Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ alergi”

  • Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk […]

    Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogjakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di U.S, alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%) dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim.

    Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.

    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein.

    Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.

    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Moms jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan maupun alergi. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Tanukusumah M, Kurniati N, C N. Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasis Survei dalam Jaringan / Online. Sari Pediatri. 2016;16(5):365.
    2.  Plus G. Menu Planning for the Food Allergy Cook [Internet]. Kidswithfoodallergies.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: kidswithfoodallergies.org/page/menu-planning-for-the-food-allergy-cook.aspx
    3. Fiocchi A, Fierro V. Food Allergy | World Allergy Organization [Internet]. Worldallergy.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: worldallergy.org/education-and-programs/education/allergic-disease-resource-center/professionals/food-allergy
    4. Pawankar R, Canonica G, Holgate S, Lockey R. World Allergy Organization (WAO) white book on allergy. 1st ed. United Kingdom: WAO; 2011.
    5. Milliken C. Five myths about food allergies, debunked [Internet]. News.northwestern.edu. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from:  news.northwestern.edu/stories/2018/april/five-myths-about-food-allergies-debunked/
    Read More
  • Angka kejadian alergi makanan pada anak di dunia sekitar 6-8%, dan sering terjadi pada tahun pertama kehidupan seorang anak. Alergi terjadi karena adanya perubahan pada reaksi tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap suatu bahan yang ada di lingkungan hidup kita, salah satunya adalah makanan. Sehingga, bila si kecil mengalami alergi terhadap makanan, maka makanan […]

    9 Makanan yang Harus Dihindari Ketika Gatal Alergi

    Angka kejadian alergi makanan pada anak di dunia sekitar 6-8%, dan sering terjadi pada tahun pertama kehidupan seorang anak. Alergi terjadi karena adanya perubahan pada reaksi tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap suatu bahan yang ada di lingkungan hidup kita, salah satunya adalah makanan. Sehingga, bila si kecil mengalami alergi terhadap makanan, maka makanan tersebut wajib dihindari terutama bila gatal akibat alerginya sudah muncul.

    Alergi makanan merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh reaksi alergi yang melibatkan IgE (suatu imunoglobulin) terhadap bahan yang terkandung dalam makanan. Alergi makanan merupakan suatu jenis alergi yang cukup mengkhawatirkan dan merupakan ancaman bagi masyarakat, mengingat makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap individu. Kejadian alergi makanan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain genetik, umur, jenis kelamin, pola makan, jenis makanan, dan faktor lingkungan.

    Pada setiap individu, alergi makanan yang dimiliki tak selalu sama. Ada anak yang alergi terhadap makanan laut tapi anak lainnya justru alergi terhadap cokelat dan tidak memiliki alergi terhadap makanan laut. Alergi memang merupakan hal yang unik, karena respons pada masing-masing individu selalu tak sama, dan keunikan dari alergi inilah yang menjadi tantangan bagi setiap orang tua. Orang tua yang memiliki anak alergi terhadap makanan, harus menjaga anaknya agar terhindar dari makanan yang dapat menimbulkan gatal alergi .

    Berdasarkan waktu yang muncul, respons alergi dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok yang muncul respons alerginya paling cepat yaitu beberapa menit setelah menyantap makanan yang jumlahnya sedikit, gejala pada kelompok 1 biasanya berupa ruam kulit yang gatal, bibir bengkak, hingga sesak nafas. Kelompok 2 adalah kelompok yang respons timbulnya alergi beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang jumlahnya cukup banyak, gejala pada kelompok ini berupa diare dan muntah. Dan kelompok yang terakhir atau kelompok 3 adalah kelompok yang respons muncul alerginya paling lama jika dibandingkan dua kelompok lain, pada kelompok 3 respons alergi dapat muncul sampai 1 hari setelah memakan makanan yang menyebabkan alergi dalam jumah yang sangat banyak, gejalanya bisa berupa muntah, diare, hingga sesak napas. Dari ketiga kelompok di atas, kelompok 1 atau kelompok yang merespons alergi dengan bentuk ruam kulit dan gatal ialah yang paling sering terjadi dan penyebabnya mudah diketahui.

    Tak banyak memang bahan makanan yang dapat menimbulkan alergi. Biasanya bahan makanan yang sering menimbulkan alergi memiliki berat molekul yang cukup tinggi yaitu 10.000 sampai 60.000 dalton. Beberapa makanan di bawah ini adalah makanan-makanan yang mungkin menimbulkan alergi dan harus dihindari ketika gatal alergi sedang timbul.

