Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ anak”

Showing 11–20 of 68 results

  • Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya. Pada anak, diare seringkali […]

    Sakit Perut Pada Anak 4 Tahun? Redakan dengan 7 Makanan Sehat Berikut

    Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mengalami kondisi sakit perut yang menganggu. Tak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi anak-anak juga dapat mengalami sakit perut. Kondisi ini semakin parah jika rasa sakit muncul bersamaan dengan mual, gejala kram, hingga diare yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari terutama anak yang sedang aktif-aktifnya.

    Pada anak, diare seringkali disebabkan karena virus yaitu Rotavirus. Penyakit diare dapat disembuhkan dengan memberikan obat-obat diare khusus untuk anak ataupun berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, ada juga makanan-makanan yang dapat  membantu untuk meredakan sakit perut pada anak. Sebaiknya, hal ini wajib diketahui bagi para orang tua.

    Pepaya

    Buah papaya menjadi salah satu makanan yang dapat membantu serta memudahkan pencernaan. Kandungan chymopapain dan papain yang ada di dalam papaya dalam membantu memecah protein. Kandungan zat inilah yang memberikan lingkungan asam sehat di dalam perut.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ini Jika Terjadi Sakit Perut Pada Anak

    Pisang

    Pisang sangat mudah dicerna oleh anak serta meredakan sakit perut. Buah ini memiliki kandungan pektin yang mana dapat membantu gerakan usus di dalam tubuh secara alami.  Selain itu, tingkat elektrolit dan kalium di dalam pisang sangat tinggi yang dapat mengurangi dehidrasi pada tubuh.

    Yogurt

    Makanan yang satu ini mungkin banyak disukai anak-anak, ditambah lagi dengan manfaatnya yang dapat meredakan sakit perut membuat orang tua tak perlu khawatir untuk dapat memberikannya pada anak ketika mengalami diare. Kandungan aktif di dalam yogurt dapat meningkatkan bakteri baik di dalam usus, mengurangi kembung, membantu pencernaan.

    Jus Wortel

    Cara terbaik lainnya untuk mengatasi masalah sakit perut pada anak adalah dengan memberikan jus wortel. Anda dapat menambahkan beberapa helai daun mint di dalam  jus wortel tersebut. Obat ini akan sangat efektif untuk menenangkan perut yang sedang sakit.

    Oat

    Jika anak menderita sakit perut yang hingga melilit, maka cobalah untuk memberikannya semangkuk gandum hangat yang dicampurkan dengan susu. Makanan yang kaya serat ini sangat baik dalam penyembuhan sakit perut.

    Beras Putih

    Siapa sangka jika beras putih menjadi salah satu makanan sehat lainnya yang dapat membantu menyembuhkan perut sakit. Anda dapat memberikan anak makanan seperti nasi, kentang, atau roti. Jenis makanan ini sangat efektif membantu mengatasi diare dengan cara menyerap cairan serta mengeluarkannya bersama tinja

    Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya

    Air Kelapa

    Gula alami yang ada di dalam air kelapa dapat membantu memberikan kalori dan elektrolit. Kandungan kalium di dalam air kelapa dapat membantu mendetoks perut.

    Setelah anak sembuh dari diare, jangan lupa untuk memperhatikan makanan apa saja yang dikonsumsi anak. Pastikan anak untuk makan makanan yang sehat dan bersih sehingga tidak lagi mengalami sakit perut. Cuci buah dan sayuran sebelum di masak sehingga tidak ada lagi kuman atau bakteri di dalamnya. Perhatikan pula kondisi kebersihan lingkungan di sekitar anak-anak sehingga kesehatan anak tetap terjaga. Namun jika cara-cara di atas belum berhasil membuat sakit perut pada anak mereda, maka segera bawa anak ke dokter untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Semoga informasi diatas dapat membantu anda.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. 10 makanan ini bisa meringankan sakit perut. 2013. [Internet]. Available at: merdeka(dot)com/sehat/10-makanan-ini-dapat-meringankan-sakit-perut.html (1.12.18)
    2. com. Orang tau harus tau pilihan makanan yang tepat saat anak diare. 2018.[Internet]. Available at: lifestyle(dot)kompas(dot)com/read/2018/01/11/140000220/orangtua-harus-tahu-pilihan-makanan-tepat-saat-anak-diare (1.12.18)
    3. Yusepi TT. 6 makanan terbaik untuk meringankan sakit perut. 2017. [Internet]. Available at: liputan6(dot)com/health/read/3101298/6-makanan-terbaik-untuk-meringankan-sakit-perut (1.12.18)
    Read More
  • Kemajuan teknologi masa kini sangat mempermudah kehidupan manusia. Kini semuanya serba digital, bahkan pengguna gadget bukan hanya orang dewasa. Jari-jemari anak kecil pun tak kalah lincah menggunakan aneka perangkat digital. Tentunya ini berkaitan dengan screen time monitoring. Sebelum membahas lebih jauh, Mama perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan screen time, screen time adalah waktu yang […]

    Maksimalkan Screen Time untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

    Kemajuan teknologi masa kini sangat mempermudah kehidupan manusia. Kini semuanya serba digital, bahkan pengguna gadget bukan hanya orang dewasa. Jari-jemari anak kecil pun tak kalah lincah menggunakan aneka perangkat digital. Tentunya ini berkaitan dengan screen time monitoring. Sebelum membahas lebih jauh, Mama perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan screen time, screen time adalah waktu yang dihabiskan untuk menggunakan/memainkan perangkat elektronik yang menggunakan layar, seperti smart phone, tablet, televisi, video games, komputer dll. Jadi, screen time monitoring dapat didefinisikan sebagai pengawasan terhadap waktu penggunaan perangkat teknologi berlayar.

    Seperti diketahui, ada beberapa risiko yang patut diwaspadai dan menjadi alasan untuk mengawasi screen time Si Kecil, beberapa risiko tersebut antara lain:

    – Keterlambatan berbicara.
    – Sulit berkonsentrasi.
    – Masalah dalam belajar.
    – Kecemasan.
    – Depresi, dll.

    Baca Juga: 10 Makan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

    Meskipun memiliki dampak kurang baik, tapi faktanya menjauhkan gadget dari anak pada masa sekarang ini rasanya tidak mungkin. Jadi, hal utama yang perlu dilakukan Mama adalah pengawasan. The American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan rekomendasi dalam membantu Mama mengawasi screen time anak, yaitu:

    • Hindari penggunaan media digital pada anak kurang dari 18 bulan.
    • Ketika mulai memperkenalkan media digital, pastikan program yang Mama berikan berkualitas dan gunakan bersama-sama dengan Si Kecil.
    • Saat Si Kecil berusia 2-5 tahun, batasi hanya 1 jam dan gunakan konten yang berkualitas secara bersama-sama serta bantu Si Kecil untuk memahami konten yang sedang dilihat dan bantu mereka untuk mengaplikasikannya di dunia nyata.
    • Hindari konten yang terlalu cepat, banyak distraksi (misalnya iklan) maupun konten yang memberi pengaruh buruk.
    • Matikan televisi atau perangkat lainnya ketika tidak digunakan.
    • Jangan gunakan media digital hanya untuk menenangkan Si Kecil, hal ini kelak akan mengakibatkan gangguan regulasi emosi Si Kecil.
    • Awasi selalu konten atau aplikasi yang digunakan
    • Tetap sediakan waktu untuk interaksi dengan Si Kecil yang tidak melibatkan perangkat digital, misalnya bermain di taman bersama-sama
    • Tidak bermain media digital 1 jam sebelum tidur dan singkirkan semua perangkat digital dari tempat tidur.

    Tak dapat dipungkiri, persaingan dunia sekarang menuntut semua orang untuk fasih dalam penggunaan gadget atau teknologi. Nah, Mama pun perlu menyikapi screen time dari segi manfaat positifnya untuk tumbuh kembang Si Kecil, yaitu:

    1. Belajar Disiplin & Menepati Janji
      Semuanya tergantung dari bagaimana Mama mengatur screen time untuk anak. Misalnya ada ‘perjanjian’ dengan Si Kecil, kapan waktu dan durasinya ia boleh menggunakan gadget. Mama harus konsisten dengan aturan tersebut sehingga anak pun belajar disiplin dan ia sekaligus belajar contoh perilaku menepati janji dari orang tuanya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap

    1. Menunjang Proses Belajar
      Hal yang perlu menjadi fokus perhatian Mama ialah pemilihan konten. Kini Mama tak perlu khawatir, asalkan Anda selektif dan teliti, ada banyak konten berkualitas yang justru dapat meningkatkan kemampuan sosial dan berbahasa Si Kecil, terutama yang berusia lebih dari 2 tahun. Contohnya permainan edukasi via gadget mengenal huruf, angka, berhitung, warna, dsb. Lewat permainan (games), pastinya akan lebih menyenangkan buat anak, otomatis lebih mudah masuk dalam ingatannya, alias Si Kecil jadi lebih cepat hafal. Selain itu, kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris anak ikut terasah, karena umumnya aplikasi atau games menggunakan bahasa Inggris.
    2. Belajar Bersaing (Kompetitif)
      Dengan adanya skor dari hasil permainan (games) yang ada, Mama dapat mengajak Si Kecil memahami pentingnya berkompetisi. Dunia yang kelak akan dihadapi Si Kecil kelak saat mereka dewasa pasti penuh persaingan. Di sinilah perlunya Mama memberi pengarahan, “Bagaimana cara meraih peringkat yang baik? Apa saja usaha untuk meraih skor yang diinginkan tersebut? Jika gagal, apa yang perlu dipelajari dan diperbaiki dari kegagalan tersebut? dll. Si Kecil pun perlu diberi pemahaman bahwa menjadi juara 1 bukan satu-satunya tujuan, namun bagaimana meraih suatu kemenangan atau keberhasilan dengan cara yang tepat (fair).
    3. Melatih Kesabaran & Empati
      Jika sebelumnya Mama sudah menerapkan poin 1 (perjanjian seputar waktu dan durasi penggunaan gadget pada anak), maka secara tidak langsung, Si Kecil akan belajar bersabar menunggu waktu yang ditentukan, belajar bersabar untuk bergantian main dengan saudaranya (jika gadget yang dimiliki 1 untuk bersama), dll.
      Kemudian, lewat beragam aplikasi maupun games, Mama bisa sekaligus menanamkan pentingnya empati. Sejumlah permainan kebanyakan menggunakan tokoh tertentu, saat berhasil maupun gagal memenuhi tugas atau misi, biasanya akan tampak ekspresi gembira, sedih, atau kecewa dari si tokoh tersebut. Mama bisa menyelipkan pesan moral berupa, “Yah…Adek kalah ya, itu lihat mukanya sedih (sambil menunjuk tokoh di permainan). Tapi nggak apa-apa, yuk dicoba lagi!” Jadi, anak pun belajar mengenal beragam emosi dan pentingnya berempati.

    Baca Juga: Hati-Hati Obesitas Pada Anak

    Dapat disimpulkan lewat screen time, Mama dapat memanfaatkan program yang bersifat mendidik, yang dirancang dengan baik dan sesuai umur Si Kecil. Semuanya ini dapat secara kuat mendorong rasa sosial, membantu mereka mempelajari sikap anti kekerasan, empati, toleransi dan bagaimana menghormati orang lain.⁴ Namun jangan lupakan interaksi antara Si Kecil dan orang tua. Keseimbangan antara kedua unsur ini akan membentuk Si Kecil menjadi anak tangguh yang siap hadapi tantangan dan siap hadapi masa depan.

    Ditulis Oleh: dr. Samuel Bungaran Partahi Saud Manalu

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Screen time and young children: Promoting health and development in a digital world. Paediatrics & Child Health. 2018;23(1):83-83.
    2. Sanders W, Parent J, Forehand R. Parenting to Reduce Child Screen Time. Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics. 2017;:1.
    3. M S. The Impact of using Gadgets on Children. Journal of Depression and Anxiety. 2017;07(01).
    4. Ponti M, Bélanger S, Grimes R, Heard J, Johnson M, Moreau E et al. Screen time and young children: Promoting health and development in a digital world. Paediatrics & Child Health. 2017;22(8):461-468.
    5. Media and Young Minds. Pediatrics. 2016;138(5):e20162591.
    Read More
  • Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita […]

    Jadikan Balita Banyak Akal, Adaptif & Mandiri

    Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita tersebut mengalami peningkatan pesat dalam ukuran tetapi kemampuan kognitif dan motoriknya terlambat. Orang tua umumnya puas dengan mengejar pertumbuhan panjang dan berat badan anak, tapi nyatanya untuk menjadikan si Kecil unggul hal tersebut tidaklah cukup.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan sangat memengaruhi perkembangan dan seberapa sehat otak si Kecil. Pertumbuhan dan perkembangan otak akan dimulai sejak tahun pertama hingga usia 3 tahun atau yang disebut dengan golden period (periode emas). Pada masa ini, otak akan aktif membangun jaringan antar sel saraf yang akan memengaruhi kecerdasan anak  dimana tingkat keberhasilan proses ini bergantung pada stimulasi yang diberikan.

    Karena hal ini hanya terjadi sekali seumur hidup, maka kita sebagai orang tua harus mencuri kesempatan ini untuk membantu membangun jaringan otak anak. Sebagai hasilnya, dari stimulasi yang tepat pada masa ini maka si Kecil akan menjadi balita yang unggul yaitu balita yang banyak akal, adaptif (mudah beradaptasi) dan mandiri. Hal ini akan membantunya menjadi anak yang tangguh yang siap hadapi masa depan dan siap hadapi tantangan.

    Baca Juga: 14 Makanan yang Aman Bagi Penderita Diabetes

    Pentingnya Stimulasi

    Latihan-latihan dalam menstimulasi otak si Kecil dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimana hal ini kita sebut dengan baby gym, baik dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor), tentunya dengan memerhatikan kebersihan dan menghindarkan hal-hal yang berisiko mencederai anak Anda. Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan, antara lain:

    • Berlatih mendorong atau menarik benda seperti bola atau mainan lain untuk melatih motorik dan keseimbangannya.
    • Bawa si Kecil berjalan-jalan dan mengunjungi tempat-tempat baru seperti pantai, kolam renang dan kebun binatang.
    • Ajak dia bermain mengumpulkan benda-benda yang sama, misalnya mengumpulkan benda-benda berbentuk bulat atau mengumpulkan benda-benda berwarna merah.
    • Bermain berpura-pura menirukan binatang atau ajak dia bernyanyi bersama.
    • Tak lupa interaksi sosial, mulailah sedini mungkin untuk berinteraksi dengan orang lain, hal ini akan melatih kemandirian dan kepercayaan diri.

    Baca Juga: 8 Cara Program Hamil yang Tepat

    Serta masih banyak cara lain yang mengajaknya ikut berinteraksi dan kita bisa melihat reaksinya berupa tawa, senyum atau ekspresi lainnya.

    Jika Anda tidak punya cukup waktu atau bingung untuk melakukannya sendiri di rumah, Anda dapat mendatangi fasilitas-fasilitas yang menyediakan baby gym dengan pelatih yang terlatih tentunya. Cara lain juga dengan menyediakan media bermain atau mainan yang dapat menstimulasi otak, misalnya:

    • Mainan yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari yang biasa dia lihat, contohnya mainan masak-memasak untuk anak perempuan dan mainan perkakas bengkel untuk anak laki-laki, dll.
    • Mainan yang berhubungan dengan profesi yang ia gemari, misalnya mainan dokter-dokteran atau mobil-mobilan pemadam kebakaran, dll.
    • Mainan alat musik.
    • Blok dan
    • Buku mewarnai, buku menggambar dengan menyambung titik-titik atau buku dengan cerita bergambar.4,5

    Mainan-mainan tersebut tentunya disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak Anda. Namun, untuk menjadi anak yang unggul, sebaiknya orang tua turun langsung dan ikut serta dalam melatih proses perkembangan anak, karena cinta dan kasih sayang orang tua akan mengoptimalkan setiap latihan yang dilakukan.

    Ditulis oleh: dr. Samuel Bungaran Partahi Saud Manalu

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Lucich M. Building Baby’s Intelligence: Why Infant Stimulation Is So Important. Barkeley, California: California Childcare Health Program; 2011. p. 1-2.
    2. Infant/Toddler Programs — BSMART [Internet]. BSMART. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: bsmartfoundation.org/infanttoddler-programs/
    3. Physical activity for babies, toddlers and pre-schoolers: SA Health [Internet]. Sahealth.sa.gov.au. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/public+content/sa+health+internet/healthy+living/be+active/being+active+at+different+ages+and+stages/physical+activity+for+babies%2C+toddlers+and+pre-schoolers
    4. G. Guyton. Using Toys to Support Infant-Toddler Learning and Development. Young Children, 66(5):50–56, 2011.
    5. Good Toys for Young Children by Age and Stage | NAEYC [Internet]. Naeyc.org. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: naeyc.org/resources/topics/play/toys
    Read More
  • Hampir setiap orang tua yang memiliki Si Kecil berharap agar mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, mempunyai talenta yang mendukung kesuksesan saat mereka beranjak dewasa. Pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang memilih sekolah atau tempat pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan rela mengeluarkan dana besar untuk mengikutsertakan sang buah hati untuk mengikuti pendidikan […]

    Karakter itu Penting Untuk Dukung Kesuksesan Si Kecil

    Hampir setiap orang tua yang memiliki Si Kecil berharap agar mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, mempunyai talenta yang mendukung kesuksesan saat mereka beranjak dewasa. Pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang memilih sekolah atau tempat pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan rela mengeluarkan dana besar untuk mengikutsertakan sang buah hati untuk mengikuti pendidikan tambahan selain sekolah, misalnya kursus bahasa, musik, menggambar dan pelajaran tambahan.

    Namun, apakah Mama sadar bahwa pendidikan Si Kecil yang terpenting berawal dari rumah? Seperti salah satu kutipan “Childreen see, children do” atau Si Kecil selalu melakukan apa yang dilihatnya. Dengan kata lain, karakter dan sikap Si Kecil sebagian besar diperoleh dari meniru perilaku orang tuanya di rumah. Misalnya, Si Kecil yang selalu diajak bercerita setiap pulang sekolah oleh kedua orangtuanya, didampingi setiap mengerjakan tugas rumah, diajari bertanggung jawab dalam hal mudah seperti merapikan tempat tidur atau mainannya sendiri, maka Si Kecil akan tumbuh menjadi lebih peduli dengan sesamanya, serta bertanggung jawab.

    Para ahli American Psychological Association (APA) berpendapat bahwa kesuksesan pada usia dewasa dipengaruhi oleh 98% atittude dan 2% IQ atau kecerdasan. Lalu bagaimana dan apa sajakah yang dapat dilakukan Mama dalam mendidik Si Kecil?

    Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Cara Pencegahannya

    1. Memberikan Contoh (Modeling)

    Jangan hanya memberikan perintah bagi Si Kecil, tetapi mulailah dengan memberikan contoh tindakan kepadanya. Menurut APA (American Psychological Association), Si Kecil akan selalu memerhatikan setiap gerak-gerik orangtuanya secara seksama. Apabila Mama menginginkan Si Kecil tumbuh menjadi seseorang yang memiliki sikap baik, maka berikanlah selalu contoh positif.1,2

    1. Mencintai

    Hati-hati dalam hal mencintai. Mencintai bukan memberikan apa saja yang Si Kecil inginkan, baik berupa materi maupun tindakan, atau terlalu melindungi dan mencemaskan Si Kecil. Hal tersebut dapat membentuknya menjadi seseorang yang manja. Yang dimaksud dengan mencintai adalah memberikan waktu luang bagi Si Kecil, mendampinginya, dan mendengarkannya saat dalam masalah. Hal ini dapat membangun ikatan antara Si Kecil dan orangtuanya, sehingga nantinya mereka akan lebih peduli terhadap orang lain di sekitarnya.

    1. Lakukan Sentuhan Fisik

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepribadian Si Kecil pada saat bayi yang diperlakukan dengan penuh kasih seperti digendong, dicium dan dipeluk, dibandingkan dengan yang diperlakukan tanpa kontak fisik oleh orang tuanya.  Sentuhan fisik merupakan bentuk nyata dari cinta yang menjadikan Si Kecil akan mudah bergaul dan peka dengan sesamanya.

    Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat Pegawai Kantoran

    1. Berikan Waktu yang Berkualitas

    Perkembangan emosional Si Kecil sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak waktu yang dihabiskan Mama bersama Si Kecil, kontak mata dengan penuh kasih, saling berbagi pikiran, cerita dan bercakap-cakap dengannya. Tahap komunikasi ini sangat penting bagi Si Kecil, karena saat Si Kecil nantinya menginjak usia dewasa akan menentukan hubungan dengan sesama, menjadikannya mudah bergaul, menentukan hubungan pernikahannya kelak serta hubungan dengan rekan sepekerjaannya.

    1. Hadiah

    Hadiah yang dimaksud ialah ungkapan cinta. Misalnya, memberikan hadiah seperti seragam sekolah atau alat tulis yang dibungkus kertas kado rapi, dan diberikan ketika berkumpul bersama keluarga. Membuka hadiah akan menggetarkan emosi Si Kecil, perasaan bahagia yang muncul akan menjadikannya paham dan mengerti bahwa orang tuanya mencintainya. Pemberian hadiah juga harus ada tujuannya, misalnya pemberian alat tulis atau seragam sekolah agar Si Kecil tetap semangat bersekolah, hadiah tidak semata-mata mainan yang sedang diinginkannya yang akan menjadikannya manja.

    Pemberian hadiah dengan tulus, secara tidak langsung juga memberikan pelajaran bagaimana cara Si Kecil menanggapi orang lain yang memberikannya hadiah.

    1. Memberikan Rasa Aman dan Nyaman

    Dukungan orang tua akan sangat memengaruhi perkembangan emosional dan kesehatan mental Si Kecil saat usia dewasa.

    1. Komunikasi

    Meluangkan waktu untuk berbicara dengan Si Kecil dan mendengarkan apa yang menjadi curahan hatinya akan meningkatkan hubungan personal Si Kecil dengan orang tua, sehingga ketika Si Kecil dalam masalah, mereka tidak akan lari ke dalam hal-hal negatif sebagai pelampiasan, karena mereka mempunyai orang tua yang selalu mendengarkan mereka.

    1. Memberikan kesempatan bagi Si Kecil untuk memecahkan masalah

    Mama tidak perlu terlalu banyak mengekang maupun mengatur Si Kecil, segala tindakan yang dilakukannya atau setiap masalah yang Si Kecil hadapi, ajaklah untuk selalu berdiskusi dan kembalikan kepada Si Kecil apakah tindakan yang dilakukannya baik atau buruk. Apabila Si Kecil melakukan kesalahan, biarkan mereka berpikir, lalu kemudian jelaskan.

    Misalnya, Si Kecil berlari di jalan, kemudian jatuh, Mama berikan kesempatan bagi si Kecil apakah yang dilakukannya baik atau buruk dan jelaskan akibatnya. Kemudian, kembalikan lagi pada Si Kecil, apakah boleh diulangi kembali tindakan seperti itu. Dibandingkan Mama memberikan aturan-aturan yang dapat membebani Si Kecil, cara ini lebih membantu Si Kecil untuk belajar dari kesalahannya sendiri.

    1. Jadikan Sebuah Tantangan

    Pada umumnya, anak-anak sangatlah suka bermain, oleh karena itu mengajarkan perilaku yang baik dapat dengan sebuah permainan. Misalnya, ketika Mama ingin mengajarkan untuk menggosok gigi secara rutin, setiap malam buatlah permainan tantangan “Mama ingin tahu, siapa yang bisa menggosok gigi dengan baik, Mama atau Kamu?” atau mengajarkan Si Kecil untuk membersihkan kembali mainannya, “Coba siapa yang dapat membersihkan mainan dalam hitungan ke 10”. Hal ini lebih mudah dilakukan oleh Si Kecil.

    Baca Juga: 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

    1. Memberikan Kebiasaan yang Baik dan Positif

    Lakukan kebiasaan yang baik dengan memulai kebiasaan yang baik seperti berolah raga, makan-makanan yang sehat seperti sayur dan buah, berperilaku yang baik, bertutur kata sopan, membiasakan diri mengucapkan “tolong” saat meminta bantuan, dan “terimakasih” setelahnya akan membentuk Si Kecil menjadi seseorang yang memiliki kebiasaan baik secara mental dan jasmani.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Chapman, G. and Campbell, R. (2012). The 5 love languages of children. Chicago: Northfield Pub.
    2. HealthyChildren.org. (2018). Normal Child Behavior. [online] Available at: healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Normal-Child-Behavior.aspx [Accessed 23 Dec. 2018].
    3. Parenting For Brain. (2018). 10 Good Parenting Tips – Parenting For Brain. [online] Available at: parentingforbrain.com/how-to-be-a-good-parent-10-parenting-tips/ [Accessed 23 Dec. 2018].
    4. Tashijan, S. (2018). Parenting Styles and Child Behavior. [online] Psychology In Action. Available at: psychologyinaction.org/psychology-in-action-1/2018/4/23/k17ziyfqt1vy9tlytr9l9k48epdnur [Accessed 23 Dec. 2018].
    5. Westen, R. (2018). About Your Privacy on this Site. [online] Parents.com. Available at: parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/the-surprising-secret-to-raising-a-well-behaved-kid/ [Accessed 23 Dec. 2018].
    6. Pepper, Leslie. (2018). Get Your Kids Behave The First Time You Ask. [online] Parents.com. Available at : parents.com/kids/discipline/strategies/get-your-kids-to-behave-the-first-time/ [Accessed 3 Jan. 2018].
    Read More
  • Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk […]

    Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogjakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di U.S, alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%) dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim.

    Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.

    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein.

    Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.

    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Moms jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan maupun alergi. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Tanukusumah M, Kurniati N, C N. Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasis Survei dalam Jaringan / Online. Sari Pediatri. 2016;16(5):365.
    2.  Plus G. Menu Planning for the Food Allergy Cook [Internet]. Kidswithfoodallergies.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: kidswithfoodallergies.org/page/menu-planning-for-the-food-allergy-cook.aspx
    3. Fiocchi A, Fierro V. Food Allergy | World Allergy Organization [Internet]. Worldallergy.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: worldallergy.org/education-and-programs/education/allergic-disease-resource-center/professionals/food-allergy
    4. Pawankar R, Canonica G, Holgate S, Lockey R. World Allergy Organization (WAO) white book on allergy. 1st ed. United Kingdom: WAO; 2011.
    5. Milliken C. Five myths about food allergies, debunked [Internet]. News.northwestern.edu. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from:  news.northwestern.edu/stories/2018/april/five-myths-about-food-allergies-debunked/
    Read More
  • Ketika buah hati Moms jatuh sakit, tentu kecemasan melanda Anda ya. Tentu tak akan ada satupun ibu yang tidak khawatir. Berbagai cara tentu dilakukan seorang ibu agar si kecil kesayangannya tetap sehat dan bugar. Seperti kita ketahui, vaksin merupakan salah satu hal terpenting untuk kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin akan membuat anak terlindung dari […]

    Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak?

    Ketika buah hati Moms jatuh sakit, tentu kecemasan melanda Anda ya. Tentu tak akan ada satupun ibu yang tidak khawatir. Berbagai cara tentu dilakukan seorang ibu agar si kecil kesayangannya tetap sehat dan bugar. Seperti kita ketahui, vaksin merupakan salah satu hal terpenting untuk kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin akan membuat anak terlindung dari kemungkinan terpaparnya penyakit.

    Pada bayi yang baru lahir, sistem imun di dalam tubuhnya belum terbentuk sempurna, bahkan selama beberapa bulan kehidupannya, seorang bayi masih menggunakan imun atau kekebalan tubuh yang didapat dari ibunya. Pastinya kasihan sekali Moms, bayi yang masih begitu mungil dengan segala keterbatasan sistem organ tubuh yang belum matang, harus berperang melawan penyakit. Itulah gunanya dilakukan vaksinasi. Oleh karena itu, vaksinasi sangat penting bagi bayi, jangan melewatkan jadwal vaksinasi buah hati ya Moms. Jadwal imunisasi di Indonesia direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Meskipun vaksin terbukti efektif, tak sedikit para ibu mengeluhkan tentang si kecil yang menjadi demam atau rewel setelah vaksin. Hal ini membuat Moms khawatir dan bingung untuk menanganinya atau mungkin menjadi ragu untuk membawa si kecil untuk imunisasi. Mari kita bahas tentang kejadian demam setelah imunisasi dan apa beda vaksin yang bikin anak demam dan tidak.

    Demam merupakan salah satu bentuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yaitureaksi yang dapat terjadi setelah dilakukannya imunisasi. Tapi tenang saja Moms, tidak semua vaksin memberikan respons demam, hanya beberapa vaksin saja yang sering memberikan respons tubuh berupa demam. Contoh vaksin yang umumnya memberikan respons demam adalah campak dan difteri-pertusis-tetanus (DPT). Sebanyak 42,9% anak yang divaksinasi DPT mengalami demam ringan dan sekitar 2,2% anak mengalami demam berat. Kemudian, tercatat 5-15% kasus demam dijumpai pada anak yang divaksinasi campak. Demam ringan ini biasanya mulai dijumpai pada hari kelima sampai keenam sesudah imunisasi dan demam ini dapat terus berlangsung selama 5 hari. Namun, Momstak perlu khawatir, mengingatsetiap respons imun manusia berbeda-beda, maka tidak semua anak yang diimunisasi campak dan DPT akan mengalami respons tubuh berupa demam. Ada anak yang setelah diimunisasi campak atau DPT akan baik-baik saja, tidak ada demam sama sekali.

    Hal yang sering menjadi pertanyaan banyak orang adalah apa beda antara vaksin yang bikin anak demam dan tidak? Salah satu alasan utama pembedanya adalah komponen vaksin tersebut. Vaksin dapat terbuat dari kuman yang sudah mati, atau kuman yang hanya dilemahkan, ada yang seluruh bagian utuh, atau sebagian, dan ada juga yang berupa toksin (zat racun) dari mikroorganisme tersebut. Reaksi yang ditimbulkan setelah imunisasi sering kali lebih hebat bila imunisasi berisi kuman hidup yang dilemahkan yang terbuat dari seluruh komponen antigen kuman. Hal ini terjadi karena reaksi pertahanan tubuh akan lebih kuat melawan kuman yang utuh dibandingkan hanya sebagian kecil dari komponen kuman. Reaksi tubuh terhadap antigen kuman dari vaksin inilah yang merupakan proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

    Salah satu contoh, saat ini terdapat dua jenis vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT), atau sering dituliskan sebagai DPT dan DPaT. Lantas apa bedanya? Vaksin DPT terbuat dari seluruh komponen antigen kuman Pertusis, sedangkan vaksin DPaT hanya mengandung bagian antigen kuman Pertusis tertentu yang diperlukan untuk kekebalan tubuh. Perbedaan jenis antigen inilah yang menyebabkan DPT lebih sering menimbulkan efek samping seperti demam dan ruam setelah penyuntikan, dibandingkan dengan DPaT. Atas dasar tersebut, beberapa Moms memilih untuk vaksin DPaT dibandingkan dengan DPT. Dari segi efektivitas sendiri, DPaT terbukti juga efektif dalam memberikan perlindungan optimal bagi si kecil dari kuman difteri-pertusis-tetanus. Untuk menjaga keefektifan vaksin, perlu dilakukan pengulangan imunisasi DPT pada jadwal yang telah ditentukan.

    Setelah mengetahui perbedaan vaksin yang membuat anak demam dan tidak, sudahkah Moms tahu bagaimana cara menangani anak yang demam pasca dilakukan vaksinasi? Pastinya setiap ibu akan merasa panik saat menghadapi anak yang demam pasca vaksinasi, tidak tahu apakah hal ini normal, tidak tahu kapan anak yang demam harus dibawa ke rumah sakit dan tidak tahu apa yang dapat dilakukan saat di rumah.

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan pemberian parasetamol (penurun panas) pada anak, 30 menit sebelum akan dilakukan imunisasi DPT/DT. Hal ini tidak hanya untuk mengurangi demam tetapi juga mengurangi nyeri pasca vaksinasi. Setelah itu, obat penurun panas dapat dilanjutkan setiap 3-4 jam sekali apabila masih terjadi demam dan maksimal sebanyak 6 kali dalam 24 jam. Hal lainnya yang dapat dilakukan ialah memberikan minum atau ASI lebih banyak kepada anak, memakaikan anak pakaian yang tipis dan memberikan kompres hangat agar demam turun. Apabila anak tetap demam, segera bawa anak ke dokter. Moms tidak perlu takut, obat penurun demam tidak memengaruhi potensi vaksin.

    Parasetamol sebagai Pencegahan dan Pengobatan Demam Pasca Vaksinasi

    Nah, bagi Moms yang ingin melakukan vaksin pada si kecil, kini tak perlu repot. Ada layanan vaksin ke rumah loh! Silakan cek lewat www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan vaksinasi maupun kesehatan. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Baratawidjaja KG, Rengganis I. Imunologi Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2009;8: 557.
    2. Fuleihan, R. Imunologi. Dalam: Endaryanto A, Sumadiono, editor. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Edisi VI. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2011:311-4.
    3. Hadinegoro SRS. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Sari Pediatri. 2000; 2(1):2-10.
    4. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. 2013.
    5. Penjelasan Kepada Orangtua Mengenai Imunisasi [Internet]. IDAI. 2018 [cited 31 August 2018]. Available from: idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/penjelasan-kepada-orangtua-mengenai-imunisasi.
    6. Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Pedoman Imunisasi di Indonesia.Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2014;5:404.
    Read More
  • Bagi Moms yang suka masak, rasanya senang ya, kalau makanan Moms disukai suami dan anak. Rasanya bahagia berkali lipat. Sebaliknya, dunia terasa runtuh kala melihat suami atau anak membuka tudung saji, melihatnya dengan raut wajah bosan lalu menghela napas. Wah, semua energi yang telah ditumpahkan untuk memasak, terasa berkuras berkali lipat. Lelah lahir batin, he…he… […]

    5 Trik Kreatif Menghias Makanan yang Bikin Ngiler

    Bagi Moms yang suka masak, rasanya senang ya, kalau makanan Moms disukai suami dan anak. Rasanya bahagia berkali lipat. Sebaliknya, dunia terasa runtuh kala melihat suami atau anak membuka tudung saji, melihatnya dengan raut wajah bosan lalu menghela napas. Wah, semua energi yang telah ditumpahkan untuk memasak, terasa berkuras berkali lipat. Lelah lahir batin, he…he…

    Jika keluarga Anda bosan dengan menu sehari-hari, yuk, coba trik kreatif menghias makanan berikut!

    Selain rasa, aroma dan efek visual memainkan peran penting untuk menggugah selera makan. Hidangan yang paling lezat pun bisa membosankan bila tidak memiliki aroma yang sedap dan tampilan yang menarik. Tak heran, kalau kita makan di restoran, dekorasi makanannya yang cantik membuat makanan itu terasa enak, walaupun belum kita cicipi.

    Nah, bagi Moms yang suka berkreasi di dapur, jangan hanya fokus pada rasa makanan yang lezat saja. Berikut tips dan trik kreatif menghias makanan yang bisa dicoba:

    1. Pilih Piring yang Tepat

    Memilih piring, mangkuk atau wadah makanan yang tepat adalah kunci menyajikan makanan yang menarik. Anggaplah diri Moms seorang pelukis, dan piring adalah kanvas, dan makanan adalah medium Anda. Tuangkan segala kreasi Moms di sana. Piring berwarna putih sangat populer untuk menciptakan kontras tinggi dan latar belakang yang netral untuk kreasi makanan yang berwarna-warni.

    Dalam sebuah studi mengenai food plating atau tata penyajian makanan, peralatan makan berperan dalam memengaruhi persepsi orang terhadap makanan. Baik itu ukuran, warna atau komposisi peletakan makanan. Bahkan warna piring bisa mengubah indra perasa seseorang saat mencicipi makanan. Hasil penelitian menyebutkan, strawberry mousse di piring bulat putih terasa lebih enak daripada yang berada di piring persegi hitam.

    Selain warna, perhatikan pula komposisi makanan. Jangan terlalu baku untuk selalu meletakkan makanan utama di tengah piring. Coba atur letaknya di sisi kiri atau kanan piring dengan komposisi 1 banding 3, misalnya, dan manfaatkan ruang kosong lainnya untuk mendekorasi makanan.

    2. Potong Buah dan Sayuran Menjadi Bentuk yang Lucu

    Ketika hendak memotong bahan makanan, maksimalkan fungsi pisau atau gunting. Gunakan pisau secara efektif, bukan hanya memotong saja, namun untuk tujuan estetika. Moms bisa memotong sayuran atau buah-buahan menjadi bentuk-bentuk yang lucu dan digunakan sebagai garnish (hiasan) makanan. Misalnya, bila biasanya Moms memotong tomat atau wortel dengan bentuk standar bulat atau petak sebagai penghias nasi goreng, maka buatlah bentuk lain misalnya sekuntum bunga yang sedang mekar. Atau Moms bisa mengiris tipis-tipis, lalu disusun menjadi berbagai bentuk.

    Moms dapat menjadikan cabai menarik dengan membentuknya menjadi bunga. Carilah cabai yang gemuk, potong menjadi 2 bagian. Bagian yang bersatu dengan tangkai dipotong-potong kecil memanjang seperti bentuk bunga, buang bijinya.

    Memotong buah atau sayuran untuk dijadikan hiasan memang terasa sebagai ‘PR’ alias pekerjaan rumah pada awalnya. Tapi, garnish (hiasan untuk makanan) berfungsi untuk membuat makanan yang Moms sajikan menjadi berlipat cantiknya.

    Berkreasilah sesuai daya imajinasi Anda. Moms bisa membuat berbagai bentuk bunga, karakter binatang atau kartun, mobil-mobilan, dan sebagainya.

    Moms juga bisa membuat kreasi bento untuk bekal makanan si kecil. Bentuk nasi dan lauk-pauknya menjadi potongan-potongan yang lucu dan menarik.

    3. Warna Cerah, Selalu Menarik

    Misalnya Moms memutuskan untuk membuat garnish dari sayuran atau buah, selalu gunakan sayuran atau buah segar dan berwarna cerah untuk menghias piring Anda. Selalu ingat untuk mencuci bersih sayur atau buah sebelum Moms desain. Meskipun pada beberapa kasus, hiasan sayur atau buah tersebut tidak dimakan dan hanya sebagai daya tarik, tapi jika kotor, hal itu bisa mencemari makanan utama.

    Misalnya, kulit tomat yang diiris tipis panjang lalu dibentuk menjadi bunga mawar. Ini biasanya hanya sebagai penghias, tidak dimakan, maka pastikan garnish tersebut dalam keadaan bersih saat Moms menyajikannya. Meskipun begitu, akan lebih baik jika Moms menyajikan garnish yang juga bisa dimakan, bukan hanya sebagai penghias saja.

    Sayur dan buah yang bisa Moms jadikan garnish antara lain: tomat, brokoli, seledri, selada, wortel, jeruk, stroberi, ceri, anggur, dan sebagainya. Namun, tentu saja, sesuaikan hiasan sayur atau buah dengan menu utama Anda.

    Tak semua sayur atau buah cocok dikombinasikan untuk setiap menu. Misalnya, Moms ingin menyajikan menu ikan gurami, maka tomat, selada, wortel atau jeruk adalah pilihan hiasan yang baik. Namun, jika Moms mengkreasikannya dengan buah ceri, misalnya, tampak ganjil dan kurang sesuai dengan rasa makanan utama, meskipun warnanya cerah. Namun, akan sangat sesuai ketika Moms menjadikannya hiasan untuk kue. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan dan kecocokan.

    4. Atur Peletakan Garnish

    Tempatkan garnish atau hiasan di tempat yang membuat mata kita langsung terfokus padanya. Jangan hanya menumpuk garnish di salah satu sudut piring saja. Moms bisa menyebarkannya di piring untuk menambah warna makanan. Hindari pemilihan garnish yang tidak menggugah selera, seperti bumbu mentah atau apapun yang memiliki aroma yang tajam dan kuat sehingga menghilangkan aroma makanan utama.

    Selain itu, hindari penggunaan garnish yang dapat berubah warna saat terkena udara (seperti apel) atau layu selama jangka waktu tertentu, kecuali Moms langsung menyajikan makanan tersebut untuk disantap.

    Perhatikan pula komposisi garnish dan makanan utama. Jangan sampai piring terlihat kacau karena hiasan jauh lebih banyak daripada makanan utama.

    5. Tambahkan Saus Lezat

    Menu utama sudah tersedia dan dihias, Moms bisa melengkapinya dengan menambahkan saus yang lezat. Jangan hanya menuang saus sembarangan di piring, tapi tuangkan saus dengan cara yang menarik di tempat yang pas.

    Misalnya, Moms bisa meletakkan saus di titik-titik tertentu di piring, atau menuangkannya tipis memanjang dengan berbagai bentuk, lingkaran, oval, dan sebagainya. Tampilan saus yang tak biasanya akan menggugah selera orang untuk segera mencicipinya.

    Demikianlah beberapa trik untuk menghias makanan yang bisa Moms coba. Jangan bosan untuk berkreasi sesuai imajinasi Moms. Dengan tampilan makanan yang menarik, yakin deh, si kecil akan lebih tertarik untuk mencicipi makanan yang Moms sajikan. Meskipun menu yang Moms hidangkan tak berbeda jauh, misalnya nasi goreng, sup, ayam goreng, dan sebagainya, tapi cara penyajian yang berbeda dan menarik akan membuat menu masakan di rumah terasa seperti hotel bintang lima. Selamat berkreasi tanpa batas!

    Nah, untuk informasi tambahan seputar makanan sehat, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. A Basic Guide to Food Presentation [Internet]. WebstaurantStore. 2018 [cited 24 September 2018]. Available from: webstaurantstore.com/article/200/basic-guide-to-food-presentation.html
    2. Simple Food Decorating Tips for the Kitchen Newbie | [Internet]. Psychologydegree.com. 2018 [cited 24 September 2018]. Available from: psychologydegree.com/simple-food-decorating-tips-for-the-kitchen-newbie
    3. Stewart P, Goss E. Plate shape and colour interact to influence taste and quality judgments. Flavour. 2013;2(1):27.
    Read More
  • Orang tua mana yang tidak senang dan bangga jika melihat anaknya tumbuh sehat, aktif, cerdas dan berprestasi? Tentu ini sangat didambakan setiap orang tua. Bahkan acapkali para orang tua berlomba-lomba agar anaknya lebih pintar dan unggul dari anak-anak lainnya, mulai dari menyediakan les-les tertentu untuk si kecil, memberikan berbagai multivitamin, dan sebagainya. Namun, apakah ini […]

    Selain Ikan, Apa yang Perlu Dimasak untuk Nutrisi Otak agar Anak Cerdas?

    Orang tua mana yang tidak senang dan bangga jika melihat anaknya tumbuh sehat, aktif, cerdas dan berprestasi? Tentu ini sangat didambakan setiap orang tua. Bahkan acapkali para orang tua berlomba-lomba agar anaknya lebih pintar dan unggul dari anak-anak lainnya, mulai dari menyediakan les-les tertentu untuk si kecil, memberikan berbagai multivitamin, dan sebagainya.

    Namun, apakah ini sepenuhnya benar dan tepat? Banyak sekali faktor yang memengaruhi kecerdasan otak sang anak, dan salah satu faktor penting adalah faktor nutrisi. Pola nutrisi si kecil sangat menentukan. Mungkin ketika mendengar tentang makanan apa yang baik untuk kecerdasan otak, banyak yang berpendapat ikan adalah yang terbaik. Tapi ternyata tidak hanya itu loh. Ada beberapa hal penting yang perlu Ibu ketahui mengenai nutrisi otak agar anak cerdas dan sehat. Yuk Moms, simak lebih lanjut.

    Nutrisi yang baik sangat penting bagi kesehatan anak untuk menunjang masa pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal. Semua organ di dalam tubuh memerlukan nutrisi yang baik agar dapat berfungsi dengan baik, salah satunya otak kita.

    Otak adalah organ yang sangat penting, tidak hanya untuk fungsi kognitif atau kecerdasan, otak juga menjaga organ-organ tubuh agar dapat berfungsi dan terkoordinasi dengan baik. Sejak di dalam kandungan, sampai si kecil lahir hingga usia 5 tahun adalah masa-masa emas pertumbuhan otak yang paling krusial untuk membentuk fungsi kognitifnya. Pada masa ini, otak sedang dalam pertumbuhan yang sangat aktif (brain plasticity). Faktor genetik akan menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan otak, terutama dalam pembentukan koneksi antar sel saraf atau yang disebut sinaps.

    Namun, pada saat yang sama, faktor yang berasal dari luar yaitu nutrisi, memiliki peranan yang sama pentingnya dalam pembentukan sinapssinaps ini. Nutrisi bahkan mampu mengubah ekspresi dari gen yang ada melalui berbagai mekanisme yang sangat kompleks untuk membuat sel otak menunjukkan fungsi terbaiknya. Hal ini didukung berbagai penelitian yang telah membuktikan pentingnya asupan nutrisi yang adekuat untuk fungsi kognitif anak yang maksimal. Saat ini sudah tidak diragukan lagi bahwa nutrisi yang adekuat sangat penting untuk kecerdasan anak.

    Makanan bergizi seimbang dan pola makan yang baik adalah nutrisi yang dibutuhkan otak si kecil. Meskipun terdengar cukup klasik tapi hal tersebut benar adanya. Gizi seimbang yang bagaimana sih sebenarnya? Nah, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar nutrisi otak si kecil jadi maksimal:

    Jangan Melewatkan Sarapan

    Sarapan adalah waktu makan yang paling penting. Selain berguna sebagai sumber energi untuk beraktivitas, sarapan juga penting sebagai sumber nutrisi untuk otak anak Anda bekerja. Sarapan telah terbukti meningkatkan kemampuan kognitif dan performa si kecil di sekolah dibandingkan anak yang tidak sarapan. Jangan lupa memilih jenis makanan yang sesuai untuk sarapan. Salah satu yang direkomendasikan ialah oatmeal karena kaya akan protein, serat, antioksidan dan indeks glikemik yang baik untuk memberikan energi dalam jangka panjang dibandingkan dengan sereal biasa, serta baik untuk melancarkan aliran darah ke otak.

    Berikan Makanan Tinggi Omega-3

    Tentu sudah tidak asing lagi bahwa asam lemak omega-3 adalah nutrien yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan otak. Sebagian besar sel otak kita disusun oleh lemak, dan sebagian lemak tersebut terdiri dari lemak jenis omega-3. Sel otak menggunakan omega-3 untuk membentuk sel-sel saraf dan hubungan antar saraf yang sangat penting dalam proses belajar dan memori, terutama dalam masa pertumbuhan anak. Penelitian melihat bahwa kekurangan omega-3 dapat menyebabkan gangguan dalam proses belajar. Oleh karena itu, beri anak Anda makanan kaya omega-3 seperti ikan salmon, berbagai jenis ikan air tawar, ikan sarden, biji rami atau flaxseed, kacang kenari atau walnut, biji labu atau pumpkin seed, dan buah alpukat.

    Cukupkan Kebutuhan Vitamin C dan Zinc

    Para pakar nutrisi telah menemukan bahwa diet yang rendah vitamin C dan zinc ternyata berhubungan dengan gangguan pertumbuhan mental dan kognitif anak. Kedua zat ini berperan sebagai antioksidan yang baik untuk menjaga fungsi kognitif, bahkan diketahui dapat mencegah berbagai risiko penyakit neurodegeneratif di kemudian hari. Makanan yang mengandung vitamin C tinggi seperti sayur-sayuran hijau (brokoli, kubis, bunga kol, bayam, dan lain-lain), buah-buahan seperti jeruk, melon, stroberi, anggur, kiwi, dan tomat, dan kacang hijau. Contoh makanan yang kaya akan zinc adalah kerang, kepiting, kacang almond, kacang polong, kacang mete, buncis dan kacang panjang, yoghurt, dan oatmeal.

    Makanan Memory-Booster

    Terdapat sejumlah makanan yang mengandung zat tertentu yang sangat baik membantu fungsi memori dan kecerdasan anak, seperti kolin (choline). Kolin adalah prekursor pembentuk salah satu neurotransmitter di otak yang berperan dalam fungsi memori otak yaitu asetilkolin. Anda bisa memberi si kecil makanan yang mengandung kolin seperti telur, kacang kedelai, kacang tanah, kacang wijen dan kacang-kacangan lainnya, biji rami, oatmeal, kentang, dan bunga kol. Selain kolin, ada substansi lain yang juga terbukti mampu meningkatkan fungsi memori yaitu anthocyanin dan querecetin. Moms dapat menemukannya pada makanan seperti berbagai buah beri (stroberi, blueberry, dan lain-lain), buah ceri, anggur merah, ungu maupun hitam, buah terong, buah aprikot, buah apel, buah bit, berbagai jenis bawang, brokoli, kubis dan sayuran hijau lainnya.

    Nah, kesimpulannya yaitu nutrisi otak untuk anak cerdas ternyata tidak jauh dari pola asupan makanan bergizi seimbang. Yuk, Moms berikan buah hati tercinta nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang maksimal. Aneka makanan sehat maupun informasi kesehatan lain, bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Rosales FJ, Reznick JS, Zeisel SH. Understanding the role of nutrition in the brain and behavioral development of toddlers and preschool children: identifying and addressing methodological barriers. Nutritional Neuroscience. 2009;12(5):190–202.
    2. Poladian C. Diet for healthy brain function in children. Updated 7 September 2012. Diakses 18 September 2018. Available at: medicaldaily.com/diet-healthy-brain-function-children-242407
    3. Mahoney CR, Taylor HA, Kanarek RB, Samuel P. Effect of breakfast composition on cognitive processes in elementary school children. Physiology and Behavior. 2005;85(5):635–45.
    4. Hoyland A, Dye L, Lawton CL. A systematic review of the effect of breakfast on the cognitive performance of children and adolescents. Nutrition Research Reviews. 2009;22(2):220–43.
    5. Davis JL. Top 10 brain foods for children. Updated 4 Agustus 2010. Diakses 18 September 2018. Available at: webmd.com/parenting/features/brain-foods-for-children#1
    6. Jennings KA. 11 best foods to boost your brain and memory. Updated 9 Mei 2017. Diakses 18 September 2018. Available at: healthline.com/nutrition/11-brain-foods
    7. Rathod R, Kale A, Joshi S. Novel insights into the effect of vitamin B12 and omega-3 fatty acids on brain function. Journal of Biomedical Science. 2016;23(1):17.
    8. Hansen SN, Tveden-Nyborg P, Lykkesfeldt J. Does vitamin C deficiency affect cognitive development and function? Nutrients. 2014;6(9):3818–46.
    9. Travica N, Ried K, Sali A, Scholey A, Hudson I, Pipingas A. Vitamin C status and cognitive function: A systematic review. Nutrients. 2017;9(9):1–21.
    Read More
  • Moms, sedang berencana menambah momongan? Jika Anda tengah bersiap memiliki anak kedua, tentunya diperlukan beragam persiapan, salah satunya ialah asupan makanan untuk menopang pertumbuhan janin dalam kandungan. Pada saat kehamilan, tubuh memerlukan ekstra kalori, vitamin serta mineral. Pada saat hamil, Moms memerlukan ekstra kalori sebanyak 180-300 tambahan kalori per harinya. Kurangnya asupan kalori pada saat […]

    9 Panduan Makanan Sehat untuk Program Hamil Anak Kedua

    Moms, sedang berencana menambah momongan? Jika Anda tengah bersiap memiliki anak kedua, tentunya diperlukan beragam persiapan, salah satunya ialah asupan makanan untuk menopang pertumbuhan janin dalam kandungan. Pada saat kehamilan, tubuh memerlukan ekstra kalori, vitamin serta mineral. Pada saat hamil, Moms memerlukan ekstra kalori sebanyak 180-300 tambahan kalori per harinya.

    Kurangnya asupan kalori pada saat kehamilan dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan bayi dalam kandungan seperti kekurangan berat badan pada bayi (BBLR atau Berat Badan Lahir Rendah), tapi bila kelebihan asupan kalori saat kehamilan pun dapat berdampak negatif seperti meningkatkan risiko Diabetes Gestasional (meningkatnya gula darah saat kehamilan) yang dapat mempersulit proses persalinan karena berat badan bayi lahir berlebih.

    Berikut ini anjuran asupan makanan sehat yang diperlukan saat program kehamilan :

    1. Asam Folat

    Asam folat merupakan salah satu suplemen yang sangat dibutuhkan bagi ibu saat program kehamilan, sebab asam folat dapat membantu meningkatkan kesuburan, membantu tumbuh kembang janin selama dalam kandungan serta mencegah terjadinya cacat janin. Namun, asam folat tidak hanya berbentuk suplemen obat saja tetapi dapat ditemui dalam berbagai makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian seperti gandum dan sereal, hati sapi, salmon dan susu rendah lemak. Kebutuhan asam folat untuk wanita yang sedang menjalani program hamil yaitu 400 mikrogram (mcg) atau 0,4 mg per hari.

    Selain untuk meningkatkan kesuburan bagi pasutri yang sedang menjalankan program kehamilan, asam folat berfungsi meningkatkan produksi sel darah merah tubuh, membantu mencegah terjadinya keguguran, cacat lahir pada bayi, cacat organ tubuh lain seperti cacat jantung, bibir sumbing. Cacat tabung saraf dapat terjadi saat embrio, oleh karena itu disarankan mengonsumsi suplemen asam folat sejak program kehamilan.

    Selain bagi wanita, asam folat ternyata dapat membantu kesuburan pria, karena asam folat mengandung antioksidan. Antioksidan seperti asam folat dan zink dipercaya dapat meningkatkan volume serta meningkatkan kualitas sperma. Oleh karena itu, asam folat sangat dibutuhkan untuk pasangan suami istri yang sedang menjalani program kehamilan.

    1. Vitamin dan Mineral Lain

    Selain asam folat, beberapa vitamin dan mineral lain yang baik dikonsumsi dalam meningkatkan kesuburan yaitu makanan yang mengandung vitamin A, B, C, D dan E, kalsium serta asam lemak.

    Piramida makanan yang dapat meningkatkan fertilitas

    1. Makanan yang Mengandung Protein

    Selain sebagai sumber energi yang diperlukan tubuh, asupan protein serta kalsium sangat diperlukan untuk pertumbuhan awal janin. Makanan yang terbuat dari bahan dasar susu, selain mengandung protein juga mengandung probiotik (seperti yoghurt) yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dengan meningkatkan bakteri baik di usus. Selain itu, mengonsumsi probiotik selama kehamilan awal maupun program kehamilan dapat mencegah risiko terjadinya komplikasi saat kehamilan seperti preeklampsia, diabetes gestasional, risiko infeksi dan alergi.

    1. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan seperti  kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah merupakan sumber asam folat, serat, protein, zat besi, sumber vitamin B serta kalsium. Karena kacang-kacangan mengandung asam folat, sebuah penelitian menyatakan bahwa kandungan asam folat yang terkandung di dalam kacang-kacangan dapat mencegah 65-90% risiko cacat sekat jantung.

    1. Ubi Jalar

    Ubi jalar mengandung beta carotene dan vitamin A yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan sel serta jaringan tubuh, hal ini sangat diperlukan saat perkembangan awal janin. Wanita yang sedang program hamil atau masa awal kehamilan memerlukan asupan vitamin A 10-40% lebih banyak, atau 100-150 gram ubi jalar per hari. Selain itu, ubi jalar mengandung serat yang dapat menimbulkan efek kenyang lebih lama, sehingga dapat mengontrol gula darah saat kehamilan dan menurunkan risiko terkena Diabetes gestasional dan mencegah kelebihan berat badan pada janin yang mempersulit proses persalinan.

    1. Salmon

    Salmon mengandung omega 3, asam lemak EPA dan DHA, yang berfungsi membentuk perkembangan otak dan mata janin. Selain dari salmon, omega 3 didapatkan dari makanan laut. Selain mengandung asam lemak omega 3, salmon merupakan makanan dengan kandungan vitamin D alami yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kesuburan serta berfungsi dalam pembentukan tulang janin. Anjuran asupan omega 3 adalah 1000-2000 mg per hari atau 2-3 ons ikan salmon.

    1. Telur

    Telur merupakan sumber makanan dengan kandungan protein tinggi yang dapat meningkatkan kesuburan, serta merupakan sumber energi tubuh. Selain itu, telur merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin, mineral serta kholin. Kholin dibutuhkan tubuh saat kehamilan awal karena dapat membantu  meningkatkan pembentukan otak janin

    1. Daging Merah

    Selain mengandung protein, daging merah merupakan sumber zat besi yang diperlukan tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah.

    1. Sayur dan Buah

    Konsumsi makanan yang mengandung serat dapat membantu agar mudah kenyang, sehingga dapat mengurangi asupan karbohidrat. Menjaga asupan kalori yang masuk membantu untuk mencegah kelebihan berat badan saat mempersiapkan kehamilan, secara tidak langsung membantu untuk menghindari risiko berat badan berlebih saat kehamilan yang berdampak meningkatnya risiko diabetes saat kehamilan. Selain itu, berat badan berlebih terbukti dapat mengurangi kesuburan seseorang.

    Makanan yang dapat menurunkan tingkat kesuburan

    Berikut ini beberapa anjuran makanan yang harus dihindari selama program hamil, karena dapat mengganggu kesuburan pria dan wanita, antara lain:

    1. Jaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan berolahraga minimal 5 kali dalam seminggu, berat badan ideal dapat membantu meningkatkan kesuburan seseorang, serta mencegah berat badan berlebih saat kehamilan yang dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit saat kehamilan seperti hipertensi gestasional dan diabetes gestasional.
    2. Istirahat yang cukup serta menjauhi stres.
    3. Menghindari rokok dan alkohol, serta minuman yang mengandung kafein.
    4. Hindari makanan cepat saji, mengandung pengawet serta makanan yang mengandung banyak lemak.

    Nah, Moms yang sudah siap berbadan dua, jangan lupa perhatikan panduan makanan sehat untuk kehamilan seperti yang sudah diulas di atas ya. Anda juga bisa mendapatkan informasi kesehatan penting lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat!

    Daftar Pustaka

    1. Diet During Pregnancy: Healthy Eating While Pregnant [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/diet-during-pregnancy/
    2. Collins G, Rossi B. The impact of lifestyle modifications, diet, and vitamin supplementation on natural fertility. Fertility Research and Practice [Internet]. 2015 [cited 13 September 2018];1(1). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345758/
    3. Penelitian mengungkap peran selenium untuk kesuburan wanita [Internet]. https://www.nestlenutrition-institute.org. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: nestlenutrition-institute.org/country/id/berita/article/2015/01/07/penelitian-mengungkap-peran-selenium-untuk-kesuburan-wanita
    4. How can I increase my chances of getting pregnant? [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/how-can-i-increase-my-chances-of-getting-pregnant/
    Read More
  • Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh […]

    7 Anjuran Asupan Makanan saat Anak Demam

    Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh.

    Sebagian besar orang tua sudah mengetahui bahwa ketika anak demam, maka akan diberikan obat penurun panas (antipiretik), tapi perlu diketahui bahwa penggunaan obat penurun panas bukan bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh kembali ke dalam keadaan normal secara permanen dan bukan bertujuan untuk menangani penyebab utama demam, melainkan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan normal untuk meningkatkan rasa nyaman anak. Pada saat anak demam, ia menjadi gelisah, sulit makan, dan rewel. Sehingga orang tua juga harus memperhatikan asupan makanan si Kecil agar ia segera sembuh.

    Inilah daftar asupan yang diperlukan saat anak demam:

    1. PERBANYAK KONSUMSI AIR

    Komposisi air dalam tubuh anak mempunyai presentasi lebih banyak dibanding orang dewasa. Pada anak, terutama 1 tahun pertama, volume air tubuh total dalam tubuh yaitu sebanyak 65-80%, dan akan terus berkurang saat remaja sebanyak 55-60%. Pada usia bayi 0-6 bulan, bayi memerlukan air sebanyak 700 ml/hari, bayi 7-12 bulan memerlukan 800 ml/hari, anak 1-3 tahun memerlukan cairan sekitar 1300 ml/hari, anak 4-8 tahun memerlukan 1700 ml/hari, anak 9-13 tahun memerlukan 2400 ml/hari pada laki-laki dan 2100 ml/hari pada perempuan, anak 14-18 tahun memerlukan 3300 ml/hari pada laki-laki dan 2300 ml/hari pada perempuan. Sedangkan pada saat demam, anak memerlukan cairan lebih banyak dibandingkan dalam keadaan normal. Setiap kenaikan 1 derajat celsius, dibutuhkan cairan tambahan 10% dari kebutuhan cairan biasanya.

    Misalnya, anak usia 3 tahun terkena demam, dalam keadaan normal, anak memerlukan cairan 1300ml/hari, maka dalam keadaan demam, anak memerlukan tambahan cairan sebesar 130ml, jadi asupan cairan anak 3 tahun yang terserang demam adalah 1430 ml/hari.

    Sumber asupan cairan tidak hanya air putih saja ya Moms, tetapi bisa dari sup sayuran, jus buah dan susu.

    2. BUAH JERUK

    Buah jeruk kaya akan sumber vitamin C dan dipercaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak karena mengandung antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dalam melawan penyakit yang masuk. Selain itu, rasa manis dalam buah mengandung gula alami yang dapat meningkatkan asupan energi anak.

    3. SAYUR & BUAH-BUAHAN

    Selain jeruk, buah-buahan seperti stroberi, semangka, nanas, kiwi serta sayur-sayuran juga bermanfaat bagi anak-anak dalam kondisi demam karena sayur dan buah banyak mengandung air yang dapat meningkatkan asupan cairan saat demam. Kemudian sayur dan buah mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit, serta buah-buahan misalnya pisang mengandung ion kalium yang diperlukan tubuh, pasalnya ion kalium merupakan salah satu ion yang hilang melalui keringat saat anak demam.

    4. MAKANAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa probiotik seperti gandum, sereal, yoghurt, dan tempe dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena probiotik dapat meningkatkan bakteri baik dalam saluran cerna dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi kuman. Menurut jurnal kedokteran pediatri, probiotik dipercaya dapat membantu menurunkan demam.

    5. MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN

    Makanan yang mengandung protein seperti daging, telur, susu, daging ayam, ikan dan keju dipercaya dapat membantu menurunkan demam. Hal ini disebabkan protein menjadi sumber energi yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi, serta protein merupakan zat yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

    6. BAWANG PUTIH

    Bawang putih merupakan bahan obat herbal tradisional yang dipercaya sebagai anti bakteri, anti virus serta anti jamur. Bawang putih dipercaya dapat meningkatkan imun tubuh. Selain dapat menurunkan demam, bawang putih dapat membantu penyembuhan flu. Sebuah penelitian membuktikan pada sekelompok orang yang mengonsumsi bawang putih lebih jarang sakit, secara keseluruhan kelompok orang yang mengonsumsi bawang putih mengalami sakit 70% lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok placebo (kelompok yang tidak mengkonsumsi bawang putih).

    Kita tidak perlu mengonsumsi bawang putih mentah, cukup tambahkan ke hidangan makanan misalnya tambahkan ke dalam sup ayam.

    7. AIR KELAPA

    Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi selama demam merupakan hal yang penting, selain kebutuhan cairan yang dapat terkoreksi, ion-ion yang terkandung dalam air kelapa juga dapat membantu memenuhi kebutuhan ion tubuh yang hilang melalui keringat maupun diare saat demam. Selain itu, air kelapa juga mengandung gula yang dapat meningkatkan energi tubuh dengan meningkatkan gula darah yang dapat membantu tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Selain dari segi makanan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak saat demam, yaitu:

    1. Berikan obat anti demam atau antipiretik seperti parasetamol dan ibuprofen yang dapat menurunkan suhu tubuh anak sesuai dengan dosis anjuran. Namun, untuk mengatasi masalah infeksi pada tubuh diperlukan antibiotik, anti virus atau anti jamur sesuai dengan infeksinya. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab dari gejala demam.
    2. Kompres anak dengan air hangat di dahi, ketiak serta lipat paha anak.
    3. Jangan kenakan pakaian tebal, gunakan pakaian tipis untuk membantu mendinginkan suhu tubuh.
    4. Perbanyak istirahat, batasi aktivitas fisik anak yang berlebih.

    Kini, Moms sudah tak perlu panik lagi saat anak demam. Jika ingin mengetahui informasi kesehatan lainnya, silakan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Shivamurthy P, Benakappa A. Beliefs regarding diet during childhood illness. Indian Journal of Community Medicine [Internet]. 2012 [cited 13 September 2018];37(1):20. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3326802/
    2. Penanganan Demam pada Anak [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018 [cited 13 September 2018]. Available from: idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
    3. Bhowmik D. Traditional and Medicinal Uses of Banana [Internet]. Phytojournal.com. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: phytojournal.com/vol1Issue3/Issue_sept_2012/9.1.pdf
    4. Gebreyohannes G, Gebreyohannes M. Medicinal values of garlic: A review. International Journal of Medicine and Medical Sciences [Internet]. 2018 [cited 14 September 2018];5(9), pp. 401-408(2006-9723). Available from: academicjournals.org/article/article1378915996_Gebreyohannes%20and%20Gebreyohannes.pdf
    Read More

Showing 11–20 of 68 results

WhatsApp Asisten Maya saja