Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ bab”

  • Beberapa waktu lalu, terjadi insiden di KRL jurusan Jatinegara-Bekasi, tepatnya di gerbong khusus wanita. Ada salah satu penumpangnya yang tidak dapat menahan BAB (buang air besar), alhasil membuat penumpang lainnya terganggu dan beritanya cukup viral pada sejumlah sosial media. Baca Juga: 10 Sayur dan Buah Atasi Sembelit pada Bumil Urusan menahan ‘proses pembuangan’ ini tentu […]

    5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Sahabat Ketahui

    Beberapa waktu lalu, terjadi insiden di KRL jurusan Jatinegara-Bekasi, tepatnya di gerbong khusus wanita. Ada salah satu penumpangnya yang tidak dapat menahan BAB (buang air besar), alhasil membuat penumpang lainnya terganggu dan beritanya cukup viral pada sejumlah sosial media.

    Baca Juga: 10 Sayur dan Buah Atasi Sembelit pada Bumil

    Urusan menahan ‘proses pembuangan’ ini tentu sangat menyiksa bagi siapa saja yang mengalaminya.

    Terkait masalah BAB, biasanya ada beberapa mitos yang beredar di tengah masyarakat kita. Di simak yuk, Sahabat:

    1. Orang Sehat, BAB Setiap Hari

    Mitos. Sebenarnya tidak ada patokan khusus. Frekuensi BAB yang normal bervariasi pada setiap individu. Meskipun lazimnya dilakukan setiap hari, tidak masalah jika Sahabat mengalaminya 2-3 hari sekali. Seseorang disebut mengalami konstipasi jika frekuensi buang air besarnya hanya 1-2 kali tiap minggu, dan konstipasi berat bila frekuensinya kurang dari 1 kali tiap minggu.

    Produk Terkait: Jual Microlax

    2. Minum Kopi Memperlancar BAB

    Fakta. Kopi memang bisa merangsang tubuh untuk mulas karena kafein membuat usus berkontraksi dan mendorong tinja,makanya tak heran kalau Sobat minum kopi pagi hari, bisa membuat Sobat langsung buang air besar.

    Ada suatu penelitian yang menyebutkan kopi merupakan zat yang paling signifikan meningkatkan gerakan usus, bahkan 60 persen lebih kuat dibandingkan air hangat. Pada dasarnya, kafein bukansatu-satunya zat aktif dalam kopi yang membuat perut Sobat terasa mulas. Beberapa waktu setelah kita meneguk kopi dan mencapai lambung, beberapa zat akan memicu pelepasan hormon tertentu. Misalnya hormon motilin yang merangsang kontraksi usus, atau gastrin yang menyebabkan pelepasan asam di lambung.

    3. Olahraga Membuat BAB Teratur

    Fakta. Kurang berolahraga dapat menyebabkan konstipasi. Yup, olahraga membuat aktivitas saluran pencernaan Sobat semakin teratur dan mengurangi stres. Setelah makan besar, tunggu minimal 1 jam sebelum berolahraga untuk memberikan kesempatan tubuh Anda mencerna makanan.

    Baca Juga: Tips Jitu Melancarkan BAB Anak

    4. Kantongi Batu, Ampuh Menahan BAB

    Mitos. Nasihat orangtua zaman dahulu ini entah masih dipercaya atau tidak oleh generasi milenial. Mungkin bahkan beberapa dari Anda tak pernah mendengar nasihat tersebut, ya? Konon, bila mengalami keinginan untuk BAB, tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan, cobalah segera cari batu yang ada di sekeliling,lalu batu tersebut dikantongi. Tentu saja jika ditilik dalam dunia medis, jelas tidak ada hubungannya menyimpan atau menggenggam batu dengan menahan BAB. Namun hal yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan sugesti. Pakar kesehatan mengatakan sugesti yang kuat pada pikiran inilah yang membuat seolah-olah anggapan ini manjur dan akhirnya dipercaya secara turun-temurun.

    5. Toilet Jongkok Lebih Baik Dibanding Toilet Duduk

    Fakta. Beberapa ahli menyebutkan jongkok merupakan posisi yang paling tepat dan direkomendasikan untuk BAB. Posisi ideal untuk buang air besar adalah jongkok dengan paha tertekuk pada perut. Lewat cara ini, kapasitas rongga perut sangat berkurang dan tekanan intra-abdomen meningkat, sehingga akan lebih mendorong pengeluaran feses.

    Itulah kelima mitos dan fakta seputar buang air besar yang perlu Sobat ketahui. Lantas, yang menjadi pertanyaan ialah apa yang terjadi pada tubuh saat kita menahan BAB? Selang dua jam setelah muncul rasa ingin BAB, kita akan merasakan tekanan pada bagian abdominal. Beberapa orang menyebutnya sebagai kram abdominal, sedangkan beberapa orang lainnya, semakin merasa ingin BAB. Dengan kata lain, menahan BAB adalah cara cepat membuat Anda merasa kembung, perut terasa bengkak dan penuh yang tak bisa hilang.

    Kemudian, setelah 6 jam, umumnya rasa ingin BAB semakin menghilang, sebenarnya bukan karena tinja hilang, namun justru terjadi konstipasi. Semakin lama ditahan, kotoran akan semakin keras pada usus besar. Tak jarang ada yang mengalami konstipasi sampai tersiksa di toilet, entah itu harus mengejan keras, berdarah bahkan menangis saking sakitnya. Jika berlangsung terus-menerus, akibatnya diperlukan obat pencahar, dan pastinya kurang baik bagi kesehatan.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Nah, Sobat, segeralah ke toilet bila sinyal tubuh sudah muncul. Jika memang tidak bisa langsung, tetap prioritaskan secepat mungkin begitu ada kesempatan.

    Bagi Sahabat yang masih membutuhkan informasi kesehatan lanjutan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    1. Ini 5 Mitos Seputar BAB yang Sesat [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: liputan6.com/health/read/3548845/ini-5-mitos-seputar-bab-yang-sesat
    2. Icha. Kata Siapa BAB Harus Setiap Hari? Cek Mitos dan Fakta Seputar Sembelit Disini! – Sehat Magazine [Internet]. Sehat Magazine. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: sehatmagz.com/staying-healthy/kata-siapa-bab-harus-setiap-hari-cek-mitos-dan-fakta-seputar-sembelit-disini/womantalk.com/health-fitness/articles/kenali-7-fakta-tentang-bab-yang-jarang-diketahui-AXgnr
    3.Media K. Mengapa Minum Kopi Bikin BAB Lancar? – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: lifestyle.kompas.com/read/2016/05/19/170000223/Mengapa.Minum.Kopi.Bikin.BAB.Lancar.
    4. Wilda Z. Toilet Jongkok Vs Toilet Duduk, Mana yang Lebih Sehat di Mata Dokter? [Internet]. detikHealth. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: health.detik.com/ulasan-khas/d-2502311/toilet-jongkok-vs-toilet-duduk-mana-yang-lebih-sehat-di-mata-dokter
    5. Hobi Menahan BAB, Ketahui Efeknya pada Tubuh [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 11 October 2018]. Available from: liputan6.com/health/read/2918518/hobi-menahan-bab-ketahui-efeknya-pada-tubuh

    Read More
  • Siapa sih yang pernah mengalami kesulitan BAB? Jika pernah, apakah kalian sering mengalami kesulitan BAB? Kesulitan BAB biasa dikenal dengan istilah sembelit dan hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pastinya terbayang kan bagaimana sakitnya mengalami sembelit selama beberapa hari? Yup benar sekali, perasaan tidak nyaman dan harus bolak balik ke kamar mandi bukan suatu […]

    Tips Jitu Melancarkan BAB Anak

    Siapa sih yang pernah mengalami kesulitan BAB? Jika pernah, apakah kalian sering mengalami kesulitan BAB? Kesulitan BAB biasa dikenal dengan istilah sembelit dan hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pastinya terbayang kan bagaimana sakitnya mengalami sembelit selama beberapa hari? Yup benar sekali, perasaan tidak nyaman dan harus bolak balik ke kamar mandi bukan suatu keluhan yang baru bagi penderita sembelit. Sebenarnya bagaimana seseorang bisa dikategorikan dirinya mengalami sembelit?

    Seseorang dikatakan mengalami sembelit ketika intesitas BAB kurang dari tiga kali seminggu. Ketika sembelit tidak segera ditangani, maka sembelit bisa berkembang menjadi sembelit kronis dan pastinya membutuhkan pertolongan lebih lanjut untuk penanganannya.

    Siapakah yang berisiko mengalami sembelit? Pertanyaan yang satu ini sering kali diajukan mengingat tidak ada seorang pun yang mau mengalami sembelit. Sembelit sendiri merupakan suatu penyakit yang biasa terjadi pada seseorang ketika pola hidupnya kurang sehat dan biasanya dapat sembuh denga sendirinya.

    Penyebab timbulnya sembelit antara satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda satu sama lain, tapi sebagian besar penyebab sembelit adalah karena asupan makanan yang kurang sehat atau bergizi, lingkungan yang kurang bersih atau sehat, bahkan juga bisa karena faktor stres. Sembelit sendiri lebih rentan menyerang mereka yang sudah memasuki usia lanjut usia, mengalami obesitas, wanita hamil, atau bagi mereka yang cenderung duduk lama alias berdiam diri pada suatu tempat selama berjam-jam.

    Lalu, apa saja yang menandakan jika kita mengalami sembelit? Sebelum kita membahas lebih jauh, apakah kalian tahu jika penyakit sembelit ini juga bisa dialami oleh anak? Yup sayangnya, anak juga rentan mengalami permasalahan pencernaan yang satu ini dan tentu saja hal ini akan mengganggu aktivitas anak seperti halnya orang dewasa yang mengalami sembelit. Namun, apakah gejala sembelit yang dialami oleh anak sama dengan yang dialami oleh mereka yang sudah dewasa? Nah daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasannya berikut ini!

    Gejala Sembelit Pada Anak

    Mengetahui berbagai gejala dari suatu penyakit adalah hal penting mengingat kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita derita. Apa akibatnya jika penanganan sembelit pada anak terlambat? Tentu saja anak akan membutuhkan penanganan lanjutan bahkan bisa jadi memerlukan terapi khusus dan bisa jadi penyakit ini akan menyerang ke bagian tubuh lainnya.

    Oleh sebab itu lah, kita perlu mengenali beberapa gejala awal sembelit pada anak berikut ini:

    • Intesitas BAB anak yang sangat sedikit, lebih tepatnya kurang dari tiga kali dalam seminggu;
    • Feses anak yang berukuran besar, keras, bahkan susah untuk dikeluarkan. Ketika selesai BAB anak cenderung merasa jika BAB-nya belum tuntas sehingga mereka akan bolak balik ke kamar mandi;
    • Anak mengeluhkan rasa nyeri yang luar biasa pada bagian perut dan biasanya disertai juga rasa kembung;
    • Anak mengalami urinary incontinence. Urinary incontinence merupakan suatu kondisi di mana anak akan buang air kecil lebih sering daripada biasanya dan cenderung terjadi pada siang atau malam hari;
    • Anak cenderung menyilangkan tangan menutupi perutnya sebagai tanda dia menahan sakit atau bahkan sering kali duduk jongkok sebagai bentuk dia menahan agar feses tidak keluar di celana.

    Penanganan Sembelit Pada Anak

    Setelah mengetahui apa saja gejala sembelit pada anak, pastinya kita harus tahu juga bagaimana cara penanganan sembelit yang tepat. Kenapa begitu? Tentu saja untuk meminimalisir kemungkinan sembelit akan memasuki tahap kronis atau bahkan menyebar ke bagian lainnya dan bisa mengancam keselamatan jiwa anak sewaktu-waktu. Nah berikut adalah beberapa penanganan jitu alias tips yang bisa kita lakukan segera setelah anak didiagnosa mengalami sembelit:

    1. Berolahraga

    A group of diverse children playing outside.

    Apakah kalian sering mengajak anak berolahraga? Apakah kalian tahu jika anak yang rutin berolahraga juga merupakan solusi yang tepat untuk melancarkan BAB anak? Kok bisa? Tentu saja karena ketika anak banyak bergerak maka usus akan bergerak secara alami dan juga akan memperlancar proses pencernaan anak.

    2. Akupuntur

    Akupuntur adalah cara lainnya yang bisa kita lakukan sebagai anak untuk mengobati masalah sembelitnya. Apabila akupuntur membuat anak tidak nyaman atau justru membuat anak takut, kita bisa melakukannya dengan alternatif lain yaitu dengan memijat bagian perut anak. Tentu saja pijatan yang kita berikan anak harus lembut supaya anak tidak merasa kesakitan dan lama kelamaan perut anak akan menjadi lemas dan tentunya pencernaan anak akan kembali lancar.

    3. Mandi air hangat

    Siapa sangka jika mandi air hangat bisa menjadi solusi yang tepat untuk masalah sembelit pada anak? Yup, mandi air hangat akan melemaskan otot-otot pada sekitar bagian perut sehingga saluran pencernaan kita akan menjadi lebih lancar. Kita bisa melakukan mandi air hangat dengan rutin hingga anak tidak mengeluhkan tentang rasa sakit dan kembung pada perutnya.

    4. Mengurangi mengonsumsi makanan instan

    Tidak bisa dipungkiri jika kita sering memberi anak makanan instan karena penyajiannya yang mudah dan cita rasanya yang lezat sehingga anak tidak akan rewel ketika menerimanya. Namun, apakah kalian tahu jika berbagai kandungan pada makanan instan justru bisa memicu timbulnya sembelit? Kok bisa? Tentu saja karena usus dan lambung tidak bisa mencerna kandungan pada makanan instan dengan baik dan justru usus membutuhkan energi ekstra untuk mengolah kandungan pada makanan tersebut. Kinerja usus yang ekstra ini lah akan berpengaruh terhadap feses anak, lebih tepatnya feses akan menjadi keras dan tentu saja menyebabkan rasa sakit pada anak.

    5. Mengonsumsi lebih banyak buah

    Tips terakhir yang bisa kita lakukan untuk melancarkan BAB anak adalah dengan membiasakan akan lebih mengonsumsi lebih banyak buah. Tidak dapat dipungkiri jika anak cenderung tidak menyukai buah dan memililih mengonsumsi cemilan lainnya, seperti permen atau coklat. Namun, sayangnya justru hal ini membuat anak akan kekurangan serat dan membuat anak mengalami sembelit. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa memberi anak berbagai macam buah seperti pepaya, nanas, buah delima, apel, dan lain-lain.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk melancarkan BAB anak. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan mengenai solusi apa yang tepat untuk permasalahan ini? Kita juga sebaiknya menerapkan pola hidup sehat anak mulai dari sekarang supaya anak terhindar dari berbagai penyakit. So, tunggu apalagi untuk memulai hidup sehat?

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    merdeka.com/sehat/anak-susah-bab-atasi-dengan-7-cara-ini.html
    idntimes.com/food/dining-guide/safiramaharani/8-buah-ini-bantu-lancarkan-bab-1/full

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja