Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Dampak Langsung Merokok Setelah Buka Puasa

Puasa idealnya menjadi waktu Sobat untuk banyak melakukan ibadah dan meninggalkan kebiasan buruk. Terutama bagi para perokok aktif, puasa seharusnya bisa menjadi latihan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Seperti diketahui, selain makan dan minum, merokok merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh seorang perokok aktif saat berbuka puasa. Sehingga setelah berbuka, seringkali perokok akan segera menyalakan rokoknya. Padahal langsung merokok saat berbuka puasa sangat tidak disarankan, karena memiliki beragam dampak yang buruk bagi tubuh.

Rokok sendiri pada dasarnya menyebabkan beragam penyakit hampir ke seluruh organ tubuh. Penyakit yang sering ditimbulkan seperti kanker, penyakit kardiovaskular, stroke, penyakit paru obstruksi kronis termasuk emfisema dan bronkitis akut, diabetes, dan lainnya. Ketika berpuasa, kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman sekitar 14 jam dan perut sedang berada dalam keadaan kosong. Sehingga saat kita berbuka puasa, sebaiknya dibuka dengan makanan-makanan yang bergizi dan mengandung zat antioksidan yang tinggi seperti sayur dan buah-buahan untuk mengganti energi yang hilang selama puasa. Namun kalau saat berbuka langsung merokok, berarti hal pertama yang masuk adalah zat-zat beracun seperti nikotin, tar, karbon monoksida, gas oksidan, benzene, dan lainnya. Bahan-bahan kimia ini akan lebih berbahaya jika masuk ke dalam tubuh saat keadaan perut sedang kosong. Berikut adalah bahaya langsung merokok setelah buka puasa:

  1. Nikotin yang masuk dalam waktu singkat dengan jumlah banyak berefek mual dan menimbulkan sakit kepala. Nikotin sendiri merupakan senyawa yang dapat menimbulkan adiksi, saat masuk ke dalam tubuh akan menstimulasi kerja kelenjar adrenal yang menghasilkan adrenalin. Peningkatan adrenalin dalam tubuh ini bersifat stimulan sehingga akan meningkatkan denyut jantung, nafas, dan tekanan darah. Secara tidak langsung, nikotin juga akan melepaskan hormon dopamin yang memengaruhi perasaan, gerakan, dan sensasi senang maupun nyeri. Peningkatan dopamin inilah yang seringkali menyebabkan adiksi pada seorang perokok sehingga bila seorang perokok menghentikan kebiasaan buruk ini secara tiba-tiba, maka akan muncul perasaan cemas, mudah marah, hingga depresi. Efek buruk dari nikotin dapat memengaruhi:
    • Sistem sirkulasi darah, yaitu peningkatan risiko pembekuan darah serta pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah.
    • Sistem saraf pusat/otak, yaitu rasa sakit kepala, pusing, gangguan tidur, serta mimpi buruk.
    • Sistem pencernaan, yaitu rasa mual, muntah, mulut kering, gangguan pencernaan, rasa panas di dada, dan diare.
    • Sistem kardiovaskular/jantung, yaitu peningkatan denyut nadi, peningkatan tekanan darah, peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
  2. Karbon monoksida yang terdapat pada asap rokok akibat proses pembakaran adalah gas yang beracun, tidak berwarna, serta tidak berbau. Gas ini berbahaya karena bila terhirup oleh paru-paru dan masuk ke dalam tubuh, karbon monoksida akan berikatan dengan hemoglobin di sel darah merah dan terbawa dengan aliran darah kita. Karbon monoksida dapat mengikat hemoglobin darah 300 kali lebih kuat dan cepat dibanding oksigen. Hal ini mengakibatkan sel dalam tubuh Sobat bisa kekurangan oksigen, sehingga yang dirasakan adalah lelah dan pusing. Gas ini juga dapat menurunkan fungsi otot dan jantung, gejala yang dirasakan adalah peningkatan denyut nadi, kelemahan untuk melakukan olah raga, nyeri kepala, mual, muntah, dan pandangan yang buram. Kurangnya oksigen dalam darah juga akan menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mendistribusikan darah yang mengandung sedikit oksigen ke seluruh tubuh, sehingga karbon monoksida dalam darah akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah yang lama-kelamaan menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah arteri.

Jadi, ingatlah bahaya langsung merokok saat buka puasa dalam keadaan perut kosong, zat-zat berbahaya yang ada dalam rokok akan masuk dalam darah dengan cepat. Selain itu, langsung merokok saat berbuka ini juga bisa memicu batuk akibat iritasi saluran pernafasan, karena tenggorokan yang masih dalam keadaan yang kering.

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

DAFTAR PUSTAKA

  1. Apa bahaya langsung merokok saat berbuka puasa? [Internet]. Direktorat P2PTM. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-kronik/apa-bahaya-langsung-merokok-saat-berbuka-puasa
  2. CDCTobaccoFree. Health Effects of Smoking and Tobacco Use [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2017 . Available from: https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/health_effects/index.htm
  3. What Chemicals Are In Cigarette Smoke? [Internet]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/215420#3
  4. Nicotine: Facts, effects, and addiction [Internet]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/240820
  5. How Carbon Monoxide Hurts Smokers [Internet]. Verywell Mind. Available from: https://www.verywellmind.com/carbon-monoxide-in-cigarette-smoke-2824730

Chat Asisten ProSehat aja