Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ anak”

Showing 31–40 of 68 results

  • Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang anak-anak. Kondisi seperti ini terkadang disebabkan daya tahan tubuh anak yang memang masih belum sempurna, maupun faktor-faktor penyebab lainnya. Batuk dan pilek seringkali disebabkan karena infeksi virus, yaitu air borne disease yang mana penyakit yang bisa menular melalui udara melalui percikan cairan pernapasan. Apalagi jika […]

    Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang anak-anak. Kondisi seperti ini terkadang disebabkan daya tahan tubuh anak yang memang masih belum sempurna, maupun faktor-faktor penyebab lainnya. Batuk dan pilek seringkali disebabkan karena infeksi virus, yaitu air borne disease yang mana penyakit yang bisa menular melalui udara melalui percikan cairan pernapasan. Apalagi jika lingkungan bermain anak yang kurang terjaga kebersihannya, maka akan semakin memperparah kondisi batuk pilek Sobat.

    Jika anak Sobat sering mengalami batuk pilek terus menerus, cobalah untuk memperhatikan kondisi sekeliling anak Sobat. Perhatikan asupan makan sehari-harinya, sudah memenuhi nutrisi hariannya atau tidak. Selain itu, pastikan kondisi alergi pada anak. Batuk pilek juga bisa disebabkan karena kondisi alergi anak pada sesuatu hal.

    Nah, berikut ini ada beberapa cara yang mungkin bisa Sobat lakukan untuk menghadapi anak yang sering batuk pilek.

    1. Penuhi Kebutuhan Cairan Anak

    Batuk dan pilek yang terjadi pada tahap awal biasanya tidak membutuhkan obat-obatan medis untuk mengatasinya. Sobat bisa mencoba memenuhi asupan cairan yang lebih banyak pada anak. Saat tubuh tercukupi dengan cairan, maka tubuh akan memproses semua bakteri dan virus yang ada di dalam tubuh agar dapat keluar, entah melalui keringat maupun air seni. Cara ini akan membantu meningkatkan ketahanan daya tubuh terhadap penyakit.

    2. Berikan Obat Inhalasi Alami

    Sobat bisa mencoba memberikan inhalasi alami untuk membantu meredakan batuk dan pilek pada anak. Tak perlu menggunakan obat maupun alat yang biasa digunakan di rumah sakit. Sobat bisa mencoba dengan memasukkan beberapa tetes dari minyak kayu putih yang dicampurkan dengan air hangat. Kemudian mintalah anak Sobat menunduk di atas air hangat tersebut dan tutup kepala anak menggunakan handuk. Cara ini bisa membantu untuk melawan virus di dalam tubuh dengan cepat.

    3. Gunakan Parasetamol dan Anti Nyeri

    saat batuk dan pilek anak sudah cukup parah, maka Sobat bisa mencoba memberikan obat medis seperti parasetamol dan anti nyeri seperti ibuprofen. Jenis obat-obatan seperti ini akan lebih baik jika Sobat membeli obat berdasarkan resep dari dokter. Kedua obat ini bekerja menurunkan demam serta mengatasi nyeri pada anak.

    4. Berikan Vitamin C

    Jika anak sering mengalami batuk pilek secara terus menerus, maka cobalah untuk memberikan vitamin C pada anak. Sakit batuk pilek bisa terjadi akibat kondisi tubuh yang lemah, vitamin C ini mampu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Vitamin C bekerja untuk melawan bahaya radikal bebas serta virus-virus yang ada di dalam tubuh anak. Sobat bisa mendapatkan vitamin C dari berbagai macam buah dan sayuran. Tak hanya dapat diolah menjadi makanan, namun Sobat juga dapat mengolah buah dan sayuran menjadi jus yang disukai anak.

    5. Perhatikan Pola Makan Anak

    Daya tahan tubuh memiliki peran yang penting dalam menyembuhkan batuk pilek yang terus menerus terjadi pada anak. Penting bagi orang tua memperhatikan asupan makanan anak setiap harinya. Penuhi nutrisi harian anak sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.

    Tak hanya pola makan, penting pula untuk memperhatikan waktu istirahat yang cukup, hindari papara allergen, konsumsi suplemen, menjaga kebersihan dan lainnya yang dapat membantu agar anak terhindar dari penyakit.

    Nah, itu tadi 5 cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak terserang batuk pilek terus menerus. Namun perhatikan, jika kondisi batuk pilek anak terjadi selama lebih dari 2 minggu maka sgeera periksakan anak ke dokter. Bisa jadi, kondisi batuk pilek ini menjadi salah satu tanda kondisi yang cukup serius pada anak. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Sobat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah […]

    Gizi Seimbang untuk Anak Obesitas

    Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah kondisi kesehatannya, mengingat daya tahan tubuh anak yang belum sebagus orang dewasa yang pastinya membuat anak rentan terserang penyakit.

    Pastinya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit? Bukan hanya repot untuk mengurusnya karena anak rewel sepanjang hari, tetapi anak juga akan tersiksa ketika sakit dan pastinya kita tidak mau melihat anak mengalami hal ini. Berbagai cara bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi tubuh anak tetap fit, seperti dengan melakukan vaksin sejak dini ataupun dengan rutin membawa anak ke posyandu untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya.

    Namun, apakah Anda tahu jika kita bisa menjaga kesehatan anak melalui berbagai cara sederhana, selain dengan membawanya ke pelayanan kesehatan secara rutin? Yup, benar sekali, sebagai orang terdekat untuk anak salah satu hal yang tidak boleh luput dari pengamatan kita adalah asupan makanan mereka. Sebagai orang tua, kita harus benar-benar mengawasi makanan apa aja yang dikonsumsi anak, mengingat tidak semua jenis makanan terjaga kebersihannya dan ketika anak tidak menjaga asupan makanannya maka dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada mereka. Pastinya kita tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Obesitas adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi orang tua karena hal ini juga menyebabkan anak “tersiksa”. Obesitas merupakan kondisi di mana anak kelebihan berat badan daripada anak seusianya dan akan menyebabkan anak tidak mampu beraktivitas seperti teman-temannya. Lalu, apa jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi untuk anak – alias yang dapat memenuhi gizi tetapi juga tidak menyebabkan obesitas? Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh jenis makanan apa yang aman untuk dikonsumsi anak dan pastinya sayang untuk dilewatkan!

    1. ASI eksklusif

    Yup, pastinya bukan informasi baru bagi kita jika ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan – dan akan lebih baik lagi jika ibu tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. ASI memiliki banyak manfaat untuk anak seperti membuang metabolisme yang tidak diperlukan anak alias mencegah terjadinya obesitas serta menjaga keseimbangan kebutuhan energi anak hingga mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menyatakan jika anak yang menerima ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan memiliki risiko 22% lebih rendah mengalami obesitas ketika mereka dewasa nantinya.

    2. Mengatur cemilan anak

    Bukan hanya kita saja yang suka makan cemilan, anak juga suka meminta cemilan pada kita terutama ketika sudah menginjak usia 2 tahun – dan apabila kita tidak mengatur waktu cemilan mereka maka juga akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Sebaiknya kita mulai mengganti cemilan manis anak menjadi cemilan yang sehat dan rendah lemak seperti biskuit gandum, buah, puding, yoghurt, jus buah, dan lain-lain.

    3. Membiasakan anak melakukan sarapan

    Meskipun kelihatannya sepele, sarapan merupakan suatu kebiasaan yang baik dan dapat diterapkan sejak dini pada anak dan pastinya untuk mencegah risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena sarapan akan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang pada anak pada pagi hari dan menjadi bekal energi anak sepanjang hari. Sarapan akan mengurangi rasa lapar pada siang ataupun sore hari dan hal ini juga berarti anak tidak akan mengonsumsi cemilan secara berlebihan.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tetapi juga mencegah terjadinya obesitas pada anak. Suatu hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menerapkan pola hidup yang sehat pada anak? Yuk, kita mulai dari sekarang!

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    health.detik.com/ibu-dan-anak/2677443/pola-makan-agar-kebutuhan-gizi-si-kecil-terpenuhi-tapi-tidak-overnutrisi

    Read More
  • Penyakit kekurangan gizi merupakan salah satu penyakit yang menyerang anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan. Di Indonesia sendiri, permasalahan ini menjadi kasus yang cukup banyak menyita perhatian karena banyaknya anak-anak yang menjadi korban dari penyakit kekurangan gizi tersebut. Kekurangan gizi mencakup kekurangan akan asupan vitamin A, yodium, zat besi, protein, energi, yang membuat pertumbuhan anak menjadi […]

    Jangan Sampai Anak Kurang Gizi! Yuk, Masak 6 Jenis Olahan Makanan Ini

    Penyakit kekurangan gizi merupakan salah satu penyakit yang menyerang anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan. Di Indonesia sendiri, permasalahan ini menjadi kasus yang cukup banyak menyita perhatian karena banyaknya anak-anak yang menjadi korban dari penyakit kekurangan gizi tersebut. Kekurangan gizi mencakup kekurangan akan asupan vitamin A, yodium, zat besi, protein, energi, yang membuat pertumbuhan anak menjadi terganggu.

    Sehingga membuat anak-anak yang mengalami kekurangan gizi menjadi pendek dan kurus. Lalu, penyakit kekurangan gizi juga menyebabkan tubuh menjadi lemah, kulit yang bermasalah, serta mata cekung. Bahkan jika kondisinya sudah lumayan parah, dapat menyulitkan anak untuk bertahan hidup.

    Mari cegah anak Sahabat jangan sampai kekurangan gizi dengan mengonsumsi olahan makanan-makanan sehat di bawah ini.

    1. Semua Jenis Produk Susu

    Bagi anak-anak yang menderita kekurangan gizi, akan sangat baik jika Sahabat memberikan asupan berbagai jenis produk susu. Dan tak hanya anak-anak yang menderita kekurangan gizi saja, jika anak Sahabat memiliki gizi yang normal sekalipun perlu mendapatkan asupan susu agar dapat mencegah terjadinya kekurangan gizi. Produk-produk susu memiliki kandungan protein, lemak, dan kalsium dapat memenuhi nutrisi anak.

    Produk susu ini dapat membantu anak agar mendapatkan rangsangan yang baik agar dapat menghasilkan insulin, sehingga kadar gula pada tubuh sempurna. Ada berbagai produk susu yang dapat Sahabat berikan kepada anak secara langsung, seperti susu sapi, yoghurt, dan keju. Sahabat bisa memberikan jenis makanan ini setiap harinya. Namun, jika anak Sahabat memiliki alergi terhadap susu sapi, maka solusi alternatifnya Sahabat dapat memberikan susu nabati seperti susu air beras dan susu kedelai.

    2. Olahan Telur

    Telur memiliki kandungan protein dan vitamin yang cukup tinggi. Selain itu, telur juga mengandung kolin yang menjadi nutrisi cukup penting bagi anak. Kolin dapat membuat proses pertumbuhan pada anak berjalan dengan baik, rangsangan terhadap pertumbuhan sistem syaraf dan otot, serta membantu meningkatkan kerja otak. Ketika memberikan telur pada anak, pastikan jika Sahabat mengolah nya dengan baik, misalnya saja dengan dimasak dalam bentuk telur rebus, omelet telur, telur goreng (menggunakan minyak zaitun), atau memasukkannya ke dalam nasi, bubur, maupun sup.

    3. Olahan Daging

    source: healthfreedoms

    Daging memiliki manfaat yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Kandungan zat besinya membantu produksi sel darah merah, sehingga mencegah anak mengalami anemia. Daging juga memiliki kandungan magnesium dan zat besi yang dapat meningkatkan kerja dan fungsi otak serta sistem kekebalan tubuh. Agar anak-anak Sahabat bisa mengonsumsi daging dengan baik, cobalah untuk mengolahnya menjadi makanan yang lembut. Sahabat dapat pula mencampurkannya dengan jenis makanan lainnya seperti telur, tempe, tahu, dan lainnya.

    4. Olahan Ikan

    Semua jenis-jenis olahan ikan memiliki manfaat yang baik bagi anak, terutama jika anak mengalami kekurangan gizi. Kandungan protein di dalamnya berperan penting untuk meningkatkan fungsi tulang dan otot. Selain itu, ikan juga memiliki jenis lemak sehat seperti omega-3 yang dapat membantu meningkatkan kecerdasan pada anak.

    Bahkan mengonsumsinya secara teratur dapat membantu sistem penglihatan dan syaraf pada anak lebih sehat. Berbagai jenis ikan yang disarankan untuk dikonsumsi antara lain seperti ikan nila, ikan salmon, ikan sarden, ikan tuna, dan lainnya. Masak ikan-ikan tersebut hingga matang, Sahabat bisa menjadikannya sebagai ikan kukus atau bubur.

    5. Menu Sup Sayuran Hijau

    Sayuran juga menjadi makanan yang harus masuk ke dalam menu makanan sehari-hari anak. Sahabat bisa memberikan sayuran-sayuran hijau seperti sawi, kol, brokoli, dan lainnya. Sayuran hijau lainnya. Kandungan kalsium, zat besi, mineral, dan vitamin C akan sangat penting bagi pertumbuhan anak. Selain itu, kalium di dalam sayuran hijau juga memiliki manfaat untuk menyehatkan organ jantung.

    6. Buah-Buahan Berwarna Cerah

    Jangan lupa untuk memasukkan buah sebagai makanan yang akan dikonsumsi anak sehari-harinya, terutama buah-buahan yang berwarna cerah. Hal ini karena kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Vitamin A tak hanya bermanfaat bagi kesehatan mata, namun juga membantu agar sistem imunitas tubuh anak lebih meningkat sehingga tidak mudah sakit.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan. Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa […]

    Jika Imunisasi Terlambat, Apa Dampaknya?

    Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan.

    Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa untuk kesehatan anak. Bahkan beberapa orang tuaberanggapan bahwa pemberian imunisasi akan menyebabkan anak terjangkit penyakit pasca imunisasi. Padahal, pembuatan jadwal imunisasi yang telah dirancang oleh dokterdanpemerintah tentunya perlu ditaati dan dijalankan agar memberikan efek yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Lantas, apa akibatnya jika imunisasi diabaikan? Berikut penjelasan yang perlu kamu ketahui.

    Pemberian imunisasi tepat waktu tentunya memiliki tujuan agar anak segera memiliki bentuk proteksi terhadap tubuh. Dengan memiliki proteksi lebih dini tentunya merupakan salah satu bentuk upaya dini pencegahan terjangkitnya suatu penyakit. Dokter mengatakan tidak ada kata terlambat melakukan imunisasi selama anak masih dalam keadaan yang sehat. Tapi, hal itu tentunya akan meningkatkan resiko bagi anak untuk cepat terkena beragam penyakit.

    Kebanyakan orang tua mungkin menunda imunisasi akibat adanya reaksipascaimunisasi setelah pemberian imunisasi seperti demam ringan,bengkakdannyeri di lokasipenyuntikan. Orang tua beranggapan pemberian imunisasi justru memberikan masalah kesehatan pada anak. Padahal, pernyataan tersebut keliru. Hal tersebut hanyalah respon tubuh yang baru mengenali zat pembentuk daya tahan tubuh. Hal ini normal dan tidak berbahaya sebab beberapa hari kemudian tubuh anak akan kembali normal. Jadi, tak ada alasan yang dapat mendukung anak harus terlambat mendapatkan imunisasi.

    Menunda imunisasi masih diperbolehkan oleh dokter ketika anak sedang tidak fit saat memasuki jadwal imunisasi. Namun, penundaan ini tidak boleh berjangka waktu terlalu lama. Sebab semakin terlambat tubuh menerima pembentukan daya tahan tubuh, semakin tinggi pula resiko terkena penyakit. Selain alasan tersebut, dokter juga menjelaskan bahwa tubuh memiliki antibodi alami yang justru akan memerangi imunisasi yang diberikan ketika waktunya tidak tepat. Alhasil, imunisasi tidak akan berperan maksimal dalam menjaga kesehatan anak.

    Bagi kamu para orang tua, ada beberapa manfaat yang perlu diketahui agar tidak menunda memberikan imunisasi. Pemberian imunisasi sangat penting agar mencegah tubuh terjangkit penyakit yang membahayakan tubuh. Selain itu, pemberian imunisasi juga mengurangi tingkat resiko tubuh mengalami kematian dan cacat. Tidak hanya itu, imunisasi juga merupakan investasi kesehatan terbesar yang dapat dilakukan. Mengapa demikian? Bukankah mencegah selalu menjadi langkah terbaik sebelum mengobati? Pemberian imunisasi tersebut merupakan upaya pencegahan agar menghemat biaya yang bisa jadi dikeluarkan saat terkena penyakit nantinya.

    Dari penjelasan di atasdapat ditarik kesimpulan bahwa melakukan imunisasi justru lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan masalah. Reaksi pasca imunisasi mungkin dapat mengkhawatirkan orang tua, padahal reaksi tersebut dapat ditangani.

    Perlu diingat pula bahwa menunda imunisasi, berarti pula bahwa kamu menunda pemberian daya tahan tubuh kepada anak sekaligus meningkatkan resiko terjangkit penyakit yang serius yang pada akhirnya membuat anak cacat dan mengalami kematian akibat penyakit tersebut. Jika kamu masih saja ragu terhadap manfaat imunisasi dan memilih tidak memberikan hak tersebut pada anak, maka konsultasikan hal tersebut pada dokter. Dokter akan memberikan penjelasan dan membuka pandangan pada kamu bahwa imunisasi sangat penting dilakukan demi kesehatan tubuh di masa depan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Makanan memang menjadi hal utama yang perlu dijaga dalam keadaan apapun. Segala bahan makanan akan memberikan pengaruh pada sistem kerja tubuh. Begitu juga saat kamu atau anak sedang dalam keadaan sakit perut. Dalam keadaan ini, tidak semua makanan diperbolehkan untuk dikonsumsi. Hal inikarena lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan, maka jenis makanan tertentu yang […]

    Hindari Makanan Ini Jika Terjadi Sakit Perut pada Anak

    Makanan memang menjadi hal utama yang perlu dijaga dalam keadaan apapun. Segala bahan makanan akan memberikan pengaruh pada sistem kerja tubuh. Begitu juga saat kamu atau anak sedang dalam keadaan sakit perut. Dalam keadaan ini, tidak semua makanan diperbolehkan untuk dikonsumsi.

    Hal inikarena lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan, maka jenis makanan tertentu yang tidakcocokakanmemberikan dampak pada sakit perut yang sedang melandamu atau anak. Jangan sampai kamu salah mengonsumsi makanan tertentu dan berujung pada semakin parahnya sakit perut yang dialami.

    Lantas apa saja makanan yang dilarang untuk dikonsumsi saat sakit perut? Berikut penjelasannya.

    1. Kafein

    Saat kamu mengalami sakit perut, hindari terlebih dahulu mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, atau soda. Sebab kafein ini memengaruhi pergerakan makanan yang akan diproses oleh sistem pencernaan. Dengan pergerakan yang cepat, proses mencerna makanan tersebut tidak akan sempurna. Alhasil, kamu akan mengalami sakit perut yang disertai diare.

    2. Bawang putih

    Makanan yang perlu dihindari selanjutnya yaitu bawang putih. Meskipun bawang putih selalu menjadi alternatif obat alami untuk berbagai jenis penyakit, ini tidak berlaku bagi sakit perut yang kamu alami. Mengapa demikian? Karena bawang putih mengandung fruktans yang dapat meningkatkan rasa nyeri pada lambung. Jadi, hindari mengonsumsi bawang putih terlebih dahulu saat sakit perut daripada kamu harus merasakan nyeri lebih parah akibat mengonsumsinya.

    3. Susu

    Susu memang menjadi penyeimbang dan pelengkap kebutuhan nutrisimu, tetapi ketika sakit perut kamu harus mengabaikannya terlebih dahulu. Susu memiliki kandungan laktosa yang dapat mempersulit kerja sistem pencernaan. Terlebih saat kamu sakit perut, tentunya kemampuan sistem pencernaan dalam mecerna masih dalam masalah. Konsumsisusu akan membuat sistem pencernaan semakin berat dalam bekerja. Akhirnya, kamu akan mengalami diare yang berat atau masalah pencernaan lainnya.

    4. Minuman dan Makanan yang Asam

    Pantangan selanjutnya yaitu mengonsumsi makanan dan minuman yang asam. Kandungan asam pada makanan atau minuman tentunya akan menambah nyeri atau perih pada organ pencernaanmu. Maka, hindari terlebih dahulu jeruk, lemon, dan anggur saat sakit perut menyerang daripada kamu harus mengalami mual, nyeri perut, atau diare yang memperparah masalah perut.

    Selain memerhatikan makanan dan minuman yang perlu dihindari, kamu juga perlu tahu makanan atau minuman yang sebaiknya kamu konsumsi untuk meredakan sakit perut. Apa saja makanan dan minuman tersebut? Baca penjelasan di bawah ini.

    1. Wedang Jahe
    Jahe bisa menjadi pilihan yang tepat untuk meredakan sakit perut. Jahe memiliki kandungan tertentu yang bersifat anti inflamasi dan anti oksidan yang mampu meredakan rasa nyeri serta membunuh kuman penyebab sakit perut. Kamu bisa mencobanya dengan mengonsumsi dua kali sehari.

    2. Yoghurt
    Makanan yang disarankan selanjutnya yaitu yoghurt. Yoghurt memang dikenal ampuh meredakan sakit perut karena yoghurt memiliki bakteri baik yang akan bekerja sebagai sistem proteksi tubuh. Pilihlah yohgurt yang berjenis non susu agar tidak menyebabkan nyeri pada perut. Kamu bisa mengombinasikan beberapa buah atau sayur sebagai pelengkap nutrisinya.

    Sakit perut pada anak jangan dianggap masalah yang remeh. Apabila penanganan tidak tepat, sakit perut bisa berujung pada masalah pencernaan yang lain seperti diare. Jika diare yang dialami berlebih, maka anak dapat mengalami dehidrasi dan daya tahan tubuh akan berkurang. Salah satu penanganan yang baik adalah mengetahui mana yang baik dan harus dihindari untuk dikonsumsi saat sakit perut. Dengan demikian, sakit perut tidak akan menjadi masalah yang besar.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi: parents.com/health/stomach-ache/natural-tummy-ache-remedies/
    Sip Chamomile Tea

    Read More
  • Anak. Apa sih yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Anak adalah suatu hal yang dinantikan setiap orang tua dan pastinya orang tua ingin selalu anaknya sehat setiap saat. Berbagai hal pun pastinya dilakukan orang tua pastinya siap dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak, contohnya saja seperti dengan memperhatikan pola […]

    Cukupi Kebutuhan Vitamin Anak dengan Aneka Macam Makanan ini

    Anak. Apa sih yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Anak adalah suatu hal yang dinantikan setiap orang tua dan pastinya orang tua ingin selalu anaknya sehat setiap saat. Berbagai hal pun pastinya dilakukan orang tua pastinya siap dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak, contohnya saja seperti dengan memperhatikan pola makan anak. Yup, sebagai orang tua kita harus memperhatikan asupan makanan anak dengan baik mengingat anak lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Ketika anak mengonsumsi makanan yang belum sesuai dengan umur atau makanan yang dikonsumsi tidak higenis dapat memicu timbulnya penyakit.

    Memangnya apa yang perlu kita perhatikan dalam mengatur asupan makan anak? Tentu saja jawabannya kita harus memperhatikan segala kandungannya, mulai dari kandungan vitamin yang ada di dalamnya serta berbagai zat lainnya yang dibutuhkan oleh anak; seperti protein, karbohidrat, lemak, maupun serat dan mineral. Memangnya seberapa banyak vitamin yang dibutuhkan anak dalam sehari? Apa jadinya jika kebutuhan vitamin anak tidak terpenuhi dengan baik?

    Vitamin merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh seseorang setiap harinya agar tubuhnya kebal terhadap berbagai penyakit. Layaknya orang dewasa, kita juga perlu memenuhi kebutuhan vitamin anak setiap hari agar daya tahan tubuhnya kuat dan pastinya jauh dari kata terserang penyakit. Namun, sebenarnya makanan apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan vitamin anak dengan baik? Nah, daripada semakin penasaran mengenai makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi anak agar kebutuhan vitaminnya bisa tercukupi, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Susu kedelai

    Siapa sih di antara kita yang suka mengonsumsi susu? Jenis susu apakah yang kalian suka konsumsi? Yup, seperti yang kita tahu, terdapat banyak susu yang beredar di pasaran dan kita bisa memilih jenis susu sesuai dengan kebutuhan dan pastinya kita akan mendapat manfaat dari susu tersebut. Susu kedelai adalah salah satu susu yang sering dipilih orang tua untuk anaknya, di mana susu kedelai adalah sumber makanan hewani yang kaya akan kandungan vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dampaknya akan fatal untuk tubuh, seperti kulit yang menjadi pucat, daya tahan tubuh yang lemah serta menyebabkan rasa lelah yang lebih cepat daripada sebelumnya. Kemudian, kekurangan vitamin B12 akan menyebabkan gangguan pada saraf seperti kesemutan, baal, kelemahan otot serta kesulitan untuk berjalan. Selain dari susu kedelai, orang tua bisa memenuhi kebutuhan vitamin B12 anak dari berbagai sayuran hijau lainnya ataupun dari ganggang laut.

    2. Bayam

    Bayam termasuk dalam golongan sayuran hijau yang pastinya memiliki banyak kandungan vitamin untuk anak kita. Menariknya lagi, bayam sudah bisa dikonsumsi mulai anak menginjak usia 6 bulan yang berarti kita tidak perlu khawatir lagi mengenai anak akan kekurangan pasokan vitamin dalam kesehariannya. Memangnya apa saja vitamin yang ada pada bayam? Eits jangan salah, meskipun sayuran ini murah tetapi terdapat banyak vitamin yang tersembunyi di dalamnya seperti vitamin A dan vitamin B, asam folat, fosfor, zat besi, serta kalsium.

    3. Jamur

    Siapa yang suka mengonsumsi jamur? Apakah kalian tahu jika mengonsumsi jamur dengan rutin dapat memenuhi kebutuhan vitamin anak? Yup, sayuran yang satu ini juga mampu memenuhi kebutuhan salah satu vitamin untuk anak, lebih tepatnya memenuhi kebutuhan vitamin D. Bukan hanya vitamin D saja, jamur juga memiliki kandungan vitamin B5 dan tembaga yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan anak sehari-hari.

    4. Alpukat

    Siapa sih yang tidak kenal dengan buah yang satu ini? Apakah Anda rutin untuk memberi asupan buah terhadap anak Anda? Seperti halnya orang dewasa, anak juga membutuhkan asupan 4 sehat 5 sempurna agar kesehatan tubuhnya tetap terjaga dan pastinya jauh dari berbagai penyakit. Salah satu buah yang bisa diberikan pada anak sejak dini adalah buah alpukat, di mana setengah dari potongan buah alpukat atau 2 mg alpukat banyak mengandung vitamin E dan pastinya mampu memenuhi kebutuhan vitamin anak sehari-hari. Kita juga bisa memberikan alpukat pada anak dalam bentuk jus ataupun dalam bentuk potongan buah.

    Nah, itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita berikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin anak sehari-hari. Berbagai jenis makanan tersebut tidak sulit untuk didapatkan bukan? Memenuhi kebutuhan vitamin anak sangatlah penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar kuat dan pastinya meminimalisir datangnya berbagai penyakit membahayakan pada anak. So, pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara membuat anak lebih ceria dan sehat daripada sebelumnya?

    Referensi:
    merdeka.com/sehat/penuhi-kebutuhan-vitamin-d-dengan-5-makanan-ini.html
    kumparan.com/@kumparanmom/5-makanan-kaya-vitamin-untuk-bayi-usia-6-bulan

    Read More
  • Ketakutan akan jarum suntik pada anak merupakan hal yang sering terjadi. Lebih dari 60% anak mengalami takut akan jarum suntik terutama yang berkaitan dengan imunisasi. Seiring bertambahnya usia, rasa ketakutan tersebut dapat berkurang, walau begitu sebagian anak tetap mengalami hal tersebut hingga beranjak dewasa. Nah, tak jarang ini menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Ketakutan pada […]

    5 Tips agar Anak Tidak Takut Jarum Suntik

    Ketakutan akan jarum suntik pada anak merupakan hal yang sering terjadi. Lebih dari 60% anak mengalami takut akan jarum suntik terutama yang berkaitan dengan imunisasi. Seiring bertambahnya usia, rasa ketakutan tersebut dapat berkurang, walau begitu sebagian anak tetap mengalami hal tersebut hingga beranjak dewasa. Nah, tak jarang ini menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Ketakutan pada anak dan kekhawatiran orang tua dapat menghalangi untuk dilakukan penyuntikan.

    Peran orang tua penting dalam mengatasi ketakutan jarum suntik pada anak. Terdapat beberapa faktor yang dapat mencetuskan rasa takut anak akan jarum suntik, meliputi kasih sayang orang tua terhadap anak, respons stres orang tua seperti menangis, gugup, cemas, atau marah-marah terhadap anak, dan orang tua yang takut akan jarum suntik. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan terjadinya ketakutan anak akan jarum suntik.

    Ada beberapa tips agar anak tidak takut jarum suntik, yaitu:

    1. MOTIVASI ANAK AGAR TIDAK TAKUT AKAN JARUM SUNTIK

    Motivasi penting diberikan oleh orang tua agar anak tidak takut jarum suntik. Motivasi membuat seseorang berpikir positif, yang membuat kecemasan pada anak berkurang. Kecemasan yang berkurang menyebabkan sensasi nyeri yang dirasakan akan berkurang sehingga dapat mengurangi terjadinya anak takut akan jarum suntik.

    2. BERIKAN KASIH SAYANG

    Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang memberikan kasih sayang yang baik kepada anak dapat menurunkan ketakutan pada anak akan jarum suntik dibandingkan yang kurang memberikan. Saat akan diimunisasi, orang tua dapat memeluk anaknya agar mereka merasa disayang oleh orang tuanya. Dengan hal tersebut dapat mengurangi takut anak akan jarum suntik.

    3. TIDAK PANIK SAAT MENEMANI ANAK

    Tidak jarang orang tua menjadi panik karena anaknya akan disuntik yang disebabkan karena kekhawatiran. Kekhawatiran merupakan suatu yang wajar terjadi, tetapi dalam mengatasi ketakutan anak akan jarum suntik hal ini tidak boleh terjadi. Pada penelitian menunjukkan bahwa perilaku orang tua seperti cemas, marah, atau menangis, dapat memengaruhi ketakutan anak terhadap jarum suntik.

    4. MENGATASI KETAKUTAN ORANG TUA TERHADAP JARUM SUNTIK

    Selain anak, orang tua pun juga dapat mengalami ketakutan akan jarum suntik. Hal ini mungkin didapatkan dari pengalaman dari masa lampau. Perilaku takut akan disuntik ini dapat menurun karena kecenderungan anak mengikuti perilaku orang tuanya. Respons ketakutan tersebut harus dihindari terutama saat bersama dengan anak. Bila hal tersebut sulit dikendalikan, perlu konsultasi lebih lanjut dengan psikiater/psikolog agar dapat mengatasi hal tersebut.

    5. MEMBERITAHU KEPADA ANAK SEBELUM AKAN DISUNTIK

    Kecemasan dapat menyebabkan sensasi nyeri meningkat dan mengakibatkan pengalaman nyeri yang dapat membuat sensasi nyeri semakin hebat bila terjadi nyeri selanjutnya. Dari penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa kecemasan baik sebelum, saat, dan sesudah tindakan medis dan rasa nyeri setelah tindakan medis menjadi berkurang bila pada sebelumnya pasien diberikan informasi dengan jelas seputar tindakan medis, terutama apa saja yang akan terjadi saat tindakan dan yang akan terjadi setelah tindakan medis.

    Hal tersebut berkaitan dengan rasa takut akan jarum suntik pada anak. Sebelum dilakukan imunisasi, perlu diberi tahu terlebih dahulu kepada anak seputar imunisasi, meliputi perlunya imunisasi, caranya, akibat dari imunisasi yang dapat terjadi, seperti nyeri salah satunya, dan yang penting diberi tahu bahwa disuntik saat imunisasi tidak berbahaya dan nyeri yang dirasakan tidak akan berlangsung lama. Dengan langkah tersebut, dapat mengurangi rasa takut anak akan jarum suntik.

    Nah, Moms itulah kelima tips yang dapat Anda terapkan supaya si kecil tidak takut lagi dengan jarum suntik. Selain itu, bila Moms ingin melakukan vaksinasi, baik untuk si kecil maupun anggota keluarga lainnya, ada layanan dokter ke rumah loh. Coba saja akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA
    Orenius T, LicPsych, Säilä H, Mikola K, Ristolainen L. Fear of Injections and Needle Phobia Among Children and Adolescents: An Overview of Psychological, Behavioral, and Contextual Factors. SAGE Open Nursing. 2018;4:237796081875944.
    Taylor C, Sellick K, Greenwood K. The influence of adult behaviors on child coping during venipuncture: A sequential analysis. Research in Nursing & Health. 2011
    Tsao J, Lu Q, Myers C, Kim S, Turk N, Zeltzer L. Parent and Child Anxiety Sensitivity: Relationship to Children’s Experimental Pain Responsivity. The Journal of Pain. 2006;7(5):319-326.
    Suseno E. Pencegahan nyeri kronis pasca operasi. Majalah Kedokteran Andalas. 2017;40(1):40.

    Read More
  • Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang […]

    Cara Mencegah Pilek pada Anak

    Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang kita pikir selama ini? Siapa sebenarnya yang rentan untuk terserang pilek?

    Pada penderita pilek, masa inkubasi virus biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari dan gejala penyakit ini justru muncul setelah masa inkubasi selesai. Pliek merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, alias bisa menyerang dari mereka yang masih balita hingga yang sudah berusia paruh baya bahkan berusia lanjut. Lalu siapa yang paling rentan terserang virus pilek?

    Seperti berbagai penyakit lainnya, tentu saja penyakit pilek sangat mudah untuk menyerang mereka yang berdaya tahan tubuh lemah. Balita cenderung lebih menderita ketika terserang pilek karena daya tahan tubuh mereka lemah dan penyakit pilek ini cenderung lebih lama daripada golongan usia lainnya, yaitu dengan rentang waktu 10 hingga 14 hari. Hal ini cukup berbeda ketika anak sudah menginjak usia lebih besar, di mana penyakit pilek ini hanya berlangsung dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari.

    Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena daya tahan tubuh kita yang semakin kuat dari hari ke hari. Anak-anak diperkirakan bisa mengalami penyakit ini sebanyak 8 hingga 12 kali dalam setahun sedangkan orang dewasa hanya 2 hingga 4 kali. Perbedaan yang cukup mencolok bukan?

    Pilek cenderung muncul hanya dalam bulan-bulan tertentu, lebih tepatnya ketika dalam masa pergantian antara musim kemarau ke musim penghujan – lebih tepatnya terjadi antara bulan Oktober hingga Februari. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir terserang virus pilek ini? Apa yang menandakan kita atau anak sedang terserang virus pilek? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai gejala pilek serta upaya mencegah terjangkit virus pilek yang pastinya praktis untuk dilakukan. Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

    Gejala Pilek Anak

    Meskipun pilek bukan suatu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang, tentu saja kita sebaiknya segera menanganinya ketika muncul beberapa gejala pilek agar penyakit ini tidak bertambah parah dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa gejala pilek awal yang mudah dikenali pada anak:

    1. Anak mengalami kelelahan yang berlebih atau lebih cepat lelah daripada sebelumnya meskipun melakukan aktivitas yang sama. Kelelahan ini juga disertai dengan terjadinya gangguan pada sistem pernafasan anak seperti tidak berhenti bersin ataupun batuk kering;
    2. Anak mengalami demam. Demam yang dialami oleh anak pun tidak biasa, alias anak tiba-tiba mengalami demam bahkan bisa berlangsung selama beberapa hari. Demam yang dimaksud di sini pun tidak main-main alias bisa mencapai 38,3 derajat celcius dan apabila tidak segera ditangani tentu saja dapat menyebabkan kejang. Parahnya lagi, anak yang mengalami pilek dan berusia di atas 6 bulan suhunya dapat mencapai hingga 39,3 derajat ataupun lebih.
    3. Nafsu makan anak menurun. Hal ini tentu saja disebabkan kondisi tubuh anak yang tidak enak bahkan untuk menelan saja terasa sakit yang membuat anak enggan untuk makan, meskipun hanya mengemil atau biasanya nafsu makan anak besar. Bukan saja hanya nafsu makan menurun, anak juga bisa mengalami muntah ataupun diare ketika penanganan pilek terlambat.
    4. Anak mengalami gangguan pernafasan. Meskipun kita sudah tahu jika virus pilek menyerang saluran pernafasan, gejalanya akan terlihat sebagai gejala awal pilek di mana nafas anak akan menjadi pendek-pendek atau justru nafas anak menjadi sangat cepat dan tidak terkendali. Timbulnya gejala yang satu ini biasanya juga disertai dengan anak mengeluhkan timbulnya rasa nyeri pada bagian telinga.

    Cara Mencegah Pilek Pada Anak

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah paham, kan mengenai apa saja gejala pilek anak yang harus kita waspadai dan segera kita lakukan penanganan agar penyakit ini tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya virus ini ke anak? Tentu saja ada! Wah apa saja ya kira-kira cara mencegah pilek pada anak yang mudah untuk dilakukan? Nah daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Mencuci tangan

    Meskipun kelihatannya hal ini sepele, mencuci tangan merupakan hal yang efektif untuk dilakukan untuk mencegah anak terjangkit virus pilek. Tentu saja mencuci tangan yang dimaksud di sini pun bukan sembarangan alias kita perlu melakukan teknik cuci tangan yang tepat agar kuman dan bakteri dapat mati. Teknk cuci tangan yang dimaksud di sini pun mudah dilakukan , yaitu mencuci kedua tangan dengan sabun setidaknya selama 15 detik kemudian dibilas dengan air hingga bersih.

    2. Menjauhkan anak dari orang sakit

    Cara ini juga mudah untuk dilakukan sekaligus efektif untuk meminimalisir anak terserang penyakit. Seperti yang kita tahu pula, daya tahan tubuh anak belum sebagus orang dewasa sehingga sebaiknya kita menjauhkan anak dari orang lain yang sedang mengalami penyakit tertentu; setidaknya 6 meter agar kesehatan anak tetap terjaga. Hal ini juga bisa kita terapkan di rumah, di mana ketika ada anggota keluarga lainnya yang sakit sebaiknya anak tidak berada di satu ruangan dengan mereka.

    3. Vaksinasi Flu

    Seperti layaknya penyakit berbahaya lainnya, kita juga bisa memberikan vaksin flu pada anak sehingga daya tahan tubuh anak semakin kuat dan pastinya anak semakin kebal terhadap virus flu ataupun pilek. Vaksin flu bisa kita berikan sejak anak menginjak usia 6 bulan dan bisa kita berikan secara berkala alias setiap tahun yang berfungsi sebagai penguat (booster). Vaksin pilek bisa diberikan dalam dua bentuk, yaitu suntikan ataupun semprotan di mana vaksin ini diberikan dengan cara disemprotkan ke dalam lubang hidung atau biasa kita kenal dengan “flu mist”. Flu mist sendiri bisa diberikan pada anak yang sudah berusia 2 tahun dan juga bisa diberikan pada kita yang sudah tidak muda lagi – lebih tepatnya vaksin ini tetap bisa bekerja dengan efektif untuk mereka yang sudah menginjak usia 49 tahun.

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pilek – lebih tepatnya bagaimana pilek menyerang anak dan gejala apa yang biasanya muncul. Mengetahui bagaimana cara mencegah anak terserang virus pilek juga merupakan hal penting supaya anak selalu dalam kondisi fit dan pastinya bisa riang gembira sepanjang hari. Bukan suatu hal yang sulit untuk dilakukan bukan untuk mencegah anak terserang pilek?

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi tapi tak sempat maka bisa mencoba salah satu layanan imunisasi flu dari prosehat. Prosehat memberikan layanan vaksinasi lengkap datang ke rumah. Ingat sehat ingat prosehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu
    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun. Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sobat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru. Sobat dapat mengkonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak. Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    1. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama. Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandungpun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    1. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    1. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan. Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk. Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    1. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas. Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    1. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    1. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak. TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sobat.

    Untuk pencegahan, sobat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antri untuk melakukan vaksinasi. Ingat Sehat Ingat Prosehat

    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Namun, semua kembali pada kemauan Sobat dan tekat sebagai ibu yang melindungi janinnya. Rubella yang menyerang ibu hamil berpotensi untuk merugikan dan menularkan kembali pada anak Sobat yang lainnya atau orang disekitarnya. Usahakan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

     

    Read More

Showing 31–40 of 68 results

WhatsApp Asisten Maya saja