Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ balita”

  • Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita […]

    Jadikan Balita Banyak Akal, Adaptif & Mandiri

    Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita tersebut mengalami peningkatan pesat dalam ukuran tetapi kemampuan kognitif dan motoriknya terlambat. Orang tua umumnya puas dengan mengejar pertumbuhan panjang dan berat badan anak, tapi nyatanya untuk menjadikan si Kecil unggul hal tersebut tidaklah cukup.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan sangat memengaruhi perkembangan dan seberapa sehat otak si Kecil. Pertumbuhan dan perkembangan otak akan dimulai sejak tahun pertama hingga usia 3 tahun atau yang disebut dengan golden period (periode emas). Pada masa ini, otak akan aktif membangun jaringan antar sel saraf yang akan memengaruhi kecerdasan anak  dimana tingkat keberhasilan proses ini bergantung pada stimulasi yang diberikan.

    Karena hal ini hanya terjadi sekali seumur hidup, maka kita sebagai orang tua harus mencuri kesempatan ini untuk membantu membangun jaringan otak anak. Sebagai hasilnya, dari stimulasi yang tepat pada masa ini maka si Kecil akan menjadi balita yang unggul yaitu balita yang banyak akal, adaptif (mudah beradaptasi) dan mandiri. Hal ini akan membantunya menjadi anak yang tangguh yang siap hadapi masa depan dan siap hadapi tantangan.

    Baca Juga: 14 Makanan yang Aman Bagi Penderita Diabetes

    Pentingnya Stimulasi

    Latihan-latihan dalam menstimulasi otak si Kecil dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimana hal ini kita sebut dengan baby gym, baik dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor), tentunya dengan memerhatikan kebersihan dan menghindarkan hal-hal yang berisiko mencederai anak Anda. Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan, antara lain:

    • Berlatih mendorong atau menarik benda seperti bola atau mainan lain untuk melatih motorik dan keseimbangannya.
    • Bawa si Kecil berjalan-jalan dan mengunjungi tempat-tempat baru seperti pantai, kolam renang dan kebun binatang.
    • Ajak dia bermain mengumpulkan benda-benda yang sama, misalnya mengumpulkan benda-benda berbentuk bulat atau mengumpulkan benda-benda berwarna merah.
    • Bermain berpura-pura menirukan binatang atau ajak dia bernyanyi bersama.
    • Tak lupa interaksi sosial, mulailah sedini mungkin untuk berinteraksi dengan orang lain, hal ini akan melatih kemandirian dan kepercayaan diri.

    Baca Juga: 8 Cara Program Hamil yang Tepat

    Serta masih banyak cara lain yang mengajaknya ikut berinteraksi dan kita bisa melihat reaksinya berupa tawa, senyum atau ekspresi lainnya.

    Jika Anda tidak punya cukup waktu atau bingung untuk melakukannya sendiri di rumah, Anda dapat mendatangi fasilitas-fasilitas yang menyediakan baby gym dengan pelatih yang terlatih tentunya. Cara lain juga dengan menyediakan media bermain atau mainan yang dapat menstimulasi otak, misalnya:

    • Mainan yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari yang biasa dia lihat, contohnya mainan masak-memasak untuk anak perempuan dan mainan perkakas bengkel untuk anak laki-laki, dll.
    • Mainan yang berhubungan dengan profesi yang ia gemari, misalnya mainan dokter-dokteran atau mobil-mobilan pemadam kebakaran, dll.
    • Mainan alat musik.
    • Blok dan
    • Buku mewarnai, buku menggambar dengan menyambung titik-titik atau buku dengan cerita bergambar.4,5

    Mainan-mainan tersebut tentunya disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak Anda. Namun, untuk menjadi anak yang unggul, sebaiknya orang tua turun langsung dan ikut serta dalam melatih proses perkembangan anak, karena cinta dan kasih sayang orang tua akan mengoptimalkan setiap latihan yang dilakukan.

    Ditulis oleh: dr. Samuel Bungaran Partahi Saud Manalu

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Lucich M. Building Baby’s Intelligence: Why Infant Stimulation Is So Important. Barkeley, California: California Childcare Health Program; 2011. p. 1-2.
    2. Infant/Toddler Programs — BSMART [Internet]. BSMART. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: bsmartfoundation.org/infanttoddler-programs/
    3. Physical activity for babies, toddlers and pre-schoolers: SA Health [Internet]. Sahealth.sa.gov.au. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/public+content/sa+health+internet/healthy+living/be+active/being+active+at+different+ages+and+stages/physical+activity+for+babies%2C+toddlers+and+pre-schoolers
    4. G. Guyton. Using Toys to Support Infant-Toddler Learning and Development. Young Children, 66(5):50–56, 2011.
    5. Good Toys for Young Children by Age and Stage | NAEYC [Internet]. Naeyc.org. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: naeyc.org/resources/topics/play/toys
    Read More
  • Moms yang memiliki buah hati sudah memasuki tahapan usia mulai makan layaknya orang dewasa, tentu sering memutar otak, kira-kira jenis makanan apalagi yang baik untuk si kecil. Sebenarnya ada banyak makanan sehat dan baik untuk bayi, tapi beberapa makanan direkomendasikan oleh para dokter dan ahli gizi, mulai dari buah–buahan hingga sayuran kaya vitamin, daging dan […]

    10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Moms yang memiliki buah hati sudah memasuki tahapan usia mulai makan layaknya orang dewasa, tentu sering memutar otak, kira-kira jenis makanan apalagi yang baik untuk si kecil. Sebenarnya ada banyak makanan sehat dan baik untuk bayi, tapi beberapa makanan direkomendasikan oleh para dokter dan ahli gizi, mulai dari buah–buahan hingga sayuran kaya vitamin, daging dan kacang–kacangan yang penuh dengan protein sehingga baik dikonsumsi oleh anak kita.

    Tentunya makanan yang terbaik untuk bayi tetap saja adalah ASI karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dalam bentuk yang mudah dicerna dan sesuai kebutuhan bayi, tapi setelah itu tentunya Moms harus mempersiapkan anak untuk menerima Makanan Pendamping selain ASI (MPASI).

    Sebelum mulai memberikan makanan, diskusikan dulu kepada dokter anak tentang kesiapan bayi Moms untuk makanan, mulai dari mengetahui makanan apa yang akan diperkenalkan, dan kapan. Kemudian Moms bisa mengenalkan makanan satu per satu, tunggu setidaknya 3 hari untuk mengawasi reaksi alergi yang mungkin terjadi.

    ASI eksklusif diberikan hingga anak berusia 6 bulan, tapi tetap direkomendasikan untuk diberikan bersamaan dengan makanan padat hingga anak berusia 12 bulan atau bahkan lebih lama. Banyak jenis makanan padat yang dapat diberikan kepada anak sejak usia 6 bulan. Si kecil akan mendapatkan banyak manfaat jika ia sudah terbiasa dengan tekstur dan rasa dari berbagai makanan, mulai dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, hingga kebiasaan makan yang sehat sejak kecil.

    Berikut ini adalah 10 makanan sehat yang dapat Moms berikan pada bayi:

    1. ALPUKAT

    Buah ini mengandung banyak protein dan lemah tak jenuh yang sehat dan dapat membantu meningkatkan perkembangan otak. Bahkan komposisi lemak alpukat agak mirip dengan ASI karena mengandung banyak lemak, alpukat dapat membuat anak kenyang lebih cepat, sehingga berikan sedikit di samping makanan lainnya seperti potongan daging ayam. Jika Moms hendak memberikan alpukat, hancurkan buah hingga menjadi bubur dan berikan pada anak. Makanan ini baik diberikan pada bayi usia 6 bulan atau lebih.

    1. PISANG

    Pisang mengandung karbohidrat yang dapat memberikan energi serta serat yang membantu pencernaan anak. Pisang juga mengandung sumber potassium yang baik, buah yang mudah didapat ini juga mengandung vitamin B6 dan vitamin C, kalsium, dan zat besi. Pastikan pisang yang Moms berikan kepada anak sudah matang dan benar–benar dihaluskan.

    1. BLUEBERRY

    Blueberry mengandung banyak antioksidan. Buah ini juga mengandung flavonoid yang bermanfaat bagi mata, otak, dan saluran kemih anak.

    1. BROKOLI

    Sayuran ini mengandung serat, flat, dan kalsium. Perkenalkan anak Anda dengan brokoli lebih awal, sebab ini dapat membantunya untuk menyukai sayuran–sayuran hijau lainnya sehingga baik untuk pengenalan awal anak terhadap sayur.

    1. DAGING

    Daging ayam, kambing atau sapi merupakan sumber protein yang baik dan juga seng, riboflavin, niasin, vitamin B6 dan zinc. Pastikan daging yang diberikan pada anak lunak. Bayi lebih mudah menyerap zat besi dari daging dibanding dari sereal yang diperkaya zat besi. Makanan ini sebaiknya diberikan pada bayi usia 7 hingga 10 bulan atau lebih.

    1. PLUM

    Buah plum mengandung banyak serat, lembut dan manis. Ketika bayi Moms mulai berganti ke makanan padat, bayi dapat mengalami konstipasi. Tambahkan buah plum yang sudah dikeringkan untuk membantu pencernaan.

    1. TELUR

    Telur mengandung banyak kandungan. Putih telur mengandung protein dan kuning telur mengandung seng, vitamin A, D, E dan B12. Kuning telur juga mengandung kolin yang sangat penting untuk perkembangan dan kesehatan otak. Namun bila anak Moms menunjukkan gejala alergi pada telur, maka hentikan pemberiannya dan konsultasikan segera pada dokter.

    1. UBI JALAR

    Ubi jalar merupakan makanan yang lumayan popular untuk bayi karena teksturnya yang lembut dan manis. Makanan ini mengandung beta karoten (yang nantinya akan diubah badan menjadi vitamin A), vitamin C, anti oksidan dan mineral, termasuk besi dan tembaga. Baik diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan atau lebih.

    1. LABU

    Makanan ini sangat kaya beta karoten dan diakui bagus untuk mata. Labu juga mengandung vitamin C, dan teksturnya yang lembut menambah daya tarik.

    1. YOGHURT

    Yoghurt mengandung banyak kalsium dan vitamin D yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan gigi. Moms dapat memberikannya pada anak, mulai dari usia 6 bulan, jauh sebelum anak siap untuk diberikan susu sapi. Berikan yoghurt yang tidak ditambahkan pemanis buatan dan carilah yoghurt yang asli karena mengandung banyak bakteri yang baik untuk pencernaan anak. Yoghurt dapat diberikan pada bayi usia 9 bulan atau lebih.

    Moms juga perlu tahu, ada beberapa makanan yang TIDAK direkomendasikan untuk diberikan pada bayi, seperti:

    Madu

    Jika Moms ingin menambah manis pada makanan bayi, tidak disarankan menggunakan madu karena terdapat botulisme pada madu. Perut bayi di bawah usia 1 tahun belum dapat melawan spora botulisme, sehingga hindari pemberian madu pada bayi hingga usia lebih dari 1 tahun.

    Kacang dan kacang tanah

    Moms dapat mengenalkan kacang pada bayi usia 1 tahun dengan jumlah kecil dalam bentuk selai, namun hindari kacang dalam bentuk utuh sampai anak usia 4 tahun agar anak tidak tersedak.

    Susu sapi

    Susu sapi tidak mudah dicerna oleh perut bayi, sehingga para ahli merekomendasi pemberian susu sapi pada anak usia lebih dari 1 tahun.

    Jus buah

    Bayi yang kurang dari 12 bulan tidak boleh diberi jus. Jus dapat mengurangi nafsu makan untuk makanan lain yang lebih bergizi, termasuk ASI, susu formula, atau keduanya. Terlalu banyak jus juga dapat menyebabkan ruam pada popok, diare, atau kenaikan berat badan yang berlebihan.

    Kini Moms tidak perlu bingung lagi jika hendak memilih menu makanan untuk anak. Jika Moms ingin mencoba menu baru, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada ahli gizi dan dokter. Pastikan perkembangan dan nutrisi anak selalu terpenuhi.

    Selain itu, jika Moms ingin mencari tahu informasi kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Makanan Sehat Untuk Bayi – http://gizi. Depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Makanan-Sehat-untuk-Bayi1.pdf, diunduh pada tanggal 18-9-2018.
    2. The 10 best foods for babies – babycenter.com/0_the-10-best-foods-for-babies_10320505.bc, diakses pada tanggal 18-9-2018
    3. Best food for baby – thebump.com/a/best-foods-for-baby, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    4. Five best foods for babies – babycentre.co.uk/a25010529/five-best-foods-for-babies, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    5. Baby nutrition in the First year: What to Feed your Baby Now – webmd.com/parenting/baby/baby-food-timeline#1, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    6. Starting Solid Foods – htealthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Switching-To-Solid-Foods.aspx, diakses pada tanggal 18-9-2018.
    Read More
  • ASI merupakan asupan utama anak selama 6 bulan awal dan perannya sangat penting untuk kehidupan anak. Ketika anak kurang bahkan tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, maka bukan suatu hal yang baru jika anak menjadi rentan terhadap penyakit alias anak akan sering sakit-sakitan. Lho kok bisa? Memang apa hubungan antara kesehatan anak dengan ASI ekslusif? […]

    6 Makanan untuk Ibu Menyusui agar ASI Lancar

    ASI merupakan asupan utama anak selama 6 bulan awal dan perannya sangat penting untuk kehidupan anak. Ketika anak kurang bahkan tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, maka bukan suatu hal yang baru jika anak menjadi rentan terhadap penyakit alias anak akan sering sakit-sakitan. Lho kok bisa? Memang apa hubungan antara kesehatan anak dengan ASI ekslusif?

    Tentu saja banyak! ASI memiliki banyak manfaat untuk anak, bahkan salah satunya adalah meningkatkan imun tubuh anak dan berarti meminimaliir datangnya berbagai penyakit pada anak. Pastinya tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya menderita karena suatu penyakit bukan? Lalu, bagaimana dengan manfaat ASI lainnya.

    apakah menyusui menyebabkan osteoporosis prosehat

    Tulang bayi menjadi lebih kuat adalah manfaat dari ASI eksklusif berikutnya dan hal ini berarti kita tidak usah terlalu khawatir mengenai anak akan mengalami cidera saat bayi. Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian yang menyatakan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif setidaknya selama tiga bulan awal maka tulang leher dan tulang belakangnya akan lebih kuat daripada mereka yang tidak mendapatkan asupan ASI sama sekali.

    Satu lagi manfaat dari ASI yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memperkuat hubungan anak dan ibu. Memberikan ASI kepada anak sangatlah efektif untuk mendekatkan anak kepada kita karena anak akan berada pada pelukan kita dan tentu saja merasakan kehangatan serta kasih sayang. Namun, sayangnya, tidak semua ibu dapat menghasilkan ASI yang melimpah tiap harinya. Kasus yang satu ini bukanlah suatu hal yang baru mengingat kondisi antara satu ibu dengan ibu lainnya berbeda-beda, begitu pula produksi ASI-nya. Namun, saat ini kita tidak usah cemas mengenai bagaimana cara yang tepat untuk memperlancar produksi ASI. Kok bisa? Memang apa yang sebaiknya kita lakukan untuk memperlancar produksi ASI?

    Jawabannya adalah dengan membenahi pola makan kita menjadi lebih sehat lagi – mengingat di sekitar kita terdapat banyak makanan yang berfungsi untuk memperlancar produksi ASI kita. Wah yang benar nih? Kira-kira makanan apa saja ya yang ampuh untuk memperlancar produksi ASI?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak makanan untuk ibu menyusui agar asi lancar

    1. Semangka

    Semangka adalah jenis buah pertama yang disarankan untuk dikonsumsi untuk ibu menyusui dan pastinya sangatlah efektif untuk memperlancar produksi ASI ibu. Kok bisa? Tentu saja rahasianya ada pada kandungan semangka, di mana buah yang satu ini kaya akan kandungan vitamin A dan C, mineral kalium, asam folat, tapi rendah akan kandungan lemak jenuh nutrium dan kolesterol. Selain itu, semangka juga kaya akan kandungan air yang juga membantu ibu untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari – di mana setidaknya kita membutuhkan 2 liter air atau 8 gelas air putih tiap harinya.

    2. Jambu air

    Makanan berikutnya yang berfungsi memperlancar produksi ASI masih berasal dari keluarga buah, tepatnya dari jambu air. Buah yang satu ini juga kaya akan kandungan vitamin A dan C, kalsium, zat besi, serta fosfor yang pastinya sangat aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu menyusui. Tingginya kandungan vitamin A sangatlah efektif untuk memperlancar produksi ASI bahkan bisa meningkatkan sistem imun anak yang berarti meminimalisir anak terserang penyakit.

    3. Wortel

    Wortel adalah jenis makanan berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI ibu. Wortel merupakan salah satu sayuran yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita mengingat banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari sayuran bewarna oranye ini. Tingginya kandungan enzim phytoestrogen sangatlah efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu dan membuat si kecil mendapatkan ASI yang cukup dalam sehari. Untuk mendapatkan manfaat yang satu ini, kita hanya perlu rutin mengonsumsi jus wortel sebanyak dua kali dalam sehari yaitu lebih tepatnya pada siang dan sore hari.

    4. Oatmeals

    Siapa sih yang suka mengonsumsi oatmeals? Namun siapa sangka jika oatmeals juga ampuh untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu? Oatmeals adalah salah satu jenis makanan yang tinggi akan kandungan serat, zat besi, serta kalsium di mana berbagai zat ini memicu produksi ASI pada ibu. Menariknya lagi, kita juga bisa memadukan dengan berbagai buah-buahan sehingga kebutuhan gizi kita juga akan terpenuhi melalui makanan yang satu ini.

    5. Pisang

    Pisang adalah jenis buah berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI pada ibu. Tingginya kandungan kalsium pada pisang cukup untuk menggantikan mineral yang hilang saat ibu menyusui. Memang berapa banyak sih kandungan mineral pada pisang? Sebuah penelitian menyatakan jika setidaknya pada 100 gram pisang terkandung 100 mg kalsium dan hal ini terbukti jika pisang efektif untuk memenuhi kebutuhan mineral pada ibu.

    6. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan adalah jenis makanan berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI pada ibu. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena tingginya kandungan zat besi, mineral, serta protein pada kacang-kacangan dan hal inilah yang berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI dan pastinya tidak akan membuat anak kehausan karena kekurangan ASI. Beberapa kacang-kacangan yang dianjurkan untuk dikonsumsi untuk meningkatkan produksi ASI ibu antara lain adalah kacang merah, kacang hitam, kacang almond, kacang mete, dan lain-lain.

    Nah, itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk memperlancar produksi ASI kita. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan memikirkan solusi apa yang tepat untuk permasalahan ini? Selain mengonsumsi berbagai jenis makanan yang memicu produksi ASI, kita juga harus menghindari stress dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga tidak mengganggu produksi ASI. So, tunggu apalagi untuk memulai hidup lebih sehat untuk diri kita dan si bayi?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Moms, sebagai orang tua kita pasti akan mengusahakan agar anak kita tumbuh sehat dan cerdas. Apa pun akan kita lakukan, mulai dari memberi stimulasi yang tepat hingga menyiapkan makanan terbaik yang bergizi optimal. Semua itu diberikan pada anak kita bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Pemenuhan gizi pada anak harus dianggap sebagai kewajiban, terutama […]

    Siapkan 7 Jenis Makanan Ini untuk Tingkatkan Gizi Balita

    Moms, sebagai orang tua kita pasti akan mengusahakan agar anak kita tumbuh sehat dan cerdas. Apa pun akan kita lakukan, mulai dari memberi stimulasi yang tepat hingga menyiapkan makanan terbaik yang bergizi optimal. Semua itu diberikan pada anak kita bahkan sejak ia masih di dalam kandungan.

    Pemenuhan gizi pada anak harus dianggap sebagai kewajiban, terutama pada 5 tahun pertama. Moms, apa yang terjadi selama 5 tahun pertama itu adalah merupakan landasan yang sangat krusial untuk menentukan tahun demi tahun pertumbuhan dan perkembangan anak kita.

    Tentunya Moms tahu jika pertumbuhan otak tercepat terjadi saat anak masih dalam kandungan, yaitu pada trimester ketiga hingga 5-6 bulan pertama setelah lahir. Pada tahap itu, pembelahan sel pada otak terjadi dengan sangat pesat. Kemudian seiring dengan bertambahnya usia, pembelahan sel akan melambat, dan seterusnya hanya akan terjadi pembesaran sel-sel otak saja.

    Pada saat bayi lahir, berat otaknya memang baru mencapai ¼ berat otak dewasa, tapi jumlah selnya sudah mencapai 2/3 jumlah sel otak orang dewasa. Itu sebabnya, makanan untuk otak anak sudah mulai diperlukan jauh sebelum anak hadir di dunia ini.

    Perkembangan otak yang baik akan membantu anak memiliki memori dan keterampilan yang baik pula. Namun, jika perkembangan otak anak yang kurang baik, maka seorang anak akan memiliki daya pikir yang lemah sehingga misalnya ia akan kesulitan dalam menghafal sesuatu.

    Nutrisi dan gizi yang cukup pada anak dapat mengoptimalkan tumbuh kembang dan kemampuan otak anak. Walaupun kandungan nutrisi idealnya terkandung di dalam setiap makanan, tapi tahukah Moms jika terdapat beberapa makanan tertentu memiliki fungsi khusus yang anak kita butuhkan untuk pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan otak?

    Memenuhi kebutuhan gizi anak tentunya tidak bisa dilihat dari seberapa sering mereka makan dalam satu hari dan seberapa banyak porsi nasi dan lauk-pauknya untuk satu kali makan. Moms harus benar-benar memperhatikan makanan apa yang disajikan untuk si kecil.

    7 jenis makanan di bawah ini tergolong sebagai superfood dan brainfood yang bergizi tinggi yang dapat Moms olah ke dalam menu makan harian buah hati kita tercinta.

    1. Alpukat

    Alpukat adalah buah yang memiliki protein tinggi dan juga kaya akan lemak baik untuk menurunkan kolesterol jahat, si pemicu penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

    Lemak yang baik juga merupakan komponen utama yang membentuk sel-sel di dalam otak. Tapi, bukan berarti anak kita hanya membutuhkan lemak saja, tapi juga zat gizi mikro lainnya yang dibutuhkan untuk membuatnya tumbuh cerdas.

    Buah Alpukat juga diperkaya oleh serat, yang dapat mencegah sembelit pada anak. Rajin makan alpukat juga dapat mengurangi risiko terkena kanker, karena buah ini juga diperkaya dengan vitamin E.

    Cara menyajikan alpukat pada si kecil, Moms bisa mencoba dengan menumbuk alpukat hingga halus dan lumatkan bersama sedikit jus jeruk nipis dan yogurt untuk rasa yang lebih menyegarkan. Jika usia anak masih di bawah satu tahun, jangan dulu tambahkan gula atau madu untuk memaniskannya.

    2. Berry-Berryan

    Buah Berri merupakan makanan untuk kecerdasan otak. Buah ini dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kaya dengan vitamin C dan antioksidan lainnya. Buah Berri juga mengandung lemak omega-3 yang membantu meningkatkan fungsi otak. Carilah stroberi, ceri, blueberry, dan blackberry, dimana semakin gelap warna berry, semakin banyak nutrisi yang dimilikinya.

    Selain itu, Buah Berri diperkaya dengan nutrisi dan antioksidan penting untuk menangkal radikal bebas biang segudang penyakit kronis, dari penyakit jantung hingga kanker.

    Jadikan buah Berri sebagai cemilan sore untuk anak yang dapat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan memperkuat memori. Selain dimakan bulat-bulat dalam versi segarnya, Moms juga bisa mengolah buah-buah berry ini menjadi pudding dingin atau sebagai isian muffin, brownies, atau kukis lunak.

    3. Oatmeal

    Oatmeal merupakan sumber energi yang sangat baik bagi otak. Oatmeal mengandung serat yang tinggi yang dapat membantu menjaga agar anak merasa kenyang. Oatmeal yang terbuat dari gandum ini juga merupakan sumber Vitamin E, B kompleks, dan zinc yang sangat baik untuk membantu otak anak bekerja dengan sebaik-baiknya.

    Hidangkan oatmeal sebagai sarapan. Namun, pilihlah produk yang menawarkan biji-bijian oats kering yang utuh, dan bukan oatmeal yang siap saji karena gandum utuh memiliki serat yang lebih dan energi yang tahan lama. Masaklah oat kering dengan susu, ketimbang air untuk meningkatkan gizi pada anak, dan taburkan dengan blueberry segar untuk menu sarapan yang lebih sehat.

    4. Salmon

    Ikan Salmon kaya akan kandungan asam lemak omega-3, yang merupakan salah satu lemak baik yang dikenal dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan omega 3 juga mampu memperbaiki mood dan mencegah hilang ingatan.

    Selain itu, mendapatkan nutrisi yang cukup dari asam lemak ini dapat membantu anak-anak memperbaiki keterampilan mental mereka.

    Moms dapat menyiapkan ½ kg fillet daging salmon dan potong memanjang. Lalu, celupkan dalam putih telur yang sudah dikocok dan masukan ke dalam campuran tepung roti dan jagung yang telah dibumbui oleh garam, lada, paprika, bubuk bawang, dan parmesan. Masak campuran tersebut di dalam wajan yang telah diminyaki menggunakan api sedang. Sajikan untuk bekal atau makan siang anak.

    5. Bayam

    Sayuran yang kaya warna adalah sumber antioksidan yang sangat baik untuk menjaga agar sel otak tetap sehat. Salah satu sayuran yang bergizi tinggi adalah bayam. Bayam merupakan salah satu sumber makanan yang bergizi tinggi dan memiliki kandungan zat besi, kalsium, asam folat, dan vitamin A dan C yang sangat baik bagi pertumbuhan tulang dan otak.

    Sayuran yang satu ini sangat mudah diadaptasikan ke berbagai menu karena rasanya yang ringan dan mudah untuk dimasak. Moms dapat merebus bayam dalam kaldu sayur bening, tambahkan pipilan jagung manis dan hidangkan hangat saat cuaca dingin. Moms juga dapat menumis bayam dengan sedikit minyak sebagai lauk makan bubur bayi.

    6. Ubi

    Ubi adalah salah satu makanan yang dapat meningkatkan gizi anak karena dilengkapi dengan vitamin B, C, dan E, kalsium, kalium, dan zat besi. Ubi juga diperkaya karbohidrat kompleks dan serat yang mampu meningkatkan sistem pencernaan.

    Ubi sangat baik untuk mencegah naiknya kadar gula karena kadar karbohidrat kompleks yang dikandungnya. Ubi juga memiliki rasa manis yang tidak mencolok. Cocok untuk resep sehat dan bekerja baik untuk menurunkan kadar asam dari tomat dalam saus pasta, sehingga anak kita pasti akan menyukainya.

    7. Susu dan Yogurt

    Seperti yang sudah banyak diketahui orang, susu dan yogurt merupakan salah satu makanan yang mengandung Vitamin B. Vitamin B diperlukan untuk pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter, dan enzim.

    Susu rendah lemak atau yogurt merupakan minuman susu yang difermentasi yang kaya akan protein. Susu dan Yogurt juga mengandung zat yang dapat membangun tulang dan gigi yang kuat, juga dapat memperbaiki pencernaan dan melawan bakteri jahat dalam usus.

    Konsumsi yogurt plain (tanpa rasa) rendah lemak dan masukkan buah segar atau beku sebagai topping yang tentunya disukai oleh anak kita.

    Nah Moms, Itulah 7 makanan terbaik yang dapat disediakan untuk sehari-hari bagi anak kita yang sedang dalam masa pertumbuhan. Pilihlah makanan yang memiliki gizi baik untuk kecerdasan otak anak supaya si kecil makin pintar seiring dengan perkembangan fisik dan mentalnya.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh […]

    Menu Makan Anak 1 Tahun agar Tumbuh Sehat dan Kuat

    Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh kembang optimal, serta kualitas hidup seorang anak, khususnya anak di bawah usia 3 tahun.

    Apa saja yang perlu diperhatikan?

    • Mulai usia 1 tahun, si kecil sudah boleh diperkenalkan dengan menu masakan keluarga. Menu ini berbeda dengan makanan orang dewasa berdasarkan jenis makanan, porsi makan, serta jadwal pemberian makannya. Tentu saja dalam menu makanan hariannya, semua bahan makanan harus tersedia, mulai dari makanan pokok, sumber protein hewani maupun nabati, sayuran dan buah-buahan.

    • Walaupun sudah bisa diberikan menu makanan keluarga, sebaiknya anak usia 1 tahun ini diberikan makanan padat namun teksturnya masih agak lunak atau tidak terlalu keras. Makanan padat yang diberikan hendaknya dalam bentuk yang mudah dikunyah, ditelan, dan dicerna oleh sistem pencernaan si kecil. Anak biasanya baru bisa menerima makanan keluarga dengan baik pada usia 2-3 tahun.

    • Anak usia 1-2 tahun membutuhkan sekitar 1000-1400 kalori per hari. Mulai usia 1 tahun, anak sudah bisa diberikan makanan 3 kali sehari, dan diselingi dengan memberi cemilan di antara waktu makan tersebut. Contoh makanan selingan yang bisa diberikan antara lain buah-buahan, bubur kacang hijau, puding, atau kue.

    • Berikan makanan yang bervariasi. Semakin banyak variasinya, semakin baik untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil. Jenis makanan yang bervariasi juga mengurangi kemungkinan si kecil untuk menyukai makanan tertentu saja, atau memilih-milih makanan yang disukainya.

    • Apabila terdapat riwayat alergi pada orangtua atau dalam keluarga, hendaknya diperhatikan pula makanan yang diberikan pada anak dan kemungkinan munculnya alergi makanan.

    Apa saja tantangannya?

    • Mulai usia 1 tahun, biasanya anak mulai memilih-milih makanan (picky eater). Hal ini bergantung pada variasi makanan yang diberikan, semakin beragam jenis makanan yang diberikan, anak cenderung tidak pilih-pilih makanan.

    • Si kecil juga kadang menolak untuk melanjutkan makan setelah beberapa suapan, atau mengemut makanan terlalu lama dalam mulut. Hal ini biasanya disebabkan karena perubahan menu makanan atau peralihan tekstur makanan dari lunak menjadi padat. Cara mengatasinya, hendaknya peralihan tekstur maupun rasa dalam makanan si kecil diberikan secara bertahap.

    • Saat usia 1 tahun, atau saat ia mulai berjalan dan aktif bergerak, laju pertumbuhan anak biasanya akan berkurang. Antara usia 1-3 tahun, kemampuan fisik, kecerdasan, dan sosial anak akan berkembang dengan sangat cepat. Dalam proses perkembangan anak menjadi mandiri ini, ia mungkin akan mengalami penurunan selera makan.

    Penyebabnya adalah karena mereka menganggap makan mengganggu kegiatan bermain mereka. Namun hal ini dapat dimanfaatkan orangtua untuk tetap memberi perhatian pada makan anak sambil bermain dan bersosialisasi dengannya.

    • Si kecil yang mulai mengenal berbagai rasa makanan umumnya menyukai makanan yang rasanya manis sehingga enggan untuk makan makanan yang rasanya hambar. Untuk itu, hendaknya orangtua membatasi pemberian makanan manis untuk anak.

    • Anak biasanya akan mencontoh pola makan dan kebiasaan orangtuanya. Untuk itu, hendaknya orangtua memberi contoh yang baik untuk anaknya dengan makan secara teratur dan makan makanan yang sehat.

    Apa menu makanan yang direkomendasikan untuk anak 1 tahun?

    Hendaknya orangtua memperhatikan kandungan nutrisi dalam setiap makanan si kecil, meski tidak ada ketentuan yang mutlak mengenai makanan anak 1 tahun. Beberapa makanan yang mudah didapatkan berikut ini bisa dijadikan pilihan:

    1. Beras merah

    Beras merah mengandung lebih banyak vitamin B, protein, dan mineral bila dibandingkan dengan beras putih. Beras ini juga mempunyai karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap oleh tubuh sehingga kadar glukosa darah lebih stabil untuk digunakan sebagai sumber energi yang siap pakai.

    2. Ubi

    Ubi mengandung vitamin A dan vitamin C yang banyak, serta mempunyai senyawa fitokimia yang baik untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit.

    3. Daging ayam

    Daging ayam mempunyai jumlah lemak yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan daging merah. Tapi bagian kulitnya, mempunyai lebih banyak lemak dibandingkan dengan jenis daging lainnya.

    4. Daging merah

    Daging-dagingan yang berasal dari sapi misalnya, mempunyai kandungan zat besi yang penting untuk pertumbuhan anak, terutama anak usia 1 tahun. Zat besi yang terdapat dalam daging ini juga dapat langsung diserap oleh tubuh. Daging merah cukup diberikan 2-3 kali dalam seminggu.

    5. Ikan

    Ikan mempunyai kandungan protein, rendah lemak, dan juga mengandung nutrisi berupa kalsium, magnesium, dan selenium. Kandungan gizi dalam ikan baik untuk mencegah radikal bebas dalam tubuh dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ikan salmon dan ikan tongkol, mengandung banyak lemak esensial yang baik untuk mendukung pertumbuhan otak si kecil.

    6. Jeruk

    Jeruk sangat dianjurkan untuk diberikan setiap selesai makan karena kaya akan vitamin C yang sangat berperan dalam penyerapan zat besi dalam tubuh.

    7. Sayuran berwarna terang

    Sayuran berwarna hijau maupun kuning mengandung senyawa fitokimia yang penting untuk mencegah berbagai penyakit antara lain penyakit kanker dan penyakit jantung koroner.

    8. Tomat

    Tomat mengandung salah satu pigmen antioksidan yaitu senyawa likopen yang penting untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit jantung.

    9. Wortel

    prosehat wortel lancarkan ASI

    Wortel mengandung beta karoten yang akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh yang penting untuk menunjang kesehatan mata.

    10. Susu

    Susu dan juga produk dari susu bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi pada anak karena kaya akan kalsium dan vitamin D. Usia 1 tahun biasanya anak masih mendapatkan ASI. Susu tambahan dapat diberikan sebagai pengganti ASI atau biasanya bila anak sudah berusia 2 tahun.

    Berbagai jenis makanan ini dapat divariasikan dalam menu makanan si kecil sehari-hari. Bahan makanan dapat diganti setiap harinya dan dibuat resep berbeda agar anak tidak bosan dan semakin memperkaya rasanya terhadap makanan. Selamat mencoba!

    Nela Fitria Yeral, dr.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. Nasar, Sri S., Artikel Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak (2015). Available at: idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak
    2. Gavin, Mary L. (2018). Feeding Your 1- to 2-Year-Old. [online] Available at: kidshealth.org/en/parents/feed12yr.html
    3. Robbins, C. (2017). What Should a One Year Old Eat?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: livestrong.com/article/509331-what-should-a-one-year-old-eat
    4. Baby Centre UK. (2015). Solids by age: 12 to 18 months. [online] BabyCentre UK. Available at: babycentre.co.uk/a9147/solids-by-age-12-to-18-months
    5. Brennan, D. WebMD (2017). What to Feed Your Baby Now.

    Read More
  • Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah […]

    Gizi Seimbang untuk Anak Obesitas

    Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah kondisi kesehatannya, mengingat daya tahan tubuh anak yang belum sebagus orang dewasa yang pastinya membuat anak rentan terserang penyakit.

    Pastinya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit? Bukan hanya repot untuk mengurusnya karena anak rewel sepanjang hari, tetapi anak juga akan tersiksa ketika sakit dan pastinya kita tidak mau melihat anak mengalami hal ini. Berbagai cara bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi tubuh anak tetap fit, seperti dengan melakukan vaksin sejak dini ataupun dengan rutin membawa anak ke posyandu untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya.

    Namun, apakah Anda tahu jika kita bisa menjaga kesehatan anak melalui berbagai cara sederhana, selain dengan membawanya ke pelayanan kesehatan secara rutin? Yup, benar sekali, sebagai orang terdekat untuk anak salah satu hal yang tidak boleh luput dari pengamatan kita adalah asupan makanan mereka. Sebagai orang tua, kita harus benar-benar mengawasi makanan apa aja yang dikonsumsi anak, mengingat tidak semua jenis makanan terjaga kebersihannya dan ketika anak tidak menjaga asupan makanannya maka dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada mereka. Pastinya kita tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Obesitas adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi orang tua karena hal ini juga menyebabkan anak “tersiksa”. Obesitas merupakan kondisi di mana anak kelebihan berat badan daripada anak seusianya dan akan menyebabkan anak tidak mampu beraktivitas seperti teman-temannya. Lalu, apa jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi untuk anak – alias yang dapat memenuhi gizi tetapi juga tidak menyebabkan obesitas? Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh jenis makanan apa yang aman untuk dikonsumsi anak dan pastinya sayang untuk dilewatkan!

    1. ASI eksklusif

    Yup, pastinya bukan informasi baru bagi kita jika ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan – dan akan lebih baik lagi jika ibu tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. ASI memiliki banyak manfaat untuk anak seperti membuang metabolisme yang tidak diperlukan anak alias mencegah terjadinya obesitas serta menjaga keseimbangan kebutuhan energi anak hingga mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menyatakan jika anak yang menerima ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan memiliki risiko 22% lebih rendah mengalami obesitas ketika mereka dewasa nantinya.

    2. Mengatur cemilan anak

    Bukan hanya kita saja yang suka makan cemilan, anak juga suka meminta cemilan pada kita terutama ketika sudah menginjak usia 2 tahun – dan apabila kita tidak mengatur waktu cemilan mereka maka juga akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Sebaiknya kita mulai mengganti cemilan manis anak menjadi cemilan yang sehat dan rendah lemak seperti biskuit gandum, buah, puding, yoghurt, jus buah, dan lain-lain.

    3. Membiasakan anak melakukan sarapan

    Meskipun kelihatannya sepele, sarapan merupakan suatu kebiasaan yang baik dan dapat diterapkan sejak dini pada anak dan pastinya untuk mencegah risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena sarapan akan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang pada anak pada pagi hari dan menjadi bekal energi anak sepanjang hari. Sarapan akan mengurangi rasa lapar pada siang ataupun sore hari dan hal ini juga berarti anak tidak akan mengonsumsi cemilan secara berlebihan.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tetapi juga mencegah terjadinya obesitas pada anak. Suatu hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menerapkan pola hidup yang sehat pada anak? Yuk, kita mulai dari sekarang!

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    health.detik.com/ibu-dan-anak/2677443/pola-makan-agar-kebutuhan-gizi-si-kecil-terpenuhi-tapi-tidak-overnutrisi

    Read More
  • Moms suka pusing kalau si kecil susah makan? Ya, anak balita dikenal suka pilih-pilih makanan. Tapi, penting untuk  diingat bahwa anak-anak tidak terlahir dengan keinginan untuk hanya menyukai pizza, ayam goreng, atau kentang goreng saja. Kondisi ini terjadi seiring waktu karena anak-anak terpapar lebih banyak pilihan makanan yang tidak sehat. Tapi, kita bisa kok ‘memprogram’ […]

    5 Trik Membuat Makanan Sehat untuk Balita

    Moms suka pusing kalau si kecil susah makan? Ya, anak balita dikenal suka pilih-pilih makanan. Tapi, penting untuk  diingat bahwa anak-anak tidak terlahir dengan keinginan untuk hanya menyukai pizza, ayam goreng, atau kentang goreng saja. Kondisi ini terjadi seiring waktu karena anak-anak terpapar lebih banyak pilihan makanan yang tidak sehat.

    Tapi, kita bisa kok ‘memprogram’ ulang hasrat makanan si kecil. Caranya, perkenalkan ia dengan pilihan makanan yang lebih sehat. Semakin cepat Moms memperkenalkan makanan sehat dan bergizi, semakin mudah mereka terbiasa dengan pola makan sehat. Dan, kebiasaan ini bisa bertahan seumur hidup loh!  Tapi, bagaimana caranya agar si kecil mau mengonsumsi makanan sehat? Tak perlu pusing, simak trik membuat makanan sehat untuk balita berikut ini:

    Sembunyikan Sayur dalam Makanan Favoritnya

    Banyak anak-anak tak menyukai sayur. Namun, jangan menyerah, Moms harus pintar-pintar berkreasi. Olahlah sayur ke dalam bentuk makanan yang disukai si kecil. Anak-anak suka dengan makanan berwarna cerah, berbentuk lucu dan rasa yang menarik.

    Misalnya, si kecil suka nasi goreng, Anda bisa membuat nasi goreng hijau untuknya. Tenang, warna hijau ini bukan dari pewarna makanan, kok, melainkan sayur bayam. Jadi, Moms buat dahulu saus bayam, berasal dari daun bayam yang dihaluskan bersama bumbu-bumbu masak lainnya. Nanti, dicampurkan ke dalam nasi putih dalam proses pengolahannya. Lengkapi dengan telur dadar/ayam goreng, irisan tomat atau mentimun dengan tampilan menarik. Nah, berikan nasi goreng hijau itu pada si kecil. Ia tidak akan sadar, deh, kalau sebenarnya ia makan sayur bayam.

    Bayam kaya akan nutrisi, tinggi serat dan kandungan air. Hal ini bermanfaat bagi kesehatan pencernaan anak. Bayam juga mudah dimasukkan ke dalam olahan makanan lain, seperti perkedel, omelet, dan sebagainya.

    Jangan lupa, buat tampilan makanan semenarik mungkin. Sajikan di atas piring berwarna cerah dengan tata letak yang rapi, lucu dan kreatif. Hal itu akan meningkatkan selera makan anak dan membuatnya tertarik untuk mencoba makanan yang Moms sajikan.

    Buat Camilan Tiruan 

    Si kecil suka makanan di restoran siap saji? Wah, kalau ia selalu minta junk-food alias makanan ‘sampah’, tentu tak baik bagi kesehatannya. Tapi, mungkin Moms bisa mengakalinya sedemikian rupa dengan membuat sendiri sandwich atau burger sehat di rumah. Keuntungannya, Moms bisa memilih bahan-bahan segar pilihan (bukan makanan beku seperti yang biasa ditemukan dalam restoran cepat saji).

    Contoh, buatlah burger dari roti gandum berisi daging sapi tanpa lemak/tuna/ayam, dilengkapi dengan selada, mentimun, tomat, dan sebagainya. Sebagai penarik, bungkus hamburger sehat yang Moms buat ke dalam kemasan yang cantik. Sehingga timbul kesan bahwa hamburger tersebut berasal dari restoran, padahal tidak.

    Gantilah pengganti camilan yang biasanya disukai si kecil dengan ‘tiruan’ yang lebih sehat, misalnya:

    – Anak Moms suka kentang goreng dari restoran cepat saji? Alih-alih menggorengnya, buatlah ‘kentang panggang’ dengan cara memanggang kentang dalam oven, lalu ditaburi sedikit garam.

    – Es krim, ganti dengan yoghurt atau smoothie buah segar.

    – Ayam goreng tepung, ganti dengan ayam bakar.

    Batasi Gula dan Karbohidrat Olahan

    Seperti kita tahu, umumnya anak-anak menyukai makanan yang manis. Namun, jika mengonsumsi karbohidrat olahan dilakukan secara berlebihan, tak baik bagi kesehatan. Karbohidrat olahan banyak ditemukan dalam nasi, gula putih, cokelat, permen, adonan pizza, kue kering, pasta, sirup jagung, dan sebagainya. Karbohidrat olahan yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan lonjakan berbahaya dalam gula darah dan memengaruhi suasana hati (mood).

    Di sisi lain, karbohidrat kompleks tinggi nutrisi dan serat. Contohnya adalah roti gandum atau multigrain, sereal berserat tinggi, beras merah, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran non-tepung.

    Sebenarnya, anak mendapatkan gula yang dibutuhkan oleh tubuh dari makanan alami seperti dalam buah atau sayuran. Tambahan gula putih yang banyak hanya membuat tubuh menerima kalori kosong tetapi berkontribusi terhadap perubahan perilaku anak seperti hiperaktif, gangguan mood, dan meningkatkan risiko obesitas diabetes tipe 2.

    The American Heart Association merekomendasikan bahwa asupan gula untuk anak-anak terbatas pada 3 sendok teh (12 gram) sehari. Minuman soda 12 ons mengandung hingga 10 sendok teh atau 40 gr gula tambahan. Sejumlah besar gula tambahan juga tersembunyi di makanan seperti roti, sup kalengan, makanan beku, dan makanan cepat saji. Fakta menyebutkan bahwa sekitar 75 persen makanan kemasan mengandung tambahan gula.

    Tapi, rasanya tak mungkin melarang anak-anak untuk tidak makan yang manis-manis. Untuk itu, Moms bisa berkreasi dengan memilih makanan/minuman pengganti yang lebih sehat, contoh:

    – Ganti minuman manis seperti sirup, minuman bersoda dengan jus buah atau banana smoothie yang lezat.

    – Ganti es loli (es lilin) yang biasanya terbuat dari gula dan sirup, dengan es loli yang terbuat dari 100 persen jus buah buatan sendiri. Bisa juga dengan cara membekukan potongan-potongan kecil berbagai buah seperti nanas, stroberi, mangga yang dimasukkan ke dalam cetakan es krim dan biarkan hingga beku. Coba, deh, berikan pada si kecil. Ia pasti menyukainya.

    Ciptakan Kebiasaan Makan yang Sehat

    Orangtua adalah teladan bagi anak-anak. Kebiasaan yang baik diciptakan dari rumah, begitu pula dengan pola makan sehat. Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan pada anak di rumah dalam hal mengembangkan kebiasaan makan sehat:

    Jadilah Teladan

    Anak-anak adalah peniru ulung, Moms. Ia akan bertindak dengan memerhatikan perilaku orang yang menjadi panutannya. Moms dan Dads adalah role model atau panutan, sehingga harus memberikan contoh yang baik. Jadi, jangan minta anak Anda makan sayuran saat Anda sendiri makan kentang goreng. Berilah contoh padanya bagaimana Anda menikmati makan sayur. Jelaskan padanya dengan bahasa sederhana betapa sayur sangat bermanfaat bagi tubuh.

     Memasak Lebih Sering

    Makanan dari restoran ataupun makanan cepat saji banyak menambahkan gula dan lemak yang tidak sehat bagi tubuh. Jika Moms sering memasak sendiri di rumah, akan mengurangi frekuensi membeli makanan dari luar. Terlihat sepele, tetapi besar dampaknya bagi kesehatan anak-anak.

    Dalam membuat makanan, tentu rasa menjadi hal yang penting. Makanan lezat akan meningkatkan nafsu makan anak. Namun, kurangilah bahan-bahan bumbu dapur yang terbuat dari bahan berbahaya dan tak baik bagi kesehatan si kecil, contohnya penyedap rasa (MSG).Selain itu, usahakan selalu membuat menu yang bervariasi setiap hari agar anak tidak bosan dan mau melahap makanan yang Anda sajikan.

    Libatkan Anak

    Memperkenalkan makanan sehat pada anak dimulai sedini mungkin. Libatkan si kecil dalam  belanja bahan makanan. Moms bisa sekaligus mengajari anak tentang berbagai jenis bahan makanan yang menyehatkan dan bagaimana cara membaca label makanan.

    Selain terlibat dalam belanja makanan, Moms juga bisa mengajak si kecil bersama-sama menyiapkan makanan. Biarkan ia memilih sendiri alat makan seperti piring, sendok, mangkuk kesukaannya. Batasi porsi makanannya, lebih baik dalam porsi kecil tetapi habis daripada porsi banyak namun bersisa.

    Selalu sediakan kudapan atau camilan sehat di rumah. Simpan banyak buah, sayuran, dan minuman sehat (air, susu, jus buah murni) sehingga anak-anak menghindari camilan yang tidak sehat seperti soda, keripik, dan kue manis.

    Itulah beberapa trik membuat makanan sehat untuk balita. Untuk informasi kesehatan lain dan layanan vaksin ke rumah, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Healthy Food for Kids: Easy Tips to Help Your Children and Teens Eat Healthier [Internet]. Helpguide.org. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: helpguide.org/articles/healthy-eating/healthy-food-for-kids.htm
    2. Healthy burgers that kids will go crazy for [Internet]. Kidspot.com.au. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: kidspot.com.au/kitchen/galleries/quick-dinner-ideas/healthy-burgers-that-kids-will-go-crazy-for
    3. 10 Ways to Get Kids to Eat Healthy Food [Internet]. WebMD. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: fit.webmd.com/jr/food/article/parents-food-smart-kids
    4. Food 1, Kids 1, Food N, Recipes R, Burgers B, Chocolates H et al. 10 Healthy Foods for Kids [Internet]. NDTV Food. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: food.ndtv.com/lists/10-healthy-recipes-for-kids-771418
    5. 90 resep es loli buah enak dan sederhana [Internet]. Cookpad. 2018 [cited 28 August 2018]. Available from: cookpad.com/id/cari/es%20loli%20buah

    Read More
  • Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak […]

    Tumbuh Kembang Anak usia 1-2 tahun

    Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak untuk berjalan, berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.

    Berat badan dan tinggi badan anak merupakan tanda pertumbuhan yang paling mudah dilihat pada anak. Penilaian berat dan tinggi badan anak yang ideal dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengikuti kriteria dan kurva yang standar. Selain berat dan tinggi badan, ada tumbuh kembang anak dinilai dari 4 aspek meliputi perkembangan fisik, kognitif, Bahasa/ komunikasi dan social emosional.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Perkembangan anak usia 1 -2 tahun :

    tumbuh-kembang-anak

    Apa yang perlu dilakukan agar tumbuh kembang anak optimal ?

    Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-2 Tahun

    Anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan makanan selain ASI sejak usia 6 bulan sehingga pada usia 1 tahun anak sudah mulai mengenal beberapa jenis makanan. Mengenal jenis makanan yang beragam bisa menjadi kebiasaan makan sehat yang dapat diikuti oleh anak hingga dewasa.  Pola makan yang sehat dianjurkan meliputi makan 3 kali sehari diikuti dengan snack 1-2 kali sehari diantara waktu makan.

    Baca Juga: 7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Sering kali orang tua dalam memberi makan hanya memperhatikan apakah anak kenyang atau tidak dan bahkan dimasa sekarang dimana orang tua juga bekerja. Jenis makanan yang diberikan sering tidak beragam atau penyajiannya yang instan seperti makanan instan, makanan beku hingga fast food. Makanan jenis tersebut sebaiknya dihindari dan makanan yang tidak beragam beresiko anak kekurangan nutrisi tertentu seperti kekurangan zat besi.

    Kekurangan zat besi merupakan kondisi yang paling sering ditemui pada anak terutama pada anak usia 1-2 tahun. Kekurangan zat besi diketahui memiliki hubungan dengan perkembangan dan perilaku anak. Sumber zat besi dapat ditemui di banyak makanan yakni daging, ikan, kacang-kacangan, tahu dan sayur-sayuran hijau .Selain itu kebutuhan lemak juga penting untuk perkembangan otak anak.  Makanan yang kaya akan lemak sehat seperti omega-3 penting untuk perkembangan anak. Omega 3 dapat ditemui di berbagai  sumber makanan seperti  ikan, minyak ikan dan telur.

    Baca Juga: 6 Tips Mengajarkan Si Kecil Puasa Pertama

    Stimulasi Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

    Khususnya pada anak 1-2 tahun, perkembangan memiliki makna yang khusus dan biasanya paling diingat oleh ayah bunda. Pada usia 1-2 tahun inilah anak pertama kali anak bisa berjalan sendiri, mampu mengucapkan “ Mama” atau “Papa” dan mulai dapat mengekspresikan keinginannya. Stimulasi menjadi penting disini. Stimulasi baik untuk memenuhi kebutuhan emosional anak maupun untuk mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks.

    Baca Juga: 10 Tes Kesehatan Pranikah Yang Perlu Kamu Ketahui

    Adapun untuk mengembangkan kemampuan anak  untuk melakukan fungsi yang lebih kompleks dapat dilakukan dengan :

    1. Mengenalkan orang baru pada anak. Hal ini dapat dilakukan dengan bercerita tentang orang baru dan mengenalkan orang baru secara perlahan. Ini penting agar anak dapat berinteraksi dengan banyak orang selain orang tuanya
    2. Mengajarkan kemandirian. Karena pada usia 1-2 tahun anak sudah dapat berjalan sendiri dan mulai dari mengekspresikan keinginannya. Hal-hal sederhana seperti menyuap makanan sendiri dan menyebutkan nama sendiri

     Tanda Waspada untuk Terlambat Tumbuh Kembang

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Anda Waspadai

    Dengan berbagai stimulasi yang dapat diberikan ke anak. Ayah dan Ibu juga perlu mengenal tanda waspada akan keterlambatan tumbuh kembang anak. Di bawah ada tanda-tanda waspada untuk anak usia 1-  2 tahun. Apabila ditemukan tanda waspada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

    Usia 12 bulan :

    • Tidak dapat merangkak
    • Tidak dapat berdiri ketika dibantu
    • Tidak dapat mengucap kata sederhana seperti “ mama” atau “papa”
    • Tidak mempelajari gesture seperti mengeleng kepala atau melambai tangan

    Usia 18 bulan :

    • Tidak dapat berjalan
    • Tidak mendapat kosakata baru
    • Tidak memiliki minimal 6 perbendaharaan kata
    • Tidak mengenal benda-benda umum seperti telephone, sendok dll
    • Tidak memperhatikan atau keberatan ketika orang tua meninggalkan anak atau kembali ke anak
    • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Usia 1-2 tahun merupakan usia penting bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi dan stimulasi yang baik membantu pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.  Orang tua perlu untuk mendidik dirinya sendiri agar dapat menyiapkan nutrisi dan stimulasi yang baik untuk anak.

    Referensi :

    1. Berdanier CD, Dwyer J, Feldman EB. Handbook of Nutrition and Food 3rd Edition. CRC Press.2013
    2. Kliegman RM. Nelson Textbook of Pediatrics 20 Ed. Elsevier. 2016
    3. Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JD. Current Diagnosis & Treatment Pediatrics 23 Ed. Lange-Mcgraw Hill. 2016
    4.  McConnon, L. Developing Young Children’s Creativity: Posibility Thinking in Early Years. London: Institute of Education Press. 2016
    5. Child Development and Early Learning. Facts for Life 4th Ed. Available from : http://www.factsforlifeglobal.org/03/1.html
    6. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-1yr.html
    7. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-18mo.html
    Read More
  • Banyak orang tua merasa khawatir ketika membawa anak usia balita (bawah umur lima tahun) bepergian dengan pesawat. Ketakutan seperti balita yang rewel sepanjang jalan sehingga mengganggu penumpang lainnya membuat banyak orang tua mempertimbangkan untuk membuat anak tertidur sebelum naik pesawat terbang. Memberi obat tidur bukan cara yang bijaksana, karena masih banyak tips yang dapat membuat […]

    7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    Banyak orang tua merasa khawatir ketika membawa anak usia balita (bawah umur lima tahun) bepergian dengan pesawat. Ketakutan seperti balita yang rewel sepanjang jalan sehingga mengganggu penumpang lainnya membuat banyak orang tua mempertimbangkan untuk membuat anak tertidur sebelum naik pesawat terbang. Memberi obat tidur bukan cara yang bijaksana, karena masih banyak tips yang dapat membuat anak Anda tenang bahkan tidur secara alami selama terbang.

    1. Perjalanan Pada Waktu Tidur Siang / Malam

    Rencanakan perjalanan saat jam tidur siang atau beberapa jam sebelum waktu tidur malam mereka. Jika perjalanan Anda di dalam pesawat hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, maka pastikan untuk membuat anak nyaman saat tidurnya jika Anda tidak ingin dikejutkan dengan isak tangisnya hanya karena tidurnya yang kurang nyaman.

    2. Siapkan Cemilan

    Bawa benda-benda favorit anak yang akan mengalihkan perhatiannya saat perjalanan. Ketika pesawat mulai terbang dan balita terlelap, pastikan Anda sudah mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi ketika ia terbangun dari tidurnya. You know your children. Ada beberapa anak yang bisa menjadi tenang kembali dengan makanan setelah menangis histeris. Sediakan coklat, permen, kue atau susu hangat yang menjadi kesenangan si kecil selama perjalanan. Perut yang kenyang dapat membawa balita Anda kembali ke dalam lelapnya.

    3. Biarkan Anak Bermain Sepuasnya Sebelum Terbang

    Beberapa jam sebelum waktu tidurnya, yang juga menjadi jadwal Anda terbang, biarkan anak Anda yang hiperaktif untuk bermain sepuasnya. Ketika mereka kelelahan, jangan lupa beri susu hangat agar tidurnya semakin nyenyak. Hal ini dipercaya efektif untuk membuat balita Anda terlelap saat di pesawat.

    4. Buat Balita Nyaman Selama di Pesawat

    Persiapkan benda-benda wajib kebutuhan si kecil seperti popok, baju hangatnya, selimut hangatnya, botol susu ekstra, dan susu bubuk kesukaannya untuk mendukung balita tetap terlelap tidur selama di dalam pesawat. Kondisikan bangku pesawat Anda sama nyaman dengan ranjang tidurnya.

    5. Pastikan Stok Susu Hangat Tersedia

    Balita Anda akan terlelap dengan cepat dengan susu hangat. Pastikan sebelum boarding, stok susu balita Anda mencukupi hingga pesawat landing. Sediakan 4-5 botol susu hangat sehingga selama perjalanan di dalam pesawat balita Anda akan sibuk minum susu. Dan dengan perut yang kenyang, mereka akan dengan mudah terlelap.

    Baca juga: 8 Checklist Ibu Menyusui ASI dengan Bayinya untuk Naik Pesawat

    6. Siap Sedia Kotak P3K Anak

    Jika kotak p3k atau obat-obatan tertentu diperbolehkan untuk dibawa ke dalam bagasi pesawat Anda, pastikan salah satu obatnya dapat membantu anak Anda tertidur dengan lelap. Seperti contohnya adalah penghangat tubuhnya berupa salep yang juga menjadi bagian dari kotak p3k anak Anda. Cek di sini untuk list obat-obatan penting untuk balita selama perjalanan di dalam pesawat.

    prosehat banner paket p3k anak

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Anak

    7. Sediakan Bangku Khusus

    Terkadang balita Anda yang sudah cukup besar memerlukan bangku tersendiri di dalam pesawat. Jika memungkinkan, sebelum melakukan perjalanan, pastikan kepada airline terkait untuk penyediaan bangku tambahan bagi si kecil. Dengan bangku khusus di dalam pesawat, diharapkan anak lebih tenang.

    7 tips di atas dapat dilakukan jika jadwal penerbangan Anda hanya sekitar 2-3 jam. Balita Anda tidak perlu diberi obat tidur karena bisa saja malah membahayakan kesehatannya. Namun jika memang diperlukan, konsultasikan dengan dokter Anda untuk tahu jenis obat apa yang aman untuk digunakan selama balita berada di dalam pesawat terbang. Pastikan juga balita Anda sedang tidak sakit flu karena dengan naik pesawat terbang, balita dengan flu berat dapat mengancam keselamatannya.

    Selamat terbang dengan aman dan tenang bersama anak balita Anda.

    prosehat ebook p3k anak

    Free Download E-book P3K Anak: Tips dan Checklist Jaga Anak Tetap Sehat Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja