Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ bayi”

Showing 11–20 of 29 results

  • Kesehatan anak. Kesehatan anak adalah hal yang utama bagi orang tua, tidak peduli berapa jumlah anak yang ada dalam keluarga. Pastinya semua orang tua menginginkan anaknya selalu sehat karena ketika anak sakit, anak akan menderita dan pastinya menjadi tidak nyaman dengan kondisinya yang menyebabkan mereka menjadi rewel setiap saat. Penyakit yang dialami oleh anak pun […]

    Tip Membuat Bubur Bayi 6 Bulan yang Sehat dan Bergizi

    Kesehatan anak. Kesehatan anak adalah hal yang utama bagi orang tua, tidak peduli berapa jumlah anak yang ada dalam keluarga. Pastinya semua orang tua menginginkan anaknya selalu sehat karena ketika anak sakit, anak akan menderita dan pastinya menjadi tidak nyaman dengan kondisinya yang menyebabkan mereka menjadi rewel setiap saat. Penyakit yang dialami oleh anak pun bervariasi, mulai dari anak yang mengalami sakit ringan hingga berbahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka. Pastinya kita tidak ingin kehilangan buah hati karena sebuah penyakit bukan?

    Pastinya bukan rahasia lagi jika anak-anak; terutama bayi sangat rentan terhadap penyakit. Kok bisa? Faktor daya imun bayi yang belum sekuat atau sebaik orang dewasa adalah alasan utama mengapa mereka lebih rentan terhadap penyakit, sekalipun penyakit tersebut hanyalah influenza. Lalu, bagaiman cara menjaga kesehatan anak ketika mereka masih berusia hitungan bulan? Tentu saja banyak! Salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak adalah melalui asupan makan mereka. Lho, bukankah bayi belum boleh mengonsumsi makanan selain ASI ketika mereka belum menginjak usia satu tahun?

    Eits jangan salah, bayi sudah boleh mengonsumsi makanan sejak usia 6 bulan lho! ASI eksklusif memang disarankan untuk diberikan hingga anak menginjak usia 2 tahun, tapi kita juga bisa memberikan MPASI alias makanan pendamping ASI sejak anak berusia 6 bulan. Memberikan MPASI juga sangat disarankan karena berarti bayi akan mendapatkan tambahan nutrisi selain dari ASI dan membuat mereka tidak rentan terhadap penyakit. MPASI yang dimaksud di sini tentu saja berbentuk bubur, mengingat bayi berusia 6 bulan belum bisa mengonsumsi makanan keras karena gigi mereka masih dalam masa pertumbuhan. Kira-kira apa saja ya bahan makanan yang aman untuk diolah sebagai bubur bayi berusia 6 bulan?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak tips membuat bubur bayi 6 bulan yang sehat dan bergizi!

    1. Bubur pir

    Bubur bayi 6 bulan pertama berasal dari buah-buahan, lebih tepatnya kita akan membuat bubur pir. Ketika kita membuat bubur pir, sebaiknya tidak usah kita berikan tambahan gula karena gula justru memicu anak mengalami obesitas. Tidak ditambahkannya gula pada bubur buah ini juga akan mengajarkan anak mengenai rasa alami dari buah pir. Untuk membuat bubur buah yang satu ini bisa dibilang sangat mudah karena yang perlu kita lakukan adalah mengupas kulit buah pir terlebih dahulu lalu menghaluskannya menggunakan blender.

    2. Bubur susu

    Bubur bayi yang satu ini sangatlah bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak selain kita memberikan asupan nutrisi melalui ASI. Pada pembuatan bubur susu, sebaiknya kita menggunakan beras merah karena kandungan nutrisi yang terdapat pada beras merah jauh lebih tinggi daripada yang terkandung pada beras putih.

    3. Bubur tim brokoli

    Bukan hanya buah-buahan, anak berusia 6 bulan juga sudah bisa mengonsumsi beberapa sayuran yang pastinya perlu kita olah menjadi lembut terlebih dahulu sehingga bayi tidak kesulitan untuk mencernanya. Untuk membuat bubur tim brokoli, tentu saja kita memerlukan beras dan kita juga bisa menambahkan wortel serta hati ayam agar cita rasa bubur bayi ini semakin lezat. Terlebih dahulu kita perlu mengukus brokoli, hati ayam, serta wortel dan setelah matang baru kita campurkan dengan bubur nasi yang sudah kita buat sebelumnya. Sebaiknya kita menghaluskanya lagi menggunakan blender supaya anak semakin menikmati buburnya.

    4. Bubur kentang

    Bukan hanya berasal dari buah dan sayuran, mengolah sumber karbohidrat juga sangatlah disarankan untuk diberikan pada anak kita yang masih berusia 6 bulan. Kentang sangatlah aman untuk diolah menjadi bubur karena mengandung karbohidrat serta serang yang tinggi. Kedua kandungan ini akan membantu melawan bakteri dan virus yang dapat menyerang usus dan berarti menjauhkan anak dari mengalami gangguan pencernaan. Pembuatan bubur kentang pun sangat mudah, yaitu dengan mengukus beberapa kentang terlebih dahulu dan setelah dingin kita bisa menghaluskannya menggunakan sendok ataupun blender. Kita juga bisa menambahkan ASI pada bubur kentang ini supaya anak semakin mudah untuk mencernanya.

    5. Bubur alpukat

    Alpukat adalah buah berikutnya yang aman untuk dikonsumsi buah hati dan pastinya juga memberikan banyak manfaat untuk mereka. Tingginya kandungan asam folat pada alpukat mampu untuk meningkatkan berat badan dan membuat kulit anak semakin sehat. Bukan hanya itu saja, berbagai kandungan lainnya yang terdapat dalam alpukat berfungsi untuk mencegah terjadinya peradangan yang berarti mencegah datangnya berbagai penyakit pada si kecil. Untuk membuat bubur alpukat ini juga bisa dibilang sangat mudah, yaitu dengan memotong-motong kecil alpukat lalu menghaluskannya dengan blender hingga tekstur alpukat menjadi lembut. Setelah dirasa lembut, maka bubur alpukat ini siap dihidangkan untuk si kecil.

    6. Bubur kacang hijau

    Kacang hijau adalah salah satu bahan makanan yang sering diolah menjadi bubur dan kabar baiknya bubur kacang hijau juga aman untuk diberikan pada anak kita yang masih berusia 6 bulan. Kandungan protein serta serat yang tinggi pada kacang hijau efektif untuk meningkatkan metabolisme bayi sehingga mereka tidak akan mudah jatuh sakit. Membuat bubur kacang hijau juga bukan suatu hal yang sulit karena kita hanya peru merebus kacang hijau hingga lembut kemudian menyaringnya. Sari kacang hijau inilah yang akan kita berikan pada bayi dan bisa kita berikan secara rutin setiap hari.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips bubur bayi 6 bulan yang bisa kita buat sewaktu-waktu. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan mengenai makanan apa yang tepat untuk diolah sebagai bubur bayi berusia 6 bulan? Bubur bayi ini pastinya juga menyehatkan sehingga aman untuk dikonsumsi dan bisa kita berikan sewaktu-waktu. So, kapan kalian akan memberikan bubur bayi menyehatkan ini untuk anak?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot […]

    Simpan Resep MPASI 9 Bulan Berikut

    MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot oromotor (otot yang ada pada mulut bayi) serta motorik bayi sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari.

    Satu hal yang perlu kita ingat ketika memberikan MPASI pada bayi adalah memberikannya dengan perlahan. Ketika kita memberikannya terlalu cepat atau makanan yang diberikan tidak cocok dengan kondisi bayi maka yang terjadi justru bukan suatu hal yang kita inginkan – alias akan timbul berbagai masalah pada bayi. Bukan hanya itu saja, meskipun bayi sudah mulai dapat mengonsumsi makanan bukan berarti kita dapat menghentikan pemberian ASI pada bayi. Menghentikan ASI sebelum waktunya akan menimbulkan berbagai masalah dan salah satu contoh sederhananya adalah bayi akan rentan terhadap penyakit. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Apakah ada tanda lainnya yang perlu kita perhatikan sebelum bayi diberikan MPASI? Jawabannya tentu saja ada! Terdapat beberapa tanda yang dapat kita perhatikan sebelum memberikan MPASI pada bayi seperti bayi yang sudah mampu berdiri jika dibantu, bayi yang mampu menegakkan kepala dan leher, ataupun bayi sudah mampu menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri. Sebenarnya kenapa sih bayi perlu diberikan MPASI? MPASI sendiri berfungsi sebagai tambahan nutrisi selain yang didapatkan mereka melalui ASI.
    Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas berbagai resep MPASI yang cocok dan pastinya aman untuk diberikan pada buah hati. Kita tidak membahas MPASI pertama untuk bayi, tapi akan membahas beberapa resep MPASI untuk bayi yang sudah menginjak usia 9 bulan.

    Kira-kira apa saja ya resep MPASI yang mudah untuk kita coba di rumah?

    1. Tim nasi jamur

    Nasi tim adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi bayi karena tekstur dari nasi yang lembut sehingga mudah untuk dicerna oleh anak. Kita juga dapat menggabungkan nasi dengan beberapa sayuran dan lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam sehari. Bahan yang kita butuhkan hanya 20 gram beras, 30 gram daging ayam cincang, 20 gram jamur kecil, 25 gram tomat cincang, 30 gram tahu, 5 gram keju prut (sesusai selera), 650 ml air. Cara mengolahnya pun sangat mudah yaitu dengan merebus beras bersamaan dengan bahan lainnya dan ditunggu hingga mengental. Setelahnya kita dapat mengangkat masakan ini dan menunggunya hingga dingin sebelum kita berikan pada anak.

    2. Finger food sayuran

    Finger food sendiri merupakan salah satu jenis makanan yang berukuran kecil sehingga memudahkan anak untuk mencernanya. Kita dapat mengolah berbagai jenis makanan menjadi finger food, dan salah satunya adalah berbagai sayuran yang pastinya kaya akan vitamin dan gizi untuk anak. Contohnya saja kita dapat merebus kentang, wortel, ataupun buncis yang sebelumnya telah dipotong kecil terlebih dahulu seukuran jari tangan orang dewasa. Memberikan anak finger food sayuran akan membuat anak menyukai sayuran ketika mereka beranjak dewasa.

    3. Oat udang dan sayur

    Siapa bilang oatmeal hanya dapat dikonsumsi oleh kita yang sudah dewasa? Oatmeal adalah salah satu jenis makanan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita dan menariknya lagi aman untuk dikonsumsi anak. Ketika kita ingin memberikan oatmeal sebagai MPASI, kita sebaiknya memasak oatmeal supaya lebih mudah dicerna anak dan dapat kita padukan dengan berbagai sayuran ataupun lauk lainnya supaya semakin banyak nutrisi yang didapatkan oleh anak.

    Bahan yang kita butuhkan untuk membuat oat udang dan sayur pun cukup sederhana, yaitu 4 sendok makan oat, segenggam kacang hijau yang sudah direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 1 jam, 1 buah wortel yang sudah dipotong kecil-kecil, 4 kuantum brokoli, 4 udang ukuran sedang, 1 batang serai geprek, serta 1 siung bawang putih. Untuk mengolahnya, kita terlebih dahulu perlu menumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum sebelum memasukkan bahan lainnya. Setelah dirasa cukup empuk, kita dapat memasukkan oatmeal berserta kacang hijau dan perlu kita tunggu hingga matang sebelum diberikan pada anak.

    4. Sup ayam kampung brokoli

    Seperti yang kita tahu, anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga tidak ada permasalahan yang timbul dalam perkembangannya. Cara membuat hidangan yang satu ini sangat mudah karena yang kita butuhkan adalah ayam kampung secukupnya, 5 kuntum brokoli, 2 siung bawang merah yang diiris tipis, 1 siung bawang putih yang digeprek, dan tentu saja air. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan menumis bawang putih dan bawah merah hingga harum lalu ungkep ayam hingga mengeluarkan kaldu dan pastinya hingga daging ayam tersebut empuk. Sesudahnya kita dapat menambahkan brokoli dan dimasak hingga matang dan pastinya siap untuk disajikan.

    5. Cake pisang keju kukus

    Siapa bilang bayi tidak dapat mengonsumsi roti? Hal ini terbukti salah karena bayi dapat mengonsumsi kue dengan aman dan pastinya menggunakan bahan yang aman dan empuk untuk dikonsumsi pula. Bahan yang kita butuhkan adalah 2 buah pisang ambon yang sudah dihaluskan, 1 butir telur, 5 sendok makan tepung terigu, 3 sendok makan margarin cair, serta keju parut secukupnya. Terlebih dahulu kita perlu mengocok telur hingga mengembang lalu kita dapat memasukkan bahan lainnya hingga tercampur rata. Setelahnya kita perlu mengukus adonan ini hingga matang dan dapat kita sajikan untuk anak.

    Bagaimana? Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan mengenai MPASI yang tepat untuk anak berusia 9 bulan? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk menyeimbangkan sayuran dan buah untuk anak sehingga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik. So, tunggu apalagi untuk memberikan makanan bergizi bagi buah hati?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI. Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi […]

    Panduan Menyiapkan Makanan Bayi 6 Bulan

    Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI.

    Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi ASI dan makanan padat alias MPASI (Makanan Pendamping ASI). Makanan pendamping seperti apakah yang sebaiknya diberikan? Kali ini, kami akan membahas panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan. Cari tahu, yuk, Moms!

    Tetap Berikan ASI

    Perlu diingat, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama nutrisi untuk bayi Moms. Makanan padat hanya merupakan pendamping, dan Moms harus tetap menyusui bayi setiap dua hingga tiga jam atau sesuai permintaan. Atau, berikan sekitar 700 – 1000 ml susu formula setiap hari.

    Berikan Makanan Pokok yang Dilumatkan

    Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang pertama kali diberikan adalah makanan pokok yang dilumatkan (Jagung, beras,kentang, ubi). Moms bisa memberikan bubur beras terlebih dulu. Moms juga harus cermat dalam memilih sereal bayi yang telah ditambahkan kandungan vitamin dan mineralnya. Pada umumnya bubur sereal mudah dicerna, tidak memicu alergi dan biasanya diterima dengan baik oleh tubuh. Sehingga menjadi peralihan yang tepat bagi bayi dari mengasup makanan yang murni cair (ASI) hingga makanan semi padat.

    Moms bisa memberikan sereal berbutir seperti beras, campurkan dengan air atau susu formula.

    Bila Moms menyusui, jangan campurkan ASI dengan sereal untuk tahap-tahap awal. Tunggu sampai bayi Moms benar-benar mau memakan atau menerima sereal sebagai makanan pertamanya. Biasanya, sih, percobaan ke-1, 2 atau 3, bubur sereal akan berakhir di baki, atau lantai.

    ASI Moms terlalu berharga untuk dibuang. Jadi, campurkan sereal dengan sedikit air pada awalnya. Ketika bayi Anda akhirnya bisa memakan sereal dengan baik, Moms bisa mencampurnya dengan ASI.

    Buatlah sereal sedikit encer pada awalnya dan berikan ia beberapa sendok. Setelah bayi Moms cukup piawai dan mau menerima sereal dengan baik, cobalah menyusui dua kali sehari. Setelah ia makan sereal selama 1-2 minggu, Moms bisa mencoba menu makanan lain yang dihaluskan (pure).

    Pure Sayur dan Buah

    Moms bisa membuat pure buah atau pure sayur. Buah-buahan seperti pisang, alpukat, apel, labu, mangga, cocok diberikan untuk makanan pertama bayi. Bayi juga dapat mencerna sayuran rebus yang dihaluskan seperti kacang hijau, wortel, ubi jalar, atau kentang.

    Namun, saat memberikan satu jenis makanan yang belum pernah dicoba bayi, berikan setidaknya 3 hari berturut-turut sebelum bayi mencoba makanan baru lainnya. Hal ini dilakukan untuk membantu mengidentifikasi makanan yang mungkin alergi atau tidak toleran pada bayi Anda.

    Daging

    Daging adalah sumber protein yang baik. Kebanyakan bayi mendapatkan protein dari ASI atau susu formula. Namun, simpanan zat besi dalam tubuh bayi mulai berkurang antara usia 6 – 9 bulan. Itulah mengapa, memasukkan daging ke dalam makanan bayi bermanfaat sebagai tambahan zat besi untuk tubuhnya.

    Moms bisa memberikan bubur dengan campuran daging ayam, atau unggas, maupun ikan (rendah merkuri) yang direbus dan sudah dihaluskan. Pastikan Moms sudah menyingkirkan semua tulang atau duri ikan ketika menyajikan menu bubur daging ini.

    Perlu diperhatikan, hindari daging olahan seperti ham atau hot-dog. Daging olahan biasanya asin alias ditambahkan bumbu-bumbu penyedap dan tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan bayi Moms.

    Hindari Memberikan Hal Ini!

    Ada beberapa makanan yang tidak boleh diberikan pada tahap ini, antara lain:

    1. Madu

    Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 12 bulan. Sebab, bakteri Clostridium yang menyebabkan botulisme pada bayi biasanya tumbuh subur di tanah dan debu, dan dapat mencemari makanan tertentu, khususnya madu.
    Botulisme pada bayi dapat menyebabkan kelemahan otot, yang ditandai dengan kemampuan mengisap bayi yang lemah, tangisan yang lemah, konstipasi, dan penurunan tonus otot (floppiness).

    Cegah botulisme pada bayi dengan tidak memberikan madu atau makanan olahan yang mengandung madu. Jika ingin memberikan madu, tunggulah setidaknya hingga si kecil berusia 1 atau 2 tahun.

    2. Susu sapi

    Produk susu sapi seperti keju atau yoghurt, boleh diberikan kepada bayi Moms. Namun khusus untuk susu sapi, tunda dulu pemberiannya hingga bayi berusia satu tahun ke atas.

    Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi tidak menyediakan cukup vitamin E, zat besi dan asam lemak esensial yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan. Selain itu, bayi juga belum mampu mencerna dengan baik kandungan protein dan lemak dalam susu sapi. Sehingga jika dipaksakan untuk minum, bisa menimbulkan perdarahan mikroskopis pada feses bayi.

    Susu sapi, juga termasuk ke dalam kelompok makanan/minuman yang bisa memicu alergi.

    3. Makanan yang Berisiko Tersedak

    Pada usia 6 bulan, jangan dulu berikan makanan yang keras, berpotongan besar dan bisa menimbulkan risiko tersedak pada bayi. Moms boleh memberikan wortel lunak/dihaluskan yang dicampurkan dalam bubur, misalnya, namun bukan wortel dengan potongan besar, atau bulat, yang bisa membuat bayi tersedak.

    4. Makanan Pemicu Alergi

    Tunda pemberian makanan yang bisa memicu alergi pada bayi, seperti telur, susu sapi, kacang (kacang tanah, kacang mede), ikan tertentu (tuna, cod, salmon), kerang-kerangan (termasuk lobster, udang, kepiting).
    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan ini sebenarnya dapat membantu mencegah alergi. Namun, untuk lebih aman, tunggulah setidaknya hingga bayi berusia setahun.

    Jika Moms khawatir dengan potensi alergi pada bayi karena riwayat keluarga, atau bayi mungkin mengalami reaksi alergi, bicarakan pada dokter anak Anda mengenai rekomendasi makanan yang boleh atau tidak boleh diberikan kepada bayi Anda.

    Demikianlah panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan yang bisa Moms coba. Untuk informasi atau panduan mengenai makanan sehat untuk bayi, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Can I Feed My Baby Honey? [Internet]. Kidshealth.org. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: kidshealth.org/en/parents/honey-botulism.html
    2. infants C. Cow’s milk – infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: medlineplus.gov/ency/article/002448.htm
    3. 6-Month-Old Feeding Schedule: A Doctor-Recommended Plan [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/parenting/6-month-old-feeding-schedule#1
    4. [Internet]. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: quora.com/What-solid-food-can-we-give-to-6-month-old-baby
    5. Maheswari S. 6 Months Baby Food Chart And Recipes [Internet]. MomJunction. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: momjunction.com/articles/top-10-food-ideas-6-months-baby_006689/

    Read More
  • Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan […]

    10 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

    Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia – bahkan bayi pun dapat mengalaminya.

    Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan yang satu ini? Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bayi sedang mengalami perut kembung, mengingat mereka belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan jelas? Kita dapat mengamati beberapa gejala atau tingkah laku bayi yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan pencernaannya. Beberapa gejala perut kembung pada bayi antara lain adalah bayi yang menangis secara terus menerus dan tentu saja disertai dengan tingkahnya yang rewel.

    Bayi menangis pun dapat berarti banyak hal, untuk mengetahui apakah ada yang tidak beres dengan perutnya kita dapat mengecek bagian sekitar perut. Apabila perut bayi terasa keras, hal ini berarti bayi mengalami perut kembung. Bukan hanya itu saja, bayi juga akan cenderung menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang bahkan mengangkat kedua kakinya.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menangani permasalahan ini? Pastinya kita tidak ingin melihat anak menderita dalam jangka waktu yang lama karena perut kembung kan?

    Oleh karena itu, yuk disimak tips mengatasi kembung pada bayi:

    1. Bantu bayi bersendawa

    Membuat bayi bersendawa adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh bayi. Kita dapat menggendong bayi secara tegak atau di atas bahu dan mengelus punggungnya dengan lembut hingga dapat bersendawa. Cara lainnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membaringkan buah hati selama 5 hingga 10 menit setelah menyusui dan mengelusnya pada posisi atas bayi. Udara akan lebih mudah bergerak ketika kita mengangkat kecil kembali ke atas dan pastinya memudahkan mereka untuk bersendawa.

    2. Memijat perlahan

    Memijat bayi adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi perut kembung anak. Memijat yang dimaksud di sini tentu saja menggunakan teknik tersendiri, yaitu dengan mengusap perut bayi hingga perut mereka tidak lagi keras. Selain itu, kita juga dapat mengusap punggung bayi dengan posisi tengkurap hingga mereka tidak kembung lagi atau setidaknya angin dalam perut mereka berkurang.

    3. Posisi menyusui

    Tidak dapat dipungkiri jika posisi menyusui juga dapat membuat perut anak menjadi kembung sehingga carilah posisi nyaman menyusui untuk mencegah hal ini terjadi. Sebaiknya kita menyusui dengan posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya dan hal ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas sehingga bayi akan lebih muda bersendawa. Hal ini juga berlaku meskipun kita memberi anak susu pada botol dan kita harus memastikan jika susu sudah tercampur dengan baik. Susu yang menggumpal akan membuat anak meneguk berlebihan dan dapat berujung pada perut kembung anak.

    4. Memandikan bayi dengan air hangat

    Meskipun cara yang satu ini terlihat sepele, tapi air hangat cukuplah efektif untuk membuat anak nyaman dan pastinya menyembuhkan perut kembung anak. Menariknya lagi, cara yang satu ini juga aman untuk dilakukan baik pada bayi yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan dan pastinya perlu kita lakukan secara perlahan agar bayi merasa nyaman.

    5. Membedong bayi

    Cara yang satu ini dapat dilakukan apabila bayi masih berusia kurang dari dua bulan. Membedong bayi akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan pastinya membantu keluarnya udara dari perut sehingga bayi tidak akan merasa kembung lagi. Selain itu, bayi yang masih berusia di bawah dua bulan masih sering kedinginan sehingga mereka rentan terhadap permasalahan perut kembung.

    6. Menggerakkan kaki bayi seperti bersepeda

    Cara yang satu ini dapat dibilang cukup efektif untuk membuang gas pada perut bayi sehingga mereka tidak akan rewel setelah melakukan gerakan yang satu ini. Selain itu, melakukan cara ini juga semakin mendekatkan hubungan ibu dengan anak karena kita perlu melakukannya secara perlahan dan pastinya mengajak mereka berkomunikasi dan tertawa sehingga bayi merasa lebih rileks. Melakukan gerakan ini akan menekan bagian perut bayi dan tentu saja mendorong gas bergerak ke atas hingga kerongkongan yang berarti gas akan keluar setelahnya.

    7. Tummy time

    Cara terakhir yang dapat kita lakukan untuk membuat bayi tidak mengalami perut kembung lagi adalah dengan melakukan tummy time, yaitu membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat hingga bayi tidak lagi mengalami permasalahan ini. Posisi tengkurap bayi akan membuat gas perut mendapatkan tekanan dari berat badan dan membuat gas keluar dengan bayi bersendawa ataupun buang angin. Selain itu, kita juga dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga mempercepat proses gas terbuang dari dalam perut.

    Nah, itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Pastinya kita tidak akan panik lagi kan ketika mengetahui anak mengalami masalah perut kembung? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memberikan anak asupan makanan bergizi agar kesehatannya terjaga dan tentu saja diberikan ASI eksklusif agar perkembangannya tidak terganggu. So, yuk lebih perhatikan kesehatan anak dari sekarang!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Usia bayi 8 bulan selalu diberi ASI atau susu formula, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bayi usia 8 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Biasanya, saat bayi memasuki usia 8 bulan sudah bisa mengunyah makanan dan makan seperti roti dengan tangannya sendiri atau biasa disebut dengan finger food. Bukan hanya itu saja, diusia 8 bulan […]

    Daftar Makanan Bayi yang Sesuai untuk Bayi 8 Bulan

    Usia bayi 8 bulan selalu diberi ASI atau susu formula, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bayi usia 8 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Biasanya, saat bayi memasuki usia 8 bulan sudah bisa mengunyah makanan dan makan seperti roti dengan tangannya sendiri atau biasa disebut dengan finger food. Bukan hanya itu saja, diusia 8 bulan bayi juga di beri makan bubur.

