Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ anak sehat”

  • Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan? Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut […]

    7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Jika melihat maraknya iklan di TV terkait suplemen anak dengan bentuk dan rasa bermacam-macam yang disukai anak-anak, apakah sempat terbesit di pikiran Anda tentang kebenaran yang digaungkan bahwa setiap anak perlu suplemen dan vitamin tambahan?

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    beli suplemen anak di prosehat

    Ternyata menurut dokter gizi dan anak hal tersebut tidak diwajibkan. Idealnya menurut mereka setiap anak wajib mendapatkan suplemen dan vitamin tambahan dari menu makannya setiap hari yang meliputi:
    – Susu dan semua produk olahan susu seperti keju dan yogurt.
    – Buah dan sayuran segar yang diolah dengan baik saat proses masak.
    – Protein seperti ayam, ikan, daging merah dan telur.
    – Gandum utuh seperti oatmeal atau nasi merah.

    Kemudian kapan si kecil harus konsumsi suplemen anak?

    Bukan salah Anda sebagai orang tua yang sibuk dengan pekerjaan setiap harinya, sehingga kesulitan memberikan gizi seimbang untuk makanan anak. Banyaknya sandwich parents yang juga harus bekerja, mengurus rumah tangga serta mengurus orang tua mereka yang sudah tua akhirnya menggunakan suplemen anak sebagai solusi dari asupan nutrisi tambahan untuk keluarga, termasuk si kecil. Oleh karena itu banyak dokter juga menyarankan asupan suplemen vitamin dan mineral tambahan anak setiap harinya untuk 7 alasan ini:

    1. Si Kecil Jarang Menemukan Makanan dengan Gizi Seimbang

    Seperti yang sudah dijelaskan, banyak anak dengan aktifitas yang juga tidak kalah sibuk dari orang tua membuat mereka hampir makan makanan yang tidak berimbang bahkan 0 asupan nutrisinya. Pada saat seperti ini suplemen anak melengkapi kebutuhan kurangnya asupan vitamin dan mineral yang sebenarnya sangat penting bagi tumbuh kembang si kecil.

    2. Si Kecil dalam Kondisi Kesehatan Buruk

    Anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk seperti asma, lupus, leukemia atau masalah pada pencernaannya memerlukan suplemen tambahan karena keterbatasan mereka dalam mengncerna beberapa jenis makanan.

    3. Si Kecil Sangat Aktif

    Anak Anda senang olahraga renang atau bahkan menari balet? Sudah pasti mereka memerlukan suplemen anak dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi yang dapat mendukung aktivitasnya. Dalam hal ini mereka benar-benar aktif dan setiap harinya waktu mereka dihabiskan oleh berbagai kegiatan tersebut.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    4. Si Kecil Senang Junk Food

    Si kecil senang makanan junk food atau makanan instant lain seperti mie instant dan makanan lain yang diolah dengan cepat sehingga kandungan nutrisinya tidak diketahui serta banyaknya kandungan pengawet bisa jadi memerlukan suplemen anak tambahan, selain usaha orang tua untuk menghentikan konsumsi junk food.

    Produk Terkait: Jual Javara Mie Brokoli 200 gram

    5. Si Kecil Vegetarian

    Anak-anak yang vegetarian memerlukan asupan zat besi dan kalsium tambahan dari diet vegan yang setiap hari mereka jalani. Untuk itu suplemen anak sangat diperlukan untuk melengkapi dietnya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend JR 30’s

    6. Si Kecil = Picky Eater

    Sudah sangat jelas, anak yang kesulitan dan cenderung memilih makanan yang ingin dimakannya sesuka hati memerlukan suplemen dan multivitamin tambahan. Hal ini karena ujung-ujungnya mereka hanya makan sedikit dari asupan kalori yang setiap hari harus dipenuhi.

    Baca Juga: 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

    7. Si Kecil Senang Minuman Sangat Manis atau Berkarbonasi

    Anak Anda senang minum minuman ringan yang terlalu manis atau mungkin bersoda? Anda tentunya perlu mengurangi kebiasaan jelek tersebut karena jenis minuman tersebut membuat konsumsi gula terlalu tinggi dan dapat menghilangkan keinginan anak untuk makan. Sehingga sulit mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh mereka. 7 alasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih lebar lagi pemahaman terkait suplemen tambahan yang diperlukan bagi anak kita.

