Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ bayi”

Showing 21–29 of 29 results

  • Moms suka pusing kalau si kecil susah makan? Ya, anak balita dikenal suka pilih-pilih makanan. Tapi, penting untuk  diingat bahwa anak-anak tidak terlahir dengan keinginan untuk hanya menyukai pizza, ayam goreng, atau kentang goreng saja. Kondisi ini terjadi seiring waktu karena anak-anak terpapar lebih banyak pilihan makanan yang tidak sehat. Tapi, kita bisa kok ‘memprogram’ […]

    5 Trik Membuat Makanan Sehat untuk Balita

    Moms suka pusing kalau si kecil susah makan? Ya, anak balita dikenal suka pilih-pilih makanan. Tapi, penting untuk  diingat bahwa anak-anak tidak terlahir dengan keinginan untuk hanya menyukai pizza, ayam goreng, atau kentang goreng saja. Kondisi ini terjadi seiring waktu karena anak-anak terpapar lebih banyak pilihan makanan yang tidak sehat.

    Tapi, kita bisa kok ‘memprogram’ ulang hasrat makanan si kecil. Caranya, perkenalkan ia dengan pilihan makanan yang lebih sehat. Semakin cepat Moms memperkenalkan makanan sehat dan bergizi, semakin mudah mereka terbiasa dengan pola makan sehat. Dan, kebiasaan ini bisa bertahan seumur hidup loh!  Tapi, bagaimana caranya agar si kecil mau mengonsumsi makanan sehat? Tak perlu pusing, simak trik membuat makanan sehat untuk balita berikut ini:

    Sembunyikan Sayur dalam Makanan Favoritnya

    Banyak anak-anak tak menyukai sayur. Namun, jangan menyerah, Moms harus pintar-pintar berkreasi. Olahlah sayur ke dalam bentuk makanan yang disukai si kecil. Anak-anak suka dengan makanan berwarna cerah, berbentuk lucu dan rasa yang menarik.

    Misalnya, si kecil suka nasi goreng, Anda bisa membuat nasi goreng hijau untuknya. Tenang, warna hijau ini bukan dari pewarna makanan, kok, melainkan sayur bayam. Jadi, Moms buat dahulu saus bayam, berasal dari daun bayam yang dihaluskan bersama bumbu-bumbu masak lainnya. Nanti, dicampurkan ke dalam nasi putih dalam proses pengolahannya. Lengkapi dengan telur dadar/ayam goreng, irisan tomat atau mentimun dengan tampilan menarik. Nah, berikan nasi goreng hijau itu pada si kecil. Ia tidak akan sadar, deh, kalau sebenarnya ia makan sayur bayam.

    Bayam kaya akan nutrisi, tinggi serat dan kandungan air. Hal ini bermanfaat bagi kesehatan pencernaan anak. Bayam juga mudah dimasukkan ke dalam olahan makanan lain, seperti perkedel, omelet, dan sebagainya.

    Jangan lupa, buat tampilan makanan semenarik mungkin. Sajikan di atas piring berwarna cerah dengan tata letak yang rapi, lucu dan kreatif. Hal itu akan meningkatkan selera makan anak dan membuatnya tertarik untuk mencoba makanan yang Moms sajikan.

    Buat Camilan Tiruan 

    Si kecil suka makanan di restoran siap saji? Wah, kalau ia selalu minta junk-food alias makanan ‘sampah’, tentu tak baik bagi kesehatannya. Tapi, mungkin Moms bisa mengakalinya sedemikian rupa dengan membuat sendiri sandwich atau burger sehat di rumah. Keuntungannya, Moms bisa memilih bahan-bahan segar pilihan (bukan makanan beku seperti yang biasa ditemukan dalam restoran cepat saji).

    Contoh, buatlah burger dari roti gandum berisi daging sapi tanpa lemak/tuna/ayam, dilengkapi dengan selada, mentimun, tomat, dan sebagainya. Sebagai penarik, bungkus hamburger sehat yang Moms buat ke dalam kemasan yang cantik. Sehingga timbul kesan bahwa hamburger tersebut berasal dari restoran, padahal tidak.

    Gantilah pengganti camilan yang biasanya disukai si kecil dengan ‘tiruan’ yang lebih sehat, misalnya:

    – Anak Moms suka kentang goreng dari restoran cepat saji? Alih-alih menggorengnya, buatlah ‘kentang panggang’ dengan cara memanggang kentang dalam oven, lalu ditaburi sedikit garam.

    – Es krim, ganti dengan yoghurt atau smoothie buah segar.

    – Ayam goreng tepung, ganti dengan ayam bakar.

    Batasi Gula dan Karbohidrat Olahan

    Seperti kita tahu, umumnya anak-anak menyukai makanan yang manis. Namun, jika mengonsumsi karbohidrat olahan dilakukan secara berlebihan, tak baik bagi kesehatan. Karbohidrat olahan banyak ditemukan dalam nasi, gula putih, cokelat, permen, adonan pizza, kue kering, pasta, sirup jagung, dan sebagainya. Karbohidrat olahan yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan lonjakan berbahaya dalam gula darah dan memengaruhi suasana hati (mood).

    Di sisi lain, karbohidrat kompleks tinggi nutrisi dan serat. Contohnya adalah roti gandum atau multigrain, sereal berserat tinggi, beras merah, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran non-tepung.

    Sebenarnya, anak mendapatkan gula yang dibutuhkan oleh tubuh dari makanan alami seperti dalam buah atau sayuran. Tambahan gula putih yang banyak hanya membuat tubuh menerima kalori kosong tetapi berkontribusi terhadap perubahan perilaku anak seperti hiperaktif, gangguan mood, dan meningkatkan risiko obesitas diabetes tipe 2.

    The American Heart Association merekomendasikan bahwa asupan gula untuk anak-anak terbatas pada 3 sendok teh (12 gram) sehari. Minuman soda 12 ons mengandung hingga 10 sendok teh atau 40 gr gula tambahan. Sejumlah besar gula tambahan juga tersembunyi di makanan seperti roti, sup kalengan, makanan beku, dan makanan cepat saji. Fakta menyebutkan bahwa sekitar 75 persen makanan kemasan mengandung tambahan gula.

    Tapi, rasanya tak mungkin melarang anak-anak untuk tidak makan yang manis-manis. Untuk itu, Moms bisa berkreasi dengan memilih makanan/minuman pengganti yang lebih sehat, contoh:

    – Ganti minuman manis seperti sirup, minuman bersoda dengan jus buah atau banana smoothie yang lezat.

    – Ganti es loli (es lilin) yang biasanya terbuat dari gula dan sirup, dengan es loli yang terbuat dari 100 persen jus buah buatan sendiri. Bisa juga dengan cara membekukan potongan-potongan kecil berbagai buah seperti nanas, stroberi, mangga yang dimasukkan ke dalam cetakan es krim dan biarkan hingga beku. Coba, deh, berikan pada si kecil. Ia pasti menyukainya.

    Ciptakan Kebiasaan Makan yang Sehat

    Orangtua adalah teladan bagi anak-anak. Kebiasaan yang baik diciptakan dari rumah, begitu pula dengan pola makan sehat. Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan pada anak di rumah dalam hal mengembangkan kebiasaan makan sehat:

    Jadilah Teladan

    Anak-anak adalah peniru ulung, Moms. Ia akan bertindak dengan memerhatikan perilaku orang yang menjadi panutannya. Moms dan Dads adalah role model atau panutan, sehingga harus memberikan contoh yang baik. Jadi, jangan minta anak Anda makan sayuran saat Anda sendiri makan kentang goreng. Berilah contoh padanya bagaimana Anda menikmati makan sayur. Jelaskan padanya dengan bahasa sederhana betapa sayur sangat bermanfaat bagi tubuh.

     Memasak Lebih Sering

    Makanan dari restoran ataupun makanan cepat saji banyak menambahkan gula dan lemak yang tidak sehat bagi tubuh. Jika Moms sering memasak sendiri di rumah, akan mengurangi frekuensi membeli makanan dari luar. Terlihat sepele, tetapi besar dampaknya bagi kesehatan anak-anak.

    Dalam membuat makanan, tentu rasa menjadi hal yang penting. Makanan lezat akan meningkatkan nafsu makan anak. Namun, kurangilah bahan-bahan bumbu dapur yang terbuat dari bahan berbahaya dan tak baik bagi kesehatan si kecil, contohnya penyedap rasa (MSG).Selain itu, usahakan selalu membuat menu yang bervariasi setiap hari agar anak tidak bosan dan mau melahap makanan yang Anda sajikan.

    Libatkan Anak

    Memperkenalkan makanan sehat pada anak dimulai sedini mungkin. Libatkan si kecil dalam  belanja bahan makanan. Moms bisa sekaligus mengajari anak tentang berbagai jenis bahan makanan yang menyehatkan dan bagaimana cara membaca label makanan.

    Selain terlibat dalam belanja makanan, Moms juga bisa mengajak si kecil bersama-sama menyiapkan makanan. Biarkan ia memilih sendiri alat makan seperti piring, sendok, mangkuk kesukaannya. Batasi porsi makanannya, lebih baik dalam porsi kecil tetapi habis daripada porsi banyak namun bersisa.

    Selalu sediakan kudapan atau camilan sehat di rumah. Simpan banyak buah, sayuran, dan minuman sehat (air, susu, jus buah murni) sehingga anak-anak menghindari camilan yang tidak sehat seperti soda, keripik, dan kue manis.

    Itulah beberapa trik membuat makanan sehat untuk balita. Untuk informasi kesehatan lain dan layanan vaksin ke rumah, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Healthy Food for Kids: Easy Tips to Help Your Children and Teens Eat Healthier [Internet]. Helpguide.org. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: helpguide.org/articles/healthy-eating/healthy-food-for-kids.htm
    2. Healthy burgers that kids will go crazy for [Internet]. Kidspot.com.au. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: kidspot.com.au/kitchen/galleries/quick-dinner-ideas/healthy-burgers-that-kids-will-go-crazy-for
    3. 10 Ways to Get Kids to Eat Healthy Food [Internet]. WebMD. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: fit.webmd.com/jr/food/article/parents-food-smart-kids
    4. Food 1, Kids 1, Food N, Recipes R, Burgers B, Chocolates H et al. 10 Healthy Foods for Kids [Internet]. NDTV Food. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: food.ndtv.com/lists/10-healthy-recipes-for-kids-771418
    5. 90 resep es loli buah enak dan sederhana [Internet]. Cookpad. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: cookpad.com/id/cari/es%20loli%20buah

    Read More
  • Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imunisasi, yang rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih sebenarnya imunisasi ini? […]

    5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi yang Sering Diajukan

    Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imunisasi, yang rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih sebenarnya imunisasi ini? Imunisasi adalah sebuah program yang dilakukan secara gratis oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan penyakit menular dengan cara memberikan vaksin pada satu orang dan orang lainnya yang setelah orang tersebut menerima vaksin pastinya akan lebih resisten alias lebih kebal terhadap penyakit tertentu.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio, vaksin bayi

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi?

    Memangnya di mana sih kita bisa mendapatkan imunisasi? Jawabannya tentu saja di pelayanan kesehatan terdekat, seperti di puskesmas, posyandu, atau bahkan di sekolah anak kita. Lalu bagaimana cara vaksin diberikan pada kita? Ternyata vaksin tidak hanya diberikan dengan metode suntik saja lho! Wah, yang benar nih? Yup, vaksin bisa diberikan dengan berbagai metode seperti dengan cara diteteskan ke dalam mulut dan melalui penyuntikan.Beberapa jenis vaksin ada yang perlu diberikan secara berkala alias tidak cukup hanya diberikan sekali seumur hidup dan vaksin lainnya ada yang cukup hanya diberikan sekali.

    Apakah anak bisa sehat tanpa mendapatkan vaksin? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul di benak kita mengingat banyaknya angka bayi di Indonesia yang belum mendapatkan vaksin. Pemberian vaksin bukan saja hanya digalakkan di Indonesia saja, tetapi juga menjadi program wajib di beberapa negara maju. Program vaksin yang digalakkan di berbagai negara terbukti sukses meminimalisir timbulnya berbagai penyakit berbahaya pada anak, contohnya saja dalam beberapa tahun terakhir kita hampir tidak pernah mendengar kasus tentang polio liar di Indonesia. Polio merupakan suatu penyakit yang menakutkan karena dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Apakah hanya vaksin polio saja yang bisa diberikan pada anak? Kapankah sebaiknya vaksin mulai diberikan? Berbagai pertanyaan sering kali diajukan mengenai vaksin anak terlebih kapankah saat yang tepat dan jenis vaksin apa sajakah yang bisa diberikan untuk anak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, vaksin bisa diberikan pada anak sejak anak berusia beberapa bulan alias sejak bayi. Namun, apakah vaksin hanya cukup perlu dilakukan sekali saja? Pada usia berapakah anak sudah bisa diberikan vaksin? Berikut adalah beberapa pertanyaan seputar vaksin bayi yang sering ditanyakan dan harus kita ketahui jawabannya sehingga kita tidak ragu lagi untuk melakukan vaksin bayi:

    1. Kapankah saat yang tepat untuk melakukan vaksin bayi?

    Vaksin bayi sudah dapat diberikan sejak anak lahirm lebih tepatnya dalam jangka waktu 12 jam setelah lahir. Vaksin yang dimaksud di sini adalah vaksin hepatitis B (HB) yang sebelumnya juga akan dilakukan suntikan vitamin K1. Vaksin hepatitis juga perlu dilakukan secara rutin yaitu mulai dari bayi lahir, usia 2, 3, 4 bulan. Selain vaksin hepatitis, sebelum bayi dibawa pulang ke rumah kita juga perlu memberikan vaksin polio dari lahir, 2, 3, 4 bulan. Kita bisa memberikan jenis vaksin lainnya apabila anak sudah berada pada usia tertentu.

    1. Apa saja jenis vaksin yang wajib diberikan untuk bayi?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, pemberian vaksin sangatlah penting untuk diberikan pada bayi bahkan beberapa jenis vaksin sebaiknya diberikan sebelum bayi dibawa pulang. Terdapat empat jenis vaksin yang seharusnya diberikan sebelum bayi menginjak usia satu tahun, yaitu vaksin polio, DPT, campak, BCG, serta hepatitis B. Vaksin hepatitis B hanya diberikan satu kali sebelum bayi menginjak usia dua bulan dan setelahnya kita perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu sebelum pemberian vaksin BCG dilanjutkan. Vaksin DPT adalah vaksin yang wajib diberikan berikutnya di mana vaksin ini merupakan vaksin gabungan untuk meminimalisir datangnya penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), serta tetanus. Vaksin DPT ini perlu diberikan sebanyak lima kali ketika anak menginjak usia dua bulan hingga lima tahun.

    1. Apakah efek samping yang biasanya timbul setelah bayi mendapatkan vaksin?

    Faktanya, kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena efek samping yang timbul ketika vaksin diberikan hanyalah sementara dan tidak akan mengancam keselamatan jiwa anak. Beberapa efek samping yang biasanya timbul adalah timbulnya ruam merah serta daerah yang cukup bengkak dan nyeri pada daerah suntikan dan hal ini hanyalah berlangsung beberapa jam atau hingga dua hari. Penanganan efek pasca suntikan bukanlah suatu perkara yang sulit karena yang perlu kita lakukan hanyalah mengompres dingin daerah suntikan dan lama-lama bengkak akan hilang dengan sendirinya dan bayi pun tidak akan merasa nyeri lagi. Bayi juga biasanya akan mengalami demam ringan serta tidak selera makan seperti biasanya dan kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena hanya berlangsung selama satu hingga dua hari.

    Baca Juga: Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak?

    1. Apa jadinya jika kita terlambat memberikan vaksin pada bayi?

    Pertanyaan ini sering kali diajukan terlebih bagi orang tua yang sudah rutin memberikan vaksin pada anaknya. Kabar baiknya, tidak akan ada efek samping ketika kita terlambat memberikan vaksin lanjutan apabila kita sudah memberikan vaksin wajib terlebih dahulu. Kita juga bisa menunda pemberian vaksin pada anak ketika mereka dalam kondisi yang sedang tidak fit, seperti anak sedang flu, batuk, demam, ataupun diare. Meskipun penyakit ini terlihat sepele, sebaiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu terhadap dokter agar tidak timbul efek samping yang dapat membahayakan anak kita

    1. Kenapa sih bayi perlu mendapatkan vaksin?

    Pertanyaan yang satu ini merupakan pertanyaan yang paling mendasar sebelum kita melakukan vaksin pada anak. Tentu saja jawabannya sangat jelas, yaitu untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya pada anak kita sejak dini dan mencegah anak tertular penyakit infeksi dari orang lain. Kita juga tidak perlu khawatir ketika anak mengalami demam ringan setelah diberikan vaksin karena hal ini adalah reaksi alami terhadap imun yang dimasukkan melalui vaksin dan pastinya membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat. Ketika anak tidak mendapatkan imunisasi justru hal ini akan membahayakan kesehatan anak bahkan dapat menyebabkan kecatatan pada anak karena penyakit tertentu bahkan berujung pada kematian.

    Produk Terkait: Imunisasi Bayi dan Anak

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah jelas kan mengenai pentingnya melakukan vaksin pada bayi? Setelah kita paham tentang hal yang satu ini pastinya tidak ada alasan lagi kan untuk menunda memberikan vaksin pada bayi kita. So, tunggu apalagi? Yuk, berikan vaksin pada bayi di fasilitas kesehatan terdekat!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin bayi dan produk yang terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imuninsasi, di mana program ini rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih […]

    5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi Yang Perlu Kamu Ketahui

    Vaksin. Siapa sih di antara kita yang rutin mendapatkan vaksin sejak dini? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah melakukan vaksin sejak dini? Vaksin lebih dikenal dengan program imuninsasi, di mana program ini rutin diberikan sejak anak berusia dini alias baru berusia beberapa bulan dan perlu diulangi hingga usia tertentu. Memang apa sih sebenarnya imunisasi ini? Imunisasi adalah sebuah program yang dilakukan secara gratis oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan penyakit menular dengan cara memberikan vaksin pada satu orang dan orang lainnya yang setelah orang tersebut menerima vaksin pastinya akan lebih resisten alias lebih kebal terhadap penyakit tertentu.

    Memangnya di mana sih kita bisa mendapatkan imunisasi? Jawabannya tentu saja di pelayanan kesehatan terdekat, seperti di Puskesmas, Posyandu, atau bahkan di sekolah anak kita. Lalu bagaimana cara vaksin diberikan pada kita? Ternyata vaksin tidak hanya diberikan dengan metode suntik saja lho! Wah, yang benar nih? Yup, vaksin bisa diberikan dengan berbagai metode seperti dengan cara diteteskan ke dalam mulut dan melalui penyuntikan.Beberapa jenis vaksin ada yang perlu diberikan secara berkala alias tidak cukup hanya diberikan sekali seumur hidup dan vaksin lainnya ada yang cukup hanya diberikan sekali.

    Apakah anak bisa sehat tanpa mendapatkan vaksin? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul di benak kita mengingat banyaknya angka bayi di Indonesia yang belum mendapatkan vaksin. Pemberian vaksin bukan saja hanya digalakkan di Indonesia saja, tetapi juga menjadi program wajib di beberapa negara maju. Program vaksin yang digalakkan di berbagai negara terbukti sukses meminimalisir timbulnya berbagai penyakit berbahaya pada anak, contohnya saja dalam beberapa tahun terakhir kita hampir tidak pernah mendengar kasus tentang polio liar di Indonesia. Polio merupakan suatu penyakit yang menakutkan karena dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.

    Apakah hanya vaksin polio saja yang bisa diberikan pada anak? Kapankah sebaiknya vaksin mulai diberikan? Berbagai pertanyaan sering kali diajukan mengenai vaksin anak terlebih kapankah saat yang tepat dan jenis vaksin apa sajakah yang bisa diberikan untuk anak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, vaksin bisa diberikan pada anak sejak anak berusia beberapa bulan alias sejak bayi. Namun, apakah vaksin hanya cukup perlu dilakukan sekali saja? Pada usia berapakah anak sudah bisa diberikan vaksin?

    Berikut adalah beberapa pertanyaan seputar vaksin bayi yang sering ditanyakan dan harus kita ketahui jawabannya sehingga kita tidak ragu lagi untuk melakukan vaksin bayi:

    1. Kapankah saat yang tepat untuk melakukan vaksin bayi?

    Vaksin bayi sudah dapat diberikan sejak anak lahirm lebih tepatnya dalam jangka waktu 12 jam setelah lahir. Vaksin yang dimaksud di sini adalah vaksin hepatitis B (HB) di mana sebelumnya juga akan dilakukan suntikan vitamin K1. Vaksin hepatitis juga perlu dilakukan secara rutin yaitu mulai dari bayi lahir, usia 2, 3, 4 bulan. Selain vaksin hepatitis, sebelum bayi dibawa pulang ke rumah kita juga perlu memberikan vaksin polio dari lahir, 2, 3, 4 bulan. Kita bisa memberikan jenis vaksin lainnya apabila anak sudah berada pada usia tertentu.

    2. Apa saja jenis vaksin yang wajib diberikan untuk bayi?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, pemberian vaksin sangatlah penting untuk diberikan pada bayi bahkan beberapa jenis vaksin sebaiknya diberikan sebelum bayi dibawa pulang. Terdapat empat jenis vaksin yang seharusnya diberikan sebelum bayi menginjak usia satu tahun, yaitu vaksin polio, DPT, campak, BCG, serta hepatitis B. Vaksin hepatitis B hanya diberikan satu kali sebelum bayi menginjak usia dua bulan dan setelahnya kita perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu sebelum pemberian vaksin BCG dilanjutkan. Vaksin DPT adalah vaksin yang wajib diberikan berikutnya di mana vaksin ini merupakan vaksin gabungan untuk meminimalisir datangnya penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), serta tetanus. Vaksin DPT ini perlu diberikan sebanyak lima kali ketika anak menginjak usia dua bulan hingga lima tahun.

    3. Apakah efek samping yang biasanya timbul setelah bayi mendapatkan vaksin?

    Faktanya, kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena efek samping yang timbul ketika vaksin diberikan hanyalah sementara dan tidak akan mengancam keselamatan jiwa anak. Beberapa efek samping yang biasanya timbul adalah timbulnya ruam merah serta daerah yang cukup bengkak dan nyeri pada daerah suntikan dan hal ini hanyalah berlangsung beberapa jam atau hingga dua hari. Penanganan efek paska suntikan bukanlah suatu perkara yang sulit karena yang perlu kita lakukan hanyalah mengompres dingin daerah suntikan dan lama-lama bengkak akan hilang dengan sendirinya dan bayi pun tidak akan merasa nyeri lagi. Bayi juga biasanya akan mengalami demam ringan serta tidak selera makan seperti biasanya dan kita tidak perlu mencemaskan hal ini karena hanya berlangsung selama satu hingga dua hari.

    4. Apa jadinya jika kita terlambat memberikan vaksin pada bayi?

    Pertanyaan ini sering kali diajukan terlebih bagi orang tua yang sudah rutin memberikan vaksin pada anaknya. Kabar baiknya, tidak akan ada efek samping ketika kita terlambat memberikan vaksin lanjutan apabila kita sudah memberikan vaksin wajib terlebih dahulu. Kita juga bisa menunda pemberian vaksin pada anak ketika mereka dalam kondisi yang sedang tidak fit, seperti anak sedang flu, batuk, demam, ataupun diare. Meskipun penyakit ini terlihat sepele, sebaiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu terhadap dokter agar tidak timbul efek samping yang dapat membahayakan anak kita

    5. Kenapa sih bayi perlu mendapatkan vaksin?

    Pertanyaan yang satu ini merupakan pertanyaan yang paling mendasar sebelum kita melakukan vaksin pada anak. Tentu saja jawabannya sangat jelas, yaitu untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya pada anak kita sejak dini dan mencegah anak tertular penyakit infeksi dari orang lain. Kita juga tidak perlu khawatir ketika anak mengalami demam ringan setelah diberikan vaksin karena hal ini adalah reaksi alami terhadap imun yang dimasukkan melalui vaksin dan pastinya membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat. Ketika anak tidak mendapatkan imunisasi justru hal ini akan membahayakan kesehatan anak bahkan dapat menyebabkan kecatatan pada anak karena penyakit tertentu bahkan berujung pada kematian.

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah jelas kan mengenai pentingnya melakukan vaksin pada bayi? Setelah kita paham tentang hal yang satu ini pastinya tidak ada alasan lagi kan untuk menunda memberikan vaksin pada bayi kita. So, tunggu apalagi? Yuk, berikan vaksin pada bayi di fasilitas kesehatan terdekat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Hepatitis B adalah penyakit peradangan pada hati dan merupakan penyakit menular. Penyebab infeksi hepatitis B adalah virus Hepatitis B (VHB). Virus hepatitis B dalam perjalanan penyakitnya dapat menyebabkan penyakit akut maupun kronis. Hepatitis merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Hepatitis B merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia. Indonesia  menjadi negara kedua […]

    Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Hepatitis B adalah penyakit peradangan pada hati dan merupakan penyakit menular. Penyebab infeksi hepatitis B adalah virus Hepatitis B (VHB). Virus hepatitis B dalam perjalanan penyakitnya dapat menyebabkan penyakit akut maupun kronis.

    Hepatitis merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Hepatitis B merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia. Indonesia  menjadi negara kedua tertinggi sebagai negara endemisitas hepatitis B di antara negara South East Asian Region(SEAR) lainnya. Sedangkan peringkat satu sebagai negara endemisitas hepatitis B tertinggi adalah Myanmar.

    Virus Hepatitis B telah menginfeksi sekitar 2 milyar orang di dunia. Sekitar 240 juta orang diantaranya menjadi pengidap Hepatitis B kronik. Sebanyak 1,5 juta penduduk dunia meninggal setiap tahunnya karena Hepatitis. Menurut Riskesdas 2013, prevalensi hepatitis di Indonesia adalah 1,2% dari jumlah total penduduk. Sekitar 1-5% diantaranya merupakan ibu hamil dengan virus hepatitis B.

    Penularan infeksi virus hepatitis B dapat terjadi melalui 2 cara, yaitu penularan secara horizontal dan penularan secara vertikal. Penularan horizontal virus hepatitis B dapat terjadi melalui berbagai cara seperti penggunaan jarum suntik secara bersamaan, transfusi darah, hubungan seksual, dan lainnya. Sementara penularan secara vertikal biasanya didapatkan pada bayi yang memiliki ibu dengan hepatitis B akut atau persisten. Istilah penularan vertikal ini sering juga disebut sebagai Mother to Child Transmission atau MTCT.

    Penyebab penularan infeksivirus hepatitis B secara  MTCT atau Mother to Child Transmission dapat terjadi melalu tiga cara. Tiga cara tersebut yaitu penularanVHB in-utero (di dalam kandungan), penularanVHB perinatal (saat melahirkan) dan penularanVHB post natal (setelah melahirkan).

    Penularan virus hepatitis B in-utero atau dalam kandungan ini sampai sekarang belum diketahui dengan pasti mekanismenya. Karena salah satu fungsi plasenta adalah sebagai proteksi terhadap bakteri atau virus. Bayi dikatakan mengalami infeksi in-utero jika dalam 1 bulan post partum atau 1 bulan setelah lahir sudah menunjukkan HbsAg positif.

    Penularan perinatal adalah penularan yang terjadi pada saat persalinan. Sebagian besar ibu dengan HbeAg ( salah satu bentuk antigen yang menandakan adanya replikasi atau perbanyakan virus hepatitis b secara aktif) positif akan menularkan infeksi VBH vertikal kepada bayi yang dilahirkannya. Sedangkan ibu dengan anti-Hbe (salah satu bentuk antibodi untuk melawan virus yang sedang bereplikasi) positif tidak akan menularkannya. Untuk mengurangi risiko penularan perinatal, maka pada ibu dengan hepatitis b akut dan aktif lebih baik disarankan persalinan dengan operasi sectio ceasaria. Penularan virus hepatitis B pada bayi yang lahir dengan operasi sectio caesaria elektif (direncanakan) memiliki persentase yang lebih rendah yaitu 1,4%, jika dibandingkan dengan persalinan pervaginam (persalinan normal) yaitu 3,4% atau operasi sectio caesaria darurat yaitu 4,2%.

    Penularan post natal terjadi setelah bayi lahir misalnya melalui ASI yang diduga tercemar oleh virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh bayi melalui luka kecil di dalam mulut bayi. Untuk mencegah infeksi tersebut maka bayi perlu dilakukan vaksinasi. Dan apabila bayi sudah diduga terpapar virus hepatitis B atau ibu memiliki HbeAg positif, maka bayi juga dianjurkan untuk diberikan imunoglobulin (HBIG). Tidak ada masalah untuk menyusui bayi jika bayi sudah mendapatkan vaksinasi. Setelah divaksinasi, maka tubuh bayi akan membentuk antibodi sehingga mampu melawan virus hepatitis B yang masuk dari ibu.

    Infeksi akut virus hepatitis B pada ibu hamil tidak dikaitkan dengan peningkatan mortalitas (kematian) dan teratogensitas (kecacatan) pada janin. Namun, apabila anak tersebut lahir dan tertular secara vertikal dari ibu dengan HBsAg (+) selama tahun pertama kehidupannya, 90% nya akan berkembang menjadi hepatitis B kronis dan anak akan menjadi carrier. Sedangkan anak-anak yang terinfeksi sebelum usia 6 tahun, 30% sampai 50% nya akan berkembang menjadi infeksi kronis. Dan berdasarkan data statistik, 25% anak tersebut akan meninggal karena kanker hati. Maka pencegahan penularan secara vertikal merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam memutus rantai penularan Hepatitis B dan kanker hati.

    Segera setelah lahir atau kurang dari 12 jam setelah lahir, bayi harus segera mendapatkan vaksinasi hepatitis B. Vaksinasi hepatitis B dilakukan secara intramuskular (disuntikan di otot) di bagian paha kiri lateral (bagian luar). Vaksin hepatitis B diulangi saat bayi berusia 1-2 bulan dan saat usia 6 bulan, setelah bayi berusia 10 tahun ke atas dapat diberikan booster vaksin hepatitis B. Untuk bayi yang perlu mendapatkan imunoglobulis hepatitis B atau HBIG harus segera diberikan sebelum bayi berusia satu minggu. HBIG disuntikkan di paha kanan bagian lateral.

    Penyebab bayi dapat terinfeksi hepatitis B adalah karena penularan vertikal dari ibu yang memiliki hepatitis B positif. Pada bayi-bayi dengan ibu yang memiliki hepatitis B positif, perlu dilakukan pemeriksaan anti HBs dan HBsAg  berkala pada usia 7 bulan atau satu bulan setelah pemberian vaksin hepatitis B ketiga. Bila pada usia 7 bulan anti HBs positif, dilakukan pemeriksaan ulang antiHBs danHBsAg pada usia 1, 3, 5 dan 10 tahun. Namun, bila pada usia 7 bulan dalam pemeriksaan didapatkan anti HBs negative dan HBs Agpositif, maka dilakukan pemeriksaan 6 bulan kemudian dan bila hasilnya masih positif, dianggap sebagai hepatitis kronis. Bayi dikatakan non responder apabila setelah pemberian vaksin tambahan namun anti HBs dan HbsAgnya tetap negatif.

    Oleh karena itu, Jika Anda ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. KementerianKesehatan RI. Pusat Data danInformasi. Jakarta: KementerianKesehatan RI; 2014.
    2. Depkes RI. RisetKesehatanDasar. Jakarta:BadanPenelitiandanpengembanganKesehatanKementrianKesehatan RI;2013.
    3. Dunkelberg JC, Berkley. Hepatitisb and c in pregnancy: a review andrecommendations for care. J Perinatol.2014.
    4. Ankur J, Sarin K. Prevention ofperipartum hepatitis b transmission. NewDelhi : New England J Med 2017.
    5. Ayoub, Cohen. Hepatitis managementin the pregnant patient : an update. USA :JClin Trans Hepatol. 2016.
    6. Pujiarto PS, Sari Pediatri: Bayi Terlahir dari Ibu Hepatitis B. Jakarta: 2013.
    7. Kemenkes RI. PedomanPengendalian Hepatitis Virus. Jakarta: KementrianKesehatanRepublik Indonesia; 2012.

     

    Read More
  • Vaksinasi Campak Sekarang – Hal tersebut mungkin terdengar lucu, tetapi campak menjadi salah satu penyakit dengan komplikasi yang cukup serius, terutama pada anak-anak.. Komplikasi campak dapat menyebabkan radang pada paru (pneumonia), radang pada otak (encephalitis),dsb. Campak  menjadi sangat berbahaya jika menyerang anakdengan gizi buruk atau menderita penyakit lainnya. Penularan campak terjadi  melalui udara dan percikan […]

    Lakukan Vaksinasi Campak Sekarang, Agar Si Kecil Tak Dicampakkan

    Vaksinasi Campak Sekarang – Hal tersebut mungkin terdengar lucu, tetapi campak menjadi salah satu penyakit dengan komplikasi yang cukup serius, terutama pada anak-anak.. Komplikasi campak dapat menyebabkan radang pada paru (pneumonia), radang pada otak (encephalitis),dsb. Campak  menjadi sangat berbahaya jika menyerang anakdengan gizi buruk atau menderita penyakit lainnya.

    Penularan campak terjadi  melalui udara dan percikan cairan penderita ketika batuk atau bersin. Orang yang tertular akan merasakan gejala antara lain:

    • Penderita akan  merasakan demam, tubuh terasa lemas, mata merah, batuk, dan hidung beringus
    • 2-4 hari kemudian akan muncul bintik putih kecil pada mulut bagian dalam yang terasa sedikit gatal. Ruam tersebut dapat berbentuk merah mendatar dan menonjol.
    • Ruam tersebut awalnya berada di sekitar wajah, bawah telinga dan leher sebelah samping. Namun, ruam akan menyebar ke batang tubuh, lengan serta tungkai 1- 2 hari kemudian.
    • Puncaknya, ruam  meluas dan suhu tubuh dapat mencapai 400Celcius. 35 hari kemudian suhu tubuh akan menurun, ruam yang tersisa menghilang secara perlahan dan penderita mulai baik.

    Lalu,  bagaimanakah cara mengatasi penyakit campak? Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh yang dimiliki manusia secara alami dapat melawan infeksi-infeksi virus. Namun, pada kondisi yang cukup berat,campak menjadi suatu penyakit yang berbahaya. Beberapa hal dapat dilakukan saat si Kecil terkena campak:

    • Memperbanyak istirahat agar tenaga kembali pulih

    Si Kecil juga butuh istirahat yang cukup saat sakit. Aktivitas fisik yang sering dilakukan di luar seperti bermain, berlarian, hendaknya dihindari dulu. Anda dapat menemaninya dengan membiarkan si Kecil tidur agar kekebalan tubuhnya dapat pulih kembali.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    • Menjaga Kebersihan Tubuh

    Mitos mengatakan bahwa penderita campak tidak boleh mandi. Hal ini tentu salah karena  mandi merupakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan si Kecil ketika sakit. Bila Anda ingin memandikan si kecil, Gunakanlah air hangat bukan air panas untuk mengurangi rasa gatal dan membuat si Kecil menjadi bertambah nyaman.

    • Mengkonsumsi banyak air untuk mencegah dari dehidrasi

    Demam yang tinggi membuat tubuh kekurangan cairan. Konsumsi banyak air  yang cukup dapat menjaga dan mengganti cairan yang hilang . Pada campak si Kecil sering mengalami mual muntah yang menyebabkannya menjadi kekurangan cairan. Berilah asupan cairan cukup agar si kecil terhindar dari dehidrasi.

    • Mengkonsumsi Makanan yang tepat

    Kita pasti akan khawatir terhadap asupan makanan si Kecil saat ia sakit. Anak akan cenderung sulit makan karena kerongkongannya yang terasa tidak nyaman. Anda bisa memberikan makanan sehat berupa  sayuran dan buah yang mengandung banyak vitamin. Selain itu, si Kecil dapat diberikan makanan berkuah atau bubur. Hindari makanan yang digoreng dan dingin hingga campak berakhir.

    • Batasi Kontak Langsung

    Campak merupakan penyakit yang menular melalui udara, sehingga batasi interaksi si Kecil dari lingkungan sekitar agar tidak menularkan dari satu ke lainnya. Siapkan juga peralatan makan khusus untuknya untuk menghindari penularan lewat kontak secara tidak langsung.

    Baca Juga:

    10 Test Kesehatan Pranikah

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Gejala Kanker Serviks

    Alangkah baiknya jika si kecil mendapatkan vaksinasi campak sebelum terlambat. Di Indonesia, anak-anak wajib melakukan vaksinasi campak saat berusia 9 bulan sampai usia kurang dari 15 tahun. Vaksinasi MR merupakan  pengganti vaksinasi campak kombinasi antara vaksin campak (Measles) dan Rubella. Vaksin ini  menjadi vaksinasi rutin yang diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD.

    Anda tidak perlu khawatir karena vaksinasi MR tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan. Reaksi  ringan seperti demam ringan, ruam merah, bengkak ringan serta rasa nyeri dapat terjadi disekitar tempat suntikan. Reaksi ini akan menghilang dalam waktu 2-3 hari Selain itu, Vaksinasi MR tidak terbukti dapat menyebabkan autisme. Jadi, vaksinasi  MR sangat aman untuk si Kecil.

    Segera lindungi buah hati Anda dari bahaya penyakit campak dengan melakukan vaksinasi campak yang bisa Anda dapatkan di ProSehat. Di ProSehat Anda dapat bertanya seputar vaksinasi baik campak maupun vaksinasi lainnya melalui Maya Asisten Kesehatan di ProSehat Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com

    Sumber:

    IDAI.“Campak: Masalah Kesehatan Anak-World Immunization Weeks 2013”. Diakses pada 6 Maret 2018

    IDAI. “Pertanyaan Seputar Imunisasi MR”. Diakses pada 6 Maret 2018

    Tanyadok. Lestari, Cindy. “Campak”. Diakses pada 6 Maret 2018

    Tanyadok. Suci,Hygiena Kumala. “Dari A-Z Tentang Sakit Campak”. Diakses pada 6 Maret 2018

     

    Read More
  • Mitos Fakta Seputar Vaksin – Masih banyak orang-orang yang ragu dengan manfaat yang dimiliki imunisasi akibat dari pemberitaan yang tidak bersumber jelas. Pada akhirnya mereka memilih tidak melakukan imunisasi untuk buah hatinya. Hal ini sangat merugikan dan dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebagai contoh, KLB difteri di Indonesia yang terjadi merupakan kejadian yang paling […]

    6 Mitos Dan Fakta Seputar Imunisasi, Cek Sekarang!

    Mitos Fakta Seputar Vaksin – Masih banyak orang-orang yang ragu dengan manfaat yang dimiliki imunisasi akibat dari pemberitaan yang tidak bersumber jelas. Pada akhirnya mereka memilih tidak melakukan imunisasi untuk buah hatinya. Hal ini sangat merugikan dan dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebagai contoh, KLB difteri di Indonesia yang terjadi merupakan kejadian yang paling tinggi di dunia. Sehingga IDI dan IDAI menghimbau seluruh masyarakat untuk melakukan imunisasi melalui ORI (Outbreak Response Immunization) sebagai salah satu cara untuk menghentikan penularan dari difteri.

    Berikut 6 mitos dan fakta seputar imunisasi, yang dikutip dari IDAI. Cek Sekarang:

    1. Mitos: Mencuci tangan atau membersihkan lingkungan sangatlah cukup dalam memberantas penyakit dan imunisasi tidaklah penting!

    Fakta Imunisasi: Melakukan kegiatan kebersihan, mencuci tangan dan menyediakan air bersih dapat membantu kita terlindungi dari beberapa penyakit infeksi. Namun, masih banyak infeksi-infeksi lain yang dapat menyebar walaupun kita merasa sudah bersih sepenuhnya. Contohnya, penyakit yang tidak biasa seperti campak dan polio dapat muncul kembali karena tidak melakukan imunisasi. Beberapa penyakit dapat dicegah dengan adanya imunisasi.

    2. Mitos: Penyakit anak-anak merupakan penyakit yang wajar terjadi dalam hidup walaupun dapat dicegah dengan imunisasi.

    Fakta Imunisasi: Mungkin bagi Anda penyakit anak-anak menjadi hal yang wajar. Namun. apakah hal tersebut wajar apabila si kecil mengalami beberapa penyakit seperti campak, gondongan dan rubela yang merupakan penyakit yang serius hingga dapat mengancam hidupnya? Padahal penyakit tersebut dapat dicegah dengan melakukan imunisasi. Jangan buat si kecil harus merasakan sakit yang seharusnya tidak dirasakan.

    3. Mitos: Setelah imunisasi, timbul berbagai macam efek samping jangka panjang yang belum diketahui, imunisasi bisa berakibat fatal.

    Fakta Imunisasi:  Mungkin Anda yang belum mengetahuinya, vaksin aman walaupun dapat terjadi reaksi vaksin yang bersifat ringan dan sementara. Anda akan merasakan sedikit  nyeri pada tempat penyuntikan atau demam ringan. Masalah serius atau berat sangatlah jarang terjadi pada orang-orang yang melakukan imunisasi. Orang yang tidak melakukan imunisasi jauh lebih berisiko sakit lebih parah karena terinfeksi penyakit-penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi.

    Sebagai contoh, komplikasi campak dapat menyebabkan radang otak hingga kebutaan, penyakit polio dapat menyebabkan kelumpuhan serta penyakit-penyakit lainnya dapat menyebabkan kematian. Imunisasi lebih banyak memberikan keuntungan untuk Anda.

    4. Mitos: Imunisasi Anak Dapat Menyebabkan Autisme

    Fakta Imunisasi: Sebuah studi di tahun 1998 dihebohkan dengan berita pernyataan antara imunisasi MMR dengan Autisme. Pernyataan tersebut ditarik oleh jurnal yang menerbitkannya. Dampak publikasi ini membuat masyarakat menjadi panik dan  imunisasi menjadi menurun. Jadi jangan khawatir, imunisasi terutama vaksin MMR tidak ada kaitan dengan autisme.

    5. Mitos: Pemberian imunisasi lebih dari satu dalam waktu bersamaan dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping yang berbahaya, sehingga membebani sistem imun si kecil.

    Fakta Imunisasi:Sebuah penelitian telah dilakukan dan bukti ilmiah menunjukkan pemberian beberapa vaksin di waktu yang bersamaan tidak akan mempengaruhi sistem imun anak. Anak-anak mudah terpapar dari berbagai zat asing yang memicu respons imun setiap harinya. Maka untuk mencegah hal tersebut, imunisasi menjadi salah satu cara melindungi si kecil dari berbagai penyakit.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    6. Mitos: Penyakit influenza merupakan penyakit ringan dan imunisasi tidak akan terlalu efektif

    Fakta Imunisasi:Influenza selalu dikaitkan dengan perubahan cuaca dan merupakan salah satu penyakit yang cukup ringan. Tahukah Anda, bahwa influenza merupakan salah satu penyakit yang serius hingga menyebabkan lebih dari 300.000 kematian diseluruh dunia disetiap tahunnya?Influenza sangat berisiko untuk wanita hamil, anak-anak, lansia serta orang-orang memiliki kesehatan atau metabolisme yang kurang, hingga orang-orang yang memiliki penyakit kronis seperti asma atau jantung. Imunisasi influenza mencegah diri kita agar tidak mudah terserang flu berat dan menularkan virus kepada orang lain.

     

    Dari penjelasan dari mitos-mitos yang berkembang di masyarakat, imunisasi berguna mencegah diri kita dari berbagai penyakit. Selain itu, imunisasi dapat  mengurangi anda untuk bolak balik kerumah sakit sehingga dapat menghemat uang untuk berobat. Anda juga dapat menghemat waktu dengan imunisasi dirumah bersama ProSehat. Selain itu banyak keuntungan yang bisa Anda dapat seperti vaksin yang dijamin asli, bebas konsultasi dengan dokter saat imunisasi , jadwal yang fleksibel, ditangani oleh dokter profesional dan biaya imunisasi dapat dicicil hingga 0%. Info imunisasi anak melalui Maya Asisten Kesehatan di ProSehat Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau www.prosehat.com.

    Referensi:

    Detik. Nugraha, Indra Komara. “IDAI: KLB Difteri di Indonesia Paling Tinggi di Dunia”.  Diakses pada 12 Maret 2018

    Depkes. “ Higiene Sanitasi Pangan”. Diakses pada 12 Maret 2018

    IDAI. “Apa Saja Fakta dan Mitos Tentang Vaksinasi?”. Diakses pada 12 Maret 2018

    Read More
  • Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil. Pemberian obat memang […]

    5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu Si Kecil

    Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil.

    Pemberian obat memang menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penyakit pilek dan flu pada si Kecil. Meskipun  demi kebaikan Si Kecil, pemberian obat flu dan pilek tidak boleh sembarangan terlebih lagi jika obat yang diberikan merupakan obat yang dijual dipasaran. Pemberian obat yang tidak sesuai dengan resep dokter bukannya menyembuhkan, tapi bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Pemberian obat tanpa resep dokter pada bayi dibawah dua tahun dapat memberikan efek samping yang serius.

    Sebelum kita lanjut ke 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu Si Kecil, yuk, kita pahami terlebih dahulu flu itu apa sih sebenarnya?Flu merupakan salah satu virus yang menyerang saluran pernapasan atas atau penyakitnya sering disebut ISPA. Gejalanya sering kita alami sehari-hari, seperti bersin, batuk, pilek hingga demam. Selain itu, penyakit lain yang dapat menyerang saluran pernafasan atas adalah Common Cold, rinitis, rinofaringitis atau nasofaringitis, dsb.

    Menurut para ahli, ISPA dapat disebabkan oleh lebih dari 100 jenis virus yang biasa menginfeksi saluran napas. Bahkan, jenis virus ini dapat mencapai 200 jenis dan virus flu lah merupakan salah satu penyebab nya,meskipun bukan yang tersering. Penyebab flu yang paling sering adalah Rhinovirus. ISPA menjadi penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular yang dapat menggangu kenyamanan dan mengurangi tingkat produktivitas. Lalu bagaimana cara mengatasi atau meringankannya? Berikut 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu si kecil

    1. Pilih Ruangan yang Tepat Untuk Si Kecil

    Bagi Si Kecil dengan gejala pilek dan flu, cobalah tempatkan di ruang non-AC. Hal ini berguna mengurangi hidungnya yang tersumbat,  tetapi jika si kecil lebih nyaman dalam ruangan AC cobalah lengkapi dengan alat pelembab udara atau uap air panas. Anda juga bisa menggunakaan wangi aromaterapi untuk memberikan  ketenangan. Selain itu biasakanlah untuk membuka jendela rumah yang berguna sebagai pintu masuk udara dan cahaya, agar sirkulasi udara di ruangan si kecil tidak mudah apek dan berbau.

    2. Tepuk Perlahan Punggung Si Kecil

    Jika pernapasan si kecil tersumbat, Anda dapat menepuk secara perlahan pada punggungnya. Menepuk punggung dapat membantu meringankan pernapasannya menjadi lebih lega. Selain itu, menepuk punggung akan membuat si kecil bersendawa karena keluarnya gas yang berlebih di dalam perut.

    3. Memberi Minuman Hangat Untuk Si Kecil

    Saat batuk pilek, tenggorokan akan terasa tidak enak dan kadang menjadi terbatuk-batuk. Air hangat dapat menjadi solusi untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi Anda. Berikan si kecil air hangat yang dapat membantu meredakan hidung tersumbat.

    4. Mengkonsumsi Makanan Hangat

    Selain diberikan minuman hangat, makanan hangat juga dapat membantu meringkan rasa pilek dan flunya. Manfaat dari mengkonsumsi makanan atau minuman hangat dapat meningkatkan aliran lendir pada rongga hidung saat seseorang mengalami batuk dan pilek. Pada studi yang berjudul “The effects of a hot drink on nasal airflow and symptoms of common cold and flu”menyebutkan, minuman atau makanan hangat terbukti bermanfaat memberikan rasa lega dan mengurangi keluhan akibat batuk pilek yang muncul (hidung tersumbat, batuk, gatal sekitar tenggorokan, demam, lelah dan bersin).

    5. Sedot Cairan Hidung Pada Bayi

    Bila cairan hidung si kecil sudah sangat mengganggunya, maka anda bisa menggunakan alat penyedot namun cara ini harus pastikan alatnya steril dan pastikan ketika menyedot tidak terlalu keras karena nanti justru akan membahayakan si kecil. Apabila cairan hidung si kecil
    mengeras, maka gunakanlah kapas yang dibasahi dengan air hangat agar dapat menghilang.

    Agar pilek dan flu si kecil tidak berulang, beri perlindungan tambahan untuk si kecil dengan vaksinasi flu. Vaksinasi flu dapat diberikan mulai dari bayi berusia 6 bulan ke atas dan dewasa. Vaksin ini hendaknya diulang pemberiannya setiap tahun untuk perlindungan yang maksimal.

    Vaksinasi flu bisa Anda dapatkan di ProSehat aplikasi layanan kesehatan ke rumah yang siap melayani Anda dan buah hati. Di ProSehat, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan Maya Asisten Kesehatan di ProSehat melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com. Lindungi sekarang juga buah hati dari pilek dan flu.

    Sumber:

    1. IDAI. “Benarkah Minum Es Dapat Menyebabkan Flu?”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    2. IDAI. “Flu, Istilah yang Rancu”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    3. Tanyadok. Susanto, Agnes. “Bosan Sakit Flu? Vaksin Flu Sekarang!”. Diakses pada 8 Maret 2018
    4. Kompas. “Makanan hangat Redakan Batuk dan Pilek”. Diakses pada 8 Maret 2018
    5. IDAI. “Jadwal Imunisasi 2017”. Diakses pada 8 Maret 2018
    6. Tanyadok. Tios, Aisa. “Influenza: Cegah dengan Vaksin!”. Diakses pada 8 maret 2018
    Read More
  • Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak […]

    Tumbuh Kembang Anak usia 1-2 tahun

    Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak untuk berjalan, berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.

    Berat badan dan tinggi badan anak merupakan tanda pertumbuhan yang paling mudah dilihat pada anak. Penilaian berat dan tinggi badan anak yang ideal dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengikuti kriteria dan kurva yang standar. Selain berat dan tinggi badan, ada tumbuh kembang anak dinilai dari 4 aspek meliputi perkembangan fisik, kognitif, Bahasa/ komunikasi dan social emosional.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Perkembangan anak usia 1 -2 tahun :

    tumbuh-kembang-anak

    Apa yang perlu dilakukan agar tumbuh kembang anak optimal ?

    Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-2 Tahun

    Anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan makanan selain ASI sejak usia 6 bulan sehingga pada usia 1 tahun anak sudah mulai mengenal beberapa jenis makanan. Mengenal jenis makanan yang beragam bisa menjadi kebiasaan makan sehat yang dapat diikuti oleh anak hingga dewasa.  Pola makan yang sehat dianjurkan meliputi makan 3 kali sehari diikuti dengan snack 1-2 kali sehari diantara waktu makan.

    Baca Juga: 7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Sering kali orang tua dalam memberi makan hanya memperhatikan apakah anak kenyang atau tidak dan bahkan dimasa sekarang dimana orang tua juga bekerja. Jenis makanan yang diberikan sering tidak beragam atau penyajiannya yang instan seperti makanan instan, makanan beku hingga fast food. Makanan jenis tersebut sebaiknya dihindari dan makanan yang tidak beragam beresiko anak kekurangan nutrisi tertentu seperti kekurangan zat besi.

    Kekurangan zat besi merupakan kondisi yang paling sering ditemui pada anak terutama pada anak usia 1-2 tahun. Kekurangan zat besi diketahui memiliki hubungan dengan perkembangan dan perilaku anak. Sumber zat besi dapat ditemui di banyak makanan yakni daging, ikan, kacang-kacangan, tahu dan sayur-sayuran hijau .Selain itu kebutuhan lemak juga penting untuk perkembangan otak anak.  Makanan yang kaya akan lemak sehat seperti omega-3 penting untuk perkembangan anak. Omega 3 dapat ditemui di berbagai  sumber makanan seperti  ikan, minyak ikan dan telur.

    Baca Juga: 6 Tips Mengajarkan Si Kecil Puasa Pertama

    Stimulasi Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

    Khususnya pada anak 1-2 tahun, perkembangan memiliki makna yang khusus dan biasanya paling diingat oleh ayah bunda. Pada usia 1-2 tahun inilah anak pertama kali anak bisa berjalan sendiri, mampu mengucapkan “ Mama” atau “Papa” dan mulai dapat mengekspresikan keinginannya. Stimulasi menjadi penting disini. Stimulasi baik untuk memenuhi kebutuhan emosional anak maupun untuk mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks.

    Baca Juga: 10 Tes Kesehatan Pranikah Yang Perlu Kamu Ketahui

    Adapun untuk mengembangkan kemampuan anak  untuk melakukan fungsi yang lebih kompleks dapat dilakukan dengan :

    1. Mengenalkan orang baru pada anak. Hal ini dapat dilakukan dengan bercerita tentang orang baru dan mengenalkan orang baru secara perlahan. Ini penting agar anak dapat berinteraksi dengan banyak orang selain orang tuanya
    2. Mengajarkan kemandirian. Karena pada usia 1-2 tahun anak sudah dapat berjalan sendiri dan mulai dari mengekspresikan keinginannya. Hal-hal sederhana seperti menyuap makanan sendiri dan menyebutkan nama sendiri

     Tanda Waspada untuk Terlambat Tumbuh Kembang

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Anda Waspadai

    Dengan berbagai stimulasi yang dapat diberikan ke anak. Ayah dan Ibu juga perlu mengenal tanda waspada akan keterlambatan tumbuh kembang anak. Di bawah ada tanda-tanda waspada untuk anak usia 1-  2 tahun. Apabila ditemukan tanda waspada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

    Usia 12 bulan :

    • Tidak dapat merangkak
    • Tidak dapat berdiri ketika dibantu
    • Tidak dapat mengucap kata sederhana seperti “ mama” atau “papa”
    • Tidak mempelajari gesture seperti mengeleng kepala atau melambai tangan

    Usia 18 bulan :

    • Tidak dapat berjalan
    • Tidak mendapat kosakata baru
    • Tidak memiliki minimal 6 perbendaharaan kata
    • Tidak mengenal benda-benda umum seperti telephone, sendok dll
    • Tidak memperhatikan atau keberatan ketika orang tua meninggalkan anak atau kembali ke anak
    • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Usia 1-2 tahun merupakan usia penting bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi dan stimulasi yang baik membantu pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.  Orang tua perlu untuk mendidik dirinya sendiri agar dapat menyiapkan nutrisi dan stimulasi yang baik untuk anak.

    Referensi :

    1. Berdanier CD, Dwyer J, Feldman EB. Handbook of Nutrition and Food 3rd Edition. CRC Press.2013
    2. Kliegman RM. Nelson Textbook of Pediatrics 20 Ed. Elsevier. 2016
    3. Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JD. Current Diagnosis & Treatment Pediatrics 23 Ed. Lange-Mcgraw Hill. 2016
    4.  McConnon, L. Developing Young Children’s Creativity: Posibility Thinking in Early Years. London: Institute of Education Press. 2016
    5. Child Development and Early Learning. Facts for Life 4th Ed. Available from : http://www.factsforlifeglobal.org/03/1.html
    6. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-1yr.html
    7. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-18mo.html
    Read More
  • Perasaan cemas tidak bisa memberikan ASI eksklusif kerap mendera para Bunda yang bekerja. Takut bayi tidak mendapatkan ASI memaksa Bunda untuk memilih jalan pintas, dengan memberikan susu formula. Namun kini Bunda tak perlu lagi cemas untuk memberikan ASI Eksklusif. Kini sudah banyak jasa antar jemput ASI yang berkembang di Jakarta dan sekitarnya, sehingga Bunda dapat […]

    Jasa Kurir ASI Siap Antar Jemput ASI Anda

    Perasaan cemas tidak bisa memberikan ASI eksklusif kerap mendera para Bunda yang bekerja. Takut bayi tidak mendapatkan ASI memaksa Bunda untuk memilih jalan pintas, dengan memberikan susu formula. Namun kini Bunda tak perlu lagi cemas untuk memberikan ASI Eksklusif. Kini sudah banyak jasa antar jemput ASI yang berkembang di Jakarta dan sekitarnya, sehingga Bunda dapat memberikan ASIP-ASI Perah pada kurir ASI untuk diantarkan ke rumah.

    Kurir ASI pertama kali berkembang di tahun 2009, hingga sekarang semakin banyak yang menawarkan jasa antar jemput ASI ini dengan berbagai fasilitas yang disediakan. Keinginan para pendiri jasa kurir ASI hanya satu, terpenuhinya kebutuhan ASI pada bayi hingga usia 6 bulan oleh Bunda yang bekerja. Melihat peluang yang cukup besar dengan mendirikan jasa kurir membuat perusahaan berlomba-lomba untuk memperbaiki pelayanan yang dimiliki.

    Baca Juga: 6 Makanan Pelancar Asi

    Hal yang paling penting untuk diperhatikan ketika memilih jasa kurir ASI ini adalah penyediaan cooler box dan ice gel karena tidak semua Kurir ASI menyediakan layanan ini. Oleh karena itu, Bunda perlu membeli dan menyiapkan cooler box dan ice gel pribadi. Sehingga ketika menggunakan jasa layanan Kurir ASI, kurir hanya perlu mengantar cooler box ke rumah.

    cooler box ASI

    Cooler Box ASI

    Berikut ini daftar jasa kurir ASI yang bisa Bunda gunakan saat bingung mengantar ASI untuk buah hati tercinta.

    1. KURIR JESIKA (Jemput ASI seketika) JNE

    Jl. Tomang Raya No. 45, Jakarta Barat 11440 – IndonesiaTelp : (62-21) 566 5262 Fax : (62-21) 5671413

    Email : [email protected]

    Harga harian: 25.000

    Harga mingguan: 112.500

    Harga bulanan: 425.000

    Baca Juga: Tips Memerah dan Menyimpan Asi yang Benar

    2. Pong ASI

    Jl. Tebet Timur II no. 12, Tebet (12820)- Jakarta Selatan

    Website: http://pongasi.blogspot.com/

    Telp: 088808556266; 02136000815

    Pin BBM: 312CFABA

    Jangkauan: JaBODETABEK, Bandung, Puncak, Serang, Banten, Ciawi

    Harga: 45.000-65.000

    3. AMURA COURIER

    Jalan Cipinang Elok 2 Blok AB 6, Jatinegara Jakarta Timur 13420Telepon : 021.8501295, 02140986092, 085695138867

    Email : [email protected]

    Harga:

    – Jakarta-Jakarta : Rp.25.000

    – Jakarta- Bekasi : Rp.30.000

    Baca Juga: 9 Tips Asi Lancar Setelah Melahirkan

    4. Gatotkoco

    Twitter: @KurirASI_GTKC

    Telp: 0812.1853.3436 / 021-9528.6626 / 0838.9907.8148

    BBM PIN: 223D6653

    Harga: Rp25.000 – Rp 45.000

    Jangkauan: Jakarta, Bekasi, Tangerang, Karawaci, Cimone, Cibubur, Depok

    Baca Juga: Hubungan Menyusui dengan Kanker Payudara

    5. Arga Nirwana Express (Anex)

    Jl. Ciputat Raya No. 1B
 Pondok Pinang Jakarta SelatanTelepon: (021) 7663413 Fax. (021) 75907644

    Email / FB: [email protected]

    Ym: [email protected]

    Harga:

    – Jakarta ke Jakarta Rp 25.000

    – Jakarta ke Depok/Bintaro/Tangerang Rp 35.000

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal ASI dan produknya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More

Showing 21–29 of 29 results

Chat Asisten ProSehat aja