Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Healthy Sexual Health in Men #KamiSehat

Kebanyakan orang masih menganggap tabu pembicaraan mengenai seks, bahkan untuk pasangan yang sudah menikah. Padahal, banyak sekali hal yang dapat dibahas seputar seksualitas pria dan wanita. Pada pria, masalah disfungsi seksual merupakan salah satu trending topic di antara mereka. Penelitian di Jawa mengemukakan bahwa seiring dengan bertambahnya umur, terjadi peningkatan ketidakpuasan hubungan seksual, disfungsi seksual dan abstinence (tidak melakukan hubungan seks) sehingga menyebabkan kualitas hidup menurun.

Seks merupakan salah satu bentuk ekspresi cinta dan salah satu bentuk ekspresi cinta yang terdalam dan terbesar. Tidak ada standar baku mengenai definisi seks yang sehat. Semua tergantung pada usia, gaya hidup, dan libido. Studi menunjukkan, pasangan usia muda antara 18 hingga 29 tahun melaporkan frekuensi 2 hingga 3 kali seminggu, yang kemudian menurun pada usia 30 hingga 39 tahun, dengan frekuensi 1 hingga 2 kali seminggu dan pada usia yg lebih tua melaporkan kurang lebih seminggu sekali hingga kurang dalam seminggu. Sehingga,  semakin tua usia, semakin jarang frekuensi seks mereka.

Baca Juga: Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

Pertanyaannya, kalau kita memiliki frekuensi yang lebih banyak, apakah bisa dikatakan abnormal? Misalnya lebih dari 4 kali dalam seminggu? Jawaban singkatnya adalah tidak. Kunci utama dari hubungan seks adalah komunikasi, keintiman dan hubungan kuat dengan pasangan kita. Sebagai contoh, terkadang ada pasangan yang menginginkan frekuensi seks lebih jarang. Hal ini penting untuk diungkapkan ke pasangan.

Puncak dari hubungan seksual adalah tercapainya kepuasan seksual melalui orgasme. Ada yg mendefinisikan orgasme sebagai sebuah puncak dari kenikmatan seksual dan merupakan salah satu fase dalam hubungan seksual. Singkat cerita, dikarenakan orgasme adalah sebuah fase, maka diperlukan waktu untuk mencapai fase tersebut. Namun, masalahnya waktu yg dibutuhkan untuk mencapai fase tersebut sangat berbeda bagi pria dan wanita.

Wanita mencapai orgasme jauh lebih lama dibandingkan pria, sehingga bila kita membahas durasi ideal, kita perlu membahas bagaimana cara kedua pasangan mampu mencapai orgasme. Pada pria, sayangnya orgasme berlangsung cepat dan berakhir setelah fase ejakulasi. Setelah fase orgasme, baik pria dan wanita akan memasuki fase resolusi dan fase refrakter dimana pria tidak mungkin mengalami orgasme lagi.

Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

Apakah foreplay itu penting?

Salah satu jawaban dari masalah tersebut adalah foreplay. Yes, the key is in foreplay!Foreplay adalah fase pemanasan pada awal hubungan seks. Kegiatan ini sering disebut dengan bercumbu, mulai dari berciuman, saling menstimulasi satu sama lainnya. Kegiatan ini sangat penting dilakukan demi tercapainya kepuasan seksual di kedua belah pihak. Durasinya bisa berlangsung sebentar atau bahkan lama tergantung kepada kedua pasangan.

Kenapa setiap berhubungan seks seringkali sudah keluar duluan, bagaimana cara mengatasinya

Nah, biasanya kasus seperti ini sering dikaitkan dengan ejakulasi dini. Ejakulasi dini merupakan kondisi ejakulasi berulang dan menetap, yang terjadi saat sebelum ataupun segera setelah penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina), di mana hal itu tidak diinginkan atau penderita tidak mempunyai kontrol terhadap kejadian tersebut

Durasi saat penetrasi sampai ejakulasi, atau yang disebut Intravaginal Ejaculation Latency Time (IELT), normalnya rata-rata antara 4-7 menit, sehingga dikatakan bila kurang dari 4 menit dianggap ejakulasi tersebut atau prematur. Namun, studi lebih lanjut membagi ejakulasi prematur ini dalam beberapa kelompok, apabila durasi IELT-nya kurang dari 1 menit, seseorang dikatakan “pasti menderita ejakulasi dini.” Sedangkan bila durasi IELTnya antara 1-1.5 menit, seseorang dikatakan “kemungkinan” menderita ejakulasi dini.

Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

Penyebab ejakulasi dini beragam mulai dari faktor biologis hingga psikologis. Faktor biologis yang menjadi penyebab ejakulasi dini termasuk di antaranya gangguan keseimbangan hormon seks, akibat pemakaian beberapa obat-obatan, gangguan hormon serotonin di pusat otak, gangguan refleks ejakulasi serta disfungsi ereksi. Faktor psikologis meliputi frekuensi hubungan seksual, pengalaman masa lalu, ketidakpercayaan diri, kecemasan, serta teknik senggama, ataupun gangguan psikologis lainnya. Gangguan psikologis ini dimulai saat remaja. Salah satunya adalah takut ketahuan masturbasi ataupun trauma seksual lain saat remaja.

Kombinasi terapi farmakalogi dengan terapi psikologis bersama-sama dengan pasangan dapat membantu penderita mengembangkan kemampuan seksualnya, hubungan interpersonal dengan pasangan, dan kembalinya rasa percaya diri sehingga tercapai kepuasan seksual bersama. Selain itu, latihan senam kegel dapat memperkuat otot panggul pria dan diharapkan dapat mengurangi ejakulasi dini.

Mengapa ada wanita yang tidak mau melakukan foreplay?

Komunikasikan dengan pasangan anda seperti apa jenis foreplay yang diinginkan. Pada tubuh kita terdapat beberapa sweet spot dapat distimulasi sehingga menjadikan foreplay kegiatan yang tidak membosankan. Sweet spot tidak hanya pada sekitar organ vital, tapi juga daerah intim lain seperti ketiak, pusar, belakang telinga dan lain-lain. Media foreplay pun tidak hanya terbatas pada tubuh. Kita bisa bereksperimen seperti menggunakan es batu, whipped cream dan lainnya.

Apakah hal yg harus dilakukan dan dihindari untuk menjaga hubungan seksual yg sehat?

Secara umum dari dunia medis, ada baiknya kita menjaga asupan makanan, terutama untuk mengurangi alkohol dan rokok. Hal ini dilakukan untuk  menjaga kualitas ereksi, libido dan stamina kita. Selain itu, olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung kita dan membuat stamina meningkat. Kemudian, paling penting adalah tetap setia pada satu pasangan. Hal ini dapat menurunkan risiko terjadinya penularan Penyakit Menular Seksual (PMS).

Baca Juga: 8 Herbal Meningkatkan Hubungan Menjadi Lebih Lama

Apakah ada makanan atau obat yg dapat menambah gairah pria?

Tidak ada obat-obatan yang benar-benar aman untuk meningkatkan gairah dan nafsu seksual. Mengenai makanan ada banyak makanan yang dipercaya sebagai afrodisiak natural. Contoh dari makanan tersebut adalah tiram (oyster), dan diikuti dengan coklat, asparagus, ginseng dan buah maca. Suplemen seng juga dapat membantu meningkatkan libido.

Apakah seks yang dilakukan secara oral itu aman dan tidak berbahaya?

Seks secara oral, vaginal maupun anal, semuanya memiliki resiko untuk menularkan Penyakit Menular Seksual. Jadi tidak bisa dikatakan benar-benar aman. Metode untuk membuat seks secara oral menjadi lebih aman dengan menggunakan kontrasepsi tipe barrier seperti kondom.

Manakah yang lebih penting, frekuensi seks yang banyak atau durasi seks yang lebih lama?

Frekuensi seks bukan menjadi patokan normal atau tidaknya hubungan seksual pasangan, begitu juga dengan durasi seks. Kembali, kepuasan seksual merupakan bagian dari kerjasama antara pasangan, sehingga tujuan utamanya dapat tercapai bersama.

instal aplikasi prosehat

Chat Asisten ProSehat aja