Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ bayi”

Showing 1–10 of 29 results

  • Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil. Baca Juga: Anak […]

    5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu Si Kecil

    Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil.

    Baca Juga: Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Pemberian obat memang menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penyakit pilek dan flu pada si Kecil. Meskipun  demi kebaikan Si Kecil, pemberian obat flu dan pilek tidak boleh sembarangan terlebih lagi jika obat yang diberikan merupakan obat yang dijual di pasaran. Pemberian obat yang tidak sesuai dengan resep dokter bukannya menyembuhkan, tapi bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Pemberian obat tanpa resep dokter pada bayi dibawah dua tahun dapat memberikan efek samping yang serius.

    Sebelum kita lanjut ke 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu Si Kecil, yuk, kita pahami terlebih dahulu flu itu apa sih sebenarnya?Flu merupakan salah satu virus yang menyerang saluran pernapasan atas atau penyakitnya sering disebut ISPA. Gejalanya sering kita alami sehari-hari, seperti bersin, batuk, pilek hingga demam. Selain itu, penyakit lain yang dapat menyerang saluran pernafasan atas adalah Common Cold, rinitis, rinofaringitis atau nasofaringitis, dsb.

    Menurut para ahli, ISPA dapat disebabkan oleh lebih dari 100 jenis virus yang biasa menginfeksi saluran napas. Bahkan, jenis virus ini dapat mencapai 200 jenis dan virus flu lah merupakan salah satu penyebab nya,meskipun bukan yang tersering. Penyebab flu yang paling sering adalah Rhinovirus. ISPA menjadi penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular yang dapat menggangu kenyamanan dan mengurangi tingkat produktivitas. Lalu bagaimana cara mengatasi atau meringankannya? Berikut 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu si kecil.

    1. Pilih Ruangan yang Tepat Untuk Si Kecil

    Bagi Si Kecil dengan gejala pilek dan flu, cobalah tempatkan di ruang non-AC. Hal ini berguna mengurangi hidungnya yang tersumbat,  tetapi jika si kecil lebih nyaman dalam ruangan AC cobalah lengkapi dengan alat pelembab udara atau uap air panas. Anda juga bisa menggunakaan wangi aromaterapi untuk memberikan  ketenangan. Selain itu biasakanlah untuk membuka jendela rumah yang berguna sebagai pintu masuk udara dan cahaya, agar sirkulasi udara di ruangan si kecil tidak mudah apek dan berbau.

    2. Tepuk Perlahan Punggung Si Kecil

    Jika pernapasan si kecil tersumbat, Anda dapat menepuk secara perlahan pada punggungnya. Menepuk punggung dapat membantu meringankan pernapasannya menjadi lebih lega. Selain itu, menepuk punggung akan membuat si kecil bersendawa karena keluarnya gas yang berlebih di dalam perut.

    3. Memberi Minuman Hangat Untuk Si Kecil

    Saat batuk pilek, tenggorokan akan terasa tidak enak dan kadang menjadi terbatuk-batuk. Air hangat dapat menjadi solusi untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi Anda. Berikan si kecil air hangat yang dapat membantu meredakan hidung tersumbat.

    4. Mengonsumsi Makanan Hangat

    Selain diberikan minuman hangat, makanan hangat juga dapat membantu meringkan rasa pilek dan flunya. Manfaat dari mengkonsumsi makanan atau minuman hangat dapat meningkatkan aliran lendir pada rongga hidung saat seseorang mengalami batuk dan pilek. Pada studi yang berjudul “The effects of a hot drink on nasal airflow and symptoms of common cold and flu”menyebutkan, minuman atau makanan hangat terbukti bermanfaat memberikan rasa lega dan mengurangi keluhan akibat batuk pilek yang muncul (hidung tersumbat, batuk, gatal sekitar tenggorokan, demam, lelah dan bersin).

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur untuk Meningkatkan Nutrisi Otak Anak

    5. Sedot Cairan Hidung Pada Bayi

    Bila cairan hidung si kecil sudah sangat mengganggunya, maka anda bisa menggunakan alat penyedot namun cara ini harus pastikan alatnya steril dan pastikan ketika menyedot tidak terlalu keras karena nanti justru akan membahayakan si kecil. Apabila cairan hidung si kecil
    mengeras, maka gunakanlah kapas yang dibasahi dengan air hangat agar dapat menghilang.

    Agar pilek dan flu si kecil tidak berulang, beri perlindungan tambahan untuk si kecil dengan vaksinasi flu. Vaksinasi flu dapat diberikan mulai dari bayi berusia 6 bulan ke atas dan dewasa. Vaksin ini hendaknya diulang pemberiannya setiap tahun untuk perlindungan yang maksimal.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Untuk Vaksinasi flu ini Sobat bisa mendapatkannya di ProSehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang siap melayani Sobat dan buah hati. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. IDAI. “Benarkah Minum Es Dapat Menyebabkan Flu?”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    2. IDAI. “Flu, Istilah yang Rancu”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    3. Tanyadok. Susanto, Agnes. “Bosan Sakit Flu? Vaksin Flu Sekarang!”. Diakses pada 8 Maret 2018
    4. Kompas. “Makanan hangat Redakan Batuk dan Pilek”. Diakses pada 8 Maret 2018
    5. IDAI. “Jadwal Imunisasi 2017”. Diakses pada 8 Maret 2018
    6. Tanyadok. Tios, Aisa. “Influenza: Cegah dengan Vaksin!”. Diakses pada 8 maret 2018
    Read More
  • Ibu masih menyusui ASI, dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Sobat yang masih menyusui bayi dengan ASI ketika naik pesawat sebagai petunjuk sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 checklist wajib […]

    8 Checklist Ibu Menyusui dengan Bayinya Saat Naik Pesawat

    Ibu masih menyusui ASI, dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Sobat yang masih menyusui bayi dengan ASI ketika naik pesawat sebagai petunjuk sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 checklist wajib yang harus diperhatikan:

    Checklist Ibu Menyusui dengan Bayinya Saat Naik Pesawat

    1.Double-check jadwal penerbangan: pastikan Sobat mengetahui jadwal keberangkatan dan waktu kedatangan tidak berubah. Jika ada perubahan jadwal, bayi akan terlunta-lunta di bandara. Walaupun akhirnya harus menunggu pesawat yang delay, jangan lupa menggunakan pakaian santai yang memungkinkan Ibu menyusui bayi dengan mudah di nursing room.

    2. Pastikan beberapa hal ini saat booking tiket: Pastikan waktu terbang, kursi tambahan, seat, dan pesan tempat duduk di depan (bulkhead seat) sudah Anda perhitungkan sebelumnya. Bulkhead seat memiliki ruang lebih untuk kaki Anda dan letaknya lebih jauh dari mesin pesawat yang bising. Bayi Anda dapat tidur dengan nyaman selama dalam perjalanan. Anda juga dapat menyusui dengan lebih mudah dan aman tanpa harus malu.

    3. Pastikan maskapai penerbangan membolehkan bayi terbang: ketentuan setiap maskapai berbeda-beda. Jadi pastikan maskapai penerbangan Anda membolehkan si kecil terbang. Beberapa maskapai mengizinkan bayi minimum usia 2 hari, dan ada pula yang minimum usia 14 hari aman untuk melakukan perjalanan di udara. Maskapai penerbangan juga akan meminta surat keterangan medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi Sobat cukup sehat untuk terbang. Sementara usia terbaik bayi untuk naik pesawat adalah minimal 3 bulan karena daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat dalam menghadapi perubahan suhu udara.

    4. Perhatikan kondisi kesehatan bayi: Sebaiknya 2 minggu sebelum perjalanan, perhatikan kondisi buah hati Anda. Apabila dalam rentang waktu 2 minggu ia mengidap flu atau batuk, konsultasikan ke dokter Anda mengenai hal tersebut. Jangan lalai dalam point ini karena jika bayi Anda flu berat, gendang telinganya bisa pecah ketika di udara akibat perbedaan tekanan udara yang ia alami!

    Baca juga: 7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    5. Cek kelengkapan dokumen bayi: Banyak maskapai menerapkan peraturan bahwa bayi harus duduk di pangkuan penumpang dewasa. Setiap 1 penumpang dewasa hanya dibolehkan membawa 1 bayi. Walaupun tidak memiliki tempat duduk sendiri, bayi tetap membutuhkan tiket, bukti usia seperti akte lahir, dan tentunya paspor ketika terbang ke luar negeri. Pastikan dokumen miliknya sudah lengkap.

    6. Jangan lupa perlengkapan dan kebutuhan bayi: double checklist perlengkapan dan kebutuhan si buah hati ini yang harus berada di dalam kabin bersama Anda. Pastikan tas yang membawa kebutuhan ini tidak terlalu besar.

    • Susu formula hangat 2-3 botol untuk dikonsumsi selama terbang
    • Makanan bayi (biskuit atau cereal)
    • Gelas dengan sippy cup untuk membantu bayi Anda makan
    • Stok popok
    • Pakaian ganti untuk Anda dan bayi Anda
    • Tisu basah
    • Selimut hangat
    • Pakaian hangat
    • P3k anak atau first-aid kit
    • Mainan kesukaannya
    • Bib
    • Toiletries

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    7. Perhatikan waktu tidur Ibu dan bayi: pertimbangkan estimasi perjalanan yang kemungkinan akan menghabiskan jam tidur siangnya selama di dalam pesawat. Dengan begitu bayi Sobat tidak akan gelisah dan rewel. Ibu juga perlu beristirahat. Jadi pastikan Sobat tidak terbang hanya berdua dengan bayi Anda. Setidaknya suami harus menemani untuk gantian menggendong bayi Anda.

    8. Berikan ASI dan sumbat telinganya pada saat take off dan landing: Beberapa menit sebelum takeoff dan landing, pastikan si kecil diberikan ASI agar perhatiannya teralihkan, jika Anda tidak dapat membuatnya terlelap secara alami. Sumbat telinganya dengan kapas untuk mengurangi tekanan udara pada saat di ketinggian.

    Dengan 8 checklist untuk Ibu yang masih menyusui di atas semoga liburan bersama bayi dengan pesawat terbang lebih terjamin dalam hal kenyamanan dan keselamatan bayi Anda. 

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai pemberian ASI yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan tentang ASI, silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Have a nice vacation!

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
  • Menyusui merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang ibu. Menyusui juga mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk seorang anak. Sehingga, ibu juga membutuhkan banyak asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh hingga kurang lebih 500 kalori. Saat menyusui hindari menurunkan berat badan karena kurangnya asupan nutrisi dan gizi akan berdampak […]

    Cepat Lapar Karena Menyusui Bayi? Seringlah Asup 3 Makanan Ini

    Menyusui merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang ibu. Menyusui juga mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk seorang anak. Sehingga, ibu juga membutuhkan banyak asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh hingga kurang lebih 500 kalori. Saat menyusui hindari menurunkan berat badan karena kurangnya asupan nutrisi dan gizi akan berdampak pada anak anda. Anak Sobat membutuhkan nutrisi untuk perkembangan otak dan tubuhnya.

    Jenis makanan apa saja yang wajib dikonsumsi? Makanan untuk Ibu menyusui sangat berbeda dari kebanyakan orang. Ibu menyusui sangat membutuhkan banyak nutrisi dalam makanan yang ia makan.

    Makanan Apa Saja yang Harus Dikonsumsi oleh Ibu Menyusui?

    1. Air Putih

    Ibu menyusui harus tercukupi kebutuhan cairan tubuhnya. Sobat direkomendasikan untuk selalu minum air putih secara teratur. Meski anda tidak haus, Sobat wajib minum air putih dahulu. Memang, minum air putih tidak berpengaruh pada ASI untu bayi, tapi perlu anda ketahui bahwa mencukupi cairan yang masuk ke tubuh sangat penting apalagi bagi anda yang menyusui karena pada saat and meyusui akan melepaskan atau mengeuarkan hormon oksitosin yang membuat anda merasa haus.

    2. Makanan Mengandung Vitamin dan Mineral

    Ibu menyusui harus memenuhi asupan gizi, vitamin dan mineral yang lebih dari biasanya. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan bayi dan ibu tentunya, maka Sobat harus menyeimbangkan makanan yang sehat serta alami. Biasanya, sumber energi pada makanan yang mengandung bahan alami bertahan sangat lama dari pada makanan lainnya yang berbau sintesis. Sobat juga disarankan untuk minum vitamin prenatal yang berguna bagi bayi.

    3. Makanan Mengandung Kalori Tinggi

    Sobat sangat disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi. Pada umumnya ibu menyusui butuh 500 kalori lebih dari pada wanita yang tidak menyusui. Jika Sobat merasa lapar tetap makan, tetapi juga perlu diperhitungkan makanan yang harus dikonsumsi. Tidak semua ibu menyusui membutukan kalori yang sama, semua itu karena faktor kondisi dan berbagai macam yang dilakukan ibu tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan banyaknya aktivitas dan metabolisme tubuh juga dapat berpengaruh terhadap kalori tersebut

    Makanan Apa Saja Yang Baik Untuk Ibu Menyusui?

    Makanan yang baik untuk ibu menyusui tentunya makanan yang mengandung banyak gizi, nutrisi, vitamin dan mineral. Makanan sehat yang anda makan, tentu saja mengandung banyak nutrisi, tapi makanan yang mengandung paling banyak nutrisi adalah

    • Beras Merah/Gandum

    Beras dan gandum mengandung banyak karbohidrat yang baik untuk tubuh dan harus dipenuhi. Anda juga harus memakan makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan roti. Sobat harus tahu, gandum utuh mempunyai beberaapa manfaat yang baik bagi bayi dan ibu menyusui karena mengandung asam folat.

    • Telur dan Ikan

    Telur dan ikan sama-sama mengandung protein yang tinggi. Anda harus mencukupi kebutuhan protein dengan mengonsumsi telur, daging dan ikan karena telur mengandung vitamin D untuk proses pembentukan tulang bayi. Anda disarankan untuk memilih telur yang mengandung DHA, karena dalam kandungan tersebut terdapat asam lemak esensial yang tinggi. DHA juga sangat baik untuk perkembangan syaraf pada bayi.

    • Sayuran dan Buah

    Buah dan sayur juga mempunyai peran penting dalam perkembangan anak dan ibu menyusui karena sayuran dan buah mengandung mikronutrisi. Sayuran dan buah juga meengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, Kalsium dan Antioksidan. Beberapa buah juga kaya akan vitamin, mineral dan energi. Konsumsilah buah dan sayur yang mengandung serat, karena bisa memperlancar pencernaan buat anda. Konsumsilah sayuran hijau dan buah yang tidak mengandung pestisida mulai dari sekarang.

    • Susu Rendah Lemak

    Susu memang mempunyai peran penting untuk ibu menyusui. Susu mengandung vit D, vitamin B, dan protein yang baik untuk tubuh dan pertunbuhan pada bayi. Susu yang disarankan adalah produk susu yang rendah lemak seperti yogurt, keju, susu atau produk lainnya karena memiliki salah satu sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang anak.

    • Wortel

    Wortel juga sangat baik untuk perkembangan anak karena wortel mengandung vitamin A. Anda juga bisa mengonsumsinya.

    • Kacang-Kacangan

    Kacang- kacangan juga kaya akan zat besi yang baik untuk tulang.

    Pantangan Makanan untuk Ibu Menyusui

    Pantangan untuk ibu menyusui makan makanan/ minuman yang tidak baik untuk kesehatan si kecil dan tumbuh kembang si kecil. Lalu makanan/ minuman apa saja yang tidak diperbolehkan unttuk ibu hamil?
    • Minuman yang mengandung alkohol sangat tidk baik untuk ibu menyusui dan untuk perkembangan anak
    • Minuman yang mengandung kafein juga tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui, karena akan berpengaruh pada bayi
    • Ikan yang mengandung merkuri. Ikan yang mengandung merkuri biasanya adalah ikan yang hidup di laut.

    Mulai dari sekarang makanlah, makanan yang sehat untuk tubuh dan perkembangan bayi anda karena semua itu sangat berpengaruh pada perkembangan otak dan tubuhnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sobat Sehat.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap makanan yang tepat untuk menyusui supaya tidak cepat laiar  dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan untuk mengenai hal tersebut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Read More
  • Memberikan ASI secara ekslusif adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilupakan karena ASI akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. ASI adalah asupan paling steril untuk bayi khususnya bagi yang masih berusia beberapa bulan saja, dan juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan anak sehingga kebal terhadap berbagai jenis penyakit. Salah satu manfaat utama ASI […]

    10 Makanan Ibu Menyusui Supaya Bayi Cerdas dan Sehat

    Memberikan ASI secara ekslusif adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilupakan karena ASI akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. ASI adalah asupan paling steril untuk bayi khususnya bagi yang masih berusia beberapa bulan saja, dan juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan anak sehingga kebal terhadap berbagai jenis penyakit. Salah satu manfaat utama ASI yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk mempererat hubungan bayi dan ibunya, dan pastinya hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kondisi psikologis bayi.

    makanan wanita setelah melahirkan

    Menurut beberapa ahli, ASI sebaiknya diberikan hingga bayi berusia 2 tahun dan kita mulai bisa memberikan makanan pendamping sejak bayi berusia 6 bulan. Tentu saja makananan yang diberikan harus makanan yang halus dan mudah diolah sehingga tidak mengganggu sistem pencernaan bayi. Ibu tentu saja harus menjaga pola makannya selama menyusui karena asupan makanan ibu juga akan berpengaruh terhadap kesehatan anak. Selain mengonsumsi berbagai makanan sehat, terdapat beberapa jenis makanan yang dapat memicu kecerdasan anak lho! Wah yang benar nih? Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    Makanan Ibu Menyusui Supaya Bayi Cerdas dan Sehat

    1. Telur

    Bukan rahasia lagi pastinya jika telur adalah salah satu jenis makanan menyehatkan dan memiliki banyak manfaat untuk bayi. Tingginya kandungan kolin pada telur berfungsi untuk meningkatkan daya ingat bayi alias dapat membuat mereka memiliki daya memori yang lebih baik daripada anak seusianya. Selain itu, tingginya kandungan DHA pada telur berperan membantu proses perkembangan saraf pada bayi terutama pada saraf otak yang berarti meningkatkan kecerdasan otak anak. Sebagian orang juga percaya jika ibu sudah rutin mengonsumsi telur sejak hamil, mereka akan memiliki anak yang cerdas nantinya.

    2. Ikan

    Ikan adalah jenis makanan berikutnya yang disarankan untuk dikonsumsi selama ibu menyusui. Tingginya kandungan DHA pada ikan sangatlah efektif untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Bukan hanya itu saja, tingginya kandungan asam folat, mineral, lemak, serta protein juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi sehari-hari. Beberapa jenis ikan dan makanan laut yang aman untuk dikonsumsi selama kita menyusui adalah salmon, tuna, udang, kerang, dan lain-lain.

    3. Kacang-kacangan

    Berbagai jenis kacang-kacangan juga efektif untuk meningkatkan kecerdasan anak bahkan membuat mereka semakin mudah untuk berkonsentrasi saat beraktivitas. Rahasia ini ada pada kandungan kacang-kacangan yang tinggi akan zat besi, di mana ketika anak kekurangan zat besi akan berdampak pada sistem neutransmiter bayi. Ketika fungsi ini terganggu maka akan menyebabkan anak sulit untuk berkonsentrasi bahkan daya ingat mereka juga tidak terlalu bagus.

    4. Daging sapi

    Daging merupakan jenis makanan yang kaya akan kandungan zat besi dan protein yang pastinya juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu sehari-hari. Tercukupinya kebutuhan nutrisi ibu juga berarti memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak dan kedua hal inilah yang mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan kecerdasan bayi.

    5. Alpukat

    Alpukat adalah salah satu jenis buah yang disarankan untuk dikonsumsi ibu semenjak menyusui karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. Tingginya kandungan omega-3 pada alpukat berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan bayi. Bukan hanya itu saja, alpukat juga mampu meningkatkan kualitas ASI untuk menjaga kesehatan kulit bayi dan meminimalisir terjadinya peradangan sewaktu-waktu.

    6. Produk olahan susu

    Bukan hanya bayi yang membutuhkan susu, tapi ibu juga perlu asupan susu yang pastinya memiliki pengaruh positif terhadap kondisi bayi. Tingginya kalium pada usus akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak bayi, dan pastinya juga mendukung perkembangan tulang anak. berbagai produk olahan susu yang dianjurkan untuk dikonsumsi ibu menyusui adalah keju, yogurt, dan susu.

    7. Blueberi

    Blueberi adalah jenis buah berikutnya yang aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu menyusui. Tingginya kandungan flavonoid pada blueberri berfungsi untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan berpikir bayi secara keseluruhan. Selain itu, mengonsumsi blueberry secara rutin juga menurunkan risiko anak mengalami gangguan mental di kemudian hari. Kita bisa mengonsumsi blueberi sebagai buah atau mencampurkannya dengan oatmeal untuk mengoptimalkan manfaat yang kita dapatkan.

    8. Pepaya

    Pepaya adalah buah yang tidak boleh kita lupakan dan sebaiknya rutin kita konsumsi sejak melahirkan. Pepaya adalah buah yang kaya akan kandungan vitamin A serta serat dan hal ini berfungsi untuk menjaga sistem pencernaan ibu dan bayi dan pastinya menjaga mata tetap sehat. Bukan hanya itu saja, mengonsumsi pepaya dapat mendukung perkembangan otak bayi serta menangkal radikal bebas.

    9. Roti gandum

    Roti gandum adalah jenis makanan berikutnya yang bisa membuat bayi cerdas dan kita bisa mengonsumsi roti gandum sebagai pengganti nasi. Tingginya kandungan asam folat pada roti gandum inilah yang berfungsi untuk meningkatkan kecerdasam bayi. Selain roti gandum, kita juga bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan lainnya yang tinggi akan kandungan asam folat seperti asparagus, kacang merah, brokoli, sereal, ataupun berbagai sayuran hijau.

    10. Buah zaitun

    Jenis makanan terakhir yang bisa kita konsumsi untuk membuat bayi semakin cerdas adalah buah zaitun. Mengonsumsi buah zaitun secara rutin akan mengurangi risiko kerusakan otak kering pada anak dan kandungan lemak tak jenuh yang tinggi di dalamnya akan meningkatkan asupan oksigen ke otak anak.

    Nah, itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya kita konsumsi selama menyusui agar perkembangan otak anak tidak mengalami hambatan dan pastinya membuat anak semakin cerdas ketika mereka tumbuh dewasa. Makanan tersebut terdengar lezat dan mudah untuk didapatkan bukan? Jadi, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat dari sebelumnya dan memiliki anak cerdas?

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai nutrisi tepat untuk ibu menyusui setelah melahirkan dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan untuk hal tersebut, silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Read More
  • ASI merupakan asupan utama anak selama 6 bulan awal dan perannya sangat penting untuk kehidupan anak. Ketika anak kurang bahkan tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, maka bukan suatu hal yang baru jika anak menjadi rentan terhadap penyakit alias anak akan sering sakit-sakitan. Lho kok bisa? Memang apa hubungan antara kesehatan anak dengan ASI ekslusif? […]

    6 Makanan untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lancar

    ASI merupakan asupan utama anak selama 6 bulan awal dan perannya sangat penting untuk kehidupan anak. Ketika anak kurang bahkan tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, maka bukan suatu hal yang baru jika anak menjadi rentan terhadap penyakit alias anak akan sering sakit-sakitan. Lho kok bisa? Memang apa hubungan antara kesehatan anak dengan ASI ekslusif?

    Tentu saja banyak! ASI memiliki banyak manfaat untuk anak, bahkan salah satunya adalah meningkatkan imun tubuh anak dan berarti meminimaliir datangnya berbagai penyakit pada anak. Pastinya tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya menderita karena suatu penyakit bukan? Lalu, bagaimana dengan manfaat ASI lainnya.

    apakah menyusui menyebabkan osteoporosis prosehat

    Tulang bayi menjadi lebih kuat adalah manfaat dari ASI eksklusif berikutnya dan hal ini berarti kita tidak usah terlalu khawatir mengenai anak akan mengalami cidera saat bayi. Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian yang menyatakan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif setidaknya selama tiga bulan awal maka tulang leher dan tulang belakangnya akan lebih kuat daripada mereka yang tidak mendapatkan asupan ASI sama sekali.

    Satu lagi manfaat dari ASI yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memperkuat hubungan anak dan ibu. Memberikan ASI kepada anak sangatlah efektif untuk mendekatkan anak kepada kita karena anak akan berada pada pelukan kita dan tentu saja merasakan kehangatan serta kasih sayang. Namun, sayangnya, tidak semua ibu dapat menghasilkan ASI yang melimpah tiap harinya. Kasus yang satu ini bukanlah suatu hal yang baru mengingat kondisi antara satu ibu dengan ibu lainnya berbeda-beda, begitu pula produksi ASI-nya. Namun, saat ini kita tidak usah cemas mengenai bagaimana cara yang tepat untuk memperlancar produksi ASI. Kok bisa? Memang apa yang sebaiknya kita lakukan untuk memperlancar produksi ASI?

    Jawabannya adalah dengan membenahi pola makan kita menjadi lebih sehat lagi – mengingat di sekitar kita terdapat banyak makanan yang berfungsi untuk memperlancar produksi ASI kita. Wah yang benar nih? Kira-kira makanan apa saja ya yang ampuh untuk memperlancar produksi ASI? Daripada semakin penasaran, yuk kita simak makanan untuk ibu menyusui agar ASI lancar

    Makanan untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lancar

    1. Semangka

    Semangka adalah jenis buah pertama yang disarankan untuk dikonsumsi untuk ibu menyusui dan pastinya sangatlah efektif untuk memperlancar produksi ASI ibu. Kok bisa? Tentu saja rahasianya ada pada kandungan semangka, di mana buah yang satu ini kaya akan kandungan vitamin A dan C, mineral kalium, asam folat, tapi rendah akan kandungan lemak jenuh nutrium dan kolesterol. Selain itu, semangka juga kaya akan kandungan air yang juga membantu ibu untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari – di mana setidaknya kita membutuhkan 2 liter air atau 8 gelas air putih tiap harinya.

    2. Jambu air

    Makanan berikutnya yang berfungsi memperlancar produksi ASI masih berasal dari keluarga buah, tepatnya dari jambu air. Buah yang satu ini juga kaya akan kandungan vitamin A dan C, kalsium, zat besi, serta fosfor yang pastinya sangat aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu menyusui. Tingginya kandungan vitamin A sangatlah efektif untuk memperlancar produksi ASI bahkan bisa meningkatkan sistem imun anak yang berarti meminimalisir anak terserang penyakit.

    3. Wortel

    Wortel adalah jenis makanan berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI ibu. Wortel merupakan salah satu sayuran yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita mengingat banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari sayuran bewarna oranye ini. Tingginya kandungan enzim phytoestrogen sangatlah efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu dan membuat si kecil mendapatkan ASI yang cukup dalam sehari. Untuk mendapatkan manfaat yang satu ini, kita hanya perlu rutin mengonsumsi jus wortel sebanyak dua kali dalam sehari yaitu lebih tepatnya pada siang dan sore hari.

    4. Oatmeals

    Siapa sih yang suka mengonsumsi oatmeals? Namun siapa sangka jika oatmeals juga ampuh untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu? Oatmeals adalah salah satu jenis makanan yang tinggi akan kandungan serat, zat besi, serta kalsium di mana berbagai zat ini memicu produksi ASI pada ibu. Menariknya lagi, kita juga bisa memadukan dengan berbagai buah-buahan sehingga kebutuhan gizi kita juga akan terpenuhi melalui makanan yang satu ini.

    5. Pisang

    Pisang adalah jenis buah berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI pada ibu. Tingginya kandungan kalsium pada pisang cukup untuk menggantikan mineral yang hilang saat ibu menyusui. Memang berapa banyak sih kandungan mineral pada pisang? Sebuah penelitian menyatakan jika setidaknya pada 100 gram pisang terkandung 100 mg kalsium dan hal ini terbukti jika pisang efektif untuk memenuhi kebutuhan mineral pada ibu.

    6. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan adalah jenis makanan berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI pada ibu. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena tingginya kandungan zat besi, mineral, serta protein pada kacang-kacangan dan hal inilah yang berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI dan pastinya tidak akan membuat anak kehausan karena kekurangan ASI. Beberapa kacang-kacangan yang dianjurkan untuk dikonsumsi untuk meningkatkan produksi ASI ibu antara lain adalah kacang merah, kacang hitam, kacang almond, kacang mete, dan lain-lain.

    Nah, itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk memperlancar produksi ASI kita. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan memikirkan solusi apa yang tepat untuk permasalahan ini? Selain mengonsumsi berbagai jenis makanan yang memicu produksi ASI, kita juga harus menghindari stress dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga tidak mengganggu produksi ASI. So, tunggu apalagi untuk memulai hidup lebih sehat untuk diri kita dan si bayi?

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap makanan sehat  yang tepat  untuk ASI dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Read More
  • Setiap kali anak akan mengikuti operasi yang membutuhkan anestesi atau dibius, orang tua pastinya memiliki berbagai pertanyaan tentang risiko yang mungkin terjadi, terutama ketika anak itu adalah bayi atau balita. Oleh karena itu, yuk kita bahas berbagai pertanyaan yang sering diajukan tentang keamanan anestesi (bius). Apakah anestesi atau dibius itu aman untuk anak saya? Anestesi […]

    Amankah Bayi dan Anak Dibius Saat Dioperasi?

    Setiap kali anak akan mengikuti operasi yang membutuhkan anestesi atau dibius, orang tua pastinya memiliki berbagai pertanyaan tentang risiko yang mungkin terjadi, terutama ketika anak itu adalah bayi atau balita. Oleh karena itu, yuk kita bahas berbagai pertanyaan yang sering diajukan tentang keamanan anestesi (bius).

    Apakah anestesi atau dibius itu aman untuk anak saya?

    Anestesi atau pembiusan pada anak relatif aman. Dokter anestesi akan memastikan anak, bahkan bayi berusia beberapa jam sekalipun, dapat menjalani operasi yang diperlukan untuk menyelamatkan hidupnya. Seperti semua tindakan medis lainnya, anestesi atau pembiusan pada anak juga memiliki risiko, seperti juga pada dewasa. Teknik anestesi pada anak sedikit berbeda dibandingkan dengan pada dewasa.1,2

    Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya

    Ketika bayi atau anak–anak dibius, apakah hal tersebut mempengaruhi perkembangan otak anak?

    Para ilmuwan terus menyelidiki efek anestesi pada perkembangan otak hewan selama lebih dari 20 tahun. Pada hewan yang dibius dalam jangka waktu panjang atau berulang mungkin mengalami masalah dengan belajar dan perilaku kemudian hari, namun jika pemberian bius hanya satu kali yang diberikan secara hati–hati, belum pernah ditemukan masalah pada anak. Selama beberapa tahun terakhir, banyak penelitian yang telah dilakukan untuk lebih memahami risiko dan aspek keamanan dari anestesi (bius) umum pada anak.1,3

    Apa yang dapat keluarga lakukan ketika anak membutuhkan operasi?

    Orang tua tentu harus mendiskusikan semua risiko dan manfaat dari operasi atau prosedur yang akan dilakukan pada anak dengan dokter spesialis anak. Tanyakan tentang waktu, jika tidak ada risiko terkait dengan menjalani operasi (misalnya keadaan mengancam jiwa atau keadaan darurat), maka dapat dipertimbangkan dengan dokter anak untuk menunda operasi hingga anak berusia lebih dari 3 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa efek samping anestesi (bius) pada otak menurun seiring bertambahnya usia.

    Baca Juga: Persiapan yang Diperlukan Sebelum Pembiusan atau Anestesi

    Orang tua tentunya harus juga berkonsultasi dengan dokter anestesi. Dokter anestesi akan menggunakan obat yang paling tidak berbahaya bagi anak, untuk menghindari masalah dan untuk menyesuaikan jumlah obat anestesi (bius) yang diberikan kepada anak berdasarkan usia, berat badan, jenis kelamin, dan juga obat lain yang sedang dikonsumsi oleh anak.1,4

    Bagaimana cara dokter anestesi menjaga agar anak saya tetap aman saat dibius?

    Dokter anestesi akan secara hati–hati memberikan obat bius untuk membantu anak tertidur dan tetap aman dan nyaman. Saat dibius, anak akan memiliki reaksi berbeda terhadap anestesi dibandingkan dewasa. Dokter anestesi akan memantau denyut jantung, tekanan darah, pernapasan serta kadar oksigen, serta menyesuaikan obat sesuai kebutuhan anak. Dokter akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menjaga tanda–tanda vital anak stabil dan bebas dari rasa sakit.

    Apa saja teknik bius yang dapat dilakukan pada anak?

    Terdapat beberapa prosedur yang dapat digunakan, yaitu:

    • Anestesi umum, yaitu anak akan dibuat “tertidur”, merupakan pilihan yang paling sering digunakan saat operasi.
    • Anestesi regional, yaitu jenis bius yang digunakan untuk membuat satu area besar dari tubuh mati rasa.
    • Anestesi lokal, yaitu teknik anestesi hanya satu bagian kecil dari tubuh yang dibuat mati rasa.

      Apakah obat yang digunakan untuk anestesi (bius) lebih aman daripada obat lainnya?

    Semua obat yang digunakan untuk anestesi atau bius telah terbukti memengaruhi perkembangan otak normal pada hewan jika diberikan berulang kali atau dalam jangka waktu yang lama. Jenis anestesi dengan obat tertentu seperti opioid, clonidine dan dexmedetomidine mungkin tidak menimbulkan efek pada otak yang sama terhadap hewan, namun obat ini terkadang tidak sesuai untuk semua pasien atau beberapa prosedur. Saat ini para peneliti terus mengembangkan pilihan obat baru yang bebas dari efek samping.

    Baca Juga: Anestesi pada Anak

    Jika Anda memiliki pertanyaan lagi tentang anestesi atau bius, silakan berkonsultasi dengan dokter anestesi sebelum hari tindakan. Semoga membantu.

    Ababila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai anestesi, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Anesthesia Safety for Infants nad Toddlers : Parent FAQs – healthychildren.org/English/health-issues/conditions/treatments/Pages/Anesthesia-Safety-Infants-Toddlers-Parent-FAQs.aspx, diakses pada tanggal 7-12-2018
    2. A Practice of Anesthesia for Infants and Children, 5th – journals.lww.com/anesthesia-analgesia/FullText/2013/11000/A_Practice_of_Anesthesia_for_Infants_and_Children,.42.aspx, diakses pada tanggal 7-12-2018
    3. Anesthesia Safe for Infants, Toddlers, Study Says – webmd.com/parenting/baby/news/20160607/anesthesia-safe-for-infants-toddlers-study-says, diaskes pada tanggal 7-12-2018
    4. Is Anesthesia Safe for Your Child – health.clevelandclinic.org/is-anesthesia-safe-for-children/, diakses pada tanggal 7-12-2018
    5. Anesthesia – What to expect – kidshealth.org/en/parents/anesthesia.html, diakses pada tanggal 7-12-2018
    Read More
  • Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, yaitu seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang. Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan […]

    Hal Penting dalam Fase Toddler #Kamisehat

    Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, yaitu seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang.

    Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada anak hingga usia anak 2 tahun. Nutrisi adalah hal yang penting untuk menunjangnya. Sehingga, pemilihan MPASI yang tepat harus diketahui agar tumbuh kembang anak optimal. Kemudian, proteksi dini juga penting diberikan orang tua terhadap berbagai macam penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    Masa MPASI merupakan masa perpindahan dari ASI menuju ke makanan yang semi padat. Pengenalan dan pemberian MPASI dapat dilakukan bertahap baik bentuk atau jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. MPASI bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga merangsang keterampilan makan dan kepercayaan diri pada bayi. Pemberian makanan tambahan harus bervariasi dari bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat .

    Tujuan pemberian MPASI adalah memberikan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang yang optimal, mendidik bayi agar memiliki kebiasaan makan yang baik, serta sebagai pelengkap ASI yang membantu bayi dalam proses makan. MPASI diberikan sejak bayi berusia 6 bulan, bersifat padat gizi, kandungan serat kasar dan bahan lain yang sulit dicerna seminimal mungkin, tidak boleh terlalu padat, dan campuran dari beberapa bahan pangan dengan perbandingan tertentu.

    MPASI diberikan bila bayi sudah siap menerima makanan. Bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan.

    Strategi pemberian MPASI:

    1. Tepat waktu: berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (usia sekitar 6 bulan).
    2. Adekuat: MPASI yang diberikan memenuhi kebutuhan energi, protein dan mikronutrien anak.
    3. Aman dan higienis: proses persiapan dan pembuatan MPASI menggunakan cara, bahan,  dan alat yang aman serta higienis.
    4. MPASI diberikan secara responsif: MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak.

    MPASI higienis untuk bayi yang sehat:

    1. Pastikan kebersihan tangan dan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan serta menyajikan MPASI
    2. Cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan, setelah ke toilet dan membersihkan kotoran bayi.
    3. Simpan makanan yang akan diberikan kepada bayi di tempat bersih dan aman
    4. Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang.

    Menyimpan MPASI dengan aman:

    1. Beberapa jenis makanan seperti telur, daging, ikan, susu, kedelai, pasta, nasi, dan sayuran seringkali terkontaminasi bakteri sehingga harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.
    2. Simpan ikan dan daging dalam wadah plastik dan letakkan terpisah dengan makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan siap makan.
    3. Penyimpanan makanan sesuai dengan petunjuk yang tertulis di kemasan dan digunakan sebelum kadaluarsa.
    4. Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tidak boleh digunakan kembali setelah berada di luar lemari pendingin selama dua jam atau lebih.
    5. Microwave dapat digunakan untuk mencairkan makanan beku dan harus segera dimasak setelah dicairkan. Hindari membekukan makanan yang pernah dibekukan kembali.

    Strategi makanan yang sehat untuk bayi dan balita:

    1. Jangan menyerah untuk memperkenalkan jenis makanan baru, tawarkan 10-15 kali jenis makanan baru sebelum anak mau memakannya.
    2. Matikan TV, komputer, ponsel saat jam makan berlangsung agar anak tidak terdistraksi
    3. Batasi pemberian jus buah, jus buah cepat memberikan rasa kenyang, sehingga anak menjadi malas makan. Solusinya, jus buah dapat diganti dengan  potongan buah segar.
    4. Tawarkan selingan sehat diantara waktu makan jika anak terlihat lapar.
    5. Berikan berbagai variasi pilihan rasa dan jenis makanan sehat untuk anak
    6. Waktu makan bukanlah hanya tentang makanan, tetapi waktu untuk berkomunikasi dan mendukung perkembangan anak.
    7. Hindari memaksa anak untuk makan yang dapat menyebabkan anak menolak makan dan susah menghabiskan makanan

    Selain nutrisi dalam bentuk MPASI, hal penting yang harus diperhatikan pada fase toddler adalah pentingnya vaksinasi sebagai pelindung agar anak terhindar dari beberapa penyakit menular.  Vaksinasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpajan dengan antigen yang sama, sudah mempunyai zat kekebalan/antibodi sehingga tidak terjadi penyakit.

    Vaksin ini dapat berasal dari virus/bakteri penyebab penyakit. Tipe vaksin ada 3 jenis:

    • Vaksin virus yang dapat berasal dari virus hidup yang dilemahkan, inaktif/dimatikan, atau bagian dari virus (sub unit).
    • Vaksin bakteri yang dapat berasal dari sel bakteri utuh, racun dari bakteri (toksoid), bagian dari bakteri, dan polisakarida.
    • Vaksin kombinasi

    Jadwal Imunisasi sesuai dengan rekomendasi IDAI 2017

    Berapa Hari Jeda vaksin pentabio, rotavirus, PCV pada pemberian vaksin usia 2 bulan dan 4 bulan?

    Vaksin yang dapat diberikan adalah pentabio dan polio oral tetes dulu lalu 2 minggu kemudian menyusul vaksin rotavirus dan PCV. Hal ini karena vaksin rotavirus juga merupakan vaksin oral tetes, sehingga pemberiannya dengan polio harus jeda selama 2 minggu.

    Bagaimana caranya biar anak suka sayur?

    Children do, children see. Apa yang Bunda makan akan terlihat oleh si Kecil dan mereka akan mengikutinya. Sehingga, pertanyaannya, apakah Bunda mengonsumsi sayur juga?Bila iya, berarti tinggal memberikan pengertian pada si Kecil mengenai manfaat sayur bagi kesehatan. Bunda dapat mencontohkannya dengan konsumsi sayur di depan si Kecil sambil dengan wajah yang menunjukkan rasa senang ketika konsumsi sayur.

    Kemudian, Bunda dapat memberikan sayur dalam porsi kecil dan ada berada di dalam jangkauan anak. Bila anak masih menolak bagaimana?Coba lagi, Bunda harus sabar dalam menghadapinya. Penting juga untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Keep Fighting, ya Bunda. Percobaan memberikan sayur bisa 10-15 kali loh Bunda. Nah, waktu makan juga penting. Saat makan, jauhkan anak dari distraksi sekitar seperti mainan, ponsel, tv, dsb.

    Apakah anak yang sedang batuk pilek (tidak demam) boleh diimunisasi?

    Sebenarnya syarat si Kecil mendapatkan vaksin adalah sehat kondisi badannya. Sehingga, bila anak sedang demam, sebaiknya pemberian vaksin ditunda dulu sampai demamnya reda. Kalau batuk pilek tidak demam boleh divaksinasi Bunda. Sekali lagi, mohon dilihat kondisi si Kecil ya Bunda.

    Apakah menu MPASI awal  sebaiknya menu tunggal atau menu 4 bintang?

    Bila kondisi si Kecil sehat, tidak memiliki riwayat alergi pada keluarga, maka tentunya MPASI awal diberikan dalam bentuk puree (makanan yang dihaluskan hingga menjadi bubur kental) yang mengandung komposisi karbohidrat, protein, lemak. Namun, bila dalam keluarga memiliki riwayat alergi misalkan alergi telur, sebaiknya menu tunggal dulu untuk mempermudah Bunda melakukan pengamatan terhadap potensi alergi terhadap makanan.

    Bagaimana bila frekuensi MPASI pada anak usia 6 bulan diberikan 3-4 kali sehari?

    Frekuensi MPASI bergantung pada usia si Kecil. Bila usianya 6 bulan maka energi tambahan yang diperlukan MPASI adalah 200 kalori. Bunda dapat memberikan MPASI 2 kali sehari sebanyak 2-3 sendok sebagai tahap awal dalam bentuk puree. Pada usia ini, bayi masih dalam tahap adaptasi dengan MPASI sehingga Bunda harus sabar dan memberikan semangat pada si Kecil. Hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya.

    Mengapa  bekas vaksin BCG belum sembuh padahal anak saya sudah umur 6 bulan?

    Secara alamiah, vaksin BCG akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut yang datar berdiameter 2 – 6 mm. Jaringan skar tersebut biasanya terbentuk dalam waktu 3 bulan. Bisul akibat BCG tidak berbahaya. Jika timbul bisul di lokasi penyuntikan, tidak perlu dilakukan tindakan khusus oleh orang tua. Bila bisul semakin membesar dan ada tanda infeksi seperti rasa nyeri, keluar nanah, berdarah, segera bawa ke dokter untuk diperiksa, ya Bunda.

    Ketika mengolah MPASI di pagi hari apakah harus sekali masak langsung habis atau boleh di simpan di kulkas buat nanti siang/sore?

    MPASI menu tunggal tidak masalah dibuat untuk beberapa porsi dan disimpan dalam wadah-wadah kecil. Jadi, sekali makan habis 1 porsi agar sekali buka wadah saja dan tidak dimasukkan kembali ke kulkas. Bila menunya sudah 4 bintang, sebaiknya dalam keadaan fresh atau dicampur dengan menu tunggal yang bunda siapkan sebelumnya. Cara menyimpan MPASI yang baik dan benar: makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, nasi pasta sayuran disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang 5 derajat celcius.

    Apa yang harus saya persiapkan bila ingin pindah layanan vaksinasi?

    Bila mau pindah layanan vaksinasi sebaiknya Bunda membawa data-data riwayat vaksinasi terdahulu saat kunjungan pertama ke fasilitas layanan yang baru agar dapat disesuaikan jadwal vaksinasinya dengan si Kecil. Bunda dapat cross cek jadwal vaksinasi si Kecil yang lengkap sesuai IDAI yang saya share tadi yaa…semakin lengkap tentu semakin baik bagi si Kecil. Bila jadwal tidak sesuai atau telat, kembali tergantung dengan jenis vaksinasi apa yang diberikan.

    Bagaimana menyiasati bayi yang mogok makan?Lalu, apakah penggunaan slow cooker diperbolehkan untuk MPASI?

    Pemrosesan makanan sebenarnya tergantung dari jenis makanannya. Contohnya, sayur tidak boleh terlalu lama dimasak agar vitamin dan mineralnya tidak hilang dan rusak. Lain dengan protein, bisa dengan menggunakan slow cooker ini dan pastikan matang sepenuhnya.

    Biasanya si Kecil yang mogok makan itu usia 1-3 tahun. Kalau bayi biasanya jarang, harus dilihat kondisi yang menyebabkan bayi mogok makan itu Bunda. Ingat, children do, children see, seperti yang saya sampaikan sebelumnya.Ciptakan suasana makan yang menyenangkan buat anak dan jauhkan dari distraksi seperti mainan, ponsel, dsb.

    Apakah ada aktivitas yang dapat dilatih  oleh ibu ke anak usia dibawah 6 bulan untuk mempersiapkan masa MPASI agar dapat mengunyah dengan lancar atau reflek menelannya baik saat masa MPASI nya tiba?

    Sebenarnya, keinginan si Kecil untuk mulai makan secara natural akan datang dengan sendirinya. Ada beberapa tanda si Kecil sudah mau makan, antara lain bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan. Bila kondisi bayi sehat, mereka secara alami akan menunjukkan tanda-tanda, “Bunda, saya udah kepengen makan nih”

    Apakah tanda si kecil yang alergi dengan menu MPASI dan bagaimana cara mengatasinya?

    Anak yang alergi terhadap suatu makanan atau susu akan mengalami gejala yang dapat menyerang saluran napas (batuk berkepanjangan, bersin-bersin, pilek, mengi), saluran pencernaan (muntah, diare, susah BAB, terus sendawa), serta kulit (gatal-gatal, ruam pada kulit, eksim, bengkak pada kulit). Selain itu, gejala alergi berat dapat menyebabkan anak gagal tumbuh kembang (berat dan tinggi kurang, telat bicara, lemah otot), anemia, eksim berat, serta syok anafilaksis. Cara mengatasinya adalah dengan menghindari paparan makanan yang dapat menyebabkan alergi.

    Jika ibu dan bayi memiliki alergi pada produk susu atau turunan sapi,  bagaimana memberikan sumber makanan lain yang mengandung zat besi selain dari susu dan daging?

    Sumber zat besi bermacam-macam seperti kerang, bayam, kacang-kacangan, biji labu, brokoli, tahu, dsb sebagai sumber pengganti makanan yang kaya akan zat besi.

    Apakah ada pengaruhnya bila jadwal imunisasi anak tidak sesuai atau dikatakan telat?

    Seharusnya tidak ada masalah bila tidak sesuai/telat dengan jadwalnya. Perlu segera dilakukan catch up immunization atau kejar imunisasi. Paling penting si Kecil dapat terlindungi secara optimal dengan vaksinasi yang lengkap.

    Apakah vaksin yang diwajibkan pemerintah sudah cukup untuk bayi? atau perlu tambahan?

    Semakin lengkap pemberian vaksinasi yang wajib dan tambahan, maka si Kecil akan semakin terlindungi secara optimal. Bunda dapat melihat rekomendasi vaksinasi anak sesuai dengan tabel IDAI.

    Bagaimana cara melihat tumbuh kembang anak optimal dan agar si Kecil mau makan makanan berprotein?

    Bunda dapat melihat kurva pertumbuhan anak pada Kartu Menuju Sehat, sehingga dapat diketahui apakah tumbuh kembangnya sesuai dengan umurnya. Bila si Kecil jarang makan protein, maka Bunda dapat mencoba untuk memberikan berbagai jenis sumber protein kepada si Kecil perlahan-lahan dan mengikuti aturan makan yang ada seperti memberikan dalam porsi kecil dan dalam jangkauannya, mematikan TV, ponsel saat memberi makan dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan dengan si Kecil.

    Bagaimana langkah awal memperkenalkan makanan untuk bayi 6 bulan yang untuk pertama kalinya untuk mengurangi resiko Gerakan Tutup Mulut (GTM)  di pertengahan MPASI nanti?

    Pada usia 6 bulan, MPASI yang diberikan makanan berupa puree (saring) dan mashed (lumat). Makanan diberikan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan. Ciptakan suasana menyenangkan saat waktu makan, beri makan perlahan dan hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanan. Kemudian, bila ada riwayat alergi pada makanan, Bunda dapat memberikan satu jenis makanan untuk beberapa hari terlebih dulu untuk melihat ada alergi pada bayi.

    Bagaimana penyimpanan vaksin yang benar di rumah?

    Standarnya, vaksin disimpan dalam pendingin khusus vaksin sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 s.d 8ºC untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan pada suhu -15 s.d -25 ºC untuk vaksin yang sensitif panas. Sekarang, hanya vaksin polio yang masih memerlukan tempat penyimpanan dengan suhu dibawah 0°C. Sejumlah vaksin, seperti Hepatitis B, DPT-HB-Hib, IPV, DT, Td akan berpotensi menjadi rusak jika terpapar suhu beku. Sedangkan vaksin Polio, BCG, Campak, rotavirus akan berpotensi rusak jika terpapar suhu panas. Namun secara umum, vaksin akan rusak jika terpapar oleh sinar matahari secara langsung.

    Bila ingin menyimpan vaksin di lemari es, tidak dianjurkan karena suhu lemari es seringkali berubah. Bunda dapat menggunakan termometer khusus untuk memantau suhu lemari es dan tidak menunda pemberian vaksin agar vaksin tidak rusak dan fungsinya menjadi berkurang.

    Bagaimana mengatasi si Kecil yang berusia 14 bulan yang hanya ingin mengonsumsi bubur saja?

    MPASI saat bayi berusia 14 bulan adalah yang dicincang kasar (chopped), cincang halus (minced) dan finger foods dan pemberiannya 3-4 kali makan besar dan 2 kali makan selingan. Bila si Kecil hanya ingin bubur, maka perlahan tingkatkan teksturnya, ya Bunda. Ciptakan suasana mengenyangkan, hindari dari distraksi seperti TV, ponsel, mainan, buat porsi kecil dan taruh makanan dengan tekstur sesuai usianya di jangkauannya. Kemudian, paparkan makanan pada si kecil 10-15 kali perlahan-lahan. Bunda juga dapat mencontohkan dengan mengonsumsi makanan tersebut bersama agar si Kecil tertarik untuk mengikutinya.

    Apakah pemberian kapsul serbuk sari dari buah buahan dan sayur- sayuran sebagai nutrisi aman untuk jangka panjang?

    Pemberian tambahan suplemen berfungsi sebagai pendamping saja dan penggunaannya sebaiknya dibatasi karena suplemen buatan tidak mungkin sama dengan serat alami. Contohnya, suplemen wortel dengan wortel asli pasti berbeda. Si kecil bila memakan wortel akan menggigit dan merasakan wortel, sedangkan bila konsumsi suplemen tidak akan seperti itu. Kemudian, kemampuan mengunyah dan perkembangan gigi akan lebih baik bila si kecil mengonsumsi buah langsung.

    Apakah vaksin flu dapat melindungi dari batuk pilek sepenuhnya karena beberapa kasus, sudah divaksinasi tetapi masih tetap batuk pilek?

    Vaksinasi flu bertujuan untuk melindungi dari virus penyebab flu. Namun, vaksinasi ini hanya melindungi beberapa strain virus (3 atau 4) yang umum ditemui dan sering menjadi penyebab flu. Bila si kecil tetap terkena pilek, bisa terjadi bila strain virus lain atau bakteri menjadi penyebab terjadinya pilek.

    Apakah anak yang tidak diimunisasi akan menghasilkan imunnya sendiri untuk dapat melindungi tubuhnya dari penyakit?

    Setiap bakteri atau virus yang masuk ke tubuh si Kecil akan dilawan oleh sistem imunitas kita. Respon dari sistem imun ada yang baik dan ada yang kurang. Bila sistem imunitas kita menang melawan penyakit, maka kita akan terhindar dan sembuh. Namun, bila sistem imunitas kita kalah, maka kita akan terkena penyakit yang efeknya malah lebih merugikan tubuh, bahkan dapat memperparah kondisi kesehatan kita. Pencegahan akan selalu lebih baik dari pengobatan Bunda, dan salah satu pencegahan agar terhindar dari penyakit adalah vaksinasi.

    Apakah pada saat pemberian MPASI memakai kursi bayi berbahaya bagi pertumbuhan tulang belakangnya?

    Meletakkan bayi pada kursi makan khusus bayi justru baik untuk perilaku makannya, apalagi bila dilakukan saat makan bersama anggota keluarga lain. Bayi akan belajar bahwa waktu makan adalah waktu untuk semua anggota keluarga untuk datang dan makan bersama. Bayi akan mengetahui dan mencontoh makanan apa yang disukai dan tidak oleh anggota keluarganya. Hanya saja, bayi yang berusia 6 bulan belum dapat duduk tegak, sehingga pemilihan high- chair harus sesuai dengan usia, biasanya yang menggunakan bantalan empuk, sehingga membantu bayi untuk dapat duduk tegak. Selama penggunaannya sesuai umur dan aturan pakai, maka  pertumbuhan tulang belakangnya akan normal-no.

    Itulah mengenai hal penting dalam fase toddler pada anak. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai kesehatan anak dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
    2. Mufida L, Widyaningsih TD, Maligan JM. Prinsip dasar MPASI pada usia 6-24 bulan: kajian pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2015;3(4):1646-1651.
    Read More
  • Makanan padat untuk bayi usia 7 bulan berbeda dari makanan padat untuk orang dewasa. Mengolah makanan bayi sendiri menjadi cara terbaik dalam menyediakan makanan bernutrisi sehat kepada si buah hati, bahkan dapat memantau kemungkinan terjadinya alergi. Pada usia 7 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh […]

    Catat 10 Panduan Memberikan MPASI 7 Bulan

    Makanan padat untuk bayi usia 7 bulan berbeda dari makanan padat untuk orang dewasa. Mengolah makanan bayi sendiri menjadi cara terbaik dalam menyediakan makanan bernutrisi sehat kepada si buah hati, bahkan dapat memantau kemungkinan terjadinya alergi. Pada usia 7 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa waktu ini merupakan waktu yang tepat untuk merekomendasikan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada bayi.

    Baca Juga: 6 Tips Pemberian MPASI pada bayi 6 bulan

    Namun, saat ini berbagai jenis  makanan instan banyak tersedia di supermarket dan kurang mengandung nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh si buah hati. Hal ini disebabkan karena produk ini telah mengalami pengolahan yang terlalu panjang, sehingga kurang memberikan nutrisi yang cukup. Oleh sebab itu, disarankan agar Anda dapat mengolah dan mempersiapkan MPASI bagi sang buah hati secara personal agar menjamin makanan yang dikonsumsi bayi memiliki berbagai nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh.

    Berikut ini adalah contoh MP ASI 7 bulan bagi si bayi, yaitu:

    • Sereal, yang dipilih sebaiknya tanpa gluten
    • Buah dan sayuran yang dihaluskan, seperti alpukat, pisang, pir, kentang, wortel, brokoli, kol, bayam, apel, stroberi, wortel, anggur, tomat, dan timun.
    • Bubur yang dibuat khusus untuk bayi atau daging yang telah mengalami penghalusan, seperti ayam atau sapi.
    • Bubur tahu
    • Bubur kacang-kacangan, seperti kacang merah atau kacang hijau.

    Seluruh makanan di atas umum dicampur dengan ASI atau susu formula yang dapat diberikan bagi si bayi.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat Untuk Bayi

    Berikut adalah 10 panduan untuk memberikan MPASI 7 bulan, yaitu,

    1. Pastikan porsi MPASI anak Anda telah disesuaikan dengan usianya dan juga berat badan anak Anda. Kedua hal tersebut berpengaruh pada pemberian MPASI yang tepat.
    2. Biasakan memberi MPASI yang terdiri atas 4 bintang, yaitu mencakup karbohidrat, sayuran dan buah, kacang-kacangan, dan sumber protein hewani.
      • Daging yang diperkenalkan pada bayi adalah daging yang telah diolah dengan benar dan dihaluskan agar dapat dicerna baik.
      • Sayuran hijau, contohnya bayam yang mengandung folat dan zat besi tinggi.
      • Buah alpukat yang lembut dan matang akan mudah dicerna, bahkan dapat diberikan langsung kepada bayi. Alpukat sangat baik bagi bayi karena mengandung asam lemak omega 3 yang dapat mencerdaskan otak bayi.
      • Labu kuning kaya akan vitamin C, vitamin A, dan beta karoten.
    3. Perhatikan alergi yang mungkin dimiliki oleh sang buah hati.
      Pertama kali mencoba makanan padat, pastikan Anda mengamati apakah sang buah hati mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Agar Bunda dapat mempermudah pengamatan maka tunggulah hingga 3 hari sebelum beralih pada makanan lainnya. Tiga hari umumnya adalah waktu yang cukup untuk melihat reaksi alergi pada si bayi, terutama bila dalam anggota keluarga, ada yang memiliki riwayat alergi sejenis. Telur, kacang kedelai, ikan, susu sapi, kerang, dan gandum merupakan beberapa contoh bahan makanan yang perlu diwaspadai sebagai pemicu alergi.
    1. Selain itu, perlu dihindari penggunaan madu untuk bayi yang berusia kurang dari setahun untuk mengurangi risiko terjadinya botulisme.
    2. Produk yang terbuat dari susu sapi, seperti keju umumnya aman untuk diberikan bagi bayi. Namun, sebaiknya pemberian susu sapi ditunda terlebih dahulu apabila anak belum berusia lebih dari setahun.
    3. Memperhatikan kesempurnaan fungsi saluran pencernaan serta kelenjar dalam tubuh yang berperan dalam proses pencernaan dan metabolisme zat gizi dari sang anak. Hal ini akan menentukan Anda untuk menentukan konsistensi makanan yang harus diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan saluran pencernaan bayi dan tidak memberikan beban yang terlalu berat bagi pencernaan bayi yang belum berfungsi secara sempurna. Hal ini menentukan proses pemberian MPASI yang harus dilakukan bertahap, mulai dari jenis, jumlah, frekuensi, maupun tekstur makanan si bayi.
    4. Waspadai pula penggunaan bahan makanan yang dapat menghasilkan gas di dalam lambung, seperti kacang, produk olahan susu, gandum, bawang. Bahan makanan seperti ini dapat membuat timbulnya rasa tidak nyaman pada bayi.
    5. Si bayi boleh diberi snack agar tidak merasa bosan dengan makanan harian yang cenderung sama. Hindari jajanan pinggir jalan yang terbuka dan tidak tertutupi dengan baik, karena kemungkinan makanan telah terkontaminasi dengan debu dan kotoran yang terbawa oleh angina atau udara.
    6. Hindari pemberikan MPASI pada malam hari untuk menghindari bayi mengalami risiko obesitas. Namun, rasa lapar bayi pada malam hari dapat diantisipasi dengan pemberian bubur kacang hijau + susu, susu kacang kedelai, susu hangat, agar rumput laut yang dicampur antara susu dan gula merah, serta buah-buahan. Makanan ini berisi vitamin yang akan meningkatkan kekebalan tubuh si bayi dan melancarkan pencernaan bayi.
    7. Contoh awal adalah Anda menggunakan satu jenis bahan untuk dibuat menjadi bubur, yaitu:
    • Bubur pisang
      Pisang merupakan buah kaya serat dan kaya kandungan kalium sehingga bersifat aman bagi perut sang bayi. Namun, terlalu sering mengonsumsi pisang akan berisiko menyebabkan konstipasi.
    • Bubur beras merah
      Bubur beras merah dapat digunakan sebagai bahan makanan pokok yang tidak menyebabkan alergi. Selain itu, bubur beras merah merupakan makanan yang mudah dicerna oleh si bayi. Beras merah dapat diblender hingga halus dan ditambahkan air dan dimasak dengan api yang berukuran sedang hingga mendidih. Setelah mendidih, maka api dikecilkan, dan dimasak kurang lebih hingga 20 menit. Setelah itu, air dapat ditambahkan hingga konsistensi bubur sesuai dengan yang diinginkan.

    Baca Juga: 8 Persiapan Ibu dan Bayi yang Ingin Naik Pesawat

    • Bubur alpukat
      Alpukat mengandung lemak yang baik dan bermanfaat untuk perkembangan fisik dan juga otak sang bayi. Alpukat dapat ditambahkan ke ASI atau susu fomula sebagai MP ASI. Sisa alpukat yang belum digunakan akan disimpan di wadah dan di dalam lemari pendingin.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai MPASI dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi: Kelahiran Prematur Kelahiran prematur adalah kelahiran yang […]

    Penyakit Neonatal yang Sering Terjadi pada Bayi

    Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi:

    Kelahiran Prematur

    Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan tanggal lahir bayi, sebelum minggu ke 37 kehamilan. Bayi prematur, terutama bayi yang sangat dini, seringkali memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya dapat terjadi komplikasi prematur yang bervariasi.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Semakin dini bayi Sobat lahir, maka semakin tinggi risiko komplikasi. Berikut beberapa tanda bayi yang terlahir prematur:

    • Ukuran kecil, dengan besar kepala yang tidak proporsional.
    • Rambut halus (lanugo) tampak menutupi sebagian besar tubuh
    • Suhu tubuh rendah, terutama segera setelah lahiran karena kurangnya lemak tubuh yang disimpan
    • Gangguan pernafasan
    • Kurangnya refleks menghisap dan menelan, menyebabkan kesulitan makanan

    Meskipun penyebab pasti kelahiran prematur masih belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu wanita, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Sobat lakukan untuk mencegah bayi lahir prematur :