    Yang terpenting adalah pola makanan berimbang bagi anak Anda. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai suplemen anak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Read More
  • Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Sobat lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya. […]

    Jadwal Imunisasi atau Vaksinasi Anak dan Bayi Terkini, Jangan Terlewatkan!

    Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Sobat lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Mengapa imunisasi penting? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seorang anak yang mendapat imunisasi, akan terhindar dari penyakit ganas dengan persentase 80 hingga 95%. Dengan banyaknya anak yang dilengkapi dan diberikan imunisasi, penyebaran penyakit pun akan berkurang dan mata rantai penularannya dapat terputus dari anak ke anak lain atau ke orang dewasa yang berada di dalam satu atap. Yup, keuntungan sosial dengan lengkapnya imunisasi anak dapat dirasakan karena 5-20% anak yang bahkan tidak diimunisasi juga akan terlindungi (yang biasa disebut sebagai herd immunity atau kekebalan komunitas). Jadi, bentuk perlindungan sejak si kecil dilahirkan ke dunia selain ASI eksklusif adalah dengan melakukan imunisasi yang akan menurunkan tingkat penyakit berat. Nah, sekarang kita bisa cek jadwal imunisasi anak tahun ini.

    Baca Juga: 6 Fakta dan Mitos Seputar Imunisasi

    Jadwal Imunisasi Anak (Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia)

    Jadwal Vaksin 2016

    Keterangan Tabel:

    1. BCG: Diberikan sejak lahir. Apabila umur > 3 bulan harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu, BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
    2. Hepatitis B: Diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 3 – 6 bulan. Interval dosis minimal 4 minggu.
    3. Polio: Polio-0 diberikan pada saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS OPV diberikan pada saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain).
    4. DTP: Diberikan pada umur >6 minggu, DTwP atau secara kombinasi dengan Hep B atau Hib. Ulangan DTP umur 18 bulan dan 5 tahun. Umur 12 tahun mendapat TT pada program BIAS SD kelas VI.Baca Juga: 8 Penyakit Anak yang Sering Menyerang

       

    5. Campak: Campak-1 umur 9 bulan, campak-2 diberikan pada program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun.
    6. Hib: Diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Diberikan terpisah atau kombinasi.
    7. Pneumokokus (PVC): Pada anak yang belum mendapatkan PCV pada umur ³ 1 tahun PCV diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Pada umur 2 -5 tahun diberikan satu kali.
    8. Influenza: Umur < 8 tahun yang mendapat vaksin influenza trivalen (TIV) pertama kalinya harus mendapat 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    9. Varisela: Vaksin ini dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    10. MMR: Diberikan pada umur 12 bulan, apabila belum mendapatkan vaksin campak umur 9 bulan. Selanjutnya MMR ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun.
    11. Tifoid: Tifoid polisakarida injeksi diberikan pada umur > 2 tahun, diulang setiap 3 tahun.
    12. Hepatitis A: Hepatitis A diberikan pada umur > 2 tahun, dua kali dengan interval 6 – 12 bulan.
    13. HPV: Jadwal vaksin HPV bivalen 0, 1, 6 bulan. Vaksin HPV tetravalem 0, 2, 6 bulan. Dapat diberikan mulai umur 10 tahun.

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Nah, dengan jadwal imunisasi / vaksinasi anak di atas, jangan sampai terlambat memberikan perlindungan demi tabungan kesehatannya di masa depan ya. Tapi ketahui pula bahwa tujuan imunisasi / vaksinasi adalah untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Kekebalan tubuh ternyata paling baik diperoleh dari infeksi alami (sakit), dan imunisasi memungkinkan membentuk kekebalan yang mirip dengan infeksi sesungguhnya tanpa harus melewati penderitaan dan bahaya komplikasi akibat sakit tersebut.

    Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak

    Sepakat ya imunisasi /vaksinasi itu penting, terutama bagi bayi dan anak kecil. Mengapa? Karena sistem imun mereka belum sepenuhnya matang. Akibatnya, bayi dan anak kecil sangat rentan terkena penyakit. Jadi, jangan lupa imunisasi anak Sobat segera. Untuk imunisasi anak Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan imunisasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Jadwal Imunisasi Anak
    • TanyaDok.com: Mengapa Imunisasi Harus Sesuai Jadwal
    • TanyaDok.com: Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi Dokter Anak Indonesia IDAI 
    • IDAI.or.id: Jadwal Imunisasi 2014
    Read More
  • Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar […]

    Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar air karena akibat dari kambuhnya penyakit tersebut adalah terjadinya penyakit herpes atau cacar ular.

    Baca Juga: Mencegah Hepatitis A Pada Anak

    prosehat vaksin cacar air

    Terutama untuk anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna, suntik vaksin Cacar ini penting untuk dilakukan. Pemberian vaksin ini dilakukan hanya 1 kali pada bayi berusia 12-18 bulan. Namun penting untuk diingat bahwa seseorang yang berusia lebih dari 12 tahun dan belum pernah terkena cacar juga masih harus diberikan vaksin Cacar ini. Jangan takut dengan efek samping yang akan timbul karena reaksi yang timbul akibat vaksin Cacar ini jauh lebih ringan dibanding rasa sakit yang muncul bila anak Anda terkena penyakit cacar. Secara lebih lengkapnya efek samping cacar air, yaitu:

    • Nyeri atau Bengkak: Bengkak ini disebabkan oleh suntikan, dan hanya terjadi pada 1 dari 5 orang anak dan 1 dari 3 orang dewasa.
    • Demam: Kemungkinan terjadinya efek samping ini sangatlah kecil. Hanya 1 dari 10 orang dewasa saja yang tercatat pernah mengalaminya.
    • Ruam Ringan: Untuk efek samping ini jarang terjadi pada anak kecil. Hanya 1 dari 25 orang dewasa.
    • Kejang: Efek samping ini sangat jarang terjadi.

    Anda tidak perlu khawatir dengan efek samping yang timbul. Karena vaksinasi adalah hal yang mutlak dan perlu agar hidup Anda maupun anak Anda lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit yang mengganggu seiring dengan pertumbuhan anak Anda.

    Baca Juga: Imunisasi Polio Suntik VS Imunisasi Polio Tetes

    Sementara untuk jadwal pemberian vaksin Varicella ini bisa dilakukan pada anak berusia lebih dari 12 bulan dengan 1x suntikan. Setelah anak Anda berusia lebih dari 12 tahun vaksin cacar ini bisa diberikan sebanyak 2x dengan selang penyuntikan 1 hingga 2 bulan.

    beli vaksin untuk anak di prosehat

    Karena banyaknya kasus serangan berulang dari cacar air, masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur mempercayai bahwa vaksin cukup dilakukan 1 x saja, pun kebingungan untuk mendapatkan vaksin ini. Apakah diperjual belikan? Apakah aman? Pertanyaan tersebut pasti sempat terbesit di pikiran Anda. Penting untuk diingat, penyakit cacar air yang menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah dapat berakibat fatal. Untuk itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Dan vaksin Cacar untuk mengatasi penyakit cacar air anak Anda bisa didapatkan dengan mudah di sini.

    Ayo, vaksinasi sebelum terlambat!

    Baca juga: Jadwal Imunisasi Anak 2018

     

    Produk Terkait:

    Referensi:

    Read More
  • Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting […]

    7 Cara Atasi Stress Pada Anak

    Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting dalam penyembuhan stress pada anak. Terutama orang tua mereka yang pastinya juga mengalami stress akibat pekerjaan dan deadline yang setiap hari ditemui. Namun jangan perlihatkan stress Anda ke hadapan anak Anda yang juga sedang mengalami bad day.

    prosehat peduli stress pada anak 2

    Anak-anak mengalami dua jenis stress yang berbeda. Pertama adalah stress normatif yang kerap muncul seiring dengan tumbuh kembangnya. Stress seperti saat ia belajar berjalan, naik sepeda, makan dengan menggunakan sendok dan garpu sendiri masuk ke dalam kategori stress ini. Kemudian stress jenis kedua adalah ‘perubahan’ dalam hidupnya yang membuat shocked, seperti perceraian, pindah rumah, aktifitas di sekolah yang menumpuk dan masalah dengan temannya. Jika sudah mengetahui alasan stress pada anak, maka Anda dapat mengatasi stress tersebut dengan 7 cara di bawah ini:

    prosehat peduli stress pada anak 1

    1. Perhatikan Perubahan Emosi Anak

    Tips pertama atasi stress pada anak adalah dengan be aware with the change. Anda harus sadar bahwa jika memang anak Anda mudah depresi, saat mood tersebut datang, Anda harus sudah dapat mengenalinya. Cara termudah mengenali apakah anak Anda stress atau tidak adalah dengan mengamati perubahan emosinya. Jika ia menjadi lebih agresif atau murung, mungkin ia memang sedang stress. Biasanya ia akan cenderung menggerutu atas stress yang dialaminya.

    2. Luangkan Waktu untuk Bersantai

    Jika Anda sudah mengenali gejala stress yang dialami anak Anda, maka segera alihkan perhatiannya ke hal yang menyenangkan seperti rencana liburan berenang di water park, pergi ke studio Universal di Singapura atau tempat lainnya yang dapat membuat tubuhnya rileks dan pikirannya tenang.

    3. Ajarkan Anak untuk Berpikir Positif

    Tanamkan budaya pikiran positif sejak dini. Katakan padanya bahwa semuanya akan berjalan dengan sebagaimana mestinya dan pasti akan ada hikmah di balik setiap peristiwa yang menjadi penyebab stress pada anak Anda.

    4. Ajak Anak Mengucapkan Kalimat Positif Sebagai Bentuk Meditasi

    Selain berpikir positif, banyak orang tua yang beranggapan bahwa ucapan adalah doa atau perwujudan hal yang akan didapat. Hal tersebut benar. What you think and say, what you become. Jadi lebih baik tanamkan budaya kalimat berenergi positif seperti, ‘I am good,’ ‘I will be fine,’ ‘everything is going to be okay,’ dan masih banyak lagi.

    5. Membuat Visualisasi dengan Seni

    Entah itu menulis, bermusik, bernyanyi atau menggambar, kegiatan seni sudah dipercaya oleh para ahli dapat melepaskan stress akibat penuhnya pikiran yang ada di kepala. Jika anak Anda menyukai kegiatan menulis, ajak ia untuk menumpahkan segala isi hati dan pikirannya ke sebuah cerita. Setelah itu tanya anak Anda tentang stress yang dialaminya. Banyak orang menumpahkan emosi dan depresinya melalui tulisan atau gambar. Untuk itu kegiatan seni di rumah harus sering dilakukan sejak dini.

    6. Controlled Breathing

    Mengambil nafas panjang dalam selang interval tertentu sudah terbukti dapat membuat rileks tubuh Anda. Hal ini juga bisa Anda gunakan sebagai salah satu cara atasi stress pada anak. Ajak ia untuk mengambil nafas 2 hingga 4 detik, kemudian membuangnya dengan selang waktu yang sama. Melatih nafas yang diatur sedemikian rupa juga sudah terbukti dapat membuat Anda terlelap setelahnya sehingga baik digunakan untuk Anda yang sering insomnia.

    7. Do Exercise!

    Olahraga yang dibarengi dengan asupan nutrisi yang baik dapat membantu tubuh menangkal hal buruk yang dapat terjadi ketika anak Anda stress. Melakukan olahraga bersama seperti berenang atau bersepeda juga dapat membuka kesempatan bagi Anda untuk mengetahui lebih dalam lagi stress yang dialami anak Anda.

    Dengan 7 tips atasi stress di atas diharapkan stress pada anak Anda dapat berkurang. Jika tidak, segera hubungi dokter anak yang dapat membantu dari segi kesehatan yang lebih mendalam untuk mengatasi hal tersebut.

    Referensi:

    Read More
  • Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan […]

    8 Cara Menghadapi Kemarahan Anak (Temper Tantrum)

    Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan hal ini harus diketahui oleh Anda sebagai orang tua agar anak Anda tidak memiliki kemarahan yang sulit dikontrol tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Temper tantrum sendiri merupakan istilah yang biasa digunakan dalam dunia psikologi, yaitu perilaku yang tidak menyenangkan dan mengganggu, atau dikatakan pula sebagai luapan emosi atau kemarahan yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Tantrum yang alami biasanya berawal pada usia sekitar 12 – 18 bulan. Akan bertambah nyata pada usia antara 2 – 3 tahun, ketika anak – anak membentuk kesadaran diri namun mereka belum punya cukup perbendaharaan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Pada usia 4 tahun, kejadian temper tantrum menurun, dan setelah usia 4 tahun, temper tantrum biasanya jarang terjadi.

    Tantrum bisa dengan parah terjadi ketika si kecil dalam keadaan letih, lapar, ataupun sakit. Namun, jangan takut! 8 cara ini adalah list yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua terutama saat menghadapi kemarahan anak:

    1. Tetap Tenang
    Jika Anda panik saat menghadapi kemarahan si kecil, hal tersebut justru akan menyulut amarahnya. Energy is contagious. Jadi jika Anda membuat energi yang sedang panas tersebut semakin panas karena kepanikan Anda, maka energi buruk tersebut akan dengan mudah menular ke anak Anda.

    2. Abaikan Amarahnya
    Abaikan si kecil sampai Anda yakin kondisi emosinya sudah lebih stabil. Tunjukkan kepadanya bahwa ada aturan yang sudah disepakati bersama, jadi dengan Anda mengabaikan amarahnya, dengan kata lain Anda mendesak aturan tersebut untuk dituruti oleh si kecil. Namun tetap pastikan si kecil tidak mengalihkan kemarahan ke hal lain seperti benda atau bahkan orang yang ada di sekitarnya saat itu.

    3. Jangan Bertindak Agresif
    Jangan memukul, adu mulut, atau bertindak agresif. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia merasa tenang. Jika Anda mengajak si kecil berdebat selama kemarahannya meledak, tidak ada gunanya. Kemarahan si kecil membuatnya sulit berpikir secara rasional. Tunggulah hingga ia sudah dapat menggunakan logika berpikirnya kembali, kemudian ajak ia berdiskusi.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    4. Temukan Alasan Kemarahan Anak
    Jika anak Anda memang memiliki temper tantrum yang terkadang muncul, tuliskan di dalam agenda hal-hal yang menjadi penyulut kemarahan si kecil. Ketika Anda mencari jalan keluar dari hal tersebut, kemarahannya dapat dengan mudah diatasi.

    5. Jangan Menyerah Pada Kemarahan Anak
    Ketika orang tua menyerah, anak-anak akan menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    6. Jangan Membujuk Anak
    Jangan membujuk anak dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Hal ini harus diingat dengan baik karena banyak orang tua mengeluhkan anaknya yang menjadi demanding. Karena ketika ada iming – iming imbalan, si kecil akan belajar untuk melakukan sesuatu jika mendapatkan imbalan.

    7. Alihkan Perhatiannya
    Arahkan perhatian anak dengan mengajaknya melakukan permainan yang telah lama tidak dilakukannya, atau perdengarkan lagu-lagu gembira favoritnya. Seorang ibu kenal betul sifat anaknya. Gunakan trik berupa benda, humor atau mainan yang dapat langsung memancing ketawanya.

    8. Peluk Anak
    Saat amarahnya sedang memuncak, tunjukkan rasa kasih sayang Anda dengan pelukan yang hangat. Kondisi tubuhnya saat ia meluapkan kemarahannya sedang berjuang keras, dan pelukan hangat dari ibu yang paling disayanginya dapat meluluhkan emosi tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Nah, penanganan dini untuk menghadapi kemarahan anak akan merubah sifatnya saat mereka dewasa kelak. Selamat mencoba!

    Referensi:

    Read More
  • Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan […]

    Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan baik?

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Indonesian Nutrition Association, anak Anda dapat dikatakan tumbuh ketika tinggi dan beratnya mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia mereka. Sedangkan mereka dikatakan berkembang ketika banyak aktivitas fisik dan kognitif yang dapat mereka lakukan, seperti merangkak, melambaikan tangan, menggenggam benda, dan masih banyak lagi. Dan ketika mereka menunjukkan pencapaian tumbuh kembangnya, akan sangat disayangkan ketika Anda tidak dapat menyaksikan hal tersebut. Namun tenang saja ya, karena tahapan tumbuh kembang anak itu akan berlangsung seiring dengan pertambahan usia mereka.

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    3 Tahap Tumbuh Kembang Penting Pada Anak

    Proses tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi berbagai macam faktor yang saling terkait seperti genetik dan lingkungan. Karena proses ini bersifat individual, maka hasil akhir yang ditunjukkan pada setiap anak berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Pada umumnya tahap tumbuh kembang anak ini menjadi tolak ukur baik atau tidaknya proses tersebut pada anak Anda, yaitu:

    1. Bayi (0-12 bulan)
    Untuk perkembangan motoriknya, anak Anda akan masih lebih banyak tidur dan perkembangannya hanya dapat dilihat dari kebisaannya mengepalkan telapak tangan, walau belum begitu kuat. Namun di saat yang bersamaan, indera pendengaran, sentuh dan perasa sudah mulai berkembang. Kemudian saat menginjak 2 bulan, mereka akan mulai melihat warna serta mengembangkan banyak jenis suara. Hal tersebut mereka tunjukkan dengan seringnya mereka berkedip. Untuk pertumbuhan fisiknya, pada usia bulan ke-5, berat badannya akan 2x berat badan saat lahir dan setiap minggunya akan bertambah sekitar 140-200 gr.

    Memasuki usia 6-12 bulan, berat badan si kecil menjadi 3x berat badannya saat lahir. Sedangkan tingginya akan bertambah 1,25 cm. Untuk perkembangan motoriknya, pada usia ini bayi Anda akan mulai bisa memindahkan objek menggunakan tangan, menggenggam, menggapai objek tertentu, merangkak, merambat, mendongak, dan melangkah sambil berpegangan.

    prosehat tumbuh kembang anak 1

    2. Batita (1-3 tahun)
    Memasuki golden ages mereka, jangan sampai Anda kelewatan menyaksikan proses tumbuh kembang si kecil. Pada usia ini mereka mengalami banyak sekali perkembangan motorik, fisik dan bahasa. Sedangkan untuk pertumbuhan fisik, berat badannya akan 4x berat badannya saat lahir dan setiap tahunnya akan bertambah 2-3 kilogram. Tinggi badannya akan mengalami peningkatan hingga 50 % dari panjang badan saat ia berusia 1 tahun. Perkembangan motoriknya meliputi berjalan dengan tegak, berlari pelan, buang air kecil dengan lebih teratur, sudah dapat duduk sendiri, memegang benda dengan genggaman yang jauh lebih kuat, dan masih banyak lagi.

    Sementara untuk perkembangan dari segi bahasa, anak-anak pada usia ini cenderung meniru perkataan orang yang berada di sekitarnya. Untuk itu berhati-hati dalam berucap karena Anda tentunya tidak menginginkan jika anak Anda berkata kasar. Dan pada usia ini juga perbendaharaan kata mereka sudah lebih banyak karena kemampuan mendengarnya yang juga sudah berkembang dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 2

    3. Preschool (5 tahun)
    Pada usia ini tumbuh kembang anak sudah berkembang dan tumbuh dengan baik. Mereka sudah dapat bernyanyi, berbicara dengan jelas, berlari dengan kencang, mengendarai sepeda roda tiga, menggambar, dan melakukan banyak hal yang sebagian sudah dilakukan oleh anak-anak di atas usianya. Pada usia ini juga mereka cenderung memiliki rasa ingin tahu yang kuat sehingga banyak orang tua mendaftarkan mereka ke Taman Kanak-kanak agar mereka dapat bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya dan potensi mereka dari segi motorik dan fisik dapat lebih terasah dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 3

    3 tahap tumbuh kembang anak di atas dapat menjadi momen membanggakan bagi para orang tua. Untuk itu, pastikan tumbuh kembang si kecil diawasi dengan baik sehingga ketika terjadi penghambatan dalam proses tumbuh kembangnya, Anda dapat segera melakukan tindakan yang tepat.

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja