Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Hari Kesehatan Sedunia 2016 Bersama Kemenkes Lawan Diabetes 7/4/16

Bersama Kemenkes Lawan Diabetes; Cegah, Obati dan Lawan!

“1 dari 11 orang dewasa di Indonesia mengidap diabetes dan 70% penduduk di Indonesia tidak terdiagnosa.”

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 April 2016, hari Kamis kemarin, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama WHO Indonesia mengadakan acara “Seminar Nasional: Dialog Interaktif (Talkshow) Hari Kesehatan Sedunia” bersama Kementerian Kesehatan RI.” Tema acara ini adalah bersama Kemenkes Lawan Diabetes yang juga melibatkan para blogger dan komunitas sehingga tema Hari Kesehatan Sedunia tahun ini viral dan diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Tema yang diangkat untuk peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun ini adalah bersama Kemenkes Lawan Diabetes, ditandai dengan icon superhero dalam Cegah, Obati dan Lawan Diabetes. Jujur saja kemasan dari kampanye Hari Kesehatan Sedunia tahun ini sangatlah berwarna, dengan warna tema ungu terung yang jauh dari kesan membosankan. Visual yang menggunakan icon Robin, membuat kemasan dari kampanye Hari Kesehatan Sedunia tahun ini diharapkan dapat menambah kesadaran seluruh lapisan masyarakat Indonesia terhadap Diabetes yang tidak bisa lagi disebut sebagai penyakit orang kaya.

12797672_1727578107513124_868204792_n

Sebelum pukul 07.00 pagi tim reporter ProSehat sudah menyempatkan untuk mendokumentasikan seluruh rangkaian acara tersebut dari proses registrasi para undangan, berjalan-jalan di area booth yang menyediakan berbagai macam pelayanan kesehatan gratis seperti cek gula darah, kolesterol hingga tekanan darah tinggi, hingga acara utama tiba. Ada rasa senang, ketika ProSehat mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan Insan Medika dalam melayani cek gula darah gratis bagi seluruh tamu undangan acara hari itu.

Tepat pukul 08.30 pagi acara dimulai, namun suasana registrasi masih berlangsung bersamaan dengan para tamu undangan blogger, tenaga kesehatan dan penyandang diabetes (diabetesi) yang berkostum khusus mulai menyesaki ruang Siwabessy, gedung Prof. Sujudi Kementerian Kesehatan RI. Rangkaian acara dimulai dengan protokoler yang mengajak seluruh tamu untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat dan dengan posisi berdiri. Seketika suasana ruangan berubah jadi lebih sunyi dan khidmat. Setelah itu pembacaan doa dimulai dan diikuti dengan laporan DG oleh Dirjen P2p, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM..

Dirjen P2PL memberikan sambutan pada Kemenkes Lawan Diabetes

Moderator cantik yang membuka sesi talkshow utama hari itu adalah Lula Kamal yang berasal dari latar belakang pendidikan kedokteran. Dengan tema Perspektif Sosial, Ekonomi dan Dampak Makro Diabetes Melitus, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) yang juga menjadi narasumber sesi tersebut menegaskan di sela kata sambutannya,

“Saya setuju bahwa diabetes dikatakan sebagai ibu dari penyakit.”

Beliau juga mengatakan 3 hal penting yang dapat lawan diabetes, yakni dengan 3H: Healthy environment, Healthy lifestyle dan Healthy food. Perihal tata kota yang sehat, beliau berpendapat tentang kondisi kota Jakarta, “Tata kota kita sangat tidak manusiawi ketika kita perlu paru-paru kota untuk melakukan kegiatan olahraga di situ.” Lebih lanjut beliau juga mengungkapkan keinginannya tentang gaya hidup sehat yang benar-benar dijalankan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ada satu hal yang menjadi keinginan beliau, yakni tentang konsumsi buah dan sayur yang belum menjadi kebiasaan yang rutin dijalankan.

