Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ asi”

Showing 1–10 of 13 results

  • Menyusui dan kanker payudara apakah saling berkaitan? Bagaimana hubungannya? Berikut kami berikan ulasan singkat mengenai hubungan antara menyusui dengan kanker payudara. Kanker payudara menjadi perhatian khusus bagi seorang wanita. Tentu semua wanita tidak ingin menderita penyakit yang mengerikan ini. Risiko seorang wanita terkena payudara ternyata akan lebih tinggi apabila tidak mendapatkan air susu ibu. Di […]

    Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara

    Menyusui dan kanker payudara apakah saling berkaitan? Bagaimana hubungannya? Berikut kami berikan ulasan singkat mengenai hubungan antara menyusui dengan kanker payudara. Kanker payudara menjadi perhatian khusus bagi seorang wanita. Tentu semua wanita tidak ingin menderita penyakit yang mengerikan ini. Risiko seorang wanita terkena payudara ternyata akan lebih tinggi apabila tidak mendapatkan air susu ibu. Di sinilah kaitannya menyusui dengan kanker payudara.

    bunda menyusui, kanker payudara

     

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV Lengkap

    Menurut studi dari Nurse’s Health yang berlangsung sekisar tahun 1997 s.d 2005 lalu, wanita yang keluarga dekatnya menderita kanker payudara (ibu atau saudara perempuan) apabila menyusui, risikonya akan berkurang hingga lebih dari 50%. Jadi, menyusui selain mencegah sang bayi mengalami kanker payudara, juga bermanfaat pada si ibu yang menyusui untuk menurunkan resiko terkenanya kanker payudara.

    Menurut peneliti, bila seorang wanita tidak menyusui, jaringan pada payudaranya akan kembali seperti sebelum hamil. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada payudara. Peradangan ini sangatlah progresif dan erat kaitannya dengan kanker payudara., erat kaitannya dengan kanker payudara.

    Baca Juga: Cara Pemeriksaan Dini Kanker Payudara

    Selain menurunkan risiko kanker payudara, wanita yang menyusui bayinya lebih dari 12 bulan juga dapat mengurangi resiko lainnya seperti penyakit jantung sebesar 10%. Untuk itu, selain bermanfaat bagi sang bayi, menyusui juga memiliki banyak manfaat pada ibunya.

    Pada dasarnya, kanker payudara dapat terjadi karena mutasi gen yang abnormal. Seseorang dapat terkena kanker tersebut karena adanya beberapa faktor-faktor yang memicu mutasi gen. Faktor-faktor tersebut antara lain, genetik, pola hidup, kurangnya olahraga, riwayat keluarga, dan faktor tidak menyusui.

    Namun, apakah boleh apabila penderita kanker payudara menyusui buah hatinya? Sebenarnya hal ini boleh saja dilakukan, namun diperlukan pertimbangan-pertimbangan besar dan konsultasikan ke dokter spesialis.

    Baca Juga: 10 Mitos dan Fakta Kanker Payudara

    Apabila ibu menyusui mengkonsumsi obat-obatan, perlu berkonsultasi dahulu kepada dokter sebelum memberikan ASI kepada sang bayi. Hal ini karena beberapa obat yang dikonsumsi ibu bisa dikeluarkan juga bersama dengan ASI. Sebab, obat-obatan yang dikonsumsi akan mengalir dalam darah yang kemudian bisa saja terlarut dalam ASI. Sehingga ASI yang di berikan kepada bayinya juga akan memberikan efek obat.

    Lain halnya apabila pemberi ASI hanya melakukan terapi radiasi. Terapi radiasi seperti lumpektomi bersifat tidak ekstensif, sehingga tidak begitu berpengaruh terhadap kemampuan untuk menyusui.

    Demikian artikel mengenai “Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara“. Memberikan ASI kepada bayi memberikan banyak manfaat, salah satunya yaitu mengurangi risiko kanker payudara. Mari memberikan ASI ekslusif pada anak-anak kita untuk mendapatkan manfaatnya. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai pemberian ASI yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan dengan ASI, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Diulas oleh: dr. Anindi Putri Harjanti

     

     

    Read More
  • Bunda baru saja melahirkan dan sedang galau karena air susu ibu (ASI) nya belum lancar? Saya juga pernah mengalami hal serupa, dan Alhamdulillah sekarang di usia bayi hampir 3 bulan, ASI sudah lancar dan melimpah. Di bawah ini cerita pengalaman pribadi apa yang saya lakukan supaya ASI lancar melimpah. Inisiasi Menyusui Dini Inisiasi menyusui dini […]

    Tindakan Ibu Menyusui Ketika ASI Pertama Tidak Lancar

    Bunda baru saja melahirkan dan sedang galau karena air susu ibu (ASI) nya belum lancar? Saya juga pernah mengalami hal serupa, dan Alhamdulillah sekarang di usia bayi hampir 3 bulan, ASI sudah lancar dan melimpah. Di bawah ini cerita pengalaman pribadi apa yang saya lakukan supaya ASI lancar melimpah.

    ibu menyusui tidak lancar, ASI tidak lancar

    Inisiasi Menyusui Dini

    Inisiasi menyusui dini alias IMD adalah kunci paling utama supaya ASI lancar cepat keluar. Namun banyak ibu yang sehabis melahirkan harus dibius karena mendapatkan beberapa jahitan di vagina, atau misalnya melahirkan lewat operasi sesar, sehingga harus menunggu pemulihan kondisi dulu sebelum dipertemukan dengan si bayi.

    Baca Juga:
    8 Hal Penting Untuk Ibu Menyusui yang Akan Naik Pesawat
    Tips Memerah Asi yang Benar dan Praktis

    Supaya Asi lancar Melimpah

    Rumah sakit bersalin yang tidak pro-ASI, begitu hari pertama lahir bayi menangis terus sedangkan ASI bunda belum keluar, maka dokter anak atau bidan akan menakut-nakuti: “nanti anaknya kuning lho kalo gak segera dikasih minum. udah, dikasih susu formula dulu aja, nanti kalo ASI nya sudah keluar ya langsung dikasih ASI”. Sebaiknya bunda tidak menyerah.

    Bayi menangis belum tentu karena haus, bisa jadi dia takut di lingkungan baru dan kedinginan. Ingat, suhu di dalam kandungan itu sangat hangat, dan si bayi selalu dekat dengan bunda. Maka ketika si bayi menangis terus, dekaplah dia, dekatkan dengan detak jantung bunda. Jangan buru-buru dikasih susu formula!

    Sedangkan di rumah sakit bersalin yang pro-ASI, maka ketika hari pertama ASI bunda belum keluar, akan terus disemangati dan dilatih supaya ASI nya lekas keluar. Menurut berbagai literatur, tidak masalah bayi tidak minum selama 1 hingga 3 hari pertama karena dia masih menyimpan cadangan makanan dari kandungan.

    Baca Juga:
    8 Alasan Kenapa Bayi Perlu Vaksin Hepatitis B
    Imunisasi ke Rumah Bersama Prosehat

    Bagaimana Jika Sudah Terlanjur?

    Namun buat bunda yang terlanjur tidak mendapatkan pengalaman IMD bersama si bayi, beberapa tips berikut ini bisa dilakukan supaya asi lancar. Tips-tips ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi.

    Kunci utama pertama adalah menyusui tanpa menyerah! Ya, semakin sering diminum oleh si bayi, maka produksi ASI akan terus meningkat. Sebagaimana banyak kita baca, produksi ASI sifatnya supply by demand. Jika kebutuhan bayi meningkat, otomatis ASI juga meningkat.

    Kunci utama kedua adalah asupan nutrisi ibu menyusui. Memproduksi ASI memerlukan bahan baku yang tidak sedikit.

    Kunci utama ketiga adalah perasaan bahagia. Saya sudah membuktikan ketika awal-awal setelah melahirkan dulu kondisi sangat stres karena mendapati ASI belum lancar. Berbagai upaya dilakukan seperti membeli nipple puller, breast pump, dan makan aneka makanan yang kata orang bisa memperlancar ASI.

    Itulah mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika ASI tidak lancar. Pada intinya, ibu tidak boleh menyerah dalam menyusui serta harus berpikir positif, dan tidak stres.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai nutrisi ASI yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan dengan ASI, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

     

     

     

    Read More
  • Mitos! Menyusui menyebabkan osteoporosis itu salah, dan cuma mitos! Faktanya tubuh wanita memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menyusui buah hatinya lho. Saat ibu hamil dan menyusui, 3 sampai 5 persen massa tulang Ibu akan diserap untuk kebutuhan buah hati. Tapi, tidak perlu takut, nantinya kepadatan tulang Ibu akan kembali seperti semula. Produksi estrogen yang Ibu […]

    Benarkah Menyusui Menyebabkan Osteoporosis?

    Mitos! Menyusui menyebabkan osteoporosis itu salah, dan cuma mitos! Faktanya tubuh wanita memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menyusui buah hatinya lho. Saat ibu hamil dan menyusui, 3 sampai 5 persen massa tulang Ibu akan diserap untuk kebutuhan buah hati. Tapi, tidak perlu takut, nantinya kepadatan tulang Ibu akan kembali seperti semula. Produksi estrogen yang Ibu hasilkan akan melindungi kepadatan tulang Ibu. Justru ibu yang tidak menyusui memiliki risiko osteoporosis hingga 4 kali lipat, lho.

    Apa yang perlu diperhatikan ibu menyusui?

    Yang penting untuk Ibu pehatikan selama masa hamil dan menyusui adalah mencukupi kebutuhan kalsium. Ibu hamil dan menyusui direkomendasikan untuk mendapatkan asupan kalsium sekitar 1000 milligram setiap harinya. Ibu bisa memenuhi asupan kalsium dengan mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, juga kacang-kacangan, ikan (tentunya), tahu, susu, maupun keju yang adalah sumber kalsium terbaik. Selain itu, Ibu juga bisa mendapatkan tambahan kalsium dari suplemen yang diresepkan atau dianjurkan oleh dokter.

    Selain itu, Ibu juga bisa menjalankan gaya hidup sehat dengan istirahat yang cukup, terhindar dari asap rokok, dan melakukan olahraga ringan seperti berjalan, yoga, senam, pilates, dan masih banyak lagi. Nah, Ibu jangan lagi takut untuk menyusui karena menyusui tidak menyebabkan osteoporosis dan ASI adalah yang terbaik untuk bayi Ibu. Jadi sekali lagi ditekankan bahwa mitos menyusui menyebabkan osteoporosis adalah tidak benar!

    Jadi, menyusui itu penting, dan ternyata tidak menyebabkan osteoporosis. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap nutrisi menyusui yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan dengan ASI, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Read More
  • Menyusui bayi adalah tugas ibu sebagai fitrah seorang ibu. Namun, tahukah Sobat  bila ayah memiliki peran tersendiri pada ibu menyusui? Penelitian menunjukkan bahwa ternyata sang ayah memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses menyusui si ibu.  Bagaimana ayah dapat menunjang proses menyusui sehingga dapat berlangsung dengan baik? Yuk, mari kita pahami lebih lanjut. Pentingnya […]

    Pentingnya Peranan Ayah pada Ibu Menyusui

    Menyusui bayi adalah tugas ibu sebagai fitrah seorang ibu. Namun, tahukah Sobat  bila ayah memiliki peran tersendiri pada ibu menyusui? Penelitian menunjukkan bahwa ternyata sang ayah memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses menyusui si ibu.  Bagaimana ayah dapat menunjang proses menyusui sehingga dapat berlangsung dengan baik? Yuk, mari kita pahami lebih lanjut.

    Pentingnya menyusui

    Menyusui adalah hal yang sangat penting untuk kesehatan bayi maupun kesehatan Ibu. Badan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menganjurkan pemberian Air Susu Ibu (ASI)  diberikan secara eksklusif minimal 6 bulan pertama kehidupan bayi atau yang disebut sebagai ASI eksklusif. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk bayi, mulai dari kandungan nutrisi yang lengkap, kandungan antibodi dan sel-sel imun yang diperlukan untuk menunjang daya tahan tubuh bayi yang masih belum sempurna, serta segudang nutrisi penting lainnya. ASI penting untuk membantu bayi  tumbuh dan berkembang secara optimal. Perlu diingat, semua manfaat ASI ini tidak dapat digantikan dengan susu lain semahal apapun.

    Meski demikian, pada kenyataannya masih banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI secara optimal. Menyusui secara terus-menerus dan konsisten dipengaruhi oleh banyak sekali faktor berupa faktor sosial, psikologis, emosional, dan lingkungan. Agar Ibu dapat konsisten untuk menyusui diperlukan dedikasi dan komitmen. Namun, kita juga tidak boleh lupa, seringkali Ibu menghadapi banyak rintangan dalam memberikan ASI kepada bayinya, mulai dari urusan dalam rumah tangga yang sangat banyak, pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan, masalah di dalam keluarga, persoalan adat istiadat, hingga kondisi psikologis ibu, dan berbagai macam masalah lainnya. Semua hal tersebut dapat memengaruhi Ibu untuk menyusui baik secara langsung ataupun tidak langsung.

    Lalu, bagaimana peranan ayah dalam menyusui?

    Nah, ternyata Ibu sangat membutuhkan dukungan (support) Ayah agar dapat melalui setiap tantangan  dalam menyusui bayinya. Jika bertanya pada Ibu, dukungan siapakah yang paling penting? Ayah adalah nama  yang pertama kali muncul, bukan petugas kesehatan, bukan anggota keluarga lain, bukan teman-teman. Jadi, Ayah harus turut ikut berperan aktif ya!

    Ayah  adalah kepala  keluarga yang berperan penting sebagai penentu sang Ibu ketika ingin menyusui bayinya kelak atau tidak, dan hal ini biasanya sudah mulai didiskusikan dan ditentukan sejak Ibu masih mengandung. Ayah yang bersikap positif dan mendukung Ibu dalam menyusui tentu akan meningkatkan semangat Ibu untuk menyusui dan keberhasilan menyusui di kemudian hari. Namun, kalau sang Ayah sudah bersikap negatif  dan kurang/tidak mendukung Ibu untuk menyusui sejak awal, maka hal tersebut akan mempengaruhi psikologis Ibu secara tidak langsung dan semangat untuk menyusui bayinya nanti.

    Bukan hanya ibu yang harus mengetahui bahwa menyusui itu penting untuk bayinya, ayah pun harus memiliki pengetahuan, pandangan dan pengertian yang sama. Dengan demikian, Ayah dapat memberikan dukungan lebih baik bagi ibu. Apa saja bentuk dukungan yang dapat si ayah berikan? Dukungan yang dapat diberikan sangatlah bervariasi, seperti ikut membantu mengurusi urusan rumah tangga dan pekerjaan ibu, memberi dukungan emosional dan turut aktif memberi saran bagi ibu, mendampingi Ibu dan memberi rasa nyaman dalam menyusui bayinya terutama pada saat pertama kali menyusui, ikut membantu mengurus si kecil seperti memandikan atau mengganti popok, hingga memberi dukungan penuh dalam keuangan keluarga, dan berbagai bentuk dukungan lain yang dapat diberikan.

    Semakin kuat dan besar dukungan ayah bagi ibu, maka ibu dapat menyusui semakin optimal, durasi menyusui pun lebih lama, konsisten serta kontinu. Penelitian pun menunjukkan, dukungan ayah yang baik tidak hanya memiliki pengaruh positif  pada ibu, sang bayi pun ternyata akan lebih sehat, pertumbuhan dan perkembangannya akan lebih baik dan optimal.

    Kesimpulan

    Wah, peranan ayah ternyata sangat diperlukan  untuk mendukung sang Ibu. Ternyata ayah tidak boleh hanya diam saja dan bersikap pasif, atau bahkan tidak mendukung. Oleh karena itu, setelah membaca tulisan ini, setiap ayah diharapkan dapat mengetahui betapa pentingnya menyusui dan dapat ikut turut serta berperan aktif mendukung sang ibu secara penuh dalam menyusui bayinya.

    Itulah mengenai pentingnya peranan ayah pada ibu menyusui.  Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai nutrisi menyusui dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan dengan ibu menyusui, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

     

     

     

    Referensi

    1. Datta, J., Graham, B., &Wellings, K. The role of fathers in breastfeeding: decision-making and support. British Journal of Midwifery. 2012;20(3);159–67.
    2. Tohotoa, J., Maycock, B., Hauck, Y. L., Howat, P., Burns, S., &Binns, C. W. Dads make a difference: an exploratory study of paternal support for breastfeeding in Perth, Western Australia. International Breastfeeding Journal. 2009;4;1–9.
    3. Brown A. Father’s experience of supporting breastfeeding: challenges for breastfeeding promotion and education. Maternal Child and Nutrition. 2014; 10: 510-526.
    4. Abu-Abbas MW, Kasssab M, Shelash K. Fathers and breastfeeding process: determining their role and attitudes.2016; 12 (18)
    5. Rempel, L. A., &Rempel, J. K. The breastfeeding team: The role of involved fathers in the breastfeeding family. Journal of Human Lactation. 2011;27(2);115–21.
    6. Mithani, Y., Premani, Z. S.,Kurji, Z., & Rashid, S. Exploring Fathers’ Role in Breastfeeding Practices in the Urban and Semiurban Settings of Karachi, Pakistan. The Journal of Perinatal Education. 2015;24(4);249–60.
    Read More
  • Persiapan yang dilakukan oleh ibu, tidak hanya pada saat hamil saja. Apalagi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tentunya selain baik untuk janin dalam rahim dan juga sangat baik untuk memperlancar proses persalinan nantinya. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang ini juga sangat baik dikonsumsi untuk ibu selepas melahirkan untuk memperlancara serta memperbanyak keluarnya ASI. ASI begitu […]

    10 Cara Memperbanyak ASI Lewat Asupan Sehat dan Bergizi

    Persiapan yang dilakukan oleh ibu, tidak hanya pada saat hamil saja. Apalagi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tentunya selain baik untuk janin dalam rahim dan juga sangat baik untuk memperlancar proses persalinan nantinya. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang ini juga sangat baik dikonsumsi untuk ibu selepas melahirkan untuk memperlancara serta memperbanyak keluarnya ASI. ASI begitu penting untuk bayi kita nantinya hingga usia 6 bulan. Sehingga, sangat penting untuk melakukan berbagai cara yang telah dianjurkan oleh bidan atau dokter kandungan untuk memperlancar ASI.

    Berbagai cara untuk memperlancar ASI serta mendukung pada pemberian ASI ekslusif pada bayi diantara lain : melakukan pemijatan pada payudara, pastikan teknik menyusui sudah benar, teruslah menyusui, sering-sering memompa ASI, meciptakan suasana yang tenang dan nyaman bagi ibu, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Berikut beberapa daftar makanan yang dapat memperbanyak ASI :

    Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan memiliki kandungan serat, zat besi, vitamin, mineral dan juga protein, yang sangat baik bagi ibu untuk memperlancar jalannya ASI. Berbagai jenis kacang-kacangan yang dapat Anda konsumsi yaitu, kacang almond, walnut, kacang merah dan berbagai jenis kacang lainnya.

    Baca Juga: Tips Memerah dan Menyimpan Asi

    Kurma

    Telah kita ketahui, bahwa kurma merupakan buah dengan kandungan gizi yang sangat baik. Bahkan kandungan kalsiumnya yang cukup tinggi yang terdapat pada kurma, mampu merangsang produksi hormon prolaktin, yaitu hormon yang bertugas untuk memproduksi ASI pada wanita. Selain itu, kandungan kalori yang terdapat pada kurma juga sangat baik bagi ibu yang sedang menyusui untuk memenuhi kebutuhan energy agar tidak lemas dan kehabisan tenaga.

    Gandum

    Gandum atau oat, yang biasa disajikan dalam menu sarapan, merupakan menu sarapan sehat yang sehat dan bergizi tinggi tentunya. Semangkuk oat pada saat sarapan, dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu, karena kandungan di dalamnya. Zat besi serta serat yang terkandung dalam gandum atau oat ini, sangat baik dalam menunjang produksi ASI pada ibu. Mulai sekarang, cobalah untuk mengonsumsi oat sebagai menu sarapan kita.

    Ikan salmon

    Siapa yang tidak tahu ikan salmon? Ikan yang satu ini selain memiliki rasa yang nikmat, kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya juga sangat tinggi, yang tentunya sangat baik bagi kesehatan. Ikan salmon ini merupakan sumber protein terbaik. Selain itu, salmon mengandung DHA dan juga kalsium yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ASI serta melancarkan proses pengeluaran ASI. Salmon juga mempunyai kandungan lemak yang sedikit, sehingga dapat dikonsumsi tanpa harus khawatir akan efek sampingnya dan sangat dianjurkan bagi para ibu menyusui.

    Baca Juga: 10 Persiapana Ibu ASI Ketika Naik Pesawat

    Blueberry

    Buah blueberry ini merupakan salah satu buah yang sangat dianjurkan bagi ibu menyusui. Bahkan ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi 2 porsi blueberry setiap harinya. Blueberry memiliki kandungan kalsium, kalium, mineral, vitamin A dan K, sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui dan membantu meningkatkan produksi ASI.

    Aprikot

    Aprikot adalah buah yang memiliki kandungan kasium, kalium, vitamin A dan C yang sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui. Aprikot juga mengandung fitoesterogen yang sangat membantu produksi ASI pada ibu menyusui.   

    Alpukat

    Buah alpukat ini mengandung lemak sehat dan juga serat yang tinggi. Sehingga sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui. Kandungan kalorinya juga mampu mengembalikan energi yang hilang saat menyusui. Sementara kandungan asam lemak omega 3, omega 6 dan omega 9 nya sangat membantu untuk para ibu menyusui agar dapat mengeluarkan ASI lebih banyak. Mau produksi ASI Anda banyak? Rutin konsumsi alpukat setiap harinya.

    Bayam

    Pada masa kehamilan, bayam sangat baik bagi ibu hamil agar terhindar dari penyakit anemia, memberikan nutrisi pada bayi, serta memenuhi kadar zat besi pada tubuh. Pada saat menyusui pun, bayam ternyata sangat baik bagi ibu menyusui. Pasalnya, kandungan kalsium, vitamin A dan vitamin C yang terdapat pada bayam, sangat membantu ibu dalam produksi ASI nya. Selain itu, kandungan fitoesterogen dalam bayam juga mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.

    Brokoli

    Brokoli memang sudah tidak diragukan lagi akan kandungan gizinya yang sangat baik bagi ibu dan juga bayi. Kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung pada brokoli ini sangat banyak, sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ibu yang sedang menyusui. Vitamin A, C, zat besi, kalsium dan mangan yang ada di dalamnya, dipercaya dapat memperlancar produksi ASI pada ibu menyusui. Tidak hanya itu, kandungan asam folat yang ada dalam brokoli ini juga berperan penting dalam perkembangan otak dan fisik bayi. Oleh karena itu, mulai sekarang rutinlah mengkonsumsi brokoli sebagai menu sayuran harian Anda.

    Baca Juga: Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara

    Daun katuk

    Kalau yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi manfaatnya untuk memperlancar produksi ASI. Hal ini pun dibenarkan oleh penelitian dari Balitbang kementrian kesehatan RI, yang menyatakan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi ekstrak daun katuk memiliki ASI yang lebih banyak dan produksi ASI yang lebih lancar dibandingkan yang tidak.

    Itulah tadi beberapa cara memperbanyak ASI lewat makanan sehat yang ada di sekitar Anda. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Para Moms yang baru punya bayi tentunya ingin memberikan asupan terbaik untuk buah hatinya. Tentunya Moms semua tahu pentingnya ASI pada bayi. Ya, pemberian ASI merupakan hal paling krusial untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak nantinya. ASI merupakan makanan pertama dan paling ideal bagi bayi. Banyak manfaat dari pemberian ASI; selain karena ASI mengandung banyak […]

    Ingin ASI Booster Alami, Yuk Santap Makanan Ini

    Para Moms yang baru punya bayi tentunya ingin memberikan asupan terbaik untuk buah hatinya. Tentunya Moms semua tahu pentingnya ASI pada bayi. Ya, pemberian ASI merupakan hal paling krusial untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak nantinya.

    ASI merupakan makanan pertama dan paling ideal bagi bayi. Banyak manfaat dari pemberian ASI; selain karena ASI mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk kesehatan dan perkembangan tubuhnya, pemberian ASI ekslusif juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada bayi.

    Hal utama yang ingin dilakukan seluruh ibu di dunia adalah dapat memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. ASI ekslusif adalah pemberian ASI kepada bayi di enam bulan pertama, tanpa tambahan makanan atau minuman lainnya. Kemudian pemberian ASI masih dapat dilanjutkan hingga anak berumur dua tahun, tentunya diselingi dengan makanan pendamping lainnya.

    Walaupun Moms tahu pentingnya ASI buat sang buah hati dan pastinya memiliki harapan untuk dapat memberikan ASI eksklusif, tetapi terkadang banyak Moms yang memiliki kendala untuk melakukannya.

    Masalah yang umum dihadapi para Moms dalam memberikan ASI biasanya adalah kurangnya produksi ASI. Walaupun secara alami wanita dapat memproduksi ASI, tapi terkadang tidak dapat memproduksi ASI yang banyak, sehingga timbul kekhawatiran jika bayi kita kurang makan.

    Kekhawatiran yang muncul akhirnya membuat pemberian ASI akhirnya tidak maksimal, sehingga yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan. Walaupun memberikan MPASI dini tidak masalah, tapi sebenarnya masih ada solusi lain loh untuk meningkatkan produksi ASI kita.

    Salah satu cara paling alami yang bisa Moms lakukan adalah dengan tetap menyusui. Kegiatan ini membantu menstimulasi produksi ASI sehingga diharapkan ASI akan dapat terus produksi setidaknya selama 6 bulan.

    Nah, jika Moms masih belum puas dengan hasil produksi ASInya, bisa dibantu dengan mengonsumsi makanan yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI atau istilahnya ASI booster.

    Ini dia makanan alami yang dapat Moms konsumsi dan meningkatkan produksi ASI, dan juga mengandung banyak gizi yang baik untuk si bayi.

    1. Sayuran Hijau

    Sayuran hijau banyak mengandung vitamin dan zat-zat baik yang berguna untuk memperlancar produksi ASI dan bagus untuk dikonsumsi bayi lewat ASI. Nutrisi yang dikandung seperti asam folat, kalsium, dan zat besi dapat memberikan kesehatan dan kekuatan untuk Moms dan bayi. Perlu di ingat, walaupun sayuran hijau sangat baik, tapi tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan karena dapat menyebabkan diare pada bayi.

    2. Oats

    Oats atau gandum utuh mengandung serat yang baik untuk penceranaan. Selain itu oats memiliki kandungan kalori yang cukup, juga banyak mengandung nutrisi yang baik juga seperti halnya sayuran hijau. Cara penyajiannya pun juga sangat mudah dan bisa ditambahkan dengan buah-buahan favorit Moms. Selain membantu produksi ASI, Moms yang tentunya repot dengan segala hal mengenai si kecil, tidak akan kesulitan menyiapkan makanan ini untuk dikonsumsi.

    3. Daun Katuk

    Sejak jaman dahulu daun katuk ini sangat dipercaya sebagai ASI booster alami dan paling efektif. Daun katuk sendiri memiliki banyak sekali kandungan vitamin yang berkhasiat dalam melancarkan dan menambah produksi ASI. Vitamin yang terkandung pada daun katuk meliputi vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, protein, dan banyak lagi.

    4. Chia Seeds

    Chia seeds atau biji chia merupakan biji-bijian yang mengandung asam amino esensial yang baik dikonsumsi untuk ibu menyusui. Selain itu chia seeds juga mengandung serat, protein dan omega 3 yang dapat meningkatkan produksi ASI, menjaga metabolisme tubuh, dan bagus untuk pencernaan. Penyajian chia seeds juga cukup mudah; karena tidak memiliki rasa, maka dapat dijadikan campuran makanan seperti oatmeal atau smoothies buah.

    5. Yoghurt

    Ini dia salah satu makanan probiotik terbaik untuk ibu menyusui karena memiliki kandungan vitamin D, pottasium, dan kalsium yang baik untuk menjaga pertumbuhan tulang pada bayi. Selain itu yoghurt juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga pencernaan tetap sehat. Bila Anda mengonsumsi yoghurt setiap hari, maka Moms dan si kecil akan mendapatkan manfaat yang dibutuhkan tulang setiap harinya.

    6. Asparagus

    Asparagus juga merupakan salah satu makanan wajib untuk Moms yang masih menyusui. Kandungan serat, vitamin A, dan vitamin K dalam asparagus dipercaya dapat menstimulasi syaraf dan hormon penting yang dapat meningkatkan produksi ASI.

    7. Kacang-kacangan

    Pilihlah kacang yang mengandung omega-3 dan vitamin E seperti kacang almond, kacang mede, dan kacang macademia. Mengonsumsi kacang dipercaya sebagai antioksidan dan meningkatkan syaraf dan hormon untuk memproduksi ASI. Selain dapat dikonsumsi secara langsung, kacang juga dapat dijadikan susu.

    8. Salmon

    Ikan lezat ini terkenal banyak mengandung omega-3 dan Essential Fatty Acid atau biasa dikenal dengan asam lemak essensial yang baik bagi Ibu menyusui. Nutrisi yang terkandung dalam salmon dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI dan juga menjadikan ASI kental dan tentunya berkualitas untuk dikonsumsi oleh si kecil.

    9. Beras Coklat

    Moms, selama menyusi alangkah baiknya jika dapat mengganti konsumsi beras putih menjadi beras coklat. Menurut penelitian beras coklat mengandung stimuli yang baik untuk memproduksi ASI. Karena beras coklat mengandung gizi yang lebih baik dibanding beras putih, maka jika dikonsumsi secara teratur, maka dapat mengurangi resiko diabetes pasca melahirkan. Selain sehat, energi kita pun akan lebih tinggi.

    Moms, itulah 9 makanan yang dapat disantap sebagai ASI booster alami. Sekarang tidak perlu khawatir lagi jika produksi ASI kita kurang. Dengan mengkonsumsi makanan yang disarankan, bukan saja produksi ASI bertambah, Moms dan sang buah hati pun akan sehat dan happy.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    unicef.org/indonesia/id/reallives_19398.html

    Read More
  • Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah […]

    Gizi Seimbang untuk Anak Obesitas

    Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah kondisi kesehatannya, mengingat daya tahan tubuh anak yang belum sebagus orang dewasa yang pastinya membuat anak rentan terserang penyakit.

    Pastinya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit? Bukan hanya repot untuk mengurusnya karena anak rewel sepanjang hari, tetapi anak juga akan tersiksa ketika sakit dan pastinya kita tidak mau melihat anak mengalami hal ini. Berbagai cara bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi tubuh anak tetap fit, seperti dengan melakukan vaksin sejak dini ataupun dengan rutin membawa anak ke posyandu untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya.

    Namun, apakah Anda tahu jika kita bisa menjaga kesehatan anak melalui berbagai cara sederhana, selain dengan membawanya ke pelayanan kesehatan secara rutin? Yup, benar sekali, sebagai orang terdekat untuk anak salah satu hal yang tidak boleh luput dari pengamatan kita adalah asupan makanan mereka. Sebagai orang tua, kita harus benar-benar mengawasi makanan apa aja yang dikonsumsi anak, mengingat tidak semua jenis makanan terjaga kebersihannya dan ketika anak tidak menjaga asupan makanannya maka dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada mereka. Pastinya kita tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Obesitas adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi orang tua karena hal ini juga menyebabkan anak “tersiksa”. Obesitas merupakan kondisi di mana anak kelebihan berat badan daripada anak seusianya dan akan menyebabkan anak tidak mampu beraktivitas seperti teman-temannya. Lalu, apa jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi untuk anak – alias yang dapat memenuhi gizi tetapi juga tidak menyebabkan obesitas? Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh jenis makanan apa yang aman untuk dikonsumsi anak dan pastinya sayang untuk dilewatkan!

    1. ASI eksklusif

    Yup, pastinya bukan informasi baru bagi kita jika ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan – dan akan lebih baik lagi jika ibu tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. ASI memiliki banyak manfaat untuk anak seperti membuang metabolisme yang tidak diperlukan anak alias mencegah terjadinya obesitas serta menjaga keseimbangan kebutuhan energi anak hingga mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menyatakan jika anak yang menerima ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan memiliki risiko 22% lebih rendah mengalami obesitas ketika mereka dewasa nantinya.

    2. Mengatur cemilan anak

    Bukan hanya kita saja yang suka makan cemilan, anak juga suka meminta cemilan pada kita terutama ketika sudah menginjak usia 2 tahun – dan apabila kita tidak mengatur waktu cemilan mereka maka juga akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Sebaiknya kita mulai mengganti cemilan manis anak menjadi cemilan yang sehat dan rendah lemak seperti biskuit gandum, buah, puding, yoghurt, jus buah, dan lain-lain.

    3. Membiasakan anak melakukan sarapan

    Meskipun kelihatannya sepele, sarapan merupakan suatu kebiasaan yang baik dan dapat diterapkan sejak dini pada anak dan pastinya untuk mencegah risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena sarapan akan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang pada anak pada pagi hari dan menjadi bekal energi anak sepanjang hari. Sarapan akan mengurangi rasa lapar pada siang ataupun sore hari dan hal ini juga berarti anak tidak akan mengonsumsi cemilan secara berlebihan.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tetapi juga mencegah terjadinya obesitas pada anak. Suatu hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menerapkan pola hidup yang sehat pada anak? Yuk, kita mulai dari sekarang!

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    health.detik.com/ibu-dan-anak/2677443/pola-makan-agar-kebutuhan-gizi-si-kecil-terpenuhi-tapi-tidak-overnutrisi

    Read More
  • Manfaat ASI bagi bayi sudah tidak bisa dipungkiri lagi. ASI merupakan makanan pertama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembang seoptimal mungkin. ASI mengandung berbagai komponen nutrisi, mulai dari makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan komponen mikronutrien mulai dari vitamin dan mineral. Jumlah produksi ASI bervariasi sekitar 40-1200 ml, dan menurun 100-200 ml pada ibu dengan […]

    5 Penyebab ASI Tidak Keluar yang Perlu Bunda Ketahui

    Manfaat ASI bagi bayi sudah tidak bisa dipungkiri lagi. ASI merupakan makanan pertama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembang seoptimal mungkin. ASI mengandung berbagai komponen nutrisi, mulai dari makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan komponen mikronutrien mulai dari vitamin dan mineral. Jumlah produksi ASI bervariasi sekitar 40-1200 ml, dan menurun 100-200 ml pada ibu dengan status gizi buruk.1

    Banyak ibu yang baru melahirkan khawatir terhadap jumlah produksi ASI untuk bayinya. Berbagai cara sudah dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi ASI, mulai dari makanan bergizi, daun katuk, dan berbagai macam makanan lainnya. Cara ini bahkan seringkali tidak berhasil dan makin membuat ibu menjadi stress. Hati-hati Bunda, stress dapat menjadi salah satu faktor ASI tidak keluar. Nah, sebelum kita bahas mengenai penyebab ASI tidak keluar, yuk, kita simak terlebih dulu mengenai struktur payudara dan bagaimana ASI diproduksi.

    Struktur payudara itu kompleks, terdiri dari lemak, saluran susu (duktus laktiferus), kantong susu (lobus), pembuluh darah dan kelenjar getah bening, dan puting susu (areola).2 Produksi ASI dipengaruhi langsung oleh hormone prolaktin dan oksitoksin. Pada saat hamil, produksi ASI mulai dipersiapkan hingga nanti bayi lahir.

    Ketika bayi menyusui, rangsangan dari puting susu diteruskan ke otak sehingga otak mengeluarkan hormone prolaktin dan oksitoksin. Prolaktin berfungsi untuk mengeluarkan ASI. Saat bayi menyedot puting ibu, hormone prolactin di darah meningkat dan menstimulasi produksi ASI yang ada di kantong ASI. Hormon ini mencapai puncaknya 30 menit setelah penghisapan oleh bayi.3

    Hormon oksitoksin bertugas membuat otot di sekitar area hitam putting berkontraksi sehingga dapat mengeluarkan ASI. Hormon ini mulai bekerja ketika Bunda hendak menyusui anaknya. Refleks hormon ini dipengaruhi oleh emosi dan perasaan ibu, sehingga pada kondisi tertentu dapat terhambat.3

    Banyak Bunda yang panik dan stress bila ASI tidak keluar. Sebenarnya apa sih yang membuat ASI menjadi tidak keluar? Yuk, mari kita lihat penjelasannya.

    1. Emosi ibu yang tidak stabil

    Pada saat ibu melihat bayinya, memegang, memeluk, mencium, hormone oksitoksin bekerja dan melepaskan reflex oksitoksin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Maka tidak heran bila Bunda mengalami perasaan terluka atau sedih, ASI akan tiba-tiba berhenti. Bila Bunda didukung oleh suami dan keluarganya kembali dan merasa nyaman, maka ASI akan kembali mengalir.

    2. Menunda pemberian ASI

    Ketika bayi Bunda lahir, segera berikan ASI, jangan menundanya. Hanya ASI yang dapat memenuhi kebutuhan bayi baru lahir. Kemudian, bila Bunda jarang memberikan ASI karena beberapa kondisi, maka tidak ada yang merangsang hormon prolaktin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Hal ini dapat menyebabkan ASI berkurang.

    3. Posisi bayi dan ibu yang tidak pas

    Pada saat bayi menyusui, pastikan mulutnya menempel penuh ke puting payudara dan bagian hitam di sekitarnya. Bunda dapat mengecek posisi bayi apakah sudah benar atau belum. Posisi yang tidak pas akan membuat produksi ASI menjadi turun.

    4. Hindari alkohol dan nikotin

    Kebiasaan minum alkohol yang banyak dan merokok dapat meurunkan produksi ASI. Kita pasti tahu bahwa rokok mengandung berbagai macam zat yang berbahaya bagi tubuh sehingga konsumsi rokok saat menyusui akan mempengaruhi ASI.

    5. Konsumsi obat-obatan tertentu

    Obat yang mengandung pseudoefedrin dapat menurunkan produksi ASI. Selain itu, beberapa kontrasepsi dapat menyebabkan penurunan produksi ASI. Konsultasikan segera ke dokter terdekat jika Sobat harus mengonsumsi obat-obat tertentu ketika sedang menyusui bayi.

    Nah, sudah jelas bukan, apa yang menyebabkan produksi ASI berkurang hinga tiba-tiba berhenti. Yuk, mulai sekarang Bunda menyusui harus peduli terhadap kesehatan payudara dan hati-hati dalam mengonsumsi saat anda menyusui.

    Referensi:

    1. Hendarto A, Pringgadini K. Nilai Nutrisi ASI. 2013. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu
    2. Mayo Clinic. Female Breast Anatomy. [Internet] Retreieved from: mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/multimedia/breast-cancer-early-stage/sls-20076628?s=3
    3. WHO. The Physiological Basis of Breastfeeding in Infant and young child feeding: Model chapter for the textbooks for medical students and allied professional. 2009. Geneva: WHO Publishing.
    Read More
  • ASI merupakan komponen penting bagi Moms yang menyusui. Payudara sebagai organ yang berperan dalam pembentukan ASI juga penting untuk dirawat agar produksi ASI tidak terhambat. Moms  seringkali mengalami beberapa masalah seputar payudara pada saat menyusui seperti saluran ASI tersumbat, puting payudara nyeri atau lecet, peradangan pada payudara (mastitis), dan pembengkakan payudara (breast engorgement). Pembengkakan payudara […]

    Pijat Payudara pada Bunda Menyusui, Efektifkah?

    ASI merupakan komponen penting bagi Moms yang menyusui. Payudara sebagai organ yang berperan dalam pembentukan ASI juga penting untuk dirawat agar produksi ASI tidak terhambat. Moms  seringkali mengalami beberapa masalah seputar payudara pada saat menyusui seperti saluran ASI tersumbat, puting payudara nyeri atau lecet, peradangan pada payudara (mastitis), dan pembengkakan payudara (breast engorgement).

    Pembengkakan payudara dapat terjadi karena tidak aktifnya hisapan bayi, puting susu terbenam atau terlalu panjang, posisi menyusui yang tidak benar, hingga pengosongan payudara yang tidak sempurna, sehingga menyebabkan penyempitan saluran susu (duktus laktiferus). Bendungan ASI ini menyebabkan payudara menjadi keras pada perabaan, rasa panas, sehingga bayi menjadi sulit menyusu. Kemudian payudara yang membengkak akan terasa lebih asin karena kadar sodiumnya lebih tinggi akibat peradangan dan pembengkakan, sehingga sering menyebabkan si Kecil tidak mau menyusui.

    Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengatasi payudara yang membengkak, antara lain kompres es, memakai bra khusus untuk mengurangi bengkak, pemberian obat anti nyeri, serta pemijatan pada payudara. Nah Moms, cara yang terakhir cukup efektif dalam mengurangi pembengkakan payudara akibat bendungan ASI. Bagaimana caranya? Yuk, kita simak lebih lanjut.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Pemijatan payudara akibat bendungan ASI merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan pada payudara, sehingga produksi ASI tidak terhambat. Sotomi Oketani merupakan orang Jepang pertama yang mempopulerkan pijat Oketani yang dapat memberikan rasa nyaman pada ibu menyusui. Pijat Oketani membuat areola dan puting payudara menjadi lebih elastis dan payudara menjadi lebih lembut serta lancarnya aliran susu karena penekanan pada alveoli (kantung penampung susu).

    Baca Juga: Imunisasi Polio Suntik VS Tetes

    Karakteristik Pijat Oketani antara lain menimbulkan rasa nyaman dan tidak menimbulkan nyeri, Moms dapat merasa pulih dan lega, mencegah luka pada puting payudara dan mastitis, memperbaiki kelainan bentuk puting payudara, meningkatkan proses laktasi, dan tentunya meningkatkan kualitas ASI. Penasaran bukan bagaimana caranya, Moms? Mari kita lihat gambarnya di bawah ini.

    Langkah A1 :

    Mendorong area C dan menariknya ke atas (arah A1) dan B2 dengan menggunakan ketiga jari tangan kanan dan jari kelingking tangan kiri ke arah bahu.

    Langkah A2:

    Mendorong ke arah C 1-2 dan menariknya ke atas dari bagian tengah A (1-2) dengan menggunakan jari kedua tangan ke arah ketiak kiri.

    Langkah A3:

    Mendorong C (2) dan menariknya ke atas A(3) dan B (1) dengan menggunakan jari dan ibu jari tangan kanan dan jari ketiga tangan kiri menempatkan ibu jari di atas sendi kedua dari jempol kanan. Kemudian mendorong dan menarik sejajar dengan payudara yang berlawanan. Mendorong dan menarik nomor (1), (2) dan (3) digunakan untuk memisahkan bagian keras dari payudara dari fasia dari otot dada utama. .

    Langkah A4:

    Menekan seluruh payudara menuju pusar, menempatkan ibu jari kanan pada C (1), tengah, ketiga,dan jari kelingking di sisi B dan ibu jari kiri pada C (1), tengah, ketiga dan kelingking di sisi A.

    Baca Juga: Tips Memerah ASI dan Menyimpannya dengan Baik

    Langkah A5:

    Menarik payudara menuju arah praktisi dengan tangan kanan sementara dengan lembut memutar itu dari pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti langkah 4.

    Langkah A6:

    Menarik payudara ke arah praktisi dengan tangan kiri sambil memutarnya dengan lembut dari pinggiran atas ke pegangan margin bawah payudara seperti teknik no 5. Ini adalah prosedur yang berlawanan dengan langkah no 5.

     Langkah A7:

    Merobohkan payudara menuju arah  praktisi dengan tangan kiri sementara lembut memutar itu dari

    pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti manipulasi 5. Ini adalah prosedur berlawanan dengan operasi (5) . Prosedur manual (5)dan (6) adalah teknik untuk mengisolasi bagian dasar keras dari C- payudara (2) ke C (1) dari fascia pectoralis utama .

    Baca Juga: 9 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan

    Pijat Oketani dapat dilakukan mulai hari pertama setelah melahirkan. Pijat ini dilakukan selama 30 menit pada kedua payudara (15 menit per payudara). Keunggulan Pijat Oketani lainnya adalah dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam kelancaran ASI.Wah, banyak sekali ya manfaatnya pijat ini. Jadi, sudah ingin mencoba, Moms?

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Kusumastuti, Qomar UL, Pratiwi. Efektivitas pijat oketani terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu post partum. The 7th University Research Colloqium 2018. STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.
    2. Thomas P, Chhugani M, Rahman J. Varun N. Effectiveness of breast massage on mild breast engorgement, breast milk pH and suckling speed of neonate among the postnatal mothers. International Journal of Current Research.2017; 9(10): 58821-58826.
    3. Machmudah. Sukses menyusui dengan pijat Oketani. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2017.

     

    Read More
  • Halo ibu! Bagaimana kabar Anda setelah akhirnya sang buah hati lahir? Semoga ibu selalu sehat dan Anda pun tidak melupakan kesehatan buah hati ya. Dan sebaiknya, walaupun Anda bekerja atau sibuk dengan urusan lainnya, Anda tetap memberikan ASI sebagai asupan gizi terbaik bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengerti cara memerah ASI dan menyimpannya. Ingin […]

    Tips Memerah ASI dan Menyimpannya dengan Baik

    Halo ibu! Bagaimana kabar Anda setelah akhirnya sang buah hati lahir? Semoga ibu selalu sehat dan Anda pun tidak melupakan kesehatan buah hati ya. Dan sebaiknya, walaupun Anda bekerja atau sibuk dengan urusan lainnya, Anda tetap memberikan ASI sebagai asupan gizi terbaik bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengerti cara memerah ASI dan menyimpannya. Ingin tahu bagaimana cara memerah ASI yang baik dan benar, serta cara menyimpannya? Simak yang berikut ini:

    memerah asi

    Memerah ASI dapat menggunakan cara manual (menggunakan tangan) ataupun mekanis (menggunakan pompa air susu yang dijual di pasaran). Sebelum mulai memerah ASI, cucilah kedua tangan Anda dan pastikan peralatan (pompa, cangkir bermulut lebar untuk menampung ASI sementara, botol kaca untuk menyimpan ASI) telah dalam keadaan steril.

    Manual:

    1. Kompreslah kedua payudara dengan air hangat (+15 menit)
    2. Pijatlah payudara secara ringan ke arah bawah dan lakukan gerakan melingkar ke arah puting susu
    3. Tempatkan tangan di tepi areola (area sekitar puting susu yang berwarna lebih gelap)salah satu payudara, posisi ibu jari berlawanan dengan jari telunjuk
    4. Tekan tangan ke arah dada, tekan ibu jari dan telunjuk secara lembut dan bersamaan pada tepi areola. Ulangi secara teratur dan putarlah jari secara perlahan di sekeliling payudara agar tekanan mengenai seluruh saluran air susu dan seluruh ASI bisa dikeluarkan
    5. Letakkan cangkir bermulut lebar di bawah payudara yang diperah untuk menampung air susu yang menetes
    6. Teruskan dengan memerah payudara yang sebelahnya. Jika diperlukan, setelah memerah payudara kedua, dapat kembali ke payudara pertama lagi. Hal ini dapat dilakukan bila payudara masih terasa berat dan penuh dengan air susu. Pijatlah payudara di antara waktu-waktu pemerahan
    7. Jangan meremas payudara atau menggosok dan menekan puting dengan kasar agar tidak melukai jaringan payudara
    8. Biasanya diperlukan waktu sekitar 30 menit untuk memerah kedua payudara, dan mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama bila Anda belum terbiasa. Oleh karena itu, bersabarlah dan tidak usah frustrasi bila air susu tidak mengalir deras
    9. Mengalirnya air susu dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang dapat muncul bila ibu merasa rileks. Melihat benda-benda yang mengingatkan ibu pada bayinya atau menelpon rumah untuk mendengarkan suara bayi dapat membantu ibu lebih rileks dan mempermudah keluarnya air susu

    Menggunakan Pompa:

    Perhatikanlah instruksi penggunaan yang terlampir saat membeli pompa air susu. Bersihkanlah pompa sebelum dan sesudah penggunaan, atau disterilkan sesuai instruksi penggunaan.

    1. Basahilah bagian dalam cup tabung yang ditempelkan pada payudara dengan air hangat. Tekan pompa, tempelkan cup tersebut ke payudara dengan benar, kemudian lepaskan tekanan pada pompa agar payudara menempel dengan erat
    2. Tekan pompa dengan tangan sampai air susu mengalir. Saat aliran telah berubah menjadi tetesan, lepaskan cup dengan hati-hati, dan bersihkan payudara dengan kain kering
    3. Pindahkan pompa ke payudara sebelahnya dan lakukan prosedur yang sama. Anda dapat melakukannya berulang-ulang secara bergantian pada kedua payudara

    Setelah selesai memerah ASI, bersihkanlah payudara dengan lap bersih sebelum kembali berpakaian. Pindahkanlah ASI perah dari wadah sementara ke dalam botol kaca atau botol khusus ASI dan tutuplah dengan rapat.

    Untuk cara penyimpanan ASI, sebelumnya pastikan kedua tangan Anda dalam keadaan steril. Cucilah tangan dengan sabun dan simpan ASI perah dalam freezer. Jangan lupa untuk mengingat beberapa hal ini sebelum menyimpan ASI ke dalam freezer:

    • Berikanlah label pada botol bertuliskan tanggal dan jam ASI diperah, agar ASI dapat digunakan sebelum kandungannya rusak.
    • ASI yang baru saja diperah, atau sering disebut ASI perah (ASIP) segar, dapat bertahan sekitar 6-8 jam dalam suhu ruangan (19 – 25oC).
    • Bila ASI masih berupa kolostrum, yaitu ASI kental berwarna kekuningan yang keluar pada hari-hari pertama setelah persalinan, dapat bertahan dalam suhu ruang hingga 12 jam.
    • Dalam cooler box (4-15oC) yang dijaga tetap tertutup, ASIP bisa bertahan 24 jam. Bila ASIP segar disimpan dalam kulkas bersuhu 0-4o C, ASIP dapat bertahan selama 5-8 hari.
    • ASIP yang disimpan dalam freezer akan bertahan lebih lama; freezer pada kulkas 1 pintu memberikan waktu simpan hingga 2 minggu, sedangkan dalam freezer kulkas 2 pintu, ASIP bisa bertahan hingga 6 bulan.
    • Simpanlah botol ASIP pada kulkas bagian dalam paling belakang, yang suhunya paling dingin. Jangan menyimpan ASIP di bagian pintu kulkas, karena suhunya kurang stabil.
    • Wadah yang digunakan untuk menyimpan ASIP sebaiknya yang terbuat dari kaca, agar lemak dari ASI tidak mudah tertinggal menempel pada dinding wadah.
    • Isilah botol-botol itu dengan ASI sejumlah yang akan habis dalam satu kali minum oleh bayi, sebab ASIP yang telah dihangatkan, tidak boleh dibekukan kembali.
    • ASI tidak boleh direbus.
    • Untuk menghangatkannya, isilah sebuah mangkok dengan air panas, dan letakkan botol kaca berisi ASIP di dalamnya.
    • ASIP beku juga dapat disimpan dalam kulkas biasa dulu selama 24 jam agar mencair, sebelum dihangatkan dan diberikan pada bayi menggunakan sendok.
    • Gunakanlah ASIP dimulai dari botol yang tanggal pemerahannya lebih awal.

    Demikianlah cara memerah dan menyimpan ASI, cukup sederhana bukan? Berjauhan dengan bayi dan memiliki segudang aktivitas tidak lagi menjadi penghalang untuk memberikan ASI. Mari segera praktekkan!

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Memompa dan Menyimpan ASI
    • TanyaDok.com: Pompa ASI Solusi Wanita Menyusui yang Bekerja
    • TanyaDok.com: Cara Menyimpan ASI Perah dengan Tepat
    Read More

Showing 1–10 of 13 results

Chat Asisten ProSehat aja