Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Hubungan Antara Covid-19 dan Disfungsi Ereksi

Selain mengganggu kerja berbagai sistem organ tubuh, Covid-19 kenyataannya juga mempengaruhi sistem reproduksi pria dalam bentuk disfungsi ereksi. Demikian yang diungkapkan oleh sebuah penelitian di Italia. Seperti dilansir dari DW, Profesor Endokrinologi dan Seksologi Medis di Universitas Tor Vergata, Roma, Emmanuele Jannini mengungkapkan fakta bahwa orang yang pernah mengalami disfungsi ereksi juga rentan mengalami Covid-19.

covid-19 dan disfungsi ereksi

Baca Juga: 10 Makanan Peningkat Stamina Pria

Hal itu diduga karena Covid-19 melibatkan proses dasar terjadinya penyakit yang mirip dengan disfungsi ereksi, seperti proses peradangan, masalah hormonal, stres, kecemasan, depresi, dan disfungsi endotel, yaitu menyempitnya lapisan arteri kecil di saluran reproduksi. Seperti dikutip dari Cleveland Clinic ada tiga faktor penyebab disfungsi ereksi pada pria yang pernah terinfeksi Covid-19.

Tiga Faktor Penyebab Disfungsi Ereksi Akibat Covid-19

1. Efek vaskuler

Efek ini berhubungan dengan organ vaskuler (pembuluh darah) seperti jantung. Keduanya saling berhubungan karena disfungsi ereksi diduga dapat mempredikasi penyakit jantung. Covid-19 disebut juga dapat menyebabkan hiperinflamsi di seluruh tubuh terutama di jantung dan otot di sekitarnya. Akibatnya, pasokan darah ke penis bisa tersumbat atau menyempit akibat kondisi vaskuler baru atau yang memburuk karena virus. Penyempitan dan peradangan vaskuler ini lah yang mungkin menyebabkan disfungsi ereksi.

2. Efek psikologis

Efek kedua adalah efek psikologis yang sangat begitu erat kaitannya dengan kesehatan mental. Stres, kecemasan, dan depresi yang disebabkan oleh virus dan pandemi dapat dikaitkan dengan disfungsi seksual dan suasana hati yang buruk.

3. Penurunan kesehatan tubuh menyeluruh

Efek ketiga adalah efek penurunan kesehatan secara menyeluruh. Bila seorang pria mengalami disfungsi ereksi, kemungkinan besar terdapat permasalahan kesehatan lain yang mendasarinya. Pria yang mempunyai kesehatan yang buruk berisiko besar terkena disfungsi ini, dan cukup reaktif terhadap Covid-19. Virus ini disebut menyebabkan banyak masalah kesehatan yang bisa berujung menjadi komplikasi.

Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

Efek lainnya adalah fungsi penis dapat terganggu setelah terinfeksi Covid-19 namun belum bisa diketahui secara pasti apakah gangguan bersifat permanen, sementara, atau dapat mempengaruhi kesuburan. Selain gangguan pada penis, faktor lain penyebab disfungsi ereksi adalah usia.

Apakah Permasalahan Ini Dapat Menjadi Long Covid atau Tidak?

Kemudian timbul pertanyaan apakah ini dapat menjadi masalah yang berkepanjangan atau sebaliknya? Dilansir dari Prevention.com, dr. Amin Herati dari Brady Urological Institute dan John Hopkins University menyatakan bahwa masalah disfungsi ereksi ini bukan merupakan long-covid dan mungkin hanya masalah jangka pendek karena adanya pergantian hormon dan pembuluh darah yang utuh. Meski begitu, dr. Anthony Harris dari WorkCare, masih dilansir dari Prevention.com, menyatakan hal tersebut tidak bisa menjadi jaminan karena dari keadaan di lapangan ada yang mengalami selama 3 bulan, 6 bulan atau bahkan lebih lama. Sejauh ini belum ada penelitian yang cukup untuk hal ini.

Vaksinasi Sebagai Pencegahan Optimal

Dr. Harris menyarankan agar yang memiliki masalah disfungsi ereksi akibat Covid-19 sebaiknya segera juga divaksinasi untuk pencegahan infeksi optimal. Efek samping yang didapatkan sama dengan vaksin flu yang setiap tahun diberikan.

Baca Juga: Masturbasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

Itulah mengenai hubungan antara Covid-19 dan disfungsi ereksi yang ternyata bisa bisa berdampak pendek atau panjang. Penelitian mengenai hal ini masih terus dilakukan sehingga cara terbaik adalah melakukan vaksinasi. Nah, Sahabat Sehat, terutama para pria, supaya tidak terkena Covid-19 yang juga berdampak besar ke disfungsi ereksi, tetap patuhi perilaku 3M dan jalankan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi:

  1. Yes, COVID-19 Can Cause Erectile Dysfunction in Men [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/yes-covid-19-can-cause-erectile-dysfunction-in-men/
  2. (www.dw.com) D. COVID-19’s link to erectile dysfunction | DW | 08.12.2020 [Internet]. DW.COM. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.dw.com/en/covid-19s-link-to-erectile-dysfunction/a-55862989
  3. Sansone A, Mollaoli D, Ciocca G. Addressing male sexual and reproductive health in the wake of COVID-19 outbreak. NCBI [Internet]. 2020 [cited 22 January 2021];. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7355084/
  4. Why COVID-19 Might Lead to Erectile Dysfunction in Some People, According to Doctors [Internet]. Prevention. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.prevention.com/health/health-conditions/a34963722/erectile-dysfunction-covid-19-coronavirus/

Chat Asisten ProSehat aja