    • Suplemen progesteron. Wanita yang memiliki riwayat kelahiran prematur, leher rahim pendek atau kedua faktor ini mungkin dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dengan mengonsumsi suplemen progesteron.
    • Jahitan serviks. Ini merupakan prosedur bedah yang dilakukan selama kehamilan pada wanita dengan serviks pendek, atau riwayat pemendekan serviks yang mengakibatkan kelahiran prematur. Selama prosedur ini, serviks akan ditutup dengan jahitan kuat yang dapat memberikan dukungan ekstra pada rahim. Jahitan dilepas ketika tiba waktunya untuk melahirkan bayi.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan yang Paling Ditanyakan Seputar Vaksin Bayi

    Sepsis neonatal

    Sepsis neonatal adalah infeksi pada darah yang terjadi pada bayi berusia kurang dari 90 hari. Onset dini dapat terlihat pada awal minggu pertama kehidupan. Penyebab dari sepsis neonatal adalah bakteri seperti Escherichia coli (E coli), Listeria dan beberapa jenis Streptococcus. Virus Herpes simpleks juga dapat menyebabkan infeksi parah pada bayi yang baru lahir. Gejala yang dapat terjadi pada bayi seperti:

    • Perubahan suhu tubuh
    • Masalah pernafasan
    • Diare atau penurunan bising usus
    • Kadar gula darah rendah
    • Bayi kurang aktif
    • Tidak mau menyusui
    • Kejang
    • Denyut nadi yang cepat ataupun lambat.
    • Muntah
    • Kuning pada kulit dan bagian putih dari mata (jaundice)

    Pengobatan pada bayi berusia di bawah 4 minggu yang mengalami demam atau tanda infeksi lainnya dapat melalui pemberian antibiotik intravena. Bayi baru lahir dari ibu dengan faktor risiko tinggi juga dapat diberikan antibiotik, meskipun bayi tersebut belum memiliki tanda–tanda gejala. Bayi akan mendapatkan antibiotik hingga 3 minggu jika bakteri ditemukan dalam darah atau pada cairan tulang belakang. Obat antivirus atau biasa dikenal dengan ARV dapat digunakan untuk dugaan infeksi yang disebabkan oleh HSV.

    Sindrom gangguan pernafasan neonatal

    Penyakit neonatal ini sering terjadi pada bayi dengan usia kehamilan yang belum mencapai usia 40 minggu, sehingga perkembangan organ belum berkembang sepenuhnya dan mengakibatkan bayi tidak bisa bernafas secara normal. Bayi biasanya menunjukkan gejala gangguan pernapasan segera setelah lahir, terkadang terkadang dapat juga terjadi dalam 24 jam pertama setelahnya. Gejala–gejala yang dapat terlihat adalah warna kebiruan pada kulit, pernafasan yang cepat dan dangkal, volume urine kurang, dan berdengus saat bernapas.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Jika dokter mencurigai bayi terkena gangguan pernafasan, akan dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pemeriksaan foto X-ray dada juga dapat digunakan untuk memeriksa paru–paru. Pengobatan yang diberikan pada bayi adalah dengan segera dirawat di NICU, untuk diberikan bantuan pernapasan melalui alat, pemberian surfaktan untuk membantu perkembangan paru yang belum sempurna, dan monitor tanda–tanda vital bayi untuk melihat perkembangan penyakit.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui

    Itulah beberapa penyakit neonatal lainnya yang dapat terjadi pada bayi Bunda. Jika Bunda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jenis–jenis penyakit lainnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terdekat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cara merawat bayi baru lahir dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Premature Birth – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Premature Labor – https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Neonatal sepsis – https://medlineplus.gov/ency/article/007303.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Neonatal Sepsis (Sepsis Neonatorum) – https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/infections-in-neonates/neonatal-sepsis , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal Respiratory Distress Syndrome – https://www.healthline.com/health/neonatal-respiratory-distress-syndrome#prevention , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum […]

    Mari Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan pada beberapa bayi yang diberikan susu formula. Penyakit ini biasanya terjadi karena hati bayi tidak cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah.

    Sebagian besar bayi yang lahir antara usia 35 minggu dan cukup bulan biasanya tidak memerlukan perawatan untuk neonatal jaundice. Namun, jika kadar bilirubin dalam darah bayi dibiarkan terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak, terutama dengan adanya faktor risiko tertentu untuk neonatal jaundice yang parah. Gejala pada penyakit kuning ini dapat dilihat pada kulit dan bagian putih mata yang menguning dan biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

    Baca Juga: 10 Tips Memberikan Makanan Untuk Bayi 6 Bulan

    Jika Sobat ingin memeriksa apakah anak terkena penyakit kuning, dapat diperiksa dengan cara menekan dahi atau hidung bayi. Jika kulit terlihat kuning di tempat Sobat menekan, maka kemungkinan bayi memiliki penyakit kuning ringan. Jika bayi tidak memiliki penyakit kuning maka warna kulit seharusnya terlihat sedikit lebih terang dari warna kulit saat ditekan. Periksalah bayi dalam kondisi pencahayan yang baik, terutama di siang hari.

    Sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksakan kadar bilirubin bayi untuk memeriksa apakah bayi Sobat mengalami neonatal jaundice sebelum dipulangkan dari rumah sakit. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuning selama pemeriksaan medis rutin dan setidaknya setiap 8 hingga 12 jam saat berada di rumah sakit. Jika bayi pulang lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah perjanjian dengan dokter untuk mencari tahu lebih tentang penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah dipulangkan.

    Faktor risiko terutama untuk neonatal jaundice yang parah dan dapat menyebabkan komplikasi adalah :

    • Lahir prematur. Seorang bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Bayi prematur juga menyusu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga lebih sedikit bilirubin yang dibuang lewat tinja.
    • Memar tubuh yang signifikan. Bayi baru lahir yang memiliki memar yang banyak di tubuh memiliki kadar bilirubin yang lebih banyak diakibatkan kerusakan dari sel darah merah.
    • Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari golongan darah bayinya, maka bayi tersebut mungkin menerima antibodi melalui plasenta yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.
    • Minum susu formula, bukan ASI. Pada bayi yang diberikan susu formula, terutama pada bayi yang mengalami kesulitan menyusui atau mendapatkan cukup nutrisi berisiko lebih tinggi terkena neonatal jaundice. Namun, pemberian susu formula tetap dianjurkan degan pertimbangan bayi harus tetap mendapatkan nutrisi dan cukup terhidrasi.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B Pada Bayi

    Komplikasi yang dapat terjadi bila neonatal jaundice dibiarkan dapat berakibat serius, seperti terjadinya ensefalopati akut atau kerusakan pada otak. Bilirubin bersifat racun bagi sel – sel otak. Jika kadar bilirubin bayi terlalu tinggi, maka terdapat resiko bilirubin dapat masuk ke dalam otak, yang disebut enseflopati bilirubin akut. Perawatan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen yang signifikan.

    Tanda -tanda dari ensefalotapi akut pada bayi seperti lesu dan sulit dibangunkan. Tangisan bernada tinggi, susah menyusui, demam, dan kern ikterus. Kern ikterus adalah sindrom yang terjadi jika ensefalopati menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala yang muncul berupa gerakan yang tidak terkendali, pandangan melirik terus ke atas, gangguan pendengaran, perkembangan enamel gigi yang tidak baik.

    Penanganan yang diberikan di rumah sakit berupa fototerapi. Perawatan ini menggunakan cahaya putih neon, yaitu cahaya biru dengan panjang gelombang 425 hingga 475 nm. Fungsi dari fototerapi ini adalah untuk membuat bilirubin di dalam tubuh bayi lebih mudah larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dengan cepat oleh hati dan ginjal. Lama dari terapi ini bergantung pada nilai kadar bilirubin bayi, sehingga dokter akan memeriksakan kadar tersebut tiap hari, hingga kadar bilirubin telah turun dalam batas normal.

    Cara mencegah neonatal jaundice adalah pemberian makanan yang memadai. Bayi perlu diberikan ASI 8 hingga 12 kali per hari selama beberapa hari pertama kehidupannya. Kemudian, jangan lupa menjemur bayi pada sinar matahari pagi karena dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dan tetap konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, ya Bunda.

    Baca Juga: Suntik BCG Pada Bayi Amankah?

    Setelah mengerti gejala dan bahaya dari neonatal jaundice jika kondisi ini dibiarkan, maka penting untuk Bunda memeriksakan kesehatan bayi terutama jika tanda–tanda tersebut mulai muncul. Semoga membantu

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Infant Jaundice – mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperbilirubinemia in the Term Newborn – aafp.org/afp/2002/0215/p599.html, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Hyperbilirubinemia in Neonates : Types, Causes, Clinical Examinations, Preventive Measures and Treatment: A Narrative Review Article – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4935699/, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Newborn jaundice – medlineplus.gov/ency/article/001559.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal hyperbilirubinemia – msdmanuals.com/professional/pediatrics/metabolic,-electrolyte,-and-toxic-disorders-in-neonates/neonatal-hyperbilirubinemia , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More

Showing 1–10 of 29 results

Chat Asisten ProSehat aja