Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ anak”

Showing 31–40 of 72 results

  • Siapa sih yang pernah mengalami kesulitan BAB? Jika pernah, apakah kalian sering mengalami kesulitan BAB? Kesulitan BAB biasa dikenal dengan istilah sembelit dan hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pastinya terbayang kan bagaimana sakitnya mengalami sembelit selama beberapa hari? Yup benar sekali, perasaan tidak nyaman dan harus bolak balik ke kamar mandi bukan suatu […]

    Tips Jitu Melancarkan BAB Anak

    Siapa sih yang pernah mengalami kesulitan BAB? Jika pernah, apakah kalian sering mengalami kesulitan BAB? Kesulitan BAB biasa dikenal dengan istilah sembelit dan hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pastinya terbayang kan bagaimana sakitnya mengalami sembelit selama beberapa hari? Yup benar sekali, perasaan tidak nyaman dan harus bolak balik ke kamar mandi bukan suatu keluhan yang baru bagi penderita sembelit. Sebenarnya bagaimana seseorang bisa dikategorikan dirinya mengalami sembelit?

    Seseorang dikatakan mengalami sembelit ketika intesitas BAB kurang dari tiga kali seminggu. Ketika sembelit tidak segera ditangani, maka sembelit bisa berkembang menjadi sembelit kronis dan pastinya membutuhkan pertolongan lebih lanjut untuk penanganannya.

    Siapakah yang berisiko mengalami sembelit? Pertanyaan yang satu ini sering kali diajukan mengingat tidak ada seorang pun yang mau mengalami sembelit. Sembelit sendiri merupakan suatu penyakit yang biasa terjadi pada seseorang ketika pola hidupnya kurang sehat dan biasanya dapat sembuh denga sendirinya.

    Penyebab timbulnya sembelit antara satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda satu sama lain, tapi sebagian besar penyebab sembelit adalah karena asupan makanan yang kurang sehat atau bergizi, lingkungan yang kurang bersih atau sehat, bahkan juga bisa karena faktor stres. Sembelit sendiri lebih rentan menyerang mereka yang sudah memasuki usia lanjut usia, mengalami obesitas, wanita hamil, atau bagi mereka yang cenderung duduk lama alias berdiam diri pada suatu tempat selama berjam-jam.

    Lalu, apa saja yang menandakan jika kita mengalami sembelit? Sebelum kita membahas lebih jauh, apakah kalian tahu jika penyakit sembelit ini juga bisa dialami oleh anak? Yup sayangnya, anak juga rentan mengalami permasalahan pencernaan yang satu ini dan tentu saja hal ini akan mengganggu aktivitas anak seperti halnya orang dewasa yang mengalami sembelit. Namun, apakah gejala sembelit yang dialami oleh anak sama dengan yang dialami oleh mereka yang sudah dewasa? Nah daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasannya berikut ini!

    Gejala Sembelit Pada Anak

    Mengetahui berbagai gejala dari suatu penyakit adalah hal penting mengingat kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita derita. Apa akibatnya jika penanganan sembelit pada anak terlambat? Tentu saja anak akan membutuhkan penanganan lanjutan bahkan bisa jadi memerlukan terapi khusus dan bisa jadi penyakit ini akan menyerang ke bagian tubuh lainnya.

    Oleh sebab itu lah, kita perlu mengenali beberapa gejala awal sembelit pada anak berikut ini:

    • Intesitas BAB anak yang sangat sedikit, lebih tepatnya kurang dari tiga kali dalam seminggu;
    • Feses anak yang berukuran besar, keras, bahkan susah untuk dikeluarkan. Ketika selesai BAB anak cenderung merasa jika BAB-nya belum tuntas sehingga mereka akan bolak balik ke kamar mandi;
    • Anak mengeluhkan rasa nyeri yang luar biasa pada bagian perut dan biasanya disertai juga rasa kembung;
    • Anak mengalami urinary incontinence. Urinary incontinence merupakan suatu kondisi di mana anak akan buang air kecil lebih sering daripada biasanya dan cenderung terjadi pada siang atau malam hari;
    • Anak cenderung menyilangkan tangan menutupi perutnya sebagai tanda dia menahan sakit atau bahkan sering kali duduk jongkok sebagai bentuk dia menahan agar feses tidak keluar di celana.

    Penanganan Sembelit Pada Anak

    Setelah mengetahui apa saja gejala sembelit pada anak, pastinya kita harus tahu juga bagaimana cara penanganan sembelit yang tepat. Kenapa begitu? Tentu saja untuk meminimalisir kemungkinan sembelit akan memasuki tahap kronis atau bahkan menyebar ke bagian lainnya dan bisa mengancam keselamatan jiwa anak sewaktu-waktu. Nah berikut adalah beberapa penanganan jitu alias tips yang bisa kita lakukan segera setelah anak didiagnosa mengalami sembelit:

    1. Berolahraga

    A group of diverse children playing outside.

    Apakah kalian sering mengajak anak berolahraga? Apakah kalian tahu jika anak yang rutin berolahraga juga merupakan solusi yang tepat untuk melancarkan BAB anak? Kok bisa? Tentu saja karena ketika anak banyak bergerak maka usus akan bergerak secara alami dan juga akan memperlancar proses pencernaan anak.

    2. Akupuntur

    Akupuntur adalah cara lainnya yang bisa kita lakukan sebagai anak untuk mengobati masalah sembelitnya. Apabila akupuntur membuat anak tidak nyaman atau justru membuat anak takut, kita bisa melakukannya dengan alternatif lain yaitu dengan memijat bagian perut anak. Tentu saja pijatan yang kita berikan anak harus lembut supaya anak tidak merasa kesakitan dan lama kelamaan perut anak akan menjadi lemas dan tentunya pencernaan anak akan kembali lancar.

    3. Mandi air hangat

    Siapa sangka jika mandi air hangat bisa menjadi solusi yang tepat untuk masalah sembelit pada anak? Yup, mandi air hangat akan melemaskan otot-otot pada sekitar bagian perut sehingga saluran pencernaan kita akan menjadi lebih lancar. Kita bisa melakukan mandi air hangat dengan rutin hingga anak tidak mengeluhkan tentang rasa sakit dan kembung pada perutnya.

    4. Mengurangi mengonsumsi makanan instan

    Tidak bisa dipungkiri jika kita sering memberi anak makanan instan karena penyajiannya yang mudah dan cita rasanya yang lezat sehingga anak tidak akan rewel ketika menerimanya. Namun, apakah kalian tahu jika berbagai kandungan pada makanan instan justru bisa memicu timbulnya sembelit? Kok bisa? Tentu saja karena usus dan lambung tidak bisa mencerna kandungan pada makanan instan dengan baik dan justru usus membutuhkan energi ekstra untuk mengolah kandungan pada makanan tersebut. Kinerja usus yang ekstra ini lah akan berpengaruh terhadap feses anak, lebih tepatnya feses akan menjadi keras dan tentu saja menyebabkan rasa sakit pada anak.

    5. Mengonsumsi lebih banyak buah

    Tips terakhir yang bisa kita lakukan untuk melancarkan BAB anak adalah dengan membiasakan akan lebih mengonsumsi lebih banyak buah. Tidak dapat dipungkiri jika anak cenderung tidak menyukai buah dan memililih mengonsumsi cemilan lainnya, seperti permen atau coklat. Namun, sayangnya justru hal ini membuat anak akan kekurangan serat dan membuat anak mengalami sembelit. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa memberi anak berbagai macam buah seperti pepaya, nanas, buah delima, apel, dan lain-lain.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk melancarkan BAB anak. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan mengenai solusi apa yang tepat untuk permasalahan ini? Kita juga sebaiknya menerapkan pola hidup sehat anak mulai dari sekarang supaya anak terhindar dari berbagai penyakit. So, tunggu apalagi untuk memulai hidup sehat?

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    merdeka.com/sehat/anak-susah-bab-atasi-dengan-7-cara-ini.html
    idntimes.com/food/dining-guide/safiramaharani/8-buah-ini-bantu-lancarkan-bab-1/full

    Read More
  • Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh […]

    Menu Makan Anak 1 Tahun agar Tumbuh Sehat dan Kuat

    Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh kembang optimal, serta kualitas hidup seorang anak, khususnya anak di bawah usia 3 tahun.

    Apa saja yang perlu diperhatikan?

    • Mulai usia 1 tahun, si kecil sudah boleh diperkenalkan dengan menu masakan keluarga. Menu ini berbeda dengan makanan orang dewasa berdasarkan jenis makanan, porsi makan, serta jadwal pemberian makannya. Tentu saja dalam menu makanan hariannya, semua bahan makanan harus tersedia, mulai dari makanan pokok, sumber protein hewani maupun nabati, sayuran dan buah-buahan.

    • Walaupun sudah bisa diberikan menu makanan keluarga, sebaiknya anak usia 1 tahun ini diberikan makanan padat namun teksturnya masih agak lunak atau tidak terlalu keras. Makanan padat yang diberikan hendaknya dalam bentuk yang mudah dikunyah, ditelan, dan dicerna oleh sistem pencernaan si kecil. Anak biasanya baru bisa menerima makanan keluarga dengan baik pada usia 2-3 tahun.

    • Anak usia 1-2 tahun membutuhkan sekitar 1000-1400 kalori per hari. Mulai usia 1 tahun, anak sudah bisa diberikan makanan 3 kali sehari, dan diselingi dengan memberi cemilan di antara waktu makan tersebut. Contoh makanan selingan yang bisa diberikan antara lain buah-buahan, bubur kacang hijau, puding, atau kue.

    • Berikan makanan yang bervariasi. Semakin banyak variasinya, semakin baik untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil. Jenis makanan yang bervariasi juga mengurangi kemungkinan si kecil untuk menyukai makanan tertentu saja, atau memilih-milih makanan yang disukainya.

    • Apabila terdapat riwayat alergi pada orangtua atau dalam keluarga, hendaknya diperhatikan pula makanan yang diberikan pada anak dan kemungkinan munculnya alergi makanan.

    Apa saja tantangannya?

    • Mulai usia 1 tahun, biasanya anak mulai memilih-milih makanan (picky eater). Hal ini bergantung pada variasi makanan yang diberikan, semakin beragam jenis makanan yang diberikan, anak cenderung tidak pilih-pilih makanan.

    • Si kecil juga kadang menolak untuk melanjutkan makan setelah beberapa suapan, atau mengemut makanan terlalu lama dalam mulut. Hal ini biasanya disebabkan karena perubahan menu makanan atau peralihan tekstur makanan dari lunak menjadi padat. Cara mengatasinya, hendaknya peralihan tekstur maupun rasa dalam makanan si kecil diberikan secara bertahap.

    • Saat usia 1 tahun, atau saat ia mulai berjalan dan aktif bergerak, laju pertumbuhan anak biasanya akan berkurang. Antara usia 1-3 tahun, kemampuan fisik, kecerdasan, dan sosial anak akan berkembang dengan sangat cepat. Dalam proses perkembangan anak menjadi mandiri ini, ia mungkin akan mengalami penurunan selera makan.

    Penyebabnya adalah karena mereka menganggap makan mengganggu kegiatan bermain mereka. Namun hal ini dapat dimanfaatkan orangtua untuk tetap memberi perhatian pada makan anak sambil bermain dan bersosialisasi dengannya.

    • Si kecil yang mulai mengenal berbagai rasa makanan umumnya menyukai makanan yang rasanya manis sehingga enggan untuk makan makanan yang rasanya hambar. Untuk itu, hendaknya orangtua membatasi pemberian makanan manis untuk anak.

    • Anak biasanya akan mencontoh pola makan dan kebiasaan orangtuanya. Untuk itu, hendaknya orangtua memberi contoh yang baik untuk anaknya dengan makan secara teratur dan makan makanan yang sehat.

    Apa menu makanan yang direkomendasikan untuk anak 1 tahun?

    Hendaknya orangtua memperhatikan kandungan nutrisi dalam setiap makanan si kecil, meski tidak ada ketentuan yang mutlak mengenai makanan anak 1 tahun. Beberapa makanan yang mudah didapatkan berikut ini bisa dijadikan pilihan:

    1. Beras merah

    Beras merah mengandung lebih banyak vitamin B, protein, dan mineral bila dibandingkan dengan beras putih. Beras ini juga mempunyai karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap oleh tubuh sehingga kadar glukosa darah lebih stabil untuk digunakan sebagai sumber energi yang siap pakai.

    2. Ubi

    Ubi mengandung vitamin A dan vitamin C yang banyak, serta mempunyai senyawa fitokimia yang baik untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit.

    3. Daging ayam

    Daging ayam mempunyai jumlah lemak yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan daging merah. Tapi bagian kulitnya, mempunyai lebih banyak lemak dibandingkan dengan jenis daging lainnya.

    4. Daging merah

    Daging-dagingan yang berasal dari sapi misalnya, mempunyai kandungan zat besi yang penting untuk pertumbuhan anak, terutama anak usia 1 tahun. Zat besi yang terdapat dalam daging ini juga dapat langsung diserap oleh tubuh. Daging merah cukup diberikan 2-3 kali dalam seminggu.

    5. Ikan

    Ikan mempunyai kandungan protein, rendah lemak, dan juga mengandung nutrisi berupa kalsium, magnesium, dan selenium. Kandungan gizi dalam ikan baik untuk mencegah radikal bebas dalam tubuh dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ikan salmon dan ikan tongkol, mengandung banyak lemak esensial yang baik untuk mendukung pertumbuhan otak si kecil.

    6. Jeruk

    Jeruk sangat dianjurkan untuk diberikan setiap selesai makan karena kaya akan vitamin C yang sangat berperan dalam penyerapan zat besi dalam tubuh.

    7. Sayuran berwarna terang

    Sayuran berwarna hijau maupun kuning mengandung senyawa fitokimia yang penting untuk mencegah berbagai penyakit antara lain penyakit kanker dan penyakit jantung koroner.

    8. Tomat

    Tomat mengandung salah satu pigmen antioksidan yaitu senyawa likopen yang penting untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit jantung.

    9. Wortel

    prosehat wortel lancarkan ASI

    Wortel mengandung beta karoten yang akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh yang penting untuk menunjang kesehatan mata.

    10. Susu

    Susu dan juga produk dari susu bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi pada anak karena kaya akan kalsium dan vitamin D. Usia 1 tahun biasanya anak masih mendapatkan ASI. Susu tambahan dapat diberikan sebagai pengganti ASI atau biasanya bila anak sudah berusia 2 tahun.

    Berbagai jenis makanan ini dapat divariasikan dalam menu makanan si kecil sehari-hari. Bahan makanan dapat diganti setiap harinya dan dibuat resep berbeda agar anak tidak bosan dan semakin memperkaya rasanya terhadap makanan. Selamat mencoba!

    Nela Fitria Yeral, dr.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. Nasar, Sri S., Artikel Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak (2015). Available at: idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak
    2. Gavin, Mary L. (2018). Feeding Your 1- to 2-Year-Old. [online] Available at: kidshealth.org/en/parents/feed12yr.html
    3. Robbins, C. (2017). What Should a One Year Old Eat?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: livestrong.com/article/509331-what-should-a-one-year-old-eat
    4. Baby Centre UK. (2015). Solids by age: 12 to 18 months. [online] BabyCentre UK. Available at: babycentre.co.uk/a9147/solids-by-age-12-to-18-months
    5. Brennan, D. WebMD (2017). What to Feed Your Baby Now.

    Read More
  • Para orangtua tentu mempunyai perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. Salah satu yang menjadi perhatian orangtua adalah berat badan anak. Tak jarang orangtua merasa khawatir bila melihat anaknya tampak lebih kurus dibanding teman sebayanya. Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan anak hingga terlihat kurus atau gemuk, yaitu faktor genetik atau […]

    10 Cara Menggemukkan Badan Anak agar Tumbuh Sehat Optimal

    Para orangtua tentu mempunyai perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. Salah satu yang menjadi perhatian orangtua adalah berat badan anak. Tak jarang orangtua merasa khawatir bila melihat anaknya tampak lebih kurus dibanding teman sebayanya. Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan anak hingga terlihat kurus atau gemuk, yaitu faktor genetik atau keturunan, dan nafsu makan anak itu sendiri. Menurut ahlinya, berat badan anak itu sangat dinamis, dan dapat berubah seiring tumbuh kembangnya.

    Apa saja yang perlu diketahui para orangtua?

    • Orangtua perlu memberi perhatian lebih bila pertumbuhan tinggi badan anak tidak disertai dengan pertambahan berat badan anak. Adanya penyimpangan dari pertumbuhan rata-rata tinggi badan dan berat badan menunjukkan adanya masalah kesehatan. Ini bisa juga disebabkan karena nafsu makan anak yang kurang baik. Menurut ahlinya, anak yang sehat akan mempunyai nafsu makan yang baik. Untuk anak usia bawah 2 tahun yang masih menyusui, atau yang masih mendapat ASI biasanya akan mempunyai nafsu makan yang baik karena tubuhnya lebih sehat.

    • Orangtua biasanya akan memberikan suplemen tambahan dengan tujuan menambah nutrisi pada anak. Namun perlu diperhatikan kapan nutrisi tambahan ini perlu diberikan. Konsultasikan ke dokter agar dapat dipastikan anak berada dalam grafik tumbuh kembang yang sesuai dengan usianya. Dokter juga akan menghitung indeks massa tubuh si kecil yang akan menentukan berat badannya seimbang atau terlalu kurus. Tapi ingat, penilaian kurus atau tidaknya anak ini harus diukur dengan timbangan, jangan hanya membandingkan dengan anak lain yang tampak lebih besar, karena ini tentu saja tidak akurat.

    Apa saja tips untuk menggemukkan badan?

    Jika memang terdapat masalah pertambahan berat badan anak dimana berat badannya menurut usia berada di bawah garis normal pada kurvanya, tentu orangtua perlu berupaya menaikkan berat badan anak tersebut. Berat badan yang bertambah diharapkan juga dapat mempengaruhi anak yang terlihat kurus akan kelihatan lebih gemuk.

    Adapun tips-tipsnya agar berat badan anak naik dan tumbuh sehat optimal:

    1. Menyesuaikan porsi makan anak

    Bila si kecil mampu menghabiskan porsi makanannya lebih dari satu porsi, berikan makanan tambahan yang lebih dari porsi biasanya, contohnya dengan memberikan potongan buah yang lebih besar, sayuran yang lebih banyak, atau susu dalam gelas yang lebih besar. Namun, bila anak tidak suka makan dalam jumlah banyak, berikan makanan dalam porsi kecil-kecil tapi sering. Ini merupakan salah satu kunci menaikkan berat badan karena meskipun anak makan sedikit-sedikit tapi kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dalam beberapa kali makan.

    2. Makan secara teratur

    Jadwal makan yang konsisten membuat anak menghargai waktu makannya dengan baik dan terbiasa untuk tidak melewatkan waktu makan sehingga kebutuhan akan nutrisi anak dapat terpenuhi. Makan dengan teratur dapat mempengaruhi pertambahan berat badan si kecil dan memenuhi kebutuhan kalori untuk beraktivitas seharian.

    3. Makan makanan kalori tinggi

    Orangtua dapat memilih makanan yang mempunyai kalori tinggi untuk diberikan kepada anak. Makanan yang mempunyai kalori tinggi mempercepat kenaikan berat badan. Anak usia 2-3 tahun pada dasarnya membutuhkan lebih kurang 1.000 kkal setiap harinya. Sementara anak usia 4-8 tahun membutuhkan 1.200-1.400 kkal setiap hari.2 Kalori merupakan bagian dasar energi yang dapat ditemukan pada setiap makanan maupun minuman.

    4. Menambah asupan lemak

    source: healthfreedoms

    Lemak merupakan sumber gizi yang paling cepat untuk meningkatkan kalori karena 1 gram lemak mengandung lebih banyak kalori dibandingkan dengan bahan makanan lainnya. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak seperi minyak zaitun, minyak kanola, mentega, dapat dijadikan bahan memasak makanan si kecil sehari-hari. Selain itu, alternatif lainnya untuk menambah kalori dari lemak adalah dengan menambah keju yang dilelehkan, krim saus, ataupun mayonnaise pada makanan anak.

    5. Menambah asupan karbohidrat

    Karbohidrat merupakan salah satu sumber gizi bagi tubuh yang kaya akan kalori, yaitu 4 kkal/gram, walaupun tidak sebanyak kalori pada lemak. Tambahkan makanan sumber karbohidrat sebagai cemilan untuk si kecil seperti granola, buah-buahan kering, ataupun kismis. Selain itu bisa juga menambahkan madu atau sari buah pada sereal.

    6. Minum jus buah dan susu

    Apabila si kecil tidak suka makan, kalori bisa didapatkan dari minuman seperti jus buah segar, susu segar, yoghurt, maupun smoothies yang mengandung yoghurt. Minuman ini juga kaya akan vitamin, mineral, dan protein yang didapat dari susu dan produk olahannya.

    7. Menambah kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun

    Bahan makanan tersebut mempunyai lemak sehat yang tinggi dan dapat membantu pemulihan pada cedera atau peradangan. Makanan yang kaya akan lemak sehat ini juga mempunyai kalori yang tinggi. Penambahan kacang-kacangan seperti almond atau selai kacang, alpukat, ataupun menambah minyak zaitun pada makanan dapat menambah berat badan si kecil.

    8. Membuat waktu makan menyenangkan

    Bagi sebagian anak, waktu makan kadang menjadi tidak menarik karena anak biasanya tidak mau kehilangan waktu untuk bermain. Sehingga peran orangtua adalah untuk membuat waktu makan menjadi menyenangkan, yaitu dengan memberikan hidangan yang bervariasi. Orangtua juga dapat membuat kreasi pada makanan anak misalnya dengan membuat bentuk-bentuk makanan yang menarik dan menambah semangat anak untuk makan dengan bercerita dan bermain. Ajak anak makan bersama dengan keluarga, berikan kesempatan anak untuk memilih makanan dan makan sendiri. Jangan memaksa anak untuk makan karena dapat mempengaruhi mood dan selera makannya.

    9. Memberikan camilan sehat

    Anak cenderung mempunyai lambung yang kecil sehingga menolak makan makanan dalam porsi besar. Bila ini terjadi, orangtua bisa mengakalinya dengan memberikan cemilan di antara waktu makan anak. Cemilan yang diberikan sebaiknya adalah cemilan sehat seperti buah-buahan, udding, yoghurt, roti gandum, atau cemilan sehat lain yang mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk anak.

    10. Anak cukup tidur

    Agar mengimbangi makan makanan sehat dan teratur, anak juga harus cukup istirahat dan tidur secara teratur. Hal ini juga berperan dalam meningkatkan berat badan anak.

    Perlu diingat bahwa sulitnya kenaikan berat badan pada anak dapat berdampak pula pada tinggi badannya. Sehingga, orangtua sangat berperan menunjang kesehatan anaknya, yaitu dengan memberikan nutrisi yang baik sejak bayi mulai dari pemberian ASI hingga MPASI (makanan pendamping ASI) yang benar. Tugas orangtua pula untuk memantau tumbuh kembang anaknya dan konsultasikan ke dokter jika ada masalah pada tumbuh kembang anak.

    Itulah 10 cara menggemukkan badan pada anak agar tumbuh sehat optimal. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara mengemukkan badan pada anak dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Nela Fitria Yeral, dr.

     

    Referensi:
    1. Braverman, J. What Kinds of Food Make Children Gain Weight (2018). Available at: healthyeating.sfgate.com/kinds-food-make-children-gain-weight-7365.html
    2. Corleone, J. Healthy Diet Plan for Kids to Gain Weight. (20170. Available at: livestrong.com/article/254681-healthy-diet-plan-for-kids-to-gain-weight/
    3. Clark, N. 5 Tips to Help Your Skinny Child Bulk Up. Availble at: momsteam.com/nutrition/five-tips-help-your-skinny-child-bulk-up

    Read More
  • Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang anak-anak. Kondisi seperti ini terkadang disebabkan daya tahan tubuh anak yang memang masih belum sempurna, maupun faktor-faktor penyebab lainnya. Batuk dan pilek seringkali disebabkan karena infeksi virus, yaitu air borne disease yang mana penyakit yang bisa menular melalui udara melalui percikan cairan pernapasan. Apalagi jika […]

    Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang anak-anak. Kondisi seperti ini terkadang disebabkan daya tahan tubuh anak yang memang masih belum sempurna, maupun faktor-faktor penyebab lainnya. Batuk dan pilek seringkali disebabkan karena infeksi virus, yaitu air borne disease yang mana penyakit yang bisa menular melalui udara melalui percikan cairan pernapasan. Apalagi jika lingkungan bermain anak yang kurang terjaga kebersihannya, maka akan semakin memperparah kondisi batuk pilek Sobat.

    Jika anak Sobat sering mengalami batuk pilek terus menerus, cobalah untuk memperhatikan kondisi sekeliling anak Sobat. Perhatikan asupan makan sehari-harinya, sudah memenuhi nutrisi hariannya atau tidak. Selain itu, pastikan kondisi alergi pada anak. Batuk pilek juga bisa disebabkan karena kondisi alergi anak pada sesuatu hal.

    Nah, berikut ini ada beberapa cara yang mungkin bisa Sobat lakukan untuk menghadapi anak yang sering batuk pilek.

    1. Penuhi Kebutuhan Cairan Anak

    Batuk dan pilek yang terjadi pada tahap awal biasanya tidak membutuhkan obat-obatan medis untuk mengatasinya. Sobat bisa mencoba memenuhi asupan cairan yang lebih banyak pada anak. Saat tubuh tercukupi dengan cairan, maka tubuh akan memproses semua bakteri dan virus yang ada di dalam tubuh agar dapat keluar, entah melalui keringat maupun air seni. Cara ini akan membantu meningkatkan ketahanan daya tubuh terhadap penyakit.

    2. Berikan Obat Inhalasi Alami

    Sobat bisa mencoba memberikan inhalasi alami untuk membantu meredakan batuk dan pilek pada anak. Tak perlu menggunakan obat maupun alat yang biasa digunakan di rumah sakit. Sobat bisa mencoba dengan memasukkan beberapa tetes dari minyak kayu putih yang dicampurkan dengan air hangat. Kemudian mintalah anak Sobat menunduk di atas air hangat tersebut dan tutup kepala anak menggunakan handuk. Cara ini bisa membantu untuk melawan virus di dalam tubuh dengan cepat.

    3. Gunakan Parasetamol dan Anti Nyeri

    saat batuk dan pilek anak sudah cukup parah, maka Sobat bisa mencoba memberikan obat medis seperti parasetamol dan anti nyeri seperti ibuprofen. Jenis obat-obatan seperti ini akan lebih baik jika Sobat membeli obat berdasarkan resep dari dokter. Kedua obat ini bekerja menurunkan demam serta mengatasi nyeri pada anak.

    4. Berikan Vitamin C

    Jika anak sering mengalami batuk pilek secara terus menerus, maka cobalah untuk memberikan vitamin C pada anak. Sakit batuk pilek bisa terjadi akibat kondisi tubuh yang lemah, vitamin C ini mampu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Vitamin C bekerja untuk melawan bahaya radikal bebas serta virus-virus yang ada di dalam tubuh anak. Sobat bisa mendapatkan vitamin C dari berbagai macam buah dan sayuran. Tak hanya dapat diolah menjadi makanan, namun Sobat juga dapat mengolah buah dan sayuran menjadi jus yang disukai anak.

    5. Perhatikan Pola Makan Anak

    Daya tahan tubuh memiliki peran yang penting dalam menyembuhkan batuk pilek yang terus menerus terjadi pada anak. Penting bagi orang tua memperhatikan asupan makanan anak setiap harinya. Penuhi nutrisi harian anak sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.

    Tak hanya pola makan, penting pula untuk memperhatikan waktu istirahat yang cukup, hindari papara allergen, konsumsi suplemen, menjaga kebersihan dan lainnya yang dapat membantu agar anak terhindar dari penyakit.

    Nah, itu tadi 5 cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak terserang batuk pilek terus menerus. Namun perhatikan, jika kondisi batuk pilek anak terjadi selama lebih dari 2 minggu maka sgeera periksakan anak ke dokter. Bisa jadi, kondisi batuk pilek ini menjadi salah satu tanda kondisi yang cukup serius pada anak. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Sobat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah […]

    Gizi Seimbang untuk Anak Obesitas

    Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah kondisi kesehatannya, mengingat daya tahan tubuh anak yang belum sebagus orang dewasa yang pastinya membuat anak rentan terserang penyakit.

    Pastinya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit? Bukan hanya repot untuk mengurusnya karena anak rewel sepanjang hari, tetapi anak juga akan tersiksa ketika sakit dan pastinya kita tidak mau melihat anak mengalami hal ini. Berbagai cara bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi tubuh anak tetap fit, seperti dengan melakukan vaksin sejak dini ataupun dengan rutin membawa anak ke posyandu untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya.

    Namun, apakah Anda tahu jika kita bisa menjaga kesehatan anak melalui berbagai cara sederhana, selain dengan membawanya ke pelayanan kesehatan secara rutin? Yup, benar sekali, sebagai orang terdekat untuk anak salah satu hal yang tidak boleh luput dari pengamatan kita adalah asupan makanan mereka. Sebagai orang tua, kita harus benar-benar mengawasi makanan apa aja yang dikonsumsi anak, mengingat tidak semua jenis makanan terjaga kebersihannya dan ketika anak tidak menjaga asupan makanannya maka dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada mereka. Pastinya kita tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Obesitas adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi orang tua karena hal ini juga menyebabkan anak “tersiksa”. Obesitas merupakan kondisi di mana anak kelebihan berat badan daripada anak seusianya dan akan menyebabkan anak tidak mampu beraktivitas seperti teman-temannya. Lalu, apa jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi untuk anak – alias yang dapat memenuhi gizi tetapi juga tidak menyebabkan obesitas? Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh jenis makanan apa yang aman untuk dikonsumsi anak dan pastinya sayang untuk dilewatkan!

    1. ASI eksklusif

    Yup, pastinya bukan informasi baru bagi kita jika ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan – dan akan lebih baik lagi jika ibu tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. ASI memiliki banyak manfaat untuk anak seperti membuang metabolisme yang tidak diperlukan anak alias mencegah terjadinya obesitas serta menjaga keseimbangan kebutuhan energi anak hingga mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menyatakan jika anak yang menerima ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan memiliki risiko 22% lebih rendah mengalami obesitas ketika mereka dewasa nantinya.

    2. Mengatur cemilan anak

    Bukan hanya kita saja yang suka makan cemilan, anak juga suka meminta cemilan pada kita terutama ketika sudah menginjak usia 2 tahun – dan apabila kita tidak mengatur waktu cemilan mereka maka juga akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Sebaiknya kita mulai mengganti cemilan manis anak menjadi cemilan yang sehat dan rendah lemak seperti biskuit gandum, buah, puding, yoghurt, jus buah, dan lain-lain.

    3. Membiasakan anak melakukan sarapan

    Meskipun kelihatannya sepele, sarapan merupakan suatu kebiasaan yang baik dan dapat diterapkan sejak dini pada anak dan pastinya untuk mencegah risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena sarapan akan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang pada anak pada pagi hari dan menjadi bekal energi anak sepanjang hari. Sarapan akan mengurangi rasa lapar pada siang ataupun sore hari dan hal ini juga berarti anak tidak akan mengonsumsi cemilan secara berlebihan.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tetapi juga mencegah terjadinya obesitas pada anak. Suatu hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menerapkan pola hidup yang sehat pada anak? Yuk, kita mulai dari sekarang!

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    health.detik.com/ibu-dan-anak/2677443/pola-makan-agar-kebutuhan-gizi-si-kecil-terpenuhi-tapi-tidak-overnutrisi

    Read More
  • Penyakit kekurangan gizi merupakan salah satu penyakit yang menyerang anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan. Di Indonesia sendiri, permasalahan ini menjadi kasus yang cukup banyak menyita perhatian karena banyaknya anak-anak yang menjadi korban dari penyakit kekurangan gizi tersebut. Kekurangan gizi mencakup kekurangan akan asupan vitamin A, yodium, zat besi, protein, energi, yang membuat pertumbuhan anak menjadi […]

    Jangan Sampai Anak Kurang Gizi! Yuk, Masak 6 Jenis Olahan Makanan Ini

    Penyakit kekurangan gizi merupakan salah satu penyakit yang menyerang anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan. Di Indonesia sendiri, permasalahan ini menjadi kasus yang cukup banyak menyita perhatian karena banyaknya anak-anak yang menjadi korban dari penyakit kekurangan gizi tersebut. Kekurangan gizi mencakup kekurangan akan asupan vitamin A, yodium, zat besi, protein, energi, yang membuat pertumbuhan anak menjadi terganggu.

    Sehingga membuat anak-anak yang mengalami kekurangan gizi menjadi pendek dan kurus. Lalu, penyakit kekurangan gizi juga menyebabkan tubuh menjadi lemah, kulit yang bermasalah, serta mata cekung. Bahkan jika kondisinya sudah lumayan parah, dapat menyulitkan anak untuk bertahan hidup.

    Mari cegah anak Sahabat jangan sampai kekurangan gizi dengan mengonsumsi olahan makanan-makanan sehat di bawah ini.

    1. Semua Jenis Produk Susu

    Bagi anak-anak yang menderita kekurangan gizi, akan sangat baik jika Sahabat memberikan asupan berbagai jenis produk susu. Dan tak hanya anak-anak yang menderita kekurangan gizi saja, jika anak Sahabat memiliki gizi yang normal sekalipun perlu mendapatkan asupan susu agar dapat mencegah terjadinya kekurangan gizi. Produk-produk susu memiliki kandungan protein, lemak, dan kalsium dapat memenuhi nutrisi anak.

    Produk susu ini dapat membantu anak agar mendapatkan rangsangan yang baik agar dapat menghasilkan insulin, sehingga kadar gula pada tubuh sempurna. Ada berbagai produk susu yang dapat Sahabat berikan kepada anak secara langsung, seperti susu sapi, yoghurt, dan keju. Sahabat bisa memberikan jenis makanan ini setiap harinya. Namun, jika anak Sahabat memiliki alergi terhadap susu sapi, maka solusi alternatifnya Sahabat dapat memberikan susu nabati seperti susu air beras dan susu kedelai.

    2. Olahan Telur

    Telur memiliki kandungan protein dan vitamin yang cukup tinggi. Selain itu, telur juga mengandung kolin yang menjadi nutrisi cukup penting bagi anak. Kolin dapat membuat proses pertumbuhan pada anak berjalan dengan baik, rangsangan terhadap pertumbuhan sistem syaraf dan otot, serta membantu meningkatkan kerja otak. Ketika memberikan telur pada anak, pastikan jika Sahabat mengolah nya dengan baik, misalnya saja dengan dimasak dalam bentuk telur rebus, omelet telur, telur goreng (menggunakan minyak zaitun), atau memasukkannya ke dalam nasi, bubur, maupun sup.

    3. Olahan Daging

    source: healthfreedoms

    Daging memiliki manfaat yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Kandungan zat besinya membantu produksi sel darah merah, sehingga mencegah anak mengalami anemia. Daging juga memiliki kandungan magnesium dan zat besi yang dapat meningkatkan kerja dan fungsi otak serta sistem kekebalan tubuh. Agar anak-anak Sahabat bisa mengonsumsi daging dengan baik, cobalah untuk mengolahnya menjadi makanan yang lembut. Sahabat dapat pula mencampurkannya dengan jenis makanan lainnya seperti telur, tempe, tahu, dan lainnya.

    4. Olahan Ikan

    Semua jenis-jenis olahan ikan memiliki manfaat yang baik bagi anak, terutama jika anak mengalami kekurangan gizi. Kandungan protein di dalamnya berperan penting untuk meningkatkan fungsi tulang dan otot. Selain itu, ikan juga memiliki jenis lemak sehat seperti omega-3 yang dapat membantu meningkatkan kecerdasan pada anak.

    Bahkan mengonsumsinya secara teratur dapat membantu sistem penglihatan dan syaraf pada anak lebih sehat. Berbagai jenis ikan yang disarankan untuk dikonsumsi antara lain seperti ikan nila, ikan salmon, ikan sarden, ikan tuna, dan lainnya. Masak ikan-ikan tersebut hingga matang, Sahabat bisa menjadikannya sebagai ikan kukus atau bubur.

    5. Menu Sup Sayuran Hijau

    Sayuran juga menjadi makanan yang harus masuk ke dalam menu makanan sehari-hari anak. Sahabat bisa memberikan sayuran-sayuran hijau seperti sawi, kol, brokoli, dan lainnya. Sayuran hijau lainnya. Kandungan kalsium, zat besi, mineral, dan vitamin C akan sangat penting bagi pertumbuhan anak. Selain itu, kalium di dalam sayuran hijau juga memiliki manfaat untuk menyehatkan organ jantung.

    6. Buah-Buahan Berwarna Cerah

    Jangan lupa untuk memasukkan buah sebagai makanan yang akan dikonsumsi anak sehari-harinya, terutama buah-buahan yang berwarna cerah. Hal ini karena kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Vitamin A tak hanya bermanfaat bagi kesehatan mata, namun juga membantu agar sistem imunitas tubuh anak lebih meningkat sehingga tidak mudah sakit.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan. Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa […]

    Jika Imunisasi Terlambat, Apa Dampaknya?

    Imunisasi dapat dikatakan semacam hak bagi anak setelah lahir. Imunisasi diberikan tentu karena adanya maksud terbaik demi kesehatannya. Pemberian imunisasi biasanya bertahap sesuai dengan umur seseorang dan telah terjadwal sampai imunisasi secara keseluruhan telah diberikan.

    Sayangnya, banyak orang tua yang mulai menganggap ini sebagai sebuah rutinitas tahunan bagi anak yang tidak akan memberikan dapak apa-apa untuk kesehatan anak. Bahkan beberapa orang tuaberanggapan bahwa pemberian imunisasi akan menyebabkan anak terjangkit penyakit pasca imunisasi. Padahal, pembuatan jadwal imunisasi yang telah dirancang oleh dokterdanpemerintah tentunya perlu ditaati dan dijalankan agar memberikan efek yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

    Lantas, apa akibatnya jika imunisasi diabaikan? Berikut penjelasan yang perlu kamu ketahui.

    Pemberian imunisasi tepat waktu tentunya memiliki tujuan agar anak segera memiliki bentuk proteksi terhadap tubuh. Dengan memiliki proteksi lebih dini tentunya merupakan salah satu bentuk upaya dini pencegahan terjangkitnya suatu penyakit. Dokter mengatakan tidak ada kata terlambat melakukan imunisasi selama anak masih dalam keadaan yang sehat. Tapi, hal itu tentunya akan meningkatkan resiko bagi anak untuk cepat terkena beragam penyakit.

    Kebanyakan orang tua mungkin menunda imunisasi akibat adanya reaksipascaimunisasi setelah pemberian imunisasi seperti demam ringan,bengkakdannyeri di lokasipenyuntikan. Orang tua beranggapan pemberian imunisasi justru memberikan masalah kesehatan pada anak. Padahal, pernyataan tersebut keliru. Hal tersebut hanyalah respon tubuh yang baru mengenali zat pembentuk daya tahan tubuh. Hal ini normal dan tidak berbahaya sebab beberapa hari kemudian tubuh anak akan kembali normal. Jadi, tak ada alasan yang dapat mendukung anak harus terlambat mendapatkan imunisasi.

    Menunda imunisasi masih diperbolehkan oleh dokter ketika anak sedang tidak fit saat memasuki jadwal imunisasi. Namun, penundaan ini tidak boleh berjangka waktu terlalu lama. Sebab semakin terlambat tubuh menerima pembentukan daya tahan tubuh, semakin tinggi pula resiko terkena penyakit. Selain alasan tersebut, dokter juga menjelaskan bahwa tubuh memiliki antibodi alami yang justru akan memerangi imunisasi yang diberikan ketika waktunya tidak tepat. Alhasil, imunisasi tidak akan berperan maksimal dalam menjaga kesehatan anak.

    Bagi kamu para orang tua, ada beberapa manfaat yang perlu diketahui agar tidak menunda memberikan imunisasi. Pemberian imunisasi sangat penting agar mencegah tubuh terjangkit penyakit yang membahayakan tubuh. Selain itu, pemberian imunisasi juga mengurangi tingkat resiko tubuh mengalami kematian dan cacat. Tidak hanya itu, imunisasi juga merupakan investasi kesehatan terbesar yang dapat dilakukan. Mengapa demikian? Bukankah mencegah selalu menjadi langkah terbaik sebelum mengobati? Pemberian imunisasi tersebut merupakan upaya pencegahan agar menghemat biaya yang bisa jadi dikeluarkan saat terkena penyakit nantinya.

    Dari penjelasan di atasdapat ditarik kesimpulan bahwa melakukan imunisasi justru lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan masalah. Reaksi pasca imunisasi mungkin dapat mengkhawatirkan orang tua, padahal reaksi tersebut dapat ditangani.

    Perlu diingat pula bahwa menunda imunisasi, berarti pula bahwa kamu menunda pemberian daya tahan tubuh kepada anak sekaligus meningkatkan resiko terjangkit penyakit yang serius yang pada akhirnya membuat anak cacat dan mengalami kematian akibat penyakit tersebut. Jika kamu masih saja ragu terhadap manfaat imunisasi dan memilih tidak memberikan hak tersebut pada anak, maka konsultasikan hal tersebut pada dokter. Dokter akan memberikan penjelasan dan membuka pandangan pada kamu bahwa imunisasi sangat penting dilakukan demi kesehatan tubuh di masa depan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Makanan memang menjadi hal utama yang perlu dijaga dalam keadaan apapun. Segala bahan makanan akan memberikan pengaruh pada sistem kerja tubuh. Begitu juga saat kamu atau anak sedang dalam keadaan sakit perut. Dalam keadaan ini, tidak semua makanan diperbolehkan untuk dikonsumsi. Hal inikarena lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan, maka jenis makanan tertentu yang […]

    Hindari Makanan Ini Jika Terjadi Sakit Perut pada Anak

    Makanan memang menjadi hal utama yang perlu dijaga dalam keadaan apapun. Segala bahan makanan akan memberikan pengaruh pada sistem kerja tubuh. Begitu juga saat kamu atau anak sedang dalam keadaan sakit perut. Dalam keadaan ini, tidak semua makanan diperbolehkan untuk dikonsumsi.

    Hal inikarena lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan, maka jenis makanan tertentu yang tidakcocokakanmemberikan dampak pada sakit perut yang sedang melandamu atau anak. Jangan sampai kamu salah mengonsumsi makanan tertentu dan berujung pada semakin parahnya sakit perut yang dialami.

    Lantas apa saja makanan yang dilarang untuk dikonsumsi saat sakit perut? Berikut penjelasannya.

    1. Kafein

    Saat kamu mengalami sakit perut, hindari terlebih dahulu mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, atau soda. Sebab kafein ini memengaruhi pergerakan makanan yang akan diproses oleh sistem pencernaan. Dengan pergerakan yang cepat, proses mencerna makanan tersebut tidak akan sempurna. Alhasil, kamu akan mengalami sakit perut yang disertai diare.

    2. Bawang putih

    Makanan yang perlu dihindari selanjutnya yaitu bawang putih. Meskipun bawang putih selalu menjadi alternatif obat alami untuk berbagai jenis penyakit, ini tidak berlaku bagi sakit perut yang kamu alami. Mengapa demikian? Karena bawang putih mengandung fruktans yang dapat meningkatkan rasa nyeri pada lambung. Jadi, hindari mengonsumsi bawang putih terlebih dahulu saat sakit perut daripada kamu harus merasakan nyeri lebih parah akibat mengonsumsinya.

    3. Susu

    Susu memang menjadi penyeimbang dan pelengkap kebutuhan nutrisimu, tetapi ketika sakit perut kamu harus mengabaikannya terlebih dahulu. Susu memiliki kandungan laktosa yang dapat mempersulit kerja sistem pencernaan. Terlebih saat kamu sakit perut, tentunya kemampuan sistem pencernaan dalam mecerna masih dalam masalah. Konsumsisusu akan membuat sistem pencernaan semakin berat dalam bekerja. Akhirnya, kamu akan mengalami diare yang berat atau masalah pencernaan lainnya.

    4. Minuman dan Makanan yang Asam

    Pantangan selanjutnya yaitu mengonsumsi makanan dan minuman yang asam. Kandungan asam pada makanan atau minuman tentunya akan menambah nyeri atau perih pada organ pencernaanmu. Maka, hindari terlebih dahulu jeruk, lemon, dan anggur saat sakit perut menyerang daripada kamu harus mengalami mual, nyeri perut, atau diare yang memperparah masalah perut.

    Selain memerhatikan makanan dan minuman yang perlu dihindari, kamu juga perlu tahu makanan atau minuman yang sebaiknya kamu konsumsi untuk meredakan sakit perut. Apa saja makanan dan minuman tersebut? Baca penjelasan di bawah ini.

    1. Wedang Jahe
    Jahe bisa menjadi pilihan yang tepat untuk meredakan sakit perut. Jahe memiliki kandungan tertentu yang bersifat anti inflamasi dan anti oksidan yang mampu meredakan rasa nyeri serta membunuh kuman penyebab sakit perut. Kamu bisa mencobanya dengan mengonsumsi dua kali sehari.

    2. Yoghurt
    Makanan yang disarankan selanjutnya yaitu yoghurt. Yoghurt memang dikenal ampuh meredakan sakit perut karena yoghurt memiliki bakteri baik yang akan bekerja sebagai sistem proteksi tubuh. Pilihlah yohgurt yang berjenis non susu agar tidak menyebabkan nyeri pada perut. Kamu bisa mengombinasikan beberapa buah atau sayur sebagai pelengkap nutrisinya.

    Sakit perut pada anak jangan dianggap masalah yang remeh. Apabila penanganan tidak tepat, sakit perut bisa berujung pada masalah pencernaan yang lain seperti diare. Jika diare yang dialami berlebih, maka anak dapat mengalami dehidrasi dan daya tahan tubuh akan berkurang. Salah satu penanganan yang baik adalah mengetahui mana yang baik dan harus dihindari untuk dikonsumsi saat sakit perut. Dengan demikian, sakit perut tidak akan menjadi masalah yang besar.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi: parents.com/health/stomach-ache/natural-tummy-ache-remedies/
    Sip Chamomile Tea

    Read More
  • Anak. Apa sih yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Anak adalah suatu hal yang dinantikan setiap orang tua dan pastinya orang tua ingin selalu anaknya sehat setiap saat. Berbagai hal pun pastinya dilakukan orang tua pastinya siap dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak, contohnya saja seperti dengan memperhatikan pola […]

    Cukupi Kebutuhan Vitamin Anak dengan Aneka Macam Makanan ini

    Anak. Apa sih yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Anak adalah suatu hal yang dinantikan setiap orang tua dan pastinya orang tua ingin selalu anaknya sehat setiap saat. Berbagai hal pun pastinya dilakukan orang tua pastinya siap dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak, contohnya saja seperti dengan memperhatikan pola makan anak. Yup, sebagai orang tua kita harus memperhatikan asupan makanan anak dengan baik mengingat anak lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Ketika anak mengonsumsi makanan yang belum sesuai dengan umur atau makanan yang dikonsumsi tidak higenis dapat memicu timbulnya penyakit.

    Memangnya apa yang perlu kita perhatikan dalam mengatur asupan makan anak? Tentu saja jawabannya kita harus memperhatikan segala kandungannya, mulai dari kandungan vitamin yang ada di dalamnya serta berbagai zat lainnya yang dibutuhkan oleh anak; seperti protein, karbohidrat, lemak, maupun serat dan mineral. Memangnya seberapa banyak vitamin yang dibutuhkan anak dalam sehari? Apa jadinya jika kebutuhan vitamin anak tidak terpenuhi dengan baik?

    Vitamin merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh seseorang setiap harinya agar tubuhnya kebal terhadap berbagai penyakit. Layaknya orang dewasa, kita juga perlu memenuhi kebutuhan vitamin anak setiap hari agar daya tahan tubuhnya kuat dan pastinya jauh dari kata terserang penyakit. Namun, sebenarnya makanan apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan vitamin anak dengan baik? Nah, daripada semakin penasaran mengenai makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi anak agar kebutuhan vitaminnya bisa tercukupi, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Susu kedelai

    Siapa sih di antara kita yang suka mengonsumsi susu? Jenis susu apakah yang kalian suka konsumsi? Yup, seperti yang kita tahu, terdapat banyak susu yang beredar di pasaran dan kita bisa memilih jenis susu sesuai dengan kebutuhan dan pastinya kita akan mendapat manfaat dari susu tersebut. Susu kedelai adalah salah satu susu yang sering dipilih orang tua untuk anaknya, di mana susu kedelai adalah sumber makanan hewani yang kaya akan kandungan vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dampaknya akan fatal untuk tubuh, seperti kulit yang menjadi pucat, daya tahan tubuh yang lemah serta menyebabkan rasa lelah yang lebih cepat daripada sebelumnya. Kemudian, kekurangan vitamin B12 akan menyebabkan gangguan pada saraf seperti kesemutan, baal, kelemahan otot serta kesulitan untuk berjalan. Selain dari susu kedelai, orang tua bisa memenuhi kebutuhan vitamin B12 anak dari berbagai sayuran hijau lainnya ataupun dari ganggang laut.

    2. Bayam

    Bayam termasuk dalam golongan sayuran hijau yang pastinya memiliki banyak kandungan vitamin untuk anak kita. Menariknya lagi, bayam sudah bisa dikonsumsi mulai anak menginjak usia 6 bulan yang berarti kita tidak perlu khawatir lagi mengenai anak akan kekurangan pasokan vitamin dalam kesehariannya. Memangnya apa saja vitamin yang ada pada bayam? Eits jangan salah, meskipun sayuran ini murah tetapi terdapat banyak vitamin yang tersembunyi di dalamnya seperti vitamin A dan vitamin B, asam folat, fosfor, zat besi, serta kalsium.

    3. Jamur

    Siapa yang suka mengonsumsi jamur? Apakah kalian tahu jika mengonsumsi jamur dengan rutin dapat memenuhi kebutuhan vitamin anak? Yup, sayuran yang satu ini juga mampu memenuhi kebutuhan salah satu vitamin untuk anak, lebih tepatnya memenuhi kebutuhan vitamin D. Bukan hanya vitamin D saja, jamur juga memiliki kandungan vitamin B5 dan tembaga yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan anak sehari-hari.

    4. Alpukat

    Siapa sih yang tidak kenal dengan buah yang satu ini? Apakah Anda rutin untuk memberi asupan buah terhadap anak Anda? Seperti halnya orang dewasa, anak juga membutuhkan asupan 4 sehat 5 sempurna agar kesehatan tubuhnya tetap terjaga dan pastinya jauh dari berbagai penyakit. Salah satu buah yang bisa diberikan pada anak sejak dini adalah buah alpukat, di mana setengah dari potongan buah alpukat atau 2 mg alpukat banyak mengandung vitamin E dan pastinya mampu memenuhi kebutuhan vitamin anak sehari-hari. Kita juga bisa memberikan alpukat pada anak dalam bentuk jus ataupun dalam bentuk potongan buah.

    Nah, itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita berikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin anak sehari-hari. Berbagai jenis makanan tersebut tidak sulit untuk didapatkan bukan? Memenuhi kebutuhan vitamin anak sangatlah penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar kuat dan pastinya meminimalisir datangnya berbagai penyakit membahayakan pada anak. So, pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara membuat anak lebih ceria dan sehat daripada sebelumnya?

    Referensi:
    merdeka.com/sehat/penuhi-kebutuhan-vitamin-d-dengan-5-makanan-ini.html
    kumparan.com/@kumparanmom/5-makanan-kaya-vitamin-untuk-bayi-usia-6-bulan

    Read More
  • Ketakutan akan jarum suntik pada anak merupakan hal yang sering terjadi. Lebih dari 60% anak mengalami takut akan jarum suntik terutama yang berkaitan dengan imunisasi. Seiring bertambahnya usia, rasa ketakutan tersebut dapat berkurang, walau begitu sebagian anak tetap mengalami hal tersebut hingga beranjak dewasa. Nah, tak jarang ini menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Ketakutan pada […]

    5 Tips agar Anak Tidak Takut Jarum Suntik

    Ketakutan akan jarum suntik pada anak merupakan hal yang sering terjadi. Lebih dari 60% anak mengalami takut akan jarum suntik terutama yang berkaitan dengan imunisasi. Seiring bertambahnya usia, rasa ketakutan tersebut dapat berkurang, walau begitu sebagian anak tetap mengalami hal tersebut hingga beranjak dewasa. Nah, tak jarang ini menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Ketakutan pada anak dan kekhawatiran orang tua dapat menghalangi untuk dilakukan penyuntikan.

    Peran orang tua penting dalam mengatasi ketakutan jarum suntik pada anak. Terdapat beberapa faktor yang dapat mencetuskan rasa takut anak akan jarum suntik, meliputi kasih sayang orang tua terhadap anak, respons stres orang tua seperti menangis, gugup, cemas, atau marah-marah terhadap anak, dan orang tua yang takut akan jarum suntik. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan terjadinya ketakutan anak akan jarum suntik.

    Ada beberapa tips agar anak tidak takut jarum suntik, yaitu:

    1. MOTIVASI ANAK AGAR TIDAK TAKUT AKAN JARUM SUNTIK

    Motivasi penting diberikan oleh orang tua agar anak tidak takut jarum suntik. Motivasi membuat seseorang berpikir positif, yang membuat kecemasan pada anak berkurang. Kecemasan yang berkurang menyebabkan sensasi nyeri yang dirasakan akan berkurang sehingga dapat mengurangi terjadinya anak takut akan jarum suntik.

    2. BERIKAN KASIH SAYANG

    Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang memberikan kasih sayang yang baik kepada anak dapat menurunkan ketakutan pada anak akan jarum suntik dibandingkan yang kurang memberikan. Saat akan diimunisasi, orang tua dapat memeluk anaknya agar mereka merasa disayang oleh orang tuanya. Dengan hal tersebut dapat mengurangi takut anak akan jarum suntik.

    3. TIDAK PANIK SAAT MENEMANI ANAK

    Tidak jarang orang tua menjadi panik karena anaknya akan disuntik yang disebabkan karena kekhawatiran. Kekhawatiran merupakan suatu yang wajar terjadi, tetapi dalam mengatasi ketakutan anak akan jarum suntik hal ini tidak boleh terjadi. Pada penelitian menunjukkan bahwa perilaku orang tua seperti cemas, marah, atau menangis, dapat memengaruhi ketakutan anak terhadap jarum suntik.

    4. MENGATASI KETAKUTAN ORANG TUA TERHADAP JARUM SUNTIK

    Selain anak, orang tua pun juga dapat mengalami ketakutan akan jarum suntik. Hal ini mungkin didapatkan dari pengalaman dari masa lampau. Perilaku takut akan disuntik ini dapat menurun karena kecenderungan anak mengikuti perilaku orang tuanya. Respons ketakutan tersebut harus dihindari terutama saat bersama dengan anak. Bila hal tersebut sulit dikendalikan, perlu konsultasi lebih lanjut dengan psikiater/psikolog agar dapat mengatasi hal tersebut.

    5. MEMBERITAHU KEPADA ANAK SEBELUM AKAN DISUNTIK

    Kecemasan dapat menyebabkan sensasi nyeri meningkat dan mengakibatkan pengalaman nyeri yang dapat membuat sensasi nyeri semakin hebat bila terjadi nyeri selanjutnya. Dari penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa kecemasan baik sebelum, saat, dan sesudah tindakan medis dan rasa nyeri setelah tindakan medis menjadi berkurang bila pada sebelumnya pasien diberikan informasi dengan jelas seputar tindakan medis, terutama apa saja yang akan terjadi saat tindakan dan yang akan terjadi setelah tindakan medis.

    Hal tersebut berkaitan dengan rasa takut akan jarum suntik pada anak. Sebelum dilakukan imunisasi, perlu diberi tahu terlebih dahulu kepada anak seputar imunisasi, meliputi perlunya imunisasi, caranya, akibat dari imunisasi yang dapat terjadi, seperti nyeri salah satunya, dan yang penting diberi tahu bahwa disuntik saat imunisasi tidak berbahaya dan nyeri yang dirasakan tidak akan berlangsung lama. Dengan langkah tersebut, dapat mengurangi rasa takut anak akan jarum suntik.

    Nah, Moms itulah kelima tips yang dapat Anda terapkan supaya si kecil tidak takut lagi dengan jarum suntik. Selain itu, bila Moms ingin melakukan vaksinasi, baik untuk si kecil maupun anggota keluarga lainnya, ada layanan dokter ke rumah loh. Coba saja akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA
    Orenius T, LicPsych, Säilä H, Mikola K, Ristolainen L. Fear of Injections and Needle Phobia Among Children and Adolescents: An Overview of Psychological, Behavioral, and Contextual Factors. SAGE Open Nursing. 2018;4:237796081875944.
    Taylor C, Sellick K, Greenwood K. The influence of adult behaviors on child coping during venipuncture: A sequential analysis. Research in Nursing & Health. 2011
    Tsao J, Lu Q, Myers C, Kim S, Turk N, Zeltzer L. Parent and Child Anxiety Sensitivity: Relationship to Children’s Experimental Pain Responsivity. The Journal of Pain. 2006;7(5):319-326.
    Suseno E. Pencegahan nyeri kronis pasca operasi. Majalah Kedokteran Andalas. 2017;40(1):40.

    Read More

Showing 31–40 of 72 results

Chat Asisten ProSehat aja