Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ asean game”

  • Berolahraga ditengah-tengah padatnya jadwal dan kesibukan? Mengapa tidak. Generasi anak muda zaman sekarang atau generasi milenial yang penuh dengan segudang bakat dan potensi, seringkali dihadapkan pada aktivitas yang padat dan kesibukan yang luar biasa, belum lagi ditambah berbagai urusan keluarga dan urusan pribadi yang juga tidak kalah penting. Apalagi memerhatikan kesehatan dan kebugaran, waktu untuk […]

    5 Jenis Olahraga yang Cocok Untuk Generasi Milenial

    Berolahraga ditengah-tengah padatnya jadwal dan kesibukan? Mengapa tidak. Generasi anak muda zaman sekarang atau generasi milenial yang penuh dengan segudang bakat dan potensi, seringkali dihadapkan pada aktivitas yang padat dan kesibukan yang luar biasa, belum lagi ditambah berbagai urusan keluarga dan urusan pribadi yang juga tidak kalah penting. Apalagi memerhatikan kesehatan dan kebugaran, waktu untuk berisitirahat yang cukup saja mungkin langka didapat.

    Namun tidak dapat dipungkiri, kesehatan adalah hal yang harus dijaga dan diusahakan agar tubuh tetap prima dalam menghadapi segudang aktivitas Sahabat. Kita dianjurkan untuk berolahraga 5 hari dalam seminggu dan masing-masing paling tidak 30 menit. Apapun pekerjaan Sobat dan sesibuk apapun Anda, berusahalah untuk mencari waktu berolahraga meski hanya sebentar. Jangan khawatir! Kami memiliki beberapa tips kreatif yang dapat dilakukan agar tetap dapat berolahraga ditengah-tengah kesibukan Anda, dengan tetap mengacu pada fakta medis yang diperoleh dari berbagai penelitian. Yuk kita simak bersama!

    Berolahraga Pagi Hari

    Mulailah membangun komitmen untuk bangun tidur 30 menit lebih awal untuk berolahraga. Olahraga yang cocok untuk dilakukan di pagi hari adalah olahraga aerobik yang sederhana dan mudah seperti jogging atau lari pagi, atau gerakan-gerakan sederhana lainnya seperti pada kelas aerobik. Berolahraga di pagi hari akan meningkatkan kemampuan metabolisme tubuh, sehingga tubuh akan terasa lebih segar dan berenergi saat bekerja. Berita baik lainnya, penelitian juga menemukan olahraga pagi hari secara rutin ternyata dapat meningkatkan rasa lebih kenyang setelah makan sehingga mengurangi porsi makan yang berlebihan.

    Bersepeda atau Berjalan Kaki ke Tempat Kerja

    Jika jarak rumah dan lokasi tempat kita bekerja tidak terlalu jauh, cobalah berjalan kaki atau bersepeda saat ke tempat kerja. Bila cukup jauh hingga berjalan kaki terasa mustahil, bersepeda mungkin pilihan yang lebih bijak. Untuk dapat merealisasikan ini, Anda perlu berkomitmen untuk bangun dan berangkat lebih pagi dari biasanya agar tetap tidak terlambat masuk kerja. Berjalan kaki atau bersepeda ke tempat kerja memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, yaitu tubuh lebih bugar dan tidak mudah sakit, jantung yang sehat, mengurangi risiko kanker, dan peningkatan performa dalam bekerja.

    Gunakan Tangga

    Umumnya kita menemukan tangga di lingkungan tempat kerja kita bekerja. Cobalah untuk mengurangi penggunaan lift dan eskalator, mulailah menaiki tangga. Menaiki tangga adalah olahraga yang sangat mudah dilakukan dan salah satu olahraga terbaik yang bisa dilakukan. Penelitian menemukan olahraga dengan menaiki tangga secara rutin selain memperkuat otot dan stamina, juga berdampak positif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah, menurunkan lemak darah, dan menurunkan berat badan. Olahraga dengan menaiki tangga juga cocok untuk membantu mempercepat menurunkan berat badan bagi Anda yang mengalami obesitas. Tunggu apalagi, mulai besok ayo gunakan tangga sesering mungkin!

    Kurangi Duduk, Maksimalkan Jam Istirahat Makan Siang Anda

    Jika biasanya pada jam makan siang Anda hanya duduk beristirahat di meja kantor,  atau Anda sudah membawa bekal lalu makan di atas meja kantor dan tidak bergerak ke manapun, mulai sekarang beranjaklah. Ratusan penelitian sudah setuju bahwa duduk terlalu lama dan kurangnya aktivitas fisik berisiko tinggi menyebabkan penyakit diabetes dan gangguan jantung di kemudian hari.

    Banyak hal kreatif yang dapat Anda lakukan di jam istirahat Anda, seperti berjalan kaki mencari tempat makan di sekitar kantor Anda, melakukan gerakan senam dan ‘stretching’, dan lainnya. Bila perlu bawalah salah satu barbel Anda dan simpan di tempat kerja untuk dapat digunakan setiap jam istirahat. Penelitian juga menemukan bahwa melakukan gerakan stretching rutin dapat membantu mengurangi nyeri leher dan punggung bawah akibat posisi duduk terlalu lama.

    Housework atau Bersih-bersih

    Mungkin kedengarannya membosankan, namun melakukan pekerjaan rumah dapat membantu tubuh kita bergerak dan berkeringat. Sepulang bekerja, sempatkan diri untuk melakukan pekerjaan rumah meski sebentar. Lakukan pekerjaan rumah yang ringan seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, dan kegiatan bersih-bersih lainnya. Tidak perlu terlalu berat dan berlebihan hingga terlalu lelah, karena penelitian justru menunjukkan bahwa melakukan pekerjaan rumah yang terlalu berat dapat berdampak buruk pada kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh, sama halnya seperti olahraga yang terlalu berat dan berlebihan.

    Ternyata banyak hal yang bisa Sahabat lakukan untuk tetap sehat di tengah-tengah kesibukan dan padatnya jadwal Anda. Beberapa tips di atas dapat diterapkan dan sesuaikanlah dengan kondisi lingkungan tempat kerja Anda. Sahabat dapat berkreasi lebih banyak lagi di luar tips-tips di atas sambil menyesuaikan kira-kira mana yang tepat dan cocok untuk Anda. Selamat berolahraga!

    Jangan lupa, Anda juga bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    DAFTAR PUSTAKA

    1. TheActiveTimes. Dossantos N. 8 ways to exercise on a busy schedule. Updated 5 Feb 2016. Diakses 30 Juli 2018. Available at: theactivetimes.com/fitness/your-first-time/8-ways-exercise-busy-schedule
    2. Boreham CAG, Kennedy RA, Murphy MH, Tully M, Wallace WFM, Young I. Training effects of short bouts of stair climbing on cardiorespiratory fitness, blood lipids, and homocysteine in sedentary young women. British Journal of Sports Medicine. 2005;39(9);590–593.
    3. Dunstan DW, Howard B, Healy GN, Owen N. Too much sitting – A health hazard. Diabetes Research and Clinical Practice. 2012;97(3);368–376.
    4. Seo DY, Lee S, Kim N, Ko KS, Rhee BD, Park BJ, Han J. Morning and evening exercise. Integrative Medicine Research. 2013;2(3);139–144.
    5. Alizadeh, Z., Mostafaee, M., Mazaheri, R., & Younespour, S. Acute effect of morning and afternoon aerobic exercise on appetite of overweight women. Asian Journal of Sports Medicine. 2015;6(2); 1–6.
    6. Mayo Clinic. Mayo Clinic Staff. Fitting in fittness: finding time for physical activity. Diakses 30 Juli 2018. Available at: mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/fitness/art-20044531
    7. Oja P, Vuori I, Paronen O. Daily walking and cycling to work: Their utility as health-enhancing physical activity. Patient Education and Counseling. 1998;33(1);87–94.
    8. Eves FF, Webb OJ, Mutrie N. A workplace intervention to promote stair climbing: Greater effects in the overweight. Obesity. 2006;14(12);2210–2216.
    9. Sihawong R, Janwantanakul P, Sitthipornvorakul E, Pensri P. Exercise therapy for office workers with nonspecific neck pain: A systematic review. Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics. 2011;34(1);62–71.
    10. Lawlor DA, Taylor M, Bedford C, Ebrahim S. Is housework good for health? Levels of physical activity and factors associated with activity in elderly women. Results from the British Women’s Heart and Health Study. Journal of Epidemiology and Community Health. 2002;56(6);473–478.
    11. Murphy MH, Donnelly P, Breslin G, Shibli S, Nevill AM. Does doing housework keep you healthy? the contribution of domestic physical activity to meeting current recommendations for health. BMC Public Health. 2013;13(1);1.

     

    Read More
  • Media sosial memang banyak membawa dampak bagi kehidupan manusia di era ini. Tak hanya dampak negatif, namun banyak juga dampak positif yang diberikan oleh media sosial. Bagi muda mudi milineal, belum lengkap rasanya jika belum mem-posting kegiatan mereka sehari-hari, termasuk kegiatan berolahraga seperti lari, bersepeda, zumba, muay-thai, nge-gym, dan lain-lain. Awalnya mungkin para muda-mudi ini […]

    5 Manfaat Olahraga untuk Kaum Milineal

    Media sosial memang banyak membawa dampak bagi kehidupan manusia di era ini. Tak hanya dampak negatif, namun banyak juga dampak positif yang diberikan oleh media sosial. Bagi muda mudi milineal, belum lengkap rasanya jika belum mem-posting kegiatan mereka sehari-hari, termasuk kegiatan berolahraga seperti lari, bersepeda, zumba, muay-thai, nge-gym, dan lain-lain. Awalnya mungkin para muda-mudi ini berolahraga untuk terlihat keren dan kekinian, namun seiring berjalannya waktu banyak manfaat dari olahraga yang mereka rasakan, sehingga timbulah rasa butuh terhadap olahraga.

    Menurut ilmu fisiologi, olahraga adalah serangkaian gerak raga yang dilakukan secara teratur dan terencana oleh seorang individu untuk meningkatkan kemampuan fungsionalnya, dimana kemampuan fungsional disini salah satunya termasuk kesehatan, baik kesehatan raga maupun kesehatan mental. Olahraga dan kesehatan memang dua hal yang selalu berjalan beriringan. Dengan rutin berolahraga maka tubuh juga akan selalu merasa sehat dan dijauhkan dari berbagai macam penyakit.

    Dengan rutin berolahraga terjadi peningkatan elastisitas pembuluh darah dan pengefisienan kerja jantung. Selain itu, metabolisme juga terjadi lebih cepat sehingga bahan-bahan sisa metabolisme juga dapat dibuang lebih cepat. Olahraga juga membuat otot-otot tubuh kita menjadi lentur namun tetap kencang. Dan dengan berolahraga juga tubuh akan mengeluarkan beberapa hormon yang baik untuk kita, salah satunya adalah hormon antistres.

    Berikut adalah beberapa manfaat olahraga yang sangat baik untuk tubuh:

     

    • MENURUNKAN RISIKO STRES

     

    Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, dengan berolahraga tubuh mengeluarkan hormon yang bermanfaat untuk tubuh, salah satunya adalah endorphin. Endorphin adalah salah satu hormon yang membuat diri kita selalu merasa bahagia. Berbagai macam tekanan hidup, baik dari pekerjaan atau dari hal lainnya pasti sering membuat kita merasa stres, namun dengan kemunculan endhorphin ini, kita akan menjadi lebih positif dalam menghadapi berbagai  tekanan yang ada, sehingga stres akan pergi jauh dari sekitar kita.

     

    • MENINGKATKAN INTELEKTUALITAS

     

    Peningkatan elastisitas pembuluh darah ini berdampak pada kelancaran aliran darah, termasuk aliran darah ke otak. Dengan kelancaran aliran darah ini, sel otak mendapatkan nutrisi yang sangat cukup, sehingga otak mampu bekerja dengan sangat maksimal. Otak yang bekerja dengan sangat maksimal dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kognitif kita.

     

    • MEMBUAT AWET MUDA

     

    Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, dengan berolahraga otot menjadi lentur dan tetap kencang. Dengan komposisi otot yang seperti ini, badan kita akan terlihat tetap kencang seperti saat masih gadis dulu. Selain itu, otot-otot didaerah wajah yang kecil-kecil juga akan tetap kencang, dan menyamarkan garis garis keriput yang mulai muncul seiring berjalannya usia.

     

    • MENINGKATKAN PERCAYA DIRI

     

    Dengan berolahraga, sudah pasti kita akan memiliki berat badan yang ideal. Dengan badan yang tetap ideal, dan otot-otot yang tetap kencang, serta perasaan positif yang muncul, kita akan merasa lebih percaya diri. Selain itu dengan berat badan yang ideal kita bisa bebas menggunakan baju sesuai selera tanpa harus takut terlihat gendut, hal ini juga dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan diri.

     

    • MENURUNKAN RISIKO PENYAKIT

     

    Dengan rutin berolahraga sejak muda, kita akan menurunkan risiko terjadinya osteoporosis pada saat tua nanti. Selain itu dengan berolahraga juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan paru juga kejadian stroke.

    Yuk, Sahabat mulai semangat berolahraga! Jangan lupa, Anda juga bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. Giriwijoyo & Didik . 2012. Ilmu Kesehatan Olahraga. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
    2. Menpora RI. (2014). Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2010 ± 2014. Jakarta: Kemenpora RI.
    3. Sumartiningsih, Tipologi dan Prestasi Atlet (Ditinjau dari Atlet Jawa TImur pada PON XVII). Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia. Vol.1. Semarang. 2013.
    4. Kusnan. (2013). Olahraga dalam Membangun Kualitas Sumber Daya yang Sehat dan Bugar.
    5. Metabolisme Energi Tubuh & Olahraga. Sports Sciene Brief. Vol.1. Jakarta.2013.

     

    Read More
  • Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting bagi tubuh agar kita tetap sehat dan bugar. Berbagai macam pilihan olahraga pun sudah banyak tersedia. Namun, seringkali kita lupa bahwa selain berolahraga, makanan yang kita makan juga penting loh! Nutrisi yang tepat penting agar olahraga yang kita lakukan tidak sia-sia dan tetap memberi dampak yang positif […]

    Makanan Sebelum dan Sesudah Olahraga

    Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting bagi tubuh agar kita tetap sehat dan bugar. Berbagai macam pilihan olahraga pun sudah banyak tersedia. Namun, seringkali kita lupa bahwa selain berolahraga, makanan yang kita makan juga penting loh! Nutrisi yang tepat penting agar olahraga yang kita lakukan tidak sia-sia dan tetap memberi dampak yang positif bagi kesehatan.

    Kurangnya pengetahuan akan nutrisi akan membuat berbagai aspek pada olahraga menjadi kurang maksimal dan bahkan bisa berakibat penurunan kekebalan tubuh. Kali ini kita akan membahas mengenai nutrisi makanan yang tepat untuk berolahraga, baik sebelum, saat berolahraga (jika perlu), maupun sesudah berolahraga. Ingat, hal ini berbeda dengan program diet untuk menurunkan berat badan atau semacamnya. Yuk, mari kita pahami bersama.

    Sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia ada tiga macam, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Setiap makanan yang kita makan akan mengandung paling tidak salah satu dari komponen tersebut, dan seringkali lebih dari satu jenis. Ketiganya dapat memberikan energi, namun masing-masing memiliki ciri khas dan peranan tersendiri.

    Pengetahuan ini akan membantu kita makanan apa yang cocok untuk kita makan sebelum, saat berolahraga, dan setelah berolahraga. Dengan demikian, olahraga yang kita lakukan lebih maksimal dan terarah, berdampak positif bagi kesehatan, dan menurunkan kemungkinan risiko cedera otot.

    Karbohidrat, merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan oleh sel otot, dan adalah sumber utama energi saat berolahraga. Karbohidrat adalah sumber energi yang cepat, sehingga sangat diperlukan dalam berolahraga. Karbohidrat akan disimpan di dalam otot dalam bentuk ‘glikogen’, dan akan digunakan sebagai cadangan energi. Saat berolahraga, dalam 30 menit pertama otot akan menggunakan cadangan energi ini terlebih dahulu.

    Sambil berolahraga, cadangan ini perlahan-lahan akan berkurang. Jika cadangan karbohidrat ini habis, maka otot akan merasa ‘kelelahan’. Di sinilah kita akan mulai merasakan nyeri pada otot, dan pada kondisi ini otot sangat rentan mengalami kram dan cedera. Oleh karena itu, sebelum berolahraga dianjurkan untuk makan makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, roti, sereal, oat, kentang, pasta, susu, cokelat, dan buah-buahan (atau jus buah) seperti pisang, apel, dan pir.

    Makanan yang mengandung karbohidrat.

    Pentingnya karbohidrat sebagai sumber energi dalam berolahraga.

    Protein adalah komponen makanan yang cukup terkenal saat ini, apalagi bagi mereka yang ingin membentuk otot. Benar sekali, protein berfungsi untuk membantu dalam pembentukan dan pemulihan otot, meningkatkan dan mempertahankan kekuatan otot. Namun yang perlu diingat adalah otot kita tidak bergantung pada protein sebagai sumber energinya. Hanya 5% energi dari tubuh yang disuplai oleh protein. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk bergantung pada makanan tinggi protein sebagai sumber energi utama sebelum berolahraga.

    Protein tetap diperlukan dalam berolahraga namun bukanlah sumber energi utama. Protein cocok untuk dikonsumsi setelah berolahraga untuk membantu stimulasi pembentukan otot. Para peneliti mengatakan sebaiknya protein selalu ada dalam setiap makanan kita agar suplai protein selalu ada sepanjang hari, dan hal ini ternyata berdampak lebih baik dalam proses pembentukan otot yang maksimal. Makanan yang mengandung protein adalah telur, daging, ikan, susu, kacang-kacangan, keju, kacang kedelai, dan juga pada beberapa jenis sayuran meski dalam jumlah lebih sedikit.

    Makanan yang mengandung protein.

    Lemak, merupakan penghasil energi paling besar di antara yang lain. Satu gram lemak dapat memberikan 9 kilokalori energi, sedangkan karbohidrat dan protein masing-masing hanya memberikan 4 kilokalori saja. Lemak akan dipakai sebagai sumber energi utama dalam olahraga dengan intensitas yang ringan-sedang namun pada waktu yang cukup lama. Contoh, pada olahraga seperti lari marathon, 50-90% energi didapat dari pembakaran lemak. Olahraga seperti ini cocok untuk membakar lemak.

    Tetapi perlu diingat, otot kita dapat menggunakan lemak sebagai sumber energi jika otot-otot kita dalam kondisi yang sehat, dan untuk itu diperlukan olahraga yang rutin dan teratur serta nutrisi yang tepat. Sehingga, makanan mengandung lemak tidak dianjurkan dalam jumlah banyak pada kondisi manapun, lemak juga memiliki banyak dampak yang buruk bagi kesehatan.

    Nah, sekarang Sobat dapat mengetahui kira-kira apa saja makanan yang tepat untuk dikonsumsi sebelum dan sesudah berolahraga. Sebelum berolahraga, kira-kira 1 sampai 4 jam sebelum berolahraga sebaiknya kita perlu mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, rendah protein, dan rendah lemak. Sedikit cemilan ringan mengandung karbohidrat juga boleh dikonsumsi beberapa saat sebelum berolahraga agar Sobat tidak merasa lapar saat berolahraga. Jangan lupa untuk selalu minum air yang cukup sebelum berolahraga.

    Lalu, selama berolahraga, jangan lupa minum air yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat. Tambahan karbohidrat saat berolahraga biasanya tidak diperlukan jika olahraga tidak terlalu berat dan tidak melebihi 45 menit. Setelah berolahraga, Sobat perlu mengganti cadangan energi otot (glikogen) dan cairan yang hilang saat berolahraga. Oleh karena itu, dalam waktu setelah selesai berolahraga hingga maksimal 2 jam setelah berolahraga, kita perlu mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat dan minum air yang cukup setelah berolahraga. Dan jangan lupa, konsumsi protein juga diperlukan untuk membantu pemulihan dan pembentukan otot. Sesuaikan banyaknya makanan yang kita konsumsi dengan jenis olahraga dan berapa lama olahraga yang kita akan lakukan.

    Yuk, Sahabat mulai semangat berolahraga! Jangan lupa, Anda juga bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madden CC, Putukian M, McCarty EC, Young CC. Netter’s sports medicine. 2nd ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 28-33.
    2. Benardot D. Advanced sports nutrition. 2nd ed. USA: Human Kinetics; 2012. p. 155.
    3. Bean A. The complete guide to sports nutrition. London: A & C Black Publishers; 2009. p. 21-4.
    4. Daries H. Nutrition for sport and exercise: a practical guide. USA: Blackwell Publishing; 2012. p. 94.
    5. Dunford M, Doyle JA. Nutrition for sport and exercise. USA: Thomson Wadsworth; 2008. p. 314-8.
    Read More
  •  Perut merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang sangat menarik untuk diperhatikan. Banyak wanita mendambakan memiliki perut yang ramping dan kencang. Bahkan pada sekitar abad ke-18 di Eropa, wanita yang memiliki perut terkecil diklaim sebagai wanita tercantik pada masa itu. Bahkan dengan memiliki perut ramping dan kencang, tingkat kepercayaan diri seorang wanita akan meningkat berkali-kali […]

    Menuju Perut Idaman dengan Sit Up dan Prone Plank

     Perut merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang sangat menarik untuk diperhatikan. Banyak wanita mendambakan memiliki perut yang ramping dan kencang. Bahkan pada sekitar abad ke-18 di Eropa, wanita yang memiliki perut terkecil diklaim sebagai wanita tercantik pada masa itu. Bahkan dengan memiliki perut ramping dan kencang, tingkat kepercayaan diri seorang wanita akan meningkat berkali-kali lipat.

    Penyebab perut bertambah besar dan tak kencang lagi adalah karena penumpukan lemak viseral di dalam tubuh. Penumpukan lemak viseral ini bisa terjadi karena banyak hal, seperti kurang olahraga, makan-makanan cepat saji atau banyak mengandung lemak jenuh seperti gorengan, stres, serta mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Stres dan alkohol menyebabkan peningkatan kadar hormon kortisol, sehingga gula (hasil pecahan dari karbohidrat yang kita makan) mudah memasuki aliran darah dan menyebabkan kelebihan energi, energi yang berlebihan tersebut disimpan dalam bentuk lemak yang tertimbun di dalam tubuh terutama perut.

    Selain karena penyebab gaya hidup yang kurang baik, faktor genetik juga cukup berperan. Jika memiliki orang tua yang memiliki perut cenderung buncit, maka sangat besar kemungkinannya kita juga memiliki perut yang buncit. Khusus pada wanita, perut yang tidak kencang juga disebabkan karena faktor sehabis hamil dan melahirkan. Namun, jangan bersedih, karena dengan menjaga pola makan dan melakukan olahraga yang sesuai, permasalahan perut tersebut dapat diselesaikan.

    Untuk menuju perut idaman, hindarilah makanan yang banyak mengandung lemak jenuh seperti gorengan, santan, serta makanan cepat saji. Perbanyaklah konsumsi buah, sayur dan air putih, serta kurangi karbohidrat dan perbanyak protein. Selain itu, untuk para Moms yang baru melahirkan jangan ragu untuk memberi ASI dan menggendong buah hati kita, selain meningkatkan bounding antara ibu dan anak, kegiatan tersebut juga mampu mengikis kenaikan berat badan selama hamil kemarin, dan yang terpenting adalah olahraga.

    Olahraga adalah serangkaian gerak teratur dan terencana untuk memelihara dan meningkatkan kualitas hidup. Olahraga atau yang dapat kita persempit menjadi latihan fisik ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan karena menurunkan semua risiko kematian. Salah satu latihan fisik yang dipusatkan pada bagian perut adalah sit up dan prone plank.

    Sit up adalah gerakan yang dilakukan dengan posisi badan setengah terlentang dan kaki dilipat serta tangan berada di belakang kepala, dan kemudian setengah badan diangkat sampai siku menyentuh lutut, gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang. Saat badan diangkat dilakukan penarikan napas, dan saat badan turun dilakukan penghembusan napas. Latihan sit up termasuk latihan resistensi dimana latihan tersebut mampu mengurangi diameter sel lemak terutama di daerah perut dan di tempat penyimpanan lainnya di dalam tubuh.

    Prone plank merupakan salah satu jenis latihan yang bersifat isometrik, latihan tersebut bersifat statik kontraksi. Pada prone plank otot berkontraksi melawan tahanan tanpa disertai dengan perubahan panjang otot dan gerakan sendi. Gerakan dimulai dengan memperpanjang kaki diposisikan bersama-sama dengan siku menekuk dan tubuh bertumpu pada lengan atas. Dalam setiap latihan, gerakan tersebut dilakukan sebanyak 3 kali, dengan durasi masing-masing selama 30 detik, dan disetiap jeda antar gerakannya diberi waktu istirahat selama 15 detik. Latihan prone plank seperti ini dikatakan mampu memberikan tahanan pada otot perut dan otot bokong, sehingga akan memperkencang bagian perut dan bokong kita.

    Jangan lupa, Anda juga bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. Katch F.I., Clarkson, P.M., Kroll, W., McBride, T., Wilcox A. 2013. Effects of sit up exercise training on adipose cell size and adiposity. Research Quarterly for Exercise and Sport.
    2. Brad, J. S. dan Bret, M.2013. Exercise Technique: The Long-Lever Posterior-Tilt Plank. Strength and Conditioning Journal.
    3. Bener A., Obesity Index That Better Predict Metabolic Syndrome: Body Mass Index, Waist Circumference, Waist Hip Ratio, or Waist Height Ratio, Hindawi Publishing Corporation Journal of Obesity Volume 2013.
    4. Lowry R, Michael S, Demissie, Kann L, and Galuska D,Associations of Physical Activity and Sedentary Behaviors with Dietary Behaviors among US High School Students, Hindawi Publishing Corporation Journal of Obesity Volume 2015.
    5. Kelley G., Kristi S., Effects of Exercise in the Treatment of Overweight and Obese Children and Adolescents: A Systematic Review of Meta-Analyses, Hindawi Publishing Corporation Journal of Obesity Volume 2013.

     

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja