Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ anak”

Showing 61–70 of 72 results

  • Seiring perkembangan zaman muncul banyak kreasi dan inovasi salah satunya di bidang kuliner. Berbagai kuliner jajanan menggugah dengan mudah dapat anda temui di setiap sudut keramaian. Tentunya, memunculkan hasrat anda untuk mencicipi aneka makanan tersebut. Tak hanya orang dewasa anak-anak pun pasti akan tergiur untuk ikut mencicipinya. Tapi, hal pertama yang harus anda antisipasi adalah […]

    Kuliner Bersama Anak Perhatikan Beberapa Hal Berikut

    Seiring perkembangan zaman muncul banyak kreasi dan inovasi salah satunya di bidang kuliner. Berbagai kuliner jajanan menggugah dengan mudah dapat anda temui di setiap sudut keramaian. Tentunya, memunculkan hasrat anda untuk mencicipi aneka makanan tersebut. Tak hanya orang dewasa anak-anak pun pasti akan tergiur untuk ikut mencicipinya. Tapi, hal pertama yang harus anda antisipasi adalah kebersihan dan keamanan pengolahan makanan tersebut. Karena jika tidak, bukannya rasa enak makanan yang didapatkan justru penyakit yang diundang.

    Apalagi jika anak anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri dan kotoran tentu akan memberikan efek negatif dalam tubuhnya. Bisa saja ia sakit perut, diare, mual, dan muntah setelah memakannya. Kejadian yang lebih buruk bisa terinfeksi typus atau hepatitis A. Mari kita bahas sedikit mengenai typus dan hepatitis A yang diakibatkan dari konsumsi makanan yang tidak bersih.

    Tipus atau tifus merupakan infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan bakteri Salmonella typhii. Tipus dapat menular melalui kotoran sehingga sangat erat kaitannya dengan higienitas. Gejala yang ditimbulkan dari tipus antara lain, demam lebih dari seminggu, mual, muntah, mencret atau bisa sembelit. Tipus ini cukup berbahaya terlebih setelah demam minggu kedua. Akan muncul komplikasi berupa perdarahan di saluran pencernaan akibat bakteri Salmonella typhii yang menggerogoti lapisan usus.

    toddler girl eating in outdoor cafe

    Hepatitis A merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi virus hepatitis A. Hepatitis A sering melanda anak-anak, terlebih didaerah dengan sanitasi rendah. gejala proses. Seringkali pada anak usia dibawah 6 tahun hepatitis tidak menampakan gejala, walaupun demikian peluang untuk menularkan virus hepatitis sangat besar. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain demam, tidak nafsu makan, letih, sakit perut, muntah, warna air kencing seperti teh, mengunging pada kulit dan mata.

    Lantas makanan apa saja yang rentan terkontaminasi virus dan bakteri? Umumnya makanan yang rentan adalah makanan mentah seperti, daging, unggas, olahan laut, telur, buah, dan sayuran. Kontaminasi rentan jika pencucian tidak bersih dan pengolahan makanan tidak benar-benar matang.

    Untuk mencegah infeksi penyakit akibat makanan tersebut, apa yang harus anda lakukan?

    1. Mencuci tangan sebelum memegang makanan, setelah buang air, dan setelah mengganti popok.
    2. Masak makanan hingga matang
    3. Tutup makanan dengan tudung saji
    4. Cuci bersih bahan makanan dengan air mengalir

    Selain itu, Anda bisa melindungi diri dengan vaksinasi. Kini ada cara mudah loh! Hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Mengenal Hepatitis A pada Anak [Internet]. IDAI. 2015 [cited 7 February 2018]. Available from: idai.or.id
    2. Mengenal Demam Tifoid [Internet]. IDAI. 2016 [cited 6 February 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Pernahkan Anda mendengar kata pertusis? Pertusis adalah batuk rejan atau batuk 100 hari yang disebabkan oleh infeksi tenggorokan akibat bakteri Bordetella pertussis. Menurut data WHO di tahun 2008 terjadi 16 juta kasus pertusis di seluruh dunia. Sebanyak 95% kasus ditemukan di Negara berkembang dan telah merenggut  nyawa 195000 anak. Batuk jenis pertusis ini tak seperti […]

    MENGENAL PERTUSIS PADA ANAK

    Pernahkan Anda mendengar kata pertusis? Pertusis adalah batuk rejan atau batuk 100 hari yang disebabkan oleh infeksi tenggorokan akibat bakteri Bordetella pertussis. Menurut data WHO di tahun 2008 terjadi 16 juta kasus pertusis di seluruh dunia. Sebanyak 95% kasus ditemukan di Negara berkembang dan telah merenggut  nyawa 195000 anak.

    Batuk jenis pertusis ini tak seperti batuk biasa, batuk ini bertahan lama seakan tak kunjung sembuh. Jika pada batuk biasa umumnya dapat sembuh dalam beberapa hari, lain halnya dengan pertusis yang berlangsung lama dan dapat mengancam nyawa terutama pada bayi dibawah usia 6 bulan.

    Seperti halnya flu dan batuk, pertusis merupakan penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi melalui droplet (percikan ludah) yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin.  Kuman yang menyebar juga bisa menempel di permukaan, misalnya pada mainan anak. Kuman akan menyerang selaput lendir dalam saluran pernapasan sehingga saluran pernafasan akan meradang dan bengkak. Hal ini juga mengakibatkan peningkatan produksi lendir. Adanya pembengkakan dan banyaknya lendir membuat saluran nafas menjadi sempit. Pada bayi dapat menyebabkan sumbatan jalan nafas yang berakibat kematian.

    Seperti apa gejala yang ditimbulkan dari pertusis? Gejala timbul sekitar 1 hingga 3 minggu setelah terpapar bakteri. Gejala awal yang timbul seperti flu biasa, pilek, batuk, radang tenggorokan, demam, dan produksi lendir berlebih. Pada masa ini  pertusis sangat menular. Pada malam hari batuk kian memburuk dengan frekuensi sering. Ketika batuk wajah akan memerah dan mata berair. Batuk yang berat terkadang menyebabkan penderita kesulitan mengambil nafas sehingga muncul suara melengking “whooping”. Namun, pada bayi yang usianya kurang dari 6 bulan tidak timbul suara melengking.

    Risiko terinfeksi pertusis tinggi pada anak yang belum mendapatkan vaksinasi dan pada orang yang tinggal serumah dengan penderita pertusis. Komplikasi dari pertusis pada anak bisa berupa infeksi paru-paru, perdarahan pada mata, hernia, dan kejang. Bila anak Anda mengalami batuk yang tidak membaik dalam beberapa hari sebaiknya Anda mengunjungi dokter.  

    Selagi bisa mencegah, lakukan pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan dan melakukan vaksinasi. Vaksinasi diberikan bersamaan vaksin difteri dan tetanus (DTP) saat anak usia 2,3,4 bulan dan booster di usia 18 bulan dan 5 tahun.
    Jika Anda ingin vaksinasi, sekarang bisa dilakukan di rumah loh! Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

     

    Referensi:

    1. TanyaDok.com | Pertussis / Batuk Rejan: Batuk 100 Hari Yang Mematikan [Internet]. TanyaDok.com. [cited 2 February 2018]. Available from: tanyadok.com
    2. Pertussis [Internet]. Who.int. 2011 [cited 2 February 2018]. Available from: who.int
    Read More
  • Saat Anda menemui anak Anda terluka atau tertusuk paku, apa yang ada di benak Anda? Apakah Anda langsung memberikan obat luka dan berharap luka akan segera sembuh? Anda perlu hati-hati karena kuman dapat menyebar dan menginfeksi anak. Bisa jadi, orangtua akan khawatir luka itu mengakibatkan tetanus. Tetanus yang merupakan salah satu penyakit berbahaya pada anak. […]

    Fakta Seputar Tetanus Pada Anak

    Saat Anda menemui anak Anda terluka atau tertusuk paku, apa yang ada di benak Anda? Apakah Anda langsung memberikan obat luka dan berharap luka akan segera sembuh? Anda perlu hati-hati karena kuman dapat menyebar dan menginfeksi anak. Bisa jadi, orangtua akan khawatir luka itu mengakibatkan tetanus.

    Tetanus yang merupakan salah satu penyakit berbahaya pada anak. Tetanus dicirikan dengan kekakuan dan kejang berulang pada otot rangka. Penyebabnya adalah bakteri Clostridium tetani yang ditemukan di tanah, debu, pupuk, dan besi berkarat. Penyakit ini juga disebut lockjaw karena terjadi kekakuan sendi rahang yang menyebabkan penderita tak bisa membuka mulut.

    Baca Juga: Sebelum Menikah, Lakukan 5 Jenis Vaksin Ini

    Pada anak, kuman tetanus menginfeksi melalui luka yang dalam atau luka yang terkontaminasi bakteri tetanus, misalnya, pada saat pemotongan tali pusar dengan alat yang tidak steril atau luka terbuka yang kemudian terinfeksi kuman. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh kemudian menghasilkan neurotoxin berupa racun yang menyerang sistem syaraf pusat. Racun yang menginfeksi sistem syaraf pusat ini bisa menjalar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan system limfatik. Akibatnya, terjadi kekakuan dan kejang otot.

    Masa inkubasi kuman tetanus berkisar 7-10 hari. Gejala awal yang muncul adalah kaku pada leher, rahang, dan otot. Kekakuan pada otot muka menyebabkan ekspresi khusus yang disebut “Risus Sardonicus” dimana alis tertarik ke atas, sudut mulut tertarik keluar dan ke bawah, dan bibir tertekan kuat. Kejang otot yang hebat bahkan bisa mengakibatkan patah tulang pada anak. Penyakit ini sangat berbahaya karena menyebabkan gangguan pernapasan, kekakuan otot, kejang, hingga mengakibatkan kematian. Dilansir dari CDC, 1 dari 5 anak meninggal akibat terinfeksi tetanus.

    Sebagai langkah pencegahan tetanus yang optimal dan efektif, lengkapi imunisasi Tetanus anak. Imunisasi tetanus yang diberikan pada berupa imunisasi kombinasi DTP (difteri-pertusis dan tetanus), dimulai pada usia 2, 3, dan 4 bulan kemudian booster saat usia 18 bulan dan 5 tahun. Pada anak di atas usia 7 tahun dapat dilakukan imunisasi ulangan berupa imunisasi Td atau Tdap.

    Produk Terkait: Vaksinasi Tetanus

    Sudah lengkapkah pemberian imunisasi anak Anda? Jika belum, segera jadwalkan untuk imunisasi sekarang. Namun jika Anda ingin lebih praktis, bisa vaksinasi di rumah loh! Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Lestari C. TanyaDok.com | Hati-hati Terkena Tetanus | Page 7 of 7 [Internet]. TanyaDok.com. [cited 2 February 2018]. Available from: tanyadok.com
    2. Tetanus [Internet]. Kidshealth.org. 2010 [cited 2 February 2018]. Available from: kidshealth.org
    3. Tetanus Fact Sheet for Parents | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2014 [cited 2 February 2018]. Available from: cdc.gov
    4. Tetanus Vaccination | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 2 February 2018]. Available from: cdc.gov
    Read More
  • Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh. Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk remaja adalah imunisasi HPV. Imunisasi HPV berguna untuk mencegah infeksi virus […]

    SUDAHKAH ANAK ANDA TERLINDUNG DARI BAHAYA HPV?

    Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh.

    Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk remaja adalah imunisasi HPV. Imunisasi HPV berguna untuk mencegah infeksi virus human papiloma (HPV). Infeksi HPV merupakan infeksi yang menular. Penularan terutama melalui kontak atau hubungan seksual. Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Virus ini memiliki banyak tipe, HPV tipe 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin. Selain itu, tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% kasus keganasan  kanker serviks / kanker leher rahim pada wanita. Di dunia, kanker leher rahim menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak pada wanita setelah kanker payudara.

    Virus HPV selain menjadi penyebab kanker leher rahim, juga dapat menyebabkan infeksi pada vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, kanker yang disebabkan oleh virus HPV ini juga dapat terjadi pada bagian mulut dan saluran napas atas.

    Sebagai perlindungan utama ajaklah anak remaja anda untuk vaksinasi HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga anak Anda akan terlindungi dari bahaya infeksi virus HPV dan mencegah terjadinya kanker serviks di masa mendatang.

    Ada dua jenis vaksin yang beredar di pasaran adalah vaksin bivalen (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker serviks) dan quadrivalen (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18 dan juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Pemberian vaksin HPV di Indonesia disarankan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun. Mengapa anak usia 10 tahun sudah diberikan vaksin HPV? Vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual selain itu, semakin dini diberikan maka semakin dini anak Anda terlindungi dari bahaya kanker serviks.

    Pemberian vaksin HPV saat anak-anak hanya membutuhkan 2 dosis untuk usia 10-13 tahun. Sedangkan untuk usia 16-18 tahun atau remaja akhir pemberian vaksin membutuhkan 3 dosis.

    Kini pemberian vaksin bisa dilakukan di rumah, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Rayhani Fadhila S. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. IDAI. 2017 [cited 12 February 2018]. Available from: idai.or.id
    2. HPV | Who Should Get Vaccine | Human Papillomavirus | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 12 February 2018]. Available from: cdc.gov
    Read More
  • Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak […]

    Tumbuh Kembang Anak usia 1-2 tahun

    Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak untuk berjalan, berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.

    Berat badan dan tinggi badan anak merupakan tanda pertumbuhan yang paling mudah dilihat pada anak. Penilaian berat dan tinggi badan anak yang ideal dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengikuti kriteria dan kurva yang standar. Selain berat dan tinggi badan, ada tumbuh kembang anak dinilai dari 4 aspek meliputi perkembangan fisik, kognitif, Bahasa/ komunikasi dan social emosional.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Perkembangan anak usia 1 -2 tahun :

    tumbuh-kembang-anak

    Apa yang perlu dilakukan agar tumbuh kembang anak optimal ?

    Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-2 Tahun

    Anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan makanan selain ASI sejak usia 6 bulan sehingga pada usia 1 tahun anak sudah mulai mengenal beberapa jenis makanan. Mengenal jenis makanan yang beragam bisa menjadi kebiasaan makan sehat yang dapat diikuti oleh anak hingga dewasa.  Pola makan yang sehat dianjurkan meliputi makan 3 kali sehari diikuti dengan snack 1-2 kali sehari diantara waktu makan.

    Baca Juga: 7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Sering kali orang tua dalam memberi makan hanya memperhatikan apakah anak kenyang atau tidak dan bahkan dimasa sekarang dimana orang tua juga bekerja. Jenis makanan yang diberikan sering tidak beragam atau penyajiannya yang instan seperti makanan instan, makanan beku hingga fast food. Makanan jenis tersebut sebaiknya dihindari dan makanan yang tidak beragam beresiko anak kekurangan nutrisi tertentu seperti kekurangan zat besi.

    Kekurangan zat besi merupakan kondisi yang paling sering ditemui pada anak terutama pada anak usia 1-2 tahun. Kekurangan zat besi diketahui memiliki hubungan dengan perkembangan dan perilaku anak. Sumber zat besi dapat ditemui di banyak makanan yakni daging, ikan, kacang-kacangan, tahu dan sayur-sayuran hijau .Selain itu kebutuhan lemak juga penting untuk perkembangan otak anak.  Makanan yang kaya akan lemak sehat seperti omega-3 penting untuk perkembangan anak. Omega 3 dapat ditemui di berbagai  sumber makanan seperti  ikan, minyak ikan dan telur.

    Baca Juga: 6 Tips Mengajarkan Si Kecil Puasa Pertama

    Stimulasi Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

    Khususnya pada anak 1-2 tahun, perkembangan memiliki makna yang khusus dan biasanya paling diingat oleh ayah bunda. Pada usia 1-2 tahun inilah anak pertama kali anak bisa berjalan sendiri, mampu mengucapkan “ Mama” atau “Papa” dan mulai dapat mengekspresikan keinginannya. Stimulasi menjadi penting disini. Stimulasi baik untuk memenuhi kebutuhan emosional anak maupun untuk mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks.

    Baca Juga: 10 Tes Kesehatan Pranikah Yang Perlu Kamu Ketahui

    Adapun untuk mengembangkan kemampuan anak  untuk melakukan fungsi yang lebih kompleks dapat dilakukan dengan :

    1. Mengenalkan orang baru pada anak. Hal ini dapat dilakukan dengan bercerita tentang orang baru dan mengenalkan orang baru secara perlahan. Ini penting agar anak dapat berinteraksi dengan banyak orang selain orang tuanya
    2. Mengajarkan kemandirian. Karena pada usia 1-2 tahun anak sudah dapat berjalan sendiri dan mulai dari mengekspresikan keinginannya. Hal-hal sederhana seperti menyuap makanan sendiri dan menyebutkan nama sendiri

     Tanda Waspada untuk Terlambat Tumbuh Kembang

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Anda Waspadai

    Dengan berbagai stimulasi yang dapat diberikan ke anak. Ayah dan Ibu juga perlu mengenal tanda waspada akan keterlambatan tumbuh kembang anak. Di bawah ada tanda-tanda waspada untuk anak usia 1-  2 tahun. Apabila ditemukan tanda waspada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

    Usia 12 bulan :

    • Tidak dapat merangkak
    • Tidak dapat berdiri ketika dibantu
    • Tidak dapat mengucap kata sederhana seperti “ mama” atau “papa”
    • Tidak mempelajari gesture seperti mengeleng kepala atau melambai tangan

    Usia 18 bulan :

    • Tidak dapat berjalan
    • Tidak mendapat kosakata baru
    • Tidak memiliki minimal 6 perbendaharaan kata
    • Tidak mengenal benda-benda umum seperti telephone, sendok dll
    • Tidak memperhatikan atau keberatan ketika orang tua meninggalkan anak atau kembali ke anak
    • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Usia 1-2 tahun merupakan usia penting bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi dan stimulasi yang baik membantu pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.  Orang tua perlu untuk mendidik dirinya sendiri agar dapat menyiapkan nutrisi dan stimulasi yang baik untuk anak.

    Referensi :

    1. Berdanier CD, Dwyer J, Feldman EB. Handbook of Nutrition and Food 3rd Edition. CRC Press.2013
    2. Kliegman RM. Nelson Textbook of Pediatrics 20 Ed. Elsevier. 2016
    3. Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JD. Current Diagnosis & Treatment Pediatrics 23 Ed. Lange-Mcgraw Hill. 2016
    4.  McConnon, L. Developing Young Children’s Creativity: Posibility Thinking in Early Years. London: Institute of Education Press. 2016
    5. Child Development and Early Learning. Facts for Life 4th Ed. Available from : http://www.factsforlifeglobal.org/03/1.html
    6. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-1yr.html
    7. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-18mo.html
    Read More
  • Orangtua memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengasuh anak, namun memiliki peran yang berbeda bagi anak. Ayah dan ibu memiliki caranya masing-masing dalam mengasuh anak, hal ini memberikan pengalaman yang bervariasi bagi anak dari setiap orangtuanya. Penelitian menunjukkan bahwa ayah dan ibu cenderung mempunyai kontak yang berbeda pada bayinya setelah beberapa minggu pertama kehidupannya. Peran […]

    Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Orangtua memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengasuh anak, namun memiliki peran yang berbeda bagi anak. Ayah dan ibu memiliki caranya masing-masing dalam mengasuh anak, hal ini memberikan pengalaman yang bervariasi bagi anak dari setiap orangtuanya. Penelitian menunjukkan bahwa ayah dan ibu cenderung mempunyai kontak yang berbeda pada bayinya setelah beberapa minggu pertama kehidupannya. Peran ibu lebih melibatkan interaksi verbal yang lembut, sedangkan peran ayah cenderung melibatkan interaksi fisik.

    peran orang tua, peran ayah, peran ibu

    Pendekatan yang berbeda dari kedua orangtua ke anak tampaknya membawa dampak menguntungkan pada anak. Orangtua memiliki cara unik dan berbeda dalam berinteraksi dengan anaknya. Hal ini memberikan variasi dalam pengalaman interaksi orang tua dengan anak dan juga menumbuhkan pemahaman bahwa setiap orangtua merupakan individu yang terpisah dan berbeda.

    Peran ayah bagi anak

    Walaupun mungkin waktu yang dihabiskan ayah dengan anak lebih sedikit dibandingkan dengan waktu antara anak dan ibu, tetapi peran ayah sangat penting bagi anak. Berikut ini beberapa peran ayah dalam pengasuhan anak:

    Mengajarkan anak mengambil risiko

    Ayah cenderung mendorong anaknya untuk mengambil risiko. Hal ini biasanya dilakukan pada anak yang lebih tua saat anak perlu belajar untuk mandiri. Ayah akan memuji anak saat ayah percaya anak sukses melakukan sesuatu. Sedangkan ibu akan sering memuji anak dengan tujuan untuk menghibur atau membantu anak agar lebih bersemangat mengerjakan sesuatu. Hasilnya adalah anak akan lebih bekerja keras untuk mendapat pujian dari ayah mereka. Seorang ayah ingin melihat anaknya sukses, bahkan lebih sukses darinya, sehingga mendorong anak untuk bekerja lebih keras dan berani mengambil risiko.

    Merangsang aktivitas fisik

    Berbeda dengan interaksi antara ibu dan anak, interaksi ayah dan anak lebih sering dilakukan dengan bercanda dan bermain fisik. Secara keseluruhan, interaksi antara anak dan ayah kurang terkoordinasi. Interaksi fisik antara anak dan ayah dapat menunjukkan kepada anak bagaimana menangani emosi, seperti kejutan, rasa takut, dan kegembiraan.

    Panutan kesuksesan/prestasi

    Penelitian menunjukkan bahwa jika ayah menunjukkan kasih sayang, mendukung, dan terlibat dalam kegiatan anaknya, ayah dapat berkontribusi besar terhadap perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial anak, serta berkontribusi pada prestasi akademik, kepercayaan diri, dan jati diri anaknya. Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung memiliki prestasi baik di sekolahnya dan memiliki lebih sedikit masalah dalam perilaku.

    Terutama untuk anak laki-laki, mereka akan menjadikan ayah sebagai panutan untuk dirinya. Mereka akan meminta persetujuan ayah atas segala sesuatu yang mereka lakukan dan sebisa mungkin melakukan kesuksesan yang sama seperti ayah mereka, bahkan jika bisa lebih dari ayahnya.

    Peran ibu bagi anak

    Ibu merupakan guru pertama bagi anak-anaknya. Ibu mengajarkan pelajaran-pelajaran berharga untuk anaknya mulai dari anak lahir, sampai anak tumbuh dewasa. Berikut ini beberapa peran ibu dalam pengasuhan anak:

    Sebagai pelindung

    Ibu adalah pelindung bagi anak-anaknya. Sejak lahir, anak sudah merasakan kehadiran ibu, sentuhan ibu, dan suara ibu yang semuanya membuat anak merasa aman. Saat anak menangis biasanya yang dicari anak adalah ibunya, ini merupakan reaksi pertama dari segala sesuatu yang mengganggunya karena ibu merupakan tempat anak untuk merasa aman dan nyaman. Anak merasa terlindungi bila di dekat ibunya. Ibu melindungi anak dari bahaya lingkungan, dari orang asing, dan dari diri mereka sendiri.

    Saat anak mulai tumbuh dewasa, ibu tetap menjadi pelindungnya, lebih dari pelindung dalam segi emosional. Ibu selalu mendengarkan keluhan anaknya dan selalu ada untuk memberikan kenyamanan saat anak membutuhkannya. Ibu selalu ingin anaknya merasa aman. Jika anak dapat mempercayai ibu, anak akan percaya diri dan memiliki keamanan emosional. Jika anak tidak dapat menemukan keamanan, biasanya dapat menyebabkan anak mempunyai banyak masalah emosional dan psikologis.

    Merangsang mental dan emosional

    Ibu selalu berinteraksi dengan anaknya, melalui permainan atau percakapan, yang merangsang kemampuan kognitif anak. Bahkan permainan bentuk fisik dengan ibu tetap mengikuti aturan yang dibutuhkan anak untuk mengkoordinasikan mental tindakan mereka. Ibu yang membuat  mental anak kuat untuk menghadapi dunia luar ketika ia pertama kali meninggalkan rumah untuk sekolah.

    Sebagai seorang ibu dan pengasuh utama di awal-awal kehidupan anak, ibu menjadi orang pertama yang membuat ikatan emosional dan keterikatan dengan anak. Anak akan belajar emosi pertamanya kepada ibu. Hubungan ibu dan anak yang terbentuk selama tahun-tahun awal akan sangat mempengaruhi cara anak berperilaku dalam pengaturan sosial dan emosional di tahun-tahun berikutnya. Seorang ibu dapat dengan mudah memeluk anak dan berbicara tentang perasaan dengan anaknya sehingga ibu lebih bisa untuk mengajarkan anak bagaimana menangani emosi yang lebih baik.

    Seorang ibu adalah orang yang mengerti kebutuhan dan suasana hati anaknya. Ibu tahu apa keinginan anaknya bahkan ketika anak belum berbicara kepadanya. Sebagai seorang ibu, seberapa cepat ibu bereaksi terhadap kebutuhan anak dan bagaimana ibu mencoba untuk mengurus kebutuhan anak akan banyak mengajarkan anak tentang memahami orang lain dan kebutuhan emosional.

    Mengajarkan disiplin

    Seorang ibu harus menjaga keseimbangan antara memberi aturan ketat dan memanjakan anak. Ibu harus menanamkan rasa tanggung jawab pada anak. Ibu adalah orang yang membuat anak mempelajari pelajaran pertama hidupnya. Ibu adalah orang yang membuat anaknya memahami apa yang dikatakannya, kemudian anak belajar mengikuti perintah ibu dengan perlahan. Ibu mengajarkan anak makan, mandi, dan mengajarkan kepadanya bagaimana mengekspresikan kebutuhannya. Ibu juga yang mengajarkan bagaimana mengelola dan berkomitmen dengan waktu, dengan cara mengajarkan anak melakukan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari.

    Itulah mengenai perbedaan peran ayah dan ibu bagi anak. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai parenting dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Setiap Bunda pasti mendambakan produksi ASI lancar. Sayangnya, tak sedikit Bunda yang mengeluh ASI-nya tidak lancar. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satu yang paling banyak mempengaruhi adalah stres dan kurangnya asupan gizi selama menyusui. Anjuran beberapa makanan, seperti edamame, pepaya dan wortel bisa Bunda konsumsi untuk melancarkan pasokan ASI dalam tubuh. Namun, Bunda […]

    6 Makanan Pelancar ASI Untuk Bunda

    Setiap Bunda pasti mendambakan produksi ASI lancar. Sayangnya, tak sedikit Bunda yang mengeluh ASI-nya tidak lancar. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satu yang paling banyak mempengaruhi adalah stres dan kurangnya asupan gizi selama menyusui.

    Anjuran beberapa makanan, seperti edamame, pepaya dan wortel bisa Bunda konsumsi untuk melancarkan pasokan ASI dalam tubuh. Namun, Bunda sebaiknya tidak hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja, tetapi konsumsi-lah berbagai makanan pelancar ASI untuk mendapatkan kebutuhan nutrisi secara lengkap. Padu-padankan konsumsi makanan berikut agar produksi ASI semakin lancar.

     1. Edamame

    prosehat edamame lancarkan asi

    Edamame tergolong kacang-kacangan yang tinggi protein dan mengandung vitamin serta mineral yang cukup untuk produksi ASI. Kandungan vitamin A, C dan B serta kalsium juga membantu tubuh untuk menjaga kesehatan Bunda saat menyusui, sehingga tidak mudah sakit. Supaya ASI lancar, konsumsi edamame sebagai camilan dengan cara direbus. Yum!

    Baca Juga: 9 Tips Asi Lancar Setelah Melahirkan

    2. Pepaya

    prosehat pepaya lancarkan ASI

    Stres dan lemas saat menyusui? Bisa jadi Bunda kekurangan asupan kalium. Kalium bermanfaat untuk menstabilkan mood sehingga Bunda tidak mudah stres. Ternyata kalium bisa didapatkan pada buah pepaya. Bunda dapat mengolahnya menjadi jus atau smoothies.

    Baca Juga: 8 Check List Ibu Menyusui Saat Naik Pesawat

    3. Labu Siam

    prosehat labu siam lancarkan asi

    Kandungan lengkap pada buah mungil ini mampu meningkatkan produksi ASI. Labu Siam mengandung vitamin C, B kompleks dan beberapa mineral, seperti fosfor, seng dan tembaga. Tidak hanya bergizi, makanan ini juga mudah dicerna di dalam tubuh. Olah labu siam dengan direbus dan dijadikan lalapan untuk menemani makan siang Bunda.

    Baca Juga: Hubungan Menyusui dengan Kanker Payudara

    4. Asparagus

    prosehat asparagus lancarkan asi

    Kandungan fitoestrogen pada sayuran ini berfungsi untuk meningkatkan produsi ASI. Selain itu, makanan ini juga bisa memperbaiki mood. Bagi Ibu yang stres, asparagus bisa menjadi solusi sebagai makanan selingan. Sup asparagus bisa menjadi pilihan Bunda ditemani dengan susu hangat saat sore.

    Baca Juga: 5 Cara Cepat Kurus Setelah Melahirkan dengan Aman

    5. Wortel

    prosehat wortel lancarkan ASI

    Buah berwarna orange ini sudah pasti Bunda kenal. Wortel mengandung vitamin A yang cukup tinggi, terutama beta karoten.  Sejak jaman dahulu, wortel terkenal mampu meningkatkan produksi ASI. Jus atau tumis wortel bisa menjadi pilihan Bunda saat mengolahnya.

    Baca Juga: Tips Memerah dan Menyimpan Asi

    6. Keju

    prosehat keju lancarkan asi

    Makanan yang digemari hampir semua kalangan ini mampu meningkatkan produksi ASI. Kandungan protein dan lemak serta beberapa vitamin dan mineral mampu melancarkan ASI Bunda. Sajikan keju dengan berbagai olahan makanan, seperti salad buah, roti panggang atau olahan pasta lainnya.

    Produk Terkait: Imunisasi Anak Lengkap

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Perasaan cemas tidak bisa memberikan ASI Eksklusif kerap mendera para Bunda yang bekerja. Takut bayi tidak mendapatkan ASI memaksa Bunda untuk memilih jalan pintas, dengan memberikan susu formula. Namun kini Bunda tak perlu lagi cemas untuk memberikan ASI Eksklusif. Kini sudah banyak jasa antar jemput ASI yang berkembang di Jakarta dan sekitarnya, sehingga Bunda dapat […]

    Jasa Kurir ASI Siap Antar Jemput ASI Anda

    Perasaan cemas tidak bisa memberikan ASI Eksklusif kerap mendera para Bunda yang bekerja. Takut bayi tidak mendapatkan ASI memaksa Bunda untuk memilih jalan pintas, dengan memberikan susu formula. Namun kini Bunda tak perlu lagi cemas untuk memberikan ASI Eksklusif. Kini sudah banyak jasa antar jemput ASI yang berkembang di Jakarta dan sekitarnya, sehingga Bunda dapat memberikan ASIP-ASI Perah pada kurir ASI untuk diantarkan ke rumah. Continue reading Jasa Kurir ASI Siap Antar Jemput ASI Anda

    Read More
  • “Wah, masa jaman sekarang tidak punya iPad? Kamu miskin ya! Hahahaha…” Celotehan seperti itu marak terdengar di sekolah manapun, baik negeri maupun swasta. Class gap lah yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab perpecahan hanya karena salah satu orang memiliki kekuasaan lebih dalam hal kekuatan tubuh maupun materi sehingga ketika melihat seseorang yang lemah di matanya, […]

    7 Indikasi Anak Anda Korban Bully

    “Wah, masa jaman sekarang tidak punya iPad? Kamu miskin ya! Hahahaha…”

    Celotehan seperti itu marak terdengar di sekolah manapun, baik negeri maupun swasta. Class gap lah yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab perpecahan hanya karena salah satu orang memiliki kekuasaan lebih dalam hal kekuatan tubuh maupun materi sehingga ketika melihat seseorang yang lemah di matanya, perbuatan bullying pun terjadi.

    prosehat atasi bullying 1

    Seberapa jauh Anda mengenal anak Anda? Seberapa dalam Anda terjun ke dalam dunia mereka? Jangan sampai mereka luput dari perhatian Anda. Di jaman yang serba cepat, pertemanan antara anak pun berakhir dengan cepat pula. Bahkan beberapa di antaranya diakibatkan oleh hal sepele seperti tidak memiliki perangkat gadget canggih hingga kemudian bullying pun terjadi. Apakah anak Anda termasuk korban bully di sekolahnya? Cari tahu gejalanya di sini seperti yang dijelaskan oleh dr Samuel Stemi.

    7 indikasi ini bisa membantu Anda menentukan apakah anak Anda menjadi korban bully di sekolahnya:

    1. Penurunan Akademis

    Indikasi ini yang paling sering terlihat. Jika terjadi penurunan pada penampilan akademisnya, dan mungkin hal tersebut terdengar aneh di telinga Anda, coba selidiki apa yang mejadi penyebab penurunan tersebut. Apakah karena banyak absen atau memang kesulitan menangkap pelajaran? Sebaiknya ajak duduk anak Anda dan bicarakan dengan baik terkait kesulitan yang ia alami ketika di sekolah. Anak yang menjadi  korban bully cenderung akan menutup diri dari orang tua. Untuk itu jangan panik dan diskusikan dengan memulai topik yang ringan sebagai bahan pembicaraan.

    2. Banyak Absen

    Jika anak Anda menjadi korban bully, datang ke sekolah menjadi sebuah stressor yang memberati pundaknya setiap ia harus berangkat sekolah. Tindakan yang paling masuk akal ia lakukan adalah dengan  menghindari sumber stressor atau si bully itu. Dan hal ini dapat Anda cek setelah penerimaan raport atau laporan dari Wali Kelas yang bertanggung jawab dalam hal tersebut.

    3. Turunnya Minat Mengerjakan PR

    Berangkat ke sekolah saja sudah menjadi momok yang besar baginya, apalagi dengan mengerjakan pekerjaan rumah yang pastinya menumpuk akibat banyaknya absen. Pada saat seperti ini segera cari tahu terkait alasan mengapa terjadi penurunan tersebut. Dan sebaiknya sebagai orang tua, jangan dulu menghakimi tanpa mencari tahu penyebabnya.

    4. Sulit Konsentrasi

    Dengan ketakutan menjadi korban bully yang setiap hari menghantuinya, anak pun kesulitan untuk konsentrasi. Jangankan untuk konsentrasi, anak yang menjadi korban bully cenderung akan terlihat lebih murung dari biasanya dan menutup diri.

    5. Murung Tanpa Sebab

    Anak Anda yang dulu selaalu ceria akan terlihat jauh lebih murung. Dan ketika hal ini terjadi, pertanyaan besar pun ada di benak Anda yang kenal betul sifat dan pembawaan si kecil. Segera cari tahu sebab dari pembawaannya yang lebih gloomy dan murung.

    prosehat atasi bullying 3

    6. Berhenti Melakukan Hobi yang Dulu Sangat Disukainya

    Most parents know their children. Mulai dari hobi menyanyi, bermain musik, atau kesukaannya terhadap makanan dan masih banyak lagi hal yang orang tua tahu tentang anaknya. Dan ketika terjadi penurunan minat pada hal atau aktifitas yang dulu sangat disukainya, Anda harus curiga dan mencari tahu alasan di balik penurunan hal tersebut.

    7. Penurunan Nafsu Makan

    Hal ini yang mudah terlihat ketika mereka sedang menghadapi sesuatu seperti menjadi korban bully di sekolahnya. Anak Anda yang bukan picky eater tiba-tiba mengalami penurunan minat bahkan untuk menelan seteguk air mineral. Apa yang terjadi? Ikuti naluri Anda sebagai orang tua dan cari tahu penyebabnya.

    Dari tujuh indikasi diatas, apakah anak Anda mengalami salah satu atau lebih indikasi di atas? Jika iya, sebaiknya Anda segera melakukan sesuatu seperti menghubungi wali kelas di sekolahnya dan berbicara dengan baik kepada anak Anda. Jadikan diri Anda teman anak yang dapat ia ceritakan tentang hal apapun, termasuk ketika ia menjadi korban bully di sekolah.

    prosehat atasi bullying 2

    Referensi:

    Read More
  • Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan […]

    8 Cara Menghadapi Kemarahan Anak (Temper Tantrum)

    Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan hal ini harus diketahui oleh Anda sebagai orang tua agar anak Anda tidak memiliki kemarahan yang sulit dikontrol tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Temper tantrum sendiri merupakan istilah yang biasa digunakan dalam dunia psikologi, yaitu perilaku yang tidak menyenangkan dan mengganggu, atau dikatakan pula sebagai luapan emosi atau kemarahan yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Tantrum yang alami biasanya berawal pada usia sekitar 12 – 18 bulan. Akan bertambah nyata pada usia antara 2 – 3 tahun, ketika anak – anak membentuk kesadaran diri namun mereka belum punya cukup perbendaharaan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Pada usia 4 tahun, kejadian temper tantrum menurun, dan setelah usia 4 tahun, temper tantrum biasanya jarang terjadi.

    Tantrum bisa dengan parah terjadi ketika si kecil dalam keadaan letih, lapar, ataupun sakit. Namun, jangan takut! 8 cara ini adalah list yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua terutama saat menghadapi kemarahan anak:

    1. Tetap Tenang
    Jika Anda panik saat menghadapi kemarahan si kecil, hal tersebut justru akan menyulut amarahnya. Energy is contagious. Jadi jika Anda membuat energi yang sedang panas tersebut semakin panas karena kepanikan Anda, maka energi buruk tersebut akan dengan mudah menular ke anak Anda.

    2. Abaikan Amarahnya
    Abaikan si kecil sampai Anda yakin kondisi emosinya sudah lebih stabil. Tunjukkan kepadanya bahwa ada aturan yang sudah disepakati bersama, jadi dengan Anda mengabaikan amarahnya, dengan kata lain Anda mendesak aturan tersebut untuk dituruti oleh si kecil. Namun tetap pastikan si kecil tidak mengalihkan kemarahan ke hal lain seperti benda atau bahkan orang yang ada di sekitarnya saat itu.

    3. Jangan Bertindak Agresif
    Jangan memukul, adu mulut, atau bertindak agresif. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia merasa tenang. Jika Anda mengajak si kecil berdebat selama kemarahannya meledak, tidak ada gunanya. Kemarahan si kecil membuatnya sulit berpikir secara rasional. Tunggulah hingga ia sudah dapat menggunakan logika berpikirnya kembali, kemudian ajak ia berdiskusi.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    4. Temukan Alasan Kemarahan Anak
    Jika anak Anda memang memiliki temper tantrum yang terkadang muncul, tuliskan di dalam agenda hal-hal yang menjadi penyulut kemarahan si kecil. Ketika Anda mencari jalan keluar dari hal tersebut, kemarahannya dapat dengan mudah diatasi.

    5. Jangan Menyerah Pada Kemarahan Anak
    Ketika orang tua menyerah, anak-anak akan menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    6. Jangan Membujuk Anak
    Jangan membujuk anak dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Hal ini harus diingat dengan baik karena banyak orang tua mengeluhkan anaknya yang menjadi demanding. Karena ketika ada iming – iming imbalan, si kecil akan belajar untuk melakukan sesuatu jika mendapatkan imbalan.

    7. Alihkan Perhatiannya
    Arahkan perhatian anak dengan mengajaknya melakukan permainan yang telah lama tidak dilakukannya, atau perdengarkan lagu-lagu gembira favoritnya. Seorang ibu kenal betul sifat anaknya. Gunakan trik berupa benda, humor atau mainan yang dapat langsung memancing ketawanya.

    8. Peluk Anak
    Saat amarahnya sedang memuncak, tunjukkan rasa kasih sayang Anda dengan pelukan yang hangat. Kondisi tubuhnya saat ia meluapkan kemarahannya sedang berjuang keras, dan pelukan hangat dari ibu yang paling disayanginya dapat meluluhkan emosi tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Nah, penanganan dini untuk menghadapi kemarahan anak akan merubah sifatnya saat mereka dewasa kelak. Selamat mencoba!

    Referensi:

    Read More

Showing 61–70 of 72 results

Chat Asisten ProSehat aja