    Dalam tahap ini makanan yang sudah dihaluskan menjadi bubur juga menjadi salah satu tumbuh kembangnya si kecil. Makanan yang diberikan pun bervariasi dan sesuai dengan anjuran dokter anak. banyak yang perlu diperhatikan orang tua dalam memberi bubur/ MPASI untk bayi. Sebelum kita membahas makanan apa saja yang harus diberikan pada bayi yang berusia 8 bulan, anda harus memperhatikan hal penting berikut:

    • Gunakanlah sendok,mangkok dan peralatan lainnya dengan bersih
    • Cangkir/gelas untuk tempat air putih
    • Anda wajib menggunakan sayuran serta buah yang sudah dicuci bersih menggunakan air mengalir
    • Jangan lupa, anda harus mencuci tangan sebelum anda mengolah semua bahan untuk si kecil
    • Kukuslah semua bahan sebelum diblender. Jangan direbus, karena vitamin yang terkandung dalam buah dan sayur tersebut bisa hilang. Kukuslah menggunakan sedikit air saja
    • Jika anda menambahkan daging, jangan lupa untuk buang lemak dan kulitnya
    • Jangan menambahkan gula, anda bisa menambahkan bumbu saja walau sedikit saja.

    Beri anak anda makan bubur pada jam yang tepat, jangan sampai kelewat jam makan pagi maupun siang. Beberapa cara sebelum mengolah makanan bayi pun sudah dipaparkan diatas. Mengolah makanan bayi bulan yang diolah sendiri mempunyai manfaat yang efisien untuk kesehatan tubuhnya serta terpenuhinya gizi pada bayi yang berumur 8 bulan.

    Daftar Makanan yang Sesuai Untuk Bayi 8 Bulan:

    1. Bubur Beras Merah Sayur dan Daging Ayam

    Membuat bubur dengan bahan beras merah, sayur dan daging ayam juga sangat dianjurkan, karena memiliki banyak vitamin serta protein hewani yang terdapat pada daging ayam. Anda bisa membuat bubur tersebut menjadikannya halus. Anda bisa menggunakan blender untuk membuat beras merah tersebut menjadi tepung. Anda juga harus tau bahwa perbandingannya 1:9 dengan air, sehingga menghasilkan tekstur yang lunak.

    Cara Membuat Buburnya adalah:
    • Masak beras merah yang sudah diblender tadi dengan perbandingan 1:9 air.
    • Blender daging ayam yang sudah dikukus agar lembut dan halus
    • Tambahkan wortel yang sudah dikukus dan tumbuk/blender hingga halus
    • Tambahkan bumbu seperti sedikit gunakan garam halus, bisa juga menggunakan keju parut. Hindri menggunakan gula.
    • Aduk rata hingga semua tercampur, jangan lupa tes rasa
    • Sajikan hangat pada si kecil. Jika bubur tersebut masih tersisa, jangan lupa menyimpannya ke dalam kulkas dalam keadaan dingin ya.
    • Jika untuk makan si kecil lagi, hangatkan dengan menggunakan api yang sedang saja.

    2. Bubur Kentang dan Wortel

    Kentang dan wortel sangat disarankan sebagai makanan bayi yang berusia 8 bulan karena mengandung karbohidrat dan vit A, kedua bahan itu bisa menjaga kekebalan tubuh anak anda. Kedua bahan tersebut mengandung gizi yang sangat baik bagi pertumbuhanya.

    Bagaimana Cara Membuat Bubur Wortel dan kentang:
    • Kukus Kentang dan wortel terlebih dahulu. Lebih baik mengukus ya, bunda. Jangan di rebus karena vitaminnya akan berkurang
    • Haluskan kentang dan wortel menggunakan blender atau secara ditumbuk
    • Masukan dalam panci dan nyalakan kompor dengan api kecil
    • Jangan lupa tambahkan susu
    • Campur ketiga bahan tersebut dan aduk rata, jangan lupa tambahkan sedikit garam untuk perasa/ parutan keju juga bisa
    • Sajikan hangat pada si kecil

    3. Bubur Wortel dengan Kacang Hijau

    Selain wortel kacang hijau juga bisa dibuat bubur yang sangat bergizi untuk bayi sebagai menu yang disajikan pada MPASI anak berumur 8 bulan. Mencampur kedua bahan makanan diatas dapat memberi gizi yang lebih optimal karena wortel mempunyai Vitamin A yang baik untuk anak. Mengkombinasikan dua makanan tersebut sangatlah mudah.

    Berikut Tahapannya: 
    • Siapkanlah kacang hijau dan rendamlah menggunakan air,
    • Kukus wortel dengan sedikit air saja.
    • Masukan kacang hijau yang ingin dibuat bubur tersebutke menggunakan sedikit air, tunggu hingga mendidih
    • Tumbuk/ blender wortel sehingga halus dan lembut.
    • Campur kedua bahan tersebut hingga matang dan terampur rata,
    • Tambahkan susu bubuk/ susu formula sesuai dengan umur tentunya.
    • Sajikan selagi hangat, karena anak akan makan jika bubur itu terasa hangat
    • Jika masih, masukan kulkas dalam kondisi benar-benar dingin dan panaskan jika ingin dimakan.

    4. Olahan Buah-Buahan

    Olahan buah-buahan juga sangat penting untuk anak, meskipun hanya sedikit tapi sering itu bisa membuat kekebalan tubuhnya tidak rentan dari penyakit. Dalam buah-buahan terdapat beberapa vitamin, serat, dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuuhan dan perkembangan anak. jangan lupa memberi buah meskipun hanya satu hari sekali, seperti pisang, apel, dan lain- lain.

    Ulasan diatas sudah menjelaskan beberapa hal penting untuk makan anak yang berusia 8 bulan. Sebenarnya masih banyak makanan yang bisa diolah sendiri dirumah seperti bayam, ikan tuna, ikan laut atau sejenisnya. Makanan yang mengundung protein serta vitamin sangat dianjurkan untuk perkembangan anak. Mulailah memberi anak makanan sehat mulai dari sekarang. Selamat membaca, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Terima Kasih

    instal aplikasi prosehat

     

    Read More
  • Pada artikel kali ini, kami akan memberikan 8 resep menu MPASI bayi 6 bulan yang sehat dan dapat membantu pertumbuhan anak ibu. Apabila bayi Ibu sudah berusia 6 bulan, tentunya memikirkan tentang makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat merupakan hal yang perlu ibu pikirkan serta pertimbangkan. Hal ini dikarenakan organ-organ pencernaan bayi pada usia tersebut […]

    8 Resep Menu MPASI Bayi 6 Bulan yang Bisa Bunda Coba

    Pada artikel kali ini, kami akan memberikan 8 resep menu MPASI bayi 6 bulan yang sehat dan dapat membantu pertumbuhan anak ibu. Apabila bayi Ibu sudah berusia 6 bulan, tentunya memikirkan tentang makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat merupakan hal yang perlu ibu pikirkan serta pertimbangkan. Hal ini dikarenakan organ-organ pencernaan bayi pada usia tersebut sudah semakin berkembang.

    Dengan berkembangnya sistem saluran pencernaan, bayi berusia 6 bulan akan membutuhkan nutrisi-nutrisi tambahan yang tidak ada di dalam ASI. Beberapa nutrisi tambahan tersebut antara lain adalah zat besi, yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan bayi.

    Tentunya ibu juga harus memperhatikan hal-hal seperti komposisi, banyaknya makanan yang diberikan, serta menentukan jadwal pemberian MPASI tersebut. Kenapa harus memperhatikan hal-hal tersebut? Karena apabila ibu tidak memperhatikan komposisi yang tepat, besar kemungkinan terjadinya malnutrisi pada bayi yang dikhawatirkan akan memiliki dampak bagi proses tumbuh kembang mereka.

    Beberapa tips yang harus diperhatikan dalam menyiapkan MPASI antara lain adalah sebagai berikut:

    1. Makanan harus dilunakkan terlebih dahulu dan dibuat menjadi semacam bubur atau puree,
    2. Perkenalkan bayi terhadap sayur-sayuran terlebih dahulu sebelum mengenalkan kepada makanan lain seperti buah-buahan,
    3. Jangan menambahkan gula atau garam ke dalam MPASI,
    4. Kenalkan MPASI secara perlahan dan jangan memaksa bayi untuk makan,
    5. Porsi MPASI juga harus dinaikkan secara bertahap dan perlahan, mulailah dari sekitar dua sendok makan dua kali sehari,
    6. Usahakan tidak merebus bahan makanan untuk MPASI karena dikhawatirkan akan menghilangkan nutrisi di dalamnya, cobalah dikukus atau dipanggang.
    7. Jangan terburu-buru memberikan menu MPASI baru kepada bayi, berikan jeda 3 hari untuk setiap menu guna melihat apakah bayi memiliki reaksi alergi terhadap makanan yang diberikan.
    8. Sebagai tahap perkenalan MPASI, campurkan bahan makanan dengan ASI atau susu formula sebanyak 4-5 sendok teh atau sekitar 30ml

    Lalu bagaimana untuk resep makanan dan cara memasaknya?

    Berikut ini akan kami berikan 8 resep menu MPASI bayi 6 bulan pilihan yang bisa ibu coba di rumah, yang diharapkan bisa membantu ibu dalam menyusun program MPASI bagi bayi.

    1. Bubur/Puree Alpukat

    Alpukat merupakan buah yang bergizi, serta merupakan sumber lemak yang baik dan dibutuhkan oleh bayi. Selain itu, buah Alpukat juga kaya akan vitamin C dan K yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan juga dapat memperbaiki jaringan tubuh.

    Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
    1. Kerok buah Alpukat, kemudian haluskan dengan blender
    2. Campur dengan sekitar 30ml ASI

    2. Bubur Beras

    Salah satu makanan yang umum digunakan untuk MPASI, bubur beras mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi, terutama apabila menggunakan beras merah.

    Cara membuat bubur beras:
    1. Masak beras secukupnya dengan air bersih hingga menjadi bubur
    2. Saring
    3. Campurkan dengan ASI

    3. Bubur Ubi

    Ubi dan juga umbi-umbian lainnya mengandung nutrisi tinggi yang baik untuk bayi seperti vitamin C, A, dan E, sehingga aman diberikan sebagai MPASI.

    Cara membuatnya:
    1. Kukus Ubi,
    2. haluskan dengan blender
    3. Saring

    4. Bubur Apel

    Apel mengandung kalori tinggi, serta kandungan vitamin A dan C yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Tetapi karena buah ini cukup keras, sebaiknya ibu benar-benar pastikan bubur Apel sudah benar-benar halus sebelum diberikan kepada bayi.

    Cara membuat bubur Apel:
    1. Kupas dan potong Apel
    2. Kukus
    3. Haluskan dengan blender
    4. Saring

    5. Bubur Bayam

    Seperti disebutkan di awal, zat besi merupakan salah satu yang terpenting bagi perkembangan bayi usia 6 bulan, sehingga sayur Bayam yang tinggi kandungan zat besinya akan sangat baik untuk diberikan kepada bayi ibu.

    Cara memasaknya:
    1. Potong batang bayam
    2. Bersihkan daun bayam yang akan dimasak
    3. Kukus daun bayam
    4. Blender daun bayam hingga halus

    6. Bubur Tofu

    Tofu dan juga tahu lainnya sangat baik digunakan untuk MPASI, dikarenakan kandungan protein yang tinggi serta teksturnya yang lembut.

    Cara memasak tofu untuk MPASI
    1. Kukus tofu yang akan dijadikan bubur
    2. Blender tofu hingga halus

    7. Puree/Bubur Pisang

    Buah pisang juga salah satu yang biasa digunakan sebagai MPASI, karena selain kaya vitamin pisang juga baik untuk pencernaan bayi.

    Cara memasak puree buah pisang adalah sebagai berikut:
    1. Blender pisang hingga halus
    2. Campur sedikit ASI bila perlu

    Buah pisang sendiri sebenarnya bisa langsung disajikan kepada bayi, tentunya ibu harus menyendoknya dan menyuapkan kepada bayi secara perlahan dan hati-hati.

    8. Puree/Bubur Mangga

    Buah Mangga mengandung beta karoten yang tinggi dan baik untuk anak dikarenakan nantinya zat tersebut akan diubah menjadi vitamin A saat berada di dalam tubuh. Selain vitamin A, buah Mangga juga kaya akan vitamin C yang baik dalam membantu menyerap zat besi yang sangat dibutuhkan bayi.

    Cara membuat puree atau bubur Mangga adalah:
    1. Kupas Mangga
    2. Iris kecil-kecil atau potong dadu,
    3. Buang biji nya
    4. Blender sampai halus

    Dengan memberikan menu yang tepat untuk MPASI, dan memilih hanya bahan-bahan yang mengandung gizi yang sedang sangat dibutuhkan bayi usia 6 bulan, diharapkan akan dapat membantu serta mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi Ibu.

    Semoga informasi terkait 8 Resep Menu MPASI Bayi 6 Bulan ini bermanfaat bagi Ibu ya, dan semoga anak ibu bisa tumbuh sehat secara optimal dengan menggunakan resep MPASI yang kami berikan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh […]

    Menu Makan Anak 1 Tahun agar Tumbuh Sehat dan Kuat

    Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh kembang optimal, serta kualitas hidup seorang anak, khususnya anak di bawah usia 3 tahun.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Apa saja yang perlu diperhatikan?

    • Mulai usia 1 tahun, si kecil sudah boleh diperkenalkan dengan menu masakan keluarga. Menu ini berbeda dengan makanan orang dewasa berdasarkan jenis makanan, porsi makan, serta jadwal pemberian makannya. Tentu saja dalam menu makanan hariannya, semua bahan makanan harus tersedia, mulai dari makanan pokok, sumber protein hewani maupun nabati, sayuran dan buah-buahan.

    • Walaupun sudah bisa diberikan menu makanan keluarga, sebaiknya anak usia 1 tahun ini diberikan makanan padat namun teksturnya masih agak lunak atau tidak terlalu keras. Makanan padat yang diberikan hendaknya dalam bentuk yang mudah dikunyah, ditelan, dan dicerna oleh sistem pencernaan si kecil. Anak biasanya baru bisa menerima makanan keluarga dengan baik pada usia 2-3 tahun.

    • Anak usia 1-2 tahun membutuhkan sekitar 1000-1400 kalori per hari. Mulai usia 1 tahun, anak sudah bisa diberikan makanan 3 kali sehari, dan diselingi dengan memberi cemilan di antara waktu makan tersebut. Contoh makanan selingan yang bisa diberikan antara lain buah-buahan, bubur kacang hijau, puding, atau kue.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    • Berikan makanan yang bervariasi. Semakin banyak variasinya, semakin baik untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil. Jenis makanan yang bervariasi juga mengurangi kemungkinan si kecil untuk menyukai makanan tertentu saja, atau memilih-milih makanan yang disukainya.

    • Apabila terdapat riwayat alergi pada orangtua atau dalam keluarga, hendaknya diperhatikan pula makanan yang diberikan pada anak dan kemungkinan munculnya alergi makanan.

    Apa saja tantangannya?

    • Mulai usia 1 tahun, biasanya anak mulai memilih-milih makanan (picky eater). Hal ini bergantung pada variasi makanan yang diberikan, semakin beragam jenis makanan yang diberikan, anak cenderung tidak pilih-pilih makanan.

    • Si kecil juga kadang menolak untuk melanjutkan makan setelah beberapa suapan, atau mengemut makanan terlalu lama dalam mulut. Hal ini biasanya disebabkan karena perubahan menu makanan atau peralihan tekstur makanan dari lunak menjadi padat. Cara mengatasinya, hendaknya peralihan tekstur maupun rasa dalam makanan si kecil diberikan secara bertahap.

    • Saat usia 1 tahun, atau saat ia mulai berjalan dan aktif bergerak, laju pertumbuhan anak biasanya akan berkurang. Antara usia 1-3 tahun, kemampuan fisik, kecerdasan, dan sosial anak akan berkembang dengan sangat cepat. Dalam proses perkembangan anak menjadi mandiri ini, ia mungkin akan mengalami penurunan selera makan.

    Penyebabnya adalah karena mereka menganggap makan mengganggu kegiatan bermain mereka. Namun hal ini dapat dimanfaatkan orangtua untuk tetap memberi perhatian pada makan anak sambil bermain dan bersosialisasi dengannya.

    • Si kecil yang mulai mengenal berbagai rasa makanan umumnya menyukai makanan yang rasanya manis sehingga enggan untuk makan makanan yang rasanya hambar. Untuk itu, hendaknya orangtua membatasi pemberian makanan manis untuk anak.

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

    • Anak biasanya akan mencontoh pola makan dan kebiasaan orangtuanya. Untuk itu, hendaknya orangtua memberi contoh yang baik untuk anaknya dengan makan secara teratur dan makan makanan yang sehat.

    Apa menu makanan yang direkomendasikan untuk anak 1 tahun?

    Hendaknya orangtua memperhatikan kandungan nutrisi dalam setiap makanan si kecil, meski tidak ada ketentuan yang mutlak mengenai makanan anak 1 tahun. Beberapa makanan yang mudah didapatkan berikut ini bisa dijadikan pilihan:

    1. Beras merah

    Beras merah mengandung lebih banyak vitamin B, protein, dan mineral bila dibandingkan dengan beras putih. Beras ini juga mempunyai karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap oleh tubuh sehingga kadar glukosa darah lebih stabil untuk digunakan sebagai sumber energi yang siap pakai.

    2. Ubi

    Ubi mengandung vitamin A dan vitamin C yang banyak, serta mempunyai senyawa fitokimia yang baik untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit.

    3. Daging ayam

    Daging ayam mempunyai jumlah lemak yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan daging merah. Tapi bagian kulitnya, mempunyai lebih banyak lemak dibandingkan dengan jenis daging lainnya.

    4. Daging merah

    Daging-dagingan yang berasal dari sapi misalnya, mempunyai kandungan zat besi yang penting untuk pertumbuhan anak, terutama anak usia 1 tahun. Zat besi yang terdapat dalam daging ini juga dapat langsung diserap oleh tubuh. Daging merah cukup diberikan 2-3 kali dalam seminggu.

    5. Ikan

    Ikan mempunyai kandungan protein, rendah lemak, dan juga mengandung nutrisi berupa kalsium, magnesium, dan selenium. Kandungan gizi dalam ikan baik untuk mencegah radikal bebas dalam tubuh dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ikan salmon dan ikan tongkol, mengandung banyak lemak esensial yang baik untuk mendukung pertumbuhan otak si kecil.

    6. Jeruk

    Jeruk sangat dianjurkan untuk diberikan setiap selesai makan karena kaya akan vitamin C yang sangat berperan dalam penyerapan zat besi dalam tubuh.

    7. Sayuran berwarna terang

    Sayuran berwarna hijau maupun kuning mengandung senyawa fitokimia yang penting untuk mencegah berbagai penyakit antara lain penyakit kanker dan penyakit jantung koroner.

    8. Tomat

    Tomat mengandung salah satu pigmen antioksidan yaitu senyawa likopen yang penting untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit jantung.

    9. Wortel

    prosehat wortel lancarkan ASI

    Wortel mengandung beta karoten yang akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh yang penting untuk menunjang kesehatan mata.

    10. Susu

    Susu dan juga produk dari susu bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi pada anak karena kaya akan kalsium dan vitamin D. Usia 1 tahun biasanya anak masih mendapatkan ASI. Susu tambahan dapat diberikan sebagai pengganti ASI atau biasanya bila anak sudah berusia 2 tahun.

    Baca Juga: Perkuat Tulang Anak Sejak Dini

    Berbagai jenis makanan ini dapat divariasikan dalam menu makanan si kecil sehari-hari. Bahan makanan dapat diganti setiap harinya dan dibuat resep berbeda agar anak tidak bosan dan semakin memperkaya rasanya terhadap makanan. Selamat mencoba!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumbuh kembang anak dan produk-produk kesehatan, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Nela Fitria Yeral, dr.

     

     

    Referensi:
    1. Nasar, Sri S., Artikel Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak (2015). Available at: idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak
    2. Gavin, Mary L. (2018). Feeding Your 1- to 2-Year-Old. [online] Available at: kidshealth.org/en/parents/feed12yr.html
    3. Robbins, C. (2017). What Should a One Year Old Eat?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: livestrong.com/article/509331-what-should-a-one-year-old-eat
    4. Baby Centre UK. (2015). Solids by age: 12 to 18 months. [online] BabyCentre UK. Available at: babycentre.co.uk/a9147/solids-by-age-12-to-18-months
    5. Brennan, D. WebMD (2017). What to Feed Your Baby Now.

    Read More
  • Para orangtua tentu mempunyai perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. Salah satu yang menjadi perhatian orangtua adalah berat badan anak. Tak jarang orangtua merasa khawatir bila melihat anaknya tampak lebih kurus dibanding teman sebayanya. Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan anak hingga terlihat kurus atau gemuk, yaitu faktor genetik atau […]

    10 Cara Menggemukkan Badan Anak agar Tumbuh Sehat Optimal

    Para orangtua tentu mempunyai perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. Salah satu yang menjadi perhatian orangtua adalah berat badan anak. Tak jarang orangtua merasa khawatir bila melihat anaknya tampak lebih kurus dibanding teman sebayanya. Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan anak hingga terlihat kurus atau gemuk, yaitu faktor genetik atau keturunan, dan nafsu makan anak itu sendiri. Menurut ahlinya, berat badan anak itu sangat dinamis, dan dapat berubah seiring tumbuh kembangnya.

    Apa saja yang perlu diketahui para orangtua?

    • Orangtua perlu memberi perhatian lebih bila pertumbuhan tinggi badan anak tidak disertai dengan pertambahan berat badan anak. Adanya penyimpangan dari pertumbuhan rata-rata tinggi badan dan berat badan menunjukkan adanya masalah kesehatan. Ini bisa juga disebabkan karena nafsu makan anak yang kurang baik. Menurut ahlinya, anak yang sehat akan mempunyai nafsu makan yang baik. Untuk anak usia bawah 2 tahun yang masih menyusui, atau yang masih mendapat ASI biasanya akan mempunyai nafsu makan yang baik karena tubuhnya lebih sehat.

    • Orangtua biasanya akan memberikan suplemen tambahan dengan tujuan menambah nutrisi pada anak. Namun perlu diperhatikan kapan nutrisi tambahan ini perlu diberikan. Konsultasikan ke dokter agar dapat dipastikan anak berada dalam grafik tumbuh kembang yang sesuai dengan usianya. Dokter juga akan menghitung indeks massa tubuh si kecil yang akan menentukan berat badannya seimbang atau terlalu kurus. Tapi ingat, penilaian kurus atau tidaknya anak ini harus diukur dengan timbangan, jangan hanya membandingkan dengan anak lain yang tampak lebih besar, karena ini tentu saja tidak akurat.

    Apa saja tips untuk menggemukkan badan?

    Jika memang terdapat masalah pertambahan berat badan anak dimana berat badannya menurut usia berada di bawah garis normal pada kurvanya, tentu orangtua perlu berupaya menaikkan berat badan anak tersebut. Berat badan yang bertambah diharapkan juga dapat mempengaruhi anak yang terlihat kurus akan kelihatan lebih gemuk.

    Adapun tips-tipsnya agar berat badan anak naik dan tumbuh sehat optimal:

    1. Menyesuaikan porsi makan anak

    Bila si kecil mampu menghabiskan porsi makanannya lebih dari satu porsi, berikan makanan tambahan yang lebih dari porsi biasanya, contohnya dengan memberikan potongan buah yang lebih besar, sayuran yang lebih banyak, atau susu dalam gelas yang lebih besar. Namun, bila anak tidak suka makan dalam jumlah banyak, berikan makanan dalam porsi kecil-kecil tapi sering. Ini merupakan salah satu kunci menaikkan berat badan karena meskipun anak makan sedikit-sedikit tapi kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dalam beberapa kali makan.

    2. Makan secara teratur

    Jadwal makan yang konsisten membuat anak menghargai waktu makannya dengan baik dan terbiasa untuk tidak melewatkan waktu makan sehingga kebutuhan akan nutrisi anak dapat terpenuhi. Makan dengan teratur dapat mempengaruhi pertambahan berat badan si kecil dan memenuhi kebutuhan kalori untuk beraktivitas seharian.

    3. Makan makanan kalori tinggi

    Orangtua dapat memilih makanan yang mempunyai kalori tinggi untuk diberikan kepada anak. Makanan yang mempunyai kalori tinggi mempercepat kenaikan berat badan. Anak usia 2-3 tahun pada dasarnya membutuhkan lebih kurang 1.000 kkal setiap harinya. Sementara anak usia 4-8 tahun membutuhkan 1.200-1.400 kkal setiap hari.2 Kalori merupakan bagian dasar energi yang dapat ditemukan pada setiap makanan maupun minuman.

    4. Menambah asupan lemak

    source: healthfreedoms

    Lemak merupakan sumber gizi yang paling cepat untuk meningkatkan kalori karena 1 gram lemak mengandung lebih banyak kalori dibandingkan dengan bahan makanan lainnya. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak seperi minyak zaitun, minyak kanola, mentega, dapat dijadikan bahan memasak makanan si kecil sehari-hari. Selain itu, alternatif lainnya untuk menambah kalori dari lemak adalah dengan menambah keju yang dilelehkan, krim saus, ataupun mayonnaise pada makanan anak.

    5. Menambah asupan karbohidrat

    Karbohidrat merupakan salah satu sumber gizi bagi tubuh yang kaya akan kalori, yaitu 4 kkal/gram, walaupun tidak sebanyak kalori pada lemak. Tambahkan makanan sumber karbohidrat sebagai cemilan untuk si kecil seperti granola, buah-buahan kering, ataupun kismis. Selain itu bisa juga menambahkan madu atau sari buah pada sereal.

    6. Minum jus buah dan susu

    Apabila si kecil tidak suka makan, kalori bisa didapatkan dari minuman seperti jus buah segar, susu segar, yoghurt, maupun smoothies yang mengandung yoghurt. Minuman ini juga kaya akan vitamin, mineral, dan protein yang didapat dari susu dan produk olahannya.

    7. Menambah kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun

    Bahan makanan tersebut mempunyai lemak sehat yang tinggi dan dapat membantu pemulihan pada cedera atau peradangan. Makanan yang kaya akan lemak sehat ini juga mempunyai kalori yang tinggi. Penambahan kacang-kacangan seperti almond atau selai kacang, alpukat, ataupun menambah minyak zaitun pada makanan dapat menambah berat badan si kecil.

    8. Membuat waktu makan menyenangkan

    Bagi sebagian anak, waktu makan kadang menjadi tidak menarik karena anak biasanya tidak mau kehilangan waktu untuk bermain. Sehingga peran orangtua adalah untuk membuat waktu makan menjadi menyenangkan, yaitu dengan memberikan hidangan yang bervariasi. Orangtua juga dapat membuat kreasi pada makanan anak misalnya dengan membuat bentuk-bentuk makanan yang menarik dan menambah semangat anak untuk makan dengan bercerita dan bermain. Ajak anak makan bersama dengan keluarga, berikan kesempatan anak untuk memilih makanan dan makan sendiri. Jangan memaksa anak untuk makan karena dapat mempengaruhi mood dan selera makannya.

    9. Memberikan camilan sehat

    Anak cenderung mempunyai lambung yang kecil sehingga menolak makan makanan dalam porsi besar. Bila ini terjadi, orangtua bisa mengakalinya dengan memberikan cemilan di antara waktu makan anak. Cemilan yang diberikan sebaiknya adalah cemilan sehat seperti buah-buahan, udding, yoghurt, roti gandum, atau cemilan sehat lain yang mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk anak.

    10. Anak cukup tidur

    Agar mengimbangi makan makanan sehat dan teratur, anak juga harus cukup istirahat dan tidur secara teratur. Hal ini juga berperan dalam meningkatkan berat badan anak.

    Perlu diingat bahwa sulitnya kenaikan berat badan pada anak dapat berdampak pula pada tinggi badannya. Sehingga, orangtua sangat berperan menunjang kesehatan anaknya, yaitu dengan memberikan nutrisi yang baik sejak bayi mulai dari pemberian ASI hingga MPASI (makanan pendamping ASI) yang benar. Tugas orangtua pula untuk memantau tumbuh kembang anaknya dan konsultasikan ke dokter jika ada masalah pada tumbuh kembang anak.

    Itulah 10 cara menggemukkan badan pada anak agar tumbuh sehat optimal. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara mengemukkan badan pada anak dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Nela Fitria Yeral, dr.

     

    Referensi:
    1. Braverman, J. What Kinds of Food Make Children Gain Weight (2018). Available at: healthyeating.sfgate.com/kinds-food-make-children-gain-weight-7365.html
    2. Corleone, J. Healthy Diet Plan for Kids to Gain Weight. (20170. Available at: livestrong.com/article/254681-healthy-diet-plan-for-kids-to-gain-weight/
    3. Clark, N. 5 Tips to Help Your Skinny Child Bulk Up. Availble at: momsteam.com/nutrition/five-tips-help-your-skinny-child-bulk-up

    Read More
  • Moms yang memiliki buah hati menginjak usia 6 bulan pasti tak sabar untuk “bereksperimen” memberi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) ya? Makanan padat pertama si kecil haruslah bertekstur lunak dan sedikit cair, seperti bubur susu atau pure buah/sayur. Mana yang lebih dulu diberikan? Nah, berikut 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan […]

    6 Tips Pemberian MPASI pada Bayi 6 Bulan

    Moms yang memiliki buah hati menginjak usia 6 bulan pasti tak sabar untuk “bereksperimen” memberi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) ya?

    Makanan padat pertama si kecil haruslah bertekstur lunak dan sedikit cair, seperti bubur susu atau pure buah/sayur. Mana yang lebih dulu diberikan? Nah, berikut 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan yang perlu Moms ketahui:

    1. Perhatikan Tanda Bayi Siap MPASI

    Mungkin tak sedikit Moms yang mendengar petuah dari orang tua atau ibu mertua mengatakan kalau bayi sudah mulai bisa diberi makan pada usia 4 bulan. Benarkah? Hal ini tidaklah tepat, sebab bayi disarankan diberi MPASI saat berusia 6 bulan. Mengapa? Biasanya saat itu otot leher bayi sudah cukup kuat sehingga ia bisa menahan kepalanya untuk tidak lagi goyah. Ia juga sudah dapat duduk sendiri (walaupun dengan bersandar) dan menegakkan kepala. Dengan begitu, proses menelan bayi bisa dibilang sudah lebih baik. Selain itu, fungsi pencernaan bayi pada usia 6 bulan juga sudah lebih baik.

    Tanda lain bahwa bayi siap MPASI antara lain:
    – Mulai tertarik dengan makanan yang Moms makan. Terlihat dari ekspresi wajah atau gerakan tangan yang seolah-olah ingin mengambil makanan untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.
    – Ia akan antusias membuka mulutnya tiap kali disodorkan makanan.
    – Ia tidak lagi memakai lidah untuk mendorong makanan keluar dari mulut.

    2. Mulailah dengan Bubur Susu

    Meskipun tak ada urutan baku, American Academy of Pediatrics merekomendasikan serealia – seperti beras atau gandum – sebagai makanan yang diberikan pertama kali untuk si kecil yang sudah siap MPASI. Selanjutnya, barulah bayi diperkenalkan dengan variasi MPASI lain seperti bubur (pure) sayur, buah, dan daging atau ikan.

    Dibandingkan sayur atau buah, bubur susu/bubur beras (tepung beras + ASIP/susu formula) sangat cocok diberikan sebagai makanan pertama si kecil.

    Ya, untuk mengenalkan makanan padat pertama pada bayi sebaiknya dimulai dari makanan yang teksturnya encer dan lembek, dengan rasa yang tidak jauh berbeda dengan ASI atau susu formula, seperti bubur susu. Tujuannya adalah agar bayi tidak kaget dengan makanan pertamanya.

    Tak hanya itu, bubur beras sangat rendah alergen, alias tidak memicu reaksi alergi. Bubur beras juga diperkaya zat besi, tinggi kalori, sangat mudah dicerna, paling mudah diubah konsistensinya (kepadatannya). Cara membuatnya juga sederhana dan mudah dibuat sendiri di rumah.

    Satu hal yang perlu Moms perhatikan, saat membuat bubur susu, jangan memanaskan ASIP atau susu formula di atas kompor bersamaan dengan memasak bubur beras. Lakukan hal itu setelah bubur beras selesai dimasak. Tuang bubur beras ke dalam mangkuk, aduk-aduk sebentar lalu masukkan ASIP/susu formula.

    Cara mengecek kecukupan tekstur adalah makanan tidak tumpah jika sendok dimiringkan.

    Selain bubur beras, bayi juga bisa dikenalkan dengan jenis serealia lain yang memiliki rasa tidak jauh berbeda, seperti bubur susu gandum atau havermut (oatmeal).

    3. Menu Sama Selama 3 Hari

    Perlu diingat, MPASI diberikan secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Mulailah dengan memberikan 1 – 2 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa bertambah seiring perkembangan bayi. Tetapi sebelumnya, coba dulu dengan memberikan menu yang sama selama 2-3 hari berturut-turut. Setelah itu, baru bayi Moms perkenalkan lagi dengan variasi menu MPASI yang lain.

    Menunggu selama 2-3 hari juga memungkinkan Moms untuk mengamati apakah si kecil memiliki reaksi alergi atau tidak, seperti diare, muntah, atau ruam (meskipun kebanyakan gejala muncul dalam waktu empat jam setelah makan). Jika iya, maka hentikan makanan penyebab alerginya dan menggantinya dengan asupan lain.

    Selain itu, Moms jadi bisa mengetahui apakah si kecil suka atau tidak dengan menu MPASI yang diberikan.

    Jika ia kurang suka dengan menu tersebut, jangan langsung menghapusnya dari menu MPASI si kecil. Perlu diketahui, bayi mungkin perlu mencoba makanan 10 kali sebelum menerimanya. Jadi, setelah dua minggu atau satu bulan, coba berikan kembali menu yang sama, atau padukan dengan sesuatu yang dia suka. Siapa tahu saat itu, bayi Moms akan lebih bisa menerima dan akhirnya menyukainya.

    4. Berikan Menu MPASI yang Bervariasi

    Setelah bayi belajar untuk menerima satu jenis makanan, secara bertahap kenalkan ia dengan berbagai jenis makanan lain satu per satu, seperti sayuran, buah, ikan dan daging dengan cara dihaluskan sehingga teksturnya lumat dan kental.

    Berikan bubur susu yang mengandung protein hewani (daging merah/hati ayam) untuk memenuhi kebutuhan zat besi yang sudah menurun kadarnya di dalam ASI, agar menunjang pertumbuhan fisik si kecil. Variasikan dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning.

    Meskipun banyak yang merekomendasikan memulai sayuran dulu sebelum buah-buahan, tidak ada bukti bahwa bayi akan mengembangkan ketidaksukaan untuk sayuran jika buah diberikan terlebih dahulu. Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada urutan baku.

    5. Pastikan MPASI yang Diberikan Bersih dan Aman

    Dalam memberikan MPASI pada si kecil, Moms harus menjamin kebersihan dan keamanan makanan.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms perhatikan:
    – Cucilah dahulu tangan sebelum membuat bubur atau menu MPASI. Begitu pula saat akan memberi makan si kecil.
    – Masaklah makanan dengan benar, hindari mencampur makanan mentah dengan makanan yang sudah matang.
    – Gunakan selalu air bersih saat memasak.
    – Cucilah dahulu bahan MPASI seperti beras, sayur, buah, daging, sebelum dikonsumsi.
    – Gunakan alat-alat makan yang aman untuk si kecil, seperti sendok kecil berbahan plastik yang aman dan berujung tumpul sehingga tidak melukai gusi bayi.

    6. Berikan Makanan Kaya Nutrisi

    Makanan yang kaya akan energi dan nutrisi (terutama zat besi, protein, asam amino esensial, zink, vitamin A, kalsium, vitamin C, vitamin D, dan asam folat) harus diberikan pada masa pertumbuhan si kecil yang sedang pesat.

    Berikut beberapa contoh bahan makanan yang bisa dijadikan sebagai variasi bubur atau menu MPASI si kecil:
    – Makanan pokok yang mengandung karbohidrat, contoh: beras, kentang, gandum dan olahannya (roti, sereal, biskuit).
    – Makanan sumber protein hewani, contoh: daging ayam, hati sapi, hati ayam, ikan, susu.
    – Kacang-kacangan, contoh: kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, atau makanan olahannya seperti tahu dan tempe.
    – Sayuran hijau dan merah, contoh: wortel, labu, bayam, daun ubi.
    – Buah orange dan merah, contoh: apel, tomat, jeruk, alpukat dan stroberi.

    Demikianlah 6 tips pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan. Frekuensi pemberian MPASI bisa dilakukan sebanyak 2 kali dengan 1 kali makanan selingan.

    Setelah bayi berusia 7 – 8 bulan, mulai berikan ia bubur saring. Pilih bahan makanan sumber karbohidrat, seperti beras, kentang, makaroni, atau roti. Tingkatkan porsi dan frekuensi makan menjadi 3 kali sehari.

    Semoga informasi ini bermanfaat untuk para Moms. Nah, untuk informasi kesehatan lain, kini tak perlu repot. Anda dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksin loh, penasaran? Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. HealthyChildren.org. (2018). Starting Solid Foods. [online] Available at: healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Switching-To-Solid-Foods.aspx [Accessed 4 Sep. 2018].

    2. For Baby NZ. (2018). Six signs baby is ready for solid food. [online] Available at: forbaby.co.nz/ForBaby-Chat/Six-signs-baby-is-ready-for-solid-food [Accessed 4 Sep. 2018].

    3. Chop.edu. (2018). Feeding Guide for the First Year | Children’s Hospital of Philadelphia. [online] Available at: chop.edu/conditions-diseases/feeding-guide-first-year [Accessed 4 Sep. 2018].

    4. Chop.edu. (2018). Feeding Guide for the First Year | Children’s Hospital of Philadelphia. [online] Available at: chop.edu/conditions-diseases/feeding-guide-first-year [Accessed 4 Sep. 2018].

    5. Parents.com. (2018). About Your Privacy on this Site. [online] Available at: parents.com/baby/feeding/solid-foods/starting/ [Accessed 4 Sep. 2018].

    6. Puri Gayatri, R. (2018). Mommy 101; 101 Perawatan Bayi. Jakarta, Indonesia: Penerbit Erlangga, p.95.

    Read More
  • Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah […]

    Gizi Seimbang untuk Anak Obesitas

    Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah kondisi kesehatannya, mengingat daya tahan tubuh anak yang belum sebagus orang dewasa yang pastinya membuat anak rentan terserang penyakit.

    Pastinya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit? Bukan hanya repot untuk mengurusnya karena anak rewel sepanjang hari, tetapi anak juga akan tersiksa ketika sakit dan pastinya kita tidak mau melihat anak mengalami hal ini. Berbagai cara bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi tubuh anak tetap fit, seperti dengan melakukan vaksin sejak dini ataupun dengan rutin membawa anak ke posyandu untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya.

    Namun, apakah Anda tahu jika kita bisa menjaga kesehatan anak melalui berbagai cara sederhana, selain dengan membawanya ke pelayanan kesehatan secara rutin? Yup, benar sekali, sebagai orang terdekat untuk anak salah satu hal yang tidak boleh luput dari pengamatan kita adalah asupan makanan mereka. Sebagai orang tua, kita harus benar-benar mengawasi makanan apa aja yang dikonsumsi anak, mengingat tidak semua jenis makanan terjaga kebersihannya dan ketika anak tidak menjaga asupan makanannya maka dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada mereka. Pastinya kita tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Obesitas adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi orang tua karena hal ini juga menyebabkan anak “tersiksa”. Obesitas merupakan kondisi di mana anak kelebihan berat badan daripada anak seusianya dan akan menyebabkan anak tidak mampu beraktivitas seperti teman-temannya. Lalu, apa jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi untuk anak – alias yang dapat memenuhi gizi tetapi juga tidak menyebabkan obesitas? Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh jenis makanan apa yang aman untuk dikonsumsi anak dan pastinya sayang untuk dilewatkan!

    1. ASI eksklusif

    Yup, pastinya bukan informasi baru bagi kita jika ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan – dan akan lebih baik lagi jika ibu tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. ASI memiliki banyak manfaat untuk anak seperti membuang metabolisme yang tidak diperlukan anak alias mencegah terjadinya obesitas serta menjaga keseimbangan kebutuhan energi anak hingga mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menyatakan jika anak yang menerima ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan memiliki risiko 22% lebih rendah mengalami obesitas ketika mereka dewasa nantinya.

    2. Mengatur cemilan anak

    Bukan hanya kita saja yang suka makan cemilan, anak juga suka meminta cemilan pada kita terutama ketika sudah menginjak usia 2 tahun – dan apabila kita tidak mengatur waktu cemilan mereka maka juga akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Sebaiknya kita mulai mengganti cemilan manis anak menjadi cemilan yang sehat dan rendah lemak seperti biskuit gandum, buah, puding, yoghurt, jus buah, dan lain-lain.

    3. Membiasakan anak melakukan sarapan

    Meskipun kelihatannya sepele, sarapan merupakan suatu kebiasaan yang baik dan dapat diterapkan sejak dini pada anak dan pastinya untuk mencegah risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena sarapan akan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang pada anak pada pagi hari dan menjadi bekal energi anak sepanjang hari. Sarapan akan mengurangi rasa lapar pada siang ataupun sore hari dan hal ini juga berarti anak tidak akan mengonsumsi cemilan secara berlebihan.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tetapi juga mencegah terjadinya obesitas pada anak. Suatu hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menerapkan pola hidup yang sehat pada anak? Yuk, kita mulai dari sekarang!

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    health.detik.com/ibu-dan-anak/2677443/pola-makan-agar-kebutuhan-gizi-si-kecil-terpenuhi-tapi-tidak-overnutrisi

    Read More

Showing 11–20 of 29 results

Chat Asisten ProSehat aja