12424438_498726816996592_975568630_n

“Kenapa kita tidak bisa makan sayur dan buah dan jadikan hal tersebut gaya hidup atau kebiasaan rutin?”

Pembicaraan mengenai sayur dan buah dilanjutkan pada sesi kedua, yang mengundang ahli gizi RI, Prof. Hamam Hadi, MS, Sc. D. Beliau mengeluarkan statement tentang 93% penduduk Indonesia yang masuk ke dalam kategori penduduk kurang makan sayur. Yang mendasari ungkapan tersebut adalah kenyataan bahwa penyandang diabetes tipe 2 memang 90% dari mereka karena faktor keturunan, namun masih bisa dicegah dengan mencari faktor risiko dan salah satunya adalah dengan makan sayur dan buah.

3 hal tersebut juga dibarengi dengan slogan CERDIK yang digaungkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Dengan cek kesehatan secara rutin seperti cek gula darah, jika sudah dalam ambang tinggi, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) berpendapat, “Kalau sudah terkena diabetes melitus atau kencing manis, kami harap untuk melaksanakan pemeriksaan rutin.”

Sesi ketiga dari rangkaian acara ini yaitu dialog interaktif bersama Ketua Komisi 9, Dede Yusuf yang mengungkapkan beberapa bentuk pencegahan atau deteksi dini faktor risiko dan pengobatan Diabetes Melitus. Menurut beliau usaha preventif yang dapat dilakukan adalah dengan menyempatkan berolahraga 3 kali dalam seminggu, meniru kebiasaan makan orang Jepang yang menggunakan mangkuk dan piring kecil hingga mengurangi nasi. Moderator cantik hari itu juga sempat bertanya kepada beliau mengenai kebijakan untuk mendapatkan makanan yang sehat agar tidak dibombardir oleh serbuan makanan fastfood. Jawaban beliau terkait hal tersebut adalah, “ Sangat mungkin untuk mengeluarkan kebijakan, namun awarenessnya dulu yang harus dilakukan. Kebijakan dibuat jika kondisi di lapangan sudah memprihatinkan dan dalam kondisi mendesak, sehingga anggaran yang ada saat ini dialokasikan sebagai usaha preventif promotif.”

Sesi terakhir dari rangkaian acara peringatan Hari Kesehatan Sedunia tersebut semakin menginspirasi karena kehadiran dr. Muhammad Firas, MARS yang selain seorang dokter, tapi juga penyandang diabetes tipe 1. Pada tahun 1998 dan pada beliau berusia 14 tahun, beliau didiagnosa diabetes tipe 1. Bukan karena keturunan, tapi memang beliau berpendapat bahwa siapapun bisa terkena diabetes tipe 1 sejak usia yang masih muda dan terhitung sudah 18 tahun beliau menyandang penyakit tidak menular tersebut, namun tetap sehat dan bugar. Untuk itu beliau juga membagikan tips untuk tetap bertahan dengan level gula darah normal:

  • Berolahraga yang tidak akan membuat cedera, seperti berjalan.
  • Menjaga kesehatan dengan rutin cek kesehatan dan mengawasi yang dimakan setiap harinya.
  • Percaya bahwa gaya hidup yang sehat dapat membawa keuntungan yang baik di masa depan.

Di akhir acara dari peringatan Hari Kesehatan Sedunia 2016, beberapa kuis pun dilempar dengan mengulang kembali penjelasan para narasumber yang sudah datang hari itu dan dijadikan sebagai pertanyaan kepada seluruh tamu dan undangan yang hadir hari itu. Selain itu para narasumber juga meramaikan sesi dialog interaktif dengan memperagakan beberapa gerakan mudah yang dapat dilakukan sebagai olahraga bagi mereka yang sibuk dan tidak sempat untuk berolahraga. Keseruan hari itu ditutup dengan pengumuman door prize dan pemberitahuan mengenai acara cek gula darah gratis bersama Kemenkes Lawan Diabetes di hari Minggu, 10 April 2016 yang diadakan di area Pasar Modern BSD City.

Chat Asisten ProSehat aja