Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Aritmia – Gangguan Irama Jantung yang Mengintai Kita Semua

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Aritmia atau Gangguan Irama Jantung Harus Segera Ditangani Secara Medis

Aritmia atau gangguan irama jantung dapat menyerang siapa saja. Usia tua maupun muda. Atlet maupun orang biasa. Cegah sedini mungkin. Karena sama seperti masalah jantung lainnya, penakit ini tidak memandang usia, jenis kelamin, maupun ras.

Baru-baru ini kita dikejutkan salah satu artis muda Indonesia yang meninggal akibat gangguan jantung. Juga berita bahwa penyerang Barcelona, Segio Aguero, mengalami aritmia.

Bagaimanapun juga penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kematian di Indonesia, bahkan di dunia. Menurut badan kesehatan dunia atau disebut WHO (World Health Organization), jumlah kematian karena penyakit jantung sebanyak 17,7 juta orang di dunia pada tahun 2019.

Pada 2020 saja hampir 10 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit jantung. Angka ini belum termasuk angka di tahun 2021. WHO bahkan memprediksi pada 2030 mendatang orang yang meninggal akibat gangguan jantung bisa menyentuh angka 50 juta per tahunnya.

Sebagai salah satu masalah jantung, aritmia kerap tidak terdeteksi dengan baik sejak dini. Padahal hal ini dapat berakibat fatal dan dapat berakhir dengan kematian mendadak. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengenali apa itu gangguan irama jantung, penyebab, cara mencegah, dan cara mengobatinya.

Mengenal Aritmia Atau Gangguan Irama Jantung

Permasalahan irama jantung dapat terjadi detak jantung yang terlampau cepat atau disebut takikardia adalah kondisi ketika jantung memompa darah terlampau cepat yaitu lebih dari 100x/menit. 

Sementara jika detak jantung sangat lambat, disebut bradikardi merupakan kondisi ketika jantung memompa darah kurang dari 60x/menit atau detak jantung dengan irama yang tidak beraturan.

Irama jantung dengan detak yang lambat akan mengganggu aliran darah ke otak sehingga penderitanya sewaktu-waktu dapat pingsan. Sebaliknya, apabila detak jantung terlampau cepat dalam jangka waktu yang lama maka fungsi pompa jantung akan melemah.

Aritmia atau gangguan irama jantung adalah kondisi saat detak jantung tidak semestinya. Masalah irama jantung ini biasanya terjadi ketika sinyal listrik yang mengkordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), ataupun tidak beraturan.

Berbagai Jenis Aritmia (Gangguan Irama pada Jantung)

Ada beberapa jenis gangguan irama jantung. Beberapa bersifat ringat, namun yang lain bersifat berbahaya dan perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Jenis aritmia yang kerap terjadi antara lain adalah:

Atrial Fibrilasi

Merupakan gangguan irama jantung dimana jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur. Gejala ini biasa disebut juga takikardia.

AV Blok

Kondisi ini merupakan kondisi dimana jantung berdetak lebih lambat karena adanya blok atau hambatan aliran listrik jantung. Gejala ini biasa disebut juga bradikardia.

Supraventrikular Takikardia (SVT)

SVT merupakan kondisi dimana jantung berdetak lebih cepat.

Ventrikel Ekstra Sistol (VES)

VES merupakan kondisi dimana ada denyutan tambahan lain diluar denyut jantung normal. Segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber denyutan sebelum risiko masalah jantung semakin besar.

Ventrikel Fibrilasi

Merupakan kondisi dimana jantung hanya bergetar saja dan tidak memompa darah secara maksimal. Inipun merupakan kondisi yang berbahaya. Segera minta bantuan medis jika kondisi ini terjadi.

Lihat Juga: Pentingnya Cek Rutin untuk Jantung

Gejala Seseorang Mengalami Aritmia

Sahabat Sehat, seringkali gangguan irama jantung tidak memiliki gejala sehingga pasien tidak sadar mengalami gangguan irama jantung. Namun, berikut ini gejala yang biasanya dialami pasien dengan gangguan irama jantung :

  • Dada terasa berdebar
  • Denyut nadi tidak beraturan
  • Pusing
  • Sesak nafas
  • Dada terasa tidak nyaman
  • Kelemahan atau kelelahan (merasa capek)
  • Pingsan

Perhatian: Gejala di atas muncul setelah masalah aritmia sudah cukup serius. Oleh sebab itu, sangat penting melakukan medical check up secara berkala untuk memastikan deteksi aritmia sejak dini.

Dapatkan layanan medical check up untuk memastikan kesehatan jantung: Reservasi Layanan Medical Check Up

Penyebab dan Kondisi yang Memicu Aritmia

Aritmia atau gangguan irama jantung terjadi karena sumber listrik yang mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Berikut adalah berbagai kondisi yang dapat memicu aritmia :

  • Penyakit jantung koroner
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Gangguan otot jantung (Kardiomiopati)
  • Gangguan katup jantung
  • Gangguan elektrolit dalam darah seperti natrium dan kalium
  • Kerusakan jantung akibat serangan jantung
  • Penyembuhan pasca operasi jantung
  • Kondisi penyakit lainnya (hipertiroid, diabetes)
  • Efek samping obat
  • Stress
  • Kurang tidur
  • Alkohol dan kafein
  • Penggunaan obat-obatan terlarang

Oleh sebab itu, sangat penting untuk membiasakan pola hidup sehat seperti menjauhi stress, cukup tidur, menghindari alkohol dan kafein, serta tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Dengan demikian, dapat menurunkan risiko terkena gangguan irama jantung atau aritmia.

Penanganan Bagi Penderita Aritmia

Jika Sahabat Sehat mengalami gejala aritmia, atau memiliki pola hidup yang berisiko memicu aritmia, dianjurkan melakukan konsultasi ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Semakin cepat terdeteksi, kemungkinan sembuh akan semakin tinggi.

Pada umumnya aritmia dapat diatasi dengan berbagai cara, seperti:

Pemberian Obat-Obatan

Dokter akan meresepkan berbagai obat-obatan antiaritmia yang dikonsumsi secara rutin. Hindari konsumsi obat tanpa resep dokter untuk mencegah efek samping tertentu yang mungkin tidak sesuai dengan kondisi tubuh.

Manuver Vagal

Manuver vagal atau pijat sinus karotis dilakukan dengan cara merelaksasi saraf vagus yang dapat membantu mengontrol detak jantung. Namun terapi ini tidak disarankan pada orang dengan riwayat serangan jantung, atau mengalami gangguan irama jantung serius.

Prosedur Medis

Selain dengan melakukan prosedur diatas, untuk mengatasi aritmia juga dapat dilakukan prosedur berikut :

Ablasi

Prosedur ini bertujuan untuk menghancurkan sebagian kecil jaringan jantung yang menyebabkan gangguan irama jantung.

Alat Pacu Jantung

Alat ini bermanfaat untuk mengembalikan irama jantung yang melambat hingga menjadi normal. Alat pacu jantung dipasang dibawah kulit, biasanya di bawah tulang selangka.

ICD

ICD atau disebut juga Implantable Cardioverter Defibrillator adalah alat yang berukuran kecil dan dipasang di dada, yang digunakan pada penderita yang beresiko mengalami henti jantung mendadak. Alat ini akan mendeteksi tanda henti jantung dan otomatis mengalirkan listrik untuk mengatasi saat jantung berhenti mendadak.

Panggil Dokter Jantung

Seringkali masalah irama jantung ini menyebabkan rasa lemas dan butuh berbaring agar irama bisa kembali stabil. Namun demikian bukan berarti masalah pada irama jantung sudah selesai. Segera lakukan panggil dokter jantung untuk mendapatkan penanganan medis, mendapatkan obat yang sesuai, dan mendapat rekomendasi medis lanjutan (seperti rujukan ke rumah sakit).

Untuk memanggil dokter jantung ke rumah bisa memanfaatkan layanan berikut ini:
Layanan Panggil Dokter Jantung ke Rumah

Perubahan Gaya Hidup

Gaya hidup yang kurang baik dapat memicu gangguan irama jantung. Perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk mengurangi faktor risiko terjadinya gangguan irama jantung, seperti :

  • Hindari merokok
  • Hindari penggunaan alkohol secara berlebihan
  • Hindari mengkonsumsi kafein 
  • Hindari penggunaan obat yang bersifat stimulan, seperti penggunaan obat flu dan alergi sembarangan, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat

Mengapa harus menghindari kafein? Beberapa orang yang sensitif terhadap kafein seperti coklat, teh dan kopi akan memperberat resiko terjadinya aritmia.

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai aritmia atau gangguan irama jantung yang kerap dialami pada usia muda. Untuk mendeteksi adanya gangguan jantung, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Medical Check Up, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Info Datin : Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta: Kemenkes RI;. 
  2. CNN Indonesia : Angka Kematian Akibat Jantung Masih Lebih Tinggi dari Covid [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia; [cited 4 November 2021].
  3. Muhammad H. Gangguan Irama Jantung [Internet]. Indonesia : Hermina Hospitals; [cited 4 November 2021].
  4. RSUP Dr.Sardjito. Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung [Internet]. Indonesia : RSUP Dr. Sardjito; [cited 4 November 2021].
  5. Mayo Clinic. Heart arrhythmia – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 4 November 2021].
  6. Beckerman J. Arrhythmia: Types, Symptoms, Causes, Diagnosis & Treatments [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 4 November 2021].

Chat Dokter 24 Jam