    1. KACANG TANAH

    Berdasarkan beberapa penelitian, 7,4% anak mengalami alergi terhadap kacang tanah. Penyebabnya karena kacang tanah merupakan salah satu jenis glikoprotein yang memiliki berat molekul cukup besar.

    1. TELUR

    Alergi telur merupakan penyebab alergi makanan terbesar pada anak-anak di Jepang, yaitu sekitar 52,3%. Di indonesia alergi terhadap telur juga lumayan tinggi presentasenya tapi belum didapatkan data secara pasti. Telur termasuk protein hewani yang banyak dikonsumsi, terdiri dari putih telur dan kuning telur, kuning telur banyak mengandung kolesterol, sedangkan putih telur banyak mengandung protein. Kandungan protein inilah yang biasanya menyebabkan anak mengalami alergi terhadap telur.

    1. DAGING AYAM

    Banyak orang yang menyukai daging ayam, selain karena mudah dicari, harganya pun tidak terlalu mahal seperti daging merah, tapi sebagian kecil orang tidak dapat menikmati kenikmatan pada daging ayam karena memiliki alergi. Daging ayam memiliki protein yang cukup tinggi, hal inilah yang menyebabkan beberapa orang alergi terhadap daging ayam. Berdasarkan data penelitian bagian Alergi Imunologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ada sekitar 7,4% anak memiliki alergi terhadap daging ayam.

    1. UDANG

    Salah satu makanan laut yang dapat menyebabkan alergi adalah udang. Udang merupakan jenis makanan yang paling banyak menyebabkan alergi makanan dibandingkan makanan lain. Sekitar 8,8% anak memiliki alergi terhadap udang.

    1. KERANG

    Banyak orang yang suka makan kerang, tapi banyak pula yang belum mengetahui jika kerang dapat menyebabkan alergi. Angka kejadian alergi terhadap kerang sama tingginya dengan angka kejadian alergi pada udang.

    1. KEPITING

    Sama halnya dengan udang dan kerang, kepiting merupakan salah satu jenis makanan laut yang banyak digemari masyarakat. Namun, sayangnya angka kejadian alergi pada kepiting juga masih tinggi walau belum ada data nyatanya.

    1. TUNA

    Ikan memang sangat diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan anak karena di dalam ikan terkandung banyak omega-3 yang sangat bagus untuk perkembangan otak. Namun, pada beberapa anak, dapat memiliki alergi terhadap ikan terutama ikan tuna. Berdasarkan data, 4,4% anak memiliki alergi terhadap ikan tuna.

    1. COKELAT

    Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa protein yang terdapat di dalam cokelat dapat menyebabkan reaksi alergi. Sebanyak 2,9% anak memiliki alergi terhadap cokelat.

    1. STROBERI

    Banyak orang berpikir bahwa buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral sehingga baik untuk kesehatan. Namun bagi sebagian orang, anggapan ini tak sesuai, karena ada sebagian kecil orang di dunia ini yang memiliki alergi terhadap stroberi.

    Nah, Moms itulah 9 makanan yang harus dihindari ketika Anda atau si kecil mengalami gatal alergi. Untuk informasi kesehatan lainnya, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, ya. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Chapman JA et al. Food Allergy: A Practice Parameter. Annals Of Allergy’ Asthma Immunol.
    2. Haahtela et al. Finnish Allergy Programme 2008–2017 –Time to Act and Change The Course. 2017.
    3. Lovik M. et al. The Norwegian National Reporting System and Register of Severe Allergic Reactions to Food. Norsk Epidemiol.
    4. Irawati N, Abdilah F. Patofisiologi dan diagnosis alergi makanan. Otorhinolaryngologica Indonesiana 2015.
    5. AA, Denburg J, Fokkens WJ, Togias A et al. Allergic rhinitis and its impact on asthma (ARIA) 2013 update ( in collaboration with the WHO, GA2LEN and AllerGen). J allergy 2013.
    Read More
  • Moms yang memiliki buah hati dengan riwayat alergi pasti harap-harap cemas setiap memberi asupan makanan untuknya. “Duh, habis makan ini, Si Dedek bakal gatal-gatal alergi lagi nggak ya?” Makanan yang dapat menjadi pemicu alergi ialah makanan yang dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh anak bekerja berlebihan,  serta menyebabkan gejala dan tanda seperti masalah pencernaan, gatal–gatal […]

    7 Makanan Pemicu Alergi yang Perlu Dihindari

    Moms yang memiliki buah hati dengan riwayat alergi pasti harap-harap cemas setiap memberi asupan makanan untuknya. “Duh, habis makan ini, Si Dedek bakal gatal-gatal alergi lagi nggak ya?”
    Makanan yang dapat menjadi pemicu alergi ialah makanan yang dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh anak bekerja berlebihan,  serta menyebabkan gejala dan tanda seperti masalah pencernaan, gatal–gatal atau sesak napas.

    Pada beberapa anak, alergi makanan dapat menyebabkan gejala berat atau bahkan reaksi yang mengancam nyawa, dikenal sebagai reaksi anafilaksis, sehingga penting sekali untuk Moms tahu, apa saja makanan yang dapat menyebabkan alergi pada anak.

    Alergi makanan memengaruhi sekitar 6-8 % anak–anak usia di bawah 3 tahun dan hingga 3% pada orang dewasa. Meskipun tidak dapat disembuhkan, beberapa anak dapat mengatasi alergi makanan mereka seiring bertumbuh usia. Alergi cenderung terjadi dalam keluarga, tapi tidak mungkin untuk memprediksi apakah seorang anak akan mewarisi alergi makanan orang tua atau apakah sesama saudara akan memiliki kondisi yang sama.

    Saat anak Moms alergi, badannya melakukan kesalahan dimana makanan yang seharusnya tidak berbahaya dianggap sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan anak Moms sakit, sehingga sistem kekebalan anak akan merespons untuk melindungi tubuh. Moms mungkin dapat melihat gejala–gejala seperti bercak–bercak di kulit, mata gatal, atau bisa juga reaksi yang lebih besar hingga anak sulit bernapas.

    Alergi makanan dapat menjadi masalah yang serius, namun Moms dapat melakukan beberapa hal untuk mencegahnya. Salah satunya adalah Moms dapat menghindari makanan yang dapat memicu alergi anak.

    Berikut ini adalah 7 makanan yang dapat memicu alergi:

    1. Susu

    Alergi pada susu sapi merupakan alergi yang paling sering terjadi pada anak. Reaksi dapat timbul bahkan dengan jumlah yang sedikit. Ibu yang meminum susu sapi dan memberikan ASI kepada anak dengan alergi susu bahkan dapat menimbulkan reaksi alergi. Seiring bertambahnya usia, alergi susu pada anak dapat menghilang, tapi pada 1 dari 5 anak dapat menetap hingga dewasa.

    2. Telur

    Alergi pada telur disebabkan oleh protein yang terdapat pada telur, seperti ovomucoid, ovalbumin dan conalbumin. Memasak telur dapat menghilangkan protein ini, tapi tidak seluruhnya. Sehingga beberapa anak bisa tetap alergi pada telur yang dimasak. Kadang–kadang, anak dapat alergi pula terhadap daging ayam, burung puyuh, kalkun, atau bahkan bulu burung. Hal ini disebut sindrom “bird-egg “.

    3. Kacang–kacangan, termasuk almond, walnut, hazelnut

    Alergi pada kacang umumnya terjadi seumur hidup. Alergi pada kacang dapat menimbulkan reaksi yang berat, seperti anafilaksis. Jika anak Moms alergi terhadap kacang, konsultasikan kepada dokter atau ahli alergi. Anak yang memiliki alergi pada satu jenis kacang dapat juga bereaksi terhadap jenis kacang lainnya.

    4. Kedelai

    Alergi kedelai sering terjadi sejak usia dini. Sebagian orang dengan alergi kedelai juga dapat bereaksi dengan susu. Kedelai banyak digunakan sebagai bahan makanan seperti roti, sereal, minuman, es krim, margarin, pasta, daging olahan, dan makanan berbumbu.

    5. Gandum dan biji – biji lainnya, termasuk barley, oats

    Alergi gandum sering terjadi, terutama pada bayi. Salah satu allergen utama pada gandum yaitu gliadin, dapat ditemukan pada gluten. Sehingga anak dengan alergi gandum disarankan untuk makan–makanan yang bebas dari gluten.

    6. Ikan

    Alergi pada ikan sering menyebabkan reaksi berat, termasuk anafilaksis. Orang dewasa cenderung memiliki reaksi alergi terhadap ikan dan kerang dibandingkan anak–anak. Jika anak alergi terhadap satu jenis ikan, maka kemungkinan besar juga akan alergi dengan ikan lainnya, karena allergen pada ikan mirip dan memasak ikan tidak merusak allergen.

    7. Kerang

    Alergi terhadap kerang cukup sering terjadi. Berbagai jenis kerang yang dapat menimbulkan alergi yaitu udang, lobster, kepiting, tiram. Anak yang alergi terhadap satu jenis kerang sering bereaksi pula dengan jenis kerang lainnya.

    Hampir semua makanan dapat memicu alergi. Jenis yang kurang umum termasuk:

    • Jagung
    • Agar–agar
    • Kelapa
    • Nasi
    • Daging–daging sapi, ayam, kambing dan babi
    • Wijen, bunga matahari
    • Rempah–rempah, seperti jintan, ketumbar, bawang putih, dan mustard
    • Buah–buahan dan sayur – sayuran

    Reaksi alergi dapat terjadi beberapa menit setelah anak Moms makan, atau bisa juga beberapa jam setelahnya. Gejala yang dapat timbul :

    • Ruam, kulit merah, bengkak, kering atau gatal.
    • Pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk kering ringan.
    • Mata gatal, berair, merah.
    • Mulut atau di dalam telinga terasa gatal.
    • Sakit perut, kram, muntah, atau diare.

    Seringkali, makanan seperti kacang – kacangan, ikan atau kerang dapat menimbulkan reaksi yang lebih berat, namun alergi pada tiap makanan juga dapat menimbulkan gejala berikut:

    • Kesulitan bernapas atau menelan.
    • Bengkak pada bibir, lidah atau tenggorokan.
    • Rasa lemah, pusing, atau pingsan.
    • Nyeri pada dada, denyut jantung tidak beraturan.

    Terkadang gejala dapat terjadi pada seluruh badan dan bisa sangat serius hingga mengancam jiwa. Reaksi ini disebut anafilaksis, dan ini adalah keadaan darurat medis. Biasanya dapat terjadi beberapa menit setelah anak Moms makan. Jika anak Moms memiliki asma dan alergi makanan, maka anak Moms cenderung memiliki anafilaksis. Jika hal ini terjadi pada si kecil, segera bawa ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat.

    Penyebab Tersembunyi

    Seperti yang kita sudah bahas tadi, kunci untuk mengontrol alergi makanan ialah dengan menghindari makanan yang dapat menjadi pemicu alergi. Namun hal ini tidaklah mudah, bisa saja dari bahan–bahan untuk makanan tertentu seperti:

    • Sebagian besar makanan yang dipanggang, seperti kue dibuat dengan telur dan kadang–kadang kacang.
    • Saus salad, mungkin dibuat dengan minyak kedelai.
    • Hot dog mungkin mengandung protein susu.

    Jadi, Moms harus memastikan dan membaca tiap label makanan. Namun, label makanan tidak selalu menuliskan keseluruhan bahan yang digunakan. Misalkan nanas, susu, atau protein kedelai yang dicampurkan mungkin saja terdapat pada popcorn, namun Anda tidak melihatnya di daftar bahan. Sebagai gantinya, Moms akan melihat “natural flavor”.

    Ketika anak Moms memiliki alergi terhadap makanan, Moms harus selalu mengingat bahkan jika perlu mencatat makanan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada anak. Bila Moms akan memesan makanan di restoran, tanyakan bagaimana makanan dibuat sebelum memesan makanan tersebut.

    Temui dokter atau ahli alergi jika anak Moms memiliki gejala alergi makanan sesaat setelah makan. Carilah perawatan darurat bila si kecil memiliki gejala–gejala anafilaksis seperti:

    • Penyempitan saluran udara yang membuat anak sulit bernapas.
    • Syok, dengan penurunan tekanan darah yang parah.
    • Nadi cepat.
    • Pusing atau pingsan.

    Jadi Moms, itulah 7 makanan yang dapat menjadi pemicu alergi. Alergi terhadap makanan terkadang dapat hilang dengan bertambahnya usia, namun jika anak Moms alergi terhadap suatu makanan tertentu, cara terbaik adalah menghindari bahan ataupun olahan dari makanan tersebut. Nah, Moms yang ingin mencari tahu seputar alergi atau masalah kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Food allergy – acaai.org/allergies/types/food-allergy, diakses pada tanggal 18-9-2018
    2. Deteksi Penyebab Alergi Makanan Pada si Kecil – tanyadok.com/anak/deteksi-penyebab-alergi-makanan-pada-si-kecil, diakses pada tanggal 18-9-2018
    3. Common Food Allergy Triggers – webmd.com/allergies/food-triggers#1, diakses pada tanggal 18-9-2018
    4. Food Alergy – mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/symptoms-causes/syc-20355095, diakses pada tanggal 18-9-22018
    5. Eight common food allergies : Causes, symptoms, and triggers – medicalnewstoday.com/articles/8624.php, diakses pada tanggal 18-9-2018
    6. The 8 Most Common Food Alergies – healthline.com/nutrition/common-food-allergies#section12, diakses pada tanggal 18-9-2018

     

    Read More
  • Liburan panjang di depan mata dan rencana liburan kali ini sudah tersusun dengan sempurna. Tapi ternyata si kecil banyak alergi makanan. Bagaimana dengan nasibnya ketika harus melancong ke luar negeri dan makan makanan dari banyak ragam restoran yang Anda tidak kenal jenis bahan-bahannya? Si Kecil dan Alerginya Anak Anda sangat menyukai bepergian, dan ia bertekad […]

    Tips Liburan Dengan Si Alergi Makanan

    Liburan panjang di depan mata dan rencana liburan kali ini sudah tersusun dengan sempurna. Tapi ternyata si kecil banyak alergi makanan. Bagaimana dengan nasibnya ketika harus melancong ke luar negeri dan makan makanan dari banyak ragam restoran yang Anda tidak kenal jenis bahan-bahannya?

    beli di sini paket p3k anak prosehat atasi alergi anak

    Si Kecil dan Alerginya
    Anak Anda sangat menyukai bepergian, dan ia bertekad untuk tidak membiarkan alergi susu, kacang dan gandumnya menghentikannya dari perjalanan walaupun terdapat perasaan khawatir tentang alergi makanannya. Sekarang ia bahkan tidak ragu-ragu untuk bertanya tentang makanannya, tidak peduli di mana dia berada. Ia tahu bahwa mengabaikan alergi makanannya dapat menyebabkan reaksi yang buruk, belum lagi ketika harus berlibur ke negara asing dengan jenis makanan yang komposisi bahan makanannya tidak diketahui.

    Baca juga: 7 Tips Road Trip 3 Hari di Jalan dengan Anak

    Rencanakan liburan kali ini dengan mempertimbangkan setiap menu makan pagi, siang dan malam anak Anda yang memiliki alergi makanan tertentu dengan beberapa tips di bawah ini:

    1. Tempatkan semua obat yang diperlukan anak Anda dalam tas atau tas jinjing – jenis tas apapun yang dapat Anda pegang selama di dalam mobil, di kursi kereta, atau disimpan di bagasi kabin pesawat. Bawa ekstra dosis 1 hari jika anak Anda tertunda minum obat.

    2. Pisahkan makanan si kecil dari makanan saudaranya yang lain. Jika Anda berencana untuk sarapan atau makan siang dalam perjalanan dengan menu makanan buatan rumah, hal tersebut akan lebih baik lagi karena anak Anda akan aman dari serangan alerginya. Beri label pada snack khususnya.

    3. List restoran fast food yang aman untuk anak Anda. Pastikan Anda mengunjungi salah satu dari list tersebut saat makan malam.

    klik di sini paket prosehat p3k anak

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Anak

    4. Jika Anda berencana liburan dengan pesawat terbang, beri kabar maskapai penerbangan Anda agar menyediakan makanan khusus untuk penumpang dengan alergi makanan tertentu.

    5. Ketika mendarat di negara asing dan Anda berencana untuk dining out di restoran tertentu, pastikan Anda memiliki list makanan yang menjadi alergi si kecil dan tunjukan list tersebut kepada chef restoran tersebut.

    6. Pastikan bahasa yang Anda gunakan adalah bahasa yang dimengerti oleh chef agar tidak terbentur language barrier ketika menjelaskan alergi makanan anak Anda.

    7. Ketika alergi anak Anda kambuh, sebelum hal tersebut terjadi pastikan Anda telah memiliki list rumah sakit dekat area hotel tempat Anda dan keluarga menginap.

    Dengan persiapan yang matang, Anda dan keluarga akan mendapatkan quality time saat liburan tahun ini tanpa ancaman alergi si kecil kambuh. Selalu berhati-hati terhadap makanan, cuaca dan kebersihan di daerah atau negara tertentu. Selalu lakukan riset sebelum merencanakan liburan ke satu daerah tertentu.

    Have a nice vacation!

    download gratis di sini ebook p3k liburan anak

    Free Download E-book P3K Anak: Tips dan Checklist Jaga Anak Tetap Sehat Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja