Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ autoimun”

  • Penyakit autoimun terjadi akibat kekeliruan sistem kekebalan tubuh dalam mengganggap bagian tubuh seperti sel-sel sehat sebagai virus dan bakteri asing, jika dibiarkan berlarut-larut akan sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Beberapa penyakit autoimun dapat mepengaruhi lebih dari satu bagian tubuh. Baca Juga: Sering Kesemutan di Tangan dan Kaki Pertanda Penyakit Apa? Beberapa gejala penyakit ini tergantung […]

    Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Autoimun dalam Tubuh?

    Penyakit autoimun terjadi akibat kekeliruan sistem kekebalan tubuh dalam mengganggap bagian tubuh seperti sel-sel sehat sebagai virus dan bakteri asing, jika dibiarkan berlarut-larut akan sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang. Beberapa penyakit autoimun dapat mepengaruhi lebih dari satu bagian tubuh.

    mencegah penyakit autoimun, cara mencegah autoimun

    Baca Juga: Sering Kesemutan di Tangan dan Kaki Pertanda Penyakit Apa?

    Beberapa gejala penyakit ini tergantung pada bagian tubuh yang diserang, misalnya jika menyerang sendi, dapat terasa nyeri dan kaku. Jika menyerang kelenjar tiroid, dapat menyebabkan lelah, berat badan bertambah/ turun tanpa sebab yang jelas, hingga berdebar. Jika menyerang kulit, dapat menyebabkan timbulnya ruam, dan perubahan warna kulit.

    Apakah Penyakit Ini Bisa Diobati?

    Penyakit ini bisa diobati melalui serangkaian diagnosis yang dilakukan oleh dokter ahli dalam bidang autoimun. Namun perlu diketahui bahwa penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan secara total, namun dapat dikontrol dengan baik dengan pemantauan laboratorium berkala.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Cara Mencegah Penyakit Autoimun

    Karena tidak dapat disembuhkan secara total, Sahabat disarankan untuk dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit ini. Apa saja pencegahannya? Yuk, mari simak di bawah ini!

    Konsumsi Asupan yang Mengandung Vitamin D

    Salah satu cara untuk mencegah penyakit autoimun, Sahabat disarankan mengkonsumsi asupan yang mengandung Vitamin D seperti kuning telur dan jamur. Berdasarkan penelitian,  salah satu penyebab penyakit autoimun akibat kurangnya Vitamin D dalam tubuh.

    Produk Terkait: Jual Vitamin D

    Vitamin ini tak hanya berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tulang tetapi juga menjaga kekebalan tubuh terutama di masa pandemi Covid 19. Selain dari asupan makanan, Vitamin D juga bisa didapatkan dengan cara berjemur di pagi hari agar terpapar sinar matahari yang mengandung ultraviolet B atau UVB.

    Menjalankan Diet Tanpa Gluten

    Diet tanpa gluten atau gluten free bisa juga dilakukan Sahabat untuk mencegah penyakit autoimun. Diet ini sangat berguna untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan tubuh. Berdasarkan sebuah penelitian, gluten disebut dapat merusak usus kecil dan organ lainnya sehingga menyulitkan tubuh dalam menyerap nutrisi, dan mengakibatkan peradangan usus.

    Karena itu konsumsilah makanan-makanan berikut yang tidak mengandung gluten seperti kacang almond, alpukat, minyak zaitun, bayam, brokoli, kubis, beras (putih dan merah), quinoa, jagung, ayam kalkun, sapi organik, dan buah beri. Hindari tepung dan gandum karena mengandung gluten.

    Olahraga Teratur

    Sahabat juga disarankan untuk berolahraga secara teratur agar dapat mencegah penyakit autoimun seperti rheumatoid arthrirtis.

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Olahraga yang disarankan untuk penderita autoimun adalah jalan kaki, bersepeda, dan berenang. Selain itu melakukan yoga dan senam juga dapat membantu melenturkan sendi yang kaku dan mengalami pembengkakan.

    Kelola Stres dengan Baik

    Berdasarkan sebuah studi dari Harvard Medical School, stres diketahui dapat mencetuskan penyakit autoimun. Contoh penyakit autoimun yang dicetuskan oleh stres adalah Lupus (Systemic Lupus Erythematosus) dan rheumatoid arthritis.

    Studi tersebut menyatakan bahwa penyakit autoimun lebih tinggi diderita pada orang yang sebelumnya didiagnosis menderita post traumatic stress disorder atau gangguan stres pasca trauma. Selain itu, stres menyebabkan ketegangan fisik, psikologis, dan emosional yang ditandai dengan adrenalin rush sehingga denyut nadi dan tekanan darah meningkat.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Corona Berakhir

    Hal lainnya adalah kekhawatiran berlebihan terutama di masa pandemi Covid 19 yang berhubungan dengan masalah finansial dan kehidupan di masa depan. Karena itu, Sahabat harus dapat mengelola stres dengan baik dengan merelaksasi tubuh dan pikiran. Hindari berpikiran negatif, dan konsultasikan ke psikolog jika stres dirasa sudah berlebihan.

    Itulah beberapa cara mencegah penyakit autoimun yang dapat Sahabat Sehat lakukan pada diri sendiri dan orang lain sehingga terhindar dari penyakit tersebut. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penyakit autoimun dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Autoimun, Bisakah Sembuh Total? [Internet]. Orami.co.id. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/bisakah-penyakit-autoimun-dicegah-atau-disembuhkan-ini-kata-ahli/
    2. 5 Langkah Sehat untuk Mengatasi Penyakit Autoimun [Internet]. kumparan. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/mustika-hanum/5-langkah-sehat-untuk-mengatasi-penyakit-autoimun-1szDVIJXJIH
    Read More
  • Salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tidak menderita penyakit autoimun. Alasannya, untuk menghindari efek samping parah yang tidak diinginkan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Meski diperbolehkan disuntik vaksin tentunya harus melalui beberapa pertimbangan. Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19? Apa itu Penyakit Autoimun? Penyakit autoimun […]

    9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi Pada Tubuh

    Salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tidak menderita penyakit autoimun. Alasannya, untuk menghindari efek samping parah yang tidak diinginkan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Meski diperbolehkan disuntik vaksin tentunya harus melalui beberapa pertimbangan.

    jenis penyakit autoimun

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Apa itu Penyakit Autoimun?

    Penyakit autoimun adalah suatu kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki manusia keliru sehingga menyerang tubuh, bukan virus atau bakteri. Dalam kasus ini sistem kekebalan tubuh salah menganggap bagian tubuh seperti persendian atau kulit sebagai benda asing.

    Akibatnya, sistem kekebalan melepaskan protein bernama autoantibodi untuk menyerang sel sehat. Beberapa jenis penyakit autoimun umumnya hanya menargetkan satu organ seperti diabetes tipe 1 yang merusak pankreas. Namun dalam beberapa kasus penyakit autoimun lainnya dapat memengaruhi seluruh tubuh seperti lupus atau disebut juga SLE (Systemic Lupus Erythematosus)

    Apa Saja Jenisnya?

    Jenis penyakit autoimun cukup banyak, tercatat ada lebih dari 80 jenis. Namun yang dibahas hanya beberapa macam penyakit autoimun yang sering terjadi pada tubuh. Apa saja itu? Yuk, Sahabat Sehat, mari kita simak bersama-sama!

    Rheumathoid Arthritis

    Penyakit autoimun pertama yang sering terjadi pada tubuh adalah rheumathoid arthritis. Penyakit ini menyerang sendi, dan bahkan hingga mata, kulit, atau jantung. Penyakit ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri sendi, bengkak, dan kekakuan sendi yang parah.

    Produk Terkait: Jual Borobudur untuk Nyeri Sendi

    Rheumathoid arthritis dapat mengakibatkan kerusakan sendi permanen dan deformitas (perubahan bentuk) pada tubuh. Untuk mengatasinya, Sahabat disarankan mengkonsumsi obat anti radang.

    Giant Cell Myocarditis

    Penyakit autoimun ini disebut yang paling fatal karena berhubungan dengan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini terjadi akibat adanya peradangan pada otot jantung. Gejala yang biasa dialami berupa pembengkakan di pergelangan kaki, nyeri dada, jantung berdebar, kelelahan, dan sesak napas.

    Lupus

    Lupus merupakan salah satu jenis autoimun yang awalnya oleh para ilmuwan disebut sebagai penyakit kulit karena menimbulkan ruam. Namun seiring berjalannya waktu, penyakit ini dimasukkan sebagai penyakit autoimun karena ternyata dapat mempengaruhi seluruh tubuh seperti persendian, ginjal, otak, dan jantung. Gejalanya berupa nyeri sendi, kelelahan, dan ruam.

    Produk Terkait: Cek Lab SLE Diagnos

    Multiple Sclerosis

    Jenis penyakit autoimun ini adalah penyakit jangka panjang yang dapat mempengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik di mata. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada penglihatan, keseimbangan, kontrol otot, dan fungsi dasar tubuh.

    Efek dari penyakit ini tidaklah sama pada setiap orang. Beberapa disebut mengalami gejala ringan, efek lainnya dapat mengalami kesulitan bergerak dan beraktivitas untuk kegiatan sehari-hari. Kondisi ini terjadi bila sistem kekebalan tubuh menyerang materi lemak, myelin (yang melindungi serat saraf dari kerusakan) dan pembentukan jaringan parut.

    Diabetes Tipe 1

    Kondisi autoimun pada tubuh seseorang juga dapat menyebabkan tidak mempunyai insulin sama sekali. Hal ini akibat diserang dan dihancurkannya pankreas yang merupakan organ tubuh penting untuk menghasilkan insulin. Kondisi autoimun yang demikian menyebabkan terjadinya Diabetes Melitus tipe 1.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Insulin sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama dalam kaitannya dengan produksi energi dalam membantu aktivitas sehari-hari dan mengatur kadar gula darah. Jika energi yang dihasilkan kurang, tentu akan berdampak pada kinerja dan kondisi tubuh.

    Pada kondisi diabetes tipe 1 terjadi penumpukan kadar gula dalam tubuh akibat gangguan produksi insulin, yang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Untuk mengatasinya, pasien disarankan untuk menyuntikkan insulin secara rutin.

    Penyakit Addison

    Penyakit Addison adalah salah satu jenis penyakit autoimun, yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar adrenal yang terdapat di ginjal. Akibatnya, kelenjar ini mengeluarkan banyak hormon yang menyebabkan kelemahan pada otot, kulit terlihat gelap, menurunnya denyut jantung atau tekanan darah, serta mudah lelah.

    Penyakit Graves

    Penyakit Graves adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang berhubungan dengan kelenjar tiroid, sehingga menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih.

    Salah satu fungsi hormon tiroid adalah untuk mengontrol penggunaan energi tubuh yang disebut metabolisme. Kelebihan hormon ini dapat meningkatkan aktivitas tubuh dan menyebabkan timbulnya keluhan berupa gugup, berdebar, mudah merasa panas, penurunan berat badan, dan mata terlihat melotot (disebut juga eksoftalmus).

    Myasthenia Gravis

    Penyakit autoimun ini mempengaruhi kerja saraf yang membantu otak dalam mengontrol otot. Jika komunikasi dari saraf ke otot terganggu, sinyal tidak dapat mengarahkan otot untuk berkontraksi. Hal ini dapat menyebabkan kelemahan otot, dan akan terasa saat  beraktivitas namun membaik saat beristirahat.

    Alopecia

    Alopecia adalah istilah medis untuk menyebut kerontokan rambut, hal ini disebabkan karena adanya stres. Penelitian menunjukan 70% dari 500 pasien yang menderita Alopecia, ternyata mengalami stres. Masalah ini timbul ketika tubuh menyerang folikel rambut. Kerusakan yang ditimbulkan tidak permanen, namun rambut dapat terlihat menipis, atau patah-patah.

    Baca Juga: 7 Makanan Pencegah Kebotakan Pada Pria

    Itulah Sahabat Sehat mengenai jenis penyakit autoimun yang sering terjadi pada tubuh, dan perlu diwaspadai. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai autoimun dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 14 Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/02/28/170800768/14-jenis-penyakit-autoimun-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    2. Nabila F. 7 Jenis Penyakit Autoimun yang Umum Ditemui Sehari-hari [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326451/7-jenis-penyakit-autoimun-yang-umum-ditemui-sehari-hari?single
    3. 10 Penyakit Autoimun yang Paling Umum Dialami Ditemui di Masyarakat Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/10-penyakit-autoimun-yang-paling-umum-dialami-ditemui-di-masyarakat.html?page=all
    4. Penderita Autoimun Belum Bisa Divaksin Covid-19, Ini Alasannya | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210113/106/1342267/penderita-autoimun-belum-bisa-divaksin-covid-19-ini-alasannya
    5. Giant Cell Myocarditis – NORD (National Organization for Rare Disorders) [Internet]. NORD (National Organization for Rare Disorders). 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://rarediseases.org/rare-diseases/giant-cell-myocarditis/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja