 botol untuk dikonsumsi selama terbang
    • Makanan bayi (biskuit atau cereal)
    • Gelas dengan sippy cup untuk membantu bayi Anda makan
    • Stok popok
    • Pakaian ganti untuk Anda dan bayi Anda
    • Tisu basah
    • Selimut hangat
    • Pakaian hangat
    • P3k anak atau first-aid kit
    • Mainan kesukaannya
    • Bib
    • Toiletries

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    7. Perhatikan waktu tidur Ibu dan bayi: pertimbangkan estimasi perjalanan Anda yang akan menghabiskan jam tidur siangnya selama di dalam pesawat. Dengan begitu bayi Anda tidak akan gelisah dan rewel. Ibu juga perlu beristirahat. Jadi pastikan Anda tidak terbang hanya berdua dengan bayi Anda. Setidaknya suami Anda harus menemani untuk gantian menggendong bayi Anda.

    8. Berikan ASI dan sumbat telinganya pada saat take off dan landing: Beberapa menit sebelum takeoff dan landing, pastikan si kecil diberikan ASI agar perhatiannya teralihkan, jika Anda tidak dapat membuatnya terlelap secara alami. Sumbat telinganya dengan kapas untuk mengurangi tekanan udara pada saat di ketinggian.

    Dengan 8 checklist untuk Ibu yang masih menyusui di atas semoga liburan bersama bayi dengan pesawat terbang lebih terjamin dalam hal kenyamanan dan keselamatan bayi Anda.

    Have a nice vacation!

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
  • Menjelang liburan, pasti banyak sekali checklist destinasi wisata yang ada dalam bucket list Anda dan keluarga. Mulai dari pegunungan, pantai, Disneyland atau tempat menarik lainnya, pastikan setiap destinasi meninggalkan kenangan yang indah bagi anak Anda. Dan jangan sampai kegiatan liburan terganggu dengan kondisi kesehatan anak yang menurun. Hati-hati pula dengan kemungkinan yang dapat terjadi kepada […]

    Hati-hati Diare Menyerang Anak Saat Liburan

    Menjelang liburan, pasti banyak sekali checklist destinasi wisata yang ada dalam bucket list Anda dan keluarga. Mulai dari pegunungan, pantai, Disneyland atau tempat menarik lainnya, pastikan setiap destinasi meninggalkan kenangan yang indah bagi anak Anda. Dan jangan sampai kegiatan liburan terganggu dengan kondisi kesehatan anak yang menurun. Hati-hati pula dengan kemungkinan yang dapat terjadi kepada Anda dan keluarga ketika sedang liburan terutama diare yang bisa menyerang Anda sekeluarga.

    Cegah dan atasi diare di saat liburan dengan beberapa tips ini:

    Traveler’s Diarrhea
    Istilah ini sering digunakan sebagai istilah umum untuk setiap penyakit mulai dari sakit perut sampai mencret selama atau setelah perjalanan. Tingkat serangan diare tipe ini berkisar dari 30% sampai 70% dari wisatawan, tergantung pada tujuan dan musim perjalanan. Secara tradisional, banyak yang berpikir bahwa diare jenis ini dapat dicegah dengan mengikuti rekomendasi sederhana seperti “kupas, rebus, masak” namun penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengikuti aturan-aturan ini masih terserang diare. Diare jenis ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi banyak kasus menyerang anak-anak usia balita. (Sumber: cdc.gov)

    prosehat diare

    Penyebab Traveler’s Diarrhea
    Diare sebenarnya adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan sebagian besar kasus diare terjadi selama beberapa hari atau seminggu. Diare sering terjadi disertai demam, mual, muntah, kram, dan dehidrasi. Beberapa alasan paling umum anak-anak terkena diare saat liburan adalah infeksi virus:
    Infeksi dari virus seperti rotavirus, bakteri Salmonella dan, walau jarang ditemukan kasusnya, parasit seperti giardia. Virus adalah penyebab paling umum dari terjadinya diare anak. Gejalanya berupa mencret atau tinja berair, gejala infeksi viral gastroenteritis termasuk muntah, sakit perut, sakit kepala, dan demam. Untuk penyebab diare lainnya adalah efek samping obat-obatan, keracunan makanan, alergi makanan, dan sebagainya.

    Cegah Traveler’s Diarrhea
    Ketika mencegah diare terjadi pada anak saat dalam perjalanan liburan atau road trip mereka, sebaiknya para orang tua melakukan hal ini:

    Baca juga: 7 Tips Road Trip 3 Hari di Jalan dengan Anak

    • Jaga asupan cairan anak: jika anak Anda masih menyusui ASI, berikan ASI untuk membunuh infeksi dari virus yang menyebabkan terjadinya diare. Perhatikan air mineral yang dikonsumsi anak. Sediakan stok air mineral bersih yang dibeli di supermarket.
    • Cuci botol susu dan alat makan dengan air bersih: saat berlibur, pastikan Anda memiliki akses air bersih ketika sedang berhenti untuk menginap di sebuah hotel. Jangan sampai tempat dan alat makannya dicuci dengan air seadanya dengan alasan sedang dalam perjalanan liburan. Air bersih penting agar si kecil terhindar dari serangan bakteri jahat. Air menjadi media penularan berbagai kuman seperti bakteri, virus dan jamur.
    • Hindari keracunan makanan: pastikan makanan yang mereka makan bersih dan telah melalui proses memasak yang benar dan benar-benar matang.
    • Hindari wc umum yang kotor: kebersihan sanitasi terkadang menjadi persoalan yang cukup memusingkan saat dalam perjalanan liburan dengan anak. Padahal kebersihan sanitasi sangat membantu mengurangi risiko diare pada anak. Jika tidak dapat menemukan wc atau toilet umum yang bersih, pastikan Anda menyediakan tisu basah anti bakteri dan hand sanitizer untuk mengurangi risiko terkena diare.
    • Budayakan cuci tangan sebelum makan: cuci tangan dengan air bersih dan hand sanitizer untuk mencegah kuman masuk ke dalam mulutnya. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan setelah menggunakan jamban.
    • Sediakan kotak p3k anak: sebagai pertolongan pertama dan bentuk pengobatan pertama, sediakan kotak p3k anak seperti ini untuk mencegah diare terjadi pada anak dan mengobati diare. Kotak p3k untuk anak ini dilengkapi dengan obat probiotik yang akan mengobati diare pada anak.

    klik di sini paket prosehat p3k anak

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Anak

    Perhatikan selalu kondisi kesehatan anak dan juga Anda, sebagai orang tua karena keberhasilan liburan akhir tahun ini ditentukan dengan seberapa sehat Anda sekeluarga. Jadi tetap pertahankan kebiasaan hidup sehat Anda untuk cegah terjadinya traveler’s diarrhea pada Anda sekeluarga.

    klik di sini prosehat ebook p3k anak

    Free Download E-book P3K Anak: Tips dan Checklist Jaga Anak Tetap Sehat Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja